📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

MEMBRAN BERBASIS MXENE V2C/MIKROSELULOSA UNTUK FILTRASI EMULSI MINYAK-AIR

Air limbah berminyak dapat mengganggu ekosistem jika tidak diolah dengan baik sebelum dibuang ke lingkungan. MXene, material dua dimensi (2D) dengan gugus fungsi hidrofilik memiliki potensi besar sebagai material penyusun membran untuk pemisahan emulsi miyak-air. Namun membran berbasis MXene cenderung mengalami pembengkakan (swelling) di lingkungan berair yang dapat mengurangi selektivitas pemisahan. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh penambahan mikroselulosa terhadap sifat fisikokimia dan kinerja membran MXene, V2C, pada pemisahan emulsi minyak-air. Membran V2C-selulosa dipreparasi melalui metode filtrasi vakum dengan variasi jumlah larutan mikroselulosa 0,33% (b/v) (10, 15, 20 µL). Mikroselulosa ditambahkan pada membran MXene melalui dua metode, yaitu layer-by-layer dengan memfiltrasi larutan mikroselulosa di atas lapisan MXene, serta mixing dengan memfiltrasi larutan campuran MXene dan mikroselulosa. Hasil karakterisasi FTIR dan SEM mengonfirmasi keberadaan selulosa dan MXene pada membran. Uji pemisahan emulsi n-hexana-air menunjukkan nilai fluks permeat membran V2C murni sebesar 989 L m-2 h-1 dan rejeksi n-heksana sebesar 97,2%. Selektivitas membran meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi mikroselulosa. Membran layer-by-layer (MT-20) menunjukkan rejeksi n-heksana tertinggi sebesar 99,8%, namun hal ini diiringi dengan penurunan fluks permeat menjadi 598 L m-2 h-1. Peningkatan selektivitas mengindikasikan berkurangnya pembengkakan membran MXene, sedangkan penurunan fluks dikaitkan dengan meningkatnya hidrofobisitas akibat penambahan mikroselulosa. Ketahanan membran terhadap penyumbatan (fouling) dievaluasi melalui pengukuran flux recovery ratio (FRR). Membran V2C murni mengalami penurunan fluks air setelah filtrasi emulsi dan pencucian menjadi 1148 L m-2 h-1, dengan nilai FRR 90,2%. Sedangkan membran MT-20 masih mempertahankan fluks airnya menjadi 645 L m-2 h-1, dengan nilai FRR 92,2%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan mikroselulosa efektif meningkatkan selektivitas, dan stabilitas membran berbasis V2C untuk pemisahan emulsi minyak-air.

2026
👤 Penulis: Heriyansyah
🏷️ Membran Berbasis Mxene 🏷️ Pemisahan Emulsi Minyak-Air 🏷️ Studi Karakteristik Fisikokimia Membrane

KAJIAN FITNESS-FOR-SERVICE KOMPONEN BERTEKANAN PADA INDUSTRI HULU DENGAN INTEGRASI MACHINE LEARNING

Komponen bertekanan pada industri hulu minyak dan gas, seperti segmen pipa dan bejana tekan, dapat mengalami degradasi ketebalan akibat general metal loss yang menurunkan kemampuannya menahan tekanan operasi. Metode Fitness-for-Service (FFS) berdasarkan API 579-1/ASME FFS-1 digunakan untuk menilai komponen terkorosi, tetapi bergantung pada data laju korosi dari hasil inspeksi yang mahal dan biasanya tidak tersedia untuk seluruh komponen. Machine learning berperan penting untuk mengisi keterbatasan tersebut dengan memprediksi laju korosi komponen yang belum diinspeksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan operasi komponen yang mengalami general metal loss menggunakan FFS, memberikan rekomendasi bagi komponen yang tidak memenuhi kriteria, serta mengembangkan model machine learning untuk memprediksi laju korosi sebagai masukan FFS Level 1. Penilaian dilakukan terhadap 396 data segmen pipa dan 84 data bejana tekan. Model berbasis tree dikembangkan dengan dukungan data sintetis TVAE dan CTGAN untuk mengatasi keterbatasan jumlah data. Model terbaik segmen pipa adalah Random Forest dengan augmentasi CTGAN (R2 = 0,400 ± 0,035), sedangkan bejana tekan menggunakan Random Forest dengan augmentasi CTGAN (R2 = 0,344 ± 0,094). Penilaian FFS Level 1 berbasis prediksi menunjukkan kesesuaian terhadap penilaian berbasis laju korosi aktual sebesar 81%, 78%, dan 91% pada segmen pipa serta 94%, 88%, dan 82% pada bejana tekan untuk kriteria average measured thickness, MAWP, dan minimum measured thickness, dengan kesesuaian keseluruhan masing-masing sebesar 83% dan 94%. Komponen yang tidak memenuhi kriteria direkomendasikan untuk rerating atau perbaikan nonmetallic composite repair. Prediksi laju korosi berbasis machine learning dapat menjadi pendekatan pendukung dalam penilaian awal kelayakan, tetapi tetap perlu divalidasi dengan data inspeksi aktual dan tidak menggantikan evaluasi FFS langsung.

2026
👤 Penulis: Muhammad Thoriq Rashin Praja
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko

SINTESIS STABILISER TERMAL POLIVINIL KLORIDA DARI MINYAK GORENG BEKAS

Minyak goreng bekas (MGB) merupakan limbah hasil proses penggorengan berulang yang kandungan asam lemak bebasnya (FFA) meningkat signifikan akibat hidrolisis trigliserida selama pemanasan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis stabiliser termal berbasis kalsium-seng (Ca/Zn) dari MGB sebagai alternatif bahan baku terbarukan untuk aplikasi stabilisasi polivinil klorida (PVC) dan mengevaluasi efektivitasnya secara termal. Stabiliser disintesis melalui dua tahap reaksi, yaitu saponifikasi MGB menggunakan NaOH dalam etanol untuk membentuk sabun natrium, dilanjutkan dengan reaksi metatesis menggunakan garam kalsium (CaCl2) dan seng (ZnSO4) untuk menghasilkan logam karboksilat Ca dan Zn. Karakterisasi produk dilakukan melalui uji proksimat, spektroskopi FTIR, dan analisis difraksi sinar-X (XRD) untuk memverifikasi keberhasilan sintesis. Efektivitas stabilisasi termal diuji secara statis melalui uji dehidroklorinasi (DHC) dan secara dinamis melalui uji two-roll mill pada suhu 180°C. Hasil uji proksimat menunjukkan komposisi yang sebanding dengan stabiliser berbasis stearat komersial. Karakterisasi FTIR mengonfirmasi keberadaan gugus karboksilat logam (COO-), dan pola XRD sesuai dengan referensi logam karboksilat. Pada uji DHC, formulasi dengan dosis 5 phr menunjukkan waktu induksi terpanjang, mengindikasikan kesetimbangan kinetika optimum antara pembentukan dan netralisasi ZnCl2. Pada uji two-roll mill, formulasi dengan rasio Ca:Zn sekitar 4:1 dan penambahan costabilizer pentaeritritol (PE) dan dibenzoilmetan (DBM) menunjukkan ketahanan warna dan stabilitas termal terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MGB layak dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif yang berkelanjutan untuk sintesis stabiliser termal PVC berbasis Ca/Zn dengan efektivitas yang kompetitif terhadap stabiliser stearat komersial.

2026
👤 Penulis: Muhammad Fauzan Nafi
🏷️ Minyak Goreng Bekas 🏷️ Sintesis Stabilisator Termal 🏷️ Polivinil Klorida

PENGEMBANGAN PERMAINAN BERBASIS INTERAKSI ORANG TUA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-6 TAHUN

Penggunaan gadget pada anak usia dini semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Penggunaan gadget yang berlebihan sehingga membuat anak kecanduan dapat menghambat perkembangan kemampuan motorik halus anak. Lebih lanjut, penggunaan gadget cenderung memberikan feedback satu arah sehingga anak kurang memperoleh interaksi secara langsung dengan lingkungan sosialnya, terutama interaksi dari orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mencari peluang inovasi dalam mengembangkan permainan interaktif yang berfungsi sebagai media untuk menstimulasi kemampuan koordinasi mata dan tangan anak usia 4-6 tahun sekaligus mendorong terciptanya interaksi secara dua arah antara orang tua dan anak selama bermain. Metode yang digunakan adalah mix method yaitu penggabungan antara metode kuantitatif dan metode kualitatif. Tahapan penelitian melibatkan para ahli seperti dokter anak, psikolog anak, terapis anak, dan juga orang tua anak. Hasil akhir penelitian ini berupa permainan interaktif yang berfokus untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak sembari berinteraksi secara dua arah bersama orang tua. Permainan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi anak dan juga orang tua dalam melakukan aktivitas berupa bermain.

2026
👤 Penulis: Farah Fahira Alkaff
🏷️ Perilaku Anak 🏷️ Interaksi Orang Tua-Anak 🏷️ Kemampuan Motorik Halus

INTEGRASI RIC DAN ANALISIS PERFORMA RADIO ACCESS NETWORK BERBASIS O-RAN ARCHITECTURE PADA TESTBED 5G STANDALONE ITB

Infrastruktur jaringan akses radio tradisional pada era komunikasi seluler 5G umumnya masih bersifat rigid, tertutup, dan monolitik karena keterikatan eksklusif pada satu vendor tertentu. Ketimpangan ini membatasi fleksibilitas dan adaptabilitas komponen radio dalam mengimbangi arsitektur core network 5G Standalone yang telah mengadopsi prinsip Service-Based Architecture yang modular dan terbuka. Penelitian Tugas Akhir ini bertujuan untuk mentransformasi infrastruktur testbed awal 5G SA di ITB menjadi platform yang cerdas dan adaptif berbasis kontainer yang mampu mengorkestrasi serta mengendalikan sumber daya radio secara otomatis dan dinamis. Metode yang digunakan adalah merancang dan mengimplementasikan arsitektur Open Radio Access Network dengan mengintegrasikan perangkat lunak OCUDU di bawah naungan Linux Foundation sebagai komponen RAN, perangkat keras SDR USRP B210, platform klaster Kubernetes dan Docker untuk orkestrasi microservices, Open5GS sebagai jaringan inti, serta platform FlexRIC sebagai Near-RT RIC. Pada penelitian ini dilakukan integrasi Near-RT RIC berbasis kontainer pada lingkungan testbed 5G SA cloudnative menggunakan aplikasi xApp yang memanfaatkan spesifikasi model layanan E2SM-KPM untuk pemantauan performa dan E2SM-RC untuk intervensi alokasi sumber daya nirkabel pada User Equipment. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh komponen testbed O-RAN terintegrasi sukses beroperasi secara stabil dan sinkron. Pada evaluasi pengoperasian pita frekuensi n78 dengan bandwidth 40 MHz dan modulasi 256- QAM mencatatkan performa optimal dengan kecepatan throughput downlink mencapai 122 Mbps dan uplink sebesar 64 Mbps, serta latensi round-trip time (RTT) sebesar 11,6 ms. Lebih lanjut, implementasi closed-loop PRB Control pada Near-RT RIC sukses meregulasi parameter jaringan secara near real-time dengan estimasi total durasi control delay yang sangat responsif sebesar 137,666 ms

2026
👤 Penulis: Kanaya Viedyandina Hasnaa
🏷️ Open Radio Access Network (O-Ran) 🏷️ Kontainer 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Akses Radiang

PENGEMBANGAN ADSORBEN ZN-ALGINAT UNTUK ADSORPSI ION CE(III) SEBAGAI DASAR PERANCANGAN MODUL PEMBELAJARAN KONSEP LARUTAN DAN INTERAKSI ANTARMOLEKUL

Serium (Ce) merupakan salah satu logam tanah jarang yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang industri. Peningkatan pemanfaatan serium ini berpotensi meningkatkan kandungan ion Ce(III) dalam limbah cair yang dapat menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan. Walaupun tingkat toksisitas serium tidak setinggi logam berat lain seperti timbal, namun serium dapat terakumulasi melalui rantai makanan, sehingga diperlukan teknologi pemisahan yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan. Adsorpsi menggunakan biopolimer alginat merupakan salah satu metode yang menjanjikan karena memiliki gugus karboksilat yang mampu mengikat ion logam. Namun, stabilitas mekanik dan kapasitas adsorpsi alginat masih perlu ditingkatkan melalui proses ikat silang menggunakan ion logam. Di sisi lain, fenomena adsorpsi yang melibatkan konsep larutan dan interaksi antarmolekul memiliki potensi untuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran kimia berbasis eksperimen sehingga mampu menghubungkan konsep teoritis dengan fenomena nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan adsorben Zn-alginat untuk adsorpsi ion Ce(III), mengkaji karakteristik dan mekanisme adsorpsinya, serta mengimplementasikan hasil penelitian tersebut sebagai dasar pengembangan modul pembelajaran kimia berbasis eksperimen pada materi konsep larutan dan interaksi antarmolekul. Adsorben Zn-alginat disintesis melalui metode gelasi ionik menggunakan variasi konsentrasi larutan ZnCl2 sebagai pengikat silang. Adsorben yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDS). Studi adsorpsi dilakukan dengan mempelajari pengaruh konsentrasi crosslinker, pH larutan, massa adsorben, waktu kontak, suhu adsorpsi. Mekanisme adsorpsi dikaji melalui pemodelan kinetika, isoterm, dan parameter termodinamika. Dilakukan pula uji penggunaan ulang adsorben melalui prosedur adsorpsi- desorpsi. Hasil penelitian selanjutnya digunakan sebagai dasar penyusunan modul pembelajaran berbasis eksperimen menggunakan model pengembangan ADDIE. Validitas modul dianalisis menggunakan indeks Aiken V, sedangkan efektivitas modul dievaluasi melalui analisis Rasch terhadap hasil tes awal dan tes akhir peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorben Zn-alginat berhasil disintesis, dengan konsentrasi ZnCl2 2% menghasilkan kinerja adsorpsi terbaik. Karakterisasi FTIR menunjukkan adanya perubahan pita serapan gugus hidroksil dan karboksilat setelah adsorpsi yang mengindikasikan keterlibatan gugus fungsi dalam proses pengikatan ion Ce(III). Hasil SEM-EDS memperlihatkan morfologi permukaan yang relatif tetap setelah adsorpsi, disertai munculnya unsur Ce serta penurunan kandungan Zn yang mengindikasikan terjadinya interaksi antara adsorben dan adsorbat. Kondisi optimum adsorpsi diperoleh pada pH 4, massa adsorben 0,05 g, dan waktu kontak 240 menit. Data kinetika mengikuti model orde semu dua dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9969, yang mengindikasikan bahwa laju adsorpsi dikendalikan oleh interaksi kimia pada situs aktif adsorben. Data isoterm mengikuti model Langmuir (R2 = 0,9979) dengan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 55,09 mg/g yang menunjukkan adsorpsi berlangsung sebagai lapisan tunggal pada permukaan yang relatif homogen. Analisis termodinamika menunjukkan bahwa proses adsorpsi berlangsung secara spontan (?G° < 0), bersifat endotermik (?H° > 0), dan disertai peningkatan ketidakteraturan antarmuka padat-cair (?S° > 0). Berdasarkan keseluruhan hasil karakterisasi dan studi adsorpsi, mekanisme adsorpsi diduga didominasi oleh interaksi kimia melalui kompleksasi gugus karboksilat dan pertukaran ion. Uji penggunaan ulang menunjukkan kinerja adsorben yang masih baik setelah tiga siklus adsorpsi-desorpsi. Modul pembelajaran yang dikembangkan memperoleh nilai indeks Aiken V sebesar 0,96 dengan kategori sangat valid. Hasil implementasi modul yang dikembangkan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta didik yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai person measure dari 0,08 logit pada tes awal menjadi 1,20 logit pada tes akhir berdasarkan analisis Rasch. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Zn-alginat berpotensi sebagai adsorben untuk pemisahan ion Ce(III), sekaligus menjadi konteks pembelajaran yang mampu menghubungkan konsep kimia dengan aplikasi nyata melalui kegiatan eksperimen.

2026
👤 Penulis: Siti Zubaida
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR UNTUK SOLUSI GEOSPASIAL: STUDI KASUS GEOSURV INDONESIA

Pada pertengahan 2025, sebuah perusahaan solusi geospasial melakukan rebranding strategis dengan mengadopsi nama GeoSurv Indonesia dan memperbarui visi serta misinya. Hal tersebut disebabkan oleh persaingan harga yang ketat, tidak adanya fungsi pemasaran yang terstruktur, serta ketergantungan yang tinggi pada jaringan pribadi pendiri dan tender pemerintah untuk memperoleh klien. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengembangan pasar bagi GeoSurv dengan menentukan pasar sasaran yang paling sesuai dari tiga pasar potensial, yaitu pengembangan gim, konstruksi dan perencanaan kota, serta pemerintah daerah, mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan pelanggan pada pasar yang dipilih, dan merancang strategi pemasaran yang tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap dua perwakilan perusahaan dan enam perwakilan dari ketiga pasar potensial. Data tersebut didukung oleh data sekunder yang meliputi laporan industri, dokumen regulasi, catatan internal perusahaan, dan informasi kompetitor. Data wawancara dianalisis menggunakan metodologi Gioia dan beberapa kerangka analisis strategis. Analisis wawancara pasar potensial menghasilkan enam dimensi agregat yang meliputi permintaan, hambatan adopsi, unit pengambil keputusan, kriteria pemilihan vendor, faktor retensi vendor, dan ekspektasi layanan. Pada industri pengembangan gim, permintaan masih terbatas karena rendahnya kesadaran terhadap layanan serta ketersediaan alternatif gratis. Pada pasar konstruksi dan perencanaan kota, permintaan bersifat stabil dan pelanggan membutuhkan data yang lengkap serta siap digunakan, khususnya untuk perhitungan pekerjaan tanah, sementara keputusan pembelian ditentukan oleh insinyur dan tim teknis. Pada pasar pemerintah daerah, permintaan juga relatif stabil, namun sering kali terhambat oleh keterbatasan anggaran. Tantangan yang ditemukan pada ketiga pasar meliputi persaingan dari metode manual dan alternatif gratis, rendahnya kesadaran terhadap nilai layanan yang ditawarkan, ketidakjelasan struktur harga, serta preferensi terhadap vendor yang memiliki rekam jejak yang telah terbukti. Berdasarkan temuan tersebut serta hasil analisis industri dan internal perusahaan, pasar konstruksi dan perencanaan kota dipilih sebagai pasar sasaran yang paling sesuai dengan fokus awal pada proyek design-and-build swasta dengan nilai di bawah sekitar satu miliar rupiah. Pasar pemerintah daerah diposisikan sebagai pasar sekunder yang akan dikembangkan setelah perusahaan memiliki rekam jejak yang lebih kuat, sedangkan pasar pengembangan gim dipertahankan sebagai peluang jangka panjang. Untuk memasuki pasar sasaran tersebut, GeoSurv perlu menerapkan strategi pengembangan pasar blue ocean yang berfokus pada pembeli teknis dalam proyek design-and-build. Sebelumnya perusahaan mengasumsikan bahwa arsitek merupakan pengguna utama layanannya, namun hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna dan pengambil keputusan yang sebenarnya adalah fungsi teknis seperti insinyur sipil dan tim design-and-build. Berdasarkan temuan tersebut, produk MapReady perlu diposisikan ulang sebagai solusi siap pakai untuk kebutuhan teknik yang menggabungkan data medan tiga dimensi yang akurat, analisis cut-and-fill, pemetaan infrastruktur, dan jaminan layanan. Didukung oleh bauran pemasaran tujuh P dan rencana implementasi bertahap selama dua puluh empat bulan, strategi ini bertujuan membangun fungsi pemasaran dan penjualan yang khusus, menciptakan jalur pemasaran multi-kanal, serta mengurangi ketergantungan pada jaringan pribadi pendiri. Dengan mengutamakan transparansi harga, posisi berbasis nilai, dan dokumentasi referensi proyek, GeoSurv dapat bersaing berdasarkan nilai yang diberikan dibandingkan semata mata berdasarkan harga.

2026
👤 Penulis: Fasya Indy Salsabilla
🏷️ Geospasial 🏷️ Pemasaran Solusi Geospasial 🏷️ Analisis Pasar

DESAIN DAN IMPLEMENTASU SISTEM INSTRUMENTASI DATA MULTIPARAMETER UNTUK KARAKTERISASI MOTOR INDUKSI TIGA FASA BERBASIS ANALISIS DOMAIN WAKTU DAN FREKUENSI

Motor induksi tiga fasa merupakan penggerak utama lini produksi industri, namun kegagalannya masih terjadi pada saat operasi berjalan meskipun perawatan terjadwal telah diterapkan, sementara analisis kondisi multi-domain hanya bermakna apabila data akuisisinya valid sesuai prinsip garbage in, garbage out. Tugas akhir ini menyajikan penyiapan motor under test berupa motor induksi tiga fasa 0,25 HP yang dikendalikan Variable Frequency Drive (VFD) beserta rangkaian proteksi dan beban eddy current brake, serta desain dan implementasi sistem instrumentasi data multi-parameter berbasis empat node ESP32 sebagai bagian dari sistem predictive maintenance dan fault diagnostics yang terintegrasi IoT. Arus tiga fasa diakuisisi untuk memantau kondisi elektrikal dan vibrasi untuk kondisi mekanikal dengan analisis yang diutamakan pada domain frekuensi, sementara kecepatan putar dan suhu casing menjadi parameter pendukung validasi, dan telemetri VFD memastikan keluaran VFD sesuai dengan masukan yang diberikan. Hasil pengujian menunjukkan seluruh spesifikasi terpenuhi, dengan kesalahan pengukuran arus RMS sebesar 0,43 hingga 1,20% terhadap batas 3% dan galat kecepatan putar sebesar 0,11 hingga 0,34% terhadap batas 1% pada seluruh setpoint 20 hingga 100 Hz, serta telemetri yang terbaca dengan benar hingga setpoint maksimum 100 Hz. Analisis spektrum vibrasi pada kondisi healthy mengidentifikasi empat komponen frekuensi yang seluruhnya dapat dijelaskan secara fisis dari karakteristik operasi normal motor yang digerakkan VFD. Sistem terintegrasi ini menghasilkan data multi-parameter yang valid dan membentuk baseline referensi untuk pengembangan deteksi dan diagnosis kegagalan motor pada tahap selanjutnya.

2026
👤 Penulis: Muhammad Ahza Bayanaka W.
🏷️ Analisis Spektrum 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Industri 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN PERANGKAT SAJI DENGAN PENDEKATAN FILOSOFI "SOMÉAH HADÉ KA SÉMAH" BERDASARKAN BUDAYA MAKAN MASYARAKAT SUNDA

Filosofi Soméah Hadé Ka Sémah yang bermakna memuliakan dan menyambut tamu dengan sepenuh hati, merupakan inti identitas kultural masyarakat Sunda yang termanifestasi secara total dalam tata cara hidup, arsitektur, dan artefak Masyarakat Adat Kampung Naga, Tasikmalaya. Nilai-nilai luhur tersebut tertuang dalam tradisi komunal botram, kosmologi tritangtu yang membagi ruang menjadi tiga zona bermakna, serta kekayaan kriya bambu lokal seperti anyaman sasag, teknik palupuh, dan konstruksi bilik. Namun, praktik botram komunal menghadapi kendala fungsional nyata: topografi Kampung Naga yang berundak memaksa tuan rumah memindahkan wadah saji satu per satu ke area sanitasi luar, sementara penetrasi wadah plastik modern mengikis keselarasan visual kriya tradisional. Melalui pendekatan Design Ethnography berbasis penggalian nilai budaya Sunda, penelitian ini merumuskan solusi berupa Perangkat Saji Modular “Soméah” untuk kapasitas jamuan tujuh orang. Sistem produk ini mengadopsi kosmologi tritangtu yang ditranslasikan menjadi sistem modul vertikal yang compact, ringan, dan mudah dibawa. Karakteristik produk mengeksplorasi material tunggal organik 100% bambu lokal (food grade) dengan sistem penempatan alas daun pisang alami. Hasil akhir perancangan berhasil menjawab tantangan fungsional sekaligus bertindak sebagai instrumen kultural untuk meningkatkan nilai-nilai komunal Sunda. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi keragaman teknik kriya tradisional lokal sebagai bahasa rupa yang mengekspresikan keramahan, sehingga produk berperan sebagai artefak hidup yang menghidupkan kembali kemurnian tradisi botram sekaligus menjaga keberlanjutan regenerasi kriya bambu setempat.

2026
👤 Penulis: Cynthia Decy Fauziah
🏷️ Kepustakaan Budaya Masyarakat Adat 🏷️ Desain Ethnografis 🏷️ Teknik Kriya Tradisional

KUANTIFIKASI SERAPAN AIR DAN NERACA ENERGI BUDIDAYA SELADA MERAH (LACTUCA SATIVA L.) PADA BERBAGAI SPEKTRUM CAHAYA BUATAN

Pencahayaan buatan berbasis light-emitting diode (LED) merupakan inovasi pertanian modern dengan potensi tinggi dalam sistem controlled environment agriculture yang memungkinkan pengaturan informasi pencahayaan spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan spektrum pencahayaan buatan paling ideal dalam proses konversi energi foton dan listrik menjadi energi biomassa selada merah (Lactuca sativa L.) serta menentukan spektrum pencahayaan buatan paling ideal dalam akumulasi biomassa selada merah (Lactuca sativa L.) per serapan air. Penelitian membandingkan pengaruh perlakuan pencahayaan buatan berbasis high power LED P1 (warm white 3000 K), P2 (pure white 6000 K), P3 (cool white 8000 K), P4 (monokromatik 1R:1B), dan P5 (monokromatik 3R:1B) terhadap karakterisasi rangkaian pencahayaan buatan, kandungan energi biomassa, neraca konversi energi, dan serapan air budidaya. Setiap perlakuan diulang dalam empat ruang pertumbuhan dengan posisi yang diacak menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Analisis statistika dilakukan menggunakan uji one-way ANOVA dan Tukey HSD, Welch’s ANOVA dan Games-Howell, serta Kruskal-Wallis dan Dunn. Karakterisasi rangkaian pencahayaan buatan mengukur daya foton pencahayaan (PAR), total konsumsi energi listrik (TEEC), dan efikasi produksi foton (PPE) melalui pengukuran daya listrik dan spektroradiometri. PAR mencapai nilai tertinggi pada P3 sebesar 0.221 + 0.009 MJ?m?2?h?1. TEEC tertinggi terdapat pada P1 sebesar 28.63 + 0.00 kWh. PPE mencapai nilai tertinggi pada P4 sebesar 0.680 + 0.008 ?mol?J-1. Kandungan energi biomassa dianalisis melalui pengukuran nilai kalor (HHV) melalui kalorimetri dan perhitungan akumulasi energi kimia (CEY) biomassa kering. Tidak terdapat perbedaan nyata perlakuan pencahayaan terhadap nilai HHV dengan rata-rata total sebesar 15.07 + 0.48 MJ?kg-1. CEY mencapai nilai tertinggi pada P1 sebesar 0.251 + 0.045 MJ. Neraca konversi energi meninjau efisiensi konversi energi foton (LUE) dan listrik (ECE) menjadi energi kimia dalam biomassa serta akumulasi biomassa segar (EUE, fresh) dan kering (EUE, dry) per konsumsi energi listrik. LUE mencapai nilai tertinggi pada P1 sebesar 1.61 + 0.07%. ECE mencapai nilai tertinggi pada P5 sebesar 0.29 + 0.08%. EUE, fresh mencapai nilai tertinggi pada P5 sebesar 9.91 + 2.61 g?kWh-1. EUE, dry mencapai nilai tertinggi pada P5 sebesar 0.69 + 0.18 g?kWh-1. Serapan air dikuantifikasi dengan menghitung akumulasi biomassa segar (WUE, fresh) dan kering (WUE, dry) per serapan air tanaman. WUE, fresh mencapai nilai tertinggi pada P1 sebesar 49.29 + 7.62 g?L-1. WUE, dry mencapai nilai tertinggi pada P1 sebesar 3.53 + 0.69 g?L-1. Dari penelitian ini, didapatkan bahwa P1 memiliki efisiensi tertinggi dalam mengonversi energi foton menjadi energi kimia biomassa serta mengakumulasi biomassa per volume penyerapan air, sedangkan P5 memiliki efisiensi tertinggi dalam mengonversi energi listrik menjadi energi kimia biomassa.

2026
👤 Penulis: Samuel Balapradana Simanjuntak
🏷️ Kehutanan 🏷️ Controlled Environment Agriculture (Cea) 🏷️ Hidrologi

UJI AKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA (L.) URB.), LADA HITAM (PIPER NIGRUM L.), KUNYIT (CURCUMA LONGA L.), DAN JAMUR LION’S MANE (HERICIUM ERINACEUS (BULL.) PERS.) TERHADAP FUNGSI KOGNITIF PADA MODEL PENYAKIT ALZHEIMER YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOSIN INTRACEREBROVENTRICULAR PADA MENCIT GALUR BALB/C

Penyakit Alzheimer masih menjadi tantangan besar karena penurunan kognitif terjadi secara progresif, sementara terapi yang tersedia belum mampu menghentikan kerusakan neuron secara menyeluruh. Kondisi ini semakin kompleks karena patogenesis Alzheimer melibatkan berbagai proses yang saling berkaitan, seperti akumulasi ?-amyloid, hiperfosforilasi tau, neuroinflamasi, stres oksidatif, dan gangguan hipokampus. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan neuroprotektif multitarget, salah satunya melalui kombinasi bahan alam. Penelitian ini mengevaluasi aktivitas kombinasi ekstrak pegagan (Centella asiatica), kunyit (Curcuma longa), lada hitam (Piper nigrum), dan jamur Lion’s Mane (Hericium erinaceus) pada mencit BALB/c model Alzheimer yang diinduksi streptozotosin secara intracerebroventricular. Sebanyak 49 mencit jantan dibagi menjadi tujuh kelompok, yaitu kelompok vehicle, kontrol negatif STZ-ICV, kontrol positif donepezil, serta kelompok perlakuan kombinasi ekstrak komposisi A dan B pada dosis 71,5 dan 143 mg/kg bobot badan. Induksi STZ-ICV dilakukan pada hari ke-0 dan ke-2, dilanjutkan evaluasi perilaku pascainduksi, pemberian perlakuan oral selama 14 hari, evaluasi perilaku pascaterapi, dan terminasi untuk pengambilan jaringan otak. Evaluasi fungsi kognitif dilakukan menggunakan Morris Water Maze dan Y-Maze. Kadar ?-amyloid, phosphorylated tau, dan IL-1? dianalisis menggunakan metode ELISA, aktivitas asetilkolinesterase dianalisis menggunakan metode Ellman, kadar malondialdehyde dianalisis menggunakan metode TBARS, aktivitas katalase dianalisis menggunakan metode SSA-CAT, dan gambaran morfologi hipokampus diamati melalui pemeriksaan histopatologi. Induksi STZ-ICV menyebabkan gangguan kognitif, peningkatan biomarker patologis, dan degenerasi hipokampus. Kombinasi ekstrak mampu memperbaiki parameter dibandingkan kontrol negatif, dengan Komposisi B dosis 71,5 mg/kg bobot badan menunjukkan efek neuroprotektif paling konsisten.

2026
👤 Penulis: Marcia Agita Setiawan
🏷️ Alzheimer 🏷️ Kombinasi Ekstrak Alam 🏷️ Penyakit Kognitif

STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR UNTUK SOLUSI GEOSPASIAL: STUDI KASUS GEOSURV INDONESIA

Pada pertengahan 2025, sebuah perusahaan solusi geospasial melakukan rebranding strategis dengan mengadopsi nama GeoSurv Indonesia dan memperbarui visi serta misinya. Hal tersebut disebabkan oleh persaingan harga yang ketat, tidak adanya fungsi pemasaran yang terstruktur, serta ketergantungan yang tinggi pada jaringan pribadi pendiri dan tender pemerintah untuk memperoleh klien. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengembangan pasar bagi GeoSurv dengan menentukan pasar sasaran yang paling sesuai dari tiga pasar potensial, yaitu pengembangan gim, konstruksi dan perencanaan kota, serta pemerintah daerah, mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan pelanggan pada pasar yang dipilih, dan merancang strategi pemasaran yang tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap dua perwakilan perusahaan dan enam perwakilan dari ketiga pasar potensial. Data tersebut didukung oleh data sekunder yang meliputi laporan industri, dokumen regulasi, catatan internal perusahaan, dan informasi kompetitor. Data wawancara dianalisis menggunakan metodologi Gioia dan beberapa kerangka analisis strategis. Analisis wawancara pasar potensial menghasilkan enam dimensi agregat yang meliputi permintaan, hambatan adopsi, unit pengambil keputusan, kriteria pemilihan vendor, faktor retensi vendor, dan ekspektasi layanan. Pada industri pengembangan gim, permintaan masih terbatas karena rendahnya kesadaran terhadap layanan serta ketersediaan alternatif gratis. Pada pasar konstruksi dan perencanaan kota, permintaan bersifat stabil dan pelanggan membutuhkan data yang lengkap serta siap digunakan, khususnya untuk perhitungan pekerjaan tanah, sementara keputusan pembelian ditentukan oleh insinyur dan tim teknis. Pada pasar pemerintah daerah, permintaan juga relatif stabil, namun sering kali terhambat oleh keterbatasan anggaran. Tantangan yang ditemukan pada ketiga pasar meliputi persaingan dari metode manual dan alternatif gratis, rendahnya kesadaran terhadap nilai layanan yang ditawarkan, ketidakjelasan struktur harga, serta preferensi terhadap vendor yang memiliki rekam jejak yang telah terbukti. Berdasarkan temuan tersebut serta hasil analisis industri dan internal perusahaan, pasar konstruksi dan perencanaan kota dipilih sebagai pasar sasaran yang paling sesuai dengan fokus awal pada proyek design-and-build swasta dengan nilai di bawah sekitar satu miliar rupiah. Pasar pemerintah daerah diposisikan sebagai pasar sekunder yang akan dikembangkan setelah perusahaan memiliki rekam jejak yang lebih kuat, sedangkan pasar pengembangan gim dipertahankan sebagai peluang jangka panjang. Untuk memasuki pasar sasaran tersebut, GeoSurv perlu menerapkan strategi pengembangan pasar blue ocean yang berfokus pada pembeli teknis dalam proyek design-and-build. Sebelumnya perusahaan mengasumsikan bahwa arsitek merupakan pengguna utama layanannya, namun hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna dan pengambil keputusan yang sebenarnya adalah fungsi teknis seperti insinyur sipil dan tim design-and-build. Berdasarkan temuan tersebut, produk MapReady perlu diposisikan ulang sebagai solusi siap pakai untuk kebutuhan teknik yang menggabungkan data medan tiga dimensi yang akurat, analisis cut-and-fill, pemetaan infrastruktur, dan jaminan layanan. Didukung oleh bauran pemasaran tujuh P dan rencana implementasi bertahap selama dua puluh empat bulan, strategi ini bertujuan membangun fungsi pemasaran dan penjualan yang khusus, menciptakan jalur pemasaran multi-kanal, serta mengurangi ketergantungan pada jaringan pribadi pendiri. Dengan mengutamakan transparansi harga, posisi berbasis nilai, dan dokumentasi referensi proyek, GeoSurv dapat bersaing berdasarkan nilai yang diberikan dibandingkan semata mata berdasarkan harga.

2026
👤 Penulis: Haryo Agung Wibowo
🏷️ Geospasial 🏷️ Pemasaran Perusahaan 🏷️ Analisis Pasar

METABOLIT SEKUNDER DARI DAUN DEHAASIA SUMATRANA (LAURACEAE) DAN UJI AKTIVITAS INHIBISINYA TERHADAP ENZIM KOLINESTERASE

Penyakit Alzheimer merupakan salah satu masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Eksplorasi senyawa bioaktif baru yang berpotensi menghambat enzim kolinesterase yang berperan dalam penyakit Alzheimer sangat penting untuk dilakukan. Biodiversitas tumbuhan Indonesia yang tinggi dan dikenal dengan potensinya sebagai sumber obat memberikan peluang besar dalam penemuan senyawa bioaktif alami. Salah satu tumbuhan obat yang banyak ditemukan di Indonesia adalah Dehaasia. Tumbuhan dalam genus ini termasuk dalam famili Lauraceae dan tersebar luas di wilayah Asia Tenggara dan Cina. Genus ini diketahui mengandung metabolit sekunder golongan alkaloid, terpenoid, dan fenilpropanoid, dengan aktivitas biologis yang beragam, sehingga berpotensi untuk digunakan dan dikembangkan sebagai obat. Salah satu spesies dari genus ini adalah Dehaasia sumatrana. Namun, hingga saat ini penelitian kajian metabolit sekunder pada daun tumbuhan D. sumatrana serta bioaktivitas anti-Alzheimernya belum pernah dilaporkan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi metabolit sekunder yang terkandung dalam daun D. sumatrana yang tumbuh di Kebun Raya Bogor, Indonesia, serta menguji aktivitas inhibisi enzim kolinesterase dari ekstrak metanol daun D. sumatrana dan senyawa hasil isolasi. Proses isolasi dimulai dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi terhadap serbuk daun dalam pelarut metanol. Klorofil dari ekstrak metanol daun dipisahkan dengan ekstraksi cair-cair menggunakan n-heksana. Ekstrak metanol bebas klorofil selanjutnya difraksinasi dan dimurnikan melalui berbagai teknik kromatografi, yaitu kromatografi cair vakum (KCV), kromatografi kolom gravitasi (KKG) menggunakan fasa diam silika, serta KKG menggunakan fasa diam Sephadex LH-20. Senyawa murni hasil isolasi diidentifikasi strukturnya menggunakan spektroskopi NMR (1D dan 2D), spektrometri massa (MS), dan putaran optik. Senyawa hasil isolasi dari ekstrak daun D. sumatrana kemudian diuji lebih lanjut aktivitas inhibisinya terhadap enzim asetilkolinesterase dan butirilkolinesterase. Pada penelitian ini telah berhasil diperoleh dua lignan dibenzosiklooktadiena, yaitu kadsulignan L dan kadsulignan N, dari ekstrak daun D. sumatrana. Kedua senyawa tersebut pertama kali diidentifikasi pada genus Dehaasia (Lauraceae), tetapi telah dilaporkan dari genus lain, seperti Kadsura (Schisandraceae). Hasil uji bioaktivitas menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun, kadsulignan L, dan kadsulignan N memiliki persentase inhibisi terhadap asetilkolinesterase berturut-turut sebesar 59,9 ± 1,87%; 6,5 ± 2,36%; dan 19,2 ± 2,34%. Sementara itu, persentase inhibisi terhadap butirilkolinesterase berturut-turut adalah 59,3 ± 2,26%; 25,9 ± 2,91%; dan 11,3 ± 2,35%. Hasil tersebut juga memperlihatkan bahwa ekstrak metanol daun dan kedua senyawa hasil isolasi memiliki aktivitas inhibisi yang rendah terhadap enzim asetilkolinesterase dan butirilkolinesterase.

2026
👤 Penulis: Valezka Minerva Suharli
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) BERBASIS MOVING BED BIOFILM REACTOR (MBBR) DI JAKARTA MENGGUNAKAN METODE LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA).

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berbasis Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) semakin banyak diadopsi untuk pengolahan air limbah domestik karena efisiensinya dalam menyisihkan BOD, COD, dan amonia. Namun, operasionalnya yang mengandalkan aerasi intensif berpotensi menimbulkan beban lingkungan yang signifikan dan kajian kuantitatif mengenai hal ini di Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini menganalisis dampak lingkungan IPAL MBBR X di Jakarta Selatan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA) dengan pendekatan gate-to-gate dan metode karakterisasi CML Baseline 2001. Tiga kategori dampak yang dikaji adalah Global Warming Potential (GWP), Acidification Potential (AP), dan Eutrophication Potential (EP), dengan unit fungsional 1 m³ air limbah terolah. Data operasional diperoleh selama periode Oktober–Desember 2025. Hasil analisis menunjukkan nilai GWP sebesar 1,4091 kg CO?-eq/m³, AP sebesar 0,0303 kg SO?- eq/m³, dan EP sebesar 0,024 kg PO?³?-eq/m³. Unit MBBR BOD/COD menjadi hotspot utama untuk GWP (61,65%) dan AP (49,2%), yang sebagian besar didorong oleh konsumsi energi blower aerasi. Temuan menarik diperoleh pada kategori EP yaitu unit MBBR amonia mendominasi dampak eutrofikasi (42,16%) bukan karena kandungan nutrien sisa di efluen, melainkan akibat pelepasan fosfor intraseluler dari lisis sel bakteri nitrifikasi yang mengalami tekanan metabolik ditandai dengan lonjakan total fosfor hingga 13,2 kali lipat. Tiga skenario perbaikan diusulkan yaitu instalasi Solar Panel yang berpotensi menurunkan GWP sebesar 26,9% dan AP sebesar 9,22%, Variable Frequency Drive (VFD) berpotensi menurunkan GWP sebesar 14% dan AP sebesar 4,8%, serta peningkatan dosis PAC sebesar 30% untuk menurunkan EP sebesar 3,89%. Analisis sensitivitas lanjut menunjukkan bahwa dekarbonisasi jaringan listrik PLN dalam jangka panjang berpotensi memberikan penurunan GWP hingga 79,6% pada skenario energi terbarukan penuh.

2026
👤 Penulis: Putri Fatimah Azzahra
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGEMBANGAN MODEL PREDIKTIF TERINTEGRASI ANTARA KESIAPAN KARGO PULP DAN KEDATANGAN KAPAL BREAKBULKUNTUK MENURUNKAN BIAYA DEMURRAGEDAN BIAYA INVENTORI DI PT. X

Sinkronisasi antara kesiapan kargo dan kedatangan kapal merupakan tantangan utama dalam operasional pengapalan pulp breakbulk di PT. X karena secara langsung memengaruhi biaya demurrage, biaya inventori, dan efisiensi logistik. Dalam praktiknya, keputusan penjadwalan pemuatan kapal umumnya masih ditentukan berdasarkan perencanaan statis tanpa mengintegrasikan informasi prediktif mengenai kesiapan kargo dan kedatangan kapal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan suatu kerangka sistem pendukung keputusan prediktif terintegrasi untuk mengoptimalkan keputusan penjadwalan pemuatan kapal melalui integrasi prediksi kesiapan kargo dan prediksi kedatangan kapal untuk meminimalkan total biaya logistik yang terdiri atas biaya demurrage dan biaya inventori. Prediksi kesiapan kargo dilakukan menggunakan model hibrida yang mengombinasikan rencana produksi, Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average with Exogenous Variables (SARIMAX), dan produksi historis dengan komposisi bobot optimum 60:30:10, sedangkan deviasi kedatangan kapal diprediksi menggunakan model Extreme Gradient Boosting (XGBoost). Hasil kedua model diintegrasikan melalui mekanisme penambahan hari sebagai buffer untuk menghasilkan rekomendasi penjadwalan pemuatan kapal yang adaptif. Kinerja model kemudian dievaluasi menggunakan pendekatan minimasi biaya demurrage dan biaya inventori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model prediksi kesiapan kargo yang diusulkan mampu menurunkan Mean Absolute Error (MAE) sebesar 76,7%, dari 2,15 hari pada kondisi saat ini menjadi 0,50 hari. Selain itu, model prediksi kedatangan kapal berbasis XGBoost mampu menurunkan MAE sebesar 30,0%, dari 1,50 hari menjadi 1,05 hari. Integrasi keduanya menghasilkan rekomendasi penjadwalan kedatangan kapal yang lebih adaptif terhadap variasi produksi dan ketidakpastian kedatangan kapal, sehingga mampu menurunkan total biaya logistik hingga 84% dibandingkan praktik saat ini. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan yang diusulkan tidak hanya meningkatkan akurasi prediksi, tetapi juga secara efektif menerjemahkan hasil prediksi menjadi keputusan operasional yang mampu meningkatkan efisiensi logistik. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pengembangan sistem pendukung keputusan yang menghubungkan proses peramalan dengan keputusan penjadwalan kedatangan kapal untuk mendukung pengambilan keputusan operasional yang lebih efektif.

2026
👤 Penulis: Agustine D. Karina Sebayang
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Data
Halaman 2 dari 6754
💬