📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPERANCANGAN KONSEP GAME SIMULASI TENTANG PROSES BISNIS UMKM WARUNG MAKAN UNTUK DEWASA MUDA USIA 20–25 TAHUN
Keragaman budaya di Indonesia melimpahkan kekayaan kuliner bagi masyarakatnya. Berbagai rempah diolah menjadi bumbu masakan khas dari setiap daerah yang dapat dinikmati. Hal ini membuka peluang besar bagi masyarakat Indonesia untuk memiliki usaha kuliner. Ragam jenis dan rasa khas yang berbeda-beda dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan. Selain itu, makanan merupakan kebutuhan pokok manusia yang membuatnya selalu dibutuhkan dan dicari oleh orang. UMKM kuliner sebagai salah satu jenis UMKM yang paling banyak jumlahnya di Indonesia menjadi bukti dari peluang ini. Warung makan termasuk dalam UMKM kuliner tersebut. Terlebih lagi, masyarakat Indonesia dapat dengan mudah menemukan warung makan di sekitar tempat tinggalnya. Menu yang beragam memberikan variasi bagi pembelinya. Tetapi, proses berjalannya usaha ini belum sepenuhnya diketahui masyarakat luas, terutama dewasa muda, sebagai generasi yang mungkin akan melanjutkan usaha ini. Perancangan ini dibuat sebagai sebuah cara membagikan informasi kepada dewasa muda akan proses berjalannya UMKM berupa warung makan. Game simulasi menjadi pilihan media karena keakraban dewasa muda yang terdiri dari generasi Z akan media game. Diharapkan dengan perancangan ini, para dewasa muda dapat mengetahui proses berjalannya UMKM warung makan di Indonesia
KUANTIFIKASI PERTUMBUHAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT ( EUCHEUMA COTTONII ) DENGAN SISTEM RESIRKULASI BERBASIS DARAT
Rumput laut merupakan komoditas maritim strategis di Indonesia dengan nilai ekonomi yang tinggi, terutama dalam industri pangan, farmasi, dan kosmetik. Salah satu spesies yang banyak dibudidayakan adalah Eucheuma cottonii yang menjadi sumber utama penghasil karagenan. Namun, kendala dalam sistem budidaya konvensional di perairan terbuka menyebabkan ketidakstabilan produksi dan keberlanjutan pasokan rumput laut. Pendekatan budidaya dengan sistem resirkulasi berbasis darat dapat menjadi alternatif yang menjanjikan untuk meningkatkan stabilitas produksi rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkuantifikasi perubahan pertumbuhan dan membuat pemodelan matematis pertumbuhan Eucheuma cottonii yang dibudidayakan dengan sistem resirkulasi berbasis darat. Penelitian ini dilakukan di Screen House B3 Institut Teknologi Bandung, Kampus Jatinangor, selama 64 hari. Budidaya dilakukan menggunakan sistem resirkulasi yang terdiri dari rangkaian tangki, yang terhubung dengan sistem penyaring di dalam container box . Bibit Eucheuma cottonii yang digunakan berasal dari hasil budidaya petani di lampung yang diseragamkan bobot awal nya sebesar ±50 g. Pengukuran pertumbuhan dilakukan melalui pengukuran bobot basah dan bobot kering. Model pertumbuhan matematis diuji dengan pendekatan curve fitting menggunakan model eksponensial, logistik, dan gompertz melalui MATLAB Online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 64 hari pemeliharaan, bobot basah rata-rata meningkat dari 50,05 g menjadi 145,42 g, sementara bobot kering meningkat dari 4,62 g menjadi 13,33 g. Nilai Growth Rate (GR) bobot basah tercatat sebesar 1,490 g/hari dengan Specific Growth Rate (SGR) 1,667%/hari, sedangkan GR bobot kering sebesar 0,136 g/hari dengan SGR 1,655%/hari. Pada penelitian ini pertumbuhan berlangsung melalui beberapa fase, yaitu fase adaptasi awal (0–12 HST), fase pertumbuhan aktif (12–20 HST), penurunan sementara (20–24 HST) yang dipicu oleh tekanan epifit, pertumbuhan aktif kembali secara landai (24–44 HST), dan fase pemulihan aktif lanjutan (48–64 HST). Melalui analisis Goodness of Fit , model Gompertz terbukti menjadi model terbaik secara statistik untuk menggambarkan pola pertumbuhan bobot basah maupun bobot kering E. cottonii , dengan nilai R² tertinggi untuk bobot basah (98,34%) dan bobot kering (98,81%) dibandingkan model logistik dan eksponensial, serta nilai SSE dan RMSE terendah untuk bobot basah (247,25 ; 4,36) dan bobot kering (1,51 ; 0,34) dibandingkan model logistik dan eksponensial. Persamaan untuk model pertumbuhan bobot basah dan bobot kering berturut-turut adalah f(x) = 38,3819 + (1018000 - 38,3819) .exp (-exp ( - 0,0660.(x - 35,1488))) dan f (x) = 3,6433 + (151450 - 3,6433) .exp (-exp (-0,0680. (x- 34,9020))). Sistem resirkulasi berbasis darat menunjukkan hasil yang positif dalam mendukung pertumbuhan Eucheuma cottonii , meskipun masih terdapat gangguan seperti adanya tekanan epifit yang mempengaruhi hasilnya. Sehingga, sistem ini masih belum mencapai hasil yang setara dengan metode konvensional. Dengan pengelolaan yang lebih baik terhadap gangguan biologis dan lingkungan, sistem ini berpotensi untuk lebih optimal di masa depan.
DELINEASI STRUKTUR KECEPATAN GELOMBANG GESER (VS) BAWAH PERMUKAAN SESAR LEMBANG BAGIAN BARAT MENGGUNAKAN AMBIENT NOISE TOMOGRAPHY
Sesar Lembang merupakan salah satu sesar aktif di Jawa Barat sehingga informasi mengenai kondisi bawah permukaannya diperlukan untuk mendukung kajian struktur geologi dan bahaya seismik. Penelitian ini bertujuan mendelineasi distribusi kecepatan gelombang geser (Vs) bawah permukaan pada bagian barat Sesar Lembang menggunakan metode Ambient Noise Tomography (ANT). Data yang digunakan berupa rekaman ambient seismic noise selama 20 hari dari 10 stasiun seismometer broadband tiga komponen. Empirical Green's Function (EGF) diperoleh melalui proses cross-correlation komponen vertikal antar pasangan stasiun, kemudian dilakukan ekstraksi kurva dispersi kecepatan grup gelombang Rayleigh menggunakan metode Continuous Wavelet Transform (CWT). Kurva dispersi yang memenuhi kriteria kualitas selanjutnya diinversi menggunakan perangkat lunak DSurfTomo untuk memperoleh model tiga dimensi distribusi Vs bawah permukaan. Hasil inversi menunjukkan adanya heterogenitas kecepatan gelombang geser yang ditandai oleh berkembangnya zona anomali ?Vs negatif dan ?Vs positif. Zona ?Vs negatif berkembang relatif menerus pada bagian tengah daerah penelitian dan berasosiasi dengan jalur Sesar Lembang, sedangkan zona ?Vs positif umumnya berkembang di bagian utara dan selatan daerah penelitian. Hasil checkerboard test menunjukkan bahwa model memiliki resolusi yang memadai sehingga layak digunakan untuk interpretasi. Berdasarkan pola distribusi anomali tersebut, zona ?Vs negatif diinterpretasikan sebagai zona batuan yang mengalami deformasi di sekitar Sesar Lembang. Model distribusi Vs yang dihasilkan memberikan gambaran karakteristik bawah permukaan yang dapat dimanfaatkan sebagai informasi pendukung dalam kajian struktur geologi, karakterisasi zona sesar, serta evaluasi bahaya seismik di wilayah Bandung dan sekitarnya.
KEBERAGAMAN GENDER DEWAN DIREKSI DAN KINERJA PERUSAHAAN DI INDONESIA
Telah terdapat berbagai upaya untuk meningkatkan keterwakilan perempuan dalam dewan direksi perusahaan berdasarkan asumsi bahwa keberagaman gender berdampak positif terhadap kinerja perusahaan, namun hal ini masih belum jelas dalam konteks negara berkembang dengan regulasi terbatas dan keterwakilan perempuan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah keberagaman gender dewan direksi mempengaruhi kinerja perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Indonesia, serta apakah pengaruh tersebut bergantung pada ukuran perusahaan. Berdasarkan Upper Echelons Theory dan kerangka variety, diharapkan bahwa direktur perempuan dapat membawa pengetahuan yang lebih beragam ke dalam dewan, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap kinerja perusahaan. Data dikumpulkan dari 595 perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Indonesia menggunakan Orbis untuk tahun 2024, dan dianalisis menggunakan regresi OLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara keberagaman gender dewan direksi dan kinerja perusahaan, namun tidak signifikan secara statistik, begitu pula dengan interaksi antara variabel tersebut dan ukuran perusahaan. Rendahnya keterwakilan perempuan di dewan direksi, yang rata-rata hanya sebesar 16,8%, menyebabkan banyak perusahaan tidak memenuhi ambang batas yang diperlukan agar keberagaman gender dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dewan, yang juga dapat menjelaskan perbedaan hasil ini dengan temuan positif di China dan Kanada serta dampak dari ketiadaan regulasi keberagaman gender dewan direksi di Indonesia. Keywords: Keberagaman Gender, Dewan Direksi, Kinerja Perusahaan, Ukuran Perusahaan, Indonesia
PERANCANGAN BOARD GAME INTERAKTIF SEBAGAI MEDIA UNTUK MENGENALKAN KULINER DAERAH KEBUMEN KEPADA GENERASI Z USIA 18?22 TAHUN
Kuliner daerah merupakan warisan budaya yang mencerminkan identitas lokal, namun pengetahuan generasi muda terhadap kuliner daerah masih rendah. Generasi muda sayangnya masih kurang familiar dengan kuliner daerah. Salah satu alasannya adalah tidak banyak konten kuliner daerah yang cocok dengan generasi muda. Kebumen punya beragam kuliner seperti nasi penggel, sate ambal, lanting, dan lain-lain yang sayangnya belum dikenal luas. Generasi Z sebagai generasi muda yang menyukai media visual dan interaktif, membutuhkan media relevan untuk mengenal kuliner. Board game adalah salah satu media yang erat dengan visual, interaktivitas, dan dapat dimainkan oleh berbagai kalangan, termasuk Generasi Z. Penelitian ini bertujuan merancang board game sebagai media pengenalan kuliner Kebumen. Data diperoleh melalui studi literatur, observasi, dan wawancara. Metode perancangan yang digunakan adalah Double Diamond. Perancangan board game diharapkan dapat menjadi media pengenalan kuliner daerah Kebumen yang relevan dan interaktif bagi Generasi Z usia 18-22 tahun.
PERANCANGAN SOURCEBOOK ILUSTRASI KEBERAGAMAN MAKHLUK MITOLOGI JAWA BARAT UNTUK DEWASA MUDA USIA 18-25 TAHUN
Globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat memudahkan masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi produk budaya populer dari luar negeri, seperti media seni modern berupa film, komik, atau gim dengan unsur kebudayaan dan mitologi lokal dari masing-masing negara. Indonesia merupakan negara dengan wilayah yang luas serta memiliki budaya non benda yang sangat beragam, salah satunya adalah cerita rakyat yang diturunkan antar generasi yang juga memuat berbagai makhluk mitologi di dalamnya. Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki makhluk mitologi yang beragam adalah Jawa Barat, dengan memuat sosok yang dikenal secara luas seperti Nyi Roro Kidul atau Maung Bodas. Makhluk mitologi memiliki potensi besar untuk memajukan industri kreatif Indonesia dengan mengadaptasinya ke dalam bentuk seni modern, terutama wilayah Jawa Barat yang dianggap strategis dalam mengembangkan ekosistem industri kreatif Indonesia dan memiliki makhluk mitologi yang khas. Maka dibutuhkan perancangan sourcebook yang dapat memuat informasi dan visualisasi makhluk mitologi yang berfungsi sebagai pengarsipan visual dan penyedia data bagi dewasa muda yang bekerja di industri kreatif Indonesia.
PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI INTERAKTIF SEBAGAI MEDIA PENGENALAN TUMBUHAN ENDEMIK INDONESIA KANTONG SEMAR UNTUK SISWA KELAS 5 SD
Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, namun pengetahuan masyarakat, khususnya anak-anak, terhadap tumbuhan endemik masih tergolong rendah. Kantong semar adalah tumbuhan karnivora yang memiliki morfologi dan mekanisme penangkapan serangga yang menarik untuk dipelajari, namun materi mengenai tumbuhan ini belum banyak ditemukan dalam media pembelajaran anak. Penelitian ini berfokus pada perancangan buku ilustrasi interaktif sebagai media pengenalan tumbuhan endemik Indonesia, yaitu kantong semar (Nepenthes), bagi siswa kelas 5 Sekolah Dasar. Kantong semar dikenal sebagai tumbuhan karnivora yang unik, tetapi keberadaannya belum banyak dipahami secara mendalam oleh siswa sekolah dasar, baik dari segi morfologi, habitat, maupun perannya dalam ekosistem. Kurangnya media edukasi yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak menjadi salah satu penyebab rendahnya minat dan pemahaman terhadap tumbuhan tersebut. Oleh karena itu, perancangan buku ilustrasi interaktif dengan mekanisme lift the flap dipilih sebagai solusi untuk menyampaikan informasi secara edukatif sekaligus menyenangkan. Metode perancangan yang digunakan adalah design thinking yang meliputi tahap empati, perumusan masalah, pengembangan ide, pembuatan prototipe, dan pengujian. Data diperoleh melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara dengan ahli kantong semar, serta wawancara dan survei kepada target audiens. Hasil perancangan menunjukkan bahwa buku ilustrasi interaktif mampu meningkatkan ketertarikan, pemahaman, dan keterlibatan siswa dalam mempelajari tumbuhan kantong semar. Dengan penyajian visual yang menarik, bahasa yang sederhana, serta elemen interaktif, buku ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran pendukung yang efektif, sekaligus menumbuhkan kesadaran sejak dini terhadap pentingnya pelestarian tumbuhan endemik Indonesia.
MENDEFINISIKAN PENDAPATAN HIDUP LAYAK BAGI PETANI KAKAO DALAM KORELASINYA DENGAN KONTINUITAS PRODUKSI KAKAO DI INDONESIA
Industri kakao menghadapi ketidakstabilan rantai pasok karena petani kesulitan untuk mendapatkan penghidupan yang layak. Studi kualitatif ini meneliti tolak ukur pendapatan hidup layak di Indonesia dengan mengidentifikasi harga minimum yang dapat diterima dan harga ideal bagi petani. Dengan menggunakan metode studi kasus ganda Robert Yin dan Kerangka Penghidupan Berkelanjutan, kami mengamati realitas ekonomi rumah tangga petani di sentra produksi Lampung dan Sulawesi Barat. Analisis lintas kasus menunjukkan bahwa ketika harga kakao turun di bawah ambang batas, petani terpaksa berada dalam mode bertahan hidup. Selanjutnya, tesis ini mengevaluasi melalui lensa bisnis strategis, dengan melihat kesulitan ekonomi petani sebagai kerentanan kritis yang secara langsung berdampak pada stabilitas rantai pasok industri kakao saat ini dan jangka panjang. Model bisnis yang diusulkan memposisikan industri kakao sebagai mentor ekosistem yang menerapkan keahlian agronomi teknis dan peningkatan kapasitas pasca panen secara langsung kepada koperasi lokal dan kelompok tani untuk menstandarisasi kualitas biji kakao. Dengan mengubah koperasi lokal menjadi pusat kualitas yang terpusat dan bernilai tambah, petani dapat secara mandiri memperoleh harga pasar yang lebih tinggi berdasarkan peningkatan kualitas biji kakao. Pendekatan praktis yang didorong oleh tim ahli ini memberikan jalur realistis untuk memenuhi persyaratan kebutuhan hidup layak, meniadakan siklus menunda perawatan kebun, dan mengamankan ketahanan pasokan jangka panjang untuk industri kakao nasional. Studi ini mengidentifikasi bahwa menurut petani kakao Indonesia, Rp 70.000 – 75.000/ Kg biji kakao kering merupakan harga ideal, sedangkan Rp 25.000 - 30.000/ Kg biji kering kakao merupakan harga minimum yang masih diterima untuk mempertahankan produksi. Data dianalisis menggunakan kerangka kerja pencocokan pola dan lingkaran kausal, dengan ambang batas harga yang diperoleh dari median untuk menetralkan outlier ekstrem dan mencerminkan realitas yang sebenarnya.
PERANCANGAN GAME ACTION SIDE-SCROLLING TANTANGAN KERJA PROFESIONAL DAN WIRAUSAHA FRESH GRADUATE GEN Z BIDANG DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
Perkembangan industri kreatif menempatkan Generasi Z sebagai kelompok usia produktif yang menghadapi berbagai tantangan di bidang Desain Komunikasi Visual, seperti revisi, tenggat waktu, dan ketidakpastian jalur karir. Oleh karena itu, tugas akhir ini merancang game sebagai media refleksi simbolik untuk merepresentasikan pengalaman kerja kreatif Generasi Z DKV. Metode perancangan dilakukan melalui kajian literatur mengenai Generasi Z, dunia kerja kreatif, dan game studies, yang dianalisis dengan memetakan tantangan profesional ke dalam variabel desain game. Analisis didukung oleh studi pembanding game serta penyusunan persona pemain untuk menghasilkan pengalaman reflektif melalui gameplay, mekanika, dan visual. Hasil perancangan berupa konsep game action side-scrolling dengan pendekatan simbolik, yang menerjemahkan tekanan dan ambiguitas dunia kerja kreatif ke dalam mekanika permainan, desain karakter, serta world building. Perancangan ini diposisikan bukan sebagai media panduan karir atau simulasi realistis, melainkan sebagai ruang refleksi bagi pemain untuk memahami dan memaknai pengalaman profesional secara personal melalui interaksi bermain.
PERANCANGAN BERBASIS PRINSIP KALEIDOSKOPIK UNTUK EKSPLORASI PERSEPSI RUANG TERBATAS MELALUI RUANG IMERSIF SEBAGAI MEDIA RESTORATIF PADA MASYARAKAT URBAN USIA 18–35 TAHUN
Keterbatasan ruang pada hunian modern di lingkungan urban dapat memengaruhi persepsi psikologis pengguna, seperti munculnya rasa sempit, tertekan, dan meningkatkan potensi stres. Kondisi ini memerlukan pendekatan desain yang mampu meningkatkan kualitas pengalaman spasial tanpa menambah dimensi fisik ruang. Penelitian ini bertujuan merancang ruang imersif berbasis prinsip kaleidoskopik sebagai media eksplorasi persepsi ruang terbatas dengan pendekatan Design Thinking yang berpusat pada manusia (human-centered design). Prinsip kaleidoskopik yang melibatkan refleksi, repetisi, simetri, dan fragmentasi visual dimanfaatkan untuk menciptakan ilusi visual yang memberikan kesan ruang lebih luas, dinamis, dan menenangkan. Proses perancangan dilakukan melalui tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test dengan mempertimbangkan pengalaman visual dan respon emosional pengguna. Hasil perancangan diharapkan menghasilkan media visual imersif yang mampu meningkatkan persepsi ruang sekaligus membantu mengurangi stres, serta memberikan kontribusi pada pengembangan pendekatan eksperimental Desain Komunikasi Visual terkait ruang terbatas
PENGEMBANGAN DAN EVALUASI SISTEM PENGUKURAN TRANSEPITHELIAL ELECTRICAL RESISTANCE SEDERHANA BERBASIS ARDUINO UNTUK KARAKTERISASI INTEGRITAS BARIER SEL IN VITRO
Integritas barier sel epitel merupakan parameter fisiologis penting dalam berbagai studi in vitro, termasuk penelitian farmakologi, toksikologi, dan pemodelan jaringan. Pengukuran Transepithelial Electrical Resistance (TEER) merupakan metode non-destruktif yang banyak digunakan untuk mengevaluasi fungsi barier sel, karena mencerminkan hambatan listrik yang dihasilkan oleh tight junction pada monolayer sel. Meskipun instrumen TEER komersial tersedia, harganya yang tinggi menjadi hambatan bagi banyak laboratorium dengan sumber daya terbatas. Penelitian ini bertujuan membuktikan konsep (proof of concept) bahwa karakterisasi integritas barier sel in vitro dapat dilakukan menggunakan perangkat pengukuran sederhana berbasis mikrokontroler Arduino. Sistem yang dikembangkan menggunakan prinsip pembagi tegangan dengan eksitasi bipolar terpulsa berfrekuensi rendah, dua elektroda platina (Pt) pada sistem dua kompartemen berbasis insert Transwell, dan antarmuka berbasis web untuk akuisisi serta pemrosesan data. Penekanan diletakkan pada kemampuan sistem mendeteksi perubahan relatif kondisi barier dan pada kesesuaian pembacaan terhadap instrumen TEER komersial yang tersedia. Validasi sistem dilakukan melalui dua pendekatan. Pertama, kalibrasi terhadap beban resistif standar untuk memverifikasi linearitas respons sistem pada rentang resistansi yang relevan secara biologis. Kedua, pengujian pada kultur sel Caco-2 dengan membandingkan nilai TEER yang diperoleh terhadap instrumen komersial Millicell sebagai cross-check kualitatif untuk menilai konsistensi pembacaan sistem.
PERTARUNGAN MELAWAN KORUPSI: PERANCANGAN GAME ACTION-NARATIVE BERDASARKAN KASUS VOC DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan merancang Game action-narrative yang mengangkat praktik korupsi pada masa Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Indonesia dengan menitikberatkan pada keterlibatan pejabat lokal dalam sistem administrasi kolonial. Perancangan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya media interaktif yang mengangkat praktik korupsi pada masa VOC, khususnya peran pejabat lokal yang sering kali kurang dibahas. Melalui pendekatan kisah fiktif berlatar sejarah VOC, permainan dirancang untuk memperkenalkan praktik korupsi melalui pengalaman bermain yang dipadukan dengan narasi dan Gameplay investigasi. Perancangan ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur mengenai teori korupsi, sejarah VOC, Game sebagai media interaktif, Gameplay investigasi, serta karakteristik khalayak sasaran berusia 18– 35 tahun. Selain itu, wawancara dengan praktisi Game dilakukan untuk memperoleh masukan mengenai penerapan Gameplay action-narrative dalam penyampaian praktik korupsi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis sebagai dasar dalam penyusunan konsep perancangan. Hasil penelitian ini berupa konsep Game action-narrative berjudul Wedar Wadi yang mengintegrasikan narasi, eksplorasi, investigasi, stealth, dan combat ke dalam satu pengalaman bermain. Perancangan ini menunjukkan bahwa Game action-narrative memiliki potensi sebagai media interaktif untuk memperkenalkan praktik korupsi pada masa VOC melalui pengalaman bermain.
ENSEMBLE STACKING BERBASIS NEURO-FUZZY UNTUK PREDIKSI GAS KUMULATIF PADA RESERVOIR DELTAIK: STUDI KASUS DI CEKUNGAN NATUNA
Reservoir characterization is essential in field development planning, particularly in heterogeneous formations where accurate interpretation of well log data strongly influences production decisions. Conventional interpretation methods are often subjective and inconsistent due to reliance on expert judgment. To overcome these limitations, this study proposes a data-driven workflow that integrates unsupervised clustering for reservoir zonation based on similar petrophysical characteristics, which is subsequently used to support supervised modeling. A supervised machine learning framework is developed for cumulative gas prediction using conventional well log data, including gamma ray, resistivity, bulk density, and neutron porosity. Data preprocessing is conducted through normalization to ensure feature scale consistency. Multiple base learners are trained to capture nonlinear relationships between log responses and cumulative gas, and their outputs are integrated using a stacking ensemble with a metalearner to improve predictive robustness. To enhance interpretability, an Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) is incorporated into bridge data-driven learning with rule-based geological reasoning. In addition, Sobol normalized sensitivity analysis is applied to quantify feature contributions and assess model reliability in a consistent interpretability framework. A case study from Field X, Natuna Basin, Indonesia, is used to validate the proposed approach using labeled production and well log data. The results demonstrate that the proposed framework improves cumulative gas prediction while maintaining interpretability and provides a robust data-driven basis for identifying prospective perforation intervals in field development planning.
PENGEMBANGAN STANDAR UKURAN BLUS WANITA DEWASA MELALUI PENDEKATAN ANTROPOMETRI DENGAN PERTIMBANGAN BENTUK TUBUH
Pertumbuhan industri pakaian jadi di Indonesia dihadapkan pada tingginya frekuensi keluhan konsumen terkait ketidaksesuaian ukuran pakaian. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa standar ukuran pakaian yang tersedia, termasuk Standar Nasional Indonesia (SNI), belum sepenuhnya merepresentasikan keberagaman karakteristik antropometri maupun mempertimbangkan variasi bentuk tubuh wanita dewasa di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan standar ukuran blus wanita dewasa berdasarkan karakteristik antropometri dengan pertimbangan bentuk tubuh. Penelitian ini menggunakan 1.740 data antropometri wanita dewasa yang diperoleh dari arsip pengukuran pelanggan sebuah studio jahit pakaian wanita. Data terdiri atas sembilan dimensi antropometri, yaitu panjang punggung, lebar punggung, lingkar dada, lebar dada, bahu, lingkar lengan atas, lingkar pinggang, lingkar pinggul atas, dan lingkar pinggul. Bentuk tubuh diidentifikasi menggunakan metode Female Figure Identification Technique (FFIT), kemudian dipilih tiga bentuk tubuh dominan, yaitu rectangle, bottom hourglass, dan triangle, untuk dikembangkan menjadi standar ukuran awal menggunakan algoritma K-Means Clustering. Selanjutnya dilakukan uji Kruskal-Wallis dan uji lanjut Dunn untuk mengevaluasi perbedaan dimensi antropometri antar bentuk tubuh dominan. Hasil pengujian statistik tersebut kemudian digunakan bersama distribusi bentuk tubuh sebagai dasar penyusunan satu standar ukuran akhir. Hasil penelitian menghasilkan standar ukuran blus wanita dewasa yang terdiri atas tiga ukuran, yaitu S, M, dan L, dengan lingkar dada sebagai dimensi utama. Standar ukuran yang dihasilkan mempertimbangkan distribusi bentuk tubuh pada sampel, dengan sebagian besar dimensi mengacu pada karakteristik bentuk tubuh rectangle (46% sampel penelitian), sedangkan dimensi lingkar pinggul mengacu pada karakteristik bentuk tubuh bottom hourglass (32% sampel penelitian) untuk mengakomodasi variasi proporsi pinggul. Dengan demikian, standar ukuran yang dihasilkan tidak hanya mempertimbangkan karakteristik antropometri, tetapi juga variasi bentuk tubuh wanita dewasa sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesesuaian ukuran blus.
EVALUASI EKSPERIMENTAL KOROSI BAJA API 5L X80 PADA KONDISI ALIRAN STRATIFIED SMOOTH DAN SLUG DALAM LARUTAN BRINE JENUH CO2 YANG DISIMULASIKAN SECARA KIMIAWI MENGGUNAKAN METODE KEHILANGAN BERAT DAN FOTOMETRI
This study evaluated the corrosion of API 5L X80 steel under stratified smooth and slug flow in chemically mimicked CO?-saturated brine. The test electrolyte was 1 mol/kg NaCl solution at pH 3.99. Static immersion for 3 days was used as a baseline condition, while dynamic exposures of 1 to 2 hours were performed in a horizontal gas-liquid flow loop. Flow mapping identified six major horizontal flow patterns, from which stratified smooth and slug flow were selected for corrosion testing. The corrosion rates were calculated by coupon weight loss and total-iron concentrations measured with Hanna HI97721 Photometer based on the 1,10-phenanthroline method. The weight-loss corrosion rate under static conditions ranged from 0.033 to 0.041 mm/y and was classified as moderate. Under dynamic conditions, the corrosion rate increased to 4.7–5.0 mm/y under stratified smooth flow and 6.2–8.3 mm/y under slug flow, both classified as severe. The higher corrosion rate under slug flow indicates that stronger hydrodynamic conditions were associated with increased corrosion in the tested system. Photometric results agreed with weight-loss results within ±10% for 80% of static, 57% of stratified smooth, and 64% of slug-flow measurements. Applying weight-loss and photometric methods side by side across three flow conditions offers a practical framework for evaluating total dissolved iron as a complementary corrosion monitoring approach.