📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MITRA BALITA SEJAHTERA SEBAGAI SARANA UNTUK BERSAING DI INDUSTRI IBU & ANAK

Tesis ini menelaah sebuah permasalahan organisasi yang relevan dalam lingkungan bisnis yang berkembang pesat serta mengusulkan kerangka strategi komprehensif untuk mengatasi tantangan yang teridentifikasi. Penelitian ini berangkat dari meningkatnya kebutuhan organisasi—baik publik maupun privat—untuk beradaptasi terhadap perubahan teknologi, struktural, dan perilaku yang memengaruhi kinerja serta keberlanjutan mereka. Seiring meningkatnya tekanan kompetitif dan berubahnya ekspektasi pelanggan, organisasi dituntut untuk meninjau kembali kapabilitas internal dan posisi eksternal mereka. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan memberikan analisis empiris dan teoritis yang dapat mendukung pengambilan keputusan strategis yang efektif. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran (mixed methods), yang mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif guna memperoleh pemahaman yang menyeluruh atas masalah penelitian. Data primer diperoleh melalui survei yang didistribusikan kepada pemangku kepentingan yang relevan, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari dokumen organisasi, laporan industri, jurnal akademik, dan berbagai sumber kredibel lainnya. Penggunaan metode campuran meningkatkan reliabilitas dan kedalaman temuan melalui triangulasi, sekaligus memperkuat validitas hasil penelitian. Analisis penelitian disusun menggunakan berbagai kerangka manajemen strategis yang telah mapan. Kondisi internal ditelaah melalui model Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP), bauran pemasaran (7P), serta analisis VRIO, yang memberikan pemahaman mengenai sumber daya, kapabilitas, serta proses penciptaan nilai organisasi. Faktor eksternal dianalisis menggunakan kerangka PESTEL dan model Lima Kekuatan Porter untuk mengidentifikasi dinamika makro, tekanan kompetitif, dan tantangan struktural dalam industri. Alat analisis ini membantu mengungkap pola terkait perilaku konsumen, tren pasar, dan risiko yang muncul. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kinerja organisasi dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara kompetensi internal dan kekuatan eksternal. Secara internal, penelitian mengidentifikasi berbagai kekuatan seperti kualitas produk, jangkauan pasar, atau proses operasional, sekaligus mencatat kelemahan seperti keterbatasan teknologi, keterbatasan sumber daya, atau kurang optimalnya integrasi antar-unit. Secara eksternal, terdapat berbagai peluang penting yang muncul dari inovasi teknologi, transformasi digital, serta perubahan preferensi konsumen. Namun, ancaman juga tetap signifikan, termasuk meningkatnya persaingan, sensitivitas harga, perubahan regulasi, dan kondisi ekonomi yang fluktuatif. Integrasi temuan tersebut dilakukan melalui analisis SWOT, yang mensintesis wawasan internal dan eksternal untuk membentuk pemahaman komprehensif mengenai posisi strategis organisasi. Selanjutnya, matriks TOWS dikembangkan untuk merumuskan alternatif strategi yang menyesuaikan kekuatan organisasi dengan peluang eksternal, meminimalkan paparan terhadap ancaman, dan mengatasi kelemahan internal. Strategi-strategi tersebut menjadi dasar dari rekomendasi strategis multidimensional yang menekankan peningkatan operasional, pengembangan kapabilitas, dan diferensiasi kompetitif. Usulan strategi akhir mencakup beberapa arah tindakan, antara lain peningkatan proses organisasi melalui integrasi digital, penguatan keterlibatan pelanggan menggunakan pendekatan berbasis data, optimalisasi alur kerja internal untuk meningkatkan efisiensi, serta perluasan kehadiran pasar melalui inisiatif promosi yang terarah. Selain itu, penelitian menekankan pentingnya pengembangan kemitraan, peningkatan kapabilitas karyawan, dan adopsi praktik kepemimpinan adaptif guna mendukung pertumbuhan jangka panjang organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa organisasi harus mengadopsi pendekatan strategis yang proaktif dan holistik agar tetap kompetitif dalam lingkungan yang semakin dinamis. Dengan mengintegrasikan analisis internal dan eksternal, tesis ini memberikan landasan yang kuat bagi pengambilan keputusan dan berkontribusi pada pengetahuan akademik mengenai strategi organisasi. Temuan penelitian juga menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan, inovasi, dan keselarasan strategi untuk mencapai kinerja yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menawarkan kontribusi teoretis dan wawasan praktis. Dari sisi teoretis, penelitian ini menegaskan relevansi kerangka manajemen strategis klasik dan menunjukkan penerapannya dalam tantangan organisasi kontemporer. Dari sisi praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh pemimpin, manajer, dan pemangku kepentingan dalam menghadapi ketidakpastian dan mencapai keberhasilan jangka panjang. Penelitian selanjutnya dapat memperluas temuan ini melalui studi kasus komparatif, metode longitudinal, atau analisis implementasi strategi pada berbagai konteks organisasi.

2026
👤 Penulis: Muhammad Fauzi Ramadhan P
🏷️ Manajemen Strategis 🏷️ Pemasaran Organisasi 🏷️ Inovasi Teknologi

MEMAHAMI KETIMPANGAN DARI PENDAFTARAN HINGGA PEMBELIAN: STUDI OPTIMALISASI FUNNEL PADA PLATFORM SURVEI DARING

Saat ini, platform daring seperti e-commerce, platform pembelajaran, transportasi daring, dan platform survei tidak lagi mengalami kesulitan dalam mendapatkan pengguna baru. Platform daring kini menghadapi tantangan untuk meningkatkan transaksi atau konversi di platform mereka. Studi ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kesenjangan pada platform survei swalayan SURVEYA antara pendaftaran pengguna dan pembelian pengguna. Studi ini menggunakan metode campuran analisis kuantitatif dengan menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Untuk mencapai kelengkapan data, penulis juga melakukan wawancara mendalam kualitatif dengan mahasiswa sarjana dan pascasarjana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan antara registrasi dan pembelian terutama disebabkan oleh ketidaksesuaian persepsi nilai (perceived value misalignment) dan penetapan harga berdasarkan harga acuan (reference price anchoring), bukan oleh kendala teknis atau masalah kegunaan platform. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan solusi bisnis praktis yang menekankan komunikasi nilai akademik yang lebih jelas, segmentasi berdasarkan jenjang akademik, serta dukungan harga yang kontekstual dan selaras dengan kalender akademik. Rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat konversi secara berkelanjutan tanpa bergantung pada strategi promosi yang berlebihan.

2026
👤 Penulis: Fitra Yudanilesta S. Hasina
🏷️ Optimalisasi Funnel Pada Platform Survei Daring 🏷️ Manajemen Nilai (Perceived Value) 🏷️ Segmentasi Pasar Berdasarkan Jenjang Akademik

EVALUASI KOMERSIALISASI DIMETIL ETER (DME) SEBAGAI PENGGANTI LPG YANG BERKELANJUTAN DI INDONESIA

Saat ini Indonesia telah bergantung pada impor Liquefied Petroleum Gas (LPG), dan situasi ini telah menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan energi jangka panjang Indonesia. Meningkatnya permintaan rumah tangga dan produksi LPG domestik yang stagnan telah menciptakan tekanan pada anggaran belanja negara (APBN) dan potensi kekurangan energi, terutama bagi daerah-daerah yang bergantung pada energi bersubsidi. Kondisi ini menunjukkan bahwa struktur energi Indonesia saat ini tidak cukup tangguh untuk memenuhi permintaannya, sehingga membuat energi alternatif semakin mendesak. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah telah mempromosikan kebijakan diversifikasi energi, dan Dimetil Eter (DME) telah dianggap sebagai salah satu alternatif LPG yang paling menjanjikan. Hal ini karena DME dapat diproduksi di dalam negeri dari batubara peringkat rendah yang melimpah. Berdasarkan hal ini, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi komersialisasi DME di Indonesia dan mengkaji bagaimana PT Bukit Asam (PTBA) dapat mendukung agenda transisi energi nasional. Untuk mencapai hal ini, penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara semi-terstruktur dengan para pemangku kepentingan internal PTBA, peneliti Lemigas, dan konsumen rumah tangga. Selanjutnya, data wawancara akan didukung dengan data sekunder yang berasal dari literatur akademis, peraturan pemerintah, studi percontohan teknis, dan laporan industri terkait DME dan sektor energi nasional. Hal ini memungkinkan penelitian untuk membangun pemahaman yang komprehensif tentang faktor teknis dan sosial yang terlibat dalam adopsi DME. Untuk menganalisis hal ini, beberapa kerangka kerja analitis digunakan untuk memandu proses penelitian. Analisis pasar dilakukan melalui kerangka kerja Segmentasi–Penargetan–Pemosisian (STP), yang membantu memahami calon pengadopsi DME dan faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan DME. Lingkungan eksternal dianalisis menggunakan Lingkungan Umum, Lima Kekuatan Porter, dan Analisis Pesaing untuk mengidentifikasi tekanan persaingan, dinamika industri, dan untuk memahami kemungkinan pesaing atau sumber energi rumah tangga alternatif. Untuk memahami situasi dan persiapan dalam lingkup internal, analisis internal PTBA dilakukan dengan menilai sumber daya, kapabilitas, dan aktivitas rantai nilai perusahaan. Penilaian ini membantu mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan peluang perbaikan PTBA terkait adopsi teknologi DME. Selanjutnya, hasil analisis internal dan eksternal diintegrasikan ke dalam analisis SWOT, yang memberikan gambaran komprehensif tentang posisi strategis PTBA dan kesiapannya dalam program komersialisasi DME. Temuan studi ini menunjukkan bahwa komersialisasi DME sangat selaras dengan tujuan diversifikasi energi Indonesia dan rencana jangka panjang PTBA untuk hilirisasi batubara. Namun, beberapa tantangan perlu diatasi, termasuk tingginya modal yang dibutuhkan untuk produksi DME dibandingkan dengan LPG, ketergantungan pada teknologi asing, perlunya penyesuaian infrastruktur, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap DME. Tantangan-tantangan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi pemangku kepentingan antara PTBA dan mitranya untuk memastikan penerapan DME yang efektif dan diterima oleh konsumen rumah tangga. Penelitian ini memberikan dasar analitis untuk merancang rekomendasi strategi yang dapat mendukung peran PTBA dalam mempercepat sistem energi nasional yang lebih aman dan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Farah Rania Ramadhanie
🏷️ Diversifikasi Energi Indonesia 🏷️ Dimetil Eter (Dme) 🏷️ Pt Bukit Asam (Ptba)

ANALISIS KESENJANGAN KUALITAS FASILITAS PENDUKUNG BLEISURE TOURISM DAN TINGKAT KEPUASAN BLEISURE DI KOTA BANDUNG

Pengembangan pariwisata perkotaan yang mengakomodasi bleisure tourism yang merupakan perjalanan bisnis yang dikombinasikan dengan aktivitas leisure/wisata, aktivitas tersebut membutuhkan dukungan fasilitas pendukung yang memadai agar wisatawan merasa nyaman serta terdorong untuk memperpanjang masa tinggal dan melakukan aktivitas wisata di destinasi. Kota Bandung sebagai kota bisnis sekaligus destinasi wisata memerlukan pemetaan kualitas fasilitas pendukung bleisure dari sudut pandang wisatawan sebagai pengguna langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan (gap) kualitas fasilitas pendukung bleisure tourism serta tingkat kepuasan wisatawan bleisure di Kota Bandung. Dimensi kualitas fasilitas yang dianalisis mencakup aspek bukti fisik (tangibles) yang relevan dengan konteks bleisure yang terdiri dari 5 dimensi yaitu accomodation, business facilities, leisure facilities, family-friendly facilities, dan accesibilities.Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif-evaluatif dengan jumlah sampel 160 responden wisatawan bleisure. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Skala pengukuran menggunakan skala Likert. Metode analisis data menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI), analisis gap (importance–performance), dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil analisis menunjukkan nilai CSI sebesar 79,70% yang mengindikasikan bahwa secara keseluruhan wisatawan bleisure merasa puas terhadap fasilitas pendukung bleisure tourism di Kota Bandung. Namun, hasil analisis gap menunjukkan bahwa performance < importance dengan nilai 3,18 < 3,39 dan rata-rata gap sebesar -0,21, yang berarti kualitas fasilitas pendukung yang dirasakan belum sepenuhnya memenuhi harapan wisatawan bleisure. Hasil analisis IPA menunjukkan atribut yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki meliputi transportasi umum di dalam Kota Bandung, tourists Information Center (TIC) dan signage atau petunjuk arah. Temuan ini diharapkan menjadi masukan bagi pengelola destinasi dan pemerintah Kota Bandung dalam meningkatkan kualitas fasilitas pendukung bleisure tourism untuk memperkuat daya saing pariwisata Kota Bandung.

2026
👤 Penulis: Affra Siti Nabilla
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan 🏷️ Hidrologi

USULAN STRATEGI BISNIS UNTUK MENINGKATKAN KINERJA BISNIS PROGRAM YOGA TEACHER TRAINING DI ELING ACADEMY

Eling Academy, unit bisnis Eling Group adalah pusat pelatihan yoga & wellness di Bali. Kinerja program Yoga Teacher Training (YTT) Eling Academy masih rendah, terbukti dari frekuensi penyelenggaraan programnya yang jauh lebih rendah dibandingkan penyelenggara lain. Meskipun Bali telah menjadi destinasi unggulan program YTT global, sebagian besar penyelenggara YTT di Bali dijalankan oleh orang asing dan illegal menurut hukum Indonesia. Sayangnya, praktik-praktik ini masih berjalnjut hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eskternal yang memengaruhi kinerja Eling Academy dan merumuskan strategi bisnis. Metodologi penelitian yang digunakan ialah studi kasus kualitatif dengan beberapa analisis. Wawancara mendalam dilakukan, dilengkapi dengan data sekunder. Analisis tematik digunakan serta triangulasi untuk menguatkan tema-tema dari wawancara dengan bukti eksternal untuk kredibilitas analitis. Alat analisis digunakan seperti VRIO, Pengalaman Pelanggan, PESTEL, Porter’s Five Forces, dan 4-Component Competitor Analysis untuk mengevaluasi kondisi internal dan eskternal Eling Academy yang kemudian diprioritaskan untuk merumuskan strategi melalui pembobotan matriks IFE dan EFE. Analisis SWOT mengkonsolidasikan hasil analisis tersebut, dan solusi yang diusulkan memprioritaskan empat strategi melalui analisis TOWS: (1) Memulai diferensiasi berbasis garis keturunan dan metode otentik Bali Hatha Yoga melalui peningkatan posisi pasar, (2) Meningkatkan kesiapan operasional untuk meningkatkan frekuensi dan konsistensi program, (3) Memperkuat visibilitas internasional melalui kehadiran digital dan kolaborasi sistematis, dan (4) Mengembangkan ekosistem peserta dan alumni yang komprehensif untuk mendorong keterlibatan berkelanjutan. Strategi-strategi ini diintegrasikan ke dalam rencana implementasi multi-tahun, yang membawa Eling Academy dari aktivasi hingga konsolidasi dan akhirnya menuju premiumisasi serta pertumbuhan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Yadunandana
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

REPOSISI PASAR STRATEGIS MOTHERCARE INDONESIA: TRANSISI MENUJU SEGMEN PREMIUM UNTUK MENINGKATKAN PROFITABILITAS

Mothercare Indonesia menghadapi tantangan profitabilitas yang dipicu oleh pergeseran menuju penggunaan diskon yang lebih agresif selama dan setelah masa pemulihan Covid-19. Taktik jangka pendek untuk menghabiskan persediaan dan memulihkan penjualan ini berkembang menjadi pola komersial yang berulang, membentuk ekspektasi pelanggan terhadap promosi dan menekan margin kotor. Akibatnya, eksekusi pasar lokal bergeser dari posisi premium yang diharapkan oleh Mothercare Global Brand, sehingga melemahkan daya menetapkan harga dan persepsi merek. Di sisi lain, persaingan dengan peritel lokal dan digital-first semakin intens, sementara orang tua urban yang lebih makmur kini semakin mengutamakan kepercayaan, kurasi produk, dan panduan ahli. Ketidaksesuaian antara identitas global, ekspektasi konsumen, dan praktik komersial inilah yang menjadi isu inti: Mothercare Indonesia perlu mengembalikan strategi bisnisnya melalui reposisi ke segmen premium untuk memulihkan pricing power, memperkuat ekuitas merek, dan mencapai profitabilitas berkelanjutan. Hasil thematic coding dan analisis kesesuaian pemangku kepentingan menunjukkan tiga kesenjangan strategis utama: kurangnya fokus kurasi produk yang disiplin, ketergantungan pada diskon, serta ketidak konsistenan layanan yang gagal membangun kesan premium. Mothercare Indonesia perlu memperkuat posisinya melalui pendalaman kategori hero, tata kelola harga–promosi yang lebih terarah, dan layanan berbasis keahlian yang dapat diandalkan. Prioritas ini membentuk peta jalan reposisi yang koheren dan dapat dieksekusi, memungkinkan perusahaan membangun kembali struktur margin, memulihkan kepercayaan terhadap merek, dan beralih dari kompetisi berbasis diskon menuju penciptaan nilai yang lebih jelas dan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Amrina Rosyada Putri
🏷️ Strategi Pasar 🏷️ Manajemen Harga-Promosi 🏷️ Kepentingan Merek

ANALISIS KELAYAKAN DAN STRATEGI MASUK PASAR JASA PEMETAAN 3D PADA SEKTOR YANG SEDANG BERKEMBANG DI INDONESIA

Teknologi pemetaan saat ini berkembang pesat, dengan pengembangan perangkat keras seperti pemindai laser, fotogrametri UAV, dan pemodelan digital. Adopsi teknologi meningkat secara global di sektor konstruksi, budaya, hiburan, lingkungan, dan lainnya. Namun, di Indonesia, situasinya berbeda. Adopsi teknologi ini masih terbatas, terutama di sektor pertambangan, konstruksi, dan pemerintahan. Industri tesebut secara historis telah membentuk tulang punggung pendapatan perusahaan. Tantangannya adalah perusahaan telah mengalami penurunan pendapatan dari dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk menemukan solusi baru seperti diversifikasi. Studi ini meneliti kelayakan PT Geo Indonesia memasuki beberapa sektor alternatif yang telah berhasil mengadopsi teknologi pemetaan 3D secara global, namun sebagian besar masih belum dimanfaatkan di pasar Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, menggabungkan wawancara dari pemangku kepentingan di berbagai industi, didukung oleh data sekunder tentang tren pasar, peraturan, dan perkembangan teknologi. Temuan penelitian mengidentifikasi tiga segmen pasar utama: pertama, sektor tradisional dengan permintaan yang stabil tetapi melambat; Kedua, sektor teknik yang sedang berkembang yang membutuhkan data dengan akurasi tinggi tetapi menghadapi kendala kemampuan dan biaya; dan ketiga, sektor kreatif yang sedang berkembang yang menunjukkan potensi kuat karena permintaan mereka akan visualisasi dan layanan berbasis proyek. Analisis eksternal menunjukkan bahwa tren digitalisasi di Indonesia menguntungkan, dengan inisiatif pemerintah yang mendukung. Analisis internal menunjukkan PT Geo-Indonesia memiliki keahlian teknis yang kuat dan akses ke peralatan canggih. Namun, terdapat kesenjangan organisasi dalam alur kerja layanan, kemampuan pemasaran, dan SDM, khususnya dalam kompetensi yang diperlukan untuk diversifikasi pasar. Penerapan Tes Porter mengkonfirmasi bahwa diversifikasi ke layanan pemetaan 3D menarik, terjangkau, dan sinergis dengan kekuatan perusahaan yang ada. Studi ini merekomendasikan strategi penargetan ganda: memprioritaskan industri kreatif untuk penetrasi pasar yang cepat dan membangun kemampuan layanan tingkat teknik jangka panjang di bidang arsitektur, properti, dan minyak dan gas. Rencana implementasi mencakup pengembangan alur kerja, edukasi pasar, pembangunan portofolio, dan kemitraan strategis. Penelitian ini memberikan panduan praktis untuk upaya diversifikasi dan meningkatkan pemahaman tentang strategi memasuki pasar di sektor jasa geospasial Indonesia yang sedang berkembang.

2026
👤 Penulis: Husnia Nur Annisa
🏷️ Digitalisasi 🏷️ Pertambangan 🏷️ Konstruksi

ANALISIS FAKTOR KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA CIMAHI DENGAN METODE CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS (CFA) DAN KERANGKA STRENGTHS-OPPORTUNITIES-ASPIRATIONS-RESULTS (SOAR) (STUDI KASUS: TPST SENTIONG DAN TPS 3R MELONG)

ABSTRAK ANALISIS FAKTOR KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA CIMAHI DENGAN METODE CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS (CFA) DAN KERANGKA STRENGTHS-OPPORTUNITIES-ASPIRATIONS-RESULTS (SOAR) (STUDI KASUS TPST SENTIONG DAN TPS 3R MELONG) Oleh Lilih Muflihah NIM: 25723303 (Program Studi Magister Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi) Pertumbuhan penduduk dan aktivitas metropolitan di Kota Cimahi menuntut pengelolaan sampah yang efektif. TPA Sarimukti sebagai TPA Regional Bandung Raya saat ini telah mengalami kelebihan kapasitas, sehingga diberlakukan kebijakan pembatasan kuota pengangkutan sampah dari setiap kota/kabupaten di Bandung Raya. Dalam situasi keterbatasan lahan dan tingginya kepadatan penduduk, optimalisasi pemanfaatan fasilitas eksisting menjadi alternatif yang paling realistis dalam penyelenggaraan pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor keberlanjutan pengelolaan sampah dengan studi kasus TPST Sentiong danTPS 3R Melong, serta merumuskan strategi penguatan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Analisis dilakukan menggunakan CFA/MGCFA dan model second-order, dilengkapi perumusan strategi berbasis SOAR. Secara komparatif, kedua kelompok menunjukkan reliabilitas konstruk yang memadai, namun struktur dan hierarki faktornya berbeda. Pada kelompok pengguna, kontribusi terbesar berasal dari subkonstruk Pembiayaan, Kelembagaan, dan Peran Serta Masyarakat (CR?0,84; AVE?0,51). Sedangkan kelompok pengelola dominan pada subkonstruk Teknis Operasional dan Peran Serta Masyarakat (CR?0,86; AVE?0,61). Temuan ini menegaskan pentingnya peranan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kota Cimahi. Strategi prioritas SA (SOAR) meliputi penguatan literasi dan praktik pemilahan, penyusunan SOP, koordinasi lintas OPD, inovasi skema pembiayaan berbasis volume dan kanal digital, serta penataan operasi menuju keberlanjutan. Kata kunci: Analisis Faktor, CFA, Keberlanjutan, Kota Cimahi, Sampah Perkotaan, Pengelolaan Sampah, SOAR.

2026
👤 Penulis: Lilih Muflihah
🏷️ Analisis Faktor 🏷️ Keberlanjutan Pengelolaan Sampah 🏷️ Soar (Strengths-Opportunities-Aspirations-Results)

STRATEGI OPERASIONAL UNTUK MENINGKATKAN KINERJA ANALIS DI IT SERVICE DESK JAKARTA ROYAL BLUE ENERGY

Global Service Desk yang bekerja 24/7 dan mencakup seluruh wilayah kerja Royal Blue Company bekerja menggunakan aplikasi tiket sistem untuk menangani berbagai masalah dan permintaan yang berhubungan dengan IT. Penelitian ini menitikberatkan pada Jakarta Service Desk (JSD) dan menganalisis kinerja para analis pada bulan Januari-Juni 2025. Penelitian dilakukan untuk melihat apa saja strategi yang diterapkan pada JSD dan apa saja tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan performa kerja tiap analis. Di situasi kerja yang terus berubah dan meningkatnya volume tiket yang masuk dan dengan berubahnya teknologi yang terus menerus, analis JSD diharapkan dapat bertahan dengan menunjukkan performa sesuai target. Beberapa strategi yang diterapkan sudah terbukti dapat membuat performa analis meningkat, dan beberapa perlu dibenahi untuk mengurangi celah dan hambatan yang ada. Dilakukan evaluasi pada strategi yang sudah diterapkan di antaranya program training tiap minggu yang diadakan oleh Tim Kepuasan Penlanggan, portal layanan mandiri untuk pengguna, alat otomatisasi, inisiasi shif-left, rotasi tugas per minggu, dan lain-lain. Analisis yang dilakukan adalah dengan menggunakan Analisis Celah dan Analisis Fishbone. Dengan mengetahui celah pada setiap aspek yang berpengaruh pada kinerja analis dan menentukan penyebab masalahnya, analis diharapkan dapat fokus mengecilkan celah agar hasil yang didapatkan dapat sesuai target yang ditetapkan. Hasil menunjukkan bahwa celah kritis dalam penelitian ini adalah pada rotasi tugas per minggu. Jika celah kritis ini diperbaiki, hal ini akan berdampak pada kinerja lainnya seperti layanan pesan singkat dan layanan telepon. Dibutuhkan kerja sama dari setiap analis untuk dapat mencapai target sesuai KPI dan memberikan layanan yang memuaskan untuk setiap user.

2026
👤 Penulis: Kamilla Sukmahati
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Kinerja Staf Teknis 🏷️ Peningkatan Efisiensi Layanan It

MENDUKUNG PERTUMBUHAN BAND-BAND BARU DARI SKENA LOKAL MENUJU EKSPOSUR INTERNASIONAL: STUDI STRATEGIS PROMOTOR ACARA MUSIK DEWANDARU

Dunia musik independen di Bandung terus berkembang, namun band-band emerging masih menghadapi keterbatasan dalam memperoleh kesempatan tampil yang konsisten serta dukungan pengembangan yang terstruktur. Sebagai promotor musik independen berskala kecil, Dewandaru menghadapi tantangan berupa ketidakkonsistenan penyelenggaraan acara dan belum adanya sistem pengembangan artis yang jelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan pendiri Dewandaru, musisi emerging, dan audiens untuk mengidentifikasi permasalahan utama serta peluang pengembangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa solusi yang paling realistis adalah penyelenggaraan showcase berskala kecil secara terkurasi yang dikombinasikan dengan pengembangan artis yang sederhana dan berkelanjutan. Penelitian ini mengusulkan strategi berbasis pengembangan artis, pengalaman acara, dan penguatan ekosistem lokal sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. Eksposur internasional diposisikan sebagai capaian jangka panjang yang dapat diwujudkan setelah ekosistem lokal diperkuat dan kesiapan artis telah terbentuk.

2026
👤 Penulis: M. Haekal Al K. Kusnandar
🏷️ Promosi Musik Independen 🏷️ Pengembangan Artis 🏷️ Eksposur Internasional

PENGEMBANGAN PRODUK PERAWATAN RAMBUT INOVATIF UNTUK AREGA BEAUTY

Penelitian ini dilakukan untuk memahami penyebab stagnasi produk Arega Beauty dan mengembangkan arah inovasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Produk awal Arega yang berfokus pada perbaikan rambut rusak akibat pewarnaan ternyata tidak menjawab masalah utama pasar yaitu kerontokan rambut dan ketidakseimbangan kulit kepala. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi pasar, analisis penjualan, serta penerapan Root Cause Analysis dan kerangka New Product Development. Analisis tematik menunjukkan bahwa konsumen sangat mengutamakan efektivitas yang dapat terlihat, keamanan bahan, dan hasil yang konsisten dalam iklim tropis. Stagnasi terjadi karena formulasi awal kurang memiliki bahan aktif yang didukung riset dan proses pengujian yang terbatas. Penelitian ini kemudian mengusulkan pengembangan Arega Fortifying Hair Tonic dengan keratin, rosemary oil, dan aloe vera sebagai solusi alami yang tetap memiliki dasar ilmiah untuk masalah kerontokan rambut. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan pengembangan produk yang berbasis data dan validasi konsumen sangat penting untuk meningkatkan relevansi pasar dan membangun kembali kepercayaan terhadap Arega.

2026
👤 Penulis: Gabriel Cesily Angelicania
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS KESIAPSIAGAAN PELAKU USAHA WISATA TERHADAP BENCANA GEMPA BUMI DI DESTINASI WISATA BANDA NEIRA

Indonesia sebagai negara kepulauan berada di kawasan rawan bencana geologi, termasuk gempa bumi dan tsunami, yang memberikan tantangan besar bagi pembangunan pariwisata berkelanjutan. Banda Neira, sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia Timur, menghadapi risiko tinggi gempa bumi, namun belum banyak kajian yang secara khusus meneliti kesiapsiagaan pelaku usaha wisata di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan pelaku usaha wisata di Banda Neira khususnya wilayah Negeri Administratif Nusantara terhadap bencana gempa bumi serta menilai keselarasan kebijakan nasional dan daerah dengan prinsip-prinsip kesiapsiagaan dalam Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) 2015-2030. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, studi dokumentasi, dan analisis konten kebijakan. Data dianalisis secara tematik menggunakan software NVivo dengan kerangka empat prioritas SFDRR: pemahaman risiko, tata kelola, investasi pengurangan risiko, serta kesiapsiagaan dan pemulihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan pelaku usaha skala mikro dan kecil di Banda Neira masih rendah, terutama dalam aspek perencanaan evakuasi, penyediaan jalur evakuasi, serta pelatihan kebencanaan. Kebijakan nasional dan daerah telah mengadopsi prinsip SFDRR, namun belum sepenuhnya terintegrasi dalam praktik sektor informal pariwisata. Dibandingkan dengan studi sebelumnya di daerah lain, penelitian ini menyoroti pentingnya pelibatan pelaku usaha lokal sebagai aktor strategis dalam sistem kesiapsiagaan. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokusnya terhadap sektor UMK pariwisata di wilayah kepulauan rawan gempa yang selama ini luput dari perhatian kebijakan. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan model pariwisata tangguh bencana berbasis kolaborasi pentahelix dan kontekstual lokal. Penelitian ini memperkaya literatur tentang integrasi kebencanaan dan pariwisata serta menjadi rujukan strategis dalam perencanaan destinasi wisata berkelanjutan dan adaptif.

2026
👤 Penulis: Meity Intan Suryadi
🏷️ Gempa Bumi 🏷️ Pariwisata Berkelanjutan 🏷️ Manajemen Risiko

ADAPTASI VISUAL ORNAMEN BUNGA PADMA DI ISTANA KEPRESIDENAN REPUBLIK INDONESIA-JAKARTA

Istana Kepresidenan Republik Indonesia-Jakarta merupakan lambang dan perjalanan sejarah Bangsa Indonesia. Bangunan tersebut berada dalam lingkungan yang berlatar belakang tradisi masyarakat dengan keberagaman budaya. Terjalinnya hubungan dengan lingkungan sekitar menjadikan Istana Kepresidenan Republik Indonesia-Jakarta sebagai representasi yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah dan keberagaman. Keberagaman ini dapat menimbulkan sikap etnosentris sehingga menimbulkan konflik dan perpecahan, jika tidak bijak dalam menyikapi dan mengaturnya. Berdasarkan uraian di atas, maka bangunan ini penting dipertahankan dan dipahami sebagai simbol keberagaman dan kebersatuan. Adapun kehadiran simbol dalam bentuk visual ornamen merupakan unsur penting dalam mewakili identitas Bangsa Indonesia dan sebagai identitas nasional di Istana Kepresidenan Republik Indonesia-Jakarta. Secara identitas, keberagaman dan kebersatuan ini dirumuskan melalui tampilan visual ornamen pada bangunan yang berwibawa tersebut, sehingga dapat mewakili identitas Bangsa Indonesia. Pembahasan objek visual ornamen Padma sebagai artefak estetik-simbolik, secara kronologi kesejarahan telah diaplikasikan dalam artefak agama Hindu dan Buddha. Padma dalam bahasa Sansekerta adalah bunga Teratai Merah yang mempunyai filosofi hidup yang baik seperti yang tergambarkan dari cara hidupnya. Pengaruh visual ornamen Hindu dan Buddha Padma pun secara universal sudah diaplikasikan pada bangunan Istana Kepresidenan Republik Indonesia-Jakarta, Bogor dan Cipanas, serta pada bangunan rumah-rumah ibadah pada masa periode Hindu Buddha, Islam, Kolonial, Modern awal hingga masa Kemerdekaan, dan Era Kontemporer di pulau Jawa. Namun demikian, dalam Keputusan Presiden No. 4 Tahun 1993 bunga ini tidak dicantumkan. Ketidakhadirannya mencerminkan bagaimana simbol lokal yang sarat makna sering terpinggirkan dalam konstruksi identitas nasional yang bersifat administratif. Disamping itu, masyarakat kebanyakan belum mengetahui ornamen Padma yang dihadirkan dan tidak dapat mengenalinya secara terperinci. Sehingga terdapat gap atau permasalahan antara ornamen Padma yang dimunculkan secara estetik-simbolik dengan pemahaman pengetahuan masyarakat. Tujuan penelitian ini antara lain: (1) Merumuskan proses adaptasi visual ornamen Padma pada bangunan di Istana Kepresidenan Republik Indonesia-Jakarta sejak masa periode Kolonial sampai masa kepemimpinan Joko Widodo, yang didasari pada penggunaan ornamen Padma yang secara universal sudah diaplikasikan di bangunan rumah-rumah ibadah pada masa periode Hindu-Buddha, Islam, Kolonial, Modern awal hingga masa Kemerdekaan, dan Era Kontemporer di pulau Jawa; dan (2) Merumusan elemen bentuk, fungsi, dan makna ornamen Padma yang diterapkan pada bangunan Istana Kepresidenan Republik Indonesia-Jakarta sejak masa periode Kolonial sampai abad ke-21 masa kepemimpinan Joko Widodo sehubungan dengan budaya dan nasionalisme sebagai identitas. Penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan interpretivisme dan menggunakan studi kasus pada lingkungan Istana Kepresidenan Republik Indonesia, Jakarta. Analisis dilakukan melalui strategi cross-sectional dan bersifat induktif, memadukan observasi visual, dokumentasi arsitektural, serta penafsiran simbolik dan adaptasi visual. Proses analisis diperkuat oleh teori morfologi estetik Thomas Munro untuk membaca keterpaduan bentuk dan fungsi, serta konsep simbolik Jakob Sumardjo untuk menafsir nilai budaya dalam ornamen Padma. Temuan penelitian menegaskan Padma sebagai medium rekonstruksi identitas visual kenegaraan melalui adaptasi estetis dan simbolik. Penelitian menghasilkan metode pembacaan simbolik-morfologis sebagai kontribusi metodologis untuk membaca ornamen dalam konteks kekuasaan. Selain mengungkap negosiasi simbolik antara budaya lokal dan representasi nasional, penelitian menunjukkan bahwa ornamen Padma berfungsi sebagai wacana politik budaya yang membentuk narasi visual negara.

2026
👤 Penulis: Erina Wiyono
🏷️ Arsitektur 🏷️ Identitas Nasional 🏷️ Budaya Lokal

EKSPLORASI LIMBAH PELEPAH PISANG SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU PRODUKFUNGSIONAL

Di Indonesia, pelepah pisang dihasilkan dalam jumlah besar sebagai limbah pertanian, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pelepah pisang sebagai alternatif bahan baku produk fungsional melalui pendekatan eksplorasi material dan perancangan desain, dengan memanfaatkan selulosa bakteri dari kombucha sebagai perekat dan pelapis alami. Penelitian dilakukan melalui serangkaian eksperimen yang meliputi variasi durasi perendaman pelepah pisang dalam larutan kombucha serta metode pengeringan alami dan oven, untuk mengidentifikasi pengaruhnya terhadap karakter visual, tekstur, dan potensi penerapan material dalam produk fungsional. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa selulosa bakteri dari kombucha berperan penting dalam membentuk karakter visual material pelepah pisang. Lapisan selulosa yang dihasilkan mampu menyatukan serat pelepah pisang sekaligus menghadirkan sifat semi-transparan, tekstur organik, dan tampilan alami yang khas. Karakter ini memperkaya nilai estetika material serta membuka peluang penerapannya pada produk yang mengedepankan kualitas visual dan ekspresi material alami sebagai bagian dari desain berkelanjutan. Implementasi hasil eksplorasi material diwujudkan dalam perancangan produk fungsional berupa lampu, dengan lampu meja sebagai produk terpilih. Pemilihan produk ini didasarkan pada kesesuaian karakter material dengan kebutuhan visual dan pencahayaan, serta relevansinya dengan tren pasar produk home décor berkelanjutan. Perancangan dilakukan dengan mempertimbangkan sistem konstruksi sederhana dan pendekatan produksi skala kecil–menengah, yang sejalan dengan karakter material serta konteks pengolahan berbasis sumber daya lokal. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa eksplorasi pelepah pisang dengan selulosa bakteri kombucha mampu menghasilkan material alternatif yang ramah lingkungan, bernilai guna, dan relevan untuk diimplementasikan pada perancangan produk fungsional. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan material dari limbah pertanian yang dapat diterapkan pada praktik perancangan produk fungsional.

2026
👤 Penulis: Bellania Syabani
🏷️ Limbah Pertanian 🏷️ Desain Produk Fungsional 🏷️ Material Alternatif

PEMILIHAN ALTERNATIF SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) OPTIMAL DI IBU KOTA KABUPATEN BANGGAI LAUT DENGAN PENDEKATAN MULTIKRITERIA AHP–TOPSIS

ABSTRAK PEMILIHAN ALTERNATIF SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) OPTIMAL DI IBU KOTA KABUPATEN BANGGAI LAUT DENGAN PENDEKATAN MULTIKRITERIA AHP–TOPSIS Oleh: Abd. Syawal A. Dali NIM : 25723302 (Program Studi Magister Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi) Kabupaten Banggai Laut sebagai wilayah kepulauan menghadapi tantangan penyediaan air minum layak di Ibu Kota Kabupaten akibat keterbatasan air tawar, pertumbuhan penduduk, dan urbanisasi. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan SPAM yang adaptif terhadap karakteristik geografis dan sosial-ekonomi, termasuk keterjangkauan tarif sesuai daya beli masyarakat. Kajian mencakup (i) analisis keandalan air baku menggunakan model NRECA berbasis curah hujan dan evapotranspirasi Penman, (ii) proyeksi penduduk dengan lima metode statistik, (iii) estimasi kebutuhan air minum terpasang dan jam puncak, (iv) simulasi kinerja hidraulik jaringan perpipaan menggunakan EPANET 2.0, serta (v) evaluasi tarif dasar air dengan prinsip FCR mengacu pada Permendagri No. 71/2016 dan 21/2020. Empat skenario pengembangan dianalisis melalui pendekatan MCDA dengan pembobotan kriteria menggunakan AHP dan pemeringkatan alternatif menggunakan TOPSIS di Python (Google Colab). Hasil AHP menunjukkan bobot tertinggi adalah debit andalan (0,363), diikuti sistem jaringan (0,251), tarif (0,232), dan kebutuhan air (0,154), dengan rasio konsistensi 0,012 (konsisten). Perhitungan TOPSIS menempatkan alternatif A1 sebagai pilihan terbaik (Ci = 0,568) karena paling mendekati solusi ideal dalam keandalan suplai air baku (Sungai Mampaliasan), efisiensi sistem jaringan (Pompanisasi), dan keterjangkauan tarif. Studi ini. Hasil penelitian ini mendukung perencanaan SPAM bertahap berbasis keandalan sumber dan efisiensi operasional di wilayah kepulauan serta diharapkan menjadi dasar pengambilan keputusan bagi perencanaan SPAM yang berkelanjutan, efisien, dan inklusif di wilayah kepulauan. Kata kunci: sistem penyediaan air minum, wilayah kepulauan, model NRECA, Topsis, AHP.

2026
👤 Penulis: Abd. Syawal A. Dali
🏷️ Wilayah Kepulauan 🏷️ Sistem Penyediaan Air Minum (Spam) 🏷️ Analisis Multikriterial
Halaman 212 dari 6754
💬