📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPERSEPSI MEREK MEWAH DI ERA DIGITAL: STRATEGI NARATIF, PEMASARAN INFLUENCER, DAN PERSEPSI KONSUMEN
Penelitian ini menyelidiki bagaimana merek-merek mewah menavigasi transformasi digital sambil mempertahankan warisan dan eksklusivitas mereka. Dengan maraknya media sosial dan pemasaran influencer, branding mewah menghadapi peluang sekaligus tantangan. Studi ini mengkaji bagaimana keterlibatan digital, khususnya melalui hubungan parasosial dengan influencer dan pengalaman daring yang dipersonalisasi, memengaruhi persepsi konsumen, autentisitas merek, dan ekuitas merek. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan platform digital yang strategis dapat memperkuat ikatan emosional dan loyalitas, sehingga meningkatkan kesediaan konsumen untuk membayar harga premium. Influencer, ketika selaras dengan identitas merek, efektif membangun kepercayaan dan keterhubungan, tetapi paparan yang berlebihan dapat berisiko melemahkan keunikan yang dipersepsikan. Studi ini juga menunjukkan bahwa teknologi seperti uji coba virtual dan kustomisasi memperkuat nilai simbolis ketika digunakan untuk mempersonalisasi dan memperkaya penceritaan, alih-alih sekadar mengikuti tren digital. Dengan menggunakan analisis PEST, riset ini menempatkan branding mewah dalam tren lingkungan makro yang lebih luas. Secara politis, industri ini berada di bawah tekanan untuk menjadi lebih berkelanjutan dan transparan. Secara ekonomi, ketergantungan pada kenaikan harga bergeser ke arah strategi pertumbuhan berbasis volume. Secara sosial, dominasi Gen Z di pasar barang mewah menuntut autentisitas dan kefasihan digital. Secara teknologi, AI dan perangkat imersif sedang membentuk kembali pengalaman mewah dengan tetap mempertahankan keintiman dan eksklusivitas. Secara teoritis, studi ini berkontribusi pada literatur branding dengan mengintegrasikan dimensi digital dan relasional ke dalam kerangka ekuitas merek yang ada. Secara praktis, studi ini menawarkan wawasan bagi para manajer barang mewah dalam menyeimbangkan inovasi dengan tradisi. Pada akhirnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa merek-merek mewah harus secara strategis merangkul perangkat digital untuk berkembang sekaligus memperkuat modal simbolis dan budaya mereka di pasar yang cepat berubah.
DAMPAK SALURAN KOMUNIKASI DIGITAL TERHADAP EFISIENSI RANTAI PASOKAN DAN KEPUASAN PELANGGAN BMW
Transformasi digital industri otomotif semakin cepat dan telah menyebabkan perubahan dalam cara produsen beroperasi dan bagaimana pelanggan berinteraksi dengan mereka. Perkembangan luar biasa ini berkat kecerdasan buatan, Internet of Things, big data, dan realitas virtual, di antara teknologi lain yang berperan penting dalam perubahan ini. Dalam penelitian ini, kami meneliti penggunaan saluran komunikasi digital untuk mendapatkan manfaat dari efisiensi rantai pasokan yang lebih besar dan kepuasan pelanggan dalam kasus BMW Group, salah satu produsen otomotif premium terkemuka. Dengan menerapkan metodologi penelitian kualitatif, studi ini menggunakan tinjauan pustaka yang menyeluruh bersama dengan analisis studi kasus tunggal. Temuan didukung oleh literatur akademis, laporan industri, dan publikasi perusahaan BMW. Data yang diproses menunjukkan bahwa teknologi komunikasi digital seperti platform cloud, analitik AI, blockchain, AR/VR, dll., meningkatkan visibilitas, koordinasi, dan responsivitas rantai pasokan secara keseluruhan, dan pada saat yang sama pengalaman pelanggan menjadi lebih baik melalui personalisasi, transparansi, dan keterlibatan digital interaktif.
PENGEMBANGAN MODEL INVENTORY P – PENDAPATAN TERTUNDA PADA LAYANAN PASANG BARU PLN UID SULUTTENGGO
Tingginya tingkat keterlambatan penyalaan pasang baru di wilayah kerja PLN kerap disebabkan oleh ketidakefisienan dalam pengelolaan distribusi material, khususnya kWh meter. Penelitian ini mengusulkan pengembangan model distribusi material dua tingkat antara pemasok, UP3, dan ULP dengan mempertimbangkan total biaya logistik, yang meliputi biaya transportasi, biaya penyimpanan, dan potensi penundaan pendapatan akibat keterlambatan layanan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menentukan frekuensi pengiriman optimal pada setiap jalur distribusi agar diperoleh total biaya logistik yang minimal. Model dirumuskan dalam Mixed Biner Integer Quadratik Programming (MBIQP). Evaluasi dilakukan melalui studi kasus pada sistem distribusi aktual PLN UID Suluttenggo untuk menguji keefektifan model dalam konteks operasional nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu menghasilkan skema pengiriman yang lebih efisien serta mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan logistik pasang baru. Pendekatan ini juga berpotensi diterapkan secara luas dalam pengelolaan distribusi material di sektor kelistrikan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa implementasi model optimasi memberikan perbaikan kinerja yang signifikan dibandingkan dengan kondisi baseline. Secara khusus, penerapan model optimasi distribusi dua-echelon berhasil menurunkan total biaya logistik dari Rp255.509.267 menjadi Rp166.354.174, yang merepresentasikan tingkat efisiensi biaya sebesar kurang lebih 35% terhadap total biaya distribusi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan frekuensi pengiriman dan keputusan alokasi distribusi yang dirancang secara terintegrasi mampu meningkatkan efisiensi operasional dalam sistem distribusi dua-echelon serta mendukung pengambilan keputusan logistik yang lebih sistematis di lingkungan PLN.
OPTIMASI RUNWAY OCCUPANCY TIME LANDING BERBASIS DATA: STUDI KASUS RUNWAY 06 BANDAR UDARA SOEKARNO-HATTA
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara kecepatan dan ketinggian pesawat saat melintasi threshold terhadap Runway Occupancy Time Landing (ROTL) pada Runway 06 Bandar Udara Soekarno-Hatta, yang beroperasi khusus untuk pendaratan dan memiliki pemisahan paralel 500 meter sehingga efisiensi runway menjadi penentu kapasitas. Fokus penelitian diarahkan pada pesawat kategori C yang keluar melalui Taxiway M2 sebagai pesawat mayoritas. Sebanyak 2.000 data kedatangan Flightradar24 (Juli–Oktober 2025) dipotong dari threshold hingga vacated untuk mendapatkan nilai ROTL aktual. Data kemudian dipilah menjadi dua kelompok ekstrem: 5% ROTL terendah dan 5% tertinggi. Kelompok ROTL terendah memiliki rata-rata kecepatan threshold 148 kt (?=9) dan ketinggian 51 ft (?=3), yang digunakan sebagai dasar pemodelan pesawat acuan (908.csv). Validasi awal BlueSky terhadap data aktual menghasilkan perbedaan ROTL hanya ±1 detik, menandakan bahwa model simulasi mampu merepresentasikan perilaku pendaratan secara realistis. Model selanjutnya dijalankan dalam 300 skenario stokastik menggunakan distribusi normal dari hasil statistik tersebut. Variasi ROTL yang muncul sangat konsisten pada rentang 51–53 detik, dengan rata-rata 51,77 detik dan tingkat keyakinan 95% berada pada 51,69– 51,85 detik, menunjukkan bahwa profil threshold 146 kt dan 51 ft stabil dalam menekan durasi ROTL. Temuan ini menegaskan bahwa kecepatan threshold merupakan variabel paling dominan dalam pengendalian ROTL, sementara ketinggian lebih berpengaruh pada durasi flare dan titik touchdown. Rekomendasi operasional yang dihasilkan dan dapat diterapkan tanpa perubahan infrastruktur adalah Maintain stabilized approach crossing threshold at 51 ft AGL and 146 kt (GS). After touchdown, maintain smooth and continuous deceleration to reach 50 kt by 2.000 m from threshold, then reduce to taxi speed 30 kt before vacating via M2.
MODEL EKOSISTEM INOVASI- WIRAUSAHA DI INDONESIA BERBASIS UNIVERSITAS YANG DIDUKUNG KORPORASI
Disertasi ini mengkaji suatu paradoks yang bersifat persisten dalam ekosistem kewirausahaan Indonesia. Meskipun ketersediaan modal meningkat, program akselerator semakin meluas, dan dukungan kebijakan publik terus diperluas, tingkat pembentukan perusahaan berbasis inovasi tetap berada pada level yang rendah secara struktural. Berangkat dari paradoks tersebut, penelitian ini mengembangkan dan memajukan Teori Umpan Balik Dinamis Dalam Pembentukan Kewirausahaan di Budaya yang Menghindari Kerugian dan Jangka Pendek Orientasnya (Dynamic Feedback Theory of Entrepreneurial Formation in Loss-Averse, Short-Horizon Cultures), yang menjelaskan capaian kewirausahaan sebagai hasil dari interaksi antar loop umpan balik, proses akumulasi, keterlambatan struktural, serta penarik legitimasi kultural, alih-alih sebagai akibat dari pembentukan niat linear, akumulasi keterampilan semata, atau perluasan input ekosistem. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran berurutan dengan mengintegrasikan autoetnografi longitudinal yang dilakukan pada periode 2018–2024, triangulasi antropologis, dan pemodelan dinamika sistem. Analisis autoetnografis mengidentifikasi pola-pola kultural, pendidikan, dan kelembagaan yang berulang dalam membentuk perilaku kewirausahaan, yang kemudian diformalkan ke dalam diagram loop kausal serta struktur stok dan aliran. Model-model tersebut disempurnakan dan divalidasi secara iteratif melalui konsultasi pakar, pengujian reproduksi perilaku, analisis dinamika sistem kualitatif, serta prosedur validitas antropologis, dan selanjutnya digunakan untuk evaluasi skenario kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi berbasis pendidikan, akselerator, korporasi, maupun pendanaan mampu meningkatkan partisipasi kewirausahaan dalam jangka pendek, namun tidak mengubah lintasan jangka panjang pembentukan perusahaan berbasis inovasi kecuali apabila dinamika kultural dan legitimasi mengalami pergeseran secara simultan. Nilai-nilai bersama untuk inovasi berfungsi sebagai penarik kultural dominan yang menentukan apakah kapabilitas kewirausahaan dapat diterjemahkan menjadi tindakan kewirausahaan yang berkelanjutan, sehingga menempatkan budaya sebagai mekanisme pengatur yang aktif, bukan sekadar konteks latar belakang. Partisipasi korporasi memperkuat momentum kewirausahaan hanya ketika keselarasan kultural telah tercapai, sementara kebijakan pemerintah dan pendanaan berperan sebagai penguat sekunder, bukan sebagai penggerak utama. Penelitian ini dibatasi oleh ketergantungannya pada kedalaman autoetnografis dibandingkan generalisasi statistik serta oleh keterbatasan data yang lazim dalam konteks negara berkembang, namun tetap menawarkan wawasan struktural yang dapat ditransfer ke ekonomi berstabilitas tinggi lainnya, di mana perilaku kewirausahaan sangat dipengaruhi oleh legitimasi dan norma karier yang tertanam secara kultural.
PEMODELAN GRAVITY UNTUK STUDI AIR TANAH DI KABUPATEN NGAWI, JAWA TIMUR
Perubahan muka air tanah merupakan indikator penting dalam mengidentifikasi kondisi akuifer dan tingkat pemanfaatan air bawah tanah, khususnya di wilayah yang memiliki aktivitas pertanian dan pemukiman padat seperti Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Untuk memahami dinamika sistem akuifer secara menyeluruh, diperlukan pendekatan yang mampu menggambarkan karakteristik bawah permukaan secara spasial dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan hidrogeologi bawah permukaan dengan menggabungkan data gravitasi (gravity) dan data sumur bor guna mengidentifikasi zona potensial akuifer, zona recharge (pengisian ulang), dan zona discharge (pengurasan). Metode gravity yang digunakan merupakan metode geofisika pasif yang mengukur variasi medan gravitasi bumi akibat perbedaan densitas batuan di bawah permukaan. Akuisisi data dilakukan menggunakan gravimeter CG5 Autograv di sejumlah titik pengamatan yang tersebar di wilayah penelitian. Data gravitasi yang diperoleh kemudian dikoreksi melalui tahapan koreksi instrumen, drift, pasang surut, udara bebas, dan Bouguer untuk menghasilkan peta anomali Bouguer lengkap. Selanjutnya, dilakukan interpretasi kuantitatif berupa pemodelan dua dimensi (2D) distribusi densitas batuan bawah permukaan. Sebagai pendukung dan validasi interpretasi geofisika, digunakan data geologi dari sumur bor yang berisi informasi litologi, kedalaman muka air tanah, serta ketebalan lapisan akuifer. Integrasi antara data gaya berat dan data sumur bor memungkinkan pembuatan model hidrogeologi yang lebih akurat dan representatif. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu menggambarkan sistem akuifer di Kabupaten Ngawi secara spasial, mengidentifikasi area dengan potensi tinggi terhadap air tanah, serta memberikan rekomendasi ilmiah bagi pengelolaan dan konservasi sumber daya air tanah yang berkelanjutan di masa mendatang.
KAJIAN GEOLOGI DAN HIDROGEOLOGI TERHADAP KONTAMINASI FOSFAT DI CEKUNGAN AIR TANAH SURABAYA-LAMONGAN
Air tanah memiliki peranan vital sebagai sumber air bersih bagi kebutuhan manusia dan lingkungan, namun eksploitasi berlebihan telah menimbulkan penurunan muka air tanah dan degradasi kualitas yang signifikan. Dampak tersebut terutama terlihat pada fenomena penurunan muka air tanah dengan sangat cepat, serta terjadinya pencemaran air tanah. Penelitian Disertasi ini mengkaji lebih detil karakteristik kualitas air tanah di Cekungan Air Tanah (CAT) Surabaya-Lamongan dengan metode komparasi pada senyawa fosfat (senyawa utama) dan komponen lainnya yakni nitrat, nitrit, amonia, sulfat, fluoride, kromium, kadmium, mangan, pH di tahun 2022 terhadap hasil amatan di tahun 2025 (fase yang sama di musim penghujan). Selain itu juga dilakukan analisis terhadap hasil uji pemompaan (pumping test) terhadap 25 (dua puluh lima) sumur sampel di lapangan dengan 2 (dua) metode yakni pengujian sumur dengan step draw down test dan pengujian akuifer melalui long periode test. Kemudian hasil analisis pumping test tersebut dilanjutkan dengan analisis penentuan parameter kuantitatif berupa storativitas (S), transmisivitas (T), dan konduktivitas hidrolik (K) dari seluruh titik sampel pumping test tadi. Hasil analisis tersebut selanjutnya dijelaskan dalam bentuk spasial berupa peta isopach yang menunjukkan bahwa terdapat 4 (empat) formasi litologi yang berada pada Cekungan Air Tanah Surabaya-Lamongan yakni formasi batupasir lempungan (clayey sandstone), batulempung pasiran (sandy claystone), tuf pasiran (sandy tuff), dan tuf (tuff). Berdasarkan hubungan antara hasil uji pemompaan dan peta isopach ini dapat dianalisis lebih lanjut mengenai karakteristik sistem hidrostratigrafi dan keterkaitannya dengan distribusi lapisan akuifer, akuitar, dan tanah (soil) pada sistem akuifer bebas (unconfined aquifer). Sistem akuifer di wilayah studi dicirikan dengan komposisi lapisan clayey sandstone yang berpotensi sebagai akuifer produktif. Ketebalan lapisan berkisar antara 8 hingga 24 meter dan mendukung kapasitas penyimpanan air tanah yang baik. Sistem akuitar di wilayah studi dicirikan dengan lapisan sandy claystone, sandy tuff, dan tuff berfungsi sebagai akuitar. Ketebalan lapisan berkisar antara 2 hingga 16 meter. Pemodelan numerik SWAT+ digunakan untuk mengkaji dinamika hidrologi, interaksi air permukaan–air tanah, serta dampak penggunaan lahan terhadap distribusi fosfat. Meskipun model baseline menunjukkan performa kalibrasi yang masih lemah, pemodelan ini memberikan kerangka kerja penting untuk pengelolaan sumber daya air berkelanjutan dan mitigasi pencemaran di wilayah tersebut. Aktivitas domestik, industri, dan pertanian memberikan kontribusi signifikan terhadap pencemaran fosfat. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan dasar ilmiah penting bagi pengelolaan sumber daya air tanah berkelanjutan dan mitigasi pencemaran di CAT Surabaya–Lamongan.
OPTIMALISASI PENGEMBANGAN WAYPOINT MELALUI PENDEKATAN DATA-DRIVEN DAN SIMULASI STOKASTIK: STUDI KASUS RUTE CGK-UPG
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas operasional pada rute Jakarta–Makassar (CGK–UPG), sebuah rute domestik sangat padat yang menghubungkan dua hub utama Indonesia dan tetap menunjukkan peningkatan permintaan meskipun tren pergerakan nasional melambat. Dengan jarak yang panjang dan lintasan yang melintasi dua FIR, rute ini relevan untuk dianalisis dalam konteks efisiensi lintasan serta pengembangan Trajectory Based Operations (TBO). Penelitian ini mengevaluasi efisiensi lintasan penerbangan pada rute tersebut menggunakan data historis ADS-B dan simulasi berbasis BlueSky ATM Simulator. Data dari FlightAware diolah melalui proses pembersihan, standarisasi, Principal Component Analysis (PCA), dan K-Means Clustering untuk memperoleh lintasan representatif berbasis data. Lintasan ini kemudian dibandingkan dengan rute RNAV T-5 dan rute konvensional VOR/NDB sebagaimana tercantum dalam AIRAC AIP AMDT 162. Simulasi stokastik digunakan untuk menilai performa ketiga rute berdasarkan jarak tempuh, waktu penerbangan, konsumsi bahan bakar, dan emisi CO?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lintasan Data-Driven lebih efisien dibandingkan kedua rute acuan, dengan jarak dan durasi penerbangan yang lebih singkat serta kebutuhan bahan bakar dan emisi yang lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis data historis dapat menghasilkan lintasan yang lebih optimal dan mendukung implementasi TBO pada rute domestik Indonesia serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goal 13 (Climate Action) melalui pengurangan emisi karbon di sektor transportasi udara
PEMODELAN INTRUSI DAN SALINITAS TANAH BERBASIS MACHINE LEARNING DENGAN DATA GEOSPASIAL, PEDOLOGI, DAN METEOROLOGI DI PESISIR INDRAMAYU DAN LAMPUNG TIMUR
Deteksi salinitas tanah menggunakan data citra satelit perlu dilakukan untuk melihat adanya kerusakan ekosistem pesisir. Investigasi secara spasio-temporal perlu dilakukan, karena distribusi dan tingkat paparannya akan bervariasi di banyak tempat. Penelitian ini bertujuan memetakan salinitas tanah melalui pemodelan berbasis machine learning menggunakan Landsat 8/9 operational land imager and thermal infrared sensor (OLI-TIRS), Landsat 7 enhanced thematic mapper plus (ETM+), Landsat 5 thematic mapper (TM), Sentinel 1 synthetic aperture radar (SAR), dan Sentinel 2 multispectral imager (MSI). Data tersebut digunakan untuk mendapatkan perubahan luas tutupan mangrove, area tanah kosong, dan tentunya salinitas pada kedalaman tanah 0-3 cm, 3-6 cm, dan 24 cm. Random forest classifier (RFC), random forest regressor (RFR), tasseled cap transformation (TCT), modified bare soil index (MBI), soil adjusted vegetation index (SAVI), normalized difference vegetation index (NDVI), soil band ratio (SBR), dan indeks spektral penting lainnya, serta backscatter (????????????????) dan local incidence angle (????) terlibat dalam keseluruhan proses. Parameter oseanografi dan meteorologi juga diperoleh dari Landsat 8/9 OLI-TIRS, seperti evapotranspirasi hasil analisis surface energy balance algorithm for land (SEBAL), sea surface salinity (SSS), sea surface temperature (SST), land surface temperature (LST) dan pasang surut (pasut) air laut diharapkan mampu menjelaskan karakteristik spatio-temporal salinitas tanah di Indramayu dan Lampung Timur yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Hasil studi menunjukkan nilai salinitas tanah di permukaan tanah berkurang 27 %, ketika mangrove bertambah luas dari 345 hektar (ha) pada tahun 1990 menjadi 1586,2 ha pada tahun 2023. Namun, peningkatan salinitas tanah menjadi 50 %, terjadi pada waktu luas tanah kosong bertambah. Hasil prediksi RFR dari beragam citra satelit dapat mengkonfirmasi salinitas tanah pada kedalaman 0-3 cm < 3-6 cm < 25 cm, dengan akurasi di 0,25 %. Disamping itu, RFR dan Pearson menempatkan SSS, evapotranspirasi, dan tinggi pasut sebagai variabel terpenting dalam pendugaan salinitas tanah.
MODEL PENENTUAN KEBIJAKAN INVENTORI DAN PEMELIHARAAN TERINTEGRASI DENGAN MEMPERTIMBANGKAN BIAYA REVIEW INVENTORI UNTUK SUKU CADANG SLOW MOVING
Pemeliharaan preventif pembangkit listrik diperlukan untuk menjaga keandalan dan keberlanjutan operasi pembangkit. Wang (2012) memperkuat dengan menyatakan persediaan suku cadang memegang peranan penting dalam menjamin kelangsungan operasi pabrik, karena keberadaannya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan rutin maupun penggantian komponen yang mengalami kerusakan. Akan tetapi terdapat ketidaktersediaan suku cadang saat pemeliharaan preventif, yang dapat menimbulkan kerugian berupa lost KWH. Kondisi ini terjadi karena kebijakan dan manajemen inventori suku cadang untuk penggantian suku cadang cacat pada pemeliharaan preventif dan penggantian suku cadang gagal untuk pemeliharaan korektif belum terintegrasi. Oleh karena itu, integrasi antara kebijakan inventori dan pemeliharaan perlu dilakukan, karena apabila interval pemeliharaan ditentukan tanpa mempertimbangkan kebijakan inventori akan menyebabkan penumpukan persediaan, sedangkan sebaliknya penetapan kebijakan inventori tanpa memperhatikan jadwal pemeliharaan akan meningkatkan risiko ketidaktersediaan suku cadang yang berdampak pada tingginya biaya penalti. Penelitian ini mengembangkan model penentuan kebijakan inventori dan pemeliharaan terintegrasi dengan mempertimbangkan biaya review inventori untuk manajemen inventori suku cadang. Model ini mengacu pada penelitian Yu dkk (2022) sebagai acuan utama dengan pengembangan penambahan biaya review inventori. Pengembangan lain yang dilakukan pada penelitian ini adalah kebijakan inventori dijadikan variabel keputusan bersamaan dengan kebijakan pemeliharaan. Kemudian penelitian ini akan mengembangkan algoritma untuk menyelesaiankan permasalahan integrasi kebijakan inventori dan kebijakan pemeliharaan. Model yang dikembangkan mampu memberikan solusi yang lebih baik dari sisi total biaya yang dibandingkan dengan solusi yang dihasilkan oleh kombinasi sistem aktual sebesar 45,77% dengan pengurangan terjadi pada biaya pemesanan sebesar 52,49%, biaya pembelian 56,94%, biaya penyimpanan 45,97% dan biaya review 95,83%. Kemudian model juga dibandingkan dengan model Yu dkk (2022) dengan hasil pengembangan memberikan penuruhan total biaya dibandingkan dengan model Yu dkk (2022) sebesar 3,06%.
DESIGN AND SIMULATION OF A UAV CONCEPT OF OPERATIONS (CONOPS) FOR DISASTER RESPONSE IN INDONESIA
This research addresses the issue of disorganized and uncoordinated drone deployment during disaster response operations in Indonesia. The foundational elements of this research have been established through a clear articulation of the problem, and a coordinated Concept of Operations (CONOPS) framework for Unmanned Aerial Vehicle (UAV) traffic management is developed and evaluated through simulation using the BlueSky platform. The research explicitly compares a coordinated scenario governed by the proposed operational rules against an uncoordinated baseline lacking such regulation. Both scenarios were simulated under conditions involving increased drone activity and unexpected challenges to test their resilience. Simulation results demonstrate a quantifiable improvement in safety under the proposed framework. Specifically, the uncoordinated scenario exhibited a 15.77% increase in collision risk, with total cumulative collisions reaching 514 compared to 444 in the coordinated model. Furthermore, conflict conditions persisted for 47.75% of the operational time in the uncoordinated simulation, contrasting with only 31.53% under coordinated management. These findings demonstrate that the implementation of a structured Concept of Operations (CONOPS) framework significantly enhances safety and operational efficiency in national disaster response operations.
KARAKTERISASI RESERVOIR MENGGUNAKAN INVERSI EXTENDED ELASTIC IMPEDANCE (EEI), BESERTA PENDEKATAN TRIGONOMETRI ATRIBUT PSEUDO ELASTIC IMPEDANCE-LITHOLOGY (PEI-L) DAN FLUID-RHO (FR), PADA FORMASI MENGGALA, LAPANGAN
Lapangan “Al-Andalus” berada di Cekungan sumatra tengah yang merupakan cekungan potensial penghasil hidrokarbon yang dimiliki oleh Indonesia. Formasi Menggala yang menjadi target penelitian didominasi oleh litologi batupasir yang menjadi target reservoir, dengan sisipan tipis berupa serpih yang terbentuk dalam lingkungan pengendapan fluvial channel (braided river). Dengan adanya perselingan tersebut menjadikan penelitian yang saya lakukan mengejar suatu objektif untuk pemisahan litologi dengan optimal, yang sulit dibedakan hanya dengan menggunakan metode kualitatif. Objektif tersebut saya jawab dengan melakukan karakterisasi reservoir mengunakan inversi seismik Linear Programming Sparse Spike (LPSS) untuk memperoleh hasil inversi deterministik dengan resolusi yang cukup baik, perhitungan log petrofisika, beserta penerapan metode Extended Elastic Impedance untuk memperoleh rotasi sudut terbaik (sensitif) untuk mengindikasi keberadaan hidrokarbon, melalui parameter elastik rasio Vp/Vs. Hasil Inversi yang saya lakukan berdasarkan analisis sensitivitas parameter elastik AI dan rasio Vp/Vs menunjukkan keterbatasan dalam memisahkan variasi litologi dan fluida secara optimal, serta adanya bias pada nilai AI dan rasio Vp/Vs yang tidak dominan. Hubungan linear hasil regresi tersebut tidak sepenuhnya merepresentasikan perilaku non-linear parameter petrofisika berdasarkan konsep rock physics template. Maka dari itu, diperlukannya pendekatan trigonometri atribut Pseudo Elastic Impedance – Lithology (PEI-L) guna menganalisis tren kompaksi batuan dan variasi litologi, dengan hasil akhir berupa volume densitas dan porositas. Atribut Fluid-Rho juga digunakan untuk mencoba memperkirakan tren dari fluida, dengan hasil akhir berupa volume saturasi air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi nilai AI dan rasio Vp/Vs yang di transformasi menjadi atribut FR dan PEI-L berhasil membedakan zona Reservoir produktif dari zona non-produktif pada Lapangan “Al-Andalus”, serta berkorelasi tinggi dengan hasil perhitungan log petrofisika. Hasil akhir yang diperoleh berupa persebaran zona dengan indikasi kuat akan keberadaan Reservoir berupa shally sandstone yang porous dan terisi fluida hidrokarbon.
INTEGRASI REGRESI MULTI-LINEAR DAN PARAMETER ELASTIK UNTUK KARAKTERISASI RESERVOIR BATUPASIR
Rock Physics Template (RPT) banyak digunakan sebagai penghubung antara parameter petrofisik dan parameter elastik dalam interpretasi seismik, khususnya untuk keperluan deteksi fluida. Penelitian sebelumnya oleh Pranatikta menunjukkan potensi RPT sebagai metode deteksi fluida, namun masih menyisakan dua celah penelitian utama, yaitu belum adanya prosedur yang jelas dalam penentuan parameter matriks batuan dan kecepatan gelombang P (Vp), serta belum tersedianya tata cara pemanfaatan RPT secara langsung pada hasil inversi seismik. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab kedua celah tersebut dengan mengembangkan pendekatan sistematis dalam penentuan parameter matriks batuan dan Vp sebagai dasar konstruksi RPT, serta merumuskan alur pemanfaatan RPT pada domain hasil inversi seismik. Selain itu, dilakukan perbandingan antara hasil RPT metode Pranatikta dengan beberapa metode deteksi fluida lainnya untuk mengevaluasi kinerjanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode RPT Pranatikta memberikan performa yang lebih baik dalam mengidentifikasi keberadaan fluida dibandingkan metode pembanding. Penerapan RPT pada hasil inversi seismik juga menunjukkan hasil yang konsisten dan interpretatif, yang mengindikasikan bahwa metode ini efektif sebagai pendekatan integratif antara data petrofisika dan seismik dalam karakterisasi reservoir.
APAKAH LIBERALISASI KEUANGAN MENINGKATKAN STABILITAS KEUANGAN ATAU RISIKO SISTIK? EVIDENSI DARI KRISIS KEUANGAN GLOBAL
Tesis ini mengkaji hubungan antara liberalisasi keuangan dan stabilitas keuangan dengan membandingkan tiga negara yang memiliki sistem ekonomi berbeda, yaitu Prancis, Swiss, dan Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis keuangan global utama, khususnya Krisis Keuangan Asia 1997–1998 dan Krisis Keuangan Global 2008, yang digunakan sebagai momen kunci untuk mengamati respons sistem keuangan dalam kondisi tekanan. Penelitian ini menerapkan pendekatan mixed-method komparatif. Analisis kualitatif mengeksplorasi konteks historis, politik, dan kelembagaan yang melingkupi masing-masing krisis, dengan menitikberatkan pada bagaimana sistem ekonomi, struktur tata kelola, dan respons kebijakan memengaruhi hasil keuangan. Analisis kuantitatif menggunakan Banking Z-score sebagai proksi stabilitas keuangan dan menerapkan analisis korelasi untuk menguji hubungannya dengan indikator-indikator yang disusun berdasarkan kerangka PenTa Helix, yang mencakup kinerja pemerintah, stabilitas politik, kualitas regulasi, pertumbuhan kredit sektor swasta, dan ketidakpastian ekonomi. Dengan mengombinasikan wawasan kualitatif dan bukti kuantitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola interaksi antara liberalisasi keuangan dan faktor-faktor kelembagaan serta politik di berbagai rezim ekonomi. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kondisi di mana liberalisasi keuangan berkaitan dengan stabilitas keuangan atau justru meningkatkan risiko sistemik, serta menegaskan pentingnya lingkungan kelembagaan dalam membentuk kinerja keuangan selama periode krisis global.
OPTIMASI PEMILIHAN JENIS BAHAN PELEDAK BERDASARKAN NILAI IMPEDANSI BAHAN PELEDAK DAN BATUAN
Pemilihan bahan peledak yang tidak mempertimbangkan karakteristik batuan dapat menyebabkan transfer energi peledakan yang kurang optimal. Salah satu parameter yang berperan dalam proses transfer energi gelombang kejut adalah impedansi akustik, yang dipengaruhi oleh densitas dan kecepatan rambat gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian impedansi antara batuan dan bahan peledak serta mengembangkan algoritma optimasi pemilihan bahan peledak berbasis pendekatan impedansi yang diimplementasikan dalam aplikasi berbasis web. Data penelitian berupa kecepatan gelombang geser (Vs) dikonversi menjadi kecepatan gelombang primer (Vp) menggunakan bantuan perangkat lunak SeisImager. Nilai Vp digunakan untuk interpretasi litologi serta perhitungan densitas dan impedansi batuan. Impedansi bahan peledak dihitung berdasarkan data densitas dan kecepatan detonasi dari spesifikasi teknis produk bahan peledak. Analisis kesesuaian impedansi dilakukan dengan meminimalkan perbedaan impedansi melalui pendekatan koefisien refleksi gelombang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kecepatan gelombang P (Vp) berkisar antara ±300 – 3150 m/s dengan densitas batuan sekitar ±1400 hingga >2600 kg/m3 , yang menghasilkan impedansi batuan pada kisaran 0,49 x 106 – 8,37 x 106 kg/m2 ·s. Rentang impedansi bahan peledak berada pada kisaran 2,4 x 106 hingga 8,9 x 106 kg/m2 ·s. Hasil optimasi menunjukkan bahwa batuan berimpedansi rendah (<1,5 x 106 kg/m2 ·s) tidak direkomendasikan untuk peledakan, sedangkan batuan berimpedansi menengah hingga tinggi memerlukan bahan peledak dengan impedansi yang sepadan, seperti ANFO untuk impedansi menengah (1,6 – 3,3 x 106 kg/m2 ·s), dan emulsi/slurry untuk impedansi tinggi (4,6 - >7,0 x 106 kg/m2 ·s). Algoritma yang dikembangkan berhasil diimplementasikan dalam aplikasi berbasis web dan menghasilkan rekomendasi yang konsisten dengan perhitungan manual, sehingga dapat berfungsi sebagai alat bantu pengambilan keputusan pada tahap evaluasi awal perencanaan peledakan.