📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenRENCANA PEMASARAN STRATEGIS MENGGUNAKAN KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK DI SEKOLAH ALAM LAMPUNG
Menurut data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk tahun 2024, Bandar Lampung memiliki 1.161 sekolah, yang terdiri dari 244 sekolah negeri dan 917 sekolah swasta. Meskipun jumlah sekolah yang banyak, data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandar Lampung menunjukkan bahwa 22,7% penduduk kota tersebut tidak bersekolah. Dengan jumlah sekolah yang semakin banyak di Bandar Lampung, lembaga pendidikan menghadapi persaingan yang meningkat untuk mengembangkan strategi pemasaran yang efektif guna menarik dan mempertahankan siswa. Sekolah Alam Lampung, yang mayoritas siswanya berasal dari kota ini, harus memperbaiki strategi pemasarannya untuk menonjolkan keunggulan kompetitif dan proposisi penjualannya yang unik. Sekolah Alam Lampung telah mengidentifikasi tantangan dalam sistem pemasaran yang ada, yang berdampak pada rendahnya kesadaran merek. Tesis ini bertujuan untuk mengatasi masalah ini dan meningkatkan sistem yang ada untuk meningkatkan jumlah pendaftaran. Oleh karena itu, Sekolah Alam Lampung menghadapi tantangan dan tujuan baru dalam upayanya untuk berkembang di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, yang memanfaatkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif akan menggunakan statistik deskriptif dari survei online, sementara analisis kualitatif akan menggabungkan alat pemasaran strategis seperti Analisis SWOT, Marketing Mix (7Ps), Value Proposition Canvas Customer Persona, Analisis PESTEL, Porter’s Five Forces, STP (Segmentasi, Penargetan, dan Posisi), dan Perceptual Map. Setelah menganalisis faktor internal dan eksternal, strategi Integrated Marketing Communication (IMC) akan dikembangkan. Pengumpulan data akan melibatkan data primer dan sekunder, yang kemudian akan melalui tahapan pembersihan data, transformasi, dan interpretasi. Berdasarkan analisis, ditemukan bahwa SAL menghadapi tantangan dalam meningkatkan kesadaran merek dan menarik orang tua calon siswa. Hasil survei dan wawancara mengungkapkan bahwa sebagian besar orang tua tidak begitu familiar dengan keunggulan SAL, dengan 59% hanya sedikit familiar dan tidak begitu familiar. Selain itu, 75% responden melaporkan bahwa mereka belum pernah melihat atau berinteraksi dengan konten pemasaran SAL. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pemasaran SAL belum optimal dalam menjangkau pasar sasaran. Namun, 53,6% responden menyatakan keterbukaan untuk mempertimbangkan SAL bagi anak-anak mereka, yang menunjukkan adanya ruang yang signifikan untuk perbaikan bagi SAL. Analisis juga menunjukkan bahwa orang tua sangat menghargai faktor-faktor seperti kurikulum, nilai-nilai agama, dan reputasi akademik ketika memilih sekolah untuk anak-anak mereka. Pendidikan berbasis bakat di SAL dianggap sangat relevan oleh responden, dengan 88,8% menilai hal tersebut sebagai penting hingga sangat penting. Faktor-faktor ini memberikan dasar yang kuat untuk memposisikan sekolah sebagai pilihan yang unggul dan holistik. IMC dapat membantu Sekolah Alam Lampung mengatasi tantangan pemasaran yang dihadapinya. Dengan menerapkan strategi IMC seperti kampanye media sosial, seri video promosi, acara open house sekolah, iklan digital yang terarah, optimasi situs web, konten interaktif, dan brosur cetak serta digital, sekolah dapat meningkatkan kesadaran mereknya dan secara konsisten menyampaikan pesan yang diinginkan. Berdasarkan hasil tesis ini, untuk meningkatkan kesadaran merek Sekolah Alam Lampung, SAL dapat menerapkan rekomendasi berikut: merujuk pada IMC untuk Kegiatan Pemasaran dan Rencana Implementasi. Sekolah Alam Lampung perlu mengimplementasikan IMC yang telah dikembangkan untuk menyampaikan pesan yang konsisten melalui berbagai saluran pemasaran. Untuk mengimplementasikan IMC yang telah dikembangkan, diperlukan tambahan personel pemasaran untuk Sekolah Alam Lampung. Dalam menyampaikan pesan kepada audiens sasaran, Sekolah Alam Lampung harus secara konsisten menyoroti kekuatannya dalam setiap konten pemasaran. Setelah diterapkan, kegiatan pemasaran juga harus dipantau dan dievaluasi untuk melihat kinerjanya.
STRATEGI RANTAI PASOK ADAPTIF RUSIA DALAM MENANGGAPI SANKSI NEGARA BARAT
Setelah aneksasi Krimea pada tahun 2014, aliansi negara Barat memberlakukan sanksi yang menargetkan berbagai sektor Rusia termasuk keuangan, pertahanan, dan energi dengan tujuan membatasi kekuatan ekonomi negara tersebut. Meskipun banyak ahli memperkirakan akan terjadi destabilisasi besar, Rusia justru menunjukkan kapasitas yang signifikan dalam mengelola dan merespons tekanan sanksi tersebut. Studi ini meneliti bagaimana Federasi Rusia menyesuaikan sistem rantai pasoknya sebagai respons terhadap sanksi sanksi tersebut, dengan fokus pada strategi dan hasil yang muncul selama periode pasca sanksi awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, terutama melalui analisis kualitatif terhadap data sekunder berupa dokumen kebijakan, literatur akademik, dan laporan organisasi internasional, yang dilengkapi dengan analisis kuantitatif mengenai ketahanan sektoral menggunakan model Time to Recovery. Penelitian ini mengidentifikasi empat strategi adaptif utama: substitusi impor, pengalihan arah perdagangan, pengembangan infrastruktur keuangan alternatif, dan pemanfaatan industri yang dikendalikan negara untuk menstabilkan rantai pasok. Temuan kuantitatif utama menunjukkan bahwa sektor primer, sekunder, dan tersier Rusia memperlihatkan tingkat ketahanan yang berbeda beda, dengan sektor sekunder dan tersier pulih sepenuhnya ke tingkat output pra sanksi pada kuartal I 2018. Kesimpulan umum dari studi ini adalah bahwa meskipun Federasi Rusia belum mencapai kedaulatan ekonomi penuh, strategi strategi adaptif tersebut berhasil mengurangi ketergantungan negara terhadap sistem keuangan dan perdagangan Barat, sehingga memungkinkan terjadinya pemulihan yang terukur dari guncangan ekonomi tahun 2014
ANALISIS KOMPARATIF OPTIMASI BIAYA DAN EMISI CO2 BERBASIS MIXED-INTEGER LINEAR PROGRAMMING (MILP) PADA VARIASI PROPORSI BATUBARA DAN BIOMASSA : STUDI KASUS PLTU TENAYAN
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) masih menjadi tulang punggung sistem ketenagalistrikan Indonesia karena ketersediaan pasokan batubara domestik yang melimpah dan keandalan operasionalnya. Namun demikian, PLTU juga merupakan kontributor utama emisi CO? nasional. Salah satu opsi transisi energi yang realistis dan dapat diterapkan tanpa mengganti infrastruktur eksisting adalah co-firing biomass. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan biaya sistem dan emisi CO? di PLTU Tenayan, Riau, menggunakan pendekatan Mixed-Integer Linear Programming (MILP). Tiga skenario dianalisis, yaitu: (1) PLTU berbahan bakar 100% batubara sebagai baseline, (2) co-firing batubara dengan satu jenis biomassa, dan (3) co-firing batubara dengan campuran beberapa jenis biomassa. Model optimasi multi objektif dirancang untuk meminimalkan total biaya sistem (meliputi pembelian bahan bakar, pengangkutan, dan blending) serta emisi CO? dari transportasi dan pembakaran, dengan kendala ketersediaan pasokan, kebutuhan bahan bakar PLTU, dan mutu bahan bakar (nilai kalor, moisture, ash, dan sulfur). Hasil menunjukkan bahwa seluruh skenario co-firing memenuhi batas teknis mutu bahan bakar, dengan nilai Gross Calorific Value sebesar 4.000–4.169 kcal/kg, moisture 32,40–35,00%, sulfur 0,275–0,34%, dan ash 4,20–5,00%, bahkan pada tingkat co-firing hingga 25,80%. Pada titik ekstrem biaya, skenario 100% batubara menghasilkan biaya terendah sebesar USD 28.396.147 per tahun, namun dengan emisi tertinggi sebesar 1.076.360 tCO? per tahun. Sebaliknya, skenario co-firing sawdust dan skenario co-firing campuran biomassa mampu menurunkan emisi CO2 hingga 5,50%, dimana untuk skenario co-firing campuran biomassa menghasilkan emisi terendah sebesar 977.830 tCO? per tahun dengan konsekuensi peningkatan biaya. Hasil ini menunjukkan adanya trade-off antara biaya dan emisi, serta menunjukkan bahwa co-firing biomass merupakan strategi yang layak dan efektif untuk menurunkan emisi sektor ketenagalistrikan.
PENENTUAN SLIP RATE PADA SESAR SUMENEP, INDONESIA, MENGGUNAKAN INTEGRASI INSAR DAN GNSS
Segmen Sumenep yang merupakan bagian dari sistem sesar Rembang-MaduraKangean-Sakala (RMKS) di bagian timur Pulau Madura adalah struktur aktif yang berpotensi menghasilkan gempa bumi merusak. Laju gerak dan kedalaman kuncian segmen Sumenep diestimasi untuk pertama kalinya dengan mengintegrasikan data deret waktu InSAR Sentinel-1 dan pengukuran deret waktu GNSS. Lebih dari 1600 interferogram Sentinel-1 diproduksi dan dianalisis menggunakan layanan pemrosesan InSAR berbasis komputasi awan (HyP3) untuk menurunkan kecepatan deformasi line of sight (LOS) ascending dan descending. Selanjutnya, kecepatan LOS ascending dan descending didekomposisikan menjadi komponen kecepatan arah timur-barat dan vertikal. Kecepatan horizontal GNSS diestimasi untuk dua stasiun (CSMN dan CPMS) melalui regresi linier terhadap data deret waktu stasiun tersebut. Kecepatan arah timur-barat hasil pengolahan deret waktu InSAR dan GNSS kemudian dimodelkan menggunakan model skrew dislokasi, dengan rentang parameter sesar yang diestimasi menggunakan sample Markov Chain Monte Carlo (MCMC). Hasil pemodelan menunjukkan estimasi laju gerak sebesar 6.9 mm/tahun dan kedalaman kuncian sebesar 5.0 km, dengan interval kepercayaan 90% untuk rentang laju gerak 6.0-8.4 mm/tahun dan rentang kedalaman kuncian 3.3-7.7 km, serta asumsi periode ulang sebesar 200 tahun. Parameter yang telah diestimasikan menunjukkan bahwa sesar ini mampu menghasilkan gempa bumi dengan magnitudo sebesar Mw 6.6 (rentang 6.5-6.9 pada interval kepercayaan 90%). Hasil penelitian ini merupakan estimasi pendekatan geodetik pertama untuk sesar Sumenep dan dapat dijadikan parameter penting dalam meningkatkan penilaian potensi seismik di Pulau Madura dan wilayah sekitarnya.
PENGARUH PEMASARAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KETERLIBATAN PELANGGAN DAN NIAT PEMBELIAN: STUDI KASUS AMOR TIEN
Pertumbuhan industri fesyen digital di Indonesia telah menempatkan media sosial sebagai platform utama dalam interaksi konsumen dan pembentukan perilaku pembelian. Namun, Amor Tien mengalami penurunan interaksi audiens dan fluktuasi niat pembelian meskipun memiliki jadwal unggahan konten yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana kualitas konten, interaktivitas, dan kepercayaan emosional memengaruhi keterlibatan pelanggan serta bagaimana keterlibatan tersebut berperan sebagai variabel mediasi terhadap niat pembelian pada Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran yang melibatkan survei kuantitatif terhadap 250 pengguna perempuan Instagram berusia 18–35 tahun serta evaluasi kualitatif melalui analisis konten dan statistik platform. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modelling (SEM-PLS). Temuan penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel yang diteliti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan pelanggan, yang kemudian berdampak kuat pada peningkatan niat pembelian. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan optimalisasi strategi Instagram melalui konten yang interaktif, kredibel, dan konsisten. Secara khusus bagi Amor Tien, peningkatan komunikasi emosional, pengembangan interaksi berbasis komunitas, serta penerapan konten berbasis storytelling dinilai penting untuk memperkuat keterlibatan pelanggan dan menjaga pertumbuhan penjualan jangka panjang.
PENGEMBANGAN STRATEGI PELUNCURAN APLIKASI MOBILE BANKING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KEUANGAN DAN AKSES PEMBIAYAAN BAGI NASABAH PEMBIAYAAN DI SEGMEN UNDERBANKED
Penelitian ini merumuskan rencana terpadu bagi Bank Tepat Syariah untuk meningkatkan adopsi mobile banking Syariah, memperkuat literasi keuangan, dan memperluas akses pembiayaan bagi nasabah underbanked. Meskipun kesiapan digital tinggi—didukung platform Layanan Perbankan Digital Bank dengan penetrasi smartphone 80,1% pada 2024—adopsi masih rendah akibat rendahnya literasi keuangan, resistensi perilaku, dan persepsi kompleksitas. Metode kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan internal, petugas lapangan, serta nasabah aktif dan potensial, didukung data sekunder dari POJK 13/2021, POJK 21/2023, kebijakan internal, dan laporan industri. Analisis tematik dan konten mengidentifikasi hambatan perilaku dan operasional utama. Temuan menunjukkan hambatan yang saling terkait dan berakar pada rendahnya kepercayaan diri akibat minimnya literasi keuangan, ketergantungan pada transaksi manual, serta pengaruh kebiasaan dan sosial. Persepsi bahwa aplikasi rumit memperkuat kecemasan, sehingga kesenjangan antara kesiapan digital dan penggunaan aktual semakin lebar. Studi merekomendasikan strategi berbasis literasi, seperti panduan sederhana dalam aplikasi untuk transaksi Syariah dan edukasi keuangan dasar. Hambatan perilaku dapat dikurangi melalui onboarding terarah dengan duta digital dan mekanisme pembangun kepercayaan. Prinsip “Simplicity-by-Design” menekankan antarmuka lebih ringkas, langkah lebih sedikit, dan fitur offline. Rencana implementasi selaras dengan roadmap bank, mencakup tata kelola, integrasi literasi, pelatihan petugas, dan mitigasi risiko melalui “three lines of defense.” Studi ini menawarkan model praktis transformasi digital Syariah dan merekomendasikan tim lintas fungsi untuk pemantauan literasi dan usability.
SCENARIO PLANNING DARI IMPLEMENTASI JOINT FINANCING SYARIAH SEBAGAI BISNIS BARU
Seiring produk pembiayaan berbasis kelompoknya mencapai kejenuhan pasar, Bank Jingga mengejar pertumbuhan berkelanjutan dengan meluncurkan bisnis baru, yaitu pembiayaan bersama Syariah. Inisiatif ini, yang merupakan bagian dari sinergi dengan perusahaan induknya, Bank Hijau, disusun berdasarkan akad syariah, termasuk Wakalah untuk kemitraan keagenan dengan perusahaan multifinance, Musyarakah untuk model bagi hasil, serta Murabahah dan Ijarah Multijasa untuk pembiayaan bagi pelanggan akhir. Lini bisnis ini berada di posisi yang baik untuk memanfaatkan peluang pasar yang signifikan. Ada potensi pertumbuhan yang sangat besar karena pembiayaan syariah hanya menyumbang 5% dari total pasar multifinance di Indonesia. Sinergi dengan Bank Hijau memberikan keunggulan kompetitif yang jelas, menawarkan akses bagi mitra multifinance ke fasilitas syariah dan konvensional, memperluas jangkauan pasar mereka. Selain itu, banyak pelanggan akhir menganggap akad Syariah seperti Murabahah sebagai proposisi nilai yang menarik karena prinsip-prinsip etis dan transparan mereka. Namun, implementasi lini bisnis baru ini dikelilingi oleh beberapa ketidakpastian. Riset ini menggunakan perencanaan skenario sebagai kerangka prediktif untuk mengelola kompleksitas ini, menantang asumsi yang ada, dan mengembangkan strategi yang kuat. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang didasarkan pada interpretivisme. Proses perencanaan skenario dimulai dengan mengidentifikasi kekuatan pendorong utama yang memengaruhi keberhasilan inisiatif pembiayaan bersama. Kekuatan pendorong ini dikumpulkan secara sistematis melalui wawancara semi-terstruktur dengan para pemangku kepentingan dan dikategorikan menggunakan analisis STEEP untuk memastikan penilaian lingkungan bisnis yang komprehensif. Pendorong yang diidentifikasi kemudian diberi peringkat berdasarkan tingkat kepentingannya terhadap isu utama dan tingkat ketidakpastiannya. Investigasi sistematis ini mengidentifikasi ketidakpastian paling kritikal yang secara signifikan membentuk masa depan bisnis pembiayaan bersama. Ketidakpastian kritikal ini kemudian berfungsi sebagai sumbu untuk matriks 2x2, yang digunakan untuk membangun kerangka kerja yang terdiri dari empat lingkungan operasional masa depan yang masuk akal, berbeda, dan secara struktural berbeda. Alih-alih membuat satu prediksi, penelitian ini menggunakan skenario yang dikembangkan untuk mengevaluasi ketahanan pendekatan strategis Bank Jingga. Kerentanan potensialnya terungkap dengan menganalisis bagaimana rencana awal akan berkinerja di bawah kondisi masa depan yang berbeda. Proses analisis untuk setiap skenario dimulai dengan analisis SWOT, di mana Kekuatan dan Kelemahan internal Bank Jingga dianggap konstan terhadap variable eksternal Peluang dan Ancaman yang unik untuk setiap masa depan. Setelah itu, matriks TOWS mengkombinasikan faktor internal dan eksternal ini dan menciptakan pilihan-pilihan strategis awal. Pilihan-pilihan ini kemudian dikembangkan sepenuhnya menjadi rencana yang komprehensif dan dapat diimplementasikan menggunakan kerangka Strategy Diamond, yang menguraikan lima elemen strategi: Arena, Kendaraan, Pembeda, Penahapan, dan Logika Ekonomi. Kerangka kerja ini memastikan terciptanya strategi yang disesuaikan dan kuat yang mempersiapkan Bank Jingga untuk merespons perubahan eksternal secara efektif. Riset ini diakhiri dengan memberikan solusi bisnis kepada Bank Jingga melalui rencana implementasi yang detail dan dapat ditindaklanjuti. Rencana ini menguraikan inisiatif untuk membangun tata kelola Teknologi Informasi yang kuat, merampingkan pengambilan keputusan kelompok, membangun kemampuan manajemen pengetahuan internal, dan menerapkan Sistem Peringatan Dini (EWS) yang dinamis. Sistem Peringatan Dini (EWS) dimaksudkan untuk memantau indikator utama secara sistematis melalui dasbor manajemen guna memberikan peringatan dini tentang potensi perkembangan. Alih-alih merespons krisis setelah terjadi, ini memungkinkan manajemen untuk membuat penyesuaian strategis yang proaktif dan berbasis data. Dengan mengadopsi proses perencanaan skenario dan hasilnya, Bank Jingga dilengkapi dengan kelincahan strategis untuk mengidentifikasi masa depan yang muncul dan menyesuaikan pendekatan mereka, sehingga meningkatkan kemungkinan peluncuran yang sukses dan berkelanjutan.
PENENTUAN STRATEGI ALTERNATIF DIVERSIFIKASI PRODUK BERDASARKAN KAPABILITAS: STUDI MENGGUNAKAN METODE AHP DI BANK ORANGE
Bank Orange sebagai bank syariah di Indonesia mengalami penurunan kinerja dalam beberapa tahun terakhir, yang tercermin dari melambatnya pertumbuhan aset, penurunan ROA, dan peningkatan NPF. Sebagai bank yang melayani segmen ultra-mikro dengan satu produk utama, model bisnis Bank Orange semakin terekspos pada risiko konsentrasi, kejenuhan pasar, serta pemulihan pascapandemi yang lebih lambat. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan manajerial yang kritis terkait keberlanjutan bank, khususnya mengenai strategi diversifikasi produk yang harus dipilih. Literatur menunjukkan bahwa diversifikasi perbankan memiliki efek yang beragam dan nonlinier; keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan internal, ketersediaan sumber daya, dan kapabilitas organisasi. Oleh karena itu, asumsi dasar penelitian ini adalah bahwa jalur diversifikasi yang paling tepat adalah yang paling selaras dengan kapabilitas internal bank, baik sumber daya tangible, intangible, maupun human. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Pertama, kesiapan internal Bank Orange dievaluasi melalui wawancara ahli yang berlandaskan kerangka Resource-Based View (RBV), kemudian dianalisis menggunakan Thematic Analysis untuk memvalidasi dan memperjelas dimensi kapabilitas tersebut. Selanjutnya, temuan kualitatif ini digunakan sebagai dasar dalam Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk mengukur prioritas kapabilitas serta menentukan alternatif diversifikasi yang paling sesuai bagi Bank Orange, yaitu pembiayaan Mikro, pembiayaan Korporasi, dan pembiayaan Joint. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan Mikro menjadi strategi diversifikasi yang paling selaras dengan kapabilitas internal, didukung oleh kompetensi manajerial, budaya organisasi, dan keahlian karyawan. Pembiayaan Korporasi berada di peringkat kedua, ditopang oleh kapasitas keuangan dan kesiapan TI, sementara pembiayaan Joint menjadi yang paling rendah kesesuaiannya. Untuk mendukung implementasi, disusun roadmap eksekusi bertahap yang memulai diversifikasi pada pembiayaan Mikro, disertai penguatan bertahap menuju kesiapan pembiayaan Korporasi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur dengan mengintegrasikan RBV dan AHP dalam konteks diversifikasi bank syariah, serta menunjukkan bahwa keselarasan antara kapabilitas dan strategi merupakan faktor kunci bagi pertumbuhan berkelanjutan. Secara praktis, penelitian ini memberikan Bank Orange roadmap implementasi yang terukur dan selaras dengan kapabilitas internal untuk memperkuat keberlanjutan jangka panjang.
FORMULASI PENERAPAN PRINSIP MUQASAH PADA PEMBIAYAAN MURABAHAH DI BANK SYARIAH DI INDONESIA: STUDI KASUS BRIGHT BANK
Dalam dunia perbankan syariah di Indonesia, murabahah (akad jual-beli) merupakan salah satu akad paling popular yang digunakan oleh bank dalam menyalurkan produk-produk pembiayaan. Dalam upayanya meregulasi penggunaan akad murabahah tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan Pedoman Pembiayaan Murabahah yang mengatur ketentuan dalam penyaluran pembiayaan murabahah secara komprehensif. Salah satu aturan yang dimuat dalam Pedoman tersebut adalah kewajiban pemberian potongan untuk pembiayaan yang dilunasi sebelum jatuh tempo, yang selanjutnya akan disebut sebagai muqasah. Penerapan muqasah di Bright Bank, sebuah bank syariah yang mayoritas pembiayaannya disalurkan dengan menggunakan akad murabahah, memiliki potensi dampak buruk bagi profitabilitasnya. Penelitian pada thesis ini ditujukan untuk memahami tingkat dampak finasial dari penerapan muqasah di Bright Bank secara kuantitatif. Informasi tersebut kemudian akan digunakan untuk memformulasikan sebuah skema finansial (seperti pembebanan biaya administrasi) yang dinilai berpotensi untuk menanggulangi kerugian yang dapat dialami oleh Bank. Penelitian ini juga akan mencakup pemahaman kualitatif atas persepsi nasabah terhadap pelunasan pembiayaan sebelum jatuh tempo dan rencana penerapan biaya administrasi oleh Bright Bank. Karena bank merupakan institusi keuangan sistemuk, analisa konseptual dengan menggunakan konsep Systems Thinking dan manajemen risiko juga akan dilakukan agar solusi yang diberikan dapat lebih relevan bagi bank. Dengan keluaran berupa intervensi kebijakan, proyek peneilitian ini diharapkan dapat berkontribusi sebagai salah satu referensi dini yang dapat digunakan untuk pengembangan strategi implementasi muqasah yang lebih baik pada institusi keuangan syariah, terutama yang sangat mengandalkan akad murabahah dalam bisnisnya.
EFEKTIFITAS MICROLEARNING SELAMA ONBOARDING DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI KARYAWAN BARU DI BANK SYARIAH NASIONAL
Tingginya angka turnover karyawan baru, khususnya Community Officer (CO) pada tiga bulan pertama masa kerja di Bank Syariah Nasional (BSN) dan keluasan jangkauan operasional BSN, menuntut adanya proses onboarding yang efektif, cepat, dan mampu menjawab tantangan kerja di lapangan. Sejak tahun 2022, BSN sudah menerapkan program onboarding berbasis microlearning melalui aplikasi Learning SHARIA untuk membantu CO memperoleh kompetensi dasar dalam waktu 21 hari. Meskipun demikian, tingkat penyelesaian modul masih rendah, dan efektivitas microlearning sebagai metode pembelajaran dalam konteks pekerjaan lapangan belum terukur secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas microlearning dalam meningkatkan kompetensi CO selama masa onboarding, serta mengevaluasi peran motivasi dan dukungan manajerial sebagai faktor yang memengaruhi keberhasilan pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan sampel sebanyak 392 responden, mewakili distribusi CO secara proporsional di seluruh Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Microlearning tidak secara langsung meningkatkan kompetensi CO; 2. Microlearning menjadi efektif melalui peningkatan motivasi, yang terbukti berpengaruh signifikan terhadap kompetensi; 3. Dukungan manajerial memiliki pengaruh kuat terhadap motivasi, menjadikannya faktor kunci dalam keberhasilan program; 4. Indikator aktivitas microlearning seperti jumlah modul selesai atau hari belajar aktif tidak mencerminkan pencapaian kompetensi secara akurat. Dengan demikian, efektivitas microlearning pada onboarding BSN sangat bergantung pada kualitas dukungan atasan dan keterlibatan psikologis CO selama proses belajar. Rekomendasi utama dari penelitian ini meliputi penguatan budaya pendampingan bagi karyawan baru, penyempurnaan modul microlearning berdasarkan prinsip Pareto (20% modul berdampak tinggi), serta peninjauan ulang metrik efektivitas onboarding dengan mengacu pada model evaluasi Kirkpatrick.
KEPUTUSAN MANAJEMEN GOTO UNTUK MENDIVESTASIKAN TOKOPEDIA: KINERJA KEUANGAN, ECONOMIC VALUE ADDED, REAKSI PASAR SAHAM, DAN PENYESUAIAN STRATEGIS
Tesis ini menganalisis dampak keputusan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) untuk mendivestasikan sebagian besar kepemilikan sahamnya di Tokopedia kepada ByteDance (TikTok), dengan tetap mempertahankan kepemilikan minoritas dan membentuk kemitraan komersial. Sebelum divestasi, GoTo mengembangkan strategi “super-app” yang mengintegrasikan layanan on-demand Gojek, e-commerce Tokopedia, dan layanan pembayaran GoPay. Namun, meskipun telah melakukan merger dan penawaran umum perdana (IPO), GoTo masih mencatat kerugian yang besar, tingkat konsumsi kas yang tinggi, serta penurunan harga saham. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan apakah divestasi Tokopedia benar-benar mendukung penciptaan nilai jangka panjang. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus tunggal dengan pendekatan eksplanatori untuk periode 2022–2024. Penelitian sepenuhnya bergantung pada data sekunder, yaitu laporan keuangan audit, laporan tahunan, harga saham harian GOTO.JK dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), siaran pers, serta pemberitaan media. Analisis dilakukan dalam tiga bagian utama: (i) analisis rasio keuangan (pertumbuhan pendapatan, margin operasi, EBITDA, margin laba bersih, ROA, dan ROE) sebagai indikator pendukung; (ii) analisis Economic Value Added (EVA) sebagai ukuran kinerja utama dengan menggunakan NOPAT, invested capital, dan WACC yang diestimasi menggunakan CAPM, untuk menilai penciptaan nilai setelah memperhitungkan biaya modal serta mengurangi distorsi akibat impairment dan biaya restrukturisasi yang bersifat satu kali; dan (iii) analisis event study menggunakan model market-adjusted untuk mengukur abnormal return dan cumulative abnormal return (CAR) di sekitar pengumuman transaksi Tokopedia–TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja operasional GoTo membaik setelah divestasi. Margin operasi menjadi semakin kecil negatifnya, EBITDA berbalik positif pada tahun 2024, dan kerugian bersih menurun. Namun demikian, EVA masih bernilai negatif, meskipun besarnya perusakan nilai ekonomi semakin mengecil dari waktu ke waktu. Hasil event study menunjukkan adanya abnormal return positif dalam jangka pendek di sekitar tanggal pengumuman, yang mengindikasikan bahwa investor pada awalnya merespons divestasi secara positif, meskipun volatilitas harga saham mencerminkan masih adanya kekhawatiran terhadap prospek jangka panjang. Perbandingan sebelum dan sesudah divestasi juga menunjukkan perubahan model bisnis GoTo menjadi lebih fokus
OPTIMALISASI KUALITAS LAYANAN MELALUI PENDEKATAN PEOPLE, PROCESS, AND TECHNOLOGY PADA PEMANDU WISATA FREELANCE (STUDI KASUS TIMOTRAVEL)
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji isu bisnis terkait perbedaan kualitas layanan pada pemandu wisata freelance di Timotravel, sebuah perusahaan travel yang menyediakan layanan perjalanan wisata ke luar negeri. Dalam industri pariwisata, kualitas layanan merupakan faktor utama yang dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan dan keberlanjutan bisnis. Namun, ketergantungan pada pemandu wisata yang berstatus freelance, dengan latar belakang kemampuan dan pengalaman yang berbeda dapat menimbulkan ketidakkonsistenan dalam penyampaian layanan. Perbedaan ini dapat mempengaruhi persepsi pelanggan terhadap profesionalisme perusahaan, yang pada akhirnya berdampak pada loyalitas mereka terhadap layanan Timotravel. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab utama perbedaan layanan, mengevaluasi efektivitas Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menjaga konsistensi layanan, serta merumuskan rekomendasi peningkatan kualitas layanan berdasarkan kerangka People Process Technology (PPT), juga prinsip Business Process Management (BPM). Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode in-depth interview dengan dua kelompok informan, yaitu pelanggan yang telah mengikuti paket perjalanan Timotravel, serta pemandu wisata freelance yang memandu perjalanan tersebut. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan Gioia Method untuk memperoleh pemahaman induktif melalui tiga tahap pengkodean, yaitu first-order concepts, second-order themes, dan aggregate dimensions. Analisis ini dikelompokkan dalam tiga dimensi utama yang mewakili aspek manusia (People), aspek prosedural dan alur kerja (Process), serta dukungan teknologi yang tersedia (Technology). Tahapan penelitian juga mencakup identifikasi isu, pengumpulan data lapangan, pengkodean tematik, integrasi temuan dengan kerangka BPM, dan penyusunan rekomendasi implementatif bagi perusahaan. Penelitian ini berangkat dari proposisi bahwa perbedaan kualitas layanan muncul akibat ketidakseragaman kemampuan individu, efektivitas prosedur operasional, dan dukungan teknologi yang belum memadai. Proposisi ini diuji secara empiris dan menghasilkan beberapa temuan utama. Pada dimensi People, perbedaan kualitas layanan terutama disebabkan oleh variasi kemampuan komunikasi, empati, pengetahuan destinasi, serta pengalaman kerja antar pemandu wisata. Minimnya pelatihan formal dan tidak adanya sistem evaluasi dua arah memperbesar kesenjangan kompetensi di antara para pemandu. Pada dimensi Process, ditemukan bahwa SOP yang berlaku masih bersifat kaku dan tidak cukup adaptif terhadap kondisi lapangan seperti perubahan jadwal, cuaca buruk, atau keterlambatan dari mitra lokal. Kondisi tersebut sering kali memaksa pemandu untuk melakukan improvisasi yang tidak selaras dengan SOP. Pada dimensi Technology, keterbatasan sistem digital menyebabkan hambatan komunikasi antara pemandu wisata dan pihak Timotravel, serta tidak adanya platform berbagi pengetahuan yang dapat membantu standarisasi layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kualitas layanan tidak hanya disebabkan oleh faktor manusia, tetapi juga oleh proses kerja dan dukungan teknologi yang belum terintegrasi secara efektif. Interaksi antara dimensi People, Process, dan Technology membentuk sebuah sistem yang saling mempengaruhi, sehingga kelemahan pada satu aspek dapat memperburuk masalah pada aspek lainnya. Integrasi temuan ke dalam kerangka Business Process Management menegaskan bahwa peningkatan konsistensi layanan hanya dapat dicapai melalui pendekatan menyeluruh yang mencakup penguatan kapabilitas pemandu wisata, penyesuaian prosedur operasional yang lebih adaptif, serta pengembangan sistem teknologi yang mendukung komunikasi real-time, akses informasi destinasi, dan pembelajaran organisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperluas penerapan PPT Framework dan BPM dalam konteks pariwisata yang melibatkan kemitraan freelance, sebuah area yang masih jarang diteliti. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi yang dapat digunakan Timotravel untuk membangun sistem manajemen layanan yang lebih konsisten, terukur, dan berkelanjutan, terutama dalam menghadapi dinamika operasional dan pertumbuhan jaringan pemandu wisata freelance di masa depan.
PERENCANAAN SKENARIO UNTUK MARKETING STRATEGI DALAM MENINGKATKAN PENETRASI PASAR DIGITAL (PROJEK KASUS : PT ASURANSI TRI PAKARTA)
Tesis ini membahas isu utama yang dihadapi oleh PT Asuransi Tri Pakarta (TRIPA), yaitu rendahnya akuisisi nasabah baru melalui kanal digital meskipun perusahaan telah membangun infrastruktur digital seperti aplikasi TRIPA Smart dan sistem omnichannel. Permasalahan ini mengindikasikan adanya celah antara investasi teknologi digital dengan hasilpertumbuhan basisnasabahyang diharapkan. Faktor-faktoryangberkontribusi terhadap masalah ini diidentifikasi dari sisi internal, seperti rendahnya brand awareness di kalangan masyarakat umum , dan dari sisi eksternal, seperti persaingan yang meningkat dari pemain insurtech dan perusahaan asuransi lain. Untuk mengatasi ketidakpastian ini, penelitian ini mengadopsi metode scenario planning (perencanaan skenario) sebagai kerangka kerja strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab, menganalisis kondisi saat ini, merumuskan skenario masa depan dalam kurun waktu 3–5 tahun ke depan, dan menyusun strategi pemasaran yang adaptif untuk setiap skenario yang mungkin terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancarasemi-terstrukturdenganpara pemangkukepentingankunci, termasukmanajemen perusahaan, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Regulator dan perwakilan nasabah. Hasil analisis dan pembahasan akan menyajikan analisis situasi internal (menggunakan kerangka STP dan SWOT) dan eksternal (menggunakan kerangka PESTEL dan Porter’s Five Forces), yang kemudian digunakan untuk mengidentifikasi driving forces dan critical uncertainties. Dari situ, skenario-skenario yang masuk akal akan dibangun dan dideskripsikan narasinya, serta diuji coba untuk merumuskan strategi pemasaran digital yang fleksibel. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi praktis bagi manajemen TRIPA dalam merumuskan kebijakan pemasaran yang proaktif dan tangguh, serta kontribusi akademis dengan mengaplikasikan scenario planning pada konteks industri asuransi di Indonesia.
ANALISIS BIAYA STARTEGIK DAN PENILAIAN FINANCIAL VIABILITY ATAS STRATEGI MARKETING PADA PERUSAHAAN PERINTIS DI SEKTOR MENTAL HEALTH
Perubahan pada basis digital sebagai solusi layanan kesehatan mental yang telah meningkatkan kesadaran publik dan permintaan terhadap layanan psikologis yang terjangkau telah mendorong startup di bidang kesehatan mental mengalami pertumbuhan yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun demikian, meskipun peluang pasar tersebut cukup menjanjikan terhadap keberlangsungan keuangan pada sektor ini, ternyata masih menghadapi ketidakpastian yang signifikan, terutama akibat tingginya biaya akuisisi klien, keterbatasan pendanaan, serta tantangan dalam menjaga profitabilitas jangka panjang. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji kelayakan finansial (financial viability) dari strategi pemasaran pada startup kesehatan mental melalui kerangka analisis biaya strategis, dengan mengintegrasikan konsep analisis breakeven, evaluasi struktur biaya, serta penilaian dengan biaya ekuitas (cost of equity). Tujuan penelitian ini menganalisa bagaimana berbagai pendekatan pemasaran mempengaruhi keberlanjutan finansial baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Penelitian ini juga melihat terkait pertimbangan antara strategi pertumbuhan agresif berbasis biaya tinggi dengan pendekatan organik yang lebih efisien dengan memodelkan berbagai skenario biaya tetap dan variabel, serta metrik akuisisi klien. Profitabilitas menjadi indikator utama kinerja untuk menilai bagaimana keputusan investasi pemasaran dari pemilik (founders) dihasilkan, dengan melihat tingkat pengembalian yang disyaratkan, yang kemudian didenotasikan dengan biaya ekuitas. Hasil penelitian diharapkan dapat menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang terlalu bergantung pada iklan berbayar memang dapat mempercepat pertumbuhan kasadaran (awareness) klien, namun berisiko menurunkan keuntungan jika strategi yang diterapkan menjadi tidak efisien, serta menguntungkan. Sebaliknya, strategi yang menekankan pada jangkauan organik cenderung menawarkan profitabilitas yang lebih lambat namun berkelanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini berkontribusi pada literatur manajemen keuangan startup dengan memberikan kerangka berbasis bukti untuk mengevaluasi strategi pemasaran di sektor kesehatan mental. Penelitian ini juga menyajikan wawasan praktis bagi pemilik usaha, atau investor dalam menyeimbangkan tujuan pertumbuhan dengan kinerja finansial yang berkelanjutan pada industri yang memiliki dampak sosial tinggi.
PERANCANGAN LANSKAP KAWASAN TOD ISTORA-SENAYAN: PENDEKATAN HUMAN-CENTRIC DESIGN DAN LOW EMISSION ZONE DALAM MENINGKATKAN INTERKONEKSI RUANG HIJAU DAN SIRKULASI PERKOTAAN
Perkembangan kawasan perkotaan menuntut integrasi antara transportasi publik, ruang hijau, dan kualitas lingkungan yang berkelanjutan. Kawasan TOD MRT Istora–Senayan memiliki potensi strategis untuk mendukung transformasi ruang kota yang lebih ramah lingkungan dan berorientasi pada manusia. Penelitian ini bertujuan merancang lanskap kawasan TOD dengan pendekatan Human-Centric Design serta penerapan Low Emission Zone (LEZ), guna meningkatkan konektivitas ruang hijau dan kenyamanan sirkulasi bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi publik. Metode yang digunakan berupa pendekatan deskriptif kualitatif, melalui studi literatur, observasi lapangan, serta analisis spasial terhadap distribusi ruang hijau, pola sirkulasi, dan fungsi ruang. Hasil analisis menunjukkan keterputusan jalur hijau, minimnya elemen peneduh, serta dominasi kendaraan bermotor di kawasan inti. Oleh karena itu, strategi perancangan diarahkan pada peningkatan konektivitas lanskap, penguatan fungsi ekologis ruang terbuka, serta pengaturan sirkulasi rendah emisi yang mendukung kenyamanan pejalan kaki dan pesepeda. Integrasi konsep TOD, LEZ, dan desain berbasis manusia dalam perancangan ini menghasilkan pendekatan holistik yang adaptif terhadap isu lingkungan urban. Penelitian ini memberi kontribusi pada pengembangan teori dan praktik lanskap perkotaan di kawasan transit, serta menawarkan model desain yang dapat direplikasi di kawasan TOD lainnya di Indonesia.