📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenEFEKTIVITAS RESPONS COVID-19 MELALUI SISTEM DISTRIBUSI VAKSIN RANTAI DINGIN BIO FARMA DI INDONESIA: ANALISIS SINERGI TEKNOLOGI DAN KEBIJAKAN
This research examines Biofarma's Cold Chain Vaccine Distribution System in Indonesia's COVID-19 pandemic technology-policy synergy. This study seeks to quantify the real and intangible advantages of technology-policy integration, evaluate the system's impact on vaccine delivery timing and quantity, and analyse vaccine quality throughout Indonesia's different regions. The study used a qualitative approach to interview 18 Indonesian provincial officials to determine how technology and policy integration affect vaccination distribution. Results showed numerous major patterns: 1) Technological backbone, where automation has transformed vaccine distribution coordination and precision; 2) Operational revolution, where operational efficiency and adaptability were improved; 3) Regional nuances, where unique regional challenges and factors affecting distribution system efficacy were identified; and 4) Vaccine safeguarding, where real-time monitoring and transparent inventory management insured vaccine safety. These patterns properly convey the facts, highlighting the importance of technology and policy integration in COVID-19 vaccine delivery. The report emphasises the need to align technology and policy to address obstacles and improve vaccine distribution, contributing to the COVID-19 response and future global humanitarian operations.
ARSIP FOTO PRAKTIKUM MAHASISWA DI LABORATORIUM ELEKTRONIKA ITB
Tidak ada deskripsi.
ARSIP FOTO PRAKTIKUM MAHASISWA DI LABORATORIUM AEROHIDRODINAMIKA ITB
Tidak ada deskripsi.
KEBERLANJUTAN DALAM PELAKSANAAN PROYEK KERJA SAMA PEMERINTAH DAN BADAN USAHA (KPBU) YANG SUKSES DI MALAYSIA
This article examines deeply into public-private partnership (PPP) projects in Malaysia, particularly from the perspective of government officials who play a significant role in decisionmaking. The main goal is to improve comprehension and identify solutions that are crucial to the successful completion of these efforts. In the context of Malaysia's goal of sustainable development, the study serves as a specialized guide for government officials participating in PPP development. The research analyzes the creative integration of sustainability concepts into Malaysia's theoretical framework of PPPs, which is supported by a conceptual framework of PPP Sustainability Evaluation based on system thinking. Examining project lifecycles, the study emphasizes the importance of stakeholders; the government, corporate organizations, and the public, focusing on Social, Economic, and Environmental Sustainability as critical pillars in conducting PPP projects. Emphasizing the three pillars of sustainability emerges as a crucial approach for promoting good governance in Malaysia's PPP projects
ARSIP FOTO PRAKTIKUM MAHASISWA DI LABORATORIUM KIMIA ITB
Tidak ada deskripsi.
ARSIP FOTO PRAKTIKUM MAHASISWA DI LABORATORIUM MESIN ITB
Tidak ada deskripsi.
ARSIP FOTO PERPUSTAKAAN ITB SAAT DI AULA BARAT
Tidak ada deskripsi.
PERANCANGAN AWAL SISTEM PROPULSI KAPAL RORO 81 METER
Transportasi laut memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi melalui penyediaan jasa angkutan penumpang serta barang yang efisien. Kapal roro (roll-on/roll-off) yang berfungsi sebagai feri penumpang (RoPax) berkontribusi besar terhadap jaringan transportasi tersebut dan menuntut perancangan sistem propulsi yang andal. Penelitian ini bertujuan merancang tahap awal sistem propulsi kapal roro penumpang (RoPax Ferry 8017) dengan panjang 81 m dan lebar 17,2 m yang dirancang untuk beroperasi pada rute Newfoundland-Fogo-Change Islands. Perancangan dilakukan pada kondisi perairan tenang dengan kecepatan dinas 14 knot menggunakan data ukuran utama kapal untuk menghitung koefisien bentuk lambung sebagai dasar estimasi tahanan metode Holtrop-Mennen. Nilai tahanan total dan kondisi aliran di buritan kapal menjadi dasar perancangan propeler empat bilah dengan diagram Kr-KQ Wageningen B-series, sehingga diperoleh kombinasi diameter, rasio pitch-diameter, blade area ratio, dan kecepatan putar yang memberikan efisiensi open water maksimum. Hasil perhitungan menunjukkan tahanan total kapal sebesar 129 kN dan daya efektif 928 kW. Propeler terpilih merupakan propeler Wageningen B4.40 dengan spesifikasi jumlah bilah Z = 4, BAR= 0,40, P/D = 0,70, efisiensi open water llo = 0,667, dan kecepatan putar 227 rpm yang memenuhi batas kavitasi menurut kriteria Burrill. Berdasarkan efisiensi sistem propulsi diperoleh daya diperoleh propeler 1282 kW, daya poros 1349 kW, dan daya terpasang 1686 kW, yang berada dalam kisaran daya kapal feri lain dengan ukuran sejenis sehingga rancangan sistem propulsi dinilai layak sebagai dasar pemilihan motor penggerak.
DEVELOPMENT OF AN N-LINKED GLYCOSYLATED HEMAGGLUTININ EXPRESSION STRATEGY IN ESCHERICHIA COLI FOR A POULTRY VACCINE CANDIDATE AGAINST HIGHLY PATHOGENIC AVIAN INFLUENZA (HPAI) H5N1 AND CAMPYLOBACTER JEJUNI
Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) H5N1 dan Campylobacter jejuni masih menjadi ancaman signifikan bagi kesehatan unggas. Vaksin glikokonjugat multivalen yang secara simultan menargetkan H5N1 dan C. jejuni menawarkan strategi yang menjanjikan untuk perlindungan jangka panjang melalui induksi respons imun yang bergantung pada sel T. Protein Glycan Coupling Technology (PGCT) memungkinkan produksi vaksin tersebut melalui sintesis glikoprotein secara rekombinan di Escherichia coli dengan memanfaatkan sistem N-glikosilasi milik C. jejuni (lokus pgl). Hemaglutinin (HA), antigen permukaan utama H5N1, berfungsi sebagai protein pembawa yang sesuai untuk dikonjugasikan dengan N-glikan antigenik C. jejuni yang juga berlimpah. Namun, ekspresi HA di E. coli terhambat oleh banyaknya ikatan disulfida yang menyebabkan agregasi, karena E. coli memiliki kapasitas terbatas untuk mendukung pembentukan ikatan disulfida yang kompleks akibat lingkungan sitoplasmanya yang bersifat reduktif. Keterbatasan ini mengakibatkan rendahnya produksi protein dan efisiensi glikosilasi, mengingat glikosilasi yang dimediasi PGCT memerlukan protein yang larut dan telah ditranslokasikan ke ruang periplasmic. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kelarutan dan N-glikosilasi protein HA H5N1 rekombinan yang terkonjugasi dengan N-glikan C. jejuni (rH5-GT) melalui evaluasi kombinasi strain E. coli dan peptida sinyal (SP), serta kondisi kultur. Dua kombinasi strain–peptida sinyal E. coli dievaluasi untuk mengarahkan HA melalui jalur translokasi dan lingkungan pelipatan yang berbeda, yaitu SCM6–PelB yang mendukung ekspor bergantung Sec dalam strain yang mendorong transfer N-glikan (?wecA, ?waaL), serta SHuffle-TorA yang memungkinkan pembentukan ikatan disulfida di sitoplasma (?gor, ?trxB, cdsbC) sebelum ekspor bergantung Tat. Selain itu, pengaruh penurunan suhu kultivasi (25°C dan 30°C) serta rentang konsentrasi IPTG (0-0,5 mM) dievaluasi untuk mengidentifikasi kondisi ekspresi yang mendukung produksi glikoprotein. Protein total, protein larut, dan protein terglikosilasi yang diekspresikan kemudian dianalisis menggunakan Western blot dengan antibodi primer anti-His tag (1:3000) dan lektin soybean agglutinin (SBA) (1:500). Hasil penelitian menunjukkan bahwa E. coli SHuffle-TorA hanya menghasilkan rH5 non-glikosilasi (~68,8 kDa), yang kemungkinan disebabkan oleh hambatan sterik pada situs glikosilasi ketika HA yang telah terlipat sempurna memasuki periplasma, sehingga menghalangi akses oligosakariltransferase (OTase) pglB. Sebaliknya, E. coli SCM6-PelB(SP) memungkinkan produksi rH5-GT (~84,4 kDa), yang menunjukkan bahwa translokasi dalam keadaan terlipat sebagian atau tidak terlipat sepenuhnya sangat penting untuk glikosilasi rH5-GT. Penurunan suhu inkubasi (25 °C) dengan durasi inkubasi yang sama (4 jam) menghasilkan peningkatan efisiensi glikosilasi sebesar ~2 kali lipat yang bersifat signifikan (P < 0,05; uji t Welch). Sementara itu, tidak diberikannya IPTG justru menghasilkan peningkatan efisiensi glikosilasi yang lebih signifikan (P < 0,01; uji t Welch) sebesar ~3 kali lipat, dengan tingkat protein total yang tetap serupa di seluruh kondisi. Hal ini menunjukkan bahwa ekspresi basal yang lambat memungkinkan pelipatan protein dan transfer glikan yang lebih baik. Secara keseluruhan, penelitian ini mengidentifikasi E. coli SCM6-PelB(SP) dengan jalur Sec, penurunan suhu, serta ekspresi basal tanpa IPTG sebagai parameter optimal untuk produksi rH5-GT dalam sistem PGCT.
PRODUK FERMENTASI HANJELI (COIX LACRYMA-JOBI VAR. MA-YUEN) OLEH BAKTERI ASAM LAKTAT ASAL MAKANAN TRADISIONAL INDONESIA SEBAGAI KANDIDAT BAHAN KOSMETIK PEMELIHARAAN SAWAR KULIT
Kulit merupakan organ terluar tubuh manusia yang berperan sebagai penghalang (sawar) terhadap berbagai faktor lingkungan. Rusaknya sawar kulit menjadikan kulit kering, sensitif, rapuh, mudah mengalami infeksi, iritasi, inflamasi, serta dapat memicu penyakit kulit seperti dermatitis atopik, eksim, jerawat, dan psoriasis. Patofisiologi ini umumnya berkaitan dengan menurunnya level protein yang menjaga integritas dan hidrasi stratum corneum (SC), seperti Filaggrin (FLG), Involucrin (IVL), dan Loricrin (LOR). Paparan lingkungan seperti sinar ultraviolet, polusi, dan bahan kimia iritan dapat meningkatkan stres oksidatif yang memperparah kondisi tersebut dengan menurunkan ekspresi FLG, IVL, dan LOR, serta menghambat sintesis kolagen dan penyembuhan luka. Oleh karena itu, diperlukan bahan kosmetik yang mampu menjaga kesehatan dan fungsi sawar kulit untuk mencegah masalah kulit akut maupun kronis. Tren penggunaan bahan kosmetik berbasis tanaman dan fermentasi probiotik terus meningkat. Salah satu bahan yang banyak dimanfaatkan adalah hanjeli (Coix lacryma-jobi var. ma-yuen), yang secara empiris dan klinis telah digunakan untuk mengatasi dermatitis atopik, eksim, serta penyembuhan luka kronis. Dalam kosmetik modern, biji hanjeli (Coicis semen, CS) diklaim mampu menghidrasi dan menenangkan kulit. Namun demikian, mekanisme molekuler dan selulernya dalam memelihara sawar kulit masih terbatas diteliti. Sementara itu, bakteri asam laktat (BAL), yang sebagian besarnya dikenal sebagai probiotik dan berstatus generally recognized as safe (GRAS), menjanjikan dalam fermentasi bahan alam karena terbukti meningkatkan kandungan, absorptivitas, dan bioaktivitas senyawa bermanfaat. BAL dapat diisolasi dari berbagai sumber, termasuk makanan fermentasi tradisional, relatif lebih aman karena tergolong food grade microorganism. Penelitian ini bertujuan memperoleh kandidat bahan baku kosmetik dari fermentasi CS menggunakan BAL indigeneous asal makanan fermentasi tradisional Indonesia, dengan identifikasi metabolit bioaktif serta verifikasi mekanisme molekuler dan selulernya secara in vitro untuk memelihara sawar kulit. Tahapan penelitian meliputi isolasi, karakterisasi, dan identifikasi BAL dari lima makanan fermentasi (tempe, tempe gembus, tauco, tape ketan, dan tape singkong); optimasi CS sebagai media fermentasi; produksi sampel melalui fermentasi CS dengan BAL terpilih; analisis kandungan kimia; serta uji bioaktivitas berbasis sel secara in vitro. Isolasi BAL dilakukan menggunakan media de Man Rogosa and Sharpe (MRS) agar, kemudian dikarakterisasi dan diidentifikasi secara fenotipik dan genotipik. Dari proses ini diperoleh 15 isolat, teridentifikasi sebagai Lactiplantibacillus plantarum (2), Lacticaseibacillus fermentum (2), Pediococcus acidilactici (2), dan P. pentosaceus (9), seluruhnya menunjukkan karakter ?-hemolisis sebagai indikasi keamanan. Supernatan bebas sel (CFS) BAL terpilih menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap patogen kulit (Staphylococcus aureus, S. epidermidis, Cutibacterium acnes, dan Pseudomonas aeruginosa) dengan diameter hambat antara 10,32?11,95 mm. Hal ini mengindikasikan potensi manfaat untuk penggunaan topikal. CS dianalisis kandungan proksimatnya kemudian dioptimasi untuk menjadi media fermentasi. Analisis proksimat menunjukkan kandungan utama CS adalah karbohidrat (71,7%; mengandung serat pangan 5,2%), protein (13,8%), dan lipid (2,09%). Optimasi media fermentasi menghasilkan AC10Y (10% b/v CS yang dihidrolisis dengan HCl 0,05 N menggunakan autoklaf pada 121°C, 1 atm, 15 menit, dan disuplementasi 0,5% b/v yeast extract) sebagai media optimum. Media ini mendukung pertumbuhan LpTKK dengan baik yang ditunjukkan dengan peningkatan OD600, penurunan kadar gula pereduksi, dan penurunan pH yang menunjukkan bahwa fermentasi berjalan dengan menghasilkan asam laktat. AC10Y juga menunjukkan performa yang sama baiknya dalam menumbuhkan PpTC2N. Selanjutnya, media AC10Y yang tidak difermentasi (NF) dan hasil fermentasi oleh LpTKK dan TC2N berupa supernatan bebas sel (FCF-Lp dan FCF-Pp) dan supernatan lisat sel (FCL-Lp dan FCL-Pp) diliofilisasi, dianalisis komposisi kimia, serta diuji bioaktivitasnya. Analisis komponen bioaktif dengan spektrofotometri UV-vis, FTIR-ATR, LC- HRMS, dan HPLC menunjukkan kandungan utama sampel adalah sakarida, protein, asam amino, dan amida asam lemak. Fermentasi meningkatkan kadar asam laktat, asam indol-3-laktat, dan nikotinamida. Uji bioaktivitas membuktikan seluruh sampel dapat meningkatkan ekspresi gen sawar kulit pada sel keratinosit HaCaT, membantu penyembuhan luka pada sel fibroblas NIH/3T3, melindungi dari stres oksidatif yang diinduksi H2O2, dan tidak toksik hingga konsentrasi 5 mg/mL. FCF- Lp menunjukkan bioaktivitas tertinggi dengan peningkatan level mRNA FLG, IVL, dan LOR pada sel keratinosit HaCaT masing-masing sebesar 2,29 ± 0,19; 1,20 ± 0,08; dan 2,50 ± 0,04 kali lipat, dan menutup luka hingga 88,1 ± 6,8% pada sel fibroblas NIH/3T3. Temuan ini menegaskan potensi FCF-Lp sebagai kandidat bahan baku kosmetik pemelihara sawar kulit, sekaligus memberikan verifikasi ilmiah terkait penggunaan empiris dan modern CS melalui mekanisme molekuler dan seluler.
PENGARUH KELEMBABAN TERHADAP KINERJA SEL SURYA BERBASIS CsPbBr3 UNTUK APLIKASI FOTOVOLTAIK
Gunung Agung merupakan salah satu gunung api aktif yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali, dengan ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut (mdpl), serta menjadi salah satu sumber utama bahaya geologi di Pulau Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi evolusi sistem magmatik Gunung Agung sekaligus mendukung penilaian bahaya erupsi dan perencanaan mitigasi risiko bencana di masa mendatang melalui pendekatan terintegrasi yang mengombinasikan analisis kemagnetan batuan, geokimia, dan petrografi terhadap lima belas aliran lava yang mewakili empat periode erupsi, mulai dari sebelum 3200 ± 60 SM hingga setelah 1040 ± 50 SM. Analisis kemagnetan batuan meliputi pengukuran suseptibilitas magnetik, temperatur Curie, dan karakteristik domain magnetik berdasarkan kurva histeresis, yang digunakan untuk mengidentifikasi variasi dominasi mineral magnetik serta kondisi kristalisasi oksida Fe–Ti. Analisis geokimia menggunakan XRF mendukung interpretasi tersebut, yang menunjukkan bahwa komposisi aliran lava Gunung Agung berkisar dari basaltik hingga basaltikandesit dengan kandungan kalium (K) tinggi. Berbagai mikrotekstur plagioklas berhasil diidentifikasi melalui analisis petrografi menggunakan mikroskop polarisasi, antara lain coarse sieve, fine sieve, dan resorption surface. Mikrotekstur tersebut mencerminkan proses-proses magmatik, seperti dekompresi magma, pencampuran magma, dan pemanasan ulang magma. Evolusi magmatik Gunung Agung menunjukkan pola siklik, yang ditunjukkan oleh keterkaitan antara variasi mikrotekstur plagioklas, kandungan oksida utama, dan parameter kemagnetan batuan. Pola siklik ini ditafsirkan sebagai hasil interaksi antara injeksi magma basaltik yang bersifat episodik dan proses diferensiasi magma dalam suatu sistem magmatik terbuka. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi data petrografi, geokimia, dan kemagnetan batuan efektif dalam mengungkap dinamika siklik aliran lava pada gunung api aktif seperti Gunung Agung.
NUMERICAL STUDY OF SPLIT HOPKINSON SHEAR BAR DOUBLE-NOTCH METHOD BASED ON MACHINING PROCESS EFFECT
The Split Hopkinson Shear Bar (SHSB) test is used to study how materials behave when they experience high-speed shear loading. This research uses a double-notch specimen, but machining limitations cause variations in the fillet radius, which may influence the accuracy of the shear response. For this reason, a numerical study was carried out to examine how different fillet radius affect the test results. Finite element simulations were performed in Abaqus/CAE using Aluminium 2024-T351 specimens with four fillet radius variations: 0.1 mm, 0.15 mm, 0.2 mm, and 0.4 mm. Each specimen was evaluated using three main criteria: force equilibrium, stability of strain-rate change, and the ratio of shear stress to normal stress, which indicates how pure the shear condition is. The results show that all specimens satisfy the force-equilibrium requirement with differences below 1%. The strain-rate gradients range from -72 to -87 s?¹, meaning the deformation remains relatively stable. Among all variations, the DN-0.4 specimen shows the highest and most consistent ratio of shear to normal stress, indicating the best shear purity. Based on these findings, the DN-0.4 specimen is considered the most optimal design. It provides the best balance between shear purity, stable strain-rate behaviour, and acceptable force equilibrium, making it suitable for producing reliable dynamic shear-testing data.
STUDI PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOMASSA DI INDONESIA MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ASPEN PLUS DAN QGIS
Perubahan iklim di Indonesia kian memburuk. Hal ini diakibatkan karena emisi CO2 yang kian meningkat akibat aktifitas pembangkit menggunakan bahan bakar non renewable seperti batu bara dan minyak bumi. Transisi ke energi bersih merupakan solusinya, salah satunya adalah biomassa. Pembangunan pembangkit biomassa (PLTBm) akan menurunkan emisi CO2 dan menggantikan PLTD sebagai sumber energi listrik utama daerah kurang berkembang. Tujuan dari studi ini adalah menentukan lokasi daerah pembangunan pembangkit, menentukan spesies biomassa yang digunakan, menentukan rancangan PLTBm, dan menentukan analisis technoeconomy dari rancangan PLTBm. Terdapat 3 metode yang digunakan untuk melakukan studi ini, yaitu analisis logistik menggunakan software QGIS untuk menentukan lokasi spesifik pembangkit dan biaya transportasi, analisis termodinamika dengan melakukan pemodelan menggunakan Aspen Plus untuk menentukan daya pembangkit dan efisiensi termal, serta analisis techno-economic mencakup estimasi biaya kapital menggunakan sofware CAPCOST 2017, estimasi biaya operasional, dan cash flow. Hasil analisis logistik menunjukkan bahwa lokasi spesifik pembangkit terletak di Kabupaten Sorong, Papua Barat dengan koordinat 0°59'03.8"S 131°48'44.8"E. Spesies biomassa yang digunakan adalah kaliandra dan gamal. Dengan rancangan pembangkit yang digunakan adalah cogeneration dan daya yang dihasilkan untuk skenario kaliandra adalah 10,7 MW dan skenario gamal adalah 16,6 MW serta efisiensi termal yang dihasilkan untuk skenario kaliandra adalah 13,6% dan skenario gamal adalah 20,2%. Hasil analisis techno-economic menunjukkan bahwa skenario biomassa kaliandra memberikan NPV postif sebesar $142.087.205,18 dengan PBP 9 bulan. Dengan demikian, pembangunan PLTBm menggunakan biomassa kaliandra di Sorong, Papua Barat feasible serta dapat menggantikan PLTD sebesar 10,7 MW dari 10 MW.
KAJIAN PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI BATANG TIMPEH KABUPATEN DHARMASRAYA
Sungai Batang Timpeh merupakan salah satu sungai utama yang berada di Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat, dan merupakan bagian penting dari sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari. Sungai ini memiliki panjang alur sekitar 57,62 km dengan luas DAS sekitar 236,36 km², serta berperan strategis dalam proses hidrologi regional dan mendukung berbagai aktivitas sosial ekonomi masyarakat, khususnya pada sektor perkebunan dan permukiman. Dalam beberapa tahun terakhir, kejadian banjir di sepanjang Sungai Batang Timpeh terjadi dengan frekuensi dan luasan genangan yang semakin meningkat, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi serta gangguan terhadap aktivitas masyarakat. Kondisi ini mengindikasikan adanya penurunan kapasitas pengaliran sungai dan menunjukkan perlunya perencanaan pengendalian banjir yang komprehensif. Banjir di Sungai Batang Timpeh dipengaruhi oleh kombinasi faktor hidrologi, hidraulika, dan morfologi sungai. Keterbatasan kapasitas alur sungai, perubahan tutupan lahan di wilayah DAS, serta dinamika proses transport sedimen berkontribusi terhadap perubahan morfologi sungai yang selanjutnya memengaruhi karakteristik aliran dan stabilitas alur. Upaya pengendalian banjir yang hanya berfokus pada peningkatan kapasitas hidraulika cenderung memberikan manfaat jangka pendek dan berpotensi menimbulkan permasalahan lanjutan apabila respon morfologi sungai tidak diperhitungkan secara memadai. Oleh karena itu, strategi pengendalian banjir perlu dikembangkan melalui pendekatan terpadu yang mempertimbangkan karakteristik hidrologi, kinerja hidraulika, fungsi konservasi air, serta dinamika morfologi sungai sebagai satu kesatuan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik hidrologi, hidraulika, dan morfologi Sungai Batang Timpeh sebagai dasar dalam penyusunan alternatif pengendalian banjir yang berkelanjutan dan terpadu. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan data curah hujan selama 13 tahun yang diperoleh dari empat stasiun hujan yang tersebar di dalam dan sekitar DAS. Pemodelan hujan–aliran dilakukan menggunakan metode GR4J untuk menghasilkan debit harian, yang selanjutnya digunakan untuk menentukan debit banjir rencana pada beberapa kala ulang, dengan penekanan pada debit banjir kala ulang 25 tahun (Q25). Selain itu, pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap debit puncak banjir dianalisis sebagai bagian dari pendekatan non-struktural untuk mengevaluasi sensitivitas respon banjir terhadap pengelolaan DAS. Analisis hidraulika dan genangan banjir dilakukan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS melalui pemodelan aliran tidak tunak satu dimensi dan dua dimensi. vi Beberapa skenario penanganan dikembangkan dan dievaluasi, meliputi kondisi eksisting, normalisasi sungai, pembangunan dan peninggian tanggul, serta penerapan kolam retensi dengan sistem outlet gravitasi dan pompa. Setiap skenario dianalisis berdasarkan kemampuannya dalam menurunkan muka air banjir, mengurangi luas genangan, dan meningkatkan kapasitas pengaliran sungai pada kondisi debit banjir rencana Q25. Kajian morfologi sungai dilakukan melalui pemodelan transport sedimen satu dimensi menggunakan persamaan Meyer–Peter Müller (MPM). Debit harian hasil pemodelan GR4J digunakan sebagai input simulasi transport sedimen untuk periode 2026–2035. Analisis difokuskan pada identifikasi kecenderungan perubahan elevasi dasar sungai akibat proses agradasi dan degradasi, serta implikasinya terhadap kapasitas alur sungai dan risiko banjir dalam jangka menengah hingga panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting Sungai Batang Timpeh belum mampu mengalirkan debit banjir rencana Q25 secara aman, sehingga menyebabkan limpasan dan genangan banjir di wilayah sekitar sungai. Normalisasi sungai dan pembangunan tanggul mampu mereduksi genangan secara signifikan, namun masih terdapat potensi limpasan pada beberapa segmen sungai akibat keterbatasan kapasitas lokal dan perbedaan elevasi puncak tanggul. Dari seluruh alternatif yang dikaji, penambahan kolam retensi dengan kapasitas tampungan efektif sekitar 441.223 m³ terbukti paling efektif dalam menurunkan debit puncak dan muka air banjir. Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, kolam retensi tersebut juga berpotensi dimanfaatkan sebagai sarana konservasi air untuk mendukung kebutuhan air perkebunan pada musim kemarau. Analisis morfologi menunjukkan kecenderungan agradasi yang dominan selama periode simulasi, yang berpotensi menurunkan kapasitas alur sungai secara bertahap apabila tidak disertai dengan pengelolaan sedimen yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil kajian tersebut, pengendalian banjir Sungai Batang Timpeh direkomendasikan untuk dilaksanakan melalui kombinasi pendekatan struktural dan non-struktural secara terpadu dengan mempertimbangkan keterkaitan antara proses hidrologi, kinerja hidraulika, dan dinamika morfologi sungai. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengendalian banjir sekaligus menjamin keberlanjutan fungsi sungai dalam jangka panjang.
POTENSI PENERAPAN METODE PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS DIGITAL DENGAN PENDEKATAN GAMIFIKASI BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI MASYARAKAT DI KECAMATAN JATINANGOR, KABUPATEN SUMEDANG
Permasalahan sampah menjadi isu yang semakin kompleks seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, khususnya di kawasan strategis yang berfungsi sebagai kawasan pendidikan seperti di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang yang memiliki berbagai perguruan tinggi utama seperti IKOPIN, IPDN, UNPAD, dan ITB. Hal ini menuntut adanya sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pendekatan gamifikasi hadir menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah yang dapat mendukung perwujudan ekonomi sirkular sekaligus kota cerdas pada pilar lingkungan. Gamifikasi merupakan penerapan elemen permainan di luar aktivitas non permainan yang berguna untuk mendorong motivasi dan keterlibatan individu dalam suatu kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi penerapan metode pengelolaan sampah berbasis digital dengan pendekatan gamifikasi berdasarkan persepsi dan preferensi masyarakat di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi kuantitatif dan kualitatif (mix method) sebagai pendekatannya. Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu penyebaran kuesioner, wawancara, serta observasi. Metode analisisnya meliputi statistik deskriptif tabulasi silang, uji chi square, serta uji korelasi koefisien kontingensi. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa kondisi sosial ekonomi di Kecamatan Jatinangor didominasi oleh kelompok usia 39-49 tahun dengan dominasi respondennya berjenis kelamin perempuan. Tingkat pendidikan terakhir respoden didominasi oleh SMA/SMK/sederajat, sedangkan jenis pekerjaannya didominasi oleh wiraswasta. Apabila dilihat dari jumlah pendapatan diketahui bahwa sebagian besar responden masih memiliki upah di bawah UMK Kabupaten Sumedang dan dilihat dari jumlah pengeluaran tergolong masyarakat Menuju Kelas Menengah. Hasil analisis kondisi pengelolaan sampah di Kecamatan Jatinangor menunjukkan bahwa pengelolaan sampah eksisting masih mengandalkan metode konvensionalii dengan cara membakar sampah maupun menyetorkan sampah kepada petugas pengangkutan. Selanjutnya berdasarkan hasil analisis pengaruh kondisi sosial ekonomi terhadap persepsi pengelolaan sampah diketahui bahwa tingkat pendidikan membuktikan adanya hubungan paling signifikan terhadap variabel persepsi berdasarkan sikap, kepentingan, serta pengalaman. Hal ini mengonfirmasi bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan, maka sikapnya akan semakin baik juga terhadap pengelolaan sampah. Pada hasil analisis lainnya diketahui bahwa terdapat potensi penerapan metode pengelolaan sampah berbasis digital dengan pendekatan gamifikasi berdasarkan persepsi dan preferensi masyarakat di Kecamatan Jatinangor. Kondisi tersebut tercermin dari preferensi responden sebesar 56% dalam memilih metode pengelolaan sampah berbasis digital melalui penyetoran sampah menggunakan aplikasi. Selain itu, potensi penerapan metode pengelolaan sampah berbasis digital ini memiliki dukungan yang kuat dari Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa untuk dikembangkan karena akan membantu mewujudkan penerapan kota cerdas di Kabupaten Sumedang, khususnya Kecamatan Jatinangor sebagai bagian dari kawasan pendidikan. Secara keseluruhan penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait persepsi dan preferensi masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui pendekatan gamifikasi. Dalam menerapkan konsep tersebut, maka dibutuhkan kerja sama antar pemangku kepentingan untuk mewujudkan lingkungan hidup yang berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.