📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

DESAIN DAN ANALISIS REAKTOR CEPAT BERPENDINGIN HELIUM DENGAN SKEMA PEMBAKARAN MODIFIED CANDLE PADA KONDISI STARTUP

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kebutuhan energi jangka panjang khususnya listrik yang menuntut adanya reaktor berumur panjang. Gas-cooled Fast Reactor (GFR) dengan skema Modified CANDLE menjadi kandidat utama karena mampu berumur panjang. Pada penelitian ini, strategi Modified CANDLE diterapkan dengan membagi bahan bakar menjadi enam region aksial, di mana dua region awal berisi pengayaan plutonium dan empat region berikutnya hanya berisi uranium alam. Simulasi dilakukan pada kondisi start-up menggunakan satu assembly untuk memahami perilaku neutron sebelum diterapkan pada skala teras penuh dengan tujuan untuk memperoleh desain reaktor berumur panjang dan memenuhi standar keselamatan. Metode simulasi menggunakan OpenMC dengan data nuklir ENDF/B-VIII.0 dan boundary condition reflektif. Variasi yang dianalisis meliputi neutron history, pengayaan plutonium, jumlah pin, dan daya dengan parameter yang dianalisis berupa nilai k-inf, perubahan massa bahan bakar, burn-up level, power density, dan power peaking factor (PPF). Neutron history ditetapkan menggunakan 250 batch, 50 inactive, dan 20.000 partikel karena memiliki standar deviasi sebesar 0,027%. Hasil desain menunjukkan bahwa menggunakan konfigurasi 169 pin bahan bakar dengan pengayaan plutonium 9,412% pada region 1 dan 7,89% pada region 2, serta daya 1632,7 kW dan 1959,2 kW mampu mempertahankan kekritisan hingga 100 tahun dan sesuai standar keselamatan reaktor sehingga lebih efisien.

2026
👤 Penulis: Tsania Eksa Angelina
🏷️ Reaktor Cepat Bercangkergian Helium 🏷️ Analisis Neutron 🏷️ Desain Reaktor Berumur Panjang

ANALISIS KELAYAKAN SEKOLAH ISLAM TERPADU: STUDI KASUS SEKOLAH MUSTAFA DI JAKARTA TIMUR

Sektor pendidikan Islam terpadu di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan, dengan jaringan JSIT berkembang dari 100 menjadi lebih dari 2.300 sekolah sejak 2003. Namun, sekolah Islam terpadu premium masih terkonsentrasi di Jakarta Selatan dan Pusat, sehingga Jakarta Timur dengan 3,25 juta penduduk dan 550.000 anak usia sekolah belum terlayani optimal. Penelitian ini menilai kelayakan pendirian Sekolah Islam Terpadu Mustafa melalui konversi lahan bekas food court seluas 5.000 m² di Condet, Jakarta Timur. Empat aspek kelayakan diteliti: kelayakan pasar melalui Porter's Five Forces, kelayakan organisasi melalui Resource-Based View (RBV), kelayakan finansial menggunakan capital budgeting (NPV, IRR, Payback Period, Profitability Index), dan analisis risiko. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran dengan data primer dari wawancara calon orang tua, pemilik lahan, dan konsultan pendidikan, serta data sekunder dari BPS, JSIT Indonesia, dan analisis kompetitor. Temuan mengkonfirmasi kelayakan proyek. Analisis Porter's Five Forces menunjukkan industri cukup menarik dengan kesenjangan pasar di Jakarta Timur. Wawancara dengan lima calon orang tua mengidentifikasi beban perjalanan sebagai masalah kritis, dengan empat dari lima menyatakan minat pembelian kuat. Analisis RBV mengidentifikasi dua kompetensi inti sebagai sumber keunggulan kompetitif: struktur modal bebas utang (IDR 10,5 miliar) dan lokasi strategis. Analisis keuangan menghasilkan NPV IDR 8,93 miliar, IRR 26,28% (melebihi WACC 14%), Payback Period 4,83 tahun, dan Profitability Index 1,85. Analisis sensitivitas mengidentifikasi biaya pendidikan sebagai variabel paling kritis (±236,5% dampak NPV), diikuti biaya operasional (?193%) dan pendaftaran siswa (±159,3%). Analisis skenario mengkonfirmasi ketahanan proyek bahkan dalam kondisi pesimistis. Penelitian menyimpulkan proyek layak secara finansial dan merupakan investasi viable bagi pemilik.

2026
👤 Penulis: Gilang Acmalta
🏷️ Pendidikan Islam Terpadu 🏷️ Analisis Porter'S Five Forces 🏷️ Manajemen Risiko

STRATEGI PEMASARAN YANG DIUSULKAN UNTUK MENINGKATKAN RETENSI PELANGGAN PT ELDIRA FAUNA ASAHAN

Dalam perusahaan business-to-business yang berada di pasar komoditas dengan diferensiasi produk yang terbatas, retensi pelanggan menjadi sangat krusial. Studi ini meneliti perilaku pembelian pelanggan dan variable retensi dalam industry peternakan Sumatra Utara melalui studi kasus PT Eldira Fauna Asahan yang merupakan perusahaan penggemukan sapi yang telah mengalami penurunan penjualan lima puluh lima persen dalam periode lima tahun meskipun produk dan harga tetap sama. Bisnis ini berada pada pasar ternak yang kompetitif di Sumatra Utara dan menargetkan pelanggan di Medan, Bukittinggi, Padang Sidempuan, dan Aceh dengan bisnis penggemukan dan distribusi sapi. Tiga pertanyaan utama yang akan dieksplorasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: apa penyebab utama dari menurunnya penjualan dan hilangnya pelanggan ke pesaing, bagaiana bauran pemasaran dapat disederhanakan untuk membangun hubungan pelanggan dan positioning kompetitif, serta strategi pemasaran terintegrasi mana yang paling efektif dalam hal retensi pelanggan dan pemulihan penjualan. Dengan menggunakan studi kasus kualitatif sebagai metode penelitian, wawancara semi terstruktur dilakukan kepada lima pelanggan bisnis dan tiga karyawan perusahaan untuk mempelajari proses pengambilan Keputusan pembelian organisasi dalam delapan tahap Business Buyer Decision Process. Penelitian ini didasarkan pada kerangka teori yang ada seperti Business Buyer Decision Process, optmalisasi Marketing Mix, dan prinsip Relationship Marketing, serta pengumpulan data yang didasarkan pada framework Business Buyer Decision Process untuk memberikan analisis sistematis mengenai keputusan pembelian pelanggan dan dampak aktivitas pemasaran PT Eldira pada Keputusan pembelian di setiap tahap. Analisis Service Quality Gap Model menunjukkan bahwa alas an utama di balik hilangnya pelanggan adalah variasi penyampaian layanan selama periode puncak dan bukan kualitas produk atau harga. Pelanggan menyatakan kepuasan yang tinggi terhadap kualitas sapi dan daya saing harga meskipun tingkat layanan menurun pada periode volume tinggi akibat keterlambatan komunikasi, ketidakpastian koordinasi pengiriman, dan penurunan respons Ketika kapasitas staf menjadi terbatas. Analisis internal mengungkapkan bahwa terdapat kurangnya ekspektasi layanan pelanggan, kurangnya standar protokol layanan, dan metode operasional yang reaktif dalam manajemen yang menciptakan kesenjangan layanan yang merusak kepercayaan pelanggan. Service Quality Gap Model mengidentifikasi beberapa titik kegagalan spesifik: Gap 1 muncul ketika manajemen tidak sepenuhnya memahami ekspektasi pelanggan terhadap responsivitas layanan selama periode puncak, Gap 2 hadir dalam bentuk ketiadaan protokol resmi dalam penyampaian layanan termasuk komitmen waktu respons dan mekanisme koordinasi pengiriman, Gap 3 muncul saat periode permintaan tinggi ketika batas kapasitas operasional mencegah pemenuhan ekspektasi layanan implisit, dan Gap 5 merepresentasikan perbedaan keseluruhan antara layanan yang diharapkan dan yang dirasakan ketika pelanggan yang mengharapkan kinerja yang andal justru mengalami kekecewaan pada periode kritis. Analisis PESTLE menunjukkan bahwa meskipun permintaan daging sapi yang meningkat di dalam negeri menciptakan peluang pasar, biaya perpindahan pemasok yang rendah membentuk struktur pasar yang kompetitif sehingga keunggulan layanan menjadi salah satu diferensiasi utama dalam pasar yang kualitas produknya telah terkomoditisasi di antara para pemasok. Strategi holistik yang diusulkan memiliki empat prioritas, yaitu: sistem komunikasi yang terorganisasi dengan jaminan respons empat jam, penguatan hubungan melalui business review rutin dan opsi pembayaran selektif, keandalan penjadwalan melalui jadwal reguler, dan pemulihan pelanggan melalui kontak personal. Implementasinya diarahkan untuk mencapai tingkat retensi sembilan puluh lima persen, ketepatan waktu pengiriman sembilan puluh persen, dan pertumbuhan pendapatan dua puluh persen dalam delapan belas bulan. Rencana implementasi memiliki struktur akuntabilitas, indikator kinerja utama, dan timeline yang realistis dengan memperhatikan keterbatasan kapasitas organisasi, yang akan dilaksanakan dalam tiga fase: Fase 1 berfokus pada pembangunan fondasi perbaikan dalam enam bulan pertama, Fase 2 berfokus pada konsolidasi capaian dan perluasan inisiatif dalam 12 bulan, dan Fase 3 berfokus pada pengintegrasian perubahan ke dalam standar operasional untuk memastikan keunggulan jangka panjang. Penelitian ini memberikan kontribusi pada bukti empiris mengenai pengaruh dimensi kualitas layanan terhadap pengambilan keputusan pembeli dalam organisasi dan retensi pelanggan dalam rantai pasok agrikultur yang hubungan kepercayaannya kuat dan diferensiasi produk rendah. Studi ini menunjukkan bahwa peningkatan sistematis pada komunikasi, koordinasi pengiriman, dan manajemen hubungan dapat membalikkan tren penurunan penjualan dan memulihkan keberlanjutan posisi pasar tanpa perlu mengubah bisnis secara fundamental atau melakukan investasi modal yang besar.

2026
👤 Penulis: Adelia Nabilah Setiawan
🏷️ Manajemen Rantai Pasok Agrikultur 🏷️ Optimalisasi Pemasaran 🏷️ Kualitas Layanan

FORMULASI STRATEGI PEMASARAN MELALUI ANALISIS EKSTERNAL DAN INTERNAL : STUDI KASUS MEKAR BERSORAI FLORIST

Mekar Bersorai Florist merupakan sebuah bisnis bunga rintisan (start-up) di Indonesia yang menghadapi penurunan penjualan sekitar 30 persen serta perubahan yang signifikan dalam pola pembelian pelanggan pada periode awal operasionalnya. Penurunan kinerja ini terjadi di tengah perubahan preferensi konsumen dan meningkatnya tingkat persaingan dalam industri florist, sehingga menimbulkan tantangan serius terhadap keberlanjutan operasional perusahaan. Meskipun kondisi tersebut dipengaruhi oleh tekanan eksternal pasar, keterbatasan internal memperparah tingkat permasalahan yang dihadapi, mengingat perusahaan dijalankan dengan sistem yang sangat bergantung pada pemilik (founder-dependent), memiliki kapasitas organisasi yang terbatas, serta minimnya fokus pada pemasaran strategis pada fase awal pengembangan bisnis. Ketiadaan kapabilitas pemasaran yang terstruktur, pengelolaan merek yang belum terorganisasi secara formal, serta keterbatasan dalam pemanfaatan pengambilan keputusan berbasis data membatasi kemampuan perusahaan untuk beradaptasi secara efektif terhadap dinamika pasar yang terus berkembang. Seiring dengan semakin besarnya pengaruh saluran digital dalam membentuk keputusan pembelian konsumen dan posisi kompetitif perusahaan, Mekar Bersorai menghadapi kebutuhan yang mendesak untuk mengembangkan rencana pemasaran yang sistematis dan sesuai dengan konteks bisnis guna mengatasi penurunan kinerja serta memperkuat daya saing pemasaran perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan rencana pemasaran strategis bagi Mekar Bersorai melalui analisis internal dan eksternal yang komprehensif. Penelitian ini berupaya menjawab dua pertanyaan utama, yaitu: (1) bagaimana kondisi internal dan eksternal yang memengaruhi kinerja Mekar Bersorai, dan (2) strategi pemasaran apa yang dapat secara efektif merespons tantangan tersebut guna meningkatkan posisi kompetitif perusahaan. Studi ini didasarkan pada proposisi bahwa pemeriksaan menyeluruh terhadap sumber daya internal perusahaan dan kekuatan pasar eksternal akan menghasilkan wawasan praktis untuk menanggulangi penurunan kinerja. Dengan menyelaraskan kelebihan internal dengan peluang eksternal, diasumsikan bahwa strategi pemasaran yang dirumuskan dapat mendukung pemulihan dan pertumbuhan bisnis Mekar Bersorai. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif untuk mencapai tujuan tersebut. Studi ini dimulai dengan tinjauan literatur atas konsep-konsep manajemen strategis dan pemasaran yang relevan, sehingga memberikan landasan berupa kerangka kerja dan melakukan analisis PESTLE. Data primer dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan kunci, termasuk pemilik bisnis, pelanggan, pesaing, dan pakar industri. Data wawancara kualitatif dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema yang berulang. Untuk analisis eksternal, Analisis PESTLE digunakan untuk menilai lingkungan makro, sedangkan kerangka Porter’s Five Forces dan analisis pesaing digunakan untuk mengevaluasi tingkat persaingan industri serta posisi relatif Mekar Bersorai. Secara paralel, analisis internal dilakukan menggunakan kerangka VRIO (Value, Rarity, Imitability, Organization) untuk menilai sumber daya dan kapabilitas Mekar Bersorai. Berdasarkan analisis tersebut, telah dirumuskan strategi pemasaran konkret bagi Mekar Bersorai. Kekuatan internal yang teridentifikasi (seperti kreativitas produk perusahaan yang unik dan layanan personal berkualitas tinggi) dipadukan dengan peluang eksternal, sementara strategi juga disusun untuk mengatasi kelemahan organisasi dan menanggulangi ancaman eksternal. Melalui analisis TOWS, tiga pilar strategis muncul sebagai inti strategi pemasaran yang diusulkan: (1) mengonsolidasikan dan memperkuat identitas merek Mekar Bersorai, (2) memperdalam kedekatan serta hubungan dengan pelanggan, dan (3) mengintegrasikan teknologi untuk meningkatkan aksesibilitas. Pilar-pilar strategis ini kemudian diterjemahkan ke dalam inisiatif yang dapat diimplementasikan dengan menggunakan kerangka bauran pemasaran 7P, sehingga setiap tindakan yang diusulkan pada aspek produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik selaras dengan strategi keseluruhan. Terakhir, sebuah peta jalan implementasi disusun dengan merinci lini masa, sumber daya, dan tanggung jawab yang diperlukan untuk melaksanakan rencana pemasaran tersebut secara efektif. Sebagai kesimpulan, penelitian ini memberikan solusi pemasaran strategis atas tantangan bisnis mendesak yang dihadapi Mekar Bersorai, serta berkontribusi secara lebih luas pada bidang pemasaran strategis bagi usaha kreatif mikro dan kecil. Penelitian ini menunjukkan bagaimana analisis terpadu atas kapabilitas internal dan kekuatan eksternal dapat memandu pengembangan strategi pemasaran yang tepat sasaran dalam konteks usaha mikro. Temuan-temuan ini tidak hanya membantu Mekar Bersorai beradaptasi dengan industri bunga yang dinamis, tetapi juga memperkaya pemahaman akademis mengenai perumusan strategi pemasaran untuk usaha kecil serupa yang menghadapi tekanan persaingan dan perubahan perilaku konsumen.

2026
👤 Penulis: Zulfa Nabilah Khairunnisa
🏷️ Pemasaran Strategis 🏷️ Bisnis Mikro 🏷️ Analisis Pestle

DISTRAKSI DESTRUKTIF: VISUAL BINGKAI DAN ELEMEN ORNAMEN SEBAGAI PERALIHAN PERHATIAN

Diawali dengan observasi personal terhadap tempat tinggal dan ketertarikan masa kecil menonton film animasi fantasi, lalu menjadi inspirasi visual yang merepresentasikan pengalihan perhatian dari masalah. Karya ini merupakan bentuk renungan penulis dengan pengalihan perhatian dari masalah-masalah dalam hidup dan mekanisme koping yang tidak sehat. Visual bingkai dan kecenderungan manusia untuk membingkai potongan dari sebuah momen merupakan salah satu aspek visual yang berperan sebagai peralihan perhatian pengamat ke area-area tertentu pada bidang gambar, dalam upaya menutupi masalah atau realita yang berada dibelakangnya. Dibantu juga dengan elemen ornamen berbentuk organik dan buatan, serta pemilihan warna cerah yang dapat membuat suasana terlihat lebih ramai. Karya ini memanfaatkan medium drawing menggunakan cat air di atas kertas berukuran A2. Proses menggambar merefleksikan upaya penulis dalam mengalihkan perhatian melalui elemen ornamen yang memenuhi bidang gambar.

2026
👤 Penulis: Syahirah Alma Nadhisa
🏷️ Gambaran Ilustratif 🏷️ Perencanaan Perhatian Pengamat 🏷️ Kecerdasan Buatan

STUDI PENGARUH INJEKSI LISTRIK (ELEKTROKINETIKA) TERHADAP INTERAKSI FLUIDADINDING PORI BATUAN SANDSTONE : IMPLIKASI PADA ENHANCED OIL RECOVERY

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh injeksi listrik terhadap sistem fluida–batuan sandstone serta implikasinya dalam proses Enhanced Oil Recovery (EOR). Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium menggunakan sampel batuan sandstone Bayah dan Berea, dengan pengujian meliputi pengukuran sudut kontak, permeabilitas, pencitraan X-ray, serta pengujian pemulihan minyak menggunakan metode Electrokinetic Enhanced Oil Recovery (EK-EOR). Hasil pengukuran sudut kontak menunjukkan bahwa brine pada kedua sampel batuan memiliki kecenderungan bersifat water-wet, yang ditandai dengan penurunan sudut kontak seiring waktu. Pemberian injeksi arus listrik tidak mengubah karakter keterbasahan dasar batuan, namun mempercepat dinamika pembasahan air. Pada pengujian menggunakan minyak, minyak cenderung menyerap ke dalam batuan pada kondisi tanpa injeksi listrik, sedangkan pada kondisi dengan injeksi listrik minyak tidak menyerap dan tetap berada di permukaan, yang mengindikasikan dominasi air pada permukaan batuan semakin kuat. Pengukuran permeabilitas menunjukkan bahwa pemberian injeksi arus listrik searah (DC) menyebabkan peningkatan nilai permeabilitas batuan selama proses pengujian. Pencitraan X-ray menunjukkan distribusi fluida yang relatif homogen serta tidak adanya perubahan struktur fisik batuan selama pengujian. Pengujian pemulihan minyak menggunakan metode EK-EOR menunjukkan bahwa kombinasi injeksi air yang didorong oleh gas argon dan pemberian medan listrik mampu memobilisasi sebagian minyak dari sistem pori batuan.

2026
👤 Penulis: Nita Juang
🏷️ Elektrokinetika 🏷️ Enhanced Oil Recovery (Eor) 🏷️ Hidrologi Batuan

EFFICIENT FACTORIZATION IN RING Z_Q[X]/<X^N - BX^K - A>

Faktorisasi polinomial atas lapangan hingga merupakan topik fundamental dalam aljabar diskret dan mendasari berbagai aplikasi, antara lain teori koding, kriptografi, serta komputasi simbolik. Tesis ini mengkaji splitting total dari trinomial f(x) = xn ? bxk ? a ? Fq[x] dengan a, b ? F?q pada perluasan hingga Fqm. Tujuan utamanya adalah menurunkan kriteria aljabar yang eksplisit dan dapat diuji untuk menentukan kapan seluruh akar f terletak di Fqm, sekaligus memperjelas batasan struktural yang dipaksakan pada parameter a dan b. Pendekatan yang digunakan memanfaatkan metode berbasis indeks dan struktur grup multiplikatif F?qm untuk mereduksi masalah splitting menjadi kendala aritmetika dan uji pembagian yang melibatkan suatu polinomial bantu terkait. Melalui analisis kasus yang sistematis dan perbandingan koefisien, diperoleh kondisi-kondisi perlu yang tajam yang secara signifikan mempersempit ruang parameter, serta disertai contoh yang menunjukkan bahwa kondisi tersebut tidak selalu cukup tanpa langkah verifikasi tambahan. Hasil ini memberikan kerangka kerja terstruktur untuk mempelajari splitting total trinomial dan menjadi pijakan menuju pengembangan kriteria cukup.

2026
👤 Penulis: Jeki Saputra
🏷️ Aljabar Diskret 🏷️ Koding Teori 🏷️ Kriptografi

MENYAMAR BAYANG: AMBIGUITAS MANUSIA MELALUI EKSPRESI SENI LUKIS

Karya tugas akhir ini berangkat dari kegelisahan personal penulis terhadap praktik pengotakan dan pelabelan yang mereduksi kompleksitas manusia menjadi kategori kategori absolut. Pola pikir ini, yang berakar dari lingkungan keluarga yang kaku, sempat membentuk identitas konkret dalam diri penulis dan membatasi eksplorasi terhadap kemungkinan baru. Namun, perjumpaan penulis dengan seni budaya, khususnya Wayang, memicu intervensi yang mengaburkan batasan tersebut. Muncul konflik batin dan ambiguitas identitas; di satu sisi penulis merasa sebagai orang kota yang asing terhadap tradisi, namun di sisi lain memiliki ketertarikan mendalam untuk melukis dan menjadi bagian darinya. Ambiguitas ini kemudian dipandang sebagai ruang transisi yang produktif. Penulis menemukan analogi pengalaman personalnya dalam sosok Semar dan fenomena bayangan pada pertunjukan wayang. Karakter Semar yang merangkul oposisi biner serta sifat bayangan yang dinamis dan tidak konkret menjadi instrumen bagi penulis untuk masuk ke dalam ruang tradisi tanpa merasa terasing. Secara visual, gagasan ini diwujudkan melalui teknik pengaburan—mentransformasi bayangan dari bentuk konkret menjadi bentuk yang samar dengan percampuran warna yang saling berselingan. Melalui tindakan pengaburan ini, karya ini menjadi manifestasi dari proses pemulihan batin sekaligus upaya untuk menerima eksistensi manusia yang tidak pernah bersifat tunggal.

2026
👤 Penulis: Fedy Putri Kurniawan
🏷️ Kebudayaan 🏷️ Manajemen Identitas 🏷️ Seni Lukis

MODEL HIBRIDA DERET WAKTU MACHINE LEARNING DENGAN DEKOMPOSISI UNTUK FORECASTING KEDALAMAN MUKA AIR TANAH DI PROVINSI RIAU

Pemantauan Kedalaman Muka Air Tanah (KMA) krusial untuk mitigasi kebakaran lahan gambut, tetapi akurasinya sering terkendala oleh karakteristik data yang non-stasioner dan fluktuatif ekstrem. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model hibrida yang menggabungkan metode statistik dan Machine Learning (ML) untuk meningkatkan presisi prediksi KMA di Provinsi Riau. Tiga skenario pemodelan diuji: (1) Model Baseline (ARIMA/SARIMA), (2) Hibrida Residual, dan (3) Hibrida Dekomposisi menggunakan metode DWT, MODWT, SSA, dan STL yang dikombinasikan dengan algoritma Random Forest, XGBoost, LSTM, dan GRU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model baseline dan hibrida residual kurang optimal menangkap pola ekstrem, sedangkan pendekatan dekomposisi terbukti paling unggul. Secara spesifik, kombinasi MODWT dengan Random Forest/XGBoost menghasilkan akurasi tertinggi pada lokasi bervolatilitas rendah-menengah (NSE > 0.99), sementara SSA-XGBoost paling tangguh pada lokasi bervolatilitas ekstrem. Selain itu, kombinasi STL-LSTM teridentifikasi sebagai model paling valid secara statistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan teknik dekomposisi yang adaptif terhadap kar

2026
👤 Penulis: Ghaisan Zaki Pratama
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data Non-Stasioner 🏷️ Manajemen Risiko Kebakaran Lahan

HIDROGEOLOGI DAN HIDROGEOKIMIA TIMBUNAN DISPOSAL DAN HEAP LEACH PAD TAMBANG EMAS PT. XYZ

Airtanah memegang peranan penting dalam sistem hidrologi, khususnya pada kawasan pertambangan terbuka yang rentan mengalami perubahan kondisi hidrogeologi akibat aktivitas penambangan. Salah satu permasalahan yang umum dijumpai adalah munculnya rembesan air (seepage) pada tubuh timbunan dan lereng disposal, yang berpotensi meningkatkan tekanan pori, menurunkan stabilitas lereng, serta menjadi jalur transport kontaminan. Penelitian ini dilakukan di area disposal PT. XYZ, Sulawesi Utara, yang mengalami rembesan air dengan debit fluktuatif hingga ±8 L/s saat curah hujan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber dan mekanisme rembesan air serta mengevaluasi efektivitas sistem drainase horizontal dalam mengendalikan muka airtanah. Metode yang digunakan meliputi analisis hidrogeokimia (IC dan ICP-MS), isotop stabil ?²H–?¹?O dan ?¹³C, serta pemodelan hidrogeologi dan transport kontaminan menggunakan Visual MODFLOW. Hasil analisis menunjukkan dua fasies air utama, yaitu Ca–SO? pada rembesan dan Ca–HCO? pada air alami. Analisis isotop mengindikasikan bahwa rembesan merupakan hasil pencampuran antara aliran Primary Underdrain dan air Sediment Pond yang terinfiltrasi, tanpa indikasi kebocoran dari fasilitas heap leach pad. Pemodelan menunjukkan muka airtanah berada di atas permukaan topografi, dan penerapan drainase horizontal efektif menurunkan muka airtanah sebesar 5–15 m dalam satu tahun. Simulasi transport sulfat menunjukkan tidak adanya potensi pencemaran airtanah yang signifikan.

2026
👤 Penulis: Hanifa Octaviani
🏷️ Hidrogeologi 🏷️ Hidrogeokimia 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Pertambangan

KAJIAN EKSPERIMENTAL PERILAKU SAMBUNGAN MOMEN END-PLATE DENGAN MENGGUNAKAN SEISMIC GRADE MATERIAL SN400B

Indonesia memiliki tingkat aktivitas seismik yang tinggi, sehingga kinerja sambungan balok–kolom pada Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) menjadi faktor penting dalam menjamin kemampuan deformasi plastis dan disipasi energi struktur. Salah satu sambungan momen yang telah terprakualifikasi adalah Bolted Unstiffened Extended End-Plate (BUEEP) Connection sesuai SNI 7860:2020 dan SNI 7972:2020. Selain konfigurasi sambungan, mutu material baja turut mempengaruhi respons siklik sambungan, khususnya pada perbandingan antara baja seismic-grade SN400B dan baja standard SS400. Penelitian ini mengevaluasi secara eksperimental perilaku sambungan momen BUEEP dengan membandingkan kedua material tersebut melalui pengujian dua spesimen skala penuh berkonfigurasi identik berupa spesimen 1 (SS400) dan spesimen 2 (SN400B). Program pengujian meliputi uji tarik kupon, uji komposisi kimia menggunakan SEM–EDS, serta uji siklik sambungan balok–kolom. Parameter yang dianalisis mencakup kekuatan, kekakuan, perilaku histeresis, kapasitas deformasi plastis, regangan, dan disipasi energi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Spesimen 2 memenuhi persyaratan sifat mekanis dan kimia material berdasarkan standar JIS, sedangkan Spesimen 1 tidak sepenuhnya memenuhi persyaratan tersebut. Uji tarik kupon menunjukkan bahwa Spesimen 1 memiliki kecenderungan kekuatan yang lebih tinggi, namun dengan kapasitas deformasi plastis dan daktilitas yang lebih rendah. Hal ini didukung oleh hasil uji komposisi kimia yang menunjukkan kandungan sulfur (S) yang lebih tinggi sebagai unsur pengotor pada Spesimen 1 serta kandungan silikon (Si) yang berkontribusi terhadap peningkatan kekuatan, di mana kombinasi tersebut berdampak pada penurunan daktilitas material. Pada pengujian siklik, Spesimen 1 menunjukkan kapasitas kekuatan yang relatif lebih tinggi, tetapi dengan degradasi kekakuan dan kemampuan deformasi plastis yang lebih terbatas, sedangkan Spesimen 2 menunjukkan perilaku histeresis yang lebih stabil, disipasi energi yang lebih besar, dan degradasi kekakuan yang lebih terkendali. Secara keseluruhan, hasil uji mekanis, kimia, dan siklik menunjukkan kecenderungan yang konsisten. Sambungan BUEEP dengan material SS400 memperlihatkan perilaku yang secara umum mendekati SN400B dan masih memenuhi persyaratan SNI 7860:2020 dan SNI 7972:2020, meskipun dengan tingkat daktilitas yang lebih rendah.

2026
👤 Penulis: Andi Alfian Jayusman
🏷️ Seismologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS TEKNO-EKONOMI INTEGRASI SISTEM PLTS DAN STRATEGI MANAJEMEN BEBAN SEBAGAI UPAYA EFISIENSI ENERGI MENUJU GREEN BUILDING PADA GEDUNG KOMERSIAL DENGAN DATA TERBATAS

Gedung komersial merupakan salah satu kontributor terbesar terhadap konsumsi energi listrik nasional, terutama karena kebutuhan operasional yang berlangsung terus-menerus. Di antara berbagai jenis bangunan komersial, hotel memiliki intensitas penggunaan energi yang tinggi, terutama pada sistem pendingin udara, pencahayaan, dan peralatan layanan tamu. Namun, sebagian besar penelitian efisiensi energi masih berfokus pada hotel berbintang tinggi dengan sistem manajemen energi otomatis. Penelitian ini dilakukan pada hotel berbintang satu dengan infrastruktur sederhana dan keterbatasan data, untuk mengkaji potensi efisiensi energi melalui pendekatan integratif berbasis sistem energi terbarukan. Metodologi penelitian mencakup rekonstruksi profil beban berbasis data okupansi dan profil beban terbatas, perancangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap, penerapan strategi load shifting pada pompa air, serta integrasi electric vehicle (EV) charging station. Studi kasus dilakukan pada Hotel Bumi Sawunggaling, Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model profil beban yang dibangun mampu menggambarkan konsumsi energi aktual dengan baik. Integrasi PLTS berkapasitas optimal dapat menurunkan biaya listrik hingga 41–50% dengan nilai Levelized Cost of Electricity (LCOE) yang tetap kompetitif. Selain itu, penerapan load shifting dan integrasi EV charging station mampu meningkatkan pemanfaatan energi surya (self-consumption) tanpa menurunkan kelayakan ekonomi sistem. Pendekatan ini menunjukkan bahwa penerapan PLTS terintegrasi dengan strategi manajemen beban berpotensi menjadi solusi efisiensi energi berkelanjutan pada hotel kecil dan bangunan komersial serupa.

2026
👤 Penulis: Rafif Daffa Aribawa Putra
🏷️ Efisiensi Energi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Energi Terbarukan 🏷️ Green Building

PROYEK SMARTKOS: MERANCANG PLATFORM DIGITAL UNTUK PENGELOLAAN KOS INFORMAL - ANALISIS TAM DAN LEAN STARTUP

Sebagian besar pemilik kos Jakarta masih mengelola 5–20 kamar secara konvensional: mencatat detail penyewa di buku, menagih sewa tunai, dan mengoordinasikan perbaikan melalui percakapan WhatsApp. Pola ini terasa nyaman tetapi menimbulkan inefisiensi; pemilik menghabiskan banyak jam setiap bulan merekonsiliasi catatan yang tersebar, mengejar pembayaran terlambat dari sekitar seperlima penyewa, dan menanggung biaya pemeliharaan reaktif yang terus meningkat. Platform teknologi properti yang ada terutama melayani pengelola apartemen mewah atau pasar penyewa berskala besar sehingga kebutuhan operator kos mikro tetap kurang terjawab. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pemilik informal dapat mengadopsi solusi digital melalui SmartKos sebagai contoh platform yang dirancang khusus untuk segmen ini. Metodologi mengandalkan wawancara semi-terstruktur dengan sebelas pelaku dalam ekosistem sewa kos di Jakarta (pemilik, administrator, dan penyewa) yang dikombinasikan dengan pembandingan sistematis terhadap platform sejenis. Analisis menggunakan Technology Acceptance Model untuk mengidentifikasi pendorong adopsi, dan prinsip Lean Startup untuk menstruktur siklus bangun– ukur–pelajari, yang menghasilkan Business Model Canvas untuk menjelaskan posisi SmartKos dalam lanskap PropTech Indonesia. Tiga kesulitan operasional muncul berulang dan secara agregat menguras biaya per tahun dari properti tipikal berkapasitas 15 kamar: rekaman keuangan terfragmentasi, friksi koordinasi pembayaran, serta keterbatasan visibilitas terhadap status pemeliharaan. WhatsApp menjadi kanal komunikasi utama tetapi tidak menyediakan struktur untuk mengubah percakapan sehari-hari menjadi jejak pencatatan yang dapat diaudit. Rekomendasi berfokus pada penetapan harga freemium yang selaras dengan plafon kesediaan membayar sekitar IDR 50.000 per bulan, peluncuran fitur bertahap guna menguji penerimaan perilaku sebelum perluasan fungsi, dan akuisisi pelanggan melalui iklan langsung alih-alih hanya mengandalkan rujukan antarpemilik. Implementasi diusulkan berlangsung dalam tiga tahap selama 12 bulan dan didukung kerangka analitis terintegrasi yang menegaskan bahwa konteks informal menuntut penyesuaian terhadap model penerimaan teknologi yang lazim di lingkungan formal.

2026
👤 Penulis: Esri Hestiningtyas
🏷️ Teknologi Properti 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGEMBANGAN SISTEM ANALITIK LALU LINTAS BERBASIS TEMPORAL CAUSAL GRAPH UNTUK DETEKSI INSIDEN DAN PREDIKSI RISIKO KEMACETAN PADA PERIODE MOBILITAS TINGGI

Periode mobilitas tinggi seperti libur akhir tahun ditandai dengan lonjakan volume kendaraan hingga 40% dan pola perjalanan antarkota yang kompleks. Tantangan utama dalam manajemen lalu lintas saat ini adalah ketiadaan kerangka traffic risk analytics yang sistematis, di mana operator terpaksa memantau ratusan umpan (feed) CCTV secara manual tanpa acuan kuantitatif maupun mekanisme peringatan dini untuk mitigasi proaktif. Tesis ini mengusulkan kerangka analitik risiko berbasis CCTV yang menghasilkan Matriks Keputusan Risiko (Risk Decision Matrix) melalui tiga produk operasional: (1) Risk Baseline (profil kuantil per kamera/jam sebagai referensi kondisi normal); (2) Hotspot Rank (peringkat risiko kemacetan antar-lokasi untuk prioritas alokasi sumber daya); dan (3) Collapse Hour (estimasi waktu terjadinya kelumpuhan arus). Arsitektur sistem menerapkan pendekatan Risk Layering empat lapis: Telemetry Layer (L1) menggunakan RF-DETR dan ByteTrack untuk ekstraksi metrik real-time; Causal Diagnosis Layer (L2) berbasis Temporal Causal Graph (TCG) untuk membedakan kemacetan organik dan insiden dengan atribusi kausal yang dapat dijelaskan (explainable); Predictive Risk Layer (L3) untuk menghasilkan produk risiko; serta Operational Response Layer (L4) untuk dukungan keputusan human-in-theloop melalui dashboard, alerting, dan pelaporan. Evaluasi dilakukan dengan kerangka validitas prediktif pada deployment nyata selama periode 25 Desember 2025 – 4 Januari 2026, membandingkan prediksi pra-periode puncak dengan observasi aktual. Hasil menunjukkan korelasi Hotspot Rank yang kuat (???? = 0,72), akurasi estimasi Collapse Hour sebesar 75% (toleransi ±1 jam), dan cakupan Risk Baseline mencapai 81,1%. Pada deteksi insiden, pendekatan TCG-UIT mencatatkan F1-score 0,692 secara zero-shot pada benchmark TUMTraf.

2026
👤 Penulis: I Gusti Agung Vivekananda
🏷️ Teknologi Keputusan 🏷️ Analisis Lalu Lintas Berbasis Cctv 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGEMBANGAN SISTEM TERINTEGRASI PADA IMPLEMENTASI REALTIME MONITORING TRANSCEIVER RADIO

Penelitian ini mengembangkan sistem terintegrasi untuk pemantauan real-time kinerja transceiver radio melalui akuisisi sinyal RF, pemrosesan data, serta penyajian visual berbasis web. Permasalahan utama pada pemantauan perangkat radio adalah keterbatasan inspeksi manual yang tidak memberikan visibilitas kontinu saat perangkat beroperasi, sehingga anomali dapat terlambat terdeteksi. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, sistem dirancang dalam tiga subsistem, yaitu subsistem hardware untuk pengambilan sampel sinyal menggunakan bidirectional coupler dan pengukuran menggunakan RTL-SDR, subsistem komputer untuk akuisisi terjadwal, pemberian timestamp, pengemasan data ke format JSON, serta penyimpanan data deret waktu, dan subsistem dashboard untuk menampilkan parameter secara ringkas dan mudah dibaca pada layar. Metode pengujian meliputi karakterisasi jalur pengambilan sampel, kalibrasi pembacaan daya RTL-SDR terhadap sumber referensi, serta validasi menggunakan skenario operasi perangkat radio untuk memastikan perubahan kondisi sinyal dapat teramati dengan jelas. Hasil menunjukkan sistem mampu melakukan pemantauan kontinu pada rentang daya kerja yang relevan, dengan daerah kalibrasi paling stabil berada pada rentang daya menengah, sementara pada daya tinggi terjadi kecenderungan saturasi dan pada daya sangat rendah terlihat pengaruh noise floor. Visualisasi pada dashboard berhasil menampilkan perubahan daya secara jelas dan mendukung interpretasi kondisi operasi perangkat, termasuk indikator berbasis rasio pengukuran maju dan pantul sebagai estimasi kondisi antena. Secara keseluruhan, sistem ini meningkatkan visibilitas operasional perangkat radio dan mengurangi ketergantungan pada pemeriksaan manual berkala, serta dapat menjadi dasar pengembangan lanjutan seperti deteksi anomali dan peringatan berbasis ambang batas.

2026
👤 Penulis: Nadif Aulia Putra
🏷️ Sistem Terintegrasi 🏷️ Pemantauan Real-Time Transceiver Radio 🏷️ Analisis Sinyal Rf
Halaman 203 dari 6754
💬