📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

KAJIAN SIMULASI PENUMBUHAN EPITAXIAL VAN DER WAALS PADA FILM TIPIS SINGLE CRYSTAL GALLIUM NITRIDE UNTUK TRANSISTOR MENGGUNAKAN DENSITY FUNCTIONAL THEORY

Gallium nitride (GaN) merupakan semikonduktor III-V wide bandgap yang sangat potensial untuk dikembangkat sebagai perangkat elektronik. Namun demikian, penumbuhan film tipis single crystal GaN masih terkendala mismatch kisi dan strain yang memicu cacat kristal serta menurunkan performa perangkat. Epitaksi Van der Waals dapat mengatasi tantangan tersebut karena tidak memerlukan kecocokan kisi. Tetapi interaksi interlayer, sifat elektronik, dan aplikasinya ke thin film transistor (TFT) belum dipahami dengan baik. Penelitian ini mengkaji secara komputasi model heterostruktur GaN/SiO? dengan pendekatan Density Functional Theory (DFT). Struktur awal GaN wurtzite dan SiO? kristal dibangun dalam bentuk supercell. Struktur tersebut kemudian dikombinasikan dan jarak antar-lapisan divariasikan untuk memperoleh kurva energi interlayer. Kurva ini serupa dengan potensial Lennard-Jones yang mengonfirmasi bahwa interaksi yang dominan adalah interaksi Van der Waals. Setelah itu dilakukan optimasi geometri menggunakan GGA-PBE dan dilanjutkan perhitungan band structure, DOS, dan charge density menggunakan Quantum ESPRESSO. Dari dispersi E(k) di sekitar VBM dan CBM didapat massa efektif elektron dan hole. Informasi ini digunakan untuk menghitung effective density of states (???????? , ????????), konsentrasi pembawa intrinsik ???????? , serta estimasi konduktivitas dan resistivitas intrinsik pada 300 K. Hasil menunjukkan bahwa model GaN/SiO? stabil secara struktural dengan pola charge density yang terlokalisasi di dalam masingmasing lapisan. Hal ini sesuai dengan karakter Van der Waals. Band structure menampilkan indirect bandgap sekitar 3,3 ???????? dan direct bandgap sekitar 3,5 ????????. Hasil ini juga dikonfirmasi oleh adanya celah DOS yang lebar di sekitar energi fermi. Kombinasi wide bandgap dan massa efektif menghasilkan ???????? yang sangat kecil ? 10³ ?????????³, sehingga konduktivitas intrinsik ? 10?²³ ????/???????? dan resistivitas ? 10²² ???? · ????????. Artinya, dalam keadaan intrinsik sistem GaN/SiO? hasil epitaksi Van der Waals lebih cocok berperan sebagai lapisan isolator atau buffer dalam transistor dibandingkan sebagai channel aktif TFT.

2026
👤 Penulis: Angela Christa Octaviani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGEMBANGAN MODEL HUBUNGAN INDIVIDUAL AMBIDEXTERITY PEMILIK TERHADAP RESILIENSI ORGANISASI: PERAN MEDIASI BUSINESS PROCESS MANAGEMENT AMBIDEXTERITY CAPABILITY PADA UMKM BIDANG FESYEN

Saat ini, kontribusi UMKM di Indonesia terhadap PDB masih di bawah target yang sudah ditentukan. Salah satu industri yang berkontribusi paling tinggi terhadap PDB adalah industri fesyen. UMKM fesyen saat ini tengah dihadapkan oleh situasi BANI (brittle, anxious, nonlinear, incomprehensible). Dengan adanya BANI, industri perlu memiliki kemampuan resiliensi. Berdasarkan penelitian terdahulu, UMKM sangat bergantung pada pemilik dalam menjalankan usahanya karena keterbatasan sumber daya. Individual ambidexterity pemilik dan inovasi proses bisnis dinilai mampu meningkatkan kemampuan resiliensi pada UMKM. Namun, belum banyak penelitian yang meneliti hal tersebut secara kuantitatif. UMKM juga perlu memiliki kemampuan manajemen sumber daya manusia untuk mendukung kemampuan individual ambidexterity pemilik tersebut. Selain itu, keterbatasan sumber daya pada UMKM juga membuat UMKM perlu memiliki kemampuan networking. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh individual ambidexterity pemilik, ambidextrous human resource management, business process management ambidexterity, dan networking terhadap organizational resilience. Pengujian hubungan tersebut dilakukan dengan menggunakan SEM-PLS. Populasi pada penelitian ini adalah 310 UMKM di Kampoeng Radjoet Binong Jati Bandung. Responden penelitian ini adalah pemilik UMKM. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner yang diambil secara offline. Berdasarkan hasil pengambilan data, didapat 145 data dimana hanya 135 data yang dapat digunakan untuk penelitian. Selain itu, untuk menggali informasi lebih dalam terkait hasil maka dilakukan wawancara. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa individual ambidexterity berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap business process management ambidexterity capability, exploration business process management capability, dan exploitation business process management capability. Namun, tidak berpengaruh signifikan terhadap organizational resilience. Selain itu, business process management ambidexterity, exploration business process management capability, dan exploitation business process management capability terbukti tidak memengaruhi organizational resilience secara signifikan dan tidak memediasi hubungan antara individual ambidexterity pemilik dan organizational resilience. Selain itu, ambidextrous human resource management terbukti memoderasi hubungan antara individual ambidexterity pemilik dan business process management ambidexterity dan exploration business process management capability namun tidak dengan exploitation business process management capability. Networking capability tidak memoderasi hubungan antara business process management ambidexterity serta exploitation business process management capability dan organizational resilience. Namun, networking capability terbukti memoderasi hubungan exploration business process management capability dengan organizational resilience.

2026
👤 Penulis: Indyra Puteri Zein
🏷️ Ambidextrous Human Resource Management 🏷️ Business Process Management Ambidexterity 🏷️ Organizational Resilience

PENGEMBANGAN ALAT BANTU ANALISIS TEKNO EKONOMI SIKLUS BINER

Analisis tekno ekonomi sistem Organic Rankine Cycle (ORC) mengidentifikasi penukar kalor sebagai kontributor biaya terbesar, mencapai 40% hingga 90% dari total biaya modal, akibat kebutuhan luas area yang besar pada temperatur rendah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan alat bantu komputasi berbasis Python yang mensinergikan pemodelan termodinamika, perancangan geometri penukar kalor, dan estimasi biaya investasi guna memperoleh desain sistem yang optimal secara ekonomi. Kebaruan studi ini terletak pada integrasi perancangan geometri detail peralatan dengan estimasi keekonomian dalam satu platform perhitungan terpadu. Dalam penentuan batasan operasi, risiko silica scaling dievaluasi menggunakan metode kelarutan silika amorf yang dikoreksi terhadap temperatur, salinitas (klorida), dan pH. Metodologi penelitian meliputi seleksi fluida kerja secara manual, pemodelan siklus subkritis, serta analisis sensitivitas parameter operasi dan geometri terhadap Specific Investment Cost (SIC). Penelitian ini mengambil studi kasus pemanfaatan brine pada pembangkit listrik geotermal di Sulawesi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa brine dengan temperature injeksi di bawah 134 °C merupakan batas operasional minimum untuk mencegah kondisi supersaturasi silika. Simulasi perhitungan menggunakan fluida kerja n-pentane, daya bersih tertinggi yang dihasilkan mencapai 9.648 kW dengan efisiensi 15,69%. Konfigurasi pipa berdiameter 0,75 inci dengan fin pitch 0,25 inci pada unit Air-Cooled Condenser (ACC) terbukti paling ekonomis dengan nilai SIC terendah sebesar 2.224,26 USD/kW. Meskipun ekstraksi energi brine pada 110 °C meningkatkan daya hingga 53,9%, operasi pada 134 °C lebih direkomendasikan karena menghasilkan harga jual listrik kompetitif sebesar 7,16 sen/kWh dengan risiko operasional minimal. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi strategis bagi PT PLN (Persero) melalui penyediaan alat bantu analisis mandiri untuk tahap pra-FEED. Perangkat lunak ini memungkinkan perusahaan melakukan estimasi cepat dalam mengevaluasi kajian dari konsultan.

2026
👤 Penulis: Singgih Imam Kurniawan
🏷️ Analisis Tekno-Ekonomi 🏷️ Pemanfaatan Brine Geotermal 🏷️ Modeling Termodinamika

PENGEMBANGAN MODEL PERUMUSAN STRATEGI MITIGASI RISIKO OPERASIONAL BERBASIS TAHAP PERTUMBUHAN ORGANISASI DAN PROSES BISNIS UMKM: STUDI KASUS HISTORIS PT AJI DAN PT SMI

Ekonomi kreatif dengan sub sektor fashion memiliki kontribusi tinggi terhadap nilai ekspor dan diproyeksikan akan terus tumbuh. Namun, kondisi UMKM fashion menunjukkan rendahnya daya saing yang berkaitan erat dengan keberhasilan proses bisnis sebagai faktor penentu keunggulan kompetitif. UMKM berada dalam tekanan tuntuan stakeholder kunci dan keterbatasan sumber daya yang membuat UMKM sulit merespon secara optimal. Tekanan tersebut memicu berbagai risiko operasional yang dapat mengganggu kelancaran aktivitas usaha. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model perumusan strategi mitigasi risiko operasional berdasarkan tahap pertumbuhan organisasi dan proses bisnis UMKM dengan mempertimbangkan persepsi risiko operasional, struktur dependensi antara organisasi dan stakeholder kunci, dan ketersediaan dukungan slack resource. Penelitian dilakukan dengan melakukan eksplorasi pada dua perusahaan fashion. Metode yang digunakan adalah studi kasus historis dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, dokumen pendukung, dan observasi lapangan. Data tersebut diolah melalui metode analisis tematik dan pemetaan terhadap risiko operasional, struktur dependensi, dan ketersediaan slack resource sebagai dasar perumusan strategi mitigasi risiko operasional. Kemudian dilakukan cross-case analysis pada masing-masing tahap pertumbuhan organisasi dan variabel pengukuran. Berdasarkan hasil studi kasus, ditemukan bahwa objek yang dikaji telah melewati tahap pertumbuhan entrepreneurial, growth, expansion, dan, collaboration. Variasi risiko operasional berbeda antar organisasi seiring dengan kompleksitas proses bisnis di sepanjang tahap pertumbuhan organisasi. Perumusan strategi mitigasi risiko operasional cenderung bersifat dinamis di tiap tahap pertumbuhan organisasi. Di tahap entrepreneurial pola mitigasi risiko operasional bersifat selektif dan pasif. Mulai di tahap growth-collaboration, pola strategi mitigasi risiko operasional mengarah pada pendekatan relasional dan exploit. Selanjutnya, strategi proaktif hanya ada di tahap entrepreneurial dan collaboration, strategi reaktif cenderung ada di semua tahap pertumbuhan organisasi, dan strategi pasif hanya ada di tahap entrepreneurial.

2026
👤 Penulis: Nurcahyati
🏷️ Ekonomi Kreatif 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS MODEL LINIER CAMPURAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RSUD DR. SOEDARSO KALIMANTAN BARAT

Model linier campuran merupakan pendekatan statistik yang sesuai untuk menganalisis data dengan pengukuran berulang, seperti kadar gula darah puasa pasien diabetes pada kunjungan rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan perubahan kadar gula darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD dr. Soedarso dengan mempertimbangkan variasi antar-pasien sebagai efek acak selama periode rawat jalan. Data yang digunakan berupa pengukuran berulang kadar gula darah puasa pada setiap kunjungan rawat jalan, dengan usia, indeks massa tubuh, komorbid, dan jenis kelamin sebagai efek tetap, serta pasien sebagai efek acak. Transformasi log, transformasi Box-Cox, dan transformasi Yeo-Johnson pada variabel gula darah puasa digunakan untuk memenuhi asumsi model linier campuran. Pengaplikasian transformasi Yeo-Johnson merupakan kebaruan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model linier campuran dengan transformasi Yeo-Johnson memberikan performa terbaik karena memiliki nilai AIC dan BIC yang paling kecil berturut-turut sebesar -364,71 dan -317,23. Model linier campuran dengan transformasi Yeo-Johnson terbaik yang merepresentasikan data pasien dibangun oleh variabel interaksi antara usia dan indeks massa tubuh, interaksi antara usia dan jenis kelamin perempuan, serta variasi acak dari pasien. Efek acak pasien terbukti signifikan karena memiliki komponen variansi antar-pasien yang lebih besar daripada variansi dalam-pasien. Temuan ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan heterogenitas pasien dalam pemodelan kadar gula darah puasa pada pasien diabetes.

2026
👤 Penulis: Ari Ratna Gumilang
🏷️ Model Linier Campuran 🏷️ Analisis Data Pasien Diabetes 🏷️ Transformasi Yeo-Johnson

ROOT CAUSE INVESTIGATION OF WARPING AND SURFACE DEGRADATION DEFECTS ON POLYPROPYLENE PIPETTE TIPS USED IN BIOTECHNOLOGY APPLICATION

Penelitian ini menyelidiki penyebab utama dua masalah kualitas pada pipet tip polypropylene untuk aplikasi bioteknologi, yaitu pelengkungan pada suhu ruang (warping) dan degradasi permukaan bagian dalam setelah kontak dengan etanol dan isopropanol. Pendekatan failure analysis menggabungkan visualisasi tegangan sisa (birefringence), pengukuran dimensi, serta karakterisasi material (MFR, DSC/TGA, FTIR, SEM–EDX, UV–Vis, GC–MS). Hasil menunjukkan bahwa warping dipicu oleh ketebalan dinding yang sangat tipis dan tidak seragam, pendinginan yang tidak merata, tegangan sisa yang terperangkap, serta perilaku kristalisasi pasca proses injeksi pada polypropylene random copolymer. Degradasi permukaan disebabkan oleh migrasi dan ekstraksi aditif bermassa molekul rendah (misalnya slip agent dan senyawa terfluorinasi) oleh alkohol, sehingga menurunkan kemampuan pelumasan dan memicu mekanisme aus stick–slip terhadap plunger berbahan LCP. Rekomendasi utama meliputi penggunaan homopolimer PP ternukleasi dengan flowability tinggi, optimasi formulasi aditif agar lebih tahan terhadap pelarut, serta pengaturan ulang profil pendinginan untuk meminimalkan tegangan sisa.

2026
👤 Penulis: Kaicetta Alvaro Gardapati
🏷️ Kualitas Bahan Bakar 🏷️ Analisis Masalah Kualitas 🏷️ Proses Injection Molding

NUMERICAL INVESTIGATION OF PURE AND BLENDED ALTERNATIVE FUELS CO-COMBUSTION IN A MULTIFUEL DIESEL ENGINE

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) memainkan peran penting dalam penyediaan sumber listrik di wilayah 3T yang memiliki keterbatasan dalam akses terhadap jaringan listrik. Namun, ketergantungan yang berkelanjutan terhadap bahan bakar diesel juga memicu kekhawatiran terkait aspek keberlanjutan dan lingkungan. Biodiesel hadir sebagai salah satu alternatif bahan bakar yang menjanjikan, namun masih memiliki keterbatasan dalam hal kinerja mesin. Dalam beberapa tahun terakhir, hidrogen mendapat banyak perhatian sebagai energi bersih masa depan. Kombinasi antara bahan bakar fosil dan alterantif dapat menjadi strategi efektif dalam mengatasi tantangan keberlanjutan dan lingkungan. Pendekatan berbasis Computation Fluid Dynamics menyediakan kerangka kerja yang kuat untuk mengoptimalkan proses pembakarna bersama dari bahan bakar alternatif pada mesin diesel. Injeksi hidrogen ke dalam bahan bakar diesel maupun biodiesel terbukti dapat meningkatkan kinerja mesin dengan meningkatkan daya dan efisiensi termal, serta menurunkan konsumsi bahan bakar spesifik. Peningkatan suplai energi dari hidrogen juga menyebabkan peningkatan dalam tekanan dan temperature puncak di dalam silinder, disertai dengan durasi pembakaran yang lebih singkat dan peningkatan laju pelepasan panas. Hasil simulasi juga menunjukkan penurunan yang substansial pada emisi berbasis karbon, sepeti HC, CO, dan CO2. Namun demikian, emisi nitrogen oksida menunjukkan kecenderungan meningkat. Kombinasi diesel-hidrgeon menunjukkan kinerja mesin keseluruhan paling baik. Pada HES 11%, bahar bakar campuran ini menghasilkan daya tertinggi sebesar 8,96 kW, efisiensi termal sebesar 41%, dan SFC sebesar 184,255 g/kWh. Sedangkan, biodieesel-hydrogen memberikan kinerja terbaik dalam hal reduksi emisi karbon, dengan penurunan emisi CO hingga 84.51%, HC sebesar 84.6%, dan CO2 sebesar 25%.

2026
👤 Penulis: Ratna Dian Nabila
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

RANCANG BANGUN TELEMEDIKASI CLINICAL DECISION SUPPORT SYSTEM (CDSS) BERBASIS DEEP LEARNING UNTUK MANAJEMEN FARMAKOTERAPI SUPRAVENTRICULAR TACHYCARDIA (SVT) JANIN

Supraventricular Tachycardia (SVT) janin merupakan kedaruratan medis yang membutuhkan penanganan presisi untuk mencegah hidrops fetalis dan kematian. Tantangan utama penanganan kasus ini di Indonesia adalah kurangnya dokter spesialis dan kompleksitas penyesuaian dosis obat transplasenta pada kondisi hidrops. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Clinical Decision Support System (CDSS) berbasis Deep Learning yang terintegrasi dengan protokol farmakokinetik klinis. Metode penelitian meliputi pembangkitan 12.000 data sintetis M-Mode menggunakan Parametric Signal Synthesis dan pengembangan model Enhanced CNN v2.0 dengan arsitektur Multi- Task Learning. Evaluasi model pada tahap pelatihan menunjukkan konvergensi optimal pada Epoch 16 dengan akurasi diagnostik mencapai 99,92% dan tingkat kesalahan estimasi detak jantung (Mean Absolute Error) sebesar 2,08 bpm (Ventrikel) dan 2,58 bpm (Atrium). Validasi klinis terbatas (Proof of Concept) menggunakan data pasien riil dari repositori Radiopaedia dan Pedecho menunjukkan bahwa sistem mampu mengoreksi kesalahan interpretasi visual pada kasus noise tinggi melalui fitur adaptif. Sistem pakar farmasi yang dibangun berhasil memberikan rekomendasi terapi yang aman, secara otomatis mengalihkan lini terapi dari Digoxin ke Flecainide atau Amiodarone pada kasus hidrops sesuai prinsip farmakokinetika. Disimpulkan bahwa sistem ini valid secara teknis dan potensial digunakan sebagai alat bantu triase serta manajemen terapi jarak jauh di fasilitas kesehatan primer.

2026
👤 Penulis: Dvijatma Puspita Rahmani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGEMBANGAN FORMULASI KLARITROMISIN TABLET 500 MG LEPAS LAMBAT DAN PEMODELAN PHYSIOLOGICALLY BASED PHARMACOKINETIK (PBPK) UNTUK PREDIKSI BIOEKIVALENSI

Klaritromisin merupakan antibiotik makrolida yang banyak digunakan dalam terapi berbagai infeksi, dengan sediaan tablet lepas lambat dikembangkan untuk menurunkan fluktuasi kadar obat dan meningkatkan kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan mengembangkan formula tablet klaritromisin lepas lambat 500 mg yang diprediksi bioekivalen dengan produk komparator (Abbotic XL) melalui pendekatan Physiologically Based Pharmacokinetic (PBPK). Tablet dikembangkan menggunakan sistem matriks hypromellose dengan variasi tipe dan konsentrasi polimer, pengisi, serta ketebalan lapisan salut. Seluruh formula dievaluasi karakteristik fisik dan profil disolusi terbanding pada media pH 1,2; 4,5; dan 6,8. Formula dengan faktor similaritas (F2) > 50 pada seluruh media disolusi dipilih untuk simulasi PBPK menggunakan perangkat lunak PK-SIM®. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formula 8 dengan ketebalan coating 2% dan 4% memilik i profil disolusi serupa dengan produk komparator pada pH 4,5 dan 6,8. Simulasi PBPK memprediksi bioekivalensi pada pH 6,8, namun tidak pada pH 4,5 karena parameter farmakokinetik berada di luar rentang keberterimaan 0,80–1,25, meskipun profil disolusi in vitro serupa. Formula 8 dengan ketebalan coating 4% diproduksi pada skala pilot dan menunjukkan karakteristik yang sebanding dengan skala laboratorium, namun tetap diprediksi tidak bioekivalen pada pH 4,5. Disimpulkan bahwa keserupaan disolusi in vitro tidak selalu menjamin bioekivalensi in vivo, sehingga diperlukan reformulasi dan konfirmasi melalui uji bioekivalensi in vivo. Pemodelan PBPK terbukti menjadi pendekatan yang efektif dan efisien dalam mendukung pengembangan formula serta seleksi kandidat uji bioekivalensi.

2026
👤 Penulis: Aji Muhiddin Lubis
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ISOLASI SENYAWA ANTIINFLAMASI DARI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN GATAL (LAPORTEA DECUMANA (ROXB.) WEED.)

Inflamasi merupakan mekanisme pertahanan tubuh ketika terdapat luka atau cedera pada jaringan, iritasi, dan infeksi. Mekanisme inflamasi dapat disimulasikan melalui proses denaturasi protein yang disebabkan oleh pemanasan. Daun gatal secara tradisional telah digunakan sebagai antinyeri dan antiradang. Pada penelitian ini, daun gatal di ekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol, selanjutnya dilakukan ekstraksi cair-cair dengan pelarut n-heksana dan etil asetat dan dipantau aktivitas antiinflamasinya menggunakan metode denaturasi protein BSA dengan pembanding natrium diklofenak. Fraksi dengan aktivitas terbaik dilanjutkan ke tahap subfraksinasi dengan metode kromatografi kolom klasik, lalu dilakukan pemurnian dengan KLT preparatif. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antiinflamasi, identifikasi serta karakterisasi isolat dengan metode spektrofotometri UV-Sinar Tampak, dan spektroskopi Infra Merah. Dari pengujian aktivitas antiinflamasi dengan metode denaturasi protein diperoleh data IC?? ekstrak etanol 70% daun gatal 82,09 ± 1,67 ?g/mL, fraksi air 83,53 ± 0,73 ?g/mL, dan subfraksi 4 76,62 ± 074 ?g/mL. Berdasarkan hasil karakterisasi dan identifikasi, senyawa aktif dari daun gatal diduga merupakan golongan asam fenolat dan kumarin dengan persen inhibisi berturut 52,930 ± 1,98 % dan 55,735 ± 1,31 % pada konsentrasi 100 ?g/mL.

2026
👤 Penulis: Finna Faustina
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS ALOKASI WAKTU UNTUK PEKERJAAN KEFARMASIAN PADA APOTEKER DI PUSKESMAS KOTA BANDUNG

Pelayanan kefarmasian di puskesmas menuntut peran apoteker yang semakin berorientasi pada pasien atau ke arah Cognitive Pharmaceutical Services (CPS), sehingga pengelolaan waktu kerja menjadi aspek penting dalam mendukung kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alokasi waktu pekerjaan kefarmasian pada apoteker di Puskesmas Kota Bandung serta menilai kesesuaiannya dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan desain time series analysis menggunakan data retrospektif dari aplikasi Mang Bagja periode Januari– Desember 2024. Subjek penelitian terdiri dari 98 apoteker puskesmas di Kota Bandung. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi alokasi waktu kerja berdasarkan jenis kegiatan, serta secara inferensial untuk menilai pengaruh faktor demografi terhadap alokasi waktu pekerjaan kefarmasian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alokasi waktu kerja apoteker didominasi oleh pelayanan farmasi klinik, terutama penyerahan obat dan pemberian informasi obat serta pengkajian resep. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia apoteker dengan alokasi waktu kegiatan manajerial, sedangkan jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan terhadap alokasi waktu kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi alokasi waktu kerja apoteker masih diperlukan untuk mendukung penguatan peran farmasi klinik di puskesmas.

2026
👤 Penulis: Fyncana Chinta Deyvata
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data

INKLUSI RUANG ORLICZ-MORREY DISKRET MELALUI PENGAITANNYA DENGAN RUANG ORLICZ-MORREY

Penelitian mengenai ruang fungsi dan barisan, seperti ruang Lebesgue (Lp) dan ruang ?p, telah diperluas menjadi ruang yang lebih umum contohnya ruang Orlicz dan ruang Morrey. Ruang Orlicz memperumum Lp menggunakan fungsi Young, sementara ruang Morrey memperluas Lp dengan mengukur kelokalan dan osilasi fungsi. Kombinasi kedua konsep ini melahirkan ruang Orlicz–Morrey, yang menggabungkan fleksibilitas pertumbuhan fungsi dengan sifat kelokalan. Analognya untuk barisan adalah ruang Orlicz–Morrey diskret. Penelitian ini bertujuan mengkaji sifat inklusi ruang Orlicz– Morrey diskret melalui pengaitannya dengan ruang Orlicz–Morrey. Terdapat dua fokus utama: membuktikan bahwa ruang barisan Orlicz dapat dikenali sebagai suatu subruang dari ruang Orlicz (sebagaimana ruang Morrey diskret adalah subruang dari ruang Morrey) dan memperumum hasil tersebut dengan membuktikan ruang Orlicz–Morrey diskret merupakan subruang dari ruang Orlicz–Morrey. Metodologi yang digunakan adalah kajian teoretis, diawali dengan pengaitan dan kesetaraan norma antara versi diskret dan kontinu dari ruang Orlicz (serta ruang Morrey diskret dan ruang Morrey) melalui pemetaan barisan ke fungsi sederhana. Pendekatan ini kemudian diterapkan pada ruang Orlicz–Morrey diskret dan ruang Orlicz–Morrey. Pembuktian subruang ini, yang menghasilkan kesetaraan norma antara versi diskret dan kontinu, digunakan untuk memberikan bukti alternatif sifat inklusi ruang Orlicz–Morrey diskret sebagai akibat dari sifat inklusi ruang Orlicz–Morrey yang telah diketahui. Hasil ini memperkuat pemahaman mengenai hierarki dan hubungan struktural antara ruang fungsi kontinu dan analog diskretnya dalam kerangka Orlicz–Morrey.

2026
👤 Penulis: Dasep
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Fungsi Kontinu 🏷️ Hierarki Ruang Fungsi

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIBIOFILM EKSTRAK JAMUR ENDOFIT ALGA LAUT ASAL PANTAI BALANGAN, BALI TERHADAP BAKTERI PATOGEN

Resistensi bakteri terhadap antibiotik, yang diperburuk oleh pembentukan biofilm, mendesak penemuan agen antibakteri baru dari sumber alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri dan antibiofilm dari metabolit sekunder jamur endofit alga laut Pantai Balangan, Bali. Metabolit diekstraksi menggunakan dua metode komparatif: maserasi konvensional dan partisi Ekstraksi Cair-Cair (ECC) untuk memisahkan senyawa berdasarkan polaritas. Aktivitas ekstrak diuji terhadap Staphylococcus aureus, Enterobacter aerogenes, Klebsiella pneumoniae, Acinetobacter baumannii, dan Escherichia coli melalui penentuan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), serta uji penghambatan dan eradikasi biofilm menggunakan pewarnaan kristal violet dan TTC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ECC lebih efektif dalam memekatkan senyawa bioaktif dibandingkan maserasi. Ekstrak hasil ECC memperlihatkan aktivitas spektrum luas terhadap bakteri Gram-negatif dengan kemampuan mendegradasi matriks biofilm sekaligus menurunkan viabilitas sel metabolik. Selain itu, ditemukan aktivitas penghambatan spesifik pada bakteri Gram-positif dengan nilai konsentrasi eradikasi biofilm (KEBM) yang lebih rendah dibandingkan KHM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jamur endofit laut merupakan sumber potensial antibiofilm, dan metode ECC efektif untuk isolasi senyawa aktif tersebut.

2026
👤 Penulis: Faizah Rihadatul Aisy
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

STUDI KELAYAKAN DARI JOINT OPERATION DI PLANT FLOTASI TAILING EMAS

Perusahaan XYZ, bagian dari perusahaan multinasional dengan pengalaman luas memasok bahan kimia ke perusahaan pengolahan mineral di seluruh dunia, sedang mengeksplorasi Model Bisnis baru untuk memperluas jangkauannya dan menjadi pengelola bisnis pengolahan mineral. Dalam inovasi model bisnis ini, XYZ telah membuka studi kelayakan untuk bermitra dengan Perusahaan A. Beberapa aspek yang menjadi focus perhatian adalah capital budgeting untuk pendanaan project, aspek kritikal operasional dalam joint operational, analisis joint operation dan risk assessment. Project joint operation XYZ dengan perusahaan A berpotensi memberikan return investasi rata-rata sebesar USD 5.94 M over a 6-year project untuk lama project selama 6 tahun. Hal ini mennujukkan joint operation dengan menerapkan vertical integration bisa memberi return investasi yang lebih optimal jika dibandingkan dengan peran konvensional XYZ sebagai supplier chemical. Strategi awal Perusahaan untuk menggunakan 100% capital budgeting dengan menggunakan equity terbukti bukanlah opsi yang optimal. Berdasarkan analisis finansial, penggunaan ratio debt 50% untuk capital budgeting adalah pilihan yang lebih optimal untuk perusahaan. Penggunaan rasio ini tidak hanya memberikan advantage secara finansial tapi juga membatasi resiko dari debt bagi XYZ, terutama ketika XYZ akan membentuk strategic alliance. Untuk bisa memberikan added value bagi perusahaan A, sehingga perusahaan A mau bekerja sama membuat joint operation dengan XYZ, maka XYZ harus bisa memperbaiki operasional di plant flotasi XYZ. Berdasarkan analisis finansial, kombinasi dari feed grade, recovery dan gold price adalah kombinasi yang akan menginfluence keberlangsungan proyek ini. Risk Mitigasi yang perlu dilakukan oleh XYZ adalah menerapkan hedging untuk mitigasi price commodity dan menerapkan advanced resource study. Penerapan hedging dilakukan di level alliances, untuk bisa mendapatkan manfaat optimal dari hedging. Penerapan advance resource study akan membantu perusahaan untuk membuat forecast dan planning production. Untuk menjaga recovery, penerapan SOP dan pemantauan pabrik sangat penting.

2026
👤 Penulis: Rendi Prayoga Akbar
🏷️ Analisis Finansial 🏷️ Vertical Integration Dalam Pengolahan Mineral 🏷️ Risk Management Dalam Joint Operation

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BIJI, KULIT, DAN DAUN KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) SERTA FRAKSI TERPILIH MENGGUNAKAN METODE DPPH

Radikal bebas merupakan spesi molekuler sangat reaktif dengan elektron tidak berpasangan yang dapat menyebabkan kerusakan oksidatif sehingga menimbulkan berbagai risiko penyakit. Antioksidan memiliki kemampuan untuk melindungi sel dengan cara menetralkan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol biji, kulit buah, dan daun kakao (Theobroma cacao L.), menentukan fraksi dengan aktivitas terbaik, menentukan kadar fenol total dan kadar flavonoid total, serta mengetahui korelasi antara kadar fenol total dan flavonoid total terhadap aktivitas antioksidan secara kualitatif dan kuantitatif. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, sedangkan fraksinasi dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan n-heksana dan etil asetat. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode 2,2-diphenyl-1- picrylhydrazyl (DPPH) dan diukur menggunakan microplate reader, kadar fenol dan flavonoid total ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-sinar tampak. Kadar fenol dan flavonoid total tertinggi terkandung pada ekstrak daun, sebesar 31,232 g GAE / 100 g dan 3,361 g QE / 100 g. Ekstrak etanol daun kakao dan fraksi air daun kakao menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat (IC50 25,144 ?g/mL dan IC50 48,672 ?g/mL). Golongan senyawa yang berperan dalam aktivitas antioksidan biji, kulit buah, dan daun kakao adalah senyawa fenolik, flavonoid, dan steroid/triterpenoid. Analisis korelasi Pearson menunjukkan korelasi kuat hingga sangat kuat antara kadar fenol dan flavonoid dengan aktivitas antioksidan ekstrak.

2026
👤 Penulis: Reveal Marsha Bellucy
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
Halaman 197 dari 6754
💬