📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

PEMETAAN POTENSI ENERGI GELOMBANG LAUT DAN ANALISIS LEVELIZED COST OF ENERGY (LCOE) UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG DI INDONESIA

Permintaan energi di Indonesia terus meningkat, sementara pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) masih rendah, di akhir tahun 2024 masih 14.1% dari target 23% pada 2025 sehingga diperlukan ekplorasi sumber alternatif yang berkelanjutan. Energi gelombang laut memiliki potensi besar, namun aspek keekonomiannya masih jarang dikaji. Studi ini menggunakan data ERA5 (2014 - 2023) untuk memodelkan potensi energi gelombang, menghitung annual energy production teoritis (AEPt) dan aktual perangkat (AEPpm) dari tiga teknologi wave energy converter (WEC): Bottom-referenced submergedheave-buoy (Bref-SHB), floating oscillating water column (F-OWC) dan bottom-fixed oscillating flap (B-OF). Analisis keekonomian dilakukan melalui perhitungan levelized cost of energy (LCOE) dengan dua skenario (uncapped dan capped) yang dibandingkan dengan Biaya Pokok Penyediaan Pembangkitan (BPP) listrik nasional. Hasil menunjukkan wilayah barat Sumatera, selatan Jawa dan Nusa Tenggara sebagai zona utama (>26 kW/m). Bref-SHB paling stabil (72.36% - 75.16% lokasi dibawah BPP), B-OF meningkat signifikan setelah capping (63.41% - 95.50%), sedangkan F-OWC tidak kompetitif. Studi ini menunjukkan bahwa integrasi perbandingan LCOE – BPP dalam dua skenario merupakan pendekatan baru yang lebih realistis dalam menilai kelayakan energi gelombang laut di Indonesia

2025
👤 Penulis: Nurhayati
🏷️ Geologi Air Tawar 🏷️ Analisis Keekonomi Energi Baru Terbarukan (Ebt) 🏷️ Efisiensi Teknologi Wave Energy Converter

ANALYSIS OF HANDLING PERFORMANCE OF ATADPOLE THREE-WHEELED VEHICLE

In society today, 4-wheeled vehicles are common for usage as they offer comfortable mobility and safety for the passengers. However, tadpole-type three-wheeled vehicles can be used as an alternative as they have the comfort and safety of cars with the energy consumption of motorcycles. However, their limited stability and handling causes rollover risk, especially during cornering. This study focuses on analyzing the handling characteristics of a tadpole three-wheeled vehicle as well as propose a new design for a combined steering and tilt mechanism to decrease understeering. A multibody dynamics model of the vehicle will use Universal Mechanism (UM) software to model vehicle behavior under a range of operating scenarios in realistic driving conditions, using a circular path test and a obstacle avoidance test under varying speeds. The handling metrics evaluated include steering angle, lateral acceleration, and yaw rate. The results of the simulation will investigate the impact of vehicle design and suspension parameters on stability behavior. These results will help readers understand the trade-offs that are considered between good handling and ride comfort, offering feedback for future research for the tilt-steering mechanism design.

2025
👤 Penulis: Nadia Alfadila
🏷️ Kendaraan Ringan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS INTEGRITAS STRUKTUR TANGKI TIMBUN YANG MENGALAMI SETTLEMENT. STUDI KASUS: TANGKI GASOLINE R92 KAPASITAS 15.762 M³ DI KILANG BALIKPAPAN

Struktur tangki timbun yang telah lama beroperasi merupakan fasilitas krusial yang harus dijamin integritasnya demi kelancaran operasional industri minyak dan gas. Penelitian ini membahas terkait Fitness-for-Service pada tangki kapasitas 15.762 M³ di Refinery Balikpapan. Tangki ini merupakan fasilitas penyimpan minyak mentah yang dialihfungsikan menjadi tangki penyimpan gasoline, namun saat dilakukan inspeksi terdapat penurunan fondasi yang signifikan. Metodologi evaluasi dilakukan secara sistematis melalui tiga tingkatan sesuai standar API 579-1: (1) Screening Level 1 untuk verifikasi kepatuhan terhadap toleransi standar; (2) Analisis analitis Level 2 berupa distorsi Shell; dan (3) Analisis numerik Level 3 berbasis Finite Element Analysis (FEA). Berdasarkan hasil analisis, selanjutnya disusun rekomendasi strategi mitigasi berupa perbaikan fisik, yang kemudian efektivitasnya divalidasi menggunakan simulasi parametrik untuk memastikan kelayakannya. Hasil screening Level 1 telah mengindikasikan bahwa tangki melampaui batas toleransi API untuk parameter penurunan fondasi (settlement), out-of-plumbness, dan out-of-roundness (OOR) pada beberapa zona kritis. Analisis FEA (Level 3) kemudian mengonfirmasi bahwa skenario kegagalan yang mengontrol terjadi pada kondisi kosong, di mana distorsi OOR mencapai 65,59 mm, jauh melampaui batas izin ±57 mm. Berdasarkan temuan tersebut, tangki dinyatakan tidak layak beroperasi secara aman. Oleh karena itu, direkomendasikan strategi mitigasi berupa re-leveling fondasi pada sektor kritis. Simulasi perbaikan membuktikan bahwa proses re-leveling ini dapat menurunkan OOR menjadi sebesar -24mm, atau 57% di bawah batas yang diizinkan.

2025
👤 Penulis: Sulthan Raihan Falah S.P.
🏷️ Analisis Struktur Tangki 🏷️ Integritas Fisik 🏷️ Manajemen Risiko Tangki

PENGEMBANGAN DAN EVALUASI SISTEM DETEKSI FRAKTUR BERBASIS DEEP LEARNING PADA CITRA X- RAY TULANG FEMUR PROKSIMAL

Di Indonesia, 2 dari 5 penduduk berpotensi menderita osteoporosis, penyakit tulang progresif yang ditandai penurunan densitas tulang sehingga rentan terhadap fraktur osteoporotik. Fraktur femur proksimal merupakan fraktur paling umum pada lansia dengan 200 kasus per 100.000 penduduk. Namun, tingkat kesalahan diagnosis di Instalasi Gawat Darurat mencapai 17,4% akibat kelelahan dokter dan fraktur halus yang sulit terlihat pada x-ray. Karena itu, diperlukan sistem Computer-Aided Diagnosis berbasis Deep Learning untuk mendeteksi fraktur femur proksimal pada citra x-ray dan mengevaluasi efektivitasnya dalam membantu mahasiswa koas menemukan fraktur.Penelitian ini meliputi penggunaan Dataset x-ray, Pre- processing, augmentasi, Hyperparameter Tuning, interpretabilitas model menggunakan XAI D-RISE, uji validitas dengan dokter ortopedi, dan uji efektivitas dengan mahasiswa koas. Hasil menunjukkan model YOLO11-N memberikan performa deteksi dengan Precision 83,30%, Recall 73,12%, dan mAP@50 78,10%. Setelah Post-processing, uji validitas dengan dokter ortopedi menghasilkan Precision 79%, Recall 69%, dan rata-rata IoU 62%. Uji efektivitas menunjukkan peningkatan kemampuan pendeteksian fraktur mahasiswa koas dengan rata-rata peningkatan Precision 40,26% dan Recall 35,18%, serta pengurangan variabilitas antar-peserta dari standar deviasi 5,6% menjadi 3,4%. Berdasarkan hasil tersebut, sistem Computer-Aided Diagnosis berbasis YOLO11 terbukti mampu mendeteksi fraktur femur proksimal sehingga dapat digunakan sebagai Second Opinion dan Attention Guider serta efektif meningkatkan kemampuan mahasiswa koas dalam menemukan fraktur sehingga meminimalkan terjadinya fraktur yang terlewat dalam pembacaan x-ray.

2025
👤 Penulis: Rayyi Rahmaid Adha
🏷️ Deep Learning 🏷️ Fraktur Osteoporotik 🏷️ Computer-Aided Diagnosis

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PEMANTAUAN SUHU PADA RANTAI DINGIN UNTUK DISTRIBUSI PRODUK READY-TO-EAT(STUDI KASUS: KAI SERVICES)

PT Reska Multi Usaha atau KAI Services menyediakan produk frozen Ready-to- Eat (RTE) di kereta api yang harus tetap terjaga suhunya sepanjang distribusi. Titik paling rawan terdapat pada perpindahan dari freezer transit ke kereta karena hanya mengandalkan pendinginan pasif dengan icepack serta waktu distribusi yang bervariasi. Hingga kini belum ada mekanisme pemantauan suhu secara real-time pada tahap kritis tersebut. Penelitian ini merancang sistem pemantauan suhu real- time menggunakan metodologi Design Thinking. Pada tahap empathize, wawancara dan observasi terhadap staf operasional mengungkap keterbatasan pemantauan suhu dan pencatatan data. Masalah inti kemudian dirumuskan pada tahap define dan dijawab melalui beberapa alternatif solusi pada tahap ideate. Solusi utama diwujudkan dalam bentuk prototipe sistem IoT untuk pemantauan suhu real-time, yang kemudian diuji dalam distribusi KAI Services serta dievaluasi penerimaannya menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu menampilkan suhu secara real-time, menyimpan data historis, dan memberikan peringatan ketika terjadi penyimpangan suhu. Penilaian pengguna menghasilkan skor rata-rata 4,67 untuk Perceived Usefulness, 3,93 untuk Perceived Ease of Use, serta 4,00 untuk Attitude Toward Using dan Behavioral Intention to Use, yang mengindikasikan penerimaan positif. Penelitian ini membuktikan bahwa sistem pemantauan suhu real-time layak secara teknis dan dapat membantu mengatasi keterbatasan pemantauan suhu dalam rantai dingin distribusi produk RTE di KAI Services.

2025
👤 Penulis: Hilmi Baskara Radanto
🏷️ Sistem Iot 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Produk Frozen Ready-To-Eat 🏷️ Analisis Teknologi Penyerapan

DETEKSI ANCAMAN PADA PEMERIKSAAN KEAMANAN BAGASI DI BANDARA MENGGUNAKAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE

This thesis develops and evaluates an AI-based object-detection approach to support airport baggage screening on dual-view X-ray imagery. Five prohibited-item classes: guns, hammers, wrenches, pliers, and bats, were annotated on a curated dataset and used to compare two deployment-ready detectors available on the Roboflow platform: a CNN-style model (Roboflow 3.0) and a transformer-family model (RF-DETR). After preprocessing and augmentation, 2,405 images were used for training, with separate validation and test splits. Performance was measured using mAP@50, precision, recall, and F1. Roboflow 3.0 achieved higher recall and F1 (96.0% and 96.7%) than RF-DETR (91.2% and 94.2%) while maintaining similarly high precision (>97%). Roboflow 3.0 also operated effectively at a lower decision threshold, which is desirable for safety-critical screening that prioritizes sensitivity to minimize missed threats. The results indicate that modern, off-the-shelf detectors, when tuned for high recall and paired with appropriate post-processing, can enhance consistency in checkpoint operations, while limitations such as class coverage and multi-view reasoning remain important directions for future work.

2025
👤 Penulis: Faizan Muhammad
🏷️ Artificial Intelligence 🏷️ Deteksi Objek 🏷️ Keamanan Bandara

ANALISIS PENGARUH KOMPRESI DATA TERHADAP KEANDALAN DAN JANGKAUAN TAUTAN TELEMETRI DI LINGKUNGAN NON-LINE-OF-SIGHT

Keberhasilan sistem pemantauan jarak jauh modern, sangat bergantung pada keandalan dan jangkauan tautan telemetri yang mendasarinya. Namun, pada lingkungan operasional yang nyata, tautan ini seringkali harus beroperasi dalam kondisi Non-Line-of-Sight (NLOS), di mana sinyal mengalami degradasi akibat redaman lintasan (path loss) dan fenomena multipath fading. Efek gabungan ini secara drastis meningkatkan Packet Error Rate (PER), yang tidak hanya mengancam integritas data tetapi juga secara signifikan membatasi jangkauan operasional efektif dari sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif efektivitas kompresi data, bukan hanya sebagai teknik efisiensi bandwidth, tetapi sebagai strategi mitigasi kanal yang proaktif untuk meningkatkan kinerja tautan telemetri di lingkungan NLOS yang menantang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif melalui simulasi perangkat lunak yang dirancang untuk memodelkan perilaku platform komunikasi MotionUAV P400. Sebuah instrumen simulasi virtual, yang disebut Channel Emulator, diimplementasikan untuk mereplikasi karakteristik kanal nirkabel secara realistis. Emulator ini menggabungkan model propagasi skala besar Log-distance untuk menghitung pelemahan sinyal rata-rata sebagai fungsi dari jarak dan lingkungan, dengan model kanal stokastik Gilbert-Elliot untuk mensimulasikan sifat burst error yang merupakan karakteristik dari fading skala kecil. Menggunakan simulator ini, dilakukan analisis komparatif terhadap empat Key Performance Indicator (KPI) utama: keandalan (PER), jangkauan, goodput, dan latensi, antara transmisi data tanpa kompresi dan dengan kompresi pada tiga skenario lingkungan: Line-of-Sight (LOS), NLOS-Vegetasi, dan NLOS-Urban. Hasil pengujian secara konsisten dan meyakinkan memvalidasi hipotesis penelitian. Terbukti bahwa penerapan kompresi data secara signifikan meningkatkan keandalan tautan, yang ditunjukkan dengan penurunan PER hingga 21.8% secara relatif pada kondisi NLOS yang paling sulit. Peningkatan keandalan ini secara langsung diterjemahkan menjadi perluasan jangkauan operasional yang andal (di mana PER < 30%) hingga 14.3% pada skenario NLOS-Urban. Lebih lanjut, analisis mengungkap peran ganda kompresi dalam meningkatkan efisiensi protokol; dengan mengurangi frekuensi retransmisi ARQ, kompresi data berhasil meningkatkan ii goodput hingga 11.8% dan mengurangi latensi rata-rata hingga 41.1% pada skenario yang paling menantang. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada kuantifikasi hubungan kausal antara pengurangan time-on-air melalui kompresi dengan peningkatan terukur pada metrik ketahanan tautan seperti jangkauan dan keandalan. Sumbangan utama dari penelitian ini adalah penyediaan data acuan (benchmark) dan justifikasi rekayasa yang kuat bagi para perancang sistem telemetri, yang membuktikan bahwa kompresi data merupakan strategi desain yang esensial dan efektif untuk membangun sistem komunikasi nirkabel yang lebih tangguh, andal, dan memiliki jangkauan lebih jauh untuk aplikasi di lingkungan NLOS.

2025
👤 Penulis: Daru Kristian Aji
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PRODUKSI TEV PROTEASE REKOMBINAN DALAM SISTEM EKSPRESI \TEXT{E. COLI} BL21 (DE3)

TEV protease merupakan protease sistein dari Tobacco Etch Virus, memiliki spesifisitas tinggi, sehingga diaplikasikan untuk pemurnian protein pada bidang bioteknologi untuk pelepasan tag fusi. Selain itu, TEV protease dapat diaplikasikan pada sektor lain, seperti material, farmasi, dan diagnostik. Potensi aplikasi TEV protease mendorong peningkatan produksi dari enzim ini, sehingga penelitian ini bertujuan untuk memproduksi TEV protease rekombinan menggunakan sistem ekspresi Escherichia coli BL21(DE3) serta mengonfirmasi sekuens gen dan protein yang diekspresikan. Penelitian ini dimulai dengan prediksi karakteristik protein secara in silico. Selanjutnya, dilakukan kloning plasmid rekombinan dengan meligasi gen pengkode TEV protease (insert) dengan vektor pET16b. Hasil ligasi ditransformasi ke dalam sel E. coli TOP10, sel ditumbuhkan dan dilakukan penapisan. Untuk mengonfirmasi keberadaan plasmid hasil kloning, dilakukan PCR dan sekuensing. Setelah sekuens dikonfirmasi, dilakukan ekspresi protein rekombinan dengan menumbuhkan kultur E. coli BL21(DE3) hasil transformasi dan diinduksi dengan IPTG. Selanjutnya sel dipanen, dilisiskan dengan sonikator, dan dikonfirmasi dengan SDS-PAGE. Hasil penelitian secara in silico menunjukkan karakteristik protein yang memiliki bobot molekul 30,1 kDa dan sifat insolubel. Selain itu, hasil kloning terkonfirmasi oleh PCR memiliki insert sepanjang 751 bp dan panjang konfirmasi primer T7 ~954 bp, dan hasil sekuensing yang menunjukkan ketidaksesuaian sekuens TEV protease, sehingga belum dapat dikonfirmasi kesesuaian urutan nukleotida pengkode TEV. Terakhir, hasil protein yang diekspresikan teramati adanya pita protein rekombinan dengan bobot ~30 kDa pada fraksi insolubel baik pada perlakuan induksi IPTG 0,6 mM maupun tanpa induksi IPTG. Dengan demikian, kesimpulan dari penelitian ini adalah produksi TEV protease rekombinan berhasil dilakukan. Namun, karena hasil sekuensing menunjukkan ketidaksesuaian sekuens TEV protease, diperlukan analisis lebih lanjut untuk memastikan TEV protease. Selain itu, optimasi produksi diperlukan karena protein masih dihasilkan dalam bentuk insolubel, sebagai upaya untuk produksi TEV protease yang lebih efisien.

2025
👤 Penulis: Latifah Naila Roswendi
🏷️ Biokatalisis 🏷️ Protein Rekombinan 🏷️ Ekspresi Genetik

PREDIKSI COVERAGE JARINGAN SELULER BERBASIS STACKING MACHINE LEARNING

Meningkatnya konsumsi konten digital mendorong pengembangan jaringan seluler untuk memenuhi permintaan terhadap akses internet. Jaringan 4G LTE telah menjadi salah satu tulang punggung utama dalam menunjang kebutuhan digital ini. Perencanaan pembangunan infrastruktur jaringan seluler menggunakan perhitungan RSRP dari model empiris seperti COST-231. Namun akurasi prediksi coverage masih bisa ditingkatkan menggunakan machine learning seperti Linear Regression, Ridge Regression, Lasso Regression, Decision Tree, Random Forest, Support Vector Regression, K-Nearest Neighbors, AdaBoost, Gradient Boosting, XGBoost, LightGBM, CatBoost. Dengan mempelajari data drive test, model mampu memprediksi nilai RSRP berdasarkan parameter yang diberikan dengan akurasi yang tinggi. Penyesuaian parameter menggunakan metode GridSearch juga dilakukan untuk meningkatkan performa model secara signifikan. Setelah proses hyperparameter tuning, didapatkan model KNN, AdaBoost, dan Gradient Boosting sebagai model terbaik. Teknik stacking dengan tiga model terbaik sebagai base model dan meta model Ridge Regression mampu mengurangi error dari base model sebesar 6 persen.

2025
👤 Penulis: Romzi Ahmad Fikri
🏷️ Machine Learning 🏷️ Perencanaan Infrastruktur Jaringan Seluler 🏷️ Prediksi Coverage Jaringan

ANALISIS PENGARUH CLUSTERING BERBASIS JARAK TERHADAP PERFORMA MODEL ENSEMBLE UNTUK PREDIKSI SINYAL SELULER DI AREA URBAN

Prediksi coverage jaringan seluler yang akurat merupakan tantangan penting di area urban yang kompleks. Penelitian ini menganalisis secara komprehensif pengaruh clustering berbasis jarak terhadap performa model Ensemble Learning untuk prediksi sinyal seluler. Metodologi penelitian mencakup pengumpulan data drive test dan operator, pra-pemrosesan data, serta rekayasa fitur. Data kemudian dikelompokkan berdasarkan jarak menggunakan metode Quantile Binning dan Interval Tetap. Beberapa model ensemble dievaluasi dalam tiga skenario pemodelan: model khusus per cluster, model global (baseline), dan model global dengan penambahan fitur cluster. Hasil penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa pendekatan model global (baseline) memberikan performa paling akurat dan robust, dengan model Stacking mencapai kinerja terbaik (R2 = 0.80). Hipotesis awal yang menyatakan error prediksi akan meningkat seiring bertambahnya jarak secara definitif ditolak. Analisis mendalam menemukan bahwa error justru memuncak pada rentang jarak menengah (100-250 meter), yang disebabkan oleh fluktuasi sinyal aktual yang sangat tinggi akibat kondisi lingkungan lokal yang kompleks seperti urban canyon. Temuan ini membuktikan bahwa faktor-faktor lingkungan lokal yang tidak dimodelkan memiliki pengaruh lebih dominan terhadap kesulitan prediksi dibandingkan pelemahan sinyal akibat jarak semata. Penelitian ini menghasilkan sistem prediksi yang andal dan menyajikan temuan melalui dashboard Streamlit interaktif. Didapat wawasan bahwa fitur geospasial yang lebih rinci diperlukan untuk meningkatkan akurasi model di masa depan.

2025
👤 Penulis: Fikry Adam
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data Geografis 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Teknologi

DINAMIKA KOMUNITAS MIKROBA BIOFILTER DAN PERFORMA BUDI DAYA IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) MENGGUNAKAN SISTEM AKUAKULTUR TERTUTUP: HIBRID BIOFLOK- RECIRCULATING AQUACULTURE SYSTEM (RAS)

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas air tawar unggulan di Indonesia dengan permintaan global diperkirakan mencapai ±7,3 juta ton pada tahun 2030. Kondisi ini mendorong pengembangan sistem akuakultur yang efisien dan berkelanjutan. Akan tetapi, pada saat ini masih umum digunakan sistem akuakultur terbuka yang memiliki keterbatasan dalam kapasitas budi daya, pengelolaan limbah nitrogen, dan pengendalian kualitas air. Sebagai alternatif, dikembangkan sistem akuakultur tertutup, salah satunya berbasis hibrid bioflok dan Recirculating Aquaculture System (RAS) yang menggabungkan biofiltrasi eksternal dan daur ulang nutrien in situ. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis suksesi komunitas mikroba pada air dan biofilm substrat biofilter serta hubungannya dengan kualitas air dan performa budi daya ikan nila dalam sistem akuakultur tertutup: hibrid bioflok-RAS. Penelitian dilakukan selama 60 hari dengan kepadatan tebar masing-masing sistem hibrid sebanyak 150 ekor per 200 liter. Parameter yang diamati meliputi kualitas air (suhu, pH, DO, TAN, NO?- N, NO?-N) harian, mikrobiologis (spread plate pada Nutrient Agar dan Winogradsky Agar dari sampel air dan substrat biofilter) yang diambil pada lima titik waktu (awal dan akhir pengondisian biofilter, awal, tengah, dan akhir masa budi daya), serta pengukuran parameter biologis mingguan. Selanjutnya, dilakukan analisis suksesi komunitas mikroba, statistik, dan identifikasi pembentukan biofilm menggunakan SEM. Hasil menunjukkan total kelimpahan 6 mikroba pada air dan biofilm substrat meningkat dari awal budi daya (heterotrof: 1,71×10?; nitrifikasi: 1,03×10?) dan tetap tinggi serta stabil sejak pertengahan (heterotrof: 5,9×10?; nitrifikasi: 7,18×10?) hingga akhir budi daya (heterotrof: 9,75×10?; nitrifikasi: 1,11×10?). Ditemukan pula adanya seleksi dan suksesi komunitas mikroba selama masa budi daya, ditandai dengan pergeseran dominansi isolat heterotrof dari N21 ke N01 pada air biofilter, serta pergantian dominansi isolat nitrifikasi dari N01 ke N11 pada biofilm substrat dan kodominansi kedua isolat pada air biofilter. Diversitas heterotrof meningkat di air biofilter pada akhir budi daya (1,04), sementara dominansi stabil dan tinggi di biofilm substrat. Adapun pada mikroba nitrifikasi, indeks diversitas dan dominansi kedua sampel menunjukkan nilai yang fluktuatif dengan dominansi mutlak (1,00) di biofilm substrat pada akhir budi daya. Indeks disimilaritas Bray- Curtis menunjukkan bahwa komunitas mikroba heterotrof dan nitrifikasi pada air dan biofilm substrat memiliki kemiripan tinggi pada masa pertengahan hingga akhir budi daya yang cenderung berbeda dengan komunitas pada masa pengondisian biofilter hingga awal budi daya. Berdasarkan hasil identifikasi SEM, terlihat biofilm mulai terbentuk pada akhir pengondisian biofilter dan mengalami perkembangan hingga akhir masa budi daya. Selama masa budi daya, parameter kualitas air berada dalam kisaran optimal dengan kadar TAN akhir sebesar 1,16 ± 1,58 ppm (Sistem A) dan 1,14 ± 1,50 ppm (Sistem B), serta kadar nitrit akhir 1,20 ± 0,63 dan 1,42 ± 0,65 ppm. Kondisi ini mendukung biomassa tinggi (10,18 ± 0,26 kg dan 10,52 ± 0,35 kg) dan efisiensi rasio konversi pakan (FCR) yang baik, masing-masing sebesar 1,87 ± 0,06 dan 1,89 ± 0,15. Hasil ini menunjukkan bahwa suksesi mikroba dalam biofilter berkontribusi pada pembentukan komunitas yang fungsional dan stabil, memperkuat kemampuan sistem dalam mengolah senyawa nitrogen, dan meningkatkan performa budi daya. Rekomendasi penelitian lanjutan mencakup analisis fisiologis dan pendekatan metagenomik untuk mengidentifikasi spesies mikroba dominan guna memahami lebih dalam peran spesifiknya dalam ekosistem biofiltrasi.

2025
👤 Penulis: Nadia Shafa Khairani
🏷️ Biofilur 🏷️ Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)

PENINGKATAN KEANDALAN KOMUNIKASI V2V MELALUI KONTROL ADAPTIF DAYA PANCAR DAN MCS MENGGUNAKAN PPO

Komunikasi yang andal pada Vehicular Ad-hoc Network (VANET) merupakan fondasi utama bagi aplikasi keselamatan jalan raya, namun sifat jaringan yang sangat dinamis dan mobilitas tinggi menimbulkan tantangan signifikan dalam manajemen sumber daya radio. Penggunaan parameter komunikasi statis, seperti daya pancar dan laju data, terbukti tidak efisien dalam menghadapi perubahan kondisi kanal dan kepadatan kendaraan, yang berisiko menyebabkan interferensi tinggi dan kegagalan pengiriman pesan kritis. Penelitian ini mengusulkan sebuah sistem kontrol cerdas berbasis Deep Reinforcement Learning (DRL) dengan algoritma Proximal Policy Optimization (PPO) untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan utamanya adalah merancang dan mengevaluasi sebuah agen DRL yang mampu secara adaptif dan simultan mengoptimalkan daya pancar serta skema modulasi-pengkodean (MCS) guna memaksimalkan keandalan komunikasi V2V. Metodologi penelitian ini melibatkan perancangan lingkungan simulasi jalan raya multi-lajur berbasis standar IEEE 802.11bd menggunakan Python. Agen PPO diimplementasikan untuk mempelajari kebijakan kontrol optimal melalui interaksi dengan lingkungan simulasi. Kinerja sistem adaptif ini kemudian dievaluasi dan dibandingkan secara kuantitatif dengan sistem VANET konvensional yang menggunakan parameter statis. Metrik evaluasi utama mencakup Channel Busy Ratio (CBR), Signal-to-Interference-plus-Noise Ratio (SINR), dan Packet Delivery Ratio (PDR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa agen PPO berhasil mempelajari kebijakan yang efektif. Sistem adaptif mampu mengelola beban kanal secara cerdas dengan menekan nilai CBR rata-rata hingga berada pada level moderat sekitar 0.5, jauh lebih rendah dibandingkan sistem statis yang mencapai 0.738. Dengan mengurangi kongesti, agen berhasil mempertahankan PDR pada tingkat yang tinggi dan stabil, berkisar antara 78-80%, yang membuktikan prioritas pada keandalan. Sebaliknya, sistem statis menunjukkan kinerja yang buruk dengan SINR rendah (3.53 dB) dan throughput yang tidak efisien (0.249 Mbps). Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan DRL menggunakan algoritma PPO merupakan solusi yang terbukti unggul dan layak untuk manajemen sumber daya radio yang dinamis di lingkungan VANET, serta mampu meningkatkan keandalan komunikasi yang krusial untuk aplikasi keselamatan.

2025
👤 Penulis: Muhammad Alief Fauzan Bariadi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Komunikasi Vehicular Ad-Hoc Network (Vanet) 🏷️ Manajemen Sumber Daya Radio

PEMANFAATAN DATA GEOSPASIAL MULTI-SENSOR DAN MULTI-RESOLUSI UNTUK INSPEKSI KERUSAKAN STUKTUR CAGAR BUDAYA DI INDONESIA

Cagar budaya (CB) merupakan warisan kebendaan bersejarah yang perlu dilestarikan karena fisiknya rentan rusak akibat berbagai faktor ancaman alam, terutama seismisitas. Kerusakan fisik berupa deformasi signifikan bagi keamanan struktur CB. Di Indonesia, pemantauan deformasi (aspek geometrik) yang terkait perubahan posisi, dimensi, dan orientasi CB telah dilakukan secara geospasial memakai berbagai sensor perekaman dan pengindraan. Namun, umumnya masih menganggap struktur CB hanya diwakili oleh beberapa titik pantau, sehingga tidak seluruh struktur CB terwakili. Sementara itu, CB itu morfologinya kompleks terus berpotensi rusak, maka perlu model struktur lengkap dan detail yang bisa dipakai berulang untuk mitigasi deformasinya secara kontinu. Finite Element Method (FEM) yang umum dipakai menyimulasikan respons deformasi kontinu suatu objek akibat gangguan eksternal diajukan menjadi basis solusi masalah ini. Adapun morfologi CB kompleks yang tidak bisa hanya ditangani satu sensor pengindraan, didekati dengan perekaman secara multi-sensor dan multi-resolusi agar lengkap dan detail. Penelitian ini membangun suatu model FEM re-usable yang geometri masukannya berasal dari perekaman CB secara multi-sensor multi-resolusi (MSMR) untuk menyimulasikan deformasi kontinu CB akibat ancaman seismisitas. Penelitian ini memakai gugusan candi Prambanan yang kompleks sebagai studi kasus. Pada tahap awal, Suatu skema perekaman MS-MR, yang direfleksikan dari atribut desain arsitekturnya, diterapkan untuk memperoleh morfologi candi yang lengkap dan detail. Proses tersebut melibatkan penyiaman dengan sensor fotogrametri dan LiDAR multi-moda multi-platform dipakai. Lalu, hasil berupa point-clouds dikonversikan langsung, tanpa representasi permukaan perantara, menjadi model FE yang siap pakai dengan algoritma Cloud2FEM termodifikasi. Kemudian, suatu simulasi FEM secara statik dan dinamik dilakukan untuk mengetahui efek ancaman seismisitas sesaat dan seimsisitas runut waktu terhadap candi. Seismisitas runut waktu (time-history) yang disimulasikan adalah gempa Yogyakarta 2006 yang sangat destruktif terhadap candi. Akibat ketiadaan rekaman seismik di dekat episentrum, maka diterapkan empat skenario input berdasarkan gempa termirip, sintetik #1, artifisial, dan sintetik #2. Hasil respons deformasi dinyatakan dengan nilai displacement, strain, dan stress pada seluruh struktur. Keseluruhan proses dari penyiaman hingga ke simulasi FEM ini disebut scan-to- FEM. Terakhir, dilakukan identifikasi titik rentan rusak, analisis dan validasi hasil. Hasil menunjukkan bahwa perekaman MS-MR menghasilkan geometrik candi yang lengkap, akurat, dan presisi. Skema MS-MR refleksi atribut desain candi memberikan pendekatan perekaman data yang terstruktur, sehingga penggabungan data point-clouds menjadi lebih rasional dan terstruktur pula urutannya. Sementara itu, hasil konversi point-clouds ke model FE (volumetric mesh) sukses dilakukan. Efektivitas konversinya berhubungan dengan kelengkapan, jumlah, dan distribusi dari point-clouds di tiap subset potongan horizontal planimetrik yang dibentuk. Cloud2FEM ini tidak sepenuhnya otomatis, karena intervensi operator tetap dibutuhkan. Kemudian, hasil simulasi seismisitas statik sesaat dari FEM menunjukkan bahwa respons deformasi dari candi menunjukkan respons yang sesuai dengan perilaku deformasi hipotetiknya. Titik dengan potensi kerusakan yang tinggi letaknya sesuai dengan sampel kerusakan aktualnya, yaitu di bagian puncak candi dan pertemuan batu Ratna atap dengan atapnya. Factor-of-safety (FoS) dari respons stress candi menunjukkan nilai > 1, atau level aman. Selain itu, hasil simulasi seismisitas dinamis dari FEM, diketahui bahwa tiga titik rawan rusak konsisten terdeteksi rusak pada pertemuan batu Ratna dengan bagian atap candi, dan di door jamb sisi kanan candi. Tiga dari empat skenario input seismisitas menunjukkan bahwa dua titik rawan (node 1298620 dan 1230199) terindikasi fraktur. Dua skenario terkonfirmasi sejalan dengan penelitian sebelumnya yang memakai input seismisitas sama. Letak titik-titik rawan secara umum sejalan dengan laporan kerusakan aktual akibat gempa Yogyakarta 2006. Dengan demikian, model FE yang dibangun dapat disimpulkan mampu memberikan respons deformasi yang seharusnya. Hal ini akan bermanfaat dalam memberikan masukan dalam intervensi pelestarian cagar budaya, khususnya pada Candi Prambanan.

2025
👤 Penulis: Anindya Sricandra Prasidya
🏷️ Geospasial 🏷️ Analisis Struktur Geomorfologi 🏷️ Metode Finite Element

EVALUASI TEKNO-EKONOMI CO-FIRING HIDROGEN DAN AMONIA PADA PLTGU

Sektor ketenagalistrikan di Indonesia menyumbang 239,26 juta ton karbon dioksida pada tahun 2023. Dengan adanya target mencapai net-zero emission, maka pembangkit listrik perlu mengurangi emisi karbonnya. Pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) merupakan pembangkit berbasis gas alam yang menggunakan siklus ganda Brayton dan Rankine yang masih berbasis fosil. Reduksi karbon dioksida dapat digunakan menggunakan teknologi co-firing berbasis hidrogen dan amonia. Penelitian ini mengkaji pemasangan co-firing hidrogen dan amonia pada PLTGU untuk tipe 3 x 146 MW gas turbin dan 243 MW siklus uap. tiga tipe variasi co-firing berupa: hidrogen secara langsung (5–30%-Volume), amonia secara langsung (5–20%-Volume), dan amonia dengan perengkahan (25 – 65%-Volume). Pemodelan dilakukan dengan simulasi proses Aspen HYSYS yang dilanjutkan dengan perhitungan keekonomian. Nilai pembangkitan listrik dengan adanya co-firing hidrogen akan meningkat dari co-firing 0% sebesar 90,51 USD/MWh menjadi 105,06 USD/MWh untuk co-firing 30% dengan penurunan intensitas emisi dari 0,463 tCO2/MWh menjadi 0,412 tCO2/MWh dengan harga gas hidrogen sebesar 2,52 USD/kgH2. Biaya reduksi karbon untuk co-firing hidrogen cenderung datar yaitu dalam rentang 283–287 USD/tCO2. Pada co-firing amonia secara langsung, nilai LCOE akan meningkat hingga 105,93 USD/MWh pada co-firing 20% dengan nilai intensitas karbon berkurang menjadi 0,420 tCO2/MWh. Biaya reduksi karbon co-firing amonia secara langsung akan lebih rendah pada co-firing tinggi yaitu 355,36 USD/tCO2 pada co-firing 20%. Co-firing amonia dengan perengkahan terlebih dahulu menghasilkan LCOE tertinggi yaitu 147,64 USD/MWh untuk co-firing terbesar 65% dan intensitas karbon terendah sebesar 0,301 tCO2/MWh. Biaya reduksi karbon cukup besar pada tempuhan co-firing kecil yaitu 383,78 USD/tCO2 pada co-firing 5% dan akan mengecil hingga 352,48 USD/tCO2 pada co-firing 65%. Apabila dibandingkan dari ketiga metode co-firing, co-firing hidrogen memiliki nilai keekonomian terbaik akibat minim penambahan peralatan, dan diikuti dengan variasi co-firing amonia secara langsung. Amonia dengan perengkahan memiliki keuntungan bahwa dapat dilaksanakan pada kapasitas yang lebih besar apabila upaya dekarbonisasi yang ingin dilakukan lebih agresif.

2025
👤 Penulis: Steve Calvin
🏷️ Teknologi Energi Renenables 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Energi 🏷️ Hidrologi Energi

HIDRO-ISOMERISASI BIODIESEL DENGAN KATALIS PADAT SUPER ASAM BERBASIS TIMAH (IV) OKSIDATERSULFATASI TERMODIFIKASI LOGAM PERAK-NIKEL UNTUK MENINGKATKAN SIFAT ALIRAN DINGIN BIODIESEL

Indonesia telah menerapkan kebijakan pencampuran biodiesel dengan solar dalam upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Namun, peningkatan kadar campuran biodiesel menimbulkan kendala karena kandungan ester lemak jenuh, seperti palmitat dan stearat, yang menyebabkan tingginya sifat aliran dingin. Sifat ini membuat biodiesel mudah mengental dan mengkristal pada suhu rendah sehingga dapat menyumbat filter, injektor, dan saluran bahan bakar. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk menurunkan sifat aliran dingin biodiesel agar penggunaannya lebih optimal. Hidroisomerisasi merupakan salah satu cara untuk menurunkan sifat aliran dingin biodiesel. Penelitian ini menggunakan katalis padat superasam berbasis SnO? tersulfatasi yang dimodifikasi logam Ag-Ni. Katalis dipilih karena keasaman tinggi dan kemampuannya memfasilitasi hidroisomerisasi pada suhu dan tekanan rendah. Impregnasi Ag-Ni berperan dalam tahapan hidrogenasi-dehidrogenasi, sehingga diharapkan meningkatkan aktivitas, selektivitas, serta kestabilan katalis. Meskipun demikian, optimasi tetap diperlukan agar dihasilkan katalis yang mampu menghasilkan biodiesel dengan sifat aliran dingin yang rendah. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi sintesis katalis Ag-Ni/SO?/SnO? dengan menggunakan desain faktorial pecahan 2??¹. Variabel bebas yang digunakan meliputi kadar total logam, rasio Ag-Ni, suhu kalsinasi, dan konsentrasi H?SO?. Variabel bebas yang diamati meliputi konversi metil oleat, konversi metil linoleat, serta penurunan nilai titik awan dan titik tuang biodiesel. Katalis yang dihasilkan akan dikarakterisasi menggunakan XRF, XRD, SEM-EDX, BET, dan TGA-DTA. Selanjutnya, aktivitas katalis diuji pada reaksi hidroisomerisasi biodiesel, dan produk biodiesel dikarakterisasi menggunakan GC-MS serta Cloud, Pour, and Freeze Point Analyzer. Fenomena yang teramati pada penelitian ini adalah terbentuknya isomer trans metil oleat dan penurunan kadar metil linoleat, namun belum terdeteksi adanya isomer rantai bercabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum katalis Ag-Ni/SO?/SnO? diperoleh pada konsentrasi sulfatasi 3 M, kadar total logam 2%, rasio Ag-Ni 1:1, dan suhu kalsinasi 500 °C, dengan konversi metil oleat sebesar 32% dan metil linoleat sebesar 63,38%. Berdasarkan analisis dengan perangkat lunak Minitab, variabel suhu kalsinasi memberikan pengaruh paling signifikan terhadap konversi kedua senyawa tersebut, yang berkaitan dengan pembentukan gugus asam pada permukaan katalis. Sebaliknya, variabel konsentrasi H?SO?, kadar total logam, dan rasio Ag-Ni tidak menunjukkan pengaruh signifikan karena efeknya tertutupi oleh pengaruh suhu kalsinasi. Meskipun terjadi perubahan yang signifikan komposisi biodiesel, analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada variabel yang berpengaruh signifikan terhadap penurunan nilai titik awan maupun titik tuang.

2025
👤 Penulis: Alif Kembara Alam
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
Halaman 288 dari 6754
💬