📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

DIREKTORI ALUMNI ITB 78 2013

Tidak ada deskripsi.

2026
👤 Penulis: Tidak diketahui
🏷️ Manajemen Hubungan Alumni 🏷️ Pengelolaan Informasi Alumni

PENGEMBANGAN ADSORBEN KATIONIK SUPERPARAMAGNETIK BERBASIS NANO FE3O4 UNTUK PENYERAPAN ZAT RADIOAKTIF IODINE-131

Metode penyerapan zat radioaktif iodine-131 (¹³¹I) yang efisien terus menjadi perhatian utama dalam pemanfaatan ¹³¹I di berbagai bidang seperti produksi ¹³¹I, kedokteran nuklir dan keselamatan lingkungan. Dalam penelitian ini, nanopartikel magnetit (Fe?O?) yang difungsionalisasi dengan benzalkonium klorida (Fe?O?-BKC) disintesis melalui metode ko-presipitasi in-situ satu langkah, menghasilkan adsorben superparagmagnetik, bermuatan positif pada seluruh rentang pH dan memiliki kinerja yang optimal dalam menyerap zat radioaktif ¹³¹I. Keberhasilan modifikasi dikonfirmasi oleh FTIR dengan kemunculan puncak khas BKC, EDS dengan terdeteksinya unsur C, N dan peningkatan Cl serta pengukuran zeta potensial yang menunjukkan perubahan muatan Fe?O? menjadi positif di seluruh rentang pH. Berdasarkan uji adsorpsi yang dilakukan, material Fe?O?-BKC menunjukkan kapasitas adsorpsi ¹³¹I sebesar 4174,4 ± 24,5 MBq g-1, nilai yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Fe?O? tanpa modifikasi. Penentuan kapasitas adsorpsi diperoleh melalui pengukuran langsung radioaktivitas ¹³¹I pada fase padat adsorben, yang merepresentasikan nilai adsorbat yang terserap sebenarnya. Adsorpsi paling efektif terjadi pada pH di atas titik isoelektrik, dengan pH optimum berada pada kisaran 7–9. Proses adsorpsi mengikuti model isoterm freundlich dan kinetika pseudo-orde kedua. Selain itu, adsorben dapat diregenerasi dengan mudah melalui perendaman singkat selama 1 menit, yang mampu mengembalikan kapasitas adsorpsi secara penuh. Temuan ini menunjukkan bahwa Fe?O?-BKC merupakan adsorben yang sangat menjanjikan karena memiliki kapasitas adsorpsi terhadap ¹³¹I yang tinggi, dapat dikendalikan secara magnetik, dan dapat diregenerasi untuk penggunaan berulang, sehingga berpotensi besar untuk berbagai aplikasi adsorpsi ¹³¹I.

2026
👤 Penulis: Ahmad Marzuki Ramadhan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGEMBANGAN SISTEM PENGUKURAN KAPASITIF BERBASIS OKSIDA GRAFENA (GO) UNTUK DETEKSI PB2+

Pencemaran air oleh logam berat seperti ion timbal (Pb²?) merupakan ancaman serius bagi kesehatan manusia dan lingkungan, terutama di kawasan industri dan perkotaan yang memiliki aktivitas manufaktur dan limbah berbahaya. Meski batas ambang konsentrasi Pb²? telah ditetapkan oleh WHO dan pemerintah Indonesia, beberapa wilayah masih menunjukkan kadar yang melampaui ambang batas tersebut. Hal ini memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap kualitas air minum, irigasi, dan kehidupan akuatik. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem deteksi Pb²? yang tidak hanya sensitif dan selektif, tetapi juga efisien secara biaya, mudah digunakan, serta memungkinkan pengukuran di lokasi secara langsung tanpa memerlukan laboratorium khusus. Penelitian ini mengembangkan sensor kapasitif berbasis perubahan fase yang diimobilisasi dengan oksida grafena (graphene oxide, GO) untuk mendeteksi Pb²? dalam air dengan sensitivitas tinggi dan potensi aplikatif di lapangan. Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berfungsi sebagai tahap persiapan yang berfokus pada perancangan dan pengujian awal sistem sensor kapasitif, dan selanjutnya diujicobakan untuk mendeteksi kadar air dalam biodiesel sebagai model awal untuk menguji sensitivitas sistem terhadap variasi kapasitansi. Sensor menggunakan elektroda semi-silindris tanpa lapisan fungsional, yang dipasang secara non-intrusif pada dinding luar pipa aliran. Tahap ini melibatkan perancangan rangkaian elektronik pengkondisi sinyal, yang terdiri dari konversi kapasitansi ke pergeseran fase, konversi sinyal sinusoidal ke sinyal persegi, dan operasi logika gerbang XOR untuk menghasilkan sinyal pulsa berdurasi spesifik. Sensor diuji dalam mendeteksi kadar air pada biodiesel, menunjukkan hubungan linier antara konsentrasi air (1%–10%) dan output sensor, dengan sensitivitas yang bergantung pada frekuensi dan konfigurasi penguatan sinyal input. Simulasi berbasis fungsi transfer dan bode plot mengkonfirmasi kemampuan deteksi perubahan kapasitansi kecil dalam sistem tersebut. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kondisi optimal terjadi ketika nilai penguatan salah satu sinyal input setengah dari yang lainnya, yang kemudian dikonfirmasi oleh hasil pengukuran aktual. Tahap ini menjadi dasar penting untuk memahami pengaruh variasi kapasitansi terhadap pergeseran fase sebelum diterapkannya material fungsional dalam sistem deteksi spesifik dan selektif. Tahap kedua berfokus pada pengembangan sensor kapasitif untuk deteksi Pb²? dalam air dengan menggunakan elektroda interdigital (Interdigitated Electrode, IDE) yang dilapisi GO sebagai material aktif. Selain itu, dilakukan peningkatan kualitas sistem akuisisi data dan pengolahan sinyal dengan memanfaatkan perangkat Digilent Analog Discovery untuk mereduksi noise dan meningkatkan kestabilan output sensor. GO dipilih sebagai lapisan aktif karena memiliki luas permukaan besar, gugus fungsional reaktif (seperti hidroksil, epoksi, dan karboksil), serta kemampuan selektif terhadap Pb²? yang tinggi. Interaksi Pb²? dengan permukaan GO menyebabkan perubahan distribusi muatan dan nilai kapasitansi antara jari-jari elektroda IDE, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk pergeseran fase sinyal melalui sistem elektronik yang telah dirancang. Seluruh proses pengukuran dan visualisasi data dilakukan melalui perangkat lunak berbasis Python yang terintegrasi dengan antarmuka pengguna. Untuk memastikan keberhasilan proses imobilisasi GO, dilakukan analisis karakterisasi melalui metode SEM untuk mengamati morfologi permukaan, FTIR untuk mengidentifikasi gugus fungsi aktif, serta XRD untuk mengonfirmasi struktur kristalin GO yang terbentuk. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor IDE-GO merespons secara linier terhadap peningkatan konsentrasi Pb²? dalam larutan uji, dengan sensitivitas sebesar 0,0556 °/ppm, waktu respons yang cepat, dan batas deteksi (LOD) mencapai 1,7 ppm. Korelasi linear yang kuat (R² > 0,946) ditunjukkan pada rentang konsentrasi 10–400 ppm, menandakan konsistensi dan reprodusibilitas performa sensor. Teknologi ini tidak hanya setara dengan metode konvensional seperti AAS dan ICP-MS dari segi sensitivitas, tetapi juga menawarkan sistem yang lebih sederhana, ringkas, portabel, serta tidak memerlukan kalibrasi kompleks maupun operator terlatih. Sistem sensor yang dikembangkan menunjukkan potensi besar sebagai perangkat presisi tinggi untuk deteksi ion logam berat seperti Pb²? dalam aplikasi monitoring kualitas air secara real-time dan jangka panjang.

2026
👤 Penulis: Nacep Suryana
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data 🏷️ Hidrologi

PEMODELAN TRANSISI ENERGI INDONESIA MENUJU NET ZERO EMISSIONS 2060: PENDEKATAN SYSTEM DYNAMICS YANG MENGINTEGRASIKAN TATA KELOLA, KETAHANAN FINANSIAL, DAN LEGITIMASI SOSIAL

Indonesia mempunyai sebuah komitmen berupa Net Zero Emission di tahun 2060. Komitmen tersebut merepresentasikan transformasi sosio-teknis berskala nasional yang bukan hanya mencakup perubahan sistemik pada tata kelola, mekanisme pembiayaan, dan legitimasi sosial. Walaupun kebijakan memiliki ambisi yang terus meningkat, begitu pula investasi dengan mobilitasnya. Namun, realisasi dari implementasi transisi energi menunjukkan kinerja yang tidak merata. Hal tersebut mengindikasikan adanya kendala struktural yang jauh lebih mendalam. Tesis ini mengembangkan model system dynamics berskala nasional untuk menganalisis bagaimana kredibilitas tata kelola, ketahanan finansial, dan legitimasi sosial berinteraksi secara endogen dalam bentuk lintasan jangka panjang transisi energi Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan mixed methods, penelitian ini mengintegrasikan antara wawasan kualitatif dan kuantitatif. Wawasan kualitatif berupa hasil dari wawancara dengan pakar menggunakan metode semi-terstruktur ke dalam struktur kausal model. Wawasan kualitatif ini kemudian dikombinasikan dengan pemodelan stok-flow yang merupakan wawasan kuantitatif. Model tersebut merepresentasikan interaksi dinamis antara model intera modal investasi, kapasitas sumber daya manusia, kesiapan infrastruktur, kematangan teknologi, implementasi proyek, dan juga kinerja institusional. Selanjutnya, simulasi skenario dilakukan pada kondisi referensi dan tekanan pada kondisi kelembagaan untuk mengevaluasi perilaku sistem melalui prespektif Triple Bottom Line. Ketiga landasan dasar dari Triple Bottom Line adalah finansial, sosial, dan ekologi. Hasil simulasi menunjukkan adanya ketidak simetrisan struktural yang signifikan antara gangguan pada aspek finansial dengan degradasi pada faktor regulasi. Kontraksi pada aspek finansial menurunkan skala implementasi namun masih mempertahankan dinamika pemulihan gradual. Sebaliknya, pelemahan regulasi menghasilkan efek decoupling yang persisten antara akumulasi modal dan realisasi proyek, di mana modal investasi terus meningkat sementara implementasi proyek mengalami kolaps dalam kurun waktu cepat dan menetap pada ekuilibrium rendah. Rezim ini ditandai oleh adanya reduksi pada loop penguatan implementasi serta dominasi mekanisme amplifikasi risiko dan erosi tata kelola, yang mengindikasikan bahwa kredibilitas tata kelola berfungsi sebagai gerbang struktural utama bagi keberhasilan transisi. Bahkan dalam kondisi ketersediaan finansial yang berkelanjutan, lemahnya koherensi institusional secara sistemik membatasi jalur dekarbonisasi jangka panjang. Penelitian ini membangun kerapuhan dari regulasi dan inkohesi institusional sebagai kendala struktural endogen, bukan sekadar kondisi latar belakang. Dengan mengoperasionalkan kredibilitas tata kelola, ketahanan finansial, dan legitimasi sosial dalam satu kerangka system dynamics terpadu, studi ini memperluas teori transisi keberlanjutan sekaligus menyediakan kerangka pendukung keputusan yang relevan secara kebijakan untuk mengevaluasi ketahanan strategi transisi di bawah ketidakpastian. Temuan utama menegaskan bahwa pencapaian NZE 2060 tidak dapat hanya bergantung pada mobilisasi modal jangka pendek, melainkan juga memerlukan penguatan tata kelola dan pembentukan kapasitas jangka panjang sebagai fondasi utama transisi energi nasional.

2026
👤 Penulis: R R Zahra Auliya S
🏷️ Transisi Energi Indonesia 🏷️ Ketahanan Finansial 🏷️ Legitimasi Sosial

ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHA TAMBAK UDANG PUTIH (LITOPENAEUS VANNAMEI) UNTUK PENGEMBANGAN STRATEGI BUDIDAYA UDANG DI KECAMATAN GEROKGAK, KABUPATEN BULELENG, BALI

Udang putih (Litopenaeus vannamei) sebagai komoditas unggulan akuakultur di Indonesia memiliki nilai produksi yang tinggi. Secara khusus di Bali, produksi udang putih mencapai angka 8.830 ton. Indonesia menargetkan peningkatan nilai ekspor udang putih sebesar 250% dari tahun 2018. Namun dalam mencapai target, timbul masalah penurunan kondisi lingkungan terutama kualitas air yang mempengaruhi daya dukung dan produktivitas. Dampak tersebut dirasakan secara nyata terutama oleh pembudidaya udang putih di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali yang mengganggu keberlanjutan usaha. Penelitian terhadap status keberlanjutan dan pengembangan strategi dilakukan dengan analisis terhadap kondisi pembudidaya. Pengambilan data menggunakan metode observasi dan wawancara untuk menghasilkan data kuantitatif serta kualitatif. Penelitian terhadap kondisi lingkungan dilakukan dengan menganalisis kondisi kerapatan dan luas hutan mangrove dengan penginderaan jauh serta perbandingan terhadap data produksi budidaya udang. Selain itu dilakukan pengecekan kualitas air di ekosistem hutan mangrove, laut, dan tambak budidaya udang putih di Kecamatan Gerokgak untuk mengetahui kelayakan ekologis serta daya tampung terhadap limbah. Analisis keberlanjutan menggunakan metode RAPFISH. Hasil analisis dikembangkan menjadi strategi dengan metode SWOT. Posisi strategi ditentukan dengan IE matrix dan dianalisis lebih lanjut dengan metode QSPM. Hasil yang diperoleh menunjukan terdapat korelasi antara kerapatan dan luas hutan mangrove terhadap produksi udang putih. Kerapatan hutan mangrove yang paling tinggi menurun dari 3 titik menjadi 1 titik dari tahun 2023-2024, serta diikuti dengan penurunan luas dari 604,8 ha menjadi 527,1 ha. Kondisi yang sebanding dengan penurunan produksi udang sebesar 14,45%. Meskipun demikian, indeks pencemaran di area hutan mangrove dan laut masih rendah. Hal tersebut karena daya akomodasi limbah tambak sebesar 196,313 kg/m3 mampu menampung limbah nitrogen (192,53 kg/m3/hari) dan fosfat (77,438 kg/m3/hari) yang paling tinggi saat masa akhir budidaya. Sehingga, secara indeks pencemaran dari lingkungan mangrove dan laut masih normal. Kondisi yang menunjukan daerah Gerokgak masih layak secara ekologis untuk budidaya udang putih. Nilai status keberlanjutan adalah 63,19% menunjukan tingkat potensial, dengan tingkat keberlanjutan paling tinggi dari dimensi teknologi (90,61%) dan paling rendah dari dimensi ekonomi (35,235%). Potensi tersebut perlu didukung dengan strategi pengembangan. Hasil analisis SWOT menunjukan posisi strategi dalam IE Matrix, yaitu hold and maintain. Strategi prioritas yang perlu diimplementasikan berdasarkan hasil QSPM adalah penggunaan biofilter sebagai teknologi pengolahan air dengan nilai TAS 35,886. Dilanjutkan strategi penggunaan formulasi pakan serta bahan aditif yang dapat meningkatkan imunitas dengan nilai TAS 35,528 dan strategi memanfaatkan komunitas budidaya yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan dengan nilai TAS 33,135. Oleh karena itu, implementasi strategi lebih berfokus terhadap peningkatan teknologi untuk pengembangan ekonomi, sehingga memperkuat kondisi ekologis dan sosial terhadap budidaya di Kecamatan Gerokgak. Implementasi strategi dilaksanakan dengan skema bertahap setiap 3 tahun sebagai proses peningkatan, pembangunan, dan penguatan keberlanjutan.

2026
👤 Penulis: I Gede Santana Wiratmaja
🏷️ Akuakultur 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

TOPOLOGY OPTIMIZATION OF TRIPLY PERIODIC MINIMAL SURFACE STRUCTURES FOR HYDROGEN STORAGE APPLICATIONS

Hydrogen energy storage is a cornerstone of the transition toward sustainable and renewable energy systems, requiring innovative solutions for efficiency and scalability. This research explored the application of Triply Periodic Minimal Surfaces (TPMS) structures, focusing on topology optimization to enhance mechanical integrity, internal volume and material efficiency under high loading conditions. For this study, a gyroid-based TPMS structure was integrated into a storage container geometry and optimized using the Solid Isotropic Material with Penalization (SIMP) method under displacement restraint, internal pressure, and external compressive loading. Both non-optimized and optimized structures were then put through static analysis to evaluate the structural response. The optimization process demonstrated stable convergence across all loading cases, resulting in redistributed material aligned with critical load-paths, with post-optimization analysis indicating increased structural compliance and localized stress concentrations, with a modest increase in internal volume. The results display that topology optimization enhances structural efficiency primarily through material redistribution rather than uniform material reduction, highlighting its potential for improving TPMS-based hydrogen storage structures.

2026
👤 Penulis: Arfandi P Santosa
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Optimisasi Struktur

FATIGUE FAILURE OF PIPE STRUCTURE DUE TO DYNAMIC LOADING IMPARTED BY INTERNAL MULTIPHASE FLOW

Fatigue integrity is a critical design factor in piping systems exposed to internal unsteady multiphase flow, as interfacial dynamics generate cyclic pressure loads that can accelerate structural damage. This study evaluates the fatigue response of a thin-walled L-shaped pipe carrying a gas-liquid internal flow by means of one-way CFD-to-FEA coupling. The flow field is computed using a transient pressure-based RANS solver in ANSYS Fluent, employing the VOF model for interface capturing and the standard ???? ? ???? model for turbulence closure without solving energy equation. Wall pressure time histories are then extracted from CFD and imparted onto the pipe walls using ANSYS Mechanical where the pipe structure is modeled using a linear-elastic shell formulation. The stress response is then processed using rainflow counting algorithm before the fatigue damage and life is computed using S-N approach while incorporating Basquin approximation, Modified Goodman mean stress correction and Palmgren-Miner linear damage accumulation. The analysis shows that the multiphase flow case generates higher stress amplitudes (up to approximately 5 MPa) compared to the singlephase equivalent (approximately 0.25 MPa mean fluctuation). Such loading results in no fatigue damage accumulation since the peak stress value on both cases falls under the steel’s endurance limit.

2026
👤 Penulis: Abisatya Hadyan Dhananjaya
🏷️ Fatigue Mechanism 🏷️ Multiphase Flow Dynamics 🏷️ Structural Integrity Assessment

SIMULASI PROTOKOL PENCEGAHAN RUNWAY INCURSION DI BANDARA DUAL-USE DENGAN BLUESKY: STUDI KASUS BANDARA KALIMARAU

Bandara Kalimarau merupakan bandara dual-use yang menangani 5.384 penerbangan sipil dan 424 operasi militer per tahun, sehingga memiliki risiko runway incursion yang signifikan bila koordinasi tidak diatur secara ketat. Penelitian ini mengidentifikasi kelemahan kritis pada dokumen eksisting, karena koordinasi sipil-militer masih bergantung pada kesepakatan umum tanpa definisi jarak aman, kriteria pemisahan waktu, dan prosedur penanganan konflik yang baku. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method sequential explanatory dengan tiga fase. Fase pertama menganalisis tiga studi kasus internasional menggunakan Swiss Cheese Model untuk mengungkap pola kegagalan berlapis, fase kedua menjalankan enam skenario simulasi BlueSky, dan fase ketiga melakukan triangulasi untuk menilai konsistensi antara temuan kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif menemukan lima faktor dominan penyebab runway incursion, yaitu komunikasi implisit, hilangnya kesadaran situasional, celah prosedural dalam dokumen, beban kerja pengontrol yang tinggi, dan minimnya dukungan teknologi deteksi konflik. Simulasi kuantitatif menunjukkan bahwa skenario safe menghasilkan peningkatan Closest Point of Approach (CPA) hingga lebih dari sepuluh kali lipat, penurunan frekuensi konflik lebih dari 90 persen, pengurangan Detection time, dan eliminasi kejadian loss of separation, dengan perbedaan signifikan dibandingkan skenario baseline. Triangulasi menegaskan bahwa kombinasi intervensi prosedural dan teknologi bertahap yang diterapkan di Changi dapat diadaptasi untuk konteks Kalimarau. Berdasarkan gap analysis, penelitian ini menyusun draft protokol Letter of Operational Coordination Agreement (LOCA) baru yang mencakup prosedur hold-short 50 meter dari runway, manajemen kedatangan sekuensial dengan pemisahan 5 menit, fraseologi eksplisit dengan three-part readback dan frasa khusus penyeberangan, peta jalan implementasi bertahap teknologi, serta pembentukan runway safety team lintas lembaga. Kontribusi utama penelitian adalah kerangka integrasi studi kasus dan simulasi untuk perancangan protokol pencegahan runway incursion berbasis bukti pada bandara dual-use, yang dapat direplikasi di bandara penggunaan bersama lain di Indonesia.

2026
👤 Penulis: Hidayatullah Mawaleda
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

THERMODYNAMIC ANALYSIS OF ADSORPTION FREEZE-DRYING SYSTEM FOR FOOD PRESERVATION

Pembusukan pangan terjadi akibat keberadaan air yang mendukung reaksi kimia dan pertumbuhan mikroorganisme. Pengurangan kadar air yang mencapai water activity kurang dari 10% terbukti mampu memperpanjang umur simpan produk. Namun, proses untuk mencapai kadar air ini memerlukan waktu lama dan konsumsi energi yang tinggi. Konsumsi energi dapat dikurangi dengan meningkatkan efisiensi dengan mempelajari proses dan karakteristik metode pengawetan ini. Proses freeze-drying bisa ditingkatkan efisiensinya melalui modifikasi sistem vakum dengan mengintegrasikan ejector yang dipasang pada sebuah generator uap, sehingga memungkinkan sistem pendingin ini untuk memanfaatkan panas buang dari sistem lain. Oleh karena itu kajian termodinamika terhadap sistem freezedrying adsorpsi untuk preservasi makanan ini dilakukan. Analisis termodinamika dilakukan untuk memperoleh neraca massa dan energi freezedrying adsorpsi. Pendekatan ini diawali dengan memperkirakan massa air yang ada di dalam ruang pengeringan berdasarkan ukuran sebuah unit pendingin kecil sebagai pembatas. Lalu, perhitungan energi mencakup proses berbeda yang terjadi, yaitu energi pembekuan dan energi sublimasi. Perhitungan dilakukan menggunakan persamaan kalor sensible dan kalor laten dengan mempertimbangkan massa air tersimpan, sifat termofisik bahan makanan dan fluida tersisa di ruang vakum. Hasil neraca massa digunakan untuk memastikan jumlah energi terpakai sesuai dengan kebutuhan energi pembekuan, energi sublimasi, dan energi mempertahankan temperature dari kebocoran panas ke dalam ruang vakum. Neraca energi mengevaluasi energi masuk kedalam sistem melalui pemanas untuk mengimbangi proses pendinginan, menjaga temperatur dan penggunaan pompa. Kinerja sistem dianalisis melalui perhitungan kinerja sistem yang menghasilkan energi efektif untuk proses sublimasi terhadap total energi yang disuplai untuk melakukan proses dan total waktu proses untuk sublimasi. Nilai COP memberikan indicator kuantitatif tingkat efisiensi termal sistem freeze-drying konvensional. Dalam ruang vakum, perpindahan panas dari bahan makanan terjadi melalui konduksi dan radiasi akibat minimnya proses pergerakan massa fluida. Radiasi berkontribusi sekitar 40–60% terhadap total perpindahan panas, sedangkan konduksi dipengaruhi oleh kadar air tersimpan oleh bahan. Variasi koefisien konduksi oleh bahan makanan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap durasi proses karena tidak terjadi kontak langsung antara bahan dan evaporator. Lamanya proses terutama disebabkan oleh rendahnya laju perpindahan panas dari bahan ke evaporator, yang sangat bergantung pada kandungan air awal. Pemberian panas hingga suhu 60oC terbukti mampu mengurangi waktu sublimasi sebesar 54–58%, tergantung pada kadar air bahan tanpa membuat bahan melalui denaturasi. Hasil ini menunjukan bahwa optimasi sistem vakum dan strategi pemanasan dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi proses freeze-drying.

2026
👤 Penulis: Otniel Adi Laksana
🏷️ Kondensasi Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERENCANAAN STRATEGIS DAN PENILAIAN EKONOMI UNTUK MEMPERPANJANG UMUR TAMBANG PIT X PT ABC

Penelitian ini mengevaluasi dua opsi strategis untuk memperpanjang umur tambang batubara Pit X PT ABC yang telah matang melampaui tanggal penutupan tahun 2027. Studi ini membandingkan rencana relokasi sungai (Skenario 1) dengan pendekatan terintegrasi yang menambahkan depresurisasi lereng (Skenario 2). Tujuannya adalah untuk menentukan strategi mana yang menawarkan nilai ekonomi superior di tengah ketidakpastian pasar dan regulasi. Kerangka metode campuran menggabungkan analisis PESTEL dan VRIO untuk menilai kondisi eksternal dan kapabilitas internal, dilanjutkan dengan model diskonto arus kas (DCF) terperinci menggunakan tingkat diskonto 13,31%. Hasil keuangan menunjukkan Skenario 2 memberikan kinerja lebih kuat, dengan NPV sebesar IDR 2.321,20 miliar, IRR 60,46%, dan periode pengembalian modal 1,96 tahun, mengungguli Skenario 1 (NPV: IDR 2.283,41 miliar, IRR: 40,68%, pengembalian: 7,29 tahun). Nilai tambah berasal dari peningkatan stabilitas lereng, yang mengurangi pengupasan overburden sebesar 16,4%, meningkatkan perolehan batubara, dan menurunkan kebutuhan lahan. Simulasi sensitivitas dan Monte Carlo mengonfirmasi ketahanan Skenario 2, mengidentifikasi biaya produksi dan harga batubara ekspor sebagai faktor risiko utama. Studi ini menyediakan kerangka strategis-keuangan terintegrasi untuk mengevaluasi proyek optimasi pertambangan dan memberikan PT ABC rekomendasi jelas untuk mengadopsi strategi depresurisasi lereng. Pendekatan ini memaksimalkan imbal hasil ekonomi sekaligus meningkatkan keselamatan operasional dan daya saing jangka panjang.

2026
👤 Penulis: Dzakkiyyah Nur Khairunissa
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Keuangan Pertambangan 🏷️ Depresurisasi Leregen

PENINGKATAN KINERJA PASOKAN BATUBARA MELALUI OPTIMASI ALIRAN BATUBARA LEAN DAN KAPASITAS STOCKPILE

Penelitian ini mengkaji sistem pasokan batubara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang disuplai langsung dari tambang batubara, di mana batubara ditampung di stockpile utama (livestock) sebelum diserap oleh PLTU. Seiring dengan meningkatnya produksi dan permintaan batubara, sistem menghadapi tantangan operasional terkait pengelolaan safety stock, keterbatasan kapasitas stockpile, dan inefisiensi aliran batubara. Dalam kondisi saat ini, fluktuasi penyerapan batubara oleh PLTU dan produksi tambang yang relatif stabil mengharuskan livestock mempertahankan persediaan minimum. Namun, keterbatasan kapasitas livestock menyebabkan kelebihan batubara harus disimpan di temporary stockpile, yang menimbulkan aktivitas penanganan berulang, jarak angkut lebih panjang, dan peningkatan biaya operasional. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kinerja pasokan batubara melalui integrasi analisis safety stock, perencanaan kapasitas livestock, dan penerapan aliran batubara yang lebih efisien. Penelitian ini bertujuan menentukan kebutuhan safety stock yang sesuai, mengevaluasi kapasitas optimal livestock untuk menyeimbangkan produksi dan permintaan PLTU, serta menganalisis potensi pengurangan biaya dari implementasi perbaikan. Metode kuantitatif digunakan dengan menggunakan data operasi tahun 2024 serta proyeksi produksi dan permintaan batubara periode 2025–2027. Perhitungan safety stock dilakukan berdasarkan dinamika permintaan, lead time, dan tingkat layanan 95%. Analisis kapasitas dan cost-benefit digunakan untuk membandingkan kondisi saat ini dengan skenario perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan safety stock meningkat dan melampaui batas minimum yang diterapkan saat ini, sementara kapasitas livestock terbukti tidak memadai. Perluasan kapasitas livestock dan pengurangan ketergantungan pada temporary stock mampu menurunkan intensitas penanganan, jarak angkut, dan biaya operasional. Penelitian ini memberikan kerangka analisis terintegrasi untuk mendukung pasokan batubara yang lebih handal dan efisien secara ekonomis.

2026
👤 Penulis: Dian Lazuardy B.A.
🏷️ Optimasi Aliran Batubara 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERUMUSAN EKOSISTEM PARIWISATA HALAL BERDASARKAN FAKTOR PALING BERPENGARUH TERHADAP NIAT BERKUNJUNG WISATAWAN MUSLIM

Industri pariwisata halal global mengalami pertumbuhan yang sangat pesat seiring meningkatnya permintaan perjalanan dari wisatawan Muslim. Namun, perkembangan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan strategis, seperti fragmentasi kebijakan antar destinasi, ketidakkonsistenan standar layanan halal, serta belum adanya standar sertifikasi halal yang terintegrasi. Kondisi ini berpotensi menciptakan pengalaman wisata yang tidak seragam, meningkatkan ketidakpastian bagi wisatawan Muslim, serta melemahkan tingkat kepercayaan dan menurunkan minat berkunjung wisatawan terhadap destinasi yang menerapkan konsep pariwisata halal. Selain itu, banyak destinasi masih menghadapi keterbatasan dalam penyediaan infrastruktur halal yang memadai, promosi yang kurang efektif, serta akses informasi halal yang masih sulit, khususnya melalui platform digital. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun pariwisata halal mengalami perkembangan, perkembangan tersebut masih memiliki berbagai kekurangan, sehingga diperlukan strategi yang komprehensif dengan pendekatan ilmiah dan sistematis untuk memahami faktor-faktor penentu minat berkunjung wisatawan Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi niat berkunjung wisatawan Muslim dalam berwisata halal, (2) menentukan faktor yang paling berpengaruh terhadap niat berkunjung wisatawan Muslim, serta (3) merumuskan strategi yang paling tepat sebagai rekomendasi untuk pengembangan konsep pariwisata halal. Penelitian ini dibangun atas grand theory Theory of Planned Behavior, yang diperluas dengan konstruk-konstruk kontekstual yang relevan dengan pariwisata halal, yaitu religiusitas, kesadaran halal, citra destinasi, kepercayaan terhadap destinasi, nilai yang dirasakan, dan norma subjektif, yang diuji pengaruhnya terhadap niat berkunjung wisatawan Muslim. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner daring yang disebarkan menggunakan berbagai platform media sosial melalui Google Forms. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan metode purposive sampling, dengan kriteria responden berupa wisatawan Muslim. Jumlah responden yang terkumpul sebanyak 212 responden, dan data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS untuk menguji model. Hasil pengujian outer model dan inner model menunjukkan bahwa model telah memenuhi kriteria pengujian yang disyaratkan. Selanjutnya, hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa religiusitas, kesadaran halal, dan norma subjektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berkunjung wisatawan Muslim. Sebaliknya, variabel citra destinasi, kepercayaan terhadap destinasi, dan nilai yang dirasakan tidak berpengaruh signifikan terhadap niat berkunjung wisatawan Muslim dalam penelitian ini. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor internal individu dan faktor sosial, seperti komitmen religius, kesadaran terhadap prinsip halal, serta pengaruh lingkungan sosial, memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan faktor-faktor evaluatif terhadap atribut destinasi dalam membentuk niat berkunjung wisatawan Muslim. Berdasarkan hasil temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan strategi pengembangan pariwisata halal berbasis pendekatan ekosistem. Pendekatan ini menekankan bahwa penciptaan nilai bagi wisatawan tidak dapat dihasilkan oleh satu aktor secara terpisah, melainkan memerlukan keterpaduan peran dan koordinasi antaraktor yang saling melengkapi. Ekosistem pariwisata halal yang diusulkan dalam penelitian ini melibatkan empat aktor utama yang saling terhubung, yaitu: (1) pemerintah dan institusi publik sebagai pembuat kebijakan, penetap standar minimum layanan halal, serta penyedia infrastruktur pendukung; (2) lembaga sertifikasi halal dan otoritas keagamaan sebagai penyedia legitimasi, kepercayaan, dan edukasi halal; (3) pelaku industri pariwisata, pengelola destinasi, dan komunitas lokal sebagai penyedia layanan dan pengalaman wisata yang ramah Muslim; serta (4) platform digital, penyedia informasi, dan influencer sebagai saluran diseminasi informasi halal, pembentuk norma sosial, dan pengurang ketidakpastian. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada integrasi antara temuan empiris mengenai faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap niat berkunjung wisatawan Muslim dengan perumusan strategi berbasis ekosistem yang aplikatif, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan strategis bagi para pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesiapan, daya saing, dan keberlanjutan pengembangan pariwisata halal.

2026
👤 Penulis: Zharfan Muhammad Salman
🏷️ Pariwisata Halal 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

TRANSFORMASI BISNIS DAN KEUANGAN DALAM RESTRUKTURISASI PERUSAHAAN PERIKANAN

Penelitian ini mengkaji restrukturisasi strategis PT XYZ, sebuah badan usaha yang beroperasi di sektor perikanan Indonesia, sebagai respons terhadap kondisi keuangan yang memburuk dan kinerja operasional yang menurun. Meskipun memiliki sumber daya nasional yang melimpah dan portofolio bisnis yang terdiversifikasi—meliputi perdagangan ikan, pengelolaan pelabuhan, dan produksi pakan—PT XYZ mengalami tekanan likuiditas, margin laba negatif, serta peningkatan rasio utang yang signifikan. Tekanan eksternal seperti perlambatan ekonomi global, hambatan regulasi, dan hambatan perdagangan non-tarif semakin memperburuk inefisiensi internal, terutama pada segmen bisnis seperti pabrik pakan dan kantor cabang yang berkinerja rendah. Berdasarkan kerangka teoritis yang berlandaskan Dynamic Capabilities Theory, penelitian ini mengusulkan model restrukturisasi empat pilar yang mencakup transformasi bisnis, efisiensi biaya operasional, restrukturisasi keuangan, dan penyelesaian aset anorganik. Pendekatan metode campuran digunakan dengan mengombinasikan pemodelan keuangan, analisis skenario, serta penilaian Altman Z’’Score untuk mengevaluasi indikator kuantitatif dan proyeksi hasil dari proses restrukturisasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan disiplin terhadap efisiensi operasional, penutupan unit-unit dengan margin rendah, serta skema penyelesaian utang dua tranche—yang dikaitkan dengan arus kas operasional dan divestasi aset—dapat secara signifikan meningkatkan ketahanan keuangan perusahaan. Meskipun diproyeksikan masih mengalami defisit hingga tahun 2024, pemulihan laba diperkirakan terjadi pada 2025, bergantung pada percepatan perizinan dan pemulihan pasar ekspor. Studi kasus ini memberikan model restrukturisasi yang dapat direplikasi untuk sektor berbasis sumber daya di negara berkembang, di mana friksi kelembagaan, inefisiensi modal, dan guncangan geopolitik kerap saling bertemu.

2026
👤 Penulis: Adrianus Ulun Sri Bagio Bawono
🏷️ Restrukturisasi Perusahaan 🏷️ Manajemen Keuangan 🏷️ Dynamic Capabilities Theory

PENGGUNAAN ALGORITMA OPTIMASI STOKASTIK BERBASIS SKENARIO UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN PROCUREMENT BAHAN BAKU KIMIA UNTUK PRODUKSI POLY ALUMUNIUM CHLORIDE (PAC)

PT Cakrawala Indopac merupakan sebuah perusahaan Indonesia yang memiliki spesialisasi berupa kegiatan manufaktur produk water treatment bernama PAC untuk digunakan dengan tujuan meningkatkan kualitas ataupun membersihkan air pada industri. Secara finansial, perusahaan memiliki profit margin yang lebih sehat dibandingkan oleh kompetitor. Namun, operating profit margin yang menjadi komponen esensial dalam keuntungan perusahaan berada di angka yang lebih rendah dari kompetitor tersebut, meski masih memenuhi standar yang ada. Dengan demikian, perusahaan ingin meneliti cara untuk mengoptimasi performa dari divisi operasional, salah satunya kegiatan pengadaan (procurement). Perusahaan melakukan pengadaan 3 bahan kimia utama, yakni bahan A, bahan B, dan bahan C. Dalam perjalaannya, bahan B dan bahan C merupakan material yang harus dibeli dari penyuplai di luar negeri melalui impor. Untuk melakukan itu, perusahaan harus membeli produk tersebut dengan menukar mata uang IDR dengan USD untuk menyelesaikan transaksi saat barang telah dikirim. Namun, fluktuasi nilai tukar mata uang yang sering terjadi membuat perusahaan terpapar ke risiko finansial berupa potensi kerugian puluhan juta apabila rupiah sedang melemah di saat transaksi. Utnuk itu, perusahaan ingin meneliti potensi strategi manajemen risiko menjaga performa pengadaan perusahaan dan mengurangi paparan ke risiko. Pendekatan yang akan dilakukan dalam penelitian ini merupakan strategi heding yang mengkombinasikan aspek kualitatif dan kuantitatif. Untuk pembuktian efektivitasnya akan diuji menggunakan standar yang ada.

2026
👤 Penulis: Chandramauli Isaac Hotasi
🏷️ Optimisasi Finansial 🏷️ Manajemen Risiko 🏷️ Procurement Internasional

MEMBANGUN MANAJEMEN PERUBAHAN UNTUK EFEKTIVITAS ORGANISASI DI STUDIO ARSITEKTUR

Seiring dengan pertumbuhan signifikan sektor kreatif, studio arsitektur menghadapi sebuah tantangan yaitu mencoba menyeimbangkan kreativitas dan proses formalisasi untuk merubah pendekatan menjadi lebih berorientasi bisnis. Penelitian ini mengambil studi kasus Studio A, sebuah studio arsitektur yang sedang berkembang di Indonesia dan didirikan sejak tahun 2010. Studio A telah mencoba menjalani serangkaian inisiatif perubahan untuk menyesuaikan dengan tujuan strategis organisasinya. Inisatif perubahan ini juga didorong oleh perkembangan internal dan eksternal yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, yaitu dengan merestrukturisasi sistem organisasi menjadi lebih “semikorporat” dan mendirikan unit bisnis baru. Meskipun inisiatif perubahan ini telah dibentuk, Studio A belum dapat mengimplementasikannya secara efektif, sehingga inisiatif tersebut menjadi tertunda. Untuk mengatasi masalah bisnis ini, penelitian ini dilakukan untuk menjawab 3 pertanyaan penelitian berikut: (1) Bagaimana tingkat efektivitas organisasi saat ini di Studio A dibandingkan dengan tingkat efektivitas yang diinginkan melalui inisiatif perubahan?, (2) Bagaimana proses perubahan organisasi saat ini selaras dengan kerangka kerja manajemen perubahan untuk mendukung reformasi organisasi yang sukses?, dan (3) Apa tindakan strategis yang harus diimplementasikan Studio A untuk meningkatkan proses manajemen perubahan dan memastikan reformasi organisasi yang efektif?. Kondisi ideal dan kondisi saat ini efektivitas organisasi Studio A dievaluasi menggunakan kerangka kerja McKinsey 7S. Setelah kesenjangan antara dua kondisi tersebut telah diidentifikasi, proses perubahan yang dilakukan Studio A dianalisis menggunakan kerangka kerja Kotter 8-step change management untuk menentukan langkah paling tepat dalam rangka meningkatkan efektivitas organisasi Studio A. Beberapa temuan menunjukkan ada beberapa hal mendasar yang menghambat proses perubahan di Studio A. Selain itu, Kotter 8-step change management dapat menjadi acuan untuk proses perubahan Studio A terutama lima langkah pertama yang berfokus pada melunturkan status quo organisasi. Berdasarkan temuan ini, penelitian ini merekomendasikan serangkaian tindakan strategis yaitu mendefinisikan visi, mengatur otonomi pengambilan keputusan, menetapkan program pengembangan kepemimpinan untuk manajer dan supervisor, menetapkan perekrutan bertahap dan mengevaluasi efektivitas peran, menetapkan manajemen talenta dan jenjang karier, serta menyelaraskan kompensasi dan rekognisi untuk karyawan.

2026
👤 Penulis: Gita Advenia
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi
Halaman 172 dari 6754
💬