📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 101,300 dokumen

ANALISIS SPASIAL DAN TEMPORAL KONSENTRASI SULFUR DIOKSIDA (SO2) DI DKI JAKARTA BERDASARKAN DATA SENTINEL-5P DAN HUBUNGANNYA DENGAN FAKTOR METEOROLOGI

Konsentrasi sulfur dioksida (SO2) di DKI Jakarta merupakan indikator penting kualitas udara yang dipengaruhi oleh aktivitas antropogenik dan kondisi meteorologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial dan temporal konsentrasi SO2 di DKI Jakarta selama periode Januari 2022 hingga Desember 2024 berdasarkan data Sentinel-5P, serta hubungannya dengan faktor meteorologi (suhu, kelembapan, dan kecepatan angin). Data SO2 didapatkan dari sensor TROPOMI, sedangkan data meteorologi didapatkan dari stasiun pengamatan di permukaan. Analisis dilakukan melalui visualisasi spasial-temporal, grafik tren bulanan, box plot musiman, dan analisis korelasi Pearson. Hasil menunjukkan pola musiman konsentrasi SO2 tertinggi terjadi pada bulan Juni, dengan nilai tertinggi teramati di wilayah DKI Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Berdasarkan pola musiman menujukkan musim JJA memiliki konsentrasi SO2 tertinggi di sebagian besar DKI Jakarta, musim SON dengan konsentrasi SO2 terendah, dan musim DJF memiliki variansi spasial SO2 terbesar. Hubungan yang terkuat antara faktor meteorologi terhadap SO2 ditunjukkan oleh kecepatan angin (r = -0,410), diikuti oleh kelembapan dan suhu.

2025
👤 Penulis: Oryza Wardana
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kualitas Udara 🏷️ Meteorologi

DESAIN PLASMID DAN EKSPRESI REKOMBINAN NANOBODI VARIABLE NOVEL ANTIGENT RECEPTOR (VNAR) ANTI-HBSAG IKAN HIU BAMBU TOTOL PUTIH (CHILOSCYLLIUM PLAGIOSUM) PADA E.COLI BL21(DE3)

Hepatitis B merupakan infeksi virus hepatitis B virus (HBV) yang dapat terjadi pada hati manusia dengan prevalensi rata-rata di Indonesia sebesar 2.1% serta prevalensi yang lebih tinggi pada Indonesia bagian timur. Salah satu metode untuk mendeteksi infeksi kronis hepatitis B merupakan deteksi Hepatitis B surface antigent (HBsAg) serum darah pasien menggunakan lateral flow assay atau ELISA. Akan tetapi, salah satu komponen penting untuk uji tersebut berupa antibodi sulit untuk diproduksi dalam skala besar. Teknologi rekombinan merupakan salah satu alternatif produksi antibodi skala besar, akan tetapi terdapat keterbatasan dengan teknologi rekombinan seperti modifikasi pasca translasi dan perbedaan sistem ekspresi prokaryot dengan sistem ekspresi eukaryot. Nanobodi merupakan salah satu alternatif antibodi yang cukup umum dikembangkan akhir-akhir ini. Nanobodi memiliki struktur yang lebih sederhana dibanding antibodi konvensional sehingga lebih mudah diekspresikan secara heterolog oleh organisme prokaryot. Salah satu tipe nanobodi yaitu variable novel antigent receptor (VNAR) dilaporkan memiliki memiliki beberapa keunggulan seperti solubilitas dan stabilitas yang lebih baik dibanding dengan nanobodi tipe lain. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendesain sistem ekspresi dan mengekspresikan VNAR Chiloscyllium plagiosum anti-HBsAg pada E.coli BL21(DE3). Adapun metode yang dilakukan adalah pendesainan gen sintetik menggunakan data sekuens asam amino VNAR HB17 anti HBsAg dari Chiloscyllium plagiosum yang diekspresikan pada E.coli BL21(DE3). Sebelum dilakukan desain gen sintetik, dilakukan karakterisasi hasil prediksi struktur protein. Berdasarkan analisis prediksi struktur VNAR yang dimiliki, didapati 1 ikatan disulfida kanonikal untuk membentuk struktur pengikat antigen yang stabil. VNAR HB17 juga diamati memiliki karakter hidrofilik yang kuat pada permukaan protein. Oleh karena itu, dilakukan penambahan signal peptide DsbA pada N terminal VNAR HB17 sehingga protein dapat membentuk jembatan disulfida kanonikal pada periplasma bakteri. Selain itu pula ditambahkan titik restriksi EcoRI di antara signal peptide dan gen VNAR HB17 sebagai spacer sequence dan tag hexahistidin untuk purifikasi protein. Konstruk insert yang didapatkan memiliki hasil sepanjang 412 bp dengan vektor pET-28a(+) sebagai backbone vektor ekspresi. Plasmid yang sudah disintesis dikloning pada bakteri E.coli DH5?. Plasmid yang dilinearisasi memiliki ukuran ±5600 bp, hasil ini sesuai dengan prediksi desain in silico. Setelah disekuensing, fragmen DNA pengkode VNAR HB17 hasil kloning terkonfirmasi tidak mengalami mutasi. Ekspresi VNAR pada E.coli BL21(DE3) dilakukan dengan menggunakan medium 2xYT selama 4 jam pada temperatur 37°C dan diinduksi dengan IPTG pada konsentrasi 0.25 mM. Protein total lalu diisolasi dari periplasma bakteri dan dianalisis dengan SDS-PAGE. Dapat diamati ekspresi protein dengan ukuran 12-12.5 kDa yang sesuai dengan prediksi ukuran VNAR HB17. Dapat disimpulkan VNAR HB17 anti-HBsAg Chiloscyllium plagiosum dapat diekspresikan secara rekombinan pada periplasma E.coli BL21(DE3)

2025
👤 Penulis: Ismoyo Suryorindang
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Bioinformatika

SIMPLE SYNTHESIS OF SINGLE CRYSTAL LINI0.5MN1.5O4 USING POST ANNEALING METHOD WITH THE VARIATION OF LITHIUM ADDITION TO ENHANCE ELECTROCHEMICAL PERFORMANCE OF BATTERIES

Due to the increasing need for energy storage solutions, the demand for highperformance lithium-ion batteries (LIBs) is on the rise. High-voltage lithium-ion batteries (HVLIBs) are viewed as strong candidates for future applications because of their superior energy density. One potential cathode material for HVLIBs is Lithium Nickel Manganese Oxide (LiNi0.5Mn1.5O4, LNMO), which provides an operating voltage of approximately 4.7 V, a high theoretical specific capacity, and remarkable thermal stability. Nevertheless, LNMO encounters several challenges, particularly concerning mechanical degradation, capacity loss, and electrolyte breakdown. The mechanical degradation and capacity loss are mainly attributed to Jahn-Teller distortion. In this study, cathode materials Li1+xNi0.5Mn1.5O4 (where x = 0, 0.2, 0.4) were created using a modified sol-gel technique. The variation in lithium content was incorporated to mitigate the impact of Jahn-Teller Distortion. This adjustment in lithium was applied during the post-annealing phase to examine its influence on crystallinity, morphology, and electrochemical performance. Material characterization was performed through X-ray diffraction (XRD) to analyze the crystal structure and scanning electron microscopy (SEM) for examining morphology. The slurry for the LNMO cathode was formulated using a mixed slurry approach and then applied to an aluminum current collector. Evaluation of the electrochemical performance was carried out on CR2032 coin cells, which included electrochemical impedance spectroscopy (EIS), charge-discharge profiles, and cycling performance assessments. The experimental findings indicated that adding excess lithium had a significant effect on the structure, morphology, and electrochemical characteristics of LNMO. Characterization results revealed that the addition of lithium enhanced structural stability, with the I311/I400 ratio nearing the ideal value and increased crystallinity. Samples with excess lithium demonstrated enhanced electrochemical performance, showing reduced charge-transfer resistance and greater lithium-ion diffusivity. The optimal lithium addition in the sample Li1.2Ni0.5Mn1.5O4 yielded the best results, achieving a capacity retention of 95.52% after 100 cycles at 0.5C and a discharge capacity of 122.41 mAh/g. Additionally, all samples exhibited a quasi-singlecrystal morphology, which contributed to the enhancement of structural stability and electrochemical performance.

2025
👤 Penulis: Bagoes Trias Airlangga
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PEMODELAN DAN SIMULASI SISTEM PENGENDALIAN SUSPENSI SEMIAKTIF VARIABLE ORIFICE DAMPER PADA KERETA MENGGUNAKAN MATLAB SIMULINK

Suspensi adalah komponen kendaraan yang berperan dalam menentukan respons dinamik terhadap gangguan yang dialami kendaraan. Suspensi mengutilisasi kekakuan pegas dan koefisien redaman peredam untuk bekerja. Jenis suspensi kontrol semiaktif memiliki kemampuan untuk memvariasikan koefisien redaman sesuai dengan gangguan yang diterima. Salah satu jenis peredam yang digunakan pada kontrol semiaktif adalah variable orifice damper. VO damper menggunakan pengaturan aliran yang menggunakan valve untuk mengatur besar koefisien peredam. Penelitian ini akan berfokus pada analisis respons dinamik arah vertikal oleh suspensi pasif dan suspensi semiaktif. Hasil respons dinamik diperoleh dengan simulasi yang dikerjakan melalui perangkat lunak MATLAB Simulink. Respons dinamik yang dihasilkan akan dijadikan studi perbandingan antara kedua jenis suspensi dalam hal performa terkait dengan kenyamanan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk perancangan suspensi kereta api dalam meningkatkan kenyamanan berkendara. Peningkatan kenyamanan dalam kereta akan membuat kereta semakin diminati masyarakat.

2025
👤 Penulis: Patrick Natanael
🏷️ Kontrol Dinamik 🏷️ Suspensi Kereta Api 🏷️ Simulasi Elektronik

ANALISIS LAJU DAN KAPASITAS INFILTRASI MENGGUNAKAN MODEL HORTON PADA BERBAGAI KELERENGAN DI BAWAH TEGAKAN PINUS MERKUSII TERHADAP PRODUKTIVITAS GETAH PINUS DI RPH BOJONG, BKPH GUNUNG HALU, KPH BANDUNG SELATAN, PERUM PERHUTANI DIVISI REGIONAL JAWA BARAT DAN BANTEN.

Pinus merkusii merupakan sumber utama penghasil getah dengan nilai ekonomi tinggi. Penelitian karakteristik tanah berupa laju dan kapasitas infiltrasi sebagai faktor eksternal yang dapat memengaruhi produktivitas getah pinus masih terbatas. Infiltrasi ini penting untuk ketersediaan air yang berperan dalam sintesis getah dan pembentukan tekanan turgor untuk eksudasi getah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik laju dan kapasitas infiltrasi pada berbagai tipe kelerengan di bawah tegakan pinus, memodelkan laju infiltrasi menggunakan model Horton, serta mengkaji hubungannya dengan produktivitas getah pinus. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari 2025 sampai dengan Juni 2025 di Petak 76A RPH Bojong, BKPH Gunung Halu, KPH Bandung Selatan, Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten. Plot penelitian ditentukan secara stratified purposive sampling pada kelerengan landai (8% - <15%), agak curam (15% - <25%), dan curam (25% - 40%). Pengukuran laju dan kapasitas infiltrasi (single ring infiltrometer), pengambilan sampel tanah untuk analisis sifat fisik tanah, dan penimbangan berat getah untuk analisis produktivitas getah pinus dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju dan kapasitas infiltrasi aktual berbeda signifikan antar kelerengan (p < 0,05). Laju dan kapasitas infiltrasi pada kelerengan curam paling rendah. Model Horton terbukti cukup representatif menggambarkan kecenderungan penurunan laju infiltrasi (R² berkisar 0.6 - 0.8 dan nRMSE berkisar 28% - 39%). Namun, tidak ditemukan korelasi signifikan antara laju dan kapasitas infiltrasi dengan produktivitas getah pinus (p > 0,05).

2025
👤 Penulis: Sabrilla Hauna Irby
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Getah Pinus 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS RESPON DINAMIK STRUKTUR SAYAP PESAWAT TERHADAP EKSITASI PERIODIK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon dinamik struktur sederhana yang merepresentasikan sayap pesawat terbang. Model struktur dibangun dalam bentuk balok kantilever dengan elemen shell homogen menggunakan perangkat lunak MSC Patran/Nastran. Struktur dimodelkan dengan 12 node, dimana tiga node dijadikan sebagai titik tumpuan tetap (fixed points). Hasil pemodelan berupa matriks massa, matriks kekakuan, dan mode shape yang direduksi menjadi sistem sembilan derajat kebebasan (9 DOF). Matriks hasil pemodelan selanjutnya diolah dengan MATLAB dan diintegrasikan ke dalam model Simulink. Eksitasi periodik dalam bentuk gaya akibat unbalance disk diberikan pada node ke-5 (atau node 7.3 pada model Patran) untuk mempelajari pengaruhnya terhadap respon struktur. Respon yang diamati berupa simpangan arah Z terhadap waktu, dengan analisis distribusi simpangan pada tiap node. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simpangan terbesar terjadi pada node Z3, Z6, dan Z9, sedangkan node lain memperlihatkan simpangan relatif lebih kecil. Pola ini konsisten dengan bentuk mode shape yang diperoleh dari analisis modal. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa variasi lokasi dan karakteristik eksitasi periodik memengaruhi distribusi simpangan pada struktur. Penelitian ini dibatasi pada analisis numerik tanpa mempertimbangkan efek redaman maupun fenomena resonansi, sehingga dapat dijadikan dasar untuk penelitian lanjutan yang lebih komprehensif.

2025
👤 Penulis: Muhammad Rizky Al Gani
🏷️ Kontrol Dinamis 🏷️ Analisis Struktur 🏷️ Hidrologi Elektronik

ANALYSIS OF SATELLITE ATTITUDE CONTROL SYSTEMS USING REDUNDANT REACTION WHEEL CONFIGURATIONS FOR FIXED TARGET POINTING

Penelitian ini membahas tantangan kompleks pengendalian sikap satelit untuk fixed-target pointing dengan konfigurasi reaction wheel empat unit redundant. Tujuan utama penelitian adalah mengembangkan dan memvalidasi model propagator orbit satelit, dinamika benda kaku beserta reaction wheel, serta skema kendali sikap yang sesuai. Metodologi inti menggunakan Proportional–Derivative (PD) Controller yang dikombinasikan dengan algoritma Linear Quadratic Regulator (LQR) untuk memperoleh matriks gain kendali secara optimal. Pendekatan ini diimplementasikan dan disimulasikan menggunakan MATLAB dan Simulink, sehingga menyediakan lingkungan komprehensif untuk pemodelan dinamika kompleks dan verifikasi kinerja pengendali. Hasil menunjukkan bahwa bias sikap nominal pada titik-titik kritis orbit dapat dihitung secara presisi berdasarkan inklinasi orbit. Pengendali yang dirancang memperlihatkan performa sangat baik, mampu mengarahkan satelit menuju orientasi yang diinginkan dengan akurasi 0,1–1,0°. Bias awal sikap antara 3–60° dapat dikonvergensikan hingga nol dalam waktu singkat (30–150 detik), dibandingkan periode orbit penuh. Analisis perbandingan dilakukan antara konfigurasi ortogonal 3-wheel dan tiga konfigurasi 4-wheel redundant: standard, pyramidal, dan tetrahedron. Seluruh konfigurasi yang disimulasikan beroperasi dalam batas bandwidth reaction wheel, menegaskan keandalan rancangan pengendali. Konfigurasi standard 4-wheel menonjol karena distribusi beban yang paling merata di antara roda, menunjukkan usaha yang lebih seimbang dan probabilitas kegagalan roda individual yang lebih rendah, dengan total energi yang dibutuhkan sebesar 5,6326 × 10? J per satu orbit penuh. Sebaliknya, konfigurasi pyramidal menunjukkan variasi beban terbesar dan energi yang sama dengan konfigurasi tetrahedron (8,6706 × 10? J), sehingga kurang optimal. Penelitian menyimpulkan bahwa konfigurasi 4-wheel standar merupakan pilihan paling optimal untuk sistem operasi empat roda redundant dalam misi equatorial fixed-target pointing. Penelitian lanjutan disarankan untuk memasukkan gangguan eksternal seperti hambatan atmosfer dan tekanan radiasi matahari, mensimulasikan berbagai profil misi, serta mengeksplorasi desain kendali non-linier yang lebih lanjut guna meningkatkan realisme dan robustness model.

2025
👤 Penulis: Audrey Vanita Dayavanti
🏷️ Kontrol Sikap Satelit 🏷️ Redundansi Reaksi Roda 🏷️ Model Propagator Orbit

DESAIN DAN ANALISIS PERFORMA CONTRA-ROTATING PROPELLER PADA UAV MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD)

Tugas akhir ini berfokus pada desain dan analisis performa contra-rotating propeller (CRP) pada wahana udara nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). UAV merupakan salah satu bidang penelitian penting dalam teknik dirgantara karena fleksibilitas serta bidang penerapan yang luas. Salah satu aspek krusial dalam UAV adalah desain propeller yang harus mampu beroperasi secara optimal dengan efisiensi tinggi untuk mendukung misi penerbangan. Permasalahan utama terletak pada bagaimana mendesain propeller yang memenuhi kebutuhan tersebut. Upaya yang dilakukan antara lain pemilihan airfoil yang tepat, penerapan metode desain Larrabee, serta implementasi mekanisme CRP. Tujuan penelitian ini adalah mendesain dan menganalisis perbandingan performa propeller tunggal dengan CRP pada UAV menggunakan Metode Larrabee dan simulasi CFD. Propeller untuk kedua mekanisme tersebut dirancang menggunakan Metode Larrabee dengan keluaran berupa distribusi chord dan twist. Simulasi CFD pada kondisi on-design dilakukan pada putaran 7000 RPM dengan kecepatan udara 30,9 m/s, sedangkan simulasi off-design dilakukan untuk memperoleh performa propeller tunggal dan CRP dengan variasi kecepatan dan RPM. Khusus pada CRP, efek jarak aksial antara kedua propeller juga dianalisis melalui simulasi CFD dengan beberapa variasi jarak aksial.

2025
👤 Penulis: Avicenna Najib Mahmud
🏷️ Desain Propeller Uav 🏷️ Mekanisme Contrarotating Propeller (Crp) 🏷️ Analisis Performa Menggunakan Metode Cfd

EKSPLORASI POTENSI ISOLAT JAMUR ENTOMOPATOGEN SEBAGAI BIOINSEKTISIDA TERHADAP ULAT GRAYAK (SPODOPTERA FRUGIPERDA)

Ulat grayak (Spodoptera frugiperda) adalah serangga hama invasif yang dapat ditemukan hampir di seluruh provinsi Indonesia dan mengakibatkan banyak kerugian pada berbagai tanaman, terutama dampaknya pada penurunan hasil panen pertanian. Salah satu tanaman yang paling terdampak adalah tanaman jagung (Zea mays) dengan estimasi kehilangan hasil panen sebesar 21-53% di beberapa negara. Insektisida kimiawi umum digunakan sebagai metode pengendalian serangga hama tersebut, tetapi penggunaan secara terus-menerus dan tidak tepat dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan. Maka dari itu, dibutuhkan eksplorasi untuk menemukan solusi alternatif yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Contohnya, penggunaan pengendalian biologis, seperti jamur entomopatogen atau entomopathogenic fungi (EPF) yang sudah terbukti efektif sebagai bioinsektisida. EPF berperan penting dalam menekan populasi hama secara alami, dengan kapasitas reproduktif tinggi dan siklus hidup yang relatif singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isolat EPF secara makroskopis dan mikroskopis, serta kerapatan konidianya (konidia/mL), berikut menentukan dampak biologisnya terhadap Spodoptera frugiperda dilihat dari persentase mortalitas (%), serta tingkat keberhasilannya dalam pembentukan pupa (%) dan imago (%). Penelitian dimulai dengan pengambilan sampel acak di Kebun Cedok, Cikidang, Lembang sebagai sumber isolat EPF dari larva ulat grayak yang terinfeksi, koleksi dan pemeliharaan ulat grayak di laboratorium, identifikasi dan penghitungan konsentrasi EPF, aplikasi EPF secara topikal pada ulat grayak, hingga pengamatan mortalitas serta pembentukan pupa dan imago. Sebanyak 125 ekor larva instar 2-3 Spodoptera frugiperda digunakan yang terbagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Hasil identifikasi EPF dan penghitungan konsentrasi menunjukkan bahwa isolat 1 (P1) adalah Beauveria sp. (6,91 x 107 konidia/mL), isolat 2 (P2) adalah Fusarium sp. (3,20 x 107 konidia/mL), isolat 3 (P3) adalah Cladosporium sp. (2,77 x 107 konidia/mL), dan isolat 4 (P4) adalah Fusarium sp. (4,37 x 107 konidia/mL). Hasil pengamatan menunjukkan tingkat mortalitas yang sangat rendah pada seluruh perlakuan dalam waktu 7 hari setelah aplikasi, yakni rata-rata mortalitas sebesar 0% untuk P1 dan P2; 1,14% untuk P3; dan 0,57% untuk P4. Data pengamatan pembentukan pupa menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan pembentukan pupa terendah dimiliki oleh P4, dengan rata-rata pembentukan pupa normal sebesar 27,78% dan pupa abnormal sebesar 5,56%. Sementara itu, P0 (kontrol) memiliki rata-rata persentase pembentukan imago terendah (6,86%), diikuti oleh P4 (9,14%), P3 (10,86%), P1 (11,43%), dan P2 (12,57%). Seluruh hasil analisis statistik menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antara kelompok data, baik untuk mortalitas maupun pembentukan pupa dan imago. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa hasil identifikasi isolat EPF merupakan genus Beauveria, Fusarium, dan Cladosporium dengan kerapatan konidia yang bervariasi (x 107 konidia/mL). Lalu, aplikasi isolat EPF sebagai isolat tinggal tidak memiliki pengaruh yang signifikan dan memiliki efektivitas biokontrol yang rendah terhadap Spodoptera frugiperda.

2025
👤 Penulis: Janice Shaffiyah Fitrahillah
🏷️ Entomopathogenic Fungi 🏷️ Pengendalian Biologis 🏷️ Spodoptera Frugiperda

MODIFIKASI MEMBRAN OSMOSIS BALIK KOMPOSIT SERAT BERONGGA DENGAN PENAMBAHAN ADITIF BERMUATAN UNTUK DESALINASI

Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi membran Thin-Film Composite (TFC) berbasis serat berongga polipropilena dengan penambahan senyawa bermuatan 4'- Aminobenzo-15-crown-5 (Crown) untuk meningkatkan kinerja desalinasi. Modifikasi dilakukan melalui proses Interfacial Polymerization dengan variasi konsentrasi Crown (0–0,10% w/v). Karakterisasi meliputi analisis morfologi, hidrofilisitas, dan kapasitas tukar kation untuk memahami pengaruh penambahan Crown terhadap sifat membran. Uji kinerja dilakukan melalui pengukuran fluks air murni dan rejeksi garam menggunakan larutan NaCl. Hasil menunjukkan bahwa variasi konsentrasi Crown memengaruhi keseimbangan antara permeabilitas dan selektivitas membran. Membran dengan konsentrasi Crown 0,02% w/v (C02) menunjukkan kinerja paling optimal dengan fluks moderat dan rejeksi garam yang tinggi, sedangkan konsentrasi Crown yang terlalu tinggi menurunkan selektivitas akibat kemungkinan terbentuknya defek pada lapisan poliamida. Dengan demikian, penambahan Crown berpotensi meningkatkan performa membran TFC untuk aplikasi desalinasi.

2025
👤 Penulis: Hana Nadia Iskandar
🏷️ Desalinasi 🏷️ Modifikasi Membran Osmosis Balik 🏷️ Kecerdasan Buatan

OPTIMASI RASIO AIR–TANAH DAN KECEPATAN PENGADUKAN TERHADAP PENYISIHAN TOTAL PETROLEUM HYDROCARBON DALAM REMEDIASI TANAH TERKONTAMINASI MINYAK BUMI DENGAN METODE SOIL WASHING BERBANTUAN ULTRASONIK

Peningkatan aktivitas industri minyak bumi menimbulkan risiko pencemaran tanah oleh Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) yang bersifat toksik dan persisten. Soil washing merupakan salah satu metode remediasi yang umum digunakan, tetapi keterbatasan dalam melepaskan kontaminan yang terikat kuat pada pori tanah masih menjadi hambatan untuk metode ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh rasio air–tanah dan kecepatan pengadukan terhadap efisiensi penyisihan TPH pada metode soil washing, ultrasonik, dan kombinasi soil washing berbantuan ultrasonik, serta menentukan kondisi optimum dari masing-masing metode. Eksperimen dilakukan pada variasi rasio air–tanah 3:1, 5:1, 7:1, dan 10:1 serta kecepatan pengadukan 100–250 rpm selama 15 menit dengan frekuensi ultrasonik 38 kHz menggunakan pelarut air. Hasil menunjukkan bahwa soil washing hanya mampu mencapai efisiensi maksimum 15,03%, ultrasonik sebesar 39,77%, dan soil washing berbantuan ultrasonik menghasilkan efisiensi tertinggi sebesar 54,68% pada rasio 5:1 dengan kecepatan pengadukan 100 rpm. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi antara soil washing dan ultrasonik memberikan kinerja paling optimum melalui sinergi mekanisme suspensi partikel oleh pengadukan dan efek sonofisik berupa kavitasi ultrasonik. Dengan demikian, soil washing berbantuan ultrasonik berpotensi menjadi alternatif remediasi yang lebih efektif untuk tanah terkontaminasi minyak bumi.

2025
👤 Penulis: Muhammad Rafly Zain Ishayuki
🏷️ Remediasi Tanah 🏷️ Optimisasi Teknik Soil Washing 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN FITUR KEAMANAN UNTUK ROBOT EKSOSKELETON TUBUH BAGIAN BAWAH UNTUK PENDERITA PARAPLEGIA

Dalam menunjang segala aktivitas kehidupan setiap harinya, manusia memerlukan sepasang kaki dan tangan yang dapat berfungsi sebagai alat gerak. Namun, tidak semua manusia memiliki kondisi fisik yang sempurna sejak diliahirkan. Salah satu kondisi yang menyebabkan manusia kehilangan kemampuan untuk berpindah tempat akibat mengalami kelumpuhan disebabkan oleh Paraplegia. Harapan untuk mengembalikan kemampuan motorik dan sensorik ini dapat diwujudkan melalui proses rehabilitasi menggunakan rehabilitasi alat gerak bawah, seperti robot eksoskeleton. Tim riset Biomekanika FTMD ITB telah mengembangkan stuktur robot eksoskeleton. Robot eksoskeleton ini dipilih untuk dikembangkan karena struktur robot ini dapat membantu melakukan gerak duduk berdiri, sehingga dapat menstimulasi saraf motorik para penderita paraplegia. Namun, robot eksoskeleton yang telah dikembangkan ini masih memiliki kekurangan dari segi keamanan. Penelitian ini berfokus pada penambahan fitur keamanan, dimulai dengan peninjauan terhadap robot eksoskeleton yang telah dibuat sebelumnya. Selanjutnya, ditentukan fitur keamanan yang dapat ditambahkan, yaitu joint stopper yang dipasang pada sendi lutut serta perancangan fitur eksternal pengganti kruk untuk membantu gerakan duduk–berdiri pasien paraplegia, yaitu safety frame. Hasil akhir penelitian ini berupa pengecekan secara langsung robot eksoskeleton dapat melakukan gerakan fleksi dan ekstensi maksimum serta bagian kaki, panggul, dan paha robot tidak ikut terangkat saat pengujian tanpa naracoba.

2025
👤 Penulis: Gibran Reyhan
🏷️ Robot Eksoskeleton 🏷️ Keamanan Teknologi 🏷️ Rehabilitasi Paraplegia

POTENSI AKUMULASI UNSUR LOGAM DALAM JARINGAN CYPERUS ROTUNDUS DARI PRODUK SAMPING TERAK NIKEL: KAJIAN BIOAKUMULASI

Terak nikel merupakan produk samping proses peleburan bijih nikel yang mengandung logam berat seperti Fe dan Ni, bersifat basa, miskin hara, serta berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi terak nikel, menganalisis spesiasi logam Fe dan Ni, mengevaluasi pengaruh pencampuran terak dengan tanah Lembang serta penambahan substrat (NPK dan asam sitrat), dan menilai potensi Cyperus rotundus sebagai fitoremediator. Penelitian dilakukan menggunakan reaktor berisi campuran terak nikel (30%) dan tanah Lembang (70%) dengan empat variasi perlakuan, yaitu kontrol (C), penambahan asam sitrat (V1), NPK (V2), serta kombinasi keduanya (V3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terak nikel murni bersifat basa (pH 9,35), memiliki kandungan Fe tinggi, tetapi miskin unsur hara. Pencampuran dengan tanah Lembang memperbaiki sifat media sehingga lebih mendukung pertumbuhan tanaman. Analisis spesiasi logam memperlihatkan bahwa Fe dominan pada fraksi residual yang stabil, sedangkan Ni lebih banyak terdapat pada fraksi mobile sehingga lebih mudah terlindi dan berpotensi terakumulasi oleh tanaman. Pemberian NPK meningkatkan biomassa tanaman, asam sitrat meningkatkan kelarutan logam, sedangkan kombinasi keduanya menghasilkan pertumbuhan dan akumulasi logam tertinggi. Nilai BCF dan TF < 1 mengindikasikan bahwa mekanisme fitostabilisasi menjadi jalur utama fitoremediasi. Dengan demikian, Cyperus rotundus berpotensi digunakan sebagai fitoremediator pada media berbasis terak nikel.

2025
👤 Penulis: Syaffa Arini Kusuma
🏷️ Bioakumulasi 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

STRATEGI TRANSFORMASI PASAR KONSTRUKSI MODULAR DI INDONESIA DARI PROJECT-BASED MARKET KE PRODUCT-BASED MARKET

Konstruksi modular merupakan inovasi teknologi konstruksi yang menjanjikan efisiensi waktu, peningkatan kualitas, hingga dampak positif terhadap lingkungan. Namun, penerapannya di Indonesia masih terkendala oleh tingginya biaya awal, rendahnya utilisasi pabrik, serta belum terbentuknya permintaan yang stabil dan sistem industri yang terintegrasi. Pasar konstruksi modular di Indonesia masih bersifat project-based, di mana setiap proyek selesai tanpa adanya kesinambungan permintaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi kelayakan bisnis dan merumuskan strategi transformasi pasar agar industri modular dapat berkembang secara optimal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi kelayakan bisnis konstruksi modular di Indonesia; serta (2) merumuskan strategi transformasi pasar konstruksi modular di Indonesia dari pendekatan project-based menjadi product-based. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif eksploratif, berdasarkan studi kasus dua perusahaan modular di Indonesia, yaitu PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk dan PT Adhi Persada Gedung. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan praktisi dan ahli modular, serta pengumpulan data sekunder dari studi literatur, laporan perusahan, dan laporan kebijakan. Evaluasi kelayakan bisnis dibagi menjadi dua bagian: (1) evaluasi internal industri, mencakup aspek finansial, operasional, regulasi, supply, dan demand; serta (2) evaluasi eksternal pasar, meliputi potensi pasar, segmentasi, arah perkembangan, dan tingkat penerimaan pasar. Analisis ini menjadi dasar penyusunan strategi menggunakan kerangka SWOT–TOWS, pemetaan model bisnis melalui Business Model Canvas (BMC), dan analisis efisiensi proses melalui Value Chain Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi modular di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang apabila ditopang oleh permintaan berskala besar, integrasi proses dari hulu ke hilir, serta regulasi yang mendukung. Saat ini, proses modular dijalankan secara terpisah oleh berbagai aktor tanpa sistem terintegrasi, menyebabkan inefisiensi, ketidakpastian kualitas, dan permintaan yang rendah. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan tiga strategi utama: (1) penciptaan pipeline permintaan yang besar dan berulang melalui intervensi pemerintah sebagai demand aggregator awal dan developer swasta untuk permintaan massal jangka panjang; (2) integrasi vertikal dan horizontal pelaku industri melalui kemitraan strategis, konsorsium, dan digitalisasi proses produksi; serta (3) penguatan regulasi dan kelembagaan melalui harmonisasi kebijakan, insentif fiskal, dan standarisasi teknis. Strategi ini dirancang untuk menjawab hambatan utama modular di Indonesia, yaitu ketiadaan skala ekonomi, permintaan yang tidak stabil, dan belum terbangunnya ekosistem industri yang solid. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi strategis dalam merumuskan kerangka pengembangan pasar modular nasional.

2025
👤 Penulis: Lugas Bijak Prasojo
🏷️ Konstruksi Modular 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Regulasi Industri

EKSPLORASI POTENSI PLANT-DERIVED EXOSOME-LIKE NANOPARTICLES (PDEN) DARI DAUN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA) DALAM PENGOBATAN JERAWAT: INTEGRASI EFEK ANTIINFLAMASI DAN ANTIBAKTERI

Jerawat (Acne vulgaris) merupakan penyakit kulit inflamasi kronis akibat kombinasi peningkatan produksi sebum, hiperkeratinisasi folikel, kolonisasi Cutibacterium acnes, dan respons imun berlebih. Terapi antibiotik konvensional sering menimbulkan resistensi bakteri dan iritasi kulit sehingga diperlukan alternatif berbahan alami dengan sistem penghantaran inovatif. Centella asiatica mengandung senyawa bioaktif antiinflamasi dan antibakteri, sedangkan plant-derived exosome-like nanoparticles (PDEN) berpotensi sebagai sistem penghantaran alami yang aman dan efisien. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi C. asiatica-derived PDEN (CA-PDEN) sebagai kandidat nanokosmetik alami untuk terapi jerawat dengan karakterisasi, uji stabilitas, serta uji aktivitas antiinflamasi dan antibakteri. CA-PDEN diisolasi dari daun C. asiatica melaui proses homogenisasi, sentrifugasi bertahap, presipitasi polyethylene glycol (PEG) 6000 (15%), dan filtrasi. Karakterisasi dengan transmission electron microscopy (TEM) dan nanoparticle tracking analysis (NTA) menunjukkan CA-PDEN memiliki morfologi spherical dengan ukuran rata-rata 186 nm dan ukuran dominan (modal) 135 nm serta konsentrasi partikel mencapai 3,6 × 10¹? partikel/mL dalam rentang 100–300 nm. Hasil bicinchoninic acid (BCA) protein assay menunjukkan kandungan protein isolat mencapai 260,42–1442,08 ?g/mL. Analisis proteomik liquid-chromatography-orbitrap high resolution mass spectrometry (LC-HRMS) mengidentifikasi enzim biosintesis flavonoid (CHS) dan terpenoid (DXS) yang berpotensi antiinflamasi dan antibakteri. Ukuran CA-PDEN stabil selama empat minggu penyimpanan pada suhu -20?. Uji sitotoksisitas pada sel RAW 264.7 dengan MTT assay menunjukkan CA-PDEN tidak sitotoksik (viabilitas sel > 80%) hingga konsentrasi 150 ?g/mL, sedangkan uji internalisasi dengan immunocytochemistry (ICC) PKH67 dan 4’,6-diamidino- 2-phenylindole (DAPI) membuktikan CA-PDEN dapat diinternalisasi oleh sel RAW 264.7 setelah 2 jam inkubasi. Pengukuran produksi NO (nitrit oksida) dengan kit Griess dan kadar sitokin IL-6 dengan enzyme linked immunosorbent assay (ELISA) pada sel RAW 264.7 terinduksi LPS menunjukkan pemberian CA-PDEN mampu menurunkan NO (p<0,05) dan Interleukin-6 (IL-6) (p>0,05) secara optimal pada 40 ?g/mL. Analisis flow cytometry menunjukkan penurunan marker M1 (CD80) pada konsentrasi CA-PDEN 10,20, dan 40 ?g/mL dan peningkatan marker M2 (CD206) pada 10 ?g/mL (p>0,05), menandakan pergeseran ke arah fenotipe antiinflamasi. Uji mikrodilusi terhadap C.acnes menunjukkan penurunan optical density (OD) secara signifikan (p<0,05) pada 9,18 dan 36,73 ?g/mL, meskipun minimum inhibitory concentration (MIC) belum tercapai. Secara keseluruhan, CA-PDEN memiliki karakteristik khas eksosom, stabilitas baik, serta potensi antiinflamasi dan antibakteri sehingga berpeluang dikembangkan sebagai kandidat nanokosmetik alami untuk terapi jerawat.

2025
👤 Penulis: Annisa Nurrahmi Az Zahra
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
Halaman 289 dari 6754
💬