📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

ANALISIS PENGARUH KINERJA ESG TERHADAP NILAI DAN PROFITABILITAS PERUSAHAAN PADA SEKTOR PERTAMBANGAN DI INDONESIA DENGAN MODERASI SENTIMEN ESG BERBASIS DEEP LEARNING

Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi fokus utama dalam dunia bisnis dan investasi global. Di Indonesia, sektor pertambangan, dengan kontribusi fiskal dan ekonominya yang signifikan, menghadapi tekanan kuat untuk menerapkan prinsip-prinsip ESG. Namun, muncul sebuah paradoks di mana skor ESG yang tinggi tidak selalu menjamin nilai dan profitabilitas perusahaan yang juga tinggi, mengindikasikan adanya faktor lain seperti sentimen publik yang tecermin di media dalam memengaruhi persepsi investor. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai ESG terhadap nilai perusahaan (diukur dengan Tobin's Q) dan profitabilitas perusahaan (diukur dengan ROA) pada sektor pertambangan di Indonesia, serta menguji peran sentimen publik sebagai variabel pemoderasi. Penelitian ini menggunakan data panel dari perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI selama periode 2015– 2022. Variabel sentimen publik dikuantifikasi dari artikel berita Detik.com melalui web scraping dan dianalisis menggunakan model deep learning IndoBERT. Selanjutnya, pengujian hipotesis dilakukan dengan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan maupun profitabilitas. Ketika sentimen ESG dimasukkan sebagai variabel moderasi, variabel tersebut memoderasi hubungan antara kinerja ESG dan profitabilitas, tetapi tidak pada hubungan antara kinerja ESG dan nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja ESG saja tidak cukup untuk meningkatkan nilai perusahaan dan profitabilitas pada sektor pertambangan di Indonesia, dan bahwa sentimen publik berbasis media dapat memperkuat hubungan terhadap profitabilitas.

2026
👤 Penulis: Muhammad Elfitra Alfarizzi
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

STUDI KESETIMBANGAN FASA ANTARA MATTE NI-FE-S DAN TERAK SIO2-MGO-FEO PADA TEMPERATUR 1200, 1350, 1450, DAN 1550 °C

Proses peleburan bijih nikel saprolit menjadi produk matte dalam industri metalurgi melibatkan interaksi kompleks antara fasa cair terak dan matte. Pemahaman mendalam mengenai diagram fasa terak SiO2-MgO-FeO yang berkesetimbangan dengan matte Ni-Fe-S sangat krusial untuk mengoptimalkan efisiensi proses dalam hal menentukan penentuan temperatur operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh temperatur terhadap kesetimbangan fasa sistem terak diberbagai komposisi pada selang temperatur 1200, 1350, 1450, dan 1550?. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini merupakan sampel industri berupa matte dan terak converter dari industri. Karakterisasi matte, terak, dan refraktori dari industri dilakukan terlebih dahulu untuk mengetahui fasa yang ada dan komposisinya. Percobaan kesetimbangan dilakukan dengan menggunakan campuran sampel yang terdiri dari matte dan terak dengan rasio 1 : 4. Metode peleburan campuran sampel menggunakan tiga variasi krusibel, yaitu SiO2, MgO, dan SiO2 berlapis MgO. Peleburan dilakukan di Vertical Tube Furnace (VTF) dengan variasi temperatur 1200, 1350, 1450, dan 1550? dengan waktu penahanan selama 2 jam untuk mencapai kesetimbangan. Selama pemanasan, atmosfer inert dijaga dengan mengalirkan gas argon dengan laju alir 1 L/menit. Setelah waktu peleburan tercapai, sampel didinginkan secara cepat (quenching) menggunakan media air garam. Karakterisasi sampel hasil kesetimbangan dilakukan untuk mengetahui jenis dan komposisi fasa yang terbentuk. Hasil analisis sampel industri menunjukkan matte memiliki komposisi Ni 78,43 wt%, Fe 0,65 wt%, dan S 20,03 wt%. Terak memiliki komposisi SiO2 26,09 wt%, MgO 0,11 wt%, dan FeO 68,95 wt%. Refraktori MgO-Cr industri ditemukan telah mengalami perubahan dimana teramati fasa baru yaitu olivin-(Mg,Fe)2SiO4 dan spinel-(Mg,Fe)(Cr,Al)2O4. Percobaan kesetimbangan dengan variasi krusibel SiO2, MgO, dan SiO2 berlapis MgO pada selang temperatur 1200, 1350, 1450, dan 1550? menunjukkan hasil yang sejalan dengan teoritis yang disimulasikan menggunakan perangkat lunak FactSage. Percobaan dengan krusibel SiO2, MgO, dan SiO2 berlapis MgO masing-masing menggeser komposisi likuidus ke arah SiO2/(MgO+FeO), MgO/(SiO2+FeO), dan SiO2+MgO/(FeO) yang lebih tinggi seiring meningkatnya temperatur operasi. Hasil percobaan kesetimbangan menunjukkan bahwa krusibel, yaitu SiO2, MgO, dan SiO2 berlapis MgO, yang diuji pada selang temperatur 1200, 1350, 1450, dan 1550? berpengaruh terhadap komposisi likuidus dan padatan yang terbentuk.

2026
👤 Penulis: Gym Nastiar Farisqi
🏷️ Kondensasi Fasa 🏷️ Metalurgi Nikel 🏷️ Analisis Diagram Fasa

PENERAPAN METODE HYPER PHYSICS-INFORMED NEURAL NETWORK UNTUK PENGURANGAN NOISE PADA CITRA

Restorasi citra digital merupakan tantangan krusial dalam pengolahan citra. Beberapa metode seperti model Persamaan Diferensial Parsial (PDP) memiliki keterbatasan karena memerlukan pengaturan parameter manual, sementara metode pembelajaran mesin standar sering kali sangat bergantung pada distribusi data latih. Penelitian ini mengusulkan kerangka kerja Hypernetwork Physics-Informed Neural Network (HyperPINN) yang mampu mengestimasi parameter-parameter PDP secara adaptif berdasarkan fitur input citra. Penelitian ini secara spesifik mengevaluasi pengaruh pemilihan arsitektur backbone (FNN, UNet, ResUNet, DenseUNet, dan NAFNet) serta membandingkan efektivitas penggunaan Persaamaan Difusi Panas dan persamaan Perona-Malik sebagai persamaan berbasis PDP. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa arsitektur Nonlinear Activation Free Network (NAFNet) secara konsisten menunjukkan kinerja terbaik dibandingkan FNN dan UNet di hampir seluruh jenis pengujian. Sebagai contoh, pada kasus Gaussian Noise level 10, NAFNet mencapai nilai PSNR tertinggi sebesar 34.51 dB, di atas UNet (30.51 dB) dan FNN (27.40 dB). Penelitian ini juga menemukan karakteristik unik pada Feedforward Neural Network (FNN), yang gagal menangani derau jenis lain, seperti derau Speckle (PSNR 15.20 dB) namun cukup kompetitif dalam menangani gangguan intensitas murni seperti Clipped Noise. Selain itu, dalam percobaan penggunaan persamaan diferensial parsial yang berbeda, terbukti bahwa penggunaan persamaan Perona-Malik cenderung menghasilkan nilai PSNR yang lebih stabil dibandingkan dengan persamaan difusi panas. Kesimpulannya, integrasi NAFNet dalam kerangka kerja HyperPINN dengan regularisasi Perona-Malik terbukti menjadi solusi yang terbaik untuk proses image denoising.

2026
👤 Penulis: Arvin Cansius
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Pengolahan Citra Digital

SINTESIS MATERIAL KATODA LI-RICH (LI1,2MN0,54NI0,13CO0,13O2) DARI PREKURSOR DAUR ULANG BATERAI LITHIUM-ION BEKAS MENGGUNAKAN METODE RAMAH LINGKUNGAN

Perkembangan pesat kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi telah mendorong peningkatan signifikan dalam penggunaan baterai lithium-ion (LIB), yang menghasilkan limbah baterai bekas yang mengandung material berharga sekaligus berbahaya. Daur ulang menjadi solusi krusial untuk keberlanjutan lingkungan dan pemulihan sumber daya. Meskipun material katoda konvensional seperti Nickel Manganese Cobalt Oxide (NCM) banyak didaur ulang, material tersebut telah mendekati batas densitas energinya. Penelitian ini berfokus pada sintesis katoda generasi berikutnya berbasis Lithium-Rich Manganese Oxide (LRM) (Li1,2Mn0,54Ni0,13Co0,13O2) dari hasil daur ulang baterai NCM bekas menggunakan proses hidrometalurgi yang disederhanakan dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan memanfaatkan asam askorbat sebagai agen pelindian, dilanjutkan dengan kopresipitasi asam oksalat dan kalsinasi, dengan menyelidiki pengaruh durasi pemanasan terhadap kinerja elektrokimia. Material yang disintesis dikarakterisasi dan diuji dalam konfigurasi half-cell untuk menilai aplikasi praktisnya. Analisis X-ray fluorescence (XRF) menunjukkan bahwa komposisi logam transisi pada sampel sangat mendekati rasio target. Analisis X-Ray Diffraction (XRD) dan Raman Spektroskopi mengonfirmasi struktur berlapis yang teratur dengan fase pengotor minimal. Pencitraan Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukkan morfologi partikel yang seragam. Pengujian elektrokimia menunjukkan kapasitas pelepasan awal yang tinggi sebesar 237,17 mAh g?¹ pada 0,1C dan retensi kapasitas yang sangat baik sebesar 87% setelah 100 siklus pada 0,2C. Hasil ini membuktikan bahwa proses daur ulang yang disederhanakan ini dapat secara efektif menghasilkan katoda LRM berkinerja tinggi untuk baterai lithium-ion generasi berikutnya, menawarkan solusi berkelanjutan yang menjanjikan untuk pengelolaan limbah LIB.

2026
👤 Penulis: Muchlis
🏷️ Material Kecerdasan Buatan 🏷️ Daur Ulang Baterai Lithiun-Ion 🏷️ Hidrometalurgi Ramah Lingkungan

ANALISIS NEUTRONIK DAN KARAKTERISTIK BURN-UP MSR MIKRO 300 KWTH BERBAHAN BAKAR GARAM FLUORIDA UNTUK PROPULSI

Kebutuhan akan densitas energi tinggi dan keselamatan inheren pada sektor maritim mendorong pengembangan teknologi Molten Salt Reactor (MSR) Mikro. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain konseptual reaktor MSR Mikro 300 kWth yang stabil secara neutronik dengan mengevaluasi variasi enam komposisi garam bahan bakar fluorida, yaitu: LiF-UF4 (72-28% mol), NaF-UF4 (72-28% mol), NaF-UF4 (44-56% mol), NaF-LiF-UF4 (60-21-19% mol), NaF-LiF- UF4 (35-37-28% mol), dan FLiNaK-UF4. Fokus utama penelitian adalah menentukan konfigurasi geometri dan komposisi bahan bakar yang mampu menjaga kondisi kritis serta efisiensi konversi bahan bakar selama masa operasional lima tahun. Metode penelitian ini menggunakan simulasi transportasi neutron stokastik berbasis Monte Carlo dengan kode OpenMC. Metode Monte Carlo digunakan sebagai mesin komputasi untuk menyelesaikan persamaan transport neutron secara eksplisit pada geometri heterogen, guna memperoleh parameter fisis dengan presisi tinggi. Tahapan penelitian dimulai dengan pemodelan geometri silinder yang diadaptasi dari desain awal 50 kWth, diikuti dengan optimasi dimensi teras dan volume bahan bakar. Analisis neutronik dilakukan dengan menghitung faktor multiplikasi efektif (keff), distribusi fluks neutron, laju reaksi (fisi dan penangkapan), serta Conversion Ratio (CR). Selanjutnya, dilakukan simulasi deplesi (burn-up) selama 1.825 hari untuk mengamati evolusi isotop dan stabilitas reaktivitas jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan daya reaktor menjadi 300 kWth memerlukan kompensasi reaktivitas melalui peningkatan volume bahan bakar yang signifikan. Hal ini dicapai dengan memperbesar dimensi teras (jari-jari teras ditingkatkan menjadi 130 cm) serta mengoptimalkan volume moderator grafit (jari-jari pin ditingkatkan menjadi 2,5 cm). Varian "FLiNaK Optimized" teridentifikasi sebagai desain terbaik dengan nilai keff awal 1,02143 dan stabilitas reaktivitas yang sangat tinggi, di mana penurunan reaktivitas (reactivity swing) hanya sebesar 0,00353 selama lima tahun. Desain ini juga menunjukkan efisiensi regenerasi bahan bakar yang unggul, ditandai dengan kenaikan CR secara konsisten dari 0,4518 menjadi 0,4642. Kebaruan penelitian ini adalah keberhasilan validasi desain teras heterogen MSR Mikro yang mampu mencapai kondisi saturasi pada akumulasi isotop U-239. Membuktikan efektivitas yang menjamin ketersediaan nuklida fisil baru. sehingga memberikan sumbangan ilmiah berupa basis data neutronik bagi pengembangan reaktor modular masa depan yang aman dan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Putri Utaminingtyas
🏷️ Reaktor Nuklear Molten Salt 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Neutronik

STUDI PENGARUH GEOMETRI BATAS TEPI TERHADAP STRUKTUR ELEKTRONIK GRAPHENE NANORIBBONS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP POTENSI TERMOELEKTRIK DENGAN PENDEKATAN TEORI FUNGSIONAL KERAPATAN

Graphene nanoribbons (GNRs) mendapat perhatian luas karena sifat elektroniknya yang unik dan sangat dipengaruhi oleh geometri batas tepi, sehingga berpotensi untuk aplikasi nanoelektronika dan termoelektrik. Penelitian ini mengkaji pengaruh batas tepi armchair dan zigzag terhadap struktur elektronik GNR serta implikasinya terhadap potensi termoelektrik menggunakan pendekatan density functional theory (DFT). Struktur armchair dan zigzag GNR dipasivasi hidrogen pada atom tepi dan dibangun menggunakan atomic simulation environment (ASE). Perhitungan DFT dilakukan dalam kerangka basis gelombang bidang dengan fungsional pertukaran-korelasi GGA-PBE, energi cut-off 60 Ry, dan kisi k-point 1×1×7 sepanjang sumbu nanoribbon yang telah ditentukan melalui uji konvergensi. Sistem dimodelkan dalam supercell ortorombik dengan vakum 10 Å pada arah transversal (x dan y) serta periodisitas pada sumbu z untuk merepresentasikan nanoribbon satu dimensi yang terisolasi secara lateral. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kedua sistem bersifat semikonduktor, dengan celah pita 0,500 eV pada armchair graphene nanoribbon (AGNR) dan 0,624 eV pada zigzag graphene nannoribbon (ZGNR). Selain itu, density of states (DOS) pada kedua nanoribbons rendah di sekitar tingkat Fermi, konsisten dengan terbukanya celah pita pada struktur pita energi. Walaupun koefisien transport termoelektrik belum dihitung secara eksplisit, deskriptor elektronik yang diperoleh menyediakan dasar screening awal untuk evaluasi termoelektrik lebih lanjut melalui perhitungan koefisien Seebeck, konduktivitas listrik, dan faktor daya.

2026
👤 Penulis: Yessy Dwita Rachma
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KEKUATAN ADHESI ANTARA MATERIAL AKTIF KATODE DAN CURRENT COLLECTOR PADA BATERAI ION-LITIUM

Peningkatan penggunaan baterai ion-litium (LIB) mendorong kebutuhan akan strategi daur ulang yang efisien dalam kerangka technosphere mining. Salah satu parameter kunci dalam proses pembongkaran dan pemisahan mekanis adalah kekuatan adhesi antara material aktif katode dan current collector, yang menentukan integritas elektrode selama masa pakai sekaligus kemudahan pemisahan di akhir masa pakai. Penelitian ini mengkaji karakteristik dan kekuatan adhesi antarmuka material aktif–current collector pada sel LIB 18650 baru dengan variasi jenis katode dan perlakuan perendaman larutan NaCl. Sel dikosongkan hingga aman, dibongkar secara manual, dan diuji adhesinya pada berbagai sudut pembebanan. Analisis dilakukan melalui observasi makroskopik, karakterisasi mikro, dan interpretasi mekanika kegagalan. Untuk katode NCM dan LFP pada pembebanan dengan dominasi komponen geser, kekuatan adhesi antarmuka material aktif–current collector lebih tinggi dibandingkan kekuatan kohesi antarpartikel, khususnya setelah perlakuan NaCl, sehingga kegagalan kohesi menjadi mekanisme yang dominan. Selain itu, katode yang terpapar residu elektrolit cair menunjukkan kekuatan adhesi sekitar satu orde magnitudo lebih rendah dibandingkan katode dari sel tanpa elektrolit cair. Temuan ini menegaskan bahwa kekuatan adhesi dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara jenis katode, residu elektrolit, perlakuan awal, sifat perekat, dan sudut pembebanan. Pemahaman ini memberikan landasan penting untuk perancangan strategi pembongkaran, pemisahan material, dan pengembangan LIB berbasis material daur ulang yang lebih efisien dan terkendali.

2026
👤 Penulis: Siti Zulaikah
🏷️ Baterai Ion-Litium 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGEMBANGAN MATERIAL ELEKTRODA BERBASIS KOMPOSIT CUS/CNT MELALUI METODE HOT INJECTION UNTUK APLIKASI BATERAI ION ALUMINIUM DAN SUPERKAPASITOR

Peningkatan kebutuhan sistem penyimpanan energi mendorong pengembangan material elektroda yang memiliki kapasitas tinggi, konduktivitas baik, serta stabilitas elektrokimia yang unggul. Baterai ion aluminium (AIB) dan superkapacitor (SCs) merupakan dua teknologi penyimpanan energi yang saling melengkapi, di mana AIB menawarkan densitas energi tinggi, sedangkan SCs unggul dalam densitas daya dan stabilitas siklus. Tantangan utama keduanya terletak pada keterbatasan material elektroda yang mampu memberikan kinerja optimal di kedua sistem tersebut. Tembaga sulfida (CuS) memiliki potensi sebagai material aktif karena sifat redoksnya yang kuat dan kapasitas teoritis tinggi, namun rentan terhadap perubahan volume dan degradasi struktur. Oleh karena itu, penambahan carbon nanotube (CNT) diharapkan dapat meningkatkan performa CuS sebagai material elektroda multifungsi untuk aplikasi AIB dan SCs. Material CuS dan CuS/CNT disintesis melalui metode hot injection dan dikarakterisasi menggunakan X-ray Diffraction (XRD), yang mengonfirmasi terbentuknya fase CuS heksagonal tipe covellite. Pada aplikasi AIB, hasil pengujian CV dan GCD menunjukkan bahwa CuS/CNT memiliki kapasitas spesifik sebesar 51,75 mAh g-1 pada 0,2 A g-1, lebih tinggi dibandingkan CuS yaitu 49,65 mAh g-1. Pada aplikasi SCs berbasis sistem tiga elektroda, CuS/CNT menunjukkan perilaku pseudokapasitif dengan kapasitas spesifik 626,06 F g-1 sementara CuS 568,35 F g-1 pada 1 A g-1. Integrasi CNT terbukti meningkatkan kinetika transfer muatan dan reversibilitas redoks, menjadikan CuS/CNT kandidat elektroda yang menjanjikan untuk sistem penyimpanan energi.

2026
👤 Penulis: Frili Haerannisa Kris
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

SKEMA PEMBAGIAN RAHASIA MELALUI POLINOMIAL MIRING BEBAS BIVARIAT

Skema pembagian rahasia merupakan metode untuk mengamankan data rahasia dengan membaginya kepada sekelompok partisipan dalam bentuk sejumlah bagian data. Penelitian ini mengkaji konstruksi skema pembagian rahasia berbasis polinomial miring bebas bivariat yang menawarkan fleksibilitas dalam penentuan ambang batas rekonstruksi data rahasia. Dibandingkan dengan skema berbasis polinomial reguler bivariat, pendekatan yang diusulkan memiliki proses rekonstruksi rahasia yang lebih efisien, meskipun pembangkitan share memerlukan langkah komputasi yang lebih kompleks.

2026
👤 Penulis: Muhammad Sairozi
🏷️ Kriptografi 🏷️ Analisis Polinomial 🏷️ Manajemen Data Rahasia

PENINGKATAN EFEKTIVITAS INFORMASI BERBASIS ATENSI DAN BEBAN KOGNITIF PENUMPANG PADA LAYANAN KERETA FEEDER WHOOSH

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas desain informasi visual di stasiun layanan KA feeder dalam mendukung navigasi penumpang. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa 52,75% permasalahan terjadi pada segmen perjalanan KA feeder dan transisi ke Whoosh, seperti terkait pencarian akses menuju ruang tunggu dan peron keberangkatan, yang mengindikasikan belum efektifnya layanan KA feeder dalam sistem Whoosh. Selain itu, penelitian ini menganalisis perbedaan pola atensi dan tingkat beban kognitif berdasarkan karakteristik penumpang dan kondisi lingkungan selama navigasi, dengan harapan informasi visual yang ada dapat mendukung seluruh penumpang dalam berbagai kondisi. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui eksperimen simulasi navigasi menggunakan foto lingkungan stasiun untuk mengukur atensi dan beban kognitif penumpang saat navigasi. Pengukuran atensi dilakukan menggunakan eye tracker dan beban kognitif menggunakan EEG dan performansi. Beberapa variavel yang diteliti adalah variabel gender differences, familiarity, crowd level, attention, dan cognitive load dengan melibatkan 24 partisipan. Pengolahan data eksperimen dilakukan menggunakan uji perbedaan kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi visual di lingkungan stasiun layanan KA feeder masih belum efektif dalam mendukung navigasi penumpang. Tidak ditemukan perbedaan pola atensi berdasarkan seluruh variabel independen, meskipun pada beberapa gambar terlihat variasi pola atensi. Beban kognitif menunjukkan perbedaan antara partisipan novice dan expert serta antara kondisi kepadatan, yang ditandai dengan peningkatan aktivitas gelombang theta dan alpha serta penurunan performansi pada kondisi high crowd dan partisipan novice. Jenis kelamin dan gelombang beta tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Hasil uji korelasi mengindikasikan bahwa hubungan antara atensi dan beban kognitif tidak bersifat linear. Berdasarkan temuan, diidentifikasi tiga permasalahan, yaitu penempatan informasi visual yang belum strategis, keterbacaan dan kejelasan informasi rendah, serta ketidaksesuaian informasi dengan kebutuhan penumpang.

2026
👤 Penulis: Safhira Aulia
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGEMBANGAN MATERI AJAR PEMODELAN MATEMATIKA UNTUK SISWA SMA(TOPIK: ALJABAR DAN KALKULUS)

Pemodelan matematika merupakan salah satu kemampuan matematis yang sangat penting dimiliki oleh siswa dalam prosesnya menyelesaikan berbagai masalah dunia nyata. Hal tersebut karena pemodelan matematika melibatkan berbagai tahapan seperti menyederhanakan masalah, memahami masalah, membangun model matematis, melakukan perhitungan matematis dengan menggunakan model yang dikonstruksi, melakukan interpretasi, serta proses mengkomunikasikan hasil perhitungan yang diperoleh dengan menggunakan model yang telah dibuat. Kemampuan pemodelan matematika sangat erat dengan kemampuan literasi matematis yang diujikan pada tes PISA. Akan tetapi, berdasarkan hasil PISA dari tahun ke tahun, diketahui bahwa kemampuan siswa Indonesia kian menurun. Hal tersebut, mendorong peneliti untuk membuat serta mengembangkan materi ajar pemodelan matematika untuk membantu guru dalam mengembangkan kemampuan siswanya dalam pemodelan matematika yang juga menjadi alat dalam menyelesaikan masalah literasi matematis. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari tahapan Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian diawali dengan melakukan analisis kurikulum yang bekerja di di sistem pendidikan Indonesia. Kemudian, peneliti melanjutkan tahapan pengembangan untuk Design dan Development materi pemodelan sesuai dengan materi ajar yang dikembangkan diawali dengan materi prasyarat, contoh soal, serta soal pemodelan yang terbatas pada elemen aljabar dan kalkulus. Tahapan terakhir dalam pengembangan materi ajar ini ialah Implementation dan Evaluation. Pada tahapan ini peneliti melakukan uji validasi melalui angket untuk sejumlah ahli. Lebih lanjut, peneliti juga mengujicobakan salah satu soal yang dibuat kepada siswa kelas XI di MAN 1 Bandung. Hasil perhitungan validasi menunjukkan angka rerata 3,53 yang termasuk sangat valid dalam skala likert. Lebih lanjut, hasil perhitungan rata-rata jawaban siswa juga menujukkan hasil bahwa siswa sangat baik dalam menyelesaikan masalah pemodelan walaupun masih kesulitan dalam proses mengubah masalah dunia nyata ke dalam konteks matematika. Penelitian ini merekomendasikan penerapan materi ajar utnuk meningkatkan kemampuan pemodelan matematika, serta penelitian lanjutan pada tahap implementasi dan evaluasi yang lebih luas.

2026
👤 Penulis: Hafiz Iqbal Anshori
🏷️ Aljabar 🏷️ Kalkulus 🏷️ Literasi Matematis

PARAMETRIC SENSITIVITY ANALYSIS OF CRYSTAL PLASTICITY PHASE-FIELD MODELING FOR DAMAGE IN MEDIUM MANGANESE STEEL

Penelitian ini mengembangkan model crystal plasticity phase-field method (CP-PFM) dalam perangkat DAMASK untuk menyimulasikan deformasi dan kerusakan pada baja mangan sedang Fe-Mn-Al-Nb. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa parameter pengerasan ferit memiliki pengaruh paling signifikan terhadap respons mekanik, dengan interaksi self-interaction berperan dominan dalam mengendalikan tegangan luluh laju pengerasan. Ditemukan korelasi linear yang kuat antara fracti ferit dan tegangan luluh. Analisis kerusakan mengindikasikan bahwa panjang karakteristik lp harus dikalibrasi terhadap ukuran grid RVE (Representative Volume Element) agar representasi retak akurat, sedangkan penignkatan energi permukaan retakan gc berkontribusi terhadap ketangguhan material. Temuan ini memvalidasi kerangka CP-PFM sebagai alat prediktif untuk memodelkan perilaku baja multifasa hingga tahap kegagalan, serta memberikan panduan bagi pengembangan desain material berbasis komputer di masa depan.

2026
👤 Penulis: Jesica
🏷️ Karbonisasi 🏷️ Model Crystal Plasticity Phase-Field 🏷️ Material Baja Multifasa

PENGEMBANGAN BUKU AJAR PEMODELAN MATEMATIKA UNTUK SISWASMA (MATERI : GEOMETRI, ANALISIS DATA DAN PELUANG)

Pemodelan matematika merupakan proses penting dalam pembelajaran matematika modern karena melibatkan kemampuan siswa untuk memahami situasi dunia nyata, menyederhanakan permasalahan, membangun model matematika, melakukan perhitungan, serta menafsirkan kembali hasilnya. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemodelan matematika siswa SMA di Indonesia masih tergolong rendah, yang ditandai dengan kesulitan dalam mengidentifikasi informasi relevan, membuat asumsi, menyusun model yang sesuai, serta mengaitkan solusi matematika dengan konteks masalah. Rendahnya kemampuan ini diperburuk oleh minimnya buku ajar pemodelan berbahasa Indonesia yang berkualitas, keterbatasan contoh soal yang kontekstual, dan belum tersedianya perangkat scaffolding yang membantu siswa menavigasi tahapan pemodelan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar pemodelan matematika yang relevan dengan kebutuhan siswa SMA pada elemen geometri, analisis data dan peluang, serta selaras dengan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka (KEMDIKBUDRISTEK No. 046/H/KR/2025). Buku ajar pemodelan yang dikembangkan memanfaatkan prinsip scaffolding berdasarkan tahapan pemodelan oleh Solution Plan (DISUM-project), Galbraith dan Holton (2018), serta Garfunkel dan Montgomery (2019). Pengembangan dilakukan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi angket ahli materi, angket ahli kegrafikaan, angket respons pengguna, lembar validasi ahli, Metode tes dengan soal/tugas pemodelan, serta kuesioner kesiapan pedagogik pemodelan calon guru matematika. Sebelum pengembangan buku ajar pemodelan dilakukan, peneliti terlebih dahulu mengidentifikasi permasalahan yang muncul dalam pembelajaran, khususnya terkait rendahnya kemampuan pemodelan matematika siswa, dan belum tersedianya buku ajar pemodelan yang memadai. Subjek penelitian ini terdiri atas 26 siswa kelas XI SMA sebagai subjek uji coba sampel produk, 126 mahasiswa pendidikan matematika tingkat akhir sebagai responden kesiapan pedagogik (dengan 16 mahasiswa mengikuti tugas diagnostik pemodelan), serta 25 guru matematika berpengalaman sebagai responden penilai kepraktisan buku ajar pemodelan matematika. Selanjutnya, peneliti merancang buku ajar pemodelan yang mencakup perencanaan judul buku, desain kover, tata letak, serta garis besar isi buku. Secara konten, buku yang dikembangkan terdiri atas empat bab. Bab I merupakan landasan implementasi pemodelan matematika bagi guru. Bab II hingga Bab IV secara berturut-turut berisi soal-soal pemodelan elemen geometri, analisis data dan peluang, serta solusinya. Setiap bab disajikan secara sistematis sesuai alur yang dirancang, diawali dengan penjelasan materi prasyarat yang diperlukan siswa, serta panduan singkat berupa informasi penting untuk guru pada setiap paket soal. Setelah draf awal buku ajar pemodelan disusun, tahapan selanjutnya adalah memvalidasi buku yang dilakukan oleh 8 validator ahli materi dan 2 validator ahli kegrafikaan. Hasil pengolahan skor angket ahli materi dan kegrafikaan menunjukkan bahwa buku ajar pemodelan yang dikembangkan dikategorikan sangat baik dari segi kevalidan. Revisi dan rencana tindak lanjut berdasarkan komentar dan saran yang dituliskan oleh validator kemudian dilakukan oleh peneliti. Buku ajar pemodelan yang telah direvisi kemudian diberikan kepada 25 responden guru matematika untuk mengisi angket respons pengguna. Uji coba salah satu paket soal yang dihasilkan diberikan kepada 26 responden siswa dan 16 calon guru matematika untuk mengukur kemampuan pemodelan responden. Selanjutnya kuesioner kesiapan pedagogik pemodelan diberikan untuk menilai kesiapan calon guru dalam memahami dan menerapkan pembelajaran pemodelan matematika. Dengan demikian, disimpulkan bahwa dalam penelitian ini buku ajar pemodelan matematika yang dikembangkan dinyatakan layak dan praktis untuk digunakan sebagai sumber belajar mandiri maupun pendukung pembelajaran di kelas.

2026
👤 Penulis: Arief Ardyansyah
🏷️ Pendidikan Matematika 🏷️ Model Pembelajaran Scaffolding 🏷️ Analisis Data Dan Peluang

ANALISIS TERMO-EKONOMI KONFIGURASI SIKLUS RANKINE ORGANIK PADA SUMUR GEOTERMAL DI WILAYAH KERJA PANAS BUMI NUSA TENGGARA TIMUR

Sebagai upaya mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060, PT PLN (Persero) melakukan strategi percepatan melalui early retirement pembangkit berbahan bakar fosil dan peningkatan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 34,3% sebagaimana direncanakan dalam RUPTL 2025-2034. Salah satu potensi EBT yang dikelola adalah Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Mataloko yang memiliki karakteristik temperatur fluida rendah. Penelitian ini menganalisis pengaruh pemanfaatan Siklus Rankine Organik (SRO) pada sumur Mataloko untuk mengevaluasi potensi energi yang dihasilkan. Konfigurasi sistem divariasikan menjadi SRO sederhana, SRO-superheater, dan SRO-recuperator dengan pinch point temperature difference (PPTD) sebesar 5 °C dan 10 °C. Kelayakan masing-masing sistem dievaluasi melalui analisis termodinamika dan tekno-ekonomi. Hasil analisis menunjukkan bahwa konfigurasi SRO dengan superheater pada kondisi PPTD 10 °C menggunakan isopentana merupakan model paling efisien untuk diterapkan di WKP Mataloko. Dari sisi termodinamika, sistem ini mencatatkan efisiensi termal sebesar 9,80%, efisiensi pemanfaatan 14,78%, serta daya neto sebesar 9,89 kW. Secara finansial, proyek ini menunjukkan indikator kelayakan yang sangat kuat dengan nilai Capital Expenditure (CAPEX) sebesar US$ 60.223 dan Net Present Value (NPV) positif mencapai US$ 12.007. Investasi ini diproyeksikan memberikan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 13% dengan Return on Investment (ROI) 15,62%, serta mampu mencapai titik impas (payback period) dalam jangka waktu 7 tahun. Dengan nilai Levelized Cost of Electricity (LCOE) sebesar 10,9 US$\cent$/kWh, penelitian ini membuktikan bahwa pemanfaatan sumur panas bumi suhu rendah di Mataloko tidak hanya layak secara teknis, tetapi juga kompetitif dan prospektif secara ekonomi dalam mendukung kemandirian energi daerah.

2026
👤 Penulis: Mohamad Syafi'i
🏷️ Geotermia 🏷️ Analisis Tekno-Ekonomi 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGEMBANGAN MODEL DISTRIBUSI MATERIAL PASANG BARU BERBASIS INTEGRASI BIAYA TRANSPORTASI DAN SIMPAN DI PT PLN (PERSERO) UID LAMPUNG

Distribusi material pasang baru pada sektor ketenagalistrikan memerlukan sistem logistik yang efisien dan terstruktur untuk mendukung keandalan layanan kepada pelanggan. Di PT PLN (Persero) UID Lampung, distribusi material diselenggarakan melalui sistem dua eselon, yaitu aliran material dari pemasok ke gudang Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) dan selanjutnya ke Unit Layanan Pelanggan (ULP). Dalam praktik operasional, masih dijumpai ketidakseimbangan aliran material, yang ditunjukkan oleh rendahnya tingkat persediaan pada beberapa ULP meskipun stok di tingkat UP3 relatif tinggi. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pengaturan frekuensi pengiriman dan alokasi distribusi belum direncanakan secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model distribusi material dua eselon yang mengintegrasikan biaya transportasi dan biaya penyimpanan, dengan frekuensi pengiriman dan alokasi distribusi sebagai variabel keputusan utama. Permasalahan ini diformulasikan menjadi model biner integer kudratik (Biner Integer Quadratik Programming/BIQP) dan disesuaikan dengan karakteristik operasional distribusi material pasang baru di PT PLN (Persero) UID Lampung. Model dirancang untuk meminimalkan total biaya logistik tanpa mengubah struktur jaringan distribusi yang bersifat tetap. Hasil uji coba menunjukkan bahwa penerapan model optimasi mampu menurunkan total biaya logistik dibandingkan dengan kondisi baseline. Implementasi model menghasilkan penghematan biaya sebesar Rp 15.423.833 atau setara dengan efisiensi 4,03% dari total biaya distribusi. Hasil uji sensitifitas stabil terhadap perubahan biaya simpan dan biaya transportasi. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaturan frekuensi pengiriman dan alokasi distribusi secara terintegrasi dapat meningkatkan efisiensi distribusi material pada sistem dua eselon serta mendukung pengambilan keputusan logistik yang lebih sistematis di lingkungan PLN.

2026
👤 Penulis: Tomy Syaputra
🏷️ Logistik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan
Halaman 196 dari 6754
💬