📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenMENINGKATKAN KINERJA PENJUALAN MELALUI SEGMENTASI PELANGGAN BERBASIS DATA: PENDEKATAN K-MODES DI DEALER SEPEDA MOTOR INDONESIA
Salah satu dealer motor Honda di Kabupaten Hulu Sungai Tengah kesulitan memenuhi target penjualan yang fluktuatif, karena hanya dua dari sepuluh bulan yang mencapai target pada tahun 2025. Segmentasi pasar yang buruk menyebabkan strategi penjualan yang tidak berhasil. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menemukan segment pasar yang berbeda berdasarkan transaksi bisnis mereka, (2) menemukan segmen pasar yang berdasarkan beberapa kriteria, yang meliputi profitabilitas, pangsa pasar, dan pertumbuhan, dan (3) merumuskan rencana penjualan yang efektif untuk setiap segmen pasar sehingga dapat meningkatkan kinerja penjualan mereka saat ini. Pendekatan CRISP-DM denan metode analisis dua fase digunakan pada 4,289 data penjualan dari januari 2022 hingga Oktober 2025. Fase pertama melibatkan algoritma K-Modes pada enam variable kategorikal, mengidentifikasi nilai K optimal (K=3), menggunakan Teknik triangulasi Elbow Method, Silhouette Score, dan Davies-Bouldin Index dilanjutkan dengan fase kedua melibatkan MCDM-TOPSIS. Kerangka validasi berlapis diterapkan yang mencakup analisis pra-cluster (Cramér's dan Chi Square), stabilitas algoritma (Bootstrap ARI 0.489), uji signifikansi statisti (Kruskal-Wallis p<0.0001), analisis diskriminan (LDA), penilaian profitabilitas, temporal analysis (MAPE 6,93%), analisis sensitivitas TOPSIS (6 skenario). Analisis tersebut menemukan 3 kluster pelanggan yang berbeda: Klaster 0 (Pembeli Tunai Scoopy, pangsa pasar 63,3%, keuntungan Rp 629,000 per pelanggan, CAGR -1.4%), Klaster 1 (Pembeli Kredit Scoopy, pangsa pasar 21.9%, keuntungan Rp 596,000 per pelanggan, CAGR +3.8%), dan Klaster 2 (Pembeli Tunai Beat, pangsa pasar 14.8%, keuntungan Rp 367,000 per pelanggan, CAGR +31.4%). TOPSIS mengidentifikasi Klaster 2 sebagai segmen prioritas tertinggi (Skor 0.565, Peringka 1) meskupun keuntungan per pelanggan rendah. Analisis sensitivitas mengkonfirmasi kekokohan peringkat dengan stabilitas 66.7% (bobot scenario 4/6). Dealer sepeda motor disarankan untuk mengadopsi pendekatan alokasi sumber daya yang tersegmentasi, dengan investasi 60% pada segmen pertumbuhan tertinggi (Klaster 0) melalui penetrasi pasar yang agresif, 30% pada segmen dengan margin tinggi (Klaster 0) untuk pemeliharaan defensive, dan 10% pada segment stabil (Klaster 1).
KUANTIFIKASI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN TOTAL FENOLIK PADA PAKCOY (BRASSICA RAPA L.) DENGAN SISTEM HIDROPONIK WICK SYSTEM MENGGUNAKAN LARUTAN NUTRISI AB-MIX, EMULSI IKAN, DAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC)
Peningkatan jumlah penduduk, alih fungsi lahan, dan urbanisasi membawa dampak buruk yang nyata terhadap kehidupan masyarakat perkotaan. Terbatasnya ruang budidaya pertanian yang menyebabkan keterbatasan bahan pangan dan peningkatan penggunaan kendaraan bermotor menghasilkan radikal bebas yang berbahaya bagi lingkungan. Inovasi pertanian seperti sistem hidroponik mampu menjawab tantangan tersebut karena mampu memanfaatkan lahan sempit masyarakat perkotaan. Namun, penggunaan pupuk sintetis yang umum digunakan pada system hidroponik seperti AB-mix menimbulkan isu keberlanjutan dan Kesehatan. POC NASA dan pupuk emulsi ikan hadir sebagai alternatif organic yang kaya nutrisi, mendukung pengelolaan limbah pertanian, dan mampu memproduksi tanaman yang lebih kaya akan antioksidan. Pakcoy (Brassica rapa L. Var. Nauli F1) dipilih sebagai komoditas karena nilai gizinya yang tinggi, permintaan konsumsi besar, dan waktu produksi yang singkat. Untuk mengetahui jumlah kapasitas antioksidan yang dihasilkan, dilakukan pengujian terhadap aktivitas antioksidan dan kadar total fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengaplikasi AB-mix, POC NASA, dan Pupuk Emulsi Ikan terhadap aktivitas antioksidan dan total senyawa fenolik tanaman pakcoy (Brassica rapa L. Var. Nauli F1) pada sistem hidroponik wick system. Penelitian dilakukan di Screenhouse, Laboratorium Rekayasa Sistem Produksi dan Biomassa dan Laboratorium Isolasi dan Analisis Bahan Alam Labtek IA ITB Jatinangor sejak Juni hingga Agustus 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan yaitu P1 (Ab-mix), P2 (POC NASA), dan P3 (Pupuk Emulsi Ikan) yang diulang sebanyak enam kali. Dosis POC NASA dan pupuk emulsi ikan yang digunakan, telah dilakukan pendekatan terhadap larutan AB-mix 1300 ppm dengan cara menyetarakan kandungan nitrogen pada larutan tersebut. Analisis statistik dilakukan menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan uji homogenitas. Data yang tidak homogen akan dilanjutkan dengan pengujian Welch ANOVA dan uji lanjut Games-Howell pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada parameter total senyawa fenolik menunjukkan hasil terbaik pada perlakuan pupuk emulsi ikan yaitu 547,9 ± 275,28 GAE/100g, hasil tersebut berbeda nyata terhadap perlakuan AB-mix dan berbeda tidak nyata terhadap perlakuan POC NASA. Hasil pengujian aktivitas antioksidan pada perlakuan AB-mix menunjukkan hasil IC50 terbaik yaitu 50,4 ?g/ml, hasil tersebut berbeda tidak nyata terhadap kedua perlakuan lainnya. Penggunaan alternatif nutrisi AB-mix yaitu POC NASA dan pupuk emulsi ikan menghasilkan total kandungan senyawa fenolik yang lebih tinggi namun hasil aktivitas antioksidan yang lebih rendah. Penerapan sistem hidroponik dengan menggunakan larutan organik perlu disesuaikan dengan kondisi larutan nutrisi organik yang memerlukan oksigen dan proses mineralisasi untuk menghasilkan pertumbuhan tanaman yang optimal.
ANALISIS PERBANDINGAN KODE BATANG DNA TUMBUHAN OBAT INDONESIA CRYPTOCARYA PULCHRINERVIA ASAL SUMATRA DAN KALIMANTAN
Cryptocarya merupakan salah satu genus utama dari Famili Lauraceae yang memiliki nilai ekonomi tinggi, antara lain sebagai bahan bangunan, parfum, pulp, dan furnitur. Selain itu, genus ini juga dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit, seperti nyeri sendi, nyeri otot, dan infeksi jamur. Salah satu spesies potensial di Indonesia adalah Cryptocarya pulchrinervia, yang tersebar di hutan hujan tropis Sumatra dan Kalimantan. Penelitian fitokimia terhadap daun C. pulchrinervia asal Sumatra yang dibudidayakan di Kebun Raya Bogor menunjukkan adanya kandungan senyawa piron dengan aktivitas sitotoksik tinggi terhadap sel murin leukemia P-388, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai obat antikanker dan suplemen kesehatan. Pemanfaatan lebih lanjut spesies ini memerlukan metode identifikasi yang akurat. Namun, kemiripan morfologi antarspesies Cryptocarya menyulitkan identifikasi secara konvensional, sehingga diperlukan penanda genetik berupa kode batang DNA. Hingga saat ini, data genetik C. pulchrinervia belum tersedia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi genetik pada tingkat intraspesifik C. pulchrinervia dan tingkat interspesifik dalam Genus Cryptocarya, serta menentukan kode batang DNA menggunakan marka rbcL dan 18S rRNA (wilayah V1–V6, V7–V8, dan V8–V9). DNA diisolasi dari daun C. pulchrinervia menggunakan metode setiltrimetilamonium bromida (CTAB), kemudian fragmen gen rbcL dan 18S rRNA diamplifikasi, disekuensing, dan dianalisis menggunakan perangkat lunak BioEdit, BLAST, MEGA11, Clustal Omega, dan Bio- Rad DNA Barcode Generator. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya variasi genetik intraspesifik C. pulchrinervia pada lokus kloroplas rbcL dan lokus inti 18S rRNA wilayah V1–V9 dengan tingkat kemiripan genetik sebesar 100%. Analisis filogenetik menunjukkan bahwa marka rbcL dan 18S rRNA wilayah V1–V6 memiliki daya diskriminasi yang tinggi untuk identifikasi hingga tingkat genus, yang didukung oleh keberadaan karakter diagnostik spesifik pada posisi nukleotida tertentu. Sebaliknya, marka 18S rRNA wilayah V7–V9 menunjukkan pola filogenetik yang tidak konsisten dan kurang efektif untuk identifikasi taksonomi. Dengan demikian, marka rbcL dan 18S rRNA wilayah V1–V6 direkomendasikan sebagai kode batang DNA untuk identifikasi C. Pulchrinervia.
ANALISIS TEGANGAN INSTALASI PIPA PENYALURAN GAS DENGAN METODE OPEN CUT, AUGER BORING DAN HORIZONTAL DIRECTIONAL DRILLING PADA DAERAH KHT-CIREBON
Kebutuhan energi minyak dan gas yang terus meningkat mendorong perlunya sistem penyaluran yang efektif, salah satunya melalui jaringan pipa. Pada pembangunan ruas pipa KHT-Cirebon, terdapat tantangan berupa persilangan dengan infrastruktur jalan raya dan kondisi geografis sungai yang memerlukan metode konstruksi khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban dan tegangan yang terjadi pada instalasi pipa penyaluran gas berdiameter 20 inci menggunakan tiga metode konstruksi: Open Cut, Auger Boring, dan Horizontal directional drilling (HDD). Analisis tegangan untuk metode Open Cut dan Auger Boring dilakukan berdasarkan standar API RP 1102, sedangkan metode HDD mengacu pada pedoman PRCI dan standar ASME B31.8, serta divalidasi menggunakan simulasi metode elemen hingga (ANSYS). Hasil analisis menunjukkan bahwa tegangan yang terjadi pada ketiga metode masih berada dalam batas aman yang diizinkan. Pada metode Auger Boring, tegangan efektif tahap instalasi sebesar 13,154 MPa dan tahap operasi sebesar 123,75 MPa, yang mana masih di bawah batas izin 50% SMYS (180 MPa). Untuk metode Open Cut, tegangan efektif pada tahap operasi tercatat sebesar 120,48 MPa. Sementara itu, analisis metode HDD menunjukkan beban penarikan maksimum sebesar 114,66 MT yang memerlukan mesin tipe Maxi, dengan hasil evaluasi tegangan (tarik, bending, dan hoop) pada tahap instalasi, operasi, dan uji hidrostatik seluruhnya memenuhi kriteria unity check. Dengan demikian, desain instalasi pipa pada jalur KHT-Cirebon menggunakan ketiga metode tersebut dinyatakan aman dan memenuhi standar integritas struktur yang berlaku.
KAJIAN MORFOLOGI SUNGAI AKIBAT PEMBANGUNAN REVETMENT DAN KEGIATAN NORMALISASI SUNGAI BATANG AGAM KOTA PAYAKUMBUH
Sungai Batang Agam merupakan sungai alluvial yang memiliki karakteristik bermeander dengan palung relatif dalam serta melintasi kawasan padat penduduk, perkotaan, lahan pertanian, dan fasilitas umum di wilayah Kota Payakumbuh dan sekitarnya. Sungai ini menjadi bagian penting dalam sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Agam, dengan hulu berada di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, serta hilir yang melintasi Kabupaten Lima Puluh Kota, Tanah Datar, dan Kota Payakumbuh sebelum bermuara ke Sungai Batang Sinamar. Secara alami, dinamika fluvial berupa erosi, transportasi sedimen, dan deposisi membentuk morfologi sungai. Namun, aktivitas manusia seperti perubahan tata guna lahan di daerah hulu dan kegiatan penambangan pasir di bagian hilir telah mempercepat ketidakseimbangan morfologi sungai, yang memicu erosi dasar, longsoran tebing, dan sedimentasi berlebih di beberapa segmen sungai. Permasalahan utama yang terjadi di Sungai Batang Agam Hilir adalah longsoran tebing sungai yang mengakibatkan perubahan alur, berkurangnya lahan pertanian, serta ancaman terhadap permukiman masyarakat. Kondisi ini diperparah oleh peningkatan debit dan kecepatan aliran akibat perubahan tata guna lahan di hulu serta gangguan keseimbangan sedimentasi akibat aktivitas penambangan pasir. Untuk mengurangi dampak tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang telah melaksanakan program penanganan sungai berupa normalisasi, pembangunan tanggul, dan perkuatan tebing sepanjang ±2,85 km pada periode 2017–2020 (Tahap I) serta sepanjang ±1,2 km pada tahun 2025 (Tahap II) pada titik-titik rawan di Sungai Batang Agam Hilir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan morfologi Sungai Batang Agam akibat proses sedimentasi dan keruntuhan tebing, serta mengevaluasi efektivitas penanganan sungai yang telah dilakukan terhadap laju sedimentasi stabilitas, dan dinamika morfologi sungai. Analisis dilakukan menggunakan pemodelan hidraulika dan transportasi sedimen satu dimensi (1D) dan dua dimensi (2D) dengan perangkat lunak HEC-RAS yang telah melalui proses kalibrasi dan validasi. Estimasi suplai sedimen tahunan dihitung menggunakan pendekatan iii berbasis erosi lahan Universal Soil Loss Equation (USLE), sedangkan simulasi transportasi sedimen menggunakan kombinasi fungsi transport Meyer–Peter Müller dan metode kecepatan jatuh sedimen Wu dan Wang. Selain itu, pengaruh keruntuhan tebing terhadap dinamika sedimentasi dianalisis dengan mempertimbangkan Bank Stability and Toe Erosion Model (BSTEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan sungai yang telah dilakukan efektif dalam meningkatkan kapasitas sungai dan mengurangi limpasan banjir kala ulang 25 tahun, dengan penurunan tinggi muka air banjir mencapai sekitar 1,1 m. Estimasi suplai sedimen tahunan berdasarkan pendekatan USLE menunjukkan nilai sebesar 67.335 ton/tahun, sedangkan hasil simulasi model dengan debit kala ulang satu tahun menghasilkan nilai transport sedimen sebesar 54.597 ton/tahun. Secara keseluruhan, penanganan sungai mampu mengurangi tingkat agradasi dan degradasi dasar sungai hingga sekitar 15%. Namun demikian, peningkatan kecepatan aliran pada beberapa segmen pasca penanganan, khususnya pada bagian tengah sungai, menyebabkan peningkatan tegangan geser dasar yang memicu degradasi lokal. Sebaliknya, pada segmen hulu dan hilir terjadi kecenderungan agradasi akibat perubahan geometri lebar dasar sungai serta keberadaan bangunan pulau di hilir. Kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan dan perencanaan penanganan Sungai Batang Agam secara berkelanjutan serta sebagai referensi dalam evaluasi dampak morfologi sungai akibat intervensi manusia.
STRATEGI PENINGKATAN AKSES AIR MINUM PERPIPAAN DI DKI JAKARTA MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIS
Untuk mendukung ketercapaian target 100% akses air minum perpipaan di Kota Jakarta, pemerintah telah menetapkan berbagai strategi. Namun, aksesibilitas air perpipaan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, baik dari aspek teknis maupun nonteknis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor- faktor tersebut sehingga dapat memberikan intervensi yang tepat sasaran sesuai keadaan aktual Kota Jakarta. Pendekatan sistem dinamik digunakan untuk mensimulasikan dan memodelkan interaksi antara variabel-variabel utama selama periode 10 tahun (2028-2038) menggunakan diagram lingkaran sebab-akibat dan diagram aliran-stok, yang diikuti dengan validasi statistik. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario strategi intervensi yang berdiri sendiri menghasilkan tingkat efektivitas yang bervariasi, dengan skenario optimalisasi sistem penyaluran mencapai persentase pelanggan tertinggi (85%), diikuti oleh skenario aspek ekonomi (56%), skenario aspek lingkungan (55%), dan pengembangan sumber daya manusia (53%). Kombinasi skenario menunjukkan dampak yang lebih kuat melalui sinergi lintas sektor. Kombinasi aspek teknis dan sosial menghasilkan persentase pelanggan 86% pada tahun 2038, sementara kombinasi aspek lingkungan dan ekonomi mencapai 61%. Skenario yang mengintegrasikan empat aspek mencapai 98% persentase pelanggan pada mulai tahun 2038. Hasil ini menyoroti pentingnya peran kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat perluasan jaringan air pipa. Studi ini menyediakan skenario intervensi yang dapat mendukung pemerintah daerah Jakarta dalam meningkatkan konektivitas masyarakat ke jaringan air pipa.
KRITERIA PENGEMBANGAN LANSKAP BERBASIS PRINSIP DESAIN EKOLOGI DAN WISATA BERKELANJUTAN STUDI KASUS : KAWASAN MANGROVE DAN PENANGKARAN BUAYA BLANAKAN KAB. SUBANG
Ekosistem mangrove berperan penting dalam menjaga stabilitas lingkungan pesisir, pengaturan dinamika pasang surut, penyediaan habitat bagi satwa liar, serta pemeliharaan kualitas perairan. Selain fungsi tersebut, mangrove juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata berbasis alam. Namun, pemanfaatan yang tidak dikelola secara berkelanjutan dapat menimbulkan degradasi lingkungan berupa gangguan hidrologi, penurunan kerapatan mangrove dan berkurangnya fungsi habitat. Kondisi ini juga ditemukan pada Kawasan Mangrove dan Penangkaran Buaya Blanakan di Kabupaten Subang yang memiliki fungsi konservasi dan wisata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kriteria pengembangan lanskap berbasis prinsip desain ekologi dan wisata berkelanjutan untuk mendukung pelestarian ekosistem mangrove, habitat buaya muara (Crocodylus porosus). Penelitian menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data yang dianalisis meliputi data primer dan sekunder yang mencakup aspek fisik, biologi, dan kultural kawasan. Analisis dilakukan secara spasial untuk menentukan kesesuaian lahan untuk konservasi mangrove dan wisata, serta dilengkapi dengan analisis peluang, kendala, dan respons dalam perencanaan lanskap. Hasil penelitian merumuskan kriteria pengembangan lanskap yang meliputi pengelolaan hidrologi melalui pengaturan aliran air, dinamika pasang surut, dan kualitas perairan dengan sistem filtrasi alami, konektivitas ekosistem untuk menjaga keterhubungan antar habitat dan zona fungsi, pengelolaan vegetasi mangrove guna mendukung stabilitas ekosistem dan biodiversitas, serta pengelolaan habitat satwa liar untuk menjaga keberlanjutan habitat dan meminimalkan gangguan manusia. Selain itu, penataan fasilitas dan aktivitas wisata dirancang secara terbatas dan adaptif sesuai daya dukung lingkungan dengan menekankan pembatasan pemanfaatan ruang, minimisasi dampak lingkungan, peningkatan kesadaran ekologis, serta dukungan terhadap konservasi dan pemberdayaan masyarakat lokal.
EVALUASI KESESUAIAN PEMANFAATAN RUANG KALI PEPE LAND SEBAGAI KAWASAN WISATA TEPI SUNGAI KALI PEPE BERDASARKAN DATA DAN INFORMASI SEKUNDER
Dalam regulasi pemanfaatan ruang di Indonesia, penyimpangan suatu pengembangan tidak cukup ditentukan hanya dari kesesuaiannya dengan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Idealnya, sebuah pengembangan juga perlu memperoleh persetujuan dari pihak-pihak terkait lain, yang relevansinya semakin diperkuat melalui Forum Penataan Ruang (FPR) dan mungkin memiliki peraturan dan persyaratan mereka sendiri. Bahkan setelah itu, perlu dipertimbangkan juga kinerja proyek dalam mengadakan pembangunan yang selaras dengan konsep safeguarding. Penilaian terhadap pembangunan kawasan wisata Kali Pepe Land tidak hanya mengevaluasi kesesuaian Kali Pepe Land dengan RDTR dan RTRW Kab. Boyolali dan Kab. Karanganyar, tetapi juga dengan peraturan pemanfaatan sungai dalam koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS BS), serta kinerja Kali Pepe Land dalam mengembangkan kawasan wisata tepi sungai yang menerapkan aspek-aspek dari konsep safeguarding. Melalui penggunaan conformance-based approach dan performance-based approach yang dipadukan dengan with Case Study-Mixed Method (CS-MM), dapat dicapai sebuah kesimpulan yakin apakah suatu pengembangan telah berhasil atau gagal mewujudkan pembangunan yang diinginkan. Studi ini menyoroti isu-isu utama terkait kesesuaian dan ketidaksesuaian dalam pemanfaatan ruang di Kali Pepe Land, serta menyediakan indikasi awal apakah pengembangannya dapat diizinkan berjalan sebagaimana adanya, harus menjalani tinjauan lebih lanjut, atau sepenuhnya tidak dapat diterima. Evaluasi ini berfungsi sebagai referensi terstruktur terhaadap pemanfaatan ruang di Kali Pepe Land, memungkinkan penilaian selanjutnya untuk dilakukan secara lebih terarah dan sistematis
HARMONI TRADISI DAN KREASI BALAI BATABUAH : PUSAT SENI PERTUNJUKAN SEBAGAI RUANG KOLABORASI, APRESIASI, DAN INOVASI BUDAYA SENI DI RANAH MINANGKABAU
Seni Pertunjukan merupakan salah satu budaya seni yang terancam hilang karena perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, fenomena ini disebut juga dengan fenomena globalisasi dan modernisasi. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki tingkat kekayaan dan keragaman budaya yang tinggi. Salah satu budaya seni pertunjukan dari suatu suku bangsa di Indonesia yang terancam hilang merupakan budaya suku bangsa Minangkabau. Tidak tersedianya fasilitas pertunjukan yang sesuai dengan standar juga menjadi salah satu alasan tidak berkembangnya budaya seni pertunjukan di ranah Minangkabau. Untuk itu dibutuhkan sebuah usaha untuk memulihkan kembali budaya seni pertunjukan tradisional Minangkabau dan tetap mengembangkan seni pertunjukan modern. Oleh karena itu, diperlukan sebuah fasilitas yang dapat mewadahi aktivitas seni pertunjukan di ranah Minangkabau. Pusat seni pertunjukan ini memiliki fasilitas utama berupa teater pada umumnya dan juga salah satu teater khas Minangkabau yaitu Medan nan Bapaneh. Selain itu, juga terdapat fasilitas sekunder serta fasilitas pendukung dalam proses keberjalanan operasional bangunan tersebut. Persoalan perancangan pada proyek ini terdiri dari tiga persoalan yaitu, adaptabilitas dan fleksibilitas ruang, identitas arsitektur Minangkabau dan atraktivitas wisata kebudayaan.
KAJIAN MORFOLOGI SUNGAI AKIBAT BANGUNAN PENGENDALI BANJIR DI SUNGAI BABAKAN KABUPATEN BREBES
Kejadian banjir tertinggi terjadi pada tahun 2022 yaitu berada pada daerah provinsi Jawa Tengah. Daerah Aliran Sungai (DAS) Babakan merupakan salah satu DAS yang terletak di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. DAS Babakan memiliki karakteristik hidrologi yang kompleks, dengan topografi yang cenderung datar dan tingkat hujan yang tinggi, sehingga meningkatkan risiko terjadinya banjir. Berdasarkan Laporan Kejadian Banjir dari BBWS Cimanuk–Cisanggarung, tercatat sebanyak 20 kejadian banjir di Kecamatan Ketanggungan selama lima tahun terakhir (2020–2024). Kejadian banjir paling sering terjadi pada tahun 2020 dan 2023, dengan lima desa terdampak, di mana Desa Ketanggungan menjadi lokasi dengan frekuensi banjir tertinggi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa banjir di wilayah ini bersifat berulang (recurrent flooding). Penelitian ini menganalisis penanganan banjir dalam mereduksi genangan banjir dan pengaruhnya terhadap perubahan morfologi sungai. Obyek penelitian mencakup segmen Sungai Babakan sepanjang 3,90 km, dimulai dari Jembatan Burg Ketanggungan sebagai batas hulu dan Jembatan Sutamaja sebagai batas hilir. Analisis hidrologi menggunakan metode HSS Nakayasu. Analisis Hidraulika berupa permodelam banjir menggunakan HEC-RAS 1D untuk memperoleh profil muka air kondisi eksisting dan HEC-RAS 2D untuk memperoleh luas genangan dan cakupan lokasi banjir pada tiga skenario. Sedangkan pemodelan sedimen dilakukan dengan tiga skenario menggunakan HEC-RAS 1D untuk mengetahui perubahan morfologi dasar sungai di sepanjang lokasi kajian. Hasil analisis karakteristik DAS Babakan membentuk busur yang sesuai dengan Hidrograf Nakaysu dan dengan debit banjir Q20 sebesar 241.860 m3/detik. Hasil pemodelan banjir kondisi eksisting menggunakan HECRAS 1D dengan debit Q20 menunjukan bahwa kapasitas Sungai Babakan belum mampu menampung debit banjir dengan luapan terjadi sepanjang sungai dengan ketinggian mencapai ± 0,50 – 1,50 m. Hasil pemodelan banjir menggunakan HECRAS 2D dengan debit Q20, kondisi eksisting tidak mampu menampung debit banjir sehingga menyebabkan terjadi limpasan yang menggenangi permukiman, persawahan, dan fasilitas umum lainnya dengan tinggi limpasan rata-rata mencapai 0.40 m dan luas genangan seluas 88.76 Ha; kondisi setelah penanganan dengan dua kolam detensi dan peningkatan tanggul sekitar kolam masih mengalami limpasan pada beberapa segmen sungai dengan tinggi limpasan rata-rata sekitar 0,30 m, dengan luas genangan yang tereduksi menjadi 79,07 ha; kondisi penanganan lanjutan berupa peningkatan tanggul Sungai Babakan dengan penambahan tinggi rata-rata 1,00 m pada tanggul kiri dan 1,50 m pada tanggul kanan, yang secara signifikan mampu menghilangkan limpasan sehingga tidak terjadi genangan. Hasil pemodelan sedimen menggunakan HEC-RAS 1D dengan debit andalan Q50 metode FJ Mock selama satu tahun menunjukan bahwa kejadian agradasi didominasi pada kondisi Penanganan I dan Penanganan II pada bagian sungai setelah adanya bangunan pengendali banjir (lateral structure) dengan volume total sebesar 1.835,88 ton/tahun (Penanganan I) dan 1.852,58 ton/tahun (Penanganan II). Sedangkan kejadian degradasi didominasi pada kondisi eksisting dari bagian hulu hingga hilir secara merata dengan volume total sebesar 1.931,95 ton/tahun, namun pada kondisi Penanganan I dan Penanganan II terjadi pada saat sebelum bangunan pengendali banjir hulu dan setelah bangunan pengendali banjir hilir.
PERANCANGAN SISTEM DAUR ULANG AIR PADA KERETA NEW GENERATION
Kereta merupakan moda transportasi darat yang unggul dalam perjalanan jauh. Perjalanan jauh menggunakan kereta membutuhkan fasilitas toilet yang menggunakan air dan menghasilkan limbah. Saat ini hanya limbah blackwater dari kereta yang ditampung. Interval pengurasan tangki septik yang lama menandakan bahwa ada limbah yang terbuang ke badan. Sistem daur ulang air dapat mengatasi masalah limbah yang terbuang ke badan rel serta pengisisan air selama perjalanan. Namun belum banyak karya tulis ilmiah yang membahas kebutuhan komponen, batasan sistem, interval perawatan, dan biaya perawatan untuk sistem daur ulang air pada kereta. Tugas sarjana ini menyelidiki tiga alternatif sistem daur ulang menggunakan membran ultrafiltrasi dan reverse osmosis dengan rangkaian berbeda. Kebutuhan komponen, batasan sistem, interval perawatan, dan biaya perawatan ditentukan berdasarkan studi literatur yang disesuaikan dengan kondisi implementasi sistem daur ulang air pada kereta dengan 50 penumpang dan durasi satu perjalanan sekitar 12 jam. Batasan durasi operasi desain alternatif sistem daur ulang air ultrafiltrasi, reverse osmosis, dan ultrafiltrasi dengan reverse osmosis yaitu dua hari, lima hari, dan lima hari. Jenis, interval, dan biaya perawatan yaitu penggantian pre-filter setiap satu hari, backwash membran ultrafiltrasi setiap satu hari, pengurasan dan pengisian tangki air setiap dua hari, serta penggantian membran ultrafiltrasi setiap 25 hari dengan biaya Rp 1.105.000 per bulan untuk alternatif ultrafiltrasi; penggantian pre-filter setiap satu hari, pengurasan dan pengisian tangki air setiap lima hari, serta penggantian membran reverse osmosis setiap bulan dengan biaya Rp 551.000 per bulan untuk alternatif reverse osmosis; penggantian pre-filter setiap satu hari, backwash membran ultrafiltrasi setiap satu hari, pengurasan dan pengisian tangki air setiap lima hari, penggantian membran ultrafiltrasi setiap 25 hari, serta penggantian membran reverse osmosis setiap tahun dengan biaya Rp 1.106.000 per bulan untuk alternatif ultrafiltrasi dengan reverse osmosis.
DIVERSIFIKASI DANVALIDASIPREDIKSISERTA PERHITUNGAN VALUE-AT-RISK BESAR KLAIM ASURANSI KESEHATAN
Akurasi modelrisikountukprediksibesarklaimdapatditingkatkandenganproses diversifikasidanvalidasi.Diversifikasimodeldilakukandenganmelibatkan sejumlah parameteryangmemengaruhibesarklaimmelaluimodellinearterampat. Model yangterdiversifikasidibangunberdasarkandatahistorisuntukklaim asuransi dandapatdivalidasimenggunakandatalainnya.Hasilpenelitian menunjukkan bahwamodelterdiversifikasidapatmemprediksiaspek-aspek tertentu denganlebihbaikdibandingkanmodelhomogen(sebelumdiversifikasi). Value-at-Risk (VaR)digunakansebagaiukuranrisikodarimodel.Karenasebagian besar klaimbernilainol,ukuranVaRdimodifikasi.Selainitu,nilaiinijuga dinyatakanbergantungbeberapaparameteruntukVaRpadamodelrisiko terdiversifikasidanyangtelahdiverifikasi.
HYBRID MARKETPLACE: REINVENTING PASAR TANAH ABANG DENGAN PENDEKATAN CROSS CHANNEL BEHAVIOUR
Di era digital, pasar tekstil konvensional menghadapi kesulitan untuk mempertahankan relevansinya karena perubahan perilaku belanja produk fashion masyarakat yang beralih ke platform online. Online shop menawarkan kemudahan dan kenyamanan yang membuat pasar tekstil konvensional terabaikan karena pedagang pasar memiliki keterbatasan dalam mengembangkan kapabilitas bisnis, terutama terkait kemampuan digital, yang menghambat kemampuan mereka untuk beradaptasi dan bersaing secara efektif. Pasar Tanah Abang, pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara yang memiliki nilai sejarah dan identitas yang kuat, juga menghadapi tantangan besar dari perubahan perilaku masyarakat tersebut. Sehingga dalam konteks perancangan ini, Pasar Tanah Abang menjadi model bagaimana pasar tekstil konvensional dapat berkembang dengan memanfaatkan identitasnya untuk menjembatani kesenjangan antara keahlian pedagang dan perubahan perilaku berbelanja masyarakat di era modern. Tesis ini mengusulkan transformasi radikal bagi eksistensi pasar secara fisik dengan mendefinisikan ulang bahwa pasar bukan hanya sebagai ruang transaksi jual-beli, namun juga sebagai ruang sosial yang memfasilitasi interaksi dan transfer pengetahuan. Tesis ini berusaha untuk menunjukkan bahwa kerentanan pasar tekstil konvensional tidak hanya berkaitan dengan elemen spasial, tetapi juga dipengaruhi oleh praktik ekonomi dan sosial yang menuntut pedagang untuk menjadi agen yang aktif berperan terhadap perubahan perilaku belanja di pasar. Hybrid Marketplace berperan sebagai katalis yang mendukung pengembangan literasi digital dan kemampuan adaptasi pedagang dalam menghadapi industri fashion yang fast-paced dan trend-driven. Untuk menciptakan pengalaman belanja yang baru, Hybrid Marketplace menggunakan cross-channel behavior sebagai pendekatan desain dengan interaksi sosial dipahami sebagai manifestasi integrasi antara pengalaman digital dan fisik dalam penciptaan lingkungan pasar yang baru. Pasar direkonseptualisasikan sebagai integrasi antara dimensi fisik dan digital, di mana arsitektur bertindak sebagai hasil translasi perilaku pasar secara virtual ke dalam pengalaman spasial dalam lingkungan fisik. Tesis ini merumuskan tipologi pasar tekstil konvensional yang selama ini dipahami sebagai ruang dengan fungsi tunggal, dengan mengusulkan sebuah ruang multifungsi di mana dimensi ekonomi, sosial, dan edukasi informal memproduksi ruang pasar yang kolaboratif. Pendekatan ini memungkinkan pasar tekstil tetap eksis dan relevan dalam lingkungan industri fashion yang dinamis, sekaligus menciptakan pengalaman hybrid yang merekonfigurasi relasi antar pelaku usaha, memperluas ekosistem komunitas, selagi menjaga identitas budaya dan beradaptasi mengikuti perkembangan zaman dan perubahan kebutuhan masyarakat.
INDUSTRI PEMBANGKITAN LISTRIK TENAGA SURYA INDONESIA PADA TAHUN 2045: PENERAPAN PERENCANAAN SKENARIO DEDUKTIF UNTUK MENGUJI IDE BISNIS – STUDI KASUS PERUSAHAAN PENGEMBANG ENERGI SURYA PATUNGAN INDONESIA–UEA
Tesis ini menilai ketangguhan ide bisnis Dune Energy dalam sektor pembangkitan listrik tenaga surya di Indonesia dengan mengintegrasikan Analisis Ide Bisnis dan Pendekatan Perencanaan Skenario Oxford (OSPA). Berangkat dari tradisi perencanaan berbasis skenario van der Heijden, Analisis Ide Bisnis digunakan untuk memetakan keterkaitan antara nilai sosial/nilai pelanggan, inovasi kewirausahaa, sumber daya dan kompetensi yang khas, serta siklus surplus yang saling memperkuat, lalu melakukan “uji ketahanan” elemen-elemen tersebut terhadap berbagai alternatif masa depan (van der Heijden, 2001, 2005). Data primer dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan diskusi kelompok terarah (FGD) dengan para eksekutif kunci, didukung oleh kuesioner dan FGD berulang untuk pengembangan skenario, serta dianalisis menggunakan analisis tematik; desain penelitian mengikuti logika pengembangan skenario yang dipandu oleh ahli (Lindgren & Bandhold, 2003) dan selaras dengan komponen proses perencanaan skenario yang telah mapan (Garvin & Levesque, 2006). Studi ini mengembangkan empat skenario yang konsisten secara internal serta menguji relevansi elemen-elemen ide bisnis Dune Energy pada masing-masing skenario. Hasil menunjukkan beberapa elemen (misalnya penawaran solusi yang menyeluruh, afiliasi pemegang saham internasional, serta kemitraan/sumber daya terkait PLN) tidak relevan secara konsisten pada skenario yang berorientasi biaya, sehingga mendorong fokus pada perbaikan “tanpa penyesalan” (Wiest et al., 2025). Tesis ini merangkum rekomendasi perbaikan yang berfokus pada: Solusi PLTS terdesentralisasi berbiaya rendah, proyek utilitas skala kecil–menengah, dan mikrogrid; penguatan kapabilitas pembiayaan kreatif dan berbagi risiko; peningkatan monetisasi sertifikat energi terbarukan; penguatan operasi dan pemeliharaan digital serta pemantauan untuk menjaga hasil produksi listrik dan penghematan pelanggan; serta pengembangan kapabilitas pada penilaian daur hidup, akuntansi karbon, dan pengelolaan akhir masa pakai untuk komponen surya, akuisisi aset bermasalah, elektrifikasi proses industri, dan layanan fleksibilitas/jasa sistem jaringan.
PEMIKIRAN MASA DEPAN-KINI: PENERAPAN CAUSAL LAYERED ANALYSIS DALAM PENGEMBANGAN PERSONA UNTUK PERUMUSAN STRATEGI PEMASARAN ADAPTIF BERBASIS SKENARIO DI PT SATU BANK
Keberlanjutan merupakan konsep yang semakin banyak digunakan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam konteks bisnis, terutama setelah Indonesia secara resmi menyatakan komitmennya untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Pencapaian tujuan ini tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor perbankan yang memiliki peran strategis sebagai katalis dalam percepatan implementasi praktik keberlanjutan. Melalui fungsi intermediasi keuangan, perbankan berperan dalam menyalurkan pembiayaan yang mendukung aktivitas ekonomi hijau, baik dalam bentuk pembiayaan berbasis lingkungan maupun dukungan terhadap prakik bisnis berkelanjutan. Dalam konteks ini, pembiayaan berkelanjutan tidak hanya dipahami sebagai instrumen untuk mendukung proyek ramah lingkungan, tetapi juga sebagai upaya untuk mendorong inklusivitas pembiayaan bagi sektor usaha kecil dan menengah (SME) sebagai bagian dari implementasi aspek sosial dari Environmental, Social, and Governance (ESG), sekaligus memperkuat kemitraan strategis antara bank, pemerintah, dan pelaku industri. Pembiayaan Perdagangan merupakan salah satu solusi pembiayaan terstruktur yang umum digunakan oleh sektor perbankan untuk mendukung transaksi perdagangan, baik domestik maupun internasional. Peran bank dalam Pembiayaan Perdagangan tidak hanya sebatas penyediaan pembiayaan, tetapi juga sebagai pihak yang meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas antar mitra bisnis melalui penyediaan instrumen Pembiayaan Perdagangan yang menjamin performa pembayaran maupun pemenuhan kewajiban transaksi. PT Satu Bank (SB Bank) sebagai salah satu bank berbasis global di Indonesia dengan dukungan pemegang saham internasional memiliki komitmen untuk menerapkan praktik perbankan hijau, termasuk dalam pengembangan Pembiayaan Perdagangan Berkelanjutan. Dalam masa transisi menuju ekonomi hijau, berbagai tantangan muncul seiring dengan dinamika regulasi, ketidakpastian pasar, kesiapan pelaku industri, hingga perbedaan persepsi mengenai implementasi keberlanjutan. Namun di saat yang sama, tantangan ini juga menghadirkan peluang strategis bagi bank untuk menciptakan nilai tambah, meningkatkan kapabilitas, dan memperkuat posisi kompetitif melalui inovasi solusi pembiayaan. Oleh karena itu, strategi pemasaran yang adaptif menjadi penting agar SB Bank mampu tetap responsif, relevan, dan resilien menghadapi berbagai skenario perubahan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran adaptif bagi implementasi Pembiayaan Perdaganan Berkelanjutan di SB Bank dalam horizon waktu 10 tahun ke depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap para pelaku industri yang terlibat dalam ekosistem Pembiayaan Perdagangan Berkelanjutan, penyebaran survey, dan validasi pakar menggunakan metode Delphi. Temuan awal menunjukkan adanya kesenjangan pemahaman yang selama ini terlihat pada level permukaan, sehingga diperlukan analisis yang lebih mendalam untuk memahami motif, keyakinan, dan narasi yang membentuk persepsi tersebut. Untuk itu, penelitian ini menggunakan pendekatan Causal Layered Analysis (CLA) yang terdiri dari empat lapisan, yaitu Litany, Systemic, Worldview, serta Myth/Metaphor. Pendekatan CLA digunakan untuk menggali pemaknaan lebih dalam terhadap isu keberlanjutan, mengidentifikasi keyakinan yang melatarbelakangi, serta mengungkap metafora yang merepresentasikan persepsi pengambil keputusan utama, yang kemudian menjadi dasar pembentukan persona pelanggan. Selanjutnya, penelitian ini menggunakan pendekatan Scenario Planning untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan kondisi masa depan dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan implementasi Pembiayaan Perdagangan Berkelanjutan. Melalui eksplorasi skenario dan penetapan indikator peringatan dini, SB Bank dapat merumuskan strategi pemasaran yang tidak hanya responsif, tetapi juga antisipatif terhadap perubahan lingkungan bisnis. Kombinasi analisis CLA, pembentukan persona, dan pendekatan skenario memberikan kerangka strategis bagi SB Bank untuk membangun strategi pemasaran yang adaptif, dengan pesan yang disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, dan persepsi masing- masing persona dalam menghadapi skenario masa depan yang berbeda.