📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

EVALUASI DATA ANOMALI GAYABERAT BERDASAR PENGAMATAN GAYABERAT AIRBORNE RAGAM PERIODE DI WILAYAH KALIMANTAN

Perkembangan teknologi memungkinkan pengukuran gayaberat menggunakan wahana pesawat terbang atau dikenal sebagai survei gayaberat airborne. Teknologi ini menjadi solusi atas keterbatasan survei gayaberat secara terestris. Teknologi ini menjadi angin segar untuk mengatasi keterbatasan pengukuran gayaberat secara terestris. Wilayah Kalimantan menjadi satu-satunya wilayah di Indonesia yang memiliki dua periode survei gayaberat airborne. Pengukuran Data A dilakukan tahun 2009-2010 mencakup seluruh Kalimantan menggunakan gravimeter Air/Sea S99 LaCoste & Romberg dengan jarak antar jalur terbang sekitar 18 km. Pengukuran berikutnya yaitu Data B dilakukan pada periode 2021-2022 menggunakan gravimeter Canadian Micro Gravity GT-2A mengisi celah antar jalur sebelumnya sehingga jarak antar jalur terbang menjadi sekitar 9 km. Beberapa jalur terbang dibuat bertampalan antara periode pertama dan kedua. Evaluasi performa dilakukan pada data anomali free-air (FAA) gayaberat airborne pulau Kalimantan pada waktu pengukuran yang berbeda di mana masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Evaluasi mencakup uji kualitas internal masing-masing data melalui cross-over analysis, uji kualitas pada pertampalan jalur terbang dibandingkan dengan data EGM2008, serta analisis spasial dan spektrum masing-masing data. Data B memiliki konsistensi internal MAE = 2,944 mGal dan STD = 4,412 mGal lebih baik dari Data A MAE = 5,628 mGal dan STD 7,322 mGal. Kombinasi kedua data (Data C) menunjukkan nilai pertengahan antara kedua data dengan MAE = 4,343 mGal dan STD = 6,044 mGal. Cross-over adjustment dilakukan menggunakan metode orde-0 dan orde-1. Cross-over adjustment Data A, B dan C orde 1 menunjukkan MAE 2,391 mGal STD 4,630 mGal, MAE 1,604 mGal STD 2,689 mGal, dan MAE 2,489 mGal STD 3,727 mGal. Nilai ini lebih baik dari penggunaan orde 0 dengan hasil MAE 2,927 mGal STD 4,262 mGal, MAE 1,779 mGal STD 2,712 mGal, dan MAE 2,599 mGal STD 3,759 mGal. Akan tetapi, penggunaan orde 1 menunjukkan potensi perubahan pola spasial pada beberapa jalur terbang secara ekstrem. Hal ini dikarenakan kondisi sebaran cross-line yang tidak ideal. Hasil analisis 30 pasangan pertampalan jalur terbang ditambah dengan perbandingan dengan EGM2008 menunjukkan dengan jelas adanya perbedaan referensi antar data. Hal ini ditunjukkan dengan adannya shifting antara Data A dan B di beberapa pasangan jalur terbang. Perbedaan FAA Data A dan B pada pertampalan jalur terbang menghasilkan rentang MAE 0,757 mGal hingga 12,792 mGal. Dengan melakukan kombinasi antara Data A dan B kemudian dilakukan cross-over adjustment bersama memperbaiki masalah ini. Perbedaan FAA Data A dan B pada pertampalan jalur terbang mengecil menghasilkan rentang MAE 0,986 mGal hingga 6,868 mGal. Sementara itu, analisis spektrum menunjukkan bahwa Data B memiliki amplitudo yang lebih tinggi dibandingkan Data A dan EGM2008 pada rentang panjang gelombang menengah hingga pendek. Data B juga menunjukkan peluruhan spektrum yang lebih lambat, yang konsisten dengan tingkat derau yang lebih rendah dan kemampuan yang lebih baik dalam mempertahankan sinyal dinamis. Secara keseluruhan, integrasi dataset gayaberat airborne wilayah Kalimantan meningkatkan koherensi spasial dan spektrum, serta memberikan landasan yang lebih kuat untuk penyempurnaan geoid maupun berbagai aplikasi geosains lainnya, termasuk analisis struktur kerak, interpretasi cekungan, dan eksplorasi sumber daya alam.

2026
👤 Penulis: Harka Amrossalma
🏷️ Geofisika 🏷️ Analisis Data Anomali Gayaberat 🏷️ Kecerdasan Buatan

MENDORONG NILAI DAN MENINGKATKAN EFISIENSI: STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENGURANGI KEHILANGAN BBM MELALUI DIGITALISASI ALAT UKUR

Rantai logistik BBM di Indonesia masih menghadapi kerentanan tinggi terhadap ketidakakuratan pengukuran, inkonsistensi administrasi, dan inefisiensi operasional— tantangan yang semakin diperburuk dalam ekosistem badan usaha milik negara (BUMN). Meskipun distribusi BBM merupakan elemen penting bagi ketahanan energi nasional, praktik lama seperti pengukuran manual menggunakan sounding stick, pencatatan tulisan tangan, dan pelaporan yang terfragmentasi terus menimbulkan risiko kerugian finansial, potensi sengketa, serta tantangan kepatuhan (compliance). Penelitian ini mengkaji implementasi LIMOSIN (Liquid Monitoring System), sebuah platform digital pengukuran BBM yang dikembangkan oleh Elnusa Petrofin, untuk mengeksplorasi bagaimana digitalisasi dapat menurunkan kehilangan BBM, meningkatkan transparansi, serta memosisikan ulang perusahaan secara strategis dalam industri logistik BBM. Penelitian ini diawali dengan menguraikan isu-isu kritis dalam sektor logistik BBM di Indonesia, termasuk terjadinya selisih berulang antara volume pengiriman dan penerimaan, ketiadaan pemantauan secara real time, serta beban tinggi proses rekonsiliasi. Masalah ini terus berlangsung meskipun dunia telah beralih menuju sistem telemetri berbasis IoT, pengukuran otomatis, dan audit digital. Dalam konteks BUMN Indonesia—yang masih menghadapi rigiditas pengadaan, orientasi ROI jangka pendek, dan kesiapan digital yang terbatas—penelitian ini mempertanyakan apakah alat ukur digital dapat berfungsi bukan hanya sebagai kebutuhan operasional, namun juga sebagai aset strategis dan pemasaran jangka panjang. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif, dengan mengintegrasikan wawancara mendalam kepada manajemen, pengembang sistem, dan staf operasional, didukung oleh analisis dokumen serta observasi lapangan. Analisis penelitian memanfaatkan kerangka Technology Acceptance Model (TAM), Cost-Benefit Analysis (CBA), Resource- Based View (RBV), dan VRIO untuk menilai implikasi operasional, perilaku, serta strategi dari implementasi alat ukur digital dalam lingkungan logistik BUMN. Temuan penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi melalui LIMOSIN secara signifikan meningkatkan akurasi pengukuran, menyediakan visibilitas real time, dan memperkuat auditability pergerakan BBM. Namun, meskipun persepsi kegunaan (perceived usefulness) tergolong tinggi, tingkat adopsi aktual masih rendah akibat beban input manual, integrasi workflow yang belum sepenuhnya matang, serta ketidakkonsistenan kondisi pendukung. Friksi perilaku ini sejalan dengan teori TAM dan UTAUT: persepsi kegunaan saja tidak cukup untuk menjamin adopsi tanpa kemudahan penggunaan, infrastruktur pendukung, serta dukungan kepemimpinan yang kuat. Dari perspektif strategis, penelitian ini menemukan bahwa LIMOSIN memiliki potensi untuk memosisikan ulang Elnusa Petrofin bukan hanya sebagai pelaksana operasional, tetapi sebagai penyedia nilai yang mengutamakan transparansi, traceability, dan assurance kepada pelanggan—faktor yang sangat penting dalam logistik BBM B2B. Simulasi CBA juga menunjukkan bahwa sistem ini dapat menghasilkan manfaat jangka panjang melalui pengurangan kehilangan, percepatan proses penagihan, dan peningkatan retensi pelanggan. Namun, dalam ekosistem BUMN, investasi digital sering terjebak dalam “short-term ROI trap,” di mana inisiatif tidak diprioritaskan apabila manfaatnya berada di luar siklus anggaran tahunan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa alat ukur digital memiliki peran ganda sebagai pengungkit operasional sekaligus aset strategis — namun hal ini hanya dapat terwujud apabila terdapat penyelarasan organisasi, integrasi lintas fungsi, serta narasi yang tepat untuk memosisikan digitalisasi sebagai value driver jangka panjang, bukan sebagai beban biaya. LIMOSIN membuka peluang diferensiasi di lingkungan BUMN, terutama apabila dipasarkan sebagai alat transparansi berbasis kebutuhan klien, bukan hanya platform monitoring internal. Kontribusi penelitian ini bersifat dua arah. Pertama, penelitian ini memperluas pemahaman empiris mengenai tantangan adopsi digital dalam perusahaan logistik milik negara di negara berkembang, dengan menekankan bahwa kesiapan teknologi harus diiringi kesiapan institusional. Kedua, penelitian ini mengajukan perspektif pemasaran strategis yang mereposisi digitalisasi sebagai sumber penciptaan nilai bagi pelanggan, sehingga memberikan wawasan praktis bagi BUMN yang ingin melakukan modernisasi sembari menghadapi kendala struktural.

2026
👤 Penulis: Dyah Ayu Sekar Melati
🏷️ Digitalisasi 🏷️ Logistik Badan Usaha Milik Negara (Bumn)

FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEPUTUSAN PEMBELIAN ASURANSI JIWA SYARIAH: BUKTI DARI KONSUMEN BERPENGHASILAN MENENGAH DI JAKARTA

Tingkat penetrasi asuransi jiwa syariah di Indonesia masih relatif terbatas apabila dibandingkan dengan potensi pasar yang dimilikinya, khususnya pada segmen masyarakat berpenghasilan menengah di Jakarta. Kondisi ini menjadi perhatian mengingat semakin luasnya ketersediaan produk keuangan syariah serta meningkatnya eksposur masyarakat terhadap prinsip-prinsip keuangan berbasis syariah. Kesenjangan antara potensi pasar dan realisasi keputusan pembelian mengindikasikan bahwa hambatan yang ada tidak semata-mata bersifat ekonomi, tetapi juga mencakup dimensi literasi keuangan, konsistensi perilaku keuangan, serta persepsi konsumen terhadap asuransi syariah. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh literasi keuangan terhadap keputusan pembelian asuransi jiwa syariah pada konsumen berpenghasilan menengah di Jakarta, dengan turut mempertimbangkan peran persepsi terhadap asuransi syariah dalam kerangka pengambilan keputusan berbasis perilaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengonseptualisasikan literasi keuangan ke dalam tiga dimensi utama, yaitu pengetahuan keuangan, perilaku keuangan, dan sikap keuangan. Selain itu, persepsi terhadap asuransi syariah dimasukkan sebagai variabel eksternal yang merefleksikan aspek sikap, pengaruh sosial, serta kontrol perilaku yang dipersepsikan, yang secara konseptual sejalan dengan Theory of Planned Behavior (TPB). Data dikumpulkan dari 385 responden masyarakat berpenghasilan menengah di Jakarta dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk menilai pengaruh relatif masing-masing variabel terhadap keputusan pembelian. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa perilaku keuangan, sikap keuangan, dan persepsi terhadap asuransi syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian asuransi jiwa syariah. Sebaliknya, pengetahuan keuangan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, yang mengindikasikan bahwa pemahaman kognitif semata belum cukup untuk mendorong perilaku pembelian. Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian asuransi jiwa syariah lebih banyak dipengaruhi oleh praktik keuangan yang disiplin, orientasi nilai yang positif, serta persepsi yang mendukung—seperti kepercayaan, kesesuaian etis, dan kegunaan yang dirasakan—dibandingkan dengan penguasaan teknis pengetahuan keuangan. Pola perilaku ini mencerminkan mekanisme TPB, di mana sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dipersepsikan memiliki peran yang lebih kuat dalam membentuk niat dan tindakan dibandingkan sekadar kesadaran pengetahuan. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi dalam asuransi jiwa syariah memerlukan pergeseran dari literasi berbasis kognitif menuju strategi yang lebih berorientasi pada perilaku dan pembangunan kepercayaan. Dari sisi akademik, penelitian selanjutnya disarankan untuk menggali lebih dalam mekanisme psikologis dan perilaku yang menghubungkan literasi keuangan dengan pengambilan keputusan, khususnya melalui integrasi perspektif ekonomi perilaku dan etika Islam guna menjelaskan mengapa pengetahuan keuangan tidak secara langsung diterjemahkan menjadi perilaku pembelian. Penambahan variabel mediasi seperti kepercayaan, religiositas, dan manfaat yang dirasakan, serta perluasan cakupan wilayah penelitian di luar Jakarta dan penggunaan pendekatan metode campuran, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dimensi sosial, kultural, dan emosional dalam keputusan keuangan syariah. Dari sudut pandang strategis dan praktis, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa program edukasi perlu dirancang ulang, bukan dikurangi, dengan melampaui pendekatan transfer informasi menuju pembelajaran yang berfokus pada perilaku dan sikap. Perusahaan asuransi syariah dan regulator disarankan untuk mengimplementasikan edukasi berbasis produk, simulasi pengalaman, kemitraan di lingkungan kerja, dorongan digital, serta storytelling berbasis bukti yang didukung oleh sertifikasi syariah yang transparan dan mekanisme keterlibatan pascapembelian. Komunikasi pemasaran perlu menekankan manfaat nyata seperti skema berbagi risiko, investasi etis, dan perlindungan jangka panjang, serta menghindari pesan yang terlalu simbolik atau semata-mata bersifat religius. Penguatan transparansi tata kelola, layanan purnajual, dan pembangunan kepercayaan melalui testimoni juga menjadi faktor penting untuk mengonversi persepsi positif menjadi perilaku pembelian yang konsisten. Secara kolektif, rekomendasi ini menegaskan bahwa pertumbuhan berkelanjutan partisipasi asuransi syariah di Indonesia bergantung pada transformasi perilaku yang terkoordinasi, komunikasi yang kredibel, serta penguatan kepercayaan institusional, sehingga literasi keuangan dapat berkembang dari sekadar kesadaran menuju tindakan yang berkelanjutan dan selaras dengan nilai-nilai syariah.

2026
👤 Penulis: Ali Zainal Abidin
🏷️ Literasi Keuangan 🏷️ Asuransi Syariah 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Produk Keuangan

ANALISIS PERILAKU KONSUMEN UNTUK ADAPTASI STRATEGI PEMASARAN DI INDUSTRI TEMBAKAU

Industri tembakau di Indonesia merupakan industri yang berada di bawah peraturan dan pengawasan yang sangat ketat. Saat ini, industri tersebut sedang mengalami tantangan besar yang disebabkan oleh beberapa faktor dan berpengaruh terhadap kinerja bisnis mereka terutama pada menurunnya profitabilitas dan volume penjualan rokok. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah regulasi yang terus berubah dan semakin ketat seperti kenaikan cukai. Faktor lain yang berkontribusi adalah meningkatnya trend penggunaan rokok alternatif (dari 0.3% di 2011 ke 3% di tahun 2021) dan juga maraknya penjualan rokok illegal seperti yang dilaporkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada tahun 2023. Selain itu, di Oktober 2024, Pemerintah juga mengeluarkan Peraturan Pemerintah no 28 yang mengatur pemasaran rokok secara lebih ketat. Perusahaan-perusahaan rokok di Indonesia sedang berada dalam fase krusial dimana inovasi dalam strategi pemasaran sangat diperlukan untuk mempertahankan bisnis. Perusahaan-perusahaan tersebut ditantang untuk beradaptasi untuk memastikan keberlanjutan bisinis dalam jangka panjang. Hal ini dianggap sangat penting karena faktor eksternal berubah sangat cepat dalam waktu yang singkat. Berdasarkan tantangan-tangtangan tersebut, analisis konsumen menjadi sangat penting dilakukan oleh perushaan karena akan sangat membantu mereka dalam memahami dan mengantisipasi perubahan preferensi konsumen. Dengan memahami preferensi konsumen, Perusahaan dapat membuat produk yang sesuai dan responsive dengan permintaan pasar. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi penurunan konsumsi rokok, menentukan prioritas faktor yang harus ditingkatkan yang paling berpengaruh pada niat pembelian rokok konvensional, serta merumuskan startegi marketing yang paling sesuai untuk berdadaptasi dan menyasar pada permasalahan utama mengenai perubahan perilaku konsumen. Studi ini menganalisis delapan faktor yang mungkin berpengaruh terhadap niat pembelian rokok konvensional, seperti faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis serta faktor stimuli pemasaran seperti produk, lokasi, harga, dan promosi. Hipotesis yang disusun berdasarkan studi literatur memprediksi bahwa kedelapan faktor tersebut berpengaruh positif terhadap niat pembelian. Dalam mengevaluasi potensi pengaruh dari kedelapan faktor tersebut terhadap niat pembelian, penulis mengadakan survey dengan 236 sampel dan melakukan analisis data menggunakan model PLS-SEM. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada 5 faktor utama yang menyebabkan penurunan konsumsi rokok seperti meningkatnya kesadaran tentang kesehatan atau dampak kesehatan dari merokok, kondisi ekonomi yang tidak mencukupi, tidak dapat merokok karena alasan kesehatan atau fisik yang tidak memungkinkan dan meningkatnya trend rokok alternatif. Terkait faktor yang mempengaruhi niat pembelian, hasil PLS-SEM analisis menunjukkan bahwa tuhuh dari delapan faktor memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat pembelian. Faktor yang paling tidka berpengaruh adalah faktor budaya. Faktor yang yang memiliki pengaruh paling kuat terhadap niat pembelian adalah faktor personal (koefisien 0.183) diikuti oleh faktor lokasi (koefisien 0.181), faktor social (koefisien 0.175) dan faktor promosi (koefisien 0.157). Untuk merumuskan startegi pemasaran yang adaptive, penulis menggunakan IPMA (Importance-Performance) analisis yang menggabungkan hasil path koefisien dan rata-rata data survey utnuk menghasilkan list prioritas strategi. Hasil menunjukkan bahwa prioritas pertama yang harus ditingkatkan dalam penyusunan startegi adalah faktor personal dan promosi karena memiliki nilai path koefisien tinggi namun masih kurang secara performa atau nilai rata-rata survey. Oleh karena itu, sangat penting bagi Perusahaan untuk menargetkan persona konsumen seperti umur (PER1), pekerjaan (PER2), aktivitas (PER3), pendapatan (PER4), gaya hidup (PER7) dan perlu juga memprioritaskan support banner toko (PRM5) yang memiliki skor paling tinggi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam kepada praktisi industri untuk keperluan manajemen bisnis yang bertanggung jawab serta berkontribusi terhadap pengembangan ilmu ppengetahuan dalamanalisis perilaku konsumen dan adaptasi strategi pemasaran di industri tembakau.

2026
👤 Penulis: Margareta Ninda Arlita
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS PRODUKSI RADIOISOTOP MO-99 DARI MOO3 PADA REAKTOR RISET IAEA 10 MW

Molibdenum-99 (Mo-99) merupakan radioisotop penting yang banyak digunakan dalam kedokteran nuklir sebagai prekursor Teknesium-99m (Tc-99m), yang berperan signifikan dalam pencitraan dan diagnosis medis. Studi ini menganalisis potensi MoO? sebagai material target untuk produksi Mo-99 menggunakan reaktor acuan 10 MW yang dikembangkan oleh International Atomic Energy Agency (IAEA). Simulasi Monte Carlo dilakukan menggunakan kode OpenMC, dengan data nuklir ENDF/B-VIII.0 untuk menghitung aktivitas Mo-99 yang dihasilkan sekaligus mengevaluasi karakteristik local heating dalam target. Analisis dilakukan untuk Mo alami serta Mo-98 yang diperkaya dalam bentuk target MoO3, dengan tingkat pengayaan antara 25% hingga 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pengayaan Mo-98 menghasilkan aktivitas Mo-99 yang lebih tinggi, sementara distribusi pemanasan pada target MoO? menunjukkan pola daya yang konsisten di semua tingkat pengayaan, yang mengindikasikan bahwa pengayaan yang lebih tinggi tidak secara signifikan memengaruhi beban termal target. Dengan demikian, sistem pendingin yang ada tidak perlu mengalami modifikasi besar untuk mendukung target Mo dengan pengayaan tinggi. Di sisi lain, durasi iradiasi optimal ditemukan antara 7 hingga 10 hari, dengan aktivitas Mo-99 mendekati titik jenuh setelah sekitar 12 hari. Temuan ini dapat dipertimbangkan untuk mempersiapkan jadwal operasi reaktor sekaligus mengoptimalkan produksi Mo-99 di dalam teras reaktor.

2026
👤 Penulis: Dhiya Salma Salsabila
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN PUSAT REHABILITASI SOSIAL BAGI KORBAN KEKERASAN PADA ANAK DENGAN PENDEKATAN THERAPEUTIC ENVIRONMENT

Anak adalah potensi paling berharga yang dimiliki oleh negara, calon penentu masa depan bangsa. Namun mirisnya, kasus kekerasan pada anak masih marak terjadi hingga saat ini. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia berhasil mengumpulkan data kasus kekerasan pada anak di Indonesia pada tahun 2023 yaitu sebanyak 18.175 kasus, dengan 71,5% korban adalah anak perempuan dan 28,5% korban adalah anak laki-laki. Faktor penyebab terjadinya kekerasan pada anak paling banyak berasal dari faktor individu / orang tua yang melakukan tindakan kekerasan tersebut. Tindakan kekerasan pada anak tersebut memberikan dampak yang negatif pada aspek kesehatan fisik, kesehatan psikis, perilaku, dan masa depan anak. Solusi yang diberikan untuk mengatasi dampak negatif tersebut yaitu dengan memberikan layanan rehabilitasi sosial yang berfokus pada penyembuhan kesehatan psikis dan perilaku anak yang akan memperbaiki masa depan anak korban kekerasan. Terdapat berbagai pelayanan yang diberikan untuk menghasilkan proses rehabilitasi sosial yang efektif. Proses identifikasi dan klasifikasi merupakan langkah awal untuk menentukan tindakan selanjutnya yang tepat bagi anak korban kekerasan. Berbagai jenis konseling, terapi, dan aktivitas sosial juga memegang peran penting dalam proses rehabilitasi sosial. Selain itu, proses rehabilitasi sosial tidak akan berhasil jika anak masih berada di lingkungan / tempat terjadinya tindakan kekerasan. Sehingga, akomodasi berupa penampungan sementara juga menentukan keberhasilan proses rehabilitasi sosial bagi anak korban kekerasan. Lingkungan fisik yang menjadi akomodasi dalam memberikan layanan rehabilitasi sosial mempunyai peran yang signifikan dalam proses penyembuhan kesehatan psikis dan perilaku anak korban kekerasan. Penerapan beberapa faktor pada lingkungan fisik untuk menciptakan sebuah lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan penghuninya merupakan definisi dari pendekatan Therapeutic Environment. Pendekatan tersebut tepat untuk diterapkan pada perancangan pusat rehabilitasi sosial bagi korban kekerasan pada anak. Berdasarkan beberapa kajian literatur dan studi preseden yang dilakukan, terbentuk kriteria perancangan yang akan menjadi standar dalam proses perancangan antara lain Integration with Nature, Eliminating Stressor, Positive Distraction, Safety and Security, dan Social Support. Kriteria-kriteria tersebut diimplementasikan dalam perancangan dengan tiga skala yaitu Perancangan Tapak, Perancangan Arsitektur, dan Perancangan Interior. Tesis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada perancangan arsitektur berbasis rehabilitasi sosial dengan pendekatan Therapeutic Environment.

2026
👤 Penulis: Ayang Amalia
🏷️ Kesehatan Mental Anak 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Kecerdasan Buatan 🏷️ Pendidikan Dan Pelatihan

STRATEGI PEMASARAN TERPADU MENGHADAPI MEREK MURAH DI PASAR SEMEN RITEL INDONESIA YANG KELEBIHAN PASOKAN: KASUS SIG

Di pasar semen ritel Indonesia yang kelebihan pasokan, SIG harus bersaing dengan merek-merek yang menawarkan harga dengan lebih rendah meski hal ini berpotensi merusak profitabilitas serta melemahkan pemosisian sebagai merek premium. Selama ini SIG telah berstrategi multi merek yang cukup berimbang, oleh karena itu di bagian produk dan harga, penjualan dan distribusi, serta komunikasi merek, harus segera diatasi agar strategi perusahaan bisa lebih berfungsi. Pada penelitian ini, penulis menyusun strategi untuk mempertahankan nilai merek premium disertai dengan perolehan brink pertumbuhan yang berkelanjutan. Riset ini menggunakan metode kombinasi, dalam hal ini, primer melalui wawancara dengan manajemen dan sekunder dari banyak sumber. Analisis menggunakan Porter’s Five Forces, Marketing Mix, Brand Equity, Customer Path, dan matriks TOWS guna menggabungkan perspektif internal dan eksternal. Temuan menunjukkan SIG unggul dalam skala distribusi, namun SIG terkesan pasif dalam merespons persaingan harga dengan peran merek yang kurang jelas. Konsumen mengkategorikan produk sebagai barang yang mudah diganti sementara mitra ritel mengalami konflik. Rekomendasi mencakup tata kelola harga, segmentasi toko, harmonisasi skema insentif dan distribusi, pemantauan real-time, diferensiasi dan aktivasi merek terarah, serta pembangunan ekosistem kontraktor-toko.

2026
👤 Penulis: Sasha Media
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pemasaran Strategis 🏷️ Komunikasi Merek

ANALISIS DISCOUNTED CASH FLOW DAN REAL OPTION VALUATION: STUDI KASUS INVESTASI HILIRISASI PENGOLAHAN NIKEL DI INDONESIA

Studi ini menilai kelayakan pemrosesan bijih nikel dan pemurniannya menjadi nikel sulfat, sekaligus mengevaluasi potensi pengembangan menjadi pembuatan bahan prekursor baterai. Penelitian ini menggunakan metodologi Discounted Cash Flow (DCF) untuk skenario dasar, yang kemudian dilanjutkan dengan Real Option Valuation (ROV) untuk menilai nilai opsi ekspansi. Analisis DCF menunjukkan Net Present Value (NPV) yang menguntungkan sebesar USD 1.164 juta dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 16,41%. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa harga nikel, belanja modal (CAPEX), dan ketersediaan sumber daya secara keseluruhan adalah faktor utama yang mempengaruhi nilai proyek. Pengujian skenario tambahan dengan fluktuasi aliran kas ±10% memvalidasi kelayakan keseluruhan; namun, nilai proyek menjadi negatif jika harga nikel turun di bawah USD 18.000 per ton atau jika kewajiban biaya karbon sebesar USD 20/tCO? diterapkan. Skenario ekspansi, yang digambarkan sebagai opsi beli Eropa melalui pendekatan binomial lattice, menghasilkan Expanded NPV (ENPV) sebesar USD 3.450 juta. Meskipun nilai ini cukup besar, rasio pengembalian terhadap risiko sebesar 0,80 menunjukkan profil risiko proyek yang substansial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan kerangka penilaian investasi yang lebih menyeluruh dengan mengintegrasikan DCF dan ROV untuk proyek hilirisasi nikel, sehingga hasilnya tidak hanya menilai kelayakan dasar, tetapi juga menekankan pentingnya fleksibilitas manajerial dalam menghadapi ketidakpastian. Penerapan ROV dalam studi ini terkait konteks hilirisasi mineral nikel di Indonesia, masih sangat jarang dibahas dalam berbagai literatur jika dibandingkan dengan sektor energi lainnya seperti industri perminyakan, geotermal maupun pembangkit listrik tenaga air. Kontribusi dari penelitian ini adalah memperluas literatur mengenai penggunaan metode real options di industri pertambangan umumnya dan industry hilirisasi nikel khususnya dan menawarkan referensi bagi investor, perusahaan, dan regulator untuk memahami peluang dan risiko strategis dalam berinvestasi di pemrosesan nikel di tengah permintaan global yang terus meningkat untuk kendaraan listrik.

2026
👤 Penulis: Nur Alim Kadir
🏷️ Hilirisasi Nikel 🏷️ Analisis Discounted Cash Flow 🏷️ Valuation Opsi Real

PERENCANAAN SKENARIO UNTUK INDUSTRI HUBUNGAN MASYARAKAT INDONESIA: MENJAGA PERTUMBUHAN STRATEGIS INKE MARIS & ASSOCIATES

Industri hubungan masyarakat (PR) di Indonesia mengalami transformasi pesat akibat disrupsi digital, perubahan perilaku audiens, serta meningkatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) dalam praktik komunikasi. Dinamika ini menciptakan ketidakpastian yang dapat memengaruhi arah strategis dan daya saing jangka panjang perusahaan PR. Inke Maris & Associates (IM&A), sebagai salah satu konsultan PR terkemuka di Indonesia, perlu secara proaktif mengantisipasi perkembangan masa depan untuk mempertahankan relevansi di tengah lingkungan yang kompetitif dan tidak pasti. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode perencanaan skenario untuk mengeksplorasi kemungkinan masa depan industri PR Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, kuesioner, serta diperkaya dengan data sekunder dari laporan industri dan regulasi nasional. Melalui proses analisis yang sistematis, penelitian ini mengidentifikasi dua ketidakpastian utama: (1) tingkat integrasi AI dalam layanan PR dan (2) laju perubahan permintaan klien. Berdasarkan kedua poros ini, dikembangkan empat skenario masa depan: Evolusi Bertahap, Digitalisasi Selektif, Disrupsi Terkelola, dan Transformasi Radikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IM&A perlu meningkatkan kapabilitas digital dan berbasis data, berinvestasi dalam pengembangan talenta yang lincah, serta membangun kapasitas foresight strategis. Strategi yang direkomendasikan meliputi diversifikasi layanan di luar PR tradisional, penguatan perencanaan berbasis skenario, dan pembentukan jaringan kolaboratif dengan mitra teknologi dan riset. Studi ini memberikan kontribusi dalam penerapan perencanaan skenario di sektor komunikasi Indonesia dan menyediakan kerangka kerja untuk formulasi strategi adaptif di tengah ketidakpastian.

2026
👤 Penulis: Armand Erlangga Maris
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Strategis Perusahaan Pr 🏷️ Analisis Risiko Industri

SCENARIO PLANNING UNTUK EVOLUSI PEMBAYARAN DIGITAL DALAM INDUSTRI KARTU KREDIT INDONESIA

Industri kartu kredit di Indonesia mengalami transformasi signifikan akibat pesatnya adopsi alternatif pembayaran digital seperti e-wallet, skema Buy-Now-Pay-Later (BNPL), dan transaksi berbasis QRIS. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendorong utama, ketidakpastian kritis, serta skenario masa depan yang akan membentuk perkembangan industri ini. Dengan melakukan penelitian kualitatif melalui wawancara dengan pemangku kepentingan serta menerapkan metodologi perencanaan skenario, penelitian ini mengidentifikasi enam faktor pendorong utama: politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan hukum. Penelitian ini menemukan dua ketidakpastian utama: tingkat inovasi dan adopsi digital dalam industri kartu kredit serta kemampuan regulasi dalam beradaptasi terhadap teknologi keuangan yang berkembang. Berdasarkan ketidakpastian ini, empat skenario potensial dikembangkan: (1) Golden Age of Credit Cards, (2) Regulatory Control Positioning, (3) The Bonsai Industry, and (4) Credit Card Ice Age. Sebagai langkah strategis, penelitian ini mengusulkan roadmap yang berfokus pada transformasi digital, adaptasi regulasi, mitigasi risiko, dan inklusi keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan dan pertumbuhan industri kartu kredit bergantung pada kemampuannya dalam merangkul kemajuan teknologi, memperkuat keamanan siber, serta menyesuaikan diri dengan regulasi yang terus berkembang. Rekomendasi utama mencakup peningkatan integrasi digital, edukasi keuangan bagi konsumen, kolaborasi antara pelaku industri dan regulator, serta pengembangan solusi kartu kredit yang berkelanjutan secara lingkungan. Dengan menerapkan langkah-langkah strategis ini, industri kartu kredit dapat memastikan relevansinya dalam ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang.

2026
👤 Penulis: Fabian Dheano Alamsyah
🏷️ Transformasi Industri Kartu Kredit 🏷️ Analisis Risiko Dan Skenario Evolusi 🏷️ Digitalisasi Keuangan

PROSES PEMILIHAN PENERUS DI BISNIS KELUARGA KECIL YANG MEMILIKI MULTI-KANDIDAT, STUDI KUALITATIF EKSPORATIF SECARA MENDALAM, PADA TIGA VENDOR BISNIS KELUARGA KECIL DI SEKTOR MINYAK DAN GAS.

Penelitian ini mempelajari proses pemilihan suksesor yang memiliki banyak kandidat dalam perusahaan keluarga berskala kecil di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi faktor-faktor yang dipertimbangkan pemilik usaha serta menjelaskan proses pengambilan keputusan dalam perusahaan keluarga skala kecil di Indonesia. Untuk mendapat hasil yang relevan, penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan pengumpulan data primer melalui proses wawancara dan data sekunder menggunakan literature review. Analisa yang digunakan Adalah thematic analysis yang kemudian digabungkan dengan framework yang diperoleh dari data sekunder. Pada akhirnya, penelitian ini memberi kontribusi atas faktor yang digunakan untuk mengevaluasi suksesor dan proses pengambilan keputusan dalam perusahaan keluarga skala kecil di Indonesia yang memiliki banyak kandidat.

2026
👤 Penulis: Matthew Erwin
🏷️ Perencanaan Sumber Daya 🏷️ Manajemen Perusahaan Keluarga 🏷️ Analisis Keuangan

BILANGAN RAMSEY UNTUK GRAF POHON VERSUS GRAF YANG MEMUAT TITIK DOMINASI

Bilangan Ramsey R(a, b) untuk bilangan asli a, b ? 2 didefinisikan sebagai bilangan bulat terkecil r sedemikian sehingga setiap pewarnaan-2 pada graf lengkap Kr memuat subgraf monokromatik Ka atau Kb. Karena kompleksitas dalam menentukan nilai eksak bilangan Ramsey klasik, para peneliti memperkenalkan konsep bilangan Ramsey graf untuk graf sebarang. Diberikan dua graf sederhana G dan H, bilangan Ramsey R(G,H) adalah bilangan bulat terkecil r sedemikian sehingga setiap graf F berorde r memenuhi kondisi F ? G atau F ? H. Batas bawah bilangan Ramsey telah ditetapkan menggunakan bilangan kromatik ?(H) dan surplus kromatik s(H), yaitu R(G,H) ? (?(H) ? 1)(n ? 1) + s(H). Penelitian ini memfokuskan kajian pada penentuan bilangan Ramsey R(Tn,H) untuk pohon Tn berorde n versus graf H yang memuat titik dominasi, yaitu titik yang bertetangga dengan seluruh titik lainnya. Kelas graf H ini meliputi graf roda Wn, graf kipas F1,n, dan graf kupu-kupu diperumum B(k, n ? k). Meskipun nilai bilangan Ramsey untuk graf pohon yang berbentuk bintang versus graf roda berorde kecil telah diketahui, akan tetapi untuk graf pohon secara umum versus graf roda atau graf dengan titik dominasi lainnya seperti graf kipas dan graf kupu-kupu diperumum masih menjadi permasalahan. Dalam studi ini, kami telah menentukan nilai eksak R(Tn,H) di mana H merupakan graf kipas atau graf kupu-kupu diperumum dengan orde tertentu, khususnya dengan meninjau pohon Tn yang memiliki derajat maksimum tertentu. Lebih lanjut, pekerjaan ini telah menetapkan batas bawah yang lebih ketat untuk bilangan Ramsey graf pohon terhadap graf roda, R(Tn,Wm), dan graf pohon terhadap graf kipas, R(Tn, F1,m), untuk nilai m dan n tertentu. Selain itu, pada penelitian ini juga telah diturunkan hubungan antara R(G1,H) dan R(G2,H) untuk suatu graf G1,G2, dan H apabila G1 dan G2 memenuhi kondisi tertentu berdasarkan keterkandungan atau derajat maksimum dari G1 dan G2. Hasil-hasil ini berkontribusi pada teori Ramsey dalam hal menambahkan nilai eksak bilangan Ramsey yang diketahui, mempertajam batas bawah bilangan Ramsey untuk graf roda dan graf kipas tertentu, serta mengetahui hubungan antara dua bilangan Ramsey yang memenuhi kondisi tersebut di atas.

2026
👤 Penulis: Intan Sherlin
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

KELAYAKAN KEUANGAN PADA INVESTASI KAPAL PENGANGKUT GAS ALAM CAIR SKALA KECIL (SSLNGC): ANALISIS PENGANGGARAN MODAL UNTUK PT BAHTERA ADHIGUNA PUTERA (BAG)

Target net zero emission Indonesia pada 2060 memerlukan transisi energi salah satunya dari penggunaan batubara dengan sumber energi yang lebih bersih yaitu LNG. BAg, anak perusahaan PLN EPI, selama ini berfokus pada distribusi batubara dan saat ini belum memiliki kapasitas armada untuk mengangkut LNG. Penelitian dapat digunakan untuk evaluasi kelayakan finansial investasi kapal tersebut dengan analisis capital budgeting menggunakan ratio struktur finansial yang dapat digunakani. Selain itu, identifikasi variabel yang paling berpengaruh terhadap kelayakan finansial investasi, serta memberikan rekomendasi finansial berdasarkan hasil penelitian. Data penelitian ini utamanya diperoleh dari secondary data BAg & PLN, dan institusi atau organisasi lain terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi tersebut layak secara teknis maupun finansial. Kapasitas kapal sesuai dengan kondisi kedalaman pelabuhan serta kebutuhan kapasitas angkut LNG di wilayah target distribusi. Hasil analisa PESTEL menunjukan nilai positif pada investasi tersebut. Secara finansial, investasi tersebut dinilai layak, dan struktur pembiayaan yang paling optimal adalah Skenario 2. Untuk menjaga profitabilitas proyek dalam jangka panjang, BAg perlu memastikan konsistensi kunci variabel finansial dan operasional, karena kelayakan proyek ini sangat bergantung pada stabilitas variabel-variabel tersebut khususnya Time Charter rate

2026
👤 Penulis: Marsha Namira Jayarachman
🏷️ Investasi Kapal Pengangkut Lng 🏷️ Analisis Capital Budgeting 🏷️ Kecerdasan Buatan Dalam Keuangan

MENGEVALUASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMBENTUK NIAT PEMBELIAN MOOCS PADA KALANGAN PEKERJA PROFESIONAL DI INDONESIA

Perkembangan metode pembelajaran daring telah menjadi bagian utama dari system pendiidkan modern dalam beberapa tahun terakhir, karena mampu mengatasi Batasan waktu, biaya, dan tempat. Salah satu bentuknya yang paling popular adalah Massive Open Online Courses (MOOCs), yang awalnya dirancang gratis dan terbuka bagi siapa saja. Namun, seiring meningkatnya jumlah pengguna dan peluang pasar yang besar, banyak platform MOOCs mulai beralih ke model berbayar. Perubahan ini menimbulkan banyak pertanyaan penting tentang factor-faktor apa yang mendorong peserta untuk mau berinvestasi pada kursus daring. Meskipun penelitian tentang MOOCs cukup luas di Tingkat global, kajian mengenai niat beli di pasar negara berkembang masih terbatas, terutama dengan mempertimbangkan peran keterlibatan (engagement), sebagai faktor langsung dalam mempengaruhi niat beli terhadap MOOCs di kalangan pekerja Indonesia yang mencari pembelajaran fleksibel untuk pengembangan pribadi dan karier. Selain itu, penelitian ini juga memberikan rekomendasi bagi penyedia MOOCs dan industri EdTech mengenai strategi monetisasi yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survey terhadap 105 pekerja profesional di Indonesia. Data dianalisis menggunakan SPSS dengan uji realibilitas, analisis total variance explained untuk menguji validitas konstruk, serta analisis regresi berganda untuk melihat pengaruh keterlibatan, kualitas kontent, dan rasa percaya terhadap minat beli. Hasil penelitian menunjukan hubungan yang dinamis antara kerangka teori dan model empiris yang di sesuaikan. Temuan ini memperlihatkan bahwa keterlibatan tidak hanya menjadi indikator perilaku, tetapi juga berperan sebagau mekanisme penting konversi yang langsung mempengaruhi minat beli. Selain itu, kualitas konten dan rasa percaya terbukti membentuk persepsi kredibilitas yang mendorong Keputusan pembelian. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan wawasan bagi penyedia MOOCs untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, kredibel, dan relevan dengan kebutuhan pengembangan karier, sehingga dapat meningkatkan konversi pengguna menjadi pelanggan berbayar.

2026
👤 Penulis: Andhika Muhammad Rivai
🏷️ Moocs 🏷️ Pendidikan Profesional 🏷️ Keterlibatan Pelajar

ANALISIS KINERJA PASAR PT. ASTRAINTERNATIONAL TBK (ASII)

Fokus penelitian ini adalah penilaian dan kinerja keuangan PT Astra International Tbk (ASII), sebuah konglomerat terkemuka dan beragam di Indonesia. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penilaian intrinsik dan relatif dengan tujuan memahami kondisi aktual posisi pasar perusahaan dan potensi investasinya. Model menunjukkan bahwa nilai intrinsik per saham ASII yang dihitung menggunakan model Discounted Cash Flow (DCF) sekitar IDR 8950, sehingga harga pasar sebesar IDR 5081,25 berada jauh dibawah nilai intrinsik. Hal ini menunjukkan bahwa ASII sebenarnya dinilai terlalu tinggi oleh pasar. Untuk menentukan nilai penilaian relatif ASII, rasio-rasio kunci seperti Price-to-Earnings (P/E), Price-to-Book Value (PBV), dan Enterprise Value to EBITDA (EV/EBITDA) dipilih sebagai acuan dibandingkan dengan sektor otomotif, logistik, dan manufaktur sesuai dengan industri. Meskipun rasio P/E ASII sebesar 6,08x lebih rendah dari rata-rata peers sebesar 7,90x, rasio PBV dan EV/EBITDA ASII lebih tinggi dari rata-rata peers masing-masing, menunjukkan bahwa ASII dinilai terlalu tinggi dari sudut pandang pasar secara umum. EV/EBITDA menjadi rasio utama yang diperhatikan karena mencakup aspek operasional dan struktur modal, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif untuk penilaian. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti bahwa analisis kinerja keuangan dilakukan berdasarkan rasio-rasio seperti profitabilitas, likuiditas, aktivitas, dan solvabilitas, untuk memeriksa dan memastikan aspek keuangan ASII secara keseluruhan. Meskipun demikian, kesimpulan akhir dari kedua rekomendasi tersebut adalah merekomendasikan pembelian saham pada level saat ini, dan disarankan kepada perusahaan untuk mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan transparansi, mendiversifikasi pasar, dan berinovasi guna meningkatkan nilai jangka panjang.

2026
👤 Penulis: Adam Yosefauzan Hidayatullah
🏷️ Analisis Kinerja Keuangan 🏷️ Manajemen Pasar Perusahaan 🏷️ Hidrologi Industri Otomotif
Halaman 221 dari 6754
💬