📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

INTEGRASI PERAMALAN PERMINTAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI OPERASIONAL PADA DISTRIBUTOR MRO: STUDI KASUS PADA PT LIMA PUTRA JAYA

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor Pemeliharaan, Perbaikan, dan Operasi (MRO), seperti PT Lima Putra Jaya, sering mengalami inefisiensi operasional akibat manajemen inventaris yang berbasis intuisi. Praktik ini menyebabkan kerugian finansial yang signifikan akibat kelebihan stok (overstock), stok mati (deadstock), dan hilangnya peluang penjualan. Penelitian ini mengatasi masalah tersebut dengan mengembangkan kerangka kerja manajemen inventaris yang sistematis dan berbasis data. Menggunakan metodologi studi kasus kuantitatif dengan data historis perusahaan selama 32 bulan, penelitian ini mengklasifikasikan pola permintaan menggunakan Matriks Kategorisasi Syntetos-Boylan dan mengevaluasi berbagai model peramalan deret waktu (time-series forecasting) serta Metode Croston dan Metode SBA (Syntetos-Boylan Approximation) untuk memprediksi permintaan produk. Model dengan error terkecil kemudian digunakan untuk menghitung parameter pengendalian inventaris yang optimal, termasuk Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point (ROP), dan Safety Stock. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang diusulkan menawarkan peningkatan finansial yang signifikan dibandingkan pendekatan berbasis intuisi saat ini. Implementasi parameter yang dioptimalkan diperkirakan dapat melepaskan modal kerja yang tertahan (frozen working capital) sebesar Rp 604,328,150. Angka ini merepresentasikan jumlah kas yang dapat dilepaskan dari penghapusan inventaris berlebih ke tingkat yang optimal. Selain itu, sistem ini diproyeksikan dapat menghemat Rp 113,555,196 setiap tahun dalam biaya inventaris, yang merupakan pengurangan biaya operasional rutin yang mencerminkan peningkatan efisiensi sebesar 85.7 persen..

2026
👤 Penulis: Mateo Nathaniel Tarigan
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Peramalan

ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI, PENGAKUAN, LINGKUNGAN KERJA, DAN KETERLIBATAN KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN: STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN BERSKALA KECIL DI JAKARTA ( CV PAYU RASA INDONESIA )

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi, pengakuan, lingkungan kerja, dan keterlibatan karyawan terhadap kinerja karyawan pada perusahaan makanan dan minuman berskala kecil di Jakarta, dengan studi kasus pada CV Payu Rasa Indonesia, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey, dan data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden yang terdiri atas karyawan CV Payu Rasa Indonesia serta karyawan dari dua perusahaan makanan dan minuman sejenis guna memenuhi kebutuhan ukuran sampel penelitian, serta data dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap kinerja karyawan, baik secara simultan maupun parsial, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi, pengakuan, lingkungan kerja, dan keterlibatan karyawan secara simultan dan parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, diantara keempat variabel tersebut, kompensasi merupakan faktor yang memiliki pengaruh paling dominan, diikuti oleh pengakuan, lingkungan kerja, dan keterlibatan karyawan serta temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja karyawan pada perusahaan makanan dan minuman berskala kecil dapat dicapai melalui penerapan sistem kompensasi yang kompetitif dan adil, penciptaan lingkungan kerja yang kondusif, pelaksanaan program pengakuan yang terstruktur, serta penguatan keterlibatan karyawan melalui komunikasi dan pemberdayaan yang efektif, sehingga penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen CV Payu Rasa Indonesiadalam merancang kebijakan sumber daya manusia yang strategis untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan

2026
👤 Penulis: Fariz Muhamad
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Sumber Daya Manusia

FORMULASI STRATEGI BISNIS UNTUK LAYANAN NON-BAHAN BAKAR DI SPBU: MEMANFAATKAN PERTUMBUHAN KENDARAAN BERAT DARI PROGRAM BIOSOLAR

Studi ini menganalisis stagnasi kinerja SPBU 24.345.135 dalam skema PSO Biosolar di Indonesia, di mana harga yang terregulasi, margin tetap, dan penurunan alokasi sebesar 6,48% pada tahun 2025 meningkatkan risiko perpindahan pelanggan di koridor Trans-Sumatra. Dengan menggunakan bukti kasus campuran (catatan operasional, data regulasi/alokasi, observasi aliran layanan, survei pengemudi N = 243, serta wawancara pemangku kepentingan), studi ini: (1) menyusun STP berbasis kebutuhan untuk pengguna kendaraan berat, (2) mengidentifikasi faktor internal–eksternal yang membentuk layanan non- bahan bakar (NFS), dan (3) merumuskan strategi terintegrasi untuk pertumbuhan dan daya saing NFS. Desain penelitian yang digunakan adalah mixed-method. Data kuantitatif dikumpulkan melalui survei pengemudi (N = 243), yang mencakup penilaian kinerja layanan berbasis SERVPERF, evaluasi komparatif terhadap SPBU alternatif, pengukuran kepuasan, serta indikator kebutuhan fasilitas. Klasterisasi K-means berbasis kebutuhan digunakan untuk membentuk segmen dan mengarahkan STP. Bukti kualitatif dari wawancara pengemudi dan internal, disertai observasi lapangan serta pemetaan pesaing, digunakan untuk memvalidasi mekanisme perilaku, menjelaskan pola perpindahan pelanggan, dan mendukung analisis internal–eksternal (sumber daya/kapabilitas, logika penciptaan nilai, serta perumusan berbasis SWOT/TOWS). Dua akar masalah utama teridentifikasi: ketidaksesuaian segmen–layanan (aset stopover belum dioptimalkan untuk pelanggan logistik kendaraan berat yang mencakup 57% basis pelanggan) dan asimetri operasional (kesiapan layanan tidak selaras dengan jendela permintaan kunci, termasuk pukul 03.00–07.00). Preferensi pengemudi mengikuti logika dua tahap: ketersediaan dan stabilitas antrean menentukan apakah pengemudi bertahan; ketika kondisi stabil, persepsi keadilan layanan dan kenyamanan stopover mendorong kunjungan ulang. SPBU diposisikan sebagai Reliable Logistics Stopover Hub dengan strategi diferensiasi terfokus yang dijalankan melalui enam inisiatif bertahap: stabilisasi ketersediaan, pengendalian throughput pada jam puncak, penyesuaian jam operasi, rekonfigurasi fasilitas yang ramah truk, penguatan kontrol kepatuhan dan keadilan layanan, serta pengembangan NFS yang berorientasi pada kebutuhan pengemudi.

2026
👤 Penulis: Sarah Ramadhani Putri
🏷️ Logistik 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

BAGAIMANA AKTIVITAS PEMASARAN MEDIA SOSIAL DI INSTAGRAM MEMBENTUK PERCEIVED VALUE, PERCEIVED QUALITY, DAN KEPERCAYAAN UNTUK MENDORONG NIAT PEMESANAN: STUDI KASUS DESIGN THINKING PADA GRADBYAUNEE DI BANDUNG

Industri fotografi wisuda outdoor di Indonesia berkembang sebagai ekosistem jasa kreatif berbasis freelance yang sangat bergantung pada media sosial sebagai saluran utama untuk penemuan, evaluasi, dan inisiasi transaksi. Untuk jasa berbasis pengalaman seperti fotografi wisuda, Instagram tidak hanya berfungsi sebagai media portofolio, tetapi juga sebagai ruang evaluasi tempat calon pelanggan menilai kualitas layanan, kredibilitas, dan nilai yang dirasakan sebelum memutuskan untuk melakukan kontak. Gradbyaunee, penyedia jasa fotografi wisuda outdoor yang beroperasi di Jakarta, Bandung, dan Semarang, mengalami penurunan kinerja pemesanan yang signifikan di pasar Bandung selama periode 2024-2025, meskipun kinerja di kota lain relatif stabil. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan tingkat inquiry yang masih cukup tinggi, sehingga mengindikasikan adanya kesenjangan antara eksposur media sosial dan konversi pemesanan yang aktual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengapa aktivitas pemasaran media sosial Gradbyaunee belum mampu membentuk perceived value, perceived quality, dan trust yang kuat di kalangan audiens Bandung, serta bagaimana persepsi tersebut memengaruhi kepuasan pelanggan dan niat pemesanan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi elemen aktivitas pemasaran media sosial yang paling berpengaruh dalam membentuk persepsi tersebut sepanjang perjalanan pelanggan dari Instagram hingga keputusan pemesanan. Pendekatan penelitian kualitatif digunakan dengan mengadopsi metodologi Design Thinking yang diintegrasikan dengan kerangka Stimulus-Organism-Response (S-O-R). Aktivitas pemasaran media sosial diposisikan sebagai stimulus, perceived value, perceived quality, dan trust sebagai organism, serta booking intention sebagai response. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan calon pelanggan dan pelanggan terbaru di Bandung, dengan fokus pada persepsi mereka terhadap konten Instagram Gradbyaunee, pengalaman inquiry, dan proses pengambilan keputusan. Temuan wawancara tersebut kemudian dilengkapi dengan sesi pengujian prototipe untuk mengevaluasi perubahan persepsi sebelum dan sesudah penerapan intervensi desain yang ditujukan untuk meningkatkan kejelasan komunikasi dan kesiapan pemesanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya konversi pemesanan tidak terutama disebabkan oleh sensitivitas harga atau keraguan terhadap kualitas layanan, melainkan oleh komunikasi proposisi nilai yang kurang jelas, lemahnya isyarat lokalisasi, serta terbatasnya konten interaktif di media sosial. Meskipun portofolio visual dan konsistensi konten Gradbyaunee berkontribusi positif terhadap perceived quality dan pembentukan trust awal, elemen tersebut belum cukup untuk mendukung kesiapan pemesanan. Audiens sering mengalami ketidakpastian terkait prosedur pemesanan, ruang lingkup deliverables, serta relevansi lokal, yang pada akhirnya melemahkan trust dan menurunkan kepercayaan untuk melakukan pemesanan. Elemen social proof seperti testimoni dan tag klien terbukti meningkatkan kredibilitas, namun dampaknya terbatas akibat kurangnya narasi kontekstual dan pendekatan lokal yang relevan dengan audiens Bandung. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis berupa rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan strategi pemasaran media sosial yang terlokalisasi, khususnya melalui komunikasi nilai yang lebih jelas, penguatan isyarat lokal, dan pemanfaatan format konten yang lebih interaktif untuk mendukung pembentukan trust dan peningkatan konversi. Secara akademik, penelitian ini memperluas penerapan kerangka S-O-R dengan mengintegrasikannya ke dalam pendekatan Design Thinking pada konteks jasa kreatif berbasis pengalaman, serta menunjukkan bagaimana insight kualitatif dan prototyping iteratif dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengatasi kesenjangan persepsi dalam perjalanan pelanggan digital.

2026
👤 Penulis: Muhammad Amien Jauhari
🏷️ Design Thinking 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

EVALUASI ADOPSI MYRENTOKIL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP SERVICE PROFIT CHAIN DI PT RENTOKIL INITIAL INDONESIA

Teknologi digital di sektor jasa sangat penting untuk meningkatkan efisiensi, kepatuhan, dan kualitas. MyRentokil berbasis cloud dari PT Rentokil Initial Indonesia menyederhanakan pelaporan teknisi dan memperluas akses data pelanggan. Keterbatasan konsistensi internal dan penolakan yang cukup besar terhadap perubahan prosedur kerja telah membatasi profitabilitas platform tersebut. Masalah-masalah ini telah menimbulkan kekhawatiran manajerial tentang tata kelola digital dan integrasi loyalitas serta kinerja layanan. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara infrastruktur teknologi dan layanan pelanggan di lapangan. Studi ini meneliti determinan adopsi MyRentokil oleh supervisor dan teknisi serta pengaruhnya terhadap kualitas layanan dan loyalitas pengguna. Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2) dan Service Profit Chain digunakan untuk memetakan perilaku penggunaan sistem digital dan produktivitas layanan pelanggan. Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) digunakan untuk mengevaluasi model prediksi eksploratif pada variabel laten meskipun ukuran sampel terbatas. Di tempat kerja, ekspektasi upaya, kondisi pendukung, dan kebiasaan mendorong kontak staf dengan sumber daya operasional. Karena Ekspektasi Kinerja tidak memengaruhi pengguna sistem, ekspektasi profesional dan rutinitas harian mendorong adopsi teknologi baru. Intensitas penggunaan aplikasi yang berkelanjutan meningkatkan Kepuasan Kerja, yang membantu membangun persepsi kualitas layanan. Karena kontak langsung yang lemah, transformasi digital membutuhkan dukungan tata kelola yang stabil dan implementasi praktis untuk memuaskan pelanggan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh adopsi teknologi tetapi juga oleh tata kelola digital, kesiapan organisasi, dan integrasi antara sistem, proses, dan perilaku manusia. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program pelatihan berbasis peran, standardisasi proses layanan berbasis data digital, dan penguatan peran pengawasan dari para supervisor untuk memastikan bahwa adopsi MyRentokil menghasilkan dampak manajerial yang berkelanjutan bagi perusahaan.

2026
👤 Penulis: Lutfhi Chairul Alam
🏷️ Teknologi Digital 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

MENINGKATKAN KESADARAN MEREK DAN PROFITABILITAS PAPERMARK DENGAN BLUE OCEAN STRATEGY

Penelitian ini menganalisis tingkat brand awareness dan brand identity Papermark, sebuah merek alat tulis kreatif berbasis di Jakarta, melalui perumusan rekomendasi strategis untuk meningkatkan daya saing di industri gaya hidup dan alat tulis di Indonesia. Meskipun mengalami pertumbuhan yang konsisten, Papermark masih menghadapi tantangan dalam visibilitas merek, jangkauan digital, serta interaksi pelanggan di tengah persaingan dengan merek baru maupun yang telah mapan. Penelitian ini mengkaji faktor-faktor utama yang memengaruhi brand awareness, mengidentifikasi kesenjangan antara persepsi internal perusahaan dan pengalaman konsumen, serta merumuskan strategi untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan. Metode kualitatif dan kuantitatif digunakan untuk memberikan evaluasi mendalam terhadap tantangan yang dihadapi merek serta peluang pengembangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods yang mengombinasikan teknik kuantitatif dan kualitatif. Tahap kuantitatif dilakukan melalui survei daring yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji reliabilitas, sementara tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan pemangku kepentingan internal, pelanggan loyal, dan calon konsumen. Survei mengukur persepsi konsumen terhadap daya tarik visual Papermark, fungsi produk, fitur personalisasi, visibilitas digital, serta tingkat pengingatan merek. Pendekatan ini menghasilkan evaluasi komprehensif terhadap kinerja merek Papermark dari berbagai perspektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Papermark dipersepsikan secara positif dari segi kualitas produk dan konsistensi desain visual. Namun, tingkat brand awareness masih terbatas akibat lemahnya keterlibatan digital dan minimnya upaya pembentukan komunitas. Sebagian besar konsumen mengenal Papermark melalui kanal offline dibandingkan pemasaran digital. Selain itu, audiens yang lebih muda cenderung mengaitkan merek alat tulis dengan aktivitas digital yang kuat, konten interaktif, dan kolaborasi kreatif, yang hingga saat ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh Papermark. Hasil wawancara mengindikasikan adanya fokus yang lebih kuat pada aspek operasional dibandingkan pembangunan merek jangka panjang, yang berkaitan dengan belum adanya struktur pemasaran yang jelas. Meskipun pelanggan loyal menghargai identitas visual Papermark, kekuatan tersebut belum dikomunikasikan secara efektif. Calon konsumen menilai produk Papermark menarik, namun menyoroti keterbatasan dampak merek dalam lingkungan digital yang didominasi oleh tren dan konten berbasis influencer. Penelitian ini merekomendasikan strategi pembangunan merek yang berfokus pada penguatan komunitas digital untuk meningkatkan brand awareness dan loyalitas, melalui konten yang konsisten dan berlandaskan identitas merek, kolaborasi dengan komunitas kreatif, aktivasi konten buatan pengguna (user-generated content), serta praktik keterlibatan yang lebih interaktif. Pengembangan storytelling merek, visibilitas pencarian, serta integrasi kanal online dan offline diarahkan untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang terpadu dan mendukung pertumbuhan merek jangka panjang. Penelitian ini memberikan panduan praktis bagi UMKM kreatif dalam meningkatkan visibilitas digital tanpa mengorbankan keaslian merek, serta mendukung keselarasan Papermark dengan perubahan ekspektasi pasar di industri alat tulis kreatif Indonesia.

2026
👤 Penulis: Theresia Maria S N
🏷️ Kepatuhanan Merek 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Digital 🏷️ Analisis Data Kualitatif Dan Kuantitatif

SINTESIS DAN KARAKTERISASI MOF-303 SEBAGAI ADSORBEN AIR PADA PROSES ADSORPTION HEAT TRANSFORMATION (AHT)

Adsorption Heat Transformation (AHT) merupakan teknologi penyimpanan energi yang memanfaatkan proses adsorpsi-desorpsi, dengan sumber energi berasal dari panas limbah domestik dan panas limbah industri. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan efisiensi proses adsorpsi-desorpsi pada teknologi AHT dengan meningkatkan kapasitas adsorpsi (?q) material adsorben. Pada penelitian ini dilakukan sintesis MOF-303 menggunakan metode solvotermal dengan variasi jenis basa (trietilamina, NaOH, dan tanpa penambahan basa) serta variasi penambahan basa NaOH (1,5 mmol dan 3 mmol), yang selanjutnya diaplikasikan sebagai material adsorben pada teknologi AHT. Struktur dan kristalinitas MOF-303 dianalisis menggunakan Powder X-Ray Diffraction (PXRD), gugus fungsi yang ada pada MOF-303 dianalisis menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR), stabilitas termal dianalisis dengan menggunakan Thermogravimetric Analysis (TGA), sedangkan suhu desorpsi, entalpi penguapan, dan kapasitas panas (Cp) ditentukan menggunakan Differential Scanning Calorimetry (DSC). Hasil analisis menggunakan PXRD menunjukkan MOF-303 dengan penambahan jumlah basa NaOH 1,5 mmol dan 3 mmol berhasil terbentuk dengan persen kristalinitas berturut-turut 61 dan 59%. Hasil analisis menggunakan FTIR menunjukkan bahwa pada MOF-303 dengan penambahan jumlah basa NaOH 1,5 mmol dan 3 mmol teridentifikasi puncak baru pada panjang gelombang 1600 cm-1 dan 1392 cm-1 yang merupakan karakteristik dari ikatan -COO-Al, serta pada panjang gelombang 620 cm-1 juga teridentifikasi puncak yang menunjukkan adanya ikatan Al-O pada ligan H2PZDC dengan ion logam Al3+. Hasil analisis menggunakan TGA, MOF-303 memiliki stabilitas termal hingga 420 °C dan dapat menyerap hingga 30% air. Berdasarkan karakterisasi menggunakan DSC, MOF-303 mengalami proses endotermik pada suhu 27 – 192 °C dengan tiga puncak endotermik pada suhu 108, 123, dan 145 °C serta entalpi penguapan 1,386 kJ/g. Pengukuran terhadap kapasitas panas (Cp) mengindikasikan nilai Cp meningkat pada rentang 0,007 – 3,890 J/g°C pada rentang suhu 20 – 95 °C. Berdasarkan analisis stabilitas termal, suhu endotermik, entalpi penguapan, dan kapasitas panas (Cp) yang telah dilakukan pada penelitian ini, MOF- 303 memiliki potensi untuk diterapkan sebagai adsorben air pada proses adsorpsi-desorpsi pada teknologi AHT.

2026
👤 Penulis: M. Yogik Margareta
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

USULAN PROSEDUR KERJA SEBAGAI MEKANISME PENDUKUNG KEPUTUSAN BERBASIS NILAI UNTUK PRIORITISASI BACKLOG RICEFW PADA IMPLEMENTASI SAP S/4HANA MENGGUNAKAN VFT DAN SMART DI PT BUKIT ASAM

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan, dalam implementasi 1ERP SAP S/4HANA di PT Bukit Asam (PTBA), untuk memprioritaskan backlog RICEFW lintas modul di tengah keterbatasan waktu dan kapasitas delivery. Pada kondisi yang diamati, prioritisasi cenderung ad hoc karena belum tersedia acuan prioritisasi berbasis nilai yang terdokumentasi dan dapat dipakai bersama untuk membahas trade-off lintas fungsi serta mendukung keputusan yang dapat ditelusuri. Untuk menutup gap tersebut, penelitian ini menyusun usulan Prosedur Kerja (Working Procedure) sebagai mekanisme pendukung keputusan berbasis nilai untuk prioritisasi backlog pada forum tata kelola proyek. Penelitian menggunakan desain single-case berbasis MCDA. Value-Focused Thinking (VFT) digunakan untuk menurunkan objective pengambilan keputusan dan menerjemahkannya menjadi lima kriteria operasional (C1–C5) yang dilengkapi definisi serta rubrik penilaian 1–5. Penilaian lintas fungsi dikumpulkan menggunakan rubrik tersebut dan diagregasi dengan model nilai aditif tipe SMART untuk menghasilkan baseline ranking dan shortlist awal. Robustness diuji melalui discrete weight-profile sensitivity dengan mengevaluasi ulang ranking dan shortlist pada beberapa profil bobot alternatif. Keluaran penelitian meliputi set kriteria dan rubrik sebagai standar evaluasi bersama, baseline ranking atas 27 grouping RICEFW, serta Top-15 priority shortlist awal untuk perencanaan rilis. Pada profil bobot yang diuji, sebagian besar kandidat baseline (13 dari 15) tetap berada dalam shortlist; perubahan terutama terjadi pada grouping borderline di sekitar batas Top-15. Secara keseluruhan, Pedoman Operasional mengompilasi standar evaluasi, hasil prioritisasi, ringkasan robustness, serta template decision trail untuk mendukung diskusi prioritisasi lintas fungsi yang lebih konsisten dan dapat ditelusuri.

2026
👤 Penulis: Dimas Istanto
🏷️ Implementasi Sap S/4Hana 🏷️ Prioritas Backlog Ricefw 🏷️ Manajemen Proyek

KUANTIFIKASI PERTUMBUHAN DAN HASIL BIOMASSA PADA TANAMAN PAKCOY (BRASSICA RAPA. L) DENGAN HIDROPONIK SUMBU (WICK SYSTEM) MENGGUNAKAN LARUTAN NUTRISI AB-MIX, PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DAN PUPUK CAIR EMULSI IKAN (FISH EMULSION) KOMERSIAL

Ketersediaan lahan pertanian semakin berkurang seiring pertumbuhan penduduk dan urbanisasi. Budidaya non lahan (soil less) seperti sistem hidroponik sumbu diperlukan sebagai alternatif budidaya pada lahan sempit. Budidaya secara hidroponik masih sangat bergantung pada input pupuk anorganik seperti AB mix, yang tidak berkelanjutan. Pendekatan organik seperti penggunaan pupuk organik cair (POC) dan emulsi ikan (fish emulsion) merupakan solusi alternatif menjawab tantangan tersebut dengan menyediakan pupuk yang rendah residu, kaya nutrisi dan mikroba, sekaligus mendukung pertanian zero waste. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan AB-Mix, POC Nasa, dan pupuk emulsi ikan Grow Quick Ultra terhadap pertumbuhan dan hasil biomassa tanaman pakcoy (Brassica rapa L. Var. Nauli F1) pada sistem hidroponik sumbu (wick system). Penelitian dilaksanakan di Screen house 1B ITB Jatinangor, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam ulangan. Dosis POC dan emulsi ikan disetarakan berdasarkan kandungan nitrogen total yang setara dengan larutan AB-Mix konsentrasi 1300 ppm. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot basah, bobot kering, serta rasio tajuk-akar selama empat minggu masa tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan AB-Mix memberikan pertumbuhan dan hasil biomassa yang paling tinggi secara signifikan dibandingkan dua perlakuan lainnya. Pada akhir pengamatan (4 MST), tinggi ratarata tanaman dengan perlakuan AB-Mix mencapai 20,85 cm dengan bobot basah sebesar 17,05 g per tanaman. Sementara itu, perlakuan POC dan emulsi ikan hanya menghasilkan tinggi rata-rata 10,22 cm dan 11,49 cm dengan bobot basah 1,39 g dan 2,08 g. Kondisi larutan nutrisi organik yang memiliki konduktivitas listrik (EC) rendah dan pH basa (alkali) menyebabkan ketersediaan hara makro dan mikro menjadi terbatas, sehingga pertumbuhan tanaman tidak optimal. Substitusi langsung pupuk organik cair ataupun emulsi ikan komersial terhadap pupuk anorganik AB-Mix pada sistem hidroponik sumbu belum efektif dalam mendukung pertumbuhan dan produksi biomassa tanaman pakcoy. Penerapan sistem hidroponik organik memerlukan penyesuaian formulasi nutrisi, proses mineralisasi, serta pengendalian pH yang lebih baik agar ketersediaan unsur hara dapat mendukung pertumbuhan optimal.

2026
👤 Penulis: Yokie Lidiantoro
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGARUH PENGALAMAN MEREK, POPULARITAS PEMASARAN, DAN CITRA MEREK TERHADAP KESETIAN PELANGGAN: STUDI KASUS PADA LUXXE STUDIO

Tujuan penelitian ini akan dilakukan pada Luxxe Studio untuk menganalisis bagaimana pengalaman merek, popularotas pemasaran, dan citra merek terhadap loyalitas pelanggan. Dengan desain pendekatan kuantitatif survei dilakukan secara daring pada 197 pelanggan Luxxe Studio yang dianalisis dengan analisis regresi linier berganda. Temuan penelitian menunjukkan adanya pengaruh pengalaman merek, popularotas pemasaran, dan citra merek terhadap loyalitas pelanggan Luxxe Studio. Ini menjadikan strategi pemasaran digital yang telah dilakukan Luxxe Studio yang ke depannya perlu fokus pada integrasi pengalaman merek dan penguatan citra merek menjadi guna meningkatkan loyalitas pelanggan.

2026
👤 Penulis: Cella Chintania JHS
🏷️ Kontrol Merek 🏷️ Analisis Regresi Linier Berganda 🏷️ Pemasaran Digital

ANALISIS STRATEGIS INFRASTRUKTUR DONASI DIGITAL TERSEMAT MUJAMMA DALAM EKOSISTEM PERBANKAN DIGITAL DAN SUPER APP DI INDONESIA: STUDI KASUS PADA BANK NANO DAN MYTELKOMSEL

Perkembangan pesat industri perbankan digital, khususnya dalam implementasi mobile banking sebagai kanal utama perbankan saat ini telah mengubah perilaku transaksi keuangan sehari-hari dari nasabah. Hampir semua transaksi harian, mulai dari pembayaran tagihan, pemesanan hotel atau pesawat hingga pembelian barang sudah dapat dilakukan dari aplikasi mobile banking nasabah, di sisi lain lembaga sosial atau filantropi mengalami kesulitan dalam melakukan penggalangan dana program sosial walaupun sudah melalui digital fundraising atau crowdfunding, saat ini integrasi antara digital fundraising melalui web lembaga dengan sistem keuangan Islam, yang diwakili oleh aplikasi mobile banking masih terbatas, menciptakan kesenjangan yang besar antara pertumbuhan platform mobile banking yang pesat dengan transaksi melalui aplikasi fundraising lembaga sosial yang lambat Studi ini meneliti bagaimana Mujamma, sebagai penyedia infrastruktur atau platform donasi digital, mengintegrasikan program donasi yang sesuai syariah ke dalam platform mobile banking untuk mendapatkan akses ke jutaan nasabah tanpa harus mengeluarkan biaya besar, meningkatkan kepercayaan pengguna, dan meningkatkan penerimaan donasi program sosial serta juga memberikan tambahan fee-based income kepada Bank Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif pada implementasi di Bank Nano dan MyTelkomsel, yang didukung oleh wawancara dan analisis PESTEL, STP, SWOT, dan TOWS, temuan menunjukkan bahwa model white-label, modular, dan berbasis story-telling dari Mujamma memberikan pengalaman donasi yang berkesan secara emosional bagi nasabah sehingga akan meningkatkan transaksi donasim, namun proses integrasi dengan mobile banking ini membutuhkan interaksi yang intensif dan ketergantungan pada eksekusi Bank, sehingga studi ini merekomendasikan strategi pertumbuhan selektif yang berfokus pada otomatisasi integrasi dari lembaga sosial secara mandiri serta pemilihan Bank yang siap dengan sistem integrasi digital dan mempunyai kebutuhan untuk menjadikan donasi sebagai salah satu fitur utama mobile banking mereka, karakter Bank seperti ini adalah bank syariah yang mempunyai strategi digital cukup kuat

2026
👤 Penulis: Ammar Pasha Alfarisy
🏷️ Digital Donasi 🏷️ Perbankan Digital 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Eksisem

PENGARUH KOMBINASI LINGKUNGAN CAHAYA DAN MEDIA BELAJAR TERHADAP VISUAL WELL-BEING BERBASIS HUMAN-CENTRIC LIGHTING DI RUANG KELAS

Peningkatan penggunaan media belajar digital menambah kompleksitas lingkungan pencahayaan di ruang kelas. Kondisi ini perlu dikaji lebih lanjut terkait efeknya pada siswa. Perkembangan penelitian selama 10 tahun terakhir berfokus pada pencahayaan yang berpusat pada manusia atau Human-centric Lighting (HCL). HCL adalah semua jenis cahaya yang meningkatkan aspek visual, biologis, dan emosional manusia. Penelitian terdahulu di bidang HCL belum banyak yang mengevaluasi melalui pengukuran subjektif dari manusia terutama di fasilitas edukasi. Sehingga penelitian ini penting dilakukan untuk mengisi research gap tersebut. Indikator keberhasilan HCL yaitu peningkatan visual, biologikal, dan emosional digunakan untuk mengungkap visual well-being dari siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun teori tentang pengaruh dari faktor lingkungan cahaya dan media belajar terhadap visual well-being berbasis HCL di ruang kelas. Penelitian disertasi ini menggunakan metode eksperimental dengan 24 setting eksperimen yang merupakan kombinasi dari tipe jendela (bukaan samping dan bukaan belakang), bukaan tirai (tirai tertutup, tirai terbuka setengah, dan tirai terbuka penuh), dan jenis media belajar (whiteboard, glassboard, proyektor, dan smart TV). Penelitian ini melibatkan 45 siswa sebagai responden pada ruang kelas tipe bukaan belakang dan 25 siswa pada tipe bukaan samping dengan keseluruhan responden memiliki kronotipe menengah dan refraksi visual normal ataupun telah dikoreksi. Indikator yang akan dinilai pada penelitian ini adalah respons kejelasan visual, kelelahan visual, dan kenyamanan visual. Penelitian ini mengungkap bahwa visual well-being siswa terbentuk melalui interaksi dinamis antara respons kejelasan, kelelahan, dan kenyamanan visual yang saling memengaruhi, dengan kenyamanan visual sebagai faktor yang paling mendominasi visual well-being. Faktor-faktor yang membentuk visual well-being dapat diungkap melalui pemahaman mendalam terhadap respons-respons tersebut. Respons kejelasan visual terbentuk oleh dua indikator, yaitu performa dan persepsi kejelasan visual, yang dipengaruhi oleh kontras tugas, luminans media belajar, serta posisi duduk siswa. Karakteristik teks sebagai faktor yang berhasil diidentifikasi di luar hipotesis, menjadi salah satu faktor dominan dalam membentuk kejelasan visual siswa. Sedangkan kelelahan visual terbentuk dari lingkungan pencahayaan baik pada posisi duduk siswa maupun pada media belajar, faktor risiko flicker dari media belajar, dan efek non-linear dari jarak duduk. Faktor manusia juga berhasil diidentifikasi sebagai faktor yang turut memengaruhi kelelahan visual. Walaupun kelainan refraksi mata telah dikoreksi menggunakan lensa atau kacamata, efeknya tetap signifikan pada kelelahan visual. Persepsi kejelasan visual menjadi faktor kunci yang tidak hanya memengaruhi kenyamanan visual secara langsung, tetapi juga secara tidak langsung melalui pengurangan kelelahan visual. Selain faktor yang diduga pada hipotesis, penelitian ini juga mengungkap faktor gangguan visual turut memengaruhi respons HCL dan persepsi keseragaman cahaya sebagai faktor yang dominan dalam membentuk kenyamanan visual. Bila kejelasan visual dapat terbentuk dengan menetapkan kontras luminans yang tinggi (dapat dicapai dengan mengatur white luminance dan warna konten), kelelahan visual terjadi akibat ketidakseragaman cahaya pada posisi duduk dan kecerahan bidang tugas. Kecerahan bidang tugas perlu lebih tinggi dibandingkan dengan cahaya pada posisi duduk yang dapat dicapai dengan mengatur white luminance melalui penggunaan luminous device ataupun melalui penambahan luminer pada saat menggunakan non-lit device. Karakteristik lingkungan cahaya di ruang kelas dan media belajar telah berhasil diidentifikasi sebagai faktor yang membentuk visual well-being. Lebih dalam, penelitian ini berhasil mengungkap adanya faktor spasial dan manusia dalam membentuk respons tersebut. Dengan demikian, visual well-being tidak hanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan eksternal, tetapi juga dipengaruhi oleh respons individu yang bersifat subjektif dan kompleks. Penelitian ini menekankan pentingnya kesesuaian konfigurasi ruang kelas, persentase bukaan cahaya dan karakteristik media belajar dalam mendukung visual well-being siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa non-lit device memerlukan pencahayaan ruang yang cukup, sehingga ruang kelas dengan jendela samping menjadi lebih tepat. Sebaliknya, luminous device (reflected- dan self-lit device) membutuhkan stabilitas luminans layar, sehingga ruang kelas dengan jendela belakang lebih optimal. Proporsi bukaan cahaya diantara 59–64% dari luas dinding fasad interior saat menggunakan luminous device terbukti memberikan kondisi visual well-being terbaik. Sedangkan saat menggunakan non-lit device dibutuhkan bukaan yang lebih besar yaitu 73%. Secara keseluruhan, penggunaan self-lit device terbukti memberikan kondisi optimal melalui high clarity-low fatigue yang akhirnya mampu meningkatkan kenyamanan visual dan mencapai visual well-being. Temuan ini menjadi acuan penting dalam desain ruang kelas yang menyeimbangkan distribusi cahaya dan kesejahteraan visual. Kontribusi ini memberikan dasar teoretis dan praktis bagi perancangan ruang kelas dan ruang sejenis yang lebih adaptif dan mendukung kesehatan visual.

2026
👤 Penulis: Christy Vidiyanti
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGEMBANGAN STRATEGI OPERASIONAL UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PERAWATAN: STUDI KASUS PROF RENTAL BALIKPAPAN

Meskipun usaha mikro sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, usaha ini sering kali bergumul dengan masalah efisiensi operasional yang membahayakan kelangsungan jangka panjang mereka. Kesulitan-kesulitan ini juga tercermin dalam Prof Rental Balikpapan, sebuah perusahaan penyewaan sepeda motor di Kalimantan Timur. Walau permintaan pasar dan pendapatan menunjukkan tren positif selama tujuh bulan pertama, perusahaan mengalami volatilitas biaya perawatan yang signifikan, melebihi anggaran hingga 394% antara Januari–Juli 2025. Ketidakpastian ini mengganggu profitabilitas dan menghambat ekspansi armada, sehingga diperlukan strategi operasional yang terstruktur untuk menstabilkan biaya dan meningkatkan keandalan. Penelitian ini bertujuan menjawab tiga pertanyaan utama: (1) Faktor apa yang menyebabkan tingginya biaya perawatan yang tidak konsisten di Prof Rental Balikpapan? (2) Bagaimana jadwal perawatan preventif dapat disusun untuk menekan biaya dan memastikan ketepatan waktu servis? (3) Bagaimana Standard Operating Procedure (SOP) terstandarisasi dapat dikembangkan untuk menjamin disiplin pelaksanaan perawatan? Untuk memberikan jawaban atas ketiga pertanyaan utama tersebut, dipilih pendekatan campuran yang menggabungkan antara analisis kuantitatid dan analisis kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan pendiri, staf operasional, dan mekanik eksternal, sedangkan data sekunder mencakup catatan keuangan, log perawatan, dan panduan Original Equipment Manufacturer (OEM). Analisis kualitatif melalui content analysis dan pemetaan proses Business Process Model and Notation (BPMN)mengungkap kelemahan sistemik: perilaku perawatan reaktif, ketiadaan jadwal berbasis penggunaan, ketergantungan pada bengkel eksternal, serta dokumentasi yang terfragmentasi. Temuan ini diperkuat oleh hasil dari analisis kuantitatif. Statistik deskriptif dan analisis Pareto menunjukkan 36,89% dari total biaya perawatan terkonsentrasi pada overhaul mesin, sementara variabilitas interval kegagalan melebihi 50% pada unit berisiko tinggi, menandakan absennya mekanisme kontrol preventif. Sebagai solusi, penelitian ini merancang jadwal perawatan preventif menggunakan Failure Interval Analysis (FIA), yang menghitung interval perawatan berdasarkan paparan hari sewa, bukan asumsi kalender. Rencana ini membedakan interval berdasarkan tingkat keandalan unit, dengan pemeriksaan bulanan untuk unit berisiko tinggi dan pemeriksaan triwulanan untuk unit baru. Proyeksi biaya menunjukkan bahwa peralihan dari perawatan reaktif ke preventif dapat menurunkan total pengeluaran sekitar 60%, dari Rp 7.103.000 menjadi Rp 3.470.000 dalam enam bulan, sekaligus meningkatkan prediktabilitas dan mengurangi downtime. Rencana ini akan diterapkan untuk jangka pendek selama enam bulan, dengan evaluasi pada bulan ketujuh untuk memastikan efektivitas pengendalian biaya. Untuk menjamin disiplin pelaksanaan, Standard Operating Procedure (SOP) terstandarisasi dikembangkan dengan mengintegrasikan pemicu preventif, ambang batas persetujuan, dan protokol dokumentasi. Standard Operating Procedure (SOP) ini memformalkan peran, memperkenalkan Maintenance Work Order (MWO) untuk penguncian anggaran, serta mewajibkan mekanisme reset untuk menjaga kesinambungan siklus preventif. Dengan melakukan tindakan-tindakan ini, perawatan diubah dari proses yang ad hoc dan reaktif menjadi sistem yang terorganisir dan berbasis data. Kontribusi penelitian ini terletak pada penerapan strategi preventif berbasis keandalan dan standarisasi proses untuk mencapai stabilitas biaya dan ketahanan operasional pada usaha mikro. Dengan mengintegrasikan penjadwalan berbasis Failure Interval Analysis (FIA) dan tata kelola Standard Operating Procedure (SOP), studi ini memberikan kerangka praktis untuk meningkatkan efisiensi perawatan dalam bisnis jasa dengan keterbatasan sumber daya. Penelitian lanjutan disarankan untuk melakukan evaluasi jangka panjang dan mengeksplorasi digitalisasi atau solusi berbasis Internet of Things untuk pemantauan perawatan secara real-time.

2026
👤 Penulis: Eva Ervina
🏷️ Efisiensi Perawatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Mikro 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGEMBANGAN PRODUK DAN PENGALAMAN MAKAN UNTUK MEMPERKENALKAN MAKANAN BERBASIS SERANGGA (ENTOMOFAGI) KEPADA ANAK-ANAK (STUDI KASUS: GUNUNGKIDUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)

Populasi global diproyeksikan akan mencapai 9,8 miliar pada 2050 dengan populasi Indonesia mencapai 328,93 juta jiwa. Hal ini memicu tantangan ketahanan pangan, terutama ketersediaan protein hewani (United Nation, n.d.). Merespon hal ini, FAO (Food and Agriculture Organization) mempromosikan praktik memakan serangga, atau yang disebut dengan entomofagi, sebagai sumber protein alternatif di masa depan (Van Huis dkk., 2013). Namun, ketakutan akan serangga (entomofobia) menghambat penerimaan entomofagi karena ketidakpuasan sensori dan masalah higienitas (Ruby dkk., 2015). Sementara itu, di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tercatat sebanyak 17,02% balita mengalami stunting akibat kekurangan protein, meskipun serangga tersedia sebagai sumber pangan lokal (Muyasaroh, 2024). Penelitian ini akan mengembangkan desain produk pangan dan pengalaman makan berbasis serangga untuk memberikan eksposur awal positif terhadap serangga sebagai sumber pangan lokal pada anak-anak dengan mengintegrasikan aspek sensori dan budaya Gunungkidul melalui pengalaman makan yang menyenangkan. Edukasi pada anak pra-sekolah akan digunakan sebagai metode pengenalan pangan. Melalui studi lapangan dan eksperimen desain, penelitian bertujuan untuk menciptakan produk akhir yang relevan dengan budaya setempat. Hasil desain produk pangan dan desain pendukungnya sebagai media dan sarana pengalaman makan edukatif diharapkan dapat mendukung dan berkontribusi terhadap misi ketahanan pangan di tahun 2050 dengan mempromosikan serangga sebagai protein alternatif masa depan.

2026
👤 Penulis: Gabriella Clara Duana
🏷️ Nutrisi Anak 🏷️ Entomofagia 🏷️ Desain Produk Pangan

DESIGNING A FUNCTIONAL ORGANIZATIONAL STRUCTURE FOR BUSINESS SUSTAINABILITY IN A FAMILY-OWNED GARMENT SME: A CASE STUDY OF RAGAM JAYA GARMENT HOUSE

Ragam Jaya Garment House merupakan UKM garmen milik keluarga berbasis di Bandung yang berdiri pada tahun 1997 dan menjalankan model bisnis made-toorder untuk produk apparel dan merchandise institusi. Walaupun perusahaan telah beroperasi dalam jangka panjang, koordinasi kerja harian masih sangat bergantung pada kebiasaan informal dan pengawasan langsung dari owner. Isu utama yang ditemukan meliputi tidak adanya struktur organisasi tertulis dan kejelasan kepemilikan peran, pengambilan keputusan yang terpusat pada owner pada aktivitas operasional, serta meningkatnya risiko keberlanjutan dan kesinambungan bisnis ketika perusahaan mulai memasuki fase transisi generasi. Kondisi ini menimbulkan bottleneck koordinasi, meningkatkan risiko miskomunikasi dan rework ketika terjadi perubahan pesanan, serta membuat alur operasional kurang stabil saat owner tidak selalu tersedia. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif interpretif melalui wawancara semi terstruktur dengan owner, generasi kedua, admin, dan senior produksi, didukung observasi langsung serta telaah dokumen internal. Data dianalisis menggunakan thematic coding dan kemudian dipetakan dengan alat desain organisasi seperti Porter Value Chain, APQC Process Classification, matriks RACI, archetype organisasi Mintzberg, Span of Control serta Galbraith Star Model. Solusi yang diusulkan adalah struktur fungsional berbasis peran yang didukung batasan decision rights dan minimum process controls pada titik handoff dan persetujuan, sehingga pekerjaan rutin tidak selalu menunggu persetujuan owner. Studi ini memberikan kontribusi praktis tentang bagaimana desain organisasi dapat dikontekstualisasikan untuk UKM bisnis keluarga di Indonesia dengan memperkuat akuntabilitas, menurunkan ketergantungan pada figur kunci, dan meningkatkan kesiapan keberlanjutan operasi pada masa suksesi tanpa menghilangkan fleksibilitas kerja.

2026
👤 Penulis: Avan Farel Al Falah
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi
Halaman 186 dari 6754
💬