📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

STUDI IMPLEMENTASI KONSEP CITYGML PADA PERANGKAT LUNAK VISUALISASI TIGA DIMENSI (3D)

Model 3D geospasial sudah banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti perencanaan kota, telekomunikasi, manajemen bencana, kadaster, navigasi kendaraan atau pejalan kaki, manajemen fasilitas, dan simulasi lingkungan. Konsep CityGML dirancang untuk menunjang penyimpanan dan pertukaran data model 3D geospasial. Oleh karena itu, dibutuhkan perangkat lunak yang dapat menyesuaikan dengan konsep CityGML. Laboratorium Grafika dan Intelegensia Buatan (GAIB) ITB telah membuat perangkat lunak visualisasi 3D yang dinamakan GAIB 3D, namun belum pernah diuji apakah perangkat lunak ini dapat? mengakomodir konsep CityGML. Model rumah dan area kampus Institut Teknologi Bandung dimodelkan menggunakan Google Sketchup dan dibuat menjadi model 3D dalam Land Xplorer CityGML Viewer, perangkat lunak yang dibuat untuk membaca file CityGML, dan GAIB 3D, perangkat lunak visualisasi 3D yang belum pernah diuji dengan konsep CityGML. Beberapa aspek digunakan untuk membandingkan kedua perangkat lunak, yaitu aspek geometri yang terdiri dari posisi, bentuk, skala, dan orientasi objek. Aspek lainnya adalah aspek data dan atribut, yang terdiri dari tekstur, Level of Detail, atribut, dan format file. Penelitian ini menghasilkan sebuah kesimpulan yang menyatakan bahwa GAIB 3D belum dapat mengaplikasikan konsep CityGML secara maksimal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan kemampuan GAIB 3D dalam menyesuaikan dengan model berbasis pengukuran (reality based modeling). Pada akhir penelitian dibuat skema untuk penggunaan GAIB 3D dan perannya dalam manajemen informasi spasial 3D.

2026
👤 Penulis: OKKY SYAHPUTRA JENIE (NIM : 15108039); Pembimbing : Dr. Deni Suwardhi, ST., MT; Prof.Dr.Ir. Iping S
🏷️ Model 3D Geospasial 🏷️ Visualisasi Geografis 🏷️ Manajemen Informasi Spasial 3D

SURVEI HIDROGRAFI UNTUK PERENCANAAN DERMAGA DALAM USAHA TRANSPORTASI HASIL PERTAMBANGAN BATUBARA (STUDI KASUS : SUNGAI KELAI, BERAU, KALIMANTAN TIMUR)

Pemerintah telah mewajibkan seluruh perusahaan batubara untuk membawa hasil batubaranya melalui jalur tersendiri, dikarenakan infrastruktur umum tidak dapat menampung kendaraan-kendaraan pengangkut hasil tambang yang ukuran dan muatannya sangat besar. Jika transportasi batubara tersebut dipaksakan menggunakan jalur umum akan merusak dan membuat kapasitas infrastruktur umum melewati batas. Atas dasar tersebut, Perusahaan PT Beraucoal memanfaatkan jalur sungai untuk mendistribusikan hasil tambang batubaranya. Pada studi kasus ini, penelitian dilakukan di sungai Kelai Kabupaten Berau, Kalimantan Timur yang akan dibuka blok pertambangan baru di daerah Parapatan. Masalah yang dihadapi adalah Sungai Kelai merupakan sungai yang dangkal sehingga sulit untuk mengoperasikan tongkang, sehingga direncakanlah sungai Kelai sebagai jalur penyeberangan kendaraan-kendaraan pengangkut batubara yang dapat dihubungkan dengan blok Binungan 1-4. Penelitian yang dilakukan mencakup pengamatan tinggi muka air sungai selama 29 hari dan survei batimetri yang dilakukan menurut SP 44 IHO orde 1B bersamaan dengan pengamatan tinggi muka air sungai untuk koreksi. Dari hasil survei batimetri diperoleh ketinggian sungai sehingga dapat direncanakan lokasi dermaga yang akan dibangun untuk mendukung distribusi batubara.

2026
👤 Penulis: MUHAMMAD HAIQAL (NIM 15108027);pembimbing : Dr.Ir. Eka Djunarsjah, M.T. ; Banu Prabowo, S.T.
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Geografis

PEMANFAATAN KAMERA INFRAMERAH DEKAT DENGAN WAHANA PESAWAT TANPA AWAK UNTUK PEMANTAUAN TINGKAT KEMASAKAN TANAMAN TEBU (STUDI KASUS : PERKEBUNAN TEBU PT KEBUN AGUNG, PATI, JAWA TENGAH)

Tebu adalah tanaman rerumputan monokotil dari family Poaceae dan umumnya membutuhkan waktu panen sekitar 11 sampai 12 bulan, menghasilkan variasi spasio-temporal yang tinggi akan perkembangan tanaman dan radiometrinya. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami variabilitas tersebut dan selanjutnya digunakan untuk mengestimasi umur tanaman tebu dan waktu panennya. Untuk melakukan estimasi umur tanaman tebu digunakan kamera true color dan kamera inframerah dekat yang dipasangkan pada wahana pesawat tanpa awak. Dari citra inframerah dapat dihitung nilai indeks vegetasi yang menunjukan tingkat kerapatan vegetasi hijau pada area yang diamati. Indeks vegetasi yang digunakan pada penelitian ini adalah Enhanced Normalized Vegetation Index (ENDVI), sebuah model matematis yang dibuat untuk mendapatkan indeks vegetasi dari data satu kamera inframerah dekat. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa ENDVI dan umur tanaman tebu memiliki korelasi yang cukup tinggi. Korelasi antara nilai indeks vegetasi dan data umur tebu digunakan untuk mengestimasi umur kebun tebu yang lainnya. Estimasi tidak dapat dilakukan hanya dengan mengguakan nilai ENDVI tetapi harus dibantu dengan interpretasi secara visual. Sementara itu dari nilai faktor kemasakan didapatkan korelasi antara ENDVI dengan waktu panen terbaik

2026
👤 Penulis: JUNNO TANTRA PRATAMA WIBOWO (NIM : 15108026); Pembimbing : Dr. Deni Suwardhi, ST., MT. ; Dr. Soni D
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

REKONSTRUKSI GEOMETRIK ATAP BANGUNAN DENGAN SEGMENTASI NILAI KURVATUR DAN REGRESI LINEAR TIGA DIMENSI (3D)

Salah satu cara untuk melakukan rekonstruksi geometri sebuah objek adalah dengan membuat point cloud dari objek tersebut. Point cloud ini dapat dibuat dari foto-foto yang diambil dari beberapa arah pemotretan kemudian diproses menggunakan teknologi fotogrametri digital. Pada makalah ini dilakukan perbandingan point cloud yang dihasilkan dari foto udara menggunakan beberapa perangkat lunak yaitu OSMBundler+PMVS2, Microsoft Photosynth, My3DScanner, Hypr3D, dan Agisoft. Point cloud ini kemudian digunakan untuk merekonstruksi geometrik atap bangunan dengan menggunakan konsep kurvatur dan regresi linear 3D. Kurvatur menggambarkan seberapa melengkung sebuah permukaan atau garis. Dari konsep ini kemudian dapat dilakukan pemilihan dan ekstraksi titik pada suatu permukaan (mesh) berdasarkan nilai kurvatur, terutama pada bagian tepi objek sehingga dapat dilakukan rekonstruksi ulang geometri objek tersebut. Regresi linear 3D digunakan untuk memodelkan titik-titik tersebut dengan menghitung koordinat titik ujung segmen kerangka atap. Konsep regresi linear 3D yang digunakan adalah Orthogonal Distance Regression. Dari 5 perangkat lunak yang digunakan,perangkat lunak My3DScanner dan Hypr3D memberikan geometri point cloud yang paling baik. Pada metode yang digunakan, hasil yang didapat belum memberikan geometri bangunan yang akurat dan juga sangat bergantung pada kualitas dari mesh yang digunakan. Ditambah lagi, metode regresi linear 3D mempunyai keterbatasan yaitu hanya dapat memodelkan kerangka objek yang linear.

2026
👤 Penulis: JUDA WARDHANA DJATMIKO (15108040); pembimbing : Dr. Deni Suwardhi, ST., MT ; Dr. Ir. Agung Budi Hart
🏷️ Rekonstruksi Geometri 🏷️ Fotogrametri Digital 🏷️ Regresi Linear 3D

STUDI FOTOGRAMETRI BAWAH AIR DENGAN MENGGUNAKAN KAMERA DIGITAL NON-METRIK YANG DILENGKAPI BINGKAI KEDAP AIR

Pendokumentasian aset dalam bentuk model tiga dimensi sangat bermanfaat untuk keperluan pemeliharaan dan perbaikan aset yang memiliki bentuk yang kompleks. Salah satu metode untuk melakukan pemodelan pada objek adalah dengan fotogrametri rentang dekat. Dengan fotogrametri rentang dekat, maka faktor seperti kesulitan pengoperasian dan harga bisa diminimalisir dengan penggunaan kamera digital non-metrik yang dijual ada di pasaran. Terjadi masalah jika pemodelan dilakukan di bawah air karena kondisi kesegarisan akan lebih sulit diwujudkan karena pengaruh bingkai kedap air dan juga media air. Penelitian ini menunjukkan pengaruh bingkai kedap air dan media air terhadap parameter interior kamera. Selain itu ditunjukkan juga bahwa dengan menggunakan perangkat lunak Australis 6 dan Photomodeler Scanner untuk proses pemodelan tiga dimensi pada objek bawah air dapat menghasilkan model tiga dimensi yang berkualitas dengan ketelitian hingga 0.8 mm. Ketelitian yang lebih baik dapat dapat diperoleh jika titik kontrol terdistribusi lebih merata.

2026
👤 Penulis: INDRA BUDI RAHMANTO (NIM : 15108055); pembimbing : Dr. Deni Suwardhi, ST., MT ; Dr. Ir. Agung Budi H
🏷️ Kartografi Digital 🏷️ Analisis Kamera Fotogrametri 🏷️ Hidrologi

IDENTIFIKASI KERUSAKAN PASCA GEMPA MENGGUNAKAN METODE OBJECT BASED IMAGE ANALYSIS MULTI PARAMETER

Seperti yang kita tahu, gempa bumi merupakan bencana yang dapat menyebabkan kerusakan bangunan seperti ketidakstabilan hingga keruntuhan bangunan. Selain itu kerusakan bangunan juga berdampak kepada efek sosial-ekonomi di dalam masyarakat. Indonesia sebagai negara yang terletak di daerah cincin api (ring of fire) merupakan negara yang cukup sering dilanda gempa hingga pada skala yang cukup besar. Pada tanggal 30 September 2009 Kota Padang dilanda gempa drengan kekuatan sebesar 7,9 skala ritcher yang mengakibatkan 100.000 bangunan mengalami kerusakan. Saat ini penginderaan jauh dapat sangat berperan dalam mengidentifikasi kerusakan yang diakibatkan oleh gempa. Studi kali ini akan berfokus terhadap pengidentifikasian kerusakan bangunan yang diakibatkan oleh gempa menggunakan citra beresolusi tinggi (IKONOS yang diambil pada tanggal 2 Oktober 2009) dan pengaplikasian OBIA (Object Based Image Analysis) sebagai metode yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisa kerusakan pasca gempa. Sebagai hasil dari penelitian ini, teknologi pengideraan jauh dapat digunakan untuk mengidentifikasi kerusakan bangunan pasca gempa dengan menggunakan citra satelit beresolusi tinggi.

2026
👤 Penulis: IKHSAN SAUMANTRI (NIM : 15108025); pembimbing : Prof. Ketut Wikantika, Ph.D. ;Dr. Soni Darmawan, ST
🏷️ Geologi 🏷️ Analisis Citra 🏷️ Manajemen Resiko Gempa Bumi

KAJIAN TERHADAP PENGUKURAN DAN PERPETAAN OBJEK RUANG PERAIRAN DALAM RANGKA PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DAN LAUT (Studi kasus : MAKASSAR)

Kepastian akan hak merupakan hal mendasar dalam pengembangan dan pengelolaan suatu wilayah, seperti pada wilayah darat merupakan kewenangan dari kadaster darat untuk pemberian akan hak tersebut. Sedangkan pada realitanya, pengembangan dan pengelolaan wilayah tidak hanya pada wilayah darat, tetapi pada wilayah laut yang terlihat dengan tingginya pengajuan hak objek ruang perairan. Berdasarkan hal itu diperlukan sebuah kajian mengenai objek ruang perairan serta dampak pemberian hak objek ruang perairan terhadap wilayah pesisir dan laut. Pada Tugas Akhir ini akan dilakukan penelitian kegiatan pengukuran dan perpetaan objek ruang perairan yang dilakukan terhadap bangunan atas air di Hotel Pantai Gapura Makassar yang mengacu kepada buku prosedur pengukuran dan perpetaan objek ruang perairan Badan Pertanahan Nasional (BPN-RI). Pada pelaksanaan pengukuran objek detail pengukuran terdapat objek bangunan vila di atas air, dan detail situasi sekitar objek bangunan atas air. Pengukuran pada objek bangunan vila atas air dilakukan dengan cara terrestris, sedangkan pada detail situasi sekitar objek ruang perairan dilakukan pengukuran kedalaman dengan cara akustik dan mekanik. Pada tahapan perpetaan akan dilakukan didalam perangkat lunak CAD (Computer Aided Design) dan GIS (Geographic Information System). Pada hasil dari penelitian ini didapatkan sebuah gambar ukur yang menerapkan perpetaan 3 dimensi berdasarkan buku prosedur pengukuran dan perpetaan objek ruang perairan BPN-RI dan dapat digunakan untuk pengelolaan pada wilayah pesisir dan laut.

2026
👤 Penulis: HEVEADI LUTHFI PERDANA (NIM : 151080060); Pembimbing : Dr.Ir. Eka Djunarsjah, M.T.; Ir.Agus S. Sur
🏷️ Geografi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KAJIAN TINGKAT PENGARUH SIGNIFIKANSI PASUT LAUT DAN KEMIRINGAN PANTAI DALAM PENDEFINISIAN GARIS PANTAI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG INFORMASI GEOSPASIAL (UU No 4 Tahun 2011)

Sebelum dibentuknya Undang-Undang Informasi Geospasial (UU IG), di dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Survey Hidrografi dan Peta Dasar Lingkungan Pantai Indonesia, telah ditetapkan mengenai definisi garis pantai dan pemilihan pasut laut tertentu yang digunakan untuk menentukan garis pantai, namun berbeda dengan UU IG. Pada Tugas Akhir ini akan diteliti sejauh mana pengaruh pasut laut dan kemiringan pantai dalam menentukan tingkat signifikansi garis pantai dalam penggambarannya pada Peta Dasar. Daerah penelitian pada Tugas Akhir ini yaitu : Batam, Benoa dan Tarakan. Data yang digunakan pada penelitian ini meliputi : data pasut yang diambil oleh Badan Informasi Geospasial (BIG), data air tinggi dan air rendah yang diperoleh dari BIG, Peta Batimetri yang diproduksi oleh DISHIDROS TNI-AL, dan data kemiringan pantai dari Dinas Geologi Tata Lingkungan. Metodologi yang digunakan pada Tugas Akhir dimulai dari tahap studi literatur, pengumpulan data, penentuan signifikansi garis pantai, dan analisis signifikansi garis pantai. Dari hasil penelitian Tugas Akhir ini dapat disimpulkan bahwa, selisih perbedaan datum pasut laut berbanding lurus dengan tingkat signifikansi garis pantai, sedangkan pengaruh kemiringan pantai berbanding terbalik dengan tingkat signifikansi garis pantai. Untuk kasus Peta LPI pada ketiga daerah penelitian, harus dilakukan kembali pengamatan pasut dan pengukuran garis pantai karena perbedaan garis pantai Peta LPI yang menggunakan kedudukan muka air laut rata-rata berdasarkan SNI dengan garis pantai Peta LPI yang menggunakan surut terendah berdasarkan UU IG termasuk dalam katagori signifikan

2026
👤 Penulis: HABBIE RIZAQ (NIM :15108041); Pembimbing : Dr. Ir. Eka Djunarsjah, MT.; Dr. Ir. Irdam Adil, MT.
🏷️ Geologi 🏷️ Hidrologi 🏷️ Informasi Geospasial

PEMBANGUNAN GEODATABASE UNTUK KEPERLUAN PENELITIAN HIDRO-OSEANOGRAFI DI KEPULAUAN SERIBU

Kepulauan Seribu mempunyai potensi sumber daya alam yang dapat menunjang perkembangan sosial ekonomi kepulauan, seperti pariwisata, perikanan, pertambangan, dan budidaya biota laut. Salah satu dukungan tidak langsung yang dapat dilakukan akademisi adalah mengadakan penelitian mengenai perawatan dan pemeliharaan ekosistem di Kepulauan Seribu. Salah satu penelitian yang dapat dilakukan adalah penelitian hidro-oseanografi pada beberapa aspek.Pengumpulan data seperti pengukuran sedimen dan pengukuran arus pada penelitian hidro-oseanografi di Kepulauan Seribu merupakan tugas yang kompleks. Saat ini belum ada sistem untuk pengorganisasian pada data tersebut. Sementara itu penting adanya pembangunan geodatabase untuk pengorganisasian data yang akan disimpan sesuai fungsi atau datanya. Pada penelitian tugas akhir ini mencoba untuk membangun sebuah geodatabase yang kemudian ditampilkan dalam SIG berbasis web untuk penyimpanan data penelitian terkait. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu mengorganisasi dalam penyimpanan data dan memaksimalkan pengaksesan data spasial penelitian hidro-oseanografi di Kepulauan Seribu. Penelitian ini terdiri dari pembangunan geodatabase, pembangunan aplikasi SIG berbasis web, dan pembangunan aplikasi basis data. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem SIG berbasis web untuk keperluan penelitian hidro-oseanografi di Kepulauan Seribu dengan menggunakan perangkat lunak PostgreSQL / PostGIS dan Mapserver.

2026
👤 Penulis: FIRMANSYAH (NIM 15108022); Pembimbing : Dr. Akhmad Riqqi, M. Si. ; Dr. rer. nat. Poerbandono, S.T.,
🏷️ Geodatabase 🏷️ Hidro-Oseanografi 🏷️ Pembangunan Sistem Informasi Geografis (Sig)

PEMBUATAN TEXTURE IMAGE MODEL TIGA DIMENSI BANGUNAN DENGAN TEKNIK TRUE ORTHOPHOTO

Orthophoto merupakan sebuah foto yang telah mengalami proses rektifikasi yang bertujuan untuk menghilangkan efek relief displacement, sehingga foto yang dihasilkan tampak seperti berproyeksi ortogonal. Akurasi posisi dan geometri dari objek yang diberikan dari orthophoto merupakan suatu hal penting dalam pembuatan informasi spasial, terutama pemodelan tiga dimensi (3D) bangunan. Selain orthophoto, ada pula true orthophoto yang mampu merepresentasikan objek dengan memperhitungkan geometri dengan lebih teliti. Pembuatan true orthophoto harus melalui proses rektifikasi diferensial yang terdiri dari proses hubungan kesegarisan (collinearity) dan manipulasi piksel. Pada penelitian ini true orthophoto yang biasanya dihasilkan dari foto udara diterapkan pada fotogrametri rentang dekat atau terestris. True orthophoto direkonstruksi untuk setiap fasad bangunan, dan true orthophoto yang dihasilkan digunakan sebagai texture image dan diikatkan pada model 3D bangunan agar model bangunan terlihat lebih realistik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menyusun algoritma dari pembuatan true orthophoto melalui proses rektifikasi diferensial yang sederhana, karena sebagian besar perangkat lunak yang ada saat ini tidak menjelaskan mekanisme proses dari perangkat lunak tersebut (blackbox). Selain itu, objek studi pada penelitian ini terdiri dari tiga objek, yaitu sebuah kotak sederhana, foto udara bagian utara Kampus ITB, dan bangunan sederhana pos satpam di sekitar gedung GKU Barat Kampus ITB. Ketiga objek tersebut masing-masing dibuat orthophoto dari salah satu fasad objek menggunakan program MATLAB dan hasilnya dibandingkan dengan orthophoto yang diperoleh dari perangkat lunak PhotoModeler Scanner. Hasil dari ketiga objek tersebut diperoleh orthophoto dengan kualitas ketelitian yang berbeda. Kualitas orthophoto tersebut sangat dipengaruhi oleh ketelitian model dan kualitas dari kamera.

2026
👤 Penulis: DWITYA NARESWARI PAWITRA (NIM. 15108062); pembimbing : Dr. Deni Suwardhi, ST., MT ; Dr. Akhmad Riqq
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Pembuatan Model 3D 🏷️ Rekonstruksi Objek

SURVEI BATIMETRIK MELALUI PENDEKATAN DATA GLOBAL POSITIONING SYSTEM SECARA REAL TIME

Batimetrik adalah ukuran kedalaman di bawah air yang menunjukan data kedalaman atau topografi 3-D dari dasar perairan. Adapun pekerjaan yang terkait dengan bidang ini disebut dengan survei batimetrik. Produk akhir dari survei batimetrik ini adalah peta batimetrik yang umumnya menampilkan informasi kedalaman yang bisa disajikan dalam bentuk angka kedalaman, garis kontur dan gradasi warna. Sekarang ini tuntutan untuk mendapatkan peta batimetrik secara real time di tempat yang belum pernah dilakukan survei batimetrik sebelumnya belum dapat diwujudkan. Hal ini dikarenakan kita harus melakukan pengamatan pasut (pasang surut) selama minimal 15 piantan untuk mendapatkan koreksi pasut. Hal inilah yang menghambat survei batimetrik real time. Dengan mengganti komponen koreksi pasut ini dengan komponen tinggi geometrik, model geoid global, model chart datum dan model koreksi variasi kecepatan rambat gelombang akustik, yang kesemuanya bisa didapatkan secara real time, maka survei batimetrik real time bisa diwujudkan.

2026
👤 Penulis: DIAS FAHMI FAJRIN (NIM 15105048) pembimbing : Dr. Ir. Eka Djunarsjah, M.T. ;Dr. Irwan Meilano, S.T.,
🏷️ Geofisika 🏷️ Analisis Data Real Time 🏷️ Kartografi Air

IDENTIFIKASI DAN ANALISIS PERUBAHAN TOPOGRAFI PERMUKAAN LAUT DI PERAIRAN INDONESIA SERTA KAITANNYA DENGAN PERUBAHAN IKLIM DARI DATA SATELIT ALTIMETRI

Topografi permukaan laut atau Sea Surface Topography (SST) merupakan posisi permukaan laut terhadap permukaan geoid.SST ini selalu berubah dari waktu ke waktu karena sifat lautan yang dinamik yang dapat disebabkan oleh faktor sterik (ekspansi termal dan variasi salinitas air laut) dan faktor eustatik (angin yang menghasilkan arus di lautan, mencairnya es di kutub, serta masukan air dari atmosfer dan daratan). Perubahan SST ini memiliki hubungan dengan fenomena perubahan iklim yang terjadi pada beberapa dekade terakhir ini. Tugas Akhir ini melakukan identifikasi beserta analisis terhadap perubahan SST di perairan Indonesia dan kaitannya terhadap perubahan iklim dengan menggunakan data satelit altimetri. Untuk melihat hubungan antara perubahan SST terhadap perubahan iklim, maka digunakan data intensitas curah hujan untuk mewakili fenomena perubahan iklim pada selang waktu yang sama dengan data satelit altimetri yang digunakan. Data satelit altimetri yang digunakan yaitu data Sea Level Anomaly (SLA) yang telah mengalami koreksi dari berbagai sumber kesalahan. Data SLA dan data curah hujan tersebut akan dirata-ratakan per cycle dan pada setiap zona pengamatan yang dipilih serta akan dibentuk deret waktunya. Dari deret waktu tersebut dapat dilihat nilai tren linier yang menunjukkan kecenderungan perubahan kedua data tersebut. Analisis perubahan SST dan perubahan intensitas curah hujan dapat dilakukan dari nilai tren liniernya. Hubungan dari kedua data dapat ditentukan dari nilai matriks koefisien korelasi antar kedua data.

2026
👤 Penulis: AZMEL ISNAN ( NIM 15108079 ) pembimbing : Dr.techn. Dudy D. Wijaya, M.Sc. : Dr.rer.nat. Wiwin Windup
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Perubahan Iklim 🏷️ Kecerdasan Buatan

PEMETAAN TOPOGRAFI UNTUK RENCANA JALUR PIPA MIGAS DENGAN METODE FOTOGRAMETRI BERBASIS WAHANA UDARA TANPA AWAK (UAV) (WILAYAH STUDI: CEPU)

Pada sektor migas, pipa merupakan kebutuhan mendasar yang digunakan untuk kegiatan penyaluran. Pada perencanaan pembangunan pipa penyalur, peta diperlukan sebagai alat untuk pemilihan jalur dan lokasi pipa yang paling optimal. Terdapat beberapa metode survei pemetaan yang dapat dilakukan. Masing-masing metode memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Terdapat dua metode pemetaan yang dilakukan pada penelitian ini, yaitu fotogrametri UAV dan metode terestris. Survei udara menggunakan metode fotogrametri dengan wahana udara nir-awak (UAV-based photogrammetry) dapat digunakan untuk mendapatkan alternatif jalur pipa migas. Kamera yang digunakan pada penelitian ini adalah kamera non metrik. Kamera non metrik tidak didesain untuk keperluan pengukuran dan pemetaan. Ketidaksempurnaan lensa pada kamera non metrik dapat berimbas pada kualitas gambar dan geometri dari citra yang dihasilkan. Tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk melihat hasil pemetaan dengan fotogrametri UAV. Foto udara diolah menjadi DSM dan dilakukan proses filterisasi menggunakan SMRF dan slope-based. Dengan menggunakan peta topografi hasil pemetaan terestris sebagai acuan yang benar, dilakukan perbandingan koordinat yang dihasilkan dari produk akhir yaitu DTM fotogrametri dan DTM terestris. Perbedaan nilai koordinat ketinggian antara DTM Agisoft 4B SMRF dengan DTM Terestris sebesar 0.869 m, DTM Agisoft 4B slope-based dan DTM Terestris sebesar 0.639 m, DTM Agisoft 12B SMRF dengan DTM Terestris sebesar 0.861 m, DTM Agisoft 12B slope-based dengan DTM Terestris sebesar 0.573 m, sedangkan DTM LPS dengan DTM Terestris sebesar 0.428 m.

2026
👤 Penulis: ARINA NADA KENTJANA (NIM: 15109019); pembimbing : Dr. Deni Suwardhi, S.T., M.T. ; Dr. Ir. Dwi Wisaya
🏷️ Pemetaan Topografi 🏷️ Metode Fotogrametri Uav 🏷️ Analisis Sistem Pemetaan

IDENTIFIKASI PERUBAHAN NILAI TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT MULTITEMPORAL DI WADUK SAGULING, BANDUNG BARAT

Rusaknya daerah tangkapan air di kawasan hulu Sungai Citarum telah mengurangi kapasitasnya seagai daerah resapan air. Selama musim hujan tiba, kawasan hulu yang tererosi membawa sejumlah lumpur akibat dari pengikisan tanah yang tererosi. Kondisi ini menyebabkan masuknya lumpur ke sistem jaringan prasarana air yaitu Waduk Saguling. Selain masalah sedimentasi, akumulasi sampah rumahan yang tidak tertangani telah menjadi masalah krusial dalam menajemen kualitas wilayah perairan. Total Suspensi Solid (TSS) adalah bahan padat, termasuk organik dan anorganik, yang tersuspensi di dalam air. Dalam konteks kualitas air, untuk mengetahui kondisi TSS sangatlah bergantung pada luas daerah dan waktu pengamatan, akibatnya dalam melakukan pekerjaan pemantauan ini diperlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Data penginderaan jauh dapat digunakan untuk menganalisis berbagai parameter terkait kondisi kualitas air secara spasial maupun temporal, sehingga waktu dan biaya dapat dikurangi. Akan tetapi pada proses pengolahan dengan menggunakan data Penginderaan Jauh ini masih mengalami kendala terkait belum ditemukannya algoritma yang dapat malakukan ekstraksi kualitas air untuk seluruh perairan Indonesia. Penelitian ini merupakan kombinasi antara pengukuran in-situ, penurunan algoritma dengan memanfaatkan nilai reflektansi citra, dan juga data geospasial. Dalam penelitian ini memiliki dua tujuan yaitu menentukan algoritma terbaik yang dapat digunakan melakukan penurunan nilai TSS dan juga untuk mengevaluasi perubahan nilai persebaran TSS secara spasial dan temporal di Waduk Saguling, Bandung Barat. Dalam penelitian ini menunjukan adanya penambahan nilai sebaran di tahun 2005 dan 2009 dengan peningkatan menunjukan nilai lebih dari 160 mg/l. Penelitian ini berguna bagi pengembangan dan penerapan Penginderaan Jauh dan SIG untuk berbagai studi yang berkaitan dengan ekstraksi kualitas air khususnya di wilayah perairan Indonesia.

2026
👤 Penulis: ANJAR DIMARA SAKTI (NIM : 15108072 ); PEMBIMBING : PROF. KETUT WIKANTIKA ; DR. SONI DARRMAWAN
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Multitemporal 🏷️ Hidrologi

APLIKASI TLS (TERRESTRIAL LASER SCANNING) UNTUK STUDI DEFORMASI ALAMIAH

TLS (Terrestrial Laser Scanning) telah menjadi teknologi terbaru yang menghasilkan model tiga dimensi dengan resolusi tinggi. Awalnya pemanfaatan TLS ini adalah untuk memodelkan objek, identifikasi, dan pelestarian situs sejarah saja. Namun dengan perkembangan teknologi yang diterapkan pada alat dan tahapan proses pasca pengukuran yang semakin sempurna, ketelitian identifikasi serta penyaringan (filtering) hasil pindaian dapat dimaksimalkan untuk kepentingan penelitian lain.Pemanfaatan TLS telah berkembang menjadi alat pemetaan topografi atau pemodelan objek alami dan buatan. Selain itu dengan memodelkan objek yang sama pada kala waktu (epok) berbeda, perubahan yang terjadi pada objek dapat direkam dan dihitung untuk kepentingan penelitian atau mitigasi efek perubahan yang dialami objek tersebut. Proses ini dikenal dengan studi deformasi yaitu proses pengukuran dan analisa fenomena perubahan terhadap objek alami (tanah longsor, deformasi gunungapi,erosi pesisir pantai, dan lain-lain) atau objek buatan (penurunan dan retakan permukaan bangunan yang disebabkan oleh gaya luar yang mengenainya). Tugas akhir ini dibuat untuk membahas penggunaan TLS, terutama untuk studi deformasi alami berdasarkan studi yang pernah dilakukan dan dipublikasikan pada jurnal internasional. Ketelitian maksimal pengukuran TLS untuk pemantauan tanah longsor, aktifitas gunungapi dan erosi pesisir pantai adalah: ketelitian registrasi hingga 5.5 mm dan georeferensi hingga 12.5 mm.

2026
👤 Penulis: ANDRE NILSON (NIM 15108066) ; pembimbing : Prof.Ir. Hasanuddin Z. Abidin, M.Sc., Ph.D. Irwan Gumila
🏷️ Geoteknik 🏷️ Pemetaan Topografi 🏷️ Analisis Deformasi Alam
Halaman 236 dari 6754
💬