π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenIDENTIFIKASI KARAKTERISTIK KINEMATIK GPS UNTUK PENGAMATANDEFORMASI LEMPENG BUMI
Setiap penentuan posisi menggunakan metode GPS memiliki berbagai faktor yang mempengaruhi tingkat ketelitian, seperti panjang baseline pengamatan, problem penentuan ambiguitas fase secara on-the-fly, kelambatan akibat medium propagasi di atmosfer, cycle slip, serta bias residual lainnya. Dalam penelitian ini dilakukan penilaian kualitas data pengamatan kinematik GPS pada suatu jaring yang telah ditentukan sehingga diperoleh nilai ketelitian data agar dapat memberikan gambaran kualitas data pengamatan. Dari hasil pengolahan dengan menggunakan RTKLIB diperoleh gambaran ketelitian berupa nilai residu dan nilai variansi. Hasil simulasi pengamatan kinematik GPS menunjukkan bahwa semakin panjang baseline pengamatan maka semakin besar nilai residu dan nilai variansinya. Untuk panjang baseline 400 m nilai residu sebesar 1-2 cm dan nilai variansi berkisar diantara 0.01-0.02 cm2; untuk panjang baseline 7.1 km nilai residu berkisar diantara 0-13 cm dengan variansi sebesar 0.20-0.21 cm2; dan untuk panjang baseline 94.9 km nilai residu berkisar diantara 14-120 cm dan nilai variansi sebesar 0.47-0.97 cm2. Kemungkinan terjadinya perbedaan dengan nilai akibat ketidak-akuratan data pengamatan dengan nilai yang sebenarnya sebesar 0.5 cm. Menurut hasil penelitian, pada panjang baseline yang relatif pendek (dibawah 10 km), penggunaan kombinasi model koreksi ionosfer Estimated Slant Total Electron Content dan koreksi troposfer Saastamoinen memberikan hasil yang terbaik. Sedangkan untuk baseline dengan panjang dibawah 100 km penggunaan model koreksi troposfer Zenith Total Delay memberikan hasil terbaik. Dengan mengetahui karakteristik kinematik GPS diharapkan deformasi lempeng bumi βbaik di darat maupun di dasar laut, dapat diamati dari waktu ke waktu. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan penelitian terkait fenomena deformasi lempeng bumi yang akurat, murah dan cepat.
PEMETAAN BAHAYA PROBABILISTIK JATUHAN TEFRA DI GUNUNG MERAPI DAN SEKITARNYA MENGGUNAKAN MODEL TEPHRA2: KASUS ERUPSI TUNGGAL DENGAN ANGIN PADA MUSIM YANG BERBEDA
Jatuhan tefra merupakan salah satu bahaya utama dari erupsi gunung berapi yang sering terjadi di Indonesia. Pola sebaran dan deposisi tefra tidak hanya bergantung pada kekuatan letusan gunung berapi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi angin di berbagai lapisan atmosfer. Variabilitas angin musiman di Indonesia berperan penting dalam menentukan arah dan jangkauan sebaran tefra, namun kajian kuantitatif yang secara khusus menilai pengaruhnya terhadap bahaya jatuhan tefra masih terbatas. Pengaruh variasi angin musiman terhadap sebaran dan probabilitas jatuhan tefra dianalisis menggunakan simulasi dengan model numerik Tephra2. Simulasi dilakukan dengan skenario erupsi yang merepresentasikan karakteristik letusan Gunung Merapi tahun 2010. Seluruh parameter erupsi meliputi tinggi kolom erupsi, laju keluaran massa, distribusi ukuran partikel, dan durasi letusan ditetapkan konstan untuk mengisolasi pengaruh angin. Kondisi angin direpresentasikan oleh data angin reanalysis ERA5 pada beberapa lapisan tekanan yang dikelompokkan ke dalam musim hujan (DJF), musim kemarau (JJA), serta dua musim peralihan (MAM dan SON). Beberapa prosedur telah dikembangkan untuk memungkinkan menjalankan model Tephra2 dengan masukan profil angin setiap 6 jam. Distribusi spasial jatuhan tefra dengan berbagai densitas kemudian dipetakan sebagai probabilitas keterlampauan (exceedance probability) untuk musim-musim terkait. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa jatuhan tefra dengan densitas tinggi terkonsentrasi di dekat kawah, sementara kondisi angin secara signifikan memengaruhi pola deposisi tefra untuk densitas menengah dan rendah. Selain itu, ditemukan bahwa akibat angin timuran di lapisan atas, jatuhan tefra cenderung menyebar ke arah barat pada setiap musim. Sebaran ke arah barat paling kuat terjadi selama musim JJA karena angin timuran di lapisan bawah yang relatif kuat. Variasi distribusi jatuhan tefra lebih beragam pada musim-musim lainnya. Analisis probabilistik menunjukkan bahwa keterlampauan massa tefra bervariasi secara spasial dan musiman, dengan paparan tertinggi diamati di sektor barat Gunung Merapi, khususnya di Kecamatan Srumbung, pada musim JJA dan SON, serta yang terendah pada musim DJF.
ANALISIS SCREENING PCL-5 DAN AKTIVITAS ELEKTROFISIOLOGIS OTAK SEBAGAI INDIKATOR AWAL PTSD PADA PENYINTAS PASCABENCANA LONGSOR DESA CIBENDA, KABUPATEN BANDUNG BARAT
Bencana alam tanah longsor tidak hanya berdampak pada lingkungan, ekonomi, sosial, dan fisik penyintas, tapi juga merusak kesehatan mental yang berpotensi memunculkan gejala post-traumatic stress disorder (PTSD) pada penyintas. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi skor PCL-5, PSD relatif, asimetri otak, serta korelasi antara parameter PCL-5 dan parameter EEG pada penyintas pascabencana longsor Desa Cibenda, Kabupaten Bandung Barat (2024) melalui screening kuesioner PCL-5 dan pengukuran aktivitas gelombang alfa dan beta dengan fokus pada perbedaan antara individu yang terindikasi PTSD (n = 6) dan non-PTSD (n = 8). Data diperoleh dari skor kuesioner PCL-5 dan perekaman EEG di kanal AF7, AF8, TP9, dan TP10 pada tiga sesi: baseline awal (BL1), perlakuan (pemaparan kuesioner PCL-5, T), dan baseline akhir (BL2). Data EEG diolah menjadi 3 varibel analisis, meliputi power spectral density (PSD) relatif, frontal alpha asymmetry (FAA), dan temporal alpha asymmetry (TAA). Hasil three-way mixed ANOVA pada PSD relatif menunjukkan adanya perbedaan pola aktivasi otak yang spesifik secara spasio-temporal. Kelompok PTSD menunjukkan disregulasi berupa asimetri interhemisfer yang signifikan pada sesi BL2, ditandai dengan perbedaan daya antara AF7 dan AF8 (palfa = 0,032; pbeta = 0,033). Sebaliknya, kelompok non-PTSD menunjukkan spesialisasi aktivitas fungsional yang jelas antara wilayah frontal-temporal (AF7-TP9 serta AF8-TP10, p < 0,05), terutama pada sesi T dan BL2. Selain itu, kedua kelompok dapat dibedakan berdasarkan PSD relatif alfa dan beta pada kanal AF8, terutama di sesi BL2 (palfa/beta = 0,022). Hasil two-way mixed ANOVA untuk FAA mengonfirmasi perbedaan signifikan antarkelompok pada sesi BL2 (p = 0,048) serta disregulasi lateralitas pada kelompok PTSD yang lebih menonjol dibandingkan kelompok non-PTSD, khususnya antara sesi T dan BL2 (p = 0,014). Analisis korelasi mengungkapkan perbedaan arsitektur neural yang kontras antarkelompok. Pada kelompok non-PTSD yang memiliki struktur korelasi terorganisasi, area AF7 menjadi prediktor utama gejala intrusion melalui korelasi positif alfa (r = 0,84) dan korelasi negatif beta (r = -0,84). Sebaliknya, kelompok PTSD menunjukkan arsitektur yang tidak teratur, ditandai dengan diskontinuitas aktivitas pascastimulus (korelasi T-BL2 yang lemah) dan subskala negative alteration (r = 0,93) dan hyperarousal (r = -0,88) yang berkorelasi kuat secara spesifik dengan daya alfa TP9 pada sesi BL2. Penelitian ini membuktikan potensi kanal AF7 (anterofrontal kiri), AF8 (anterofrontal kanan), dan TP9 (temporoparietal kiri) sebagai kandidat biomarker elektrofisiologis sensitif untuk membedakan profil psikopatologis PTSD penyintas bencana longsor.
IDENTIFIKASI POTENSI ASET PUBLIK SEBAGAI DAYA TARIK MICE TOURISM DI KOTA ADMINISTRATIF JAKARTA PUSAT
Industri MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) berkembang pesat di DKI Jakarta dan berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta pariwisata perkotaan. Tingginya kepadatan kota dan keterbatasan lahan mendorong perlunya strategi pemanfaatan ruang yang adaptif melalui pendekatan asset-based activation. Pemanfaatan aset publik seperti taman kota, museum, pasar, kawasan transitoriented development (TOD), dan perpustakaan berpotensi meningkatkan vitalitas kawasan, memperkuat konektivitas pejalan kaki, serta membangun identitas kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix-method melalui analisis spasial dengan teknik buffer 400 meter dan 800 meter, matriks skoring berbasis lima dimensi kapasitas ruang, aksesibilitas, lingkungan pendukung, nilai simbolik, dan potensi regenerasi kawasan serta kajian literatur terkait pariwisata urban dan kota global. Analisis dilakukan untuk mengklasifikasikan tingkat kesiapan aset publik dalam mendukung kegiatan MICE ke dalam skala besar, menengah, dan kecil. Hasil penelitian menunjukkan variasi tingkat kesiapan aset publik, di mana aset skala besar paling siap mendukung MICE berskala luas, sementara aset skala menengah dan kecil lebih sesuai untuk kegiatan tematik dan berbasis komunitas. Temuan ini menegaskan pentingnya aktivasi aset publik dan integrasi aksesibilitas transportasi dalam pengembangan MICE yang berkelanjutan.
ANALISIS POTENSI PELAKSANAAN KONSEP ASTROWISATA STARFISHING DI DESA WISATA JASRI, KARANGASEM, BALI.
Astrowisata merupakan bentuk pariwisata minat khusus yang sedang berkembang, tetapi perkembangannya yang mengintegrasikan kearifan lokal maritim masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan astrowisata melalui konsep Starfishing di Desa Wisata Jasri, Bali, yang menggabungkan pengamatan langit malam dengan pengalaman melaut menggunakan jukung tradisional. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini memetakan tingkat kesiapan destinasi serta mengidentifikasi parameter risiko yang mungkin terjadi dan strategi untuk mengatasinya. Hasil studi menunjukkan bahwa Desa Wisata Jasri memiliki potensi unggul sebagai destinasi astrowisata dengan kualitas langit malam pada Skala Bortle 3, yang memungkinkan pengamatan benda langit dan navigasi bintang secara visual dengan baik. Kesiapan infrastruktur dan antusiasme sumber daya manusia lokal menjadi modal kuat dalam pengembangan nilai ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Namun, penelitian ini mengidentifikasi tantangan kritis berupa risiko keselamatan, potensi polusi cahaya terhadap ekosistem pesisir, serta keterbatasan literasi digital dan standarisasi perangkat keselamatan pada armada jukung. Studi ini menyimpulkan bahwa pengembangan Starfishing di Desa Wisata Jasri sangat layak untuk dilaksanakan dengan strategi optimalisasi yang tepat. Rekomendasi utama meliputi pembangunan infrastruktur aksesibilitas seperti dermaga ponton, penerapan manajemen operasional berbasis data meteorologi yang presisi, serta penguatan kapasitas pemandu melalui sinkronisasi navigasi tradisional dan astronomi modern. Melalui kolaborasi strategis antar pemangku kepentingan, Starfishing diharapkan dapat menjadi model astrowisata berkelanjutan yang memperkuat lanskap ekonomi lokal berbasis konservasi langit malam.
IDENTIFIKASI PENGARUH KEBIJAKAN TERHADAP GENTRIFIKASI KOMERSIAL KAWASAN CIBADUYUT
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan drastis jumlah unit usaha pengrajin di Sentra Industri Sepatu dan Olahan Kulit Cibaduyut dari 844 unit pada tahun 2014 menjadi 205 unit pada tahun 2025, yang mengindikasikan terjadinya pelemahan basis produksi dan pergeseran fungsi kawasan. Fenomena ini cenderung dipahami sebagai dampak mekanisme pasar, terutama akibat masuknya produk impor murah. Namun, penelitian ini mengajukan argumen bahwa transformasi Cibaduyut tidak semata-mata dipicu oleh dinamika pasar, melainkan merupakan bagian dari proses gentrifikasi komersial yang didorong secara struktural oleh kebijakan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran kebijakan dalam mendorong gentrifikasi komersial serta menjelaskan bagaimana relasi aktor dan konfigurasi kekuasaan membentuk restrukturisasi ruang dan ekonomi kawasan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui analisis kronologi kebijakan, analisis hierarki untuk memetakan relasi kebijakan langsung dan tidak langsung, serta analisis argumen untuk menguji hubungan kausal antara kebijakan dan transformasi kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gentrifikasi komersial di Cibaduyut terkonfirmasi dan bersifat dominan state-led, dipicu oleh intensifikasi pembangunan, agenda peremajaan kawasan, penguatan industri kreatif, serta kebijakan tata ruang yang mendorong komersialisasi dan peningkatan nilai lahan. Transformasi ini mencerminkan pergeseran dari sentra produksi berbasis komunitas menjadi kawasan perdagangan dan jasa.
ANALISIS SEBARAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL-2 DI SUNGAI DAN DELTA MAHAKAM
Sungai Mahakam merupakan salah satu sungai terbesar di Indonesia dan memiliki peran penting dalam kehidupan sosial, ekonomi, serta lingkungan di Kalimantan Timur. Tingginya debit sungai serta aktivitas manusia pada Daerah Aliran Sungai menyebabkan meningkatnya proses erosi dan sedimentasi, sehingga konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) cenderung tinggi terutama di wilayah muara. Penelitian ini bertujuan menganalisis sebaran TSS di Sungai Mahakam dan perairan sekitarnya menggunakan citra Sentinel-2 MSI. Data yang digunakan merupakan data bulanan tahun 2021, sedangkan verifikasi dilakukan menggunakan data lapangan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur. Pengolahan citra dilakukan melalui proses cloud masking, koreksi atmosfer, dan penerapan algoritma estimasi TSS. Perbandingan dua algoritma menunjukkan bahwa algoritma Budhiman memberikan hasil terbaik dengan nilai RMSE 23,0 mg/L dan MAE 19,5 mg/L. Pemetaan menunjukkan bahwa konsentrasi TSS tertinggi berada di muara sungai dan menurun ke arah laut. Variasi TSS bulanan dipengaruhi oleh curah hujan, terutama selama fenomena La NiΓ±a 2021 yang meningkatkan debit sungai. Korelasi TSS terhadap arus bernilai rendah karena dominasi proses pasang surut dan dinamika lokal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sentinel-2 efektif digunakan untuk pemantauan TSS di wilayah estuari tropis serta memberikan gambaran penting mengenai dinamika sedimen di Sungai Mahakam.
STUDY PENENTUAN NILAI KAPASITANSI PARASITIK PADA MOTOR INDUKSI DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ANSYS ELECTRONICS DESKTOP (AED)
Motor induksi tiga fasa merupakan motor listrik yang banyak digunakan pada berbagai pengaplikasian industri karena memiliki konstruksi yang sederhana, efisien yang tinggi, serta tingkat keandalan yang baik. Pada struktur motor induksi terdapat interaksi elektromagnetik antar komponen seperti stator, rotor, dan frame. Interaksi tersebut dapat menimbulkan kapasitansi parasit yang terbentuk akibat adanya beda potensial listrik yang dipisahkan oleh udara maupun material isolasi. Kapasitansi parasit pada motor induksi umumnya terdiri dari kapasitansi statorframe (Csf), rotor-frame (Crf) dan stator-rotor (Csr). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dari kapasitansi parasit pada motor induksi tiga fasa. Simulasi dilakukan menggunakan software ANSYS Maxwell dengan metode matriks kapasitansi guna menentukan hubungan kapasitif antar stator- rotor, dan frame. Model ini dilakukan dalam dengan variasi slot stator yang berubah yaitu, 30, 36, 42 dan 48 serta variasi jarak antar stator-rotor dari 5 mm hingga 10 mm. Dari variasi jarak sehingga simulasi dilakukan dengan dua kondisi elektromagnetik yaitu stator membesar dan rotor mengecil untuk mengamati pengaruh perubahan dimensi terhadap distribusi medan lsitrik dan nilai kapasitansi yang dihasilkan. Hasil simulasi menunjukkan perubahan dari jumlah stator dan jarak stator-rotor mempengaruhi yang signifikan pada kapasitansi stator-rotor dan rotor-frame, dimana nilai Csr dan Crf cendrung menurun seiring dengan bertambahnya jarak jarak stator-rotor. Sedangkan pada kapasitansi stator-frame cendrung lebih konstan untuk seluruh variasi slot stator dan jarak stator-rotor. Hal ini menunjukkan bahdwa distribusi medan listrik antar stator frame lebih dipengaruhi oleh geometri motor dibandingkan perubahan parameter slot. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebiih baik mengenai karakteristik kapasitansi parasit pada motor induksi serta menjadi dasar dalam analisis fenomena arus bocor dan tengana poros pada system penggerak listrik.
PENGEMBANGAN SISTEM KENDALI DAN GRAPHICAL USER INTERFACE (GUI) UNTUK PENGUJIAN KETERULANGAN ALAT BANTU REHABILITASI EKSTREMITAS BAWAH PORTABEL
Laboratorium Biomekanika Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara β Institut Teknologi Bandung telah mengembangkan purwarupa robot rehabilitasi ekstremitas bawah yang bernama Rehab - Bot. Purwarupa ini masih mengalami kendala berupa ketidaksesuaian balik arah gerak pada posisi ekstrem, sehingga gerakan motor menjadi tidak stabil pada sudut minimum dan maksimum. Kondisi ini menjadi hambatan dalam pelaksanaan pengujian performa dan penilaian keterulangan purwarupa. Agar pengujian keterulangan dapat dilakukan, pada penelitian ini dilakukan tahap persiapan berupa pengembangan sistem kendali motor serta modifikasi perangkat antarmuka pengguna ( interface ). Setelah tahap persiapan dilakukan, penelitian dilanjutkan dengan pengujian keterulangan sistem melalui analisis parameter sudut gerakan lutut yang dihasilkan oleh mekanisme Rehab - Bot. Modifikasi sistem kendali dilakukan dengan mengganti library AccelStepper dengan kendali berbasis pulsa yang dihasilkan oleh mikrokontroler. Pendekatan ini digunakan untuk menghasilkan kontrol gerakan yang lebih deterministik serta mengurangi overshoot dan ketidakstabilan pada sudut ekstrem. Selain itu, antarmuka pengguna juga dimodifikasi dari GUI berbasis Raspberry Pi menjadi GUI berbasis MATLAB design App yang berfungsi sebagai supervisory controller untuk konfigurasi parameter latihan, visualisasi respons sistem, dan pencatatan data eksperimen. Setelah modifikasi dilakukan, pengujian keterulangan dilakukan dengan mengoperasikan Rehab - Bot secara kontinu pada mode pasif selama 24 jam dan 48 jam, kemudian dianalisis menggunakan parameter sudut gerak lutut per siklus seperti amplitudo dan perioda gerakan. Hasil modifikasi menunjukkan bahwa sistem kendali baru mampu menghasilkan gerakan yang lebih stabil pada sudut ekstrem serta memungkinkan konfigurasi parameter dan pencatatan data yang lebih terstruktur melalui GUI berbasis MATLAB. Hasil pengujian keterulangan menunjukkan konsistensi gerakan yang sangat tinggi. Pada pengujian 24 jam, amplitudo gerakan memiliki mean 95 . 036Β°, standar deviasi 0 . 330Β°, dan c oefficient of v ariation 0 . 347%, dengan kesamaan bentuk gelombang antar siklus yang ditunjukkan oleh root mean square error (RMSE) 1.1032Β°. Pada pengujian 48 jam, konsistensi sistem meningkat dengan mean 95.001Β°, standar deviasi 0.291Β°, dan coefficient of variation 0.306%, serta root mean square error menurun menjadi 0.7941Β°. Nilai RMSE yang rendah menunjukkan bahwa bentuk gelombang gerakan antar siklus memiliki tingkat kesamaan yang tinggi, sehingga pola gerakan yang dihasilkan Rehab-Bot tetap konsisten dan tidak mengalami perubahan dinamik yang signifikan selama pengoperasian.
PENENTUAN STRATEGIS TARGET PASAR PEMBERI KERJA UNTUK PLATFORM REKRUTMEN DIGITAL PRA-PELUNCURAN: STUDI KASUS LOKERKU
Penelitian ini membahas permasalahan strategis yang dihadapi Lokerku, sebuah platform rekrutmen digital yang masih berada pada tahap pra-peluncuran, terkait belum ditetapkannya target pasar pemberi kerja yang jelas untuk peluncuran awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi segmen pemberi kerja yang paling sesuai dalam pasar rekrutmen Jakarta serta merumuskan strategi pemasaran yang mendukung proses masuknya platform ke pasar. Penelitian menggunakan pendekatan pemecahan masalah secara kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder serta Focus Group Discussion (FGD) internal bersama tim Lokerku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa startup tahap pertumbuhan menengah di Jakarta merupakan segmen yang paling sesuai sebagai target pasar awal karena memiliki kebutuhan rekrutmen yang relatif konsisten untuk talenta lulusan baru dan kandidat tingkat awal serta menunjukkan kesesuaian dengan fitur utama Lokerku, khususnya sistem pencocokan kandidat dan dukungan pengembangan karier. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan strategi pemasaran terarah melalui penjangkauan LinkedIn, keterlibatan dalam ekosistem startup, serta program percontohan bagi pemberi kerja untuk mendorong adopsi awal platform.
OPTIMASI SIMULTAN KONFIGURASI LOADING ARM MULTI PRODUK DAN PENUGASAN MOBIL TANGKI PADA LOADING BAY TERMINAL BBM TESIS
Distribusi BBM memiliki kompleksitas operasional yang tinggi karena mobil tangki umumnya berkonfigurasi multi kompartemen dan dapat mengangkut lebih dari satu jenis produk dalam satu perjalanan, sementara kapasitas layanan sangat ditentukan oleh konfigurasi fasilitas pada filling shed. Pada studi kasus Depot Teluk Kabung (Sumatra Barat), depot menyalurkan BBM ke sekitar 165 SPBU dan memiliki 17 loading bay, namun kondisi aktual menunjukkan setiap loading bay hanya memiliki satu loading arm produk. Akibatnya, mobil tangki yang membawa dua produk berbeda berpotensi harus melakukan pengisian dua kali pada loading bay yang berbeda sehingga waktu layanan per shipment meningkat, sedangkan untuk produk yang sama, keterbatasan jumlah arm menghambat pengisian paralel. Literatur pada konteks fuel terminal masih dominan membahas VRP dan scheduling, sementara struktur keputusan yang menggabungkan capacity design fasilitas pemuatan dan assignment kendaraan dalam satu model relatif belum banyak disentuh. Karena itu, posisi penelitian ini diklaim sebagai model perencanaan secara simultan untuk mencari konfigurasi loading arm multi produk dan penugasan mobil tangki pada loading bay, dengan rujukan struktur keputusan dari dua studi warehouse yaitu (Young et al., 2023) dan (Derhami et al., 2018). Secara konseptual, sel pada gudang dipandang sepadan dengan loading bay, iii sementara kapasitas fisik seperti pemilihan racking dan block stacking diposisikan sepadan dengan jumlah dan konfigurasi loading arm per produk. Penelitian ini mengembangkan model optimasi (MILP) yang secara simultan menentukan jumlah loading arm per produk di setiap loading bay dan mengalokasikan setiap mobil tangki ke tepat satu loading bay sehingga seluruh kompartemen kendaraan diisi pada bay yang sama dengan batas jam operasi harian. Untuk skala besar, model dilengkapi greedy heuristic sebagai metode praktis ketika penyelesaian eksak menjadi berat secara komputasi Hasil uji komputasi menunjukkan bahwa model optimasi yang dikembangkan mampu merepresentasikan keputusan terintegrasi antara konfigurasi jumlah loading arm multi produk pada setiap loading bay dan alokasi kendaraan multi kompartemen ke bay layanan. Pada skala data kecil hingga menengah, solver LINGO mampu mencapai solusi global optimal dengan GAP 0% dan waktu komputasi singkat. Namun, ketika ukuran masalah meningkat, waktu komputasi LINGO cenderung naik dan pada beberapa skenario mencapai batas waktu maksimum sehingga solusi berada pada kategori layak. Di sisi lain, algoritma heuristik greedy menghasilkan kualitas solusi yang kompetitif dengan rata-rata GAP terhadap LINGO sekitar 4,9% serta waktu komputasi jauh lebih cepat, sehingga sesuai untuk skala data besar. Secara operasional, konfigurasi fasilitas multi produk dan penugasan kendaraan yang simultan menurunkan kebutuhan kendaraan berpindah antar bay, meningkatkan paralelisme layanan, dan memperbaiki efisiensi waktu operasi pengisian. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan terintegrasi dapat mendukung pemenuhan permintaan SPBU secara lebih andal. Pengembangan lanjutan mencakup integrasi time windows, perencanaan multi periode, serta pemodelan gangguan operasional.
EVALUASI LAYANAN PENGEMBANGAN BISNIS PADA INKUBASI BERBASIS UNIVERSITAS: STUDI KASUS THE GREATER HUB
Inkubator bisnis berbasis universitas dipandang sebagai penghubung penting dalam memfasilitasi bisnis rintisan dengan menggabungkan sumber daya akademis dengan layanan inkubasi bisnis. Meskipun inkubator bisnis semakin banyak didirikan, hanya sedikit penelitian yang dilakukan untuk mengukur dampak layanan inkubasi bisnis terhadap pengembangan kemampuan kewirausahaan, kecuali kinerja bisnis jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas layanan pengembangan bisnis yang diberikan oleh The Greater Hub SBM ITB, yang berafiliasi dengan Institut Teknologi Bandung. Penelitian ini berfokus pada pengukuran dampak layanan terhadap kemampuan menengah, yaitu peningkatan dampak sosial dan pembangunan aliansi, dan pengaruhnya terhadap logika pengambilan keputusan kewirausahaan, yaitu kausalitas dan eksperimentasi & kerugian yang terjangkau. Pendekatan penelitian kuantitatif, yaitu penelitian penjelasan kuantitatif, digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan inkubasi bisnis yang diberikan oleh The Greater Hub SBM ITB dalam mengembangkan kemampuan menengah dan pengaruhnya terhadap logika pengambilan keputusan kewirausahaan. Populasi penelitian ini terdiri dari 266 startup yang telah diinkubasi di The Greater Hub SBM ITB dari tahun 2019 hingga 2025. Pemodelan persamaan struktural digunakan sebagai teknik analisis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan pengembangan bisnis memiliki dampak yang kuat pada pembangunan aliansi ekosistem dan bahwa dampak tersebut terbatas pada kemampuan penskalaan. Penskalaan dampak sosial terkait positif dengan perencanaan terstruktur, sementara pembangunan aliansi sangat terkait dengan pengambilan keputusan yang adaptif dalam lingkungan yang tidak pasti. Studi ini menyimpulkan bahwa inkubator berbasis universitas harus dinilai berdasarkan kapasitas mereka untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan daripada berfokus pada kriteria berbasis output.
MENGEVALUASI KELAYAKAN KOMERSIAL PERAWATAN KULIT YANG TERINSPIRASI DARI TOKEK DAN DIREKAYASA SECARA BIOTEKNOLOGI UNTUK PIGMENTASI
Konsumen perawatan kulit terus mengkhawatirkan masalah pigmentasi seperti melasma, flek hitam, warna kulit tidak merata, dan hiperpigmentasi pasca inflamasi (PIH). Karena kurangnya penyesuaian dalam perawatan kulit tradisional, banyak orang masih merasakan hasil yang bervariasi bahkan dengan beragam solusi pencerah. Wawasan biologis baru yang dapat mengarah pada penggunaan kosmetik yang lebih terfokus diberikan oleh penemuan ilmiah terbaru, termasuk pengamatan bahwa mutasi pada gen SPINT1 mempengaruhi proses pigmentasi pada tokek Lemon Frost. Hasil ini menjadi landasan teoritis untuk Radiance, pendekatan perawatan kulit presisi yang terinspirasi dari tokek yang mencakup peptida bioteknologi, bahan aktif berbasis bukti, dan penyesuaian opsional berbasis DNA. Sehubungan dengan perawatan kulit berbasis bioteknologi, penelitian ini mengamati persepsi pelanggan, tantangan adopsi, faktor kepercayaan, dan kelayakan komersial. Minat pelanggan terhadap penyesuaian berbasis DNA adalah sedang (rata-rata = 3,28/5), namun niat membeli mereka jauh lebih rendah (rata-rata = 2,62/5), menurut survei utama (n = 53), yang didominasi oleh responden berusia antara 18 dan 24 tahun. Kekhawatiran mengenai akurasi, harga premium, privasi data, dan waktu yang dibutuhkan untuk menerima hasil berbasis DNA merupakan empat kendala utama yang selalu muncul. Di sisi lain, indikator pembangunan kepercayaan yang paling kuat ditemukan dalam rekomendasi dokter kulit dan bukti studi klinis, diikuti oleh bukti sosial seperti gambar sebelum dan sesudah. Menurut perkiraan keuangan berdasarkan pemodelan COIL Task 2, Radiance dapat memperoleh keuntungan sebesar AUD 525,216 dan penjualan sebesar AUD 4,48 juta selama periode lima tahun, dengan titik impas sebesar 6,686 unit. Temuan-temuan ini menunjukkan adanya peluang finansial yang signifikan, mengingat pertimbangan yang cermat terhadap harga, transparansi, dan kepercayaan. Berdasarkan temuan penelitian secara keseluruhan, bioteknologi yang terinspirasi dari tokek menawarkan potensi untuk menciptakan produk perawatan kulit yang lebih akurat. Namun, keterlibatan dokter kulit, tata kelola data yang etis, validasi ilmiah, dan komunikasi efektif yang menjembatani kesenjangan antara minat teoritis dan perilaku pembelian aktual semuanya diperlukan untuk keberhasilan penerapan. Radiance menunjukkan bagaimana psikologi konsumen dan keahlian biologis dapat digunakan untuk menciptakan strategi bisnis perawatan kulit presisi yang sukses.
RISET KESADARAN MEREK DIGITAL BUTTERFLY SCOUT
Studi ini menganalisis seberapa efektif poster iklan digital dapat meningkatkan kesadaran merek terhadap Butterfly Drone, sebuah pesawat tanpa awak (UAV) pencarian dan penyelamatan (SAR) yang terinspirasi dari alam dan ditujukan untuk respons bencana perkotaan. Studi ini menggunakan proses penelitian terstruktur tujuh langkah yang meliputi definisi masalah, tinjauan literatur teori pemasaran, poster iklan digital, analisis data survei paparan, dan rekomendasi. Studi ini menggunakan skala Likert dan pertanyaan terbuka untuk mengukur daya ingat jangka pendek, pengenalan, dan metrik minat tanpa melakukan validasi teknis atau validasi pengetahuan produk mendalam terhadap responden. Temuan menunjukkan daya ingat visual yang kuat dari demonstrasi penyelamatan yang disimulasikan, yang juga menunjukkan keterbatasan dalam penerapan profesional dan dampak jangka panjang. Oleh karena itu, modifikasi kampanye seperti peningkatan grafik deteksi korban selamat direkomendasikan untuk pasar dengan keterbatasan sumber daya. Melalui analisis tematik dari respons kualitatif dan beberapa metode perekrutan (survei online melalui Google Form), metodologi ini memastikan akurasi metodologis dan konsistensi dengan model faktual dampak iklan digital. Untuk meningkatkan kesadaran publik, tambahan di masa mendatang dapat mencakup data kinerja yang telah diuji di lapangan dan analisis berkelanjutan.
EVALUASI KEBIJAKAN OPERASIONAL SISTEM PRODUKSI SEPABLOCK MENGGUNAKAN PENDEKATAN SIMULASI
Industri ketenagalistrikan memiliki tanggung jawab fundamental untuk selalu memenuhi permintaan energi listrik, namun pemenuhan tersebut dihadapkan pada dua tantangan utama, yaitu ketidakpastian permintaan dan kompleksitas penentuan konfigurasi sistem yang melibatkan konsekuensi teknis dan biaya operasional. Tantangan ini juga terjadi pada sistem distribusi PT PLN (Persero) UP3 Jambi, dimana masih sering terjadi pemadaman akibat defisit daya yaitu permintaan lebih besar dari kapasitas yang tersedia. Dalam periode 2018β2025, tercatat 60 kali pemadaman dengan rata-rata durasi 102 menit akibat defisit daya dengan total kerugian sebesar Rp. 504.431.452. Akar permasalahan tersebut adalah belum terintegrasinya proses prediksi beban listrik dengan proses perencanaan kapasitas jaringan distribusi listrik dan penentuan konfigurasi jaringan, dimana keputusan operasional masih bertumpu pada data historis dan konfigurasi eksisting yang bersifat statis sehingga tidak mempertimbangkan kemungkinan kenaikan beban yang dapat menyebabkan trip. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem prediksi permintaan beban listrik dan perencanaan kapasitas jaringan distribusi listrik berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan Mixed-Integer Linear Programming (MILP) dimana model prediksi yang dibentuk menggunakan metode statistik multiple linear regression (MLR) dengan variabel meliputi beban historis, data kalender, kondisi cuaca, jumlah pelanggan, serta variabel teknis operasional. Pemilihan variabel pada penelitian ini menggunakan stepwise regression, serta evaluasi model menggunakan MAPE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MLR mampu menghasilkan tingkat akurasi prediksi yang kompetitif, dengan MAPE di bawah 5% pada horizon waktu per jam, per hari dan perbulan yaitu MAPE per jam 3,74%, MAPE per hari 4,76% dan MAPE per bulan 4,62% sehingga layak digunakan sebagai input bagi optimasi konfigurasi. ii Perencanaan kapasitas jaringan distribusi listrik dan rekonfigurasi jaringan pada penelitian ini menunjukkan potensi pengurangan biaya kerugian energi, biaya unmet demand dan biaya kejadian trip melalui rekomendasi rekonfigurasi switching yang dapat diterapkan pada sistem IoTβSCADA, sehingga konfigurasi jaringan dapat disesuaikan secara adaptif terhadap perubahan beban. Berdasarkan hasil optimasi, sebanyak 21 feeder di rekonfigurasi dengan total biaya sebesar Rp. 28.622.992,78 dengan penghematan sebesar 76,44% dibanding sistem aktual.