📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

KINERJA SISTEM AKUISISI DATA ASTROFISIKA OZT-ALTS OBSERVATORIUM ASTRONOMI ITERA LAMPUNG

Sistem akuisisi data astrofisika teleskop OZT-ALTS (Ofyar Zainuddin Tamin - Astelco Lunar Telescope System) di Observatorium Astronomi ITERA (OAIL) Lampung telah dievaluasi kinerjanya melalui tiga pendekatan terintegrasi: karakterisasi detektor secara in situ, pengujian kualitas optik dengan metode Hartmann, dan pemodelan kinerja astronomis berbasis Signal-to-Noise Ratio (SNR). Detektor yang digunakan adalah kamera CMOS ZWO ASI533MC Pro (sensor Sony IMX533) yang dikarakterisasi pada variasi konfigurasi gain mengacu pada standar Abbott (1995) dan European Machine Vision Association (2021). Hasil karakterisasi detektor pada konfigurasi gain 100 menunjukkan sistem gain ???? = 0,2568 ?????/????????????, read-out noise ???????????????????? = 1,487 ????? ????????????, dark current ???? = 0,0637 ?????/ ????/???????????? pada suhu 0°C, Non-Linearitas maksimum ???????????????????? = 1,92%, full-well capacity ? ????? = 12.495 ?????, Photo Response Non-Uniformity (PRNU) piksel murni ???????? = 1,072%, dan Dynamic Range ???????? = 78,49 ???????? atau ~13,04 ???????????????? (berselisih hanya 0,56 stop dari spesifikasi pabrikan). Analisis stabilitas temporal bias menunjukkan 95% konfigurasi gain (0–295) memenuhi seluruh kriteria EMVA (2021). Pengujian kualitas optik dengan metode Hartmann menghasilkan Hartmann Test Constant ???????????? = 0,5095", wavefront error ???????????????????????? = 0,0235????, dan Strehl ratio ???? = 0,9785, mengklasifikasikan sistem optik OZT-ALTS sebagai difraksi-terbatas dengan margin lebih dari tiga kali lipat di atas kriteria Maréchal (????/14). Depth of focus terukur sebesar ±66,3 ?m (±31,6 steps focuser), dan analisis encircled energy menghasilkan ? ?????80 = 0,646? (model Airy) dan 0,751? (model King–Moffat) yang memperhitungkan pengaruh seeing. Pemodelan kinerja astronomis berbasis SNR menggunakan parameter detektor hasil karakterisasi in situ menghasilkan limiting magnitude ??????? = 18,43 ???????????? (???????????? ? 5, ???? = 300 ????, langit gelap, filter UV-IR Cut), dengan rentang 16,82–19,47 mag bergantung pada waktu eksposur dan kecerahan langit. Analisis kontribusi noise pada kondisi pengamatan riil mengidentifikasi dark current sebagai komponen dominan (65,0% varians total), konsekuensi dari akumulasi termal di lingkungan tropis Lampung. Analisis sensitivitas mengonfirmasi bahwa dark current merupakan parameter terkritis (??????????? hingga +0,67 mag apabila dikurangi), diikuti oleh potensi peningkatan dari perbaikan seeing (??????????? hingga +1,54 mag pada full widht at half maximum 0,5 arcsec). Berdasarkan seluruh hasil tersebut, konfigurasi gain 100 dikonfirmasi sebagai konfigurasi referensi optimal dengan strategi sub-eksposur ?300 s dan stacking untuk objek redup. Program pengamatan yang paling sesuai dengan kapabilitas sistem mencakup fotometri bintang variabel, kurva cahaya asteroid Near-Earth Object (NEO), transit eksoplanet, dan monitoring Active Galactic Nucleus (AGN). Optimasi sistem pendinginan Thermo Electric Cooler (TEC) untuk menurunkan suhu sensor ke ?10°C atau lebih rendah diidentifikasi sebagai intervensi tunggal dengan dampak terbesar terhadap kinerja sistem, berpotensi meningkatkan m??? sebesar +0,3 hingga +0,7 mag.

2026
👤 Penulis: Syifa Nailah Muazarah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

SINTESIS, KARAKTERISASI, DAN EVALUASI KINERJA NANOKOMPOSIT PT-DECORATED RGO-SNO? BERBASIS BATUBARA SEBAGAI MATERIAL SENSOR GAS CO TEMPERATUR RENDAH

Emisi karbon monoksida (CO) dari gas buang kendaraan dan sistem pembakaran adalah gas berbahaya karena gas ini tidak berwarna dan tidak berbau, memiliki afinitas tinggi terhadap hemoglobin, dan pada konsentrasi tertentu dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga kematian, sehingga deteksi dini pada konsentrasi dan temperatur rendah menjadi krusial. Kinerja sensor gas CO berbasis metal-oxide semiconductor (MOS) konvensional, seperti SnO2 dan ZnO murni, umumnya beroperasi pada temperatur tinggi (³ 350 °C) untuk mencapai sensitivitas yang memadai, sehingga berdampak pada konsumsi energi yang besar dan keterbatasan kondisi aplikasinya dalam pemantauan kualitas udara maupun keselamatan kerja. Di sisi lain, material karbon dua dimensi seperti reduced graphene oxide (rGO) menawarkan luas permukaan tinggi, mobilitas pembawa muatan yang baik, serta kemudahan rekayasa struktur, sehingga berpotensi meningkatkan respons terhadap gas target (CO) pada temperatur operasi yang rendah. Namun, keterbatasan cadangan grafit alam global, mendorong pencarian material alternatif prekursor rGO. Batubara berpotensi sebagai material prekursor rGO karena dapat memanfaatkan sumberdaya lokal yang besar dan biaya produksi yang relatif lebih murah. Penelitian ini secara sistematik mempelajari sintesis, karakterisasi, dan evaluasi kinerja rGO berbasis batubara dan SnO2 dalam arsitektur nanokomposit, serta memanfaatkan efek katalitik logam platinum (Pt) sebagai material aktif sensor dalam mendeteksi CO pada temperatur rendah. Penelitian diawali dengan reduksi ukuran batubara bituminus (C) hingga -200 mesh. Sampel C dilakukan pre-treatment via demineralisasi melalui pelindian bertahap dengan 1 M HF dan 0,5 M HNO3, dilanjutkan karbonisasi pada temperatur 700 °C selama 2 jam, dan diikuti aktivasi CO2 pada temperatur 800 °C selama 1 jam dengan laju pemanasan keduanya 5 °C/menit dan laju aliran gas 1 L/menit. Sintesis graphene oxide (GO) dilakukan menggunakan metode Hummers yang dimodifikasi. Lalu GO direduksi secara kimia menggunakan asam askorbat dengan pemanasan cepat menggunakan microwave selama 3 menit pada 1.000 Watt dalam kondisi pH larutan 8. GO lalu dilakukan thermal annealing menggunakan gas argon dan CO2 pada 800 °C selama 1 jam dengan laju aliran gas 70 mL/menit untuk memperoleh rGO berbasis batubara. Selanjutnya, nanokomposit rGO-SnO2 (CRS) iii disintesis menggunakan metode poliol dengan pengaturan komposisi SnO2 yang kemudian dimodifikasi lebih lanjut melalui dekorasi Pt guna membentuk material aktif Pt-decorated rGO-SnO2 (CPRS). Karakterisasi material dan produk dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap sifat fisika-kimianya, meliputi X-ray diffraction (XRD) untuk identifikasi struktur dan bidang kristal, Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR) untuk analisis gugus fungsional, Raman spectroscopy untuk mengevaluasi kristalinitas dan disorder, scanning electron microscopeenergy dispersive spectroscopy (SEM-EDS) untuk analisis morfologi dan komposisi unsur, thermogravimetric analysis (TGA) untuk mengevaluasi stabilitas termal, serta N2 sorption isotherm dengan metode Brunauer-Emmett-Teller (BET), Barrett-Joyner-Halenda (BJH), dan t-plot untuk analisis tekstur pori dan luas permukaan spesifik. Material aktif yang dihasilkan kemudian difabrikasi menjadi thick film sebagai elemen sensor kemiresistif dan diuji terhadap gas CO pada variasi konsentrasi 1 – 30 ppm dan temperatur kerja 50 – 350 °C untuk mengevaluasi sensitivitas, waktu respon dan recovery, serta selektivitas terhadap gas interferen (SO2 dan CO2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pre-treatment batubara secara signifikan menurunkan kandungan abu dari 2,16 wt% (db) menjadi 0,29 wt% (db) serta kandungan volatile matter (VM) dari 41,15 wt% (db) menjadi 1,18 wt% (db). rGO hasil sintesis memiliki struktur kristal dan morfologi khas lembar graphene dengan nilai d(002) masing-masing sebesar 0,373 nm untuk rGO-Ar (RA) dan 0,376 nm untuk rGO-CO2 (RC), serta jumlah lapisan graphene pada daerah koherennya masing-masing sebanyak 4 dan 3 lapisan. RC menunjukkan luas permukaan tinggi hingga 720 m2/g dan berperan sebagai matriks konduktif yang efektif dalam nanokomposit rGO-SnO2. Selain itu, RC memiliki proporsi volume mikropori terhadap volume pori total sebesar 0,522 dengan diameter pori rata-rata 1,202 nm, yang termasuk kategori mikropori (< 2 nm). Karakteristik tersebut mendukung peningkatan adsorpsi gas pada material sensor. Nanokomposit CRS-1 menunjukkan respons maksimum sebesar 91,29% terhadap 30 ppm CO pada suhu 200 °C dengan waktu respons dan recovery masing-masing 0,88 dan 0,67 menit. Dekorasi Pt 0,3 at% (CPRS-0,3) lebih lanjut meningkatkan kinerja sensor hingga mencapai respons maksimum 99,84%, dengan waktu respons dan recovery yang lebih cepat masingmasing 0,33 dan 0,29 menit serta menunjukkan sensitivitas yang baik terhadap CO pada konsentrasi serendah 1 ppm. Peningkatan kinerja tersebut dikaitkan dengan sinergi heterojunction rGO-SnO2, mekanisme oxygen spillover, dan sensitisasi katalitik Pt yang mempercepat transfer muatan serta kinetika reaksi permukaan, sehingga menghasilkan sensor CO yang sensitif, selektif, dan berperforma tinggi.

2026
👤 Penulis: Arief Lazunni
🏷️ Karbon Dua Dimensi 🏷️ Sensor Gas Karbon Monoksida 🏷️ Reduksi Batubara

OPTIMISASI PORTOFOLIO SAHAM IHSG DENGAN NAVIGASI INTERAKTIF BERBASIS MARKOV SWITCHING, XGBOOST, GJR-GARCH, DAN TODIM

Investasi di pasar saham Indonesia menghadapi tantangan seleksi dan optimisasi portofolio yang kompleks akibat dinamika pasar yang berubah-ubah, asimetri volatilitas, dan kebutuhan pertimbangan multikriteria. Penelitian ini mengusulkan kerangka terintegrasi untuk optimisasi portofolio saham pada IHSG dengan menggabungkan Model Markov Switching Variance (MSV) untuk deteksi rezim pasar, XGBoost untuk prediksi return, GJR-GARCH(1,1,1) untuk pemodelan volatilitas asimetris, dan TODIM berbasis ESG untuk seleksi saham multikriteria. Portofolio optimal diperoleh melalui optimisasi mean-variance dengan navigasi interaktif menggunakan metode TBIN. Kinerja kerangka usulan (MV+TODIM+ESG) dievaluasi terhadap dua metode acuan, yaitu MV+ESG dan MV+TODIM. Hasil menunjukkan bahwa setiap metode unggul pada dimensi yang berbeda: MV+ESG mencatatkan return dan Sharpe Ratio tertinggi, MV+TODIM mendominasi metrik berbasis return, sedangkan MV+TODIM+ESG secara konsisten menghasilkan volatilitas dan max drawdown terendah. Penambahan filter ESG pada kerangka usulan menekan potensi return sehingga metode ini paling sesuai bagi investor risk-averse yang memprioritaskan stabilitas portofolio dan keberlanjutan.

2026
👤 Penulis: Juan Christian Abimanyu
🏷️ Optimisasi Portofolio Saham 🏷️ Model Markov Switching Variance (Msv) 🏷️ Xgboost Untuk Prediksi Return

BAGAIMANA CARA MENINGKATKAN PERSENTASE HUNIAN SEBAGAI RESPON TERHADAP KEBIJAKAN EFISIENSI ANGGARAN PEMERINTAH INDONESIA? KASUS HOTEL MITRA BANDUNG

Dalam lingkungan bisnis yang semakin dinamis saat ini, industri perhotelan menghadapi tantangan signifikan akibat perubahan regulasi eksternal dan pergeseran perilaku pasar. Di Indonesia, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah telah menciptakan gangguan besar bagi hotel yang sangat bergantung pada permintaan terkait pemerintah, khususnya di destinasi perkotaan seperti Bandung. Kasus ini meneliti bagaimana Mitra Hotel Bandung dapat meningkatkan tingkat huniannya sebagai respons terhadap kebijakan efisiensi anggaran pemerintah Indonesia, khususnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 54/2024 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 190/2024, yang secara signifikan mengurangi pengeluaran perjalanan dinas dan acara. Kasus ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memberikan pemahaman mendalam tentang penurunan hunian dan solusi strategis yang dibutuhkan untuk pemulihan. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan General Manager Mitra Hotel Bandung, didukung oleh data sekunder dari platform perjalanan online dan laporan industri. Analisis ini menerapkan beberapa alat diagnostik strategis, termasuk Analisis Garis Waktu, Analisis Siklus Hidup Hotel, Analisis PESTEL, Lima Kekuatan Porter, Pemetaan Persepsi, Analisis Rantai Nilai, dan Pemetaan Perjalanan Pelanggan. Selanjutnya, pengembangan solusi disusun menggunakan Matriks TOWS dan didukung oleh Matriks RACI untuk memastikan perencanaan eksekusi yang jelas. Temuan menunjukkan bahwa Mitra Hotel Bandung mengalami penurunan struktural dalam tingkat hunian yang disebabkan oleh penurunan tajam pemesanan hari kerja dari segmen pemerintah, diperparah oleh kelemahan internal seperti fasilitas yang ketinggalan zaman, adopsi teknologi yang terbatas, dan diferensiasi pengalaman pelanggan yang tidak memadai. Berdasarkan analisis terintegrasi, kasus ini mengusulkan enam inisiatif strategis berurutan yang terdiri dari Penyegaran Hotel, Pemfokusan Ulang Pasar, Peningkatan Layanan, Hidupkan Hotel, Magnet Komunitas, dan Peningkatan Digital. Strategi-strategi ini diproyeksikan untuk secara bertahap memulihkan kinerja hunian dari sekitar 44,40% menjadi sekitar 80% melalui diversifikasi pasar, peningkatan layanan, aktivasi pengalaman, dan visibilitas digital yang lebih kuat. Hasil studi kasus ini memberikan rekomendasi strategis praktis bagi Mitra Hotel Bandung untuk mengurangi ketergantungan pada permintaan pemerintah dan memperkuat daya saingnya di pasar perhotelan Bandung. Kata Kunci: Tingkat Hunian Hotel, Kebijakan Efisiensi Anggaran Pemerintah, Regenerasi Strategis, Strategi Perhotelan, Mitra Hotel Bandung

2026
👤 Penulis: Yasmin Hanifah
🏷️ Tingkat Hunian Hotel 🏷️ Efisiensi Anggaran Pemerintah 🏷️ Regenerasi Strategis

FABRIKASI MATERIAL FOTOKATALIS BERBASIS KOMPOSIT PVA/PANI/FE-DOPED ZNO UNTUK DEGRADASI TETRASIKLIN DI BAWAH CAHAYA TAMPAK

Pencemaran air oleh polutan antibiotik, khususnya tetrasiklin, telah menjadi isu genting dalam skala global. Pendekatan konvensional melalui metode fisik dan biologis memiliki kelemahan seperti hanya mampu memisahkan polutan dari air tanpa mendegradasinya serta perlu pH dan suhu kerja terkontrol. Dalam rangka mengatasi kekurangan ini, diperkenalkan metode Advanced Oxidation Processes (AOPs) yang menawarkan konsep oksidasi polutan oleh spesies radikal oksidatif dengan bantuan cahaya dan material fotokatalis secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk membuat fotokatalis berbentuk serbuk PANI/Fe-doped ZnO dan film PVA/PANI/Fe-doped ZnO berbasis zinc ash untuk mendegradasi tetrasiklin dengan bantuan cahaya tampak. Prekursor ZnO diekstraksi dari zinc ash dengan menggunakan metode hidrometalurgi dan presipitasi. Kemudian, komposit PANI/ Fe-doped ZnO disintesis menggunakan metode polimerisasi in-situ. Selanjutnya, film komposit PVA/PANI/Fe-doped ZnO difabrikasi menggunakan metode dropcasting. Hasil karakterisasi XRD memvalidasi keberadaan struktur ZnO wurtzite dan NaCl dalam sampel zinc ash dan PANI/Fe-doped ZnO. Analisis XRF mengonfirmasi keberadaan unsur Zn sebagai unsur penyusun utama dan terdapat unsur Fe serta pengotor lain dalam konsentrasi yang ditemukan lebih kecil pada pH 10 dibanding pH 11. Selanjutnya, uji degradasi fotokatalisis tetrasiklin oleh sampel PANI/Fe-doped ZnO menunjukkan degradasi di bawah cahaya tampak untuk berbagai variasi massa dalam rentang 31,99% hingga 38,36%, sedangkan pada sampel Fe-doped ZnO berkisar antara 71,59% hingga 77,99%. Diperoleh kesimpulan bahwa Fe-doped ZnO berbasis zinc ash berhasil disintesis dan menunjukkan potensi yang menjanjikan dalam mengurai tetrasiklin dengan menggunakan mekanisme AOPs.

2026
👤 Penulis: Salma Aridha Muflihah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

BAGAIMANA MATA UANG KRIPTO MEMBENTUK MASA DEPAN PEMBELIAN DIGITAL DAN IMPLIKASI MASA DEPAN DALAM PEMBIAYAAN

Studi ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam topik spesifik ini, mengingat statusnya sebagai isu hangat sejak masa pandemi dan maraknya pembicaraan mengenai mata uang kripto di berbagai kalangan. Proyek ini akan berfokus terutama pada aspek teknologi, regulasi, dan faktor-faktor lain yang memengaruhinya, didukung oleh ketersediaan data yang melimpah terkait topik tersebut. Selain itu, studi ini akan menyoroti evolusi mata uang kripto serta perkembangan bidang penelitian ini dari waktu ke waktu. Pembahasan juga akan mencakup persepsi risiko masyarakat yang cenderung menganggap segala hal terkait mata uang kripto sebagai sesuatu yang "mencurigakan" atau "tidak aman", sekaligus berupaya meluruskan berbagai kesalahpahaman publik mengenai topik keuangan yang tergolong sensitif ini. Kata Kunci: Metode pembayaran digital, pasar keuangan, keriangan, pasar mata uang kripto

2026
👤 Penulis: Dhio Putra Dinanto Yunikot
🏷️ Metode Pembayaran Digital 🏷️ Pasar Keuangan 🏷️ Evolusi Teknologi Keuangan

KEDEKATAN YANG MENGGELISAHKAN: EKSPRESI FAMILIARITAS DAN KETIDAKNYAMANAN MELALUI SENI LUKIS

Interaksi sehari-hari dengan orang terdekat seperti dalam keluarga maupun komunitas ada kalanya pesan yang dianggap remeh-temeh namun memiliki dampak pada batin alam bawah sadar. Interaksi yang disebut adalah infantilisasi, di mana orang lain diperlakukan seolah-olah mereka masih anak-anak, bahkan ketika mereka sepenuhnya mampu membuat keputusan dan mengurus diri sendiri. Fenomena tersebut dialami oleh penulis pribadi. Penulis merasa ketidaknyamanan namun ada perasaan familiaritas yang penulis rasa itu membuat penulis tidak bisa tinggalkan seluruhnya. Padahal perasaan ketidaknyamanan adalah petunjuk untuk menghindari agar dapat ke tempat yang lebih baik. Penulis menyadari akan dampak dari kebanalitasan infantilisasi terbawa ke alam bawah sadar penulis yang kemudian mempengaruhi perilaku penulis. Perasaan akibat banalitas infantilisasi ini yang ingin penulis ekspresikan melalui seni lukis. Objek visual yang dipilih adalah figur yang diabstraksi untuk memperlihatkan sikap serta ketidaklengkapan tubuh yang satu, jendela dengan pola jalusi rumah betawi, ruang yang terdistorsi seperti alam mimpi dan bayangan figur. Tugas akhir ini menggunakan metode eksploratif mencari bentuk sikap dan sapuan kuas untuk membentuk suasana yang mengekspresikan ketidaknyamanan. Tujuannya untuk menjelaskan ketidaknyamanan dan familiaritas kebanalan infantilisasi dalam bentuk ruang, sikap karakter figur melalui sapuan warna dalam karya lukis. Hasil dari tugas akhir ini mengungkapkan bentuk ruang dengan cahaya temaram kemerahan, bayangan, jendela merah dalam, bentuk jalusi yang diabstraksikan, dan berbagai sikap figur menenangkan diri dengan bentuk karakter naif.

2026
👤 Penulis: Rasya Cinta Putri Wibowo
🏷️ Psikologi Interaksi Personal 🏷️ Seni Lukis 🏷️ Analisis Infantilisasi

PENILAIAN KEUANGAN BERBASIS OPSI RIIL UNTUK PROYEK PENGEMBANGAN BATU BARA HIBRIDA DI INDONESIA

Batu bara merupakan salah satu sumber energi terpenting bagi Indonesia karena ketersediaannya yang melimpah di dalam negeri. Komoditas penting ini telah memberikan kontribusi besar bagi perekonomian dan keamanan energi Indonesia. Namun, penggunaan batu bara yang berkelanjutan menyebabkan masalah lingkungan karena emisi CO2 yang dilepaskan selama pembakaran. Untuk mengatasi masalah ini, batu bara hibrida dapat digunakan sebagai sumber energi transisi untuk membantu Indonesia melakukan dekarbonisasi sektor energinya sekaligus menjaga keamanan energi. Batu bara hibrida adalah produk dari pencampuran batu bara dan biomassa untuk membentuk campuran bahan bakar yang memiliki kepadatan energi tinggi dan karakteristik karbon netral. Kelayakan ekonomi pabrik batu bara hibrida di Indonesia belum ditelaah dalam penelitian sebelumnya. Penelitian ini merupakan studi pertama yang bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi pembangkit listrik tenaga batu bara hibrida menggunakan simulasi DCF, Simulasi Monte Carlo (MCS), dan Penilaian Opsi Riil (ROV) menggunakan Binomial Lattice. Simulasi didasarkan pada masalah kasus nyata di bawah harga pasar batu bara yang tidak pasti untuk mengevaluasi risiko implementasi proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan penambangan batubara hibrida berdasarkan tiga skenario: Skenario 1 menggunakan tepung sebagai perekat, skenario 2 menggunakan molase sebagai perekat, dan skenario 3 menggunakan kaolin sebagai perekat. Berdasarkan analisis menggunakan metode DCF, hanya skenario 3 (kaolin) yang menghasilkan NPV positif dan IRR di atas faktor diskonto. Skenario 1 dan 2 menghasilkan NPV positif mendekati titik impas tetapi dengan IRR di bawah faktor diskonto. Berdasarkan analisis DCF, skenario tiga menghasilkan NPV sebesar USD 1,24 juta, IRR sebesar 15,46%, dan PI sebesar 1,02. Menggunakan MCS, volatilitas NPV proyek dihitung sebesar 89,78%, risiko proyek berasal dari ketidakpastian harga batubara hibrida. Menurut MCS dan ROV, risiko proyek memiliki NPV negatif di masa depan masing-masing adalah 13,13% dan 38,72%. Analisis ROV yang dilakukan menggunakan Binomial Lattice memberikan nilai opsi tambahan sebesar USD 0,08 juta jika proyek dapat dihentikan kapan saja di masa mendatang (opsi untuk meninggalkan proyek) dan nilai opsi tambahan sebesar USD 1,23 juta jika kapasitas pabrik dapat diperluas di masa mendatang. Berdasarkan hasil ini, proyek pabrik batubara hibrida dengan skenario 3 dapat menghasilkan NPV positif tetapi masih memiliki risiko yang cukup besar tanpa penambahan opsi riil. Oleh karena itu, beberapa langkah direkomendasikan untuk meningkatkan valuasi proyek dan meminimalkan risiko, dengan mengadopsi opsi untuk menambah kapasitas dan meninggalkan proyek, mengeksplorasi skema harga batubara hibrida yang tidak terikat pada harga pasar batubara, dan menelaas pasar di luar pasar energi batubara tradisional yang berpotensi.

2026
👤 Penulis: Joshua Theodore Setyawan
🏷️ Energi Batu Bara 🏷️ Analisis Keuangan 🏷️ Dekarbonisasi Sistem Energi

PERANCANGAN BUKU VISUAL INTERAKTIF SEBAGAI MEDIA REFLEKSI DIRI MELALUI NOSTALGIA MASA LALU BAGI DEWASA MUDA USIA 22–30 TAHUN

Penelitian ini merancang sebuah buku visual interaktif sebagai media refleksi diri berbasis nostalgia positif bagi dewasa muda usia 22–30 tahun yang berada pada fase transisi kehidupan dan rentan terhadap tekanan emosional. Perancangan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan media reflektif non-klinis yang dapat membantu individu mengenali emosi, memaknai pengalaman personal, serta menumbuhkan rasa syukur terhadap hal – hal sederhana dalam kehidupan. Metode perancangan menggunakan pendekatan Design Thinking yang meliputi tahap empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan psikolog dan desainer, penyebaran kuesioner kepada dewasa muda usia 22–30 tahun, serta observasi terhadap buku refleksi diri dan buku cetak interaktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa narasi reflektif, ilustrasi bernuansa nostalgia, elemen paper engineering, serta aktivitas sederhana seperti menulis dapat mendukung keterlibatan emosional pembaca dalam proses refleksi diri. Berdasarkan hasil tersebut, dirancang sebuah buku visual interaktif yang memadukan unsur visual, naratif, taktil, dan partisipatif sebagai media refleksi diri melalui nostalgia positif secara suportif, personal, dan relevan bagi dewasa muda.

2026
👤 Penulis: Jeovanny Izzati
🏷️ Desain Interaksi 🏷️ Refleksi Diri 🏷️ Nostalgia Positif

MENYEIMBANGKAN VISIBILITAS DAN EKSKLUSIVITAS: PERAN SALURAN DIGITAL DALAM MEMBENTUK PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP ZEGNA

Studi ini mengeksplorasi bagaimana saluran digital membentuk ekuitas merek berbasis konsumen dalam konteks merek mewah, dengan fokus khusus pada ZEGNA. Merek mewah secara tradisional membangun nilainya melalui akses terkontrol, keahlian, warisan, prestise, dan eksklusivitas simbolis. Namun, munculnya platform digital telah mengubah cara konsumen bertemu, menafsirkan, dan mengevaluasi merek mewah. Meskipun saluran digital dapat meningkatkan visibilitas, kesadaran, dan keterlibatan, saluran tersebut juga dapat menciptakan ketegangan bagi merek mewah karena paparan yang berlebihan dapat melemahkan eksklusivitas dan keaslian. ZEGNA memberikan kasus yang relevan untuk meneliti ketegangan ini karena merek tersebut diposisikan dalam segmen kemewahan yang tenang, di mana eksklusivitas dikomunikasikan melalui kehalusan, keahlian yang halus, keanggunan yang bersahaja, dan warisan daripada logo yang mencolok atau visibilitas massal. Studi ini mengadopsi kerangka kerja Ekuitas Merek Berbasis Pelanggan Keller untuk meneliti empat dimensi ekuitas merek: kesadaran merek, citra merek, respons merek, dan hubungan merek. Penelitian ini berfokus pada bagaimana konsumen menafsirkan saluran digital ZEGNA, termasuk situs web resminya, kehadiran media sosial, dan komunikasi merek online. Studi ini menggunakan pendekatan eksploratif kualitatif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan konsumen yang mengenal ZEGNA, telah membeli produknya, atau telah berinteraksi dengan platform digitalnya. Data dianalisis menggunakan metodologi Gioia untuk mengidentifikasi konsep tingkat pertama, kategori tingkat kedua, dan tema agregat. Pendekatan ini memungkinkan studi untuk menangkap bagaimana konsumen membangun makna dari kehadiran digital ZEGNA dan bagaimana makna-makna ini berkontribusi pada pembentukan ekuitas merek mewah. Temuan menunjukkan bahwa saluran digital ZEGNA berkontribusi pada ekuitas merek melalui visibilitas digital selektif, sinyal keahlian digital, otentisitas berbasis warisan, dan resonansi merek berbasis identitas. Konsumen tidak hanya memandang eksklusivitas ZEGNA sebagai sesuatu yang bergantung pada harga atau kelangkaan produk, tetapi juga melalui komunikasi yang terkendali, asosiasi dengan kemewahan yang tenang, warisan penjahitan, dan kesesuaian simbolis dengan gaya hidup yang berkelas. Studi ini berkontribusi pada literatur branding mewah digital dengan menunjukkan bagaimana saluran digital dapat memperkuat ekuitas merek berbasis konsumen tanpa harus bergantung pada paparan massal atau promosi digital yang agresif. Kata kunci: Eksklusivitas Simbolis, Merek Mewah, ZEGNA, Kemewahan Digital, Persepsi Konsumen, Makna Merek, Prestise & Keaslian, Studi Kualitatif, Platform Digital

2026
👤 Penulis: Adnan Gracia Koritelu
🏷️ Merek Mewah 🏷️ Saluran Digital 🏷️ Persepsi Konsumen

KUANTIFIKASI KANDUNGAN KARAGENAN, KADAR ABU DAN BAHAN ORGANIK PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (EUCHEUMA COTTONII) DENGAN SISTEM RESIRKULASI BERBASIS DARAT

Rumput laut Eucheuma cottonii merupakan komoditas strategis sektor perikanan dengan nilai ekonomi tinggi, terutama karena kandungan karagenannya yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku di berbagai industri. Meskipun Indonesia termasuk salah satu produsen utama rumput laut dunia, kualitas bahan baku dan produktivitas rendemen karagenan masih menghadapi berbagai kendala, khususnya akibat fluktuasi kondisi lingkungan pada sistem budidaya konvensional di perairan terbuka. Sistem resirkulasi berbasis darat ini menjadi alternatif yang memungkinkan parameter lingkungan secara lebih stabil dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kandungan karagenan serta mengukur kadar abu dan bahan organik pada Eucheuma cottonii yang dibudidayakan dalam sistem resirkulasi berbasis darat dengan tangki yang saling terhubung disertai sistem filtrasi pada container box. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House B3, Institut Teknologi Bandung, Kampus Jatinangor, selama 64 hari. Bibit Eucheuma cottonii yang digunakan berasal dari petani di Lampung dengan bobot awal sekitar ±50 g. Parameter yang diukur meliputi kadar karagenan, abu, bahan organik, serta laju pertumbuhan spesifik (SGR) karagenan. Selain itu, kualitas air dan mikroklimat dipantau secara berkala guna memastikan kondisi pertumbuhan yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan karagenan pada Eucheuma cottonii mengalami fluktuasi selama masa budidaya dengan peningkatan pada fase pertumbuhan aktif di HST 0-24, HST 40-44, dan HST 56-64, dengan laju pembentukan rendemen karagenan berturut-turut sebesar 0,87% day?1, 4,16% day?1, dan 1,11 % day?1. Nilai tertinggi rendemen karagenan berada di 6,68%, terendah di 4,11% dengan rata-rata 5,25%. Sementara itu, nilai kadar abu dan bahan organik selama budidaya diperoleh nilai tertinggi 66,36% dan 49,08%, terendah 50,92% dan 33,65% dengan rata-rata 56,08% dan 43,92%. Meskipun menawarkan stabilitas lingkungan, sistem resirkulasi berbasis darat dalam studi ini belum mampu menghasilkan kualitas karagenan yang setara dengan sistem konvensional. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan sistem dalam mereplikasi faktor alami yang mendukung akumulasi senyawa bioaktif secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi lebih lanjut pada manajemen nutrien, pengendalian epifit, dan kepadatan tanam agar sistem ini dapat menjadi alternatif kompetitif bagi industri karagenan di masa depan.

2026
👤 Penulis: Shabrina Ulima Khairunnisa
🏷️ Karagenan 🏷️ Resirkulasi Berbasis Darat 🏷️ Hidrologi

PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN DAN PENILAIAN SAHAM PERUSAHAAN AIR MINUM DALAM KEMASAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (CLEO DAN ADES)

Industri air minum kemasan menawarkan potensi pertumbuhan jangka panjang bagi perusahaan, didorong oleh pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan tren gaya hidup sehat. Oleh karena itu banyak perusahaan yang memasuki industri air minum dalam kemasan ini. Namun hanya beberapa perusahaan mengembangkan bisnisnya melalui pasar modal sehingga perusahaan yang terdaftar di bursa saham indonesia belum tentu menarik seperti industrinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan, nilai intrinsik dan valuasi saham pada perusahaan air minum dalam kemasan yang listed di bursa saham indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan top down analisis yang dimulai dari ekternal analisil, dilanjutkan dengan internal analisis yaitu menilai kinerja keuangan terkait ratio profitabilitas, ratio aktivitas, solvabilitas dan likuiditas, kemudian valuasi saham menggunakan Garp valuation, Absolute Valuation dan DCF valuation. Penelitian ini menggunakan data tahun 2017-2025 pada PT Sariguna Primatirta Tbk (Cleo) yang merupakan perusahaan yang fokus pada satu segmen saja dan PT Akasha Wira internasional Tbk (ADES) yang merupakan perusahaan terdiversifikasi dengan segmen kosmetik dan segmen makanan dan minuman. Untuk air dalam kemasan memiliki kontribusi sebesar 33-38% terhadap seluruh pendapatan. Hasil external analisis menunjukkan bahwa industri air minum dalam kemasan menarik dalam jangka panjang walaupun memiliki tekanan pada kompetitif yang tinggi. sedangkan pada analisis kinerja keuangan hasilnya menunjukkan bahwa ADES secara konsolidasi lebih unggul pada ratio profitabilitas, ratio likuiditas dan fixed asset turnover sedangkan CLEO lebih unggul pada ratio aktivitas. Kemudian, berdasarkan penilaian relatif, CLEO dinilai terlalu tinggi dibandingkan dengan ADES, dan berdasarkan penilaian DCF, CLEO dinilai lebih tinggi dengan nilai intrinsik sebesar Rp393 dan margin of safety sebesar -1%, sedangkan ADES dinilai terlalu rendah dengan nilai intrinsik sebesar Rp26.883 dan margin of safety sebesar 37%. kemudian berdasarkan penilaian GARP, yang diukur berdasarkan tingkat pertumbuhan berkelanjutan (SGR), menunjukkan bahwa CLEO dinilai terlalu tinggi dengan nilai intrinsik sebesar Rp260 dan margin of safety (MOS) sebesar -53%, sedangkan ADES dinilai terlalu rendah dengan nilai intrinsik sebesar Rp27.657 dan margin of safety sebesar 39%. Sedangkan jika diukur berdasarkan pertumbuhan CAGR EPS, menunjukkan bahwa CLOE juga masih dinilai terlalu tinggi dengan nilai intrinsic Rp308 dan margin of safety (MOS) sebesar -29% dan ADES dinilai juga terlalu rendah dengan nilai intrinsic sebesar Rp49,028 dan margin of safety (MOS) sebesar 65%. Oleh karena itu, bagi investor yang berfokus pada nilai dan potensi pertumbuhan, ADES dapat menjadi pilihan yang menarik untuk investasi jangka panjang, sedangkan bagi investor yang percaya pada pertumbuhan yang tinggi, CLEO dapat menjadi pilihan investasi yang menarik.

2026
👤 Penulis: Restu Amalia
🏷️ Kepatuhanan Keuangan 🏷️ Analisis Valuta Saham 🏷️ Industri Air Minum Dalam Kemasan

PERANCANGAN DESAIN KARAKTER KONSEP VISUAL NOVEL "SUCCULENT CARE" SEBAGAI MEDIA EDUKASI PEMELIHARAAN TANAMAN SUKULEN BAGI PEKERJA INDOOR GEN Z

Penelitian ini berfokus pada perancangan desain karakter untuk media edukasi interaktif berupa visual novel "Succulent Care" guna mengatasi kesenjangan pengetahuan perawatan tanaman sukulen di kalangan pekerja Generasi Z di lingkungan perkantoran. Dengan memanfaatkan metode Manga Matrix dari Hiroyoshi Tsukamoto, desain karakter dikembangkan sebagai personifikasi tanaman dan mentor virtual, yang bertujuan menciptakan koneksi emosional dan menyampaikan informasi perawatan dengan cara yang menarik. Visual novel ini dirancang dengan narasi bercabang dan elemen gamifikasi untuk meningkatkan keterlibatan pengguna. Diharapkan, media ini tidak hanya menjadi alat edukasi yang efektif, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan desain karakter dalam konteks pendidikan digital serta meningkatkan kesejahteraan dan kesadaran lingkungan di tempat kerja.

2026
👤 Penulis: Reita Mulya Nurrahmah
🏷️ Desain Karakter 🏷️ Pendidikan Digital 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN SUBSISTEM PENANGANAN DATA DAN KONEKTIVITAS PADA TAMBAQ: ALAT PEMANTAU KUALITAS AIR PORTABEL UNTUK BUDIDAYA UDANG

Industri budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) di Indonesia didominasi oleh tambak tradisional-plus yang mencakup 82,4% luas tambak nasional, namun rentan terhadap rendahnya tingkat kelangsungan hidup dan tingginya rasio konversi pakan akibat lemahnya manajemen kualitas air. PT Qimtronics sebelumnya mengembangkan alat pemantauan dengan model penjualan perangkat, tetapi model tersebut tidak efektif karena harga alat jauh melampaui kemampuan modal petambak. Sebagai solusi, Qimtronics beralih ke model layanan pemantauan berbasis langganan, di mana penyedia jasa menjual data kualitas air yang tervalidasi, bukan perangkatnya. Model ini menuntut agar setiap catatan data dapat dipercaya: benar, tertelusur asal-usulnya, dan tidak dapat dimanipulasi, sekaligus tetap dapat diandalkan meskipun beroperasi di area tambak yang minim sinyal internet. Tugas akhir ini membahas perancangan dan implementasi subsistem penanganan data dan konektivitas pada TambaQ, mencakup papan pemroses utama VIMO (Versatile Module) (ESP32-WROVER-32), modul antarmuka CYD (Cheap Yellow Display) ESP32-2432S028, dan unit memori berbasis kartu SD, yang bertanggung jawab atas enam kemampuan produk: klasifikasi status kualitas air tiga tingkat (Aman/Waspada/Bahaya), visualisasi informasi hibrida pada layar sentuh, manajemen data dengan arsitektur store & forward, integritas data berbasis RTC dan penyimpanan read-only, manajemen daya, serta manajemen identitas petugas berbasis login. VIMO berfungsi sebagai bus master yang membaca data hasil ukur, menyusun catatan log, dan mengoordinasikan penyimpanan lokal serta pengiriman data melalui protokol MQTT ke AWS IoT Core, sedangkan CYD menjalankan algoritma klasifikasi dan menampilkan hasilnya secara visual kepada petugas di lapangan. Implementasi subsistem diuji melalui pengujian nilai batas klasifikasi, pengujian manajemen data end-to-end, pengujian integritas lokasi dan waktu, pengujian konsumsi daya, serta pengujian manajemen identitas. Hasil pengujian menunjukkan algoritma klasifikasi status lulus seluruh 20 kasus uji nilai batas untuk keempat parameter. Manajemen data terverifikasi penuh melalui pengujian end-to-end sepuluh catatan pengukuran langsung dari tambak, yang seluruhnya sesuai antara kartu SD dan dasbor AWS IoT Core, dengan mekanisme penghapusan data lokal berbasis konfirmasi PUBACK terbukti berfungsi tanpa kehilangan data. Pengujian perpindahan lokasi (displacement test) membuktikan integritas data terjaga: koordinat dan waktu pengukuran tetap terkunci pada lokasi dan saat pengambilan data, tidak berubah oleh lokasi saat sinkronisasi dilakukan. Pada manajemen daya, penggantian sensor oksigen terlarut dari tipe galvanik ke optik menurunkan konsumsi daya aktif sekitar 288 mW, menghasilkan estimasi operasi mandiri melebihi 9 jam pada mode aktif dan sekitar 20 jam pada mode idle, keduanya melampaui spesifikasi; namun waktu pengisian daya terukur 8 jam 20 menit belum memenuhi target di bawah 5 jam pada pengaturan pengisi daya saat ini. Visualisasi informasi berfungsi sesuai rancangan dengan kecerahan layar 350 nits, meski belum mencapai target 1000 nits akibat kendala pengadaan komponen. Manajemen identitas terverifikasi penuh melalui pengujian dua akun petugas berbeda. Dengan demikian, subsistem penanganan data dan konektivitas telah memenuhi sebagian besar tujuan perancangannya dan layak menjadi dasar bagi keandalan layanan data TambaQ, dengan kecerahan layar dan waktu pengisian daya sebagai dua area perbaikan yang teridentifikasi untuk pengembangan selanjutnya.

2026
👤 Penulis: Wilbert Jay Hydro
🏷️ Kepemilikan Data 🏷️ Pemanfaatan Iot Dalam Industri Budidaya 🏷️ Manajemen Kualitas Air

PERANCANGAN ANIMASI 2D UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN GEJALA ADHD BAGI REMAJA AKHIR (18-21 TAHUN) DI INDONESIA

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan salah satu gangguan neurodevelopmental yang banyak dialami oleh remaja di Indonesia, kemampuan coping individu ADHD menjadi krusial terlebih pada fase remaja akhir sebagai fase transisi yang menandakan meningkatnya tuntutan hidup. Walaupun golongan remaja akhir dapat memanfaatkan media sosial untuk mengakses informasi mengenai isu kesehatan mental, marak ditemukan misinformasi sehingga pemahaman remaja akhir terhadap gejala ADHD yang faktual dipertanyakan. Menanggapi kondisi tersebut, perancangan ini bertujuan untuk menghadirkan media yang dapat meningkatkan kesadaran remaja akhir terkait gejala ADHD berdasarkan pengalaman nyata individu ADHD dan rekomendasi klinis. Metode penelitian mencakup kajian teori, wawancara dengan psikolog, wawancara dengan individu ADHD, serta penyebaran kuesioner kepada target sasaran. Melalui tahapan penelitian diperoleh data bahwa hanya sedikit remaja akhir di Indonesia yang mengetahui keragaman gejala ADHD, oleh sebab itu dihasilkan sebuah animasi yang dapat menanggulangi misinformasi melalui representasi visual keragaman gejala ADHD dan narasi yang menekankan pada dorongan untuk mencari bantuan profesional.

2026
👤 Penulis: Nur Assyifa Oktariyani
🏷️ Kesehatan Mental Remaja 🏷️ Animasi Edukasi 🏷️ Attention Deficit Hyperactivity Disorder (Adhd)
Halaman 23 dari 6754
💬