📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

STUDI INHIBISI SPERMATOGENESIS DARI LIPID NANOPARTIKEL MENGANDUNG ROSUVASTATIN PADA GEN SOX9 DI SEL TM4

Rosuvastatin merupakan salah satu golongan statin yang digunakan sebagai terapi lini pertama untuk hiperkolesterolemia. Secara umum, rosuvastatin tersedia dalam rute per oral yang memiliki permasalahan farmakokinetik, sehingga dibuatlah dalam bentuk lipid nanopartikel dengan formula dan metode yang sudah dioptimasi pada penelitian sebelumnya. Namun, pemberian rosuvastatin menyebabkan permasalahan pada spermatogenesis karena rosuvastatin dapat menghambat biosintesis kolesterol yang dibutuhkan dalam sintesis androgen. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan karakterisasi formula LNP-rosuvastatin (LNP-R), serta menentukan pengaruh LNP-kosong (LNP) dan LNP-rosuvastatin pada spermatogenesis melalui analisis ekspresi gen Sox9. Penelitian ini diawali dengan preparasi LNP dan LNP-R, uji viabilitas menggunakan sel TM4, uji pendahuluan primer, dan analisis ekspresi gen Sox9. Hasil karakterisasi LNP-R yaitu ukuran partikel 88,1 ± 0,8 nm; indeks polidispersitas 0,304 ± 0,030; zeta potensial -34,05 ± 3,94 mV; serta nilai efisiensi penjeratan LNP-R sebesar 91,054 ± 2,564%. Berdasarkan analisis ekspresi gen Sox9 menunjukkan terjadi penurunan pada pemberian LNP dan LNP-R dibandingkan dengan kontrol yang diinduksi testosteron dengan nilai yang tidak signifikan untuk LNP (P>0,05), serta signifikan pada LNP-R 15 ppm (P<0,05). Nilai inhibisi yang didapatkan dari LNP-R dengan konsentrasi 0,25; 7,5; dan 15 ppm terhadap LNP sebesar 10,290, 22,084, dan 42,631%.

2026
👤 Penulis: Celine Caroline
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PREPARASI DAN STUDI PENGARUH  LIPID NANOPARTIKEL ROSUVASTATIN TERHADAP SPERMATOGENESIS PADA GEN  UBE2B  DI SEL TM4

Rosuvastatin merupakan salah satu obat untuk mengatasi hiperkolesterolemia. Rosuvastatin beredar dalam bentuk tablet, namun karena rute oral memiliki kelemahan diformulasikanlah bentuk Lipid nanopartikel Rosuvastatin yang dapat menjadi inovasi baru dengan menggunakan formula yang telah dioptimasi pada penelitian sebelumnya. Terdapat efek samping dari penggunaan rosuvastatin pada proses spermatogenesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi LNP-Rosuvastatin (LNP-R) dan LNP Kosong (LNP) serta menganalisis pengaruh LNP-R serta LNP terhadap ekspresi gen Ube2b yang merupakan salah satu gen yang berperan pada proses spermatogenesis. Penelitian diawali dengan preparasi LNP dan LNP-R dilanjutkan dengan pengujian viabilitas pada sel TM4 untuk mengetahui dosis yang mematikan untuk setengah populasi (IC50). Selanjutnya analisis ekspresi gen Ube2b dilakukan, diawali dengan analisis kualitas primer yang terdiri dari uji pendahuluan, uji spesifisitas, dan uji efisiensi primer. Analisis ekspresi gen dilakukan untuk menentukan pengaruh LNP dan LNP-R dalam tiga seri konsentrasi yaitu 0,25; 7,5; dan 15 ppm dengan metode qPCR pada gen Ube2b. Hasil karakterisasi LNP yaitu ukuran partikel, PDI, dan zeta potensial secara berturut yaitu 108 nm; 0,314; -35,50 mV dan hasil karakterisasi pada LNP-R secara berturut yaitu 91,933 nm; 0,346; -33,74 mV dengan efisiensi penjeratan 89,323%. Uji viabilitas sel mendapatkan hasil IC50 LNP-R yaitu 25,53 ppm. Hasil uji pendahuluan menunjukkan primer gen target Ube2b dan primer gen acuan Gapdh optimal pada suhu annealing 65°C. Dari hasil analisis ekspresi gen Ube2b didapatkan bahwa pemberian LNP meningkatkan ekspresi gen Ube2b dan pemberian LNP-R menurunkan ekspresi gen Ube2b jika dibandingkan terhadap masing-masing blanko. Dapat disimpulkan pemberian LNP-R memberikan inhibisi minor terhadap ekspresi gen Ube2b.

2026
👤 Penulis: Clomidia Budi Kusuma
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PENGEMBANGAN MESOPOROUS SILICA NANOPARTICLE (MSN) MENGANDUNG CELECOXIB DENGAN GATEKEEPER BERBASIS  POLY-L-LYSINE TERMODIFIKASI HISTIDIN

Celecoxib merupakan obat golongan Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) yang umumnya digunakan untuk mengatasi inflamasi kronis dan dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang. Penggunaan obat dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan penurunan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat setiap hari. Salah satu Upaya mengatasinya adalah dengan membuat sediaan lepas lambat. Penelitian sebelumnya menunjukkan Mesoporous Silica Nanoparticle (MSN) dapat dimodifikasi permukaannya untuk dijadikan sediaan lepas lambat. MSN umumnya dimodifikasi dengan gatekeeper seperti Poly-L-Lysine (PLL). Penilitian lainnya menunjukkan bahwa PLL yang dimodifikasi dengan gugus histidin dapat meningkatkan jumlah obat yang dilepaskan dari MSN. Penelitian ini meliputi sintesis MSN dan fungsionalisasinya dengan gugus amina, penjeratan obat ke dalam nanopartikel, pembuatan gatekeeper Poly-L-Lysine-Histidin (PLL-His), dan konjugasinya ke MSN. MSN yang telah dibuat dikarakterisasi dengan beberapa instrumen serta uji pelepasan in vitro pada pH 1,2 dan pH 7,4. Hasil analisis termogravimetri (TGA) menunjukkan adanya penurunan %weight loss yang lebih besar pada MSN dengan gatekeeper dibandingkan MSN tanpa gatekeeper. Seluruh MSN dan modifikasinya memiliki ukuran partikel <300 nm serta indeks polidispersitas <0,5. MSN mampu menjerat celecoxib dengan efisiensi 23,35 ± 0,39% dan kapasitas 23,54 ± 0,42%. Hasil uji pelepasan menunjukkan MSN yang terkonjugasi dengan gatekeeper dapat melindungi obat agar tidak terlepas pada pH lambung (pH 1,2) dan pelepasan obat yang lambat pada pH situs absorbsi (pH 7,4). Pelepasan obat pada MSN dengan gatekeeper PLL-His juga menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan (p-value <0,05) dibandingkan MSN dengan gatekeeper PLL.

2026
👤 Penulis: Jovinka Natalie Xeliem
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ISOLASI SENYAWA AKTIF INHIBITOR ENZIM TIROSINASE DARI EKSTRAK ETANOL AMPAS BIJI MALAPARI (PONGAMIA PINNATA  (L.) PIERRE)

Hiperpigmentasi merupakan suatu kondisi ketika area kulit memproduksi melanin secara berlebihan yang mengakibatkan warna kulit lebih gelap dibandingkan kulit normal di sekitarnya. Enzim tirosinase merupakan katalisator melanogenesis dengan menghidroksilasi tirosin dan mengoksidasi L-DOPA menjadi DOPAkuinon dalam jalur sintesis melanin. Inhibitor tirosinase dapat menghambat laju enzim tirosinase sehingga menjadi salah satu pencegahan hiperpigmentasi. Sebelumnya, biji tumbuhan malapari (Pongamia pinnata (L.) Pierre) disebutkan memiliki manfaat secara tradisional dalam penggunaan yang bervariasi terhadap kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ampas biji tanaman malapari untuk menentukan potensi ekstrak etanol dan isolatnya sebagai inhibitor enzim tirosinase serta mengkarakterisasi isolat yang diperoleh. Ampas biji malapari diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% kemudian difraksinasi dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air. Uji aktivitas inhibisi enzim tirosinase secara kuantitatif dilakukan terhadap ekstrak menggunakan microplate assay dengan mengukur absorbansinya pada panjang gelombang 475 nm. Nilai IC50 ekstrak dan asam kojat (kontrol positif) berturut-turut adalah 1306,96 ± 164,79 g/mL dan 7,92 ± 0,47 g/mL. Uji aktivitas kualitatif dengan µ µ KLT bioautografi dilakukan terhadap ekstrak dan fraksi, terbentuknya bercak putih paling intens yang menunjukkan potensi inhibisi tirosinase paling kuat dimiliki oleh fraksi n-heksana. Fraksi n-heksana disubfraksinasi menggunakan kromatografi kolom klasik dengan metode elusi gradien. Subfraksi dilanjutkan pada subfraksinasi tahap II dengan metode kromatografi radial dan pemurnian dengan menggunakan kromatografi lapis tipis preparatif sehingga didapatkan isolat Y. Isolat Y diuji kemurnian dengan kromatografi pengembangan tunggal tiga fase gerak dan kromatografi dua dimensi. Karakterisasi isolat Y dengan penampak bercak spesifik dan kromatografi lapis tipis-densitometri menunjukkan bahwa isolat Y merupakan senyawa golongan flavonoid subgolongan flavon. Isolat Y diuji aktivitas kuantitatif dan menunjukan % inhibisi enzim tirosinase pada konsentrasi 100 g/mL µ sebesar 5,833%.

2026
👤 Penulis: Maryam Prabasari Dewi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

DEVELOPMENT OF AUTOMATION LABVIEW PROGRAM FOR ACCELEROMETER CALIBRATION

Laboratorium Dinamika LPIT ITB has been performing accelerometer calibration for industry to check the accuracy of sensitivity and frequency range of the sensor. This calibration consists of linearity and frequency response test. Currently, these accelerometer calibration is performed manually by operators, which consumed a large amount of time. Recognizing these inefficiencies of manual accelerometer calibration, this bachelor thesis aims to develop an automated accelerometer calibration program that significantly reduce the consumed time required for calibration. This automation program was developed by first doing manual calibration to identify which parts needed to be automated. The manual calibration requires the operator to control the generated signal from signal generator, read the signal amplitude, record the data, and process the data. These processes consumed a large amount of time. Generally, the total time required to perform the calibration is 1.5 to 2 hours depending on the operator skills. After understanding the manual calibration, the next step is to select the appropriate NI (National Instrument) for the calibration needs. Afterward, an automated calibration program is designed using LabVIEW software. Based on the identification from the manual calibration, the program is designed to be able to generate and acquire signal, record the data, and process the data. Additionaly, this program is designed to present the calibration results in the form of a certificate. To validate the accuracy of the automated program, manual calibration is performed again to be serve as a reference. Based on the testing results and the comparison between manual and automated calibration, it can be concluded that the accelerometer calibration automation program has been successfully developed. The sensitivity result of the calibrated accelerometer obtained from automated calibration has an error of 0.04% relative to the manual calibration. As for the frequency response test, it produce the same result both from manual and automated calibration. In contrast to the manual calibration, automated calibration only consumed 30 seconds for each acceleration amplitude and 30 seconds for each frequency.

2026
👤 Penulis: Jessy Patricia
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data 🏷️ Perangkat Lunak

PENGARUH PERLAKUAN ALKALI-SILANA PADA KOMPOSIT POLIPROPILENA BERPENGUAT SERAT RAMI

Pasar otomotif global untuk komposit diprediksi akan terus tumbuh setiap tahun. Polipropilena (PP) dan serat rami merupakan kandidat yang menjanjikan untuk dijadikan komposit. Namun, sifat hidrofilik dari rami dan sifat hidrofobik dari PP menghasilkan ikatan antarmuka yang buruk antara kedua material tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan paling optimal untuk memperbaiki ikatan antarmuka serat rami-polipropilena. Studi ini, serat rami diberi perlakuan alkali-silana dengan variasi konsentrasi dan waktu perendaman untuk mengoptimalkan kekuatan geser antarmuka, yang diukur menggunakan uji pull-out. Kondisi optimal untuk perlakuan alkali, silana, dan alkali-silana kemudian digunakan untuk membuat lamina komposit pada suhu pemrosesan 185°C dan tekanan 2,15 x 10-4 MPa. Selanjutnya, laminat dengan perlakuan alkali-silana diproses pada temperatur 185°C dan tekanan 2,8 x 10-4 MPa. Hasil uji menunjukkan peningkatan kekuatan geser antarmuka dari 12,66 MPa (tanpa perlakuan) menjadi 39,10 MPa setelah perlakuan alkali-silana. Hasil uji tarik laminasi komposit menunjukkan penurunan perbedaan antara Rule of Mixtures (RoM) dari 27,02% menjadi 5,4%. Sementara itu, kekuatan tarik lamina meningkat dari 37,37 MPa (komposit alkali-silana satu lapis) menjadi 62,81 MPa (komposit alkali-silana tiga lapis).

2026
👤 Penulis: Imam Abdurrahman
🏷️ Kemampuan Tekstur Komposit 🏷️ Analisis Keanggotaan Rami-Polipropilena 🏷️ Hidrologi Material

SISTEM DAN APLIKASI LASER SCANNER (STUDI KASUS : PENGUKUIRAN KONTRUKSI ANJUNGAN MINYAK LEPAS PANTAI)

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat dewasa ini dan semakin kompleksnya pekerjaan-pekerjaan engineering yang menuntut ketelitian dan kecepatan tinggi maka diperlukan suatu instrumen yang up to date untuk menjawab segala tantangan tersebut. Pada akhir tahun 1990an telah muncul alat baru dalam dunia pemetaan yang berbasis 3D laser mapping. Pada saat scanning alat ini menggunakan sinar laser sehingga dikenal dengan sebutan 3D laser scanner. Aplikasi laser scanner semakin populer akhir-akhir ini salah satunya untuk keperluan pengukuran konstruksi anjungan minyak lepas pantai. Pengolahan data pengukuran Zakum platform menghasilkan model offshore platform 3 dimensi (3D) dengan akurasi permukaan bentuk dari setiap bagian struktur lebih kecil dari 6 mm. Model ini berguna untuk keperluan analisis struktur dan perpipaan lebih lanjut.

2026
👤 Penulis: Wildan Firdaus
🏷️ Pemetaan 3D 🏷️ Analisis Struktur Konstruksi 🏷️ Teknologi Pengukuran

KAJIAN  AKTIVITAS  ANTIOKSIDAN  DAUN, AKAR  DAN RANTING  TUMBUHAN  TEH (CAMELLIA SINENSIS (L.) KUNTZE) SUDAH TUA  MENGGUNAKAN  METODE DPPH DAN  CUPRAC

Radikal bebas adalah suatu molekul reaktif yang dapat menyebabkan efek negatif pada tubuh seperti penuaan dini dan kanker. Antioksidan alami pada tumbuhan dapat berperan dalam menetralkan radikal bebas. Tumbuhan teh (Camellia sinensis (L.) Kuntze) adalah salah satu sumber antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas antioksidan ekstrak daun, ranting dan akar tumbuhan teh sudah tua dengan metode DPPH dan CUPRAC, penentuan fenol dan flavonoid total, korelasi fenol dan flavonoid total terhadap aktivitas antioksidan, korelasi antara kedua metode, serta identifikasi dan penentuan kadar senyawa flavonoid dalam ekstrak terpilih. Penentuan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan CUPRAC serta kadar fenol dan flavonoid total ditetapkan menggunakan spektrofotometri UV-sinar tampak. Identifikasi dan penetapan kadar senyawa flavonoid ditetapkan dengan kromatografi cair kinerja tinggi. Aktivitas antioksidan ekstrak daun, akar dan ranting tumbuhan teh sudah tua dengan metode DPPH memiliki rentang nilai 8,945 – 405,758 mg AEAC/g, sedangkan aktivitas antioksidan dengan metode CUPRAC memiliki rentang nilai 18,197 – 244, 713 mg AEAC/g. Kadar fenol total tertinggi diberikan oleh ekstrak etanol daun teh sebesar 171,910 ± 1,876 mg GAE/g. Kadar flavonoid total tertinggi diberikan oleh ekstrak etil asetat daun teh sebesar 49,694 ± 1,031 mg QE/g. Kadar fenol dan flavonoid total pada ekstrak memberikan korelasi kuat sampai sangat kuat terhadap nilai aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan CUPRAC. Senyawa gologan fenol dan flavonoid berkontribusi besar terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun, akar, dan ranting teh sudah tua dengan metode DPPH dan CUPRAC. Nilai aktivitas antioksidan ekstrak dari kedua metode memberikan hasil yang linier dengan korelasi kuat sampai sangat kuat. Senyawa rutin, kuersetin, dan apigenin terdapat pada ekstrak etanol daun tumbuhan teh sudah tua adalah dengan kadar berturut-turut sebesar 9,90 ± 0,14 mg/g; 0,88 ± 0,21 mg/g; dan 0,39 ± 0,02 mg/g. Daun, akar dan ranting tumbuhan teh sudah tua berpotensi untuk dikembangkan sebagai agen antioksidan alami.

2026
👤 Penulis: Valerina Susana
🏷️ Antioksidan 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PEMBUATAN SEDIAAN GARGARISMA DARI HIDROSOL HERBA TIMI (THYMUS VULGARIS) DAN PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI  TERHADAP  BAKTERI  STREPTOCOCCUS MUTANS

Karies gigi merupakan penyakit gigi dan mulut yang umum terjadi, disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Dalam rangka mencegah karies gigi, dibutuhkan suatu langkah preventif, salah satunya berkumur dengan gargarisma. Akan tetapi, saat ini banyak sediaan gargarisma mengandung klorheksidin yang memberikan efek samping berupa perubahan warna gigi dan penurunan pH saliva sehingga akan menjadi masalah pada keseimbangan mikrobiota rongga mulut. Herba timi (Thymus vulgaris) merupakan salah satu tumbuhan dengan aktivitas antibakteri yang baik, khususnya dalam minyak atsiri. Dalam produksi minyak atsiri dengan distilasi uap, terdapat air distilat atau hidrosol yang dianggap sebagai limbah produksi. Sebanyak 100 gram simplisia dengan 1500 mL akuades akan didistilasi dan sebanyak 300 mL hidrosol pertama yang memiliki aktivitas antibakteri berdasarkan hasil uji difusi cakram. Pengujian dilanjutkan ke mikrodilusi, diperoleh informasi konsentrasi 50% merupakan KHM dan KBM hidrosol herba timi. Uji koefisien fenol dilakukan untuk menentukan konsentrasi hidrosol dalam formulasi, diperoleh konsentrasi 45% masih dapat membunuh bakteri sehingga konsentrasi tersebut dipilih dan dilanjutkan ke formulasi. Formulasi sediaan gargarisma adalah hidrosol, natrium sakarin, propilparaben, metilparaben, natrium sitrat, asam sitrat, etanol, gliserin, perisa mint, dan akuades. Diperoleh pH 5.87±0,02 dengan viskositas 0.99 mPa.s untuk sediaan akhir. Uji hedonik yang dilakukan memberikan hasil gargarisma hidrosol masih perlu ditingkatkan perihal aroma dan kesegarannya. Uji konfirmasi menghasilkan aktivitas antiseptik gargarisma di pasaran lebih baik dibandingkan gargarisma hidrosol herba timi, tetapi hasil uji kontak menunjukkan gargarisma hidrosol herba timi memiliki kemampuan bakterisidal karena memiliki daya bunuh sebesar 99,9% pada waktu kontak 120 detik.

2026
👤 Penulis: Made Diah Laksmi Puspitasari
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

AKTIVITAS INHIBITOR ENZIM XANTIN OKSIDASE SECARA IN VITRO OLEH EKSTRAK ETANOL DAUN DAN KULIT JERUK SIAM MADU (CITRUS RETICULATA BLANCO) DAN JERUK LIMAU (CITRUS X AMBLYCARPA [HASSK.] OCHSE) SERTA FRAKSI TERPILIH

Gout terjadi karena akumulasi asam urat yang membentuk kristal berbentuk jarum di sekitar persendian. Alopurinol adalah obat pilihan pertama untuk gout. Alopurinol bekerja dengan menghambat xantin oksidase (XO), yaitu enzim yang penting untuk produksi asam urat. Akan tetapi, alopurinol memiliki efek samping seperti pruritis makulopapular, nekrosis hati, hepatitis, dan hipersensitivitas. Penelitian ini bertujuan mencari inhibitor XO alternatif dari limbah bahan alam, yaitu kulit dan daun Citrus reticulata Blanco serta Citrus x amblycarpa (Hassk.) Ochse karena penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kulit dan daun marga Citrus mengandung flavonoid yang dilaporkan memiliki aktivitas sebagai inhibitor XO. Sampel diekstraksi melalui maserasi dengan etanol 70%, dikarakterisasi, dan diuji aktivitas penghambatan XO secara in vitro. Uji aktivitas dilakukan menggunakan 96-well plates untuk menyiapkan sampel dan spektrofotometri microplate reader untuk menentukan absorbansi. Persentase inhibisi dan nilai IC50 dihitung. Ekstrak terpilih difraksinasi menggunakan n-heksana, etil asetat, dan air, serta aktivitas penghambatan XO dari fraksi juga diuji menggunakan metode yang sama. Ekstrak etanol daun Citrus reticulata sebagai ekstrak terpilih menunjukkan aktivitas penghambatan XO dengan IC50 sebesar 25,52 ± 5,26 µg/mL, dibandingkan dengan 1,81 ± 0,35 µg/mL untuk alopurinol. Fraksi etil asetat menunjukkan nilai IC50 sebesar 40,88 ± 2,97 µg/mL. Ekstrak dan fraksi etil asetat daun Citrus reticulata mengandung rutin yang diidentifikasi menggunakan kromatografi lapis tipis (TLC). Ekstrak etanol dan fraksi etil asetat daun Citrus reticulata memiliki aktivitas terhadap inhibisi enzim XO.

2026
👤 Penulis: Putri Revy Afriany
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK  DAN FRAKSI TERPILIH BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA L.) SERTA DAUN DAN KULIT APEL MANALAGI (MALUS SYLVESTRIS (L.) MILL.)  TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT

Tingginya prevalensi jerawat di Indonesia menyebabkan berkembangnya penelitian terhadap bahan alam dalam mencari alternatif pengobatan jerawat. Indonesia memiliki banyak sekali tanaman yang sering digunakan sebagai obat tradisional, termasuk tanaman bunga telang dan apel manalagi. Berdasarkan penelitian sebelumnya, bunga telang (Clitoria ternatea L.) dan apel manalagi (Malus sylvestris (L.) Mill) diketahui mengandung senyawa flavonoid dan polifenol yang dapat berperan sebagai antimikroba. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak tanaman bunga telang dan apel manalagi terhadap bakteri penyebab jerawat. Aktivitas antimikroba ditentukan melalui uji difusi agar cakram sebagai uji pendahuluan, penentuan konsentrasi hambat minimum (KHM) dengan mikrodilusi, dan penentuan konsentrasi bunuh minimum (KBM). Uji pendahuluan menunjukkan ekstrak etanol bunga telang memiliki aktivitas paling baik dibandingkan ekstrak daun apel dan kulit apel sehingga dilanjutkan untuk uji KHM dan KBM. Diperoleh nilai KHM ekstrak bunga telang sebesar 25 mg/mL dan fraksi etil asetat sebagai fraksi dengan aktivitas paling baik sebesar 6,25 mg/mL terhadap kedua bakteri uji. Kemudian diperoleh nilai KBM ekstrak dan fraksi etil asetat bunga telang sebesar 25 mg/mL terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan >100 mg/mL terhadap bakteri Cutibacterium acnes. Berdasarkan nilai KBM yang diperoleh, ekstrak dan fraksi bunga telang memiliki aktivitas lebih baik terhadap terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis.

2026
👤 Penulis: Alika Azalea
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

KAJIAN IN SILICO INTERAKSI SENYAWA PADA TANAMAN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA) TERHADAP PROTEIN MCL-1, BCL-2, DAN BCL-XL DALAM MENGINDUKSI APOPTOSIS SEL

Ketidakseimbangan regulasi jalur apoptosis, khusunya laju apoptosis yang rendah, dapat menyebabkan proliferasi sel kanker yang tidak terkendali, penyakit autoimun, serta resistensi intrinsik pengobatan kemoterapi. Beberapa senyawa hasil sintesis telah dikembangkan untuk dapat menginduksi apoptosis, namun memiliki banyak efek samping. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pencarian molekul baru dari golongan herbal yang dapat menginduksi apoptosis dengan efek samping yang lebih rendah serta efikasi yang dapat diterima. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji interaksi dan energi bebas ikatan dari 42 fitokonstituen tanaman pegagan yang berpotensi menginduksi apoptosis dengan mekanisme inhibisi protein antiapoptosis keluarga Bcl-2 berdasarkan kajian in silico melalui simulasi docking. Struktur 3D ligan uji dan pembanding diunduh dari laman Pubchem atau dimodelkan dengan perangkat lunak Avogadro 1.2.0. Struktur 3D kompleks protein-ligan diunduh dari laman RCSB PDB, yakni kompleks Mcl-1 (kode PDB 4ZBF), Bcl-2 (kode PDB 4MAN), dan Bcl-xL (kode PDB 2YXJ). Optimasi geometri ligan uji dilakukan dengan perangkat lunak ORCA 5.0.4. Simulasi docking dilakukan dengan perangkat lunak AutoDock 4.2.6 dan MGLTools 1.5.7. Visualisasi interaksi dilakukan dengan perangkat lunak BIOVIA Discovery Studio Visualizer 2021. Prediksi ADMET senyawa terpilih dilakukan menggunakan pkCSM. Hasil simulasi docking menunjukkan bahwa seluruh senyawa diprediksi memiliki afinitas terhadap protein antiapoptosis dengan nilai energi bebas ikatan (?G) negatif. Senyawa yang memiliki nilai ?G terendah dengan satuan kkal/mol adalah stigmasterol (?10,69), campesterol (?10,24), dan beta carotene (?10,23) pada protein Mcl-1; beta carotene (?10,79), corosolic acid (?9,62), dan acetylursolic acid (?9,12) pada protein Bcl-2; serta beta carotene (?10,10), acetylursolic acid (?9,73), dan stigmasterol (?9,26) pada protein Bcl-xL. Berdasarkan prediksi ADME, beta carotene, stigmasterol, dan campesterol diprediksi memiliki profil farmakokinetik yang baik. Berdasarkan prediksi toksisitas, seluruh senyawa diprediksi memiliki toleransi dosis maksimum yang rendah, kecuali humulene. Tidak terdapat senyawa yang memiliki potensi mutagenik. Senyawa corosolic acid diprediksi bersifat hepatotoksik. Kata Kunci: Apoptosis, Docking, Inhibisi, Pegagan, Protein Antiapoptosis

2026
👤 Penulis: Angela Quenna Febianti B
🏷️ Apoptosis 🏷️ Senyawa Herbal 🏷️ Inhibisi Protein Antiapoptosis

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI JAMUR ENDOFIT EXOPHIALA PISCIPHILA S14

Resistensi antibiotik merupakan permasalahan yang akan terus dihadapi dunia. Pada tahun 2019, kematian yang disebabkan oleh resistensi antibakteri mencapai jumlah 4,95 juta jiwa. Salah satu langkah yang dapat diambil untuk menghadapi permasalahan ini adalah melakukan penelitian dan pengembangan senyawa antibakteri baru. Jamur endofit Exophiala pisciphila adalah cendawan DSE yang mampu tumbuh dalam kondisi stress dan metabolit sekundernya diduga memiliki aktivitas antibakteri sehingga potensinya sebagai antibakteri dapat dikaji. Pertama, kultur cair E. pisciphila dipisahkan biomassa dan filtratnya dengan metode sentrifugasi. Biomassa yang didapatkan kemudian diekstraksi dengan metode maserasi dalam metanol dan filtrat diekstraksi dengan metode ekstraksi cair-cair dengan pelarut etil asetat. Melalui skrining aktivitas antibakteri metode difusi cakram, ekstrak etil asetat E. pisciphila diketahui memiliki diameter hambat sebesar 9,20 ± 0,4 mm terhadap bakteri Escherichia coli dan 9,65 ± 0,25 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Di antara semua fraksi, fraksi semipolar E. pisciphila diketahui memiliki aktivitas antibakteri terbaik melalui metode mikrodilusi dengan konsentrasi hambat minimum 1024 µg/mL terhadap E. coli dan S. aureus dan konsentrasi bunuh minimum 2048 µg/mL terhadap S. aureus. Senyawa yang terkandung dalam fraksi tersebut adalah senyawa golongan fenol dan steroid atau triterpenoid dengan aktivitas terbaik terhadap bakteri gram positif.

2026
👤 Penulis: Josephine
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

EFEK KULIT BATANG KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNII NEES & T. NEES BLUME) TERHADAP LIPID DARAH TIKUS WISTAR JANTAN

Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab utama kematian secara global. Salah satu faktor penyebab penyakit ini adalah hiperlipidemia. Peningkatan kadar lipid darah dapat dicegah atau diturunkan dengan menggunakan antihiperlipidemia yang dapat diperoleh dari tanaman. Pada penelitian ini akan diuji efek kayu manis (Cinnamomum burmannii) yang merupakan rempah dengan kandungan sinamatnya yang diduga dapat menurunkan kadar lipid darah. Efek serbuk kulit batang kayu manis terhadap lipid darah diuji pada tikus Wistar jantan melalui uji pencegahan dan penurunan kadar lipid darah. Tikus dibuat hiperlipidemia dengan pemberian pakan tinggi lemak. Tiga dosis serbuk kulit batang kayu manis yang diujikan yaitu 90 (DR), 180 (DS), dan 360 (DT) mg/kg bb. Hasil menunjukkan pada uji pencegahan ketiga dosis dapat mencegah kenaikan lipid darah, tetapi hanya DS yang dapat menghambat secara signifikan (Kolesterol Total = 104,26 vs 116,63 mg/dL; Trigliserida = 132,09 vs 154,93 mg/dL; Low Density Lipoprotein = 51,97 vs 64,09 mg/dL) setelah pemberian selama 4 minggu. Pada uji penurunan kadar lipid darah, ketiga dosis belum dapat menurunkan kadar lipid darah secara bermakna pada pemberian selama 2 minggu. Berdasarkan penelitian ini, serbuk kulit batang kayu manis pada dosis sedang (180 mg/kg bb) dapat mencegah kenaikan lipid darah secara signifikan. Untuk menurunkan kadar lipid darah diperlukan pemberian serbuk kulit batang kayu manis dengan waktu yang lebih lama.

2026
👤 Penulis: Astrid Dewanti Nugroho
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kardiovaskular 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

VALIDASI PREDIKSI NOAEL DAN LOAEL MENGGUNAKAN 5 MODEL BERBEDA PADA PERANGKAT LUNAK VEGA

Pada tahap pengembangan obat, uji coba praklinik secara in vivo menghasilkan No Observed Adverse Effect Level (NOAEL) dan Lowest Observed Adverse Effect Level (LOAEL). Data NOAEL dan LOAEL dapat digunakan untuk menentukan dosis awal, yaitu dosis yang diberikan pada uji klinik pertama pada manusia. Akan tetapi, pengujian secara in vivo memerlukan biaya yang besar dan waktu yang lama. Oleh karena itu muncul upaya berkelanjutan dengan memprediksi toksisitas secara in silico. Sebanyak 3 model QSAR untuk prediksi NOAEL dan 2 model predisi LOAEL telah tersedia secara gratis di perangkat lunak VEGA. Manusia terpapar bahan kimia dalam makanan dan lingkungan, dan salah satu tujuan penilaian risiko bahan kimia adalah untuk menetapkan tingkat keamanan guna melindungi kesehatan masyarakat dari paparan kronis. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan segmentasi data menjadi kelompok kosmetik, bahan tambahan pangan, obat, perbekalan kesehatan rumah tangga, pestisida, dan zat pewarna. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi model NOAEL dan LOAEL menggunakan beberapa parameter statistika seperti koefisien korelasi (R2), concordance correlation coefficient (CCC), index of ideality of correlation (IIC), mean absolute error (MAE), dan root mean square error (RMSE) sekaligus menentukan kelompok senyawa yang menghasilkan parameter statistik paling baik sehingga dapat diprediksi menggunakan model yang telah tersedia. Segmen bahan tambahan pangan menghasilkan parameter statistik terbaik sehingga dapat diprediksi menggunakan model yang tersedia di VEGA. Saran untuk pengembangan model selanjutnya adalah pembuatan model per segmentasi agar dapat lebih andal untuk tujuan yang spesifik.

2026
👤 Penulis: Aulia Nurrahmah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data 🏷️ Toxikologi Kimia
Halaman 226 dari 6754
💬