📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

DAMPAK KEGAGALAN LAYANAN BERULANG DAN DIMENSI KEADILAN PEMULIHAN LAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DALAM INDUSTRI RIDE-HAILING DI INDONESIA: PERAN MEDIASI KEPUASAN PELANGGAN

Studi ini mengkaji bagaimana kegagalan layanan yang berulang dan pemulihan layanan yang berulang memengaruhi loyalitas pelanggan di industri transportasi daring Indonesia, dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi. Industri transportasi online adalah industri yang sangat kompetitif, dan kepuasan pelanggan merupakan faktor kunci untuk mempertahankan loyalitas. Namun demikian, layanan transportasi daring sering mengalami gangguan operasional, termasuk pembatalan oleh pengemudi, penundaan, rute yang salah, atau biaya tersembunyi yang dapat mengurangi kepercayaan pengguna dalam jangka panjang. Untuk melihat dampak kegagalan ini terhadap pelanggan dan bagaimana strategi pemulihan kegagalan layanan dapat memulihkan loyalitas pelanggan, makalah ini akan membahas dampak langsung dan tidak langsung dari frekuensi kegagalan layanan dan strategi pemulihan layanan berdasarkan kerangka kerja keadilan yang dirasakan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian metode campuran, yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif untuk menghasilkan informasi yang mendalam. Data yang diberikan oleh 207 responden yang mengalami kegagalan layanan saat menggunakan layanan transportasi daring di Indonesia dianalisis dengan bantuan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Model ini mengkaji bagaimana dimensi kegagalan layanan berulang (RSF) dan pemulihan layanan (keadilan distributif, prosedural, dan interaksional) memengaruhi kepuasan dan loyalitas pelanggan. Untuk membandingkan hasil kuantitatif dengan data kualitatif, tinjauan pustaka dan analisis kontekstual pasar transportasi daring Indonesia digunakan untuk memperoleh wawasan kualitatif. Temuan ini mengungkapkan beberapa hasil penting. Pertama, kepuasan pelanggan dipengaruhi secara negatif tetapi tidak signifikan secara statistik oleh kegagalan layanan berulang. Hal ini menyiratkan bahwa meskipun kegagalan berulang mengganggu pelanggan, hal tersebut tidak selalu berdampak signifikan terhadap penurunan kepuasan. Hasil terakhir ini konsisten dengan Paradoks Pemulihan Layanan (SRP), yang menyatakan bahwa pemulihan yang berhasil dapat memitigasi atau bahkan mengimbangi dampak buruk kegagalan. Ketika pelanggan yakin bahwa perusahaan memberikan kompensasi yang adil, memiliki prosedur yang jelas, respons yang responsif dan penuh pengertian, serta menanganinya tepat waktu, mereka tampaknya lebih toleran terhadap kegagalan. Kedua, dimensi Keadilan Pemulihan Layanan, yaitu Keadilan Distributif, Prosedural, dan Interaksional, memberikan pengaruh positif dan kuat terhadap kepuasan pelanggan. Temuan ini menunjukkan bahwa pelanggan mempertimbangkan pemulihan layanan dalam hal keadilan, kompensasi, transparansi, dan kesopanan. Dalam penelitian ini, kompensasi ditemukan sebagai sumber kepuasan yang paling penting, yang menunjukkan pentingnya imbalan fisik dalam mendapatkan kembali kepercayaan pelanggan. Selain itu, komunikasi yang penuh hormat dan respons yang cepat akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap persepsi keadilan di antara pelanggan. Ketiga, ditemukan bahwa pemulihan layanan yang berulang merupakan cara yang efektif untuk menangkal dampak negatif dari kegagalan layanan yang berulang melalui efek mediasi kepuasan pelanggan. Penelitian menunjukkan bahwa pemulihan berkualitas tinggi dapat memperbaiki persepsi pelanggan dan mendorong tingkat loyalitas yang sama bahkan ketika terjadi kegagalan yang berulang, meskipun RSF tidak berdampak langsung pada loyalitas. Hal ini menunjukkan perlunya sistem manajemen pemulihan yang berfokus pada keadilan, empati, dan efisiensi. Secara keseluruhan, studi ini menyoroti pentingnya kepuasan pelanggan sebagai faktor mediasi dalam hubungan antara pemulihan layanan dan loyalitas pelanggan dalam industri transportasi daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mempertahankan loyalitas tidak hanya membutuhkan minimalisasi kegagalan layanan, tetapi yang lebih penting adalah peningkatan operasi pemulihan layanan.

2026
👤 Penulis: Panji Yudhapratama Wibowo
🏷️ Transportasi Daring 🏷️ Kepuasan Pelanggan 🏷️ Pemulihan Layanan

MEMPERKUAT KETAHANAN PELAYANAN KESEHATAN INDONESIA MELALUI PEMBANGUNAN PRODUKSI ALAT KESEHATAN DALAM NEGERI

Sistem kesehatan Indonesia masih sangat bergantung pada impor dializer, dengan sekitar 89% dari kebutuhan nasional dipasok dari luar negeri. Tingkat ketergantungan impor yang tinggi ini berdampak pada sektor kesehatan berupa gangguan pasokan dan arus keluar modal yang berkelanjutan, masalah yang menjadi sangat jelas selama pandemi COVID-19. Sejalan dengan jumlah pasien yang membutuhkan dialisis rutin yang terus meningkat, permintaan akan alat medis dialisis juga meningkat. Situasi ini menekankan pentingnya pengembangan fasilitas manufaktur lokal untuk memperkuat ketahanan kesehatan di Indonesia. Studi ini menilai kelayakan pendirian fasilitas manufaktur dializer lokal di Indonesia melalui studi kasus PT. Ichiban Medical Global (nama samaran). Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan data primer dari sumber internal perusahaan, termasuk proyeksi investasi, biaya, dan operasional, yang didukung oleh data sekunder dari peraturan pemerintah, BPJS Kesehatan, asosiasi industri, dan organisasi kesehatan internasional. Analisis mencakup permintaan pasar, dukungan regulasi di bawah kebijakan Persyaratan Konten Domestik (TKDN), kesiapan teknis dan operasional, dan kelayakan finansial menggunakan metode penganggaran modal. Hasil penelitian menunjukkan permintaan pasar yang kuat dan berkelanjutan yang didukung oleh cakupan BPJS dan peraturan dializer sekali pakai, serta kebijakan pemerintah yang menguntungkan seperti insentif TKDN dan pengadaan e-Katalog. Analisis keuangan menunjukkan hasil investasi yang positif, dengan Nilai Sekarang Bersih (NPV) yang positif, Tingkat Pengembalian Internal (IRR) di atas biaya modal, dan periode pengembalian modal yang dapat diterima. Secara keseluruhan, studi ini menyimpulkan bahwa manufaktur dializer lokal layak secara finansial dan penting secara strategis untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat sistem kesehatan Indonesia.

2026
👤 Penulis: Yudi Abdillah Sobrizal
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGARUH FITUR E-COMMERCE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN: STUDI INTEGRASI LOGISTIK, INTEGRASI KECERDASAN BUATAN, GAMIFIKASI, DAN ELEMEN PERDAGANGAN SOSIAL

Penelitian ini menganalisis pengaruh empat fitur e-commerce (Artificial Intelligence (AI), perdagangan sosial, gamifikasi, dan logistik) terhadap perilaku konsumen di Indonesia. Fokus utama penelitian adalah menilai peran fitur-fitur tersebut dalam keputusan pembelian, trafik platform, dan penjualan, sekaligus membedakan mana yang menjadi penggerak utama dan mana yang berfungsi sebagai pendukung atau baseline. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perdagangan sosial menjadi penggerak utama keputusan pembelian, karena konsumen sangat dipengaruhi oleh konten buatan pengguna, ulasan, dan influencer. Gamifikasi berperan penting dalam menjaga trafik dan mendorong penjualan, terutama jika dikaitkan dengan hadiah dan insentif. Sementara itu, AI dan logistik tetap krusial sebagai baseline, di mana konsumen menuntut personalisasi, rekomendasi akurat, pengiriman andal, serta pelacakan transparan sebagai standar minimum. Implikasi manajerial menekankan perlunya strategi bertahap yang menyeimbangkan pencapaian jangka pendek dan daya saing jangka panjang. Studi ini berkontribusi secara teoretis dan praktis dengan memberikan peta jalan investasi strategis berbasis fitur e-commerce.

2026
👤 Penulis: Cetta Warastri Briliantoro
🏷️ Perdagangan Sosial Dan Gamifikasi Di E-Commerce

KAPASITAS KONSUMSI KARBON DIOKSIDA OLEH GALDIERIA SULPHURARIA KDM

Peningkatan emisi karbon dioksida (CO?) mendorong pengembangan teknologi penangkapan CO2 yang efektif, termasuk pendekatan berbasis mikroalga yang mampu mengasimilasi karbon anorganik, seperti CO2, melalui fotosintesis. Galdieria sulphuraria KDM (isolat koleksi Kelompok Keilmuan Biokimia dan Rekayasa Biomolekul ITB dari Kawah Domas, Tangkubanparahu) merupakan mikroalga termoasidofil yang mampu tumbuh pada kondisi sangat asam (pH < 2) dan suhu tinggi hingga 56°C, sehingga berpotensi diaplikasikan dalam sistem penangkapan CO? pada kondisi ekstrem. Meskipun kelarutan CO? menurun pada suhu tinggi, G. sulphuraria KDM tetap menunjukkan pertumbuhan autotrof, yang mengindikasikan adanya adaptasi fisiologis unik dalam sistem fotosintesisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas konsumsi CO? dan karakteristik fotosintesis G. sulphuraria KDM sebagai dasar pengembangan teknologi penangkapan CO? berbasis mikroalga termoasidofilik. Penelitian ini meliputi penentuan konsentrasi media pertumbuhan terbaik, penentuan parameter pengukuran konsumsi CO? (intensitas cahaya, volume, dan kerapatan sel), penentuan kapasitas konsumsi CO? menggunakan FL23 Algal CO? Package, serta pengukuran laju evolusi O? menggunakan Oxygraph+ untuk mengevaluasi efisiensi pemanfaatan karbon anorganik (CO? dan HCO??). Hasil penelitian menunjukkan bahwa G. sulphuraria KDM tumbuh lebih baik pada media Allen 1× dan menunjukkan aktivitas konsumsi CO? tertinggi pada intensitas cahaya 2000 µmol foton m?² s?¹, volume sampel 50 mL, serta kerapatan sel 80–100 juta sel/mL pada fase eksponensial. Kapasitas konsumsi CO? pada media Allen 1× pH 0,8 sebesar 8,61 ± 0,99 µmol CO? mg?¹ klorofil jam?¹, sedangkan pada pH 3,0; 6,0; 7,3; dan 9,0 berturut-turut mencapai 13,03 ± 1,77; 12,72 ± 3,55; 14,63 ± 3,54; dan 12,81 ± 1,39 µmol CO? mg?¹ klorofil jam?¹, yang menunjukkan bahwa G. sulphuraria KDM mampu mempertahankan aktivitas fotosintesis pada rentang pH yang luas. Dibandingkan dengan Chlamydomonas reinhardtii, konsumsi CO? G. sulphuraria KDM pada pH 6,0 dan 7,3 masing-masing 1,3 dan 3 kali lebih tinggi. Laju fotosintesis maksimum (Vmax) G. sulphuraria KDM pada pH 6,0 dan 7,3 masing-masing sebesar 83,85 ± 3,73 dan 79,50 ± 8,84 µmol O? mg?¹ klorofil jam?¹, yang setara dengan C. reinhardtii. Namun, pada pH 7,3, G. sulphuraria KDM menunjukkan laju evolusi O? yang lebih tinggi pada seluruh konsentrasi karbon anorganik yang diuji, yang mengindikasikan efisiensi pemanfaatan karbon anorganik yang lebih tinggi pada kondisi ketika HCO?? merupakan bentuk karbon anorganik dominan. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa G. sulphuraria KDM memiliki fleksibilitas fisiologis yang tinggi dalam pemanfaatan karbon anorganik serta mampu mempertahankan fotosintesis secara efisien pada rentang pH yang luas, termasuk kondisi sangat asam hingga basa, sehingga berpotensi kuat untuk dikembangkan sebagai agen penangkapan CO? berbasis mikroalga.

2026
👤 Penulis: Gita Ostensia Sandeni Putri
🏷️ Karbon Anorganik 🏷️ Galdera Sulphuraria Kdm 🏷️ Fotosintesis Mikroalga

MENURUNKAN TINGKAT PENGUNDURAN DIRI KARYAWAN DI PANAH DENGAN PENDEKATAN METODE CAMPURAN

Perekonomian Indonesia masih bertumbuh positif, begitu pula sektor FMCG dan manufaktur. Perusahaan konsumen lokal Indonesia sedang naik daun di pasar lokal menyusul gelombang gerakan boikot konsumen terhadap produk asing, dan momentum ini harus dimanfaatkan oleh perusahaan lokal untuk mengembangkan bisnis mereka. Untuk mencapai hal tersebut, bisnis membutuhkan jumlah karyawan yang optimal untuk menjalankan strategi dan perencanaan. Tingkat pengunduran diri karyawan yang tinggi menjadi tantangan bagi bisnis untuk menangkap peluang bisnis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan apa saja faktor-faktor kunci yang menyebabkan pengunduran diri, dan juga untuk merancang langkah-langkah untuk mengendalikannya. Tinjauan literatur menghasilkan enam kemungkinan penyebab pengunduran diri karyawan (pengembangan diri, beban kerja, kemajuan karier, hubungan di tempat kerja, penghargaan & pengakuan, dan kepuasan kerja). Sebuah perusahaan konsumen konglomerat lokal digunakan sebagai objek penelitian ini. Analisis dari hasil kuesioner pengunduran diri (n=544), wawancara mendalam dengan karyawan yang mengundurkan diri (menggunakan pengkodean manual), dan kunjungan lapangan ke cabang dilakukan untuk menentukan faktor-faktor pendorong utama pengunduran diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam faktor yang disebutkan di atas memengaruhi keputusan pengunduran diri karyawan, dengan penekanan utama pada kemajuan karier, beban kerja, dan penghargaan & pengakuan yang skornya di bawah rata-rata keseluruhan. Empat inisiatif diusulkan untuk mengendalikan tingkat pengunduran diri, dengan mempertimbangkan hasil pendorong utama pengunduran diri dan hasil tinjauan pustaka. Keempat inisiatif tersebut adalah: pasar kerja internal, jenjang karier ganda, pengaturan kerja fleksibel, dan survei kompensasi eksternal.

2026
👤 Penulis: Dias Murtadho
🏷️ Manajemen Karyawan 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Pendidikan Karir

STRATEGI BERBASIS AHP UNTUK KEBERLANJUTAN BISNIS OPERATOR TRANSPORTASI PUBLIK DI INDONESIA

Studi ini menyusun dan menguji suatu proses pengambilan keputusan bagi Metro Line Jakarta (MLJ) dengan menilai opsi-opsi strategis melalui pendekatan mixed-methods yang dirancang secara jelas untuk mendukung business sustainability jangka panjang dalam konteks angkutan umum perkeretaapian perkotaan (urban rail public transportation). Elemen kualitatif dilakukan melalui wawancara dengan para eksekutif MLJ dan pemangku kepentingan eksternal, yang kemudian direkam, ditranskrip, dikodekan ke dalam tema-tema utama (strategi, tata kelola, keuangan, operasi, isu pemangku kepentingan, risiko), ditelaah dan dikroscek antar kelompok responden, serta divalidasi menggunakan dokumen sekunder untuk melakukan triangulasi dan meminimalkan bias. Bagian kuantitatif mencakup kajian data sekunder yang tersedia serta pelaksanaan survei Analytic Hierarchy Process (AHP) kepada enam responden; seluruh jawaban kemudian diolah menggunakan AHP On-Line Software untuk memeriksa nilai rasio konsistensi. Kondisi keuangan MLJ menunjukkan bahwa pada tahun 2024 tiga sumber pendapatan bergerak ke arah yang berbeda: subsidi mencapai 55,21% dari pendapatan operasi, non-fare sebesar 23,96% (sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya, terutama karena penyesuaian ulang kontrak dan keterlambatan perizinan), dan fare sebesar 20,83%. Beban depresiasi yang besar timbul akibat besarnya aset tetap perkeretaapian yang dimiliki MLJ (depresiasi sekitar 38% dari total pendapatan tahunan MLJ). Seperti disebutkan sebelumnya, pendapatan fare mengikuti tren ridership, sedangkan pendapatan non-farebox menunjukkan pertumbuhan yang moderat. Keterbatasan yang teridentifikasi dari wawancara meliputi akuisisi dan penguasaan lahan, perizinan, serta kredibilitas pasar untuk layanan pelatihan dan konsultasi. Proses Strategi menggunakan PESTLE dan SWOT untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang penting, menerapkan Kepner Tregoe (KT) Decision Analysis untuk menyaring ide berdasarkan persyaratan yang harus dipenuhi, kemudian menggunakan AHP untuk memberi skor dan memeringkat alternatif berdasarkan kriteria yang merepresentasikan tujuan dan kendala MLJ. Model AHP menggunakan empat kriteria utama: Financial, Operations, Reputation/Stakeholder Perceptions, dan Legal/Regulatory. Tiga alternatif dianalisis. Alternative A (Non-farebox Enhancement) mengusulkan perluasan pendapatan dari ritel, iklan, naming rights dan proyek transit-oriented development (TOD) untuk menghasilkan pendapatan komersial yang stabil. Alternative B (Holding and Subsidiaries Re-strategy) bertujuan memperjelas peran anak perusahaan, menghilangkan tumpang tindih, dan memosisikan anak perusahaan agar menawarkan produk/jasa yang unik. Alternative C (Infrastructure Asset Restructuring) berupaya mengalihkan MLJ menuju pure operator model dengan memindahkan aset berat untuk menurunkan tekanan depresiasi dan mengelola biaya sewa/konsesi baru yang terkait. Alternative A ditetapkan sebagai pilihan utama dengan global priority sebesar 40,74%. Sensitivity testing dengan mengubah bobot pada kriteria utama sebesar +/- 10–20 persen tidak mengubah urutan peringkat alternatif. Berdasarkan hasil tersebut, rencana yang direkomendasikan berfokus pada dua workstream: mewujudkan transit-oriented development (TOD) yang bankable dan mengembangkan MLJ Academy menjadi produk yang berulang (repeatable product). Sebagai tuas kebijakan pendukung, rumus subsidi disarankan untuk direvisi sehingga sebagian pembayaran dikaitkan dengan ridership dan kualitas layanan, sambil tetap menjaga keterjangkauan melalui batas atas dan batas bawah yang jelas. Langkah-langkah ini diharapkan meningkatkan rata-rata pendapatan per kontrak, menurunkan ketergantungan pada subsidi, dan menyediakan template yang dapat direplikasi di lokasi-lokasi berikutnya. Penelitian ini menghasilkan dua kontribusi utama. Pertama, penelitian menunjukkan bagaimana operator urban rail tingkat kota di negara berkembang dapat mengombinasikan property-based value generation dan service-based revenue generation untuk menyeimbangkan sumber pendapatannya di tengah berbagai keterbatasan yang ada. Kedua, penelitian ini menyajikan metodologi KT + AHP yang sederhana dan dapat direplikasi, yang mengubah beragam bukti dan pendapat pakar menjadi peringkat preferensi yang valid untuk memandu operator perkeretaapian perkotaan lain dengan kendala yang serupa.

2026
👤 Penulis: Novi Yohanna
🏷️ Analisis Keputusan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

STUDI PENERAPAN KENDALI HIBRIDA PADA KONVERTER BIDIRECTIONAL BUCK BOOST MODE UNTUK APLIKASI SISTEM ENERGI TERBARUKAN

Meningkatnya permintaan akan sistem konversi daya dua arah telah seiring dengan pertumbuhan pesat teknologi penyimpanan energi, kendaraan listrik, dan mikrogrid DC yang membutuhkan manajemen daya dua arah yang fleksibel dan efisien. Salah satu tantangan utama dalam sistem tersebut adalah menjaga stabilitas tegangan di bawah variasi dinamis tegangan masukkan dan kondisi beban. Konverter Bidirectional Buck-Boost menawarkan solusi efektif untuk mengatur aliran daya dua arah, namun kinerja keseluruhannya sangat bergantung pada strategi kendali yang digunakan. Studi ini mengusulkan desain dan simulasi sistem kendali hibrida untuk konverter Bidirectional Buck-Boost untuk mencapai pengaturan tegangan yang kuat di bawah kondisi operasi yang bervariasi. Kendali hibrida yang diusulkan secara dinamis menentukan peralihan mode Buck, Boost, atau freewheeling berdasarkan nilai sesaat arus induktor dan tegangan kapasitor, berdasarkan aturan keputusan yang diturunkan dari model ruang keadaan (state space). Model matematika konverter dirumuskan untuk empat konfigurasi peralihan dan diimplementasikan dalam software MATLAB Simulink menggunakan blok Fungsi MATLAB. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kendali hibrida berhasil mempertahankan tegangan keluaran mendekati nilai referensi, dengan respons transien yang cepat dan osilasi keadaan tunak minimal, bahkan di bawah fluktuasi sumber dan beban. Metode yang diusulkan menunjukkan ketahanan dan fleksibilitas yang tinggi, dengan keberadaan komponen parasitik seperti resistansi yang tidak secara signifikan memengaruhi kinerja sistem, sehingga menyederhanakan analisis ruang keadaan dibandingkan dengan kendali PI konvensional. Selain itu, kendali hibrida tidak memerlukan pengukuran sensor dengan akurasi tinggi, memungkinkan konverter beroperasi dengan andal bahkan ketika diimplementasikan dengan perangkat keras ADC beresolusi rendah. Temuan ini menegaskan bahwa metode kendali hibrida yang diusulkan meningkatkan kinerja dinamis dan kemampuan pengaturan tegangan konverter Bidirectional Buck-Boost, menjadikannya solusi yang menjanjikan untuk sistem penyimpanan energi terbarukan, kendaraan listrik, dan aplikasi mikrogrid DC yang membutuhkan kendali daya yang efisien, andal, dan adaptif.

2026
👤 Penulis: Philip Nathanael E. Sitorus
🏷️ Kontrol Hibrid 🏷️ Konversor Bidirectional Buck-Boost 🏷️ Teknologi Penyimpanan Energi Terbarukan

STUDI SIMULASI SINOGRAM SINTETIS BERBASIS TRANSFORMASI RADON PADA CITRA VIRTUAL MONOENERGETIC IMAGING DARI PEMINDAIAN DUAL ENERGY CT

Akses terhadap data proyeksi mentah (raw sinogram) dari sistem CT klinis masih menjadi tantangan besar karena formatnya bersifat terkunci dan memerlukan kerja sama khusus dengan vendor. Padahal, analisis berbasis proyeksi memiliki potensi untuk meningkatkan akurasi estimasi parameter fisis dan mengurangi artefak rekonstruksi dibanding pendekatan berbasis citra. Untuk menjembatani keterbatasan tersebut, penelitian ini mengusulkan pendekatan simulasi sinogram sintesis berbasis transformasi Radon yang diterapkan pada citra VMI fase abdomen portal dari tiga pasien hasil pemindaian DECT. Citra direkonstruksi pada 11 tingkat energi (40–140 keV, dengan interval 10 keV) dan enam 6 irisan aksial dipilih per pasien, sehingga dianalisis total 198 kombinasi citra. Sinogram sintetis dievaluasi secara kuantitatif dan kemudian direkonstruksi kembali menggunakan FBP. Hasil menunjukkan respons yang konsistens terhadap variasi energi, dengan penurunan rerata intensitas sinogram menurun seiring kenaikan energi VMI (penurunan sekitar 42?44% antara 40 keV dan 140 keV), sejalan dengan tren atenuasi pada citra VMI asli. Perbandingan profil intensitas antara citra rekonstruksi dan VMI asli menghasilkan selisih rata-rata sangat kecil (0,0053–0,0073 cm?¹). Pada domain ????, nilai RMSE menurun secara konsisten seiring peningkatan energi (rata-rata penurunan 68,60%), PSNR memuncak pada energi menengah (50–70 keV), dan SSIM meningkat mendekati 1,0 pada energi tinggi. Pada domain HU/intensitas piksel, RMSE juga menurun (total penurunan 47,1%) dan PSNR meningkat secara monoton (12,67%), sedangkan SSIM menunjukkan perilaku fluktuatif akibat efek normalisasi dan kalibrasi intensitas. Analisis ROI memperkuat validitas metode dengan kesalahan relatif <1% pada organ homogen (hati) dan tertinggi pada jaringan lemak (3.799%). Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan image-to-projection berbasis transformasi Radon mampu mensintesis sinogram dari data VMI DECT sebagai alternatif ketika data sinogram mentah tidak tersedia.

2026
👤 Penulis: Anastasya Jessning G Mberato
🏷️ Transformasi Radon 🏷️ Analisis Roi Dalam Kajian Radiologi

SIMULASI PROSES KOMINUSI BATERAI ION LITIUM MENGGUNAKAN DUAL AXIS ROTARY SHREDDER

Kebutuhan baterai ion litium dalam berbagai sektor, pada tahun yang akan datang, diprediksi akan terus meningkat. Peningkatan dari kebutuhan ini juga tentunya akan terus diikuti dengan lonjakkan kebutuhan akan bahan tambang yang menjadi bahan pokok komponen utama dari setiap baterai yaitu material aktif katodanya. Layaknya material yang berasal dari tambang lainya, material yang dibutuhkan ini juga terbatas ketersediaanya. Diprediksi ketersediaan cadangan bahan baku katoda untuk baterai ion litium di alam akan lebih rendah dibandingkan dengan kebutuhan yang terus meningkat di beberapa tahun mendatang. Maka dari itu dibutuhkan pengembangan lebih lanjut dari peningkatan proses daur ulang baterai. Salah satu proses dalam daur ulang secara umum yaitu proses kominusi. Proses ini termasuk proses utama yang penting. Analisis dan simulasi dari proses ini lumrah dilakukan dalam pemrosesan mineral namun studinya sangat terbatas dalam pengembangan proses daur ulang baterai. Pada penelitian ini dibuat model simulasi kominusi baterai dengan tipe bentuk silinder 18650 dan prismatik dengan dual axis rotary shredder menggunakan perangkat lunak simulasi eksplisit LS-Dyna. Baterai pada simulasi dimodelkan sebagai material homogenized menggunakan model material crushable foam. Dilakukan juga beberapa teknik pemodelan pada simulasi guna mengoptimasi model simulasi. Untuk menganalisis lebih jauh fragmen yang dihasilkan dari simulasi, dibuat juga perangkat analisis menggunakan bahasa program python untuk mendapatkan data sebaran ukuran setiap fragmen.Simulasi yang telah dilaksanakan berhasil memenuhi beberapa tes verifikasi, untuk memeriksa apakah simulasi yang dilakukan menyimpang secara numerik. Model simulasi berhasil menghasilkan fragmen dari kedua model baterai yang diberikan. Grafik sebaran ukuran fragmen juga mampu dibuat. Dari analisis lebih lanjut diamati bahwa hasil fragmen dari model simulasi memiliki beberapa sifat mesh dependency. Terdapat juga fenomena mass loss nonfisis yang terjadi.

2026
👤 Penulis: Muhamad Hilman Mutaqin N
🏷️ Kominusi Baterai Ion Litium 🏷️ Analisis Dan Pemrosesan Mineral 🏷️ Model Simulasi Teknik

KARAKTERISASI STRUKTUR PORI BATUAN BERBASIS ANALISIS KORELATIF CITRA DIGITAL 3D

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi struktur pori batuan tight shale menggunakan pendekatan Digital Rock Physics (DRP) berbasis analisis korelatif dari citra 3D multi-skala. Dua teknik pencitraan digunakan, yaitu X-Ray Microscopy (XRM) dan Focused Ion Beam-Scanning Electron Microscopy (FIBSEM), untuk merepresentasikan struktur internal batuan dari skala mikrometer hingga nanometer. Sampel tight shale dipreparasi dalam bentuk core plug dan mini Plug untuk analisis XRM (ukuran piksel 26,4 µm hingga 300 nm) serta mini Plug untuk FIB-SEM (ukuran piksel 25 nm). Akuisisi citra menghasilkan himpunan data 2D yang direkonstruksi secara digital menjadi dataset citra volumetrik 3D menggunakan perangkat lunak GeoDict dan CTAn. Tahap rekonstruksi mencakup penyesuaian citra dan koreksi artefak hingga menghasilkan cigtra grayscale. Proses segmentasi fase pori-solid dilakukan untuk analisis mikrostruktur sampel, mencakup beberapa parameter pertrofisika seperti porositas, distribusi ukuran pori, specific surface area, tortuositas, hingga permeabilitas. Hasil menunjukkan bahwa integrasi analisis citra multi-skala yang dilakukan memberikan gambaran struktur pori yang lebih lengkap: XRM unggul dalam mendeteksi pori dan struktur makromikro (pada ketelitian puluhan hingga ribuan mikrometer), sementara pemanfaatan tipe XRM:nano-CT dan FIB-SEM mampu mengungkap detail pori skala nanometer yang lebih representatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi resolusi citra, porositas meningkat dan permeabilitas menjadi lebih rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa konektivitas dikontrol oleh kompleksitas jalur pori. Analisis korelatif menegaskan pentingnya pendekatan multi-skala dan analisis terintegrasi dalam memahami sifat fisis batuan tight shale. Pendekatan ini membuktikan bahwa kombinasi teknik pencitraan resolusi tinggi dapat memberikan gambaran lebih akurat tentang kompleksitas pori batuan tidak konvensional, mendukung pengembangan reservoir hidrokarbon secara lebih efektif.

2026
👤 Penulis: Fahrisah Nurfadeliah Bahraini
🏷️ Digital Rock Physics 🏷️ Analisis Mikrostruktur Batuan 🏷️ Petrofisika

PENGARUH KULTIVASI LUAR RUANGAN TERHADAP PRODUKSI LIPID DAN KOMPONEN FAME CONTICRIBRA SP. TBI SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL

Kebutuhan bahan bakar dari tahun ke tahun terus meningkat, sementara ketersediaannya semakin terbatas khususnya untuk bahan bakar berbasis fosil. Mikroalga berpotensi sebagai bahan baku biodiesel karena kandungan lipidnya yang dapat dikonversi menjadi FAME (Metil Ester Asam Lemak). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kultivasi mikroalga laut di luar ruangan terhadap kadar lipid dan komposisi FAME. Sampel yang digunakan adalah kultur mikroalga yang berasal dari perairan pantai Pulau Bidadari, Teluk Jakarta (selanjutnya disebut sebagai kultur TBI). Kultur TBI dimurnikan dengan metode pengenceran berseri dan dikultivasi berulang hingga diperoleh kurva pertumbuhan. Spesies sampel diidentifikasi secara genetik menggunakan analisis urutan gen penanda 18S rRNA dan rbcL serta secara morofologi berdasarkan citra sel di bawah mikroskop cahaya. Lipid diisolasi dari kultur TBI dengan metode sohxlet dan dikonversi menjadi FAME melalui reaksi transesterifikasi. Karakteristik FAME yang dihasilkan dianalisis dengan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan kultur TBI memiliki tiga fase pertumbuhan, yaitu fase logaritma (hari ke-0-8), fase stasioner (hari ke-9-14), dan fase kematian (dimulai hari ke 14). Analisis urutan nukleotida fragmen gen dan pohon filogenetik menunjukkan bahwa kultur TBI berkerabat terdekat dengan Conticribra weissflogii berdasarkan gen 18S rRNA, sedangkan berdasarkan gen rbcL kultur TBI berkerabat dekat dengan tiga diatom yaitu Conticribra weissflogii, Thlassiosira weissflogii, dan Thalassiosira gessnerii. Analisis morfologi menunjukkan bahwa kultur TBI lebih mirip dengan C. Weissflogii. Oleh karena itu, sampel kultur diidentifikasi sebagai Conticribra sp. galur TBI. Kadar lipid kultur TBI di luar ruangan yang dipanen pada awal fase stasioner (hari ke-10; 3,84 × 10-9 g/sel) lebih tinggi daripada kultur di dalam ruangan yang dipanen di fase yang sama (1,92 × 10-9 g/sel). Sementara kadar lipid kultur TBI di dalam ruangan yang dipanen di awal fase stasioner tersebut lebih besar sedikit saja dari kultur yang dipanen di pertengahan fase logaritma (hari ke-6; 1,44 × 10-9 g/sel). Komposisi FAME, asam lemak jenuh (SFA) : asam lemak tak jenuh tunggal (MUFA) : asam lemak tak jenuh ganda (PUFA), dari kultur di luar ruangan (fase stasioner, hari ke-10), kultur di dalam ruangan (fase stasioner, hari ke-10), dan kultur di dalam ruangan (fase logaritma, hari ke-6) secara berturut-turut adalah 40,45 : 48,92 : 9,74, 33,01 : 50,07 : 16,92, dan 4,60 : 6,23 : 89,17. Sehingga, FAME hasil kultivasi luar ruangan merupakan bahan baku yang paling sesuai untuk aplikasi biodiesel.

2026
👤 Penulis: Khansa Luthfiyah Ariqah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN SERIAL ANIMASI 2D TENTANG DENTAL ANXIETY SEBAGAI UPAYA EDUKASI KESEHATAN GIGI BAGI ANAK USIA 5-9

Kecemasan dental atau dental anxiety menjadi tantangan bagi orang tua dan dokter gigi dalam menjalankan prosedur perawatan pada pasien anak, terutama pada rentang usia 5–9 tahun. Faktor seperti membayangkan rasa sakit, peralatan dokter gigi, asosiasi yang keliru, serta kurangnya pemahaman terhadap prosedur dapat memicu kecemasan dan menyebabkan perilaku tidak kooperatif, sehingga proses perawatan gigi menjadi lebih sulit untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang media edukasi berupa serial animasi 2D untuk mencegah kecemasan dental pada anak 5-9 tahun. Perancangan ini disusun berdasarkan pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara dengan narasumber ahli (dokter gigi dan psikolog), wawancara dengan orang tua dan anak, serta penyebaran kuesioner kepada orang tua untuk memetakan faktor pemicu kecemasan dan kebutuhan penyampaian informasi yang sesuai bagi anak. Metode perancangan didasarkan pada kerangka Double Diamond Design Process dan prinsip pembelajaran multimedia. Melalui hasil perancangan serial animasi 2D edukatif ini, diharapkan kecemasan anak dapat berkurang dan persepsi terhadap kunjungan perawatan gigi terbentuk lebih positif.

2026
👤 Penulis: Khansa Maurilla
🏷️ Serial Animasi 🏷️ Kecemasan Dental Pada Anak 🏷️ Pendidikan Kesehatan Gigi

ANALISIS PENGARUH MODEL BERKAS PROTON TERHADAP DISTRIBUSI DOSIS PADA FANTOM AIR BERBASIS SIMULASI MONTE CARLO TOPAS

Distribusi dosis merupakan aspek penting dalam menentukan efektivitas dan kelayakan penggunaan terapi proton. Distribusi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk karakteristik partikel sumber dan model berkas yang digunakan. Penelitian ini menganalisis distribusi dosis yang dihasilkan oleh berkas proton 56,2 MeV dengan sumber model Gaussian, paralel, dan phase space yang melintasi fantom air homogen. Karakteristik dari setiap model berkas dianalisis melalui kurva Percentage Depth Dose (PDD) dan profil dosis. Estimasi dosis diperoleh dari akumulasi data pada 300 voxel scoring region sepanjang sumbu x dan y, dengan profil dosis yang diamati pada permukaan fantom dan kedalaman Dmax. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Gaussian dan paralel memiliki PDD yang identik dengan kedalaman Dmax 2,525 cm, berbeda dengan model phase space yang bertambah 8% atau 0,2 cm. R80 dan R90 dari berkas Gaussian dan paralel juga menunjukkan nilai yang sama, yaitu 2,540 cm dan 2,532 cm, dengan berkas phase space yang bertambah 0,215 cm untuk R80 dan 0,210 cm untuk R90. Distal fall off (DFO) berkas Gaussian dan paralel pun hampir sama, yaitu ±0,055 cm, sedangkan berkas phase space bertambah 0,014 cm. Full width at half maximum (FWHM) dari berkas Gaussian, paralel dan phase space secara berurutan adalah 0,301 cm, 0,296 cm, dan 0,348 cm. Selain PDD, kurva profil dosis dari ketiga model berkas juga menunjukkan karakteristik khusus dari berkas proton 56,2 MeV. FWHM dari profil dosis berkas Gaussian < phase space < paralel, yang berada dalam rentang 1,657- 2,490 cm. Nilai ini menunjukkan model berkas Gaussian menghasilkan distribusi dosis yang paling terfokus. Lebar 13,5% dosis dari Dmax berkas phase space < Gaussian < paralel dengan nilai 2,6-3,2 cm. Simetri dari semua berkas berada di bawah toleransi yang direkomendasikan AAPM TG 224, yang berada pada rentang 0,026%-0,165%. Penumbra lateral phase space < paralel < Gaussian bernilai 0,502-0,756 cm. Dari seluruh parameter kurva PDD dan profil dosis yang dihitung, model phase space menunjukkan kesesuaian nilai parameter terbaik terhadap data referensi hasil penelitian sebelumnya, serta standar klinis seperti NIST dan AAPM TG 224.

2026
👤 Penulis: Siti Mutmainnah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Simulasi Monde Carlo 🏷️ Hidrologi

SINTESIS NANOPARTIKEL MG(OH)? MENGGUNAKAN CAPPING AGENT CETYLTRIMETHYLAMMONIUM BROMIDE (CTAB) DAN [BMIM]CL

Studi ini mengkaji pembuatan nanopartikel Magnesium Hidroksida (Mg(OH)2) menggunakan 1-butil-3-metilimidazolium klorida ([BMIM]Cl) dan cetyltrimethylammonium bromide (CTAB) sebagai capping agent (capping agent). Magnesium Hidroksida sering digunakan sebagai agen penetral limbah air dan gas, sebagai tambahan dalam pupuk, dan sebagai komponen antasida dalam obat-obatan. Sumber utama Magnesium Hidroksida dalam studi ini adalah bittern, larutan yang diperoleh dari produk sampingan produksi garam NaCl, yang kaya akan magnesium klorida. Karakterisasi nanopartikel dilakukan menggunakan beberapa teknik, termasuk Mikroskop Elektron Transmisi (TEM) dan Difraksi Sinar-X (XRD). Temuan menunjukkan bahwa penambahan CTAB biasanya mengurangi ukuran partikel dan aglomerasi hingga konsentrasi optimal 0,05 M, menghasilkan ukuran partikel minimum rata-rata 58,72 nm. Namun demikian, penambahan CTAB di atas ambang batas optimal secara signifikan meningkatkan aglomerasi sebagai hasil dari flokulasi jembatan. Penambahan [BMIM]Cl menghasilkan munculnya senyawa dominan lainnya, khususnya Magnesium Klorida, namun tetap mempertahankan Magnesium Hidroksida. Data XRD menunjukkan bahwa fase dominan yang dihasilkan dengan [BMIM]Cl adalah Magnesium Klorida, sedangkan dengan CTAB, fase dominannya adalah Magnesium Hidroksida. Akibatnya, agen pelapis berbasis surfaktan seperti CTAB lebih efektif dalam menghasilkan nanopartikel Mg(OH)? yang kecil dan homogen dengan aglomerasi rendah pada konsentrasi optimal.

2026
👤 Penulis: Stenly Saut Martua
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

STATIC AND POST-BUCKLING ANALYSIS OF AIRCRAFT AFT FUSELAGE STRUCTURE USING FINITE ELEMENT METHOD

The aft fuselage structure is a critical part of the aircraft fuselage that functions to transfer loads from the horizontal tail plane (HTP) and the vertical tail plane (VTP) to the main fuselage structure. The combined loads from these two components generate compressive and shear stress that may potentially trigger buckling failure. This study aims to explain the application of the Finite Element Method (FEM) in the buckling analysis of the aft fuselage structure, to observe the buckling phenomena that occur, to assess the structural capability in withstanding buckling failure, and to identify the potential for structural weight reduction. The structural model was developed using Abaqus by simplifying the components into shell elements, replacing bolts and rivets with connector features, and defining the loading cases based on previous studies and CASR 23 regulations. The analyses were conducted sequentially through static analysis, Linear Buckling Analysis (LBA), and Non-Linear Buckling Analysis (NLBA) using the arc-length method in the Static/Riks step. The loading conditions consisted of several load cases representing the effects of HTP, VTP, and their combination under the limit load condition of 3.6n/?1.44n. Prior to the main analyses, a mesh convergence test was performed to determine a representative mesh size for critical components, particularly in the angle region at Frame_8, which was identified as the location of maximum stress. The static analysis results show that all maximum stresses remain below the material yield strength of 345 MPa, with the highest stress of 216.9 MPa occurring under the combined 3.6n HTP + VTP load case. Therefore, the structure is considered safe against static failure. The LBA results indicate that several load cases have critical buckling loads below the reference load, necessitating further investigation using NLBA. In the NLBA, the effects of geometric nonlinearity and initial imperfections were introduced based on the first buckling mode obtained from LBA. The imperfection sensitivity study shows that increasing the imperfection scaling factor leads to a decrease in the critical load. A scaling factor of 1% was selected as the most representative value because it produces results close to those of the LBA while still being able to trigger stable post-buckling behavior. The NLBA results demonstrate that the structure is able to exceed the reference load and reach an ultimate collapse load of approximately 29.5 kN for pure HTP load and 29 kN for HTP load coupled with VTP load, indicating that although local instability occurs, the structure remains globally capable of sustaining additional loads. The snap-through buckling phenomenon is also observed as a transition in the buckling shape due to a change in the equilibrium path after the initial instability. The stress distribution evaluation shows that the front frames and the back-bracket assembly experience relatively low stress under all load cases, indicating potential for weight reduction without significantly compromising structural safety. Overall, this study confirms that the FEM-based approach is capable of accurately representing the buckling and post-buckling behavior of the aft fuselage structure and demonstrates that the analyzed structure remains safe against both static and buckling failures under the applied loading conditions, with opportunities for weight optimization in specific regions.

2026
👤 Penulis: Adrian Wafi Elhaq
🏷️ Analisis Buckling 🏷️ Struktur Pesawat 🏷️ Metode Element Finite
Halaman 201 dari 6754
💬