📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

REKONSEPTUALISASI AMBIDEKSTERITAS PEMBELAJARAN ORGANISASI SEBAGAI MEKANISME SIKLIKAL DUA TINGKAT: IMPLIKASI TERHADAP KAPABILITAS INOVASI DAN INTERNASIONALISASI PADA UKM BERBASIS BAMBU

Ambidexterity pembelajaran organisasi (organizational learning ambidexterity/OLA), yaitu kemampuan organisasi untuk menyeimbangkan pembelajaran eksploitatif dan eksploratif, telah secara luas diakui sebagai faktor kunci dalam mendorong inovasi dan kinerja organisasi. Namun demikian, kerangka OLA yang ada masih memiliki keterbatasan teoretis dalam menjelaskan bagaimana proses pembelajaran berlangsung secara temporal dan lintas tingkat organisasi, khususnya pada usaha kecil dan menengah (UKM) yang beroperasi di bawah keterbatasan sumber daya dan volatilitas lingkungan. Sebagian besar penelitian sebelumnya memandang ambidexterity sebagai kapabilitas statis atau keseimbangan struktural, sehingga kurang mampu menjelaskan dinamika pembelajaran yang bersifat siklikal dan multi-level yang memungkinkan UKM beradaptasi, berinovasi, dan melakukan internasionalisasi. Untuk menjawab kesenjangan teoretis tersebut, disertasi ini merekonseptualisasikan OLA sebagai mekanisme pembelajaran siklikal dua tingkat dan mengkaji perannya dalam membentuk kapabilitas inovasi serta capaian internasionalisasi. Dengan berfokus pada UKM berbasis produk bambu di Jawa Barat, Indonesia— sektor yang memiliki signifikansi strategis nasional namun masih kurang terwakili di pasar global, penelitian ini mengkaji bagaimana UKM melakukan peralihan antara pembelajaran eksploratif dan eksploitatif sebagai respons terhadap perubahan kondisi lingkungan makro dan mikro. Penelitian ini menggunakan desain mixed-method multi-fase. Fase pertama berupa meta-review yang mengintegrasikan tinjauan literatur berbasis tipologi, scoping review, dan analisis isi kualitatif. Dari 59 studi yang teridentifikasi, sebanyak 23 studi memenuhi kriteria inklusi untuk tinjauan tipologis, sementara scoping review mencakup 49 publikasi (23 di antaranya dianalisis lebih lanjut melalui analisis isi kualitatif). Fase ini menunjukkan bahwa meskipun OLA berasosiasi positif dengan inovasi dan internasionalisasi, penelitian yang ada masih didominasi oleh konteks perusahaan besar dan belum mampu menjelaskan proses pembelajaran UKM yang bersifat siklikal dan lintas level. Berdasarkan sintesis ini, dikembangkan suatu kerangka konseptual awal yang memposisikan OLA sebagai penggerak internasionalisasi berbasis inovasi pada UKM. Fase kedua menelaah secara empiris pengaruh faktor lingkungan terhadap implementasi OLA melalui analisis lintas kasus pada tujuh UKM bambu di Jawa Barat. Wawancara semi-terstruktur dianalisis menggunakan analisis isi kualitatif dengan dukungan perangkat lunak NVivo, serta dipandu oleh kerangka PESTEL dan Lima Kekuatan Porter untuk mengkaji pengaruh lingkungan makro dan mikro. Hasil penelitian mengidentifikasi dua mekanisme pembelajaran yang saling terkait, yaitu: pembelajaran strategis sebagai respons terhadap perubahan tingkat makro (misalnya perubahan kebijakan dan kemajuan teknologi) dan pembelajaran operasional sebagai respons terhadap kondisi tingkat mikro (misalnya permintaan pelanggan dan dinamika rantai pasok). Kedua mekanisme ini memungkinkan UKM untuk melakukan peralihan antara eksplorasi dan eksploitasi secara temporal. Berdasarkan temuan tersebut, fase ketiga menerapkan pendekatan sequential exploratory mixed-method. Wawancara kualitatif dengan 20 pemilik dan manajer UKM digunakan untuk memperdalam mekanisme OLA yang bersifat siklikal sekaligus mengembangkan instrumen survei yang tervalidasi. Tahap kuantitatif selanjutnya menguji model struktural menggunakan structural equation modeling (SEM) terhadap data dari 193 UKM. Hasil pengujian mengonfirmasi bentuk baru dari ambidexterity pembelajaran organisasi siklikal dua tingkat, yang terdiri atas: (1) OLA siklikal tingkat atas (upper-cyclical OLA) yang didorong oleh respons strategis terhadap perubahan lingkungan makro, dan (2) OLA siklikal tingkat bawah (lower-cyclical OLA) yang dibentuk oleh pembelajaran operasional sebagai respons terhadap kondisi lingkungan mikro. Kedua bentuk OLA tersebut berpengaruh signifikan terhadap kapabilitas inovasi, dengan OLA siklikal tingkat bawah menunjukkan pengaruh langsung yang lebih kuat. Selain itu, kapabilitas inovasi terbukti memediasi hubungan antara OLA siklikal dan capaian internasionalisasi, termasuk intensitas dan profitabilitas ekspor. Disertasi ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkaya kajian pembelajaran organisasi dan ambidexterity melalui pengenalan kerangka OLA yang bersifat dinamis, siklikal, dan multi-level yang relevan dengan konteks UKM. Studi ini memperluas teori ambidexterity dengan menunjukkan bagaimana siklus pembelajaran yang berbeda beroperasi pada tingkat strategis dan operasional dalam membentuk inovasi dan internasionalisasi. Secara praktis, temuan penelitian ini memberikan implikasi bagi pembuat kebijakan dan praktisi dalam merancang strategi penguatan kapabilitas inovasi UKM berbasis konteks, termasuk melalui program pelatihan yang adaptif, insentif ekoinovasi, serta penguatan jejaring kolaborasi pembelajaran. Meskipun berfokus pada industri bambu, kerangka yang diusulkan memiliki relevansi yang lebih luas bagi sektor berbasis sumber daya alam dan UKM di negara berkembang yang menghadapi kompleksitas lingkungan serupa.

2026
👤 Penulis: Rina Ariyanthi Dewi
🏷️ Ambidexterity Pembelajaran Organisasi 🏷️ Inovasi Ukm Berbasis Bambu 🏷️ Analisis Lingkungan Ukm

DELINEASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DI LAPANGAN PANAS BUMI

Untuk mendukung pengembangan model konseptual Lapangan Panas Bumi Agni, struktur bawah permukaan memegang peranan penting dalam memahami mekanisme dari sistem panas bumi. Pada awal 2024 (Februari – Maret), jaringan seismik temporer yang terdiri dari 18 stasiun seismik short-period ditempatkan di sekitar Lapangan Panas Bumi Agni selama ~36 hari, dengan jarak antar pasangan stasiun mencapai ~5 km. Studi ini bertujuan untuk mendeliniasi struktur bawah permukaan dari Lapangan Panas Bumi Agni berdasarkan model kecepatan gelombang geser (????????). Pada studi ini, Empirical Green’s Function (EGF) diperoleh melalui proses koherensi silang rekaman seismik komponen vertikal dari setiap pasangan stasiun. Kurva dispersi dari gelombang Rayleigh kemudian diekstraksi dari setiap EGF menggunakan Continuous Wavelet Transform (CWT). Model ???????? di Lapangan Panas Bumi Agni diperoleh melalui inversi kurva dispersi pada rentang periode 0.1 – 2.0 s. Secara umum, model ???????? menunjukkan anomali kecepatan rendah pada kedalaman dangkal, yang mengindikasikan batuan penudung dari sistem panas bumi. Sedangkan, pada kedalaman lebih dalam, kecepatan cenderung mengalami peningkatan. Namun, di bagian tenggara, anomali kecepatan rendah tetap teramati hingga kedalaman yang lebih dalam, yang mengindikasikan keberadaan reservoar yang permeabel. Berdasarkan kontras anomali kecepatan, reservoar ini tampak dibatasi oleh struktur patahan dominan. Selain itu, anomali kecepatan tinggi di timur laut Kawah C mengindikasikan keberadaan intrusi magmatik. Dengan demikian, model ???????? yang dihasilkan dari studi ambient noise tomography mampu menggambarkan elemen utama dari sistem panas bumi, termasuk batuan penudung, intrusi, struktur patahan, dan reservoar.

2026
👤 Penulis: Mudo Prakoso
🏷️ Geofisika 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Panas Bumi 🏷️ Analisis Struktural

ANALISIS MIKROZONASI DAN DELINEASI STRUKTUR VS KAB. CIANJUR JAWA BARAT BERDASARKAN DATA MIKROTREMOR HVSR

Gempa Mw 5.6 dengan intensitas MMI V-VI yang terjadi di Cianjur pada 21 November 2022 dipicu oleh sistem sesar berpasangan (conjugate fault) berarah NNW-SSE dan WSW-ENE pada kedalaman sekitar 11 km. Kejadian ini mengakibatkan korban jiwa 602 orang, 7.504 bangunan rusak, dan memicu longsor. Kerusakan yang ditimbulkan oleh Gempa Cianjur relatif signifikan, hal ini kemungkinan dipengaruhi kondisi lapisan bawah permukaan yang labil, hiposenter gempa yang dangkal, ataupun standar kualitas bangunan yang belum memadai. Untuk memahami kondisi tersebut, diperlukan pendekatan studi geofisika. Studi ini mengkaji respons seismik lokal dan kondisi bawah permukaan berdasarkan kecepatan gelombang geser (Vs) untuk mengidentifikasi potensi amplifikasi gelombang seismik. Data mikrotremor yang digunakan berjumlah 255 titik yang tersebar di Kabupaten Cianjur dengan jarak antar titik adalah 500 m. Metode yang digunakan adalah Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR), inversi eliptisitas, dan integrasi dengan data kerusakan serta kondisi geologi. Hasil penelitian menunjukkan amplifikasi signifikan di beberapa area, dengan variasi nilai frekuensi dominan (f0) antara 0.55 hingga 19.36 Hz dan nilai faktor amplifikasi (A0) antara 1.09 hingga 14.53. Beberapa area dengan amplifikasi tinggi tersebut bertepatan dengan data kerusakan dari BNPB. Berdasarkan profil 1D dan model pseudo-3D Vs terlihat pola struktur yang memiliki nilai Vs rendah (200-500 m/s) dengan kedalaman antara 30-150 m, dibawahnya terdapat zona dengan Vs menengah (500- 650 m/s). Sedangkan engineering bedrock (Vs >750 m/s) membentuk pola bergelombang yang kontinu pada kedalaman 80-200 m. Nilai Vs30 berada pada rentang kelas batuan lunak hingga sedang-keras, dengan klasifikasi situsii didominasi kelas SC menurut SNI, dan C menurut NEHRP. Nilai Vs rendah bertepatan dengan data kerusakan BNPB dan juga amplifikasi tinggi, kondisi ini juga didukung oleh kondisi litologi yang tersusun dari batuan vulkanik dengan dugaan endapan sedimen.

2026
👤 Penulis: Fera Gusyifa
🏷️ Geofisika 🏷️ Analisis Mikrotremor 🏷️ Struktur Geologi

PENGEMBANGAN MODEL SIMULASI RANTAI PASOK MATERIAL TAMBANG UNTUK REKONSTRUKSI PASCA GEMPA BERBASIS AHP DUA TAHAP DAN MILP MULTIOBJEKTIF

Gempa bumi yang sering terjadi di Indonesia memberikan dampak signifikan pada infrastruktur perumahan dan memunculkan tantangan besar dalam pemenuhan material tambang untuk rekonstruksi akibat lonjakan permintaan dan gangguan logistik. Penelitian ini bertujuan merancang model terpadu untuk optimalisasi rantai pasok material tambang yang tangguh terhadap ketidakpastian pascabencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan hibrida yang mengintegrasikan Analytic Hierarchy Process (AHP) dua tahap dan Multi-Objective Mixed-Integer Linear Programming (MOMILP). AHP Tahap 1 digunakan untuk menilai preferensi kinerja pemasok berdasarkan kualitas dan keandalan, sedangkan AHP Tahap 2 dirancang untuk mengkuantifikasi risiko operasional pemasok akibat bencana melalui Total Risk Rating (TRR). Hasil pembobotan dan penilaian risiko ini diintegrasikan ke dalam model optimasi MILP untuk menentukan alokasi material yang meminimalkan biaya dan waktu, sekaligus memaksimalkan ketahanan rantai pasok. Simulasi model menghasilkan himpunan solusi Pareto yang merepresentasikan trade-off optimal antara biaya, waktu, dan preferensi kualitas. Hasil analisis skenario menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan adaptasi yang tangguh (robust); gangguan pada zona pemasok utama direspons dengan pengalihan alokasi ke pemasok alternatif tanpa lonjakan biaya minimum, sementara gangguan pada zona penyangga direspons dengan percepatan waktu penyelesaian. Model ini diharapkan dapat menjadi sistem pendukung keputusan yang transparan dan terstruktur bagi pemangku kepentingan dalam perencanaan strategis rekonstruksi pascabencana di Indonesia

2026
👤 Penulis: Muhammad Benny Bayu Ramdhani
🏷️ Rantai Pasok Material Tambang 🏷️ Analisis Risiko Operasional 🏷️ Optimasi Rantai Pasok

SINTESIS RAMAH LINGKUNGAN MEMBRAN ZEOLIT CHA MELALUI METODE TRAPPED-GEL UNTUK CARBON CAPTURE

Pemanasan global akibat emisi karbon dioksida (CO2) menuntut pengembangan teknologi penangkapan karbon yang lebih efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan. Membran zeolit CHA, khususnya SSZ-13, dikenal memiliki stabilitas tinggi dan selektivitas yang baik terhadap CO2, namun metode sintesis konvensional masih menghadapi kendala berupa konsumsi bahan baku yang besar, penggunaan organic structure-directing agents (OSDA) berbahaya, serta produksi limbah signifikan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan pendekatan sintesis hijau berbasis trapped-gel (TG) untuk intensifikasi proses carbon capture. Metodologi penelitian meliputi sintesis seed zeolit, deposisi seed pada penyangga alumina, fabrikasi membran dengan konfigurasi TG di lumen penyangga, serta integrasi cross-linker untuk meningkatkan keseragaman lapisan. Karakterisasi dilakukan menggunakan SEM, XRD, dan FTIR, sedangkan uji permeasi gas CO2/N2 dilakukan dengan gas permeation unit pada berbagai kondisi operasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan TG berbasis lumen yang dikombinasikan dengan cross-linker, sehingga mampu menghemat hingga 80% bahan baku, meningkatkan keseragaman lapisan zeolit, dan tetap mempertahankan kinerja permeabilitas CO2 yang kompetitif. Hasil menunjukkan membran SSZ-13 TG memiliki permeabilitas CO2 lebih tinggi dibandingkan metode konvensional, meskipun selektivitas CO2/N2 menurun (3,42 vs 6,78). Diskusi menekankan adanya trade-off antara permeabilitas dan selektivitas, serta peluang optimasi melalui kontrol waktu sintesis dan pemilihan OSDA ramah lingkungan. Penelitian ini membuktikan TG sebagai jalur sintesis hijau yang hemat biaya dan berorientasi green chemistry, dengan kemanfaatan praktis berupa peluang penerapan membran CHA dalam modul CCS skala industri, khususnya di PLTU Indonesia, untuk mendukung target net zero emission.

2026
👤 Penulis: Widda Rahmah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS INSTALASI DAN BENTANG BEBAS PIPA BAWAH LAUT PADA PROYEK AR DI PERAIRAN LAUT UTARA JAWA

Minyak dan gas bumi hingga kini masih menjadi pilar utama dalam menopang kebutuhan energi nasional dan bahan baku industri di Indonesia. Dengan konsumsi minyak mencapai 1,6 juta barel per hari sementara produksi domestik hanya 600 ribu barel, eksploitasi wilayah lepas pantai (offshore) menjadi solusi strategis untuk menutupi defisit energi. Keberhasilan monetisasi cadangan lepas pantai ini sangat bergantung pada sistem perpipaan bawah laut (subsea pipeline) sebagai moda transportasi fluida yang paling efisien, aman, dan berkelanjutan dibandingkan kapal tanker. Penelitian ini mengkaji perancangan sistem pipa bawah laut melalui rangkaian analisis teknis yang komprehensif guna menjamin integritas struktur. Tahapan desain dimulai dengan perhitungan tebal dinding pipa berdasarkan standar DNV-ST-F101 dan ASME B31.8 untuk menahan tekanan internal serta eksternal. Kestabilan pipa di dasar laut (on-bottom stability) turut dianalisis untuk memastikan posisi pipa aman dari gaya hidrodinamika arus dan gelombang. Selain itu, dilakukan evaluasi bentang bebas (free span) merujuk pada DNVRP- F105 guna memitigasi risiko kegagalan fatigue akibat Vortex-Induced Vibration (VIV) pada topografi laut yang tidak rata. Terakhir, analisis instalasi dilakukan untuk memastikan tegangan pada bagian overbend dan sagbend tidak melampaui batas aman material. Integrasi seluruh analisis ini bertujuan menghasilkan infrastruktur transportasi migas yang andal untuk mendukung kemandirian energi nasional secara jangka panjang.

2026
👤 Penulis: Alvin Reynaldi
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Teknik Pipa Bawah Laut

PEMILIHAN STRATEGI INVESTASI MENGGUNAKAN REAL OPTIONS ANALYSIS: STUDI KASUS PADA PT PERTAMINA DRILLING SERVICES INDONESIA

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) menghadapi masalah dalam merealisasikan kinerja investasinya yang ditargetkan dalam rencana jangka panjang PT PDSI yang disebabkan oleh kurangnya kinerja dalam realisasi belanja modal (CAPEX), yang didorong oleh banyak faktor, seperti kendala keuangan dan ketidakpastian pasar. Dengan mengembangkan kerangka kerja untuk membantu pemangku kepentingan membuat keputusan strategis mengenai investasi aset, studi ini meneliti metode valuasi PT PDSI yang ada dan meningkatkan metode keputusan dengan menilai keputusan yang dibuat oleh pemangku kepentingan dalam alternatif yang tersedia dengan memperhitungkan situasi pasar dan bisnis di industri minyak dan gas. Dengan menggunakan data dari berbagai sumber untuk menilai ketidakpastian proyek dan membangun struktur biaya dan pendapatan, analisis data kemudian dilanjutkan menggunakan analisis Discounted Cash Flow (DCF) sebagai dasar untuk kelayakan proyek. Real Options Analysis (ROA) memberikan nilai lebih dengan mengukur faktor ketidakpastian pasar. Dengan menggunakan Binomial Lattice dan Model Black-Scholes, analisis menunjukkan bahwa Opsi untuk Ekspansi adalah strategi yang disukai dengan peningkatan Total Investment Value (TIV) berdasarkan kombinasi antara Net Present Value (NPV) dan Nilai Opsi. Studi ini menyimpulkan bahwa mengintegrasikan ROA ke dalam proses perencanaan anggaran investasi PT PDSI menyediakan alat pengambilan keputusan yang lebih baik dibandingkan DCF yang berdiri sendiri. Direkomendasikan agar PDSI mengadopsi kerangka kerja ini untuk menilai dan menentukan waktu investasi strategisnya dengan lebih baik, memungkinkan perusahaan untuk menavigasi ketidakpastian pasar secara lebih efektif dan menjembatani kesenjangan kritis antara ambisi strategis dan kinerja keuangannya..

2026
👤 Penulis: Muhammad Reihant Muzadi
🏷️ Real Options Analysis 🏷️ Manajemen Investasi Pertambangan 🏷️ Analisis Keseimbangan Pasar

SINTESIS DAN KARAKTERISASI FLUORESCENT CARBON DOTS BERBASIS AMPAS KOPI UNTUK DETEKSI RESIDU PESTISIDA DALAM PRODUK AGRIKULTUR

Penggunaan pestisida yang masif dalam sektor agrikultur menimbulkan kekhawatiran serius terhadap akumulasi residu berbahaya, sehingga dibutuhkan metode deteksi yang sensitif, selektif, dan ramah lingkungan. Penelitian ini mengembangkan sensor fluoresensi berbasis carbon dots (CDs) yang disintesis dari limbah ampas kopi melalui metode hidrotermal dengan dopan Tris(hydroxymethyl)aminomethane (Tris) dan cerium nitrat, serta dikombinasikan dengan nanopartikel perak (AgNPs) dan nanopartikel cerium oksida (CeNPs) sebagai quencher dalam skema turn-off/turn-on untuk deteksi glifosat. Karakterisasi menunjukkan bahwa CDs termodifikasi Tris (CDs–Tris) memiliki ukuran hidrodinamik terkecil, zeta potensial paling negatif (–21,12 mV), puncak emisi pada 435,5 nm, intensitas fluoresensi 3551 a.u., dan quantum yield 67%, lebih tinggi dibandingkan CDs tanpa dopan dan CDs terdoping Ce, serta mempertahankan 66,45% intensitas awal setelah tujuh hari. AgNPs dan CeNPs bertindak sebagai quencher efektif; pada konsentrasi 1,5% b/b, AgNPs menurunkan intensitas CDs sebesar 43,54%, sementara CeNPs menurunkannya 65,52%, menunjukkan pemadaman yang lebih kuat oleh CeNPs. Dalam sistem komposit, CDs–Tris–CeNPs memadamkan intensitas sebesar 61,30% dan, setelah penambahan glifosat (1–1000 ppm), memberikan pemulihan fluoresensi sekitar 76–77%, lebih tinggi daripada konfigurasi lain sehingga menjadi sistem paling responsif. Pada ekstrak biji kopi Liberika, CDs menunjukkan mode turn-off, sedangkan CDs–CeNPs menampilkan mode turn-on yang bergantung konsentrasi glifosat, sehingga memungkinkan kuantifikasi dalam matriks kompleks. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem CDs–Tris–CeNPs berbasis ampas kopi berpotensi sebagai nanosensor fluoresensi yang efektif untuk pendeteksian residu glifosat pada produk agrikultur.

2026
👤 Penulis: Rizal Muhammad Ramdhan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Residu Pesticida 🏷️ Hidrologi

TRAJECTORY CORRECTION SYSTEM DESIGN FOR A CANARD-BASED BALLISTIC MISSILE

Tesis ini menyajikan desain, implementasi, dan evaluasi komprehensif dari suatu sistem panduan, navigasi, dan kendali untuk misil balistik. Diawali dengan pengembangan model dinamik nonlinier enam-derajat-kebebasan (6-DOF) untuk menganalisis kinerja dasar serta pengaruh parameter peluncuran. Model linearisasi kemudian diturunkan untuk fase-fase penerbangan kunci—terbang menanjak, apogee, dan terbang menurun—yang mengungkap ketidakstabilan terutama pada modus lateral-direksional yang memerlukan stabilisasi aktif. Sebuah Sistem Penambah Kestabilan berbasis Linear Quadratic Regulator (LQR) dirancang untuk menstabilkan misil. Selanjutnya, Sistem tracking controller dirancang untuk melakukan pelacakan perintah percepatan, dengan gain scheduling yang diimplementasikan untuk menjaga kinerja konsisten di seluruh selang operasi. Sistem panduan Proportional Navigation (PN) kemudian diintegrasikan untuk membentuk pengendali pelacak lengkap guna mengoreksi lintasan. Kinerja sistem diuji secara ketat melalui simulasi sistematis, termasuk pelacakan perintah untuk target jarak jauh dan lintas-jarak, penolakan gangguan pada berbagai intensitas angin (dimodelkan dengan turbulensi Dryden), serta pengujian ketahanan terhadap kehilangan sinyal GPS sementara. Analisis stokastik dengan metode Monte Carlo mengukur kinerja statistik sistem, menunjukkan kemampuannya dalam mengurangi Circular Error Probability (CEP) dari 581 meter (tak-terkendali) hingga serendah 0,52 meter dalam kondisi terkendali. Presisi tinggi ini dipertahankan di bawah tekanan operasional gabungan, dengan CEP tetap di bawah 1 meter di semua skenario uji kegagalan GPS dan gangguan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan sinyal GPS paling berdampak pada akurasi lateral, sementara kondisi paling menantang bagi presisi terminal muncul dari gabungan tiupan angin sedang dan kehilangan GPS. Tesis ini menyimpulkan dengan mengonfirmasi validitas arsitektur GNC yang diusulkan serta menguraikan arahan penelitian lanjutan, termasuk analisis ketangguhan di bawah ketidakpastian parameter dan implementasi teknik kendali adaptif mutakhir.

2026
👤 Penulis: Azizul Hanif
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERAN KOMUNIKASI RISIKO DALAM PERENCANAAN BERBASIS RISIKO: STUDI KASUS WILAYAH PESISIR KECAMATAN LEGONKULON KABUPATEN SUBANG

Perencanaan berbasis risiko (RBP) merupakan pendekatan tata ruang yang telah memasukkan unsur risiko sebagai kritik atas perencanaan sebelumnya. Konsep ini berkembang melalui integrasi tata kelola risiko postmodern dan perencanaan tata ruang dengan komunikasi risiko sebagai pilar utama. Komunikasi risiko tidak hanya mencakup pertukaran informasi mengenai bahaya alam, konsekuensi, dan probabilitasnya. Tetapi juga penggalian tingkat penerimaan masyarakat terhadap risiko sebagai dasar pengambilan keputusan. Keberhasilan praktik tersebut didukung oleh definisi yang jelas, regulasi yang konsisten, keterlibatan masyarakat secara langsung, dan mekanisme integrasi hasil komunikasi ke dalam keputusan perencanaan, sehingga terbukti efektif dalam mengurangi korban jiwa dan kerugian akibat bencana. Sebaliknya, praktik RBP di Indonesia dipandang belum jelas dan memiliki bentuk komunikasi risiko yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam komunikasi risiko dalam RBP yang berjalan dalam konteks pesisir Indonesia, serta bagaimana komunikasi berperan menjembatani kesenjangan antara pendekatan teknokratis dalam perencanaan tata ruang dan persepsi masyarakat lokal terhadap risiko serta bahaya alam, melalui pengkajian terhadap bentuk pesan, saluran komunikasi, pelibatan aktor, dan pemaknaan sosial atas risiko. Penelitian ini mengambil studi kasus di wilayah pesisir Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang, yang menghadapi ancaman tenggelam akibat bahaya slow-onset berupa abrasi dan banjir rob. Berlandaskan realisme kritis dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini memanfaatkan telaah dokumen, observasi, dan wawancara mendalam untuk mendukung tercapainya tujuan penelitian. Hasil penelitian mengungkap bahwa pertama belum ada definisi dan panduan yang jelas dalam regulasi perencanaan tata ruang tingkat nasional sebagai pedoman nasional untuk seluruh tingkat pemerintahan, komunikasi risiko hanya berperan sebagai pelengkap dalam proses perencanaan tata ruang, namun belum menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan untuk menentukan arah kebijakan regulasi RBP di Indonesia. Kedua, pemahaman komunikasi risiko di kalangan aktor perencanaan tata ruang masih terbatas pada konteks kebencanaan, di mana pertukaran informasi di tingkat komunitas berlangsung efektif, jelas, dan membangun kesadaran kolektif. Namun, saluran formal yang seharusnya menjembatani masyarakat terdampak dengan pemerintah kabupaten justru lemah, tidak konsisten, dan belum mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam merumuskan opsi penyelamatan wilayah. Ketiga, Kerangka komunikasi risiko dalam RBP di wilayah studi terbentuk dari kombinasi saluran formal dan informal. Saluran formal bersifat prosedural dan teknokratis sehingga aspirasi masyarakat kurang terakomodasi, sementara saluran informal melalui jejaring desa lebih efektif dalam membangun empati, akses sumber daya, dan aksi nyata. Keduanya membentuk pola komplementer formal memberi legitimasi, informal menyediakan fleksibilitas, meski integrasi keduanya belum berjalan sistematis.

2026
👤 Penulis: Permana Ari Soejarwo
🏷️ Komunikasi Risiko 🏷️ Perencanaan Tata Ruang 🏷️ Pesisir Indonesia

KERANGKA MANAJEMEN STRATEGIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN DESIGN THINKING UNTUK MEMBANGUN EKUITAS MEREK DAN KEPERCAYAAN TERHADAP IP BERBASIS KARAKTER DI INDONESIA

Meningkatnya tren "Healing Economy" dan "Kidult" membantu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia, namun merek Kekayaan Intelektual (IP) seperti ChasingDreams masih berjuang menghadapi angka cart abandonment yang mencapai 91,4%. Angka ini menjadi indikasi nyata adanya celah (gap) antara sekadar menyukai sebuah karakter dengan benar-benar memercayai sebuah brand. Penelitian ini mengeksplorasi "Execution Gap" tersebut untuk memahami mengapa daya tarik visual saja tidak cukup untuk membangun nilai bisnis yang berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan Design Thinking serta metode studi kasus kualitatif yang didukung oleh triangulasi metodologi mencakup VRIO, RBV, McKinsey 7S, SLEPT, dan Customer Journey Mapping akar permasalahan berhasil diidentifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun memiliki nilai kreatif yang tinggi, brand ini masih berstatus "Unexploited Competitive Advantage" karena belum adanya sistem organisasi yang mumpuni untuk melakukan skalasi. Untuk menjembatani celah tersebut, peneliti mengembangkan Strategic Management Framework yang menempatkan Kapasitas Organisasi sebagai fondasi utamanya, guna mengubah model kerja "artisan" yang bersifat individual menjadi sistem yang lebih profesional. Di atas fondasi ini, dibangun tiga pilar Brand Equity: (1) Memperdalam Brand Meaning melalui Transmedia Storytelling untuk menciptakan kedalaman emosional; (2) Memperkuat Brand Response untuk membangun kepercayaan yang interaktif; dan (3) Menumbuhkan Brand Resonance untuk mengubah audiens biasa menjadi komunitas yang loyal. Hasil uji validasi membuktikan bahwa pilar-pilar narasi ini berfungsi sebagai "emotional anchors" yang mampu menurunkan sensitivitas harga dan mendorong keputusan pembelian. Tesis ini menyimpulkan bahwa organisasi yang profesional adalah mesin utama yang memungkinkan cerita bermakna dan berbasis kepercayaan untuk mengubah aset kreatif menjadi Brand Equity yang berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Tengku Salwa Nabila Johan
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

OPTIMASI KATALIS FILM NIKEL PADA SUBSTRAT KACA MELALUI VARIASI WAKTU DEPOSISI DAN ANNEALING UNTUK PENUMBUHAN GRAFENA TEMPERATUR RENDAH DENGAN HOT WIRE-IN PLASMA-VERY HIGH FREQUENCY-PECVD

Penumbuhan material karbon berbasis sp² pada substrat dielektrik temperatur rendah menuntut rekayasa katalis yang mampu menyediakan situs aktif yang merata sekaligus menjaga kontinuitas pertumbuhan domain sp². Penelitian ini mengkaji optimasi katalis film nikel (Ni) pada substrat kaca Corning 2948 melalui variasi waktu deposisi dan perlakuan annealing untuk mendukung penumbuhan material graphene-like menggunakan metode Hot Wire-in Plasma Very High Frequency-PECVD (HW-IP-VHF-PECVD) pada temperatur substrat 170?C. Film Ni dideposisikan menggunakan evaporasi termal dengan variasi waktu deposisi 1- 7 menit, kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM (permukaan dan penampang lintang) dan EDS untuk memetakan morfologi, cakupan permukaan, serta kecenderungan ketebalan. Hasil karakterisasi awal menunjukkan bahwa lapisan Ni yang terbentuk bersifat kasar dan granular dengan heterogenitas ketebalan yang signifikan, sehingga lebih tepat dipahami sebagai lapisan granular daripada thin film planar klasik. Berdasarkan indikator cakupan permukaan dan dominasi sinyal Ni, sampel dengan deposisi 6 dan 7 menit dipilih untuk tahap annealing pada 400?C dan 500?C dengan durasi 2 dan 4 jam. Secara fisis, annealing meningkatkan mobilitas atom Ni dan mendorong restrukturisasi morfologi melalui mekanisme dewetting padat, koalesensi, serta pematangan partikel, sehingga permukaan berevolusi menuju sebaran fitur yang lebih diskret. Variasi temperatur dan durasi menghasilkan respons morfologi yang berbeda, yang menegaskan bahwa kondisi awal film berperan sebagai pengarah lintasan evolusi mikrostruktur selama perlakuan termal. Katalis Ni teroptimasi selanjutnya digunakan sebagai substrat penumbuhan menggunakan HW-IP-VHF-PECVD dengan sumber karbon CH?. Evaluasi hasil dilakukan melalui Raman sebagai indikator utama pembentukan jaringan sp², serta didukung oleh SEM-EDS dan UV-Vis. Spektrum Raman memperlihatkan kemunculan pita D, G, dan 2D pada seluruh sampel, dengan rasio intensitas yang lebih konsisten dengan material karbon sp² berkarakter graphene-like daripada grafena monolayer ideal. Keterkaitan katalis dan hasil pertumbuhan menunjukkan bahwa kualitas graphene-like tidak ditentukan semata oleh ukuran fitur dominan, tetapi terutama oleh homogenitas distribusi partikel dan minimnya aglomerasi besar yang mengendalikan pemerataan nukleasi serta koalesensi domain sp². Secara keseluruhan, optimasi deposisi dan annealing Ni terbukti memengaruhi keteraturan morfologi katalis dan, pada gilirannya, kualitas relatif material graphene-like yang ditumbuhkan pada temperatur rendah.

2026
👤 Penulis: Adinda Mahdhury Salsabillah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PEMANFAATAN DATA BATIMETRI DARI HAMBUR BALIK ACOUSTIC DOPPLER CURRENT PROFILER (ADCP) UNTUK ZONA PERIKANAN DI CIREBON

Penelitian dilaksanakan untuk mengkaji pemanfaatan data hambur balik Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) dalam mengidentifikasi perubahan batimetri serta keterkaitannya dengan karakteristik arus dan distribusi sumber daya perikanan di Perairan Cirebon. Kajian terdahulu umumnya masih memisahkan analisis oseanografi fisik dan perikanan, sehingga hubungan antara kedalaman perairan, dinamika arus, dan preferensi habitat spesies perikanan belum terjelaskan secara terintegrasi. Permasalahan penelitian mencakup pengaruh perubahan batimetri dan karakteristik arus terhadap distribusi spasial spesies perikanan dominan. Data yang digunakan meliputi data kedalaman dan arus hasil pengukuran ADCP tahun 2022 dan 2024 serta data perikanan, yang dianalisis menggunakan Exploratory Data Analysis (EDA), Principal Component Analysis (PCA), Correspondence Analysis (CA), dan Canonical Correspondence Analysis (CCA). Hasil penelitian menunjukkan terjadinya pendangkalan dan pendalaman yang bervariasi antar stasiun, dengan pendangkalan paling signifikan teridentifikasi di beberapa stasiun pesisir, mengindikasikan dinamika sedimentasi aktif. Analisis CA menunjukkan belanak berasosiasi kuat dengan perairan dangkal, peperek dan rajungan cenderung berasosiasi dengan kedalaman menengah, sedangkan udang krosok lebih dominan pada perairan lebih dalam. Hasil CCA pada tahun 2022 dan 2024 secara konsisten menunjukkan bahwa gradien kedalaman merupakan faktor utama yang mengontrol distribusi spasial spesies perikanan, sementara karakteristik arah arus berperan sebagai faktor pendukung dalam memperkuat pola sebaran antar stasiun. Kesimpulan menunjukkan bahwa integrasi data batimetri dan arus berbasis ADCP mampu menjelaskan keterkaitan antara kondisi fisik perairan dan distribusi sumber daya perikanan di Perairan Cirebon secara lebih terstruktur.

2026
👤 Penulis: Putri Diniaty Komariah
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

SEKAT: MEREPRESENTASIKAN BAYANGAN DIRI MELALUI SEKAT CAHAYA DALAM MENGGAMBARKAN KETERSENDIRIAN :

Praktik penciptaan seni rupa ini berangkat dari urgensi personal mengenai kondisi ketersendirian yang dijabarkan sebagai ruang mediatif untuk menghadapi persoalan diri. Masalah utama yang diteliti adalah visualisasi proses psikologis dalam menghadapi sisi gelap atau shadow melalui media lukis, yang berakar pada kegelisahan akan bagian kepribadian yang tertekan di alam bawah sadar. Sebagai pemantik dalam mengenali bayangan tersebut, penulis menggunakan medium film yang dipilih karena kekuatan visual dan atmosfernya mampu merefleksikan kembali ingatan atau trauma personal. Lingkup permasalahan difokuskan pada transformasi respons emosional menjadi elemen visual abstrak, dengan penekanan bahwa lukisan tidak bertujuan menceritakan narasi film, melainkan film berfungsi sebagai pemicu (trigger) yang membangkitkan getaran emosional. Dari keterpatikan visual tersebut, penulis menghadirkan subjek berupa "sebuah batas" sebagai representasi sekat psikologis antara kesadaran dan ketidaksadaran melalui permainan ruang dan kontras cahaya. Proses kreasi menggunakan metode triangulasi reflektif antara film, persoalan diri, dan teori shadow work Jungian. Secara teknis, penulis menggunakan medium cat minyak dengan teknik pewarnaan berlapis melalui konsep visual tenebrism, di mana kegelapan mendominasi ruang untuk menggambarkan bawah sadar sementara cahaya hadir sebagai simbol kesadaran. Analisis karya menunjukkan pergeseran dari sekadar persepsi visual menjadi upaya menghadirkan kembali (presence) pengalaman psikologis melalui elemen abstrak seperti sequence dan pembatasan ruang. Kesimpulannya, praktik melukis ini berfungsi sebagai instrumen teraputik yang membuktikan bahwa menghadapi bayangan diri dalam ketersendirian dapat mencapai pemahaman diri yang utuh. Hasil akhir tugas akhir ini merupakan pembuktian bahwa seni rupa mampu mengintegrasikan bagian diri yang terpecah melalui eksplorasi kontras cahaya dan bayangan.

2026
👤 Penulis: Sheilla Usa Damarty S. Putri
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

SINTESIS DAN KARAKTERISASI FILM KOMPOSIT PVA/PANI BERBASIS CARBON DOTS BENGKUANG UNTUK STUDI AWAL APLIKASI SENSOR GAS

Carbon Dots (CDs) berbasis biomassa menarik dikembangkan sebagai material fungsional karena sifat optik dan kestabilannya. Pada penelitian ini, CDs disintesis dari bengkuang melalui metode pemanasan dan perlakuan microwave, kemudian dikompositkan ke dalam matriks polyvinyl alcohol (PVA) dan polyaniline (PANI) untuk membentuk film komposit. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik struktur, optik, morfologi, dan sifat listrik film PVA/PANI/CDs sebagai studi awal material sensor gas berbasis perubahan resistansi. Karakterisasi dilakukan menggunakan spektroskopi UV-Vis, FTIR, fotoluminesensi (PL), HRTEM, SEM, serta pengukuran konduktivitas listrik dengan metode four-point probe. Hasil menunjukkan bahwa CDs memiliki domain karbon terkonjugasi dengan permukaan kaya gugus oksigen struktur amorf. Penambahan PANI menyebabkan perubahan morfologi permukaan menjadi lebih kasar dan granular serta menurunkan intensitas emisi PL akibat meningkatnya jalur relaksasi non-radiatif. Film PVA/PANI/CDs menunjukkan perilaku ohmik dengan nilai konduktivitas sebesar 9,105×10^(-3) ?^(-1) m^(-1). Hasil ini menunjukkan bahwa film komposit PVA/PANI/CDs memiliki potensi sebagai material studi awal sensor gas, meskipun pengujian respons gas masih diperlukan pada penelitian lanjutan.

2026
👤 Penulis: Muhammad Ilham Gusti Y.
🏷️ Karbon Dots 🏷️ Polyvinyl Alcohol 🏷️ Polyaniline
Halaman 192 dari 6754
💬