πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

EVALUASI KINERJA SEISMIK DENGAN METODE NON LINEAR PUSHOVER (STUDI KASUS JEMBATAN RANGKA BAJA TIPE WARREN, MALUKU)

Jembatan dengan tipe struktur atas rangka baja masih sering digunakan di Indonesia terutama pada jalan nasional penghubung antar daerah dikarenakan kemudahan dan kecepatan instalasi. Salah satu jembatan rangka baja di Pulau Seram, Maluku dibangun pada September 2021 dan memiliki fungsi yang vital sebagai penghubung 3 kabupaten. Jembatan studi kasus memiliki satu bentang jembatan panjang 100 meter dan terletak pada wilayah dengan nilai spektra permukaan tanah periode 1 detik (SD1) 0,37 yang termasuk pada kategori zona gempa 3. Sehingga perlu untuk menganalisis kapasitas dan tingkat kinerja dari struktur berdasarkan nilai persentase drift ratio sesuai dengan batasan dari National Cooperative Highway Research Program (NCHRP) 440. Performance Based Design adalah salah satu metode untuk mengevaluasi performa strukstur jembatan dari level Fully Operational, Operational, Life Safety sampai dengan Collapse berdasarkan persentase drift ratio dari perpindahan dibagi dengan tinggi efektif struktur. Non-linear static Push Over Analysis digunakan untuk menilai kinerja jembatan dengan menggunakan Program Komputasi Numerik Midas Civil 2022. Berdasarkan hasil evaluasi kinerja seismik melalui analisis pushover, diperoleh nilai rasio drift sebesar 0,89% pada arah longitudinal dengan perpindahan 53,2 mm dan 0,26% pada arah transversal dengan perpindahan 15,5 mm. Nilai tersebut masih berada di bawah batasan rasio drift menurut NCHRP 440, sehingga tingkat kinerja struktur jembatan dikategorikan fully operational. Selain itu, mekanisme kelelehan sendi plastis pada elemen abutment dan pondasi bored pile berdasarkan FEMA 356 berada pada tingkat Immediate Occupancy, sementara struktur pondasi tetap berperilaku elastis, yang menunjukkan terpenuhinya konsep strong foundation– weak pier serta kemampuan struktur dalam mempertahankan fungsi struktur pascagempa.

2026
πŸ‘€ Penulis: Nanda Andresta
🏷️ Seismik 🏷️ Analisis Pushover 🏷️ Jembatan Struktur Baja

INTEGRASI DEEP LEARNING DAN ANALISIS GEOSPASIAL UNTUK PEMETAAN RISIKO DEMAM BERDARAH

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan besar di banyak negara tropis, termasuk Indonesia. Selama puluhan tahun, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan beban dengue tertinggi di dunia. Di Jakarta pada tahun 2019 dilaporkan lebih dari 8.700 kasus, dan Jakarta Timur mencatat hampir seribu kasus pada tahun 2021 dengan kecenderungan peningkatan di sejumlah kecamatan. Gambaran ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan yang ada belum cukup, sehingga dibutuhkan sistem peringatan dini yang lebih kuat, akurat, dan berbasis data. Penelitian ini mencoba menjawab kebutuhan tersebut dengan menggabungkan dua pendekatan yang saling melengkapi. Pertama, model matematika digunakan untuk memahami dinamika populasi nyamuk Aedes aegypti dari waktu ke waktu, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti suhu, curah hujan, dan kelembapan. Model ini juga menyoroti peran penting fase telur nyamuk yang dapat bertahan dalam kondisi kering dalam menurunkan angka reproduksi dasar (R0). Kedua, hasil dari model matematika ini digunakan sebagai masukan utama dalam pelatihan model deep learning LSTM, bersama data historis kasus DBD dan indeks ONI sebagai indikator kondisi iklim global. Pendekatan ini menghasilkan performa prediksi yang kuat, dengan nilai R2 mencapai sekitar 0.75 pada beberapa wilayah. Prediksi untuk tahun 2026 menunjukkan pola musiman yang jelas: risiko DBD meningkat pada musim hujan dan menurun pada musim kemarau. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi antara pemodelan matematika dan kecerdasan buatan memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat untuk membangun Early Warning System DBD yang lebih adaptif dan tepat sasaran. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merancang strategi pencegahan dan pengendalian dengue yang lebih efektif, khususnya di wilayah perkotaan padat seperti Jakarta.

2026
πŸ‘€ Penulis: Diki Fernandi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Model Matematika 🏷️ Pemanfaatan Data Geografis

SINTESIS DAN KARAKTERISASI KAIN KATUN TERCANGKOK POLI(GLISIDIL METAKRILAT-MERAH KONGO)-KO-POLI (KALIUM 3-SULFOPROPIL METAKRILAT) UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN WARNA DAN SIFAT ANTIBAKTERI

Katun merupakan bahan tekstil yang tersusun dari serat selulosa bersifat hidrofilik sehingga mudah menyerap air, namun rentan terhadap pertumbuhan mikroorganisme dan memiliki interaksi lemah terhadap zat warna. Pewarna azo seperti merah kongo yang tergolong pewarna langsung sering digunakan pada katun, tetapi memiliki daya afinitas rendah terhadap serat selulosa. Untuk meningkatkan ketahanan warna dan memberikan sifat antibakteri pada katun, dilakukan sintesis dan pencangkokan poli(glisidil metakrilat-merah kongo)-ko-poli(kalium 3-sulfopropil metakrilat). Tahap pertama, merah kongo direaksikan dengan glisidil metakrilat melalui reaksi pembukaan cincin epoksida dengan katalis asam lewis untuk menghasilkan makromonomer glisidil metakrilat-merah kongo (GMA-MK). Pencangkokan monomer dilakukan ke kain katun dengan tiga pendekatan, yaitu (1) pencangkokan (GMA-merah kongo) terlebih dahulu kemudian diikuti dengan kalium 3- sulfopropil metakrilat (KSPM) menghasilkan katun-g-[poli(glisidil metakrilat-merah kongo)-b-poli(KSPM)], (2) pencangkokan (KSPM) terlebih dahulu kemudian diikuti dengan (GMA-merah kongo) menghasilkan katun-g-[poli(KSPM)-b-poli(glisidil metakrilat-merah kongo)], dan (3) pencangkokan (GMA-merah kongo) dan KSPM secara bersamaan menghasilkan katun-g-[poli(glisidil metakrilat-merah kongo)-random- poli(KSPM)]. KSPM berperan sebagai monomer hidrofilik yang mengandung gugus sulfonat sehingga berpotensi sebagai agen antibakteri. Hasil karakterisasi FT-IR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) menunjukkan adanya puncak serapan pada 2932 cm-1 (vibrasi C-H) dan 1734 cm-1 (vibrasi C=O) yang menandakan terbentuknya ikatan antara glisidil metakrilat dan merah kongo. Uji ketahanan warna menunjukkan penurunan nilai absorbansi larutan hasil pencucian pada kain katun termodifikasi dibandingkan katun tanpa perlakuan. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa kain katun hasil pencangkokan dengan poli(glisidil metakrilat-merah kongo)-b-poli(KSPM) menghasilkan nilai penurunan jumlah bakteri sebesar 97,6%, sedangkan pencangkokan dengan poli(KSPM)-b- poli(glisidil metakrilat-merah kongo) menghasilkan nilai penurunan jumlah bakteri sebesar 61,3%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pencangkokan bertahap monomer (GMA-merah kongo) dan KSPM pada katun berhasil dilakukan, serta mampu meningkatkan ketahanan warna dan memberikan efek antibakteri pada kain katun

2026
πŸ‘€ Penulis: Naufal Ariq
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

INTEGRASI TEKNOEKONOMI SIKLUS TERMODINAMIKA OTEC DENGAN PENGEMBANGAN MODEL PROTOTIPE MENGAPUNG DI BALI UTARA

Pengembangan energi terbarukan menjadi strategi penting bagi Indonesia dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) menawarkan sumber energi berkelanjutan dengan memanfaatkan perbedaan suhu antara air laut permukaan dan kedalaman. Penelitian ini menganalisis kinerja dan kelayakan sistem OTEC closed cycle pada kondisi perairan Bungkulan, Bali Utara melalui simulasi termodinamika tiga kandidat siklus Rankine, Kalina, dan Uehara serta penyusunan desain awal platform terapung untuk prototipe OTEC berkapasitas bersih 13,6 MW. Metodologi mencakup studi literatur sistem OTEC, pengumpulan dan pengolahan data suhu laut (HYCOM 2021–2024) serta data oseanografi untuk memperoleh profil ????? sebagai dasar kondisi operasi. Simulasi dilakukan menggunakan Aspen Plus V14 untuk menentukan efisiensi termal dan daya bersih optimal, yang selanjutnya digunakan dalam perancangan komponen utama seperti heat exchanger, cold water pipe, riser, dan general arrangement platform. Analisis ekonomi dilakukan melalui estimasi CAPEX, OPEX, dan perhitungan LCOE, dilengkapi analisis sensitivitas terhadap tarif listrik, tingkat diskonto, inflasi, dan harga material. Analisis ini menegaskan pentingnya kajian lebih mendalam terhadap struktur biaya untuk menurunkan LCOE dan meningkatkan keekonomian proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rankine cycle merupakan siklus paling layak dengan daya bersih 13,601 MW dan efisiensi 1,83%, serta memberikan stabilitas operasi terbaik pada kondisi termal Bali Utara. Desain struktur terapung, mooring system, dan CWP mampu mendukung operasi stabil dengan capacity factor 0,90. Secara ekonomi, nilai LCOE sebesar Rp2.313/kWh masih kompetitif untuk teknologi energi laut, dengan arus kas proyek menunjukkan tren positif setelah masa pelunasan pinjaman. Selain memiliki prospek teknis dan finansial yang baik, OTEC juga menawarkan co-benefits seperti produksi air tawar, mariculture, district cooling, dan wisata edukasi yang dapat meningkatkan nilai ekonomi proyek. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi teknis dan ekonomi dalam pengembangan OTEC di Indonesia.

2026
πŸ‘€ Penulis: Adriani Phady
🏷️ Ocean Thermal Energy Conversion (Otec) 🏷️ Desain Prototipe 🏷️ Analisis Ekonomi

PEMODELAN RESERVOIR STATIS TIGA DIMENSI DAN ESTIMASI KAPASITAS PENYIMPANAN CO2, FORMASI MINAHAKI DAN MENTAWA, LAPANGAN PALADIN, CEKUNGAN BANGGAI, SULAWESI TENGAH

Pemerintah Indonesia menargetkan pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060, yang menuntut upaya signifikan dalam mitigasi emisi gas rumah kaca, termasuk dari sektor industri minyak dan gas bumi. Karbondioksida (CO2) adalah salah satu gas rumah kaca utama, dan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) diakui sebagai solusi untuk mengurangi emisinya. Lapangan Paladin, Cekungan Banggai, Sulawesi Tengah, menunjukkan potensi besar sebagai lokasi penyimpanan CO2. Penelitian ini berfokus pada analisis kondisi geologi meliputi stratigrafi dan struktur menggunakan data sumur, seismik, dan batuan inti; pemodelan reservoir statis menggunakan metode geostatistika; dan perhitungan estimasi awal penyimpanan CO2 pada interval penelitian. Pemodelan reservoir statis tiga dimensi (3D) dibutuhkan untuk menggambarkan kondisi dan persebaran properti fisik bawah permukaan, meliputi porositas, permeabilitas, dan saturasi hidrokarbon. Hasil pemodelan 3D ini diharapkan dapat memberikan dasar yang kuat untuk perencanaan dan implementasi proyek CCS di masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lapangan Paladin ini merupakan bagian dari Cekungan Banggai dengan dominasi struktur sesar normal berarah timur laut – barat daya. Lapangan Paladin sendiri menunjukkan keragaman litologi yang dibagi menjadi tiga asosiasi fasies utama: reef core, fore reef, dan deep shelf, yang lebih lanjut diklasifikasikan ke dalam enam Tipe Batuan (RT1 hingga RT6). Pemodelan geologi mengidentifikasi dua area akumulasi hidrokarbon yang signifikan yakni wilayah selatan serta di wilayah utara. Potensi penyimpanan karbon di wilayah penelitian ini juga dievaluasi, dengan kapasitas estimasi penyimpanan karbon sebesar 266,79 MtCO2 di bagian reservoir terdeplesi dan 38,27 MtCO2 di bagian akuifer salin.

2026
πŸ‘€ Penulis: Naufal Hilmi Putra
🏷️ Geologi 🏷️ Carbon Capture And Storage (Ccs) 🏷️ Hidrokarbon

SINTESIS TURUNAN 6,7-DIMETOKSIKUINAZOLIN-4(3 H)-ON DAN POTENSI BIOAKTIVITASNYA SEBAGAI INHIBITOR ASETILKOLINESTERASE

Alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif yang menyebabkan penderitanya kehilangan daya ingat dan kemampuan berpikir. Penderita Alzheimer mengalami penurunan jumlah neurotransmiter asetilkolin yang disebabkan oleh asetilkolinesterase. Pengobatan dibutuhkan untuk menghambat kerja asetilkolinesterase. Terdapat beberapa inhibitor asetilkolinesterase yang sudah diakui oleh FDA, seperti donepezil, rivastigmin, dan galantamin. Namun, inhibitor tersebut menimbulkan efek samping dan kinerjanya terbatas sehingga penelitian mengenai inhibitor asetilkolinesterase masih terus dilakukan. Kuinazolinon merupakan senyawa heterosiklik yang berpotensi sebagai inhibitor asetilkolinesterase. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyintesis turunan 6,7-dimetoksikuinazolin-4(3H)-on melalui reaksi alkilasi, amidasi, dan pembentukan hidrazon menggunak:an berbagai jenis aromatik aldehid, serta uji potensinya sebagai inhibitor asetilkolinesterase. Semua produk hasil sintesis dikarak:terisasi menggunakan spektroskopi resonansi magnet inti (NMR) dan spektrometri massa resolusi tinggi (HRMS). Pada penelitian ini diperoleh produk alkilasi berupa senyawa etil 2-(6,7-dimetoksi-4-oksokuinazolin- 3(4H)-il)asetat (1) dengan rendemen sebesar 71,7% dan amidasi berupa senyawa 2-(7- fluoro-4-oksokuinazolin-3(4H)-il)asetohidrazid (2) dengan rendemen sebesar 64,8%. Selain itu, sebanyak: lima belas senyawa produk hidrazon diperoleh (3A-30) dengan rendemen sebesar 32,5-71,1%. Senyawa produk hidrazon terdiri atas tiga belas senyawa baru dan dua senyawa yang pemah diteliti sebelurnnya. Hasil pengujian dari senyawa hasil sintesis menunjukkan bahwa senyawa 1 memiliki ak:tivitas inhibisi asetilkolinesterase tertinggi, yaitu sebesar 64,4 Β± 13,7% pada konsentrasi 200 Β΅M. Sedangkan senyawa lainnya cenderung tidak: ak:tif dalam menghambat asetilkolinesterase.

2026
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Rafi Aulia
🏷️ Alzheimer 🏷️ Inhibitor Asetilkolinesterase 🏷️ Ksenyawa Heterosiklik

STUDI PERANCANGAN TERMINAL KAMPUNG MELAYU DAN WILAYAH SEKITARNYA DENGAN PENDEKATAN GENDER EQUALITY DAN DISABILITY INCLUSION

Kawasan Terminal Kampung Melayu merupakan salah satu simpul transportasi utama di Jakarta yang melayani mobilitas ribuan pengguna setiap hari. Meskipun telah melalui proses revitalisasi pada tahun 2023, tingkat inklusivitas kawasan ini bagi kelompok rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, dan lansia belum teruji sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji desain kawasan Terminal Kampung Melayu dengan pendekatan Gender Equality dan Disability Inclusion guna merumuskan kebutuhan intervensi perancangan yang mampu meningkatkan inklusivitas kawasan secara holistik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed method) yang menggabungkan analisis kuantitatif skoring dengan analisis kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara berjalan (walking interview) bersama delapan partisipan dari kelompok rentan untuk menangkap pengalaman ruang secara langsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kondisi eksisting kawasan masuk dalam kategori "Cenderung Tidak Terpenuhi" dengan nilai pemenuhan prinsip total sebesar 35,77%. Kriteria inklusivitas mencatat skor terendah (6,25%), mengindikasikan adanya fenomena "disabled-by-design" dimana infrastruktur fisik seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) tanpa lift dan guiding block yang terputus justru menghambat kemandirian mobilitas pengguna. Dari perspektif gender, ketiadaan sistem pengawasan aktif dan pencahayaan yang buruk di beberapa titik menciptakan rasa tidak aman bagi perempuan, yang diperburuk oleh pengalaman pelecehan verbal (catcalling) di area terminal. Temuan ini menegaskan bahwa desain lingkungan saat ini masih didominasi oleh orientasi efisiensi kendaraan bermotor dibandingkan kenyamanan pejalan kaki. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan prinsip perancangan baru yang mengadaptasi kondisi aktual dan preferensi pengguna. Rekomendasi yang diberikan merupakan hasil sintesis dari kebutuhan intervensi desain yang mencakup komponen berupa penyeberangan, fasilitas eksternal terminal, fasilitas publik, tata massa bangunan, ruang terbuka hijau, penerangan, perabot perkotaan, penanda, infrastruktur hijau, jalur kendaraan bermotor, jalur sepeda, jalur pejalan kaki, hingga parkir kendaraan, dan ditujukan kepada pemangku kepentingan terkait. Implementasi strategi intervensi ini diharapkan dapat mentransformasi Terminal Kampung Melayu dari ruang yang membatasi menjadi ruang yang memberdayakan dan setara bagi semua pengguna.

2026
πŸ‘€ Penulis: Gaizka Azrananda
🏷️ Desain Lingkungan 🏷️ Inklusivitas Gender 🏷️ Disabilitas Inklusi

PENGARUH CITRA MEREK DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN KOPI KENANGAN DAN FORE COFFEE DI INDONESIA

Ekspansi sektor kopi Indonesia telah menghasilkan munculnya pasar yang lebih kompetitif di antara merek lokal di mana inovasi produk dan diferensiasi merek penting untuk menjaga minat pelanggan. Kopi Kenangan dan Fore Coffee adalah dua pemimpin pasar yang berhasil memposisikan diri sebagai jaringan kopi kontemporer siap saji dengan tingkat digitalisasi dan kesadaran merek yang tinggi. Meskipun demikian, karena ekspektasi pelanggan yang terus-menerus, loyalitas pelanggan menjadi masalah yang mengkhawatirkan di kedua merek. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana Loyalitas Pelanggan ditentukan oleh Citra Merek dan Kualitas Produk di mana Kepuasan Pelanggan berperan sebagai faktor mediasi. Selain itu, penelitian ini membandingkan asosiasi-asosiasi ini antara Kopi Kenangan dan Fore Coffee untuk menentukan berbagai faktor yang menciptakan loyalitas di kedua perusahaan. Studi ini akan menggunakan metode kuantitatif eksplanatori berdasarkan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Sebanyak 312 responden berusia antara 18 dan 40 tahun yang telah membeli produk Kopi Kenangan atau Fore Coffee dalam tiga bulan terakhir dijadikan sampel dalam penelitian dan data dikumpulkan. Semua variabel diukur sebagai reflektif (Citra Merek, Kualitas Produk, Kepuasan Pelanggan, Loyalitas Pelanggan) pada skala Likert lima poin. SmartPLS 4 digunakan dalam analisis data, evaluasi model pengukuran dan struktural, pengujian mediasi, dan Analisis Multi-Grup (MGA) untuk menganalisis perbedaan antara kedua merek. Temuan menunjukkan bahwa Citra Merek dan Kualitas Produk memiliki dampak positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan dan Loyalitas Pelanggan. Kepuasan Pelanggan juga memengaruhi Loyalitas Pelanggan secara positif secara signifikan, yang membuktikan posisinya sebagai mediator antara variabel independen dan dependen. Observasi ini juga berkorelasi dengan Teori Konfirmasi Harapan (Oliver, 1999) dan model Ekuitas Merek Berbasis Pelanggan (Keller, 1993) yang menyatakan bahwa kepuasan adalah sumber psikologis dari hubungan antara persepsi pelanggan dan loyalitas perilaku. Hasil perbandingan Analisis Multi-Grup menunjukkan bahwa kekuatan hubungan tersebut bervariasi pada kedua merek. Dalam kasus Kopi Kenangan, Citra Merek memiliki dampak yang lebih besar pada Kepuasan dan Loyalitas, yang berarti bahwa tingkat keterikatan emosional, kesadaran merek, dan pengalaman online menjadi inti dari kebijakan retensi pelanggan mereka. Sebaliknya, Fore Coffee menunjukkan pengaruh yang lebih besar dari Kualitas Produk terhadap Kepuasan dan Loyalitas, yang mengindikasikan bahwa pelanggannya percaya pada konsistensi, pengalaman sensorik, dan keunggulan produk. Hasil ini menyiratkan bahwa loyalitas pelanggan di Kopi Kenangar berorientasi pada kepuasan dan berorientasi pada kualitas di Fore Coffee, yang menggambarkan dua orientasi strategis berbeda dalam mencapai retensi pelanggan yang berkelanjutan. Hasil ini didukung oleh analisis deskriptif. Kopi Kenangan dipandang sebagai merek yang berfokus pada keterjangkauan, relevansi emosional, dan keterjangkauan, yang memperkuat citra mereknya secara keseluruhan. Pada saat yang sama, Fore Coffee dipandang stabil dalam hal kualitas dan desain serta memberikan pengalaman pelanggan yang lebih mewah. Kesamaan antara kedua merek dalam Kepuasan Pelanggan dan Loyalitas Pelanggan adalah bahwa mereka memiliki motivasi dasar yang serupa tetapi dengan sedikit perbedaan. Mengenai aspek manajerial penelitian, menunjukkan bahwa Kopi Kenangan perlu terus meningkatkan tingkat keterlibatan emosional dengan menjaga konsistensi layanan dan melakukan penceritaan, sedangkan Fore Coffee perlu tetap berada di area kontrol kualitas, pengalaman sensorik, dan inovasi. Platform digital dapat digunakan untuk meningkatkan personalisasi, melacak kepuasan, dan nilai umur pelanggan oleh kedua merek. Akhirnya, penelitian ini mendukung fakta bahwa Citra Merek dan Kualitas Produk memiliki pengaruh signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan melalui Kepuasan Pelanggan dan bahwa pengaruhnya berbeda di antara merek yang berbeda. Hasilnya membantu untuk memahami secara komprehensif pembentukan loyalitas dalam bisnis kopi kontemporer di Indonesia dan memberikan ide-ide praktis kepada para praktisi tentang cara membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan berdasarkan pendekatan mereka yang berpusat pada pelanggan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Terry Sandrina
🏷️ Kepuasan Pelanggan 🏷️ Citra Merek 🏷️ Kualitas Produk

HUBUNGAN LANGSUNG ANTARA MANAJER-KARYAWAN DAN KEPUASAAN KERJA DI BISNIS START-UP

Bisnis start-up umumnya berjalan dengan sumber daya yang terabatas, struktur organisasi yang ramping, dan peran kerja yang sering berubah. Karena itu, hubungan langsung antara manajer dan karyawan menjadi sangat penting. Dalam konteks ini, manajer sering memegang banyak peran sekaligus, termasuk menjalankan fungsi Sumber Daya Manusia (SDM). Akibatnya, kualitas hubungan langsung antara manajer dan karyawan menjadi faktor utama yang membentuk pengalaman kerja karyawan. Penelitian ini akan membahas tiga pertanyaan utama. Pertama, bagaimana bentuk hubungan langsung antara manajer dan karyawan di start-up. Kedua, apa yang dimaksud dengan kepuasan kerja dalam konteks start-up. Ketiga, bagaimana kemungkinan hubungan antara hubungan manajer-karyawan dan kepuasan kerja tersebut. Ketiga pertanyaan ini penting karena sebagian besar start-up tidak memiliki fungsi HR formal, tetapi tetap membutuhkan hubungan kerja yang kuat antara manajer dan karyawan untuk menjaga engagement, mendukung kinerja yang baik, dan mempertahankan stabilitas organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dengan karyawan, manajer, dan pemilik tiga start-up di Indonesia. Peneliti menggunakan menggunakan NVIVO untuk proses coding dan thematic analysis untuk menganalisis temuan berdasarkan hasil wawancara. Analisia berdasarkan pada dua teori utama: Leader Member Exchange (LMX) untuk menilai kualitas hubungan manajer dan karyawan, serta teori Kepuasan Kerja dari McShane dan Von Glinow yang menekankan tiga komponen utama, yaitu karakteristik pekerjaan, lingkungan kerja, dan pengalaman emosional. Temuan disajikan dalam bentuk tema lintas kasus yang menunjukkan pola umum di seluruh start-up yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas hubungan manajer dan karyawan dalam bisnis start-up dapat dijelaskan melalui tiga dimensi LMX, yaitu kepercayaan, rasa hormat, dan kepatuhan. Kepercayaan terlihat dari keyakinan karyawan terhadap keputusan manajer, kepercayaan terhadap kompetensi manajer, dan keterbukaan komunikasi. Rasa hormat tampak dari kesopanan sehari-hari, pengakuan atas ide, bimbingan yang konstruktif, serta persepsi mengenai keadilan dalam pengambilan keputusan. Kepatuhan muncul melalui dukungan timbal balik, saling membantu ketika diperlukan, dan komitmen untuk terus berkolaborasi. Secara keseluruhan, pola ini menunjukkan bahwa lingkungan start-up sangat bergantung pada koordinasi antarpersonal, tanggung jawab bersama, dan kepemimpinan yang mudah diakses. Kepuasan kerja di start-up dapat dijelaskan melalui tiga komponen utama. Pertama, karakteristik pekerjaan yang mencakup variasi keterampilan, otonomi, kejelasan peran, makna pekerjaan, dan umpan balik dari hasil kerja. Kedua, lingkungan kerja yang ditandai oleh dukungan rekan kerja, manajer yang mudah dihubungi, pengakuan atas kinerja, dan kesempatan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan. Ketiga, pengalaman emosional di tempat kerja yang mencakup perasaan positif seperti kesenangan, kebanggaan, dan rasa syukur, sekaligus tantangan seperti beban kerja berat dan ketidakjelasan peran. Meskipun tuntutan kerja dapat tinggi, karyawan tetap merasa puas ketika mereka mendapatkan dukungan interpersonal dan pekerjaan dirasakan bermakna. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai bagaimana hubungan antarindividu membentuk pengalaman kerja di lingkungan start-up. Penelitian ini menjelaskan mengapa hubungan manajer dan karyawan dapat berdampak pada kepuasan kerja. Temuan ini juga memberikan dasar untuk memberikan rekomendasi praktis dalam memperkuat hubungan kerja dan meningkatkan kesejahteraan karyawan seiring pertumbuhan start-up.

2026
πŸ‘€ Penulis: Rachel Natalie G. Simanjuntak
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kepuasan Kerja 🏷️ Hubungan Manajer-Karyawan

EFEKTIVITAS PEMASARAN INFLUENCER: MENELITI DAMPAK KREDIBILITAS INFLUENCER DAN KUALITAS KONTEN TERHADAP KEPERCAYAAN CUSTOMER DAN NIAT MEMBELI DI SELURUH PLATFORM MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN TIKTOK

Studi yang diusulkan akan menganalisis pengaruh Kredibilitas Influencer (keahlian, kepercayaan, daya tarik) terhadap Kepercayaan Konsumen dan pengaruhnya terhadap Niat Pembelian di media sosial. Studi ini juga membandingkan hubungan antara Instagram dan TikTok yang memiliki format konten dan tindakan pengguna yang berbeda. Metode kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data dari 320 responden dan menggunakan PLS-SEM dalam SmartPLS 4 yang menggabungkan uji reliabilitas, R2, uji mediasi, uji prediktif, dan Analisis Multi-Grup (MGA). Temuan menunjukkan bahwa kredibilitas influencer dan kualitas konten berkontribusi secara signifikan terhadap kepercayaan konsumen yang akibatnya berdampak kuat pada niat pembelian. Pengaruh kepercayaan konsumen ditetapkan sebagai mediator parsial antara atribut influencer dan niat pembelian. Temuan MGA menunjukkan variasi platform: kredibilitas mengarah pada tingkat kepercayaan yang lebih tinggi di Instagram dan kualitas konten, khususnya keaslian dan kreativitas, memiliki pengaruh yang lebih signifikan terhadap TikTok. Penilaian Prediktif: Akurasi prediktif, berdasarkan penilaian prediktif, tergolong moderat, dan Instagram memiliki daya prediktif yang sedikit lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya memilih influencer yang kredibel dan menciptakan konten autentik dan berkualitas tinggi yang sesuai untuk setiap platform.

2026
πŸ‘€ Penulis: Gerry Yensen Toni
🏷️ Kepatuhanan Pengguna Media Sosial 🏷️ Manajemen Influencer 🏷️ Analisis Kualitas Konten

USULAN STRATEGI PEMASARAN BUSINESS TO BUSINESS (B2B) UNTUK PERUSAHAAN MATERIAL HANDLING, PT.VAKAMINDO MITRA PRIMA (PT.VMP)

Sebuah perusahaan penanganan material lokal bernama PT. VMP menghadapi stagnasi pendapatan, dan selama tiga tahun terakhir, perusahaan tersebut mengalami kesulitan dalam mendapatkan klien baru, terutama karena ketergantungannya pada strategi pemasaran lama seperti pemasaran dari mulut ke mulut dan jaringan pemilik. Studi yang diusulkan ini bertujuan untuk memahami perilaku pembeli bisnis dari calon klien PT. VMP untuk menciptakan strategi pemasaran B2B yang efektif guna mengatasi tantangan ini. Pengumpulan data dilakukan dalam bentuk studi kasus kualitatif dan menggunakan metode wawancara semi-terstruktur. Data dikumpulkan dengan bantuan 29 partisipan yang terdiri dari manajemen internal perusahaan dan calon klien dari industri konstruksi, manufaktur baja, dan fabrikasi baja. Hasil menunjukkan bahwa terdapat proses pengambilan keputusan konsultatif yang stabil dalam situasi pembelian tugas baru di semua segmen dengan perbedaan utama terletak pada pemicu pengenalan masalah. Rekomendasi bisnis dan pencarian online adalah cara utama klien menemukan pemasok, memilih vendor berdasarkan harga kompetitif dan reputasi. Analisis eksternal dan internal mengungkapkan bahwa kekuatan PT. Keunggulan VMP terletak pada lokakarya dan harga yang kompetitif, sedangkan kelemahan utamanya adalah kehadiran digital. Kesimpulan studi ini mencakup saran baru berupa rencana pemasaran dua bagian (industri berbasis baja dan konstruksi) dan rencana detail implementasi pemasaran digital (meningkatkan kehadiran online dengan mengoptimalkan situs web, menggunakan SEO, menargetkan konten, dll.) untuk menarik pelanggan baru.

2026
πŸ‘€ Penulis: Chesira Rizki Agreatia
🏷️ Manajemen Pemasaran Bisnis 🏷️ Analisis Pasar 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERENCANAAN SKENARIO UNTUK KLINIK PRATAMA BAHAGIA DALAM MENGHADAPI KETIDAKPASTIAN DI MASA DEPAN DI INDUSTRI KESEHATAN

Di industri kesehatan, klinik fasilitas kesehatan tingkat pertama menghadapi tantangan dari ketidakpastian masa depan yang memengaruhi kemampuan operasional klinik. Klinik Pratama Bahagia adalah usaha keluarga yang telah beroperasi lebih dari 40 tahun. Klinik ini ingin diteruskan ke generasi berikutnya, namun saat ini klinik tidak memiliki rencana jangka panjang, yang menimbulkan kontradiksi dan celah dalam visinya untuk menjadi usaha keluarga yang berkelanjutan. Oleh karena itu, dalam menghadapi situasi dan lingkungan saat ini, penelitian ini mengkaji bagaimana klinik pratama lokal dapat menjadi tangguh dalam menghadapi ketidakpastian dan berkembang selama 5 tahun ke depan. Dalam membantu Klinik Pratama Bahagia mencapai tujuannya, penelitian ini menggunakan metode perencanaan skenario untuk membantu klinik mempersiapkan diri menghadapi ketidakpastian di masa depan dengan mengidentifikasi isu-isu kunci, faktor pendorong, menciptakan skenario, dan menyiapkan solusi bisnis berdasarkan sinyal peringatan dini. Dalam pengumpulan dan analisis data, metode wawancara dan analisis konten digunakan untuk mengidentifikasi tema-tema kunci. Analisis PESTEL, Analisis Lima Kekuatan Porter, dan Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi lingkungan eksternal dan internal industri klinik pratama. Dari temuan dua belas faktor pendorong, dua faktor pendorong yang paling berdampak dan tidak pasti dipilih dalam pembuatan matriks 2x2. Dua faktor pendorong tersebut adalah kebijakan dan regulasi pemerintah serta sumber daya manusia (SDM) dan manajemen internal. Dari dua faktor pendorong ini, empat skenario telah dibuat untuk menggambarkan lima tahun ke depan. Skenario-skenario tersebut adalah Tim yang Tangguh di Laut yang Bergelora, Titanic, Angin Belakang yang Tenang, dan Angin Belakang yang Terlewat. Setiap skenario memiliki implikasi, opsi, dan sinyal peringatan dini tersendiri. Berdasarkan sinyal peringatan dini, solusi bisnis dibuat untuk setiap skenario dan satu solusi umum untuk membimbing Klinik Pratama Bahagia. Hasilnya, untuk tetap kompetitif dan terus berkembang, Klinik Pratama Bahagia harus berinvestasi secara bijaksana dalam digitalisasi, kemampuan sumber daya manusia, dan layanan yang lebih baik untuk meningkatkan reputasi merek dan memperluas basis pasien. Rencana implementasi dalam studi ini diharapkan dapat memandu Klinik Pratama Bahagia dalam menghadapi ketidakpastian masa depan selama lima tahun ke depan.

2026
πŸ‘€ Penulis: James Daniel Susanto
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Swot

MENAVIGASI KETIDAKPASTIAN PASAR ISP MELALUI PERENCANAAN SKENARIO

Tingkat penetrasi internet di Indonesia terus meningkat, menciptakan peluang bagi perusahaan untuk bergabung dengan industri Penyedia Layanan Internet (ISP). Namun, industri ini menghadapi persaingan ketat karena hambatan masuk yang rendah, gangguan teknologi, seperti Starlink, dan keberadaan ISP ilegal, yang juga mendorong perang harga yang tidak sehat. PT Sinyal Global Nusantara (PT SGN) adalah perusahaan ISP baru yang sebelumnya beroperasi sebagai kontraktor ISP. Perusahaan ini memiliki kemampuan operasional ujung-ke-ujung, memberikan kontrol kualitas layanan yang lebih baik menggunakan SLA daripada pesaing, dan berfokus pada layanan purna jual premium. Untuk memastikan keberlanjutan perusahaan, PT SGN harus mengembangkan strategi yang tangguh dan adaptif. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja Perencanaan Skenario untuk mengidentifikasi dan menganalisis kekuatan pendorong utama yang memengaruhi industri ISP selama lima tahun ke depan; mengembangkan skenario masa depan berdasarkan ketidakpastian eksternal; menentukan Sinyal Peringatan Dini (EWS) untuk memantau perubahan lingkungan; dan merumuskan respons strategis dan opsi operasional untuk setiap skenario, sambil menggunakan PESTEL, Lima Kekuatan Porter, dan analisis SWOT untuk menemukan dua ketidakpastian kritis guna menentukan faktor-faktor yang memiliki dampak terbesar dan paling tidak pasti pada bisnis PT SGN, yaitu Kebijakan dan Regulasi Pemerintah serta Permintaan Pasar untuk Diversifikasi Produk. Kombinasi dari dua ketidakpastian kritis ini menciptakan empat skenario masa depan selama lima tahun ke depan: "Perintah Kelelawar," yang melibatkan permintaan tinggi untuk diversifikasi produk dan regulasi yang ketat; "Segel Gotham," yang melibatkan permintaan rendah untuk diversifikasi dan regulasi yang ketat; "Arkham yang Dilepaskan," yang melibatkan permintaan tinggi untuk diversifikasi dan regulasi yang longgar; dan "Kesatria Gelap Jatuh," yang melibatkan permintaan rendah untuk diversifikasi produk dan regulasi yang longgar. Untuk setiap skenario, Sinyal Peringatan Dini (EWS) dikembangkan, termasuk Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk (CAGR) pasar Rumah Pintar, peraturan Kominfo terbaru tentang peraturan Jaringan RT-RW, program "Internet Rakyat", dan harga yang ditawarkan oleh pesaing di setiap area operasional. PT SGN disarankan untuk memantau EWS ini secara berkala guna mengidentifikasi skenario mana yang akan terjadi.

2026
πŸ‘€ Penulis: Nabilla Rohadhatul Aisy
🏷️ Perencanaan Skenario 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Regulasi Pemerintah

STRATEGI BRANDING DALAM BISNIS B2B: STUDI KASUS PT MULTIBINA TEKNIKA UTAMA

Studi ini mengkaji tantangan branding PT Multibina Teknika Utama, sebuah distributor peralatan laboratorium di pasar B2B di Indonesia. Meskipun perusahaan memiliki kemampuan teknis yang kuat dan layanan purna jual yang baik, tingkat visibilitas mereknya rendah karena jarang muncul dalam hasil pencarian Google, sulit ditemukan di e-Katalog LKPP, serta memiliki konten produk dan tampilan digital yang tidak konsisten. Kondisi ini membuat calon pembeli baru tidak mengenal perusahaan kecuali melalui rekomendasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi branding B2B Multibina saat ini dan mengusulkan solusi untuk meningkatkan brand awareness dan citra perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dengan staf internal dan pembeli institusi, serta didukung oleh observasi digital. Data dianalisis menggunakan thematic analysis dan gap analysis. Temuan menunjukkan lima isu utama: rendahnya tingkat keterjangkauan (discoverability), lemahnya konten digital, kepercayaan pelanggan yang kuat karena layanan purna jual, meningkatnya ekspektasi digital dari pembeli, serta keterbatasan kapabilitas internal dalam menjalankan branding. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan peningkatan visibilitas digital, standarisasi konten produk, penguatan kredibilitas digital, serta pengembangan kesiapan internal untuk mendukung aktivitas branding.

2026
πŸ‘€ Penulis: Astari khairunnisa isnan
🏷️ Strategi Branding Bisnis B2B 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Konten Digital

KEPUTUSAN STRATEGIS UNTUK MEMPERLUAS PASAR PT KAZEE DIGITAL INDONESIA DARI BISNIS- BISNIS (B2B) KE BISNIS-KONSUMEN (B2C)

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) serta analisis big data kini menjadi fokus utama dalam cara organisasi menciptakan wawasan dan nilai, terutama di ekonomi digital baru seperti Indonesia. PT Kazee Digital Indonesia adalah perusahaan analisis berbasis kecerdasan buatan yang telah mengembangkan model bisnisnya selama lebih dari delapan tahun dengan basis Business-to-Business (B2B) dan melayani lembaga pemerintah, lembaga keuangan, perusahaan media, serta korporasi besar. Namun, perkembangan pesat media sosial, meningkatnya peran segmen individu para pembuat konten, dan jenuhnya segmen Business to Business (B2B) telah mendorong Kazee untuk mempertimbangkan pertumbuhan segmen Business to Customer (B2C). Perubahan taktis ini menimbulkan beberapa pertanyaan mendasar tentang bagaimana perusahaan dengan kehadiran historis yang kuat di pasar institusional dapat menyesuaikan produk, kemampuan, dan strategi pemasaran untuk merespons pengguna individu yang dinamis dan berorientasi pada pengalaman. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi Kazee selama ekspansi B2B-B2C dan mengembangkan strategi ekspansi yang efektif yang akan mengarahkan perusahaan menuju transformasinya. Studi ini berasumsi bahwa pengembangan B2C dapat menjadi salah satu pilar pertumbuhan Kazee asalkan kesiapan internal, penyesuaian produk, analisis SWOT, Lima Kekuatan Porter, dan analisis pesaing terpenuhi. Desain campuran (mixed-methods) digunakan secara metodologis. Untuk menyelidiki motivasi strategis, risiko yang dirasakan, dan ekspektasi pasar B2C, pertama-tama dilakukan wawancara mendalam dengan Wakil Presiden Kazee dan ahli internal, disertai dengan Diskusi Kelompok Fokus (FGD) internal. Langkah-langkah kualitatif ini akan memberikan wawasan mendalam tentang kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman perusahaan, serta kriteria dan opsi strategis yang dapat diterapkan saat memperluas ke B2C. Kedua, kriteria dan alternatif diorganisir dalam format Model Proses Hierarki Analitis (AHP), dan kuesioner perbandingan berpasangan diberikan kepada sepuluh peserta internal yang bekerja di berbagai fungsi seperti manajemen produk, data, penjualan, keuangan, dan sumber daya manusia. Analisis AHP yang dilakukan dengan perangkat lunak SuperDecisions menghasilkan prioritas opsi strategis secara kuantitatif. Menurut hasil AHP, pilihan strategis yang paling penting adalah Pengembangan Situs Web dan Pengalaman Pengguna (UX), dengan skor prioritas ideal tertinggi di antara tiga pilihan strategis, yaitu Kolaborasi dengan Influencer/KOL dan Program Pendidikan Digital dan Komunitas. Hal ini berarti kesuksesan inisiatif B2C yang ditawarkan oleh Kazee akan sangat bergantung pada perancangan ulang platform Fastra.AI menjadi antarmuka yang transparan, berbasis freemium, intuitif, dan ramah mobile, dengan kemampuan memberikan nilai yang jelas dalam hitungan menit, didukung oleh model freemium yang transparan, proses onboarding yang lancar, dan sistem pembayaran yang tanpa hambatan. Kemitraan dengan influencer dan program pendidikan tetap penting tetapi menjadi sekunder dibandingkan dengan meningkatkan kesadaran dan mempercepat adopsi setelah dasar produk telah terbentuk. Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa pertumbuhan B2C dalam kasus Kazee feasible tetapi memerlukan pendekatan bertahap yang awalnya fokus pada kesiapan internal dan utilitas produk, dan baru kemudian pada iklan eksternal dan kolaborasi. Secara teoritis, penelitian ini mengenai transisi dari B2B ke B2C di perusahaan yang mengandalkan kecerdasan buatan (AI) menunjukkan bagaimana pemahaman kualitatif dan pengambilan keputusan multi-kriteria dapat digabungkan untuk mengembangkan strategi ekspansi pasar. Pada tingkat manajerial, studi ini menyediakan peta jalan sistematis yang mengarahkan Kazee dan perusahaan lain untuk fokus pada penyempurnaan pengalaman pengguna berbasis web, pengembangan kemampuan internal.

2026
πŸ‘€ Penulis: Tamara Cornelia Siallagan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Pasar Digital 🏷️ Analisis Swot
Halaman 219 dari 6754
πŸ’¬