📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PENENTUAN NIKEL(II) SECARA VOLTAMMETRI MENGGUNAKAN ELEKTRODA PASTA KARBON TERMODIFIKASI DMG, MAGNETIT, DAN NANOPARTIKEL PERAK

Nikel merupakan salah satu logam yang sering digunakan dalam industri seperti industri pelapisan logam, konstruksi dan mesin. Oleh sebab itu limbah yang mengandung nikel seringkali masuk ke dalam lingkungan perairan. Kadar nikel yang melebihi ambang batas dapat membahayakan kesehatan biota air maupun manusia sehingga dibutuhkan metode analitik yang sensitif, cepat, dan sederhana, untuk memantau kadar nikel dalam air. Pada penelitian ini, dikembangkan metode pengukuran nikel dalam sampel air secara voltammetri menggunakan elektroda pasta karbon (EPK) yang dimodifikasi dimetilglioksim (DMG), magnetit (Mag), dan nanopartikel perak (AgNPs). Elektroda kerja yang belum dan telah dimodifikasi dikarakterisasi menggunakan SEM-EDS. Evaluasi arus puncak reduksi Ni(II) menggunakan EPK-DMG-Mag-AgNPs menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan elektroda lainnya. Serangkaian proses optimasi yang dilakukan untuk mendapatkan hasil pengukuran optimum antara lain optimasi teknik pengukuran, optimasi komposisi DMG dan magnetit, serta optimasi potensial dan waktu deposisi. Pada kondisi optimum, kinerja EPK-DMG-Mag- AgNPs menunjukkan keberulangan dan kebolehulangan yang baik dilihat dari nilai RSD pengukuran yang lebih kecil dibandingkan nilai RSD Horwitz. Pada analisis laju pindai diperoleh data bahwa proses transfer elektron lebih dominan dikontrol oleh proses adsorpsi. Untuk daerah linear pengukuran berada pada rentang 2-10 nM dengan nilai LOD sebesar 6x10-1 nM. EPK-DMG-Mag-AgNPs menunjukkan kinerja yang selektif terhadap ion Ni(II) pada penambahan ion pengganggu Zn(II), Mn(II), dan Cu(II). Untuk memvalidasi metode voltammetri dengan elektroda kerja EPK-DMG-Mag-AgNPs dilakukan perbandingan hasil pengujian dengan menggunakan AAS. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji-t. Hasilnya tidak ada perbedaan yang signifikan pada kedua metode pada tingkat kepercayaan 95%. Pengujian sampel air sungai menggunakan EPK-DMG-Mag- AgNPs menunjukkan konsentrasi Ni(II) sebesar 12,036 nM atau dibawah ambang batas yang ditetapkan.

2026
👤 Penulis: Ajeng Nega Reni Damayanti
🏷️ Voltammetri 🏷️ Analisis Kualitas Air 🏷️ Modifikasi Elektroda

PENGGUNAAN ADJUVANT EKSTRAK (MORINGA OLEIFERA} LAM.) PADA SISTEM PENGHANTARAN NANOPARTIKEL HBSAG

Masalah pada antigen rekombinan dewasa ini untuk penggunaan vaksin adalah kurang imunogenik dibandingkan vaksin mikroorganisme hidup atau inaktif. Dengan demikian dibutuhkan adjuvant yang potent untuk meningkatkan respon imun. Bahkan, desain pengembangan vaksin juga bel-peran penting dalam tercapainya peningkatan respon imun. Pada penelitian ini dikembangkan suatu sistem yang berupa nanopartikel dimana HBSAg dan ekstrak Moringa oleifera terinkorporasi dalam polimer kitosan yang telah di-crosslink dengan STPP melalui proses gelasi ionotropik, dimana STPP (sodium tripolyphosphate) berperan sebagai crosslinker dan ekstrak Moringa oleifera sebagai adjuvant. Konsentrasi HBSAg yang digunakan adalah 10 gg/mL dan konsentrasi ekstrak masing-masing 10,50, dan 100 gg/mL. Dalam penelitian ini dibuat tiga jenis nanopartikel yakni nanopartikel HBSAg, nanopaffikel ekstrak, dan nanopartikel HBSAg-ekstrak. Nanopartikel yang terbentuk kemudian dikarakterisasi, meliputi ukuran partikel menggunakan PSA, efisiensi penjerapan HBSAg menggunakan SDS PAGE (sodium dodecyl sulfate — polyacrylamide gel electrophoresis), dan efisiensi penjerapan ekstrak dilihat dari kandungan flavonoid total. Kemudian dilakukan evaluasi efektifitas nanopartikel dalam menstimulasi respon imun dengan menggunakan uji maturasi sel dendritik secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan ukuran partikel berada di rentang 1 11-246 nm. Efisiensi penjerapan HBSAg di formula terpisah 79,47% sedangkan di formula kombinasi 96-99%. Efisiensi penjerapan ekstrak di formula terpisah sekitar 64-91% sedangkan di formula kombinasi 55-83%. Nanopartikel kombinasi HBSAg-ekstrak memberikan respon imun lebih baik dibandingkan yang terpisah, dimana respon imun tertinggi diberikan oleh nanopartikel kombinasi HBSAg 10 gg/mL dan -ekstrak 10 gg/mL dalam mematurasi sel dendritik. Secara keseluruhan sediaan nanopartikel meningkatkan respon imun meskipun tidak sebesar HBsAg standar. Akan tetapi penggunaan nanopartikel ini diharapkan lebih efisien untuk pemakaian oral.

2026
👤 Penulis: Adik Ahmadi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN DAN ANALISIS HIDRODINAMIKA PADA THREE REACTOR CHEMICAL LOOPING UNTUK PRODUKSI HIDROGEN

Konsumsi energi saat ini umumnya menyebabkan emisi CO2, salah satu gas rumah kasa (GRK), sehingga menyebabkan kenaikan temperatur global. Respon dari hal tersebut, Pemerintah Indonesia telah berkomitmen menurunkan emisi GRK sebesar 29% pada tahun 2030. Berbagai upaya sedang dilakukan untuk mengurangi emisi GRK untuk membatasi kenaikan temperatur global untuk abad ini menjadi 1,5-2 °C di atas temperatur bumi pra-industri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan transisi energi. Penggunaan bahan bakar non-karbon menjadi banyak perhatian karena penggunaannya tidak mengemisikan CO2, salah satu bahan bakar non-karbon yang menjanjikan adalah hidrogen. Ditambah, hidrogen menjadi salah satu calon penyimpan energi yang menjanjikan untuk mengatasi permasalahan intermitensi pembangkitan listrik dari energi baru terbarukan. Three Reactor Chemical Looping (TRCL) merupakan teknologi untuk memproduksi hidrogen. Penggunaan teknologi ini dapat membantu pengurangan emisi CO2, dikarenakan teknologi pada TRCL menyediakan pembakaran dengan pemisahan O2 dari udara sehingga CO2 dapat ditangkap dengan mudah. Pada penelitian ini, sistem TRCL dirancang dengan model aliran dingin untuk melakukan analisis hidrodinamika dari keseluruhan sistem sebelum dirancang TRCL dengan reaksi kimia. Setelah perancangan dan fabrikasi TRCL selesai, pengujian dilakukan untuk menghitung laju sirkulasi padatan dari TRCL. Dengan injeksi aliran udara menuju TRCL, didapat laju sirkulasi padatan dapat meraih 2,6 g/s. Pada reaktor bahan bakar dan reaktor uap air zona gelembung terjadi di atas kecepatan minimum fluidisasi. Pada penelitian ini juga diperoleh jangkauan operasi dari katup non mekanikal yang digunakan. Penelitian dengan model aliran dingin nantinya dapat diskala besarkan dengan aturan penskalaan untuk pembuatan model dengan reaksi kimia.

2026
👤 Penulis: Andry Noer
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

KARAKTERISASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR MINYAK DAUN CENGKEH (SYZYGIUM AROMATICUM (L.) MERR. & L.M. PERRY), EKSTRAK ETANOL, DAN FRAKSI DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA L.) TERHADAP JAMUR TRICHOPHYTON RUBRUM

Trichophyton rubrum merupakan salah satu jamur dermatofit penyebab tinea pedis, penyakit yang menginfeksi kulit bagian kaki. Tinea pedis umum dijumpai di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & L.M. Perry) dan jambu biji (Psidium guajava L.) termasuk famili myrtaceae yang banyak tumbuh di Indonesia, keduanya pun memiliki berbagai aktivitas farmakologi, antara lain antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi minyak daun cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & L.M. Perry), ekstrak etanol, dan fraksi daun jambu biji (Psidium guajava L.) dalam menghambat pertumbuhan jamur Trichophyton rubrum. Parameter karakterisasi yang dilakukan pada sampel minyak daun cengkeh mengacu pada parameter yang tertera dalam Standar Nasional Indonesia dan untuk simplisia dan ekstrak daun jambu biji mengacu pada Farmakope Herbal Indonesia. Uji aktivitas antijamur dilakukan secara kualitatif dengan metode difusi cakram dan secara kuantitatif melalui penentuan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Fungisida Minimum (KFM) dengan metode mikrodilusi. Hasil pengujian aktivitas antijamur tersebut menunjukkan minyak daun cengkeh memiliki nilai KHM 0,48 ?g/mL dan KFM 0,96 ?g/mL. Ekstrak etanol, fraksi etil asetat, dan fraksi air-etanol daun jambu biji memiliki nilai KHM berturut-turut 6250, 3125, dan 3125 ?g/mL. Dapat disimpulkan seluruh sampel uji memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur Trichophyton rubrum dengan minyak daun cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & L.M. Perry) memiliki aktivitas antijamur yang sangat baik, sedangkan untuk ekstrak etanol dan fraksi daun jambu biji memiliki aktivitas antijamur yang rendah.

2026
👤 Penulis: Faridah Azhar Husniah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

POTENSI FRAKSI KULIT BATANG KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNII (NEES & T. NEES) BLUME) DALAM SISTEM NANOSTRUCTURED LIPID CARRIER (NLC) SEBAGAI INHIBITOR ENZIM TIROSINASE

Hiperpigmentasi merupakan suatu kondisi ketika sebagian area pada kulit menjadi lebih gelap daripada area lainnya. Kelainan ini disebabkan oleh produksi melanin yang berlebihan pada kulit. Melanin disintesis pada proses melanogenesis, dibantu oleh enzim tirosinase yang bertanggung jawab pada dua reaksi awal paling krusial pada proses tersebut. Karena hal tersebut berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi hiperpigmentasi, salah satunya dengan menggunakan inhibitor enzim tirosinase. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa terdapat aktivitas inhibisi enzim tirosinase pada kulit batang kayu manis. Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas inhibisi enzim tirosinase terhadap ekstrak dan fraksi kulit batang kayu manis yang dilanjutkan dengan pembuatan serta karakterisasi sediaan nanostructured lipid carrier (NLC) dari sampel yang memberikan aktivitas inhibisi paling tinggi. Dilakukan ekstraksi cara dingin menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% pada simplisia kulit batang kayu manis. Dilanjutkan dengan fraksinasi metode ekstraksi cair-cair (ECC) menggunakan pelarut dengan kepolaran bertingkat yaitu air, etil asetat, dan n-heksana. Kemampuan inhibisi enzim tirosinase pada sampel ekstrak dan fraksi ditentukan dengan kromatografi lapis tipis (KLT) bioautografi serta dengan menentukan nilai IC50 untuk tiap sampel. Nilai IC50 merupakan ukuran kuantitatif yang menunjukkan seberapa banyak zat penghambat tertentu (misalnya obat) yang diperlukan untuk menghambat proses biologis (in vitro) tertentu sebesar 50%. Fraksi n-heksana menunjukkan aktivitas yang paling tinggi dengan IC50 sebesar 161,88 ± 5,58 µg/mL jika dibandingkan dengan sampel ekstrak, fraksi etil asetat, dan fraksi air yang memiliki nilai IC50 berturut-turut sebesar >10000 µg/mL; 2960,37 µg/mL; dan >10000 µg/mL. Optimasi formula untuk sediaan NLC yang dilakukan berupa skrining lipid padat, optimasi lipid padat, dan optimasi jumlah lipid total. Formula optimum yang didapatkan dari penelitian terdiri dari lipid padat berupa setil alkohol dan lipid cair berupa asam oleat dengan rasio 3:7 dan jumlah lipid total sebesar 2,50%. Digunakan pula surfaktan berupa Tween 80 dengan jumlah 4% dari bobot total sediaan. Hasil karakterisasi ukuran partikel, indeks polidispersitas, serta potensial zeta untuk sediaan NLC dengan fraksi n-heksana (NLC-FH) adalah berturut-turut sebesar 257,07 ± 24,52 nm; 0,21 ± 0,03; dan +45,29 mV. Nilai IC50 untuk pengujian aktivitas inhibisi enzim tirosinase sediaan NLC-FH adalah sebesar 186,40 ± 3,27 µg/mL. Hasil ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan aktivitas sebesar 24,22 µg/mL pada aktivitas inhibisi kulit batang Cinnamomum burmannii dalam bentuk sediaan NLC bila dibandingkan dengan bentuk fraksinya. Analisis statistik menggunakan metode unpaired T-test menunjukkan bahwa aktivitas keduanya memiliki perbedaan yang bermakna. Maka dari itu, dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bentuk sediaan NLC dari kulit batang kayu manis memiliki aktivitas inhibisi enzim tirosinase yang lebih rendah daripada bentuk fraksinya namun cukup baik. Terjadinya penurunan aktivitas tidak membuatnya menjadi alternatif yang buruk untuk dikembangkan lebih lanjut sebab nilai IC50 NLC-FH tidak terlalu jauh berbeda dengan bentuk fraksi n-heksannya. Selain itu, yang terpenting dari pembuatan sediaan adalah ketersampaian zat aktif pada target kerja sehingga dengan dibuat menjadi sediaan NLC tentunya mampu menghantarkan obat dengan jauh lebih baik daripada dalam bentuk fraksinya.

2026
👤 Penulis: Kalista Faramadina
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ISOLASI SENYAWA AKTIF INHIBITOR ENZIM TIROSINASE DARI FRAKSI N-HEKSANA KULIT BATANG KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNII (NEES & T. NEES) BLUME)

Hiperpigmentasi merupakan kelainan pada kulit dimana terjadi peningkatan produksi melanin. Enzim tirosinase berperan sebagai katalisator pada proses melanogenesis. Penelitian sebelumnya membuktikan terdapat senyawa turunan polifenol dalam minyak atisiri dan triterpenoid pada fraksi n-heksana kulit batang kayu manis (Cinnamomum burmannii (Nees & T. Nees) Blume) yang berperan sebagai inhibitor tirosinase. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi ekstrak dan fraksi dari kulit batang kayu manis (C. burmannii) sebagai inhibitor enzim tirosinase, mengisolasi senyawa aktif inhibitor enzim tirosinase pada fraksi n-heksana kulit batang kayu manis, serta mengkarakterisasi dan mengidentifikasi isolat aktif. Simplisia diekstraksi secara maserasi dengan etanol 96%. Fraksinasi dilakukan dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol-air. Ekstrak dan fraksi dipantau dengan KLT menggunakan penampak bercak universal dan spesifik. Uji aktivitas dilakukan secara kualitatif dengan metode KLT bioautografi dan secara kuantitatif dengan menentukan nilai IC50. Hasil KLT bioautografi menunjukkan terdapat inhibisi tirosinase pada ekstrak, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, fraksi etanol-air, dan asam kojat sebagai pembanding. Ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, fraksi etanol-air, dan asam kojat memiliki nilai IC50 berturut-turut adalah 6.496,83 ± 267,44; 637,88 ± 37,11; 3.612,28 ± 73,53; >12.000 (inhibisi 37,23% pada konsentrasi 12.000 µg/mL); 8,40 ± 1,24 µg/mL. Subfraksinasi dilakukan dengan metode kromatografi kolom klasik. Pemurnian dilakukan dengan metode kromatografi kolom klasik. Uji kemurnian dilakukan dengan metode KLT pengembangan tunggal dengan tiga fase gerak dan KLT dua dimensi. Hasil uji kemurnian didapatkan isolat X yang diuji aktivitasnya secara kualitatif. Isolat X dikarakterisasi dengan penampak bercak spesifik, spektrofotometri IR, dan KLT densitometri. Fraksi n-heksana menunjukkan aktivitas inhibisi enzim tirosinase paling kuat, diikuti oleh fraksi etil asetat, dan ekstrak etanol. Sedangkan fraksi etanol-air hanya menunjukkan inhibisi di bawah 50% pada konsentrasi 12.000 µg/mL. Isolat X yang diisolasi dari fraksi n-heksana kulit batang kayu manis secara kualitatif memiliki aktivitas inhibisi terhadap enzim tirosinase dan teridentifikasi sebagai senyawa flavonoid subgolongan isoflavon.

2026
👤 Penulis: Nur Aini Sa'ah Dini
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGEMBANGAN UJI DIAGNOSTIK BERBASIS SYBR GREEN REAL-TIME PCR DENGAN INTERNAL CONTROL HUMAN RNASE P UNTUK DETEKSI DINI DENGUE DI INDONESIA

Demam berdarah merupakan penyakit endemik di Indonesia yang disebabkan oleh virus dengue (DENV) dan ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes sp. betina. Infeksi DENV menghasilkan gejala awal dengan spektrum luas sehingga diagnosis berdasarkan gejala klinis sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan metode diagnosis DENV yang efektif dan akurat untuk penanganan medis serta kontrol outbreak dari virus ini. Pada penelitian ini, dikembangkan uji diagnostik berbasis SYBR green real-time PCR dengan internal control Human RNase P. Untuk mendeteksi DENV, digunakan primer B2 DENV dari hasil penelitian sebelumnya yang mentarget keempat serotipe DENV. Untuk deteksi internal control, dilakukan perancangan sekuens target amplifikasi dari Human RNase P subunit RPP29 dan RPP30 dengan metode multiple sequence alignment pada tiga belas sekuens kromosom 19 dan kromosom 10 dari empat ras manusia. Kemudian, dilakukan optimasi konsentrasi primer DENV dan internal control dengan real-time PCR berbasis SYBR Green. Karakterisasi uji diagnostik dilakukan melalui penentuan linearitas, efisiensi, limit of quantification (LOQ), dan limit of detection (LOD) dengan SYBR green real-time PCR menggunakan fragmen DENV yang disisipkan pada plamid pUC57. Setelah uji diagnostik berhasil dikarakterisasi, dilakukan pengujian ke sampel pasien suspek DENV. Pengujian untuk DENV dan internal control dilakukan secara terpisah (singleplex). Dari hasil penelitian, konsentrasi primer optimum untuk DENV (forward-reverse) adalah 500 nM dan 400 nM serta untuk internal control adalah 400 nM dan 300 nM. Efisiensi reaksi uji diagnostik ini adalah 82.43% dengan R2 = 0.9994 dan memiliki LOQ sebesar 3000 kopi/mL serta LOD 2641 kopi/mL. Hasil yang didapat menujukan uji diagnostik DENV yang dikembangkan dapat mendeteksi target RNA DENV dan RPP29 pada sampel pasien suspek DENV. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini telah berhasil dirancang dan dikarakterisasi uji diagnostik berbasis SYBR Green real-time PCR dengan internal control RPP29.

2026
👤 Penulis: Kamila Puspita
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

ANALISIS UMUR SISA LELAH PIPA BAWAH LAUT YANG TERKOROSI DAN MENGALAMI SPANNING STUDI KASUS: PIPA PENYALUR 3 FASE 14 INCI EPRO - NGL JUNCTION

Pipeline yang tersebar di indonesia, khususnya offshore pipeline memiliki kerentanan yang lebih tinggi dibandingkan onshore pipeline karena terpapar secara terus menerus oleh beban arus dan kondisi lingkungan yang ekstrim. Hal ini menjadi berbahaya jika pipa mengalami spanning karena akan memicu VIV (Vortex Induced Vibration) yang akan menyebabkan fatigue failure. Setelah beroperasi cukup lama, pipa biasanya akan mengalami korosi di permukaan karena kelembapan dan sifat korosif air laut. Untuk itu perlu dilakukan kajian mengenai pengaruh korosi terhadap umur sisa lelah pipa bawah laut. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pipa yang mengalami spanning berdasarkan DNVGL-RP-F105. Pipa yang tidak lolos screening criteria akan dimodelkan dan dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui umur sisa lelah. Untuk menganalisis pengaruh korosi terhadap umur sisa lelah, digunakan S – N curve berdasarkan Model Heywood. Dari hasil kajian 16 span berdasarkan inspeksi pada pipa penyalur 14 inci EPRO – NGL Junction, terdapat 1 span tidak lolos screening criteria sehingga harus dilakukan perhitungan umur sisa lelah. Korosi pada pipa menimbulkan Stress Concentration Factor sebesar 2,838. Akibatnya batas jumlah siklus tegangan yang diizinkan agar pipa dapat beroperasi sesuai umur desain (10 tahun) turun dari 1100 cycles menjadi 400 cycles. Hasil studi parametrik menunjukkan umur sisa lelah pipa turun signifikan hingga kedalaman korosi, ???????? sekitar 40% namun cenderung datar kemudian. Selain itu, pipa dikatakan sudah tidak aman dan direkomendasikan untuk dilakukan mitigasi saat panjang span relatif sudah mencapai 150% terhadap panjang span yang tercatat saat inspeksi 2009.

2026
👤 Penulis: Zhaffran Asyraf
🏷️ Korosi Pipa Bawah Laut 🏷️ Analisis Umur Sisa Lelah Pipa 🏷️ Vortex Induced Vibration

EFFECTIVENESS OF EDUCATION THROUGH COMMUNITY OUTREACH ON THE KNOWLEDGE OF PARENTS AND CHILD'S GUARDIANS ABOUT DIARRHEA IN TODDLERS AT TAMANSARI PRIMARY HEALTHCARE CENTER

Diarrhea is the second leading cause of death in children under five years around the world with dehydration as the most severe symptom which causes the loss of important fluids from the body through liquid stools. One way to prevent is to apply the principles of Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), but there are still several areas in Bandung City that have not implemented PHBS optimally, one of them is Bandung Wetan District. In this district, Tamansari Ward is the ward with the lowest percentage of PHBS and is also not yet an Open Defecation Free (ODF) environment, therefore knowledge about diarrhea in toddlers is needed by parents and guardians of children in Tamansari Ward who are registered at Tamansari Public Health Center. This research was a preexperimental study with a one-group pre–test and post–test design using questionnaires and tools in the form of flipcharts and leaflets for 173 respondents. Data sampling was conducted in January – April 2023. The results stated that 47.40% of parents and child’s guardians had poor knowledge about diarrhea in toddlers and the sociodemographic factor that influenced their knowledge was the toddler's gender (p = 0.029) which respondents with male toddlers tend to have better knowledge. Giving education significantly increased the knowledge of parents and guardians of children on diarrhea in toddlers (p < 0,001).

2026
👤 Penulis: Fattaya Alyatuzzahra
🏷️ Kesehatan Anak 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Kesehatan 🏷️ Pendidikan Publik

ANALISIS KOMPARASI EKSTRAKSI DTM DARI DATA AWAN TITIK AIRBORNE LIDAR DENGAN METODE FILTERING ADAPTIVE TIN, CLOTH SIMULATION FILTER, DAN PROGRESSIVE MORPHOLOGICAL FILTER

LiDAR merupakan sebuah sistem yang dapat menghasilkan data elevasi permukaan secara digital dengan cepat dan dengan biaya yang relatif terjangkau. Dalam beberapa dekade terakhir, pengaplikasian data LiDAR dalam pemetaan semakin banyak digunakan karena memiliki resolusi dan akurasi yang tinggi. Akan tetapi, data LiDAR yang masih mentah belum dapat diolah menjadi Digital Terrain Model (DTM) karena masih mengandung data awan titik yang dipantulkan dari berbagai objek di permukaan Bumi. Untuk membuat DTM, objek tanah dan non tanah harus dipisahkan dari data awan titik LiDAR melalui proses filtering. Banyak metode filtering yang telah dibuat untuk mengekstraksi data awan titik LiDAR yang berada di tanah secara otomatis. Tugas Akhir ini dibuat dengan tujuan untuk memahami karakteristik serta perbedaan masing-masing metode filtering awan titik LiDAR dalam menghadapi berbagai kondisi topografi. Hasil yang didapatkan berupa data awan titik LiDAR yang telah melalui proses filtering dan juga permukaan DTM. Metodologi yang digunakan adalah studi literatur dan pengolahan data menggunakan tiga algoritma filtering data awan titik LiDAR yaitu Adaptive Triangulated Irregular Network (ATIN), Cloth Simulation Filter (CSF), dan Progressive Morphological Filter (PMF). Hasil yang didapatkan melalui penelitian pada Tugas Akhir ini berupa data perbandingan awan titik LiDAR yang telah melalui proses filtering serta representasi DTM yang dihasilkan. Diharapkan hasil dari penelitian pada Tugas Akhir ini dapat menjadi solusi pemilihan metode filtering data awan titik LiDAR yang tepat dan sesuai dengan karakteristik data awan titik LiDAR yang digunakan.

2026
👤 Penulis: Panji Perkasa Sulung
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data Digital 🏷️ Pemetaan Semenanjukan

PEMODELAN TIGA DIMENSI BENDUNGAN DARMA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI TERRESTRIAL LASER SCANNER

<p align="justify">Tilt Compensator pada penentuan posisi metode Real-Time Kinematic (RTK) telah dikembangkan menggunakan sensor Inertial Measrument Unit (IMU) dan Micro Electromechanical System (MEMS) yang dapat mendeteksi pergerakan dan kemiringan dari pole. Penggunaan tilted-RTK dapat memberikan keuntungan dimana receiver tidak perlu berdiri secara tegak sehingga dapat menghindari obstruksi seperti kanopi atau pohon lebat dan mendapatkan sinyal satelit yang lebih banyak. Kemampuan mendeteksi kemiringan pada tilted-RTK merupakan tujuan dari penelitian kali ini, yaitu untuk mengetahui akurasi dari tilted-RTK dari nilai selisih dengan koordinat acuan dan uji statistik. Metodologi yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah melakukan perhitungan selisih jarak antara koordinat yang diakuisisi menggunakan tilted-RTK dan referensi. Data yang digunakan merupakan data primer di Institut Teknologi Bandung, yang terbagi menjadi 3 area, yaiut area terbuka, area pinggir gedung, dan area persil tanah. Untuk setiap area, konstelasi satelit yang digunakan adalah GNSS, GPS+Beidou, dan GPS, dengan kemiringan 15°, 30°, 45°, 55°, dan 60°. Kemudian akan dilakukan perhitungan RMSE dari selisih yang telah dihasilkan yang akan dikelompokkan berdasarkan area, kemiringan, dan konstelasi satelit. Hasil dari penelitian kali ini adalah akurasi yang cukup baik yang dihasilkan oleh tilted-RTK, dengan rentang nilai 1–12-sentimeter untuk horizontal dan 1–14-sentimeter untuk vertikal, dengan kemiringan yang semakin kecil dan kombinasi konstelasi satelit yang banyak akan memberikan akurasi yang cukup baik.

2026
👤 Penulis: Mohammad Muzamil
🏷️ Kartografi Numerik 🏷️ Geodesi 🏷️ Sensor Inertial

PENETAPAN BATAS LAUT DAERAH PROVINSI BANGKA BELITUNG

Disahkannya Undang-undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang merupakan revisi dari Undang-undang No. 22 Tahun 1999 merupakan titik awal dilaksanakannya konsep otonomi daerah. Dan sejak dilaksanakannya konsep otonomi daerah, nilai suatu wilayah menjadi sangat penting artinya. Hal ini berkaitan dengan kewenangan daerah untuk mengelola sumber daya alam yang terdapat di daerah tersebut. Permasalahan mengenai batas daerah merupakan persoalan yang krusial. Batas daerah yang tidak jelas, kerap menimbulkan konflik. Selain itu, kucuran Dana Alokasi Umum (DAU), yang salah satu parameternya adalah luas wilayah, dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah pun menjadi tidak jelas perhitungannya. Hal inilah yang menjadi alasan bahwa betapa pentingnya batas suatu daerah ditetapkan. Dalam penelitian ini, batas laut daerah Provinsi Bangka Belitung ditentukan dengan mengacu kepada Undang-undang No. 32 Tahun 2004, Permendagri No. 1 Tahun 2006 dan implementasi UNCLOS 1982 untuk mendapatkan luas wilayahnya. Dan hasil akhir dari penelitian ini adalah Peta Batas Laut Daerah Provinsi Bangka Belitung.

2026
👤 Penulis: Aloysius Rully Setiawan
🏷️ Pemerintahan Daerah 🏷️ Manajemen Sumber Daya Alam 🏷️ Konflik Wilayah

FAKULTET TEKNIK

-

2026
👤 Penulis: Techniche Hoogeschool te Bandung (TH)
🏷️ Teknik Elektro 🏷️ Teknik Mesin 🏷️ Teknik Sipil

ANALISIS PARAMETER YANG BERKONTRIBUSI TERHADAP PERMINTAAN RUTE PENERBANGAN DENGAN PENDEKATAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP OPERASI PENERBANGAN

Keakuratan prakiraan jumlah penumpang udara menjadi krusial bagi semua pihak baik maskapai, regulator, manufaktur, dan pengelola bandara. Prakiraan jumlah penumpang menjadi acuan bagaimana maskapai menjalankan bisnisnya, manufaktur memproduksi pesawat yang dibutuhkan pasar, regulator meregulasi yang berkaitan dengan rute penerbangan, dan banyak hal yang terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini akan membangun model yang paling akurat dalam untuk prakiraan jumlah penumpang dan menganalisis variabel-variabel yang paling berkontribusi terhadap jumlah penumpang. Model yang digunakan pada penelitian ini adalah Artificial Neural Network. Pembuatan model Artificial Neural Network perlu untuk melakukan tuning hyperparameter sehingga model tersebut tidak menghasilkan overfitting maupun underfitting. Tuning hyperparameter yang digunakan adalah optimasi Bayesian dengan menentukan jumlah hidden layer, jumlah neuron pada hidden layer, fungsi aktivasi, optimizer, learning rate, jumlah batch size, dan jumlah epochs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDRB ADHB dan jumlah penduduk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap jumlah penumpang. Dari sensitivitas, dapat terlihat bahwa Indeks Pembangunan Manusia, Jumlah Penduduk dan Tingkat Penghunian Kamar sangat sensitif terhadap perubahan jumlah penumpang.

2026
👤 Penulis: JACKY JUSUF
🏷️ Analisis Perbandingan Maskapai Penerbangan 🏷️ Model Artificial Neural Network 🏷️ Pendapatan Daerah

URGENSI KOSMOLOGI ISLAM DALAM SAINS MODERN

Hampir 4000 tahun?sejak zaman astronom Sumeria-Babilonia, Aristoteles, Claudius Ptolemaeus, hingga abad pertengahan?ilmu pergerakan objek langit (astronomi) dan teori-filosofi permulaan kosmos (kosmologi) dipercaya bekerja dalam konsep sistem geosentris. Terdapat banyak ketidakcocokan dengan pengamatan, maka astronom Muslim seperti Al-Battani (Albategnius), sampai Nashiruddin At-Thusi, kontinu mengoreksi dan mengembangkan perhitungan model alam semesta geosentris Ptolemaeus. Astronom Polandia, Nicolaus Copernicus lalu menggagas model alam semesta heliosentris, yang sebenarnya secara konsep telah ditemukan murid At-Thusi, Ibnu Syathir, sekitar tahun 1350 M. Akan tetapi para astronom Muslim sepakat tidak ingin serta merta mematahkan konsep geosentris demi menjaga hubungan manusia dengan langit yang merupakan perantara turunnya wahyu Ilahi. Lantas ditemukan bukti-bukti properti alam semesta yang melahirkan kosmologi heliosentris-modern, di mana manusia penghuni planet Bumi secara fisik memang bukanlah pusat kosmos, menunjukkan peran keberadaan manusia di antara milyaran bintang dan galaksi tidak memberikan dampak apapun terhadap proses di alam semesta homogen-isotropik. Sebaliknya, kosmologi Islam dengan konsep geosentrisnya yang dibawakan oleh para ilmuwan Muslim abad pertengahan seperti Al-Biruni, Ibnu Rusyd, dan Ibnu ‘Arabi, menjunjung tinggi peran manusia. Mereka menyadari bahwa Allah menghendaki orang yang beriman kepada-Nya untuk mendapat petunjuk atau ilmu untuk memahami semesta. Al-Biruni bahkan mampu membaca alam semesta dengan ilmu astrologi untuk mendatangkan maslahat (tentunya berusaha mematuhi syariat Islam). Beberapa ilmuwan Muslim di era modern mengembangkan risalah mereka seperti: William C. Chittick, Seyyed Hossein Nasr, Nidhal Guessoum dan lain-lain. Para ilmuwan Muslim modern berusaha menyelaraskan antara sains modern dan agama dengan berbagai aliran metode untuk menyingkap realitas kosmos, namun gagal karena kesalahan cara pandang dan kurangnya aspek spiritual manusia. Astronom dan Sufi era modern, Bruno Guiderdoni pun mengatakan pertentangan antara sains dan agama tidak bisa diselesaikan jika panggilan spiritual manusia tidak dipertimbangkan sebagai masalah utama. Studi ini akan membahas benang merah antara kosmologi geosentris-metafisik dari ilmuwan tradisionalis Muslim dan kosmologi heliosentris-modern dari ilmuwan rasionalis Muslim lintas zaman. Lalu mencoba menemukan kombinasi pemikiran signifikan dari keduanya yang bermanfaat untuk umat manusia, dengan melibatkan keberadaan manusia Bumi yang spesial sebagai khalifah. Berperan penting sekaligus komponen utama untuk memahami kerja alam semesta dan mengenal Tuhan-nya.

2026
👤 Penulis: Khazanah Fadhilah Nurrahmah
🏷️ Kosmologi 🏷️ Ilmuwan Muslim 🏷️ Sufisme
Halaman 228 dari 6754
💬