πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

DYNAMIC MODEL DEVELOPMENT OF A COAL?FIRED POWER PLANT WITH GAS TURBINE REPOWERING FOR FLEXIBILITY OPERATION

Meningkatnya energi terbarukan yang intermiten menjadikan dekarbonisasi sektor kelistrikan sambil menjaga keandalan jaringan sebagai prioritas yang mendesak. Hal ini menuntut fleksibilitas yang lebih tinggi dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), yang secara tradisional dirancang untuk operasi beban dasar yang stabil dan hanya mampu melakukan ramp sekitar 1%/menit di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan memvalidasi model dinamik PLTU subkritis, menganalisis perilaku transiennya, dan mengevaluasi pengaruh repowering pemanasan air umpan dengan turbin gas (TG) terhadap fleksibilitas ramp-up-nya. Repowering TG merupakan retrofit yang memanfaatkan panas gas buang TG untuk memanaskan air umpan sekaligus menambah keluaran listrik. Model dinamik Plant Tanjung Jati B, PLTU subkritis 695,7 MW, dikembangkan dalam Aspen HYSYS dan divalidasi terhadap data operasi nyata, dengan mereproduksi variabel utama pada rata-rata galat di bawah 10%. Model TG berbasis Siemens SGT5-2000E, diverifikasi terhadap spesifikasi pabrikan, diintegrasikan dengan model PLTU melalui kopling panas air umpan dan keluaran listrik. Plant baseline (Skenario A) dan plant dengan repowering (Skenario B) kemudian dibandingkan pada variasi fraksi beban TG, waktu penghentian TG, dan beban awal PLTU. Plant dengan repowering mampu mengikuti permintaan ramp 8%/menit, melampaui target fleksibilitas 6%/menit yang tidak dapat dipenuhi oleh plant baseline. Manfaat terbesar diperoleh pada ramp beban rendah, dengan menurunkan rata-rata galat beban dari 19,56% menjadi 2,29% pada beban awal 40%, dengan manfaat kecil pada beban awal 80%. Waktu penghentian TG optimal meningkat seiring beban awal, bukan bernilai tetap. Repowering TG memperbaiki akurasi pengikutan beban dan mengurangi kedalaman penurunan tekanan uap utama, dengan biaya sekunder berupa waktu penetapan tekanan yang lebih lama.

2026
πŸ‘€ Penulis: Lanang Zaid Ibrahim
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

SENI INSTALASI BERBASIS MEDIUM CAHAYA DAN BUNYI SEBAGAI PRAKTIK DZIKIR VISUAL TERHADAP WAKTU

Betwixt Light merupakan karya tugas akhir yang berangkat dari pengalaman personal penulis ketika berhadapan dengan cahaya. Pengalaman tersebut memunculkan kesadaran mengenai keberadaan diri di hadapan alam serta keterbatasan manusia dalam memahami realitas secara utuh. Berangkat dari pengalaman tersebut, karya ini tidak berupaya merepresentasikan pengalaman sublim secara langsung, melainkan membangun kondisi ambang, yaitu keadaan ketika persepsi berada di antara melihat dan memahami, sehingga membuka ruang refleksi bagi audiens. Proses penciptaan dilakukan melalui perancangan objek geometris bercahaya yang ditempatkan pada berbagai lanskap alam yang dipilih secara cermat agar bebas dari tanda-tanda objek buatan manusia. Pertemuan antara cahaya alami, cahaya artifisial, lanskap, dan objek geometris kemudian direkam melalui medium fotografi dan diwujudkan dalam seri fotografi berukuran A0 yang dipresentasikan di ruang pamer. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa makna karya tidak terletak pada setiap elemen secara terpisah, melainkan pada hubungan yang terbentuk di antara lanskap, cahaya, bentuk geometris, dan fotografi dalam membangun kondisi ambang. Melalui hubungan tersebut, Betwixt Light menghadirkan ruang refleksi mengenai posisi manusia di tengah realitas yang lebih luas tanpa menawarkan jawaban yang bersifat final

2026
πŸ‘€ Penulis: Attala Rafli Kusumah
🏷️ Seni 🏷️ Kontemplasi 🏷️ Refleksi

PEMODELAN SEMIVARIOGRAM ANISOTROPIK GEOMETRI 3D DENGAN JARAK HAVERSINE BERBASIS DEEP NEURAL NETWORK (STUDI KASUS: DATA GEMPA MEGATHRUST JAWA)

Gempa bumi megathrust di selatan Pulau Jawa memiliki pola spasial kompleks akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Penelitian ini bertujuan membangun model semivariogram anisotropik geometri 3D berbasis jarak Haversine serta membandingkan pendekatan semivariogram teoretis dan semivariogram nonparametrik berbasis Deep Neural Network (DNN) dalam interpolasi magnitudo menggunakan Ordinary Kriging (OK). Data yang digunakan merupakan data gempa bumi megathrust Jawa dan aftershock tahun 1990–2024 yang diperoleh dari katalog United States Geological Survey (USGS). Analisis dilakukan melalui pembentukan semivariogram eksperimental Cressie-Hawkins, identifikasi anisotropi berdasarkan arah azimuth dan dip, fitting model semivariogram teoretis spherical, serta penaksiran parameter semivariogram menggunakan DNN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model semivariogram anisotropik mampu menangkap perbedaan kontinuitas spasial antar arah pada data gempa bumi megathrust Jawa. Pendekatan semivariogram teoretis menghasilkan pola interpolasi yang lebih halus, stabil, dan terkontrol, sedangkan pendekatan DNN lebih adaptif dan fleksibel dalam merepresentasikan variasi lokal dan heterogenitas spasial. Visualisasi 3D dan kontur 2D menunjukkan bahwa zona magnitudo tinggi cenderung mengikuti arah memanjang dari barat ke timur, selaras dengan jalur subduksi di selatan Pulau Jawa.

2026
πŸ‘€ Penulis: Amalia Nur Afifah
🏷️ Geofisis 🏷️ Analisis Data Gempa Bumi 🏷️ Deep Learning Dalam Geofisika

STRUCTURAL RESPONSE ANALYSIS OF A JACK-UP RIG DUE TO PUNCH-THROUGH FAILURE IN THE GULF OF MEXICO

Punch-through merupakan penyebab utama kecelakaan jack-up rig di seluruh dunia, namun penelitian yang berfokus pada konsekuensi strukturalnya masih sangat terbatas. Studi ini menjawab kesenjangan tersebut dengan mengevaluasi perilaku, performa, dan integritas struktural jack-up rig tiga kaki yang mengalami kegagalan punch-through, berdasarkan kondisi lingkungan dan geoteknik di Teluk Meksiko. Analisis struktural dilakukan menggunakan perangkat lunak SACS, di mana punch-through disimulasikan melalui dua metode: reduksi tumpuan vertikal berdasarkan formula ISO 19905-1 dan forced displacement menggunakan fitur JOINT PERSET. Pada metode pertama, sebanyak 11 kasus dianalisis, yang merepresentasikan kombinasi lokasi punch-through (port leg, bow leg, serta port dan starboard leg secara bersamaan), tingkat degradasi kekuatan tanah (faktor reduksi undrained shear strength sebesar 2, 3.5, dan 5), dan beban lingkungan (kondisi operating dan storm). Pada kondisi operating, hanya hull yang terdampak, dengan nilai UC mencapai 613.10 dan kemiringan hull maksimum sebesar 0.80Β°, yang berkorespondensi dengan penurunan vertikal spudcan sebesar 55.31 cm. Pada kondisi storm, simultaneous punch-through merupakan skenario kritis, di mana elemen bracing dan chord pada kaki yang tidak mengalami punch-through melampaui batas unity check yang diizinkan. Pada metode kedua, terdapat tiga kasus yang dianalisis, masing-masing mempresentasikan lokasi punch-through, dan diberikan besar perpindahn vertikal yang sama yaitu 7.84 m. Akibatnya, hampir seluruh bagian hull dan kaki yang berada di bawah hull mengalami overstress yang signifikan, dengan nilai UC maksimum sebesar 838.59 meskipun dengan pembebanan lingkungan operating. Akan tetapi, pendekatan static linear analysis yang digunakan dalam studi ini tidak menangkap sifat dinamis dan nonlinear dari punch-through, termasuk kemungkinan terjadinya wave-in-deck dan/atau hull flooding, sehingga respons struktural aktual berpotensi menyimpang. Kendati demikian, temuan-temuan ini menegaskan pentingnya evaluasi kombinasi punch-through dan beban lingkungan dalam asesmen integritas struktural jack-up rig.

2026
πŸ‘€ Penulis: Azmii Amrulloh Musopi
🏷️ Punch-Through 🏷️ Analisis Struktural Jack-Up Rig 🏷️ Geoteknik Teluk Meksiko

PEMANTAUAN ESP CERDAS MENGGUNAKAN PERAMALAN SENSOR MULTI-MODEL, ESTIMASI LAJU ALIR BERBASIS FISIKA, DAN KLASIFIKASI KEGAGALAN DINI BERBASIS MAJORITY VOTING UNTUK PEMELIHARAAN PREDIKTIF

Electrical submersible pumps (ESPs) play a significant role as artificial lift systems in the oil and gas industry, installed in over 33% of operational wells and contributing approximately 60% of global oil production. Despite their widespread use, ESP systems are highly vulnerable to unplanned failures caused by electrical faults, mechanical degradation, and gas interference, often leading to costly production losses and workover operations. Conventional reactive and fixed interval preventive maintenance strategies are insufficient for early fault detection, motivating the development of a more proactive, data driven predictive maintenance approach. This study proposes an AI-based framework for early failure detection of ESP systems integrating downhole sensor forecasting, physics based virtual flow metering, multi classifier ensemble failure prediction, and a decision support dashboard. Three deep learning architectures Long Short Term Memory (LSTM), Bidirectional LSTM (BiLSTM), and Gated Recurrent Unit (GRU) were evaluated to identify the most suitable model for each of six downhole sensor parameters: discharge pressure, intake pressure, intake temperature, motor temperature, average ampere, and vibration. Data from seventeen ESP-equipped wells, recorded at ten minute intervals from April to July 2020, were used for model development and validation. BiLSTM achieved the best forecasting performance for four parameters, while LSTM and GRU were optimal for discharge pressure and vibration, respectively. All selected models produced Mean Absolute Percentage Error (MAPE) values below 10%, confirming highly accurate three day ahead sensor predictions. For wells with incomplete production data, liquid flow rates were estimated using the Power Equilibrium Equation, yielding a deviation of only 5.56% against available well test measurements. For failure classification, five supervised learning algorithms Logistic Regression, Random Forest, Support Vector Machine, K-Nearest Neighbor, and Decision Tree were trained on slope based sensor features with SMOTE oversampling and Optuna hyperparameter optimization. Random Forest and Decision Tree achieved the highest test accuracy of 99.09%, and an ensemble majority voting mechanism was applied to consolidate predictions across all classifiers. This framework detects ESP operating conditions in ten minute intervals over three days and generates prescriptive maintenance recommendations for each predicted failure mode. The key novelty of this study lies in integrating the comparative evaluation and selection of the most suitable deep learning architecture for each sensor, physics based liquid flow rate estimation, and majority voting failure classification into a unified decision support dashboard, advancing beyond previous single model approaches by providing engineers with early warnings and actionable maintenance guidance up to three days before potential ESP failure.

2026
πŸ‘€ Penulis: Rizqy Masdarul Haq
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Data

MANY ME : KERAGUAN IDENTITAS DALAM PROSES MEWUJUD MELALUI MEDIUM SENI GRAFIS

Seri karya Many Me (2026) adalah karya tugas akhir yang berangkat dari keresahan personal atas keraguan mengenai identitas yang mendua. Identitas yang tidak dibangun oleh unsur tunggal, tetapi dibentuk melalui fragmen yang menegosiasi sifat feminin dan maskulin yang dimiliki. Ungkapan sebagai bagian dari seni sebagai ekspresi pada keraguan yang perlu menyelaraskan kedua kondisi tersebut dalam mencari identitas. Identitas sebagai bagian dari proses mewujud dalam teori being and becoming adalah proses yang tidak hanya dilihat dari masa kini, tetapi memiliki sifat yang maju dan mundur dan dalam teori multiplisitas dapat hadir dan didapatkan dalam berbagai wujud. Identitas yang dibentuk kemudian berelasi dengan konstruksi sosial yang dimetaforkan melalui asosiasi pada objek dalam teori Object Oriented. Penciptaan karya meliputi eksplorasi material dan perluasan wujud yang menggunakan seni grafis sebagai medium karena adanya kesamaan dalam pengalaman dan proses berkarya melalui medium tersebut. Karya yang dihasilkan terdiri dari 56 cetakan tunggal yang unik dalam memperlihatkan jejak, poster pengajaran berukuran A2 dengan 16 edisi sebagai bagian dari konsep mengenai reproduksi dan usaha mengulang, dan matriks yang dijadikan bentuk tiga dimensional sebagai respon atas wujud diri yang dapat hadir dalm dimensi lain dengan pengalaman perseptif yang berbeda. Dihadirkan dalam satu warna untuk menunjukan satu tubuh dan keleluasaan apresiator pada ruang untuk menggali dan menelusuri kualitas cetak yang baru dapat terlihat saat mendekat dan merasakan komposisi penuh saat menjauh. Penulis menyadari bahwa keraguan tersebut bukanlan ancaman, tetapi harmoni yang mampu diselaraskan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Achmad Moersyid Soejiwo
🏷️ Kebijaksanaan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PREMI ASURANSI PRODUKSI KELAPA SAWTI BERBASIS VARIABEL AGROKLIMAT

Asuransi indeks cuaca merupakan instrumen mitigasi risiko iklim yang semakin relevan bagi perkebunan kelapa sawit, tetapi pengembangannya di Indonesia belum mengakomodasi heterogenitas kondisi agroklimat antarwilayah dan antarmusim. Penelitian ini mengembangkan kerangka penentuan premi asuransi indeks cuaca kelapa sawit melalui penjabaran matematis model PalmSim, dengan kebaruan utama berupa segmentasi simultan menurut wilayah (Sumatra dan Kalimantan) dan musim (hujan dan kemarau). Kerangka pemodelan disusun dalam lima tahap: penentuan musim secara deterministik berdasarkan pola curah hujan aktual, disagregasi produktivitas tahunan ke resolusi bulanan dengan metode Chow-Lin multivariat (indikator dipilih per pulau berdasarkan korelasi empiris atau relevansi agronomis, tanpa reduksi dimensi), estimasi regresi panel ordinary least squares dengan koreksi Newey-West HAC, penetapan distribusi Normal sebagai konsekuensi langsung asumsi galat regresi, dan perhitungan premi analitik disertai selang kepercayaan bootstrap. Data mencakup 21 kota di Sumatra dan Kalimantan periode 2012–2016, dengan produktivitas bersumber dari Ditjenbun serta variabel agroklimat dari NASA POWER. Regresi panel diestimasi langsung pada level kota-bulan (n = 250–385 observasi per segmen), dan keempat segmen dinyatakan sesuai pada uji-F (? = 0,10), dengan R2 berkisar 3–22%. Premi kotor untuk keempat segmen berkisar antara Rp 338.691 hingga Rp 997.974/ha/musim, berada 25–270% di atas premi Asuransi Usaha Tani Padi (Rp 45.000/bulan) sebagai konsekuensi variabilitas produksi yang lebih tinggi pada resolusi kota-bulan dibanding estimasi agregat. Analisis sensitivitas menunjukkan premi murni menurun 57–72% ketika ambang trigger dinaikkan dari rata-rata historis ke persentil ke-80. Kerangka ini menyediakan dasar kuantitatif bagi perancangan produk asuransi indeks cuaca kelapa sawit yang tersegmentasi.

2026
πŸ‘€ Penulis: Nabiilah Galuh Janisa
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KUANTIFIKASI NITROGEN PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (EUCHEUMA COTTONII) DENGAN SISTEM RESIRKULASI BERBASIS DARAT

Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua di dunia dengan produksi mencapai 10,8 juta ton pada tahun 2024. Eucheuma cottonii merupakan komoditas rumput laut paling dominan karena kandungan kappa-karagenan yang tinggi sebagai bahan baku industri pangan, farmasi, dan kosmetik. Namun, sistem budidaya konvensional di laut terbuka seperti long line dan rakit apung menghadapi tantangan berupa fluktuasi suhu, serangan penyakit ice-ice, biofouling epifit, serta cuaca ekstrem akibat perubahan iklim yang menyebabkan fluktuasi produksi dan penurunan kualitas hasil budidaya. Kondisi ini mendorong pengembangan budidaya menggunakan sistem resirkulasi berbasis darat sebagai alternatif yang mampu mengendalikan parameter lingkungan secara real-time, meningkatkan biosekuriti, dan mengurangi ketergantungan pada kondisi iklim dan lokasi budidaya. Dalam sistem tersebut, nitrogen merupakan unsur hara pembatas yang secara langsung menentukan pertumbuhan biomassa, sintesis klorofil, dan kandungan fikobiliprotein pada E. cottonii sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara tepat dan terukur. Meskipun demikian, kajian kuantitatif mengenai dinamika aliran nitrogen dan neraca massa pada budidaya E. cottonii dengan sistem resirkulasi berbasis darat masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perubahan kadar nitrogen dan menentukan neraca massa nitrogen pada budidaya E. cottonii dengan sistem resirkulasi berbasis darat. Penelitian dilaksanakan di Screen House B3 dan Laboratorium Teknik 1A ITB Kampus Jatinangor pada September 2025–Februari 2026. Sistem budidaya menggunakan dua ulangan sistem yang masing-masing terdiri dari tiga tangki dalam konfigurasi resirkulasi yang dilengkapi filtrasi, sterilisasi UV, dan aerasi. Sebanyak 96 sampel E. cottonii yang terdiri dari 64 sampel destruktif dan 32 sampel non destruktif berbobot awal seragam 50 gram dibudidayakan pada media air laut dengan konsentrasi NO3-N terkontrol sebesar 0,1–0,5 mg L ?1 melalui pemupukan NaNO3 . Parameter yang diamati meliputi konsentrasi NO3?-N pada media budidaya, kandungan nitrogen jaringan rumput laut, kualitas air, kelimpahan mikroba total, dan bakteri penambat nitrogen. Konsentrasi nitrat ditentukan menggunakan metode kolorimetri brusin, kandungan nitrogen jaringan dianalisis menggunakan metode Kjeldahl, sedangkan kelimpahan mikroba total dan bakteri penambat nitrogen dikuantifikasi menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Neraca massa nitrogen disusun berdasarkan kesetimbangan kuantitatif antara total nitrogen masukan, akumulasi nitrogen pada biomassa, nitrogen tersisa dalam media air, dan nitrogen yang tidak terukur dari sistem budidaya. Seluruh data dinyatakan sebagai rerata Β± simpangan baku dan dianalisis secara deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya E. cottonii dengan sistem resirkulasi berbasis darat selama 64 hari memiliki laju laju rata-rata perubahan nitrogen tersedia dalam media air sebesar 242,56 Β± 63,57 mg hari?1, laju akumulasi nitrogen pada jaringan E. cottonii sebesar 0,29 Β± 0,27 mg-N g DW?1 hari?1, dan rata-rata kelimpahan bakteri pemfiksasi nitrogen sebesar 1.922,96 Β± 260,53 CFU mL?1. Neraca massa nitrogen menunjukkan total input nitrogen sebesar 16.301,25 mg NO3-N yang berasal dari stok awal media air laut sebesar 4.245,0 mg NO3-N dan penambahan pupuk NaNO3 sebesar 12.056,25 mg NO3-N. Dari total masukan tersebut, 6.793,8 mg-N (41,68%) terasimilasi ke dalam jaringan E. cottonii, 777,5 mg NO3-N (4,77%) tersisa dalam media air, dan 8.729,95 mg NO3-N (53,55%) merupakan nitrogen tidak terukur. Budidaya E. cottonii dalam sistem resirkulasi berbasis darat menunjukkan peningkatan penyerapan nitrogen jaringan seiring pertambahan biomassa. Namun, sebagian besar nitrogen masukan belum termanfaatkan menjadi biomassa. Oleh karena itu, optimalisasi manajemen nutrien dan pengendalian epifit diperlukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan nutrien. Temuan ini menjadi dasar ilmiah bagi pengembangan sistem budidaya makroalga berbasis darat yang lebih efisien dan berkelanjutan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Tania Sofiani
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN INSTALASI PROJECTION MAPPING INTERAKTIF BERBASIS ANIMASI MENGENAI POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER REMAJA USIA 15–18 TAHUN

Perbedaan generasi antara orang tua dan remaja memengaruhi pola komunikasi dalam keluarga, yang berimplikasi pada pembentukan karakter dan identtas diri remaja. Remaja berusia 15–18 tahun berada pada tahap perkembangan ketka mereka mulai membangun pola pikir, preferensi, dan kemandirian dalam mengambil keputusan. Perancangan ini bertujuan menghadirkan instalasi projecton mapping interaktf berbasis animasi sebagai media refeksi dan ruang simulasi yang merepresentasikan bagaimana remaja usia 15–18 tahun memilih untuk berkomunikasi dengan orang tua berdasarkan pola komunikasi yang terbentuk dalam kehidupan sehari-hari di keluarga. Metode perancangan meliput studi literatur, wawancara dengan pakar animasi, media interaktf, dan psikolog keluarga, serta analisis hasil wawancara dengan keluarga yang memiliki anak remaja usia 15-18 tahun sebagai target audiens. Hasil perancangan berupa instalasi projecton mapping interaktf dengan pengalaman tabletop yang mendorong audiens merefeksikan pola komunikasi keluarga melalui visual, suara, dan interaksi. Media ini diharapkan dapat menjadi sarana refeksi bersama bagi orang tua dan remaja dalam memahami dinamika komunikasi keluarga

2026
πŸ‘€ Penulis: Nayla Andaniswari
🏷️ Animasi 🏷️ Keluarga Remaja 🏷️ Pembentukan Karakter

EVALUASI ANOTASI DAN KARAKTERISASI IN SILICO KANDIDAT GEN DELTA-GUAIENE SYNTHASE DARI TRANSKRIPTOM DE NOVO TANAMAN GAHARU GYRINOPS VERSTEEGII (GILG.) DOMKE PASCAINOKULASI JAMUR FUSARIUM SOLANI

Agarwood merupakan salah satu komoditas bernilai ekonomis. Resin agarwood dimanfaatkan sebagai bahan baku parfum dan obat tradisional karena aroma khasnya yang berasal dari kandungan metabolit sekunder. Resin ini dihasilkan oleh tanaman dari famili Thymelaeaceae, khususnya genus Aquilaria dan Gyrinops, sebagai respons terhadap infeksi mikroba. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa seskuiterpen merupakan komponen utama penyusun resin agarwood. Pendekatan bioteknologi memungkinkan pemahaman proses pembentukan metabolit tersebut melalui kajian ekspresi gen dan karakterisasi enzim yang terlibat. Studi sebelumnya pada semai Gyrinops versteegii yang diinokulasi dengan jamur Fusarium solani menunjukkan perubahan pola ekspresi gennya. Peningkatan ekspresi teramati pada gen-gen yang berperan dalam mekanisme pertahanan tanaman, seperti gen-gen pada jalur asam mevalonat dan jalur metileritritol fosfat yang terlibat dalam biosintesis senyawa terpenoid. Penelitian tersebut juga mengidentifikasi dua gen dengan peningkatan ekspresi relatif tertinggi, yaitu germacrene-? synthase dan deltaguaiene synthase (DGS). Penelitian ini difokuskan pada evaluasi dan karakterisasi gen DGS berdasarkan data transkriptom de novo. Sebanyak sembilan sekuen yang dianotasi sebagai DGS dievaluasi menggunakan database NCBI. Analisis filogenetik awal menunjukkan bahwa hanya Sekuen 8 dan 9 berkelompok dengan referensi DGS, sementara sekuen lainnya berada pada kelompok berbeda. Hasil BLAST-n dan BLAST-x menunjukkan bahwa beberapa sekuen memiliki kemiripan lebih tinggi dengan gen alpha-humulene synthase (AHS) yang juga berasal dari keluarga gen sesquiterpene synthase. Analisis lanjutan dengan referensi terpilih mengonfirmasi pengelompokan dua sekuen sebagai DGS dan tiga sekuen sebagai AHS, sementara sekuen lainnya membentuk klaster tersendiri. Analisis conserved motif melalui multiple sequence alignment menunjukkan bahwa kedua kelompok memiliki motif DDxxD yang identik, namun berbeda pada motif RRx?W. Perbedaan pada motif ini diduga menjadi faktor penentu spesifisitas produk seskuiterpen, yaitu delta-guaiene atau alpha-humulene. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan dalam pengembangan strategi molekuler untuk optimalisasi produksi resin agarwood.

2026
πŸ‘€ Penulis: Afandi Faris Aiman
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Biokimia

ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI PADA PT SIPP: MEMBELI ATAU MENYEWA TRUK TANGKI PENYIRAMAN UNTUK OPERASIONAL LANSKAP

Perkembangan sektor konstruksi di Indonesia menunjukkan pertumbuhan seiring dengan meningkatnya permintaan pembangunan infrastruktur dan lingkungan. Sektor konstruksi tidak hanya mencakup pembangunan fisik gedung, tetapi juga pembangunan lanskap dan ruang terbuka hijau untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam hal ini, sektor lanskap merupakan bagian dari industri konstruksi yang bertanggung jawab untuk memastikan dan mempertahankan ruang terbuka hijau yang fungsional, estetis, dan berkelanjutan. PT SIPP merupakan salah satu perusahaan pemeliharaan lanskap di Indonesia yang mendukung kebutuhan pemeliharaan ruang terbuka hijau. Salah satu kegiatan utama perusahaan ini adalah penyiraman tanaman secara rutin menggunakan truk tangki air, sehingga truk ini menjadi komponen penting dari kegiatan operasional. Seiring dengan meningkatnya jumlah proyek lanskap, perusahaan terkadang tidak mampu memenuhi kebutuhan terhadap truk tangki air. Dengan situasi ini, perusahaan mempertimbangkan untuk mengembangkan bisnisnya dengan menambah lima truk tangki air, namun dihadapkan pada dilema mengenai mana yang lebih menguntungkan: membeli atau menyewa truk tangki air tersebut untuk keperluan operasionalnya. Hal ini merupakan isu bisnis yang penting karena berdampak langsung pada efisiensi biaya, operasional, dan daya saing perusahaan dalam jangka panjang. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, diketahui bahwa alternatif membeli lima unit watering tanker memiliki NPV cash outflow sebesar Rp2,714,126,620, sedangkan NPV cash outflow untuk alternatif menyewa sebesar Rp3,066,236,654. Dengan demikian, alternatif membeli lebih hemat sebesar Rp352,110,035 atau sekitar 11.48% jika dibandingkan dengan alternatif menyewa. Hasil analisis sensitivitas juga menunjukkan bahwa keputusan membeli ini tetap konsisten pada seluruh skenario perubahan biaya. Oleh karena itu, PT SIPP direkomendasikan untuk membeli lima unit watering tanker dalam mendukung rencana ekspansi bisnis karena alternatif ini lebih menguntungkan secara finansial dalam jangka panjang.

2026
πŸ‘€ Penulis: Harvin Hermanto
🏷️ Investasi 🏷️ Operasional Lantai Kaki 🏷️ Analisis Keuangan

PERANCANGAN SISTEM DISPLAY MODULAR UNTUK PAMERAN SENI RUPA KOLEKTIF TEMPORER DI RUANG NON-KONVENSIONAL

Pameran seni temporer di Bandung semakin sering memanfaatkan ruang non konvensional yang tidak dirancang sebagai ruang pamer dan memiliki batas intervensi. Akibatnya, penyelenggara mengandalkan perangkat display sementara yang improvisatif, tidak terstandar, dan sulit digunakan ulang, sehingga presentasi karya tidak konsisten dan terjadi pemborosan material pada setiap pameran. Tugas akhir ini merancang sistem display modular yang non-invasif, mudah dioperasikan tim kecil, dan dapat disusun ulang (reconfigurable). Perancangan menggunakan metode deskriptif-kualitatif melalui studi literatur, observasi kasus pameran, dan wawancara dengan exhibitor, pengelola ruang, serta art handler, yang disintesis menjadi design requirements. Konsep final berupa sistem display modular berbasis rangka (frame-based) dengan satu tipe sambungan plat tekuk. Dari satu platform struktur yang sama diturunkan panel display, divider, pedestal, signage, hybrid panel-pedestal, dan trolley penyimpanan, sehingga sistem dapat menampilkan karya sekaligus membentuk zonasi ruang, serta mudah dibongkar-pasang, disimpan, dan digunakan ulang lintas pameran.

2026
πŸ‘€ Penulis: Muhamad Salman Alfath
🏷️ Desain Interaktif 🏷️ Kontrol Ruang Digital 🏷️ Pameran Seni Rupa

PERANCANGAN SISTEM DISPLAY MODULAR UNTUK PAMERAN SENI RUPA KOLEKTIF TEMPORER DI RUANG NON-KONVENSIONAL

Pameran seni temporer di Bandung semakin sering memanfaatkan ruang non konvensional yang tidak dirancang sebagai ruang pamer dan memiliki batas intervensi. Akibatnya, penyelenggara mengandalkan perangkat display sementara yang improvisatif, tidak terstandar, dan sulit digunakan ulang, sehingga presentasi karya tidak konsisten dan terjadi pemborosan material pada setiap pameran. Tugas akhir ini merancang sistem display modular yang non-invasif, mudah dioperasikan tim kecil, dan dapat disusun ulang (reconfigurable). Perancangan menggunakan metode deskriptif-kualitatif melalui studi literatur, observasi kasus pameran, dan wawancara dengan exhibitor, pengelola ruang, serta art handler, yang disintesis menjadi design requirements. Konsep final berupa sistem display modular berbasis rangka (frame-based) dengan satu tipe sambungan plat tekuk. Dari satu platform struktur yang sama diturunkan panel display, divider, pedestal, signage, hybrid panel-pedestal, dan trolley penyimpanan, sehingga sistem dapat menampilkan karya sekaligus membentuk zonasi ruang, serta mudah dibongkar-pasang, disimpan, dan digunakan ulang lintas pameran.

2026
πŸ‘€ Penulis: Muhamad Salman Alfath
🏷️ Desain Interaktif 🏷️ Ruangan Non-Konvensional 🏷️ Koleksi Seni Rupa

PERANCANGAN ANIMASI EKSPERIMENTAL TENTANG KECEMASAN AKIBAT EKSPEKTASI ORANG TUA PADA ANAK TUNGGAL DEWASA MUDA UNTUK MENINGKATKAN SELF-AWARENESS

Sebagai satu-satunya anak dalam keluarga, anak tunggal menerima ekspektasi orang tua yang terpusat pada dirinya. Di Indonesia, kondisi ini membuat mereka lebih rentan mengalami tekanan psikologis dan kecemasan dibandingkan individu dengan saudara kandung. Kecemasan tersebut dapat diringankan melalui pengembangan self-awareness, yang membantu anak tunggal dewasa muda mengenali bahwa tekanan yang dirasakan berasal dari internalisasi ekspektasi orang tua, sehingga dapat direspons secara lebih adaptif. Penelitian ini merancang animasi eksperimental berjudul "Untuk Satu, dari Satu", yang menggambarkan kecemasan seorang anak tunggal menghadapi keterkaitan antara tekanan masa kecil dan dirinya di masa kini. Metode Double Diamond digunakan dalam perancangan ini, didukung penelitian kualitatif melalui wawancara dengan psikolog, praktisi animasi eksperimental, dan responden anak tunggal dewasa muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kecemasan tersebut dapat direpresentasikan melalui rangkaian pengalaman yang dekat dan metafora visual, yang kemudian dapat mendorong audiens melakukan refleksi diri setelah menonton. Penelitian ini menunjukkan potensi animasi eksperimental sebagai pendekatan untuk meningkatkan self-awareness.

2026
πŸ‘€ Penulis: Calista Zafira Chavik
🏷️ Psikologi 🏷️ Animasi Eksperimental 🏷️ Self-Awareness

ANALISIS PERSEPSI RISIKO KESEHATAN MASYARAKAT DAN FAKTOR PENENTUNYA TERHADAP AKTIVITAS PERTAMBANGAN NIKEL DI KECAMATAN BAHODOPI, KABUPATEN MOROWALI

Ekspansi industri nikel global yang didorong oleh transisi energi telah mempercepat intensifikasi aktivitas pertambangan di Indonesia, khususnya di Morowali. Meskipun memberikan kontribusi ekonomi signifikan, aktivitas ini menimbulkan dampak kesehatan dan lingkungan yang kompleks, sementara kajian mengenai persepsi risiko masyarakat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi risiko kesehatan dan lingkungan masyarakat, variasinya secara spasial dan demografis, serta faktor-faktor yang membentuk persepsi dan respons masyarakat di kawasan industri nikel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis survei terhadap 384 responden di Kecamatan Bahodopi, Morowali. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang dikembangkan dari integrasi place attachment theory, classical risk perception theory, dan political ecology of health, serta dianalisis menggunakan CB-SEM, uji t, dan ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi risiko yang relatif tinggi, terutama terhadap paparan debu dan penurunan kualitas udara. Persepsi risiko bervariasi signifikan berdasarkan kedekatan spasial terhadap sumber industri, lama tinggal, status lokalitas, dan pengalaman kesehatan, namun tidak dipengaruhi secara signifikan oleh karakteristik demografis umum. Secara struktural, kepercayaan terhadap institusi terbukti menurunkan persepsi risiko dan meredam respons masyarakat, sementara keterikatan tempat meningkatkan persepsi risiko dan mendorong respons yang lebih aktif. Ketergantungan ekonomi tidak berpengaruh signifikan, sedangkan ekologi politik kesehatan berperan secara tidak langsung melalui mekanisme struktural. Persepsi risiko juga berfungsi sebagai mediator utama yang mendorong respons psikososial dan perilaku masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi risiko di kawasan industri ekstraktif bersifat multidimensional dan tidak dapat dijelaskan oleh pendekatan ekonomi semata. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui integrasi perspektif psikologis, sosial, dan politik dalam memahami persepsi risiko.

2026
πŸ‘€ Penulis: Shintya Firna Ningsih
🏷️ Kesehatan Masyarakat 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi
Halaman 27 dari 6754
πŸ’¬