📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

IMPLEMENTASI TRANSIT-ORIENTED DEVELOPMENT PADA INTERIOR: REVITALISASI MAL BLOK M SEBAGAI TRANSIT HUB

Kawasan Blok M sebagai salah satu simpul transportasi strategis di Jakarta menghadapi tantangan mobilitas perkotaan yang semakin kompleks. Posisi kawasan ini yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi menjadikannya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD). Di tengah kawasan tersebut, Mal Blok M memiliki lokasi yang sangat strategis karena berada di antara dua moda transportasi utama, namun kondisi eksistingnya menunjukkan perlunya revitalisasi agar mampu mendukung fungsi kawasan secara optimal. Proyek perancangan ini bertujuan merevitalisasi Mal Blok M menjadi sebuah transit hub yang tidak hanya meningkatkan integrasi dan efisiensi perpindahan antarmoda, tetapi juga berperan sebagai gerbang utama yang memperkuat identitas kawasan. Pendekatan perancangan dilakukan melalui strategi adaptive reuse yang mempertahankan struktur bangunan eksisting, sekaligus mengadaptasi fungsi dan ruang untuk menjawab kebutuhan mobilitas serta aktivitas urban kontemporer. Metode perancangan mengintegrasikan analisis perilaku pengguna dengan prinsip desain inklusif untuk menghasilkan sistem sirkulasi vertikal dan horizontal yang lebih terhubung dan intuitif. Penataan ulang zonasi serta pengaturan program ruang dirancang untuk mendukung aktivitas yang berlangsung sepanjang hari sehingga meningkatkan vitalitas, keamanan, dan kualitas pengalaman ruang bagi pengguna kawasan. Melalui pendekatan ini, perancangan diharapkan mampu menciptakan transit hub yang efisien sekaligus menghadirkan pengalaman yang manusiawi dan memperkuat sense of place kawasan Blok M.

2026
👤 Penulis: Devandra Dwitama Adi
🏷️ Transit Oriented Development 🏷️ Revitalisasi Kawasan Perbelanjaan 🏷️ Desain Inklusif

INTEGRASI METODE GRAVITASI DAN MAGNETIK UNTUK IDENTIFIKASI STRUKTUR GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN DI AREA “CARLOS”, BANGKA SELATAN

Pulau Bangka merupakan bagian dari Paparan Sunda yang memiliki kondisi geologi kompleks akibat aktivitas tektonik dan magmatisme sejak Mesozoikum. Proses geologi tersebut menghasilkan berbagai satuan batuan sedimen, metamorf, serta intrusi granit yang berkaitan dengan perkembangan sistem struktur geologi regional seperti sesar geser dan sesar normal. Namun, kondisi geomorfologi tropis dengan tingkat pelapukan tinggi serta keterbatasan singkapan batuan menyebabkan identifikasi struktur geologi berdasarkan data permukaan menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, metode geofisika digunakan untuk memperoleh informasi kondisi bawah permukaan secara lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menginterpretasi struktur geologi bawah permukaan di area “Carlos”, Bangka Selatan melalui integrasi metode gravitasi dan magnetik. Data yang digunakan berupa data gravitasi dan magnetik hasil akuisisi PT Timah Tbk. Tahapan pengolahan meliputi perhitungan anomali gravitasi dan magnetik, analisis spektral menggunakan metode Radially Averaged Power Spectrum (RAPS) untuk estimasi kedalaman sumber anomali, pemisahan anomali regional dan residual menggunakan filter Moving Average dan Butterworth, serta analisis derivative untuk menegaskan batas dan kelurusan anomali. Selanjutnya dilakukan pemodelan ke depan (forward modelling) 2,5D pada penampang terpilih untuk memperoleh geometri dan distribusi sifat fisik batuan bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pola anomali residual gravitasi dan magnetik yang berkorelasi dengan keberadaan struktur geologi berupa sesar dan zona rekahan yang berkembang di area penelitian. Integrasi kedua metode ini menghasilkan model bawah permukaan yang menggambarkan distribusi kontras densitas dan kemagnetan batuan, sehingga dapat digunakan untuk menginterpretasi pola struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian secara lebih komprehensif.

2026
👤 Penulis: Bilalos Tenggoro Angin
🏷️ Geofisika 🏷️ Analisis Struktur Geologi 🏷️ Metode Gravitasi Dan Magnetik

PERAN LOGISTIK INFORMAL DALAM PERTUMBUHAN UMKM DI INDONESIA

Penelitian ini mengkaji peran logistik informal dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bandung, Indonesia. UMKM memegang peranan sentral dalam perekonomian nasional, namun banyak di antaranya masih menghadapi hambatan yang berkelanjutan dalam aspek logistik dan distribusi. Dalam konteks tersebut, logistik informal telah berkembang menjadi solusi operasional yang penting. Penelitian ini mendefinisikan logistik informal sebagai layanan kurir independen dan pengemudi berbasis platform yang beroperasi melalui aplikasi digital seperti Gojek, Grab, Shopee, dan Indriver. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan lima pemilik UMKM dan lima penyedia logistik informal di Bandung. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan analisis dokumen terhadap regulasi di Indonesia serta laporan keberlanjutan dari operator platform. Analisis tematik mengidentifikasi tujuh tema utama yang kemudian disintesis menjadi empat variabel, yaitu Nilai Logistik, Kerentanan Operasional, Dukungan Berbasis Platform, dan Peningkatan Usaha. Keempat variabel tersebut membentuk suatu kerangka konseptual yang menjelaskan bagaimana logistik informal memengaruhi pertumbuhan UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logistik informal mendukung UMKM melalui penurunan biaya pengiriman serta penyediaan layanan pemenuhan pesanan yang cepat dan fleksibel. Karakteristik ini membantu UMKM memenuhi permintaan pelanggan dan mempertahankan daya saing di pasar perkotaan. Platform digital meningkatkan koordinasi serta memperluas akses pasar. Namun, sistem ini juga memiliki keterbatasan yang jelas dalam hal keandalan. Para pengemudi mengalami ketidakstabilan pendapatan dan keterbatasan perlindungan sosial. UMKM dan pengemudi sama-sama memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap kebijakan dan algoritma platform. Penelitian ini menunjukkan bahwa logistik informal bersifat esensial bagi pertumbuhan UMKM, tetapi masih rapuh secara struktural.

2026
👤 Penulis: Ahmad Hanif Izzaturrahman
🏷️ Logistik Informal 🏷️ Pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (Umkm)

PEGEMBANGAN LAYANAN KONSULTASI INVESTASI BERBASIS ANALYSIS-SUPPORT TOOL UNTUK MENINGKATAN KAPABILITAS ANALISIS INVESTOR RITEL

Pertumbuhan jumlah investor ritel di pasar modal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tidak sepenuhnya diiringi oleh peningkatan kapabilitas analisis investasi yang terstruktur. Meskipun literasi dan partisipasi investasi mengalami peningkatan, banyak investor masih mengandalkan rekomendasi informal, opini pihak ketiga, serta strategi berbasis momentum dalam pengambilan keputusan. Kondisi ini menunjukkan bahwa permasalahan utama bukan semata-mata keterbatasan akses informasi, melainkan ketiadaan support tools yang mampu menerjemahkan literasi keuangan menjadi proses analisis yang sistematis dan konsisten. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi secara konseptual model layanan konsultasi investasi yang dirancang untuk memperkuat investor capabilities melalui integrasi analytical support tools dan pendampingan personal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif yang berlandaskan kerangka problem–solution fit dan product–market fit. Studi dilakukan di Lampung dengan melibatkan investor ritel yang dipilih secara purposive, terdiri dari profesional, pengusaha, pensiunan, dan pekerja awal karier yang telah memiliki pengalaman investasi namun belum memiliki kerangka analisis yang terstruktur. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur untuk menggali proses pengambilan keputusan investasi, keterbatasan analitis, pola ketergantungan terhadap rekomendasi, serta persepsi terhadap layanan berbasis support tools. Data dianalisis menggunakan thematic analysis melalui proses open coding dan pengelompokan tema yang selaras dengan konstruk problem–solution fit, value proposition, dan product–market fit. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama. Pertama, keterbatasan struktur analisis, di mana responden mengalami kesulitan dalam membaca laporan keuangan, melakukan valuasi, memprioritaskan indikator yang relevan, serta mengelola risiko secara sistematis. Kedua, pola ketergantungan terhadap rekomendasi eksternal, yang menunjukkan bahwa keputusan investasi sering kali tidak berbasis kerangka evaluasi yang konsisten. Ketiga, kebutuhan akan support tools yang terstruktur, berupa roadmap analisis, mekanisme evaluasi yang lebih sederhana, serta pendampingan dalam interpretasi data. Keempat, persepsi nilai dan penerimaan layanan, di mana responden menilai bahwa integrasi analytical support tools dan sesi coaching personal dapat meningkatkan kejelasan, kepercayaan diri, dan disiplin dalam pengambilan keputusan. Temuan ini mengonfirmasi adanya problem–solution fit karena solusi yang dirancang secara langsung menjawab kesenjangan struktural yang dialami investor ritel. Dari perspektif product–market fit, hasil validasi kualitatif menunjukkan adanya persepsi kegunaan, relevansi, dan kesiapan adopsi pada segmen sasaran. Model yang dikembangkan menggeser orientasi layanan konsultasi dari pendekatan berbasis rekomendasi menjadi pendekatan penguatan kapabilitas analitis. Fokus layanan bukan pada pemberian prediksi saham, melainkan pada pembangunan struktur berpikir dan mekanisme pengambilan keputusan yang sistematis. Meskipun penelitian ini terbatas pada validasi kualitatif dalam konteks wilayah tertentu dan belum menguji kinerja finansial, penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan model konsultasi investasi berbasis empowerment yang selaras dengan kebutuhan pengguna dan kesiapan pasar.

2026
👤 Penulis: Mohammad Rizki Arif Kesuma
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Investasi

KAJIAN KINERJA SAMBUNGAN BALOK-KOLOM BAJA DENGAN KUNCIAN TARIK SEBAGAI ELEMEN SEKRING YANG DAPAT DIGANTI

Gempa bumi merupakan salah satu beban ekstrem yang paling kritis bagi struktur bangunan, khususnya pada sistem rangka baja yang mengandalkan kinerja sambungan balok–kolom untuk mempertahankan stabilitas global saat mengalami deformasi besar. Sambungan tahan gempa konvensional umumnya mengandalkan plastifikasi pada elemen utama, yang berpotensi menimbulkan kerusakan permanen dan menyulitkan proses pemulihan pascagempa. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan konsep sambungan balok–kolom baja dengan mekanisme interlock sebagai elemen replaceable fuse, yang dirancang untuk melokalisasi plastifikasi pada komponen yang dapat diganti. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan bertahap yang mencakup analisis numerik tingkat komponen dan sambungan, serta pengujian eksperimental sambungan skala penuh dengan pembebanan siklik. Analisis numerik digunakan untuk mengkaji pengaruh parameter geometrik dan mekanisme kerja sambungan, sementara pengujian eksperimental bertujuan memverifikasi respons aktual dan mekanisme plastifikasi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa plastifikasi utama berhasil terlokalisasi pada elemen interlock, sementara elemen struktur utama tetap berada dalam kondisi elastis hingga deformasi besar. Hasil pengujian eksperimental dibandingkan secara langsung dengan hasil analisis numerik dalam hal perilaku gaya–deformasi global, lokasi plastifikasi dominan, serta perkembangan mekanisme kegagalan. Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa model numerik mampu merepresentasikan mekanisme utama transfer gaya dan plastifikasi yang direncanakan pada elemen interlock. Meskipun terdapat sedikit perbedaan bentuk kurva histeresis pada deformasi besar, nilai gaya maksimum dan lokasi plastifikasi dominan yang diperoleh dari hasil numerik dan eksperimental tetap berada pada tingkat yang sebanding. Kalibrasi model numerik dilakukan dengan menyesuaikan parameter gap awal antar pelat interlock agar lebih representatif terhadap kondisi fabrikasi aktual. Penyesuaian ini terbukti mampu memperbaiki representasi respons awal sambungan, khususnya terkait kekakuan awal dan fenomena pinching, serta menghasilkan kesesuaian yang lebih baik dengan hasil eksperimen hingga deformasi menengah. Meskipun respons kuantitatif pada deformasi besar masih menunjukkan perbedaan, konsistensi kapasitas puncak dan mekanisme plastifikasi utama tetap terjaga. Temuan ini menunjukkan bahwa sambungan interlock memiliki konsistensi mekanisme, di mana mekanisme plastifikasi dan urutan kegagalan yang direncanakan tetap terjaga meskipun terdapat ketidaksempurnaan fabrikasi seperti variasi gap dan slip awal. Dengan demikian, konsep sambungan balok–kolom baja dengan elemen replaceable fuse yang diusulkan dinilai valid secara mekanisme dan kinerja, serta memiliki potensi untuk meningkatkan kemudahan perbaikan dan ketahanan struktur terhadap gempa bumi.

2026
👤 Penulis: Prima Sukma Yuana
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

DAMPAK DARI POLA MANAJEMEN KONSTRUKSI PADA KUALITAS RUMAH PADA PERUMAHAN, STUDI KASUS: VILLA RIZKI INSANI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola manajemen kontraktor, khususnya sistem self-performing dan sub-contracting, terhadap kualitas bangunan pada proyek perumahan. Satu sisi terdapat penganggung jawab di lapangan yang penuh merencanakan, memimpin, mengawasi, dan menyelesaikan proyek konstruksi dari awal hingga serah terima yang dikenal sebagai Project Manager (PM). Gaya kepemimpinan Project Manager (PM) dalam pelaksanaannya. Studi kasus dilakukan pada proyek perumahan Vila Rizki Insani dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis kualitatif Data kuantitatif diperoleh dari pengelompokan unit rumah berdasarkan status penjualan, yaitu unit yang telah akad dan unit ready stock, serta klasifikasi tingkat komplain menjadi ringan, sedang, dan moderat. Sementara itu, data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dengan PM, mandor, estate, dan penghuni untuk memahami praktik manajemen lapangan dan pola kepemimpinan yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun jumlah komplain absolut pada sistem self-performing lebih tinggi, persentase komplain terhadap total unit yang dikerjakan justru lebih rendah dibandingkan dengan sistem sub-kontrak. Temuan lapangan juga mengindikasikan bahwa gaya kepemimpinan yang dominan diterapkan adalah kepemimpinan transaksional, yang lebih efektif pada sistem self-performing karena adanya kontrol langsung terhadap tenaga kerja dan proses kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas bangunan ditentukan oleh pola manajemen kontraktor dan pengelolaan tenaga kerja, sementara kepemimpinan PM berperan sebagai faktor pendukung dalam meningkatkan efektivitas sistem kerja.

2026
👤 Penulis: Muhammad Yusuf Ali
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kepemimpinan Proyek 🏷️ Analisis Kualitas Bangunan

ANALISIS PENGARUH AUGMENTED REALITY (VIRTUAL TRY-ON) DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (ANALISIS WARNA) TERHADAP NIAT BELI GENERASI Z TERHADAP PRODUK MAKE-UP DI INDONESIA : KASUS WARDAH

Integrasi Augmented Reality (AR) dan Artificial Intelligence (AI) yang semakin meningkat dalam industri kecantikan di Indonesia telah mengubah cara konsumen mengevaluasi dan memilih produk makeup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Virtual Try-On berbasis AR dan Color Analysis berbasis AI memengaruhi niat beli konsumen Generasi Z terhadap produk makeup di Indonesia. Penelitian ini menggunakan kerangka Stimulus–Organism–Response (SOR), karena model ini memungkinkan penjelasan psikologis yang lebih mendalam mengenai bagaimana stimulus teknologi memicu evaluasi kognitif dan emosional internal, yang selanjutnya membentuk niat perilaku. Dengan berfokus pada persepsi nilai internal konsumen, penelitian ini tidak hanya menangkap aspek kinerja teknologi, tetapi juga proses psikologis yang mendasari pengambilan keputusan dalam konteks kecantikan digital. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner terstruktur berskala Likert yang didistribusikan kepada responden Generasi Z di Indonesia berusia 18– 26 tahun yang memiliki pengalaman menggunakan fitur kecantikan berbasis AR/AI. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interactive Experience secara signifikan meningkatkan Perceived Utilitarian Value, sementara Insight Experience secara signifikan memperkuat Perceived Hedonic Value. Sebaliknya, Accuracy Experience tidak berpengaruh signifikan terhadap Hedonic Value, yang menunjukkan bahwa akurasi dipersepsikan sebagai kebutuhan fungsional dasar, bukan sebagai pendorong emosional. Selain itu, Perceived Utilitarian Value muncul sebagai prediktor paling berpengaruh terhadap Purchase Intention, yang menegaskan pentingnya evaluasi fungsional dalam membentuk keputusan pembelian berbasis teknologi. Secara keseluruhan, model penelitian ini menunjukkan daya jelaskan yang kuat dan menekankan peran sentral persepsi nilai sebagai mekanisme psikologis yang menghubungkan pengalaman AR/AI dengan niat beli konsumen. Penelitian ini berkontribusi pada literatur perilaku konsumen digital dengan membedakan jalur nilai fungsional dan emosional dalam lingkungan berbasis AR/AI. Secara praktis, merek kecantikan disarankan untuk memprioritaskan desain sistem yang interaktif, insight berbasis AI yang terpersonalisasi, serta fitur pendukung keputusan guna meningkatkan keyakinan kognitif dan keterlibatan emosional konsumen. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan kerangka ini dengan memasukkan mediator psikologis tambahan seperti kepercayaan atau persepsi risiko, serta mengujinya pada kategori produk dan konteks budaya yang berbeda.

2026
👤 Penulis: Nabila Wadhah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Virtual Try-On 🏷️ Perilaku Konsumen Digital

ANALISIS PERBANDINGAN FITUR PLATFORM PEKERJAAN DAN EFISIENSI APLIKASI: SEBUAH STUDI TENTANG LINKEDIN JOBS DAN JOBSTREET

Penelitian ini mengkaji persepsi pengguna terhadap kegunaan platform, efektivitas penyaringan, kejelasan informasi, dan efisiensi aplikasi yang dirasakan pada platform perekrutan digital. Penelitian ini membandingkan dua platform pekerjaan utama yang banyak digunakan di Indonesia, LinkedIn Jobs dan JobStreet, untuk mengidentifikasi perbedaan dalam kinerja platform di antara pencari kerja yang baru memulai karir. Temuan ini juga memberikan wawasan untuk mendukung strategi pengembangan LokerKu, sebuah platform perekrutan digital baru yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan. Desain penelitian kuantitatif digunakan dengan menyebarkan kuesioner terstruktur kepada pencari kerja Indonesia yang memiliki pengalaman menggunakan platform perekrutan digital. Sebanyak 147 respons yang sah dikumpulkan. Statistik deskriptif dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha dilakukan untuk menilai konsistensi pengukuran. Selain itu, uji t sampel berpasangan dilakukan pada 142 respons yang cocok dari responden yang telah menggunakan kedua platform untuk menguji perbedaan yang signifikan secara statistik dalam evaluasi platform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LinkedIn Jobs secara signifikan mengungguli JobStreet dalam hal kegunaan dan efisiensi aplikasi yang dirasakan. Namun, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan secara statistik dalam efektivitas iv penyaringan dan kejelasan informasi antara kedua platform tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun fungsionalitas pencarian pekerjaan relatif serupa di kedua platform, desain kegunaan dan alur aplikasi memainkan peran penting dalam membentuk efisiensi yang dirasakan. Hasil penelitian ini memberikan wawasan strategis untuk LokerKu dengan menyoroti pentingnya desain antarmuka yang intuitif, proses aplikasi yang efisien, dan penyajian informasi pekerjaan yang jelas.

2026
👤 Penulis: Maxwell Arnessio
🏷️ Perekrutan Digital 🏷️ Linkedin Jobs 🏷️ Jobstreet

USULAN PERBAIKAN MANAJEMEN PERENCANAAN BAHAN BAKAR DIESEL DAN JET FUEL DI PT PERTAMINA MENGGUNAKAN SIX SIGMA DMAIC

PT Pertamina (Persero) menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan pasokan dan permintaan bahan bakar diesel dan jet, yang mengakibatkan peningkatan biaya logistik, ketersediaan bahan bakar untuk memenuhi permintaan publik, ketidakpuasan publik, dan tantangan dalam mencapai kemandirian energi dan mengurangi defisit neraca perdagangan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah ketidaksesuaian antara perkiraan permintaan dan perencanaan produksi bahan bakar diesel dan jet di Pertamina strategi untuk mengatasinya. Studi ini menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif, menggunakan data primer dan sekunder, dalam kerangka Six Sigma DMAIC. Secara keseluruhan, berdasarkan hasil analisis, perencanaan permintaan dan produksi masih suboptimal terlihat dari nilai MAPE perencanaan permintaan diesel 5,89% dan 11,26% untuk bahan bakar jet, keduanya di atas batas SLA 5%. Akar penyebab kondisi ini adalah mekanisme yang suboptimal untuk memprediksi permintaan secara akurat. Perencanaan produksi kilang juga suboptimal, dengan MAPE sebesar 2,88% untuk perencanaan produksi diesel dan 8,27% untuk bahan bakar jet. Diesel berada dalam kisaran yang diizinkan, tetapi bahan bakar jet berada di atas batas SLA 5%. Akar penyebab kondisi ini adalah prediksi permintaan yang tidak akurat, jadwal perbaikan yang tidak sesuai dengan kondisi permintaan, dan waktu henti operasional yang tidak terjadwal. Metode hibrida disimulasikan untuk meningkatkan akurasi perencanaan permintaan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa untuk bahan bakar diesel, model hibrida ARIMA–XGBoost menghasilkan MAPE sebesar 4,21%, dan untuk bahan bakar jet, model SARIMA–LSTM menghasilkan MAPE sebesar 4,00%, keduanya berada dalam batas SLA yang ditentukan. Selain itu, strategi solusi yang diusulkan mencakup penyesuaian proses bisnis dan target kinerja, penyesuaian jadwal perbaikan berdasarkan permintaan musiman, dan pemeliharaan preventif digital, yang didukung oleh grafik kontrol, dasbor pemantauan, audit, dan standardisasi. Solusi ini diharapkan dapat diimplementasikan sebagai inisiatif strategis untuk mengatasi masalah yang muncul.

2026
👤 Penulis: Arif Afrizal
🏷️ Six Sigma 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Data

PERAN CELEBRITY ENDORSEMENT DALAM MEMBENTUK SIKAP KONSUMEN DAN KEPUTUSAN HARGA PREMIUM DI PASAR SKINCARE HIJAU LOKAL: STUDI KASUS AVOSKIN

Meningkatnya dominasi media sosial telah mendorong penggunaan celebrity endorsement sebagai salah satu strategi pemasaran, khususnya dalam industri kecantikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh celebrity endorsement terhadap willingness to pay premium price konsumen pada produk local green skincare di Indonesia. Avoskin digunakan sebagai konteks penelitian dengan pendekatan teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R). Dalam kerangka tersebut, celebrity endorsement dikonseptualisasikan sebagai stimulus eksternal yang membentuk evaluasi internal konsumen, yang direpresentasikan melalui sikap konsumen (consumer attitude), dan selanjutnya memengaruhi respons perilaku. Data penelitian dikumpulkan melalui survei daring dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa celebrity endorsement berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap konsumen (? = 0,584; p < 0,001). Sikap konsumen juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap willingness to pay premium price (? = 0,574; p < 0,001). Selain itu, sikap konsumen secara parsial memediasi hubungan antara celebrity endorsement dan willingness to pay premium price (? = 0,335; p < 0,001). Temuan ini menegaskan peran penting sikap konsumen dalam menerjemahkan efektivitas celebrity endorsement menjadi penerimaan harga premium. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi merek local green skincare di Indonesia dalam merancang strategi endorsement yang lebih efektif dengan memanfaatkan figur publik.

2026
👤 Penulis: Arminta Puspa Vashti
🏷️ Celebrity Endorsement 🏷️ Pemasaran Produk Kecantikan 🏷️ Analisis Structural Equation

MEMAHAMI BAGAIMANA BRAND COMMUNITY MEMPENGARUHI HUBUNGAN ANTARA CUSTOMER EMPOWERMENT, CUSTOMER ENGAGEMENT, DAN MARKETING PERFORMANCE: STUDI KASUS PADA SOCIOLLA

Seiring dengan semakin ketatnya persaingan di industri kecantikan Indonesia, perusahaan dituntut untuk melampaui pendekatan berbasis produk dan harga demi membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Penelitian ini mengkaji peran mediasi komunitas merek dalam hubungan antara pemberdayaan pelanggan, keterlibatan pelanggan, kepuasan pelanggan, dan loyalitas pelanggan melalui platform SOCO by Sociolla. Mengadopsi kerangka konseptual Mohammad (2020), penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data yang dikumpulkan dari 393 pengguna aktif SOCO berusia 18–30 tahun melalui kuesioner terstruktur berskala Likert. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Seluruh delapan hipotesis yang diajukan terdukung. Pemberdayaan pelanggan terbukti meningkatkan kepuasan pelanggan dan partisipasi dalam komunitas merek secara signifikan, sementara keterlibatan pelanggan berpengaruh positif terhadap komunitas merek dan loyalitas pelanggan. Komunitas merek, pada gilirannya, meningkatkan kepuasan dan loyalitas secara langsung, sekaligus memediasi jalur pemberdayaan–kepuasan dan keterlibatan–loyalitas secara signifikan. Temuan ini memposisikan komunitas merek sebagai mekanisme relasional utama, bukan sekadar alat pendukung, dalam mendorong kinerja pemasaran. Perusahaan kecantikan disarankan untuk berinvestasi dalam strategi pemasaran berbasis komunitas, mencakup platform interaktif, konten buatan pengguna, dan pengalaman yang dipersonalisasi. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mereplikasi model ini di industri lain, menggunakan probability sampling, serta menambahkan variabel seperti kepercayaan merek dan pengalaman merek.

2026
👤 Penulis: Rania Zahira Puriasih
🏷️ Komunitas Merek 🏷️ Pemasaran Berbasis Komunitas 🏷️ Hubungan Antara Pelanggan

MENINGKATKAN PENGALAMAN DAN KETERLIBATAN PELANGGAN DENGAN MENGINTEGRASIKAN FOUR REALMS OF EXPERIENCE DAN INOVASI MODEL BISNIS: STUDI KASUS PENDEKATAN BERBASIS KOMUNITAS EUTERRIA

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan strategis yang dihadapi oleh Euterria, sebuah merek perawatan wajah berbasis nano-technology, dalam menerjemahkan nilai ilmiah produk menjadi keterlibatan pelanggan yang bermakna. Meskipun menawarkan inovasi nano-technology dan formulasi berbahan alami, temuan awal menunjukkan bahwa tingginya rasa ingin tahu pelanggan belum sepenuhnya menghasilkan keterikatan emosional maupun kepercayaan yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan kerangka Design Thinking melalui tahapan Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test untuk mengembangkan solusi bisnis yang berpusat pada pelanggan. Penelitian ini mengusulkan strategi aktivasi berbasis komunitas yang mengintegrasikan Business Model Innovation dan Four Realms of Experience (Entertainment, Educational, Esthetic, dan Escapist) melalui aktivitas gamified sampling, edukasi nano-technology, konsultasi perawatan kulit, serta keterlibatan digital. Validitas temuan diperkuat melalui triangulasi menggunakan Instagram Insights yang menunjukkan 3.734 interaksi dengan dominasi konten Reels sebesar 83,5% serta 487 kali share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pengalaman berbasis layanan mampu meningkatkan kepercayaan pelanggan, brand recall, dan purchase intention. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran dari pendekatan yang berfokus pada produk menuju model pengalaman berbasis layanan mampu meningkatkan pembentukan kepercayaan, daya ingat merek, serta niat pembelian. Dengan menekankan interaksi yang berorientasi pada nilai serta konsultasi personal.

2026
👤 Penulis: Morita Uli Gloria Siahaan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENINGKATAN KINERJA OPERASIONAL MELALUI KEAMANAN PSIKOLOGIS DAN FOLLOWERSHIP: STUDI KASUS PEKERJA HARIAN LEPAS PADA CV. ADIK WIJAYA

Pasar tenaga kerja Indonesia didominasi oleh sektor informal, di mana sekitar 60% tenaga kerja beroperasi tanpa kontrak formal, terutama pada sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Penelitian ini mengangkat fenomena "Paradoks Modal Manusia" di CV. Adik Wijaya, sebuah UKM keluarga di Subang, di mana ketergantungan pada pekerja harian lepas seringkali memicu masalah integritas operasional, seperti manipulasi data dan perilaku diam (defensive silence) akibat rendahnya keamanan psikologis. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif melalui metodologi "Five Whys" dan Model Followership Kelley, penelitian ini mengkaji bagaimana intervensi perilaku dapat mentransformasi pengikut tipe "Pasif" atau "Pragmatis" menjadi mitra "Teladan" (Exemplary). Temuan menunjukkan bahwa ketidakkonsistenan data operasional saat ini disebabkan oleh rasa takut rasional terhadap manajemen yang punitif, bukan karena ketidakmampuan teknis. Implementasi kepemimpinan berbasis supervisi dan rutinitas daily check-in terbukti berhasil menurunkan hambatan interpersonal dalam berkomunikasi, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang aman (safe-learning). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika tata kelola relasional menggantikan taktik komando-kendali yang kaku, pekerja informal menunjukkan loyalitas yang lebih tinggi, keterlibatan proaktif, dan transparansi data yang lebih baik. Penelitian ini memberikan kerangka kerja strategis bagi UKM di Indonesia untuk mengoptimalkan tenaga kerja informal dengan memprioritaskan kontrak psikologis di atas perjanjian hukum formal guna mencapai keunggulan operasional yang berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Bernadine Charis Adika Purna
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PENGARUH KONSENTRASI SN TERHADAP SIFAT MEKANIK PADUAN MG-SN DENGAN SIMULASI MOLECULAR DYNAMICS

Peningkatan emisi pada sektor transportasi mendorong perlunya pengembangan material yang ramah lingkungan. Salah satu strategi realistis yang dapat diterapkan adalah lightweighting pada komponen otomotif untuk menurunkan konsumsi energi dan emisi. Magnesium merupakan material struktural ultraringan dengan densitas sekitar 1,74 g/cm3, namun keterbatasan sifat mekanik membatasi aplikasinya terutama pada komponen otomotif. Penguatan paduan Mg dengan unsur tanah jarang terbukti efektif tetapi kurang ekonomis, sehingga Sn dipilih sebagai unsur paduan alternatif karena mampu meningkatkan kekuatan dan kekakuan Mg melalui mekanisme solid solution strengthening serta pengendalian pergerakan dislokasi dengan biaya yang lebih rendah. Rangkaian simulasi menggunakan metode molecular dynamics dilakukan untuk menganalisis pengaruh penambahan unsur Sn pada paduan MgSn. Simulasi diawali dengan membuat struktur sel tunggal HCP MgSn dengan penambahan konsentrasi Sn (0; 0,2; 0,4; 0,6; 0,8; 1; 2; dan 3 at.%) sebagai random solid solution. Struktur kemudian dimodelkan menggunakan potensial interatomik MEAM pada temperatur konstan 300 K. Selanjutnya, dilakukan minimisasi energi untuk memperoleh parameter kisi kesetimbangan, diikuti dengan proses relaksasi termal menggunakan ensemble NPT (300 K, 1 bar). Pengujian mekanik dilakukan melalui uniaxial tensile dan uniaxial compressive untuk menghasilkan kurva stress-strain, yang kemudian digunakan untuk menentukan nilai ultimate tensile strength, yield strength, dan Young’s modulus. Evolusi struktur kristal serta perilaku dislokasi dianalisis menggunakan common neighbor analysis (CNA) dan dislocation extraction analysis (DXA). Sedangkan stacking-fault energy (SFE) dihitung dari perbandingan energi struktur sempurna dan struktur yang mengandung stacking fault yang dinormalisasi terhadap luas bidang kesalahan tumpuk. Penambahan Sn pada paduan MgSn menunjukkan peningkatan terhadap nilai UTS (4,09 GPa menjadi 4,94 GPa), yield strength (2,89 GPa menjadi 3,02 GPa), dan Young’s modulus (51,28 GPa menjadi 53,53 GPa) seiring dengan peningkatan konsentrasi Sn. Peningkatan tersebut disebabkan oleh distorsi kisi yang menghambat pergerakan dislokasi dan memperkuat ikatan antaratom. Penambahan Sn >1 at.% juga meningkatkan nilai SFE dari 397 mJ/m2 pada Mg murni menjadi 407 mJ/m2 pada MgSn 3 at.%. Sedangkan penambahan Sn ? 1 at.% menghasilkan nilai SFE yang relatif sama bahkan lebih rendah daripada Mg murni yaitu 396 mJ/m2 pada MgSn 0,4 at.%. Hal ini disebabkan oleh perubahan struktur kristal dari HCP menjadi amorf akibat penambahan Sn yang mengubah kestabilan dislokasi dan struktur kristal sehingga mempengaruhi ketangguhan dan deformasi material.

2026
👤 Penulis: Zulfi Akbar Harahap
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS FASHION SYSTEM ROLAND BARTHES PADA KEBAYA TOKOH JENG YAH DALAM SERIAL GADIS KRETEK

Pakaian tradisional merupakan salah satu dari kostum yang digunakan untuk acara formal. Selain memiliki nilai estetika, pakaian tradisional dapat berkaitan dengan identitas diri dan sejarah suatu daerah. Pakaian tradisional yang diakui secara nasional adalah kebaya. Jenis kebaya yang dikenali masyarakat pun sangat variatif. Salah satunya kebaya Janggan yang dipakai oleh Jeng Yah di serial Gadis Kretek. Serial drama tersebut menceritakan seorang Jeng Yah yang memiliki ambisi untuk menjadi peracik saus kretek di tahun 1960-an. Dalam serial drama Gadis Kretek, Kebaya yang dikenakan oleh Jeng Yah didominasi oleh warna hitam dilengkai dengan aksesoris bros berwarna emas serta kain batik yang dikenakan. Selain itu, dalam adegan lainnya, Jeng Yah menggunakan kebaya yang ditampilkan secara berbeda dengan pergerakan kamera pada tampilan layar. Kebaya pada umumnya, ditampilkan pada media cetak, seperti majalah sehingga kebaya seperti gambar tidak bergerak. Akan tetapi, saat kebaya muncul di serial Gadis Kretek, representasi kebaya tampak berbeda dengan yang ditampilkan di serial Gadis Kretek. Kebaya Janggan yang dikenakan dapat berkaitan dengan sejarah,budaya, isu sosial dan identitas sehingga melibatkan unsur-unsur visual dalam pakaian tradisional yang saling berkaitan. Dalam serial Gadis Kretek, penelitian ini menggunakan metode OSV (object,variant,support) yang dikembangkan oleh Barthes pada buku The Fashion System sehingga dapat mengetahui makna visual dari kebaya Janggan Jeng Yah. The Fashion System membahas penandaan busana menggunakan matriks OSV object,support,variant untuk membedah objek busana sehingga metode ini dianggap peneliti sesuai mengupas elemen busana secara komprehensif. Dengan demikian, melalui kebaya yang dikenakan Jeng Yah dapat diketahui hasil penelitian bahwa kebaya Janggan dapat merepresentasikan budaya di tahun 1960-an.

2026
👤 Penulis: Fanny Dwikartini
🏷️ Kebaya 🏷️ Serial Drama 🏷️ Hidrologi
Halaman 161 dari 6754
💬