📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPERANCANGAN DESAIN INTERIOR GEDUNG RAWAT JALAN RUMAH SAKIT MATA DI BANDUNG JAWA BARAT
Indonesia memiliki prevalensi kebutaan dan gangguan penglihatan nomor 2 tertinggi di dunia setelah Ethiopia. Gangguan penglihatan mata dan kebutaan dapat mengganggu aktifitas bahkan hingga hampir tidak memungkinkan untuk melakukan beberapa aktifitas tertentu. Kebutaan dan gangguan penglihatan terdiri dari beberapa jenis dengan tahapan masing-masing, seperti gangguan penglihatan ringan seperti rabun yang dapat memburuk seiring waktu, hingga berat seperti kebutaan yang disebabkan oleh penyakit katarak sebagian maupun sepenuhnya. Kualitas kesehatan mata masyarakat di Indonesia masih belum dapat memadai dengan baik, terbatasnya pelayanan setiap hari atau kurangnya kenyamanan mengakibatkan kesulitan dalam melakukan perawatan maupun pengobatan gangguan penglihatan yang baik. Perancangan ini bertujuan untuk melakukan peningkatan kualitas rumah sakit mata melalui metode perancangan desain interior dapat mengembangkan dari sisi kenyamanan dan efisiensi. Hasil dari perancangan ini yaitu untuk mengoptimalkan kualitas pelayanan dalam rumah sakit mata untuk masyarakat Indonesia, agar dapat menurunkan angka kasus gangguan penglihatan atau kebutaan yang ada di Indonesia.
PERANCANGAN INTERIOR ALL-GIRLS ISLAMIC BOARDING SCHOOL YANG MEMFASILITASI PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK DI KONTEKS METROPOLITAN
Islamic Boarding School (IBS) sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan kehidupan berasrama memiliki potensi dalam mendukung perkembangan kecerdasan sosial dan emosional siswa. Namun demikian, dalam konteks IBS di kawasan metropolitas, perhatian terhadap aspek sosial-emosional dalam perancangan interior masih relatif terbatas. Desain ruang lebih banyak difokuskan pada fungsi akademik dan kebutuhan dasar, sementara potensi ruang sebagai medium untuk menstimulasi interaksi sosial, mengekspresikan emosi, serta membentuk kemandirian siswa belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang interior Islamic Boarding School yang mampu memfasilitasi perkembangan sosial-emosional peserta didik perempuan pada rentang usia pra-remaja (11–14 tahun). Pendekatan yang digunakan bersifat holistik dan kontekstual, dengan mempertimbangkan aspek psikologis, sosial, serta nilai-nilai keislaman sebagai dasar perancangan. Hasil perancangan difokuskan pada penciptaan ruang belajar mengajar yang nyaman, pembuatan ruang-ruang yang mendukung terbentuknya interaksi sosial, dan mendukung individualitas pelajar. Melalui implementasi desain interior yang berorientasi pada kebutuhan psikososial peserta didik, diharapkan lingkungan IBS berfungsi sebagai tempat tinggal dan belajar, dan juga sebagai ruang yang mendukung pembentukan karakter Islami, kemandirian, serta kecerdasan sosial-emosional secara komprehensif dan berkelanjutan.
IDENTIFIKASI DAMPAK INTEGRASI EKONOMI LOKAL DENGAN PASAR GLOBAL TERHADAP KONDISI DAN PERUBAHAN SUMBER DAYA PENGHIDUPAN NELAYAN RAJUNGAN DI PERDESAAN PESISIR DESA WARUDUWUR, KABUPATEN CIREBON
Globalisasi ekonomi telah mengintegrasikan wilayah perdesaan pesisir ke dalam rantai pasok global komoditas perikanan, menjadikan aktivitas ekonomi lokal semakin dipengaruhi oleh dinamika pasar internasional sekaligus meningkatkan tekanan terhadap keberlanjutan sumber daya dan penghidupan nelayan. Fenomena ini terlihat di Desa Waruduwur, di mana transformasi dari sistem produksi lokal menuju orientasi ekspor rajungan telah mengubah struktur ekonomi dan sosial masyarakat, namun juga memunculkan kerentanan akibat penurunan stok, ketergantungan pasar, dan tekanan lingkungan. Meskipun demikian, sebagian besar kajian masih berfokus pada aspek produksi dan perdagangan, sehingga belum banyak penelitian yang secara historis dan komprehensif mengkaji bagaimana integrasi pasar global membentuk dinamika sumber daya penghidupan nelayan di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak integrasi ekonomi lokal dengan pasar global terhadap kondisi dan dinamika sumber daya penghidupan (livelihood resources) nelayan rajungan di perdesaan pesisir Desa Waruduwur, Kabupaten Cirebon. Analisis data dilakukan melalui teknik pengkodea (coding) dua siklus, analisis deskriptif kualitatif, statistik deskriptif, analisis spasial, dan analisis konten. Kerangka analisis dalam penelitian ini mencakup sumber daya penghidupan yang dikemukakan oleh Scoones (1998) dengan penyesuaian perkembangannya (Natarajan dkk., 2022; Scoones, 2009, 2015), sehingga menghasilkan empat sintesa aset yaitu aset sumber daya alam, aset ekonomi (fisik dan finansial), aset sumber daya manusia, dan aset sosiopolitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ekonomi lokal dengan pasar global di Desa Waruduwur memengaruhi seluruh dimensi sumber daya penghidupan nelayan, tetapi melalui mekanisme yang berbeda pada tiap aset. Pada aset sumber daya alam, integrasi meningkatkan tekanan eksploitasi pada stok rajungan, tetapi perubahan jasa lingkungan lebih banyak dipengaruhi oleh konteks iklim dan degradasi ekologis yang lebih luas. Pada aset ekonomi, integrasi mendorong modernisasi produksi dan meningkatkan pendapatan nelayan, terutama pada periode awal integrasi, namun juga memperkuat ketergantungan struktural padav pasar global dan aktor perantara. Sementara itu, pada aset sosial dan sumber daya manusia, integrasi ekonomi global tidak secara langsung menimbulkan perubahan relasi internal, namun berkontribusi dalam mendorong proses adaptasi teknologi dan inovasi alat tangkap serta menuntut kondisi fisik nelayan yang lebih baik akibat jarak melaut yang semakin jauh. Pada aset politik, integrasi mempertegas peran relasi kuasa dan distribusi akses sumber daya, serta membuka peluang akses sumber daya dari industri dan lembaga internasional meskipun aksesnya tidak merata. Secara akademik, penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian mengenai penghidupan berkelanjutan dalam konteks perikanan tangkap, khususnya perikanan tangkap rajungan, di Indonesia. Kajian ini tidak hanya menambah literatur tentang penghidupan di desa pesisir, tetapi juga memperkuat analisis historis dalam studi pembangunan, yang selama ini jarang dilakukan.
OPTIMISASI LUAS MINUMUM PEMBEBASAN LAHAN MENGGUNKAN METODEROTASI GEOMETRI ZONA BAHAYA (STUDI KASUS : KENALI ASAM, JAMBI)
Minyak dan Gas Bumi merupakan komoditas vital bagi Negara Republik Indonesia. Kegiatan eksploitasi terus dilakukan secara optimal agar diperoleh minyak dan gas bumi yang maksimal. Salah satu teknik peningkatan produksi minyak dan gas bumi dilakukan dengan menggunakan teknik Enhanced Oil Recovery (EOR) dengan metode water flooding. Kegiatan usaha pertambangan minyak dan gas bumi dilakukan pada Wilayah Kerja yang merupakan kesepakatan antara pemerintah dengan Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap yang melaksanakan kegiatan pertambangan. Wilayah Kerja Pertambangan memiliki ketentuan-ketentuan yang diatur oleh undangundang, salah satunya adalah untuk terbebas dari pemukiman maupun sarana dan prasarana umum. Hal ini dilakukan sebagai bentuk untuk menjamin keselamatan masyarakat sekitar. Lapangan Minyak Kenali Asam, Jambi merupakan kawasan yang padat pemukiman, oleh karena itu diperlukan pembebasan lahan sebelum dilakukan proses eksploitasi. Pembebasan lahan dilakukan dengan mempertimbangkan zoning regulation Lapangan Minyak Kenali Asam dan mempertimbangkan biaya relokasi. Proses pembebasan lahan memerlukan biaya ganti kerugian yang besarnya ditentukan berdasarkan jumlah luas lahan yang dibebaskan. Optimalisasi pembebasan lahan sangat diperlukan untuk menekan biaya ganti kerugian, salah satunya dengan menggunakan metode rotasi zona yang membatasi sumur minyak dan gas bumi yang berada di Lapangan Minyak Kenali Asam. Rotasi geometri zona bahaya dilakukan untuk meminimalisi pertampalan zona bahaya sumur minyak dengan lahan penduduk untuk didapatkan jumlah luas minimum lahan yang perlu dilakukan pembebasan.
ANALISIS PERBANDINGAN KEMUDAHAN PEMBONGKARAN DAN KOMPLEKSITAS PERAKITAN PADA DESAIN BATTERY PACK
Battery pack merupakan komponen utama pada kendaraan listrik yang tersusun dari sistem struktur kompleks yang terdiri dari banyak komponen yang saling terhubung. Konfigurasi struktur suatu battery pack, termasuk jumlah komponen, jenis sambungan, serta tingkat modularitas sistem, dapat mempengaruhi kemudahan proses pembongkaran dan kompleksitas proses perakitan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan beberapa desain battery pack untuk mengidentifikasi perbedaan performa pembongkaran dan perakitan serta faktor desain yang mempengaruhinya. Penelitian ini menganalisis tiga desain battery pack, yaitu battery pack 1 berbasis sel prismatik, battery pack 2 berbasis sel silindris, dan battery pack 3 hasil industri Gotion. Evaluasi dilakukan menggunakan tiga metode analisis yang saling melengkapi, yaitu MOST (Maynard Operation Sequence Technique) untuk estimasi waktu pembongkaran, Francia Method untuk perhitungan Disassembly Index (DI), serta Hitachi Assemblability Evaluation Method (AEM) untuk mengevaluasi kompleksitas dan efisiensi proses perakitan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi struktur produk, jenis sambungan antar komponen, serta urutan operasi pembongkaran dan perakitan berdasarkan dokumen teknis dan model CAD dari masing-masing desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa battery pack 3 memiliki performa terbaik dari sisi kompleksitas perakitan dengan nilai I(Txn) sebesar 26.456 dan nilai assembly efficiency sebesar 67,28%. Battery pack 1 menunjukkan kemudahan pembongkaran yang relatif baik dengan waktu pembongkaran sebesar 1.313,28 s (21,89 menit) dan nilai Disassembly Index sebesar 0,59. Sebaliknya, battery pack 2 menunjukkan performa terendah dengan waktu pembongkaran sebesar 21.168,72 s (352,81 menit), nilai Disassembly Index sebesar 0,33, serta kompleksitas perakitan tertinggi dengan nilai I(Txn) sebesar 145.938 dan assembly efficiency sebesar 2,26%. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis sambungan, jumlah komponen, serta tingkat modularitas struktur merupakan faktor utama yang mempengaruhi kemudahan pembongkaran dan efisiensi perakitan pada sistem battery pack.
IDENTIFIKASI PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DAN TOPOGRAFI DIWILAYAH PERTAMBANGAN MENGGUNAKAN LIDAR (LIGHT DETECTION ANDRANGING)
Pertambangan memiliki dampak positif bagi negara. Termasuk sebagai dampak positif adalah sumber devisa negara, sumber pendapatan asli daerah, dan menciptakan lapangan kerja. Namun pertambangan juga memiliki dampak negatif. Dampak negatif dari pertambangan salah satunya adalah kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh pertambangan yaitu perubahan tutupan lahan, perubahan topografi, dan kerusakan tubuh tanah (Arwan, 2011). Pada penelitian ini hanya difokuskan pada perubahan tutupan lahan dan perubahan topografi. Tujuh puluh persen kerusakan hutan di Indonesia diakibatkan oleh aktivitas pertambangan (Kemenhut) dan laju kerusakan hutan mencapai 1.315.000 Ha per tahun (FAO). Untuk itu perlu adanya monitoring kerusakan lingkungan. Salah satu teknologi yang sedang berkembang saat ini yaitu LIDAR. LIDAR dapat menghasilkan informasi topografi permukaan bumi dalam posisi horizontal dan vertikal. Salah satu keunggulan LIDAR adalah dapat mengakusisi data yang cukup cepat pada area yang luas. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan tutupan lahan dan perubahan topografi pada area pertambangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah vegetasi mengalami penurunan 230.533 hektar pada tahun 2010 sampai 2012. Dan volume topografi meningkat 18 juta m3 karena terdapat akumulasi material di area pertambangan.
IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI BIOSYNTHETIC GENE CLUSTER DARI ISOLAT G7 ASAL DANAU HALOFILIK GILI MENO, NUSA TENGGARA BARAT
Danau halofilik merupakan ekosistem ekstrem yang berpotensi menjadi sumber mikroorganisme dengan kemampuan adaptasi fisiologis dan molekuler yang unik, termasuk dalam menghasilkan biosynthetic gene cluster (BGC) yang berperan dalam biosintesis metabolit sekunder bernilai tinggi. Danau halofilik Gili Meno yang terletak di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, hingga saat ini belum banyak dieksplorasi dari aspek potensi mikroorganismenya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi potensi metabolit sekunder isolat G7 asal Danau Gili Meno melalui pendekatan genome mining serta karakterisasi aktivitas biologis senyawa metabolit sekundernya. Isolat G7 merupakan salah satu isolat bakteri yang berhasil diisolasi dari Danau Gili Meno dan ditumbuhkan pada medium Zobell Marine Agar. Pemilihan isolat G7 didasarkan pada hasil penelitian sebelumnya yang mengidentifikasi empat isolat bakteri (G1, G5, G6, dan G7) melalui analisis gen 16S rRNA. Identifikasi awal menunjukkan keempat isolat termasuk ke dalam spesies yang berbeda yaitu Cytobacillus horneckiae, Bacillus foramis, Bacillus firmus, dan Cytobacillus kochii. Namun, analisis Whole Genome Sequencing lanjutan terhadap keempat isolat menunjukkan bahwa seluruh isolat adalah spesies yang sama yaitu Cytobacillus horneckiae 1P01SC. Isolat G7 dipilih karena memiliki kualitas perakitan genom terbaik dibandingkan isolat lain, ditunjukkan oleh nilai coverage tinggi, jumlah contig lebih sedikit, dan completeness >99%. Penelitian diawali dengan perakitan genom untuk mengidentifikasi secara akurat isolat G7. Hasil Whole Genome Sequencing (WGS) menggunakan Oxford Nanopore Technologies (ONT) GridION kemudian dirakit menggunakan Flye (v2.8.3-b1695) dan menunjukkan bahwa isolat G7 teridentifikasi sebagai Cytobacillus horneckiae dengan ukuran genom sebesar 5.772.037 bp dan tingkat completeness sebesar 99,35%. Genom utuh kemudian dianalisis menggunakan pendekatan genome mining dengan antiSMASH untuk memprediksi keberadaan dan jenis BGC. Prediksi antiSMASH mengidentifikasi sembilan klaster BGC, meliputi terpene precursor, T3PKS, NRP-metallophore NRPS, azole-containing RiPP, terpene, NRPS, arylpolyene, lassopeptide, dan NRPS-like. Fokus penelitian ini diarahkan pada klaster NRPmetallophore NRPS yang memiliki kemiripan dengan klaster biosintesis siderofor tipe katekolat. Siderofor adalah senyawa pengikat besi dengan potensi aplikasi di berbagai bidang bioteknologi industri dan kesehatan. Karakterisasi potensi metabolit sekunder dilakukan melalui pendekatan fungsional dengan uji aktivitas siderofor menggunakan metode Simple Double-Layer Chrome Azurol S (SD-CAS) agar. Aktivitas siderofor ditunjukkan oleh pembentukan zona halo berwarna oranye di sekitar koloni, yang diukur secara kuantitatif berdasarkan selisih diameter zona halo oranye dan diameter koloni. Selain itu, pertumbuhan bakteri dipantau melalui pengukuran Optical Density (OD) untuk mengevaluasi hubungan antara fase pertumbuhan dan produksi siderofor. Hasil uji SD-CAS menunjukkan bahwa Cytobacillus horneckiae isolat G7 mampu menghasilkan senyawa siderofor. Aktivitas siderofor tertinggi secara signifikan teramati pada fase pertumbuhan stasioner, yaitu pada jam ke-22, dengan nilai rata-rata diameter zona halo oranye sebesar 0,83 ± 0,21 mm. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif antara peningkatan OD dan pembentukan zona halo oranye, yang mengindikasikan bahwa produksi siderofor berkaitan erat dengan regulasi fisiologis sel pada fase stasioner. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa Cytobacillus horneckiae isolat G7 asal danau halofilik Gili Meno memiliki potensi sebagai penghasil siderofor yang dapat dieksplorasi lebih lanjut.
PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR DAS MELAYU KOTA BIMA, NUSA TENGGARA BARAT
Banjir sering menjadi persoalan bagi masyarakat, terutama di daerah perkotaan seperti Kota Bima. DAS Melayu merupakan salah satu area yang sering mengalami permasalahan banjir. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kapasitas alur sungai yang tidak memadai untuk menampung debit puncak, pengaruh karakteristik lahan dengan infiltrasi rendah, tingginya curah hujan, serta letak geografis di kawasan pesisir yang berpotensi terdampak arus balik air laut (back water). Tugas akhir ini bertujuan untuk merencanakan sistem pengendalian banjir yang efektif untuk mengatasi masalah tersebut. Metodologi penelitian menggunakan data sekunder yang dianalisis secara hidrologi dan hidraulika. Analisis hidrologi dilakukan untuk menghitung debit banjir rencana dengan bantuan perangkat lunak Excel dan QGIS. Selanjutnya, analisis hidraulika untuk memodelkan genangan dan mengevaluasi alternatif solusi penanganan banjir dilakukan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS. Dari beberapa alternatif yang dimodelkan, solusi kombinasi antara normalisasi sungai dan pembangunan tanggul pengaman (parapet) menjadi pilihan optimal. Hasil pemodelan menunjukan bahwa penerapan solusi kombinasi ini mampu mereduksi volume banjir rencana secara signifikan, yaitu sebesar 71.18%. Oleh karena itu, alternatif terpilih direkomendasikan sebagai solusi teknis yang komprehensif untuk pengendalian banjir di DAS Melayu dengan estimasi total biaya konstruksi sebesar sebesar Rp90.447.109.213,36.
INVESTIGASI NUMERIK MINIMUM PANJANG RETAK AWAL PADA TEKANAN HENTI DI PIPA KARBON DIOKSIDA API 5L X52, X60 DAN X65 MENGGUNAKAN EXTENDED FINITE ELEMENT METHOD
Since the Paris Agreement in 2016, Carbon Capture and Storage (CCUS) research has made substantial progress. Repurposing existing pipelines for CO2 transport, rather than building new ones, has the potential to reduce construction costs significantly by up to 50%. However, this practice is not widespread in Indonesia. Failures in CO2 pipelines frequently stem from minor manufacturing or operational flaws in welds or other pipe components, which can lead to rapid and extensive crack propagation.Most pipelines in Indonesia are constructed from X52 steel, which is less commonly repurposed for CO2 transport globally. Pipelines typically used for CO2 transportation often employ higher-grade materials like X70 to X100, known for their superior toughness compared to X52, X60 and X65. This study utilizes Abaqus finite element software with XFEM and performed under static internal pressure loading modeling to simulate crack propagation and determine initial crack length required at arrest pressures in API 5L X52, X60 and X65 pipe materials along with geometric dimension variation. The findings of this study confirms the direct relationship between required initial crack length and arrest pressure for different geometric dimensions and material of pipe in CO2 pipelines. This research aims to contribute to fracture control strategies for CCUS infrastructure, enhancing the reliability of CO? transport and supporting the feasibility of repurposing existing X52 pipelines.
ALGORITMA OPTIMASI PERIODE REMANUFACTURING ENGINE CATERPILLAR 777E DI LAPANGAN PERTAMBANGAN ADARO TUTUPAN
Industri pertambangan menuntut penggunaan alat berat dengan tingkat keandalan dan durabilitas yang tinggi untuk mendukung operasi berintensitas tinggi. Heavy Duty Dump Truck Caterpillar 777E merupakan salah satu peralatan utama yang berperan penting dalam kelancaran produksi. Seiring bertambahnya jam operasi, engine mengalami degradasi performa akibat keausan dan faktor operasional, sehingga penentuan usia pakai yang tidak tepat berpotensi menyebabkan pemborosan biaya atau peningkatan risiko kegagalan. Hingga saat ini, banyak keputusan remanufacturing masih didasarkan pada interval jam operasi tetap tanpa mempertimbangkan kondisi aktual dan implikasi ekonomi secara menyeluruh. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan usia pakai optimum engine Caterpillar 777E berdasarkan pendekatan berbasis data yang mengintegrasikan aspek keandalan, ekonomi, dan lingkungan. Metodologi penelitian ini menggunakan data operasional aktual yang meliputi Vital Information Management System (VIMS), Scheduled Oil Sampling (SOS), data biaya perawatan, serta data emisi karbon. Analisis degradasi performa dilakukan melalui pemodelan tren parameter sensor VIMS, sedangkan degradasi internal engine dianalisis menggunakan metode akumulasi wear metal dan pemodelan statistik berbasis distribusi Weibull marginal yang dikombinasikan dengan Gaussian Copula. Estimasi reliabilitas dan Remaining Useful Life (RUL) dilakukan secara probabilistik dengan pendekatan bootstrap. Selanjutnya, analisis Life Cycle Cost (LCC) digunakan untuk menentukan usia pakai optimum secara ekonomis, serta analisis emisi karbon dilakukan untuk mengevaluasi dampak lingkungan sepanjang siklus hidup engine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter VIMS dan wear metal tertentu memiliki korelasi yang kuat terhadap degradasi engine dan waktu kegagalan. Pemodelan Weibull–Copula mampu memberikan estimasi reliabilitas dan RUL yang lebih representatif dibandingkan pendekatan deterministik. Analisis LCC mengindikasikan adanya titik optimum biaya siklus hidup yang tidak selalu bertepatan dengan umur teknis engine. Selain itu, integrasi analisis emisi karbon menunjukkan bahwa keputusan remanufacturing berpengaruh signifikan terhadap total emisi CO? kumulatif. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kerangka kuantitatif yang komprehensif untuk mendukung pengambilan keputusan perawatan dan remanufacturing engine secara lebih efisien dan berkelanjutan.
STUDI INTERAKSI IONIK NORFLOKSASIN DAN LEVOFLOKSASIN DENGAN KETOPROFEN TERHADAP POTENSI ANTIBIOTIK DAN AKTIVITAS ANTIINFLAMASI
Norfloksasin dan levofloksasin merupakan antibiotik golongan fluoriquinolon dari generasi berbeda yang umum digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Norlfoksasin memiliki kelarutan yang rendah didalam air, sebaliknya, levofloksasin memiliki kelarutan yang tinggi, meskipun demikian, keduanya sama-sama bersifat tidak stabil terhadap cahaya dan oksigen. Dalam penanganan infeksi, antibiotik seringkali diberikan bersama dengan antiinflamasi, salah satunya adalah NSAID. Ketoprofen merupakan obat golongan NSAID yang banyak digunakan dalam praktik klinis untuk mengelola peradangan dan nyeri yang terkait dengan infeksi bakteri, namun memiliki kelarutan yang rendah didalam air. Penelitian terdahulu melaporkan pembuatan garam multikomponen antara antibiotik dan antiinflamasi dapat meningkatkan sifat fisikokimia, potensi antibiotik, dan aktivitas antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan sintesis, karakterisasi, analisis stabilitas, kelarutan, potensi antibiotik, dan aktivitas antiinflamasi dari garam norfloksasinketoprofen dan levofloksasin-ketoprofen. Pembuatan diagram fase biner digunakan sebagai langkah awal untuk memprediksi jenis interaksi pada sistem multikomponen yang terbentuk dan dan menentukan rasio molar stoikiometri yang tepat, dilanjutkan dengan pembuatan garam multikomponen menggunakan teknik Solvent Drop Grinding (SDG) dengan perbandingan 1:1 yang dikonfirmasi menggunakan elektrothermal, Differential Scanning Calorimetry (DSC), dan Powder X-Ray Diffractometry (PXRD). Selanjutnya, Fourier Transform Infrared (FTIR) dan Nuclear Magnetic Resonance (NMR) digunakan untuk menganalisis interaksi struktur. Uji stabilitas fisik dilakukan secara organoleptik dalam kondisi terkontrol (25±5°C/RH 70-80%) selama 4 minggu, diikuti dengan pengamatan perubahan struktural menggunakan PXRD. Uji kelarutan dilakukan menggunakan metode spektrofotometer derivatif UV, pengukuran potensi antibiotik menggunakan metode mikrodilusi terhadap bakteri Gram-positif (Staphylococcus aureus) dan Gram-negatif (Escherichia coli), serta uji antiinflamasi in vivo terhadap tikus Wistar. Garam norfloksasin-ketoprofen dan levofloksasin-ketoprofen berhasil disintesis dan dikarakterisasi. Pembentukan garam multikomponen terjadi akibat interaksi ionik antara gugus N-piperazin dari norfloksasin dan levofloksasin dengan gugus karboksilat dari ketoprofen. Garam yang terbentuk terbukti meningkatkan stabilitas norfloksasin dan levofloksasin, begitu pula kelarutan ketoprofen dan norfloksasin. Selain itu, potensi antibiotik dan aktivitas antiinflamasi juga mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil penelitian, kedua garam multikomponen ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku obat baru, disertai dengan uji lanjutan seperti uji toksisitas in vivo dan uji klinis.
PERANCANGAN APLIKASI PERHITUNGAN KEBUTUHAN LAJU ALIRAN MASSA UDARA PADA SISTEM TRAY DRYER BERBASIS SUMBER PANAS GEOTERMAL UNTUK PENGERINGAN BIJI KOPI
Kopi merupakan komoditas unggulan yang berperan penting dalam perekonomian sektor pertanian Indonesia, dengan nilai ekspor pada tahun 2025 mencapai sekitar 2.326,5 juta dolar Amerika Serikat. Dalam pengolahan pascapanen, proses pengeringan biji kopi menjadi tahap penting untuk menurunkan kadar air sehingga mutu dan daya simpan kopi tetap terjaga. Salah satu parameter utama dalam proses pengeringan adalah laju aliran massa udara pengering yang mempengaruhi perpindahan panas dan penguapan air. Penentuan parameter ini umumnya melibatkan perhitungan psikrometrik dan neraca energi yang cukup kompleks serta masih sering dilakukan secara manual sehingga kurang praktis dan berpotensi menimbulkan kesalahan. Selain itu, belum tersedia aplikasi berbasis Android yang secara khusus dapat menghitung kebutuhan laju aliran massa udara pada sistem tray dryer berbasis panas geotermal secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi berbasis Android yang mampu menghitung kebutuhan laju aliran massa udara pengering secara cepat dan akurat. Pengembangan aplikasi dilakukan menggunakan metode Software Development Life Cycle (SDLC) dengan model waterfall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi menggunakan React Native, serta pengujian sistem. Hasil validasi menunjukkan bahwa aplikasi memiliki galat perhitungan sebesar 0,25% dibandingkan perhitungan teoritik, sehingga masih berada di bawah batas toleransi ? 5%. Pengujian User Acceptance Test (UAT) menunjukkan aplikasi memperoleh kategori “Sangat Baik”, dengan tingkat kelayakan 93,03% untuk kebutuhan fungsional dan 90,83% untuk kebutuhan nonfungsional. Hasil ini menunjukkan bahwa aplikasi dapat digunakan sebagai alat bantu perhitungan dalam analisis sistem pengeringan biji kopi berbasis panas geotermal secara lebih cepat, praktis, dan akurat.
KAJIAN TEKNO EKONOMI SISTEM HYBRID PLTD DAN PLTS DI PULAU SIMEULUE
Ketersediaan energi yang andal dan berkelanjutan merupakan tantangan signifikan bagi daerah terpencil di Indonesia, termasuk Pulau Simeulue, yang masih bergantung pada bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik. Penelitian ini mengusulkan sistem energi hibrida yang mengintegrasikan energi terbarukan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan energi konvensional melalui Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), guna memastikan pasokan listrik yang efisien dan ramah lingkungan. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak HOMER Pro, PVSyst untuk optimasi teknis dan ekonomi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem energi hibrida yang terdiri dari PLTS berkapasitas 12.344 kWp, PLTD 5.931 kW, dan baterai 3,51 MWh dengan bauran energi terbarukan sebesar 31,5% mampu menghasilkan energi tahunan sebesar 43.343.491 kWh. Sistem ini terbukti efisien dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan memiliki stabilitas yang baik. Simulasi dilakukan dengan HOMER Pro dengan menggunakan 4 skema, menunjukkan bahwa skema dengan PLTDPLTS- Inverter-Baterai merupakan skema terbaik yang memiliki investasi awal sebesar Rp 278.252.551.179 dan Levelized Cost of Energy (LCOE) Rp 3.001,02 per kWh, yang lebih rendah dibandingkan dengan skema PLTD yang memiliki LCOE Rp3.524 per kWh dan juga lebih rendah dibandingkan dengan konfigurasi sistem lainnya. Selain itu, penerapan konfigurasi PLTD-PLTS-Inverter-Baterai berbahan bakar biodiesel ini berhasil mengurangi emisi CO2 sebesar 32,75%, dari 37.573.676 kg/tahun menjadi 25.266.545 kg/tahun. Implementasi sistem energi hibrida dengan proporsi energi terbarukan sebesar 31,5%. Simulasi dengan PVSyst untuk skema ini dibutuhkan jumlah modul PV dengan kapasitas 500 Wp sebanyak 24.684 unit dan Inverter 100 kW 95 unit. Secara keseluruhan, studi ini dianggap layak untuk diimplementasikan di daerah Pulau Simeulue.
SURVEI KEPUASAN DAN KEBUTUHAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI KLINIK BMG ITB
Pelayanan kefarmasian merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan yang berperan dalam menjamin penggunaan obat yang aman dan efektif serta meningkatkan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan dan mengidentifikasi kebutuhan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di Klinik BMG ITB. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian adalah 95 pasien Klinik BMG ITB yang menerima pelayanan kefarmasian. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri atas dua bagian, yaitu kuesioner kepuasan berbasis model Service Quality (SERVQUAL) yang mencakup lima dimensi kualitas pelayanan (bukti terukur, keandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati), serta kuesioner kebutuhan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas konten dan bahasa, uji validitas konstruk menggunakan korelasi Spearman, serta uji ?±?ð ð?ð? ??±?ãã?? ÿ ???????? ®í?????!??í ????!? ?ð?ð?ÿ±?? ? ?ÿ?????±?¸ð? ÿ?ÿ ??±?ãã?? kan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA), sedangkan analisis kebutuhan konsumen dilakukan secara deskriptif berdasarkan distribusi nilai responden. Hasil penelitian menunjukkan nilai CSI sebesar 90,47% yang termasuk dalam kategori sangat puas. Meskipun demikian, hasil analisis IPA menunjukkan adanya beberapa atribut pelayanan pada dimensi keandalan yang berada pada kuadran prioritas perbaikan. Hasil analisis kebutuhan konsumen menunjukkan bahwa konsumen membutuhkan peningkatan pada aspek ketersediaan obat, kemudahan akses dan alur pelayanan kefarmasian, serta kejelasan penyampaian informasi obat. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelayanan kefarmasian di Klinik BMG ITB telah memberikan tingkat kepuasan yang sangat tinggi, namun masih diperlukan perbaikan dan pengembangan pelayanan berdasarkan kebutuhan konsumen untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan kefarmasian secara berkelanjutan.
PENINGKATAN TOLERANSI ETANOL SACCHAROMYCES CEREVISIAE MELALUI ADAPTIVE LABORATORY EVOLUTION (ALE) DENGAN INDUKSI STRES OSMOTIK BERBASIS NACL UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI BIOETANOL
Ketergantungan terhadap minyak bumi telah meningkatkan risiko terhadap ketahanan energi nasional, mengingat konsumsi minyak bumi saat ini menyumbang sekitar 32-33% dari total emisi ????????2 secara global. Bioetanol muncul sebagai solusi strategis dan alternatif bahan bakar terbarukan untuk menekan emisi karbon dunia tersebut serta menggantikan penggunaan bahan bakar fosil yang produksinya cenderung menurun. Namun, efisiensi produksi bioetanol oleh ragi dapat terhambat oleh sifat toksisitas etanol yang merusak integritas membran sel sehingga menurunkan efektivitas produksi bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan toleransi S. cerevisiae terhadap paparan etanol hingga konsentrasi 16% (v/v) melalui teknik Adaptive Laboratory Evolution (ALE) dengan induksi stres osmotik NaCl. Metode ini memanfaatkan induksi stres osmotik untuk memicu aktivasi jalur HOG (HOG pathway) yang mendorong akumulasi gliserol dan trehalosa untuk meningkatkan integritas membran sel. Kultur S. cerevisiae dikultivasi dalam medium Yeast Peptone Dextrose (YPD) pada suhu ruang 23±1.5°C, agitasi 0 rpm, dengan kondisi fakultatif anaerob. Proses ALE dilakukan melalui fase pemaparan stresor NaCl 0.6 M (3,5% w/v) dan etanol selama 200 menit sebagai uji tantang (challenge), diikuti tahap pemulihan (recovery) selama 9 jam. Konsentrasi etanol ditingkatkan secara bertahap selama siklus berlangsung. Konfirmasi performa strain hasil ALE tanpa stresor NaCl dan ALE dengan stresor NaCl dilakukan dengan kultivasi pada medium YPD dengan penambahan etanol 16% (v/v) dengan Hasil penelitian menunjukkan bahwa ALE dengan stres osmotik NaCl berhasil meningkatkan toleransi hingga etanol 16% (v/v) dengan kesintasan sebesar 88.66 ± 2,46% relatif terhadap kontrol secara signifikan (p-value < 0.05) lebih tinggi dibandingkan strain wild-type yang hanya memiliki kesintasan 48.73±2,33% dan strain ALE tanpa stresor NaCl memiliki kesintasan 74.73±1,58% serta didapatkan hasil laju pertumbuhan spesifik pada strain wild-type, strain ALE tanpa stresor NaCl, dan strain ALE dengan stresor NaCl berturut-turut 0.323±0.015/jam, 0.317±0.023/jam, & 0.342±0.013/jam. Hasil One-Way ANOVA pada uji performa sel menunjukkan bahwa perbedaan signifikan laju pertumbuhan sel antar strain pada Subkultur I dan Subkultur II memiliki p-value>0.05 yang berarti tidak terdapat perbedaan signfikan antar sampel. Kemudian pada Subkultur III didapatkan p-value<0.05 yang menunjukkan adanya signifikansi. Hal ini membuktikan bahwa strain ALE dengan stresor NaCl memiliki stabilitas proteksi yang paling tinggi dan terwariskan ditandai dengan kemampuan adaptasi dan performa yang lebih unggul dibandingkan wild-type dan strain ALE tanpa stresor NaCl.