📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenESTIMASI KURVA IDF DENGAN MEMPERHITUNGKAN KETIDAKPASTIAN DARI ANSAMBEL DATA CURAH HUJAN GRID
Kurva Intensitas-Durasi-Frekuensi (IDF) curah hujan banyak digunakan untuk mendesain infrastruktur hidrologi di daerah yang memilki keterbatasan data debit sungai. Namun, akurasi analisis IDF di daerah tropis seringkali terbatas karena distribusi stasiun curah hujan permukaan yang jarang. Dalam proyek ini, metode estimasi kurva IDF telah dikembangkan untuk analisis banjir di area operasional Kilang Minyak Pertamina RU V Balikpapan, Kalimantan Timur. Kurva IDF diperoleh dari lima produk curah hujan berbasis grid satelit: GPM-IMERG, GSMaP, PERSIANN-CCS, PERSIANN, dan MSWEP menggunakan pendekatan ansambel berbobot. Pengujian kecocokan distribusi probabilitas dilakukan untuk tiga jenis fungsi, yaitu Gumbel, Pearson Tipe III, dan Log- Pearson Tipe III secara individu, dan hasilnya dibandingkan dengan hasil yang diperoleh dari data curah hujan harian Stasiun Meteorologi Sepinggan untuk periode 2014-2023 menggunakan Root Mean Square Error (RMSE) sebagai metrik tunggal. Hasil menunjukkan bahwa, secara individu, GSMaP memberikan estimasi IDF yang paling mendekati hasil pengamatan permukaan BMKG, yang ditunjukkan oleh RMSE terendah di semua durasi. Namun, estimasi menggunakan tiga ansambel satelit latensi rendah (GPM, GSMaP dan PERSIANN-CCS) menunjukkan bias estimasi yang lebih kecil, khususnya untuk durasi 4-7 hari, dibandingkan dengan ansambel lima satelit yang menggabungkan dataset grid latensi rendah dan tinggi. Analisis data per jam menangkap intensitas curah hujan yang lebih tinggi untuk durasi pendek (1-6 jam) daripada hasil yang diperoleh menggunakan pendekatan empiris Mononobe. Hasil analisis ketidakpastian menunjukkan bahwa varians estimasi meningkat dengan periode ulang yang lebih panjang, mencapai puncaknya di atas 250 mm/jam untuk durasi 1 jam pada periode ulang 100 tahun. Proyek ini menunjukkan bahwa metode estimasi IDF menggunakan ansambel satelit latensi rendah memberikan alternatif yang andal untuk membangun IDF di area Kilang Minyak Pertamina RU V Balikpapan untuk durasi harian dan (berpotensi) sub-harian.
DESAIN DAN ANALISIS PERILAKU PIPA BAWAH LAUT AKIBAT BEBAN IMPAK DARI OBJEK JATUH DENGAN METODE ELEMEN HINGGA
-
IDENTIFIKASI RISIKO BUSINESS LOGIC VULNERABILITY PADA HTTP TRAFFIC MENGGUNAKAN LARGE LANGUAGE MODEL DENGAN PENDEKATAN RETRIEVAL-AUGMENTED GENERATION
Business Logic Vulnerabilities (BLV) merupakan jenis kerentanan yang muncul akibat cacat perancangan alur bisnis aplikasi, bukan kesalahan sintaksis pada kode. Pendekatan pemindaian keamanan aplikasi yang umum digunakan saat ini, seperti Static Application Security Testing (SAST) dan Dynamic Application Security Testing (DAST) konvensional, umumnya efektif mengidentifikasi kerentanan sintaksis, namun masih memiliki titik buta yang besar terhadap BLV. Hal ini disebabkan karena BLV menuntut pemahaman konteks proses bisnis dan urutan interaksi pengguna yang tidak dapat ditangkap hanya dengan pencocokan pola atau fuzzing heuristik. Penelitian ini mengusulkan sebuah teknik DAST berbasis Large Language Model (LLM) untuk mengidentifikasi BLV dari rekaman interaksi pengguna dalam bentuk HTTP Archive (HAR). Kontribusi utama penelitian ini adalah: (1) pendekatan penggunaan HAR, LLM, dan Retrieval-Augmented Generation (RAG) sebagai memori eksternal untuk mempertahankan konteks pada interaksi yang panjang, dan (3) evaluasi empiris kinerja LLM dengan RAG dalam mengidentifikasi BLV dibandingkan alat DAST konvensional. Evaluasi dilakukan pada dua aplikasi uji, yaitu PortSwigger Web Security Academy BLV Labs dan OWASP Juice Shop. Hasil pengujian menunjukkan bahwa LLM yang diintegrasikan dengan RAG mampu mengidentifikasi berbagai kategori potensi BLV, khususnya yang berkaitan dengan state manipulation dan broken access control. Pada PortSwigger BLV Labs, pendekatan LLM dengan RAG mencapai detection coverage sebesar 77,7%, sedangkan pada Juice Shop mencapai 45%, sementara ZAP memiliki tingkat identifikasi mendekati 0% untuk BLV. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan semantic reasoning LLM, yang diperkuat dengan memori eksternal melalui RAG, mampu menjembatani sebagian gap yang tidak dapat ditangani oleh pemindai keamanan tradisional. Namun, efektivitas tetap bergantung pada kelengkapan rekaman HAR dan kualitas knowledge base yang digunakan, yang memberikan arah pengembangan lanjutan pada aspek eksplorasi otomatis dan pengembangan knowledge base.
STUDY OF PREIMPLANTATION CELL EMBRYO STAGE USING IPSC AND HPSC USING DIFFERENT INDUCTION METHODS
Ethical debates about Embryonic Stem Cell focus on obtaining preimplantation embryos, as this sacrifices potential infants. To address this, BGI is studying if more accessible induced pluripotent stem cells can be used in primed-to-preimplantation inducing mediums. This study aims to compare the differences in known preimplantation stage markers in cells undergoing different induction methods. Determining variable genes, differentially expressed genes, and upregulated pathways between 12-Day (4CL medium) H9 embryonic stem cell line and public 12-Day (5iLAF medium) G15.AO induced pluripotent stem cells, analysed differentially expressed genes were dot-plotted to select for pre-implantation stage markers. Followed by induction of Pluripotent primed stem cells of embryonic and induced origin in 4CL, a primed-to-preimplantation inducing medium made by BGI, for 12 days. Samples tested for presence of Early Embryo Stage and Preimplantation markers (KLF17, ZFP42, TFCP2L1, DNMT3L) using Quantitative Polymerase Chain Reaction. Shared variable gene S100A6’s, determined to impact the efficiency of post-to-preimplantation induction. via CacyBP/SIP inhibition, acting as WNT inhibitor, through degradation of b-catenin. Independent T-tests of QPCR showed, H9 and U2 samples, cell lines had no significant difference collectively, and primed Day 1 and 4CL Day 12 samples did. Before 4CL induction. U2 is already producing REX1 at a higher expression, further induced by 4CL medium. TFCP2L1 and DNMT3L results show U2 is more conducive for epiblast-like cells while H9 favours blastocysts. REX1 shows remnant signs of WNT signal alterations from its previous induction process, adding variability in using pre-induced cell lines for post-to-preimplantation induction.
ESTIMASI JARAK DIAMETER SUDUT GUGUS GALAKSI 0,2 ? Z < 0,7 MENGGUNAKAN EFEK SUNYAEV-ZEL’DOVICH DARI KATALOG ACT DR5
Gugus galaksi merupakan struktur paling masif di alam semesta yang terikat secara gravitasional. Salah satu cara mendeteksi gugus adalah melalui efek Sunyaev-Zel’dovich (SZ)—distorsi spektrum cosmic microwave background (CMB) akibat hamburan Compton invers oleh gas panas antargalaksi. Sinyal SZ dikonversi menjadi massa gugus menggunakan relasi penskalaan berbasis Universal Pressure Profile (UPP), yang selanjutnya dimanfaatkan untuk mengestimasi jarak diameter sudut DA gugus galaksi. Tugas akhir ini mengevaluasi konsistensi estimasi DA dari katalog Atacama Cosmology Telescope Data Release 5 (ACT DR5) terhadap model kosmologi Flat-?CDM standar (H0 = 70 km/s/Mpc, ?m = 0, 3, ?? = 0, 7). Sampel terdiri dari 210 gugus galaksi dengan pelensa gravitasi kuat, kemudian dipilih 188 gugus pada 0, 2 ? z < 0, 7. Jarak DA dihitung dengan asumsi skala filter tetap ?500 = 2, 4? menggunakan dua estimasi massa: MUPP 500c dan MCal 500c (terkalibrasi pelensaan lemah dengan faktor 0, 71 ± 0, 07). Hasilnya dibandingkan dengan Dmodel A melalui analisis residual ?DA dan nilai RMS per bin ?z = 0, 1. Diperoleh bahwa estimasi DA dari MUPP 500c cenderung overestimate pada z < 0, 5 dan underestimate pada z > 0, 5, dengan RMS terkecil pada bin 0, 5 ? z < 0, 6 (184,55 Mpc). Bias ini bersumber dari asumsi ?500 = 2, 4? yang hanya sesuai dengan ukuran sudut tipikal gugus pada rentang z tersebut. Penggunaan MCal 500c memperbaiki konsistensi pada 0, 5 ? z < 0, 7 (RMS hingga 126,43 Mpc), tetapi memperburuknya pada z < 0, 5. Penyempitan sebaran massa dan DA pada redshift tinggi diduga mencerminkan kondisi fisis gugus: usia alam semesta yang lebih muda pada z tinggi membatasi waktu agregasi dan virialisasi gugus, bukan akibat bias observasional. Simpulan tugas akhir ini adalah ?500 = 2, 4? paling baik untuk estimasi jarak gugus pada 0, 5 ? z < 0, 6. Untuk rentang z lain, nilainya perlu disesuaikan. Data pelensaan gravitasi kuat dalam sampel ini berpotensi dimanfaatkan untuk mengkalibrasi skala sudut tersebut secara empiris dan independen guna meningkatkan akurasi estimasi jarak kosmik.
ETNOASTRONOMI: STUDI KALENDER ASTRONOMI TRADISIONAL DAN IMPLIKASINYA DALAM PERTANIAN
Etnoastronomi merupakan cabang ilmu yang mempelajari hubungan antara pengetahuan astronomi tradisional dan budaya lokal. Di Indonesia, berbagai kalender tradisional telah dikembangkan berdasarkan pengamatan objek langit seperti Matahari, Bulan, dan rasi bintang. Kalender ini tidak hanya berfungsi sebagai alat penanda waktu, tetapi juga menjadi panduan penting dalam praktik pertanian masyarakat agraris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kalender astronomi tradisional, pengamatan objek langit, dan aktivitas pertanian di berbagai daerah di Indonesia. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi literatur, yang melibatkan analisis terhadap berbagai makalah ilmiah, tugas akhir, dan dokumen terdahulu terkait kalender tradisional di berbagai daerah di Indonesia. Kajian ini mengeksplorasi peran fase bulan, posisi matahari, rasi bintang, serta prinsip-prinsip astronomi dalam pembentukan sistem kalender untuk pertanian. Selain itu, penelitian ini juga membahas persamaan dan perbedaan antar sistem kalender dari sisi akurasi astronomis maupun relevansi sosial-budayanya. Hasil penelitian diharapkan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai keterkaitan antara ilmu astronomi dan kearifan lokal dalam sistem kalender tradisional Indonesia. Penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada pelestarian warisan budaya bangsa, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengembangan ilmu astronomi, khususnya dalam konteks aplikasi lokal di Indonesia.
PERTIMBANGAN ILMIAH JEJAK KARBON INFRASTRUKTUR RISET ASTRONOMI DENGAN PENDEKATAN CARBON ACCOUNTING DALAM KERANGKA ETIKA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Krisis iklim global mendorong seluruh sektor, termasuk sains dasar seperti astronomi, untuk mengevaluasi kontribusi aktivitasnya pada emisi gas rumah kaca. Penelitian ini mengestimasi jejak karbon infrastruktur riset astronomi serta menganalisis hubungan antara umur fasilitas lifetime, tipe infrastruktur, dan intensitas karbon luaran ilmiah dalam kerangka etika pembangunan berkelanjutan (SDGs). Objek studi mencakup puluhan observatorium landas bumi dan misi antariksa. Metode yang digunakan adalah carbon accounting, yaitu pendekatan kuantitatif emisi karbon berbasis biaya dan massa payload, dikombinasikan dengan analisis statistik. Intensitas karbon dihitung dalam satuan CO2e per publikasi dan per penulis. Ketidakpastian global diestimasi menggunakan bootstrap, sedangkan korelasi Pearson digunakan untuk menguji hubungan antara lifetime, diameter teleskop, dan intensitas karbon. Analisis juga mencakup identifikasi zona efisien, serta fasilitas-fasilitas landas bumi dan antariksa yang intensitas karbonnya mirip. Hasil menunjukkan bahwa jejak karbon global infrastruktur astronomi mencapai 21 MtCO2e dengan fasilitas dominan pada observatorium landas bumi sebesar 12-14 MtCO2e. Fasilitas dengan lifetime lebih panjang cenderung menghasilkan intensitas karbon yang rendah. Namun penilaian efisiensi tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan umur fasilitas. Dalam rentang umur tertentu, observatorium landas bumi dapat memiliki intensitas karbon yang sama dengan misi antariksa. Analisis pada tingkat individual atau tipe fasilitas menunjukkan bahwa pendekatan berbasis karakteristik spesifik setiap infrastruktur memberikan dasar yang lebih akurat untuk merumuskan strategi perbaikan efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon. Penelitian ini menyimpulkan bahwa emisi karbon astronomi merupakan sistem multikomponen yang kompleks karena menyangkut banyak hal. Walaupun intensitas karbon relatif tinggi, astronomi juga menghasilkan spin-off teknologi dan kontribusi strategis bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, diperlukan perencanaan infrastruktur berbasis efisiensi karbon, inventarisasi emisi yang transparan, serta integrasi prinsip keadilan iklim dalam pengembangan fasilitas astronomi ke depan.
UJI EFEKTIVITAS PUPUK KASGOT PELET PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL PRODUKSI BIOMASSA TANAMAN SAWI HIJAU (BRASSICA JUNCEA L.)
Ketersediaan sawi hijau (Brassica juncea L.) berbanding terbalik dengan konsumsinya yang tinggi. Salah satu penyebab penurunan ketersediaan ini adalah degradasi tanah akibat pemakaian pupuk anorganik yang berlebih. Pengunaan pupuk kasgot pelet diharapkan dapat menjadi pembenah tanah untuk memperbaiki kesuburan tanah. Penelitian ini dilakukan di Greenhouse di Kampus ITB Jatinangor pada bulan Desember 2024 sampai Februari 2025. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor perlakuan 5 jenis pupuk yaitu : pupuk NPK mutiara, pupuk kasgot pelet, pupuk kasgot curah, pupuk NPK + pupuk kasgot pelet, dan pupuk NPK + pupuk kasgot curah dengan 4 kali pengulangan.. Hasil penelitian menunjukkan pupuk organik secara nyata meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman dibandingkan pupuk anorganik (NPK). Efektivitas pemberian pupuk organik kasgot terhadap pertumbuhan tanaman adalah sebagai berikut pupuk kasgot curah > pupuk kasgot pelet > NPK + kasgot curah > NPK + kasgot pelet > pupuk NPK. Meski efektivitas pupuk pelet kasgot lebih rendah dibandingkan kasgot curah, namun pupuk ini dapat direkomendasikan karena menghasilkan pertumbuhan dan hasil yang optimum pada tanaman sawi
KO-EVOLUSI INSTITUSIONAL DAN INDUSTRI DI SEKTOR PERKERETAAPIAN EROPA: STUDI PERBANDINGAN PRANCIS DAN JERMAN (2001–2024)
Penelitian ini menganalisis bagaimana liberalisasi perkeretaapian Uni Eropa (UE) memengaruhi dan pada saat yang sama dipengaruhi oleh institusi nasional serta aktor dominan dalam sektor perkeretaapian di Prancis dan Jerman selama periode 2001–2024. Berbeda dengan pandangan yang menempatkan kebijakan UE sebagai proses kepatuhan yang bersifat top-down, penelitian ini memandang liberalisasi sebagai proses ko-evolusi antara regulasi supranasional, struktur tata kelola nasional, regulator, dan operator kereta api. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus komparatif kualitatif dengan teknik analisis dokumen dan process tracing terhadap legislasi UE, reformasi nasional, laporan regulator, dan dokumen kebijakan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun reformasi UE menghasilkan tekanan kebijakan yang relatif serupa di negara anggota, trajektori institusional yang terbentuk berbeda. Jerman cenderung menerapkan liberalisasi melalui penyesuaian bertahap dengan tetap mempertahankan struktur holding Deutsche Bahn, sedangkan Prancis menempuh restrukturisasi yang lebih dipimpin negara sambil tetap mempertahankan pengaruh negara yang kuat dan dominasi SNCF. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa liberalisasi perkeretaapian UE lebih menghasilkan pola adaptasi institusional yang terdiferensiasi daripada konvergensi kebijakan yang seragam.
TATA KELOLA STRATEGIS, INTEGRITAS KEPEMIMPINAN, DAN KETERLIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM ADOPSI ARTIFICIAL INTELLIGENCE YANG BERTANGGUNG JAWAB PADA INDUSTRI JASA KEAMANAN
Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam praktik organisasi di berbagai industri melalui peningkatan efisiensi operasional, pengambilan keputusan berbasis data, dan inovasi layanan. Dalam industri jasa keamanan, teknologi AI semakin dimanfaatkan untuk memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan pemantauan operasional, serta mendukung kegiatan manajemen strategis. Meskipun menawarkan berbagai manfaat, penerapan AI juga menghadirkan tantangan yang berkaitan dengan tata kelola, tanggung jawab etis, dan kepercayaan para pemangku kepentingan, khususnya pada sektor yang sangat bergantung pada keandalan layanan dan kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Strategic Governance, Leadership Integrity, dan Stakeholder Engagement terhadap Responsible AI Adoption dalam industri jasa keamanan dengan menggunakan PT Sinar Prapanca sebagai konteks penelitian organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method dengan mengintegrasikan wawancara dengan pemangku kepentingan utama serta analisis kuantitatif berdasarkan data survei yang dikumpulkan dari karyawan pada berbagai tingkat organisasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategic Governance, Leadership Integrity, dan Stakeholder Engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap Responsible AI Adoption, dengan Leadership Integrity sebagai faktor yang paling dominan. Temuan ini menegaskan bahwa adopsi AI yang bertanggung jawab memerlukan tata kelola yang kuat, kepemimpinan yang berintegritas, serta keterlibatan aktif para pemangku kepentingan.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KASGOT PELET TERHADAP KUALITAS TANAH DAN PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L.)
Sawi hijau (Brassica juncea L.) merupakan komoditas sayuran dengan konsumsi rata-rata mencapai 2.483 kg per kapita per tahun. Pada tahun 2022, Indonesia memproduksi sawi hijau sebanyak 760,608 ton. Akan tetapi, produksi sawi hijau yang menurun pada tahun 2023 menjadi 686,876 ton berbanding terbalik dengan konsumsi masyarakat Indonesia. Penurunan produksi sawi hijau di Indonesia disebabkan oleh penurunan kualitas tanah akibat tingginya penggunaan pupuk kimia sintetik dalam jangka waktu yang panjang. Salah satu upaya perbaikan kualitas tanah adalah melalui pemberian pupuk organik. Pupuk kasgot adalah pupuk organik yang berasal dari residu biokonversi larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly) yang mengandung unsur hara tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik pelet kasgot terhadap kualitas media tanam sawi hijau. Penelitian dilakukan di Greenhouse Labtek IA Kampus ITB Jatinangor pada bulan Desember, 2024 sampai bulan Februari, 2025. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan yaitu Pupuk NPK, pupuk kasgot pelet, pupuk kasgot curah, pupuk kasgot pelet + Pupuk NPK, dan Pupuk Kasgot Curah + Pupuk NPK dengan 4 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik kasgot pelet tidak berbeda nyata dalam pengamatan kualitas tanah yaitu suhu, kelembaban, pH dan porositas tanah dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Meski demikian, pengamatan kadar klorofil menunjukkan pemberian pupuk NPK secara nyata menurunkan kadar klorofil tanaman sawi pada perlakuan Pupuk NPK.
PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN OMNICHANNEL MENGGUNAKAN CUSTOMER JOURNEY MAPPING DI PERUSAHAAN RITEL OLAHRAGA: STUDI KASUS DECATHLON INDONESIA
Transformasi digital telah mendorong perusahaan ritel seperti Decathlon untuk mengadopsi pendekatan omnichannel dalam melayani pelanggan. Namun, keberadaan berbagai saluran distribusi tidak secara otomatis menghasilkan pengalaman pelanggan yang terintegrasi dan konsisten. Tantangan utama yang dihadapi Decathlon adalah bagaimana memastikan keselarasan interaksi pelanggan di seluruh titik kontak sehingga tercipta pengalaman yang mulus dan bernilai. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi pelanggan dalam kanal omnichannel, mengidentifikasi kesenjangan pengalaman pelanggan, serta merumuskan strategi pemasaran yang lebih efektif melalui pendekatan pemetaan perjalanan pelanggan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya perilaku pelanggan yang bergerak dinamis antara kanal digital dan fisik dalam proses pencarian informasi, pembelian, dan evaluasi pasca pembelian. Meskipun tingkat kepuasan pelanggan relatif tinggi, masih ditemukan indikasi inkonsistensi informasi dan friksi pada saat perpindahan antar kanal. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini mengajukan tiga pertanyaan utama: bagaimana pola interaksi pelanggan di sepanjang tahapan pembelian; apa saja kesenjangan dan titik friksi yang dialami pelanggan; serta bagaimana pemetaan perjalanan pelanggan dapat dimanfaatkan untuk merancang strategi yang lebih terintegrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif. Data dikumpulkan melalui survei berbasis skala Likert kepada pelanggan yang pernah menggunakan lebih dari satu kanal dalam proses pembelian. Instrumen penelitian dirancang berdasarkan integrasi teori perilaku konsumen dan pemetaan perjalanan pelanggan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi pola distribusi jawaban, tingkat persetujuan responden, serta indikator potensi kesenjangan pengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggan secara aktif menggunakan berbagai kanal dalam tahap pra pembelian, terutama melalui pencarian informasi digital yang dilanjutkan dengan kunjungan ke toko fisik. Pada tahap pembelian, pelanggan memilih kanal berdasarkan kenyamanan, namun sebagian mengalami hambatan emosional saat berpindah kanal. Pada tahap pasca pembelian, tingkat kepuasan dan niat pembelian ulang berada pada level tinggi, meskipun masih terdapat kelemahan pada aspek penanganan keluhan. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi struktural telah berjalan, tetapi integrasi pengalaman pelanggan belum sepenuhnya optimal. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan pemahaman bahwa keberhasilan sistem lintas kanal tidak hanya diukur dari kepuasan akhir, tetapi juga dari kualitas kesinambungan pengalaman antar titik kontak. Penelitian ini juga memberikan implikasi praktis bagi manajemen dalam memperkuat sinkronisasi informasi, menyederhanakan transisi antar kanal, serta meningkatkan kualitas respons layanan purna jual. Secara teoretis, penelitian ini memperluas diskursus mengenai pentingnya kesinambungan pengalaman sebagai dimensi utama dalam strategi ritel modern.
OPTIMALISASI KANTOR RISET DAN PENGEMBANGAN KULTUR JARINGAN KELAPA SAWIT DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI DAN TEKNOLOGI MODERN: STUDI KASUS FIRST RESOURCES, PEKANBARU, RIAU
Desain ini bertujuan untuk memaksimalkan kebutuhan dan keinginan para peneliti kelapa sawit serta staf di kantor First Resource, Pekanbaru, Riau, berdasarkan standar laboratorium agar dapat mendukung aktivitas penelitian dan kerja staf. Metode yang digunakan adalah dengan meneliti proses kerja penelitian di kantor, melakukan wawancara kebutuhan pengguna, serta studi standar laboratorium kultur jaringan kelapa sawit. Hasil perancangan meliputi zonasi, alur pekerja, dan tata ruang yang efektif dan ergonomis, serta pemakaian elemen yang sesuai dengan kenyamanan pekerja agar tetap mendukung efisiensi kerja namun tetap sesuai dengan standar laboratorium kultur jaringan kelapa sawit.
EFEK LINTAS PASAR MASA JABATAN DEWAN DIREKSI TERHADAP INVESTASI R&D: BUKTI DARI PERUSAHAAN BERTEKNOLOGI TINGGI DI NEGARA BERKEMBANG DAN NEGARA MAJU
Dalam industri teknologi tinggi yang volatil, kemampuan untuk terus berinovasi menentukan kelangsungan hidup perusahaan. Tanpa inovasi, keunggulan kompetitif dapat hilang dalam hitungan tahun. Oleh karena itu, investasi R&D menjadi lifeline penting bagi perusahaan untuk menghadapi cepatnya obsolesensi teknologi dan tetap kompetitif. Meskipun literatur sebelumnya menyoroti peran dewan direksi dalam keputusan strategis ini, sebagian besar penelitian fokus pada ekonomi maju atau industri agregat, sehingga kurang meneliti bagaimana masa jabatan dewan mempengaruhi strategi “survival” di pasar berkembang yang memiliki ketidakpastian institusional lebih tinggi. Studi ini mengkaji apakah masa jabatan dewan mendorong intensitas R&D pada perusahaan teknologi tinggi dan apakah hubungan ini dimoderasi oleh konteks pasar. Argumen utama adalah bahwa masa jabatan yang panjang memberikan pengetahuan dan jaringan yang mendukung inovasi, namun kekosongan institusional di pasar berkembang mungkin mengurangi manfaat tersebut dibandingkan pasar maju. Menggunakan desain penelitian kuantitatif, penelitian ini menerapkan regresi panel fixed effects (FE) pada dataset seimbang 90 perusahaan teknologi tinggi, setengahnya dari pasar berkembang dan setengahnya dari pasar maju, selama periode 2020 hingga 2024. Hasil empiris menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara rata-rata masa jabatan dewan dengan intensitas R&D, menegaskan bahwa dewan berpengalaman mendorong pengambilan risiko strategis. Namun, efek moderasi konteks pasar tidak terbukti; interaksi antara masa jabatan dan tipe pasar tidak signifikan, menunjukkan pengaruh positif masa jabatan berlaku di kedua lingkungan ekonomi. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai strategis pengalaman dewan khususnya akumulasi pengetahuan spesifik perusahaan dan jaringan eksternal merupakan pendorong inovasi universal yang melampaui perbedaan institusional lokal. Secara praktis, penelitian ini menyarankan perusahaan teknologi tinggi di pasar berkembang maupun maju untuk mempertahankan direktur berpengalaman guna mendukung kapabilitas dinamis yang diperlukan untuk investasi R&D berkelanjutan.
PERANCANGAN, PEMBUATAN, DAN PENGUJIAN ALAT ELEKTRONIK PENGHASIL SINYAL SIMULASI KEYPHASOR UNTUK POROS ANTARA
Gearbox merupakan salah satu komponen penting untuk peralatan industri manufaktur yang memerlukan perubahan kecepatan putar. Salah satu metode perawatan prediktif pada gearbox adalah analisis getaran menggunakan metode Time Synchronous Averaging (TSA), yang memerlukan sinyal keyphasor. Namun, pemasangan reflektor sinyal keyphasor pada poros antara pada gearbox seringkali tidak memungkinkan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat, dan menguji alat elektronik penghasil sinyal simulasi keyphasor yang dapat digunakan sebagai sinyal referensi poros antara dalam analisis getaran dengan metode TSA. Penelitian ini dimulai dengan studi pustaka tentang sensor keyphasor dan metode TSA. Studi dilanjutkan pada mikrokontroler, power supply, dan perangkat antar muka untuk memilih produk yang akan digunakan pada pengujian. Penelitian ini dilanjutkan dengan penentuan spesifikasi alat elektronik. Penelitian kemudian dilanjutkan dengan pembuatan prototipe lalu pembuatan dan pengujian kode. Setelah kode berhasil dibuat dan diuji, penelitian dilanjutkan dengan pengujian simulasi menggunakan signal generator. Setelah itu, penelitian dilanjutkan dengan pengujian aktual pada perangkat uji untuk melihat performa sinyal dan hasil metode TSA dengan alat elektronik. Hasil dari penelitian ini berupa alat elektronik yang mampu menerima sinyal masukan dan menghasilkan sinyal simulasi keyphasor untuk putaran poros dari 1 hingga 30.000 RPM. Alat elektronik ini juga dapat menerima rasio roda gigi sehingga bisa digunakan pada pengujian simulasi dan pengujian aktual. Alat elektronik juga dapat membaca RPM dari poros referensi. Alat elektronik bekerja menggunakan baterai dan dapat dicharge.