📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PERANCANGAN INTERIOR STEM CLUB SEBAGAI SARANA EDUKASI ANAK SEKOLAH TINGKAT DASAR BERBASIS PSIKOMOTORIK DENGAN PENDEKATAN MONTESSORI-STEM.

Indonesia menghadapi tantangan dalam meningkatkan minat dan pemahaman anak-anak terhadap dunia STEM pada tingkat pendidikan dasar. Meskipun perkembangan era teknologi menuntut generasi muda yang inovatif dan adaptif, banyak fasilitas pembelajaran sains, khususnya di daerah perkotaan yang memiliki potensi besar, masih belum optimal dalam menyediakan lingkungan belajar anak yang eksploratif, interaktif, serta mendukung pengembangan keterampilan psikomotorik mereka secara mandiri. Dalam upaya untuk menjembatani kesenjangan tersebut, perancangan ini dibuat untuk menciptakan ruang interior pembelajaran STEM yang menarik, inklusif, dan memotivasi anak untuk mendalami sains secara aktif. Hal ini dicapai dengan menerapkan pendekatan Montessori dan STEM sebagai inti dari konsep desain dan kurikulum kegiatan di STEM Club. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif, meliputi identifikasi pengguna, analisis kebutuhan ruang, studi literatur terkait aspek tumbuh kembang anak, observasi fasilitas edukasi lokal sebagai studi kontekstual, serta penerapan pendekatan desain berbasis pengguna (human-centered design) dengan penekanan pada stimulasi aspek psikomotorik anak. Desain dibuat khusus untuk menciptakan suasana ramah anak dengan layout dan visual design yang menyenangkan, serta ruang dan fasilitas yang mendukung aktivitas di STEM Club. Dengan konsep tersebut, STEM Club diharapkan dapat menjadi sebuah solusi inovatif untuk mendukung pembelajaran sains yang efektif dalam membangun rasa ingin tahu anak-anak, sekaligus dapat meningkatkan keterampilan kognitif, psikomotorik, dan sosial mereka.

2026
👤 Penulis: Diva Meliana Dilla
🏷️ Desain Interior 🏷️ Pendidikan Dasar 🏷️ Montessori

INVESTIGASI MEKANISME MOBILISASI MINYAK OLEH BIOSURFAKTAN BERBASIS RHAMNOLIPID DAN SOPHOROLIPID MELALUI OBSERVASI LANGSUNG PADA MIKROMODEL

Penurunan produksi minyak pada reservoir yang telah menjalani tahap primer dan sekunder sering meninggalkan minyak yang masih terperangkap di pori-pori batuan, sulit untuk dimobilisasi karena keterbatasan mekanisme perpindahan fluida pada skala pori. Untuk mengatasi tantangan ini, teknik Enhanced oil recovery menggunakan biosurfaktan seperti rhamnolipid dan sophorolipid telah banyak dipertimbangkan, mengingat sifatnya yang ramah lingkungan dan stabil pada kondisi reservoir. Namun, studi komparatif mengenai kinerja kedua biosurfaktan ini pada konsentrasi rendah dan dalam kondisi variasi salinitas yang berbeda masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan rhamnolipid dan sophorolipid dalam menurunkan tegangan antamuka, memodifikasi sifat keterbasahan, dan meningkatkan mobilisasi minyak, dengan menggunakan mikromodel pola heterogen dan pola Berea untuk visualisasi langsung. Pengujian pertama yang dilakukan adalah analisis tegangan antamuka, dari hasil menunjukkan pola penurunan yang konsisten pada konsentrasi rhamnolipid 0,05% dan sophorolipid 0,1%, yang menjadi nilai Critical Micelle Concentration. Penurunan tegangan antarmuka yang signifikan terlihat pada salinitas 10.000 ppm dan 20.000 ppm, yang sejalan dengan hasil pengamatan mikromodel yang menunjukkan pecahnya minyak menjadi tetesan kecil. Meskipun sophorolipid juga menunjukkan penurunan tegangan antarmuka lebih tinggi dibandingkan dengan rhamnolipid pada kondisi yang sama. Pengamatan perilaku fasa mengungkapkan bahwa pada seluruh variasi salinitas dan variasi konsentrasi, tidak terbentuk mikroemulsi meskipun dilakukan penyimpanan selama 21 hari pada suhu 60°C. Rhamnolipid dan sophorolipid hanya menghasilkan fasa minyak dan fasa air. Selain itu, pengukuran sudut kontak menunjukkan bahwa kedua biosurfaktan dapat menurunkan sudut kontak secara signifikan baik pada suhu ruang maupun suhu reservoir. Pada salinitas 10.000 ppm, rhamnolipid menurunkan sudut kontak hingga 31°, sementara sophorolipid mencapai 39°. Pada salinitas 30.000 ppm, sudut kontak kedua biosurfaktan masih dapat turun hingga 59,5°, menunjukkan kestabilan biosurfaktan pada kondisi reservoir. Uji mikromodel pola heterogen dengan sudut orientasi 0° menunjukkan bahwa injeksi rhamnolipid dan sophorolipid dapat meningkatkan mobilisasi minyak secara signifikan, dengan peningkatan recovery factor sebesar 15% lebih tinggi dibandingkan tanpa biosurfaktan pada salinitas 10.000–20.000 ppm. Pada mikromodel pola Berea, rhamnolipid lebih efektif dalam meningkatkan mobilisasi minyak, dengan peningkatan recovery factor sebesar 28% lebih tinggi dibandingkan dengan sophorolipid. Visualisasi mekanisme penurunan IFT pada micromodel pola Berea menunjukkan bahwa biosurfaktan efektif mengurangi gaya tarik antar fasa, yang mempercepat pergerakan minyak. Sedangkan mekanisme keterbasahan alteration pada visualisasi mikromodel pola Berea menunjukkan bahwa kedua biosurfaktan dapat mengubah sudut kontak dari intermediate-wet menjadi water-wet. Secara keseluruhan, pengujian mikromodel mengindikasikan bahwa penggunaan biosurfaktan dapat meningkatkan recovery factor, dengan hasil terbaik pada rhamnolipid dibandingkan sophorolipid. Pada mikromodel pola heterogen dengan salinitas 10.000 ppm, recovery factor rhamnolipid mencapai 77,98%, sedangkan sophorolipid hanya mencapai 66,54%. Pada salinitas 20.000 ppm, recovery factor rhamnolipid mencapai 70,65% dan sophorolipid 65,30%. Pada salinitas 30.000 ppm, rhamnolipid menunjukkan recovery factor sebesar 61,86%, sedangkan sophorolipid 53,77%. Pada mikromodel pola Berea, rhamnolipid menunjukkan hasil recovery factor yang lebih baik pada semua variasi salinitas, dengan recovery factor pada salinitas 10.000 ppm mencapai 89,99% dan sophorolipid 68,43%. Hasil ini menunjukkan bahwa rhamnolipid lebih efektif dalam meningkatkan efisiensi perolehan minyak di reservoir berpori.

2026
👤 Penulis: Kaffa Faiqoh Alhimmah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

MENYEIMBANGKAN TUNTUTAN DAN SUMBER DAYA: PERSPEKTIF JOB DEMANDS– RESOURCES (JD-R) TERHADAP PENYESUAIAN KERJA, INTERAKSI, DAN PENYESUAIAN UMUM EKSPATRIAT INDONESIA DI BELANDA

Meningkatnya ketergantungan pada ekspatriat dalam bisnis global telah mendorong perhatian akademik terhadap bagaimana individu menyesuaikan diri dengan pekerjaan dan kehidupan di luar negeri. Meskipun memiliki peran strategis, ekspatriat sering menghadapi tantangan terkait tuntutan pekerjaan, interaksi antarbudaya, dan kondisi kehidupan sehari-hari yang dapat memengaruhi kinerja dan kesejahteraan mereka. Penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada ekspatriat Barat, menggunakan pendekatan kuantitatif, serta jarang menerapkan kerangka terintegrasi yang mencakup faktor pekerjaan dan non-pekerjaan. Perhatian terhadap ekspatriat Indonesia di konteks Eropa seperti Belanda masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana job demands dan job resources membentuk penyesuaian kerja, interaksi, dan penyesuaian umum ekspatriat Indonesia di Belanda. Dengan menggunakan model Job Demands–Resources (JD-R) dan teori penyesuaian ekspatriat, penelitian terapan ini menerapkan kerangka teoritis yang telah mapan untuk menganalisis permasalahan penyesuaian di dunia nyata. Desain kualitatif digunakan untuk menggali pengalaman hidup secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan sepuluh ekspatriat Indonesia yang tinggal dan bekerja di Belanda dengan latar belakang pekerjaan dan status hukum yang beragam. Analisis dilakukan menggunakan thematic analysis berdasarkan enam tahap Braun dan Clarke, dengan model JD-R sebagai lensa analitis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspatriat menghadapi tuntutan pekerjaan yang signifikan, seperti ekspektasi kinerja tinggi, ambiguitas peran, dan kebutuhan belajar mandiri secara cepat. Tuntutan ini memerlukan upaya kognitif dan emosional yang berkelanjutan, terutama pada tahap awal pekerjaan. Namun, keberadaan sumber daya seperti atasan yang suportif, kerja tim yang kolaboratif, dan kesempatan pengembangan keterampilan berperan sebagai faktor penyangga yang membantu proses adaptasi. Penyesuaian interaksi dipengaruhi oleh hambatan bahasa dan perbedaan gaya komunikasi, khususnya antara budaya tidak langsung Indonesia dan gaya langsung Belanda. Paparan berulang membantu proses adaptasi bertahap. Dukungan jaringan sesama warga negara menjadi sumber daya sosial penting yang mengurangi rasa isolasi. Penyesuaian umum menjadi dimensi paling menantang secara struktural, terutama terkait perumahan, administrasi perbankan, dan sistem kesehatan. Secara keseluruhan, penyesuaian ekspatriat merupakan proses dinamis yang dipengaruhi tuntutan organisasi, sumber daya yang tersedia, norma antarbudaya, dan kondisi struktural negara tujuan. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan implikasi praktis bagi organisasi dan pembuat kebijakan.

2026
👤 Penulis: Muhammad Rasha Emir Rafferty
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kepemimpinan

THE EFFECT OF MECHANICAL LOADING TO THE LIFETIME OF BALL BEARING SUBJECTED TO ELECTRICAL CURRENT

The adoption of electric vehicles has increased significantly over the past decade. In the other hand, the reliability of electric vehicles is considered lower than that of conventional vehicles. Furthermore, electric motor bearings according to surveys have the highest failure rate compared to other components in electric motors. Bearing damage can occur both mechanically and electrically in electric motors. Shaft voltage and bearing current are the main causes of this electrical damage, resulting in damage and ultimately bearing failure. An experimental study was conducted to estimate the effect of mechanical loads on ball bearing lifetime subjected to electric current. A data acquisition system was developed for a previously mechanically developed bearing test rig to monitor and measure bearing conditions during the experiment. The bearing condition parameters analyzed included vibration levels escalation, defect frequencies, temperature, and visual inspection. The data acquisition system was successfully developed using calibrated sensors and acquisition devices, along with two LabVIEW programs for data acquisition and bearing vibration analysis during testing. Experimental testing was conducted with varying mechanical loads. Testing of five cases indicate that mechanical loads were more dominant in influencing bearing specimen lifetime than electrical currents. In addition, in the case of constant mechanical loads with and without electric current, the bearing specimens with electric current showed a 15% shorter operating duration than the specimens without electric current.

2026
👤 Penulis: Muhammad Alfiandhika
🏷️ Kerusakan Mesin 🏷️ Bearing Elektrik 🏷️ Analisis Data Acquisisi

PENGARUH UNSUR-UNSUR PENYAJIAN CERITA DIGITAL (KEJELASAN, HIBURAN, MERUJUK PADA DIRI SENDIRI, INTERAKTIVITAS) TERHADAP IDENTIFIKASI KONSUMEN-MEREK MELALUI SIKAP MEREK PADA MEREK PARFUM INDONESIA (PROJECT1945, HMNS, READYSET)

Pertumbuhan pesat media sosial telah mengubah cara merek parfum lokal di Indonesia mengkomunikasikan nilai simbolis di lingkungan digital di mana pengalaman sensorik terbatas. Studi ini meneliti bagaimana elemen-elemen penceritaan digital—kejelasan, hiburan, referensi diri, dan interaktivitas— memengaruhi Identifikasi Konsumen-Merek (CBI) melalui peran mediasi Sikap Merek. Data dikumpulkan dari konsumen Generasi Z dan awal Milenial dari merek parfum lokal, termasuk HMNS, Project1945, dan Readyset, dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Temuan menunjukkan bahwa kejelasan, hiburan, referensi diri, dan interaktivitas secara signifikan memengaruhi Sikap Merek, dengan hiburan dan referensi diri menunjukkan efek yang relatif lebih kuat. Sikap Merek, pada gilirannya, secara signifikan memengaruhi Identifikasi Konsumen-Merek. Hasil penelitian menegaskan bahwa penceritaan digital dapat memperkuat keterikatan psikologis konsumen terhadap merek dengan membentuk evaluasi merek positif yang memfasilitasi proses identifikasi. Studi ini berkontribusi pada literatur branding digital dengan mengklarifikasi peran mediasi Sikap Merek dan menawarkan panduan praktis bagi merek parfum lokal untuk memprioritaskan strategi bercerita yang melibatkan emosi dan relevan secara pribadi dalam komunikasi pemasaran digital mereka.

2026
👤 Penulis: Abubakar Fachri
🏷️ Analisis Data Mediasi Pls-Sem

MITIGASI BENCANA BANJIR DI KOTA MAKASSAR DENGAN MENGINTEGRASIKAN NILAI-NILAI PAPPASANG (STUDI KASUS: KELURAHAN PACCERAKKANG, KECAMATAN BIRINGKANAYA)

Selain faktor cuaca ekstrim, penurunan daya dukung lingkungan memberikan pengaruh yang cukup besar pada peningkatan risiko bencana banjir di wilayah Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Dengan mengambil studi kasus di wilayah tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan merancang suatu media mitigasi bencana banjir dengan pendekatan sosial struktural yang diadopsi dari salah satu kearifan lokal setempat, yakni nilai-nilai pappasang tentang panduan sikap dan perilaku untuk meningkatkan kesadaran risiko dan mendorong kapasitas adaptif masyarakat dalam menghadapi risiko bencana banjir. Melalui observasi dan wawancara masyarakat di tujuh lokasi rawan banjir wilayah Kelurahan Paccerakkang, serta penelusuran pustaka dan wawancara bersama akademisi dan budayawan di Kota Makassar, ditemukan beberapa nilai nilai pappasang yang relevan dan memiliki potensi untuk dikembangkan dalam perancangan media mitigasi bencana banjir. Nilai-nilai yang dimaksud yaitu; menyangkut pentingnya pemahaman dan kesadaran masyarakat maupun pemerintah setempat atas keterlibatannya pada penurunan daya dukung infrastruktur dan lingkungan alam sekitar; kepedulian lingkungan dan kolektivitas (gotong royong) dalam menjaga dan meningkatkan kembali daya dukung tersebut; dan peningkatan kesiapsiagaan, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di daerah yang sangat rentan dilanda bencana banjir. Hasil temuan ini kemudian dianalisis dan diinterpretasikan sehingga menghasilkan sebuah gagasan dan strategi peningkatan kesadaran risiko masyarakat melalui media informasi berupa peta risiko banjir. Peta risiko banjir ini dapat diterapkan melalui skema penyaluran media informasi yang telah dirumuskan berdasarkan pertimbangan kondisi masyarakat setempat. Dengan demikian, hasil rancangan peta risiko banjir yang telah disalurkan secara masif nantinya dapat menstimulasi lahirnya respons kognitif masyarakat untuk melakukan serangkaian tindakan adaptif, baik secara proaktif maupun secara reaktif dalam meminimalisir risiko bencana banjir di wilayah Kelurahan Paccerakkang

2026
👤 Penulis: Al Muhamat Fatahudin Saifudin
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

OPTIMASI PENINGKAT PENETRASI PADA SEDIAAN PRONIOSOMAL GEL YANG MENGANDUNG FRAKSI MEMBRAN CANGKANG TELUR UNTUK PENGOBATAN OSTEOARTHRITIS

Penyakit osteoarthritis (OA) merupakan penyakit degeneratif pada sendi yang sering dialami oleh lansia. Administrasi oral dari pengobatan simtomatik OA jangka panjang umumnya menghasilkan efek samping yang tidak diinginkan. Membran cangkang telur (MCT) mengandung beberapa protein seperti peptida kolagen tipe II, glukosamin, dan kondroitin yang dapat bertindak sebagai agen anti-inflamasi dan mendukung proses perbaikan sendi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan sediaan topikal berisi MCT menggunakan carrier proniosomal gel serta penambahan agen peningkat penetrasi (propilen glikol, Transcutol, dan asam oleat). Karakterisasi proniosomal gel menunjukan range ukuran pronisomal yang terbentuk berkisar 200 –300 nm dengan nilai PDI kurang dari 0,5. Zeta potensial yang diperoleh dari proniosomal gel dengan penambahan propilen glikol, Transcutol, dan asam oleat berturut-turut yaitu -29,7 ± 0,216 mV, -23,8 ± 0,726 mV, dan -45,633 ± 0,125 mV. pH sediaan proniosomal gel berada pada rentang 5,9 –6,58 dengan viskositas 480 –15.840 cps. . Di antara seluruh formulasi yang diuji, gel proniosomal yang ditambahkan propilen glikol menghasilkan vesikel berbentuk sferis dan mencapai efisiensi penjerapan tertinggi sebesar 47,12%, diikuti oleh formulasi dengan Transcutol sebesar 41,35%, asam oleat sebesar 36,76%, serta formulasi tanpa peningkat penetrasi sebesar 23,47%. Pengujian penetrasi secara in vitro menggunakan Franz Diffusion Cell menunjukkan penetrasi terbaik diperoleh dari formula yang ditambahkan peningkat penetrasi asam oleat dengan total protein yang terpenetrasi (AUC 8 –24) sebesar 6.119,74 µg.Jam/cm 2 . Hasil studi in vivo pada model tikus OA yang diinduksi menggunakan monosodium iodoasetat menunjukan adanya penurunan pembengkakan kaki tikus pada hari ke -14 setelah pengobatan menggunakan proniosomal gel. Profil penurunan pembengkakan kaki tikus terbesar diperoleh pada kelompok proniosomal gel yang ditambahkan asam oleat. Hal ini sejalan dengan hasil histologi yang ditunjukan, dimana kelompok tikus yang diberikan proniosomal gel dengan penambahan asam oleat memiliki gambaran struktur sendi yang lebih baik.

2026
👤 Penulis: Liana Oktaviani Nur Izmi
🏷️ Optimasi Penetrasi 🏷️ Sediaan Topikal 🏷️ Osteoartiritis

PERANCANGAN KENDALI INVERTER 1 FASA TERHUBUNG KE JARINGAN UNTUK APLIKASI MICROINVERTER

Kebutuhan energi yang terus meningkat sejak Revolusi Industri kedua telah mendorong ketergantungan yang tinggi terhadap bahan bakar fosil, yang berdampak signifikan terhadap lingkungan. Pada tahun 2022, sekitar 56% emisi karbon di Asia berasal dari pembakaran energi fosil. Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi energi surya sebesar 207.898 MWp, namun pemanfaatannya masih sangat rendah yaitu sekitar 0,07%, sementara lebih dari 80% kapasitas pembangkitan listrik nasional masih ditopang oleh energi fosil melalui jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap skala rumah tangga menjadi salah satu solusi potensial untuk mendukung transisi menuju energi bersih. Namun, integrasi sistem PLTS dengan jaringan listrik memerlukan sistem inverter yang mampu menjaga sinkronisasi tegangan, frekuensi, dan fasa dengan standar jaringan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis sistem kendali inverter grid-tied satu fasa dalam mikroinverter untuk aplikasi PLTS skala rumah tangga. Sistem yang dirancang menggunakan konfigurasi dua tahap yang terdiri dari konverter DC–DC tipe boost dan inverter jembatan penuh satu fasa dengan tegangan keluaran 220 Vac, 50 Hz. Sinkronisasi dengan jaringan dilakukan menggunakan Orthogonal Signal Generator berbasis metode T/4 delay yang dipadukan dengan Synchronous Reference Frame Phase-Locked Loop (SRF-PLL). Pengaturan daya aktif dilakukan menggunakan DQ Synchronous Current Controller berbasis Proportional-Integral (PI) Controller, sementara pada sisi konverter boost digunakan Hysteresis Current Controller untuk mengatur arus PV serta menjaga stabilitas tegangan DC-link. Operasi daya maksimum dicapai menggunakan pendekatan berbasis lookup table yang menghasilkan referensi daya dan pembatas arus PV berdasarkan kondisi iradiansi.Performa sistem diuji melalui simulasi pada MATLAB/Simulink menggunakan tiga skenario iradiansi, yaitu iradiansi konstan, iradiansi berubah bertingkat, dan profil iradiansi harian. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem mampu mempertahankan sinkronisasi dengan jaringan pada frekuensi 50 Hz, menjaga stabilitas tegangan DC-link, serta menginjeksikan daya aktif ke jaringan dengan baik. Daya yang dikirim mengikuti daya referensi dengan galat kecil pada kondisi iradiansi menengah hingga tinggi, menunjukkan bahwa sistem kendali yang dirancang mampu mendukung operasi PLTS atap skala rumah tangga secara stabil dan efektif.

2026
👤 Penulis: Fahmi Fahrizal Fauzi
🏷️ Kontrol Inverter 🏷️ Analisis Hidrologi

PENGEMBANGAN METODE REKONSTRUKSI DATA SENTINEL-2 BERBASIS CLUSTER-DINEOF UNTUK KLASIFIKASI NILAI AMATAN KERANGKA SAMPEL AREA

Kerangka Sampel Area (KSA) merupakan metode survei yang digunakan untuk pemantauan tanaman padi. Dalam pelaksanaannya, sebagian titik sampel tidak dapat diakses sehingga dicatat sebagai kode amatan 12. Kode 12 ini harus diubah setelah jadwal amatan lapangan oleh validator berdasarkan pada informasi petugas lapangan atau nilai amatan periode sebelumnya. Pemanfaatan citra Sentinel-2 berpotensi mendukung pengisian fase amatan tersebut. Namun dihadapkan pada kendala tutupan awan yang menyebabkan deret waktu tidak lengkap serta ketidakselarasan waktu antara tanggal akuisisi satelit dan jadwal pengamatan lapangan (minggu terakhir di setiap bulan). Penelitian ini mengembangkan pipeline rekonstruksi deret waktu Sentinel-2 berbasis cluster-DINEOF untuk mendukung klasifikasi nilai amatan KSA dan penelitian ini juga mengeimplementasikan fitur rekomendasi pada titik kode 12 pada studi kasus di 306 titik KSA Kabupaten Aceh Jaya. Deret waktu indeks spektral diregularisasi pada interval 5–15 harian dan diselaraskan dengan periode label lapangan. Untuk mengatasi nilai hilang akibat awan, diterapkan DINEOF berbasis SVD low-rank yang dijalankan per klaster. Pengelompokan dibentuk menggunakan informasi SAR untuk memperoleh kelompok dengan dinamika yang lebih homogen sehingga rekonstruksi menjadi lebih stabil. Keluaran rekonstruksi data selanjutnya digunakan untuk klasifikasi dua tahap, yaitu Stage-1 (sawah/non-sawah) dan Stage-2 (fase padi), evaluasi model menggunakan Group K-Fold serta analisis confusion matrix. Konfigurasi terbaik pada skenario yaitu Cluster DINEOF grid 10-harian menghasilkan kinerja Stage-1 sebesar : akurasi 0,852 dan F1-macro 0,821. Untuk meningkatkan konsistensi temporal antar bulan, prediksi fase setelah stage-2 menggunakan Viterbi sehingga transisi fase lebih realistis. Selanjutnya, model klasifikasi random forest digunakan sebagai fitur rekomendasi pada aplikasi KSA untuk memberikan usulan fase amatan pada titik kode 12, dengan tujuan mengurangi subjektivitas dan memperkuat dukungan operasional berbasis data satelit.

2026
👤 Penulis: Edi Kurniawan
🏷️ Rekonstruksi Data Sentin-2 🏷️ Klasifikasi Nilai Amatan Ksa 🏷️ Analisis Hidrologi Satelit

DESAIN FASILITAS PUBLIK DALAM PENCITRAAN POLITIK: RESPONS NETIZEN TWITTER TERHADAP REVITALISASI PERPUSTAKAAN TAMAN ISMAIL MARZUKI JAKARTA

Infrastruktur publik dalam konteks perkotaan dapat menyebabkan desain dipahami sebagai simbol politik. Penelitian ini menelaah respon netizen X terhadap desain Perpustakaan Jakarta dalam menggeser makna desain ke arah pencitraan politik. 2.404 tweets yang dipublikasikan antara Juli 2022 hingga Februari 2024 dikumpulkan menggunakan Twitter API dan diproses menggunakan Python. Analisis jarinan dilakukan menggunakan Gephi unuk memetakan pola interaksi dan mengidentifikasi akun-akun sentral. Analisis sentimen dilakukan dengan mengombinasikan TextBlob dan klasifikator Naive Bayes, dengan hasil yang divalidasi melalui triangulasi oleh tiga peneliti. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan Atlas.ti untuk mengidentifikasi arah diskusi. Proses ini membantuk topik-topik terkait dengan aspek desain, fungsionalitas, keterlibatan politik, dan kritik proses pembangunan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa evaluasi netizen terhadap Perpustakaan Jakarta lebih banyak dibentuk oleh representasi visual dibanding aspek fungsionalitas. Aspek desain sering beririsan dengan kritik terhadap figur politik. Interaksi netizen juga menunjukkan tingkat polarisasi yang tinggi. Hal ini diperkuat oleh keberadaan echo chamber dan respons emosional, terutama dalam percakapan yang dipicu oleh aktor politik. Unsur-unsur budaya lokal jarang muncul dalam diskursus digital, sehingga menunjukkan terbatasnya pengakuan publik terhadap intensi kultural desain. Penelitian ini menemukan bahwa desain Perpustakaan Jakarta mengalami politisasi tidak hanya melalui promosi top-down, tetapi juga melalui interaksi bottom-up yang menjadikan ruang ini sebagai simbol politik yang diperdebatkan. Dinamika ini menunjukkan terjadinya pergeseran spatial affordance menjadi political affordance melalui proses interpretasi yang dimediasi secara digital. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan desain partisipatif dan komunikasi yang transparan untuk mencegah terjadinya symbolic drift serta memastikan bahwa fasilitas publik benar-benar melayani kebutuhan masyarakat, bukan semata sebagai sarana pencitraan politik.

2026
👤 Penulis: Angelina Fajri Intan Sari
🏷️ Desain Fasilitas Publik 🏷️ Pencitraan Politik 🏷️ Interaksi Digital

POTENSI ENERGI SURYA BERDASARKAN SEBARAN TUTUPAN AWAN PADACITRA AVHRR HARIAN DENGAN METODE KLASIFIKASI K-MEANS DANOVERLAY WEIGHTED SUM

Indonesia, terbentang di garis khatulistiwa memiliki potensi besar dalam pemanfaatan energi surya. Konsumsi energi dari bahan bakar fosil sudah dalam taraf mengkhawatirkan diiringi dengan peningkatan volume gas rumah kaca dari bahan bakar fosil. Indonesia dengan potensi energi suryanya yang begitu besar seharusnya dapat memanfaatkan sumber daya ini dengan optimal. Dalam pembangunan fasilitas pembangkit listrik tenaga surya dibutuhkan kajian awal untuk menentukan tempat yang layak karena besarnya pengaruh tutupan awan terhadap efisiensi pembangkit listrik tenaga surya. Tutupan awan merupakan salah satu faktor dalam efisiensi kerja pembangkit listrik tenaga surya. Dalam tugas akhir ini dilakukan kombinasi metode klasifikasi k-means dan weighted sum overlay pada citra AVHRR harian terhadap tutupan awan di pulau Kalimantan yang menghasilkan peta potensi energi surya berdasarkan sebaran tutupan awan dalam periode Juni sampai September 2010 dan 2012. Dengan hasil ini diharapkan memberikan suatu kajian awal untuk melihat potensi energi surya di suatu lokasi pada rentang waktu tertentu berdasarkan banyak sedikitnya tutupan awan dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh.

2026
👤 Penulis: Farrel Hadi
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

DESAIN DAN ANALISIS TEKUK LATERAL PIPA BAWAH LAUT DI LAUT UTARA JAWA

Fenomena tekuk lateral (lateral buckling) merupakan tantangan utama integritas struktural pada pipa bawah laut yang beroperasi dalam kondisi tekanan dan temperatur tinggi (High Pressure High Temperature). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lateral pipa melalui studi parametrik terhadap 12 kasus pemodelan yang melibatkan variasi amplitudo imperfeksi awal, koefisien friksi, dan jenis tanah (Soft Clay dan Gravel) di wilayah Laut Utara Jawa. Metodologi yang digunakan adalah analisis elemen hingga (Finite Element Analysis) nonlinier dengan metode Riks, di mana Eigenvalue Buckling Mode 1 diintegrasikan sebagai initial imperfection. Hasil analisis menunjukkan bahwa koefisien friksi merupakan parameter paling dominan dalam menentukan ambang batas gaya aksial kritis. Namun, stabilitas lateral juga dipengaruhi secara signifikan oleh interaksi amplitudo imperfeksi dan karakteristik geoteknik dasar laut. Gaya aksial kritis terbesar dicapai pada Case-3 (3116.65 kN) melalui kombinasi koefisien friksi tinggi (0,4), amplitudo imperfeksi minimal (0,05 m), dan jenis tanah Soft Clay. Sebaliknya, gaya aksial kritis terkecil ditemukan pada Case-9 (1821.16 kN), dengan persentase perbandingan gaya aksial kritis mencapai 41.57%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas lateral dipengaruhi secara simultan oleh interaksi antara koefisien friksi, besarnya ketidaklurusan awal pipa (amplitudo), serta karakteristik tanah dasar laut. Untuk mengoptimalkan desain, diperlukan pendekatan integratif yang menggabungkan pengendalian ketat terhadap imperfeksi awal saat instalasi, rekayasa antarmuka pipa-tanah untuk meningkatkan friksi, serta pemilihan rute pipa yang mempertimbangkan kekakuan vertikal tanah guna memitigasi risiko tekuk lateral.

2026
👤 Penulis: Hafiz Akbar Kusviawan
🏷️ Teknik Sipil 🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Risiko

DESAIN DAN STUDI PENGARUH UPWARD BENDING TERHADAP KARAKTERISTIK ALIRAN DAN WALL SHEAR STRESS PIPA BAWAH LAUT MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC DI LAUT UTARA JAWA

Sistem perpipaan dengan variasi geometri belokan merupakan titik kritis yang memengaruhi efisiensi aliran akibat munculnya fenomena Dean Vortices dan fluktuasi Wall Shear Stress. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan desain dan analisis komprehensif pada pipa bawah laut sepanjang 19 km di Laut Jawa, mencakup penentuan tebal dinding, stabilitas dasar laut (on-bottom stability), analisis instalasi, bentang bebas (free span), serta analisis pola aliran. Metodologi yang digunakan meliputi pengolahan data lingkungan sesuai standar DNV-RP-C205, perhitungan tebal dinding berdasarkan DNV-ST-F101, ASME B31.4, dan API-RP-1111, serta simulasi dinamika aliran menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan model turbulensi Shear Stress Transport (SST) k??.. Hasil desain menetapkan penggunaan pipa baja karbon NPS 24 inci (Grade X52) dengan ketebalan dinding 19,1 mm dan lapisan Concrete Weight Coating setebal 29 mm untuk kedalaman 36–40 meter. Analisis instalasi menunjukkan tegangan maksimum sebesar 300,672 MPa pada area antara stinger tip hingga sagbend dengan regangan maksimum 0,13% pada overbend. Selain itu, panjang bentang bebas maksimum yang diizinkan selama operasi ditetapkan sebesar 23,15 meter. Hasil simulasi CFD membuktikan bahwa sudut belokan yang lebih besar secara signifikan meningkatkan ketidakseimbangan tegangan geser dan peningkatan resiko erosi-korosi pada sistem perpipaan.

2026
👤 Penulis: Achmad Akbar Ferdinand Putra
🏷️ Desain Pipa Bawah Laut 🏷️ Analisis Dinamika Aliran 🏷️ Stabilitas Dasar Laut

PEMBUATAN SWELLING HAZARD POTENTIAL (SHP) RATING UNTUK TEROWONGAN BERDASARKAN ASPEK GEOLOGI DAN MINERALOGI

Deformasi akibat fenomena swelling pada penggalian terowongan di formasi batuan kaya lempung dan sulfat masih menjadi tantangan geoteknik yang krusial, khususnya pada massa batuan yang lemah dan telah mengalami pelapukan atau alterasi. Penelitian ini menyajikan kajian terpadu berbasis aspek geologi dan mineralogi untuk mengevaluasi perilaku swelling pada sejumlah studi kasus terowongan. Fokus utama diarahkan pada pengaruh setting geologi, lingkungan pembentukan batuan, komposisi mineralogi, struktur batuan, tingkat pelapukan dan alterasi, kondisi air tanah, dan kekuatan massa batuan. Sebuah basis data mengenai terowongan yang mengalami swelling telah disusun dan diklasifikasikan secara sistematis berdasarkan kategori regangannya (strain). Sebagai pendekatan kuantitatif untuk menilai pengaruh aspek geologi dan mineralogi terhadap tingkat deformasi, dikembangkan suatu sistem penilaian yang disebut Swelling Hazard Potential (SHP). Hasil studi menunjukkan bahwa tingkat regangan tinggi umumnya ditemukan pada formasi argillaceous (lempungan) dan pada batuan yang mengandung sulfat, yang terbentuk di lingkungan laut dalam (mélange) serta lingkungan evaporit. Kondisi ini diperparah oleh karakteristik massa batuan yang tergerus (sheared), terfoliasi, dan mengalami pelapukan atau alterasi kuat dengan kondisi air tanah yang basah hingga mengalir. Validasi terhadap data regangan aktual di lapangan membuktikan bahwa SHP rating mampu memetakan potensi swelling secara efektif. Selain itu, analisis komparatif antara rasio kekuatan massa batuan terhadap tegangan overburden dan rasio tekanan penyangga maksimum terhadap tekanan swelling memberikan gambaran mengenai keseimbangan mekanis kekuatan batuan-penyangga terhadap tekanan yang berkembang akibat swelling. Temuan ini menegaskan bahwa perilaku swelling tidak hanya dipengaruhi oleh kandungan mineral lempung ekspansif, tetapi juga oleh interaksi hidromekanis serta struktur geologi batuan. Penelitian ini menyajikan pendekatan sistematis untuk identifikasi awal kondisi tanah/batuan yang berpotensi swelling, sekaligus menjadi landasan dalam pengembangan desain terowongan berbasis risiko pada lingkungan geologi yang kompleks.

2026
👤 Penulis: Safira Salsabila
🏷️ Geoteknik 🏷️ Hidromekanika 🏷️ Analisis Struktur Geologi

TUMBUH UNTUK MENJADI: EKSPRESI SIMBOLIK PEREMPUAN DALAM METAFORA BUNGA

Perubahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidup perempuan. Seiring waktu, perempuan mengalami transformasi yang dipengaruhi oleh pengalaman personal, lingkungan sosial, serta tuntutan budaya yang terus berkembang. Dalam prosesnya, perempuan seringkali dihadapkan pada ekspektasi sosial yang menuntut adaptasi, pertumbuhan, perubahan, maupun perlawanan sebagai bentuk pencarian dan penegasan eksistensi dirinya. Perubahan warna dan bentuk bunga digunakan sebagai representasi pertumbuhan dan perubahan yang dialami perempuan, baik itu disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Metafora ini digunakan untuk mengekspresikan pengalaman perempuan saat mengalami perubahan dalam menghadapi tuntutan sosial, baik untuk memenuhi ekspektasi maupun untuk menegaskan pilihan hidupnya sendiri. Metode yang digunakan adalah seni lukis sebagai ekspresi simbolik dengan pendekatan estetik ekspresionis. Keenam karya dilukiskan menggunakan cat minyak di atas kanvas menggunakan pisau palet dengan teknik yang berlapis, ekspresif, dan bertekstur. Gaya lukisan ekspresionis dipilih karena dapat menghadirkan emosi dan pengalaman personal mengenai perubahan sebagai perempuan secara lebih intens. Perubahan warna, bentuk, komposisi, tekstur dan lapisan yang beragam, serta goresan yang spontan dan ekspresif digunakan sebagai elemen utama dalam karya. Karya ini memiliki tujuan untuk merepresentasikan pengalaman adaptasi seorang perempuan sesuai dengan waktu dan lingkungannya dalam menghadapi ekspektasi sosial, serta untuk mendapatkan hasil lukisan cat minyak dalam makna ekspresif dan simbolik melalui proses perubahan bunga. Tujuan tersebut membawa makna tersendiri dalam karya, bahwa dalam setiap tahap perubahan yang dialami perempuan, terdapat keindahan di dalamnya.

2026
👤 Penulis: Athiyya Yumna Arifa
🏷️ Seni Lukis 🏷️ Perubahan Perempuan 🏷️ Metafora Hidrologi
Halaman 159 dari 6754
💬