📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

ANALISIS LAJU GESER DAN POTENSI BAHAYA GEMPA SESAR CIMANDIRI BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS TAHUN 2006-2010

Sesar Cimandiri merupakan salah satu sesar aktif di Jawa Barat yang terletak di Sukabumi Selatan. Sesar ini mempunyai potensi bahaya gempa yang cukup besar, hal ini terlihat dari sejarah kegempaan yang pernah terjadi di wilayah Sesar Cimandiri yang tergolong cukup besar dan juga tergolong gempa merusak, apalagi jalur Sesar Cimandiri merupakan kawasan yang padat penduduk dan banyaknya bangunan serta infrastruktur yang terdapat pada wilayah ini. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pengamatan untuk memantau aktivitas Sesar Cimandiri. Salah satunya adalah dengan menggunakan metode geodetik yang dilakukan dengan cara melakukan pengamatan GPS di sekitar jalur Sesar Cimandiri. Untuk mempelajari karakteristik dari pergerakan Sesar Cimandiri, maka dilakukan pengamatan GPS secara episodik terhadap titik-titik pengamatan yang tersebar di sekitar wilayah sesar Cimandiri. Pengamatan ini telah dilakukan sebanyak lima kali sejak tahun 2006-2010. Berdasarkan hasil pengolahan data, titik-titik pengamatan bergeser ke arah tenggara dengan besar pergeseran berkisar antara 1-4cm/tahum. Setelah pengaruh block motion dihilangkan, titik-titik pengamatan mengalami pergerakan horizontal yang berkisar antara 3mm/tahun-2 cm/tahun.

2026
👤 Penulis: NURUL NURFARIDA (NIM 15106039); Pembimbing: Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc., dan Dr. Dina Sarsito,M.T
🏷️ Geodetika 🏷️ Analisis Gempa Bumi 🏷️ Hidrologi

PEMANFAATAN METODE INSAR UNTUK PEMANTAUAN AKTIVITAS GUNUNG SEMERU

Indonesia terletak pada 6o LU hingga 11o LS dan 95o BT hingga 141o BT yang memiliki iklim tropis serta dilalui jalur “Ring of fire”(daerah yang memiliki banyak gunungapi aktif). Hal itu terbukti dengan kepemilikan gunungapi aktif Indonesia sebanyak 129 gunungapi. Hal ini berarti Indonesia berada di daerah yang rawan bencana akibat letusan gunungapi. Untuk mengurangi dampak dari bencana yang dapat terjadi kapan saja itu, perlu dilakukan mitigasi. Dalam rangka mitigasi tersebut terdapat pokok bagian yang penting, yaitu pemantauan aktivitas gunungapi. Banyak metode yang dapat digunakan untuk pemantauan gunungapi. Salah satunya adalah secara geodetik menggunakan teknologi InSAR. Penelitian ini menerapkan teknologi InSAR untuk memantau aktivitas Gunung Semeru, Jawa Timur, Indonesia. Sebanyak 8 data ALOS PALSAR level 1.0 dari Oktober 2009 hingga Februari 2011 digunakan dalam penelitian ini. Metode pengolahannya dengan menggunakan metode two-pass dengan model tinggi digitalnya dari SRTM3. Perangkat lunak yang digunakan untuk pengolahannya adalah GMTSAR. Setelah dilakukan pengolahan, diperoleh 7 interferogram dengan memasangkan data yang memiliki interval data terpendek. Interferogram yang terbentuk ternyata masih memiliki kesalahan yang besar dari fase orbit dan atmosfer sehingga tidak dapat dianalisis hubungan antara aktivitas Gunung Semeru dengan hasil yang diperoleh. Hal ini menunjukkan GMTSAR masih perlu dikembangkan agar dapat digunakan untuk memantau aktivitas gunungapi dengan teknologi InSAR.

2026
👤 Penulis: NUR MUJID ABDULLAH (NIM 15108044); Pembimbing: Dr. Ir. Dina Anggreni Sarsito, MT. dan Teguh Purnama
🏷️ Geodetika 🏷️ Pemantauan Aktivitas Gunungapi 🏷️ Teknologi Insar

SIMULASI KRITERIA PREDIKSI PASUT UNTUK PRAKIRAAN TINGGI MUKA AIR DALAM KURUN WAKTU KRITIS (NOWCASTING) DI DELTA MAHAKAM

Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu prosedur yang dapat melakukan prediksi pasut untuk kurun waktu kritis (nowcasting), atau dapat juga disebut sebagai prediksi pasut untuk kurun waktu beberapa jam ke depan. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan tingkat keakuratan terbaik yang dapat bekerja secara efisien sehingga menghasilkan hasil yang optimal. Penelitian ini merupakan studi kasus di wilayah Delta Mahakam. Data yang digunakan adalah data pengamatan pasut pada tiga stasiun pasut, yaitu stasiun CPU, stasiun Handil, dan stasiun NPU. Data pengamatan pasut yang diperoleh dari ketiga stasiun tersebut kemudian dilihat tingkat kesalahannya dengan menggunakan nilai variansi, root-mean-square (RMS), dan nilai kesalahan relatif rata-rata (ē), dengan asumsi data tersebut sudah tidak memiliki faktor non-pasut lagi. Tingkat kesalahan pada ketiga stasiun tersebut kemudian dibandingkan hasilnya berdasarkan konstanta harmonik pasut yang digunakan, selang waktu penerapan teknik nowcasting, dan panjang data awal yang akan digunakan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah teknik nowcasting terbaik dilakukan dengan menggunakan semua konstanta harmonik yang diperoleh dari analisis pasutnya, dengan program T_TIDE dari data awal sepanjang 15 hari ke belakang, untuk pelaksanaan teknik nowcasting dengan selang waktu yang berbeda-beda di setiap tempatnya. Selang waktu penerapan teknik nowcasting terbaik di stasiun CPU adalah setengah hari, sedangkan selang waktu penerepan teknik nowcasting terbaik di stasiun Handil dan stasiun NPU adalah seperempat hari.

2026
👤 Penulis: NULI RAHMASARI (NIM 15108050); Pembimbing: Dr. rer. nat. Poerbandono dan Dr. Eng. Totok Suprijo
🏷️ Simulasi Prediksi Pasut 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

STUDI PENGUKURAN TIGA DIMENSI INTERIOR RUANGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI ALAT KAMERA NON METRIK DAN DISTOMETER

Beberapa tahun terakhir ini, pengembangan menuju tingkat kedetilan yang lebih baik dari pemodelan tiga dimensi (3D) gedung semakin pesat. Pemodelan 3D telah mencapai Level of Detail (LOD) 4 dimana interior ruangan serta benda-benda atau furnitur yang ada di dalamnya juga ditampilkan. Dalam pemetaan, untuk membuat model 3D suatu objek harus dilakukan pengukuran atau akuisisi data terhadap objek tersebut untuk memperoleh bentuk seperti yang seharusnya di lapangan. Untuk keperluan konstruksi, pengukuran interior memiliki standar toleransi kesalahan yang harus dipenuhi. Terdapat suatu metode sederhana dan beresiko rendah untuk pengukuran dimensi suatu bidang yang telah diterapkan oleh beberapa peneliti. Metode yang digunakan adalah metode pengukuran fotogrametri rentang dekat berbasis single image dan dibantu dengan distometer/laser distance meter. Kamera dan distometer dikombinasikan dan dipasang di suatu dudukan khusus. Gambar objek diambil menggunakan kamera dan jarak kamera ke objek diukur menggunakan distometer. Pada Tugas Akhir ini, metode tersebut diaplikasikan untuk pengukuran interior ruangan. Namun setelah dilakukan eksperimen-eksperimen, diketahui bahwa metode ini belum dapat menghasilkan ukuran interior ruangan yang baik serta belum dapat memodelkan interior ruangan dalam bentuk 3D.

2026
👤 Penulis: NINDYA ANDIKA PUTRI (NIM 15107036); Pembimbing: Dr. Deni Suwardhi, ST., MT. dan Ir. Agoes Soewandito
🏷️ Pengukuran Interior Ruangan 🏷️ Metodologi Pengukuran Fotogrametri Rentang Dekat 🏷️ Modeling 3D Gedung

STUDI PEMANFAATAN FOTOGRAMETRI RENTANG DEKAT SECARA TERESTRIAL DAN AERIAL MENGGUNAKAN PESAWAT REMOTE CONTROL

Fotogrametri Rentang Dekat merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk merekonstruksi objek 3 Dimensi. Objek 3 dimensi ini dapat membantu memodelkan objek yang tidak dapat direpresentasikan dalam objek 2 Dimensi. Dalam penelitian tugas akhir ini metode yang digunakan adalah Fotogrametri Rentang dekat yang dilakukan dengan tiga cara pengambilan data yaitu pengambilan foto secara terrestris (menggunakan kamera yang dipegang langsung oleh fotografer), pengambilan foto secara aerial (meletakkan kamera pada wahana terbang seperti helicopter remote control) dan kombinasi keduanya (aerial dan terrestrial). Cara kombinasi ini membantu mendapatkan data yang tidak terlihat sebatas pandangan mata jika hanya menggunakan cara terrestris atau cara aerial saja. Perangkat lunak yang digunakan untuk membentuk model 3 dimensi dalam penelitian ini adalah photomodeler dengan menggunakan Objek bangunan berupa Observatorium Boscha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketelitian geometrik dari 3 cara pengambilan data diatas.

2026
👤 Penulis: NILA TRI INDRARIANI (NIM 15105036); Pembimbing: Dr. Ir. Bobby Santoso D.,M.Sc., dan Dr. Ir. Deni Suw
🏷️ Fotogrametri Rentang Dekat 🏷️ Modeling 3 Dimensi 🏷️ Analisis Geometri

PEMBUATAN BASIS DATA dan PROSES KARTOGRAFIK PETA LINGKUNGAN PANTAI INDONESIA (DAERAH STUDI: PANTAI BARAT SUMATERA UTARA)

Indonesia adalah negara kepulauan dengan panjang pantai 95,181 kilometer. Dengan pantai sepanjang itu, lingkungan pantai menjadi aset yang sangat potensial untuk dikembangkan demi kemajuan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di daerah pantai. Peta merupakan salah satu syarat untuk mengembangkan suatu wilayah. Dalam pengembangan daerah pantai, peta harus memberikan informasi secara khusus untuk wilayah pesisir dan laut, terutama tentang kedalaman, jenis pantai (berpasir, berlumpur, atau berbatu), serta informasi dasar lainnya terkait dengan navigasi dan administrasi di wilayah laut. Peta pada zaman sekarang ini sudah dibuat dalam format basis data spasial. Jadi pada pembuatannya, pertama dilakukan pembuatan basis datanya terlebih dahulu, setelah itu dilakukan proses kartografik untuk keperluan penampilan (visualisasi) dan pencetakan .Hasil akhir yang diharapkan adalah peta Lingkungan Pantai Indonesia dalam format basis data yang sesuai dengan standard.

2026
👤 Penulis: NIKSON M N (NIM 15107083); Pembimbing: Dr. Ir. Samsul Bachri, M.Eng dan Dr. Ir. Akhmad Riqqi, M.Si
🏷️ Pengolahan Data Geografi 🏷️ Basis Data Spasial 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan

KAJIAN TERHADAP OBJEK-OBJEK RUANG PERAIRAN MENUJU KE ARAH PENGELOLAAN KADASTER KELAUTAN DI INDONESIA (STUDI KASUS: PULAU BINTAN, KEPULAUAN RIAU)

Wilayah laut Indonesia yang luas dengan garis pantai yang panjang merupakan sebuah potensi besar yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya terutama untuk kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan potensi tersebut merupakan suatu hal yang mutlak harus dilakukan sebagaimana amanat Undang- Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat 3, lebih lanjut Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960 Pasal 2 Ayat 2 menjelaskan wewenang negara dalam menguasai bumi,air, dan ruang angkasa tersebut. Pemanfaatan potensi laut yang dipandang sebagai ruang perairan dapat dilakukan dalam banyak hal, salah satu yang sedang berkembang saat ini adalah implementasi Kadaster Kelautan. Konsep Kadaster Kelautan yang merupakan lanjutan dari Kadaster Pertanahan menjadi sangat penting ketika pemanfaatan ruang laut dikaitkan dengan aspek legal, aspek teknis dan aspek kelembagaan. Masalah yang dikaji adalah keberadaan bangunan di atas air yang terdapat di Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Keberadaan bangunan atas air tersebut perlu dikaji berdasarkan aspek hukum, teknis, dan kelembagaannya sehingga dapat dikelola dengan baik dan juga dijadikan acuan bagi pengelolaan objek-objek ruang perairan secara umum dalam konteks Kadaster Kelautan. Hasil kajian adalah perlunya pembuatan peraturan yang mendukung implementasi Kadaster Kelautan.

2026
👤 Penulis: NIKO SARIPSON P SIMAMORA (NIM 15107045); Pembimbing: Dr. Ir. Eka Djunarsjah, MT dan Dr. Andri Herna
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kadaster Kelautan

PENETAPAN BATAS ZONA EKONOMI EKSKLUSIF INDONESIA DAN MALAYSIA DI SELAT MALAKA DAN ANALISIS HITUNGAN LUASNYA BERDASARKAN KLAIM MALAYSIA

Batas laut Negara Indonesia dengan negara-negara lain banyak yang belum disepakati. Negara Malaysia adalah salah satu negara yang berbatasan laut dengan Indonesia. Selat Malaka adalah salah satu wilayah dimana kedua negara ini berbatasan, dan didaerah tersebut sering terjadi konflik karena batas negara yang belum jelas. Ketidakjelasan batas ZEE di Selat Malaka antara Indonesia dan Malaysia berdampak pada nasib nelayan yang mencari ikan di wilayah Selat Malaka. Banyak nelayan Indonesia yang ditangkap oleh aparat Malaysia karena dianggap menangkap ikan di wilayah perairan Malaysia, dan tidak jarang Indonesia membalas perlakuan tersebut dengan menangkap kapal nelayan Malaysia. Penelitian ini dilakukan dengan teknik penentuan batas secara grafis. Prinsip yang digunakan adalah prinsip ekuidistan dan metode yang digunakan ada dua yaitu metode lingkaran dan metode bisek. Penelitian ini meliputi studi literatur dan pengumpulan data, penentuan titik dasar dan garis pangkal lalu penentuna batas laut untuk kedua Negara. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah beberapa peta batas Zona Ekonomi Eksklusif yang dapat dijadikan alternatif batas laut antara Indonesia dan Malaysia. Garis batas yang akhirnya akan dipakai untuk menjadi batas laut kedua negara bergantung pada perundingan antara kedua negara tersebut.

2026
👤 Penulis: Ngk Gd Ag PRAYUDY AGATHA (NIM 15107010); Pembimbing: Dr. Ir. Eka Djunarsjah, M.T.
🏷️ Geografi Politik Laut 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERBANDINGAN KLASIFIKASI TUTUPAN LAHAN DENGAN METODE OBJECT-BASED DAN PIXELBASED

Klasifikasi dengan metode pixel-based dan object-based dilakukan untuk mendapatkan informasi tutupan lahan pada citra Landsat Thematic Mapper. Pada metode berbasiskan piksel, teknik klasifikasi terbimbing dengan metode Maximum Likelihood dan Minimum Distance digunakan dalam proses klasifikasi. Sedangkan pada metode berbasiskan objek, citra disegmentasi terlebih dahulu menjadi daerah yang homogen dengan menggunakan parameter yang tepat pada beberapa level. Hasil klasifikasi kemudian dibandingkan untuk mengevaluasi dua metode klasifikasi tersebut. Untuk mendapatkan hasil akurasi, maka data ground truth yang sama diberikan pada kedua metode tersebut. Keakuratan yang didapatkan pada klasifikasi dengan metode berbasiskan objek dengan menggunakan metode maximum likelihood adalah 77.27% dan untuk metode minimum distance adalah 76.14%. Sedangkan tingkat keakuratan klasifikasi dengan menggunakan metode berbasiskan objek didapatkan hasil 86.52% untuk level 1, 82.02% untuk level 2, dan 78.65% untuk level 3. Dengan metode berbasiskan objek didapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan metode berbasiskan piksel (termasuk user’s dan producer’s accuracy). Berarti pemetaan tematik dengan metode berbasiskan objek memberikan hasil yang lebih baik.

2026
👤 Penulis: NANDHY RAMADHANNY HOESIN POETRI (NIM 15108075); Pembimbing: Prof. Ketut Wikantika, Ph.D dan Dr. Soni
🏷️ Klasifikasi Citra Landsat 🏷️ Analisis Keakuratan Klasifikasi 🏷️ Segmentasi Objektif

PEMBUATAN SISTEM INFORMASI ZONA POTENSI IKAN DI WILAYAH PESISIR SELATAN JAWA BARAT

Republik Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas lautan sekitar 3,1 juta km2 atau sekitar dua kali luas daratannya. Dengan kondisi demikian dapat dikatakan bahwa Indonesia memiliki sumber daya kelautan yang sangat besar. Namun pada kenyataannya, besarnya hasil laut Indonesia belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat nelayan dikarenakan kurangnya pengetahuan mereka mengenai zona potensi ikan sehingga banyak waktu yang dihabiskan hanya untuk ‘mencari’ bukan ‘menangkap’ ikan. Tugas akhir ini meliputi pembuatan model sistem informasi berupa peta zona potensi penangkapan ikan yang dilengkapi dengan tabel informasi mengenai kegiatan melaut nelayan serta mengkaji sistem informasi yang telah diterapkan di PPP Cilauteureun sehingga dapat mengoptimasi zona potensi ikan dan meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan.

2026
👤 Penulis: NADIFA RIZKITA (NIM 15106012); Pembimbing: Dr. rer. nat. Wiwin Windupranata dan Dr. Akhmad Riqqi, M.
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS PERUBAHAN LAHAN DENGAN MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (Studi Kasus : Wilayah Bandung)

Tutupan lahan adalah bentuk ilmiah ataupun konstruksi artifisial yang menutup permukaan bumi yang dapat mengalami perubahan, perubahan tutupan lahan didefinisikan sebagai bergesernya suatu penggunaan lahan dari satu sisi ke sisi yang lainnya diikuti dengan bertambahnya atau berkurangnya tipe penggunaan lahan. Analisis terhadap perubahan tutupan lahan penting untuk dilakukan guna mendukung perencanaan pembangunan pada suatu wilayah. Data yang digunakan pada tugas akhir ini adalah data peta tutupan lahan wilayah Bandung tahung 1994, 1997 dan 2001. dengan format raster. Data tersebut dihitung perubahannya dari tahun 1994 ke 1997 dan dari tahun 1994 ke 2001 dengan metode crosstab, yang dari proses tersebut diperoleh citra crosstab dan tabel crosstab. Selanjutnya nilai ketetanggaan antar perubahan tutupan lahan dihitung dari citra hasil crosstab dengan metode GLCM. Data yang diperoleh dari hasil GLCM dianggap sebagai data korelasi spasial antar perubahan tutupan lahan yang terjadi pada wilayah Bandung, yang ditentukan variabel perubahan tutupan lahan mana yang paling dominan dengan menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA).

2026
👤 Penulis: M. ZAHRIL AFFENDI (NIM 15105016); Pembimbing: Dr. Ir. Agung Budi Harto, M.Eng., dan Ir. Kosasih Prij
🏷️ Principal Component Analysis 🏷️ Analisis Perubahan Tutupan Lahan 🏷️ Glcm

ANALISIS DEFORMASI GUNUNGAPI TALANG BERDASARKAN DATA PENGAMATAN GPS TAHUN 2005 - 2009

Gunungapi Talang adalah salah satu gunungapi yang terletak di Sumatera Barat. Letusan magmatik terakhir terjadi pada tahun 1883. Letusan terakhir berupa letusan abu terjadi pada tahun 2005. Letusan pada tahun 2005 tersebut terjadi beberapa hari setelah gempa tektonik di Mentawai. Sejak saat itu aktivitas vulkanik gunungapi Talang terus meningkat, meskipun tidak terjadi erupsi.Untuk meneliti deformasi yang terjadi pada gunungapi Talang pada tahun 2005-2009 digunakan data pengamatan Global Positioning System (GPS) yang diamati pada bulan Desember 2005, Maret 2006, Februari 2007, Februari 2008, Juli 2009, Agustus 2009, dan Oktober 2009. Data GPS kemudian diproses sehingga didapatkan koordinat geodetik dan geosentrik beserta standar deviasinya. Koordinat geosentrik yang dihasilkan ditransformasikan ke dalam koordinat toposentrik. Setelah dilakukan uji statistik dengan distribusi-t dan nilai resultan kecepatan vektor pergeseran yang dihasilkan dinyatakan telah lolos, kecepatan vektor pergeseran per tahun diplot. Perhitungan lokasi pusat magma menggunakan model Mogi dan pemilihan hasil terbaik melalui metode optimasi.

2026
👤 Penulis: MUTIARA YUNAZWARDI (NIM. 15106036); Pembimbing: DR. Irwan Meilano, S.T., M.Sc. dan Estu Kriswati, S.
🏷️ Deformasi Gunungapi 🏷️ Global Positioning System (Gps) 🏷️ Analisis Statistik

PEMBUATAN APLIKASI DESKTOP GIS DATA PERTANAHAN (P4T, SKP, DAN ZNT)

Amanat konstitusi di bidang pertanahan menuntut agar politik dan kebijakan pertanahan dapat memberikan kontribusi nyata dalam proses mewujudkan “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” ( sebagaimana diamanatkan pada Sila kelima Pancasila dalam pembukaan UUD 1945) dan mewujudkan “sebesar-besar kemakmuran rakyat” ( sebagaimana diamanatkan pada Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 ). Nilai-nilai dasar ini mensyaratkan dipenuhinya hak rakyat untuk dapat mengakses berbagai sumber kemakmuran, terutama tanah. Amanat yang besar ini menuntut pihak yang berwenang untuk memberikan kebijakan di bidang pertanahan sesuai amanat tersebut. Untuk membantu tugas tersebut diperlukan suatu aplikasi yang memberikan akses penuh dan mudah terhadap data Pemilikan, Penguasaan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (P4T), Sengketa, Konflik dan Perkara (SKP), dan Zona Nilai Tanah (ZNT). Dalam proses pembuatan aplikasi tersebut dibutuhkan data-data kepemilikan tanah, penggunaan dan pemanfaatan tanah, data nilai tanah dan data kasus pertanahan. Data-data tersebut di simpan dalam sebuah basis data relasional menggunakan suatu perangkat lunak database. Setelah itu dibuat suatu prototype aplikasi yang menggambarkan produk akhir dari aplikasi tersebut berdasarkan desain yang telah dibuat setelah melakukan analisis kebutuhan. Pada penelitian ini, pembuatan aplikasi desktop GIS data pertanahan (P4T, ZNT, dan SKP) dilakukan dengan menggunakan program MapInfo dan bahasa pemograman Mapbasic. Sementara itu, Implementasi basis data terkait Database Management System (DBMS) dibangun menggunakan perangkat lunak Oracle karena perangkat pengelolaan basis data tersebut memungkinkan untuk mengintegrasikan data spasial dan data atribut dalam satu perangkat dan mendukung costomizing program GIS.

2026
👤 Penulis: MUHSIN MUBAROK (NIM 15106068); Pembimbing: Dr. Andri Hernandi,ST, MT
🏷️ Geografi Sosial 🏷️ Manajemen Tanah 🏷️ Kecerdasan Buatan

PROSEDUR PENGGUNAAN ETS TOPCON GPT 7500 UNTUK PEMETAAN OBJEK BANGUNAN 3D (Studi Kasus: Gedung B, Asrama Bumi Ganesha ITB)

Salah satu perkembangan teknologi alat survei pemetaan dengan metode terestris adalah Electronic Total Station (ETS) TOPCON GPT 7500. Dengan kelebihan yang dimiliki, ETS ini mampu melakukan penguknran tanpa menggunakan reflector atau reflectorless. Teknologi Electronic Distance Measurement (EDM) yang dimiliki ETS, mampu melakukan pengukuran reflectorless dengan jarak 2000 m dan mernpunyai akurasi (±lOmm+lOppm*D). Penggunaan alat ETS TOPCON GPT 7500 untuk penguknran detail objek bangunan masih tergolong baru. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengkajian penggunaan ETS TOPCON GPT 7500, khususnya dalam prosedur pernetaan objek bangunan 3D. Studi kasus objek bangunan pada tugas akhir ini adalah Gedung B, Asrama Bumi Ganesha ITB.

2026
👤 Penulis: MUHAMMAD NOVEL (NIM 15106069); Pembimbing: Dr.Ir. S. Hendriatiningsih, M.S.
🏷️ Teknik Pemetaan Terestri 🏷️ Analisis Kualitatif 🏷️ Pengukuranan Objek Bangunan 3D

PEMETAAN ARUS DAN PASUT LAUT DENGAN METODE PEMODELAN NUMERIK DAN PEMANFAATANNYA DALAM ANALISIS KERENTANAN WILAYAH PESISIR TERHADAP ABRASI (STUDI KASUS: PESISIR KABUPATEN INDRAMAYU, JAWA BARAT)

Wilayah pesisir merupakan wilayah yang sangat dinamis dan rentan terhadap kerusakan lingkungan. Salah satu penyebab kerusakan lingkungan di wilayah lingkungan pesisir adalah dinamika laut. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk melakukan pemetaan dinamika laut (pasang surut dan arus) dan pemanfaatannya dalam analisis kerentaran wilayah pesisir terhadap abrasi. Dalam tugas akhir ini, daerah yang dijadikan sebagai wilayah studi adalah wilayah pesisir Kabupaten Indramayu. Pemetaan dinamika laut ini dilakukan dengan menggunakan metode pemodelan numerik. Pemodelan Numerik ini merupakan suatu metode untuk memodelkan dinamika laut dengan menggunakan persamaan matematika. Hasil yang diperoleh dari pemodelan ini adalah peta arus dan tunggang pasut maksimum pada dua musim berbeda. Hasil dari pemodelan ini kemudian digunakan untuk menganalisis tingkat kerentanan dari wilayah pesisir Indramayu. Setelah dilakukan pemodelan, diperoleh kecepatan arus maksimum pada musim angin barat sebesar 0,405 m/s dan pada musim angin timur sebesar 0,398 m/s. Sementara itu nilai tunggang pasut maksimum pada musim angin barat adalah sebesar 0,76 m sedangkan pada musim angin timur nilai tunggang pasut maksimumnya adalah 0,78 m. Berdasarkan hasil dari pemodelan yang dilakukan, dari delapan kecamatan pesisir Indramayu, terdapat empat kecamatan yang berada pada kondisi rentan dan empat kecamatan pada kondisi kurang rentan

2026
👤 Penulis: MUHAMMAD LEGI PRAYOGA (NIM 15108083); Pembimbing: Dr. rer. nat. Wiwin Windupranata, ST., M.Si. dan D
🏷️ Pemetaan Dinamika Laut 🏷️ Analisis Kerentanan Wilayah Pesisir 🏷️ Pemanfaatan Metode Numerik Dalam Ilmu Hidrologi
Halaman 241 dari 6754
💬