📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PERANCANGAN PEMBANGKIT OCEAN THERMAL ENERGY CONVERSION (OTEC) BERBASIS SIKLUS TERBUKA DAN TERTUTUP

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) kelautan yang masif, salah satunya adalah teknologi Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC). Berbeda dengan energi surya dan angin yang bersifat intermiten, OTEC mampu beroperasi sebagai pembangkit listrik beban dasar (baseload) yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, menganalisis, dan membandingkan performa termal serta kelayakan ekonomi dari beberapa konfigurasi pembangkit OTEC, yaitu Siklus Tertutup (Organic Rankine Cycle, Siklus Kalina, Siklus Uehara) dan Siklus Terbuka (Open-Cycle). Studi kelayakan mengambil lokasi di perairan Taman Nasional Wakatobi yang memiliki gradien temperatur (?T) ideal sebesar 22,82 °C. Simulasi termodinamika dilakukan menggunakan perangkat lunak EBSILON@Professional untuk memodelkan sistem dengan target daya bersih (net power) sebesar 100 kW. Analisis keekonomian kemudian dievaluasi menggunakan Aspen Process Economic Analyzer untuk menghitung Capital Expenditure (CAPEX), Operational Expenditure (OPEX), dan Levelized Cost of Energy (LCOE). Studi ini mengevaluasi konfigurasi sistem OTEC yang paling unggul secara teknis, sekaligus menyoroti potensi desalinasi air tawar pada siklus terbuka yang mampu menekan nilai LCOE secara drastis, sehingga menjadikannya sangat layak secara finansial untuk diimplementasikan di perairan tropis Indonesia.

2026
👤 Penulis: Sergie Akhifa Naditia
🏷️ Ocean Thermal Energy Conversion (Otec) 🏷️ Desalinasi Air Tawar 🏷️ Analisis Keekonomi Energi

PERAN BIOSURFAKTAN DARI KHAMIR LAUT PADA PROSES BIODEGRADASI PLASTIK HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE)

Plastik High Density Polyethylene (HDPE) merupakan salah satu limbah polimer sintetis yang terdiri atas rantai alkana panjang yang memiliki sifat sangat stabil, hidrofobik dan sulit terurai secara alami. Pendekatan biodegradasi plastik menggunakan mikroorganisme menjadi solusi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Namun, penelitian biodegradasi plastik HDPE oleh isolat khamir masih sangat terbatas. Penelitian sebelumnya telah berhasil mengisolasi khamir dari sampah plastik di lingkungan laut yaitu Meyerozyma carpophila (M6.0.2), Candida tropicalis (M5.0.1), dan Rhodotorula mucilaginosa (BI.4.1.1) yang dilaporkan mampu mendegradasi plastik. Namun, peran biosurfaktan dalam proses biodegradasi plastik tersebut belum dikaji. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi degradasi HDPE oleh isolat khamir dan mengkarakterisasi biosurfaktan yang dihasilkannya. Tahapan penelitian ini dimulai dengan uji pendahuluan pada 3 jenis medium (Bushnell Haas, MSM1 dan MSM2) dengan menggunakan crude oil. Analisis yang dilakukan meliputi kepadatan sel (TPC), pH, indeks emulsifikasi (EI24%), dan oil spreading test. Selanjutnya, dilakukan uji aktivitas enzimatis (lignin peroksidase, lakase, lipase) ketiga isolat dengan metode kolorimetri. Kurva pertumbuhan dibuat untuk mengetahui umur inokulum pada uji biodegradasi HDPE. Uji biodegradasi HDPE dilakukan dengan menghitung persentasi degradasi total HDPE, nilai kepadatan sel planktonik (sel/mL), biofilm (CFU/cm2), dan berat biosurfaktan (g/L). Karakterisasi plastik HDPE hasil biodegradasi dilakukan melalui analisis FTIR dan SEM, serta karakterisasi crude biosurfaktan dilakukan dengan analisis FTIR dan LC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan isolat dalam menghasilkan biosurfaktan terbaik pada medium MSM2 dengan crude oil 2% pada suhu 30°C, 150 rpm. Uji aktivitas enzim menunjukkan hasil positif untuk enzim lignin peroksidase (LiP) dan negatif untuk enzim lakase pada ketiga isolat, sementara enzim lipase hanya positif pada isolat M6.0.2 dan M5.0.1 pada hari ke-10. Berdasarkan kurva pertumbuhan, kultur M6.0.2 memiliki GT sebesar 6,1 jam dan ? = 0,114/jam, kultur M5.0.1 memiliki GT sebesar 7,8 jam dan ? = 0,089/jam, dan kultur BI.4.1.1 memiliki GT sebesar 7,1 jam dan ? = 0,098/jam. Pada uji biodegradasi HDPE, persentase degradasi tertinggi dicapai oleh M6.0.2 sebesar 1,55% (w/w), diikuti oleh M5.0.1 sebesar 1,34% (w/w), dan BI.4.1.1 sebesar 0,65% (w) yang diamati pada hari ke-10. Analisis SEM mengonfirmasi adanya perbedaan tingkat dan pola kerusakan permukaan plastik pada hari ke-10 waktu inkubasi, dari kerusakan intensif pada M6.0.2, kerusakan yang lebih ringan pada M.5.0.1 hingga perubahan minimal berupa robekan kecil pada BI.4.1.1. Analisis FTIR menunjukkan adanya gugus baru pada plastik HDPE hasil biodegradasi pada panjang gelombang di sekitar 1743-1745 cm-1 (C=O). Biosurfaktan rata-rata yang dihasilkan pada proses biodegradasi plastik HDPE secara berturutturut yaitu 0,825 g/L untuk M6.0.2, 1,039 g/L untuk M5.0.1, dan 1,104 g/L untuk BI.4.1.1. Struktur senyawa biosurfaktan ketiga isolat pada produksi hari ke-3 teridentifikasi sebagai senyawa glikolipid yang memiliki setidaknya 5 puncak hasil spektrum IR. Hasil analisis LC-MS memperkuat hasil FTIR bahwa biosurfaktan yang dihasilkan oleh isolat M5.0.1 dan BI.4.1.1 teridentifikasi sebagai senyawa glikolipid jenis sophorolipid dan pada M6.0.2 jenis mannosylerythritol lipid.

2026
👤 Penulis: Zahra Rahayu Puteri
🏷️ Biodegradasi Plastik 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

“ORDE REKLAMASI”DEKOLONISASI ALAM DALAM KEGAGALAN SISTEMATIS MELALUI MACHINIMA

Orde Reklamasi adalah sebuah karya video Machinima single-channel yang memanfaatkan permainan video sebagai medium sinema eksperimental untuk menyampaikan gagasan penulis mengenai kritik terhadap pola ekstraktif kolonial di Indonesia. Latar belakang karya ini berpijak pada kegelisahan personal penulis terhadap kegagalan penanganan krisis ekologis di Indonesia, yang bermula dari pengalaman sebagai masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Bandung. Krisis ekologis ini merupakan bagian dari pola ekstraktif yang masih melekat dengan sejarah kolonial di Indonesia yang berdampak buruk pada masyarakat adat. Melalui karya ini, penulis membangun gagasan kritik ironik sekaligus benturan makna antara praktik ekstraktivisme industri tambang nasional dan konsep keselarasan alam masyarakat adat. Melalui kerangka teori Dekolonisasi Alam oleh T.J. Demos karya ini berupaya membongkar retorika "Pembangunan Hijau" pemerintah yang sering kali menormalkan perusakan ruang hidup masyarakat adat dan alam demi pertumbuhan ekonomi. Karya ini menjadi eksplorasi penulis terhadap medium sinema eksperimental dengan membajak mekanika dasar, narasi, dan aset permainan perang Warcraft 3 khususnya subversi terhadap mekanika 4X (Explore, Expand, Exploit, Exterminate) untuk menyampaikan kritik ironi pola ekstraktif kolonial yang mengakar di Indonesia.

2026
👤 Penulis: Faiz Fadhillah
🏷️ Machinima 🏷️ Dekolonisasi Alam 🏷️ Krisis Ekologis Indonesia

PERANCANGAN RUNNING AND WALKING POWER METER DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR IMU

Pemantauan intensitas berjalan dan berlari umumnya mengandalkan metrik kecepatan, jarak, atau denyut jantung yang tidak selalu merepresentasikan beban mekanik, terutama saat terjadi perubahan kemiringan lintasan dan variasi parameter langkah. Tugas Akhir ini merancang dan mengimplementasikan prototipe Running and Walking Power Meter berbasis foot-worn Inertial Measurement Unit (IMU) BNO085 dan mikrokontroler ESP32 dengan telemetri Bluetooth Low Energy (BLE). Sistem melakukan akuisisi data inersia melalui I2C (hingga 200 Hz), mengekstraksi parameter gait utama (cadence dan estimasi contact time) menggunakan deteksi stance berbasis ambang dan histeresis, serta menghitung estimasi daya menggunakan model analitik yang mencakup komponen aerodinamis, disipasi langkah (braking) berbasis parameter gait, dan komponen gravitasi untuk kondisi incline. Keluaran parameter (daya, W/kg, cadence, contact time, grade, serta indikator baterai) dikirim dan dicatat secara periodik 1 Hz melalui BLE. Pengujian dilakukan pada treadmill dengan variasi kecepatan 5, 7, 9, dan 11 km/jam pada incline 0%, serta pengujian incline 5% pada 9 km/jam, melibatkan tiga subjek dengan karakteristik fisik berbeda. Evaluasi difokuskan pada kestabilan sistem (akuisisi-pemrosesan-telemetri), kualitas data pada segmen stabil, serta kewajaran tren keluaran daya terhadap perubahan kecepatan dan kemiringan. Hasil menunjukkan telemetri 1 Hz berjalan stabil dan data dapat direkam secara kontinu pada sebagian besar kondisi uji. Pada lintasan datar, keluaran daya cenderung meningkat seiring kenaikan kecepatan pada kondisi dengan kualitas data memadai, dan pada kecepatan yang sama peningkatan incline memengaruhi daya sesuai ekspektasi adanya kontribusi komponen gravitasi. Penelitian ini tidak melakukan validasi absolut terhadap perangkat komersial maupun instrumentasi laboratorium; oleh karena itu, kontribusi utama penelitian adalah demonstrasi prototipe yang stabil secara engineering dan evaluasi berbasis tren serta konsistensi internal sebagai dasar pengembangan dan validasi lanjutan.

2026
👤 Penulis: Gisella Natalia
🏷️ Inertial Measurement Unit (Imu) 🏷️ Analisis Gait 🏷️ Model Analitik Daya Berjalan

PENGEMBANGAN SISTEM TELEPROCTORING UNTUK ASISTENSI DALAM PROSEDUR OPERASI JARAK JAUH

Teleproctoring merupakan salah satu aplikasi telemedicine yang memungkinkan dokter ahli memberikan bimbingan dan pengawasan secara real-time kepada dokter yang melakukan prosedur operasi dari jarak jauh. Dalam konteks penanganan stroke di Indonesia, ketersediaan dokter spesialis bedah saraf yang terbatas di daerah terpencil menjadi hambatan utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem teleproctoring terintegrasi yang mampu mendukung asistensi prosedur operasi jarak jauh melalui komunikasi audio-visual secara real-time, serta merancang sistem yang sesuai dengan kebutuhan pengguna pada prosedur operasi bedah saraf. Pengembangan sistem dilakukan dengan pendekatan user-centered design melalui wawancara dengan dokter spesialis bedah saraf sebagai calon pengguna. Sistem yang dikembangkan terdiri dari dua sub sistem utama, yaitu sub sistem perangkat keras, yang terdiri dari unit pemrosesan, kamera PTZ, dan video capture, dan sub sistem perangkat lunak yang dikembangkan dengan teknologi WebRTC untuk komunikasi real-time. Pengujian sistem dilakukan melalui empat tahap, yaitu verifikasi spesifikasi, pengujian fungsional dengan metode black box, pengujian non-fungsional terhadap performa streaming dan latensi, serta evaluasi usability oleh user. Pengujian fungsional menunjukkan seluruh 12 fitur yang dikembangkan berfungsi sesuai ekspektasi. Pengujian performa streaming pada empat skenario bandwidth menunjukkan sistem mampu beradaptasi terhadap kondisi jaringan yang bervariasi, dengan skor kualitas video VMAF bernilai 76,813 pada bandwidth tanpa batas dan skor 58,989 pada bandwidth 0,5 Mbps, serta kualitas audio yang tetap baik dengan skor ViSQOL di atas 4,0 pada seluruh skenario. Pengujian keandalan kontrol PTZ kamera mencapai persentase keberhasilan 100% pada kondisi input normal maupun input cepat. Evaluasi usability oleh 11 responden menghasilkan rata-rata skor SUS sebesar 78,86 dan skor SEQ sebesar 6,51/7. Evaluasi langsung oleh dua dokter spesialis bedah saraf di RSUD Undata Palu menunjukkan bahwa sistem dinilai lebih baik dibandingkan aplikasi video conference umum, dengan keunggulan spesifik pada fitur kontrol PTZ dan anotasi. Sistem dinilai cocok untuk prosedur digital subtraction angiography, coiling, thrombectomy, dan embolization, dengan skor kepuasan keseluruhan 10/10 dari dokter operator dan 8/10 dari dokter proctor.

2026
👤 Penulis: Maheswara Apta Adiyatma
🏷️ Teleproctoring 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Medis 🏷️ Komunikasi Real-Time

PENENTUAN ANGGOTA GUGUS GALAKSI MENGGUNAKAN METODE RED SEQUENCE DENGAN PERTIMBANGAN POPULASI RUANG REDSHIFT-WARNA

Gugus galaksi adalah struktur terbesar dan termasif yang terikat oleh gravitasi di alam semesta yang bisa bertindak sebagai laboratorium studi evolusi galaksi dan struktur skala besar. Dalam studi gugus galaksi, identifikasi galaksi anggota gugus krusial untuk menentukan batasan-batasan fisis gugus. Mengingat metode yang ada kerap menghasilkan luaran yang bervariasi, proses identifikasi ini menjadi permasalahan yang tidak trivial. Penelitian ini berfokus pada penentuan keanggotaan 11 gugus galaksi dengan rentang nilai redshift 0.1 < z < 0.6 yang diambil dari katalog Reionization Lensing Cluster Survey (RELICS). Langkah pertama penelitian ini adalah identifikasi Brightest Cluster Galaxy (BCG) melalui seleksi visual galaksi tercerlang pada citra yang sesuai dengan karakteristik BCG, dan berikutnya diverifikasi secara individu melalui platform ”Navigate” yang disediakan oleh Sloan Digital Sky Survey (SDSS). Nilai redshift (z) dari BCG yang terpilih tersebut kemudian ditetapkan sebagai acuan utama untuk estimasi jarak gugus. Keanggotaan gugus dalam studi ini didefinisikan utamanya sebagai populasi galaksi pembentuk pola red sequence yang dapat terlihat pada Color- Magnitude Diagram (CMD). Memanfaatkan informasi jarak dari redshift fotometrik, distribusi galaksi ditinjau pada Color-redshift Diagram (CRD) menggunakan bantuan peta kontur rapat jumlah. Pemotongan data berdasarkan nilai kontur diaplikasikan pada dua bandwidth warna, yaitu berdasarkan selisih magnitudo pada filter f606w—f814w dan f814w—f105w, untuk mengeliminasi populasi galaksi di luar red sequence. Hasil pemotongan dari kedua bandwidth tersebut divisualisasikan pada CMD untuk mengonfirmasi keberadaan red sequence, dan katalog galaksi anggota final dibentuk dari irisan (intersection) kedua dataset tersebut. Evaluasi terhadap katalog Wen & Han (2024) menunjukkan perbedaan jumlah anggota antara 3,81% hingga 120,93%, dengan rata-rata selisih nilai redshift sebesar 0,038. Berdasarkan hasil yang didapat, metodologi yang digunakan dalam penelitian ini dapat menjadi pertimbangan ketika melakukan analisis gugus galaksi karena memberikan pendekatan baru terkait proses identifikasi anggota gugus

2026
👤 Penulis: Daanish Ernesto A K Monterroso
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

RANCANG BANGUN WEBSITE DENGAN FITUR SKRINING PERDARAHAN PADA CITRA CT SCAN KEPALA BERBASIS DEEP LEARNING

Intracranial Hemorrhage merupakan jenis cedera dimana terjadi perdarahan di dalam area tengkorak baik pada jaringan otak secara langsung ataupun tidak. Segala tipe intracranial hemorrhage mempunyai risiko kematian yang tinggi bila tidak terdeteksi dan ditangani dengan cepat. Pada praktiknya di rumah sakit, proses skrining lebih dahulu dilakukan secara manual oleh radiografer setelah hasil CT scan keluar, baru dilanjutkan kepada dokter radiologi untuk pembacaan dan diagnosis lebih lanjut. Proses ini memunculkan adanya kesempatan terjadinya human error yang membuat pasien intracranial hemorrhage tertunda untuk diobservasi dan didiagnosis oleh dokter radiologi untuk diberi penanganan cepat. Dibutuhkan adanya solusi dimana proses skrining dapat dilakukan secara otomatis dan dokter radiologi diberitahukan secepatnya untuk melakukan diagnosis lebih lanjut. Deep learning dipilih menjadi solusi karena tahap pemrosesan dan inference yang otomatis serta potensinya untuk memberikan hasil akurat dengan dukungan data yang memadai. Selain itu, karena integrasi dengan sistem informasi di rumah sakit belum bisa dilakukan, model deep learning yang dikembangkan akan dikemas dalam bentuk website yang menjembatani proses dari akuisisi data citra CT scan ke hasil yang dapat dilihat oleh dokter. Pada tugas akhir ini, telah dikembangkan dua buah arsitektur deep learning yaitu U-Net dengan backbone ResNet34 yang memberikan performa segmentasi dice score: 0.546 ± 0.154 dan IoU: 0.387 ± 0.131, serta performa klasifikasi F1-Score: 0.716, recall (True Positive Rate): 0.841, dan False Positive Rate: 0.409, dan U-Net dengan backbone DenseNet121 yang memberikan performa segmentasi dice score: 0.505 ± 0.225 dan IoU: 0.361 ± 0.190, serta performa klasifikasi F1-Score: 0.721, recall (True Positive Rate): 0.806, dan False Positive Rate: 0.347. Dipilihlah arsitektur deep learning U-Net dengan backbone ResNet34 untuk diintegrasikan ke website. Website yang dibuat memiliki 9 laman utama dan 1 fitur jendela notifikasi. Dilakukan juga usability testing kepada pengguna yang memberikan hasil SUS 75.25 dan hasil SEQ > 5 untuk semua fitur pada website.

2026
👤 Penulis: Nicholas Manuel Tjahjadi
🏷️ Deep Learning 🏷️ Segmentasi Citra Ct Scan 🏷️ Manajemen Pasien Intracranial Hemorrhage

EVALUASI TEKNIS KOMPARATIF METODE NCC DAN SGM UNTUK EKSTRAKSI DATA SPASIAL 3D DARI CITRA PLéIADES TRI-STEREO: STUDI KASUS BANDUNG RAYA

Pemanfaatan citra satelit resolusi sangat tinggi dalam pemetaan tiga dimensi (3D) terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan informasi spasial yang rinci untuk perencanaan wilayah, pemetaan perkotaan, serta pengelolaan lingkungan. Citra satelit Pléiades memiliki kemampuan akuisisi citra stereo dan tri-stereo yang memungkinkan rekonstruksi model 3D permukaan bumi melalui proses pencocokan citra. Proses ini menghasilkan data spasial 3D seperti point cloud dan Digital Surface Model (DSM). Kualitas model 3D yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh metode pencocokan citra yang digunakan karena setiap metode memiliki karakteristik algoritma yang berbeda sehingga menghasilkan variasi pada kepadatan titik, tingkat ketelitian, serta kontinuitas permukaan model. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang menganalisis kinerja metode pencocokan citra dalam menghasilkan data spasial 3D yang representatif untuk kebutuhan pemetaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas data spasial 3D yang dihasilkan dari metode Normalized Cross Correlation (NCC) dan Semi Global Matching (SGM) pada citra satelit Pléiades tri-stereo di wilayah perkotaan serta mengidentifikasi karakteristik hasil yang dihasilkan oleh masing masing metode. Penelitian juga bertujuan mengevaluasi ketelitian model 3D yang dihasilkan serta menilai kesesuaiannya untuk merepresentasikan objek permukaan bumi pada lingkungan perkotaan yang memiliki kompleksitas objek yang tinggi. Pendekatan penelitian dilakukan melalui proses pengolahan citra satelit menggunakan perangkat lunak fotogrametri digital untuk menghasilkan model 3D berupa point cloud dan DSM. Data yang dihasilkan kemudian dianalisis berdasarkan parameter kualitas model yang meliputi kepadatan titik, tingkat noise, serta kontinuitas permukaan model. Evaluasi ketelitian vertikal dilakukan dengan membandingkan nilai elevasi hasil model terhadap data referensi berupa titik kontrol tanah yang diperoleh melalui pengukuran lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode mampu menghasilkan data spasial 3D dari citra Pléiades tri-stereo, namun memiliki karakteristik performa yang berbeda. Evaluasi terhadap ketelitian vertikal menggunakan titik kontrol tanah menunjukkan bahwa metode SGM menghasilkan tingkat akurasi yang lebih baik dibandingkan metode NCC. Nilai RMSE vertikal yang dihasilkan metode SGM ii sebesar 0.372 m, sedangkan metode NCC menghasilkan nilai kesalahan yang lebih besar yaitu 0.861 m pada perangkat lunak Erdas dan 1.152 m pada perangkat lunak Catalyst. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan optimasi semi global yang digunakan pada metode SGM mampu menghasilkan estimasi elevasi yang lebih stabil dibandingkan metode NCC yang berbasis korelasi radiometrik lokal. Perbedaan performa kedua metode juga terlihat pada aspek kelengkapan data dan konsistensi geometri permukaan. Metode SGM menghasilkan model permukaan yang lebih kontinu dengan jumlah celah data yang lebih sedikit dibandingkan metode NCC. Pada area dengan tekstur citra yang lemah seperti jalan raya atau vegetasi rapat, metode NCC menunjukkan kegagalan pencocokan piksel yang menyebabkan terbentuknya kekosongan data pada model permukaan. Sebaliknya metode SGM mampu mempertahankan kontinuitas permukaan karena menggunakan agregasi biaya pencocokan dari berbagai arah sehingga lebih stabil terhadap variasi tekstur dan perubahan radiometrik pada citra. Dari sisi kepadatan titik, metode SGM juga menunjukkan nilai yang sedikit lebih tinggi dengan rata rata kepadatan sekitar 1.342 pts/m², sedangkan metode NCC menghasilkan kepadatan sekitar 1.268 hingga 1.340 pts/m². Selain perbandingan metode image matching, penelitian ini juga menunjukkan perbedaan karakteristik representasi data spasial 3D dalam bentuk point cloud dan Digital Surface Model. Data point cloud mampu merepresentasikan geometri objek secara lebih rinci karena setiap titik menyimpan koordinat 3D secara langsung sehingga bentuk bangunan dan variasi elevasi objek dapat tergambar dengan lebih detail. Meskipun proses pembentukan point cloud memerlukan waktu komputasi yang lebih lama dibandingkan pembentukan model raster, representasi ini tetap lebih disarankan untuk pemetaan detail karena mampu mempertahankan informasi geometri objek secara lebih lengkap. Sebaliknya DSM lebih singkat untuk diproses dan lebih sesuai digunakan untuk analisis permukaan secara umum karena struktur datanya berbasis grid. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam evaluasi metode ekstraksi data spasial 3D berbasis citra satelit resolusi sangat tinggi pada wilayah perkotaan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SGM dengan luaran data berupa point cloud memiliki potensi yang lebih baik untuk menghasilkan data spasial 3D yang kontinu, stabil, dan memiliki ketelitian vertikal yang lebih tinggi pada wilayah dengan variasi tutupan lahan yang kompleks di daerah Bandung Raya. Temuan ini dapat menjadi dasar dalam pemilihan metode image matching yang lebih sesuai untuk mendukung pemetaan 3D serta pengembangan pemodelan kota berbasis citra satelit resolusi tinggi.

2026
👤 Penulis: Zhevina Navrazzilova
🏷️ Kartografi Numerik 🏷️ Analisis Citra Satelit 🏷️ Ekstraksi Data Spasial

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NIAT BELI PENGUNJUNG PUSAT PERBELANJAAN

Walaupun pertumbuhan ekonomi stabil dan lalu lintas pengunjung tinggi di pusat perbelanjaan Indonesia, banyak pengunjung yang pergi tanpa melakukan pembelian. Perilaku ini, yang dikenal sebagai rojali (rombongan jarang beli) dan rohana (rombongan hanya nanya), mencerminkan pergeseran di mana konsumen mengunjungi pusat perbelanjaan terutama untuk melihat-lihat, bersosialisasi, atau mencoba produk, sementara pembelian dilakukan secara online. Studi ini meneliti faktor-faktor yang memengaruhi niat beli pengunjung pusat perbelanjaan dengan berfokus pada suasana toko, variasi tenant, promosi, dan kualitas layanan. Penelitian ini dilakukan di sebuah pusat perbelanjaan ritel di Jakarta Pusat, menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suasana toko yang dirancang dengan baik, campuran penyewa yang beragam yang didukung oleh penyewa utama, promosi yang menarik, dan kualitas layanan yang andal memainkan peran penting dalam membentuk niat pembelian pengunjung. Namun, temuan tersebut juga mengungkapkan kesenjangan antara jumlah pengunjung yang tinggi dan perilaku pembelian aktual. Studi ini berkontribusi pada literatur perilaku ritel dan konsumen dengan menjelaskan niat pembelian dalam konteks perilaku mal pasca-pandemi dan memberikan wawasan praktis bagi pengelola mal dan penyewa untuk lebih baik mengubah pengunjung menjadi pembeli.

2026
👤 Penulis: Thoriq Dhiya Hanggara
🏷️ Perilaku Ritel 🏷️ Manajemen Pusat Perbelanjaan 🏷️ Pengaruh Aspek Lingkungan Terhadap Niat Pembelian

PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN METODE GRAVITY GRADIENT TENSOR UNTUK IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN: STUDI KASUS SESAR LEMBANG

Metode Gravity Gradient Tensor (GGT) merupakan pengembangan dari metode gayaberat yang memiliki resolusi lebih tinggi dalam mendeteksi variasi densitas bawah permukaan serta delineasi batas struktur geologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan komponen GGT dalam mendelineasi batas struktur serta mengembangkan metode deteksi tepi berbasis komponen horizontal GGT untuk meningkatkan ketelitian interpretasi struktur bawah permukaan. Metode yang dikembangkan dalam penelitian ini meliputi Modified Horizontal Curvature (MHC), Tilt Modified Horizontal Curvature (TMHC), dan Total Gradient of TMHC (TG-TMHC). Pengujian metode dilakukan menggunakan model sintetis untuk mengevaluasi sensitivitas dan ketelitian masing-masing atribut dalam mendeteksi batas kontras densitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa MHC mampu menonjolkan tren batas struktur secara umum, sementara TMHC memberikan respon yang lebih stabil dan kontinu melalui proses normalisasi berbasis sudut. Metode TG-TMHC menghasilkan respon tepi yang paling terlokalisasi dan tajam dengan mampu menekan efek latar belakang serta artefak di luar batas struktur. Analisis profil horizontal menunjukkan bahwa TG-TMHC memiliki ketelitian spasial paling tinggi dengan posisi puncak respon yang berada sekitar 0,3-0,5 km dari batas struktur sebenarnya serta lebar respon yang lebih sempit dibandingkan atribut lainnya. Metode yang dikembangkan kemudian diaplikasikan pada data anomali gayaberat di wilayah Sesar Lembang, Jawa Barat. Hasil analisis menunjukkan adanya struktur yang berkembang sejajar dengan arah Sesar Lembang di bagian utara jalur utama sesar yang diduga berkaitan dengan kontras densitas bawah permukaan serta aktivitas vulkanik kompleks Gunung Sunda- Tangkubanperahu. Namun demikian, jalur utama Sesar Lembang tidak teridentifikasi secara jelas pada hasil analisis, yang kemungkinan dipengaruhi oleh ketebalan endapan piroklastik serta keterbatasan resolusi data gayaberat yang digunakan.

2026
👤 Penulis: Izzuki Hamida
🏷️ Geofisika 🏷️ Analisis Struktur Geologi 🏷️ Metode Gravity Gradient Tensor

DAMPAK GENTRIFIKASI KOMERSIAL PADA PENGRAJIN YANG TERGUSUR (STUDI KASUS: KAWASAN SENTRA SEPATU CIBADUYUT)

Kawasan Sentra Sepatu Cibaduyut merupakan sentra industri yang telah lama berfungsi sebagai pusat produksi alas kaki berbasis keluarga dan menjadi salah satu identitas ekonomi Kota Bandung. Penetapan Cibaduyut sebagai Kawasan Strategis Kota (KSK) Bandung serta citranya sebagai tujuan wisata belanja, mendorong peningkatan arus pengunjung, investasi, dan pembangunan baru yang meningkatkan nilai ekonomi ruang secara signifikan. Perubahan ini menggeser orientasi pemanfaatan ruang kawasan dan menimbulkan indikasi gentrifikasi komersial. Gentrifikasi komersial terjadi ketika bisnis-bisnis baru yang memiliki tingkat lebih tinggi menggeser toko-toko lokal yang telah lama beroperasi. Dampak paling nyata dari proses ini di Kawasan Sentra Sepatu Cibaduyut adalah displacement pengrajin sepatu yang telah lama membuka usaha di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak gentrifikasi komersial terhadap displacement pengrajin sepatu serta respons pengrajin atas perubahan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode mixed method, dengan kuesioner yang disebar melalui teknik snowballing kepada pengrajin sepatu yang mengalami displacement, kemudian ditriangulasikan dengan temuan wawancara. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, dan analisis tabulasi silang (crosstab). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gentrifikasi komersial di Kawasan Sentra Sepatu Cibaduyut berlangsung secara bertahap, dengan displacement pengrajin sepatu yang didominasi bentuk indirect displacement. Displacement yang terjadi berdampak pada perubahan omzet, jaringan pasar, akses bahan baku, dan pergeseran lokasi produksi ke luar Kawasan Cibaduyut.

2026
👤 Penulis: Muhammad Huwaidi Rabbani
🏷️ Gentrifikasi Komersial 🏷️ Pengrajin Sepatu 🏷️ Perubahan Ruang Kebijakan

PEMODELAN DAN SIMULASI PELACAKAN TITIK DAYA MAKSIMUM DENGAN METODE PHYSICS-INFORMED DEEP NEURAL NETWORK

Ketergantungan Indonesia pada energi fosil yang mencapai 67% mendorong urgensi pemanfaatan energi terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Namun, karakteristik daya panel surya bersifat nonlinier dan sangat dipengaruhi oleh fluktuasi iradiansi serta suhu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja sistem PLTS melalui penerapan metode Physics-Informed Machine Learning (PIML) untuk memprediksi duty cycle pada algoritma Maximum Power Point Tracker (MPPT) metode PIML pada MPPT dapat mengurangi pertubasi berulang yang dilakukan oleh metode Perturb and Observe (P&O), sehingga osilasi daya di sekitar titik MPP dapat diminimalkan. Pada pengujian kondisi Standard Test Condition, metode PIML menghasilkan efisiensi sebesar 70,34% pada topologi buck dan 97,71% pada topologi boost. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan metode konvensional Perturb and Observe (P&O) yang menghasilkan efisiensi sebesar 65,44% pada buck dan 88,26% pada topologi boost. Secara keseluruhan, penggunaan metode PIML terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi.

2026
👤 Penulis: Irena Theresia Maspaitella
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Energi 🏷️ Hidrologi

STUDI IN SILICO DESAIN NOVEL PEPTIDA BERPOTENSI ENDOSITOSIS MELALUI JALUR CAVEOLAE

Nanopartikel masuk ke dalam sel melalui jalur endositosis dimediasi clathrin, makropinositosis, serta jalur endositosis dimediasi indepeden clathrin dan caveolae, umumnya mengarahkan muatan menuju endosom dan lisosom sehingga molekul terapeutik sering mengalami degradasi sebelum mencapai target intraseluler. Berbeda dengan mekanisme tersebut, jalur endositosis dimediasi caveolae mampu menghindari degradasi lisosomal dan dimanfaatkan oleh beberapa virus, termasuk simian virus 40 (SV40) untuk memasuki sel dengan memanfaatkan reseptor GM1. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengoptimasi peptida berbasis protein SV40 sebagai kandidat ligan penarget jalur caveolae menggunakan pendekatan komputasi. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi penentuan asam amino inti SV40 yang berikatan dengan reseptor GM1, penentuan kandidat peptida yang berpotensi memiliki afinitas tinggi terhadap reseptor GM1, Optimasi urutan asam amino pada peptida terpilih (alanin scanning, valin substitution, dan conservative substitution) dan Analisis Interaksi dan Energi Seluruh Peptida yang terbentuk. Evaluasi kandidat peptida dilakukan berdasarkan kesesuaian lokasi interaksi dengan reseptor, nilai energi interaksi kompleks, dan root mean square deviation (RMSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fragmen peptida VP1 SV40 pada rentang residu 270-278 dengan urutan asam amino Phe-Thr-Asn-Thr-Ser-Gly-Thr-Gln-Gln-NH?mempertahankan pola interaksi utama dengan reseptor GM1. Analisis alanin scanning mengidentifikasi residu pada posisi 272 dan 273 sebagai residu hotspot pengikatan. Tahap optimasi menghasilkan beberapa varian peptida dengan energi interaksi yang lebih negatif dibandingkan dengan peptida awal. Dua kandidat dengan energi interaksi paling negatif, yaitu Phe-Thr-Asn-Thr-Ser-Gly-Thr-Gln-Ala-NH?(-0,09476 Hartree/partikel) dan Phe-Thr-Asn-Thr-Gln-Gly-Thr-Gln-Gln-NH?(-0,08235 Hartree/partikel), dipilih bersama peptida cetakan awal sebagai kandidat utama untuk pengembangan selanjutnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa optimasi bertahap berbasis komputasi mampu menghasilkan beberapa kandidat peptida penarget GM1 dengan afinitas yang meningkat dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai ligan penarget jalur endositosis dimediasi caveolae.

2026
👤 Penulis: Muhammad Ixa Ramadhika
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Interaksi Protein 🏷️ Hidrologi

KEBEBASAN SIPIL, PEMBANGUNAN EKONOMI, DAN KETERBUKAAN PERDAGANGAN: BUKTI DARI ANALISIS LINTAS NEGARA

Penelitian ini mengkaji hubungan antara kebebasan sipil dan keterbukaan perdagangan antarnegara, dengan perhatian khusus pada peran pembangunan ekonomi. Dengan menggunakan data lintas negara dari 100 negara yang dirata-ratakan selama periode 2019±2023, analisis ini menggunakan regresi Ordinary Least Squares (OLS) untuk menilai apakah kebebasan sipil berkaitan dengan keterbukaan perdagangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebebasan sipil tidak memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap keterbukaan perdagangan setelah faktor-faktor makroekonomi dikendalikan. Sebaliknya, GDP per kapita muncul sebagai prediktor yang kuat dan konsisten terhadap keterbukaan perdagangan, yang menyoroti peran dominan pembangunan ekonomi dalam membentuk integrasi perdagangan. Untuk menguji kemungkinan adanya heterogenitas, sebuah model regresi hierarkis dengan istilah interaksi antara kebebasan sipil dan tingkat pendapatan diestimasi. Hasil interaksi menunjukkan tidak ada bukti bahwa tingkat pendapatan memoderasi hubungan antara kebebasan sipil dan keterbukaan perdagangan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebebasan sipil tidak memiliki peran sebagai pendorong langsung maupun yang bergantung pada tingkat pendapatan terhadap keterbukaan perdagangan, melainkan berfungsi sebagai kondisi institusional latar belakang.

2026
👤 Penulis: Irsan Indra Kusuma
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

EKSPLORASI FENOMENA PERTUMBUHAN KAWASAN LUXURY OUTLET DI KABUPATEN KARAWANG MELALUI PERSPEKTIF URBAN ENTREPRENEURIALISM

Kabupaten Karawang dikenal sebagai salah satu pusat kawasan industri terbesar di Indonesia dengan keterhubungan yang kuat terhadap jaringan industri berskala internasional. Seiring dengan berkembangnya basis industri tersebut, muncul bentuk aktivitas ekonomi baru berupa pertumbuhan kawasan luxury outlet yang menandai dinamika baru dalam struktur ekonomi wilayah Kabupaten Karawang. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena menunjukkan adanya dinamika interaksi antaraktor yang berpotensi merefleksikan praktik urban entrepreneurialism. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi interaksi antaraktor dan dinamika yang mendukung tumbuhnya kawasan luxury outlet di Kabupaten Karawang, serta (2) menganalisis karakteristik kunci fenomena urban entrepreneurialism yang muncul dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis tematik melalui analisis dokumen, wawancara dengan pemangku kepentingan, serta analisis terhadap kebijakan dan perkembangan wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kawasan luxury outlet dipengaruhi oleh tiga dinamika utama, yaitu efek lanjutan perkembangan wilayah berbasis industri, konektivitas infrastruktur antarwilayah, dan kepastian regulasi melalui mekanisme perizinan formal sebagai strategic instrument interaksi. Interaksi antaraktor yang terjadi bersifat tidak langsung dan cenderung terfragmentasi, di mana peran pemerintah daerah bersifat normatifadministratif. Sementara itu, sinyal utama investasi lebih banyak berasal dari intervensi pemerintah pusat melalui pembangunan kawasan industri dan infrastruktur strategis antarwilayah. Meskipun kondisi-kondisi tersebut menandakan fenomena urban entrepreneurialism dan bentuk diversifikasi ekonomi wilayah, ditemukan bahwa pemerintah daerah belum merespons dinamika ini secara strategis. Berdasarkan analisis terhadap karakteristik urban entrepreneurialism, dinamika yang terjadi di Kabupaten Karawang menunjukkan manifestasi parsial dari tipe fenomena urban diplomacy. Meskipun beberapa strategi urban entrepreneurialism telah terbentuk atau memiliki modal untuk berkembang, perbedaan kepentingan antaraktor menyebabkan arah pengembangan wilayah belum terkoordinasi sehingga dampak ekonomi yang dihasilkan masih terfragmentasi.

2026
👤 Penulis: Naifathaya Calistareta V.
🏷️ Urban Entrepreneurialism 🏷️ Pertumbuhan Kecantikan Dan Perhiasan 🏷️ Analisis Urban
Halaman 158 dari 6754
💬