📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenINVENTARISASI EMISI POLUSI UDARA DAN GAS RUMAH KACA AKIBAT KEGIATAN NON-AKADEMIS DI KAMPUS ITB JATINANGOR
Studi ini menyusun inventarisasi emisi untuk polusi udara dan gas rumah kaca yang dihasilkan Kampus ITB Jatinangor pada tahun 2024 sebagai akibat dari kegiatan non-akademik. Kegiatan-kegiatan ini meliputi aktivitas asrama, kegiatan unit, aktivitas kantin, pengelolaan sampah, dan pengelolaan air. Hasil inventarisasi emisi digunakan untuk mengidentifikasi sumber emisi yang signifikan serta intervensi efektif yang diperlukan untuk mengurangi emisi tersebut. Hasil studi divisualisasikan melalui pemetaan QGIS dan dievaluasi berdasarkan green campus matrix (Sugiarto et al., 2022) untuk menentukan efektifitas konsep green campus di ITB Jatinangor. Berdasarkan analisa green campus matrix, perbandingan dengan program green campus pada universitas lainnya dan green plot ratio, ITB Jatinangor telah melaksanakan green campus model yang efektif. Namun, efektifitas pelaksanaan green campus model tersebut dapat ditingkatkan melalui penghematan penggunaan air, penurunan timbulan sampah, dan meningkatkan penggunaan green spaces di kampus.
PEMODELAN KONDISI KESEHATAN SISTEM GERAK MAKAN (FEED DRIVE SYSTEM) BERBASIS STANDAR ISO 10791-4
Ball screw sebagai komponen utama pada feed drive system mesin CNC memiliki peran krusial dalam memastikan akurasi gerak linier. Namun, seiring waktu operasi, terjadi degradasi preload yang menurunkan kekakuan aksial dan menimbulkan backlash. Penelitian ini bertujuan mengembangkan pemodelan kondisi kesehatan feed drive berbasis standar ISO 10791-4 dengan memanfaatkan indikator sensor-less berupa sinyal arus servo motor dan validasi sensor-rich melalui pengukuran laser triangulation sensor dari Keyence. Data arus motor diolah melalui segmentasi kecepatan konstan, pembersihan pencilan, dan peringkasan harian untuk membentuk Health Index (HI) yang dinormalisasi 0–1. Tren HI kemudian dimodelkan menggunakan Gaussian Process Regression (GPR) guna mengekstrak pola degradasi beserta interval kepercayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan HI konsisten dengan kenaikan backlash, yang dipetakan dalam zona hijau (?8 ?m), kuning (8–10 ?m), dan merah (?10 ?m) sesuai ISO 10791-4. Integrasi kedua indikator ini membuktikan bahwa arus servo dapat dijadikan parameter prognostik dengan prognosability tinggi, sehingga dapat mendukung strategi predictive maintenance pada sistem feed drive.
DETEKSI UNKNOWN ATTACKS MENGGUNAKAN UNSUPERVISED META-LEARNING
Keamanan jaringan menghadapi tantangan serius dari serangan baru (unknown attacks) seperti zero-day exploits dan varian malware generasi baru yang sulit terdeteksi oleh metode tradisional berbasis signature. Tugas akhir ini mengembangkan Intrusion Detection System (IDS) berbasis anomaly detection dengan pendekatan unsupervised meta-learning untuk meningkatkan kemampuan deteksi unknown attacks. Dataset yang digunakan adalah CIC-IDS2017 dengan lima jenis serangan (Bot, DDoS, DoS, PortScan, dan Web Attack). Metode eksperimen dilakukan dengan melalui beberapa tahap. Eksperimen pertama melatih model tanpa melakukan feature selection, eksperimen kedua melatih model dengan feature selection menggunakan pearson correlation, eksperimen ketiga melatih model dengan feature selection menggunakan security knowledge, dan eksperimen keempat melatih model dengan teknik meta-learning bagging untuk meningkatkan kinerja model. Evaluasi kinerja menggunakan metrik recall dan recall-unknown untuk mengukur kemampuan model mendeteksi serangan baru yang tidak ada dalam data latih. Hasil eksperimen menunjukkan adanya trade-off antara akurasi dan recall-unknown: model tanpa feature selection mampu mencapai recall- unknown yang tinggi (0.80) namun akurasinya rendah (0.47), sedangkan model dengan feature selection berbasis security knowledge menghasilkan akurasi lebih tinggi (0.73) meskipun recall-unknown menurun (0.64). Setelah eksperimen selesai, model diuji menggunakan Zeek dan dataset CIC-DDoS2019. Pengujian ini membuktikan bahwa model mampu mengidentifikasi DDoS sebagai serangan meski tidak dilibatkan dalam data latih, sehingga memperkuat efektivitas pendekatan ini.
SIMULASI SISTEM DISTRIBUSI IKAN BERBASIS ALGORITMA DIJKSTRA DAN GREEDY UNTUK EFISIENSI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS
Untuk menunjang program makan bergizi gratis dan mendukung gerakan blue economy, diperlukan suatu sistem perencanaan distribusi ikan yang efisien. Permasalahan dalam perencanaan distribusi mencakup pencarian rute dengan biaya terendah serta alokasi distribusi sesuai dengan angka persediaan dan permintaan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, di dalam Tugas Akhir ini, dikembangkan sistem simulator distribusi ikan berbasis algrotima Dijkstra dan Greedy. Pengembangan solusi didasarkan pada struktur graf sebagai representasi permasalahan. Permasalahan perencanaan distribusi dibagi menjadi dua submasalah utama. Pertama-tama, diperlukan pencarian rute dengan biaya minimum dari titik sumber ke titik tujuan. Kedua, diperlukan penentuan alokasi distribusi sesuai dengan angka persediaan pada titik sumber dan angka permintaan pada titik tujuan. Oleh karena itu, graf berbobot berarah dipilih untuk merepresentasikan permasalahan. Algoritma Dijkstra dipilih untuk pencarian rute terpendek. Algoritma Greedy dipilih untuk penentuan alokasi distribusi. Sistem simulator distribusi ini disajikan dalam antarmuka sederhana yang menyediakan detail lokasi, detail rute distribusi, serta peta yang memvisualisasikan hasil simulasi. Dari Tugas Akhir ini, dapat disimpulkan bahwa algoritma Dijkstra yang dikombinasikan dengan Greedy dapat memberikan rencana distribusi dengan biaya yang cukup optimal.
PENGEMBANGAN SISTEM DETEKSI ANOMALI DAN PRIORITISASI ANCAMAN SIBER BERBASIS MACHINE LEARNING PADA SIEM WAZUH
Tugas akhir ini mengajukan artefak deteksi anomali berbasis machine learning untuk mereduksi alert fatigue dan meningkatkan efektivitas triase pada lingkungan SIEM Wazuh. Alih-alih klasifikasi biner, masalah dirumuskan sebagai pemeringkatan (Top-K/Top-p) sehingga atensi analis terfokus pada irisan kejadian bernilai tinggi dan berukuran sesuai kapasitas harian. Solusi memanfaatkan feature spine ber-coverage tinggi dengan pembersihan dan kanonisasi skema yang deterministik. Evaluasi dirancang temporal (latih-validasi-uji prospektif), dengan injeksi kejadian sintetis terkurasi pada fase validasi untuk menyediakan ground truth yang relevan secara operasional. Hasil menunjukkan pendekatan bertetangga (k-NN untuk anomaly scoring) paling konsisten pada budgeted triage kecil. Pada titik operasi p=1%, sistem mencapai precision@1%? 0,68, recall@1% ? 0,23, lift@1% > 23× terhadap base rate, dan FPR@1%? 0,0033 mengindikasikan kepadatan true positive yang tinggi pada irisan kecil dan noise yang terkendali, dengan stabilitas antar-hari yang memadai. Lapisan explainability melalui reason codes (fitur kontributor, pembanding "tetangga normal", indikator konteks) mempercepat handoff investigasi dan meningkatkan akuntabilitas prioritisasi. Implementasi disiapkan deployment-friendly melalui transformer fitur yang dibekukan dan layanan headless berkontrak keluaran stabil, siap diintegrasikan dengan dasbor/orkestrasi. Kontribusi utama meliputi: (i) formulasi deteksi sebagai pemeringkatan yang relevan untuk triase; (ii) feature spine yang tahan kelangkaan atribut; (iii) pendekatan model yang sensitif konteks lokal dan dapat dijelaskan; serta (iv) desain implementasi siap integrasi. Batasan mencakup keterbatasan sinyal jaringan/geo/taksonomi dan ground truth sintetis; arah lanjut adalah perluasan sinyal pasca-pembersihan, pelabelan insiden nyata, dan aktivasi pipeline ujung-ke- ujung.
EKSPLORASI PENGARUH DINAMIKA POLITIK DALAM PROSES PERUMUSAN KEBIJAKAN (STUDI KASUS : PENGELOLAAN PERTAMBANGAN DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2025)
Proses penyusunan kebijakan yang bersifat teknis dan prosedural kerap kurang ditelaah lebih lanjut terkait aspek politik di dalamnya. Beberapa studi menunjukkan dalam banyak kasus, teknokratisasi kebijakan juga memiliki isu-isu politik yang terpinggirkan di balik bahasa administrasi dan prosedur teknis, menyebabkan penyusunan kebijakan yang kurang tepat serta memperburuk eksklusi sosial dan lingkungan. Multiple Stream Framework (MSF) merupakan salah satu kerangka teori proses penyusunan kebijakan yang menganggap kebijakan tidak berjalan secara linear yang dapat melihat interaksi antara problem stream, policy stream, dan politics stream dalam proses perumusan kebijakan. Seiring implementasi MSF, ditemukan kritik terhadap salah satu asumsi utamanya dimana setiap stream pada kenyataannya bergerak tidak independen, melainkan interdependen termasuk arus policy dan politics stream. Penelitian ini menggunakan studi kasus pengelolaan pertambangan dalam UU No. 2 Tahun 2025 dengan tujuan untuk mengeksplorasi pengaruh dinamika politik dalam proses perumusan kebijakan sekaligus menguji interdependensi teori MSF antar policy streams dengan politics stream. Penelitian menggunakan mix method yang bersifat eksploratif dan investigatif melalui penyusunan kerangka hipotesis yang akan diuji. Diawali dengan mengidentifikasi dinamika ide, aktor yang terkait, dan dihubungkan dengan faktor-faktor politik yang terjadi dan bagaimana faktor politik tersebut memengaruhi dinamika ide yang ada. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat faktor-faktor politik tertentu yang mendorong kebijakan untuk dibuat sekaligus memengaruhi penyusunan ide kebijakan dan menentukan ide kebijakan apa saja yang masuk ke dalam UU No. 2 Tahun 2025, menunjukkan adanya interdependensi antar kedua stream. Diharapkan temuan ini dapat menjadi landasan untuk melihat kerangka MSF dengan sudut pandang yang berbeda sekaligus memberikan penekanan bagaimana proses perumusan kebijakan di Indonesia yang perlu lebih melibatkan aktor-aktor non politik untuk menghasilkan kebijakan yang lebih komprehensif.
PENGARUH PERLAKUAN CRYOGENIC TERHADAP RETAINED AUSTENITE PADA BAJA BOHLER K110
Baja perkakas merupakan material yang banyak digunakan pada berbagai aplikasi industri, salah satunya adalah Baja Bohler K110 yang termasuk dalam kategori cold-work tool steel. Baja ini memiliki kandungan unsur utama berupa karbon (C) sebesar 1,55% dan kromium (Cr) sebesar 11,3%, serta unsur tambahan seperti silikon (Si), mangan (Mn), molibdenum (Mo), dan vanadium (V). Selama proses perlakuan termal seperti hardening, baja ini berpotensi memiliki retained austenite yang tinggi akibat keberadaan unsur penstabil austenite seperti karbon dan mangan, keberadaan unsur ini akan berperan dalam menurunkan temperatur Martensite start (Ms) dan Martensite finish (Mf) pada baja. Salah satu cara untuk menurunkan jumlah retained austenite adalah melalui perlakuan tambahan cryogenic dengan media pendingin seperti dry ice (?78,5 °C) atau liquid nitrogen (?196 °C). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh temperatur dan durasi perlakuan cryogenic terhadap perubahan retained austenite pada Baja Bohler K110. Proses penelitian diawali dengan perlakuan hardening, dilanjutkan dengan perlakuan cryogenic, kemudian dilakukan pengujian Optical Emission Spectroscopy (OES), pemeriksaan metalografi, pengujian keras, serta pengujian X-ray Diffraction (XRD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan cryogenic dapat menurunkan jumlah retained austenite hingga ±10% serta efek dari penurunan jumlah retained austenite adalah meningkatnya nilai kekerasan baja hingga 67,68 HRC. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi pemeriksaan metalografi dan pengujian XRD merupakan metode kuantitatif yang dapat dipakai dalam mengukur retained austenite. Selain itu, perlakuan cryogenic pada temperatur yang lebih rendah menggunakan liquid nitrogen terbukti lebih efektif dalam menurunkan retained austenite dibandingkan dengan dry ice.
PENDEKATAN NUMERIK, EMPIRIS, DAN PENGAMATAN LABORATORIUM UNTUK MENGANALISIS EFISIENSI PEMOTONGAN BATUAN MENGGUNAKAN SIMPLE CHISEL PICK CUTTER
Performa alat gali mekanis memiliki peranan signifikan dalam ketepatan penjadwalan proyek dan efisiensi perencanaan biaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis performa alat gali mekanis yang disimulasikan menggunakan smallscale linear rock cutting tests (core-cutting tests) berbasis laboratorium. Pengujian dilakukan pada sampel claystone, sandstone, siltstone, dan shalestone yang memiliki diameter 60 mm dan panjang 200 mm. Variasi kedalaman yang digunakan 1, 3, 5 dan 7 mm. Gaya potong (Fc) yang diamati melalui loadcell menjadi basis perhitungan Energi Spesifik (SE). Semakin kecil nilai SE, maka pemotongan batuan akan semakin efisien. Perhitungan SE dilakukan melalui tiga metode, yaitu pendekatan numerik, empiris, dan pengamatan laboratorium. Setelah dilakukan uji pemotongan, fragmentasi akan dikumpulkan dan dilakukan uji ayak (sieve test). Coarseness index (CI) dihitung sebagai parameter yang merepresentasikan distribusi ukuran dari fragmentasi batuan. Selanjutnya, dilakukan analisis bentuk fragmentasi dengan menggunakan grafik klasifikasi Sneed & Folk (1958) dan Zingg (1935). Ditemukan adanya korelasi positif antara kekuatan batuan dengan nilai Fc. Pada penelitian ini, model Evans (1965) berhasil memprediksi kekuatan batuan untuk litologi shalestone dan siltstone. Nilai CI berbanding lurus dengan penambahan kedalaman pemotongan (d). Sebanyak 69% fragmentasi yang dianalisis berbentuk Very-Platy. Harapannya, penelitian ini akan menambah wawasan mengenai pemotongan batuan di Indonesia. Sehingga dapat diaplikasikan lebih lanjut untuk pengujian skala besar pada operasi penambangan sesungguhnya.
PENGARUH KONSENTRASI SELULOSA BERBASIS ALGA CLADOPHORA SP. TERHADAP KARAKTERISASI DAN KEMAMPUAN CETAK TINTA SELULOSA DENGAN METODE 3D PRINT DIRECT INK WRITING
Selulosa merupakan biopolimer dengan sifat menarik, seperti biokompatibilitas dan kekuatan mekanik tinggi, namun sulit dibentuk menjadi struktur dengan desain spesifik menggunakan metode konvensional. Metode 3D printing, khususnya Direct Ink Writing (DIW), menawarkan alternatif karena mampu menghasilkan selulosa dengan struktur fleksibel. Meski demikian, tinta selulosa masih memiliki kendala dalam kemampuan stacking dan kestabilan bentuk. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menggunakan selulosa dari alga Cladophora sp. yang memiliki tingkat kristalinitas tinggi. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh variasi konsentrasi selulosa terhadap viskositas tinta, kemampuan cetak (printability), shrinkage, dan sifat mekanik hasil cetakan. Dalam penelitian ini, selulosa diekstraksi dari alga Cladophora sp., kemudian dilarutkan hingga membentuk tinta. Tinta tersebut dicetak menggunakan metode DIW, lalu dikarakterisasi untuk menentukan sifat reologi, stabilitas cetak, perubahan volume, serta sifat mekanik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan konsentrasi selulosa berbanding lurus dengan kenaikan viskositas tinta sehingga meningkatkan kestabilan ekstrusi. Uji printability memperlihatkan konsentrasi 5wt% menghasilkan keseimbangan terbaik antara kemampuan cetak dan keutuhan struktur dengan nilai Pr = 1,066. Analisis shrinkage menunjukkan penyusutan volume yang besar pada konsentrasi 5wt% dan 7wt%, masing-masing 96,84% dan 94,92%. Sementara itu, uji mekanik memperlihatkan kekuatan tarik sebesar 19,56 MPa pada konsentrasi 5wt% dan 17,03 MPa pada konsentrasi 7wt%. Secara keseluruhan, variasi konsentrasi selulosa Cladophora sp. 5wt% menghasilkan tinta dan hasil cetak terbaik. .
PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI KERUSAKAN JALAN DAERAH DI INDONESIA
Penilaian kondisi jalan di Indonesia sering menghadapi tantangan yang kompleks dan dinamis, terutama di jalan-jalan di daerah dengan akses terbatas. Batasan-batasan ini mengakibatkan peralatan yang tidak berfungsi secara optimal, serta biaya operasional yang tinggi yang tidak proporsional dengan anggaran lokal yang tersedia. Selain itu, ketidakmampuan untuk mengidentifikasi dan menilai kondisi permukaan jalan, terutama dalam hal petugas lapangan, juga mempengaruhi akurasi penilaian. Salah satu metode yang sering digunakan untuk mengevaluasi kondisi jalan adalah Surface Distress index (SDI). Meskipun SDI telah diterapkan dalam berbagai kondisi karena implementasinya, metode ini masih memiliki keterbatasan dalam hal akurasi dan konsistensi. Keterbatasan ini dapat menyebabkan ketidakakuratan dalam menggambarkan kondisi jalan, yang berdampak pada kualitas masukan perencanaan pemeliharaan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan metode penilaian yang akurat dan disesuaikan dengan kondisi lapangan dengan mempertimbangkan keterbatasan sumber daya yang tersedia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model penilaian permukaan jalan dengan memodifikasi deduct value dan corrected deduct value yang disesuaikan menggunakan model Pavement Condition Index (PCI). Deduct value tersebut dimodelkan dengan mempertimbangkan kondisi permukaan jalan yang sebenarnya dan penilaian ahli yang telah diverifikasi, sebagaimana diterapkan di Indonesia. Deduct value dimodifikasi kemudian diintegrasikan ke dalam metode SDI untuk memberikan penilaian yang lebih baik terhadap kondisi jalan. Model SDI yang dimodifikasi ini juga dikembangkan berdasarkan jenis kerusakan individu serta kombinasi dari tiga jenis kerusakan. Model-model ini memberikan fleksibilitas yang lebih baik dalam penilaian kondisi permukaan jalan, memungkinkan analisis terpisah maupun gabungan dari jenis-jenis kerusakan. Selain itu, formulasi model yang diusulkan menyediakan beberapa indeks kriteria, termasuk kurva DV, CDV, skor kondisi, kategori kondisi, dan jenis penanganan yang direkomendasikan. Penggunaan metode jaringan saraf tiruan (JST) kemudian diusulkan untuk meningkatkan ketepatan estimasi, di mana model berbasis ANN memberikan hasil yang lebih baik dalam hal RMSE dan MAPE dibandingkan model konvensional.
RECIPROCAL VELOCITY OBSTACLE METHOD SIMULATION FOR COLLISION AVOIDANCE ON SWARM DRONES DYNAMIC FLIGHT FORMATION
This research explores the use of the Reciprocal Velocity Obstacle (RVO) method as a decentralized collision avoidance strategy for swarm drones during dynamic formation changes. Quadrotor UAVs were modeled in a two-dimensional kinematic framework and tested in six scenarios, including structured formation transitions and randomized initial positions. Simulations without avoidance showed frequent collisions, particularly at the formation center. With RVO implemented, all scenarios achieved safe formation changes with zero collisions, confirmed by minimum drone separations consistently above the threshold. Path deviation analysis revealed that smaller swarms and simpler transitions produced minimal detours, while denser and more complex transformations led to larger deviations due to congestion. Randomized scenarios further demonstrated the robustness and consistency of RVO across repeated trials. These results validate RVO as an effective and reliable framework for swarm drone collision avoidance, while highlighting the need for future studies on scalability, three-dimensional modeling, and real-world sensor integration.
MODELLING CRACK PROPAGATION IN FIBER REINFORCED COMPOSITES USING 3D PHASE FIELD APPROACH
Composite materials are widely used for their low density, high specific strength, and better resistance against adverse environments, making them strong alternatives for metals. Among them, Fiber-Reinforced Polymers (FRPs) consist of two different phases, which are the polymer matrix phase, strengthening fiber phase and an interphase region with distinct properties. Distinct properties of each phase make it more complicated to understand and analyze. Through different conditions and factors, fiber within the FRC will break. Composite may break due to stiffness mismatch and also applied loading, leading to crack propagation. Crack propagation will take place when excess energy released during fiber breakage causes the crack to propagate to the matrix phase. While several numerical models have been developed to study this process, they show notable limitations in capturing the full complexity of fracture mechanisms. Phase field fracture modelling (PFFM) has emerged as a robust approach to predict complex cracking phenomena with mesh objectivity and computational efficiency. In this study, an ABAQUS User-Material (UMAT) implementation of PFFM will be applied and evaluated against finite element models and experimental results.
PEMODELAN PRODUKTIVITAS GETAH PINUS MERKUSII BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOMETRIK POHON DI RPH BOJONG, BKPH GUNUNG HALU, KPH BANDUNG SELATAN, PERUM PERHUTANI DIVISI REGIONAL JAWA BARAT DAN BANTEN
Produktivitas getah Pinus merkusii memiliki peran strategis dalam mendukung kontribusi hasil hutan bukan kayu (HHBK) di Indonesia. Namun, variasi produktivitas antar individu pada tegakan dengan kondisi ekologis serupa menunjukkan perlunya pendekatan prediktif berbasis karakteristik pohon. Penelitian ini bertujuan menmbuat model pendugaan produktivitas getah berdasarkan parameter morfometrik pohon di RPH Bojong, BKPH Gunung Halu, KPH Bandung Selatan. Data diperoleh dari 151 pohon sampel melalui pengukuran diameter setinggi dada (DBH), tinggi pohon (TP), tinggi tajuk (TJ), lebar tajuk (LJ), dan hasil penyadapan getah. Analisis dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan metode Backward Stepwise Elimination (BSE), serta evaluasi performa model melalui Repeated Stratified Holdout dengan indikator Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), dan Normalized Root Mean Square Error (NRMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa DBH dan TP merupakan variabel prediktor dominan dengan kontribusi signifikan terhadap variasi produktivitas getah pinus (adjusted R² = 64,31%). Model terbaik ditentukan berdasarkan prinsip parsimoni dengan dua variabel (DBH dan TP) dan menghasilkan performa prediktif yang robust (RMSE = 336,53 g; NRMSE = 14%). Hasil penelitian ini men/unjukkan bahwa kombinasi parameter morfometrik pohon (DBH dan TP) dapat digunakan untuk mendukung strategi pengelolaan hutan pinus secara efisien. Lebih lanjut hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas getah pinus dan memperkuat kontribusi ekonomi hutan pinus di Indonesia.
ANALISIS KEBERLANJUTAN PENGHIDUPAN PETANI SAWAH PASCA ALIH FUNGSILAHAN DENGAN PENDEKATAN SUSTAINABLE LIVELIHOOD DI KABUPATEN BEKASI(STUDI KASUS DESA SUKAWANGI DAN DESA MEKARWANGI)
Alih fungsi lahan pertanian menjadi non-pertanian di Kabupaten Bekasi terus meningkat seiring pesatnya pembangunan industri, permukiman, dan infrastruktur. Perubahan ini berdampak langsung pada petani yang kehilangan aset utama berupa lahan, sehingga mengubah struktur sosial-ekonomi serta memengaruhi keberlanjutan penghidupan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan luas lahan pertanian akibat alih fungsi, menganalisis dampaknya terhadap penghidupan petani, serta menilai keberlanjutan penghidupan dengan menggunakan Sustainable Livelihood Approach (SLA). Metode penelitian menggunakan mixed method dengan desain convergent parallel. Analisis dilakukan dengan pendekatan lima modal penghidupan (manusia, sosial, alam, fisik, dan finansial) yang dipadukan dengan kerangka Scoones (1998) dan Ellis (2000) untuk memahami dinamika akses, kerentanan, dan strategi adaptasi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa seluruh modal penghidupan mengalami penurunan pasca alih fungsi lahan, dengan modal alam sebagai yang paling terdampak di kedua desa dengan aspek yang berbeda. Kondisi ini memperkuat kerangka SLA bahwa keberlanjutan ditentukan oleh interaksi antar modal, dan akses yang terbatas terutama bagi petani penggarap semakin memperlemah posisi mereka. Strategi diversifikasi yang ditempuh petani di kedua desa cenderung bergerak ke sektor informal yang berproduktivitas rendah dan tidak stabil. Pola ini lebih mencerminkan coping strategy jangka pendek dibandingkan adaptive strategy jangka panjang. Di Desa Sukawangi, petani masih menjadikan sawah sebagai mata pencaharian utama, sehingga diversifikasi hanya menjadi pelengkap. Sementara itu, di Desa Mekarwangi, maraknya alih fungsi lahan menjadi kawasan industri mendorong petani untuk semakin bergantung pada pekerjaan di sektor informal, meskipun sektor tersebut tidak sepenuhnya mampu menjamin keberlanjutan penghidupan mereka. Temuan ini sejalan dengan konsep livelihood diversification Ellis serta kritik Scoones bahwa strategi penghidupan masyarakat miskin kerap terhambat oleh struktur kekuasaan, kebijakan, dan akses yang timpang, sehingga belum mampu menjamin keberlanjutan penghidupannya.
OPTIMASI STRUKTUR SAYAP TUAV DENGAN BATASAN STATIK DAN BUCKLING MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
Tactical Unmanned Armed Vehicle (TUAV) adalah teknologi yang semakin relevan di bidang militer dan pertahanan. Sebelumnya, F.A. Ramadhan telah mengembangkan desain awal TUAV melalui Dislitbangau hingga tahap initial sizing. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki dan menentukan desain TUAV yang lebih optimal dengan mengurangi bobot struktur tanpa mengorbankan kekuatan dan kestabilan struktural. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data initial sizing dari penelitian sebelumnya sebagai desain awal. Analisis numerik dilakukan melalui metode Finite Element Method (FEM) untuk mengevaluasi respon struktural di bawah beban statik dan buckling. Selanjutnya, optimasi struktur dilakukan menggunakan metode gradien, bertujuan meminimalkan berat struktur sambil memenuhi batasan kekuatan dan kestabilan. Hasil optimasi menunjukkan bahwa desain yang dihasilkan berhasil mengurangi berat struktur hingga sekitar 46.2% dibanding desain awal, sembari tetap memenuhi kriteria kekuatan statik dan batasan kestabilan terhadap buckling. Perbaikan signifikan tersebut menunjukkan keefektifan metode optimasi struktural berbasis teknik FEM dan optimasi gradien dalam mencapai desain yang lebih ringan dan efisien tanpa kompromi kinerja struktural. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa optimasi desain TUAV berbasis teknik numerik dan gradien dapat menghasilkan desain optimal yang secara signifikan lebih ringan, sekaligus tetap memenuhi persyaratan keamanan struktural. Keberhasilan ini membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut dalam aspek dinamika struktural. Oleh karena itu, studi lanjutan sangat dianjurkan untuk mengeksplor lebih dalam analisis respon terhadap flutter dan fatigue, guna memastikan kehandalan desain dalam kondisi operasional jangka panjang.