📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenISOMETRI, OPERATOR UNITER, DAN ISOMETRI PARSIAL PADA RUANG SEMI HASIL KALI DALAM
Ruang Semi Hasil Kali Dalam (SHKD) merupakan perumuman dari ruang Hasil Kali Dalam (HKD) dengan memperlemah aksioma definit positif. Pelemahan ini menyebabkan perubahan mendasar pada berbagai konsep dasar dalam struktur ruang SHKD. Misalnya, keberadaan basis ortonormal tidak selalu dapat dijamin, sehingga diperkenalkan konsep yang lebih umum, yakni basis m-ortonormal.Selain itu, adjoin pada ruang SHKD tidak selalu ada dan tidak selalu tunggal, yang menjadi pembeda utama antara ruang SHKD dan ruang HKD klasik. Penelitian ini berfokus pada kajian isometri, operator uniter, dan isometri parsial di ruang SHKD, yang ketiganya merupakan konsep fundamental dalam teori operator. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan karakterisasi isometri, operator uniter, dan isometri parsial dengan mengkaitkannya terhadap strukturm-ortonormal dan adjoin yang khas pada ruang SHKD. Kajian ini dilakukan untuk melengkapi hasil-hasil sebelumnya yang belum secara eksplisit menghubungkan ketiga konsep tersebut dalam konteks ruang SHKD. Melalui pengembangan teorema dan pembuktian formal, penelitian ini memperoleh syarat perlu dan cukup bagi keberadaan isometri, operator uniter, dan isometri parsial dalam ruang SHKD. Lebih lanjut, ditentukan hubungan yang tepat antara isometri parsial dan proyeksi ortogonal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pendekatan yang lebih fleksibel untuk membahas berbagai jenis isometri lainnya pada ruang SHKD.
ANALISIS ITEM RESPONSE THEORY UNTUK MEMBANGUN RELASI ANTARA TINGKAT KESULITAN SOAL DAN KEMAMPUAN SISWA
Penilaian terhadap kemampuan siswa berfungsi sebagai alat ukur pencapaian belajar dan sebagai alat evaluasi untuk merancang pembelajaran yang lebih efektif. Penelitian ini menyajikan proses penurunan secara matematis yang mendalam pada model Rasch (IRT) menggunakan metode MLE yang berfokus pada perhitungan parameter kesulitan item soal dan JMLE yang yang berfokus pada perhitungan parameter kemampuan siswa pada satu skala pengukuran yang sama. Perhitungan model selanjutnya disajikan dalam bentuk kode pemprograman bahasa R. Metode yang diturunkan akan dibandingkan dengan paket IRT yang tersedia di bahasa R, yaitu ltm dan mirt. Hasil perbandingan memperlihatkan kesamaan secara kualitatif. Hasil penelitian selanjutnya menunjukkan adanya relasi antara kedua parameter tersebut: probabilitas seorang siswa menjawab benar sangat bergantung pada rasio antara kemampuan yang ia miliki dengan kesulitan item soal yang dihadapi.
STRATEGI OPTIMALISASI KINERJA ESG PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI INDONESIA DENGAN KOMPARASI PENDEKATAN ANALISIS LINEAR DAN NON-LINEAR
Perkembangan bisnis secara global mengarah kepada bisnis yang berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial dan tata laksana perusahaan yang baik (good corporate governance). Ketiga aspek sentral ini termuat dalam aspek ESG. Kinerja ESG dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dengan memberikan pengurangan risiko bisnis dan menciptakan peluang dalam mendapatkan keuntungan (return) sehingga berdampak positif bagi kinerja keuangan perusahaan. Akan tetapi, dampaknya tidaklah selalu positif dan linear. Terdapat variasi hasil hubungan ESG dengan kinerja keuangan perusahaan seperti linear – negatif , non – linear dan netral. Adanya kemungkinan kondisi tersebut mendorong manajemen perusahaan untuk menentukan kinerja ESG yang lebih optimal. Model hubungan ESG dengan kinerja keuangan perusahaan dibuat dalam persamaan regresi linear dengan mempertimbangkan variabel kontrol yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Selanjutnya, dilakukan pengujian asumsi dari model seperti multikolinearitas, autokorelasi, linearitas dan pengujian asumsi lainnya pada persamaan. Untuk melihat adanya efek non-linear pada model hubungan, dilakukan pengujian metode non-linear seperti threshold analysis, non-parametric analysis dan analisis Nonlinear – Structere Equation Model. Hasil pemodelan menunjukkan adanya model non-linear yang memiliki akurasi lebih tinggi dibandingkan model linear dan signifikansi statistik lebih tinggi. Hal ini membuat model hubungan positif linear tidak berlaku untuk selamanya dan terdapat titik optimal dalam kinerja ESG yang dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan (CFP) sebelum berdampak negatif bagi keuangan perusahaan. Titik optimal dalam model hubungan dapat berubah akibat adanya perubahan eksternal seperti kondisi pasar dan perekonomian suatu negara. Interpretasi hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai tinjauan bagi perusahaan tambang dalam mengatur strategi terkait ESG pada bisnis pertambangan di Indonesia.
ANALISIS DAMPAK LETUSAN HUNGA-TONGA PADA 15 JANUARI 2022 TERHADAP GANGGUAN IONOSFER MENGGUNAKAN GNSS TEC
Penelitian ini menyelidiki gangguan ionosfer global yang diakibatkan oleh erupsi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai (HTHH) pada 2022, menggunakan data GNSS-TEC resolusi tinggi dari 25 stasiun. Kami menemukan gangguan utama (Periode I) yang merambat dengan kecepatan fase horizontal yang paling sesuai sebesar 355,68 m/s, yang mengonfirmasi adanya superposisi antara gelombang Lamb troposferik dan gelombang kejut akustik di termosfer. Analisis spektral mengungkapkan struktur multi-periode yang kompleks, termasuk Periode II hibrida, yang menunjukkan transisi dari gelombang kejut supersonik menjadi gelombang gravitasi global dengan kecepatan sekitar 209 m/s, serta Periode IV dengan durasi sekitar 4 menit, yang memvalidasi adanya resonansi akustik vertikal. Temuan penting dari studi ini adalah deteksi anomali amplitudo ekstrem di stasiun HKSL (Hong Kong) yang mencapai 25,0 TECU, jauh melebihi respons yang terdeteksi di dekat sumber. Kami menunjukkan bahwa penguatan amplitudo ini bukanlah anomali acak, melainkan hasil interaksi konstruktif antara gelombang yang merambat dan elektrodinamika waktu lokal (local time), yang terjadi selama fenomena Pre-Reversal Enhancement (PRE) di sektor senja. Sebaliknya, di daerah dekat sumber, respons fisik didominasi oleh fenomena lubang ionosfer dinamis akibat gelombang kejut. Temuan ini menegaskan bahwa magnitudo gangguan ionosfer vulkanik sangat dipengaruhi oleh kondisi elektrodinamika lokal sepanjang jalur propagasi gelombang, bukan hanya energi yang dihasilkan oleh sumber. Selain itu, perbedaan signifikan antara kecepatan gangguan ionosfer dan tsunami laut semakin memperkuat potensi penggunaan GNSS-TEC sebagai sistem peringatan dini untuk mendeteksi ancaman tsunami yang disebabkan oleh peristiwa vulkanik.
OPTIMASI JADWAL PENERBANGAN HAJI INDONESIA
Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia menghadapi tantangan logistik yang signifikan dalam mengelola perjalanan ibadah haji tahunan yang melibatkan transportasi lebih dari 200.000 jemaah. Penjadwalan penerbangan yang efisien dan hemat biaya sangat penting untuk menjamin kelancaran operasi dan utilisasi sumber daya yang optimal. Penelitian ini mengembangkan model optimasi penjadwalan penerbangan haji dengan pendekatan multi-route yang memungkinkan pesawat melayani beberapa embarkasi melalui hub Jeddah. Sebuah Algoritma Genetika yang dimodifikasi dengan repair function diimplementasikan untuk menangani kendala kompleks termasuk batas jam terbang (300–400 jam), target penumpang yang presisi, dan konsistensi rute. Model diuji pada tiga embarkasi utama: Jakarta, Medan, dan Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model multi-route berhasil mengurangi total biaya operasional sebesar Rp 24 miliar dibandingkan realisasi operasi tahun 2024, sekaligus memenuhi target penumpang dengan presisi tinggi (100–100,4%) sehingga menghindari overcapacity yang tidak perlu. Optimasi ini menjaga seluruh armada berada dalam rentang jam terbang optimal, meningkatkan aspek keselamatan operasional dan mengurangi risiko perawatan. Studi ini juga menunjukkan bahwa modernisasi armada dengan mengganti pesawat tua B747-400 dengan model yang lebih efisien seperti B777-300ER atau A330-300, merupakan langkah krusial untuk penghematan biaya bahan bakar yang signifikan.
PENGARUH WAKTU PENAHANAN TEMPERING PADA PERLAKUAN PANAS CEPAT TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO BAJA KARBON SEDANG
Perlakuan panas cepat (rapid heat treatment) muncul sebagai metode alternatif dalam rekayasa material, menawarkan solusi ganda berupa peningkatan performa baja dan keberlanjutan lingkungan (sustainability). Metode ini memanfaatkan laju pemanasan induksi yang tinggi dengan durasi yang singkat, sehingga secara drastis meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi karbon operasional dibandingkan metode konvensional. Pada rekayasa metalurgi fisik, perlakuan panas cepat ini memungkinkan pengendalian terhadap kinetika transformasi fasa dan penghalusan butir (grain refinement), yang sangat penting untuk mencapai keseimbangan sifat mekanik antara kekuatan dan ketangguhan serta secara efektif menghindari fenomena kegetasan tempered martensite embrittlement (TME). Namun, pemahaman komprehensif mengenai bagaimana waktu penahanan yang sangat singkat ini mempengaruhi evolusi struktur mikro yang kompleks dan stabilitas fasa masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh waktu penahanan singkat pada perlakuan tempering cepat terhadap perubahan struktur mikro dan sifat mekanik baja karbon sedang. Percobaan dilakukan dengan karakterisasi awal mencakup uji kekerasan Vickers, uji tarik, uji impak charpy, karakterisasi metalografi, dan pengujian komposisi kimia menggunakan spektroskopi emisi optik pada sampel as received. Kemudian dilakukan perlakuan panas konvensional terdiri dari austenisasi pada 900 ? selama 30 menit, quenching dengan media oli, dan tempering selama 1 jam dengan variasi suhu 150 ?, 250 ?, dan 300 ? dalam muffle furnace. Percobaan lainnya dilakukan perlakuan panas cepat dengan tanur induksi terdiri dari austenisasi ditahan selama 25 detik mencapai suhu 900 ? dilanjutkan quench oli, dan tempering mencapai suhu yang sama seperti tempering konvensional dengan waktu penahanan 5, 8, dan 10 detik. Setelah perlakuan panas, dilakukan karakterisasi menggunakan uji kekerasan Vickers, uji tarik, uji impak charpy, serta metalografi dan fraktografi dengan scanning electron microscopy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu penahanan pada tempering cepat berpengaruh signifikan terhadap sifat mekanik, di mana energi impak (30,6 J/cm²), kekuatan luluh (1430 MPa), kekuatan tarik (1768,79 MPa), dan persen elongasi (12,32%) mencapai nilai puncaknya pada waktu penahanan 8 detik sebelum kembali menurun, sementara nilai kekerasan cenderung linear dan stabil. Secara mikrostruktur, perlakuan ini menghasilkan fasa martensit dengan bilah yang heterogen, struktur bainit, undissolved carbide, dan morfologi patahan campuran quasi-cleavage dan dimple. Jika dibandingkan dengan perlakuan panas konvensional, tempering cepat menunjukkan keunggulan pada nilai energi impak dan menghasilkan ukuran bidang patahan getas yang cenderung lebih kecil, meskipun sifat mekanik lainnya tidak lebih unggul serta menghasilkan heterogenitas struktur mikro yang tidak didapati pada metode konvensional.
BILANGAN TERHUBUNG SISI PELANGI LOKASI GRAF UNISIKLIK
Misalkan G suatu graf tidak trivial, sederhana, berhingga, dan terhubung. Suatu pewarnaan sisi pelangi-k dari G adalah pewarnaan c : E(G) ? {1, 2, . . . , k} sedemikian sehingga untuk setiap pasangan titik u, v ? V (G) terdapat lintasan u–v yang semua sisinya memiliki warna berbeda. Jarak antara dua sisi e1 = u1v1 dan e2 = u2v2 didefinisikan sebagai d(e1, e2) = ( min{d(u1, u2), d(u1, v2), d(v1, u2), d(v1, v2)} + 1, jika e1 ?= e2, 0, jika e1 = e2. Untuk setiap i ? {1, 2, . . . , k}, misalkan Ri menyatakan himpunan sisi berwarna i dan ? = {R1,R2, . . . ,Rk} merupakan partisi terurut dari E(G). Kode pelangi dari suatu sisi e terhadap ? didefinisikan sebagai rc?(e) = (d(e,R1), d(e,R2), . . . , d(e,Rk)) dengan d(e,Ri) = min{d(e, f) : f ? Ri}. Jika setiap sisi pada G memiliki kode pelangi yang unik, maka pewarnaan c disebut pewarnaan sisi pelangi lokasik, dan nilai k minimum yang memenuhi sifat tersebut disebut bilangan terhubung sisi pelangi lokasi dari G, dilambangkan dengan recl(G). Pada penelitian ini, ditentukan batas atas dan batas bawah yang ketat untuk bilangan terhubung sisi pelangi lokasi graf unisiklik, yaitu graf yang memuat tepat satu subgraf siklus, dan mengkarakterisasi kelas-kelas graf unisiklik yang bilangan terhubung sisi pelangi lokasinya tertentu. Selain itu, ditentukan bilangan terhubung sisi pelangi lokasi dari beberapa kelas graf unisiklik tertentu.
ISOLASI DAN EVALUASI AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM ANTIKOLINESTRASE ALKALOID BUNGA KECUBUNG (BRUGMANSIA VERSICOLOR)
Latar belakang dan tujuan: Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tanaman obat, termasuk Brugmansia versicolor (kecubung) yang kaya alkaloid antikolinergik seperti skopolamin, atropin, dan hiosiamin. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengkarakterisasi alkaloid dari ekstrak metanol bunga kecubung serta mengevaluasi aktivitas penghambatan asetilkolinesterase sebagai tahap awal pengembangan obat berbasis tanaman lokal. Metode: Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan metanol, diikuti fraksinasi dan isolasi melalui ekstraksi cair–cair asam basa, flash chromatography, dan kromatografi radial. Ekstrak, fraksi, subfraksi, dan isolat diuji aktivitas penghambatan AChE dengan metode Ellman. Karakterisasi isolat dilakukan dengan spektrometri infra merah, UV-Vis dan massa. Hasil: Isolat murni dikarakterisasi memiliki gugus hidroksil/amina, karbonil, dan aromatik (FTIR) serta sistem terkonjugasi khas bis-alkaloid pada 240 dan 290. Data ESI-MS menunjukkan ion molekul m/z 949,5 dengan fragmen dimer dan gula, mengonfirmasinya sebagai alkaloid dimer aromatik terglikosilasi. Aktivitas penghambatan AChE menurun drastis seiring pemurnian: ekstrak kasar mencapai 58,16% (1000 µg/mL), sedangkan isolat hanya 2,02% (50 µg/mL). Kesimpulan: Penelitian ini berhasil mengisolasi senyawa alkaloid dimer indol terglikosilasi dari bunga B. versicolor. Hasil uji penghambatan asetilkolinesterase (AChE) menunjukkan rendahnya inhibisi AChE pada isolat murni, yang menyiratkan bahwa potensi farmakologis spesies ini lebih mungkin dimediasi melalui interaksi sinergis multikomponen atau mekanisme modulasi reseptor dibandingkan penghambatan enzim.
PENGEMBANGAN SIMULATOR MATERI REAKSI KIMIA BERBASIS WEB SEBAGAI MEDIA AJAR KIMIA DI SMA/MA
Ketersediaan bahan kimia dan penggunaan laboratorium untuk mendukung pembelajaran kimia belum merata di sekolah menengah atas di Indonesia, karena keterbatasan bahan kimia, peralatan, alokasi waktu dan sumber daya manusia dalam pengelolaan laboratorium. Solusi seperti pembelajaran berbasis web juga masih terbatas implementasinya di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan aplikasi eksperimen virtual berupa simulasi bahan reaksi kimia, khususnya untuk reaksi yang melibatkan pembentukan endapan, perubahan warna, dan pembentukan kompleks berwarna. Aplikasi ini diharapkan dapat sebagai salah satu fasilitas seperti melakukan eksperimen nyata di laboratorium. Aplikasi simulator reaksi kimia dibuat menggunakan Ibis Paint X dan Construct 2. Evaluasi penggunaan simulator tersebut dilakukan dengan metoda developmental research. Sampel penelitian diambil dari 8 kelas di 3 sekolah dengan subjek penelitian 224 siswa. Data penelitian diperoleh dari data pretest- posttest, angket, dan observasi aktivitas siswa saat menggunakan simulator. Pengolahan dan analisis data menggunakan microsoft excel, meliputi perhitungan N-gain dan reliabilitas KR-21. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai N- gain sebesar 0,579 (kategori sedang), menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media berbasis web cukup efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada materi reaksi kimia. Hasil uji reliabilitas instrumen pretest sebesar 0,589 (kategori sedang), dan posttest sebesar 0,756 (kategori tinggi), yang menandakan instrumen tes memiliki tingkat konsistensi yang layak digunakan. Selain itu, hasil angket respon siswa menunjukkan sebagian besar siswa memberikan respon positif terhadap media ajar berbasis web, serta hasil observasi menunjukkan bahwa siswa mampu menggunakan media ajar dengan baik. Oleh karena itu, media ajar berbasis web yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk mendukung pemahaman siswa pada materi reaksi kimia
PENGARUH VARIABEL INTERNAL ORGANISASI TERHADAP ADAPTASI DIGITAL PADA INDUSTRI PENERBITAN
Penelitian ini memberikan analisis kuantitatif mengenai adaptasi industri penerbitan terhadap transformasi digital, dengan fokus pada pengaruh empat variabel internal organisasi: kompetensi sumber daya manusia (X1), infrastruktur teknologi (X2), strategi dan kebijakan digital penerbit (X3), dan inovasi konten editorial (X4). Penelitian ini membahas bagaimana industri beradaptasi dan mengelola inovasi digital melalui dua tujuan: mendeskripsikan integrasi sumber daya organisasi dan mengukur pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap adaptasi digital (Y). Penelitian ini menggunakan desain korelasional di mana data distandarisasi ke dalam skala Likert 5 poin yang seragam dan diuji menggunakan analisis regresi sederhana dan berganda. Temuan deskriptif menunjukkan bahwa strategi organisasi yang dominan adalah berinvestasi pada sumber daya manusia (X1, rata-rata = 4,10). Analisis inferensial mengonfirmasi daya prediksi yang tinggi untuk model tersebut (R2 = 97,2%), dengan H1, H3, dan H4 diterima sebagai pendorong kesuksesan yang signifikan. Sebaliknya, H2 (infrastruktur teknologi) ditolak sebagai faktor individu yang signifikan. Hasil ini membuktikan bahwa industri penerbitan berhasil beradaptasi (rata-rata = 4,07) dengan memprioritaskan modal manusia, strategi digital, dan inovasi produk dibandingkan perangkat keras semata. Oleh karena itu, penerbit harus memprioritaskan pelatihan berkelanjutan dan mengatasi kesenjangan kinerja dalam inovasi editorial melalui karyawan yang terampil dan arahan strategis yang jelas.
PENGUSULAN KERANGKA KEBERHASILAN BISNIS SENIMAN FAN-MERCHANDISE DI INDONESIA
Industri kreatif merupakan salah satu sektor ekonomi strategis di Indonesia, yang didorong oleh besarnya populasi anak muda serta meluasnya adopsi teknologi digital. Seiring dengan berbagai inisiatif pemerintah yang mendorong partisipasi generasi muda dalam industri ini, terjadi pergeseran peran anak muda dari konsumen pasif menjadi kontributor aktif dan wirausahawan. Di sisi lain, meningkatnya popularitas budaya fandom telah membuka jalur baru bagi aktivitas kewirausahaan melalui pembuatan dan penjualan produk-produk merchandise penggemar. Berbeda dengan wirausahawan tradisional, para seniman merchandise fandom tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga didorong oleh hasrat dan keterikatan pribadi terhadap fandom yang mereka geluti. Meskipun budaya fandom dan kewirausahaan kreatif telah banyak diteliti secara terpisah, masih sedikit penelitian yang mengkaji persinggungan keduanya di konteks Indonesia. Memahami fenomena ini penting untuk menjelaskan bagaimana anak muda dapat mengubah minat pribadi mereka menjadi kegiatan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami: (1) motivasi pribadi apa yang mendorong aktivitas kewirausahaan mereka; (2) bagaimana seniman merchandise penggemar menjalankan bisnisnya; (3) bagaimana mereka mengelola keuangan dan pendanaan; (4) bagaimana mereka menjangkau dan mempertahankan pasar; (5) bagaimana lingkungan makro dan meso mempengaruhi kegiatan mereka; serta (6) mengusulkan kerangka konseptual yang menggambarkan keberhasilan bisnis seniman merchandise penggemar. Pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretivis dan penalaran abduktif diterapkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan sebelas seniman merchandise penggemar aktif. Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling untuk memastikan representasi yang beragam dari berbagai latar belakang fandom dan kreativitas. Data dianalisis menggunakan thematic analysis berdasarkan kerangka 5M yang dimodifikasi (motivasi, manajemen, uang, pasar, dan lingkungan makro/meso). Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis seniman merchandise penggemar dipengaruhi tidak hanya oleh kinerja finansial, tetapi juga oleh keseimbangan antara hasrat kreatif, praktik manajemen yang fleksibel, dan dukungan komunitas. Para partisipan memanfaatkan media sosial dan konvensi penggemar sebagai saluran utama pemasaran, sementara komunitas seniman berbasis daring berperan penting dalam membangun jaringan dan berbagi informasi. Motivasi intrinsik seperti kesenangan, ekspresi diri, dan rasa memiliki ditemukan sebagai pendorong utama. Motivasi ini disertai oleh motivasi ekstrinsik yang mencakup kebutuhan finansial, tekanan ekonomi akibat pandemi COVID-19, ajakan atau dorongan dari teman dan saudara, serta peluang untuk membangun jejaring dalam komunitas fandom maupun lingkaran kreatif. Interaksi antara faktor-faktor ini menunjukkan bahwa kewirausahaan fan-merchandise bukan semata-mata aktivitas ekonomi, tetapi juga bentuk ekspresi budaya yang dibentuk oleh konektivitas digital dan kreativitas kolektif. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan Fan-Merchandise Artists’ Business Success Framework yang menekankan hubungan dinamis antara motivasi, manajemen, uang, pasar, serta lingkungan makro dan meso. Penelitian ini berkontribusi pada bidang kewirausahaan kreatif dengan memperluas pemahaman tentang kewirausahaan fan-merchandise serta menekankan peran penting motivasi sebagai elemen berbasis hasrat yang menghubungkan identitas fandom dengan perilaku kewirausahaan. Secara teoritis, penelitian ini memperdalam pembahasan tentang kewirausahaan mikro kreatif di negara berkembang dengan menyoroti bagaimana hasrat intrinsik, jaringan komunitas, dan partisipasi budaya saling berinteraksi untuk menopang keberlanjutan usaha kreatif berskala kecil. Penelitian ini juga memperluas kerangka 5M dengan menekankan peran motivasi sebagai dimensi inti yang menangkap karakteristik unik dari kewirausahaan berbasis hasrat dan komunitas dalam sektor kreatif. Secara praktis, temuan penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi pembuat kebijakan, lembaga pendidikan, dan seniman merchandise penggemar dalam mengembangkan sistem dukungan yang inklusif, program pendidikan yang relevan, serta strategi bisnis kolaboratif yang memperkuat keberlanjutan dan pertumbuhan profesional industri fan-merchandise di Indonesia. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya pengakuan terhadap wirausahawan mikro berbasis hasrat sebagai aktor integral dalam ekonomi kreatif Indonesia, yang kontribusinya tidak hanya bernilai ekonomi tetapi juga memperkaya inovasi dan perkembangan budaya.
MENGEKSPLORASI PENGARUH PRAKTIK BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PREFERENSI KONSUMEN DI INDUSTRI MEWAH (LVMH)
Skripsi ini mengeksplorasi pengaruh praktik bisnis yang bertanggung jawab, seperti keberlanjutan, sumber bahan baku yang etis, dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), terhadap pengambilan keputusan konsumen di industri barang mewah, dengan fokus khusus pada konglomerat global LVMH (Moët Hennessy Louis Vuitton). Seiring meningkatnya ekspektasi agar merek-merek mewah mampu menyeimbangkan eksklusivitas dengan transparansi etis, penelitian ini mengkaji bagaimana LVMH beradaptasi terhadap tekanan tersebut serta implikasinya terhadap persepsi konsumen, loyalitas merek, dan perilaku pembelian. Dengan melakukan tinjauan pustaka akademik secara mendalam dan menggunakan LVMH sebagai studi kasus, penelitian ini mengevaluasi topik-topik utama seperti inovasi sosial perusahaan (CSI), transparansi rantai pasok, strategi branding, psikografis konsumen, dan manajemen siklus hidup produk. Penelitian ini menyoroti berbagai peluang sekaligus kontradiksi yang dihadapi perusahaan mewah ketika menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab, termasuk tantangan dalam menyelaraskan identitas merek dengan narasi keberlanjutan sambil menghindari risiko greenwashing. Penelitian ini juga menekankan bahwa meskipun minat konsumen terhadap luxury yang berkelanjutan semakin meningkat, perilaku pembelian nyata seringkali terhambat oleh harga yang tinggi, kurangnya informasi, serta isu kepercayaan terhadap klaim keberlanjutan dari merek. Penelitian ini mengusulkan bahwa agar tetap relevan, merek-merek mewah harus mengintegrasikan nilai-nilai etis ke dalam inti operasional mereka, mulai dari desain dan produksi hingga komunikasi serta layanan purna jual.
DAMPAK SUKU BUNGA DAN SENTIMEN RISIKO GLOBAL TERHADAP VOLATILITAS NILAI TUKAR JANGKA PENDEK DI INDONESIA: ANALISIS EGARCH(1,1)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana suku bunga domestik dan global serta sentimen risiko global memengaruhi volatilitas jangka pendek nilai tukar Rupiah Indonesia. Volatilitas jangka pendek nilai tukar memiliki implikasi bagi negara berkembang seperti Indonesia karena dapat melemahkan kemampuan untuk mengelola inflasi, menjaga keberlanjutan utang luar negeri, dan melindungi stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan data runtun waktu bulanan nilai tukar IDR/USD, suku bunga kebijakan Bank Indonesia, suku bunga federal funds The U.S. Federal Reserve, dan Indeks VIX untuk periode Januari 2018 hingga Desember 2023. Penelitian ini menggunakan model EGARCH(1,1) untuk mengestimasi varian kondisional yang berubah dari waktu ke waktu pada nilai tukar IDR/USD, yang merepresentasikan volatilitas jangka pendek rupiah. Volatilitas rupiah yang diestimasi tersebut kemudian diregresikan terhadap perubahan suku bunga domestik, perubahan suku bunga di Amerika Serikat, dan perubahan Indeks VIX dengan menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS) dengan Newey-West Heteroskedasticity-Consistent Standard Errors. Hasil estimasi EGARCH menunjukkan bahwa volatilitas rupiah sangat persisten dan menampilkan pola pengelompokan volatilitas (volatility clustering), serta terdapat bukti adanya respons asimetris terhadap guncangan. Hasil regresi mengindikasikan bahwa perubahan suku bunga federal funds di Amerika Serikat memiliki keterkaitan yang lebih besar dengan volatilitas jangka pendek nilai tukar IDR/USD dibandingkan perubahan suku bunga kebijakan Bank Indonesia dan perubahan Indeks VIX selama periode penelitian. Dengan demikian, temuan ini menegaskan besarnya pengaruh kondisi moneter global terhadap volatilitas jangka pendek rupiah dan menekankan perlunya pembuat kebijakan untuk memantau perkembangan keuangan internasional selain kebijakan moneter domestik.
PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP MEREK PERAWATAN KULIT INDONESIA SEBAGAI ALTERNATIF MENARIK BAGI MEREK PERAWATAN KULIT GLOBAL
Pertumbuhan pesat industri kecantikan Indonesia telah memperketat persaingan antara merek perawatan kulit global dan lokal. Meskipun popularitasnya terus meningkat, merek lokal masih menghadapi tantangan dalam bersaing dengan perusahaan global yang memiliki teknologi canggih, ekuitas merek yang kuat, dan sumber daya pemasaran yang jauh lebih besar. Di sisi lain, pergeseran sosio-politik dan perubahan nilai konsumen, telah mendorong minat yang semakin besar terhadap alternatif lokal. Namun, masih belum jelas karakteristik spesifik apa yang membuat merek perawatan kulit lokal Indonesia dianggap sebagai alternatif yang menarik dan dapat diandalkan dibandingkan dengan merek internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan menganalisis faktor-faktor kunci yang membentuk persepsi konsumen terhadap merek perawatan kulit lokal. Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif untuk mengumpulkan data dan menganalisis topik secara deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada konsumen Indonesia yang menggunakan produk perawatan kulit dan dapat menjawab dalam bahasa Inggris. Data kedua dikumpulkan melalui berbagai sumber akademik dan non-akademik. Temuan menunjukkan pergeseran mindset konsumen terhadap merek lokal, di mana merek lokal semakin dianggap efektif dan menawarkan nilai uang yang kuat. Responden memandang citra merek lokal secara positif dan tidak lagi menganggap merek global lebih prestisius. Kemampuan terjangkau, kualitas produk, dan ulasan jujur muncul sebagai faktor utama yang mendorong daya tarik, sementara transparansi bahan, konsistensi, dan uji klinis tetap menjadi hal yang esensial untuk membangun kepercayaan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa merek perawatan kulit lokal Indonesia telah menjadi kompetitif dan memiliki potensi yang signifikan untuk memperkuat posisi pasar mereka.
PENGARUH KETEGANGAN GEOPOLITIK TERHADAP ALIRAN RANTAI PASOKAN GLOBAL
Ketegangan Geopolitik telah menjadi sumber gangguan yang terus-menerus dalam rantai pasokan global, membentuk kembali arus perdagangan, pasar energi, jaringan logistik, dna lingkungan regulasi. Peristiwa seperti konflik perdagangan AS-Tiongkok dan perang Rusia-Ukraina menunjukan bahwa guncangan geopolitik tidak lagi hanya memengaruhi industri strategies, tetapi juga rantai pasokan komoditas pertanian yang mendukung barang konsumsi sehari-hari. Cocoa adalah salah satu komoditas tersebut. Sebagai produk yang diperdagangkan secara global dengan produksi yang sangat terkonsentrasi dan ketergantungan yang kuat pada petani kecil, rantai pasokan cocoa sangat rentan terhadap gangguan geopolitik dan regulasi. Studi ini meneliti bagaimana ketegangan geopolitik mempengaruhi aliran rantai pasokan global, dengan fokus khusus pada industri cocoa. Menggunakan Tinjauan Literatur Sistematis (SLR), penelitian ini mensintesis studi akademis, dokumen kebijakan, dan laporan institusional yang diterbitkan antara tahun 2010 hingga 2025. Analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer untuk mendukung pemetaan tematik dan mengidentifikasi klaster penelitian dominan. Temuan menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik mengaggangu rantai pasokan cocoa melalui saluran yang saling terkait, termasuk ketidakpastian perdagangan, volatilitas pasar energi dan pupuk, gangguan logistik, dan peraturan keberlanjutan seperti peraturan Deforestasi Uni Eropa. Tinjauan ini juga menunjukkan bahwa produsen coklat besar merespons melalui diversifikasi, manajemen risiko keuangan, investasi ketertelusuran, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan hulu. Mondelez international digunakan sebagai contoh ilustratif untuk menunjukan bagaimana strategi ini deimplementasikan dalam pratik.