📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenEVALUASI KINERJA DAN PERKUATAN JEMBATAN TOL SURABAYA-MALANG PADA KOLOM SEGI ENAM
Meningkatnya frekuensi kejadian gempa bumi di Indonesia menuntut dilakukannya evaluasi ulang terhadap kinerja struktur jembatan eksisting yang memiliki peran vital dalam sistem transporta.si. Salah satu jembatan dengan usia layanan panjang adalah Jembatan Centre Bridge Kilometer 758 pada ruas tol Surabaya-Malang, yang dibangun pada tahun 1987 dan masih beroperasi hlngga saat ini. Hasil inspeksi tahun 2022 menggunakan Bridge Management System (BMS) menunjukkan adanya kerusakan berupa retak, spalling pada abutment, pierhead, gelagar, dan pilar, serta deformasi bantalan elastomer, sehlngga diperlukan evaluasi kapasit.a.s struktur. Penelitian ini mengevaluasi kapasitas dan kinerja struktur jembatan berdasarkan SNI 1725:2016 dan SNI 2833:2016 dengan pendekatan Performance-Based Design melalui analisis statis nonlinier (pushover analysis). Kurva hubungan base shear-roof displacement digunakan untuk menentukan performance point dan tingkat kinerja struktur. Pemodelan dan analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak Midas Civil. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan Peraturan Muatan Jembatan Jalan Raya Tahun 1970, kapasitas penampang kolom eksisting masih memenuhi persyaratan desain awal. Namun, berdasarkan peraturan terbaru, beberapa kolom pada arah longitudinal dan transversal melampaui kurva interaksi P-M dengan nilai capacity ratio lebih besar dari 1.
PERENCANAAN STRATEGI BISNIS UNTUK MENGELOLA EKSPEKTASI PELANGGAN DI PT. MEA DIGITAL MARKETING
Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang sangat pesat dan meningkatnya tingkat belanja daring menunjukkan kebutuhan akan dukungan pemasaran digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). PT. MEA Digital Marketing menyediakan layanan seperti pengelolaan iklan, pembuatan konten, live streaming, serta layanan optimasi untuk membantu perkembangan UMKM. Survei internal PT. MEA menunjukkan tingkat kepuasan pelanggan sebesar 85%, namun PT. MEA memiliki tingkat perpindahan pelanggan yang tinggi yaitu 47%, menunjukkan adanya perbedaan antara ekspektasi pelanggan dan kualitas layanan yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami ekspektasi penjual online terhadap agensi pemasaran digital dan mengusulkan perbaikan berbasis Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM) untuk mengatasi permasalahan manajemen ekspektasi pelanggan di PT. MEA. Pendekatan kualitatif diaplikasikan melalui wawancara dengan sepuluh penjual online. Analisis tematik mengungkap empat ekspektasi utama: peningkatan penjualan, komunikasi dan transparansi, wawasan dan analisis, serta persepsi agensi sebagai alternatif dari rekrutmen. Data sekunder sebagai pendukung serta Analisis Lima Kekuatan Porter dan Lima C digunakan untuk menilai faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi ekspektasi pelanggan. Model Kualitas Jasa mengidentifikasi permasalahan pada penyesuaian ekspektasi, standardisasi, dan komunikasi. Berdasarkan temuan tersebut, beberapa perbaikan berbasis CRM diusulkan: segmentasi pelanggan, perbaikan proses pengenalan pelanggan, perbaikan sistem pelaporan, standarisasi proses dan komunikasi, integrasi edukasi pelanggan, serta perbaikan sistem umpan balik pelanggan. Perbaikan ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan kualitas layanan dan membantu PT. MEA mengelola ekspektasi pelanggan secara lebih efektif
EVALUASI DAN INTERVENSI ERGONOMI PADA PEKERJA SUBASSEMBLY LINE FRAME PT TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang otomotif, khususnya produksi kendaraan roda empat (mobil). Proses produksi mobil di PT TMMIN mencakup produksi mesin serta rangka badan kendaraan dan kemudian dirakit pada assembly line yang terbagi atas 6 subassembly line. Pekerjaan yang dilakukan di assembly line merupakan perpaduan antara pekerjaan otomatis dengan bantuan mesin dan pekerjaan manual, seperti aktivitas mendorong, menarik, mengangkut, dan memindahkan barang selama 8 jam. Aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan Gangguan Otot Rangka Akibat Kerja (GOTRAK), sehingga manajemen PT TMMIN berkomitmen melakukan evaluasi dan intervensi ergonomi pada pekerjaan berisiko tinggi (Rank A) sebagai bentuk penerapan filosofi Kaizen. Subassembly line frame dipilih sebagai objek penelitian karena memiliki proporsi pekerjaan Rank A sebesar 85%. Evaluasi ergonomi dilakukan menggunakan asesmen SNI 9011:2021 untuk mengevaluasi tingkat paparan terhadap postur tubuh tidak netral dan NIOSH Composite Lifting Index untuk menilai risiko pada proses pengangkatan manual. Hasil evaluasi ergonomi mengidentifikasi 3 pekerjaan yang perlu diintervensi, yaitu pekerjaan docking front axle LH (skor SNI 9011:2021 sebesar 8), prepare fuel tank (skor NIOSH sebesar 3,3), dan prepare carrier differential (skor SNI 9011:2021 sebesar 9). Faktor risiko utama berasal dari proses pengangkutan komponen front axle menggunakan hoist, proses pengangkatan fuel tank secara manual, dan proses transportasi komponen carrier differential secara manual. Perancangan solusi menggunakan kerangka kerja substitute, combine, adapt, modify, put to other use, eliminate, dan rearrange (SCAMPER) dengan mangacu pada prinsip pengendalian bahaya ergonomi dan hierarchy of control menghasilkan empat solusi, yaitu motorisasi sistem crane dan hoist, pembuatan portable lifting device, implementasi tugger Automated Guided Vehicle (AGV), dan sistem rotasi kerja. Hasil validasi menggunakan SNI 9011:2021 dan NIOSH Composite Lifting Index menunjukkan bahwa seluruh rancangan intervensi dapat menurunkan kategori tingkat risiko ergonomi dari kategori tinggi ke sedang atau rendah. Proses verifikasi bersama problem user melalui kriteria SQPCHR memastikan bahwa rancangan intervensi sesuai dengan aspek safety, quality, productivity, cost, dan human resource.
ELEKTROLIT PADAT KOMPOSIT KARBOKSIMETIL KITOSAN/ZEOLIT ZSM-5/LICLO4/BMIMCL
Baterai ion litium sebagai salah satu sistem penyimpan energi yang sedang dikembangkan mempunyai suatu komponen yang menjadi membran pemisah antara katode dan anode atau yang disebut sebagai separator. Separator yang telah digunakan dan dikomersialkan secara luas merupakan separator poliolefin yang digunakan bersama dengan elektrolit cair. Separator tersebut bersifat volatil dan mudah terbakar pada suhu tinggi sehingga kurang efektif pemakaiannya untuk peralatan listrik yang membutuhkan spesifikasi tinggi seperti tingkat keamanan, densitas energi dan siklus hidup tinggi. Masalah tersebut dapat diatasi dengan mengembangkan separator dari komposit sebagai elektrolit padat. Elektrolit padat komposit atau Composite Solid Electrolyte (CSE) dapat berfungsi sebagai separator dan sekaligus sebagai media transpor ion litium. Pada penelitian ini, CSE yang terdiri atas karboksimetil kitosan atau carboxymethyl chitosan (CMCh, C), zeolit ZSM-5 (Z), garam LiClO4 (L) dan 1- butyl-3-methylimidazolium chloride (BMImCl, B) telah disintesis dengan metode pencetakan larutan. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan komposit CMCh/ZSM-5 yang kompatibel dengan konduktivitas ion, kekuatan tarik dan stabilitas termal yang seimbang ketika berinteraksi dengan LiClO4 dan BMImCl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu agitasi saat sintesis zeolit ZSM- 5 tidak terlihat jelas perbedaannya pada zat antara (Z1A, Z3A dan Z5A), namun tampak jelas perbedaannya pada produk hidrotermalnya (Z1AH, Z3AH dan Z5AH). Karakterisasi yang paling membedakan zat antara dan produk yang satu dengan lainnya yaitu melalui spektra FTIR pada panjang gelombang 950 cm-1. Pada zat antara Z1A, puncaknya sangat kecil dan menghilang pada proses hidrotermal Z1AH, sedangkan untuk Z3A, Z3AH, Z5A dan Z5AH puncaknya masih tampak jelas, baik pada zat antara maupun pada produk. Diduga bilangan gelombang 950 cm-1 menunjukkan secondary building unit (SBU) zeolit ZSM-5 atau zeolit ZSM-5 parakristalin karena kemiripan strukturnya dengan sikloheksan konformasi perahu terbalik. Zat antara dan produk zeolit ZSM-5 diuji sebagai pengisi matriks polimer CMCh untuk mengetahui jenis zeolit mana yang menunjukkan sifat konduktivitas ion CSE yang optimum. Z5AH merupakan filler terbaik dalam sintesis CSE dengan konduktivitas ion, kekuatan tarik dan onset degradasi termal membran CMCh/Z5AH-LiClO4 masing-masing sebesar 4,35x10-6 S cm-1, 46,67 MPa, dan 256,94oC. Konduktivitas ion membran meningkat satu orde lebih tinggi dari membran CMCh murni (8x10-7 S cm-1). Kemiripan struktur dan gugus fungsi dari CMCh dan Z5AH yang diduga menyumbangkan kompatibilitas antara CMCh dan Z5AH dalam membran CMCh/Z5AH-LiClO4. Sebelum sintesis CSE dengan variasi berat LiClO4, terlebih dahulu dilakukan variasi berat Z5AH dalam sintesis CSE untuk menentukan berat Z5AH optimum. Berat zeolit ZSM-5 yang disiapkan adalah 0,5 %, 1,5% dan 3 % terhadap berat total campuran. Fungsi berat zeolit ZSM-5 dalam kekuatan mekanik membran CSE yang utama dianalisis dari kekuatan tariknya. Kekuatan tarik membran CZ0,5, CZ1,5 dan CZ3 masing-masing adalah 42,74 MPa, 48,21 MPa dan 82,59 MPa. Hasil ini menyatakan bahwa pada kadar rendah, sedang dan tinggi, zeolit ZSM-5 Z5AH berturut-turut berfungsi untuk menurunkan, mempertahankan dan meningkatkan kekuatan tarik dari CSE dibandingkan kekuatan tarik membran CMCh murni (53,12 MPa). Sintesis membran CSE dengan variasi berat LiClO4 (5, 10, 15, 20, 25 dan 30 % b/b) dilakukan pada berat Z5AH optimal 1,5 % b/b dan CMCh 98,5 % b/b. Membran CZL10 dan CZL25 merupakan dua membran CZL dengan konduktivitas ion optimum masing-masing sebesar 4,35x10-6 S cm-1 dan 1,04x10-5 S cm-1. Keterhubungan kontinu antara rantai polimer CMCh dan Z5AH dalam membran CZL10 dan misfit dislocation yang teratur antar rantai CMCh-Z5AH pada membran CZL25 menyebabkan peningkatan konduktivitas ionnya. Pada tahap akhir sintesis membran CSE, dilakukan sintesis membran dengan variasi berat cairan ion BMImCl (5, 10, dan 15 %) pada komposisi membran CZL10. Membran CZLB menunjukkan kondisi optimum konduktivitas ion yaitu pada CZL10B10 (1,20x10-5 S cm-1). Homogenitas konduktivitas ion membran CZL10B10 disumbangkan oleh homogenitas permukaan yang ditunjukkan dengan morfologi SEM dan AFM dan fleksibilitas membran yang tinggi akibat penambahan cairan ion. CZL10 dan CZL10B10 berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai elektrolit padat dalam sel baterai ion litium dengan anode litium. Keseimbangan sifat konduktivitas ion, kekuatan tarik dan stabilitas termal elektrolit padat membran tersebut diharapkan akan menjamin ketahanan, densitas energi dan siklus hidup yang tinggi ketika diaplikasikan pada baterai ion litium dengan anode litium.
STUDI SELUBUNG KERUNTUHAN MOHR-COULOMB YANG DIPERLUAS PADA SHALE TERHANCURKAN TERKOMPAKSI DENGAN NILAI ISAPAN MATRIC 60 KPA
Shale merupakan material dengan karakteristik unik dan menjadi isu penting dalam kajian geoteknik. Sensitivitas shale terhadap kondisi jenuh takjenuh menyebabkan variasi kekuatan geser yang signifikan sehingga pemahaman mengenai konsep ini menjadi sangat penting dalam analisis stabilitas konstruksi. Penelitian dilakukan dengan tujuan mendapatkan parameter kuat geser dengan menggunakan metode uji triaksial takjenuh tipe consolidated drained (CD) pada sampel shale dari daerah Cisomang, Jawa Barat. Sampel dipersiapkan melalui prosedur pemadatan Modified Proctor metode C pada kadar air optimum 16,10%. Proses uji triaksial takjenuh meliputi tahap saturasi awal dengan kontrol B-value, konsolidasi untuk mencapai kesetimbangan drainase, proses equalisasi isapan matric dalam kerangka tanah takjenuh, dan tahap pembebanan geser hingga titik keruntuhan. Pendekatan eksperimental ini mengacu pada teori mekanika tanah takjenuh melalui konsep selubung keruntuhan Mohr-Coulomb yang diperluas (extended Mohr- Coulomb failure envelope) yang dikembangkan oleh Fredlund dan Rahardjo (1993), dengan penggunaan dua variabel tegangan independen yaitu tegangan normal bersih (? ? ua) dan isapan matric (ua ? uw). Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada isapan matric 60 kPa terjadi peningkatan kuat geser yang konsisten dibandingkan kondisi jenuh. Dari hasil pengujian triaksial takjenuh pada penelitian ini didapatkan nilai kuat geser (?) shale sebesar 65.35 kPa dengan parameter sebagai berikut: (1) c = 57.48 kPa, (2) ?? = 22.62o, (3) d = 52.09 kPa, (4) ?b = 20.98o. Hasil ini menegaskan bahwa kontribusi kekuatan tambahan akibat tekanan air pori negatif pada shale masih berlangsung pada rentang suction di bawah nilai air entry value (AEV). Nilai sudut ?? yang diperoleh berada pada kisaran mendekati sudut ?’, yang mengindikasikan bahwa hubungan antara kuat geser dan isapan matric pada rentang suction rendah–menengah masih bersifat hampir linear. Hal ini selaras dengan prediksi teori dan studi terdahulu pada shale wilayah Cisomang, yang memiliki AEV relatif tinggi akibat dominasi mineral lempung.
PROYEKSI KEBUTUHAN BIOMASSA SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN HIDROGEN LEWAT JALUR GASIFIKASI UNTUK KEPERLUAN CO-FIRING PLTG
Hidrogen (H2) adalah salah satu bahan bakar alternatif yang banyak dikembangkan untuk menggantikan bahan bakar fosil. Hidrogen dapat langsung dicampurkan dengan gas alam (CH4) untuk keperluan co-firing PLTG. Hidrogen memiliki kelebihan dibandingkan dengan gas alam. Pembakaran hidrogen hanya menghasilkan produk samping air atau tidak menghasilkan emisi karbon. Produksi hidrogen berbasis energi terbaharukan telah banyak dikembangkan sehingga pasokan terjamin. Namun, energi per volume hidrogen sekitar 10,8 – 12,7 MJ/m3 lebih kecil dari gas alam sekitar 35,8 – 39,8 MJ/m3 sehingga diperlukan lebih banyak volume hidrogen untuk mengganti gas alam dengan volume tertentu. Hidrogen (H2) dapat dibuat dengan berbagai cara antara lain Steam Methane Reforming (SMR), gasifikasi batubara, elektrolisis air, fotoelektrokimia dan konversi biomassa. Adapun metode yang banyak digunakan saat ini adalah metode SMR dengan bahan baku gas alam sehingga masih menghasilkan emisi yang tidak ramah lingkungan. Dalam penelitian ini telah dikaji proyeksi kebutuhan biomassa untuk produksi hidrogen. Biomassa termasuk sumber energi terbaharukan yang jarang dimanfaatkan. Padahal Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar dari hasil limbah pertanian, perkebunan dan rumah tangga. Adapun jalur pembuatan hidrogen dari biomassa yang telah diterapkan dalam penelitian ini adalah proses gasifikasi biomassa. Penelitian ini adalah salahsatu upaya untuk mengembangkan energi terbaharukan dengan mengaplikasikan sebagai bahan bakar co-firing PLTG sehingga mengurangi emisi karbon PLTG tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, bonggol jagung dan wood pellet memiliki potensi sebagai bahan baku pembuatan hidrogen melalui proses gasifikasi, dengan yield masing?masing sebesar 3,5 USD/kg dan 5,5 USD/kg. Yield optimal dapat dicapai pada temperatur 700–1000 °C, rasio steam-to-biomass mendekati 1, serta equivalence ratio 0,2–0,3. Untuk memenuhi kebutuhan cofiring PLTG sebesar 20%v/v, diperlukan pasokan biomassa sekitar 1,8 ton/jam atau 15,7 ribu ton/tahun. Implementasi cofiring ini berpotensi mengurangi konsumsi LNG sebesar 638 ribu MMBtu per tahun serta menurunkan emisi karbon hingga 33.876 ton CO?e per tahun. Gasifikasi biomassa untuk keperluan cofiring menjadi salah satu opsi untuk menekan emisi gas rumah kaca pada pembangkit jenis turbine gas sekaligus memanfaatkan sumber energi lokal yang melimpah dan berkelanjutan.
KAJIAN MODEL CFD RANCANGAN REAKTOR MEMBRAN DRY REFORMING UNTUK SINTESIS DAN PEMISAHAN H2
Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan melalui pemanfaatan gas alam. Salah satu cadangan gas alam terbesar di Indonesia adalah gas Natuna yang memiliki kandungan CO2 tinggi, mencapai 71%. Dry Reforming of Methane (DRM) mampu mengonversi metana dan CO2 menjadi gas sintetis yang bernilai tinggi berupa hidrogen dan karbon monoksida. Reaktor membran menawarkan pendekatan inovatif untuk meningkatkan efisiensi proses DRM melalui integrasi reaksi dan pemisahan dalam satu sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh geometri reaktor terhadap kinerja reaktor membran menggunakan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) berbasis ANSYS FLUENT 2025 R1. Model kinetika reaksi mengikuti mekanisme Langmuir–Hinshelwood dengan katalis Rh/Al?O? dan melibatkan reaksi utama DRM serta reaksi samping Reverse Water-Gas Shift (RWGS). Dengan membran hidrogen berbasis Pd/GO/Al?O?. Hasil simulasi menunjukkan bahwa reaktor membran meningkatkan konversi CH? dari 70,2% menjadi 80,54% pada kondisi operasi optimal (T = 948 K, P = 1 atm, laju sweep gas 10× laju feed gas, dan rasio CH?/CO? = 1) dari reaktor biasa. Variasi geometri penyempitan diameter mempercepat aliran di dekat permukaan membran dan meningkatkan transportasi massa, yang menghasilkan peningkatan fluks H? sekitar 10% dan yield H? sekitar 4%, meskipun peningkatan konversi reaktan relatif kecil (<1%). Selain itu, kondisi operasi terbukti lebih dominan dalam menentukan performa sistem. Suhu tinggi dan tekanan feed rendah mempercepat reaksi endotermik DRM, serta laju sweep gas tinggi memperkuat driving force permeasi H?, sedangkan rasio umpan CH?/CO? mendekati stoikiometri menghasilkan komposisi syngas paling seimbang. Integrasi antara desain geometri dan kondisi operasi optimum menunjukkan efek sinergis terhadap peningkatan yield dan fluks H?, meskipun diiringi kenaikan ?P absolut yang berimplikasi pada kebutuhan energi kompresi yang lebih besar.
REDUKSI ELEKTROKIMIA CO2 MENJADI ASAM FORMAT MENGGUNAKAN SEL ELEKTROLISIS TERINTEGRASI DENGAN CO2 CAPTURE
Karbon dioksida (CO2) sebagai gas rumah kaca utama dari pembakaran bahan bakar fosil industri merupakan penyebab utama pemanasan global dan perubahan iklim. Penelitian ini mengembangkan sistem terintegrasi Carbon Capture Utilization (CCU) melalui kombinasi teknologi penangkapan CO2 dan reduksi elektrokimia CO2 (ECO2R) untuk mengonversi CO2 menjadi asam format sebagai bahan kimia bernilai tambah, dengan menghilangkan unit regenerasi CO2 yang membutuhkan energi tinggi. Teknologi CO2 capture dikembangkan menggunakan metode adsorpsi Pressure Swing Adsorption (PSA) berbasis activated carbon (AC) dan molecular sieve (MS) Zeolit 13X, serta metode absorpsi berbasis NaOH dan KOH. Hasil simulasi menunjukkan MS memiliki kinerja superior dengan kapasitas adsorpsi 18,79 L/menit dibandingkan karbon aktif (0,38 L/menit) pada kondisi 30°C, 6 bar, dan 10% CO2, dengan interval swing mencapai 10.180 detik. Absorpsi menggunakan NaOH menghasilkan konversi CO2 hingga 94,19% lebih tinggi dibandingkan KOH. Purwarupa adsorber berbasis MS 13X berhasil difabrikasi dan divalidasi, mampu meningkatkan kemurnian CO2 dari 25-30% menjadi lebih dari 95%. Pengembangan elektroda dilakukan melalui modifikasi substrat karbon berpori berupa carbon paper (CP), Sigracet 22BB Carbon Paper (SCP), dan TGP-H-060 Toray Carbon Paper (TCP) dengan logam Sn, Cu, Pb, dan Zn menggunakan lima metode sintesis: presipitasi, impregnasi, ko-presipitasi, presipitasi bertahap, dan elektrodeposisi. Evaluasi terhadap tiga jenis substrat menunjukkan TCP memiliki performa optimal dengan Faradaic Efficiency (FE) 15,31% pada sel PEM karena permeabilitas gas tinggi, resistivitas rendah, dan luas permukaan 30,49 m2/g. Karakterisasi komprehensif menunjukkan metode presipitasi menghasilkan distribusi partikel logam paling merata dengan luas permukaan tinggi dan stabilitas termal sangat baik, metode impregnasi memberikan dispersi baik dalam struktur berpori namun terbatas oleh kejenuhan situs aktif, ko-presipitasi menghasilkan material homogen dengan luas permukaan tertinggi 109,75 m2/g melalui presipitasi simultan multi-logam, presipitasi bertahap memungkinkan kontrol presisi terhadap komposisi dan morfologi partikel multilogam, dan elektrodeposisi memungkinkan kontrol morfologi optimal dengan lapisan seragam, adhesi kuat, serta versatilitas tinggi terhadap berbagai substrat Elektroda TCP yang dimodifikasi dengan kombinasi logam Sn-Zn melalui metode elektrodeposisi menunjukkan kinerja terbaik dengan FE 40,81% dan perolehan 0,27%, merepresentasikan peningkatan 218% untuk FE dan 252% untuk perolehan dibandingkan elektroda logam tunggal Sn (12,82% FE). Karakterisasi komprehensif mengungkapkan peningkatan ini berasal dari efek sinergi katalitik pembentukan fasa intermetalik Sn-Zn yang stabil pada rasio sekitar 5:1, menghasilkan modifikasi elektronik, optimasi energi adsorpsi CO2, dan pembentukan ensemble sites kooperatif. Validasi pada kondisi CO2 terencerkan 50% menunjukkan elektroda Sn-Zn/TCP mampu mempertahankan aktivitas dengan FE 17,44% dan tingkat retensi 42,7%, sementara elektroda Sn-Cu/TCP mengalami kegagalan total akibat selective dissolution dan keruntuhan struktural. Pengujian ketahanan operasional selama 33 jam pada konsentrasi CO2 £20% menunjukkan stabilitas dengan laju deaktivasi terkontrol 1,8% per jam. Integrasi sistem CO2 capture dengan ECO2R menggunakan elektroda Sn-Zn/TCP pada sel PEM berhasil menurunkan resistansi transfer muatan secara dramatis dari 600 ? menjadi 25 ? (penurunan 96%) pada kondisi CO2 kemurnian tinggi (>95%) yang dihasilkan oleh unit capture. Sistem capture dengan cycle time 70 detik mampu memproses gas buang dengan laju alir 15 L/menit mengandung <20% CO2, menghasilkan hingga 7,15 kg CO2 murni per hari. Validasi purwarupa terintegrasi menunjukkan stabilitas operasional selama 33 jam dengan arus konsisten 100-105 mA. Sistem terintegrasi diproyeksikan dapat mengonsumsi 46,54 kg CO2/tahun dan menghasilkan 0,34 kg asam format/tahun pada skala laboratorium. Proyeksi scaleup dengan pemanfaatan penuh kapasitas CO2 capture menunjukkan potensi produksi 19,2 kg asam format/tahun yang setara dengan 7,36 kg asam format/ton CO2, serta intensitas energi sangat rendah 113,39 MJ/ton CO2, menunjukkan prospek komersial yang sangat menjanjikan untuk implementasi skala industri berkelanjutan. Kebaruan utama penelitian ini terletak pada integrasi langsung proses penangkapan dan konversi CO2 tanpa unit regenerasi yang membutuhkan energi tinggi, evaluasi komprehensif lima metode sintesis untuk elektroda multilogam dengan carbon support, serta penggunaan elektroda bimetalik Sn-Zn/TCP yang memiliki kestabilan elektrokimia tinggi dan aktivitas katalitik sinergis melalui pembentukan fasa intermetalik. Sehingga penelitian memberikan fondasi teknologi solid untuk solusi energi rendah karbon berkelanjutan.
STUDI FITOKIMIA, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN INHIBISI XANTIN OKSIDASE TUMBUHAN UBI JALAR (IPOMOEA BATATAS L.) VARIETAS UNGU-ORANYE
Ubi jalar merupakan tumbuhan yang memiliki potensi antioksidan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa umbi ubi jalar varietas ungu-oranye memberikan aktivitas antioksidan sangat kuat. Beberapa senyawa antioksidan pada tumbuhan ubi jalar ini berasal dari golongan flavonoid, antosianin, polifenol, saponin, alkaloid, dan tanin. Penelitian-penelitian yang dilakukan terhadap tumbuhan ubi jalar masih terbatas pada ekstrak dan fraksi bagian umbi dan daun serta belum berdasarkan monitoring aktivitas antioksidan dan inhibisi xantin oksidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas antioksidan dan inhibisi xantin oksidase tiga bagian tumbuhan ubi jalar ungu-oranye, mengkaji aktivitas antioksidan dan inhibisi xantin oksidase ekstrak bagian terpilih ubi jalar unguoranye, mengkaji aktivitas antioksidan dan inhibisi xantin oksidase fraksi dan subfraksi ubi jalar ungu-oranye, mengidentifikasi dan menguji secara in silico senyawa-senyawa aktif dalam subfraksi dan menetapkan kadar senyawa aktif di dalam ekstrak, fraksi dan subfraksi terpilih. Penelitian dilakukan terhadap tiga bagian tumbuhan ubi jalar ungu-oranye yaitu umbi, batang dan daun kemudian masing-masing diekstraksi degan metode refluks menggunakan pelarut etanol. Uji aktivitas antioksidan dan inhibisi xantin oksidase dilakukan terhadap ekstrak tiga bagian tumbuhan tersebut. Ekstraksi bertingkat dengan metode refluks menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol dilakukan terhadap bagian tumbuhan terpilih berdasarkan aktivitas antioksidan dan penghambatan enzim xantin oksidase sebelumnya. Ekstrak terpilih dilanjutkan ke tahap fraksinasi dengan metode kromatografi cair vakum (KCV), fraksi terpilih dilanjutkan ketahap subfraksinasi dengan metode kromatografi kolom klasik (KKK), monitoring aktivitas antioksidan fraksi dan subfraksi dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Subfraksi terpilih dilanjutkan ke tahap identifikasi senyawa tentatif menggunakan UPLC-MS/MS kemudian di uji in silico menggunakan molecular docking. Bagian daun menunjukkan nilai yang paling tinggi untuk kandungan total phenol, total flavonoid, aktivitas antioksidan [2,2-difenil -1-pikrilhidrazil (DPPH), ferric reducing antioxidant power (FRAP) dan cupric ion reducing antioxidant capacity (CUPRAC)] dan aktivitas inhibisi xantin oksidase (XOI) berdasarkan hasil analisis ii spektrofotometri UV–Vis. Ekstraksi bertingkat bagian daun menghasilkan ekstrak etil asetat sebagai ekstrak paling potensial dengan nilai rendemen sebesar 10,4%, uji DPPH sebesar 511,212±0,416 mg AEAC/g, dan aktivitas XOI sebesar 45,192±4,981 mg AEXIC/g. Fraksi gabungan 5 (FG5) menunjukkan nilai tertinggi dalam uji DPPH (158,475±0,170 mg AEAC/g), uji FRAP (86,849±0,048 mg AEAC/g), uji CUPRAC (1008,892±1,620 mg AEAC/g), serta aktivitas XOI (6,062±1,730 mg AEXIC/g). Subfraksi gabungan 3 (SFG3) menunjukkan potensi paling baik dibandingkan subfraksi gabungan lainnya. Hasil analisis SFG3 menggunakan UPLC-MS/MS menunjukkan adanya senyawa tentatif seperti cholest-4-en-3-one, 4-hydroxy-6-[2-(2-methyl-1,2,4a,5,6,7,8,8aoctahydronaphthalen-1-yl)ethyl]oxan-2-one, tangeritin, 4-metil benzofenon, benzofenon, (+)-ar-turmeron, asam 4-metoksi sinamat, dan risinin. Secara in silico cholest-4-en-3-one diprediksi mempunyai aktivitas paling baik sebagai antioksidan dan inhibitor xantin oksidase dibandingkan dengan senyawa lainnya. Daun ubi jalar varietas ungu-oranye menunjukkan potensi aktivitas antioksidan dan XOI yang menjanjikan terutama dalam bentuk esktraknya.
EVALUASI STRUKTUR JEMBATAN RANGKA BAJA BENTANG 80 METER DENGAN VARIASI JUMLAH BAUT TIDAK KENCANG PENUH PADA SAMBUNGANNYA
Jembatan rangka baja merupakan salah satu pilihan konstruksi yang banyak diaplikasikan di berbagai wilayah Indonesia. Dalam struktur jembatan rangka baja, sambungan memiliki peran krusial untuk menjaga integritas antar elemen rangka sehingga mampu menahan beban secara optimal. Permasalahan yang sering muncul pada jembatan di Indonesia adalah terkait pengencangan baut, yang umumnya disebabkan oleh efek getaran dari beban yang bekerja pada struktur jembatan ataupun kelalaian saat konstruksi. Penelitian eksperimental menunjukkan bahwa semakin tinggi pengencangan baut pada jembatan rangka baja, semakin besar frekuensi natural dan kekakuan strukturalnya; sebaliknya lendutan semakin kecil (Andreas et al., 2017; Suharto et al., 2017). Studi Xue et al. (2021) menemukan penurunan kekakuan aksial sambungan plat splais yang terdiri dari 6 baut dari 257,23 kN/mm menjadi 204,06, 164,97, dan 115,76 kN/mm saat jumlah baut yang tidak dikencangkan penuh bertambah dari 0 ke 2, 4, dan 5 Pada penelitian ini akan dibahas perilaku jembatan rangka baja apabila terdapat variasi jumlah baut yang tidak dikencangkan penuh pada sambungannya. Analisis kekakuan sambungan dilakukan menggunakan bantuan software berbasis finite element yaitu Idea Statica. Variasi jumlah baut tidak kencang penuh kemudian disebut sebagai persentase tingkat slip, semakin banyak jumlah baut yang tidak kencang maka persentase tingkat slip berkurang. Efek penurunan kekakuan ini diaplikasikan pada model struktur jembatan dengan modifikasi nilai kekakuan parsial untuk end releases dari elemen-elemen yang ditinjau. Pemodelan dan analisis struktur jembatan menggunakan software SAP2000. Hasil analisis kekakuan menunjukkan bahwa terdapat penurunan kekakuan seiring dengan bertambahnya jumlah baut tidak kencang penuh dari tingkat slip 100% hingga 60%. Pada elemen bottom chord di bentang tengah, rata-rata penurunan kekakuan aksial dari tingkat slip 100% ke 90% hingga 60% secara berturut-turut yaitu 26,99%, 35,15%, 48,14% dan 52,30%, serta pada elemen top chord secara berturut-turut yaitu 18,22%, 24,47%, 35,30% dan 41,70%. Selain itu, posisi baut yang tidak kencang penuh pada konfigurasi pembautan juga berpengaruh pada kekakuan. Pada elemen bottom chord di bentang tengah, rata-rata perbedaan kekakuan aksial akibat posisi baut pada tingkat slip 90% hingga 60% secara berturut-turut yaitu 15,17%, 7,65%, 16% dan 7,06%, serta pada elemen top chord secara berturut-turut yaitu 8,39%, 7,85%, 9,11% dan 8,32%. Dari hasil analisis struktur, didapati penurunan frekuensi natural dari 1,461 Hz ke 1,438 Hz dari tingkat slip 100% ke 60%. Lendutan izin serta kapasitas slip sambungan batang tarik terlampaui untuk tingkat slip 80% ke bawah. Sementara itu, analisis fatik menunjukkan bahwa elemen kritis masih berada pada umur fatik tak hingga untuk setiap tingkat slip.
STUDI NUMERIKAL RESPON SIKLIK DINDING BATA TERKEKANG DENGAN PERKUATAN FEROSEMEN TERHADAP PEMBEBANAN SEARAH BIDANG (STUDI LANJUTAN)
Dinding pasangan bata terkekang dengan lapisan ferosemen semakin banyak dipertimbangkan sebagai solusi perkuatan dinding bata di wilayah rawan gempa. Namun, ketepatan prediksi respons searah bidang pada studi sebelumnya menunjukkan keterbatasan dalam menangkap fenomena pinching pada kurva histeresis. Penelitian ini merupakan studi lanjutan yang bertujuan memperoleh pemodelan numerik yang lebih konsisten. Perbaikan utama mencakup meshing yang lebih seragam, kalibrasi parameter material, penentuan boundary condition, serta pendefinisian parameter kontak automatic-surface-to-surface-tiebreak berbasis energi fraktur. Dua variasi kondisi batas dievaluasi, yaitu BC1 dengan kekangan dasar dinding arah x dan y, serta BC2 dengan dasar dinding tanpa kekangan tambahan. Selanjutnya dua skema parameter kontak juga dibandingkan, yaitu C1 dengan penelitian sebelumnya dan C2 dengan kalibrasi energi fraktur antarmuka. Dengan demikian, kombinasi pemodelan numerik yang dikaji adalah Model N-1 (BC1-C1), Model N-2 (BC2-C1), dan Model N-3 (BC2-C2). Validasi dilakukan terhadap kurva histeresis, kapasitas lateral, degradasi kekakuan, disipasi energi kumulatif, dan mekanisme kerusakan. Secara keseluruhan, Model N-3 menunjukkan kesesuaian paling baik dibandingkan dengan Model N-1, Model N-2, sekaligus model penelitian sebelumnya, ditinjau dari respon siklik kurva histeresis, prediksi kapasitas lateral, degradasi kekakuan, dan disipasi energi. Kurva histeresis Model N-3 menunjukkan fenomena pinching yang belum tertangkap secara jelas pada penelitian sebelumnya. Prediksi kapasitas puncak lebih baik, terutama pada arah pembebanan dorong, walaupun masih cenderung konservatif pada arah pembebanan tarik. Secara praktis, hasilnya dapat menjadi rujukan awal penentuan parameter antarmuka dan boundary condition pada kajian numerik perkuatan dinding, serta memberi dasar bagi evaluasi kinerja seismik dan pengembangan pedoman perancangan/ retrofitting.
PENERAPAN UJI TEKANAN FORMASI & ANALISA FLUIDA PADA SAAT PENGEBORAN UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMI SUMUR DI LAPANGAN S
Akuisisi data logging di Lapangan S PT East Kal memegang peranan penting dalam menentukan sisa tekanan formasi, tangki reservoir baru, dan jenis fluida di lapangan tua dengan system sesar yang kompleks. Hal ini dapat mengurangi risiko munculnya air atau aliran silang selama fase completion yang dapat menurunkan nilai ekonomi sumur & menurunkan waktu operasi. Dikarenakan sumur di lapangan S, PT East Kal dianggapp memiliki sudut yang tinggi sebesar 55-60 degree dengan belokan 3 dimensi, akuisisi data perlu dilakukan dengan metode pipe convey logging atau tough logging condition yang memakan waktu dalam hal operasi pengeboran, resiko tinggi kondisi pipa terjepit karena keterbatasan rotasi dan sirkulasi, risiko tinggi kerusakan alat karena kondisi heldup, invasi lumpur ke formasi pada saat pengujian, dan yang terakhir adalah potensi hilangnya alat pada saat melakukan operasi tersebut. Tujuan dari proyek akhir ini adalah untuk mengatasi tantangan tersebut dengan melakukan Teknik dan operasi yang lebih matang dan dapat meminimalkan risiko dan meningkatkan efisiensi waktu operasi yang mengarah kepada peningkatan nilai ekonomi sumur. Uji Tekanan & Analisa Fluida (PT-FA while drilling) yang dipasang dengan sinar gamma-resistivitas-porositas-densitas dengan rotary steerable dipasang di rakitan lubang bawah pengeboran dilakukan segera setelah sumur mencapai kedalaman total, pada saat melakukan cabut rangkaian sehingga risiko alat tejepit dan invasi lumpur dapat dihindari. Uji Tekanan & Analisa Fluida (PT-FA while drilling) adalah metode yang cocok dalam menghadapi tantangan sumur dengan profil dan risiko tinggi dan diharapkan meningkatkan waktu operasi secara efektif dan juga efisien. Dengan optimisasi waktu operasi, diharakpan dapat menekan biaya Capex yang berdampak pada naiknya NPV sumur
ANALISIS SIKLUS REFRIGERASI AIR BLAST FREEZER UNTUK PEMBEKUAN IKAN
Potensi sumber daya ikan di Indonesia mencapai 10 juta ton per tahun yang tersebar di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan. Kesalahan dalam penanganan ikan dapat merugikan negara sebesar 7,3 miliar USD setiap tahunnya. Salah satu solusi untuk mengurangi kerugian tersebut adalah dengan air blast freezer (ABF) yang dapat membekukan produk ke temperatur -50 ? dalam waktu 2-4 jam. Pada penelitian ini, analisis termodinamika dilakukan dengan pemodelan dan simulasi siklus refrigerasi untuk ABF menggunakan perangkat lunak ASPEN HYSYS v11. Pemodelan dan simulasi dilakukan dengan variasi siklus refrigerasi dan refrigeran rendah GWP. Hal ini dilakukan untuk menganalisis performa dari siklus refrigerasi yang akan digunakan pada ABF. Hasil simulasi menunjukkan bahwa untuk aplikasi pembekuan ikan menggunakan ABF, siklus refrigerasi bertingkat memiliki kinerja energi yang lebih baik dibandingkan siklus kompresi uap satu tingkat, dengan peningkatan COP hingga sekitar 79%. Peningkatan temperatur kondensasi menyebabkan penurunan kinerja sistem, dengan penurunan terbesar terjadi pada pasangan refrigeran yang menggunakan R1234yf sebagai refrigeran suhu tinggi (HTC), yaitu sekitar 1,5% untuk setiap kenaikan temperatur kondensasi sebesar 1 °C. Sebaliknya, peningkatan temperatur evaporasi meningkatkan kinerja sistem, dengan peningkatan paling signifikan terjadi pada pasangan R717–R1150, yaitu sekitar 2,2% untuk setiap kenaikan temperatur evaporasi sebesar 1 °C Refrigeran rendah GWP yang menunjukkan performa terbaik dicapai oleh pasangan R717-R744 dengan nilai GWP 1 dan COP sebesar 1,44.
TRANSISI TEKNOLOGI PENGELOLAAN SAMPAH KASUS REFUSE-DERIVED FUEL (RDF) PLANT DI ROROTAN JAKARTA UTARA
Jakarta menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah, dengan timbulan harian melebihi 7.000 ton dan ketergantungan penuh pada TPST Bantargebang yang hampir mencapai kapasitas maksimum. Salah satu strategi alternatif yang diusung adalah penerapan teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF) sebagai bagian dari agenda waste-to-energy dalam kerangka ekonomi sirkular. Namun, implementasi RDF tidak hanya mengandung aspek teknis, tetapi juga politik, sosial, dan kelembagaan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mengkaji posisi dan dinamika RDF dalam sistem pengelolaan sampah Jakarta dengan mempertanyakan apakah inovasi ini benar-benar mendorong transisi rezim menuju sistem berkelanjutan atau justru memperkuat pola kumpul-angkut-buang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus RDF Plant Rorotan, serta memadukan kerangka Multi-Level Perspective (MLP) dan Critical Discourse Analysis (CDA) untuk menganalisis relasi antara inovasi, rezim eksisting, dan lanskap struktural. Data diperoleh melalui wawancara, dan kajian dokumen kebijakan serta media. Hasil analisis menunjukkan bahwa RDF di Jakarta mengalami pola forced fit, yaitu pemaksaan inovasi teknologi dalam sistem lama tanpa pembaruan kelembagaan dan infrastruktur yang memadai, serta symbolic stretch di mana narasi resmi memosisikan RDF sebagai simbol kemajuan tanpa didukung pencapaian riil. Narasi dominan yang dibangun oleh aktor pemerintah dan media menciptakan discursive fit yang menormalkan persoalan teknis dan sosial, sekaligus menutupi resistensi warga dan komunitas terdampak. Integrasi kerangka MLP dan CDA dalam studi ini menghasilkan pemahaman yang lebih kritis terhadap dinamika kekuasaan dan pembentukan wacana dalam transisi inovasi pengelolaan sampah. Pendekatan ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperluas penerapan MLP dan menawarkan kerangka evaluasi transisi yang lebih reflektif dan politis. Secara praktis, temuan ini menekankan bahwa keberhasilan RDF tidak dapat dilepaskan dari reformasi kelembagaan, pemilahan sampah di sumber, dan keterlibatan sosial yang inklusif, agar inovasi teknologi benar-benar menjadi katalis perubahan sistemik, bukan sekadar simbol modernisasi semu.
PEMODELAN AKUIFER TERTEKAN DAN BEBAS PADA SUMUR EKSPLORASI DI DESA POSUHA, KABUPATEN KOLAKA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Formasi sedimen dan ultramafik di Pulau Sulawesi khususnya di Sulawesi Tenggara, seperti Formasi Langkowala dan Kompleks Ultramafik berpotensi sebagai formasi terakumulasinya sumber daya alam berupa air tanah. Hal ini harus terus diperhatikan dalam melakukan kajian dan pemodelan terkait sistem akuifer tertekan dan bebas. Tujuan dari penelitian antara lain adalah sebagai upaya melakukan pemodelan air tanah serta karakteristik dari Formasi Langkowala dan Kompleks Ultramafik berdasarkan data geologi, hidrogeologi, survei geofisika, dan pengujian lapangan. Mengetahui kondisi bawah permukaan dan melakukan korelasi antara titik pengeboran sehingga didapatkan hasil pemodelan yang digunakan untuk mengetahui karakteristik akuifer tertekan dan bebas, mengestimasi cadangan air tanah, serta pola aliran bawah permukaan yang ada di daerah penelitian. Lokasi penelitian dibagi menjadi satu area khusus, yang berada di Desa Pesouha dan sekitarnya, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Batuan akuifer Formasi Langkowala dan Kompleks Ultramafik diduga memiliki potensi untuk menghasilkan cadangan air tanah yang cukup baik serta kualitas dan kuantitas yang harus tetap diperhatikan. Selain itu, kontrol struktur geologi berupa rekahan akan berpengaruh dominan terhadap sebaran air tanah di daerah penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini antara lain pemodelan air tanah, estimasi sumber daya air tanah, dan sebaran atau pola aliran air tanah di Formasi Langkowala dan Kompleks Ultramafik. Oleh karena itu penelitian ini digunakan sebagai upaya dalam memperhitungkan aspek-aspek geologi, hidrogeologi, dan survei geofisika bawah permukaan sesuai dengan kaidah dalam penerapan sistem hidrogeologi secara lokal dan regional. Penelitian akan menghasilkan peta geologi, peta hidrogeologi, peta pola aliran air tanah, penampang resistivitas uji geolistrik, hasil pengujian insitu, uji laboratorium, dan pemodelan akuifer tertekan dan bebas.