📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

ANALISIS KESTABILAN GERAKAN BERJALAN PADA PENDERITA SKOLIOSIS MENGGUNAKAN RECURRENCE QUANTIFICATION ANALYSIS

Berjalan merupakan aktivitas biomekanik dasar yang esensial dalam mendukung mobilitas dan kualitas hidup manusia. Namun, pada individu dengan skoliosis, yaitu kelainan bentuk tulang belakang yang menyebabkan deviasi lateral berbentuk huruf S atau C sehingga pola berjalan dapat mengalami gangguan yang berpotensi memengaruhi kestabilan tubuh secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas gerakan berjalan (gait stability) pada individu dengan skoliosis dibandingkan dengan individu sehat (kontrol) menggunakan metode Recurrence Quantification Analysis (RQA). Pengambilan data dilakukan menggunakan optical motion capture (MoCap), yang merekam pergerakan tubuh bagian bawah, khususnya pada sendi lutut dan pergelangan kaki. Analisis kestabilan dilakukan melalui metode Recurrence Quantification Analysis (RQA) dengan fokus pada dua parameter utama: Recurrence Rate (RR) dan Determinism (DET). Seluruh data kemudian diuji menggunakan analisis statistik Uji Shapiro-Wilk, Uji Levene, dan Uji T independen untuk mengetahui signifikansi perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada nilai RR maupun DET antara subjek dengan skoliosis dan kelompok kontrol. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun terdapat kelainan struktural pada tulang belakang, pola gait subjek skoliosis tetap memiliki tingkat kestabilan yang sebanding dengan individu tanpa kelainan, yang menunjukkan adanya kemungkinan kompensasi biomekanik dalam sistem lokomotor mereka.

2025
👤 Penulis: Putri Rinda Anggraeni
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS PARTISIPASI DAN KEBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM PENGELOLAAN PERHUTANAN SOSIAL: STUDI KASUS PADA LMDH LEMBAH HARAPAN JAYA, DESA JAYAGIRI, LEMBANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT

Partisipasi perempuan dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) di Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Lembah Harapan Jaya masih terbilang rendah, yaitu hanya 24,3% dari total anggota keseluruhan, di bawah standar minimal keterwakilan 30%. Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya keberdayaan perempuan serta pengelolaan hutan yang responsif gender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi perempuan, mengukur tingkat partisipasi beserta pengaruhnya terhadap keberdayaan, serta merumuskan strategi peningkatan partisipasi perempuan dalam KTH. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed method), dengan analisis kuantitatif melalui Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS) serta analisis kualitatif melalui wawancara, observasi, dan Gender Analysis Pathway (GAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi dan keberdayaan perempuan berada pada kategori sedang. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap partisipasi perempuan mencakup karakteristik individu, peran pendamping, dan faktor sosial budaya. Keberdayaan perempuan dipengaruhi oleh dukungan eksternal, faktor sosial budaya, dan partisipasi perempuan. Hasil analisis juga mengindikasikan bahwa partisipasi perempuan berpengaruh positif terhadap peningkatan keberdayaan. Berdasarkan temuan tersebut, strategi peningkatan partisipasi perempuan difokuskan pada penguatan kebijakan yang mendukung keterlibatan setara, serta program pendampingan yang bertujuan meningkatkan kapasitas, motivasi, dan kesadaran perempuan dalam pengelolaan hutan. Dengan demikian, keberlanjutan KTH dapat didorong melalui peran perempuan yang lebih aktif dan berdaya.

2025
👤 Penulis: Antonia Neysa Putrantoro
🏷️ Partisipasi Perempuan 🏷️ Pengelolaan Hutan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Desa

PENGARUH MODAL SOSIAL TERHADAP KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN PERHUTANAN SOSIAL: STUDI KASUS PADA LMDH LEMBAH HARAPAN JAYA, DESA JAYAGIRI, KABUPATEN BANDUNG BARAT

Penelitian ini menganalisis peran modal sosial dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan Perhutanan Sosial. Pada Kelompok Tani Hutan (KTH) di LMDH Lembah Harapan Jaya, Desa Jayagiri, Bandung. Tujuan utama penelitian adalah merumuskan strategi penguatan modal sosial yang dapat meningkatkan keberlanjutan pengelolaan Perhutanan Sosial, yang dicapai melalui beberapa tujuan pendukung, yaitu mengidentifikasi faktor-faktor signifikan yang membentuk modal sosial, menilai tingkat modal sosial anggota KTH, serta menganalisis faktor internal dan eksternal dalam merumuskan strategi penguatan modal sosial untuk meningkatkan keberlanjutan pengelolaan Pengelolaan Perhutanan Sosial. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed method), dengan pendekatan kuantitatif melalui Structural Equation Modeling (SEM) Partial Least Square (PLS) untuk menguji hubungan antarvariabel, analisis interval skor untuk menilai tingkat modal sosial, dan pendekatan kualitatif melalui analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi penguatan modal sosial. Sampel penelitian terdiri dari 136 responden anggota KTH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik individu, peran aktif anggota, akses informasi, dan peran pendamping memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan modal sosial. Modal sosial terbukti sebagai variabel mediasi yang signifikan dalam memengaruhi keberlanjutan pengelolaan Perhutanan Sosial, sementara peran anggota dan pendamping juga memberikan kontribusi langsung yang signifikan. Tingkat modal sosial anggota KTH secara keseluruhan tergolong substansial, mencerminkan komitmen kolektif dan kerjasama terlembaga, meskipun kepercayaan terhadap instansi pemerintah dan LMDH masih rendah, serta jaringan sosial terhadap lembaga eksternal dan akses permodalan terbatas. Strategi penguatan modal sosial yang direkomendasikan mencakup pembukaan peluang kolaborasi dengan pihak eksternal, peningkatan kapasitas manajemen dan organisasi anggota melalui pelatihan dan pendampingan, rekonsiliasi dengan LMDH melalui forum musyawarah terbuka, serta diversifikasi produk hasil hutan bukan kayu. Strategi ini diharapkan memperkuat modal sosial sebagai pilar utama pengelolaan Perhutanan Sosial yang efektif dan berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Syira Levina
🏷️ Perhutanan Sosial 🏷️ Kelompok Tani Hutan 🏷️ Analisis Swot

STUDI KOMPARASI PERFORMA CAMPURAN IONIC LIQUID – PELARUT KONVENSIONAL SEBAGAI KOMPONEN PADA ELECTRIC DOUBLE LAYER CAPACITOR

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membandingkan performa Electric Double Layer Capacitor (EDLC) menggunakan elektroda berbasis karbon dari kapas yang dikombinasikan dengan dua jenis elektrolit: Ionic Liquid (IL) Emim HSO4 dan pelarut organik konvensional Gamma-Valerolactone (GVL). Analisis dilakukan dengan metode Cyclic Voltammetry (CV) dan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) untuk mengevaluasi kapasitansi, resistansi internal, dan perilaku elektrokimia. Hasil menunjukkan bahwa elektroda karbon yang diproses dengan urea 10% dan elektrolit Emim HSO4 menghasilkan kapasitansi spesifik 1,34 mF/g dengan resistansi internal (ESR) yang sangat rendah (0.1523 ?), menandakan konduktivitas yang baik. Sebaliknya, penggunaan GVL sebagai elektrolit hanya menghasilkan kapasitansi yang sangat rendah (0,04 mF/g) dan resistansi internal yang sangat tinggi (2052.4 ?), menunjukkan bahwa sistem ini lebih berfungsi sebagai resistor. Analisis pori menggunakan N2 physisorption juga mengungkapkan bahwa penambahan urea dengan konsentrasi tinggi (10%) merusak struktur pori, menurunkan luas permukaan secara drastis dari 450 m²/g menjadi hanya 5 m²/g, meskipun dapat meningkatkan Nitrogen Doping .Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemilihan elektrolit sangat krusial, dimana EmimHSO4 menunjukkan kinerja yang jauh lebih baik sebagai elektrolit EDLC dibandingkan GVL. Optimalisasi proses karbonisasi dan konsentrasi urea diperlukan untuk meningkatkan performa EDLC berbasis biomassa ini.

2025
👤 Penulis: Azhar Rifqi Nurhilmi
🏷️ Kapasitor Double Elektroda 🏷️ Elektrolit Ionomer 🏷️ Optimasi Proses Karbonisasi

EVALUASI MATERIAL KONSTRUKSI PELAT ATAP DAN DINDING EKSTERIOR TERHADAP EFISIENSI ENERGI GEDUNG (STUDI KASUS: LANDMARK BSI ACEH)

Penelitian ini mengevaluasi material konstruksi pelat atap dan dinding eksterior hemat energi pada Gedung Landmark BSI Aceh melalui tiga aspek utama, yaitu energi yang diukur dengan Intensitas Konsumsi Energi (IKE), ekonomi menggunakan metode Life Cycle Costing (LCC) selama 20 tahun, dan lingkungan berdasarkan penilaian GREENSHIP. Hasil analisis menunjukkan bahwa gedung tinjauan memiliki IKE eksisting sebesar 64,22 kWh/m²/tahun. Untuk menurunkan IKE tersebut, terdapat beberapa usulan yang diuji, meliputi penambahan polyurethane foam, cat reflektif surya pada permukaan atap, substitusi material pelat atap dengan Insulated Concrete Form (ICF), serta substitusi material dinding eksterior dengan Stopray Vision 31T. Dari seluruh usulan, substitusi Stopray Vision 31T terbukti paling optimal dengan penurunan IKE sebesar 2,55%, menghasilkan Net Present Value (NPV) melalui metode LCC sebesar Rp1,45 miliar, sekaligus memenuhi prasyarat EEC P2 dan menambah 3 skor EEC 1 pada GREENSHIP. Dengan demikian, substitusi Stopray Vision 31T direkomendasikan sebagai usulan paling optimal berdasarkan aspek energi, ekonomi, dan lingkungan.

2025
👤 Penulis: Fathan Mumtaz Yunadi
🏷️ Energi Terbarukan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kepatuhanan Lingkungan

UJI SITOTOKSISITAS IN VITRO FRAKSI UMBI BAWANG DAYAK DENGAN SISTEM PENGHANTARAN OBAT BERBASIS MESOPOROUS SILICA NANOPARTICLES (MSN) TERMODIFIKASI POLIMER POLYETHYLENEIMINE (PEI)

Triple-negative breast cancer (TNBC) memerlukan terapi alternatif untuk mengurangi efek samping kemoterapi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penggunaan mesoporous silica nanoparticles (MSN) yang dimodifikasi dengan polyethyleneimine (PEI) dan imidazol untuk penghantaran fraksi bawang dayak. Modifikasi ini berfungsi sebagai gatekeeper yang mendukung mekanisme pelepasan obat terkontrol melalui efek Proton Sponge dan mencegah degradasi obat dalam lisosom, memungkinkan pelepasan obat spesifik pada sel kanker. Identifikasi senyawa aktif dilakukan dengan menggunakan luteolin dan naftoquinon sebagai standar pada metode kromatografi lapis tipis (KLT). MSN disintesis dengan cetakan surfaktan cetyltrimethylammonium bromide (CTAB) dan silika tetraethyl orthosilicate (TEOS), kemudian difungsionalisasi dengan (3-aminopropyl) triethoxysilane (APTES) untuk menghasilkan MSN-NH2. Fraksi bawang dayak dijerat dalam MSN-NH2 dan dimodifikasi dengan konjugasi polimer PEI dan Imidazol-PEI (IP). Karakterisasi MSN dan modifikasinya dilakukan dengan FTIR, TGA, DLS, BET, TEM, serta pengujian kapasitas pemuatan obat dan efisiensi penjeratan. Uji sitotoksisitas dilakukan menggunakan reagen MTT pada sel 4T1. Fraksi etil asetat dan n-heksan menunjukkan intensitas bercak yang sebanding dengan senyawa 1,4-naftokuinon, menunjukkan keberadaan senyawa aktif. Fraksi etil asetat dipilih karena memiliki potensi TNBC. Enkapsulasi fraksi bawang dayak dalam MSN-NH2 menunjukkan efisiensi 33,03%. Uji sitotoksisitas menunjukkan bahwa modifikasi IP menurunkan toksisitas PEI pada sel 4T1. Nilai IC50 FBD adalah 80,56 ?g/ml, MSN-FBD-PEI 53,43 ?g/ml, dan MSN-FBD-PEI-IP 43,43 ?g/ml. Formulasi MSN-FBD-IP berpotensi sebagai sistem penghantaran obat terkontrol untuk terapi TNBC.

2025
👤 Penulis: Ni Luh Putu Karunia Vidya N
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

DETEKSI STRES BERBASIS SINYAL MULTISENSOR DARI PERANGKAT WEARABLE

Stres kerja merupakan masalah kesehatan yang signifikan karena berdampak pada produktivitas, keselamatan, dan kesejahteraan individu. Perkembangan perangkat wearable memungkinkan pemantauan sinyal fisiologis secara kontinu untuk mendeteksi stres secara lebih objektif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan pipeline klasifikasi stres berbasis sinyal multisensor dari perangkat Empatica E4 dengan fokus pada peningkatan deteksi stres ringan yang sering luput dari model sebelumnya. Pipeline mencakup tahapan praproses sinyal, segmentasi 10 detik dengan step 5 detik, ekstraksi fitur baseline (aktivitas elektrodermal, detak jantung, dan temperatur kulit) serta fitur variabilitas denyut jantung dari sinyal Photoplethysmography, optimasi fitur melalui berbagai metode feature selection, dan klasifikasi menggunakan algoritma XGBoost. Dataset yang digunakan adalah Multimodal Dataset for Nurses, yang merekam sinyal fisiologis 15 perawat selama pandemi COVID-19. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa pipeline usulan mampu meningkatkan kinerja deteksi stres ringan dengan F1-score dari 0,75 pada model baseline (Random Forest) menjadi 0,86 pada model XGBoost dengan feature selection berbasis tree. Analisis feature importance menunjukkan bahwa fitur dari temperatur kulit dan aktivitas elektrodermal memberikan kontribusi dominan, sedangkan fitur variabilitas denyut jantung berperan sebagai pelengkap. Penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi XGBoost dan feature selection dapat mengoptimalkan deteksi stres berbasis sinyal wearable.

2025
👤 Penulis: M. Malik I. Baharsyah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PRODUK AXLEBOX HASIL PENGECORAN PADUAN AL-SI-CU SETELAH PROSES HOMOGENISASI

Axlebox merupakan komponen penting pada kereta api yang umumnya diproduksi dari material baja, namun cenderung menambah berat total kendaraan. Untuk mengatasi pengurangan berat tanpa mengorbankan kekuatan, paduan aluminium mulai digunakan sebagai alternatif material axlebox. Paduan Al-Si-Cu dipilih karena memiliki kombinasi kekuatan yang baik, serta kemampuan cor yang sesuai untuk komponen dengan geometri yang kompleks seperti axlebox. Akan tetapi, proses pengecoran paduan Al-Si-Cu masih menghadapi permasalahan mikrostruktur berupa segregasi dendritik, partikel silikon eutektik berbentuk acicular, serta fasa intermetalik bermorfologi tajam yang menurunkan sifat mekanik. Sehingga, perlakuan homogenisasi diperlukan untuk menghilangkan segregasi unsur, melarutkan fasa intermetalik, serta mengubah morfologi partikel silikon eutektik yang terbentuk selama solidifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perlakuan homogenisasi terhadap perbaikan mikrostruktur dan sifat mekanik produk axlebox berbasis paduan Al-Si-Cu hasil pengecoran. Perlakuan homogenisasi dilakukan pada temperatur 450–540 °C dengan variasi waktu 2–8 jam. Karakterisasi dilakukan menggunakan mikroskop optik, scanning electron microscope - energy dispersive x-ray spectroscopy (SEM-EDS), x-ray diffraction (XRD), serta pengujian mekanik berupa uji keras Rockwell dan uji tarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa homogenisasi mampu menghilangkan segregasi, dan memodifikasi partikel silikon eutektik dari acicular menjadi globular. Secara mekanik, perlakuan ini meningkatkan kekerasan, serta meningkatkan ultimate tensile strength sebesar 19,85%.

2025
👤 Penulis: Christoforus Bintang M. B.
🏷️ Korosi Dan Pemeliharaan 🏷️ Metallurgi Dan Material 🏷️ Teknologi Pembuatan Axlebox

EVALUASI PENGEMBANGANFOOD ESTATE DI KABUPATEN MERAUKE (STUDI KASUS: DISTRIK SEMANGGA, DISTRIK TANAH MIRING, DAN DISTRIK KURIK)

Food estate merupakan program nasional Pemerintah Indonesia yang dirancang sebagai solusi strategis dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di tengah pertumbuhan penduduk dan perubahan iklim. Konsep food estate dikembangkan melalui pemanfaatan lahan secara optimal yang direvitalisasi dengan teknologi pertanian modern, serta diarahkan untuk menjadi lumbung pangan baru nasional. Namun, implementasinya di berbagai wilayah Indonesia sering menimbulkan pro dan kontra, baik dukungan maupun penolakan dari masyarakat. Kabupaten Merauke, dengan lahan yang luas dan datar, ditetapkan sebagai salah satu lokasi prioritas program food estate di Papua, sehingga diperlukan evaluasi mendalam mengenai potensi, kelayakan, kinerja, serta dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pengembangan food estate di Kabupaten Merauke dengan studi kasus pada Distrik Semangga, Tanah Miring, dan Kurik. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method dengan mengombinasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui survei lapangan, analisis dokumen, serta wawancara dengan pemangku kepentingan, kemudian dianalisis menggunakan indikator kelayakan dan kinerja. Pendekatan ini dipilih agar evaluasi dapat memberikan gambaran komprehensif terkait keberlanjutan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Merauke memiliki potensi wilayah yang strategis untuk pengembangan food estate melalui ketersediaan lahan yang luas, datar, dan sesuai untuk mekanisasi pertanian. Agroklimat savana tropis mendukung produksi padi, jagung, dan kedelai, sementara infrastruktur dasar seperti pelabuhan, bandara, dan jalan relatif tersedia, meskipun kapasitas irigasi masih sangat terbatas. Keterlibatan para pihak meliputi Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Merauke, masyarakat adat, dan petani. Namun demikian, iii program ini masih menghadapi sejumlah kendala berupa minimnya anggaran daerah (<40%), keterbatasan tenaga penyuluh, isu hak ulayat, serta rendahnya partisipasi masyarakat asli Papua (OAP). Dampak pengembangan food estate di Merauke bersifat campuran. Dari sisi sosial, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan, tetapi tingkat kemiskinan tetap tinggi dan pengangguran justru meningkat pasca 2022. Dari sisi ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku meningkat, namun PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan stagnasi sehingga pertumbuhan riil rendah. Migrasi awal ke wilayah ini cukup tinggi, tetapi cenderung stagnan setelah beberapa tahun, dan tenaga kerja lokal belum sepenuhnya dominan dalam rantai produksi. Dari sisi lingkungan, program food estate berpotensi menimbulkan dampak serius seperti deforestasi, degradasi lahan gambut, banjir dan kekeringan, intrusi air laut, hingga ancaman terhadap biodiversitas. Evaluasi kelayakan menunjukkan bahwa ketiga distrik (Semangga, Tanah Miring, dan Kurik) hanya mencapai kategori Cukup Layak Bersyarat. Semangga memenuhi 73% indikator, Tanah Miring 65%, dan Kurik 69%, dengan kelemahan utama pada aspek infrastruktur, teknologi, serta pembiayaan. Evaluasi kinerja menunjukkan hasil yang bervariasi: Distrik Semangga dan Kurik berada pada kategori Baik Bersyarat, sedangkan Distrik Tanah Miring hanya mencapai Sedang Bersyarat. Masalah utama kinerja terkait aspek produksi, distribusi, ekonomi, dan sosial. Kesimpulannya, pengembangan food estate di Kabupaten Merauke memiliki potensi besar tetapi efektivitasnya masih terbatas oleh kendala struktural, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Keberhasilan program sangat bergantung pada tata kelola yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat lokal, serta dukungan anggaran daerah yang memadai. Penelitian ini menegaskan bahwa tanpa perbaikan tata kelola dan peningkatan partisipasi masyarakat lokal, keberlanjutan food estate di Merauke akan sulit tercapai.

2025
👤 Penulis: Elisabeth Natalia Gebze
🏷️ Pengembangan Food Estate 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Sosial Ekonomi Lingkungan

PENGARUH PENAMBAHAN SELULOSA TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK SERAT KARBON BERBASIS LIGNIN

Pertumbuhan alga Cladophora sp. yang tidak terkontrol atau dikenal algae bloom menjadi suatu permasalahan pada ekosistem laut. Oleh karenanya, diaplikasikan selulosa berbasis alga Cladophora sp yang dikenal dengan kristalinitas tinggi kepada pencetakan 3D. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh parameter cetak terhadap kemampuan cetak (printability index dan filament uniformity) larutan selulosa berbasis alga Cladophora sp. menggunakan metode direct ink writing (DIW). Selulosa diperoleh melalui isolasi dengan tahapan alkalisasi, hidrolisis, dan bleaching, kemudian dilarutkan sebagian dalam pelarut NaOH/Urea (7/12 wt%) untuk menghasilkan tinta 3D printing all-cellulose. Variasi parameter cetak yang diteliti meliputi konsentrasi selulosa, ukuran nozzle, kecepatan cetak, laju ekstrusi, dan jarak nozzle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap parameter memiliki titik optimal yang menentukan kualitas hasil cetak. Konsentrasi selulosa yang terlalu rendah tidak mampu mempertahankan bentuk filamen, sedangkan konsentrasi tinggi menimbulkan semi-clogging. Ukuran nozzle, kecepatan cetak, laju ekstrusi, dan jarak nozzle yang terlalu besar maupun terlalu kecil sama-sama menurunkan printability index. Kondisi optimal diperoleh pada kombinasi: konsentrasi selulosa 5 wt%, ukuran nozzle 13G (1,9 mm), kecepatan cetak 5 mm/s, laju ekstrusi 80%, dan jarak nozzle 5 mm. Hasil ini menunjukkan bahwa pengaturan parameter yang seimbang penting untuk menjaga kestabilan filamen, mencegah clogging, dan menghasilkan resolusi cetak yang baik. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan material ramah lingkungan untuk aplikasi pencetakan 3D berbasis selulosa.

2025
👤 Penulis: Kevin Rizaldy Darmawan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

CIRCUIT BREAKER ADAPTIF UNTUK MICROSERVICES PADA SERVICE MESH DENGAN PENDEKATAN DEEP REINFORCEMENT LEARNING

Service mesh merupakan salah satu solusi untuk menangani masalah lintas- service pada arsitektur microservices. Akan tetapi, pengaturan parameter circuit breaker secara statis tidak mencerminkan kondisi lingkungan microservices yang dinamis. Masalah ini juga terdapat pada service mesh. Sudah terdapat beberapa penelitian circuit breaker adaptif untuk mengatur paramater circuit breaker secara dinamis berdasarkan kondisi lingkungan microservices, khususnya pada service mesh. Namun, masih terdapat beberapa gap penelitian terkait non-functional property atau metrik yang digunakan sebagai representasi state microservices dan algoritma yang digunakan, khususnya pada salah satu penelitian circuit breaker adaptif berbasis Deep Reinforcement Learning (DRL). Penelitian ini menjembatani kekurangan tersebut dengan merancang circuit breaker adaptif pada service mesh dengan Proximal Policy Optimization (PPO) sebagai salah satu algoritma DRL melalui sebuah controller. Pengujian circuit breaker adaptif ini dilakukan pada service mesh Istio. Controller yang dirancang berhasil mengatur parameter http2MaxRequests secara dinamis setiap 10 detik berdasarkan request rate, P95 response time, dan success rate permintaan. Berdasarkan hasil pengujian pada tiga model PPO yang dilatih, dicapai success rate sebesar 89,93%, 90,18%, dan 90,50% dengan P95 response time-nya berturut-turut sebesar 885,71 ms, 913,77 ms, dan 941,65 ms. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa circuit breaker adaptif yang dirancang berhasil mencapai success rate yang optimal dengan P95 response time yang terjaga dibandingkan dengan circuit breaker statis yang diuji.

2025
👤 Penulis: Mohamad Daffa Argakoesoemah
🏷️ Deep Reinforcement Learning 🏷️ Microservices 🏷️ Controller

EXPERIMENTAL AND NUMERICAL STUDIES OF IMPACT-PROOF LAMINATED GLASS FOR HIGH-SPEED RAIL WINDSHIELD

Penelitian ini menyajikan evaluasi komprehensif terhadap kinerja kaca laminasi pada kaca depan kereta berkecepatan tinggi, dengan fokus pada kemampuannya menahan benturan berkecepatan tinggi dari objek eksternal seperti serpihan maupun burung. Kaca laminasi, yang umum digunakan pada fungsi kritis ini, dituntut mampu menghadapi skenario benturan ekstrem guna menjamin keselamatan penumpang serta menjaga keandalan struktur kendaraan. Penelitian diawali dengan karakterisasi material interlayer berupa polyvinyl butyral (PVB) untuk mengetahui sifat mekaniknya. Selanjutnya dilakukan pengujian eksperimental untuk menilai respons dinamis kaca laminasi terhadap benturan berkecepatan tinggi. Sebagai pelengkap, simulasi elemen hingga menggunakan LS-DYNA dilakukan untuk memodelkan respons kaca dengan mempertimbangkan variasi ketebalan kaca, ketebalan interlayer, posisi lapisan, serta konfigurasi susunan. Dari hasil tersebut, parameter dan konfigurasi paling berpengaruh terhadap ketahanan benturan berhasil diidentifikasi. Melalui pendekatan numerik dan eksperimental yang terintegrasi, penelitian ini menunjukkan beberapa desain kaca laminasi yang mampu memenuhi standar crashworthiness internasional, khususnya yang tercantum dalam UIC Code 651.

2025
👤 Penulis: Muhammad Basyir
🏷️ Kaca Laminasi 🏷️ Analisis Dinamis 🏷️ Crashworthiness Internasional

PENGEMBANGAN SISTEM PENGAWASAN KELENGKAPAN ALAT PELINDUNG DIRI DI LINGKUNGAN KONSTRUKSI MENGGUNAKAN DETEKSI OBJEK

Penggunaan deteksi objek untuk pengawasan pemakaian APD secara digital telah diteliti sebelumnya. Akan tetapi, penelitian yang dilakukan hanya berputar pada fine-tuning model pra-latih untuk pengenalan manusia, helm, atau rompi saja. Tidak hanya itu, model deteksi objek berbeda tidak dipertimbangkan sebagai alternatif solusi. Pada Tugas Akhir ini, sejumlah model pra-latih deteksi objek dilakukan fine-tuning untuk pengenalan objek manusia dan enam tipe objek APD. Tipe objek APD yang dimaksud yaitu safety-glasses, safety-gloves, safety- helmet, safety-mask, safety-shoes, dan safety-vest. Model YOLOv8, RT-DETR, dan YOLO- NAS dipilih sebagai alternatif model deteksi objek untuk pengembangan sistem pengawasan. Selain itu, dua alternatif pengembangan sistem juga dikembangkan: alternatif pengembangan sistem one-step dan two-steps. Berdasarkan nilai mean precision dan mean average precision dari pengujian, model terbaik untuk deteksi seluruh objek APD yang dipelajari yaitu model YOLO-NAS (0,827; 0,663), disusul oleh model YOLOv8 (0,791; 0.660) dan RT-DETR (0,778; 0,615). Apabila model hanya digunakan untuk prediksi objek person, safety-mask, safety-helmet, dan safety-vest, model YOLOv8 adalah yang terbaik (0,870; 0,791), disusul oleh model RT-DETR (0,863; 0,782) dan YOLO-NAS (0,855; 0,710). Di lain pihak, alternatif two- steps selalu lebih lambat dari one-step apabila terdapat objek manusia yang terdeteksi. Oleh sebab itu, alternatif one-step lebih cocok untuk digunakan. Berdasarkan evaluasi, didapatkan bahwa alternatif sistem one-step dengan model YOLO-NAS lebih cocok untuk pengawasan APD dengan tipe yang lebih lengkap, sementara alternatif sistem one-step dengan model YOLOv8 lebih cocok untuk pengawasan APD dengan tipe masker, helm konstruksi, atau rompi konstruksi saja. Pranala Tugas Akhir: https://github.com/Stefanus1235/IF4092-13519175

2025
👤 Penulis: Stefanus Jeremy Aslan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Keamanan Konstruksi

RANCANG BANGUN VIRTUAL LAB KIMIA DASAR DENGAN USER- CENTERED DESIGN BERBASIS VIRTUAL REALITY

Dengan ramainya teknologi virtual reality dalam 5 tahun kebelakang, semakin banyak pula penelitian yang menggunakan VR untuk membuat virtual lab. Namun jarang sekali adanya penelitian virtual lab terkait modul pengenalan lab. Setelah melewati masa pandemi, kemungkinan para mahasiswa masuk kedalam kampus tanpa pernah masuk ke dalam lab kimia semakin besar. Penelitian ini merancang dan membangun virtual lab kimia dasar berbasis VR dan menganalisis pengaruh penggunaan virtual lab terhadap pengalaman dan hasil belajar pengguna. Penelitian ini akan menggunakan metodologi user-centered design sehingga fokus penelitian ini akan bertuju pada pengalaman pengguna. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode usability testing dengan matrik SEQ (Single Ease Question) dan SUS (System Usability Scale). Hasil menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi virtual lab memiliki efektivitas yang tinggi dan sangat membantu pengguna untuk membiasakan diri dengan peralatan dasar lab. Penelitian ini menunjukkan peningkatan pengalaman pengguna sehingga terjadinya peningkatan hasil belajar setelah menggunakan aplikasi virtual lab.

2025
👤 Penulis: Mizzi Muhammad Naufal Alfathan
🏷️ Virtual Reality 🏷️ User Experience Design 🏷️ Pendidikan Kimia

PERANCANGAN STRUKTUR DERMAGA TERMINAL PETI KEMAS DI PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT

Tugas akhir ini membahas perancangan struktur dermaga rencana secara menyeluruh mulai dari analisis data lingkungan pada lokasi dermaga, perhitungan beban yang bekerja pada struktur dermaga, penentuan dimensi dan spesifikasi elemen struktur dermaga (balok, pelat, dan pile cap), pemodelan struktur dermaga, dan desain penulangan elemen struktur dermaga dengan studi kasus di Pontianak, Kalimantan Barat. Pelabuhan Pontianak dirancang untuk melayani bongkar muat peti kemas dari kapal desain terbesar yang ditetapkan, yaitu Evergreen Ever Vim dengan dimensi panjang 210 meter. Tipe struktur yang digunakan untuk perancangan dermaga merupakan deck on pile, yaitu struktur dermaga akan ditopang oleh tiang pancang baja. Hasil pemodelan struktur yang digunakan adalah nilai UCR dan defleksi tiang pancang, gaya dalam elemen balok dan pelat, serta reaksi perletakan. Nilai UCR dan defleksi tiang pancang digunakan untuk analisis kriteria kapasitas dan defleksi sedangkan gaya dalam pada elemen balok dan pelat digunakan untuk desain penulangan. Adapun nilai reaksi perletakan digunakan untuk menentukan kedalaman pemancangan. Hasil dari tugas akhir yang dikerjakan adalah rancangan layout dan dimensi dermaga serta spesifikasi dan desain penulangan elemen struktur dermaga.

2025
👤 Penulis: Arsyad Zaki Muhammad Hanif
🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Desain Pelabuhan 🏷️ Deck On Pile
Halaman 280 dari 6754
💬