📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

METODE SIMPIFIKASI DEFORMASI 2D PADA BENDUNGAN TIPE URUGAN TANAH ATAU BATU PADA SAAT KONDISI GEMPA.

Kegagalan pada suatu struktur bendung tipe urugan yang terjadi bisa dikarenakan oleh kegagalan akibat erosi dan rembesan, kerusakan akibat retakan, longsoran (landslide), peluapan (overtopping) maupun kegagalan akibat adanya gempa bumi. Deformasi pada bendungan tipe urugan akibat gempa adalah fenomena kompleks yang mempengaruhi integritas struktural dan keamanan bangunan tersebut. berbagai metode dalam memprediksi deformasi akibat gempa telah dikembangkan, mulai dari metode sederhana satu dimensi (1D) seperti metode Newmark (1965) dan Makdisi & Seed (1977), hingga analisis dinamik lanjutan tiga dimensi (3D) berbasis effective stress coupled dynamic analysis dengan input riwayat waktu percepatan. Saat ini metode simplifikasi deformasi 2D yang dipakai dalam menghitung deformasi gempa akibat beban gempa masih belum familiar, metode 2D dan 3D biasanya langsung menggunakan metode riwayat yang memerlukan biaya komputasi tinggi dan waktu analisis relatif lama. Metode Simplifikasi 2D yang dirumuskan Jitno (2019) dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam perhitungan dan prediksi deformasi seismik pada bendungan urugan, dengan pengujian pada beberapa studi kasus tambahan sebagai upaya validasu dan pembuktian keandalannya.

2026
👤 Penulis: Pramesti Wardani
🏷️ Deformasi Bendungan 🏷️ Gempa Bumi 🏷️ Metode Simpatisasi

ESTIMASI MORTALITAS MULTIPLE DECREMENT BERBASIS ACTUAL AGES PADA DATA KEPESERTAAN BPJS KESEHATAN

Program Jaminan Kesehatan (JKN) sudah mencakup lebih dari 98% populasi Indonesia. Tabel Mortalitas Penduduk Indonesia yang disusun oleh BPJS Kesehatan yang menjadi referensi penting masih menggunakan pendekatan pembulatan usia. Pendekatan ini berpotensi menghasilkan bias karena pembulatan usia sehingga berdampak pada estimasi eksposur peserta. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model estimasi mortalitas berbasis multiple decrement dengan pendekatan usia aktual menggunakan data sampel kepesertaan BPJS Kesehatan. Pendekatan usia aktual dipilih untuk meminimalkan bias akibat pembulatan usia serta untuk melingkupi berbagai penyebab decrement. Empat jenis decrement yang dianalisis meliputi kematian, non aktif karena premi, dan non aktif di akhir bulan. Metodologi penelitian meliputi perhitungan exact exposure dari variabel tanggal lahir, tanggal masuk, tanggal keluar/non aktif, dan tanggal meninggal, serta penyusunan multiple decrement life table dan penerapan teknik graduasi untuk menghasilkan estimasi peluang yang lebih halus. Model Gompertz digunakan untuk ekstrapolasi pada usia di atas 71 tahun. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan pembulatan usia (age last birthday) cenderung menimbulkan bias eksposur khususnya pada kelompok usia anak-anak (0-12 tahun) yang berimplikasi pada ketidakstabilan estimasi peluang kematian. Penelitian ini berkontribusi untuk membangun model mortalitas yang lebih presisi berdasarkan usia aktual. Penelitian ini diharapkan dapat memperkuat kajian aktuaria dan mendukung proyeksi tingkat mortalitas di Indonesia dengan lebih akurat.

2026
👤 Penulis: Sean Daffa Damara
🏷️ Mortalitás 🏷️ Data Kepesertaan Bpjs Kesehatan 🏷️ Analisis Multiple Decrement

PENINGKATAN EFISIENSI BIAYA PADA USAHA PETERNAKAN AYAM MELALUI SISTEM PERTANIAN TERINTEGRASI: STUDI KASUS WB POULTRY

Sektor perunggasan di Indonesia beroperasi dalam lingkungan B2B yang sangat sensitif terhadap harga, di mana pakan menyumbang lebih dari 70 persen dari total biaya produksi. Volatilitas yang terus berlangsung pada harga bahan baku pakan utama, khususnya jagung dan dedak, menciptakan tantangan struktural bagi peternakan skala kecil dan menengah seperti WB Poultry. Ketika harga pakan terus meningkat sementara harga jual B2B tetap tetap karena perjanjian kontrak jangka panjang dengan pelanggan, margin keuntungan menjadi semakin tertekan dan dapat mengancam keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, membuat prototipe, dan memvalidasi solusi pengurangan biaya yang layak secara operasional dengan memanfaatkan sumber daya dan kapabilitas internal WB Poultry. Penelitian ini menggunakan kerangka metodologis yang terintegrasi, yang terdiri dari Design Thinking, Fishbone Analysis, Mixed-Method Research, Business Model Innovation, dan Digital Adoption untuk UMKM. Melalui wawancara pemangku kepentingan, lokakarya perumusan masalah, sesi ideasi, pembuatan prototipe, dan pengujian terkontrol, dua solusi terintegrasi berhasil dikembangkan, yaitu: (1) Integrated Farming System (IFS) untuk produksi jagung internal, dan (2) formulasi pakan Selfmix yang terdiri dari 60 persen jagung IFS dan 40 persen konsentrat CP112. Prototipe diuji dalam tiga domain, yaitu alur kerja budidaya jagung IFS, formulasi dan proses pencampuran Selfmix, serta kelayakan operasional pemberian pakan Selfmix di tingkat kandang. Pengujian dilakukan pada 1.000 ekor ayam selama satu siklus produksi untuk membuka ruang bagi penelitian lanjutan dalam bidang precision feeding, pemantauan digital, dan pengembangan ekosistem agro-poultry terintegrasi. mengevaluasi konsumsi pakan, performa pertumbuhan, mortalitas, stabilitas pencernaan, adaptasi pekerja, dan keandalan operasional secara keseluruhan. Analisis kuantitatif kemudian digunakan untuk menilai dampak terhadap biaya pakan, COGS, dan margin keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model IFS berhasil menurunkan biaya pokok jagung menjadi Rp 1.251 per kilogram, yang setara dengan penurunan sekitar 75 hingga 80 persen dibandingkan harga pasar. Formulasi Selfmix menghasilkan biaya pakan akhir sebesar Rp 5.951 per kilogram, atau terjadi penurunan sebesar 36,3 persen dibandingkan pakan komersial. Biaya pakan per ekor turun sebesar Rp 8.497, sementara COGS ayam pejantan menurun dari Rp 31.658 menjadi Rp 22.713. Peningkatan ini meningkatkan margin keuntungan sebesar 381 persen untuk karkas 0,5kilogram dan 141 persen untuk karkas 0,6 kilogram. Selain itu, performa operasional seperti konsumsi pakan sebesar 2,5 kilogram per ekor, bobot karkas, mortalitas sebesar 5 persen, dan kualitas feses tetap konsisten dengan hasil pakan komersial. Secara keseluruhan, Temuan menunjukkan bahwa implementasi IFS dan pakan campuran sendiri menghasilkan pengurangan biaya dan peningkatan margin jangka pendek di bawah kendala harga B2B tetap. dalam konteks B2B yang sensitif terhadap harga. Penelitian ini juga memberikan implikasi manajerial bagi peternakan unggas UMKM serta

2026
👤 Penulis: Tsany Fauzan Alman
🏷️ Integrated Farming System 🏷️ Pertanian Terintegrasi 🏷️ Digital Adoption Untuk Umkm

PENGARUH DIFFERENTIAL SETTLEMENT AKIBAT LAND SUBSIDENCE TERHADAP PERILAKU TUNNEL DAN STASIUN PADA PROYEK MRT JAKARTA FASE 2A CP-203

Penurunan tanah (land subsidence) di wilayah Jakarta berpotensi menimbulkan differential settlement yang memengaruhi kinerja struktur bawah tanah, khususnya sistem tunnel dan stasiun MRT Jakarta Fase 2A CP-203. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh differential settlement akibat land subsidence terhadap deformasi dan gaya dalam sistem tunnel–stasiun, membandingkan respon sambungan rigid connection dan semi-rigid connection, serta mengevaluasi kinerja struktur hingga periode analisis 100 tahun. Analisis dilakukan menggunakan metode elemen hingga dengan perangkat lunak Rocscience RS2 dan RS3, dengan land subsidence dimodelkan terutama melalui pendekatan pembebanan merata di permukaan sebagai representasi penurunan tanah jangka panjang, sementara pendekatan groundwater extraction dengan penurunan nilai total head digunakan secara terbatas sebagai model verifikasi mekanisme penurunan tanah. Pembebanan merata di permukaan dipilih sebagai pendekatan pemodelan karena memberikan hasil yang lebih konservatif. Evaluasi deformasi didasarkan pada parameter deviasi gradien penurunan vertikal [d(?z)/dx] pada tanah dan struktur tunnel. Hasil analisis dengan pendekatan pembebanan menunjukkan bahwa deviasi gradien penurunan tanah relatif kecil pada permukaan dan pada posisi di atas tunnel (? 0–2,3%), tetapi meningkat signifikan pada posisi di bawah tunnel hingga sekitar 47%, sedangkan respon deformasi struktural tunnel menunjukkan konsentrasi tertinggi pada zona sambungan stasiun–tunnel dengan deviasi gradien mencapai sekitar 90–100%. Perbandingan tipe sambungan menunjukkan bahwa rigid connection menghasilkan deformasi lebih kecil dengan gaya dalam lebih besar, sedangkan semi-rigid connection lebih mampu mengakomodasi deformasi vertikal dengan gaya dalam lebih rendah, dan hasil evaluasi kapasitas struktur menunjukkan bahwa seluruh segmentasi tunnel dan d-wall masih berada dalam batas aman hingga periode analisis 100 tahun.

2026
👤 Penulis: Muhammad Reza Kamil
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Struktural 🏷️ Hidrologi

DEVELOPMENT OF AN AUTOMATED WATER QUALITY CONTROL SYSTEM FOR AQUAPONICS USING LABVIEW

Stabilitas parameter kualitas air merupakan faktor penting dalam sistem akuaponik dan perairan skala kecil karena secara langsung memengaruhi kesehatan organisme dan kinerja sistem. Parameter seperti pH, oksigen terlarut, dan suhu perlu dipantau secara kontinu dan dikendalikan secara tepat waktu untuk mencegah fluktuasi yang merugikan. Dalam praktiknya, pemantauan dan penyesuaian secara manual sering kali tidak konsisten dan mengalami keterlambatan, terutama pada sistem berbiaya rendah atau bersifat eksperimental. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah prototipe sistem yang mampu memantau dan mengatur parameter kualitas air tertentu secara otomatis dengan menekankan kesederhanaan, keterjangkauan biaya, dan kemudahan perawatan. Sistem yang dikembangkan menggunakan Arduino Nano sebagai unit pengendali utama yang terintegrasi dengan beberapa sensor analog untuk pengukuran pH, oksigen terlarut, dan suhu. Logika kendali ON–OFF berbasis ambang batas diterapkan untuk mengatur pH menggunakan pompa peristaltik dan oksigen terlarut menggunakan pompa udara DC melalui antarmuka relay. Program supervisi berbasis LabVIEW dirancang untuk menyediakan visualisasi data secara real-time, input ambang batas oleh pengguna, komunikasi serial dengan mikrokontroler, serta pencatatan data secara kontinu. Sistem dirakit dan diuji dalam lingkungan tangki air terkendali, dengan kalibrasi sensor dilakukan menggunakan larutan referensi standar dan prosedur yang direkomendasikan oleh pabrikan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan pemantauan kualitas air secara real-time dengan stabil serta menjalankan pengendalian otomatis secara efektif dalam kondisi gangguan yang terkontrol. Kinerja pemantauan menunjukkan kestabilan yang memadai untuk seluruh parameter yang diukur, sementara pengujian kendali membuktikan bahwa sistem dapat mendeteksi penyimpangan, memberikan aksi korektif, dan mengembalikan parameter ke dalam rentang operasi yang telah ditentukan. Meskipun terdapat gangguan sesaat dan keterlambatan respons akibat proses pencampuran fisik dan sensitivitas sensor, kinerja keseluruhan tetap selaras dengan persyaratan dan tujuan perancangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kendali ON–OFF berbiaya rendah dapat menjadi dasar yang praktis untuk manajemen kualitas air otomatis pada sistem akuaponik skala kecil atau prototipe

2026
👤 Penulis: Syarif Ahmad Nabil
🏷️ Kontrol Otomatis 🏷️ Akuaponik Skala Kecil 🏷️ Sensor Analog

NUMERICAL STUDY OF LATTICE AND HYBRID LATTICE FILLED HEXAGONAL CRASH BOX UNDER QUASI-STATIC AXIAL LOAD

Peningkatan penggunaan kendaraan bermotor meningkatkan pentingnya keselamatan kendaraan, khususnya crashworthiness. Salah satu aspek keselamatan utama adalah crashworthiness, di mana crash box berperan penting dalam mengurangi tingkat fatalitas saat terjadi kecelakaan. Penelitian ini mengkaji performa crashworthiness dari crash box heksagonal dan struktur lattice heksagonal yang dikenai pembebanan tekan aksial kuasistatis menggunakan analisis elemen hingga. Konfigurasi lattice berbasis hexagonal close-packed (HCP-T dan HCP-TO) digunakan, dengan crash box dimodelkan sebagai struktur berdinding tipis menggunakan elemen shell dan struktur lattice dimodelkan menggunakan elemen padat tiga dimensi untuk merepresentasikan geometri kompleks dan perilaku frakturnya. Hasil menunjukkan bahwa crash box heksagonal mengalami mekanisme pelipatan progresif yang stabil dengan kemampuan penyerapan energi yang efektif, sementara struktur lattice menunjukkan perilaku yang bergantung pada material, mulai dari fraktur getas dengan kehilangan kapasitas pembawa beban secara tiba-tiba hingga mekanisme deformasi yang menyerupai crash box. Temuan ini menegaskan pengaruh topologi struktur, pemilihan material, dan mekanisme deformasi terhadap performa crashworthiness serta memberikan wawasan dalam perancangan struktur penyerap energi. Melalui penelitian ini, simulasi numerik akan dilakukan pada struktur lattice untuk menganalisis kemampuan penyerapan energinya dan bagaimana hal tersebut memengaruhi performa crashworthiness crash box heksagonal. Analisis mengenai bagaimana penambahan struktur lattice memengaruhi performa crashworthiness crash box juga akan dilakukan, serta bagaimana variasi material struktur lattice memengaruhi performa crashworthiness struktur secara keseluruhan, dan menentukan parameter mana yang memiliki pengaruh signifikan terhadap performa crashworthiness crash box.

2026
👤 Penulis: Muhammad Ghaffary Adreviano
🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Crashworthiness 🏷️ Simulasi Numerik

EVALUASI FAKTOR-FAKTOR PENENTU PROFITABILITAS KEUANGAN PASCA PENAWARAN UMUM PERDANA (IPO): STUDI KASUS PT GOTO GOJEK TOKOPEDIA TBK

Pandemi COVID-19 menciptakan lingkungan yang menantang bagi perusahaan platform digital, ditandai dengan pengetatan pasar modal, tekanan inflasi, dan meningkatnya intensitas persaingan. Dalam konteks ekonomi digital Indonesia yang berkembang pesat, kondisi ini meningkatkan tekanan bagi perusahaan pascaIPO seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) untuk bertransformasi dari strategi berorientasi pertumbuhan menuju profitabilitas yang berkelanjutan. Penelitian ini menganalisis determinan profitabilitas keuangan GoTo pada periode pasca-IPO dengan menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori. Profitabilitas diukur melalui dua indikator, yaitu Return on Assets (ROA) yang merepresentasikan efisiensi operasional internal, serta Return on Equity (ROE) yang mencerminkan kinerja berbasis pemegang saham. Data kuartalan periode 2022–2025 dianalisis menggunakan model regresi runtun waktu dengan memasukkan variabel dummy IPO dan interaksi untuk menangkap efek struktural pasca-IPO. Uji stasioneritas dilakukan menggunakan Augmented Dickey–Fuller (ADF), dan standar error Newey–West digunakan untuk memastikan estimasi yang robust. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal organisasi berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, dengan EBITDA margin sebagai satu-satunya determinan ROA yang signifikan. Sebaliknya, faktor eksternal seperti persaingan, kepercayaan bisnis, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE dalam jangka pendek. Temuan ini mengindikasikan bahwa profitabilitas pasca-IPO GoTo lebih ditentukan oleh eksekusi internal dibandingkan kondisi pasar eksternal.

2026
👤 Penulis: Mayora Andrea Utomo
🏷️ Pengendalian Keuangan 🏷️ Analisis Rantai Pasok Digital 🏷️ Manajemen Bisnis Strategis

ALGORITMA OPTIMASI PERIODE REMANUFACTURING ENGINE CATERPILLAR 777E DI LAPANGAN PERTAMBANGAN LATI, INDO PRATAMA, DAN SUNGAI DANAU JAWA

Penentuan waktu remanufacturing engine Caterpillar 777E berbasis interval waktu pabrikan sering kali menyebabkan inefisiensi biaya karena mengabaikan kondisi aktual unit. Penelitian ini mengembangkan algoritma optimasi umur pakai yang mengintegrasikan metode Vital Information Management System (VIMS), Scheduled Oil Sampling (SOS) dengan pendekatan akumulasi dan statistik menggunakan Gaussian Copula, serta analisis Life Cycle Cost (LCC) dan emisi karbon. Hasil analisis menunjukkan bahwa VIMS bisa dijadikan sebagai sistem peringatan dini (early warning), meskipun terbatas oleh kualitas data historis untuk prediksi. Pada analisis pelumas, metode statistik menggunakan Gaussian Copula terbukti lebih unggul dibandingkan metode akumulasi karena mampu memodelkan interdependensi antar logam keausan untuk memprediksi Remaining Useful Life (RUL) secara presisi. Sementara itu, analisis LCC dan Emisi Karbon mengungkapkan bahwa titik optimal ekonomi dan lingkungan terjadi pada jam operasi yang sangat tinggi, jauh melampaui batas fisik mesin normal, sehingga fungsinya diposisikan sebagai validasi, bukan batasan teknis. Algoritma yang dihasilkan menetapkan metode statistika Gaussian Copula sebagai acuan teknis prediksi utama, didukung justifikasi ekonomi lingkungan untuk transisi menuju strategi Condition-Based Maintenance.

2026
👤 Penulis: Ihsanuddin Sani
🏷️ Optimasi Umur Pakai Mesin 🏷️ Analisis Biaya Dan Energi Lingkungan 🏷️ Metode Statistika Gaussian Copula

TABEL MORBIDITAS-IHME PENYAKIT KRITIS PER PROVINSI DI INDONESIA

Tabel morbiditas merupakan alat statistik yang menyajikan peluang kejadian penyakit berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin. Tabel ini digunakan untuk menggambarkan pola risiko penyakit antar kelompok usia dan dapat menjadi rujukan dalam berbagai kebutuhan perencanaan, khususnya terkait pembiayaan kesehatan dan penetapan tarif asuransi. Penelitian ini berfokus pada penyakit kritis yaitu jantung, stroke, dan kanker yang dipilih berdasarkan frekuensi klaim insidensi tertinggi pada data BPJS Kesehatan karena berdampak besar secara klinis dan finansial. Penelitian ini bertujuan menyusun Tabel Morbiditas insidensi penyakit kritis di Indonesia menggunakan data BPJS Kesehatan periode 2021–2023, serta melengkapi estimasi pada usia lanjut melalui ekstrapolasi berbasis data eksternal Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME). Tahapan konstruksi mencakup perhitungan eksposur dan klaim insidensi, penambahan batas atas kepercayaan, graduasi dengan metode Kernel Smoothing, dan ekstrapolasi pada usia 65–95+ tahun. Ekstrapolasi dilakukan untuk mengatasi keterbatasan data pada usia lanjut serta untuk membandingkan pola morbiditas antara BPJS Kesehatan dan BPJS– IHME. Selanjutnya dilakukan analisis proporsi morbiditas tingkat provinsi untuk melihat kontribusi masing-masing provinsi terhadap morbiditas penyakit kritis nasional. Untuk kebutuhan analisis cepat di tingkat wilayah saat data BPJS terbatas, penelitian ini menguji kesesuaian estimasi IHME terhadap BPJS pada 34 provinsi dengan uji tanda dan uji keacakan, kemudian menurunkan koefisien koreksi sebagai faktor penyesuaian. Hasil menunjukkan perbedaan pola yang jelas pada kelompok usia ekstrapolasi, dengan morbiditas BPJS Kesehatan meningkat hingga mencapai puncak pada usia tertentu lalu menurun, sedangkan morbiditas BPJS–IHME cenderung terus meningkat hingga usia lanjut. Morbiditas BPJS–IHME dinilai lebih koheren secara epidemiologis sehingga relevan sebagai rujukan dalam penentuan tarif premi. Analisis proporsi menunjukkan DI Yogyakarta dan Bali sebagai provinsi dengan proporsi tertinggi. Uji validasi menghasilkan koefisien koreksi yang signifikan sehingga estimasi IHME dapat digunakan sebagai aproksimasi terhadap morbiditas BPJS pada tingkat provinsi sebagai quick analysis.

2026
👤 Penulis: Lisa Syahria Hasiru
🏷️ Morbiditas 🏷️ Analisis Proporsi Provinsi 🏷️ Ekstrapolasi Data Lanjut

FLOW OVER CIRCULAR CYLINDER WITH SPLITTER PLATE USING LATTICE BOLTZMANN METHODS APPLYING GRID REFINEMENT

Salah satu cara melakukan kendali aliran pasif pada silinder adalah dengan menambahkan pelat pemisah (splitter plate atau SP). SP dapat menekan vortex-induced vibration (VIV) pada silinder sehingga gaya hambat rata-rata ???????? dan fluktuasi gaya angkat ????? ???? berkurang. Dalam tesis ini, kendali aliran pasif dilakukan dengan mensimulasikan aliran melintasi silinder dan SP dengan berbagai variasi parameter. Simulasi dilakukan menggunakan metode Lattice Boltzmann (LBM) yang unggul pada kisi Kartesius seragam. Permasalahan dengan kisi seragam pada kasus aliran melintasi silinder adalah 80% daerah kisi tidak memerlukan resolusi tinggi karena hanya mengandung solusi gradien rendah. Untuk mempercepat simulasi, diperlukan skema kisi tidak seragam. Skema yang dipilih dalam tesis ini adalah grid refinement ’penghalusan kisi’ yang diusulkan oleh Rohde. Metode ini dikembangkan sehingga menjadi skema nested grid refinement ’penghalusan kisi bertingkat’ untuk ???? jumlah tingkat. Algoritma ini diuji pada aliran melintasi silinder dengan 2, 3, 4, dan 5 tingkat penghalusan. Hasil dari pengujian menunjukkan akurasi yang hampir sempurna, baik secara visual maupun parametrik. Percepatan komputasi yang diperoleh mencapai 23 kali lipat dibandingkan dengan kasus tanpa penghalusan. Dengan skema yang tersedia, aliran melintasi silinder dengan SP disimulasikan dengan variasi nilai bilangan Reynolds ???????? (100–200), jarak pelat dari silinder ???? (0, 5????–2, 5????), dan tebal pelat ???? (0, 03????–0, 1????). Panjang SP ditetapkan sebesar ????. Total terdapat 125 kasus simulasi. Hasil simulasi dianalisis untuk mendapatkan konfigurasi terbaik dan pengaruh dari setiap parameter. Secara umum, peningkatan ???? menurunkan ???????? dan ????? ???? . Di sisi lain, pengaruh ???? dapat diabaikan pada semua hasil kecuali untuk ????????,???????? . Selain itu, analisis medan aliran dan rezim aliran juga dilakukan.

2026
👤 Penulis: David Sugijanto
🏷️ Fluid Dinamika 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Metode Lattice Boltzmann

PERHITUNGAN IURAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL BERBASIS DINAMIS GENERALIZED METHOD OF MOMENTS

Penetapan besaran iuran merupakan aspek fundamental dalam menjaga keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Selama ini, pendekatan yang digunakan masih berbasis statis berdasarkan metode Experience Rating yang mengandalkan eksposur biaya manfaat layanan kesehatan dan frekuensi historis. Metode tersebut kurang adaptif dalam menangkap dinamika perubahan pemanfaatan layanan kesehatandan potensi endogenitas antar variabel yang mempengaruhi besaran iuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model perhitungan yang lebih dinamis melalui pendekatan Generalized Method of Moments (GMM). Kerangka konseptual yang digunakan merujuk pada teori Behavioral Model of Health Services Use (Andersen, 1995) dengan mempertimbangkan faktor kecenderungan penggunaan layanan kesehatan (Predisposing) seperti usia dan jenis kelamin peserta, faktor pendukung penggunaan layanan kesehatan (Enabling) seperti biaya layanan kesehatan, fragmentasi layanan dan readmisi, serta faktor kebutuhan penggunaan layanan kesehatan (Need) terhadap prevalensi penyakit kronis berbiaya tinggi untuk penyakit jantung, diabetes-melitus, dan hipertensi. Data yang digunakan mencakup kepesertaan dan biaya manfaat Program JKN untuk periode tahun 2016-2019. Analisis awal dilakukan dengan uji Hansen-Sargan Test untuk melihat validitas data dan uji autokorelasi Arellano-Bond untuk menguji konsistensi model. Model perhitungan yang digunakan dalam perhitungan iuran JKN melalui pendekatan GMM. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dengan memperkaya literatur aktuaria sosial dan ekonometrika kesehatan, serta kontribusi praktis berupa alternatif kerangka perhitungan iuran JKN yang lebih adaptif. Model mendukung kebaharuan metodologi perhitungan iuran JKN bagi BPJS Kesehatan dalam menjaga keberlanjutan Dana Jaminan Sosial Kesehatan (DJS).

2026
👤 Penulis: Agus Setiawan
🏷️ Ekonomi Asuransi 🏷️ Analisis Ekonometrik 🏷️ Model Perhitungan Iuran

PERANCANGAN MODEL KEMITRAAN RANTAI PASOK KENTANG INDUSTRI DENGAN PETANI DI JAWA BARAT (STUDI KASUS: DIVISI SUPPLY CHAIN – PT PQR)

Rantai pasok kentang olahan di Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan ketersediaan dan kualitas bahan baku, serta tingginya ketergantungan pada bahan baku impor. Meskipun Jawa Barat diharapkan dapat berperan sebagai lokasi produksi strategis untuk sumber pasokan, rantai pasok tersebut masih sering mengalami gangguan pasokan secara berkala. Temuan lapangan menunjukkan bahwa permasalahan tersebut tidak semata-mata terbatas pada aspek teknis produksi kentang, melainkan lebih dipicu oleh persoalan tata kelola kemitraan dan ketiadaan kerangka manajemen risiko dalam rantai pasok. Oleh karena itu, pengembangan model kemitraan yang terinformasi dan berorientasi pada risiko menjadi isu manajerial yang mendesak bagi PT PQR. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kemitraan strategis antara PT PQR dan petani kentang untuk kentang olahan di Jawa Barat yang mampu meningkatkan keandalan rantai pasok melalui penguatan kelembagaan dan mitigasi risiko sebagai prioritas utama. Secara lebih spesifik, tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi perbedaan utama antara praktik kemitraan yang saat ini diterapkan dengan praktik terbaik (best practices) melalui benchmarking, dan (2) mengembangkan model kemitraan yang berlandaskan pada mitigasi risiko dan perencanaan kontinjensi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan utama di Divisi Rantai Pasok PT PQR, agronom lapangan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam kemitraan dengan petani dan agregator. Data sekunder diperoleh dari dokumen internal perusahaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Analisis Benchmarking, Analisis Kesenjangan (Gap Analysis), serta Analisis Risiko Rantai Pasok dengan menggunakan Risk Priority Index (RPI) dan peta panas risiko (risk heat map). Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko paling penting terkonsentrasi pada tiga area utama. Pertama, risiko yang berkaitan dengan aspek kelembagaan, seperti kurangnya mekanisme koordinasi yang baik, kejelasan peran, serta penegakan perjanjian kontrak, merupakan risiko dengan prioritas tertinggi. Kedua, risiko yang berkaitan dengan dukungan terhadap proses produksi disebabkan oleh ketidakkonsistenan kualitas benih serta tingkat dukungan teknis, pengendalian mutu, dan pengelolaan panen. Ketiga, risiko operasional dan finansial meliputi keterlambatan jadwal tanam benih serta ketidakmampuan petani untuk memenuhi kewajiban kemitraan akibat keterbatasan likuiditas. Berdasarkan temuan empiris tersebut, penelitian ini mengusulkan model kemitraan agregator yang disempurnakan, yang ditopang oleh kontrak multi-tahun, pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas, proses dukungan produksi yang terharmonisasi, serta proses koordinasi risiko yang terstruktur. Model yang diusulkan juga mengintegrasikan analisis kinerja yang berfokus pada risiko, yang dilengkapi dengan rencana kontinjensi risiko secara spesifik untuk mengelola risiko kelembagaan, risiko produksi, dan risiko operasional yang diprioritaskan. Model ini bertujuan untuk menyelaraskan struktur kemitraan dengan lingkungan risiko yang ada dalam rantai pasok, sehingga dapat membantu menjamin keandalan pasokan, mengurangi ketergantungan negara terhadap impor kentang, serta memperkuat ketahanan rantai pasok kentang olahan PT PQR. Dari sudut pandang praktis, penelitian ini menunjukkan bagaimana proses benchmarking, analisis kesenjangan, dan analisis risiko dalam rantai pasok dapat dimanfaatkan dalam perancangan model kemitraan agribisnis yang terstruktur dan responsif terhadap risiko.

2026
👤 Penulis: Yusup Supriatna
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENYELARASAN NILAI DAN PERAN: PENGEMBANGAN KESADARAN DIRI SEBAGAI KUNCI KETERIKATAN KARYAWAN DI INDUSTRI PERBANKAN INDONESIA

Salah satu pendorong utama kinerja di sektor perbankan adalah keterikatan karyawan (employee engagement). Namun, mempertahankan tingkat keterikatan yang tinggi tetap menjadi tantangan di Tengah lingkungan kerja yang penuh tekanan dan adanya ketidakselarasan nilai. Penelitian ini membahas hubungan antara kesadaran dir (self-awareness) yang dikategorikan ke dal refleksi diri (selfreflection) dan wawasan diri (insight) dengan keterikatan karyawan di kalangan pegawai perbankan di Indonesia. Data dikumpulkan melalui survey daring terhadap 179 karyawan dari bank konvensional, syariah, dan digital. Model penelitian dianalisis menggunakan Regresi Linear Berganda dan ANOVA Satu Arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran diri memiliki hubungan positif yang signifikan dengan keterikatan karyawan, dengan kontribusi pengaruh sebesar 54,9%. Refleksi diri muncul sebagai predictor yang paling dominan. Selain itu, karyawan bank digital menunjukkan skor keterikatan dan wawasan diri yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan karyawan di bank konvensional. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan megukur peran kejelasan psikologis internal sebagai mekanisme koping dalam lingkungan keuangan yang bertekanan tinggi, serta memberikan rekomendasi praktis bagi praktisi SDM untuk mengintegrasikan praktik reflektif ke dalam pengembangan modal manusia

2026
👤 Penulis: M. Eggy Rafrian Pezra
🏷️ Kesadaran Dir 🏷️ Manajemen Sumber Daya Perbankan 🏷️ Psikologi Karyawan

RISIKO PENGUKURAN MASSA KONVENSIONAL: DISTRIBUSI STATISTIK DAN SELANG KEPERCAYAAN

Pengetahuan mengenai massa konvensional anak timbangan sangat penting, baik untuk standar massa maupun standar volume. Meskipun demikian, laporan hasil pengukuran anak timbangan yang tercantum pada sertifikat hanya memuat estimasi rerata dan selang kepercayaan rerata, atau lebih dikenal dalam metrologi sebagai hasil pengukuran dan ketidakpastian pengukuran. Hal ini disebabkan karena hasil pengukuran merupakan peubah acak. Seperti halnya pengukuran pada umumnya, pengukuran massa konvensional merupakan hasil dari suatu fungsi peubah acak. Oleh karena itu, distribusi statistik dari fungsi peubah acak massa konvensional diperlukan untuk mendapatkan estimasi rerata dan selang kepercayaan rerata. Disebabkan sulitnya mendapatkan solusi analitik untuk distribusi statistik fungsi peubah acak tersebut, praktik yang umum digunakan selama ini adalah pendekatan distribusi normal. Akan tetapi, pendekatan ini tidak selalu menghasilkan distribusi yang mendekati distribusi sebenarnya. Ketidaksesuaian ini dapat diverifikasi melalui simulasi Monte Carlo. Perbedaan antara pendekatan distribusi normal dan simulasi Monte Carlo tidak boleh melebihi batas tertentu. Pendekatan distribusi normal harus ditolak jika perbedaan melebihi batas yang telah ditentukan. Dalam penelitian ini, digunakan perpaduan antara solusi analitik dan perhitungan numerik untuk menghitung selang kepercayaan rerata massa konvensional. Metode yang diusulkan diharapkan dapat menjadi metode pendukung di saat pendekatan distribusi normal berbeda dengan hasil simulasi Monte Carlo. Langkah pertama dalam menentukan selang kepercayaan massa konvensional adalah menetapkan fungsi peluang dari fungsi peubah acak penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Penjumlahan maupun pengurangan dua peubah acak berdistribusi normal akan menghasilkan distribusi normal. Namun, hal yang sama tidak berlaku untuk perkalian dan pembagian dua peubah acak berdistribusi normal. Fungsi peluang untuk kedua fungsi peubah acak tersebut telah dibahas dalam beberapa literatur. Kebaruan penelitian ini terletak pada penentuan fungsi peluang hasil perkalian dua peubah acak berdistribusi normal yang dihitung secara numerik, serta batas kesalahan terbesarnya. Algoritma optimisasi untuk menghitung batas kesalahan juga diajukan sebagai kebaruan. Adapun untuk pembagian dua peubah acak berdistribusi normal, kebaruan terletak pada pembuktian fungsi peluang menggunakan pendekatan yang berbeda. Pengetahuan distribusi statistik perkalian dan pembagian merupakan bagian penting untuk menentukan selang kepercayaan massa konvensional, baik untuk fungsi peubah acak yang disederhanakan maupun yang tidak disederhanakan. Dalam praktiknya, fungsi peubah acak untuk massa konvensional yang sering digunakan merupakan fungsi yang telah disederhanakan. Pengetahuan mengenai distribusi statistik dari fungsi peubah acak massa konvensional yang disederhanakan sangat penting untuk menghitung ketidakpastian pengukuran. Penyerdehanaan ini mengacu pada pendekatan Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO). Penyerdehanaan juga dilakukan dengan mengasumsikan distribusi setiap peubah acak memiliki distribusi normal dengan menggunakan Teorema Limit Pusat. Dari penyerdehanaan tersebut, diperoleh fungsi peubah acak berupa perkalian dua peubah acak berdistribusi normal yang kemudian dijumlahkan dengan sebuah peubah acak lain yang juga berdistribusi normal, dengan mengasumsikan seluruh peubah acak saling bebas. Dari penyerdehanaan ini, distribusi statistik yang didapatkan merupakan hasil yang diajukan sebagai kebaruan. Distribusi statistik berupa fungsi peluang, fungsi distribusi, fungsi pembangkit momen diturunkan secara analitik. Selanjutnya, selang kepercayaan massa konvensional dihitung menggunakan metode numerik. Fungsi peluang untuk perkalian dan pembagian dua peubah acak berdistribusi normal masih menjadi topik penelitian karena sulitnya mendapatkan solusi analitik secara eksak. Oleh sebab itu, fungsi peluang pendekatan untuk kedua operasi tersebut biasanya digunakan sebagai substitusi terhadap fungsi peluang sebenarnya. Fungsi peluang yang diberikan pada beberapa literasi memiliki penjumlahan sampai tak hingga. Dalam praktiknya, penjumlahan fungsi peluang tersebut harus dipotong sampai sebuah integer. Oleh sebab itu, sebuah fungsi diberikan dalam bentuk proposisi untuk masing-masing fungsi peluang perkalian dan pembagian yang menyatakan batas atas kesalahan akibat pemotongan penjumlahan tersebut. Fungsi batas atas kesalahan tersebut diajukan sebagai kebaruan pada penelitian ini. Aplikasi pada pengukuran massa konvensional akan menggunakan kombinasi solusi analitik dan numerik. Berbeda dengan fungsi peubah acak yang disederhanakan, pembahasan akan menggunakan fungsi peubah acak yang sebenarnya tanpa penyederhanaan. Untuk memperoleh nilai dari fungsi peluang, fungsi distribusi, dan selang kepercayaan massa konvensional, digunakan perpaduan antara metode analitik dan numerik. Kebaruan yang diajukan adalah algoritma perhitungan selang kepercayaan untuk massa konvensional. Hasil yang diperoleh dari metode yang diajukan selaras dengan simulasi Monte Carlo, yang menghasilkan distribusi yang berbeda secara signifikan dari estimasi distribusi normal. Bahkan estimasi distribusi normal memberikan nilai selang kepercayaan yang diluar toleransi yang ditetapkan pada pedoman Guide to the Expression of Uncertainty in Measurement (GUM).

2026
👤 Penulis: Rifyan Syahputra Nasution
🏷️ Statistika Deskriptif 🏷️ Metrologi 🏷️ Optimisasi Matematika

PENYELARASAN STRATEGIS MELALUI INOVASI MODEL BISNIS UNTUK MENGOPTIMALKAN INTEGRASI DESAIN-BANGUN BAGI PEMILIK RUMAH PERTAMA: STUDI KASUS INTRISA STUDIO

Intrisa Studio, sebuah perusahaan desain interior dan konstruksi yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat, menghadapi hambatan strategis kritis berupa volatilitas pendapatan yang tinggi serta tingkat keterlambatan proyek yang mencapai 66-80%. Permasalahan ini bersumber dari inefisiensi operasional pada model layanan fully customized yang bersifat sangat padat sumber daya. Kondisi tersebut menyebabkan ketidakselarasan dengan kebutuhan segmen pasar utama, yaitu Pemilik Rumah Pertama (First-Home Buyers/FHB), yang lebih memprioritaskan keterjangkauan harga, transparansi biaya, dan kesederhanaan proses. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kebutuhan pasar serta mengevaluasi kendala internal perusahaan guna merumuskan strategi peningkatan kinerja organisasi yang lebih efektif melalui penerapan kerangka Value Chain Analysis (VCA), Resource-Based View (RBV), serta Value Proposition Canvas (VPC). Temuan penelitian menunjukkan bahwa alur kerja yang bersifat sekuensial dan rendahnya standarisasi desain merupakan penghambat utama dalam mencapai skalabilitas bisnis. Sebagai solusi strategis, penelitian ini mengusulkan inovasi model bisnis menggunakan kerangka Magic Triangle yang mencakup empat dimensi terintegrasi: Who (fokus pada target segmen FHB), What (penawaran lini produk baru berupa paket Semi Custom yang terstandarisasi), How (implementasi alur kerja paralel dengan optimalisasi workshop produksi internal), serta Why (penerapan mekanisme harga tetap/fixed-price untuk menjamin stabilitas arus kas). Strategi ini didukung lebih lanjut oleh redesain proses melalui integrasi desain-bangun yang lebih efisien guna mengeliminasi berbagai bottleneck operasional. Penelitian ini diimplementasi selama 12 bulan.

2026
👤 Penulis: Durriyatu Rifda
🏷️ Desain Interior 🏷️ Pemilik Rumah Pertama 🏷️ Inovasi Model Bisnis
Halaman 174 dari 6754
💬