📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PENGEMBANGAN MODEL NUMERIK 1D UNTUK SIMULASI GERUSAN PADA DASAR SUNGAI DENGAN METODE BEDA HINGGA EKSPLISIT (STUDI KASUS: SUNGAI CIKAO, KABUPATEN PURWAKARTA, PROVINSI JAWA BARAT)

Perubahan morfologi sungai akibat proses gerusan dasar merupakan fenomena penting yang berpengaruh terhadap stabilitas alur sungai dan keberlanjutan infrastruktur sumber daya air. Proses tersebut dipengaruhi oleh interaksi antara aliran tidak tunak dan angkutan sedimen dasar, sehingga memerlukan pendekatan pemodelan hidrodinamik dan morfodinamik yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model numerik satu dimensi dalam mensimulasikan proses gerusan dasar sungai menggunakan metode beda hingga eksplisit dengan skema Forward Time Central Space (FTCS). Persamaan pengatur yang digunakan meliputi persamaan Saint-Venant untuk aliran tidak tunak dan persamaan Exner untuk perubahan elevasi dasar sungai, dengan perhitungan angkutan sedimen dasar menggunakan persamaan Meyer–Peter dan Muller. Untuk meningkatkan stabilitas numerik, diterapkan filter Hansen sebagai disipasi artifisial. Pengujian model dilakukan melalui tiga skenario, yaitu model dam break sebagai validasi terhadap penelitian terdahulu, model aliran seragam Sungai Cikao, serta model aliran tidak seragam Sungai Cikao dengan variasi parameter numerik. Hasil simulasi menunjukkan bahwa model numerik mampu merepresentasikan tinggi muka air dan perubahan elevasi dasar sungai secara konsisten pada model pertama dan kedua. Perbandingan hasil simulasi dengan model HEC-RAS 1D pada model pertama dan kedua menunjukkan tingkat kesesuaian yang sangat baik, dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) hidrodinamik berada pada kisaran rendah dan RMSE morfodinamik mendekati nol pada seluruh waktu tinjauan. Pada model ketiga dengan kondisi aliran tidak seragam belum dapat merepresentasikan hasil simulasi hidrodinamik dan morfodinamik dengan baik. Hasil ini menunjukkan bahwa model numerik yang dikembangkan memiliki tingkat akurasi dan stabilitas yang baik pada kondisi aliran seragam, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif dalam analisis gerusan dasar sungai.

2026
👤 Penulis: Muhammad Habibie Anwar
🏷️ Model Numerik 1D 🏷️ Morfologi Sungai 🏷️ Analisis Hidrodinamik Dan Morfodinamik

MODEL BISNIS PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT (KASUS: KAMPUNG MENARBU, PAPUA BARAT)

Ekowisata berbasis masyarakat berkembang sebagai pendekatan yang menempatkan masyarakat lokal sebagai pengelola utama pariwisata, sebagai respon atas berbagai keterbatasan ekowisata dalam memberikan ruang dan manfaat yang adil bagi masyarakat. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai aktor utama pengembang dan pengelola ekowisata dengan tujuan konservasi lingkungan, pelestarian budaya, serta distribusi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pendekatan ini berakar pada isu, kebutuhan, dan aspirasi masyakat dengan mendorong partisipasi, pengambilan keputusan kolektif, dan penguatan kapasitas masyarakat, ekowisata berbasis masyarakat berfungsi sebagai alat konservasi, sumber penghidupan alternatif, sekaligus pemberdayaan masyarakat dan pertukaran pengetahuan antara masyarakat dengan wisatawan. Ekowisata berbasis masyarakat relevan untuk pembangunan pariwisata berkelanjutan di wilayah pedesaan dan pesisir. Kampung Menarbu, sebuah kampung pesisir di Pulau Roon, Teluk Cenderawasih, Papua Barat memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi, ekosistem yang beragam, serta budaya yang kaya termasuk sasi sebagai bentuk kearifan lokal pengelolaan sumber daya laut dan pesisir berbasis adat. Masyarakat telah menunjukkan inisiatif mengembangan ekowisata melalui pembetukan Pokja Ekowisata dibawa BUMKa, namun aktivitas wisata masih terbatas dan belum terarah. Kondisi ini menunjukkan kesenjangan belum tersedianya model pengembangan dan model bisnis ekowisata berbasis masyarakat yang sesuai dengan potensi lokal, kekuatan komunitas, serta karakter ekologis Kampung Menarbu. Untuk model pengembangan ekowisata yang relevan, penelitian ini menggunakan pendekatan Appreciative Inquiry sebagai pendekatan partisipatif berbasis kekuatan masyarakat dalam pengembangkan model ekowisata berbasis masyarakat di Kampung Menarbu. Appreciative Inquiry berfokus pada penggalian kekuatan aset, keberhasilan, dan pengalaman terbaik masyarakat untuk membangun masa depan yang disusun bersama melalui tahapan 4D (Discovery, Dream, Design, dan Destiny) membantu masyarakat mengidentifikasi potensi, merumuskan visi kolektif, merancang pengelolaan ekowisata dan membangun komitmen untuk mengembangkan ekowisata secara berkelanjutan. Appreciative Inquiry telah terbukti efektif untuk pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di wilayah pedesaan untuk konservasi dan pembangunan masyarakat. Hasil model ini kemudian dipetakan kedalam sembilan blok Business Model Canvas (BMC) untuk mengambarkan model bisnis sebagai alat strategis untuk melihat kelayakan usaha, fungsi kelembagaan, serta merumuskan mekanisme manfaat yang adil dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan (1) menganalisis model pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Kampung Menarbu dengan pendekatan Appreciative Inquiry, (2) menganalisis dan memetakan model bisnis eksisting ekowisata berbasis masyarakat di Kampung Menarbu, serta (3) menyusun model bisnis dan strategi pengusahaan ekowisata berbasis masyarakat di Kampung Menarbu dengan pendekatan Business Model Canvas-Blue Ocean Strategy. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dipadukan dengan pendekatan partisipatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi partisipatif, dan diskusi kelompok berdasarkan tahapan 4D yang dilakukan secara intensif selama long stay pada Juni-Juli 2025. Long stay memberikan ruang bagi peneliti untuk memahami dinamika sosial-ekologis secara langsung, membangun hubungan kepercayaan, dan proses penggalian data berlangsung partisipatif. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif mengikuti tahapan model pengembangan ekowisata Discovery, Dream, Design, dan Destiny kemudian dipetakan ke BMC-BOS Strategy untuk merumuskan strategi pengusahaan dan model bisnis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis model pengembangan ekowisata berbasis masyarakat dengan pendekatan Appreciative Inquiry, yang berakar pada potensi lokal dan kekuatan komunitas, dengan tahapan: Tahap Discovery mengidentifikasi potensi berdasarkan lima modal penghidupan (alam, manusia, sosial, fisik, dan dana), memetakan stakeholder kunci, serta pasar potensial. Tahap Dream menghasilkan visi kolektif ”Kampung Ekowisata Sasi, Kebun Kima, dan Budaya”. Tahap Design menghasilkan rancangan kelembagaan Pokja Ekowisata serta rancangan tiga produk wisata (Sasi dan Kebun Kima, Kali Besar, serta Keliling Kampung), serta penetapan harga dan analisis finansial menunjukkan nilai kelayakan ekonomi positif (NPV > 0). Tahap Destiny menghasilkan komitmen masyarakat untuk mengembangkan ekowisata secara berkelanjutan. Pemetaan BMC Eksisting menunjukkan bahwa ekowisata berbasis masyarakat di Kampung masih pada tahap awal pengembangan dengan kekuatan utama pada modal alam dan sosial. Melalui BOS, dirumuskan inovasi nilai dan penciptaan pasar baru sehingga terbentuk model bisnis ekowisata berbasis masyarakat di Kampung Menarbu yang menghindari persaingan wisata massal dan membangun posisi unik berbasis potensi lokal.

2026
👤 Penulis: Fayi Raihan Saleh
🏷️ Ekowisata Berbasis Masyarakat 🏷️ Konservasi Lingkungan 🏷️ Pembangunan Pariwisata

STUDI GEOLOGI, ALTERASI, DAN MINERALISASI DI DAERAH TIRTOYUDO DAN SEKITARNYA, KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR

Daerah Malang Selatan merupakan salah satu wilayah dengan kerangka tektonik margin aktif dan litologi batuan volkanik yang mendukung terbentuknya endapan logam bijih melalui aktivitas fluida hidrotermal. Penelitian ini membahas kondisi geologi, struktur, alterasi, dan mineralisasi di daerah Tirtoyudo dan sekitarnya, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Daerah ini berada pada Pegunungan Selatan yang merupakan bagian dari busur magmatik Sunda–Banda dan dipengaruhi oleh proses subduksi Lempeng Samudra Hindia serta kolisi Roo Rise pada kala Miosen. Penelitian dilakukan melalui pemetaan geologi, analisis petrografi dan mineragrafi, serta identifikasi mineral alterasi menggunakan ASD (Analytical Spectral Device). Hasil penelitian menunjukkan empat satuan batuan utama, yaitu Breksi Volkanik, Intrusi Andesit Porfiritik, Tuf Gelas, dan Breksi Hidrotermal. Struktur geologi yang berkembang didominasi oleh sesar geser mengiri berarah NE (northeast) – SW (southwest) yang berperan sebagai jalur utama migrasi fluida hidrotermal. Alterasi hidrotermal membentuk enam zona, yaitu zona silika; pirofilit ± dikit ± kuarsa; dikit ± kaolinit ± kuarsa; ilit ± kaolinit ± kuarsa; klorit ± smektit ± epidot ± kuarsa; serta smektit ± klorit ± karbonat. Mineralisasi ditemukan dalam bentuk diseminasi pirit, kalkopirit, dan kovelit, dengan asosiasi mineral yang menandakan sistem epitermal sulfidasi tinggi. Secara keseluruhan, geologi, pola alterasi, dan mineralisasi menunjukkan bahwa daerah penelitian berada pada lingkungan epitermal sulfidasi tinggi kedalaman dangkal hingga sedang yang dikontrol oleh struktur sesar geser berarah NE–SW.

2026
👤 Penulis: Adrian Ksatria Boediman
🏷️ Geologi 🏷️ Alterasi Mineralisasi 🏷️ Hidrologi

EVALUASI PERFORMA GNSS MENGGUNAKAN SMARTPHONE

Perkembangan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) dan integrasi berbagai konstelasi satelit seperti GPS, GLONASS, Galileo, dan BeiDou telah membuka peluang untuk memanfaatkan perangkat konsumen, khususnya smartphone, dalam aplikasi pengukuran posisi. Namun, meskipun smartphone modern, khususnya model flagship, dapat mengakses Raw GNSS hasil pengukuran, kualitas pengukuran posisi sering kali terbatas oleh kualitas antena internal, kebisingan sinyal, serta sensitivitas yang lebih rendah dibandingkan dengan receiver geodetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja GNSS pada smartphone flagship (Samsung Galaxy Note 10 dan Samsung Z Fold 6) dibandingkan dengan receiver geodetik, dengan fokus pada pengamatan statik dan kinematik menggunakan pendekatan co-location, di mana smartphone dan receiver geodetik ditempatkan pada kondisi penerimaan sinyal yang identik untuk memungkinkan perbandingan yang objektif. Dalam penelitian ini, data yang digunakan terbatas pada data pseudorange, karena hanya data tersebut yang dapat diekstrak dan diunduh melalui perangkat smartphone. Data fase tidak tersedia untuk pengolahan data GNSS pada smartphone, sehingga hanya data pseudorange yang digunakan dalam analisis dan pengolahan data GNSS pada penelitian ini. Penelitian ini membandingkan ketelitian pengukuran posisi pada berbagai kombinasi konstelasi GNSS untuk pengukuran statik, yaitu GPS (G), GPS + GLONASS (GR), GPS + GLONASS + Galileo (GRE), GPS + GLONASS + Galileo + BeiDou (GREC), dan GPS + BeiDou (GC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa smartphone menghasilkan ketelitian horizontal pada baseline pendek <1 dengan konstelasi GPS sebesar 0,07524 m pada titik B4, sedangkan receiver geodetik menunjukkan presisi horizontal pada baseline pendek <1 km dengan konstelasi GPS sebesar 0,00103 m pada titik B4. Fokus penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ketelitian pengukuran pada smartphone, tanpa melibatkan data fase, dengan receiver geodetik hanya digunakan sebagai perbandingan. Berdasarkan konstelasi GNSS yang diuji, penggunaan konstelasi tambahan, seperti GPS + GLONASS + Galileo + BeiDou (GREC), memberikan peningkatan ketelitian yang lebih jelas pada kondisi terhalang atau terobstruksi, seperti yang terlihat pada titik B2 (sangat terobstruksi), B5 (agak terobstruksi), dan B7 (sangat terobstruksi), di mana penggabungan konstelasi satelit memberikan hasil yang lebih stabil dan akurat dibandingkan dengan penggunaan GPS saja. Meskipun pada baseline pendek 1-2 km di kondisi open sky, GPS saja sudah cukup memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan konstelasi lainnya. Sebaliknya, ii konstelasi GPS menunjukkan performa yang paling rendah dibandingkan dengan lima skema konstelasi lainnya, terutama pada baseline pendek 1-2 km dan kondisi sangat terhalang, seperti yang terlihat pada titik B7. Untuk pengukuran kinematik dengan lintasan, hasil pengukuran yang dilakukan di Area Saraga ITB (area lintasan lebih terbuka) dan Area Kampus Ganesa ITB (area lintasan yang lebih terobstruksi) menunjukkan bahwa GK-SS memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan GK-SK. Di Area Saraga ITB, GK-SS menghasilkan rata-rata pergeseran 6,2844 m dengan standar deviasi 6,2398 m, lebih kecil dibandingkan dengan GK-SK yang memiliki rata-rata 8,1037 m dan standar deviasi 6,6938 m. Di Area Kampus Ganesa ITB, GK-SS menunjukkan hasil yang lebih baik dengan rata-rata pergeseran 3,8226 m dan standar deviasi 3,2222 m, sedangkan GK-SK menghasilkan rata-rata 9,9813 m dan standar deviasi 10,1959 m. Hasil ini menunjukkan bahwa GK-SS, meskipun menggunakan data single smartphone, memberikan ketelitian yang lebih baik dan lebih konsisten dibandingkan dengan GK-SK di kedua lokasi yang diuji. Meskipun seharusnya GK-SK diharapkan memberikan hasil yang lebih baik karena menggunakan pengolahan kinematik, keterbatasan data yang hanya menggunakan pseudorange tanpa data fase dalam penelitian ini membuat pengolahan menggunakan single smartphone (SS) sudah lebih dari cukup dan lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan metode kinematik (GK-SK). Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun smartphone flagship dapat mengakses data GNSS, kualitas pengukuran posisi terbatas oleh sensitivitas antena dan kebisingan sinyal. Penggunaan konstelasi GNSS tambahan seperti GPS + GLONASS + Galileo + BeiDou (GREC) meningkatkan ketelitian, terutama pada kondisi terhalang. Untuk pengukuran kinematik, meskipun pengolahan kinematik (GK-SK) diharapkan memberikan hasil lebih baik, keterbatasan data pseudorange tanpa fase membuat single smartphone (SS) lebih efektif dan konsisten. Pengukuran menggunakan GK-GS tetap lebih stabil, namun penggunaan smartphone menunjukkan potensi untuk aplikasi survei berbiaya rendah di masa depan.

2026
👤 Penulis: Jul Hasan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

INTEGRASI DATA UAV LIGHT DETECTION AND RANGING DAN TERRESTRIAL LASER SCANNER UNTUK DETEKSI PERUBAHAN GEOMETRI BANGUNAN AKIBAT PERGERAKAN TANAH

Pergerakan tanah rayapan (creep) merupakan fenomena yang ditandai oleh perpindahan massa tanah atau batuan yang bergerak secara sangat lambat, dengan kecepatan berkisar antara milimeter hingga beberapa sentimeter per tahun secara perlahan dapat mengakibatkan perubahan permukaan tanah yang signifikan, menimbulkan pergeseran dan kerusakan pada fondasi serta struktur bangunan di atasnya Oleh karena itu, pemantauan perubahan geometri secara spesifik pada bangunan secara akurat, dan komprehensif dalam manajemen risiko bencana dan perawatan infrastruktur. Pemantauan bangunan terdampak rayapan tanah dilakukan dengan melakukan pengukuran di beberapa titik atau objek pantau pada dua atau lebih waktu akuisisi. Terdapat tantangan pada saat pemantauan yaitu menggunakan teknologi akuisisi dan waktu pemindaian yang berbeda, pemantauan ditujukan untuk mengetahui dampak dari pergerakan tanah berupa kerusakan dan pergeseran geometri bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi perubahan geometri bangunan akibat pergerakan tanah mencakup kerusakan dan pergeseran bangunan dengan cara mendapatkan kualitas hasil integrasi data awan titik yang lebih baik dan akurat. Hasil integrasi data awan titik yang dilakukan dengan beberapa tahapan metode mampu mengatasi permasalahan ataupun tantangan dari perbedaan ketelitian dan waktu antar sensor dengan hasil akurasi sudah sesuai dengan hasil yang dilakukan oleh beberapa penelitian sebelumnya yang relevan dengan RMSE 0.063 m untuk referensi UAV LiDAR dan 0.062 m untuk referensi TLS. Selanjutnya, kerusakan yang dapat dideteksi antara lain sebagian besar pada bangunan A dan B sudah sesuai dan akurat dengan kondisi bangunan aktual di lapangan, namun pada bangunan C masih mengalami kesulitan mendapatkan kerusakan yang akurat karena adanya objek lain selain bangunan. Sedangkan untuk pergeseran bangunan akibat bencana pergerakan tanah ini menunjukkan bahwa nilai pergeseran berkisar antara 0.007 m sampai 0.341 m, nilai pergeseran minimum adalah 0.007 m, nilai rata-rata 0.133 m, dan nilai maksimum 0.341 m dengan nilai pergeseran yang dianggap signifikan atau paling mengalami pergeseran dimulai dari nilai 0.192 m. Selanjutnya pada pergeseran secara vertikal didapatkan minimum pergeseran 0.000 m, rata rata 0.099 m, dan maksimum 0.311 m.

2026
👤 Penulis: Emiliya Novitasari
🏷️ Geotopografi 🏷️ Analisis Perubahan Geometri Bangunan 🏷️ Manajemen Risiko Bencana

PEMANFAATAN DATA PENGINDERAAN JAUH MULTI SUMBER UNTUK PEMODELAN KETAHANAN SOSIAL EKONOMI DESA

Dalam rangka menangani kesenjangan pembangunan antara desa dan kota, pemerintah Indonesia membangun indeks desa untuk mengkategorisasi desa. Proses ini membantu pemerintah untuk menyusun kebijakan yang tepat guna sesuai dengan kondisi desa, Indeks ini dikenal sebagai Indeks Desa Membangun (IDM). Salah satu pilar dalam pengukuran IDM adalah pengukuran Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) dan Indeks Ketahanan Sosial (IKS). Riset ini muncul sebagai metode alternatif yang dapat digunakan sebagai verifikasi data dan prediksi yang cepat, efisien, dan terbebas dari bias untuk estimasi IKE dan IKS di tingkat desa. Penelitian ini menggunakan 13 variabel geospasial multisumber yang kemudian diekstraksi menggunakan statistik zonal pada unit administrasi desa. Data ini kemudian digunakan untuk melatih empat model (random forest, Linier regresi, PCA, dan Penjumlahan berbobot (Spearman)) yang kemudian kinerjanya dievaluasi menggunakan Koefisien Determinasi R2 , Mean Absolute Error (MAE), dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil evaluasi model didapatkan nilai R2 (IKE = 0.4897, IKS = 0.4681) dan error (IKE: MAE = 0.0744 , RMSE = 0.0944 ; IKS: MAE = 0.0492, RMSE = 0.0623 ) terkecil dimiliki model yang dilatih menggunakan metode random forest. Selain itu, model yang dibentuk dengan random forest stabil setelah diuji dengan beragam kondisi topografi dan demografi. Secara keseluruhan, hasil ini mengisyaratkan bahwa data penginderaan jauh multi sumber mampu untuk memberikan nilai prediksi bagi IKE dan IKS meski masih ada ruang untuk peningkatan akurasi dengan penggunaan metode yang lebih robust serta penambahan variabel yang berkorelasi langsung dengan ekonomi sepert POI.

2026
👤 Penulis: Davin Aristomo
🏷️ Ketahanan Ekonomi 🏷️ Ketahanan Sosial 🏷️ Data Penginderaan Jauh

BILANGAN PENYAMATAN KUADRAT PADA GRAF HASIL OPERASI KORONA UNTUK BEBERAPA KELAS GRAF

Jarak geometri (distance geometry) diperkenalkan oleh Menger pada tahun 1928 untuk merumuskan kembali sifat-sifat geometri Euclid melalui konsep jarak. Kajian ini dikembangkan lebih lanjut oleh Blumenthal melalui perumusan masalah fundamental dalam jarak geometri, dan oleh Schoenberg (1935–1937) dan Young dan Householder (1938) yang memberikan karakterisasi penyematan ruang metrik dengan matriks jarak ke dalam ruang Hilbert. Berdasarkan karakterisasi tersebut dan konsep matriks jarak Euclidean yang diperkenalkan oleh Gower (1982), Jakli?c dan Modic (2013–2014) menunjukkan bahwa graf lintasan, graf siklus, dan graf bintang yang diperumum dapat disematkan ke dalam ruang Euclidean. Berdasarkan perkembangan tersebut, Obata dan Zakiyyah (2018) memperkenalkan bilangan penyematan kuadrat (QEC) dari suatu graf terhubung G, yang didefinisikan sebagai nilai maksimum dari bentuk kuadrat matriks jarak DG pada ruang C(VG) dengan kendala ?1, f ? = 0 dan ?f , f ? = 1. Suatu graf dikatakan termasuk kelas QE apabila bilangan penyematan kuadratnya bernilai tak positif. Konsep ini digunakan untuk mengklasifikasikan graf yang dapat disematkan ke dalam ruang Euclidean. Tesis ini mengkaji bilangan penyematan kuadrat untuk graf hasil operasi korona dari beberapa kelas graf, khususnya graf G ? Cn(S) dengan S ? 1, 2, . . . , ?n/2? dan n ? 3, serta graf G ? Pn untuk setiap n ? 1, dengan G merupakan graf terhubung berorde paling sedikit dua. Dengan menggunakan struktur matriks jarak graf hasil operasi korona serta persamaan rekurensi dan polinomial Chebyshev, diperoleh rumus umum bilangan penyematan kuadratnya. Selain itu, diperoleh karakterisasi graf hasil operasi korona yang termasuk ke dalam kelas QE. Hasil ini memperluas kajian bilangan penyematan kuadrat pada graf hasil operasi graf, khususnya operasi korona untuk beberapa kelas graf.

2026
👤 Penulis: Ferdi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Matematika Diskrit 🏷️ Hidrologi

INISIATIF EKSPANSI RESTORAN MENGGUNAKAN KERANGKA PENGEMBANGAN PELANGGAN

Penelitian ini mengevaluasi kelayakan ekspansi Toko Bakmi Kita dari Kota Serang ke Kota Bekasi dengan menggunakan Customer Development Framework (CDF) sebagai metode analisis utama. Tujuan penelitian adalah memvalidasi apakah model bisnis yang telah berjalan—meliputi dimensi geospasial, operasional, rantai pasok, dan preferensi pelanggan—dapat direplikasi secara efektif di pasar baru. Metode yang digunakan mencakup analisis spasial melalui MAPID GIS, uji beban operasional pada central kitchen, uji coba kuliner terkendali di Bekasi, serta simulasi pengiriman rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Lambangsari, Bekasi memiliki potensi demografis dan spasial yang lebih kuat dibanding Serang, dengan kepadatan penduduk 10.669 jiwa/km² dan pengeluaran makanan Rp 803.842 per kapita per bulan. Uji operasional membuktikan stabilitas produksi dengan yield 91–92 persen meskipun terjadi peningkatan beban produksi 26 persen. Uji preferensi pelanggan menunjukkan konsistensi minat terhadap menu unggulan (Bakmi, Bakmi Daging Asap, Pangsit Goreng, dan Nasi Goreng Seafood). Simulasi rantai pasok menunjukkan kendala parsial pada logistik produk laut yang melebihi 9 jam waktu pengiriman. Secara keseluruhan, penelitian menyimpulkan bahwa ekspansi Toko Bakmi Kita ke Bekasi layak dilakukan secara operasional dan komersial, dengan catatan perlu peningkatan ketahanan pasokan produk laut. Penelitian ini menegaskan bahwa CDF memberikan pendekatan terstruktur dan berbasis data dalam mengelola ketidakpastian ekspansi restoran. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memasukkan analisis kelayakan finansial, pemantauan kinerja jangka panjang, serta segmentasi psikografis agar model pertumbuhan berbasis data menjadi lebih komprehensif.

2026
👤 Penulis: Dimas Herlambang
🏷️ Ekspansi Bisnis Restoran 🏷️ Kecerdasan Buatan Dalam Pengelolaan Rantai Pasok 🏷️ Analisis Preferensi Pelanggan

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR LINGKUNGAN, SOSIAL, DAN TATA KELOLA (ESG) DENGAN KEPUTUSAN INVESTASI INVESTOR RITEL: STUDI KASUS PADA PT BANK CENTRAL ASIA TBK (BBCA)

Faktor Environmental, Social, dan Governance (ESG) telah terintegrasi menjadi standar keuangan global, dengan aset berbasis ESG diproyeksikan melampaui USD 45 triliun pada tahun 2025. Di Indonesia, penerapan ESG didorong oleh POJK 51/2017 dan Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan (2021-2025). Meskipun demikian, bukti empiris yang menjelaskan bagaimana investor ritel merespons pengungkapan ESG masih terbatas, terutama di sektor perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja ESG terhadap keputusan investasi investor ritel pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). ??Penelitian ini menilai pengaruh dimensi ESG terhadap keputusan investasi serta menguji peran investment horizon sebagai moderasi. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dengan menyebarkan kuesioner terstruktur kepada 175 investor ritel pemilik saham BBCA. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dan moderated regression dengan 2.000 sampel bootstrapping BCa. Hasil menunjukkan bahwa faktor ESG secara kolektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi. Di antara ketiga dimensi, Governance menjadi satu-satunya faktor yang berpengaruh signifikan, menegaskan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan etika pengelolaan dalam membangun kepercayaan investor. Dimensi Environmental dan Social berpengaruh positif namun tidak signifikan, dan investment horizon tidak memoderasi hubungan tersebut secara signifikan. ??Temuan ini memperluas penerapan teori Stakeholder, Signaling, dan Planned Behavior dengan menunjukkan bahwa praktik tata kelola yang kredibel menjadi sinyal ESG paling berpengaruh bagi investor. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan agar BCA memperkuat komunikasi ESG melalui portal ESG Highlight yang interaktif dan terintegrasi dengan media sosial untuk meningkatkan transparansi dan keterlibatan investor. Hasil ini memberikan wawasan untuk strategi ESG serta mendorong perilaku investasi berkelanjutan di sektor perbankan Indonesia.

2026
👤 Penulis: Tjokorda Istri Intan P
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

PEMILIHAN LOKASI EKSPANSI TOKO BAKMI KITA MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)DENGAN STRATEGI PEMASARAN LOKASI YANG TERDIFERENSIASI

Pertumbuhan Industri food and beverage (F&B) Service di Indonesia semakin pesat dan mendorong semakin ketatnya persaingan, terutama di wilayah Jabodetabek yang menampung hampir 40% pelaku usaha F&B Service nasional. Dengan demikian, pemilihan lokasi menjadi keputusan strategis yang sangat menentukan keberhasilan sebuah restoran. Toko Bakmi Kita, yang berdiri di Kota Serang sejak 2019, berencana memperluas jangkauan bisnisnya ke Jabodetabek dengan pendekatan yang lebih terukur dan berbasis data. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kriteria utama dalam pemilihan lokasi restoran menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP), serta menilai lima alternatif lokasi untuk menentukan lokasi ekspansi. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner AHP kepada 15 pelaku usaha dan professional di bidang F&B Service, serta data sekunder dari Google Maps dan MAPID. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari delapan kriteria utama, aksesibilitas menjadi faktor yang paling berpengaruh, diikuti daya Tarik pasar, biaya sewa, dan penggerak arus pelanggan. Pada tingkat sub-kriteria, jarak ke jalan utama, skema pembayaran sewa, serta tingkat okupansi siang dan malam menjadi penentu utama daya tarik lokasi. Dari lima lokasi yang dianalisis, dua lokasi memiliki skor tertinggi yaitu Graha Raya Tangerang (Lokasi E) dengan skor 88,56 dan Grand Wisata Bekasi (Lokasi A) dengan skor 85,12. Keduanya dinilai paling memenuhi kombinasi akses yang baik, potensi pasar, dan struktur biaya yang mendukung ekspansi Toko Bakmi Kita di Jabodetabek.

2026
👤 Penulis: Aji Rizky Hakim
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Lokasi Bisnis

MODEL AKSES STRATEG IS UNTUK PERUSAHAAN FARMASI MULTINASIONAL DALAM MEMPERLUAS AKSES OBAT INOVATIF DI PASAR NEGARA BERKEMBANG: PENDEKATAN BERBASIS EKUITAS

Perusahaan farmasi multinasional (MNC) beroperasi di negara berkembang, mereka sering mengalami kinerja strategis yang buruk sehingga gagal menyediakan produk baru. Hal ini disebabkan oleh sifat kaku dari struktur tata kelola global mereka dan strategi yang selaras secara global, yang menghasilkan model penetapan harga yang tidak memungkinkan opsi “go middle”, sehingga memaksa mereka memilih antara model “go high” atau “go low”. Selain itu, terdapat keterlambatan dalam peluncuran produk baru serta ketergantungan pada proses tender pemerintah sebagai sarana utama untuk memberikan akses kepada pasien. Kebijakan JKN di Indonesia semakin memperburuk tantangan ini karena lebih memprioritaskan pengendalian biaya daripada inovasi klinis. Penelitian ini menggunakan kerangka teori manajemen strategis dan analisis kualitatif tematik menggunakan perangkat NVivo untuk mengkaji lingkungan eksternal dan internal dengan memanfaatkan kerangka teoritis Porter’s Five Forces, Resource-Based View (RBV), dan Strategic Entrepreneurship guna mengembangkan strategi tingkat bisnis yang adaptif serta menilai kelayakan implementasi solusi bisnis yang diusulkan. Desain penelitian eksploratif kualitatif diterapkan dengan pendekatan Design Thinking, yang mencakup lima tahap iteratif: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Wawancara semi-terstruktur dilakukan dengan pemangku kepentingan dari berbagai sektor terkait, dan data ditriangulasi dengan sumber sekunder. Proses ideasi strategis mencakup pengembangan model akses inovatif seperti penetapan harga berbasis ekuitas, strategi hibrida, dan kontrak berbasis hasil. Prototipe dievaluasi melalui pemodelan skenario dan umpan balik pemangku kepentingan, yang menunjukkan kelayakan kuat untuk penetapan harga berbasis ekuitas sebagai solusi yang dapat diskalakan. Temuan penelitian ini menekankan bahwa agar berhasil di pasar negara berkembang, MNC harus meninggalkan strategic arrogance dan penggunaan pedoman global yang kaku, serta beralih ke strategi yang berbasis lokal, kolaboratif, dan adaptif.

2026
👤 Penulis: Derisha Amalia Putri
🏷️ Strategi Bisnis 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Inovasi Farmasi

MANAJEMEN PORTOFOLIO STRATEGIS UNTUK BUMN FARMASI: STUDI KOMPARATIF MANAJEMEN NPD DI ERA JKN DI INDONESIA

Sebagaimana tertuang pada Rencana Strategis Kementerian BUMN, seluruh BUMN, termasuk sektor farmasi, diharapkan mampu menciptakan nilai dan berkontribusi secara finansial bagi perekonomian nasional. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa kinerna finansial BUMN farmasi lemah jika dibandingkan Perusahaan swasta nasional maupun multinasional. Kondisi ini berlangsung baik sebelum maupun setelah pandemi COVID-19, meskipun industri farmasi nasional terus tumbuh dan terdapat tekanan harga oleh sistem JKN. Pada tahun 2020, pemerintah membentuk holding BUMN farmasi dengan tujuan meningkatkan kemandirian industry, meningkatkan ketersediaan produk, dan mendorong indovasi. Namun setelah empat tahun berjalan, tujuan tersebut belum tercermin dalam perbaikan kinerja finansial. Bahkan, Bio Farma sebagai entitas holding justru mencatat profitabilitas negative sepanjang 2022-2024. Sejalan dengan studi sebelumnya yang menekankan pentingnya manajemen portofolio dalam menjaga keberlanjutan profitabilita perusahaan farmasi, kondisi ini mengindikasikan adanya isu strategis dan membuat strategi manajemen portofolio, khususnya untuk produk baru, menjadi topik relevan untuk dibahas. Dengan menggunakan pendekatan mixed-method yang mengombinasikan benchmarking terhadap perusahaan multinasional dan perusahaan lokal swasta, penilaian kapabilitas berbasis VRIO serta sintesis SWOT/TOWS, penelitian ini mengidentifikasi kesenjangan struktural dalam evaluasi strategis, logika pengambilan keputusan, dan penyelarasan kapabilitas. Temuan tersebut dikonsolidasikan ke dalam sebuah Cetak Biru Strategis yang mengusulkan pembentukan Strategic Portfolio Management Office di tingkat holding, yang didukung oleh Project Management Office di tingkat anak perusahaan. Cetak Biru tersebut juga merumuskan kerangka evaluasi produk baru untuk memperkuat proses evaluasi, meningkatkan kesesuaian strategis dalam pengembangan produk, serta menyelaraskan mandat anak perusahaan dengan kapabilitas inti mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi pada studi manajemen strategis dengan menawarkan strategi untuk meningkatkan daya saing BUMN farmasi di pasar yang sangat teregulasi, serta memberikan panduan praktis untuk meningkatkan manajemen portofolio dan kinerja strategis jangka panjang.

2026
👤 Penulis: Maria Rezitadina
🏷️ Manajemen Portofolio Strategis 🏷️ Strategi Manajemen Bumn Farmasi 🏷️ Analisis Swot/Tows Dalam Industri Farmasi

MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG): EVALUASI MODEL PENYALURAN MELALUI VIRTUAL ACCOUNT BRI UNTUK AKUNTABILITAS DANA PUBLIK DAN KOORDINASI PEMANGKU KEPENTINGAN

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu dari nawa cita pelaksanaan strategis pemerintah Indonesia dalam sektor gizi masyarakat, yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo pada tahun 2025 di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN). Dengan alokasi APBN sebesar Rp71 triliun pada tahun pertama, program ini dirancang untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program ini menjadi tonggak harapan berkurangnya angka stunting yang masih memprihatinkan serta memperkuat kualitas gizi sumber daya manusia dalam jangka panjang. Namun, mempertimbangkan seluruh pembiayaan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), maka penyaluran dana harus tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam kaitan dengan audit. Implementasi awal jelas membuktikan adanya kelemahan dalam mekanisme penyaluran. Pada tahap awal, penyaluran dana disetorkan ke rekening virtual account yayasan mitra, yang menuaungi dapur, untuk kemudian ditransfer ke dapur-dapur penyedia makanan (SPPG). Rantai distribusi yang panjang ini menimbulkan tambahan waktu, perhitungan yang dinilai kurang transparan, serta kendala rekonsiliasi pembayaran. Beberapa dapur atau SPPG sudah mengungkapkan keberatan atas keterlambatan atas pembayaran dana, yang menyebabkan tertertunda atau terhentinya kegiatan operasional sementara. Permasalahan ini merupakan tantangan atas perlunya sistem penyaluran yang lebih efisien dan transparan, yang mampu menjaga akuntabilitas dana publik sekaligus memberi keyakinan kepastian arus kas bagi dapur dan pemasok. Sebagai mitra perbankan utama, Bank Rakyat Indonesia (BRI) memperkenalkan Model Penyaluran melalui Virtual Account (VA). Melalui skema ini, setiap SPPG memperoleh nomor VA unik dalam sistem BRI, sehingga dana dari BGN dapat ditransfer langsung dengan rekonsiliasi otomatis dan pencatatan real-time melalui Cash Management System(Qlola). Penelitian ini dilakukan untuk memastikan kebermanfaatan implementasi atas Virtual Account dalam Program Makan Bergizi Gratis serta mengevaluasi tingkat penerimaan para pemangku kepentingan. Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama: pertama, mengkuantifikasi implementasi dampak virtual account dalam hal efisiensi dan transparansi; kedua, mengidentifikasi faktor apa saja yang memberikan kontribusi terhadap keinginan para pengguna menggunakan sistem; dan ketiga, menilai kontribusil dashboard virtual account dalam kaitan fungsi monitoring dan rekonsiliasi pada level institusional. Metode penelitian ini mengaplikasikan pendekatan kombinasi data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap petugas SPPG dengan menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM3), yang berfokus pada persepsi kegunaan, kemudahan penggunaan, dan niat perilaku. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan petugas SPPG yang juga mengacu pada TAM3, serta pejabat BGN dengan pendekatan Technology–Organization–Environment (TOE). Hasil penelitian memberikan keyakinan senada dengan harapan bahwa virtual account dalam penyaluran pemerintah mampu meningkatkan kecepatan penyaluran, mengurangi kesalahan rekonsiliasi, serta memperkuat dalam hal pertanggungjawaban audit. Petugas SPPG menyampaikan bahwa kepercayaan meningkat dalam mengelola transaksi harian, senada dengan hasil survei yang menunjukkan persepsi positif terkait manfaat dan kemudahan dalam menggunakan. Dari sisi kelembagaan, BGN menegaskan bahwa dashboard memperkuat pengawasan keuangan serta meningkatkan akuntabilitas. Secara keseluruhan, penelitian memberikan keyakinan positif bahwa virtual account dapat menjadi solusi efektif secara teknis sekaligus dapat diterima pada level kelembagaan dalam hal ini Badan Gizi Nasional. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan bukti empiris bahwa sistem VA dapat menjadi instrumen keuangan digital yang handal untuk program publik berskala besar. Secara praktis, hasil penelitian merekomendasikan agar mekanisme VA diformalkan ke dalam pedoman operasional MBG, disertai pelatihan pengguna, dukungan teknis, serta strategi perluasan bertahap hingga tingkat nasional. Untuk penelitian selanjutnya, evaluasi dimungkinkan untuk diperluas sampai dengan penerima manfaat langsung (anak sekolah, ibu, dan balita) untuk mengukur dampak sosial, serta memperhatikan implementasi serupa di program sosial pemerintah lainnya. Dapat kami tarik kesimpulan, perjalanan untuk penyaluran berbasis model penyaluran dengan virtual account telah merubah peta perjalanan penyaluran MBG dari mekanisme manual yang berdampak pada kekecewaan akibat keterlambatan pembayaran menjadi mekanisme baru yang lebih cepat, tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan membuat aliran dana lebih transparan, program MBG dapat menjaga konsistensi dalam pemenuhan makanan bergizi bagi jutaan masyarakat Indonesia dan juga menjaga peran integritas dalam andil aliran dana publik.

2026
👤 Penulis: Arliani Ivandhari
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENINGKATAN TINGKAT KONVERSI PROSPEK MELALUI ANALISA PRINSIP-PRINSIP PERILAKU KONSUMEN: STUDI KASUS PENYEDIA LAYANAN BAHASA

Sektor jasa bahasa global sedang berkembang, tetapi strategi penjualan dan pemasaran yang tidak efektif menyebabkan rendahnya tingkat konversi pelanggan bagi organisasi penerjemahan. Meskipun terjadi peningkatan prospek media digital yang stabil, penyedia jasa bahasa PT Mediamaz Solusindo Nusantara (Mediamaz) memiliki tingkat konversi yang rendah. Kurangnya sistem Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM), tindak lanjut yang buruk, dan komunikasi pemasaran-penjualan yang tidak memadai mengakibatkan tingkat konversi rata-rata sebesar 23% pada tahun 2024. Analisis AARRR (Akuisisi, Aktivasi, Retensi, Rujukan, Pendapatan) digunakan untuk meningkatkan tingkat konversi prospek dengan menerapkan konsep perilaku konsumen. Data survei dan transkrip diskusi calon klien dikodekan secara kualitatif menggunakan pengkodean tematik dan aksial NVivo. Pada setiap tahap kerangka kerja AARRR, persepsi konsumen dikuantifikasi menggunakan skala Likert. Pengondisian Operan (Skinner, 1953) dan Teori Mencoba (Bagozzi & Warshaw, 1990) digunakan untuk mengidentifikasi penguatan dan hambatan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan drop-off terbesar terjadi pada tahap Aktivasi (MOFU) karena tidak adanya penguatan perilaku (reinforcement cue) seperti tindak lanjut aktif atau jaminan hasil. Di sisi internal, performa penjualan menurun akibat ketiadaan sistem penghargaan dan beban kerja manual yang tinggi. Penelitian ini merekomendasikan penerapan Behavioral Lead Scoring Model dan sistem CRM berbasis perilaku untuk memperkuat strategi konversi dan efektivitas penjualan.

2026
👤 Penulis: Dicky Priyana
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Hubungan Pelanggan (Crm) 🏷️ Analisis Perilaku Konsumen

PENGEMBANGAN MODEL ESTIMASI BIAYA & JADWAL TERINTEGRASI BERBASIS RISIKO UNTUK MENINGKATKAN AKURASI ANGGARAN PROYEK DI INDUSTRI MINYAK & GAS HILIR INDONESIA

Keterlambatan jadwal dan pembengkakan biaya merupakan masalah yang sering terjadi pada proyek minyak dan gas bumi hilir di Indonesia. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh estimasi biaya yang kurang akurat, perencanaan biaya dan jadwal yang belum terintegrasi dengan baik, serta belum optimalnya pertimbangan risiko dalam penyusunan anggaran. Akibatnya, anggaran proyek yang telah disetujui sering kali berbeda jauh dari hasil aktual, sehingga menurunkan kredibilitas estimasi investasi dan mengganggu proses pengambilan keputusan di perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi estimasi anggaran proyek dengan mengembangkan Model Estimasi Biaya dan Jadwal Terintegrasi Berbasis Risiko. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-method) yang diawali dengan proses benchmarking terhadap standar internasional seperti AACE, PMI, GAO, dan NASA. Hasil benchmarking kemudian divalidasi secara kualitatif melalui wawancara dengan pemangku kepentingan internal, serta secara kuantitatif menggunakan data historis dari proyek-proyek yang telah selesai di perusahaan minyak dan gas bumi hilir Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa proses estimasi saat ini hanya mencapai 64% untuk biaya dan 52% untuk jadwal dibandingkan dengan model proses baru dari hasil pembandingan. Hasil validasi menunjukkan bahwa model ini mampu meningkatkan akurasi estimasi hingga memenuhi rentang akurasi yang diharapkan dari AACE Kelas 3 (rentang rendah dari -10 hingga -20% dan tinggi dari +10% hingga +30%), dengan hasil kasus uji sebesar +15% untuk biaya dan +0,6% untuk jadwal terhadap nilai aktual.

2026
👤 Penulis: Muhammad Fadhli Zilikram
🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Manajemen Proyek Minyak Gas 🏷️ Estimasi Biaya Dan Jumlah
Halaman 215 dari 6754
💬