📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPENGEMBANGAN SISTEM TEST CASE GENERATION BERBASIS RETRIEVAL-AUGMENTED GENERATIONUNTUK PENGUJIAN PERANGKAT LUNAK (STUDI KASUS: BLUETOOTH)
Pengujian perangkat lunak merupakan elemen fundamental dalam rekayasa perangkat lunak yang dapat mencakup hingga 80% dari total anggaran proyek untuk mengurangi risiko terkait kompleksitas sistem yang tinggi. Pendekatan Test-Driven Development (TDD) terbukti mampu menurunkan cacat produk, tetapi metodologi ini memerlukan waktu dan usaha yang besar dalam penulisan test case di tahap awal pengembangan. Berbagai metode otomatisasi telah dikembangkan, namun sebagian besar masih membutuhkan kode program sebagai masukan. Oleh karena itu, terdapat kebutuhan akan pendekatan otomatis yang mampu menggunakan dokumen kebutuhan sebagai masukan untuk menghasilkan skenario pengujian yang komprehensif. Kami mengembangkan sistem Retrieval-Augmented Generation (RAG) untuk menghasilkan test purpose dan test case ID secara otomatis dari dokumen spesifikasi kebutuhan Bluetooth. Kami menemukan bahwa sistem ini menghasilkan test purpose dengan nilai rubrik antara 2,72 hingga 3,18 (skala 1-5), serta mencapai nilai faithfulness rata-rata hingga 0,87 pada pasangan test purpose. Selain itu, test case ID yang dihasilkan menunjukkan tingkat kemiripan melebihi 0,9 terhadap test suite Bluetooth, meskipun tantangan dalam memproses data visual dan tabel masih ditemukan. Hasil menunjukkan bahwa LLM dapat menjembatani kesenjangan antara dokumen spesifikasi kebutuhan dan artefak pengujian untuk mendukung proses TDD. Pendekatan ini dapat menjadi landasan bagi pengembangan sistem multimodal di masa depan yang mampu menafsirkan spesifikasi teknis kompleks guna mempercepat siklus peluncuran produk perangkat lunak.
“REKONTEKSTUALISASI PENGALAMAN KETIDAKNYAMANAN RUANG MELALUI SENI LUKIS”
Pengalaman hidup manusia tidak terlepas dari ruang. Setiap detik manusia masuk dan keluar ruangan, berjalan dari satu tempat ke tempat lain, memasuki atmosfer, dunia, dan waktu yang berbeda. Ruang menjadi tempat dimana bukan hanya barang bermateri saja yang hadir di dalamnya tetapi juga ‘intangible objects’ seperti pengalaman. Ruangan menjadi sebuah saluran untuk memberikan ketegasan berupa batasan pada ruang yang dapat merangkum pengalaman dan melalui itu, ruang pun dapat membentuk ataupun dibentuk oleh manusia itu sendiri. Fenomena subjektif ini menjadi dasar eksplorasi dalam penciptaan karya seri ini, khususnya dalam menanggapi ketidakpastian dan kecemasan yang dialami individu. Keinginan untuk mengeksplorasikan tema ini berangkat dari pengalaman pribadi penulis yang sering berpindah-pindah rumah selama 20 tahun terakhir yang menimbulkan pertanyaan mengenai ruang, hubungannya dengan durasi dan keberlanjutan hidup. Seri kekaryaan ini bertujuan untuk melakukan peralihan pengalaman ruang— mengalihkan makna ruang yang memicu ketidaknyamanan menjadi makna lain, serta berupaya membiasakan diri dengan ketidakpastian. Subjek lukisan berfokus pada struktur ruangan dari rumah-rumah yang pernah dihuni penulis karena ikatan personal yang kuat. proses penciptaan karya menggunakan perpaduan teknik kolase untuk mengacaukan persepsi ruang konvensional dan teknik Grattage (menggores cat basah pada permukaan bertekstur) untuk merefleksikan kesan-kesan dari tempat-tempat yang pernah dihuni. Penggabungan dua teknik ini menjadi aksi simbolis untuk membangun ulang ruang dan memaknakan kembali pengalaman tidak nyaman terhadap ruang. Karya ini berupaya menjawab pertanyaan mengenai bagaimana subjektivitas individu mempengaruhi pembangunan ulang ruang melalui seni lukis dan bagaimana ruang digambarkan dalam proses peralihan pengalaman ruang menggunakan medium seni lukis. Hasil dari kekaryaan ini diharapkan dapat memberikan penerangan mengenai sifat paradoksikal pengalaman ruang yang relatif dan personal.
ELEKTRODA PASTA KARBON TERMODIFIKASI RGO/CU/MIP-MELAMIN UNTUK ANALISIS GLUKOSA SECARA ELEKTROKIMIA
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik akibat resistensi insulin yang ditandai peningkatan kadar glukosa dalam darah. Indonesia menjadi salah satu negara dengan penderita diabetes terbanyak di dunia. Kondisi ini menegaskan pentingnya analisis glukosa dalam darah yang cepat, akurat, dan dapat diandalkan untuk menekan jumlah penderita diabetes. Sensor glukosa komersial berbasis enzimatik sering kali memiliki masa simpan yang pendek, tidak stabil, dan kurang sensitif. Untuk mengatasi keterbatasan sensor enzimatik, dikembangkan sensor non-enzimatik berbasis elektroda pasta karbon temodifikasi rGO/Cu/MIP- Melamin untuk analisis glukosa yang lebih baik dalam hal sensitivitas, stabilitas, dan masa simpan. Oksida grafena disintesis melalui proses oksidasi grafit oleh KMnO4 dengan medium H2SO4 pekat selama 4 jam pengadukan sambil dijaga kurang dari 20 ºC dalam penangas es. Setelah itu didiamkan selama 24 jam, ditambahkan hidrogen peroksida 30% untuk mengentikan oksidasi, dicuci menggunakan aqua DM hingga pH 5-6, dan dioven pada suhu 60 ºC. Hasil karakterisasi FTIR serbuk grafena oksida menunjukkan kemunculan puncak pada bilangan gelombang 1225 dan 1724 cm-1 yang masing-masing merupakan milik ikatan epoksi (C-O-C) dan karbonil (C=O) khas oksida grafena. Selain itu dikarakterisasi menggunakan spektroskopi Raman yang menunjukkan kenaikan pita D pada 1341 cm-1 akibat degradasi ikatan sp2 menjadi sp3. Serbuk oksida grafena didispersi dalam aqua DM 1 mg/mL selama 30 menit. Oksida grafena dilapsikan ke permukaan elektroda pasta karbon melalui teknik drop-casting kemudian direduksi sebanyak 15 siklus secara voltametri siklik dengan potensial 0 hingga -1200 mV dalam elektrolit KNO3 0,1 M. Selanjutnya optimasi elektrodeposisi Cu tercapai pada 20 siklus menggunakan larutan Cu(NO3)2 10 mM dalam KNO3 0,1 M. Kondisi optimum pembentukan MIP-Melamin diperoleh dari 10 siklus elektropolimerisasi larutan MIP melamin:glukosa (1:1) dan 10 siklus leaching. Optimasi laju pindai voltametri siklik diperoleh pada 80 mV/s dan potensial kerja amperometri pada 0,6 V. Hasil karakterisasi EPK/rGO/Cu/MIP- Melamin menggunakan XRD menunjukkan keberadaan spesi Cu/Cu2O yang berpotensi agen pengelektrokatalis glukosa. Selain itu, hasil karakterisasi SEM- EDS menunjukkan persebaran Cu lebih banyak terdeposit di permukaan EPK/rGO dibandingkan dengan EPK. Hal ini menunjukkan bahwa rGO dapat meningkatkan permukaan aktif elektroda. Uji kinerja EPK/rGO/Cu/MIP-Melamin dapat ditinjau dari respon linear yang baik pada rentang 1 – 1000 µM glukosa dalam NaOH 0,1 M, nilai limit deteksi dan limit kuantifikasi berturut-turut sebesar 0,13 µM dan 0,43 µM, dan sensitivitas sebesar 41463,41 µA mM-1cm-2. EPK/rGO/Cu/MIP-Melamin menunjukkan selektivitas yang lebih baik dibanding tanpa MIP ditinjau dari peningkatan arus 0,07% akibat penambahan asam askorbat (AA) dan penurunan arus 6,31% akibat penambahan asam urat (UA) pada larutan glukosa 4 mM. Sedangkan EPK/rGO meningkatkan arus 1,17% akibat penambahan asam askorbat dan menurunkan sinyal sebesar 8,63% akibat penambahan asam urat. Reprodusibilitas EPK/rGO/Cu/MIP-Melamin ditinjau dari nilai slope tiga elektroda berturut-turut sebesar 0,156, 0,161, dan 0,162 dengan RSD sebesar 2,01%. Selanjutnya uji keberulangan satu elektroda dilakukan sebanyak 40 kali dalam larutan glukosa 100 µM dalam NaOH 0,1 M diperoleh nilai 2,61%. Konsentrasi glukosa pada sampel CRM plasma terukur sebesar 4,80 ± 0,14 mM menggunakan EPK/rGO/Cu/MIP-Melamin yang tidak terdapat perbedaan signifikan dibandingkan dengan nilai acuan CRM dibuktikan melalui uji t-independent. EPK/rGO/Cu/MIP-Melamin menunjukkan akurasi yang tinggi terhadap pengukuran sampel ditinjau dari nilai persen perolehan kembali sebesar 99,79%. Oleh karena itu, EPK/rGO/Cu/MIP-Melamin berpotensi sebagai sensor non-enzimatik yang stabil, sensitif, dan selektif terhadap analisis glukosa.
ARSITEKTUR SISTEM DIGITAL TWIN JEMBATAN KERETA API BERBASIS SENSOR GETARAN UNTUK DETEKSI ANOMALI KONDISI STRUKTURAL
Pemantauan kondisi jembatan kereta api di Indonesia hingga saat ini masih didominasi oleh inspeksi visual periodik, yang memiliki keterbatasan dalam menyediakan data kontinu mengenai perilaku dinamis struktur. Kondisi tersebut menyulitkan deteksi dini penyimpangan respons struktur akibat beban dinamis berulang dari lalu lintas kereta api, khususnya pada jembatan yang berada di lokasi dengan keterbatasan konektivitas jaringan. Dalam konteks Structural Health Monitoring (SHM) berbasis getaran, penelitian ini bertujuan merancang dan mendemonstrasikan prototipe sistem Digital Twin berbasis edge computing untuk pemantauan kondisi jembatan kereta api menggunakan data getaran. Sistem yang dikembangkan terdiri dari node sensor akselerometer Micro-Electro-Mechanical Systems (MEMS) yang bekerja secara event-based, serta sebuah gateway edge yang menjalankan seluruh pipeline analitik secara lokal. Event pada penelitian ini didefinisikan sebagai satu kejadian lintasan kereta api, di mana data getaran direkam secara simultan oleh beberapa node sensor selama periode eksitasi dinamis struktur. Data getaran hasil setiap event diproses melalui tahapan pra-pengolahan sinyal, analisis modal menggunakan pendekatan Operational Modal Analysis (OMA), serta analisis penyimpangan perilaku dinamis menggunakan metode unsupervised. Model elemen hingga (Finite Element Method/FEM) dikembangkan secara terpisah dan digunakan sebagai baseline interpretasi kualitatif, untuk membantu pemahaman kesesuaian pola frekuensi alami dan mode shape hasil identifikasi modal berbasis data lapangan, tanpa digunakan sebagai alat diagnosis kerusakan struktural. Demonstrasi sistem dilakukan menggunakan data getaran jembatan BH-1085 yang direkam oleh empat node sensor. Hasil demonstrasi menunjukkan bahwa pipeline analitik mampu dijalankan secara stabil pada lingkungan komputasi terbatas, menghasilkan indikator dinamis struktur berupa frekuensi alami dan mode shape sederhana, serta mengidentifikasi event dengan pola respons dinamis yang menyimpang terhadap baseline perilaku dominan. Sistem yang dikembangkan tidak dimaksudkan sebagai alat diagnosis kerusakan struktural otomatis, melainkan sebagai sistem pemantauan kondisi berbasis indikator dinamis yang mendukung proses risk assessment dan pengambilan keputusan oleh expert judgement. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa rancangan dan demonstrasi prototipe sistem Digital Twin berbasis edge computing yang ringan dan skalabel untuk konteks pemantauan jembatan kereta api di Indonesia, khususnya pada lokasi dengan keterbatasan jaringan.
PENGEMBANGAN SISTEM AI AGENT GEOSPASIAL MULTIMODAL (STUDI KASUS: PEMERIKSAAN STASIUN RADIO MICROWAVE LINK)
Pemeriksaan izin stasiun radio (ISR) microwave link merupakan fungsi kritis dalam pengelolaan spektrum frekuensi radio yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Monitor Spektrum Frekuensi Radio (SFR) Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital. Saat ini, proses pemeriksaan masih bersifat semi-manual, meliputi identifikasi anomali data izin (jarak link dan pergeseran koordinat lokasi), analisis potensi interferensi antar link, dan ekstraksi parameter teknis dari screenshot konfigurasi perangkat. Proses ini memerlukan waktu lama (rata-rata 60 menit per siklus analisis), sumber daya manusia besar, dan rentan terhadap kesalahan. Penelitian ini mengusulkan pengembangan sistem multimodal artificial intelligence (AI) agent geospasial yang dapat melakukan deteksi anomali jarak link (< 20 m atau > 200 km) dan pergeseran koordinat lokasi (> 20 m), analisis potensi interferensi berbasis analisis spasial-frekuensi, ekstraksi otomatis teks konfigurasi dari screenshot menggunakan vision-language model, dan visualisasi interaktif hasil analisis pada peta digital dengan fitur filtering berdasarkan wilayah, klien, dan rentang frekuensi. Sistem dirancang menggunakan arsitektur tool-calling agent berbasis large language model (LLM) dengan beberapa modul terintegrasi: (1) modul deteksi anomali berbasis aturan (rule-based) untuk memeriksa konsistensi data izin sesuai standar operasional prosedur (SOP) Ditjen SDPPI; (2) modul analisis interferensi yang menggunakan spatial indexing (BallTree) dan frequency overlap detection untuk mengidentifikasi potensi gangguan co-channel dan adjacent-channel; (3) modul ekstraksi teks dari screenshot menggunakan vision-language model dan optical character recognition (OCR); serta (4) modul visualisasi geospasial menggunakan peta interaktif dengan fitur filter dinamis. Sistem diimplementasikan menggunakan Python dengan integrasi Telegram chatbot sebagai antarmuka pengguna berbasis bahasa natural. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem berhasil meningkatkan efisiensi waktu analisis sebesar 99,95% (dari 60 menit menjadi 2,81 detik menggunakan Gemini Flash-Lite), dengan akurasi deteksi anomali mencapai 100% dan akurasi identifikasi kandidat interferensi mencapai 95,3% dibandingkan validasi manual. Tool-calling agent mencapai akurasi rata-rata 0,95 dalam pemilihan tools dan parameter yang tepat, dengan model Claude Haiku 4.5 mencatat akurasi tertinggi sebesar 0,98 ± 0,13. Biaya operasional sistem 99,95% lebih rendah dibandingkan solusi komersial seperti Tableau (USD 0,035 vs USD 70/bulan). Evaluasi usability menunjukkan bahwa 100% responden teknisi UPT Monitor SFR menilai antarmuka Telegram mudah digunakan, dengan pencarian ISR di sekitar lokasi lapangan 75% lebih cepat dibanding metode manual (15 detik vs 60 detik). Sistem ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada solusi berbayar, meningkatkan aksesibilitas bagi institusi pemerintah dengan keterbatasan anggaran, dan mempercepat proses pemeriksaan stasiun radio melalui antarmuka yang intuitif dan mobile-friendly.
PENENTUAN KAPASITAS OPTIMAL SISTEM MIKROGRID HIBRID PLTS ESS MENGGUNAKAN INDEKS INTERMITENSI BERBASIS GEOSPASIAL
Peningkatan teknologi berbasis energi terbarukan merupakan strategi utama dalam diversifikasi energi dan mitigasi perubahan iklim, khususnya pada wilayah terpencil dan sistem off-grid dimana pembangkitan konvensional umumnya berbiaya tinggi dan bersifat intensif karbon. Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) memiliki potensi yang signifikan karena karakteristiknya yang modular, scalable, serta menunjukan tren penurunan biaya investasi yang berkelanjutan. Namun demikian, pemanfaatan PLTS masih dibatasi oleh sifat interimitennya sehingga penggunaan sistem penyimpanan energi (ESS) menjadi komponen krusial sekaligus menantang dalam aspek penentuan kapasitas optimal. Makalah ini mengusulkan suatu kerangka kerja dalam PLTS PV terhadap ketersediaan energi harian minimum, yang dikuantifikasi menggunakan indeks intermitensi yang dinotasikan sebagai ????????. Dengan memaksimalkan metrik berbasis intermitensi tersebut, variabilitas daya PLTS direduksi melalui agregasi lokasi pembangkit sebelum dilakukan penentuan kapasitas ESS. Konfigurasi PLTS hasil proses ini selanjutnya digunakan dalam kerangka optimisasi untuk menentukan kapasitas ESS yang diperlukan guna memenuhi target penetrasi energi terbarukan serta batasan operasional sistem.
PENILAIAN JAWABAN ESAI OTOMATIS MENGGUNAKAN TRANSFORMER DAN ANALISIS KESALAHAN BERBASIS GEN AI PADA KALIMAT JAWABAN
Tes esai merupakan salah satu bentuk asesmen yang mampu mengukur kemampuan berpikir kompleks siswa, seperti kebebasan mengembangkan jawaban, menyusun argumen, dan mengintegrasikan gagasan. Namun, penilaian esai memiliki kelemahan mendasar karena membutuhkan waktu koreksi yang panjang dan rentan terhadap subjektivitas antar-penilai sehingga menghasilkan skor yang tidak konsisten. Oleh karena itu, diperlukan sistem penilaian jawaban esai otomatis yang mampu membantu proses evaluasi agar lebih cepat, efisien, dan objektif. Sebagian besar penelitian pada topik penilaian jawaban esai otomatis berfokus pada peningkatan akurasi skor untuk mendekati hasil penilaian manual manusia. Dalam konteks tersebut, pendekatan berbasis transformer dapat dimanfaatkan untuk memperoleh representasi semantik yang lebih baik dibandingkan word embedding konvensional karena mampu menangkap relasi makna lintas kata, frasa, dan kalimat. Selain menghasilkan skor otomatis, penelitian ini juga mengintegrasikan analisis kesalahan berbasis GenAI untuk mendeteksi kategori kesalahan siswa, seperti kesalahan konten, penyimpangan konsep, dan ketidaktepatan struktur jawaban, sehingga sistem tidak hanya memberikan skor numerik tetapi juga umpan balik perbaikan. Penelitian ini mengusulkan pemodelan penilaian esai otomatis menggunakan transformer, yang dikombinasikan dengan modul analisis kesalahan untuk mengidentifikasi kekurangan jawaban secara terperinci. Hasil pengujian menunjukkan adanya peningkatan kinerja prediksi dibandingkan pendekatan berbasis word embedding. Solusi yang diusulkan berhasil mencapai nilai koefisien korelasi pearson (r) sebesar 0,8432 dan nilai rata-rata kesalahan absolut (MAE) sebesar 0,6013 pada proses scoring, serta mampu menghasilkan umpan balik kesalahan yang relevan dan dapat ditindaklanjuti oleh siswa. Temuan ini membuktikan bahwa integrasi transformer dan analisis kesalahan dapat meningkatkan ketepatan sistem dalam melakukan penilaian esai secara otomatis sekaligus memberikan dukungan formatif untuk meningkatkan kualitas tulisan siswa.
PEMODELAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DIINSTALASI PENGOLAHAN AIR DAGO PAKAR
Air bersih adalah kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem penyediaan air bersih yang bertujuan menyediakan air yang memenuhi standar kesehatan dan kualitas. Penelitian ini dilaksanakan di PDAM Tirta Raharja daerah layanan IPA Cimahi dan bertujuan untuk memproyeksikan kebutuhan air bersih bagi masyarakat, membuat rancangan sistem penyediaan air bersih, menentukan kinerja jalur distribusi IPA, serta mengevaluasi pola penyebaran sisa klor di jaringan distribusi perpipaan air minum pada PDAM Tirta Raharja layanan IPA Cimahi. Menurut peraturan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 736/Menkes/Per/VI/2010 yaitu maksimal sisa klor 1 mg/l di outlet reservoir dan minimal 0,2 mg/l pada titik terjauh distribusi. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan analisis deskriptif terhadap jaringan distribusi perpipaan air minum pada PDAM Tirta Raharja serta membuat pemodelan sistem penyediaan air bersih yang ideal. Dalam menghitung kebutuhan air bersih, dilakukan penghitungan proyeksi penduduk dengan menggunakan data BPS Kota Cimahi dan menghitungnya menggunakan Microsoft Excel. Penelitian ini menggunakan software AutoCAD dan EPANET dalam pembuatan model dan merencanakan dimensi bangunan reservoir, serta simulasi penghitungan sisa klor di jaringan instalasi pengolahan air. Kadar sisa klor menyebar di jaringan distribusi air minum, menurun seiring semakin jauhnya jarak dari reservoir. Dari hasil analisis mengenai penurunan sisa klor dalam air, 47,47% dipengaruhi karena adanya reaksi dengan aliran air dan 52,53% dipengaruhi karena reaksi dengan dinding pipa.
PENGEMBANGAN KONTROL HYBRID MODEL-BASED DAN DATA-DRIVEN UNTUK SPACECRAFT ATTITUDE DENGAN ANALISIS STABILITAS KOMPOSIT CONTROL LYAPUNOV FUNCTION
Tantangan pada pengendalian spacecraft attitude hingga sekarang masihlah sangat banyak seperti ketidakpastian parameter inersia, dinamika nonlinear yang tidak dapat dimodelkan, hingga keterbatasan aktuator khususnya pada platform CubeSat 3U yang termasuk ke nanosatelit. Pengendali berbasis model konvensional umumnya bergantung pada akurasi model dinamika yang kinerjanya dapat menurun ketika terjadi mismatch inersia atau gangguan yang tidak dapat dimodelkan. Mengatasi hal ini, penelitian yang berfokus pada pengembangan suatu sistem kontrol hybrid spacecraft attitude control yang mengintegrasikan pendekatan model-based Exact Feedback Linearization, kompensasi residual berbasis Support Vector Regression, dan estimasi inersia adaptif menggunakan Recursive Least Squares dilakukan. Komponen model-based berfungsi sebagai penjamin kestabilan dasar sistem, sedangkan data-driven digunakan untuk mempelajari dan mengompensasi dinamika residual akibat ketidakpastian inersia. Sedangkan untuk analisis kestabilan formal, dilakukan dengan pendekatan komposit Control Lyapunov Function yang memverifikasi kestabilan sistem pada berbagai mode operasi. Hasil yang didapatkan dari evaluasi kinerja menggunakan simulasi pada model dinamika rigid body CubeSat 3U dengan representasi sikap Modified Rodrigues Parameter yaitu kontrol hybrid mampu menurunkan overshoot maksimum sikap sebesar 13–15% pada skenario uniform inertia scaling dan hingga 33–39% pada skenario anisotropic inertia scaling dibandingkan pengendali EFL. Selain itu, nilai RMSE kecepatan sudut pada kontrol hybrid secara konsisten berada pada orde 10?² rad/s, lebih rendah dibandingkan pengendali model-based murni. Analisis CLF menunjukkan bahwa sistem tertutup mempertahankan kestabilan eksponensial dengan estimasi laju konvergensi pada kisaran ? ? 0,085–0,10 untuk seluruh skenario uji. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi kontrol model-based dan data-driven dalam kerangka hybrid mampu meningkatkan robustness dan peredaman dinamika rotasi tanpa mengorbankan jaminan kestabilan sistem, sehingga berpotensi diaplikasikan pada sistem spacecraft attitude control dengan tingkat ketidakpastian tinggi.
MENGEVALUASI INEFISIENSI OPERASIONAL DAN MENINGKATKAN PRAKTIK BERKELANJUTAN UNTUK MEMPERBAIKI KINERJA KEUANGAN DI AXIA TEKINDO SEMESTA
PT Axia Tekindo Semesta menumbuhkan pendapatannya sebesar 73,4% dari IDR 32,99 miliar (2022) menjadi IDR 57,20 miliar (2024), namun margin operasi menurun menjadi 6,50% tanpa peningkatan EBITDA. Penelitian ini menemukan inefisiensi operasional yang menyebabkan paradoks ini dengan bantuan alat-alat seperti Activity-Based Costing, Time-Driven Costing, dan Value Stream Mapping, Porter's Value Chain, yang divalidasi melalui benchmarking APICS, WERC, dan CSCMP. Tujuh inefisiensi dengan biaya IDR 1,36-1,79 miliar/tahun (37-48% laba operasi) ditemukan termasuk penurunan perputaran persediaan, produktivitas gudang 16 versus 20-25 pesanan/jam-tenaga kerja, pemborosan ERP IDR 243-282 juta, premi transportasi 11-25%, kematangan teknologi 40/75, dan kinerja 62. Peta jalan tiga tahap senilai IDR 1,54 miliar dengan penghematan IDR 2,32 miliar per tahun meningkatkan margin perusahaan dari 6,50% menjadi 10,56%. Fase 1 (bulan 1-6): investasi IDR 165 juta untuk penghematan IDR 678 juta. Fase 2 (bulan 6-18): IDR 750 juta untuk penghematan IDR 573 juta. Fase 3 (bulan 12-24): IDR 625 juta untuk penghematan IDR 1,07 miliar. Kinerja di atas rata-rata dalam model ini dapat dicapai dalam 24 bulan melalui model pembiayaan mandiri. Penelitian ini menunjukkan kombinasi yang berhasil dari berbagai model analisis di pasar berkembang dan menawarkan bukti empiris bahwa implementasi terorganisir dari praktik terbaik dapat menyelesaikan masalah inefisiensi operasional pada distributor berukuran menengah yang mengalami ketidakselarasan pertumbuhan-profitabilitas.
OPTIMASI BAYESIAN PADA MODEL NONLINEAR AUTOREGRESSIVE EXOGENOUS NEURAL NETWORK (NARXNN) UNTUK PEMODELAN SISTEM PEMANAS BATCH STIRRED TANK REACTOR (BSTR)
Industri kimia melibatkan proses dengan tingkat kompleksitas tinggi sehingga dinamika sistemnya sulit dimodelkan secara akurat. Salah satu sistem yang banyak digunakan adalah Batch Stirred Tank Reactor (BSTR) yang memiliki karakteristik nonlinier dan time-varying, terutama pada variabel suhu. Karakteristik ini dipengaruhi oleh variasi bahan, durasi operasi, serta perubahan nilai Set Value (SV), sehingga pendekatan pemodelan konvensional menjadi kurang efektif. Penelitian ini menerapkan pendekatan identifikasi sistem berbasis data dengan memanfaatkan masukan eksogen dari dua skema kendali, yaitu bang-bang dan Proportional-Integral (PI), serta masukan autoregresif berupa data suhu. Pemodelan dilakukan menggunakan Nonlinear AutoRegressive with Exogenous Input Neural Network (NARXNN) untuk merepresentasikan hubungan nonlinier sistem. Proses penentuan arsitektur optimal dilakukan menggunakan Bayesian Optimization dengan parameter yang dioptimasi meliputi jumlah lag, hidden layer, neuron, batch size, dan learning rate. Proses pelatihan jaringan menggunakan algoritma Adam yang adaptif, disertai mekanisme early stopping untuk mencegah overfitting. Pengujian model dilakukan dengan memprediksi suhu pada horizon prediksi 0, 30, dan 60 detik ke depan. Hasil menunjukkan bahwa model dengan kendali bang-bang memiliki nilai koefisien determinasi yang lebih tinggi pada seluruh horizon prediksi karena pola dinamika data yang lebih konsisten dan bersifat interpolatif. Pada kendali PI, nilai koefisien determinasi menurun pada horizon 60 detik akibat karakter dinamika data uji yang lebih bersifat ekstrapolatif, dengan nilai R2 sebesar 0,73, sementara pada horizon lainnya nilai R2 tetap berada di atas 0,90.
MEMAHAMI WAKTU PERSETUJUAN KLIEN MELALUI ANALISIS CUSTOMER JOURNEY PADA ALUR KERJA DESAIN INTERIOR BERBASIS VR DAN NON-VR
Desain interior merupakan hasil dari serangkaian interaksi berulang antara klien dan desainer, yang sering menimbulkan keterlambatan persetujuan dan mengganggu alur kerja serta menurunkan efisiensi proyek. Studi ini menelusuri bagaimana keterlambatan tersebut muncul pada tahap schematic design di Visial Studio dengan menggunakan Customer Journey Analysis (CJA) untuk membandingkan metode presentasi VR dan non-VR. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor penyebab lamanya waktu persetujuan klien yang dapat memicu pergeseran timeline, inefisiensi, dan penurunan kepuasan klien. Penelitian ini memperkenalkan penerapan CJA sebagai pendekatan baru dalam konteks desain interior, khususnya pada tahap schematic design. Meski penggunaan VR banyak dibahas dalam praktik desain, belum ada studi empiris yang mengkaji bagaimana alat visualisasi mempengaruhi urutan interaksi klien–desainer dalam proses yang sebenarnya. Dengan merekonstruksi customer journey melalui triangulasi metodologis antara rekaman komunikasi, dokumen persetujuan, dan berkas revisi, analisis ini membandingkan alur kerja yang direncanakan dengan perjalanan aktual untuk mengungkap deviasi serta akar penyebabnya. Temuan penelitian memberikan wawasan empiris mengenai perjalanan setiap klien dan mengidentifikasi dua jenis deviasi tambahan, yaitu timing dan iteration, yang memperluas empat jenis deviasi yang sebelumnya didefinisikan oleh Halvorsrud et al. (2016). Analisis menunjukkan bahwa keterlambatan terutama dipicu oleh masalah waktu, sementara iteration lebih merefleksikan proses penyempurnaan ketimbang kegagalan dalam layanan desain interior. Presentasi berbasis VR meningkatkan pemahaman klien dan kejelasan pengambilan keputusan, sehingga tidak ditemukan failing touchpoint pada seluruh kasus VR. Namun demikian, penggunaan VR tidak secara otomatis mempercepat keseluruhan durasi schematic design. Kecepatan persetujuan tetap sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti jenis klien, jenis proyek, ukuran proyek, dan kesiapan kondisi site. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bagaimana CJA dapat mengungkap mekanisme terjadinya keterlambatan persetujuan dalam layanan desain interior, serta menyoroti kondisi ketika VR mampu meningkatkan—meski tidak selalu mempercepat—alur kerja schematic design.
ANALISIS PENGARUH PENINGKATAN CO2 TERHADAP CURAH HUJAN DI INDONESIA BERDASARKAN PROYEKSI CMIP6 1PCTCO2
Emisi CO2 diperkirakan mengalami peningkatan secara global, terutama di negara -negara berkembang seperti Asia dan Amerika Latin. Salah satu dampak peningkatan CO2 yaitu dapat memengaruhi pola sirkulasi atmosfer, termasuk melemahkan sirkulasi Walker dan Hadley yang berperan terhadap pola monsun. Berdasarkan kajian sebelumnya, meskipun ada peningkatan kelembapan, beberapa wilayah dapat mengalami penurunan curah hujan karena melemahnya angin monsun. Untuk itu, penelitian ini akan menganalisis pengaruh kenaikan CO2 di Indonesia terhadap curah hujan terutama yang dipengaruhi oleh angin monsun berdasarkan data proyeksi model iklim global. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan data proyeksi yang bersumber dari Climate Model Intercomparison Project Phase 6 (CMIP6) dengan skenario 1pctCO2 yang dirancang untuk mensimulasikan respon sistem iklim terhadap peningkatan PPM (Parts Per Million) CO2 secara bertahap sebesar satu persen per tahun dari konsentrasi awal pra-industri dengan periode pengamatan dari tahun 1979 – 2014. Data lain yang digunakan sebagai pembanding yaitu data reanalisis Fifth Generation of the European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ERA5) dengan periode pengamatan 1979 - 2014. Metode penelitian ini dilakukan perhitungan bias antara data model dengan data observasi dan dilakukan analisis korelasi pola spasial untuk menilai kesesuaian distribusi spasial curah hujan. Penelitian ini menunjukkan bahwa curah hujan pada model CMIP6 menunjukkan perubahan yang cukup signifikan di berbagai wilayah di Indonesia dibandingkan dengan data reanalisis ERA5. Pola spasial dan temporal curah hujan yang dihasilkan CMIP6 cenderung lebih bervariasi dan menunjukkan bias negatif di sebagian besar wilayah Indonesia, khususnya di kawasan barat seperti Sumatra, Jawa, dan Nusa Tenggara, sementara wilayah timur seperti Maluku dan Papua cenderung memperlihatkan bias positif. Nilai pattern correlation juga memiliki nilai yang rendah yaitu rentang 0,4 – 0,7 dan nilai koefisien korelasi yang berada di rentang 0,26 – 0,38 mengindikasikan bahwa skenario kenaikan CO2 sebesar 1% per tahun memberikan pengaruh terhadap jumlah presipitasi di wilayah tropis maritim.
EVALUASI JALUR PROFITABILITAS GOTO: TINJAUAN KEUANGAN STRATEGIS BERDASARKAN KINERJA 2021-2024
GoTo Group, yang merupakan hasil merger tahun 2021 antara Gojek dan Tokopedia, adalah ekosistem digital terintegrasi terbesar di Indonesia dalam hal layanan on-demand, e-commerce, dan teknologi keuangan. Setelah IPO April 2022, GoTo harus bergulat dengan realita menjadi bisnis yang didukung modal ventura dengan pertumbuhan hiper, serta harus tumbuh secara menguntungkan tanpa valuasi besar di tengah persaingan yang meningkat. Studi ini menganalisis jalur GoTo menuju profitabilitas berdasarkan kinerja tahun 2021-2024 melalui tiga pertanyaan penelitian yang meliputi: (1) faktor apa saja yang dapat menjelaskan peningkatan Adjusted EBITDA selama dua tahun 2022-2024, (2) apakah peningkatan tersebut dapat dipertahankan dalam kondisi tekanan, dan (3) langkah-langkah praktis apa yang harus diprioritaskan untuk terus mewujudkan profitabilitas dalam kondisi pertumbuhan Core GTV. Studi ini mengadopsi desain penelitian deskriptif kuantitatif di mana data sekunder digunakan dan terdiri dari ketersediaan dokumen pemerintah dalam bentuk laporan keuangan yang diaudit, laporan tahunan serta presentasi investor. Model keuangan Excel gabungan dibuat untuk memodelkan lintasan kinerja, melakukan analisis rasio dan tren, menguraikan pendorong EBITDA yang disesuaikan menggunakan analisis waterfall dan uji sensitivitas. Hasil menunjukkan bahwa GoTo telah mewujudkan pembalikan profitabilitas yang signifikan selama tahun 2022-2024. EBITDA yang disesuaikan tumbuh sebesar Rp 16,34 triliun, meningkatkan angka negatif Rp 16,01 triliun pada tahun fiskal 2022 menjadi Rp 0,33 triliun pada tahun fiskal 2024, karena tiga pengungkit penguatan yang disesuaikan adalah peningkatan monetisasi dengan rasio take rate bersih yang meningkat menjadi 2,95/1,85 pada rasio take rate bersih, rasionalisasi subsidi dengan promosi yang menurun menjadi 0,53/2,97 pada rasio take rate bersih, dan efisiensi biaya tetap yang mendasari biaya operasional. Namun, keberlanjutan profitabilitas berada dalam rentang yang sempit. Analisis skenario menunjukkan bahwa kombinasi promosi yang merugikan sebesar +10% dan tingkat penerimaan bersih sebesar -2% akan menyebabkan EBITDA yang disesuaikan mencapai titik impas. Studi ini menetapkan batasan profitabilitas: intensitas promosi tidak boleh melebihi 0,59% dari Core GTV, tingkat penerimaan bersih tidak boleh lebih rendah dari 2,84%, dan biaya operasional tetap tidak boleh kurang dari 46,91% dari pendapatan bersih. Konversi kas: masih sangat penting, karena pada tahun fiskal 2024, arus kas operasional diukur sebesar Rp -0,62 triliun. Makalah ini menyarankan manajemen untuk mengoperasionalkan zona operasi yang aman secara profitabilitas berdasarkan dasar tahun fiskal 2024 dengan mempertimbangkan empat prioritas, termasuk mengintegrasikan tata kelola berbasis pengaman ke dalam perencanaan promosi, mengamankan monetisasi menggunakan layanan bernilai tambah, memperkuat keunggulan biaya struktural, dan menargetkan konversi kas sebagai tujuan yang sama dengan EBITDA yang disesuaikan.
DAMPAK SUPLEMENTASI GLUKOSA DALAM MEDIUM TERRIFIC BROTH (TB) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS E. COLI TOP10/ PCDNA3.1(+)_UTR_SPIKE
Plasmid merupakan molekul DNA sirkuler yang secara luas digunakan sebagai vektor dalam rekayasa genetika. Seiring meningkatnya kebutuhan global akan terapi berbasis genetik, maka permintaan terhadap plasmid semakin meningkat. Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas plasmid adalah sumber dan metode pemberian nutrien, seperti karbon. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suplementasi glukosa pada medium terrific broth (TB) terhadap pertumbuhan biomassa E. coli TOP10/pcDNA3.1(+)_UTR_spike dan produksi plasmid pcDNA3.1(+)_UTR_spike. Escherichia coli TOP10 rekombinan ini ditumbuhkan dalam medium TB yang mengandung ampisilin dan disuplementasi glukosa dengan konsentrasi 0, 2, 4, dan 8 g/L. Kultivasi dilakukan dengan agitasi 200 rpm selama 18 jam pada suhu 37°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi glukosa pada medium TB dapat meningkatkan biomassa E. coli TOP10 (p?0.05) secara nyata. Suplementasi medium TB dengan glukosa 0, 2, 4, dan 8 g/L masingmasing menghasilkan biomassa sebesar 0.18, 0.21, 0.25, dan 0.27 mg DCW/mL. Namun demikian, kultur E. coli TOP10 rekombinan yang disuplementasi glukosa menunjukkan produksi plasmid yang lebih rendah (p?0.05) dibandingkan dengan kultur yang tidak disuplementasi glukosa. Konsentrasi plasmid di dalam sel E. coli TOP10 rekombinan yang ditumbuhkan pada medium TB yang disuplementasi dengan glukosa 0, 2, 4, dan 8 g/L berturut-turut menghasilkan plasmid sebesar 51.53, 42.51, 23.95, dan 10.55 ?g DNA pcDNA3.1(+)_UTR_spike/mg DCW.