π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPERKEMBANGAN KOTA BUKITTINGGI DALAM PERSPEKTIF RUANG DAN BUDAYA DARI TAHUN 1600-AN HINGGA TAHUN 2016
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki 93 kota. Kota-kota yang memiliki dinamika perkembangan yang tinggi berada di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kota merupakan ruang yang bersifat dinamis yang perubahannya dipengaruhi oleh posisi strategis, aksesibilitas, pertumbuhan ekonomi, ketersedian infrastruktur, sosial budaya, politik, dan urbanisasi. Bukittinggi merupakan salah satu kota yang memiliki dinamika pertumbuhan tinggi di Sumatera Barat. Selama ini berdasarkan tulisan sejarah kota yang menggunakan perspektif sosial (pemerintahan, ekonomi, pendidikan), dipercaya bahwa Kota Bukittinggi adalah kota bentukan Belanda. Penelitian ini bertujuan untuk menuliskan sejarah perkembangan Kota Bukittinggi sejak cikal bakalnya, sekitar tahun 1600-an hingga tahun 2016, dengan menggunakan perspektif yang berbeda, yakni perspektif ruang dan budaya. Kota Bukittinggi mempunyai budaya khas yang berbeda dengan sebagian besar kota di dunia karena keberadaan masyarakat dengan budaya matrilineal yang terbesar di dunia. Penelitian ini memperkaya penelitian sejarah perkembangan kota tradisional Indonesia yang selama ini hanya terbatas kota pedalaman di Pulau Jawa dengan budaya patrilineal. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika dan multidisiplin. Sumber data dari oral history, tambo, arsip, peta dokumen tua, peraturan dan perundangundangan, serta sumber lainnya yang didapatkan dari Indonesia dan dari perpustakaan di Belanda. Untuk mengungkapkan sejarah perkembangan Kota Bukittinggi digunakan metode analisis eksplanatoris dan analisis overlay. Peta-peta perkembangan kota dibuat kembali dengan menggunakan software arc GIS. Hasil penelitian menunjukkan stadia perkembangan luas administrasi Kota Bukittinggi dari masa cikal bakal tahun 1600-an (Nagari Kurai) hingga tahun 2016 secara de facto adalah sama. Dalam sejarah secara de yure ada dua kali peraturan perluasan kota, yakni perluasan kota pada masa Kolonial Jepang tahun 1943 dengan nama baru Bukittinggi Shi Yaku Sho, dan PP No. 84 Tahun 1999 tentang perluasan Kota Bukittinggi.ii Stadia perubahan struktur dan pola ruang dianalisis dengan menggunakan sebelas peta. Struktur ruangnya dari masa ke masa terlihat membentuk pola linear sepanjang jalan dan terserak; kosentrik dan terserak; radial kosentrik; radial kosentrik dan terserak; serta pola kosentrik yang lebih luas dan padat (mengisi ruang yang kosong/interstisial). Sementara itu, pola ruang Kota Bukitinggi dari masa ke masa membentuk pola ruang kota pertanian; pola ruang perkotaan-pola ruang kota pertanian; dan pola ruang perkotaan. Penggunaan lahannya pada masa penjajahan mengikuti kebijakan tanam paksa/ komoditas ekspor dan tanaman keperluan perang. Elemen ruang Kota Bukittinggi dari masa prakolonial hingga 2016 masih tetap terjaga, walaupun sebagian dalam keadaan rusak dan berubah bentuk menjadi lebih modern. Tonggak perkembangan Kota Bukittinggi dimulai dari pemukiman awal di Nagari Kurai V Jorong sekitar tahun 1600-an. Terdapat 29 (dua puluh sembilan) tonggak penting perkembangan kota, diantaranya pembangunan Pasar Aur Kuning tahun 1983 di bagian timur kota yang membuat hasil kerajinan Bukittinggi semakin mendunia ke negara tetangga dan menjadi sentra grosir untuk wilayah Sumatera Tengah. Budaya matrilineal sebagai struktur fundamental dalam pembentukan dan perkembangan kota dapat dilihat dari penyelesaian masalah batas dan perluasan kota. Penyelesaian permasalahan dengan konsep land banking bagi anak cucu masyarakat Kurai serta konsep batas adat nan salingka nagari, nagari nan salingka aua oleh pemerintah tradisional Kurai mengembalikan luas Bukittinggi seperti aslinya tanpa menghambat pembangunan. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap konsep ruang kota tradisional pedalaman Minangkabau, yang diberi nama konsep ruang adat basandi syarak. Konsep ini dicirikan dengan balai adat yang berdekatan dengan masjid jamik. Penelitian ini memberikan pengayaan bahwa tidak selamanya kota tradisional yang bertahan adalah kota yang berbasis prosumtif/pertanian namun juga kota konsumtif/perdagangan. Penelitian ini juga memperkaya teori inland city Indonesia, yang menyatakan bahwa inland city tidak selalu identik dengan kota pertanian namun juga kota perdagangan.
FOUNDATION DESIGN OF GRESIK SEAPORTβS INTERNATIONAL CARGO TERMINAL
Terminal kargo internasional Pelabuhan Gresik merupakan fasilitas yang didesain dengan tujuan utama untuk kegiatan loading dan unloading kargo internasional. Tugas akhir ini berfokus pada desain fondasi pada terminal kargo. Tahapan awal desain dimulai dari interpretasi data tanah berdasarkan hasil pengujian tanah di lapangan dan laboratorium. Berdasarkan data tanah ini lalu dilakukan penentuan parameter desain tanah yang akan digunakan dalam perancangan dimensi fondasi. Berdasarkan letak terminal kargo yaitu di tengah laut, maka jenis fondasi yang digunakan dalam desain fondasi terminal adalah fondasi dalam tiang pancang pipa baja dimana fondasi tiang dimodelkan sebagai deck on pile. Dalam pemodelan fondasi tiang, dibutuhkan letak fixity point dan nilai kekakuan lateral pegas yang akan dimodelkan sebagai interaksi tanah dalam pemodelan fondasi tiang. Berdasarkan hasil pemodelan didapatkan beban yang akan diterima oleh fondasi dimana akan dilakukan analisis fondasi tiang yaitu daya dukung aksial, daya dukung lateral, dan penurunan pada fondasi. Pada analisis daya dukung aksial akan dilakukan analisis daya dukung tekan dan tarik dimana daya dukung tersebut akan dibandingkan dengan beban yang akan ditanggung fondasi tiang berdasarkan kriteria desain. Pada analisis daya dukung lateral akan digunakan metode p-y, dimana berdasarkan kriteria desain defleksi izin akan dihitung kapasitas lateral pada fondasi tiang lalu dibandingkan dengan beban lateral yang akan dialami oleh tiang. Pada analisis penurunan, penurunan elastik dan konsolidasi tiang akan dibandingkan berdasarkan kriteria desain penurunan maksimum dan perbedaan penurunan. Dimensi fondasi didapatkan setelah dilakukan iterasi desain dimana kapasitas dan penurunan fondasi tersebut memenuhi seluruh kriteria desain.
STUDI PERBANDINGAN HASIL PERAMBATAN PERCEPATAN GEMPA TERHADAP HASIL PENYUSUNAN MODIFIED MOTION PERMUKAAN TANAH DI KOTA BANDUNG BERDASARKAN STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) 1726 TAHUN 2012 DAN 2019
Modified ground motion dibuat karena adanya keterbatasan informasi mengenai pencatatan percepatan gempa dalam bentuk time history yang dapat diakses secara bebas di wilayah Indonesia. Keterbatasan ini menjadi penyebab sulitnya akses untuk mendapatkan informasi gerak tanah yang diperlukan, meskipun peruntukannya dalam dunia akademis maupun penelitian. Penyusunan suatu ground motion dalam bentuk time history percepatan gempa di suatu lokasi yang tidak memiliki informasi motion perlu dilakukan, yang mana nantinya dapat digunakan sebagai input/masukan untuk analisis lanjutan dalam perencanaan suatu bangunan tahanan gempa. Analisis penskalaan gerak tanah dilakukan dengan menggunakan program Seismomatch dan bantuan Microsoft Excel, baik untuk penskalaan gerak tanah di batuan dasar maupun di permukaan, dengan melakukan pemrosesan data seed motion. Hasil penskalaan di batuan dasar kemudian dirambatkan ke permukaan, dengan bantuan perangkat lunak Deepsoil, sehingga diperoleh nilai percepatan gempa di permukaan. Kemudian nilai ini akan dibandingkan dengan percepatan gempa hasil penskalaan gerak tanah terhadap target spektra permukaan tanah yang disusun berdasarkan SNI 1726: 2012 dan 2019. Nilai percepatan hasil perambatan gelombang dengan melakukan input parameter maupun kondisi site specific Kota Bandung, secara konsisten memiliki nilai yg lebih kecil apabila dibandingkan dengan hasil percepatan di permukaan berdasarkan penskalaan gerak tanah terhadap target spektra di permukaan yang disusun pada SNI 1726: 2012 maupun 2019.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SERBUK NANOKOMPOSIT (ZIRKONIA-ALUMINA-SILIKA-HIDROKSIAPATIT) SEBAGAI "FILLER" BAHAN RESTORASI UNTUK APLIKASI DIREK PADA GIGI
~
SINTESIS PARTIKEL NANO TIO2 KITOSAN DENGAN TEMPLAT KANJIMENGGUNAKAN METODA SOL - GEL PADA COTTON SEBAGAI APLIKASITEKSTIL ANTI UV
~
KARAKTERISASI RESERVOIR MENGGUNAKAN METODE INVERSI EXTENDED ELASTIC IMPEDANCE DENGAN PARAMETER LAMBDA-RHO DAN MU-RHO PADA LAPANGAN βNOPALβ, CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA
Formasi Kujung pada lapangan βNopalβ merupakan salah satu lapangan penghasil minyak dan gas yang berada di cekungan Jawa Timur Utara. Formasi ini tersusun atas batuan karbonat dengan selingan batuserpih. Karena kekompleksannya, diperlukan adanya penelitian terkait persebaran reservoir karbonat yang porous serta persebaran hidrokarbon yang mengisi lapangan ini secara lateral. Untuk itu, diperlukan suatu parameter elastik yang dapat memisahkan antara litologi serta keberadaan fluida. Selain itu, perlu diterapkan suatu metode yang dapat menggambarkan parameter elastik tersebut pada zona reservoir. Pada penelitian ini, digunakan parameter elastik yaitu mu-rho yang sensitif terhadap litologi sehingga dapat digunakan untuk melihat batuan karbonat yang porous, dan lambda-rho yang sensitif terhadap keberadaan fluida sehingga dapat digunakan untuk melihat hidrokarbon yang mengisi reservoir. Metode Extended Elastic Impedance (EEI), yang merupakan metode yang dapat menginversikan volume reflektivitas dari parameter elastik, sangat cocok digunakan dalam penelitian ini. Metode ini lebih cocok digunakan dibandingkan metode Acoustic Impedance (AI) yang menggunakan parameter p-impedance, karena parameter ini masih belum bisa memisahkan antara litologi dan fluida. Dari volume reflektivitas EEI yang dibuat, nantinya diinversikan menggunakan metode inversi seismik sparse spike linear programming. Kemudian dari hasil inversi dan slicing didapatkan bahwa lapangan βNopalβ memiliki batuan karbonat yang porous yang diperkirakan karena daerah tinggian pada lapangan ini merupakan tinggian masa lampau yang sempat terpapar ke permukaan dan mengalami leaching, serta terdapat zona yang terbukti terisi oleh hidrokarbon pada puncak antiklin. Namun dari analisis data log menunjukkan masih terdapat zona yang berkemungkinan terisi oleh hidrokarbon, sehingga perlu dilakukan tes lebih lanjut untuk membuktikan keberadaan hidrokarbon pada zona ini.
ANALISIS PERSEBARAN RESERVOIR HIDROKARBON DAN YANG EKONOMIS UNTUK DIPRODUKSI PADA SEKUEN MIOSEN AKHIR DI LAPANGAN SADEWA, CEKUNGAN KUTAI DENGAN MENGGUNAKAN INTEGRASI METODA SEISMIK STRATIGRAFI, SEISMIK INVERSI, DAN SEISMIK ATRIBUT
Identifikasi reservoir hidrokarbon dapat dianalisis melalui hubungan properti fisik dengan reservoirnya. Penelitian identifikasi reservoir hidrokarbon dilakukan pada Lapangan Sadewa yang berada di Cekungan Kutai, tepatnya berada di lingkungan upper slope. Lapangan ini memiliki target pada formasi batupasir dan reservoir pada lapangan ini terdiri dari lapisan β lapisan batupasir tipis yang terisi hidrokarbon sehingga sulit teridentifikasi. Penelitian ini tidak hanya menentukan peta persebaran reservoir hidrokarbon akan tetapi juga bertujuan untuk menentukan fasies seismik lingkungan pengendapan daerah target dan memetakan persebaran economic pay. Economic pay merupakan nilai parameter reservoir hidrokarbon yang ekonomis apabila diproduksi. Dengan mengintegrasikan metode seismik inversi, seismik atribut, dan seismik stratigrafi maka diharapkan dapat memetakan persebaran economic pay untuk pengembangan Lapangan Sadewa. Penelitian yang dilakukan menggunakan data seismik 3D PSTM dengan tujuh data sumur. Analisis dilakukan pada batas sekuen DL4Bsb dan DL4Asb yang sudah dikorelasikan dengan laporan biostratigrafi. Dilakukan inversi AI model based karena hasil analisis sensitivitas menyatakan bahwa AI dapat memisahkan batupasir gas dengan shale dan juga mencerminkan sifat fisis batuan itu sendiri. Atribut seismik yang digunakan terdapat cosine phase, variance, RMS Amplitude, serta Sweetnes yang membantu dalam menginterpretasikan seismik, lingkungan pengendapan, serta pemetaan persebaran reservoir hidrokarbon. Spectral decomposition dilakuukan utuk membantu melihat fasies dan arah persebaran batupasir hidrokarbon yang lebih jelas. Terdapat dua target batupasir pada batas sekuen DL4Bsb dan DL4Asb, yaitu 960 dan 990 yang terletak di antara batulempung yang tebal sehingga dilakukan crossplot masing β masing atribut untuk melihat korelasinya dengan ketebalan economic pay. Dalam pemetaan economic pay dilakukan dengan mengalikan atribut RMS Amplitude dengan 1/Variance karena memiliki korelasi yang tinggi terhadap ketebalan economic pay.
PERAN FAKTOR MOTIVASI DAN HAMBATAN DALAM MEMBENTUK NIAT UNTUK MEMBELI KEMBALI PLATFORM KONSUMSI KOLABORATIF
Perkembangan teknologi telah menciptakan sebuah transformasi dari perilaku pasar tradisional menjadi model konsumsi kolaboratif. Konsep konsumsi kolaboratif telah meluas dalam beberapa tahun terakhir karena beberapa perusahaan terkenal seperti Airbnb, Grab, dan eBay menggunakan bisnis seperti ini agar tetap untung dan berkelanjutan di tengah cepatnya perubahan era digital saat ini. Namun, kehadiran Airbnb di Indonesia sebagai salah satu platform konsumsi kolaboratif bertindak sebagai pesaing kuat bagi industri perhotelan yang mengarah pada penurunan tingkat hunian hotel karena orang lebih senang menggunakan Airbnb dibandingkan dengan hotel. Keputusan orang-orang untuk beralih dari hotel ke Airbnb tentu saja didasarkan pada beberapa motivasi dan hambatan yang menginspirasi mereka untuk lebih memilih Airbnb. Penelitian ini mengeksplorasi beberapa faktor motivasi dan hambatan seperti nilai harga, keaslian, kebaruan, kesenangan, interaksi sosial, manfaat rumah, resiko yang dirasakan, ketidakpercayaan, dan ketidakamanan yang diadaptasi dari jurnal terkait dan dikombinasikan dengan teori perilaku terencana (TPB). Riset ini menggunakan metode PLS-SEM untuk menganalisis hubungan antara faktor, sikap konsumen tentang pembelian kembali Airbnb, norma subjektif, kontrol perilaku yang dipersepsikan, dan niat pembelian kembali. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor penghambat tidak memengaruhi niat konsumen untuk membeli kembali Airbnb. Sementara faktor motivasi seperti nilai harga, kebaruan, dan kesenangan secara signifikan memengaruhi niat konsumen untuk membeli kembali Airbnb. Analisis ini diharapkan dapat memberikan hasil yang dapat dipertimbangkan bagi bisnis dan pemasar untuk memengaruhi niat pelanggan untuk membeli kembali platform konsumsi kolaboratif serta program pemasaran yang dapat membantu pemasar hotel untuk bersaing dengan Airbnb.
ANALISIS PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH UNTUK IDENTIFIKASI TANAH TIMBUL DI KOTA/KABUPATEN CIREBON, JAWA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN SENTINEL-2A
Akresi tanah dan abrasi tanah merupakan suatu masalah yang krusial di Indonesia, dikarenakan hal ini berkaitan dengan bagaimana manusia hidup dan cara bertahan hidup. Tanah akresi yang terjadi sebagai bagian dari bentang alam dari Cirebon mempunyai prospek ekonomi yang tinggi serta menjadi isu yang kontroversial ketika lahan akresi yang merupakan lahan kosong ini jatuh ke tangan yang salah dan tidak memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan tanah ini. Akresi tanah adalah fenomena alam yang terjadi akibat aktivitas erosi pantai pada morfologi pantai karena fenomena dinamis yang terjadi dengan karakteristik laut dan juga karena aktivitas sedimentasi pantai di Teluk. Parameter yang digunakan untuk mengukur sedimentasi pada area ini adalah menggunakan penghitungan Untuk mencapai pengukuran pada bahan yang tersuspensi, terdapat dua pengamatan yang digunakan pada metode ini yang pertama menggunakan model hidrodinamika pada model ini, beberapa fenomena bumi seperti gelombang angin, akselerasi gelombang dan data MetOcean digunakan untuk membuat model mengenai sedimen yang tersuspensi di daerah pesisir, terutama di daerah pesisir Cirebon. Selain menggunakan model Delft3D, penginderaan jarak jauh laut digunakan untuk membuat peta deteksi perubahan dengan menggunakan pita optik Sentinel-2A, Total material yang tersuspensi dapat diukur dengan menghitung reflektansi menggunakan B4 (band merah) pada Sentinel 2A/B yang memiliki korelasi besar antara model Delft3D, kemudian penggunaan dari DSAS (Digital Shoreline Analysis) digunakan untuk mencari daerah yang mengalami sedimentasi serta pencarian model curah hujan dengan TRMM (Tropical Rainfall Measurement Mission) untuk mencari kaitan curah hujan dengan sedimentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendefinisikan kembali batas antara tanah akresi untuk tujuan kadaster dan untuk mengetahui penyebab dari akresi tanah berdasarkan model Delft3D dan otoritas yang memiliki tanggung jawab dengan evaluasi tren akresi tanah
SINTESIS, PELABELAN, DAN UJI BIODISTRIBUSI MESO - 5, 15 - DI [3, 4 - BIS (KARBOKSI METILEN OKSI) FENIL] PORFIRIN DAN MESO - 5, 15 - DI [3, 4 - BIS (KARBOKSI METILEN OKSI) FENIL], 10, 20 - DIFENIL PORFIRIN SEBAGAI LIGAN RADIOFARMAKA TERANOSTIK
Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Keterlambatan pendeteksian penyakit ini akan meningkatkan resiko kematian pada penderita. Kanker pada stadium awal pada dasarnya dapat diatasi dengan berbagai macam terapi. Deteksi dini dan terapi kanker lebih awal dapat mengurangi resiko kematian penderita. Selama ini penanganan penyakit kanker dilakukan dengan iradiasi, kemoterapi, atau kombinasi keduanya, dan pengangkatan jaringan kanker. Pengobatan dengan iradiasi hingga kini masih belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, sedangkan kemoterapi bersifat tidak selektif dan sering menginduksi kanker primer kedua sebagai akibat dari sifat karsinogenik yang umumnya juga dimiliki oleh senyawa yang digunakan. Demikian juga dengan pengangkatan jaringan kanker yang sering tidak sempurna. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk menemukan teknik diagnosis dan terapi kanker yang efektif dan aman dalam penggunaannya. Diagnosis dan terapi secara radiofarmasi adalah salah satu alternatif terbaik untuk mengatasi hal tersebut. Pelabelan radionuklida pemancar gamma dan beta pada senyawa pembawa yang selektif berikatan dengan jaringan kanker akan menghasilkan radiofarmaka yang aman dan potensial. Radiasi gamma dapat digunakan untuk diagnosis, sementara partikel beta melalui besaran energi yang dihasilkan dapat membunuh sel kanker. Peranan senyawa pembawa untuk mengantarkan radiasi gamma dan beta pada jaringan kanker menjadikan diagnosis yang tepat dan terapi yang selektif dan aman. Porfirin dan turunannya banyak dipelajari untuk terapi kanker karena memiliki selektivitas yang tinggi terhadap sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis senyawa porfirin baru larut air, meso - 5, 15 - di [3, 4 - bis (karboksi metilen oksi) fenil] porfirin (D3,4BCPP) dan meso - 5, 15 - di [3, 4 - bis (karboksi metilen oksi) fenil], 10, 20 - difenil porfirin (D3,4BCPDPP), melabelnya dengan radionuklida pemancar gamma atau beta, dan uji biodistribusinya untuk menghasilkan kandidat radiofarmaka untuk diagnosis atau terapi kanker. Penelitian diawali dengan pemodelan molekul dan prediksi toksisitas untuk memprediksi stabilitas dan keamanan senyawa yang akan disintesis serta iii kemungkinannya untuk dilabel dengan radionuklida. Hasil pemodelan molekul menggunakan perhitungan metode teori fungsi densitas (density functional theory, DFT) menunjukkan bahwa senyawa D3,4BCPP dan D3,4BCPDPP memiliki energi total yang rendah yang menunjukkan bahwa kedua senyawa tersebut stabil. Gugus karboksilat pada substituen meso senyawa D3,4BCPP dan D3,4BCPDPP dapat dilabel dengan radionuklida rhenium (Re) menghasilkan kompleks Re-D3,4BCP dan Re-D3,4BCPDPP yang lebih stabil walaupun mengalami perubahan molekular senyawa berdasarkan sudut dan panjang ikatan, energi total molekul maupun distribusi elektronnya. Hasil prediksi toksisitas menggunakan ADMET Predictorβ’ menunjukkan bahwa senyawa D3,4BCPP memiliki toksisitas akut terhadap tikus; D3,4BCPDPP mempunyai toksisitas akut pada tikus dan bersifat hepatotoksik; senyawa Re-D3,4BCPP mempunyai toksisitas akut pada tikus, bersifat hepatotoksik dan ada kemungkinan karsinogenik pada tikus dengan mekanisme yang membutuhkan aktivasi mikrosomal hati; dan senyawa Re- D3,4BCPDPP mempunyai toksisitas akut pada tikus dan bersifat hepatotoksik. Namun semua toksisitas itu dapat terjadi jika melewati dosis toksiknya yang tinggi (di atas 3,16 mg/kg bobot badan/hari). Sintesis D3,4BCPP dan D3,4BCPDPP menggunakan metode Lindsey dan Wagner yang dimodifikasi dengan penggunaan dipirometana dan 5-fenildipirometana, menghasilkan senyawa murni D3,4BCPDPP berbentuk kristal berwarna ungu larut air. Kedua senyawa tersebut dikarakterisasi dengan spektrofotometri resonansi magnetik inti. Pelabelan senyawa D3,4BCPDPP dan D3,4BCPP dengan radionuklida 186 Re menghasilkan kompleks 186 Re-D3,4BCPDPP dan 186 Re-D3,4BCPP dengan efektivitas pelabelan berturut-turut 92% dan 91,6% yang diperoleh dengan mekanisme reaksi transkelasi pada kondisi optimum reaksi pada pH 4-5, reduktor SnCl2, waktu inkubasi 60 menit pada suhu kamar, dan penambahan vitamin C untuk meningkatkan stabilitasnya pada penyimpanan. Uji biodistribusi pada mencit normal dan mencit yang diinduksi kanker menunjukkan retensi 186 Re-D3,4BCPDPP yang rendah pada organ-organ vital. Pada mencit yang diinduksi kanker, distribusi 186 Re-D3,4BCPDPP pada tumor 2 jam setelah penyuntikan sebesar 1,45 %ID/g yang bertahan pada level 0,81 %ID/g pada 24 jam setelah penyuntikan. Rasio distribusi 186 Re-D3,4BCPDPP pada tumor terhadap darah pada 2 jam, 4 jam, dan 24 jam setelah penyuntikan berturut-turut adalah 0,621; 0,943; dan 1,07. Sementara rasio distribusi 186 Re-D3,4BCPDPP pada tumor terhadap otot pada 2, 4, dan 24 jam setelah penyuntikan berturut-turut adalah 3,5; 3,4; dan 6,2. Hal ini menunjukkan selektivitas ikatan 186 Re- D3,4BCPDPP pada tumor, dibandingkan dengan jaringan/organ normal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa senyawa 186 Re- D3,4BCPDPP memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai radiofarmaka yang aman dan efektif untuk diagnosis dan terapi kanker.
ALBUM ALUMNI 1987
-
ALBUM ALUMNI 1984
-
STUDI DISTRIBUSI TEGANGAN, FENOMENA KEGAGALAN DAN PENINGKATAN INTEGRITAS MEKANIKAL SAMBUNGAN ADESIF PIPA KOMPOSIT YANG MENDAPAT BEBAN TEKANAN INTERNAL DAN TORSI
Pipa komposit telah dikenal dan dipakai sejak 40 tahun terakhir. Umumnya pipa ini dipakai sebagai alternatif jika penggunaan pipa baja mengalami laju korosi tinggi sehingga tidak lagi ekonomis bahkan bisa membahayakan lingkungan. Kelebihan pipa komposit bukan hanya dari segi ketahanan terhadap korosi, tetapi juga lebih ringan dan bisa lebih kuat jika arah serat dirancang optimal sesuai dengan orientasi tegangan prinsipal. Salah satu persoalan pada pipa komposit adalah keterbatasan metode penyambungan dan sering terjadi kebocoran. Penelitian ini membahas salah satu jenis sambungan yang biasa dipakai, yaitu sambungan adesif. Permasalahan yang terjadi pada sambungan adesif adalah tingginya konsentrasi tegangan pada bagian pinggirnya, baik pada lapisan adesif maupun pada pipa / koplernya. Konsentrasi tegangan tersebut dapat menginisiasi kegagalan yang mengakibatkan sambungan menjadi tidak efektif. Beberapa peneliti telah mengusulkan modifikasi-modifikasi untuk mengatasi permasalahan ini, misalnya merancang model taper joint dan taper/taper joint. Namun metode ini pun dianggap belum memuaskan karena kegagalan masih diawali dari bagian pinggir sambungan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan rancangan optimum dengan integritas yang lebih baik. Untuk mencapai tujuan tersebut, terlebih dahulu dilakukan studi karakteristik sambungan adesif. Studi diawali dengan analisis distribusi tegangan pada lapisan adesif, yang mana lapisan ini dianggap bagian terlemah dari sambungan. Selanjutnya dilakukan studi parametrik untuk mengetahui pengaruh: ketebalan lapisan adesif, panjang sambungan, rasio elastisitas adesif dengan elastisitas pipa, serta rasio ketebalan kopler dengan ketebalan pipa. Parameter-parameter tersebut selanjutnya divariasikan dan dilakukan simulasi numerik untuk mendapatkan rancangan baru dengan konsentrasi tegangan yang minimal. Pada penelitian ini diusulkan dua metode baru untuk sambungan adesif yang relatif berbeda dengan model-model sebelumnya. Model pertama, disebut model sambungan tirus-dalam, adalah sebuah model yang pembuatan tirus dilakukan pada kopler bagian dalam. Metode ini memiliki dampak ganda, di mana penurunan konsentrasi tegangan bukan hanya disebabkan oleh pengecilan penampang kopler, tetapi sekaligus juga karena penebalan lapisan adesif. Model ini lebih efektif dibandingkan model taper joint yang diusulkan peneliti sebelumnya. Model ini bisa menurunkan konsentrasi tegangan menjadi 1,4, suatu angka yang 56,25 % lebih rendah dari konsentrasi tegangan 3,2 pada model tapper joint. Model kedua, disebut model sambungan dua-adesif. Model ini menggunakan dua macam material adesif dengan elastisitas yang berbeda. Adesif material rendah digunakan di bagian pinggir sambungan, sedangkan adesif dengan elastisitas tinggi di bagian tengahnya. Dari analisis numerik diketahui bahwa model ini bisa menurunkan konsentrasi tegangan sebesar 18,75 %, jika dibandingkan dengan model yang memakai satu jenis adesif saja. Penelitian ini dilengkapi dengan studi eksperimental dengan menguji beberapa spesimen sambungan. Distribusi tegangan pada lapisan adesif diukur dengan sensor regangan (strain gauge). Selanjutnya spesimen diberi beban puntir dan tekanan internal. Distribusi tegangan lapisan adesif bisa diketahui dari potensial listrik yang dihasilkan oleh masing-masing sensor. Potensial listrik dibaca dengan seperangkat peralatan pembaca data (akusisi data). Hasil pengukuran distribusi tegangan terhadap lima buah spesimen dengan beban torsi menunjukkan kecendrungan yang sama dengan kajian teoritik dan numerik, meski ada perbedaan-perbedaan hasil pengukuran. Perbedaan yang signifikan terjadi pada spesimen-2 sebesar 20 % pada posisi x/L=0 dan 17 % pada posisi x/L=1. Pengujian spesimen terhadap beban tekanan internal juga menunjukkan kecendrungan yang sama, meski terjadi kesalahan sebesar 20 % pada posisi x/L=1. Studi eksperimental juga dimaksudkan untuk mengamati fenomena kegagalan. Pengujian model tanpa modifikasi yang diberi tekanan internal menunjukkan bahwa secara umum modus kegagalan berupa terjadinya kebocoran. Kebocoran tersebut terjadi pada permukaan batas antara material adesif dengan permukaan pipa / kopler (adhesive failure mode). Dari pengamatan terhadap spesimen yang dipotong, terlihat bahwa kegagalan dimulai dari bagian pinggir (x/L=0). Dari dua model baru yang diusulkan, model tirus-dalam dianggap berhasil mengatasi kebocoran. Pengujian terhadap tiga spesimen model tirus dalam, dua spesimen (spesimen TD-2 dan TD-3) mampu menahan tekanan internal sampai 700 psi (?4,8 MPa, yaitu batas maksimum alat uji). Hanya satu spesimen (spesimen TD-1) yang mengalami kebocoran pada tekanan ?400 psi (?2.76 MPa). Kebocoran pada spesimen TD-1) terjadi karena kualitas produkasinya yang rendah, terlihat adanya porositas-porositas dari penampang potongannya.
SINTESIS PARTIKEL NANO TiO2-KITOSAN DENGAN TEMPLAT KANJI MENGGUNAKAN METODA SOL GEL PADA COTTON SEBAGAI APLIKASI TEKSTIL ANTI UV
Sintesis partikel nano menggunakan TiO2 berbasis air dengan pH basa telah berhasil disintesis dengan menggunakan metode sol-gel dan telah terimobilisasi pada bahan Cotton dengan menggunakan asam sitrat sebagai zat pengikat silang, dengan metoda pad-dry-cure. Proses sintesis dilakukan dengan menggunakan beberapa parameter diantaranya konsentrasi prekursor TiCl4 0.3 M, 0.5 M dan 1.0 M, menggunakan templat kanji 1%, dengan variasi temperatur kalsinasi (400?C,500?C, 600?C) selama 2 jam dan diaplikasikan ke bahan Cotton dengan metoda pad-dry-cure pada temperatur 120?C selama 3 menit. Karakterisasi Scanning Electron Microscope (SEM) untuk melihat morfologi dari hasil sintesis serbuk dan morfologi terimobilisasinya TiO2 pada bahan Cotton. Karakterisasi struktur dilakukan dengan X-Ray Diffraction (XRD), karakterisasi UV-Vis spektrofotometri dilakukan untuk memeriksa band gap, dan karakterisasi Brunauer Emmett Teller (BET) untuk melihat luas permukaan, diameter pori, dan volume rata-rata pori. Untuk aplikasi ke bahan tekstil dilakukan karakterisasi Fourier Transform Infra Red ( FTIR). Berdasarkan hasil Scanning Electron Microscope (SEM) dilihat morfologi partikel memberikan ukuran nano kurang dari 100 nm, pH basa cenderung memberikan partikel yang kecil dan teraglomerasi, setelah diberikan templat kanji distribusi partikel lebih seragam dengan ukuran partikel naik 170 β 200 nm. Karakterisasi X-Ray Diffraction (XRD) memiliki struktur dengan tiga puncak utama (100), (101) dan (102,) fasa kristal yang terbentuk anatase dan rutile, dengan ukuran kristal 5 β 20 nm. Karakterisasi UV-Vis spektrofotometri memberikan nilai band gap 3,1 eV- 3,5 eV dan karakterisasi Brunauer Emmett Teller (BET) tanpa templat kanji 1 % luas permukan spesifik 40,65 m2/g, dengan volume total pori 0,278 cm3/g dengan penambahan templat kanji menjadi lebih kecil dengan luas permukan spesifik 35,44 m2/g dengan volume total pori 0,196 cm3/g , diameter rata-rata pori 20 β 30 nm. Hasil terbaik dari serbuk TiO2 partikel nano pada konsentrasi 0,3 M dengan penambahan templat kanji. Pada karakterisasi aplikasi ke bahan Cotton dilihat morfologi Scanning Electron Microscope (SEM) telah berhasil masuk dan terimobilisasi ke bahan Cotton dengan penambahan kitosan dan asam sitrat sebagai crosslinking sehinggga bisa berfungsi sebagai UV blocking, hasil karakterisasi dikonfirmasi dengan Fourier Transform Infra Red( FTIR), pada puncak 3495cm-1 adanya gugus O- H dan N-H, dan terdapat ikatan hidrogen dari asam karboksilat O β H pada puncak 2546 cm-1 dan adanya gugus Ti-O-Ti pada puncak serapan 511 cm-1.
PEMODELAN 3D MASJID DAARUT TAUHID BANDUNG MENGGUNAKAN TERRESTRIAL LASER SCANNER
Masjid Daarut Tauhid Bandung yang baru saja selesai di renovasi pada tahun 2015 mengalami peningkatan dari segi bentuk bangunannya, arsitektur yang ada, dan konsep ramah lingkungan. Peningkatan-peningkatan tersebut membuat Masjid Daarut Tauhid Bandung yang baru sangat nyaman. Peningkatan ini harus dapat dipertahankan sehingga diperlukan sebuah model 3D dari bentuk masjid ini yang bisa menunjukan bentuk bangunan dan objek yang ada di dalamnya. Model ini dapat digunakan sebagai acuan saat dilakukan pemeliharaan bangunan atau saat ada rekonstruksi apabila terjadi kerusakan misalkan akibat adanya bencana alam. Model 3D tersebut dapat dihasilkan dengan menggunakan teknologi Terrestrial Laser Scanner (TLS). Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah membuat model 3D Masjid Daarut Tauhid Bandung dan mengetahui validitas pengukuran TLS yang dihasilkan. Proses yang dilalui untuk menghasilkan model 3D dari teknologi TLS ini meliputi tahapan perencanaan, akuisisi data, serta pengolahan dan penyajian data. Proses pengolahan data sendiri melalui tahapan georeferensi dengan metode georeferensi langsung, registrasi dengan metode cloud to cloud registration dan filterisasi, serta pembuatan model 3D menggunakan metode manual. Hasil akhir dari pembuatan model ini disajikan dalam bentuk video yang menampilkan keseluruhan bagian dari model 3D yang dihasilkan. Model 3D yang dihasilkan masih memiliki kekurangan yaitu kaligrafi pada bagian luar masjid tidak merepresentasikan bentuk kaligrafi yang sebenarnya, beberapa bagian dari masjid memiliki reflektivitas yang kecil tak bisa didapatkan oleh TLS, dan ada bagian dari atap masjid yang tidak tertangkap oleh TLS akibat posisinya yang terlalu tinggi . Begitu juga dengan proses registrasi yang memiliki RMS 0.010 m. Hasil dari validasi geometrik juga menghasilkan nilai perbedaan maksimal ukuran jarak antara TLS dengan distometer atau pita ukur adalah 0.016 m dengan rata- rata Β±0.005 m.