📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPENGOLAHAN AIR LIMBAH LAUNDRY RUMAHAN DI KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN FILTRASI BIO-CHAR, BIO-SAND, DAN KOMBINASINYA
Peningkatan aktivitas usaha laundry menyebabkan peningkatan produksi air limbah yang mengandung bahan kimia dan zat organik berbahaya. Air limbah laundry meningkatkan beban organik tinggi serta berpotensi menurunkan kualitas lingkungan perairan apabila tidak diolah terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pengolahan air limbah laundry skala rumahan menggunakan bio-sand filter, bio-char filter, serta penggunaan media kombinasi keduanya. Dalam biofiltrasi, proses penyisihan parameter pencemar dapat melalui mekanisme sorpsi serta degradasi secara biologi melalui pertumbuhan biofilm yang melekat pada media filter. Proses menumbuhkan biofilm dalam media filter dilakukan secara circulating batch reactor (CBR), sedangkan uji keterolahan air limbah dilakukan secara kontinyu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi media pasir dan karbon aktif memberikan efisiensi penyisihan tertinggi untuk COD (87.57%), fosfat (79.03%), dan TKN (68.33%). Selain itu, penyisihan dengan media filter yang sama untuk parameter surfaktan adalah sebesar 95.53% dan parameter TSS sebesar 61.03%.
MENINGKATKAN AKURASI ESTIMASI PENJUALAN PRODUK KAKAO DENGAN MENGGUNAKAN METODE LEAN SIX SIGMA
Akurasi estimasi penjualan memiliki peran krusial dalam menjamin efisiensi operasional, optimalisasi persediaan, dan reliabilitas pada industri berbasis komoditas dan logistik yang intensif. ABC Cocoa mengalami tantangan yang berkelanjutan dalam mendapatkan akurasi estimasi yang dapat diandalkan, hal ini mengakibatkan seringnya penjadwalan ulang, perubahan jadwal pengiriman, serta ketidakselarasan antar fungsi di internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi akurasi peramalan penjualan di ABC Cocoa, mencari solusi untuk mengatasi akar penyebab permasalahan serta mencegah berulangnya masalah ini, dan menentukan Teknik estimasi yang paling sesuai bagi perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan kerangka Lean Six Sigma DMAIC (Define – Measure – Analyze – Improve – Control) guna merancang proses peramalan yang paling kompatibel untuk diterapkan di ABC Cocoa. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan data historis periode Januari 2024 hingga Desember 2025 untuk mengukur kinerja awal dari proses peramalan yang digunakan saat ini dengan menggunakan metrik Mean Absolute Percentage Error (MAPE), Forecast Bias, dan Root Mean Square Error (RMSE). Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan para pemangku kepentingan kunci yang terlibat dalam proses estimasi, yang mencakup fungsi Sales, Sales & Operations, PPIC, dan Shipping. Hasil wawancara menunjukkan bahwa ketidakakuratan estimasi di ABC Cocoa terutama disebabkan oleh lemahnya tata kelola dalam proses estimasi, kurangnya integrasi kelayakan eksekusi, tidak adanya stabilitas peramalan, serta integrasi penilaian ahli (expert judgment) yang tidak terstruktur. Penelitian ini mengusulkan suatu kerangka perbaikan yang terdiri dari empat alur utama, yaitu stabilisasi tata kelola peramalan, integrasi kelayakan, peningkatan estimasi kuantitatif, serta integrasi penilaian ahli secara terstruktur melalui Expert Knowledge Elicitation (EKE). Selanjutnya, mekanisme pengendalian diterapkan melalui penyusunan SOP, penetapan struktur RACI yang jelas, pemantauan KPI, serta siklus tinjauan berkala untuk memastikan keberlanjutan perbaikan.
MERANCANG STRATEGI GO-TO-MARKET YANG EFEKTIF UNTUK SUPLEMEN TIDUR TERINSPIRASI HIBERNASI (LIMUSLEEP)
Kurang tidur telah menjadi masalah yang meluas, terutama di kalangan mahasiswa dan profesional yang bekerja di Australia. Banyak orang dewasa tidak tidur sesuai rekomendasi 7-9 jam per malam, dan hal ini menyebabkan penurunan kinerja kognitif, berkurangnya produktivitas, dan menurunnya kesejahteraan secara keseluruhan. Masalah tidur kronis juga dikaitkan dengan risiko kesehatan yang lebih serius, termasuk penyakit kardiovaskular, obesitas, kecemasan, dan depresi. Kebanyakan orang yang menghadapi masalah ini tidak mencari obat resep, tetapi mereka juga menginginkan sesuatu yang lebih efektif daripada tips gaya hidup dasar, itulah mengapa terdapat celah nyata di pasar untuk suplemen tidur alami yang didukung sains. Proyek ini mengembangkan strategi go-to-market (GTM) dan positioning untuk LimuSleep, sebuah konsep suplemen tidur yang saya kerjakan sebagai bagian dari unit Entrepreneurship Experience di Deakin University bersama tim saya, The Gherkins. LimuSleep terinspirasi dari penelitian hibernasi pada lemur kerdil berekor gemuk, menggunakan narasi ilmiah ini untuk memposisikan suplemen alami di sekitar gagasan tidur yang dalam dan berfokus pada pemulihan. Masalah bisnis utamanya adalah bahwa LimuSleep memiliki konsep yang menarik dan validasi awal, tetapi belum memiliki strategi yang jelas tentang bagaimana produk ini harus diposisikan atau dibawa ke pasar. Tanpa menyelesaikan hal ini, merek tersebut berisiko terlalu kabur untuk menonjol atau terlalu teknis untuk dipahami oleh konsumen sehari-hari. Proyek ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama adalah mengevaluasi bagaimana merek suplemen tidur yang ada memposisikan diri mereka dan mengidentifikasi celah. Kedua adalah mengembangkan proposisi nilai yang terdiferensiasi untuk LimuSleep. Ketiga adalah merancang rencana GTM terstruktur yang mencakup segmen target, saluran utama, dan pesan inti. Saya menggunakan kerangka kerja yang menggabungkan analisis PESTEL, Porter's Five Forces, analisis SWOT, dan Competitive Profile Matrix, yang semuanya didukung oleh survei kuantitatif terhadap 31 responden di Australia berusia 18-40 tahun yang mengalami kesulitan tidur secara rutin. Data sekunder dari laporan pasar, materi kompetitor, dan literatur akademik juga digunakan. Sekitar 87,1% responden tidur kurang dari tujuh jam pada hari kerja, 67,7% khawatir tentang efek samping suplemen, dan 93,5% merasa sulit untuk mempercayai merek baru. Blackmores adalah merek yang paling dikenal dengan tingkat kesadaran 80,6%, sementara kompetitor dari segmen nutrisi olahraga seperti Red Dragon dan EHP Labs tetap bersifat niche. Meskipun ada tekanan kompetitif ini, 100% responden menilai konsep LimuSleep lebih unik dibandingkan produk yang sudah ada dan 93,5% menganggapnya kredibel secara ilmiah, yang menunjukkan bahwa sudut pandang terinspirasi hibernasi merupakan pembeda yang nyata. Namun, kepercayaan tetap menjadi hambatan terbesar terhadap konversi, dan temuan ini sangat memengaruhi strategi yang direkomendasikan. Tiga alternatif strategis dievaluasi menggunakan kerangka keputusan Kepner-Tregoe. Strategi hibrida farmasi-digital dipilih sebagai opsi terbaik. Pendekatan yang direkomendasikan dimulai dengan peluncuran digital langsung ke konsumen untuk pengujian pasar yang cepat, kemudian beralih ke distribusi farmasi pada Fase 2 untuk membangun kepercayaan dan kredibilitas institusional, dan akhirnya menargetkan mahasiswa pada Fase 3 melalui produk uji coba dengan harga lebih rendah sebesar AUD 35. Rencana implementasi penuh berjalan selama 12 bulan, membutuhkan estimasi AUD 151.000-228.000 pada Tahun 1, dan memproyeksikan sekitar 3.300 unit terjual dengan titik impas tercapai pada pertengahan Fase 3. Kesimpulan utamanya adalah bahwa cerita ilmiah LimuSleep benar- benar menjadi pembeda, tetapi keberhasilan komersial bergantung pada prioritas terhadap orang dewasa yang bekerja sebagai segmen utama terlebih dahulu, memimpin dengan konten yang didukung sains dan direkomendasikan oleh profesional kesehatan, serta mengamankan distribusi farmasi sebagai mekanisme utama pembangun kepercayaan untuk mengubah minat menjadi pembelian aktual.
IDENTIFIKASI MICRORNA YANG MENARGET FAKTOR TRANSKRIPSI SEBAGAI REGULATOR TIDAK LANGSUNG JALUR BIOSINTESIS KURKUMIN DALAM UPAYA PENINGKATAN KANDUNGAN KURKUMIN PADA CURCUMA LONGA L.
Kunyit (Curcuma longa L.) merupakan tanaman obat Indonesia yang memiliki nilai ekonomi penting dengan ekstrak kurkumin sebagai senyawa unggulan dari rimpang kunyit. Kurkumin merupakan salah satu jenis senyawa metabolit sekunder kurkuminoid yang kaya akan potensi farmakologis, di antaranya menunjukkan aktivitas antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, antivirus, antidiabetik, hingga antikanker. Namun demikian, kadar kurkumin dalam ekstrak rimpang kunyit secara alami rendah (±3–8% berat kering) dengan jumlah yang bervariasi antar varietas. Kondisi ini disebabkan oleh biosintesis kurkumin yang sangat bergantung pada faktor genetik maupun lingkungan. Akibatnya, produksi obat-obatan yang membutuhkan ekstrak kurkumin mengalami kendala dalam memenuhi konsistensi dosis dan kualitas. Selain itu, rendahnya kadar kurkumin menyebabkan kebutuhan rimpang kunyit lebih besar sehingga meningkatkan biaya produksi. Upaya peningkatan kadar kurkumin melalui pemuliaan konvensional seringkali menghadapi hambatan karena kondisi keanekaragaman genetik kunyit yang rendah serta sifat steril kunyit akibat status triploid (3n). Maka dari itu, pengembangan metode pemuliaan molekuler diperlukan sebagai solusi perbaikan sifat tanaman yang lebih tepat sasaran dan efisien. Salah satu pendekatan rekayasa genetik, yakni genome editing dapat digunakan untuk menarget sistem regulasi ekspresi gen jalur biosintesis kurkumin. Regulasi ekspresi gen dikendalikan oleh peran microRNA dan faktor transkripsi (TF). Dalam konteks ini, miRNA dan faktor transkripsi (TF) bekerja dalam jaringan regulasi yang saling berinteraksi untuk mengontrol perkembangan dan adaptasi tanaman. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) membandingkan ekspresi diferensial miRNA kunyit pada dua aksesi kunyit dengan kadar kurkumin lebih tinggi dan lebih rendah, (2) mengidentifikasi jenis- jenis miRNA yang menarget faktor transkripsi terkait regulasi ekspresi gen jalur biosintesis kurkumin, dan (3) menentukan gen-gen yang ditarget oleh faktor transkripsi dari miRNA berkaitan dengan regulasi biosintesis kurkumin. Penelitian ini menggunakan dua sampel rimpang kunyit yaitu aksesi kunyit dengan kadar kurkumin lebih tinggi (No. aksesi CL?82: 4,94% b/b kurkuminoid) dan aksesi kunyit berkadar kurkumin lebih rendah (No. aksesi CL?61: 2,51% b/b kurkuminoid), masing-masing dilakukan pengujian dengan dua ulangan. MiRNA dari rimpang kunyit diekstraksi menggunakan kit isolasi microRNA, kemudian kualitas hasil isolasi divalidasi melalui pengukuran kemurnian dan konsentrasi miRNA serta visualisasi pita miRNA pada gel elektroforesis. Pengurutan basa miRNA pada kedua kelompok sampel dilakukan dengan small RNA sequencing menggunakan platform Illumina NovaSeq 6000. Ekstraksi miRNA menghasilkan miRNA murni yang terkonfirmasi melalui pengukuran rasio kemurnian serta visualisasi pita dengan ukuran sesuai karakteristik miRNA. Hasil pembacaan sekuens miRNA dari masing-masing sampel diperoleh bacaan mentah sejumlah 11 – 16 juta reads. Melalui tahap quality control hasil akhir diperoleh bacaan bersih miRNA (18 – 28 bp) sejumlah 5 – 12 juta reads. Identifikasi novel dan known miRNA menghasilkan 154 known miRNA dan 85 novel miRNA. Dari jumlah tersebut, 21 miRNA dilaporkan terekspresi signifikan melalui analisis ekspresi diferensial miRNA di mana 14 miRNA mengalami kenaikan ekspresi (upregulated) dan tujuh miRNA mengalami penurunan ekspresi (downregulated). Analisis prediksi target miRNA menggunakan psRNAtarget menunjukkan tujuh jenis miRNA menarget faktor transkripsi. Empat miRNA yaitu novel-miR99, zma-miR156b, novel-miR7, dan novel-miR92 terekspresi naik sementara tiga miRNA lainnya, yaitu ath-miR158, novel-miR29, dan osa-miR159 terekspresi turun. Analisis Gene Ontology dari gen target faktor transkripsi ditemukan berperan dalam regulasi transkripsi, aktivasi faktor transkripsi, pengikatan DNA serta respons terhadap cekaman dan sinyal hormon sehingga berpotensi dalam regulasi tingkat atas biosintesis kurkumin. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan varietas C. longa unggul melalui pendekatan genome editing yang menargetkan miRNA pada masa mendatang.
PERUMUSAN STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN TERINTEGRASI SECARA ETIS UNTUK MENINGKATKAN AKUISISI ANGGOTA UNTUK PRODUK BEBAS ROKOK PT HM SAMPOERNA TBK
Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat konsumsi rokok tertinggi di dunia, sehingga menimbulkan tantangan tersendiri dalam upaya pengurangan dampak kesehatan akibat konsumsi rokok. Menanggapi kondisi tersebut, Philip Morris International menetapkan visi strategis untuk membangun masa depan tanpa asap rokok, yang diimplementasikan di Indonesia oleh PT HM Sampoerna Tbk melalui pengembangan produk bebas asap rokok. Namun demikian, meskipun perusahaan telah melakukan berbagai inovasi dan menunjukkan komitmen yang kuat terhadap transformasi tersebut, tingkat akuisisi anggota produk bebas asap rokok masih belum optimal. Kondisi ini dipengaruhi oleh ketatnya regulasi pemerintah serta kebijakan internal perusahaan yang membatasi aktivitas komunikasi pemasaran dalam industri tembakau. Selain itu, perbedaan karakteristik dan kesiapan perilaku konsumen dalam beralih ke produk bebas asap rokok menuntut pendekatan komunikasi yang lebih terstruktur, beretika, dan patuh terhadap regulasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi Integrated Marketing Communication (IMC) yang relevan dalam mendukung akuisisi anggota produk bebas asap rokok di PT HM Sampoerna Tbk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Weighted Scoring Model untuk mengevaluasi dan memprioritaskan saluran komunikasi, elemen desain komunikasi, serta prinsip etika pemasaran. Data primer akan diperoleh melalui kuesioner terstruktur, yang didukung oleh data sekunder dari literatur akademik, laporan perusahaan, dan dokumen regulasi. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah tersusunnya kerangka strategi IMC yang aplikatif, berorientasi pada perilaku konsumen, serta mampu memberikan kontribusi manajerial bagi PT HM Sampoerna Tbk dan pengembangan kajian IMC dalam industri yang sangat teregulasi.
PENGARUH KEPEMILIKAN SELEBRITI TERHADAP NIAT BELI MELALUI PERSEPSI KEASLIAN: STUDI KASUS PADA RARE BEAUTY OLEH SELENA GOMEZ
Meningkatnya konsep celebrity-owned brands semakin berkembang dan memengaruhi perilaku konsumen, khususnya konsumen yang menaruh perhatian besar pada autentisitas dalam komunikasi merek. Berbeda dengan endorsement, celebrity-owned brands menunjukkan keterlibatan langsung dalam pengembangan dan pengelolaan merek, sehingga berpotensi meningkatkan kepercayaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh celebrity ownership terhadap purchase intention pada Rare Beauty oleh Selena Gomez melalui perceived authenticity sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan kerangka Stimulus-Organism-Response (SOR), di mana celebrity ownership berperan sebagai stimulus, perceived authenticity sebagai organism, dan purchase intention sebagai respons. Meaning Transfer Theory oleh McCracken digunakan untuk menjelaskan bagaimana nilai dan identitas selebritas dapat ditransfer ke merek dan selanjutnya memengaruhi konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner daring kepada 123 responden di Indonesia berusia 18-28 tahun yang telah mengenal Rare Beauty. Data dianalisis menggunakan SPSS dan hasil penelitian menunjukkan bahwa celebrity ownership berpengaruh positif terhadap perceived authenticity dan purchase intention. Selain itu, perceived authenticity juga berpengaruh positif terhadap purchase intention. Analisis mediasi menunjukkan bahwa perceived authenticity memediasi secara penuh hubungan antara celebrity ownership dan purchase intention.
KERANGKA STRATEGI PEMASARAN PRA PELUNCURAN UNTUK LOKERKU: STUDI EKSPLORATIF TENTANG FAKTOR PENDORONG ADOPSI PADA INDIVIDU KARIER AWAL DI JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kerangka strategi pemasaran pra peluncuran bagi LokerKu, yaitu platform rekrutmen digital yang dirancang untuk mendukung pencari kerja karier awal di Jakarta. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi platform digital baru dalam menarik calon pengguna sebelum memasuki pasar. Dalam konteks tersebut, pemahaman mengenai persepsi target pengguna terhadap konsep platform yang ditawarkan menjadi penting untuk menyusun strategi masuk pasar yang efektif. Penelitian ini menggunakan kerangka Difusi Inovasi dari Rogers dengan fokus pada empat atribut utama, yaitu keunggulan relatif, kesesuaian, kompleksitas, dan kemudahan diamati. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif eksploratif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur terhadap individu karier awal berusia 19 sampai 25 tahun di Jakarta yang memiliki pengalaman dalam mencari pekerjaan atau magang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LokerKu dipersepsikan secara positif ketika diposisikan sebagai platform yang tidak hanya menyediakan informasi lowongan kerja. Partisipan menilai fitur seperti pencocokan kerja yang terarah, dukungan penyusunan curriculum vitae, persiapan wawancara, dan pelacakan lamaran sebagai fitur yang relevan dan bernilai. Keunggulan relatif terlihat dari kemampuan platform dalam memberikan arahan dan dukungan yang lebih jelas selama proses pencarian kerja, sedangkan kesesuaian tercermin dari kecocokan antara konsep platform dengan kebutuhan pengguna karier awal. Kesederhanaan, kejelasan, serta visibilitas progres juga menjadi faktor penting dalam membentuk persepsi positif. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa LokerKu perlu diposisikan sebagai pendamping karier yang terpercaya bagi pencari kerja karier awal dengan menekankan dukungan yang praktis, kredibilitas, kemudahan penggunaan, serta komunikasi nilai yang jelas sebelum peluncuran.
PERBANDINGAN USER-GENERATED CONTENT (UGC) DAN INFLUENCER ENDORSEMENT SEBAGAI ELECTRONIC WORD OF MOUTH (E-WOM) DI TIKTOK DALAM MEMPENGARUHI MINAT BELI GENERASI Z: KASUS PADA SOMETHINC INDONESIA
Saat ini, TikTok telah menjadi salah satu platform media sosial yang paling berpengaruh dalam aktivitas pemasaran. Platform ini digunakan pemasar untuk menyebarkan electronic word of mouth (e-WOM), yang dianggap sebagai sumber informasi tepercaya oleh konsumen, khususnya dalam industri skincare, di mana e-WOM memengaruhi keputusan pembelian. Namun, meskipun e-WOM tersebar luas secara online, masih belum jelas sumber e-WOM mana yang lebih efektif dalam mendorong purchase intention. Oleh karena itu, penelitian ini membandingkan User-Generated Content (UGC) dan Influencer Endorsement untuk mengetahui pengaruh yang lebih kuat terhadap konsumen Generasi Z pada merek skincare Somethinc. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei online yang dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Sebanyak 218 responden berpartisipasi, dengan 107 responden terpapar UGC (ulasan pelanggan) dan 111 responden terpapar influencer endorsement di TikTok. Trust juga diuji sebagai variabel moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer endorsement memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention produk Somethinc, sedangkan UGC tidak berpengaruh signifikan. Selain itu, trust tidak memoderasi hubungan antara e-WOM dan purchase intention, tetapi memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap purchase intention. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran berbasis influencer lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan ulasan pelanggan dalam meningkatkan purchase intention konsumen Generasi Z terhadap merek skincare lokal di Indonesia.
ANALISIS VALUASI, SINERGI, DAN EXIT STRATEGY DARI MERGER POTENSIAL GOTO-GRAB: SUATU PERSPEKTIF KEUANGAN STRATEGIS
Studi ini mengkaji kelayakan finansial dari potensi merger antara Grab dan GoTo, dua perusahaan platform digital terkemuka di Indonesia yang memiliki layanan tumpang tindih di bidang mobilitas, pengiriman makanan, dan pembayaran. Meskipun memiliki skala yang besar, kedua perusahaan tersebut terus mencatat kerugian signifikan akibat operasi yang tumpang tindih dan biaya akuisisi pelanggan yang tinggi. Seiring dengan pergeseran fokus investor dari pertumbuhan ke profitabilitas, merger dapat menjadi jalur potensial menuju efisiensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Discounted Cash Flow (DCF) dan Free Cash Flow to Firm (FCFF) untuk memperkirakan nilai perusahaan secara terpisah selama lima tahun. Sinergi kemudian diperkirakan berdasarkan penghematan biaya dan potensi peningkatan pendapatan dari integrasi operasional. Nilai perusahaan gabungan dibandingkan dengan jumlah nilai perusahaan secara terpisah untuk menilai manfaat merger. Dua strategi keluar yang disederhanakan dimodelkan: (1) Penawaran Umum Perdana (IPO) menggunakan rasio EV/Pendapatan, dan (2) Penjualan Strategis menggunakan rasio EV/EBITDA. Ini memberikan wawasan tentang bagaimana investor mungkin merealisasikan nilai setelah merger. Temuan menunjukkan bahwa merger berpotensi menghasilkan sinergi yang signifikan serta meningkatkan daya tarik finansial perusahaanl, meskipun tetap menghadapi risiko implementasis dan keterbatasan regulasi. Walaupun analisis ini terbatas pada pemodelan finansial berbasis data publik, analisis ini memberikan wawasan awal yang relevan bagi para pemangku kepentingan dalam mengevaluasi strategi konsolidasi di sektor digital.
ANALISIS KEPATUHAN PENGATURAN BEBAN PEMBANGKIT PANAS BUMI PADA SISTEM KELISTRIKAN JAWA, MADURA, DAN BALI: STUDI KASUS PADA 5 UNIT PLTP DI JAWA BARAT
Sistem kelistrikan Jawa–Madura–Bali (Jamali) menghadapi tuntutan pengoperasian yang semakin ketat, baik dari sisi efisiensi biaya maupun mutu layanan yang tercermin pada kestabilan frekuensi. Pada saat yang sama, pembangkit panas bumi berperan sebagai salah satu tulang punggung pasokan karena karakteristiknya yang andal dan beroperasi kontinu. Namun, dalam praktik operasi harian, masih dijumpai deviasi antara rencana operasi dengan realisasi keluaran pembangkit. Deviasi tersebut berpotensi menurunkan efektivitas pengendalian frekuensi, meningkatkan kebutuhan cadangan, serta memunculkan konsekuensi ekonomi pada tingkat sistem. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini membahas kepatuhan dispatch lima unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Jawa Barat pada tahun 2024. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data perintah dispatch dan data realisasi energi kelima unit sepanjang tahun 2024. Data instruksi dispatch dari operator sistem dibandingkan dengan data output daya aktual dari kelima unit PLTP untuk mengukur tingkat deviasi dalam berbagai rentang waktu (harian, bulanan, tahunan, dan real-time). Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa deviasi kepatuhan real-time rata-rata pada PLTP X secara signifikan berfluktuasi, melampaui batas toleransi yang ditetapkan oleh Grid Code, baik pada kondisi over-generation maupun under-generation. Secara teknis, ketidakpatuhan dispatch pada PLTP X disebabkan oleh belum tersedianya fasilitas Automatic Generation Control (AGC). Secara finansial, belum ada insentif-disinsentif yang mendukung kepatuhan dispatch. Hasil analisis memberikan dampak teknis berupa deviasi frekuensi sistem kelistrikan Jamali. Perhitungan dampak finansial dianalisis berdasarkan kontrak PPA dan realisasi produksi. Analisis-analisis tersebut memberikan output untuk pemangku-pemangku kepentingan upaya untuk meningkatkan kepatuhan dispatch.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PROYEK BUDIDAYA IKAN NILA BERBASIS BIOFLOC TECHNOLOGY (BFT) DI PADANG PARIAMAN, SUMATERA BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial rencana investasi usaha budidaya ikan nila menggunakan metode Biofloc Technology (BFT) yang dijalankan dalam skala usaha mikro dan kecil. Studi ini menggunakan pendekatan project-based financial feasibility analysis dengan studi kasus pada satu unit usaha budidaya ikan nila air tawar di Indonesia. Analisis dilakukan dengan menyusun proyeksi arus kas proyek dan mengevaluasi kelayakan investasi menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), dan Profitability Index (PI). Tingkat diskonto ditentukan berdasarkan Weighted Average Cost of Capital (WACC) yang dihitung sesuai dengan karakteristik proyek. Biaya ekuitas dihitung menggunakan Capital Asset Pricing Model (CAPM) dengan beta industri pertanian sebagai proksi risiko sistematis yang disesuaikan dengan struktur pendanaan proyek. Biaya utang didasarkan pada tingkat bunga pinjaman bank. Karena usaha beroperasi di bawah skema pajak final UMKM sebesar 0,5% atas omzet, biaya bunga tidak memberikan manfaat pengurang pajak sehingga tidak terdapat interest tax shield dalam perhitungan biaya modal. Hasil analisis menunjukkan bahwa proyek budidaya ikan nila dengan metode biofloc layak secara finansial, yang ditunjukkan oleh nilai NPV yang positif, IRR yang lebih tinggi dibandingkan WACC, serta nilai Profitability Index di atas satu. Analisis sensitivitas dan analisis skenario menunjukkan bahwa kelayakan proyek paling dipengaruhi oleh perubahan harga jual dan biaya pakan, yang merepresentasikan risiko pasar dan risiko operasional utama. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pelaku UMKM dan investor dalam mengevaluasi keputusan investasi di sektor akuakultur dengan mempertimbangkan risiko dan regulasi pajak yang berlaku.
PERANCANGAN STRATEGI POSITIONING KOMPETITIF LOKERKU UNTUK DIFERENSIASI DARI PLATFORM PENCARIAN KERJA YANG ADA DI INDONESIA.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi positioning kompetitif bagi LOKERKU, sebuah platform pencarian kerja digital yang dirancang untuk membantu pencari kerja tahap awal di Indonesia. Di pasar yang semakin kompetitif, banyak platform yang menawarkan layanan serupa, sehingga penting bagi LOKERKU untuk membedakan diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner online yang mengukur persepsi pengguna terhadap dimensi-dimensi seperti Kepercayaan, Dukungan Karier , dan Kemudahan Penggunaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun kemudahan penggunaan dan kredibilitas menjadi dasar penting, dukungan karier terstruktur masih kurang diperhatikan oleh banyak platform. Oleh karena itu, LOKERKU memiliki peluang untuk membedakan diri dengan memberikan dukungan yang lebih mendalam dalam mempersiapkan pencari kerja awal.
PRINSIP TATA KELOLA INTEGRASI KPBU DALAM KERANGKA P3NK UNTUK PENGEMBANGAN TOD DI KAWASAN METROPOLITAN INDONESIA
Abstrak bisa dilihat di filenya
PENGEMBANGAN PERANGKUMAN PERTEMUAN OTOMATIS DENGAN PENDEKATAN ABSTRAKTIF MENGGUNAKAN SISTEM CASCADING
Dalam era komunikasi digital, kebutuhan akan efisiensi dalam pengelolaan informasi rapat semakin mendesak. Karyawan dalam proyek global rata-rata menghabiskan lebih dari 16 jam per minggu dalam rapat, sehingga rekaman dan transkrip menjadi sumber penting bagi pengambilan keputusan. Namun, analisis manual terhadap transkrip rapat sering kali tidak efisien. Penelitian ini mengusulkan pendekatan cascading system yang mengintegrasikan Automatic Speech Recognition (ASR) Whisper dengan Large Language Model (LLM) Deepseek untuk menghasilkan ringkasan abstraktif. Proses ini diperkuat dengan Voice Activity Detection (VAD) serta fine-tuning Sentence Transformer (MiniLM). Metodologi penelitian meliputi persiapan data, pembangunan sistem, dan evaluasi. Dataset yang digunakan berasal dari MeetingBank dan AMI Corpus dengan sebagai data uji pertemuan. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik Word Error Rate (WER) untuk transkripsi dan ROUGE Score untuk ringkasan. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa penerapan VAD mampu menurunkan WER dari 11,75% menjadi 6,07%. Fine-tuning MiniLM meningkatkan F1-score dari 0,72 menjadi 0,84 dengan akurasi 0,87. Pada tahap peringkasan, kombinasi VAD + MiniLM (fine-tuned) + Deepseek few-shot prompting menghasilkan skor ROUGE-1 sebesar 0,71, ROUGE-2 sebesar 0,53, dan ROUGE-L sebesar 0,57, mendekati ringkasan manual (0,65/0,49/0,55). Dengan demikian, sistem cascading terbukti meningkatkan akurasi transkripsi sekaligus kualitas ringkasan abstraktif.
RESILIENSI PASAR KEUANGAN DAN SPILLOVER RISIKO BERDASARKAN RISIKO GEOPOLITIK PADA ASEAN-5
Studi ini menganalisis interaksi dinamis antara Risiko Geopolitik Global (GPR), ketahanan pasar keuangan, dan penularan lintas batas di negara-negara ASEAN-5 (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand). Dengan menggunakan data bulanan dari tahun 2005 hingga 2024 untuk pasar saham, obligasi, dan valuta asing, kami menerapkan analisis kuantitatif tiga tahap. Model Time-Varying Parameter Vector Autoregression (TVP-VAR) digunakan untuk mengukur ketahanan pasar terhadap guncangan GPR global, indeks Diebold- Yilmaz memetakan jaringan penyebaran volatilitas, dan regresi panel menguji apakah ketahanan bertindak sebagai “perisai” terhadap penularan. Kami menemukan bahwa guncangan GPR global secara signifikan mengikis ketahanan keuangan, dengan pasar saham menjadi yang paling rentan. Analisis jaringan mengidentifikasi Malaysia sebagai penyebar risiko dominan dan Thailand sebagai penerima bersih yang konsisten. Secara kritis, hipotesis “perisai ketahanan” sebagian besar ditolak; ketahanan domestik yang lebih tinggi tidak secara efektif melindungi pasar dari penyebaran regional, terutama selama krisis sistemik. Temuan ini menyoroti keterbatasan kebijakan makroprudensial domestik murni dan menekankan kebutuhan akan kerja sama regional yang ditingkatkan, sambil juga menyarankan hasil yang konsisten dengan Hipotesis Pasar Efisien di mana kekuatan penularan sistemik mendominasi pertahanan tingkat nasional.