📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

DESAIN LAYOUT DAN PEKERJAAN PENGERUKAN ALUR PELAYARAN DAN KOLAM PELABUHAN DERMAGA III PELABUHAN BIRINGKASSI PT. SEMEN TONASA

Pelabuhan Biringkassi yang terletak di Sulawesi Selatan dimanfaatkan sebagai sarana pendukung aktivitas industri semen, khususnya dalam penerimaan batubara sebagai sumber energi produksi melalui Dermaga III. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pelayanan kapal dan tuntutan keselamatan operasional. Untuk mendukung peningkatan kapasitas hingga kapal berukuran 10.000 DWT, dilakukan perencanaan pengerukan yang meliputi desain alur pelayaran, kolam putar, dan area tambat, sekaligus perhitungan volume material keruk, kebutuhan peralatan, durasi pekerjaan, serta estimasi biaya. Hasil perencanaan menunjukkan alur pelayaran dirancang pada kedalaman 7 m dari Lowest Water Spring (LWS) dengan lebar 85 m dan kemiringan dasar 1:3, kolam putar berdiameter 202 m pada kedalaman yang sama, serta area tambat berukuran panjang 126 m dan lebar 35 m. Berdasarkan metode cross section, diperoleh volume material keruk sebesar 752,366.53 m³. Untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, digunakan 1 unit Cutter Suction Dredger “AJP 03” dan 4 unit self-propelled barge. Dengan kapasitas produksi alat tersebut, durasi pengerukan diperkirakan 117 hari termasuk mobilisasi dan demobilisasi, dengan estimasi biaya mencapai Rp45,739,400,952.21 atau Rp55,931.94 per m³.

2025
👤 Penulis: Fitri Nur Azizah
🏷️ Desain Laut 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ETNOSEMIOTIKA PADA RITUAL TABUT BENGKULU

Penelitian ini membahas Tabut sebagai sebuah sistem kepercayaan yang dijalankan secara turun-temurun oleh komunitas setiap tahun. Tradisi ini tidak hanya merepresentasikan dimensi ritual keagamaan, tetapi juga mengandung nilai-nilai sosial, budaya, dan historis yang membentuk identitas kolektif masyarakat pendukungnya. Fokus penelitian adalah menyingkap bagaimana artefak budaya dan prosesi ritual Tabut dipahami sebagai tanda, serta bagaimana tanda tersebut membangun sistem pemaknaan kolektif. Artefak yang diamati antara lain Penja, Gerga, replika pedang Zulfikar, hingga Turbah, yang semuanya tidak hanya berfungsi sebagai objek ritual, melainkan juga sebagai representamen yang menghubungkan komunitas dengan sejarah, memori, dan nilai spiritual. Metode penelitian menggunakan pendekatan etnosemiotika dengan kerangka analisis semiotika C.S. Peirce. Pendekatan ini mengeksplorasi tanda dalam tiga kategori utama: representamen, objek, dan interpretant. Representamen di sini mencakup simbol dan prosesi dalam Tabut; objek adalah tragedi Karbala yang menjadi sumber narasi historis dan spiritual; sementara interpretant adalah makna yang terbentuk dalam kesadaran kolektif masyarakat Bengkulu. Analisis dilakukan secara deskriptif, dan relasional, yaitu dengan memetakan keterkaitan tanda antar artefak dan antar-prosesi. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menjelaskan makna tiap simbol, tetapi juga menyingkap jaringan relasi tanda yang membangun kesatuan ritual Tabut. Hasil penelitian secara visual, prosesi dan artefak Tabut menampilkan sistem tanda yang kompleks dan sarat makna simbolik. Setiap bentuk, warna, ornamen, dan tata letak pada artefak maupun rangkaian prosesi Tabut mengandung representasi dari nilai-nilai spiritual, sosial, dan kultural komunitas pelaksana. Dalam kerangka semiotika C.S. Peirce, unsur visual tersebut dapat dibaca melalui tiga aspek utama: ikon, indeks, dan simbol, yang bersama sama membangun sistem penandaan khas dalam tradisi Tabut.

2025
👤 Penulis: Rahmat
🏷️ Etnosemiotika 🏷️ Ritual Tradisional 🏷️ Sistem Pemaknaan Budaya

REKONSTRUKSI BUSINESS MODEL CANVAS BERDASARKAN PERJALANAN PELANGGAN UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN FOURG VILLA DI INDUSTRI PERHOTELAN BANDUNG

Penelitian ini berfokus pada merekonstruksi Business Model Canvas (BMC) dari FourG Villa, sebuah bisnis perhotelan di Bandung, Indonesia, untuk meningkatkan daya saing melalui pendekatan integrasi perjalanan pelanggan. FourG Villa, yang didirikan pada tahun 2017, menghadapi fluktuasi tingkat okupansi, terutama akibat pandemi COVID-19 dan persaingan yang semakin ketat. Dengan pendekatan metode campuran, penelitian ini mengumpulkan data kuantitatif melalui survei tamu dan wawasan kualitatif dari wawancara dengan manajemen dan tamu. Temuan penelitian mengungkapkan masalah utama dalam keterlibatan pelanggan, kualitas fasilitas, dan komunikasi pasca-kunjungan yang mempengaruhi kepuasan dan loyalitas pelanggan. Penelitian ini juga menemukan bahwa FourG Villa kurang memiliki strategi diferensiasi yang efektif, sehingga sulit bersaing dengan akomodasi budget dan premium. Untuk mengatasinya, penelitian ini mengusulkan diversifikasi penawaran dengan pengalaman unik dan personal, seperti paket wisata ekologi dan tur budaya lokal. Rekomendasi lainnya termasuk meningkatkan proses pemesanan, memperbaiki kualitas fasilitas (Wi-Fi dan AC), menerapkan program loyalitas, mengoptimalkan pemasaran media sosial, dan mengadopsi praktik keberlanjutan melalui teknologi canggih seperti IoT. Strategi-strategi ini bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, efisiensi operasional, dan memastikan kelangsungan bisnis jangka panjang di pasar perhotelan yang kompetitif.

2025
👤 Penulis: Gina Aninditha
🏷️ Business Model Canvas 🏷️ Perhotelan Bandung 🏷️ Pandemi Covid-19

PROYEKSI PENGARUH PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DAN PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KEANDALAN DEBIT DAS PROGO, WS PROGO OPAK SERANG, PROVINSI JAWA TENGAH – D.I YOGYAKARTA

Daerah Aliran Sungai (DAS) memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan sumber daya air, salah satunya sebagai sumber air baku. Pertumbuhan populasi dan urbanisasi meningkatkan konversi lahan, menurunkan kualitas lingkungan, dan menekan sumber daya alam. Kombinasi perubahan iklim dan konversi lahan memperburuk rezim aliran sungai, mengurangi fungsi konservasi air, dan meningkatkan risiko bencana hidrologi yang mempengaruhi ketersediaan air. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting dan proyeksi tutupan lahan dan curah hujan DAS Progo hingga tahun 2050, serta mengevaluasi keandalan DAS Progo dalam memenuhi kebutuhan air baku SPAM Kartamantul di bawah pengaruh perubahan iklim skenario SSP2-4.5 dan SSP5-8.5. Penelitian ini mengintegrasikan pendekatan penginderaan jauh dengan analisis model Cellular Automata-Markov Chain, pemodelan hidrologi F.J. Mock dan analisis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi penutupan lahan DAS Progo pada tahun 2050 tetap didominasi penutupan lahan pertanian yaitu 75,4% dari total luas DAS dan terjadi peningkatan penutupan lahan tanpa tanaman sebanyak 6.4% pada tahun 2050. Proyeksi tahun 2050 curah hujan DAS Progo mengalami peningkatan pada skenario SSP 2-4.5 namun mengalami penurunan pada skenario SSP 5-8.5 dibandingkan kondisi eksisting. Proyeksi kebutuhan air di DAS Progo untuk wilayah layanan SPAM Kartamantul akan terus meningkat pada tahun 2050 hingga 4.206,42 l/s. Rata – rata debit andalan Q90 pada tahun 2050 untuk skenario SSP 2-4.5 adalah sebesar 72.150 l/s sedangkan skenario SSP 5-8.5 adalah sebesar 70.330 l/s. Kebutuhan air untuk SPAM Kartamantul dapat terpenuhi hingga tahun 2050 pada skenario SSP 2-4.5 dan SSP 5-8.5 (Supply > Demand). Indeks Konservasi DAS Progo tahun 2050 berstatus degradasi (IKc < IKa). Kawasan dengan status kritis menjadi 15,8% pada tahun 2050.

2025
👤 Penulis: Rizki Puji Lestari
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Air

ESTETIKA RUANG DAN REPRESENTASI BUDAYA JAWA PADA NDALEM WURYANINGRAT SURAKARTA: KAJIAN HISTORIS 1890–2020

Perubahan cara hidup dan perkembangan arsitektur membuat rumah tradisional Jawa mengalami penyesuaian bentuk dan fungsi. Namun demikian, nilai budaya yang diwariskan turun-temurun tidak serta-merta memudar. Ndalem Wuryaningrat menjadi salah satu contoh yang memperlihatkan bagaimana estetika ruang, simbol sosial, dan jejak identitas budaya Jawa tetap bertahan di tengah perubahan zaman, perpindahan kepemilikan, dan adaptasi ruang. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana nilai budaya tersebut direpresentasikan, serta bagaimana makna-makna itu tetap hidup dan bertransformasi sejak akhir abad ke-19 hingga masa kini. Penelitian ini menelusuri representasi budaya Jawa melalui estetika ruang Ndalem Wuryaningrat dalam rentang waktu 1890–2020. Susunan ruang, ragam hias, dan elemen bangunan dibaca sebagai ekspresi identitas pemilik dan nilai budaya yang menyelimutinya. Dengan pendekatan kualitatif menggabungkan penelusuran historis dan pemahaman etnografis penelitian ini menangkap hubungan antara perubahan ruang dengan pengalaman manusia yang menjalani, mengelola, atau sekadar singgah di dalamnya. Data dihimpun melalui studi pustaka, pembacaan naskah Jawa, observasi lapangan, dan wawancara dengan pihak-pihak yang mengetahui riwayat serta perkembangan ndalem ini. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa ruang-ruang di Ndalem Wuryaningrat tidak hanya dimaknai melalui wujud fisiknya, tetapi juga melalui cerita, ingatan, dan praktik keseharian yang menghidupinya. Nilai laras, ayu, dan makaryo tetap menjadi roh estetika, hadir dalam berbagai bentuk meskipun ndalem ini mengalami banyak perubahan sejak 1890. Melalui pembacaan historis dan pengalaman etnografis, tampak bahwa Ndalem Wuryaningrat terus mempertahankan karakter budaya Jawa sembari beradaptasi dengan konteks baru. Penelitian ini merumuskan pola pemahaman mengenai estetika dan representasi budaya Jawa yang berguna untuk memahami ruang tradisional di tengah perubahan, sekaligus memberikan arah bagi upaya pelestarian ndalem sebagai living heritage yang tetap relevan bagi kehidupan masa kini.

2025
👤 Penulis: Sakundria Satya Murti Wardhana
🏷️ Estetika Ruang 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS SEBARAN EMISI GAS BTEX DARI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) SARIMUKTI MENGGUNAKAN MODEL AERMOD

TPA Sarimukti merupakan salah satu lokasi penimbunan sampah di Kabupaten Bandung Barat yang berpotensi melepaskan emisi senyawa BTEX (benzena, toluena, etilbenzena, dan xilena) yang bersifat volatil serta dapat berdampak pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi rata-rata emisi BTEX, menganalisis pola sebarannya, dan menentukan area dengan potensi konsentrasi tertinggi berdasarkan hasil pemodelan. Pengukuran BTEX dilakukan pada empat titik pengamatan, pada area zona timbunan sampah (A, B, dan C) dan area IPAL (D), menggunakan metode NIOSH 1501, dan data lapangan digunakan untuk validasi hasil simulasi model agar mendekati kondisi aktual. Estimasi laju emisi dihitung menggunakan LandGEM, sedangkan pola dispersi dianalisis dengan AERMOD yang mempertimbangkan kondisi meteorologi dan topografi setempat. Rata-rata konsentrasi tertinggi diperoleh pada titik B dan C, masing-masing sebesar 57,2 µg/m³ dan 66,3 µg/m³, sedangkan titik A dan D menunjukkan nilai lebih rendah, yaitu 54,2 µg/m³ dan 55,6 µg/m³. Pola sebaran BTEX dipengaruhi oleh arah angin dominan dari selatan–barat daya menuju utara–timur laut dengan kecepatan rendah serta diperkuat oleh bentuk topografi cekungan, sehingga akumulasi polutan cenderung terjadi pada sisi utara area operasional. Hasil AERMOD menunjukkan bahwa konsentrasi maksimum simulasi 3 jam mencapai 90,4 µg/m³ untuk benzena, 60,4 µg/m³ untuk toluena, 7,51 µg/m³ untuk etilbenzena, dan 37,8 µg/m³ untuk xilena. Pada rata-rata 24 jam, konsentrasi masing-masing senyawa adalah 40,5; 27,1; 3,37; dan 16,9 µg/m³. Wilayah permukiman menunjukkan konsentrasi jauh lebih rendah, menandakan bahwa dampak emisi BTEX paling signifikan terjadi di dalam area operasional landfill. Temuan ini menegaskan pentingnya aktivitas landfill, meteorologi, dan topografi dalam mengendalikan dispersi BTEX serta menjadi dasar bagi strategi mitigasi kualitas udara di sekitar TPA

2025
👤 Penulis: Andini Yunita Lailla Ramadhani
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

EVALUASI KINERJA DAN PERILAKU RESPONS SEISMIK BANGUNAN BERTINGKAT DENGAN STRUKTUR RANGKA BAJA PENAHAN GEMPA TWO STORY X-BRACED FRAME, ZIPPER BRACED FRAME DAN STRUT-TO-GROUND BRACED

Zipper Braced Frame, Strut to Ground Braced Frame, dan Two Story X – Braced Frame merupakan 3 tipe sistem struktur yang sering dikategorikan kedalam Special Concentrically Braced Frame (SCBF) yang diatur dalam ASCE 7 – 16, Namun hal tersebut minimbulkan banyak pertanyaan dimana dengan bentuk konfigurasi brace terpasang yang berbeda tiap tipenya tentunya akan menghasilkan respons struktur yang bebeda pada struktur yang memiliki kategori ketinggian berbeda : tinggi, sedang dan rendah, oleh karena itu evaluasi kinerja serta analisis perilaku respons struktur tiap tipe struktur dengan beberapa variasi kategori ketinggian perlu dilakukan agar dapat mengetahui kinerja tiap tipe sekaligus dapat mengetahui apakah batasan ketinggian yang ditetapkan aturan untuk sistem SCBF setinggi 48 m untuk KDS D apakah masih relevan jika terhadap 3 tipe brace ini. Prosedur analisis nonlinier dinamik dengan metode Nonlinear Time History Analysis (NLTHA) dipilih dalam menganalisis struktur bangunan, tiap objek telah melalui tahapan desain diawal dan sesuai aturan desain bangunan baja tahan gempa, selain itu elemen kolom dan balok pada portal penahan gempa didesain agar masih dalam kondisi elastis saat elemen brace gagal dengan menggunakan desain kapasitas. Metode evaluasi ini dinilai relevan untuk saat ini dilakukan, serta respons struktur yang dihasilkan dapat lebih akurat dibandingkan metode numerik lainnya, Hasil evaluasi kinerja untuk tiap tipe dilihat dari masing – masing DCR frame hinge yang dihasilkan seluruh elemen forced controlled dan deformation controlled memiliki DCR < 1 (Izin) serta simpangan struktur yang dihasilkan < 4% simpangan izin, namun terkhusus untuk TSXBF pada struktur kategori tinggi penggunaan profile yang digunakan terutama untuk brace tidak bisa berangkat dari ukuran yang sama dengan tipe ZF dan STG. Respons struktur yang diambil sebagai bahan analisis perilaku terdiri dari simpangan antar lantai, disipasi energi elemen brace tiap lantai dan persentase degradasi kekakuan struktur, Berdasarkan 3 respons struktur tersebut didapatkan bahwa tipe TSXBF memiliki kinerja seismik yang baik jika diterapkan pada bangunan bertingkat rendah hingga sedang sedangkan tipe ZF & STG memiliki kinerja yang baik jika diterapkan pada bangunan bertingkat tinggi.

2025
👤 Penulis: Nirwan Pramana Chandra, Tjan
🏷️ Struktur Baja 🏷️ Analisis Dinamik 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Bangunan

LUKISAN PATAFISIK: REFLEKSI KRITIS TERHADAP KONDISI POSTHUMAN MELALUI PRAKTIK BERKARYA SENI LUKIS

Perkembangan teknologi digital telah melahirkan paradigma budaya baru yang menantang batas ontologis antara manusia dengan non-manusia, tubuh dengan mesin. Fenomena ini memicu munculnya diskursus posthumanisme, yang menggeser pusat pengetahuan dari subjek manusia ke jaringan relasional yang melibatkan entitas non-manusia, termasuk di dalamya kecerdasan buatan (AI). Dalam konteks seni rupa, perubahan ini memunculkan tantangan baru terhadap peran tubuh, ekspresi psikologis, dan makna kreatif dalam praktik artistik yang semakin didominasi oleh teknologi digital. Titik tolak disertasi ini diawali dari persoalan bagaimana seni lukis dapat menjadi ruang refleksi kritis terhadap fenomena posthuman melalui penggabungan ekspresi tubuh manusia dengan representasi digital. Dengan menggunakan pendekatan estetika paradok, penelitian ini mengajukan konsep paradok sebagai kerangka kritis untuk merepresentasikan keganjilan visual, ironi, dan absurditas yang muncul dari pertemuan antara gestur manual dan citra digital. Pendekatan Art Practice as Research (APaR) dipakai sebagai metoda untuk mengkaji sejauhmana problem estetika seni lukis yang dapat dielaborasi dalam konteks posthumanisme. Diawali dengan tahapan konseptual, eksperimentasi visual, dokumentasi, hingga refleksi afektif melalui interaksi antara penulis (seniman), medium, dan visual digital. Praktik seni lukis tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan representasional, melainkan sebagai bentuk artikulasi epistemologis dan refleksi kritis terhadap pergeseran eksistensi tubuh yang terjadi di era posthuman. Image yang dibuat dengan generatif AI dimanfaatkan sebagai basis visual untuk direspon secara manual dengan media cat minyak. Metode ini dipakai untuk menjelajahi kemungkinan lukisan sebagai medium embodied dalam mengembalikan kehadiran tubuh manusia secara fisik yang semakin tersisih dalam estetika visual digital. Kerangka konseptual dalam penelitian dibangun dari pemikiran Rosi Braidotti mengenai subjek posthuman, N. Katherine Hayles tentang disembodiment dan informasi, pendekatan posthuman afirmatif dari Feranndo, serta estetika post digital sebagaimana dibahas oleh Christiane Paul dan Kim Cascone, dan estetika paradok yang digagas oleh Yacob Sumardjo. Studi komparasi mengacu pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Dan Hays, Tom Palin, dan Michael Stubbs yang secara aktif mempersoalkan batas antara visual digital dan manual. Kontribusi orisinal (novelty) dari penelitian ini adalah perumusan estetika paradok dalam konteks posthumanisme sebagai model penciptaan artistik yang menegaskan pentingnya keberadaan tubuh dalam kolaborasi manusia dengan mesin. Refleksi kritis tidak diarahkan pada penolakan terhadap teknologi, tetapi pada tindakan estetis yang merayakan kehadiran tubuh manusia sebagai sumber pengalaman dan makna di tengah dunia visual posthuman. Melalui pendekatan ini, seni lukis didudukan sebagai ruang pengetahuan embodied yang mampu merespons kompleksitas visual, etika, dan eksistensi dalam budaya algoritmik kontemporer. Di sisi yang lain menunjukkan bahwa seni lukis tetap relevan sebagai medium pemikiran dan produksi pengetahuan dalam lingkup budaya pasca-manusia

2025
👤 Penulis: Oco Santoso
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Posthumanisme 🏷️ Estetika Paradok

ANALISIS PETA RISIKO DAN MITIGASI BENCANA BANJIR SUB-DAS CITEPUS PADA TINGKAT KELURAHAN/DESA

Sub-DAS Citepus sebagai bagian DAS Citarum Hulu, yang melintas dari Kota Bandung hingga Kabupaten Bandung adalah salah satu sungai dengan kondisi padat pemukiman dan sering terjadi banjir pada wilayah bantaran sungainya. Wilayah bantaran sungai yang telah dipadati pemukiman mengakibatkan kesulitan dalam pembangunan fisik sungai karena perlu pembebasan lahan, sehingga salah satu upaya dalam penurunan risiko bencana banjir adalah upaya mitigasi bencana. Penelitian ini bermaksud memodelkan dan menganalisis kondisi hidrologi dan hidraulika Sungai Citepus untuk mengetahui tingkat bahaya yang ditimbulkan, menganalisis kerentanan, memetakan risiko dan rekomendasi mitigasi sebagai dasar peningkatan kesiap-siagaan bencana banjir. Metode hidrologi yang digunakan meliputi analisis frekuensi Hydrognomon, pemodelan debit banjir HEC-HMS HSS SCS-CN dan Nakayasu, analisis hidraulika HEC-RAS 1D dan 2D, serta pemetaan QGIS. Validasi model dilakukan menggunakan NSE dan RMSE untuk pemodelan 1D dan IoU untuk pemodelan 2D. Hasil perhitungan debit banjir menunjukkan bahwa metode SCS-CN dipilih sebagai model terbaik dengan nilai NSE 80% dan RMSE 0.071 m. Pada pemodelan banjir 2D, kondisi 1 (muka air Sungai Citarum normal) menghasilkan kesesuaian sebesar 82,84%, sementara kondisi 2 (muka air Sungai Citarum Q20th) memberikan kesesuaian sebesar 81,08%. Kondisi 2 menunjukkan bahwa peningkatan muka air Sungai Citarum memberikan pengaruh terhadap muka air Sungai Citepus hingga ±1.700 meter ke arah hulu pada wilayah Kabupaten Bandung (RW 8 Cangkuang Wetan dan RW 11 Pasawahan). Analisis risiko menunjukkan bahwa pada kondisi 1 luas area berisiko sedang mencapai 141,1 ha dan risiko tinggi 122,71 ha, sedangkan pada kondisi 2 risiko sedang meningkat menjadi 147,27 ha dan risiko tinggi menjadi 122,78 ha. Rekomendasi mitigasi menunjukkan bahwa wilayah terdampak backwater dari Sungai Citarum perlu diarahkan ke lokasi aman seperti Kantor Kelurahan Cangkuang Wetan, sedangkan wilayah lain dapat dievakuasi sesuai elevasi rumah dan potensi kerusakan. Penelitian ini merekomendasikan penertiban bangunan di bantaran sungai, peningkatan kapasitas masyarakat terhadap kesiapsiagaan banjir, serta pemeliharaan rutin Sungai Citepus dan Sungai Citarum.

2025
👤 Penulis: Icha Efrita Arisiwe
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Air 🏷️ Analisis Risiko Bencana

PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI IMPLEMENTASI EKONOMI SIRKULAR PADA PROYEK INFRASTRUKTUR JALAN TOL: STUDI KASUS JALAN TOL TRANS SUMATRA

Penerapan prinsip ekonomi sirkular pada infrastruktur jalan tol merupakan strategi transformatif untuk mengurangi dampak lingkungan, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, dan menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan. Studi ini bertujuan untuk merumuskan dan mengembangkan instrumen evaluasi yang komprehensif guna menilai tingkat implementasi prinsip ekonomi sirkular pada proyek Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Instrumen ini dirancang untuk mengevaluasi lima aspek utama: tingkat kesadaran stakeholder, praktik penerapan berdasarkan tahapan siklus hidup infrastruktur, kesiapan rantai pasok, potensi manfaat ekonomi, dan tantangan implementatif yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods, dengan pengumpulan data kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada penyedia jasa, pengguna jasa, pemasok material, dan peralatan konstruksi, serta pendekatan kualitatif melalui wawancara, studi literatur, dan validasi pakar. Hasil pengolahan data menggunakan metode Relative Importance Index (RII) dan pemetaan kuadran digunakan sebagai dasar dalam pembentukan indikator evaluatif. Temuan menunjukkan bahwa pemahaman stakeholder masih dominan pada konsep closed-loop material dan energy & natural resource usage, sementara circular business model belum dipahami. Praktik penerapan ekonomi sirkular paling tinggi ditemukan pada tahap design, operation, dan construction, sedangkan manufacturing dan end of life masih menghadapi berbagai hambatan teknis dan kelembagaan. Potensi manfaat ekonomi terbesar teridentifikasi pada efisiensi desain, penghematan energi, dan pemanfaatan sumber daya lokal dengan estimasi penghematan 10-30% dari biaya proyek. Sementara, tantangan utama mencakup ketiadaan regulasi teknis untuk penggunaan kembali material, belum adanya pasar sekunder, dan rendahnya investasi pada teknologi manufaktur hijau. Instrumen evaluasi yang dikembangkan dalam studi ini dapat digunakan sebagai kerangka penilaian berkelanjutan proyek jalan tol lainnya, dengan catatan perlu adanya adaptasi kontekstual terhadap kondisi lokal. Studi ini merekomendasikan penyederhanaan indikator melalui validasi lanjutan, integrasi ke dalam kebijakan pengadaan hijau, dan pengembangan sistem pemantauan serta pelatihan berkelanjutan bagi seluruh stakeholder guna mendukung transisi menuju infrastruktur yang lebih sirkular dan berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Monica Akira Putri
🏷️ Ekonomi Sirkular 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Infrastruktur Jalan Tol

STUDI POTENSI PEMANFAATAN SHALE SEBAGAI MATERIAL TIMBUNAN MENGGUNAKAN PRINSIP MEKANIKA TANAH TAKJENUH

Shale merupakan material yang melimpah di berbagai wilayah Indonesia, salah satunya wilayah Purwakarta, Cisomang. Namun karakteristiknya yang sangat sensitif terhadap perubahan kadar air membuat material ini kurang stabil apabila digunakan langsung sebagai material timbunan. Perubahan kadar air pada shale dapat memicu kembang-susut yang besar, sehingga diperlukan suatu sistem pengendalian kadar air untuk menjaga tanah tetap stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif sistem hydrophobic gravel barrier baik pada kondisi ventilated maupun unventilated dalam mengontrol perubahan kadar air shale pada berbagai variasi muka air tanah (MAT) mulai dari 5 hingga 120 cm. Pengujian dilakukan menggunakan kolom kapilaritas elemental selama ±60–200 hari dan diverifikasi melalui analisis numerik SEEP/W menggunakan kurva karakteristik tanah–air (SWCC) hasil regresi laboratorium. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa barrier hydrophobic gravel–ventilated adalah konfigurasi paling efektif. Pada kondisi ini, kenaikan kadar air shale (?w) berada pada rentang 0.1–1.3%, meskipun MAT dinaikkan sampai 120 cm. Pada hydrophobic–unventilated, kenaikan kadar air meningkat menjadi 0.4–1%, sedangkan pada gravel uncoated–unventilated, perubahan kadar air jauh lebih besar, dengan ?w mencapai 8.7%. Hal ini menunjukkan bahwa sifat hidrofobik pada barrier dapat meminimalisir kapilaritas, sementara ventilasi mencegah akumulasi uap air yang dapat memperbesar kadar air shale. Secara keseluruhan, kombinasi hydrophobic coating dan ventilasi mampu menjaga kadar air shale tetap rendah dan stabil. Dengan metode yang tepat, shale berpotensi aman dan layak untuk dimanfaatkan sebagai material timbunan, sekaligus memberikan alternatif material yang lebih ekonomis pada proyek konstruksi.

2025
👤 Penulis: Nurul Aulia Putri
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

SCENARIO PLANNING: ASSESMENT KESIAPAN PT TELKOMSEL MENGHADAPI KEMUNGKINAN PARTISIPASI RITEL PENUH STARLINK DALAM INDUSTRI TELEKOMUNIKASI INDONESIA

Pasar broadband Indonesia tengah terdistrupsi: layanan satelit orbit rendah (LEO) ritel hadir bersamaan dengan Fixed–Mobile Convergence (FMC), ekspansi serat optik, serta 4G/5G Fixed Wireless Access. Tesis ini mengevaluasi ketangguhan Telkomsel apabila Starlink beroperasi ritel pada skala luas, dengan implikasi pada struktur harga, ekspektasi mutu, ekonomi cakupan jaringan, dan tuntutan paritas regulasi (pajak, TKDN, tata kelola data, dan kewajiban layanan). Pendekatan scenario planning berbasis mixed-methods digunakan melalui tujuh tahapan ringkas: perumusan masalah, perancangan instrumen dan pengumpulan data (wawancara semi-terstruktur dengan pimpinan Telkomsel, praktisi enterprise, pakar hukum, ekonom; serta survei publik), pemetaan dampak–ketidakpastian, konstruksi serta stress test skenario, penurunan opsi, dan perumusan indikator peringatan dini beserta triggers. Ruang skenario dibatasi oleh asumsi penegakan perizinan dan kesejajaran kewajiban, kurva harga perangkat/jasa, kapasitas–latensi LEO serta ketahanan rain-fade di iklim tropis, dan elastisitas harga konsumen. Dua ketidakpastian kritis menonjol: penerapan kebijakan ritel satelit (cakupan/paritas/kepatuhan lokal) serta adopsi– keterjangkauan pelanggan; persilangannya menghasilkan empat masa depan kredibel untuk 2026– 2031. Temuan utama: Telkomsel paling siap ketika memimpin integrasi berbasis kemitraan di bawah satu SLA; mempercepat bundel FMC dengan opsi satellite backhaul untuk wilayah sulit-layanan; memperluas pembiayaan perangkat dan paket bertingkat; menstandar paket enterprise (SD- WAN/backup) serta maritim/logistik; melembagakan regulatory engagement untuk mengamankan paritas; dan mengoperasikan trigger-based cockpit guna memantau tonggak kebijakan, kapasitas/harga LEO, adopsi–churn, kurva biaya terminal, serta kesenjangan QoS. Langkah no- regrets mencakup penguatan jaminan SLA, playbook instalasi/onboarding cepat, dan bundling yang menekankan reliabilitas. Implementasi diikat oleh matriks aktivasi (opsi × tripwire) dan ritme tata kelola (tinjauan triwulanan, pengecekan sinyal bulanan). Kontribusi tesis ini adalah playbook ringkas dan actionable yang mengaitkan skenario dengan keputusan bertenggat, mengintegrasikan dimensi regulasi, ekonomi, dan teknis, serta menunjukkan bagaimana ketidakpastian dikonversi menjadi nilai opsi—bukan sekadar respons defensif.

2025
👤 Penulis: I G G N Arya Kelakan
🏷️ Telekomunikasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Regulasi Teknologi

INISIATIF STRATEGIS UNTUK MENJADI SURVEYOR PILIHAN UTAMA DALAM PEKERJAAN SUPERINTENDING DI INDONESIA

Batubara merupakan salah satu komoditas energi yang memiliki peran strategis dalam perdagangan global. Dalam setiap transaksi ekspor maupun domestik, keterlibatan perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC) menjadi elemen yang tidak terpisahkan. Perusahaan TIC berperan memastikan kualitas dan kuantitas batubara sesuai dengan kesepakatan kontraktual antara penjual dan pembeli. Pentingnya proses inspeksi ini menjadikan perusahaan TIC sebagai aktor kunci dalam menjaga kepercayaan dan transparansi antar pelaku industri. Namun, vitalnya peran tersebut juga diikuti oleh meningkatnya tingkat persaingan antar perusahaan TIC yang beroperasi di sektor ini. Di tengah persaingan tersebut, setiap perusahaan TIC dituntut untuk memiliki strategi yang tepat agar dapat menjadi surveyor pilihan utama bagi para pelaku industri batubara. Penelitian ini berangkat dari fenomena ketidaksesuaian antara tingkat kepuasan pelanggan (customer satisfaction) terhadap perusahaan dan posisi aktual perusahaan dalam peta persaingan industri. Melalui pendekatan penelitian kualitatif, penulis melakukan in-depth interview dengan para stakeholder relevan, seperti perusahaan penambang batubara, trader, dan perusahaan end-user, guna menggali persepsi mereka terhadap faktor-faktor yang memengaruhi penunjukan perusahaan TIC sebagai pelaksana pekerjaan inspeksi (jasa superintending). Penelitian ini tidak hanya mengidentifikasi alasan mengapa pelanggan memilih atau enggan menunjuk perusahaan TIC tertentu, tetapi juga menguraikan tindakan strategis yang dapat dilakukan perusahaan untuk memperkuat daya saingnya di industri. Untuk mencapai hal tersebut, penulis menerapkan beberapa alat analisis, yaitu business process mapping, economic and global segment analysis, stakeholder mapping berdasarkan power–interest matrix, serta SWOT analysis untuk menilai kondisi internal dan eksternal perusahaan secara komprehensif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan strategic insight bagi perusahaan TIC dalam merumuskan strategi bisnis yang lebih terarah, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika industri batubara global, sehingga mampu memperkuat posisi perusahaan dalam kompetisi yang semakin ketat dan menegaskan eksistensinya sebagai mitra terpercaya di sektor inspeksi komoditas.

2025
👤 Penulis: Muhammad Dzaky Ramadhan Nuh
🏷️ Strategi Bisnis 🏷️ Peran Tic Dalam Industri Batubara 🏷️ Analisis Swot

PERAN BERBAGAI KAPABILITAS INOVASI PROSES BISNIS HIJAU SEBAGAI MEDIATOR HUBUNGAN ANTARA ORGANIZATIONAL AMBIDEXTERITY DAN SUSTAINABLE PERFORMANCE PADA UMKM PRODUK KERAJINAN KULIT

Saat ini, kinerja yang berkelanjutan (sustainable peformance) yang terdiri dari kinerja lingkungan, ekonomi, dan sosial merupakan tujuan dari berbagai perusahaan. Jika UMKM berhasil dalam meningkatkan sustainable peformance, maka UMKM juga akan mendapatkan keunggulan kompetitif berkelanjutan. Namun, UMKM memiliki keterbatasan dalam sumber daya finansial berupa biaya implementasi dan sumber daya manusia berupa jumlah tenaga kerja, pengetahuan, dan kompetensi. Menurut literatur, organizational ambidexterity dan berbagai inovasi proses bisnis hijau dapat meningkatkan sustainable performance. Belum ada penelitian empiris secara kuantitatif yang menggunakan konstruk ambidextrous green business process innovation. Dengan keterbatasan sumber daya, UMKM perlu networking capability untuk bisa melakukan eksplorasi dan eksploitasi (ambidextrous). Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran organizational ambidexterity, networking capability, dan berbagai inovasi proses bisnis hijau terhadap sustainable performance. Penelitian dilakukan dengan operasionalisasi konstruk mulai dari verifikasi, validasi, hingga pilot test. Selanjutnya dilakukan pengumpulan data dengan penyebaran kuesioner online lalu hasilnya dioleh dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling menggunakan software Smart PLS 4.1.0.8. Responden penelitian merupakan para pemilik atau karyawan senior yang mewakili masing-masing UMKM Kerajinan Kulit Sukaregang yang melakukan proses bisnis inti (penyediaan bahan baku, mendesain, memproduksi, mendistribusikan, mengelola pembayaran, dan mengelola keluhan pelanggan). Sampel yang terkumpul sebanyak 129 data. Setelah preprocessing data, sampel yang memenuhi kriteria untuk pengolahan data sebanyak 126 data. Hasil penelitian menunjukkan organizational ambidexterity berpengaruh positif dan signifikan terhadap sustainable performance melalui mediasi tunggal dan mediasi ganda. Pada mediasi tunggal, terdapat mediasi penuh oleh ambidextrous green business process innovation atau networking capability. Pada mediasi ganda, terdapat mediasi penuh oleh kombinasi dari networking capability dan berbagai inovasi proses bisnis hijau (ambidextrous green business process innovation, exploitative green business process innovation, dan explorative green business process innovation). Pengaruh mediasi terbesar terdapat pada mediasi ganda networking capability dan ambidextrous green business process innovation. Organizational ambidexterity memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap networking capability, exploitative green business process innovation, dan ambidextrous green business process innovation. Networking capability memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap exploitative green business process innovation, explorative green business process innovation, ambidextrous green business process innovation, dan sustainable performance. Exploitative green business process innovation memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap explorative green business process innovation dan sustainable performance. Explorative green business process innovation memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap sustainable performance. Ambidextrous green business process innovation memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap sustainable performance. Networking capability dapat memoderasi hubungan antara ambidextrous green business process innovation. dan sustainable performance.

2025
👤 Penulis: RIFQI FAUZI
🏷️ Organisasi Ambidexter 🏷️ Inovasi Proses Bisnis Hijau 🏷️ Manajemen Sumber Daya Umkm

PENGEMBANGAN MODEL PENYEBAB PENOLAKAN INDIVIDU TERHADAP PERUBAHAN DI BUMN

Saat ini, organisasi di Indonesia, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dituntut mampu beradaptasi untuk menjaga keberlangsungan hidup organisasi melalui manajemen perubahan. BUMN melakukan transformasi ke core values AKHLAK untuk adaptasi tantangan domestik dan global. Namun, transformasi tersebut memiliki tantangan dari sisi strategi, manajerial, adaptabilitas, dan sistem perusahaan. Tantangan ini disebabkan oleh kebiasaan manusia yang telah memengaruhi sistem dan cenderung menolak perubahan karena menilai kondisi saat ini sudah bagus, sehingga menghambat proses perubahan. Penolakan ini berasal dari individu terlibat yang dipengaruhi oleh karakter dan pengaruh tim dan organisasi. Di sisi lain, berdasarkan literatur yang ada, penelitian yang meninjau faktor di ketiga tingkat tersebut secara bersamaan masih sedikit. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk mengeksplorasi faktor penolakan individu terhadap perubahan di tingkat individu, tim, dan organisasi secara bersamaan dan mengembangkan strategi untuk mengatasi penolakan. Penelitian ini mengeksplorasi faktor penolakan individu terhadap perubahan dengan berfokus pada variabel karakter individu (tingkat individu), budaya organisasi (tingkat organisasi), kepemimpinan (tingkat tim), dan sumber daya organisasi (tingkat organisasi). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan metode PLS-SEM untuk analisis data dengan metode survei/kuesioner untuk pengumpulan data. Objek penelitian ini adalah dua BUMN di Indonesia, dari sektor minyak & gas serta kurir & logistik. Responden adalah karyawan dari kedua perusahaan yang mengalami transformasi tersebut. Hasil penelitian ini adalah tiga faktor meliputi sumber daya organisasi dan karakter individu memiliki pengaruh negatif signifikan, sementara kepemimpinan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap penolakan individu terhadap perubahan dalam konteks BUMN. Penelitian ini menyarankan tindakan pengelolaan yang terdiri dari komunikasi berbasis segmen, efikasi diri, forum timbal balik, kepemimpinan transformasional, infrastruktur, dan pelatihan.

2025
👤 Penulis: Muhammad Helmy Zakaria
🏷️ Transformasi Organisasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan
Halaman 265 dari 6754
💬