📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenMEMAHAMI ALOKASI PREMIUM FAIRTRADE DALAM KOPERASI PRODUSEN KOPI SKALA KECIL
Terdapat kekhawatiran global yang semakin meningkat bahwa sistem pangan saat ini tidak berkelanjutan dan bahwa produsen berskala kecil, meskipun memegang peran sentral, menghadapi berbagai keterbatasan yang disebabkan oleh kemiskinan, akses layanan yang terbatas, dan ketimpangan struktural dalam pasar. Fairtrade, sebagai sebuah standar keberlanjutan yang bersifat sukarela dan bekerja dalam skala global, berupaya mengatasi sebagian ketimpangan tersebut dengan menyediakan harga minimum yang terjamin dan tambahan Fairtrade Premium yang ditujukan untuk pembangunan sosial-ekonomi dan lingkungan jangka panjang. Namun, bukti lapangan menunjukkan bahwa hasil yang dicapai antar organisasi sangat bervariasi, dan penggunaan serta dampak Fairtrade Premium sangat bergantung pada tata kelola internal, representasi, dan proses pengambilan keputusan. Penelitian ini menjawab kebutuhan praktis untuk memahami dinamika internal tersebut dengan berfokus pada satu koperasi kopi tersertifikasi Fairtrade di Aceh yang pernah mengalami krisis tata kelola, pencabutan sertifikasi, dan sertifikasi ulang terkait pengelolaan Fairtrade Premium. Penelitian ini dipandu oleh beberapa ide, yaitu bahwa para aktor koperasi membuat keputusan dengan informasi yang terbatas; bahwa norma, aturan, dan dinamika kelompok membentuk bagaimana sesuatu ditafsirkan; bahwa struktur tata kelola koperasi dan relasi kekuasaan memengaruhi siapa yang berpartisipasi dan siapa yang menetapkan agenda; dan bahwa faktor-faktor tersebut secara kolektif menentukan bagaimana keputusan dinegosiasikan dalam rapat dan akhirnya menghasilkan pola alokasi Fairtrade Premium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alokasi Fairtrade Premium dijalankan melalui struktur demokratis formal, tetapi kesenjangan kapasitas, informasi yang asimetris menyebabkan kekuatan menentukan arah penggunaan berada pada manajemen. Pola alokasi Premium Fairtrade juga ditemukan sangat memihak pada manfaat jangka pendek yang bersifat individual. Ini adalah akibat dari harapan atas manfaat langsung, kekecewaan terhadap pengelolaan organisasi di masa lalu, dan rendahnya kesadaran risiko perubahan iklim di kalangan petani, yang sering menafsirkan gangguan lingkungan sebagai sesuatu yang alami dan tak terhindarkan. Kelemahan tata kelola, peran yang tidak jelas, pengawasan yang terbatas, dan ketakutan terhadap konflik, juga memperkuat orientasi jangka pendek dan memperdalam ketergantungan pada satu pembeli, sementara tekanan finansial mendorong koperasi menggunakan Premium sebagai dukungan operasional, bukan investasi strategis.
RANCANGAN STRATEGI KOMUNIKASI UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK ESG DAN KEPERCAYAAN PUBLIK: STUDI KASUS TELKOM INDONESIA
Komunikasi Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi agenda strategis bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia, namun tingkat kesadaran publik terhadap inisiatif ESG spesifik sering kali tertinggal dibandingkan upaya internal. Telkom Indonesia telah memperkenalkan kerangka GoZero% dan menerbitkan berbagai laporan keberlanjutan yang telah diaudit pihak ketiga, tetapi wawancara internal dan pengamatan awal menunjukkan bahwa aktivitas tersebut belum secara otomatis terkonversi menjadi ESG brand awareness dan kepercayaan publik yang kuat. Penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis bagaimana Telkom Indonesia saat ini mengomunikasikan inisiatif ESG kepada publik beserta keterbatasan pendekatan yang ada, dan (2) merumuskan kerangka strategi komunikasi untuk memperkuat ESG brand awareness dan kepercayaan publik. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan para pemangku kepentingan internal di bidang keberlanjutan, komunikasi perusahaan, dan unit terkait; survei daring kepada responden publik (pelanggan dan non-pelanggan); serta data sekunder seperti laporan keberlanjutan, laporan tahunan, dan konten digital. Analisis dilakukan melalui triangulasi antara ketiga sumber data tersebut, dengan dukungan PESTEL dan SWOT–TOWS untuk mendiagnosis kesenjangan komunikasi dan mengidentifikasi opsi strategi. Hasil penelitian menunjukkan tiga kesenjangan utama: (1) kesenjangan visibilitas dan saliens, di mana inisiatif ESG berjalan aktif namun belum kuat diasosiasikan dengan merek Telkom di benak publik; (2) kesenjangan kejelasan (clarity), karena pesan ESG cenderung teknis dan tersebar di berbagai kanal serta dokumen panjang; dan (3) kesenjangan kredibilitas yang bukan disebabkan lemahnya data, melainkan terbatasnya penggunaan proof point yang jelas dan mudah dipahami audiens. Penelitian ini mengusulkan kerangka strategi komunikasi ESG yang terintegrasi bagi Telkom, yang terdiri dari: penempatan GoZero% sebagai payung ESG ber-endorsed, content engine berbasis proof point yang mengubah metrik terverifikasi menjadi narasi short-form, aktivasi event dan KOL dengan jembatan digital yang jelas ke kanal milik Telkom, serta ESG hub dengan data dictionary dasar sebagai rujukan tunggal indikator kunci. Secara akademik, tesis ini berkontribusi melalui pendekatan diagnosis kesenjangan komunikasi ESG berbasis triangulasi dalam konteks BUMN; secara praktis, tesis ini memberikan peta jalan terstruktur bagi Telkom Indonesia untuk meningkatkan ESG brand awareness dan kepercayaan publik..
ANALISIS KINERJA KEUANGAN: STUDI KASUS PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DAN PERUSAHAAN KONSTRUKSI TERBUKA DI INDONESIA DENGAN ANALISIS DUPONT
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) merupakan Badan Usaha Milik Negara di bidang Konstruksi yang memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur nasional Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan telah melihat penurunan kinerja keuangan yang berkelanjutan, memicu pertanyaan tentang kapasitasnya untuk mempertahankan operasi dan memberikan pengembalian yang memuaskan kepada pemegang saham. Studi ini berupaya memastikan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap penurunan kinerja keuangan ADHI dan untuk mengevaluasi kinerjanya relatif terhadap perusahaan konstruksi publik lainnya di Indonesia. Pentingnya memahami kinerja keuangan ADHI melalui rasio-rasio keuangan yang dapat berguna sebagai uji tuntas awal. Uji tuntas merupakan hal penting dalam proses merger & akuisisi untuk mengungkap informasi yang dibutuhkan sebagai basis pertimbangan pengambilan Keputusan. Metode kuantitatif digunakan dengan melakukan analisis data sekunder berasal dari Laporan Keuangan Perusahaan dalam periode 2018 sampai 2024. Analisis rasio keuangan digunakan untuk mengevaluasi likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan efisiensi, sedangkan kerangka analisis DuPont digunakan untuk menyelidiki penentu utama Return on Equity (ROE). Benchmarking dilakukan terhadap empat perusahaan yang sebanding untuk memastikan posisi kompetitif ADHI dalam industri. Hasilnya menunjukkan bahwa ADHI secara konstan berada dibawah rata-rata industri dalam sebagian besar rasio. NPM yang rendah karena inefisiensi biaya dan biaya pembiayaan yang tinggi, juga nilai TATO yang rendah disbanding para pesaing, menunjukkan monetisasi aset yang lamban dan siklus modal kerja yang panjang. Walaupun EM menunjukkan angka yang tergolong tinggi, hal tersebut menandakan adanya ketergantungan yang signifikan terhadap utang yang berperan terhadap rendahnya profitabilitas. Akibatnya, pengembalian ekuitas ADHI menjadi yang terendah di sektor ini selama tiga tahun terakhir. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kinerja keuangan ADHI yang memburuk sebagian besar disebabkan oleh inefisiensi operasional daripada struktur modalnya. Meningkatkan pengendalian pengeluaran, mempercepat konversi kas, dan menyempurnakan manajemen utang sangat penting untuk mengembalikan profitabilitas dan meningkatkan keberlanjutan keuangan jangka panjang.
USULAN STRATEGI INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION UNTUK FELFEST UI
Komplek Felfest UI berada di lingkungan Universitas Indonesia. Komplek ini dapat digunakan untuk berbagai kegiatan termasuk ruang acara, fasilitas olahraga, kafe/restoran, serta studio foto. Dengan berbagai bisnis yang ada tersebut, masyarakat masih memandang Felfest UI sebagai lokasi pernikahan saja, sehingga layanan lainnya kurang dikenal dan target pendapatan belum tercapai. Untuk memperbaiki keadaan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi hal-hal yang memengaruhi kesadaran publik terhadap komplek Felfest UI, menganalisis keunggulan yang dimiliki, dan merumuskan strategi marketing yang sesuai. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan lewat wawancara dengan berbagai pihak yang bervariasi, dan juga didukung dengan data dari studi literatur. Berdasarkan temuan penelitian, Berbagai keunggulan yang dimiliki Felfest UI belum dimanfaatkan secara optimal akibat kurangnya integrasi organisasi dan komunikasi pemasaran yang tidak konsisten. Dengan temuan tersebut, strategi Integrated Marketing Communication (IMC) kemudian diusulkan sebagai solusi untuk perbaikan.
PENILAIAN DAN MITIGASI RISIKO KETERLAMBATAN IZIN EKSPOR LNG MENGGUNAKAN ISO 31000:2018 DAN ANALISIS KEPUTUSAN: STUDI KASUS PT SULAWESI
Proyek LNG memerlukan biaya yang sangat besar, baik untuk pembangunan maupun operasional. Proyek-proyek tersebut juga berada di bawah regulasi yang ketat. Ketika peraturan berubah atau proses persetujuan memerlukan waktu lebih lama dari rencana, operasional dapat terdampak dan biaya dapat meningkat. Kondisi ini juga dapat memengaruhi bagian lain dalam rantai pasok energi. Di Indonesia, ekspor LNG diatur oleh dua ketentuan utama, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2024 dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 94. Kedua regulasi ini bertujuan melindungi pasokan energi domestik. Namun, dalam pelaksanaannya, tahapan proses serta pembagian peran antarinstansi terus mengalami perubahan. Hal ini menyebabkan waktu persetujuan menjadi sulit diprediksi. Pada tahun 2025, kondisi tersebut memicu keterlambatan berulang dalam penerbitan izin ekspor. PT Sulawesi, sebagai pabrik LNG single-train, merasakan dampaknya melalui risiko nyata terhadap operasional dan penjualan. Studi ini menelaah bagaimana PT Sulawesi dapat mengurangi risiko keterlambatan izin ekspor. Studi menggunakan ISO 31000:2018 sebagai pedoman utama manajemen risiko, serta memanfaatkan perangkat bantu pengambilan keputusan dan estimasi biaya sederhana. Studi ini memposisikan Enterprise Risk Management (ERM) sebagai alat untuk membantu pimpinan mengambil Keputusan, bukan sekadar pemenuhan formalitas. Kajian ini menghubungkan tinjauan risiko yang terstruktur dengan skenario “what-if” untuk mendukung pengambilan keputusan ketika regulasi tidak jelas. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan memanfaatkan wawancara serta data. Data utama diperoleh dari wawancara semi-terstruktur dengan pimpinan senior PT Sulawesi. Data tambahan berasal dari dokumen perusahaan, naskah regulasi, dan laporan publik. Proses manajemen risiko mengikuti tahapan ISO 31000: identifikasi risiko, analisis/penilaian risiko, evaluasi risiko, serta perencanaan perlakuan risiko. Studi juga menggunakan alat seperti PESTEL, diagram fishbone, dan causal loop diagram untuk menunjukkan keterkaitan keterlambatan izin dengan pembuat kebijakan, pasokan gas, permintaan domestik, serta penerimaan negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlambatan izin ekspor bukan sekadar persoalan administratif, melainkan risiko ketepatan waktu (timing risk) yang lebih mendasar dan terkait dengan cara regulasi dijalankan. Pada tahun 2025, beberapa faktor terjadi bersamaan, antara lain lambatnya persetujuan data neraca gas nasional, pembagian kewenangan lintas instansi, perbedaan interpretasi atas aturan kementerian, keterbatasan pada sistem SNANK/INSW, perubahan personel dan unit kerja di kantor-kantor kunci, serta transisi menuju regulasi baru. Kombinasi faktor-faktor tersebut menciptakan kemacetan proses perizinan (permit bottleneck). Dengan menggunakan matriks risiko ISO 31000, studi menilai risiko ini berada pada tingkat tinggi hingga mendekati kritis. Skor risiko adalah 20, berdasarkan nilai 4 untuk kemungkinan (likelihood) dan 5 untuk dampak (impact). Penilaian ini selaras dengan keterlambatan berulang pada tahun 2025 dan potensi dampak finansial minimal lebih dari USD 80 juta. Nilai tersebut mencakup keterlambatan pendapatan, biaya tambahan akibat penyesuaian rencana pengapalan, serta potensi denda kontrak. Analisis kesenjangan (gap analysis) juga menunjukkan keterbatasan kontrol yang saat ini diterapkan PT Sulawesi. Perusahaan telah memiliki langkah ERM dasar, namun pemilik risiko masih terfragmentasi, tindakan sering kali baru dimulai setelah masalah terjadi, dan pemicu (trigger) untuk respons cepat belum terdefinisi dengan jelas. Perencanaan skenario “what-if” dan pemantauan status perizinan juga masih terbatas jika dibandingkan dengan praktik baik ISO 31000. Simulasi berbasis angka menunjukkan dua temuan utama. Pertama, pengalihan hingga 10 kargo ke pasar domestik dapat menimbulkan dampak finansial yang relatif kecil berdasarkan ketentuan pembayaran saat ini. Namun, skenario terburuk jauh lebih besar. Jika sekitar 20 kargo harus dialihkan untuk memenuhi kebutuhan domestik, mendekati setengah dari produksi tahunan, laba dapat turun sedikitnya sekitar USD 40 juta. Kerugian berpotensi meningkat hingga sekitar dua kali lipat apabila denda kontrak diberlakukan atau apabila PT Sulawesi harus membeli kargo pengganti untuk menutup kargo yang dialihkan ke pasar domestik. Setelah langkah-langkah mitigasi yang dilakukan pada tahun 2025, skor risiko menurun menjadi 12. Langkah tersebut meliputi peningkatan koordinasi dengan pembuat kebijakan, pertemuan dengan instansi daerah, negosiasi dengan pembeli jangka panjang untuk meningkatkan fleksibilitas kargo, serta penguatan koordinasi internal perusahaan. Lang understood, langkah-langkah ini membantu, namun risiko tetap signifikan karena PT Sulawesi masih bergantung pada ketentuan neraca gas nasional dan proses perizinan terpusat. Studi ini merekomendasikan perbaikan praktis berdasarkan praktik umum pengendalian perizinan LNG, antara lain penyusunan decision-tree untuk menentukan kapan kargo perlu dialihkan, rencana yang jelas untuk pengelolaan hubungan dan koordinasi dengan regulator, peningkatan fleksibilitas dalam ketentuan penjualan, serta rencana implementasi bertahap agar perubahan dapat berjalan konsisten. Secara keseluruhan, studi ini menunjukkan bagaimana ISO 31000 dan perangkat pengambilan keputusan dapat membantu mengelola risiko keterlambatan izin dalam operasi LNG, serta menawarkan langkah-langkah yang jelas bagi PT Sulawesi dan perusahaan LNG lain yang menghadapi regulasi serupa.
PENGAJUAN STRATEGI PLATFORM DATA UNTUK MENCIPTAKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF BERKELANJUTAN BAGI SISTEM INTEGRATOR DI INDONESIA
Sebagai salah satu Sistem Integrator (SI) tertua di Indonesia, Andal Technology menghadapi tekanan untuk bertransformasi dari bisnis penjualan perangkat keras tradisional, seiring pergeseran pasar menuju komputasi awan, manajemen data, dan layanan digital. Kebutuhan akan transformasi didorong oleh melambatnya pendapatan dari perangkat keras, pertumbuhan yang stagnan pada pilar produk baru, dan hilangnya peluang untuk meraih segmen digital native dan startup. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana Andal dapat bertransformasi menjadi penyedia teknologi yang berpusat pada nilai dengan mengembangkan Modern Data Platform (MDP). Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, studi ini menggabungkan data dari responden kuesioner, diikuti dengan wawancara yang mendalam dan Diskusi Kelompok Terarah (FGD) untuk memvalidasi dan menyempurnakan arah strategis perusahaan. Kerangka kerja analitis utama yang digunakan untuk menganalisis posisi Andal saat ini dan mengungkap area nilai baru adalah Blue Ocean Shift (BOS), Peta Model Bisnis Disruptif (DBMM) David Rogers, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan meningkatnya permintaan pelanggan akan sistem solusi data yang lebih sederhana, lebih terintegrasi, dan sesuai terhadap regulasi di Indonesia. Berdasarkan temuan ini, studi ini mengusulkan roadmap implementasi yang berfokus pada Modern Data Platform (MDP) yang didukung oleh pengembangan kapabilitas talenta, rekayasa platform, inovasi layanan, dan perluasan kemitraan. Penelitian ini memberikan kerangka kerja praktis untuk transformasi SI dan menunjukkan bagaimana BOS dan DBMM dapat diintegrasikan untuk memandu inovasi strategis yang penting bagi Andal untuk membangun dan mempertahankan keunggulan kompetitif dalam ekonomi digital Indonesia.
USULAN STRATEGI BISNIS UNTUK BERADAPTASI DENGAN PERUBAHAN REGULASI PEMERINTAH PADA SEKTOR PASAR K3S: STUDI KASUS PT SIAGA2
Tesis ini mengkaji tantangan adaptasi strategis yang dihadapi oleh PT SIAGA2, penyedia layanan pemeliharaan fasilitas industri nasional di Indonesia, setelah penerapan regulasi pemerintah baru (SKK Migas EDR-0335/2024) yang secara fundamental mengganggu model bisnis inti perusahaan. Perubahan regulasi membatasi akses ke proyek Oil & Gas K3S dengan nilai di bawah Rp50 miliar secara eksklusif untuk perusahaan menengah dan perusahaan provinsi lokal, menghilangkan akses PT SIAGA2 ke segmen pasar yang secara historis merupakan 87,7% dari pendapatan puncak. Gangguan ini mengakibatkan kontraksi pendapatan sebesar 58,5% pada segmen OG-K3S dari Rp142,6 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp59,1 miliar pada tahun 2024, sementara konsentrasi portofolio ekstrem—dengan 99,5% ketergantungan pendapatan pada minyak dan gas—menciptakan kekhawatiran keberlanjutan bisnis yang kritis dan memerlukan transformasi strategis mendesak. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran yang komprehensif dengan mengintegrasikan analisis lingkungan eksternal melalui kerangka PESTEL dan Porter's Five Forces, penilaian kemampuan internal menggunakan analisis VRIO, generasi alternatif strategis melalui TOWS Matrix, dan evaluasi sistematis menggunakan Multi-Criteria Decision Making dengan Analytical Hierarchy Process (AHP). Pengumpulan data primer melibatkan wawancara semi-terstruktur dengan tujuh pemangku kepentingan utama yang mewakili manajemen senior, manajer proyek, dan perspektif klien, sementara analisis data sekunder mencakup catatan keuangan perusahaan dan dokumentasi operasional dari periode 2017-2024. Data kualitatif menjalani analisis tematik menggunakan metodologi Gioia untuk mengidentifikasi pola strategis, sementara evaluasi kuantitatif melalui AHP memungkinkan prioritisasi sistematis alternatif strategis terhadap berbagai kriteria yang mencerminkan kemampuan organisasi dan prioritas pemangku kepentingan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Inovasi Model Bisnis muncul sebagai dimensi strategis prioritas tertinggi dengan bobot 34,0%, menekankan bahwa transformasi fundamental dari mekanisme penciptaan dan penyampaian nilai sangat penting untuk kelangsungan hidup. Strategi Posisi Pasar menerima prioritas 29,2%, dengan Potensi KepemiSIAGA2nan Pasar (16,9%) diidentifikasi sebagai sub-kriteria tertinggi tunggal, menyoroti urgensi membangun posisi dominan di segmen pasar yang dapat diakses. Analisis VRIO mengidentifikasi keunggulan kompetitif berkelanjutan terutama dalam kemampuan pemeliharaan mekanis khusus PT SIAGA2 untuk aktivitas Turn Around, Plant Stop, dan Change Out Catalyst, sambil mengungkapkan defisit kemampuan kritis termasuk tenaga kerja bersertifikat terbatas, kekurangan tim teknik, kesenjangan kompetensi digital, dan kendala modal kerja yang parah yang membatasi pelaksanaan proyek bernilai tinggi. Melalui generasi TOWS Matrix sistematis dan evaluasi AHP dari tiga alternatif strategis, Strategi Diversifikasi & Restrukturisasi Pasar muncul sebagai optimal dengan bobot preferensi pemangku kepentingan 43,6%, secara signifikan mengungguli Strategi Penyedia Khusus Premium (38,6%) dan Strategi Kemitraan yang Ditingkatkan Teknologi (17,7%). Strategi transformasi portofolio komprehensif ini mengatasi kerentanan konsentrasi kritis melalui diversifikasi sektor sistematis yang menargetkan pemulihan pendapatan petrokimia dari Rp1,0 miliar menjadi Rp15-20 miliar dalam 24 bulan, pemulihan sektor pertambangan dari nol menjadi Rp20-25 miliar dalam 36 bulan, dan pengembangan sektor pembangkit listrik sebagai peluang pertumbuhan baru, sambil secara bersamaan mengimplementasikan restrukturisasi geografis di Kalimantan, Sumatera, Papua, dan Sulawesi melalui kemitraan lokal untuk memastikan kepatuhan regulasi dan akses pasar. Kerangka Inovasi Model Bisnis Strategis yang diusulkan mengintegrasikan tiga komponen prioritas tinggi: Inovasi Proposisi Nilai yang mengubah PT SIAGA2 dari penyedia umum menjadi Penyedia Keunggulan Ultra-Khusus di berbagai sektor; Transformasi Model Pendapatan yang menetapkan Kontrak Kemitraan Premium Multi-Sektor yang menargetkan keseimbangan portofolio 40% minyak dan gas, 25% petrokimia, 20% pertambangan, dan 15% pembangkit listrik; dan Evolusi Portofolio Layanan yang mengimplementasikan Peningkatan Kedalaman Strategis melalui perluasan kompetensi inti. Rencana implementasi menggunakan garis waktu transformasi 24 bulan dengan alokasi sumber daya untuk pengembangan kemampuan (30,6%), diversifikasi sektor (32,8%), restrukturisasi geografis (18,7%), dan pengukuran kinerja (17,9%), memerlukan biaya total sekitar Rp 6,7 miliar. Studi ini memberikan wawasan berharga bagi penyedia layanan industri yang menghadapi gangguan regulasi, menawarkan strategi yang dapat ditindaklanjuti yang mengintegrasikan inovasi model bisnis, pengembangan kemampuan, dan diversifikasi sistematis untuk menavigasi kendala regulasi sambil membangun keunggulan kompetitif berkelanjutan.
PERENCANAAN SUKSESI DAN DAMPAK KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KLINIK KELUARGA DI INDONESIA
Suksesi kepemimpinan merupakan isu strategis yang kritis dalam keberlanjutan organisasi, khususnya pada bisnis keluarga di sektor layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas perencanaan suksesi dan gaya kepemimpinan suksesor terhadap kinerja organisasi dengan kinerja karyawan sebagai variabel mediasi pada klinik keluarga di Indonesia yang mengalami transisi kepemimpinan dari generasi pertama ke generasi kedua. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian eksplanatori, data dikumpulkan dari 200 responden melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perencanaan suksesi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi (?=0,445; p<0,001) dan kinerja karyawan (?=0,467; p<0,001). Demikian pula, gaya kepemimpinan suksesor berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi (?=0,403; p<0,001) dan kinerja karyawan (?=0,380; p<0,001). Namun demikian, kinerja karyawan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja organisasi (?=0,064; p=0,384), sehingga hipotesis mediasi tidak terdukung. Temuan ini mengindikasikan bahwa dalam konteks suksesi klinik keluarga, pengaruh kualitas perencanaan suksesi dan gaya kepemimpinan suksesor terhadap kinerja organisasi beroperasi melalui jalur langsung, bukan melalui mekanisme tidak langsung melalui kinerja karyawan. Penelitian ini berkontribusi pada literatur suksesi dengan mengintegrasikan keempat variabel ke dalam satu model empiris yang terpadu dan memberikan implikasi praktis untuk mengelola transisi kepemimpinan pada bisnis kesehatan keluarga.
PENGEMBANGAN STRATEGI UNTUK MENGHADAPI KETIDAKPASTIAN DAN VOLATILITAS MAKRO EKONOMI: STUDI KASUS PENERAPAN PERENCANAAN SKENARIO PADA BANK MENTARI
Berbagai gejolak ekonomi mengubah bentuk sistem keuangan dan memberikan tekanan signifikan pada sektor perbankan. Krisis yang terjadi pada tahun 2008–2009 dan pandemi COVID-19 tahun 2020 telah menunjukkan bagaimana perubahan signifikan pada Produk Domestik Bruto (PDB) dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan melemahkan kinerja keuangan perbankan. Bagi Bank Mentari, perubahan cepat dalam ekonomi dan adanya ketidakpastian, yang diperparah oleh teknologi keuangan disruptif, dapat mengubah bentuk persaingan di industri perbankan. Untuk menghadapi tantangan ini, perencanaan skenario (scenario planning) menjadi alat penting untuk meningkatkan ketahanan dan kesiapan perusahaan. Penelitian ini akan menerapkan kerangka kerja perencanaan scenario (scenario planning) yang dibangun diatas dua faktor utama: (1) stabilitas kondisi ekonomi global dan domestik, dan (2) tingkat disrupsi yang disebabkan oleh fintech dan perbankan digital. Dengan menelaah kedua dimensi ini, dikembangkan empat skenario masa depan, yaitu The Titanic, The Partner, The Transformer, dan The Revenant, yang masing-masing menawarkan implikasi strategis yang berbeda bagi posisi jangka panjang Bank Mentari. Untuk mengantisipasi dan merespons kemungkinan skenario masa depan, mekanisme Early Warning System (EWS) perlu diterapkan untuk mengetahui parameter spesifik bagi setiap skenario sebelum kondisi yang tidak menguntungkan terjadi. Indikator awal ini memungkinkan manajemen untuk mengidentifikasi risiko yang muncul lebih dini dan mengambil tindakan yang tepat dan berdasarkan informasi yang akurat. Melalui integrasi antara perencanaan skenario dan kerangka kerja EWS, Bank meningkatkan kelincahan strategis dan ketahanannya, serta memastikan kinerja yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian.
KENDALA PARAMETER FUZZY DARK MATTER DAN SELF-INTERACTING DARK MATTER BERDASARKAN DATA GALAKSI KATAI SPARC DAN LITTLE THINGS IN 3D
Model cold dark matter (CDM) sebagai model standar materi gelap berhasil menjelaskan pembentukan struktur skala besar di alam semesta. Namun, model CDM memiliki beberapa masalah pada skala kecil seperti galaksi (smallscale problems). Salah satu solusi yang umum diusulkan untuk small-scale problems adalah model materi gelap alternatif selain CDM, seperti fuzzy dark matter (FDM) yang memodelkan partikel materi gelap ultra-ringan dan selfinteracting dark matter (SIDM) yang mengakomodasi interaksi antarpartikel materi gelap. Model FDM dan SIDM memodifikasi profil bagian dalam halo standar NFW (Navarro-Frenk-White) dengan profil inti soliton dan inti isotermal yang berdensitas konstan. Model FDM dan SIDM dikarakterisasi oleh parameter fisis yang berbeda, yaitu massa partikel untuk FDM dan crosssection hamburan interaksi per satuan massa partikel untuk SIDM. Pada pekerjaan Tesis ini dilakukan dekomposisi kurva rotasi galaksi katai dari katalog SPARC dan LITTLE THINGS in 3D dengan menggunakan metode Markov Chain Monte Carlo (MCMC) untuk memperoleh nilai dan kendala untuk parameter massa partikel FDM dan cross-section hamburan interaksi per satuan massa partikel SIDM. Berdasarkan analisis BIC, profil halo SIDM menjadi model terbaik bagi sembilan galaksi, model FDM bagi lima galaksi, dan model NFW hanya bagi satu galaksi. Diperoleh kendala massa partikel FDM dalam rentang 1?: mFDM = 0, 483+0,803 ?0,332 × 10?22 eV, yang overlap dengan kendala yang diperoleh dari pekerjaan sejenis namun bertentangan dengan hasil pengamatan yang menggunakan objek selain galaksi. Sementara itu, didapat kendala ?/m? SIDM dalam rentang 1?: ?/m? = 3, 055+0,237 ?0,224cm2/g sesuai dengan pekerjaan serupa, namun belum bisa memberikan argumen mengenai kebergantungan ?/m? terhadap kecepatan tumbukan rata-rata. Baik radius inti soliton FDM maupun radius inti isotermal SIDM berkorelasi positif dengan radius efektif galaksi lewat interaksi gravitasi, namun korelasi tersebut tidak sederhana karena ada faktor lain yang berpengaruh, seperti massa partikel FDM dan ?/m? SIDM. Model FDM dan SIDM dengan profil inti materi gelap lebih bisa cocok dengan data kurva rotasi yang bervariasi dibanding model NFW,sehingga menghasilkan fraksi materi gelap yang lebih bervariasi juga
PEMODELAN DYNAMIC PRICING PADA TIKET PENERBANGAN MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING
Dynamic pricing memungkinkan maskapai menyesuaikan harga sesuai kondisi pasar, memaksimalkan pendapatan, dan meningkatkan okupansi kursi. Namun, fluktuasi ini menimbulkan tantangan dalam memprediksi harga. Dengan kemajuan teknologi, terutama melalui pembelajaran mesin, yang mampu menganalisis data historis dan mengenali pola, prediksi harga tiket yang lebih akurat dapat dicapai. Penelitian ini berfokus pada penerapan algoritma Bi-directional Long Short-Term Memory (BiLSTM) untuk memodelkan harga tiket penerbangan yang dinamis, dengan tujuan memahami faktor-faktor yang memengaruhi harga tiket, mengevaluasi kinerja model dalam memprediksi harga tiket, dan mengidentifikasi waktu terbaik untuk pembelian tiket. Data berasal dari Google Flights untuk rute Jakarta – Batam (CGK-BTH) dan Jakarta-Lombok (CGK-LOP) pada Juli-Agustus 2024 menggunakan maskapai Lion Air. Setelah data didapatkan, dilakukan preprocessing data dan data clustering untuk menyiapkan data dan membagi data menjadi kelompok-kelompok berdasarkan kesamaan pola harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model BiLSTM telah sukses dikembangkan dan cukup efektif dalam memodelkan pola harga tiket, penggunaan model dedicated untuk setiap nomor penerbangan lebih efektif dalam memodelkan dinamika harga tiket dibandingkan dengan menggunakan model umum, dengan nilai MAPE terbaik 1.27% untuk JT-374. Faktor-faktor seperti jenis destinasi, waktu keberangkatan, dan maskapai penerbangan juga terbukti memiliki pengaruh terhadap pola harga tiket. Selain itu, dengan tren harga yang konsisten pada setiap nomor penerbangan, didapatkan waktu terbaik untuk membeli tiket.
OPTIMASI METODE PRESIPITASI AMONIUM SULFAT DAN AQUEOUS TWO-PHASE SYSTEM UNTUK PEMURNIAN C-FIKOSIANIN DARI SPIRULINA PLATENSIS
Spirulina platensis adalah mikroalga fotosintetik, biru-hijau, berbentuk spiral atau bohlam, dan mengandung C-Fikosianin (CPC) tinggi sehingga cenderung berwarna hijau biru. Penelitian awal menunjukkan bahwa CPC memiliki potensi untuk digunakan sebagai substrat dalam penetapan aktivitas protease pankreatin. Pada bidang farmasi, pankreatin digunakan sebagai agen oral untuk pancreatic enzyme-replacement therapy (PERT) untuk pasien yang mengalami pancreatic exocrine insufficiency (PEI). Maka dari itu, penetapan aktivitas protease pankreatin perlu dilakukan untuk memastikan kualitas bahan baku obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi metode presipitasi amonium sulfat dan aqueous two-phase system untuk mendapatkan fraksi CPC dengan kadar dan kemurnian yang tinggi. Optimasi dilakukan terhadap beberapa faktor diantaranya, konsentrasi biomassa kering, konsentrasi amonium sulfat, jenis PEG, dan konsentrasi PEG yang digunakan. Isolasi CPC dari Spirulina platensis dilakukan melalui 2 tahap yaitu ekstraksi dan pemurnian. Ekstraksi dilakukan menggunakan kombinasi metode homogenisasi, sonikasi, sentrifuga, dan filtrasi hingga didapatkan ekstrak kasar (EK). Pemurnian dilakukan menggunakan kombinasi fraksinasi presipitan amonium sulfat yang dilanjutkan dengan aqueous two-phase system (ATPS) hingga didapatkan fraksi CPC (F-CPC). Hasilnya kondisi optimum untuk ekstraksi CPC adalah konsentrasi biomassa 5%, amonium sulfat 40%, dan PEG 6000 6%.
FORMULASI DAN KARAKTERISASI NANOSTRUCTURED LIPID CARRIER (NLC) MENGANDUNG SIMVASTATIN SERTA AKTIVITAS SITOTOKSIK TERHADAP TRIPLE NEGATIVE BREAST CANCER (TNBC)
Triple Negative Breast Cancer (TNBC) adalah salah satu jenis kanker payudara yang tidak memiliki reseptor hormon estrogen, progesteron, dan HER2. TNBC dikenal sebagai subtipe kanker payudara yang paling agresif dengan angka kekambuhan tinggi, angka kesembuhan rendah, dan tingkat harapan hidup rendah. Tidak adanya ketiga reseptor hormon menyebabkan pilihan pengobatan untuk TNBC menjadi lebih terbatas. Selain itu, telah banyak dilaporkan kasus kemoresistensi pada TNBC akibat pemberian kemoterapi yang merupakan opsi terapi utama TNBC. Untuk itu, diperlukan pengembangan alternatif terapi lain yang lebih efektif, salah satunya dengan menggunakan konsep drug repurposing yang dikombinasi dengan suatu sistem penghantaran obat. Salah satu kandidat obat yang potensial untuk digunakan adalah simvastatin, obat antihiperlipidemia golongan statin. Pada penelitian ini dikembangkan sistem penghantaran simvastatin (Sim) dengan Nanostructured Lipid Carrier (NLC) serta pengujian aktivitas sitotoksik terhadap TNBC. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula dan proses pembuatan optimal NLC-Sim, menguji karakteristik NLC-Sim, menguji stabilitas NLC-Sim, dan menguji aktivitas sitotoksik NLC-Sim. Penelitian diawali dengan proses optimasi formula yang diikuti dengan karakterisasi dan uji stabilitas NLC-Sim. Formula optimal kemudian diuji aktivitas sitotoksik terhadap sel 4T1 yang merupakan model TNBC. Hasil optimasi formula diperoleh formula optimal dengan komponen lipid padat dan lipid cair berupa beeswax dan virgin coconut oil (VCO) dengan konsentrasi total 4% dan rasio 3:1. Kombinasi surfaktan yang diperoleh adalah Tween 80 dan PEG 400 dengan konsentrasi total 5% dan rasio 4:1. Berdasarkan optimasi proses, diperoleh proses sonikasi optimal berupa dua tahap sonikasi menggunakan sonicator bath dan sonicator probe. NLC-Sim optimal yang didapatkan memiliki ukuran partikel sebesar 192,10 ± 11,73 nm, indeks polidispersitas sebesar 0,25 ± 0,02, zeta potensial sebesar -8,67 ± 2,41 mV, dan efisiensi enkapsulasi sebesar 99,11 ± 0,25%. NLC-Sim menunjukkan stabilitas yang baik pada penyimpanan di suhu 2-8 °C selama 14 hari. Hasil uji sitotoksik terhadap sel 4T1 menunjukkan bahwa NLC-Sim memberikan efek lebih baik dibandingkan NLC blanko dan larutan simvastatin, dengan nilai IC50 sebesar 80,84 ± 11,62 µM. Hasil ini menunjukkan bahwa penghantaran simvastatin menggunakan NLC berpotensi sebagai alternatif terapi TNBC.
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK ALPHA-MANGOSTIN BERTARGET MITOKONDRIA TERHADAP TRIPLE NEGATIVE BREAST CANCER (TNBC)
Kanker merupakan salah satu penyakit yang terjadi karena pertumbuhan abnormal sel yang sangat cepat dan dapat menyebabkan terjadinya metastasis. Kanker dapat menyerang berbagai organ tubuh, salah satunya adalah kanker yang menyerang payudara. Kanker payudara dapat diklasifikasikan menjadi empat subtipe molekular, yakni luminal A, luminal B, HER2-enriched, dan basal/TNBC (Triple Negative Breast Cancer). Subtipe TNBC memiliki prognosis yang paling buruk karena tidak adanya ekspresi reseptor hormon dan HER2 (Human Epidermal Growth Factor Receptor 2). Terapi TNBC yang dijalankan saat ini masih memiliki beberapa kelemahan berupa resistensi dan kemungkinan adanya toksisitas terhadap sel normal. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan alternatif terapi yang lebih spesifik terhadap TNBC. Salah satu strategi yang dapat dilakukan, yakni dengan menarget mitokondria sel menggunakan senyawa mitotoksik karena mitokondria merupakan organel esensial yang berperan dalam fungsi vital dan letal sel. Sebelumnya telah dilakukan pengembangan senyawa ?-mangostin berbasis liposom bertarget spesifik terhadap mitokondria yang disebut dengan lipoDQ ?-mangostin. Pada penelitian tersebut permukaan liposom yang mengandung ?-mangostin dimodifikasi dengan suatu mitokondriotropik, yakni dequalinium klorida (DQA). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas sitotoksik lipoDQ ?-mangostin secara in vitro terhadap sel 4T1 yang merupakan sel mammary carcinoma yang diisolasi dari mencit BALB/c sebagai model TNBC. Berdasarkan hasil karakterisasi nanopartikel, diperoleh ukuran lipoDQ ?-mangostin 150,13 ± 3,98 nm dengan indeks polidispersitas < 0,3 dan zeta potensial +11,31 ± 1,50 mV, serta efisiensi penjeratan zat aktif sebesar > 80%. Berdasarkan hasil uji aktivitas sitotoksik diperoleh bahwa toksisitas lipoDQ ?-mangostin lebih tinggi jika dibandingkan liposom ?-mangostin (tidak bertarget mitokondria) dan larutan ?-mangostin dengan IC50 sebesar 57,92 ± 5,53 µM. Berdasarkan hasil yang diperoleh menandakan bahwa lipoDQ ?-mangostin berpotensi sebagai alternatif terapi TNBC.
POTENSI ANTIINFLAMASI MINYAK LARVA BLACK SOLDIER FLY (HERMETIA ILLUCENS L.)
Inflamasi merupakan respon sistem imun terhadap patogen, cedera jaringan, serta infeksi dalam sel tubuh yang dapat menyebabkan gejala kemerahan (rubor/eritema), bengkak (tumor/edema), panas (calor), nyeri (dolor), serta kehilangan fungsi organ/jaringan. Obat bahan alam menjadi salah satu alternatif terapi yang dinilai memiliki efek samping yang rendah dan lebih aman dikonsumsi bila digunakan dengan tepat. Salah satu bahan alam yang berpotensi untuk mengatasi inflamasi adalah larva Black Soldier Fly / BSF (Hermetia illucens L.). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi aktivitas antiinflamasi dari minyak larva Black Soldier Fly / BSF (Hermetia illucens L.) secara in vitro. Minyak larva BSF yang didapatkan dari proses ekstraksi menggunakan metode refluks dengan pelarut n-heksana diuji aktivitas antiinflamasinya dengan metode inhibisi denaturasi protein dan stabilisasi membran darah menggunakan natrium diklofenak sebagai standar. Ekstrak dengan aktivitas antiinflamasi terbaik ditunjukkan oleh ekstrak larva BSF D15 dengan nilai IC50 sebesar 303,100 ± 44,481 µg/mL pada uji denaturasi protein dan sebesar 6720,137 ± 83,700 µg/mL pada uji stabilisasi membran darah. Karakterisasi dan identifikasi lebih lanjut diperlukan dalam pengembangan sediaan antiinflamasi berbasis ekstrak larva BSF.