📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

EVALUASI EFEK SINERGIS KOMBINASI NANOPARTIKEL TIO2 DENGAN SURFAKTAN ANIONIK DAN ANIONIK-NONIONIK UNTUK APLIKASI PENINGKATAN PEROLEHAN MINYAK

Peningkatan perolehan minyak lanjut diperlukan untuk mengatasi penurunan produksi yang didominasi lapangan tua. Pada metode kimia, surfaktan berperan dalam menurunkan tegangan antarmuka dan mengubah kebasahan batuan dan nanoteknologi membantu meningkatkan kedua mekanisme tersebut. Kombinasi surfaktan dan nanopartikel telah dilaporkan efektif, namun performanya masih bergantung pada stabilitas larutan. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh nanopartikel titanium dioksida (25 – 100 ppm) terhadap kinerja surfaktan alkil etoksi karboksilat (1,25 %b/b) dan alkil eter karboksilat + POE alkil eter (0,85 %b/b) pada salinitas 8.000 ppm melalui karakterisasi larutan dengan pengujian pH dan konduktivitas larutan serta potensial zeta, diikuti dengan uji tegangan antarmuka dan sudut kontak. Muatan permukaan batuan Berea-brine juga diukur untuk merepresentasikan kondisi permukaan batuan Berea, dan uji core flooding dilakukan untuk mengevaluasi kontribusi titanium dioksida terhadap peningkatan perolehan minyak. Hasil yang diperoleh menunjukkan penambahan titanium dioksida berhasil menurunkan tegangan antarmuka serta menurunkan sudut kontak sehingga batuan menjadi lebih water-wet. Hal ini menyebabkan perolehan minyak yang dihasilkan meningkat, dari 2,35% ROIP menjadi 3,26% ROIP pada surfaktan alkil eter karboksilat + POE alkil eter, namun menurun pada alkil etoksi karboksilat (5,65% ROIP ke 4,23% ROIP). Hal ini terjadi karena keterbatasan yang disebabkan oleh masih rendahnya stabilitas larutan surfaktan-titanium dioksida pada skala core Berea, sehingga memodifikasi pH larutan surfaktan-titanium dioksida ke kondisi yang lebih basa direkomendasikan untuk meningkatkan efektivitas titanium dioksida dalam meningkatkan perolehan minyak.

2026
👤 Penulis: Diyana Surya Puspita
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGARUH RISIKO GEOPOLITIK PADA KINERJA SAHAM DALAM INDUSTRI KESEHATAN (STUDI KASUS DI ASIA TENGGARA)

Sektor kesehatan dianggap sebagai "safe haven" bagi investor karena permintaannya yang non-siklis. Namun, era pascapandemi telah menunjukkan kerentanan di industri ini, terutama pada gangguan rantai pasokan global dan gesekan geopolitik. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak Risiko Geopolitik (GPR) terhadap kinerja saham 76 perusahaan kesehatan yang terdaftar di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Singapura) dari tahun 2015 hingga 2024. Dengan menggunakan Indeks GPR Caldara dan Iacoviello, penelitian ini menggunakan Panel Autoregressive Distributed Lag (ARDL) dan Error Correction Model (ECM) untuk menganalisis ekuilibrium jangka panjang dan jangka pendek. Hasil empiris menunjukkan adanya "Paradoks Agregasi". Meskipun analisis sektoral gabungan menunjukkan mekanisme ketahanan yang signifikan dengan kecepatan penyesuaian 13,9%, pada tahap analisis tingkat Perusahaan, hasil menunjukkan adanya kerapuhan yang meluas. Studi ini menemukan bahwa 95% perusahaan yang disurvei (72 dari 76) tidak memiliki mekanisme koreksi kesalahan jangka pendek yang valid. Hal ini menunjukkan bahwa ketahanan hanya dimiliki oleh sebagian kecil perusahaan elit. Lebih lanjut, hasil penelitian juga menunjukkan respons pasar yang dualistik: sementara Risiko Geopolitik dan Inflasi secara umum secara signifikan menekan kinerja saham, Tindakan Geopolitik (GPRA) dan Ancaman (GPRT) malah menunjukkan dampak positif, hal ini menunjukkan adanya "premi kebutuhan" di mana investor mengantisipasi lonjakan permintaan pasokan medis selama konflik yang terjadi. Kesimpulan yang di dapat pada penelitian ini adalah sektor kesehatan bukan "safe haven" melainkan lanskap yang sangat terfragmentasi di mana inflasi menimbulkan ancaman yang lebih besar bagi perusahaan daripada ketidakstabilan politik. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu investor dapat mengadopsi strategi penyaringan "ketahanan mikro" dari bawah ke atas, sementara manajer perusahaan harus memprioritaskan pemisahan rantai pasokan dan lindung nilai inflasi untuk menavigasi "Kesenjangan Ketahanan" yang teridentifikasi di wilayah tersebut.

2026
👤 Penulis: Novia Kusherawati
🏷️ Geopolitik 🏷️ Industri Kesehatan 🏷️ Analisis Pasar

PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA KARYAWAN BERBASIS DIGITAL PADA PT. KREASI EDULAB INDONESIA

Pertumbuhan pesat industri pendidikan di Indonesia dan meningkatnya persaingan antar penyedia pendidikan mengharuskan organisasi untuk mengelola sumber daya manusia secara strategis. Namun, PT. Kreasi Edulab Indonesia masih menggunakan sistem manajemen kinerja karyawan berbasis spreadsheet yang bersifat administratif, bukan real-time, dan tidak secara optimal mendukung transparansi, objektivitas, dan keterlibatan karyawan. Kondisi ini membatasi penggunaan data kinerja dalam pengambilan keputusan dan mengurangi peran manajemen kinerja sebagai alat strategis organisasi, menyoroti kebutuhan transisi menuju sistem yang lebih berbasis digital. Studi ini bertujuan untuk menganalisis sistem manajemen kinerja karyawan yang ada di PT. Kreasi Edulab Indonesia dan merancang transformasi Sistem Manajemen Kinerja Karyawan Digital (DEPMS) yang mendukung umpan balik berkelanjutan, evaluasi kinerja objektif, dan pengembangan karyawan berkelanjutan. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terapan digunakan, dengan memanfaatkan wawancara mendalam, observasi proses internal, dan analisis dokumen organisasi. Data dianalisis secara tematik menggunakan NVivo untuk menangkap kesiapan organisasi, tantangan, dan kebutuhan transformasi. Desain DEPMS yang diusulkan disusun menggunakan kerangka kerja Teknologi– Organisasi–Lingkungan (TOE) untuk menilai kesiapan teknologi, kapasitas organisasi, dan dinamika lingkungan. Desain ini juga didukung oleh model manajemen perubahan ADKAR untuk memastikan kesiapan individu dalam mengadopsi sistem. Temuan menunjukkan bahwa transformasi digital manajemen kinerja, jika didukung oleh pendekatan manajemen perubahan yang terstruktur, dapat meningkatkan kejelasan kinerja, kualitas umpan balik, keterlibatan karyawan, dan efektivitas pengambilan keputusan sumber daya manusia. Oleh karena itu, implementasi DEPMS secara bertahap yang dipandu oleh tahapan ADKAR direkomendasikan untuk memastikan adopsi yang berkelanjutan dan meningkatkan efektivitas manajemen kinerja organisasi.

2026
👤 Penulis: Megawaty Masfufah
🏷️ Manajemen Sumber Daya Manusia 🏷️ Digitalisasi Organisasi 🏷️ Desain Teknologi–Organisasi–Lingkungan (Toe)

FLUID-STRUCTURE INTERACTION NUMERICAL MODELLING OF SUBMERGED PIEZO-ACTUATED FLEXIBLE PLATES USING THERMAL ANALOGY APPROACH

Tesis ini mengembangkan suatu kerangka pemodelan numerik untuk menganalisis interaksi uidastruktur pada pelat eksibel bawah air beraktuasi piezoelektrik. Respons struktur dimodelkan menggunakan metode elemen hingga, dengan aktuasi piezoelektrik direpresentasikan melalui pendekatan analogi termal, sementara pembebanan hidrodinamika tak tunak dimodelkan menggunakan metode kisi pusaran tak tunak. Strategi kopling dua arah bertahap diterapkan untuk memungkinkan interaksi domain uida dan struktur dalam ranah waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopling uida menyebabkan penurunan frekuensi alami, perubahan bentuk ragam getar, serta penambahan redaman hidrodinamika, sementara aktuasi piezoelektrik memengaruhi respons dinamik pelat terendam. Kerangka pemodelan yang dikembangkan menyediakan pendekatan yang esien secara komputasi dan konsisten secara sik untuk analisis struktur eksibel bawah air yang dikendalikan secara aktif, serta menjadi landasan bagi pengembangan sistem bawah air terinspirasi biologis dengan kinerja dinamik yang lebih baik.

2026
👤 Penulis: Rio Bratasena Cahyaningrat
🏷️ Kopling Numerik 🏷️ Analisis Struktur Eksible Bawah Air 🏷️ Teknik Analisis Dinamika

EVALUASI KUALITAS LEARNING MANAGEMENT SYSTEM DAN STRATEGI PENINGKATANNYA: STUDI KASUS DI EDULAB

Digitalisasi yang cepat di dunia pendidikan telah merubah cara bagaimana lembaga menyelenggarakan aktivitas pembelajaran, proses administrasi, dan pencapaian pembelajaran siswa. Hal ini diakselerasi juga dengan adanya situasi pandemi COVID-19. Penggunaan Sistem Informasi (SI), khususnya Learning Management System (LMS) menjadi sangat vital bagi kelanjutan pelaksanaan pelayanan akademik. Edulab sebagai lembaga konsultan pendidikan, dengan lebih dari lima puluh cabangnya yang beroperasi, memiliki LMS yang berperan menjadi sarana yang mengintegrasikan materi pembelajaran, instrumen penilaian, kanal komunikasi, dan pemantauan perkembangan akademik siswa. Meskipun demikian, LMS ini masih menghadapi beberapa kendala teknis yang terus berulang, meliputi ketidakstabilan akses, tidak lengkapnya pertanyaan ujian yang muncul, tampilan data yang tidak akurat, serta gangguan sistem saat penggunaan puncak. Permasalah ini juga dipercaya dapat berkontribusi dalam pencapaian prestasi akademik siswa. Kondisi inilah yang kemudian memperkuat pentingnya penelitian ini dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan mencari tahu apakah sistem telah bekerja dengan cukup baik, mengidentifikasi permasalahan yang terjadi, dan menyusun rencana peningkatan sistem sehingga dapat mendukung Edulab dalam memperbaiki layanannya dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini menganalisis bagaimana kualitas dari LMS Edulab dapat mempengaruhi pelayanan, persepsi pengguna, dan efektivitas keseluruhan dari platform. Selain itu penelitian ini juga mencari tahu kendala dan batasan yang pada akhirnya menghambat penggunaannya. Evaluasi dilakukan terhadap keandalan sistem, akurasi dari informasi, dan tanggapan responsif dalam mendukung layanan LMS ini. Untuk memenuhi tujuan dari penelitian ini, Model Keberhasilan Sistem Informasi DeLone and McLean digunakan sebagai dasar analisis utama, diikuti dengan kerangka Technological-Organization-Environment. Dengan menggunakan kedua kerangka ini, penelitian ini diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap LMS, mempertimbangkan aspek internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan platform. Metode mix digunakan dengan melibatkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Sebanyak 1,081 respon sebagai data kuantitatif kemudian dikumpulkan dari pengguna yang meliputi siswa, orang tua, dan pengajar. Respon dari survey kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk mengetahui bagaimana berbagai dimensi kualitas dari LMS berhubungan dengan kepuasan pengguna dan dampak yang ditimbulkannya. Untuk melengkapi analisis kuantitatif, pengambilan data kualitatif juga dilakukan melalui wawancara terhadap direktur, kepala kurikulum, dan para manajer regional. Hasil wawancara diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kendala sistem yang terus berulang, praktik koordinasi di lapangan, kesiapan pengguna, dan ekspektasi dari pengguna terhadap LMS. Dengan menggabungkan kedua data tersebut, penelitian ini dapat menemukan pola dari data kuantitatif dan gambaran pengalaman nyata yang tidak dapat dideskripsikan melalui data kuantitatif saja. Studi-studi sebelumnya menunjukkan adanya pengaruh dari akurasi informasi, kemudahan penggunaan, dan layanan responsif terhadap bagaimana persepsi dan penilaian pengguna terhadap teknologi pendidikan. Seiring dengan pandangan tersebut, hasil penelitian ini juga menilai bahwa peningkatan performa sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan akan berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna. Diantara semua faktor, ditemukan bahwa kualitas layanan merupakan faktor yang paling dominan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa peningkatan kepuasan pengguna tidak hanya mendorong keterlibatan belajar yang lebih baik, tetapi juga meningkatkan efektivitas proses pembelajaran, kualitas pengambilan keputusan, dan efisiensi layanan pendidikan. Untuk melengkapi temuan kuantitatif tersebut, penelitian kualitatif dilakukan dengan menelaah kondisi nyata di lapangan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan terkait. Pada akhirnya study ini dapat menghasilkan rekomendasi praktis untuk Edulab dalam mengembangkan LMS dan mencapai keberhasilan akademik yang berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Dwi Putri Ayuningtyas
🏷️ Learning Management System 🏷️ Digitalisasi Pendidikan 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGARUH AGING TERHADAP EVOLUSI STRUKTUR MIKRO, SIFAT MEKANIK DAN SHAPE MEMORY EFFECT PADUAN 52FE-28NI-17CO-3TI

Shape Memory Alloy (SMA) berbasis NiTi memiliki Shape Memory Effect (SME) dan superelastisitas yang sangat baik, namun keterbatasan biaya material mendorong pengembangan Fe-based SMAs sebagai alternatif yang lebih ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perlakuan aging terhadap evolusi struktur mikro, sifat mekanik, dan karakteristik SME pada paduan 52Fe– 28Ni–17Co–3Ti. Paduan dibuat menggunakan Vacuum Arc Melting Furnace, dihomogenisasi pada suhu 1100 °C selama 2 jam, kemudian dideformasi melalui hot rolling dengan total reduksi 69,76%. Spesimen selanjutnya diberi Solution Heat Treatment pada suhu 1100 °C selama 30 menit dan quenching, dilanjutkan aging pada suhu 600 °C dengan variasi waktu 6, 12, dan 24 jam. Karakterisasi struktur mikro dilakukan menggunakan Optical Microscopy (OM) dan Scanning Electron Microscopy (SEM), sedangkan identifikasi fasa menggunakan X-ray Diffraction (XRD). Sifat mekanik dievaluasi melalui uji kekerasan Vickers dan uji tekan untuk menentukan critical stress for martensitic transformation (?cr), serta kemampuan SME dianalisis melalui pengukuran shape recovery ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aging memicu pembentukan presipitat berbasis Ti yang menyebabkan peningkatan nilai kekerasan dan ?cr seiring bertambahnya waktu aging. Nilai SME tertinggi diperoleh pada kondisi aging 6 jam dengan shape recovery ratio sekitar 79%. Aging 12 dan 24 jam menyebabkan penurunan SME akibat terjadinya over-aging dan meningkatnya hambatan terhadap transformasi martensitik. Dengan demikian, aging pada suhu 600 °C selama 6 jam direkomendasikan sebagai kondisi optimum untuk memperoleh keseimbangan antara sifat mekanik dan performa Shape Memory Effect paduan Fe–Ni–Co–Ti.

2026
👤 Penulis: Muhammad Fatan Rafiq
🏷️ Karbonisasi 🏷️ Shape Memory Alloys (Sma) 🏷️ Hidrologi Struktur Mikro

IMPLEMENTASI TIME-DRIVEN ACTIVITY-BASED COSTING PADA PERUSAHAAN JASA PENDIDIKAN: STUDI KASUS PT KREASI EDULAB INDONESIA

Pertumbuhan pesat sektor pendidikan swasta meningkatkan kompleksitas operasional dan tekanan biaya, khususnya pada tingkat cabang di mana aktivitas pembelajaran bersifat padat sumber daya dan pemanfaatan kapasitas bervariasi antarprogram. Pada lembaga bimbingan belajar, biaya pengajaran umumnya timbul pada tingkat kelas dan relatif tetap dalam satu siklus akademik, sementara jumlah siswa berfluktuasi. Kondisi ini menyebabkan biaya per siswa yang tinggi pada kelas dengan keterisian rendah dan distorsi pengukuran profitabilitas program, yang tidak dapat ditangkap secara memadai oleh metode penentuan biaya tradisional berbasis alokasi agregat. Penelitian ini menerapkan Time-Driven Activity-Based Costing (TDABC) di PT Kreasi Edulab Indonesia untuk meningkatkan visibilitas biaya dan mendukung pengambilan keputusan manajerial. Tujuan penelitian ini adalah menghitung biaya per siswa pada tingkat program dan cabang, menganalisis profitabilitas program, menentukan ukuran kelas minimum yang layak melalui analisis titik impas, serta mengevaluasi sensitivitas laba operasional terhadap faktor keuangan utama. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui pemodelan dan simulasi TDABC berbasis data aktivitas pembelajaran, kapasitas praktis, laporan keuangan, dan data pendaftaran siswa. Hasil penelitian menunjukkan variasi yang signifikan dalam biaya per siswa dan profitabilitas antarprogram dan cabang. Program yang beroperasi di bawah titik impas mengalami biaya per siswa yang secara struktural tinggi, sementara program dengan tingkat pendaftaran dan pemanfaatan kapasitas yang lebih baik menunjukkan kinerja operasional yang lebih kuat. Analisis sensitivitas mengindikasikan bahwa pendapatan rata-rata per siswa merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap laba operasional. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa TDABC meningkatkan transparansi biaya dan menyediakan dasar analitis yang andal untuk evaluasi kelayakan program, penentuan ukuran kelas minimum, serta pengambilan keputusan operasional dan penetapan harga yang lebih disiplin pada organisasi jasa pendidikan.

2026
👤 Penulis: Muharam Isnaeni
🏷️ Time-Driven Activity-Based Costing (Tdabc) 🏷️ Manajemen Pendidikan Swasta 🏷️ Analisis Profitabilitas Program

INOVASI MODEL BISNIS UNTUK EKSPANSI BISNIS MELALUI PENDEKATAN DESIGN THINKING DAN CUSTOMER JOURNEY: STUDI SEKA LIVING

Pemerintah Indonesia telah meluncurkan Program Tiga Juta Rumah, sebuah inisiatif nasional untuk mempercepat pembangunan hunian terjangkau guna mengurangi backlog perumahan serta meningkatkan akses kepemilikan rumah bagi masyarakat, khususnya generasi Milenial dan Generasi Z. Kebijakan ini membuka peluang bagi pengembang skala kecil dan menengah untuk berkontribusi dalam penyediaan rumah tapak dan klaster perumahan yang sejalan dengan target nasional. Namun demikian, SEKA Living sebagai pengembang properti yang sedang berkembang menghadapi sejumlah tantangan strategis dalam merespons peluang tersebut. Perusahaan mengalami kinerja penjualan yang fluktuatif dan tidak dapat diprediksi, struktur organisasi dan proses bisnis yang masih sangat bergantung pada pihak ketiga tanpa dukungan basis data internal, serta perubahan perilaku konsumen yang semakin menuntut transaksi instan dan skema pembiayaan paylater. Kedua isu tersebut, model bisnis dan pergeseran perilaku konsumen, merepresentasikan permasalahan fundamental yang harus diselesaikan agar SEKA Living dapat tetap kompetitif. Dalam konteks ini, Model Bisnis Inovasi (BMI) dan Pemetaan Perjalanan Pelanggan menjadi konsep yang relevan untuk diterapkan, karena keduanya dapat membantu perusahaan melakukan rekonstruksi model bisnis yang berkelanjutan sekaligus memetakan pengalaman pelanggan yang selaras dengan ekspektasi generasi baru. Penelitian ini mengadopsi pendekatan metode campuran berurutan (sequential mixed method) dengan mengombinasikan data kualitatif (wawancara mendalam) dan data kuantitatif (survei kuesioner). Penelitian ini menggunakan pendekatan sequential mixed method. Data kuantitatif terlebih dahulu digunakan untuk membangun konteks sosio-demografis serta memetakan profil perilaku target pasar SEKA Living. Temuan ini menjadi dasar bagi tahap kualitatif yang dilaksanakan dalam kerangka Design Thinking. Melalui wawancara mendalam, penelitian menggali pengalaman pelanggan pada tahap empathize dan define untuk mengidentifikasi permasalahan inti. Berdasarkan hasil tersebut, ide solusi dikembangkan pada tahap ideate dan selanjutnya divalidasi kembali menggunakan analisis kuantitatif untuk merancang ulang Business Model Innovation (BMI) dan Customer Journey (CJ) SEKA Living. Strategi yang dihasilkan kemudian disempurnakan dan dievaluasi melalui tahap prototype dan testing. Dari isu bisnis menunjukkan bahwa tantangan utama SEKA Living disebabkan oleh ketergantungan pada pihak ketiga dalam akuisisi pelanggan, ketiadaan basis data internal, serta ketidaksesuaian model bisnis saat ini dengan perilaku konsumen yang baru. Penelitian ini mengidentifikasi sejumlah arah strategis bagi SEKA Living, termasuk perancangan ulang mekanisme akuisisi pelanggan, peningkatan kapabilitas pengelolaan data dan informasi, peningkatan pengalaman pembelian properti, serta rekonfigurasi organisasi agar lebih selaras dengan perubahan perilaku pelanggan dan dinamika pasar. Penelitian ini berkontribusi dengan menunjukkan bagaimana pengembang properti skala kecil di Indonesia, seperti SEKA Living, dapat beradaptasi terhadap pergeseran perilaku konsumen dan tekanan persaingan, sekaligus mendukung target nasional penyediaan perumahan melalui integrasi desain perjalanan pelanggan, inovasi model bisnis, dan pendekatan design thinking.

2026
👤 Penulis: Claudia Wirahadi
🏷️ Desain Perjalanan Pelanggan 🏷️ Inovasi Model Bisnis 🏷️ Design Thinking

STUDI KASUS PEMODELAN PREMI MURNI ASURANSI ALAT BERAT BERDASARKAN TIPE JAMINAN, USIA ALAT BERAT, JENIS ALAT BERAT DAN LOKASI RISIKO.

Asuransi Alat Berat memiliki karakteristik risiko yang heterogen akibat perbedaan jenis jaminan, usia alat berat, jenis alat berat, dan lokasi risiko, sehingga pendekatan tarif konvensional berpotensi menghasilkan estimasi premi yang kurang mencerminkan tingkat risiko aktual. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi premi murni asuransi CPM melalui pendekatan aktuaria berbasis data dengan diawali analisis profil klaim menggunakan statistik deskriptif serta segmentasi risiko melalui metode pengelompokan berdasarkan frekuensi, severitas, dan premi murni. Hasil analisis menunjukkan bahwa portofolio asuransi alat berat tidak homogen dan memerlukan pembentukan tarif per sel yang lebih granular untuk mengurangi potensi dibawah harga dan jauh diatas harga pada segmen tertentu. Estimasi premi murni dilakukan menggunakan Tweedie Generalized Linear Models mampu menangkap karakteristik data klaim dengan frekuensi nol yang tinggi dan distribusi severitas berekor kanan. Hasil model dibandingkan dengan metode burning cost dan tarif pembanding internal, yang menunjukkan bahwa pendekatan berbasis model menghasilkan estimasi premi yang lebih stabil, dapat dipertanggungjawabkan secara aktuaria, serta lebih sensitif terhadap variasi tingkat risiko. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan pendekatan penetapan tarif berbasis risiko berbasis tarif per sel sebagai dasar evaluasi dan penyempurnaan tarif premi asuransi alat berat yang lebih adaptif dan berbasis pengalaman klaim.

2026
👤 Penulis: Brigita Yosephine Lumban Gaol
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko

KAITAN ANTARA BILANGAN ISTIMEWA DAN DIMENSI PARTISI GRAF

Suatu pelabelan titik pada graf dikatakan istimewa jika satu-satunya automorfisma yang mengawetkan pelabelan tersebut hanyalah identitas. Bilangan istimewa (distinguishing number) dari graf G adalah nilai terkecil m sedemikian hingga G memiliki pelabelan?m istimewa, dilambangkan dengan D(G). Untuk suatu partisi?k berurutan ? = {S1, S2, ..., Sk} dari V (G), representasi r(v|?) dari titik v terhadap ? adalah (d(v, S1), ..., d(v, Sk)), di mana d(v, S) = min{d(v, x)|x ? S}. Partisi ? tersebut merupakan partisi pembeda dari G bila semua vektor r(v|?) berbeda untuk semua v ? G. Nilai terkecil k di mana terdapat partisi pembeda dengan k kelas partisi dari graf G dinamakan dimensi partisi G, dilambangkan dengan pd(G). Partisi V (G) menjadi k kelas partisi dapat dipandang sebagai pelabelan setiap titik di V (G) ke {1, 2, ..., k}. Pelabelan istimewa yang ditemukan pada tahun 1996 dan partisi pembeda yang ditemukan pada tahun 2000 merupakan dua aturan pelabelan titik yang menarik minat para peneliti di bidang teori graf selama lebih dari 2 dekade. Berdasarkan definisinya, pelabelan istimewa didasarkan atas automorfisma titik, yang mana sifat automorfisma adalah mempertahankan ketetanggaan dari setiap titik yang dipetakan. Diperhatikan bahwa ketetanggaan titik berkaitan erat dengan jarak antar titik pada graf yang merupakan parameter dasar dalam menentukan partisi pembeda suatu graf. Oleh karena itu, cukup masuk akal bila kita menduga terdapat kaitan erat antara dua aturan pelabelan titik tersebut, sesuatu yang belum pernah diteliti hingga saat ini. Baik bilangan istimewa maupun dimensi partisi untuk beberapa kelas graf telah ditemukan. Di antaranya, graf siklus, graf lintasan, graf lengkap, graf Petersen, graf hypercube, graf bintang, graf bipartit lengkap, graf roda (batas atas dan bawah) , graf pohon ulat, pohon firecrackers, subdivisi pohon, dan beberapa struktur pohon lainnya. Namun demikian, hingga saat ini belum ada penelitian yang mengkaji kaitan antara kedua parameter tersebut. Bila kaitan tersebut diketahui, maka pengetahuan mengenai dimensi partisi suatu kelas graf dapat digunakan untuk mencari nilai bilangan istimewa dari kelas graf tersebut, dan sebaliknya. Penelitian disertasi ini akan memberi fokus perhatian pada kaitan dari kedua parameter graf tersebut. Secara lebih spesifik, penelitian disertasi ini berfokus pada kaitan umum dan kaitan khusus antara bilangan istimewa dan dimensi partisi graf sederhana terhubung. Kami berhasil menunjukkan bahwa untuk setiap graf G dimensi partisi merupakan batas atas bagi bilangan istimewa, yaitu D(G) ? pd(G). Kami juga menemukan beberapa kelas graf yang memenuhi D(G) = pd(G), di antaranya Pn, K1,n, Kn, Kn,n, graf bintang ganda Sm,n, dan Cn. Dengan menggunakan pengetahuan mengenai karakterisasi graf berorde n dan dimensi partisi n ? 1 atau n ? 2, kami berhasil mendapatkan beberapa kelas graf yang memenuhi pd(G) ? D(G) = 1 dan pd(G) ? D(G) = 2. Selisih antara dimensi partisi dan bilangan istimewa ini bisa menjadi sangat jauh, yang dapat dilihat contohnya pada graf theta umum dan juga graf roda. Sifat dimensi partisi terkait banyaknya titik kembar ternyata juga dimiliki oleh bilangan istimewa. Selain relasi umum antara dua pelabelan itu, dalam disertasi ini kami juga membahas pelabelan istimewa untuk kelas graf terhubung yang tidak memuat cycle, yaitu graf pohon. Bilangan istimewa maupun dimensi partisi untuk sebarang pohon hingga saat ini belum diketahui. Dalam penelitian ini kami mengkaji pohon berjari-jari 1 dan 2 dengan memperkenalkan notasi tuple. Dengan menggunakan notasi tersebut, dapat ditentukan bilangan istimewa setiap pohon dengan radius tidak melebihi 2. Kami menunjukkan bahwa untuk setiap bilangan bulat positif d, dapat dilakukan karakterisasi semua graf pohon T dengan rad(T) ? 2 dan bilangan istimewa d.

2026
👤 Penulis: Andi Pujo Rahadi
🏷️ Teori Graf 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS EFEKTIVITAS STRATEGI PEMASARAN DIGITAL BANK BJB DALAM MENJANGKAU GENERASI Z: STUDI KASUS PROGRAM KPR GAUL, BJB TANDAMATA GOALS, DAN KAMPANYE SMART BUDGETING

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi pemasaran digital Bank BJB dalam meningkatkan engagement intention Generasi Z, khususnya melalui kampanye digitalnya untuk KPR Gaul, BJB Tandamata Goals, dan Smart Budgeting. Meskipun Bank BJB secara aktif menggunakan platform media sosial seperti Instagram dan TikTok, pengamatan awal menunjukkan tingkat keterlibatan yang relatif rendah dibandingkan dengan benchmark industri perbankan digital. Kondisi ini menyoroti perlunya mengevaluasi elemen-elemen kunci dari strategi pemasaran digital yang dapat mempengaruhi niat Generasi Z untuk terlibat dengan konten digital bermerek. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain kuantitatif yang dominan. Data kuantitatif primer dikumpulkan melalui survei terstruktur yang dibagikan kepada 162 responden Generasi Z berusia 20-27 tahun yang secara aktif menggunakan Instagram dan TikTok. Survei ini mengukur empat konstruk utama: relevansi konten, kredibilitas influencer, ajakan untuk bertindak, dan niat untuk terlibat. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh setiap variabel independen terhadap niat keterlibatan. Untuk memperkaya dan mengkontekstualisasikan temuan kuantitatif, data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan dua informan dari Bank BJB, yang mewakili divisi Corporate Secretary dan Product KPR Expert. Data kualitatif dianalisis dengan menggunakan analisis tematik untuk memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai strategi dan eksekusi kampanye. Penelitian ini menjawab tiga pertanyaan penelitian utama: (1) Apakah relevansi konten mempengaruhi niat keterlibatan Generasi Z? (2) Apakah kredibilitas influencer memengaruhi niat keterlibatan Generasi Z? dan (3) Apakah ajakan untuk bertindak memengaruhi niat keterlibatan Generasi Z? Temuan menunjukkan bahwa relevansi konten, kredibilitas influencer, dan ajakan untuk bertindak masing-masing memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap intensi keterlibatan. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi baik secara teoritis maupun praktis dengan memberikan bukti empiris mengenai pendorong utama niat keterlibatan di kalangan Generasi Z dalam konteks pemasaran perbankan digital. Temuan ini menawarkan wawasan strategis bagi Bank BJB dan lembaga keuangan serupa dalam mengoptimalkan strategi pemasaran digital untuk meningkatkan efektivitas keterlibatan dan memperkuat hubungan jangka panjang dengan audiens yang lebih muda.

2026
👤 Penulis: Fatria Hidayatulloh Effendi
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Generasi Z 🏷️ Kampanye Konten

PENGARUH DINAMIKA TUTUPAN LAHAN TERHADAP FENOMENA URBAN HEAT ISLAND DI KOTA CIREBON

Fenomena Urban Heat Island (UHI) menjadi isu krusial dalam kajian lingkungan perkotaan, dimana peningkatan suhu permukaan kota secara signifikan dipengaruhi oleh perubahan tutupan lahan akibat urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara dinamika tutupan lahan dan fenomena UHI di Kota Cirebon selama periode tahun 2003 hingga 2023. Menggunakan pendekatan geospasial dengan data penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG), penelitian ini mengolah citra satelit Landsat 7 ETM+ dan Landsat 8 OLI/TIRS untuk memperoleh parameter suhu permukaan (Land Surface Temperature, LST), indeks vegetasi (Normalized Difference Vegetation Index, NDVI), serta klasifikasi tutupan lahan (Land Cover, LC). Analisis dilakukan melalui menggunakan regresi linear guna memahami keterkaitan antara peningkatan lahan terbangun, penurunan vegetasi, dan perubahan suhu permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama dua dekade terakhir, suhu permukaan Kota Cirebon mengalami kenaikan rata-rata sebesar 4,2°C dengan peningkatan dominasi lahan terbangun dari 51,07% menjadi 65,07%. Sebaliknya, luas vegetasi mengalami penurunan sebesar 4,69% yang secara spasial berbanding terbalik dengan intensitas LST. Nilai korelasi antara NDVI dan LST menunjukkan hubungan signifikan negatif (R2 = 0,73) yang menegaskan bahwa penurunan kerapatan vegetasi berkontribusi terhadap peningkatan suhu permukaan kota. Fenomena UHI paling kuat teridentifikasi di Kecamatan Harjamukti, Kesambi, dan Lemahwungkuk dimana ketiga kecamatan ini mengalami konversi lahan tertinggi. Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan tata ruang melalui peningkatan ruang terbuka hijau, pengendalian zonasi pembangunan, serta pemanfaatan teknologi geospasial untuk pemantauan berkelanjutan. Secara akademis, hasil studi ini memperkuat teori hubungan negatif antara perubahan tutupan lahan dan intensitas termal perkotaan, serta memberikan kontribusi praktis dalam penyusunan kebijakan yang adaptif terhadap perubahan iklim mikro di kawasan urban pesisir.

2026
👤 Penulis: Syafira Adzhani Hentihu
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Geospasial

MENINGKATKAN KINERJA RESTORAN XYZ MELALUI MANAJEMEN OPERASIONAL DAN EFISIENSI PELAYANAN

Industry kuliner skala menengah di Indonesia menghadapi tantangan operasional yang semakin kompleks seiring meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap kecepatan pelayanan, kenyamanan, dan kualitas yang konsisten. XYZ, sebuah restoran dengan permintaan tinggi mengalami masalah antrian dan waktu tunggu, terutama pada jam sibuk, yang berpotensi mengurangi kepuasan pelanggan dan efisiensi operasional secara keseluruhan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada identifikasi sumber inefisiensi pelayanan dari perspektif operasional dan merumuskan strategi operasional yang paling efektif untuk meningkatkan kinerja pelayanan restoran. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif yang didukung oleh analisis deskriptif dan eksperimental melalui simulasi sistem antrian. Fase penelitian dimulai dengan memetakan alur pelayanan actual dari kedatangan pelanggan, pemesanan hingga aktivitas produksi di dapur. Data primer diperoleh melalui observasi langsung dan pencatatan waktu proses, sedangkan data pendukung dikumpulkan melalui wawancara singkat terkait operasional di Lokasi. Model simulasi dibangun menggunakan Aplikasi Simulasi Arena untuk merepresentasikan kondisi operasional yang ada dan beberapa scenario peningkatan Hasil penelitian menunjukkan bahwa inefisiensi utama di Restoran XYZ disebabkan oleh ketidakseimbangan kapasitas antara stasiun pemesanan makanan dan proses produksi makanan. Berdasarkan simulasi, strategi operasional yang paling efektif adalah kios layanan mandiri dengan pengurangan waktu layanan memasak. Implementasi strategi ini telah terbukti mengurangi waktu tunggu rata rata dan meningkatkan layanan tanpa secara signifikan meningkatkan biaya operasional. Secara konseptual, penelitian ini berkontribusi dalam memberikan rekomendasi yang dapat diterapkan bagi pemilik bisnis untuk meningkatkan efisiensi pelayanan berdasarkan analisis kuantitatif, khususnya dalam konteks bisnis makan dan minuman yang menghadapi keterbatasan sumber daya tetapi menghadapi dinamika permintaan yang tinggi.

2026
👤 Penulis: Alifya Athia Qorina
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan (Model Simulasi) 🏷️ Operasional Bisnis Makanan

EXPERIMENTAL INVESTIGATION OF ENERGY ABSORPTION IN THIN-WALLED CRASH BOX FILLED WITH LATTICE STRUCTURES

Crashworthiness merupakan aspek krusial dalam keselamatan struktur dan transportasi, di mana kemampuan penyerapan energi dan pengendalian deformasi sangat penting untuk mengurangi risiko cedera selama peristiwa tumbukan. Penelitian ini mengkaji kinerja crashworthiness kolom aluminium berbentuk heksagonal yang diisi dengan struktur kisi (lattice), yaitu pola heksagon standar dan honeycomb re-entrant, yang diproduksi menggunakan teknologi manufaktur aditif. Struktur mikro tersebut dievaluasi melalui pengujian tekan aksial kuasi-statik untuk menilai kemampuan penyerapan energi serta perilaku kegagalannya. Metode eksperimen meliputi pengujian tekan pada kolom aluminium heksagonal, baik tanpa isian maupun dengan berbagai jenis lattice, untuk mengkuantifikasi parameter seperti beban puncak, gaya hancur rata-rata, penyerapan energi spesifik, dan efisiensi penghancuran. Sebuah alat uji yang dirancang khusus digunakan untuk merekam pola deformasi serta respons beban–perpindahan. Isian lattice dirancang dengan massa dan dimensi batas yang identik guna memastikan perbandingan yang terkendali. Penggunaan perangkat uji khusus memungkinkan penangkapan pola deformasi dan respons beban-perpindahan secara akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengisi lattice secara signifikan meningkatkan stabilitas struktural dengan mengubah mekanisme deformasi dari global buckling menjadi pelipatan progresif lokal (localized progressive folding). Pola hibrida dan re-entrant, yang memiliki jumlah sudut internal dan engsel plastik yang lebih banyak, menghasilkan SEA dan CFE yang lebih unggul dibandingkan kolom kosong atau heksagonal standar. Dengan mempertahankan massa dan dimensi batas yang identik untuk perbandingan terkontrol, temuan ini menunjukkan bahwa pengisi auxetic dan hibrida hasil cetak 3D menawarkan solusi berkinerja tinggi yang dapat disesuaikan untuk mengoptimalkan disipasi energi dalam aplikasi transportasi yang kritis terhadap keselamatan.

2026
👤 Penulis: Reinhard Rhema
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN SISTEM PROPULSI KAPAL PENDARAT TANK 300 KAKI

Perancangan sistem propulsi pada kapal pendarat tank 300 ft dilakukan untuk memenuhi kebutuhan operasional kapal secara optimal, dengan mempertimbangkan aspek daya dorong, efisiensi, serta keselamatan pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem propulsi yang mencakup perhitungan hambatan kapal, penentuan daya mesin utama, serta perancangan propeler yang sesuai dengan karakteristik kapal. Metode perancangan dilakukan dalam dua tahap utama. Tahap pertama adalah analisis hambatan kapal menggunakan metode Holtrop-Mennen, yang memperhitungkan dimensi utama kapal, kondisi operasi, serta karakteristik lambung untuk memperoleh nilai hambatan total. Tahap kedua adalah perancangan propeler berdasarkan Wageningen B-series, yang memungkinkan penentuan parameter performa propeler, meliputi thrust coefficient (KT), torque coefficient (KQ), efisiensi open water, serta pemeriksaan risiko kavitasi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa sistem propulsi yang dirancang mampu memenuhi kebutuhan daya dan kecepatan operasi kapal. Analisis hambatan dengan metode Holtrop-Mennen menghasilkan total hambatan sebesar 120,95 kN. Berdasarkan hasil perancangan propeler Wageningen B-series, diperoleh nilai efisiensi open water (????????????????) sebesar 0,379. Kebutuhan daya mesin utama yang diestimasi adalah 2419,01 HP, serta pemeriksaan risiko kavitasi menunjukkan bahwa rancangan aman untuk dioperasikan. Spesifikasi komponen ini telah sesuai dengan standar perancangan kapal dan dapat digunakan sebagai dasar dalam pemilihan mesin dan propeler aktual.

2026
👤 Penulis: Christopher Sintong S Pasaribu
🏷️ Propulsi Kapal 🏷️ Analisis Hambatan Holtrop-Mennen 🏷️ Perancangan Propeler Wageningen B-Series
Halaman 173 dari 6754
💬