📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPENINGKATAN KETAHANAN DIGITAL WATERMARKING TERHADAP SERANGAN DETEKSI MELALUI KOMBINASI PEMILIHAN PIKSEL BERBASIS ENTROPI DAN OBFUSKASI STATISTIK
Penyebaran konten visual di media sosial telah meningkatkan kebutuhan akan perlindungan hak cipta dan jaminan keaslian karya digital. Meskipun steganografi Least Significant Bit (LSB) umum digunakan, metode konvensional memiliki kelemahan mendasar berupa kerentanan terhadap serangan deteksi statistik. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini mengembangkan sebuah metode steganografi baru yang dirancang untuk menyisipkan watermark secara kuat dan tidak kasat mata. Metode yang diusulkan secara cerdas memanfaatkan area gambar yang paling ramai atau bertekstur sebagai lokasi penyisipan data, sehingga memastikan kualitas visual tetap terjaga. Untuk memperkuat keamanannya, dua strategi utama diterapkan: (1) penggunaan pseudo-random number generator (PRNG) yang diinisiasi dengan kunci rahasia untuk menyebar lokasi penyisipan secara acak, dan (2) pengenalan teknik unik LSB zero-biasing yang secara khusus dirancang untuk menetralkan serangan deteksi berbasis Chi-Square. Efektivitas dan kelayakan praktis dari metode ini dibuktikan melalui implementasinya pada sebuah aplikasi web media sosial yang bertujuan untuk menegakkan kepemilikan digital. Serangkaian pengujian komprehensif menunjukkan bahwa metode ini mencapai tingkat kualitas visual yang sangat baik, dibuktikan dengan skor Peak Signal-to- Noise Ratio (PSNR) yang melampaui 63 dB. Lebih lanjut, metode ini berhasil mencapai keseimbangan yang optimal antara kapasitas penyisipan data dan efisiensi komputasi. Dalam hal keamanan, metode yang diusulkan terbukti unggul ketika diuji bersamaan dengan empat teknik canggih lainnya dalam menghadapi serangan RS, SPAM, dan Chi-Square. Hasil penelitian ini mengukuhkan bahwa metode yang diusulkan merupakan sebuah solusi yang ringan, efektif, dan praktis untuk mengamankan properti intelektual di era digital saat ini.
STRATEGI INVESTASI DENGAN MEMANFAATKAN PIOTROSKI F-SCORE DAN ROIC UNTUK MENCAPAI IMBAL HASIL DISESUAIKAN RISIKO DI ATAS RATA-RATA PADA SAHAM SYARIAH DI BURSA EFEK INDONESIA
Mencapai pengembalian di atas rata-rata dalam investasi saham memerlukan pendekatan terstruktur dengan kriteria seleksi dan kerangka evaluasi yang kuat. Penelitian ini mengkaji efektivitas Piotroski F-Score dan Return on Invested Capital (ROIC) sebagai metrik utama untuk seleksi saham di Indeks Harga Saham Saham Gabungan (IHSG), salah satu segmen penting dari Pasar Modal Indonesia. Investor pemula sering menghadapi tantangan seperti keterbatasan pengetahuan finansial, ketergantungan pada informasi anekdotal, dan persepsi praktik pasar yang tidak adil seperti manipulasi oleh market makers atau Bandar. Selain itu, ketidakjelasan kepatuhan syariah menghambat banyak investor yang memegang prinsip Islam, sehingga membatasi partisipasi di pasar. Hambatan ini, sebagaimana diungkapkan melalui survei dan kekhawatiran Presiden Prabowo Subianto, menekankan perlunya strategi seleksi saham sistematis dan berbasis bukti yang mempertimbangkan aspek finansial dan etika. Piotroski F-Score, yang mengevaluasi profitabilitas, leverage, likuiditas, dan efisiensi operasional, serta ROIC, yang mengukur efisiensi pengembalian relatif terhadap modal yang diinvestasikan, menjadi dasar kerangka kerja dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi saham berfundamental baik. Dengan pendekatan kuantitatif, data keuangan dari perusahaan yang terdaftar di IHSG dianalisis, dan kinerja portofolio dibandingkan menggunakan metrik seperti pengembalian tahunan dan rasio Sharpe. Hasilnya menunjukkan bahwa portofolio yang menggunakan metrik ini secara konsisten mengungguli rata-rata pasar. Selain itu, integrasi alat tambahan seperti Dividend Yield, Price-to-Earnings Ratio (P/E), Price-to-Book Value (P/B), dan Moving Average sebagai alat teknikal pelengkap memperkuat kerangka kerja ini. Dengan menyelaraskan kepatuhan syariah dan memberikan alat yang jelas serta praktis, penelitian ini menawarkan strategi serbaguna untuk mengurangi risiko dan meningkatkan pengembalian. Penelitian ini memberdayakan investor pemula dengan kerangka kerja untuk mencapai kesuksesan jangka panjang di pasar modal Indonesia yang dinamis, sekaligus mendorong literasi keuangan dan partisipasi pasar yang lebih luas.
PENGEMBANGAN SISTEM INTEGRASI DATA DAN DASHBOARD INTERAKTIF DI DIVISI LOGISTIK UNTUK MENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN (STUDI KASUS: PT XYZ)
Divisi Logistik PT XYZ menghadapi tantangan fragmentasi data operasional dan ketergantungan pada proses manual yang menghambat penyediaan insight bagi pengambil keputusan. Tugas akhir ini merancang dan mengembangkan sistem integrasi data serta dashboard interaktif di Divisi Logistik PT XYZ menggunakan metodologi Design Science Research (DSR). Proses integrasi dilakukan melalui pipeline ETL berbasis SQL Server Integration Services (SSIS) untuk data dari basis data divisi lain dan file Excel manual, serta didukung UiPath RPA untuk ekstraksi data dari ERP (SAP dan Aglis). Data terintegrasi disimpan dalam basis data SQL Server yang dirancang sebagai repositori operasional dengan kapabilitas historis, kemudian divisualisasikan melalui dashboard Power BI. Hasil evaluasi menunjukkan pipeline ETL berhasil mengeksekusi seluruh skenario uji dengan akurasi dan kelengkapan 100% tanpa error, sementara pengujian penerimaan pengguna (UAT) oleh key user Divisi Logistik menegaskan bahwa sistem dinilai mudah digunakan, informatif, dan relevan, sehingga terbukti meningkatkan efektivitas pengelolaan data dan mendukung proses pengambilan keputusan di PT XYZ. Implementasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi perusahaan dalam membangun fondasi manajemen data yang lebih terstruktur untuk mendukung pengembangan sistem logistik di masa depan.
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI TURNAMEN DAN PERINGKAT OLAHRAGA BERBASIS APLIKASI WEB
Komunitas tenis meja di Indonesia menghadapi tantangan fundamental akibat konflik dualisme kepengurusan di tingkat nasional yang menyebabkan kevakuman informasi, jadwal turnamen yang tidak terkoordinasi, serta penggunaan sistem peringkat atlet yang subjektif dan tidak terstandar. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan merancang dan mengembangkan sebuah sistem informasi independen berbasis aplikasi web. Sistem ini berfungsi sebagai platform terpusat untuk manajemen turnamen dan mengimplementasikan mekanisme peringkat yang objektif. Metodologi yang digunakan adalah Evolutionary Prototyping. Artefak yang dihasilkan adalah sebuah purwarupa aplikasi web fungsional yang dibangun menggunakan kerangka kerja Django untuk back-end dan Bootstrap 5 untuk front-end, serta menerapkan sistem rating ELO untuk mengukur kekuatan relatif atlet secara dinamis. Evaluasi terhadap purwarupa dilakukan melalui dua tahap: pengujian fungsional dengan metode black box dan usability testing melibatkan 24 responden dari dua kelompok pengguna utama, yaitu Event Organizer (EO) dan Atlet. Hasil pengujian fungsional menunjukkan bahwa 100% dari 22 skenario pengujian berhasil, memverifikasi bahwa semua fitur inti berjalan sesuai harapan. Hasil usability testing menunjukkan penerimaan yang positif, dengan skor Single Ease Question (SEQ) yang tinggi di semua skenario, yang mengindikasikan sistem mudah digunakan. Analisis kualitatif juga mengonfirmasi bahwa sistem ini diterima dengan baik oleh pengguna dan dianggap sebagai solusi yang adil dan objektif. Penelitian ini menghasilkan sebuah purwarupa tervalidasi yang berfungsi sebagai bukti konsep untuk platform independen yang mampu mendukung ekosistem kompetisi tenis meja di Indonesia menjadi lebih terstruktur, transparan, dan adil.
DESAIN INTERAKSI APLIKASI SISTEM TIMBANGAN CERDAS KHUSUS JERUK UNTUK MENINGKATKAN USABILITY
Jeruk sebagai komoditas buah hortikultura penting di Indonesia menghadapi inefisiensi di rantai pasoknya secara signifikan akibat proses kerja di level lapak yang masih manual, terfragmentasi, dan rentan kesalahan. Ketergantungan pada pencatatan manual dan alat terpisah menyebabkan keterlambatan informasi, kerugian finansial, dan menurunnya kepercayaan antaraktor. Solusi mengintegrasikan proses seperti timbang dan catat melalui timbangan yang terhubung dengan aplikasi telah ada di pasaran, contohnya aplikasi ALEXA. Akan tetapi, aplikasi ALEXA memiliki tingkat usability yang rendah dan fungsionalitas yang belum memenuhi kebutuhan pengguna di lapak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan penelitian dengan metodologi design thinking yang merupakan proses inovatif dan berpusat pada pengguna. Pengujian awal dilakukan terhadap aplikasi ALEXA kepada 5 pedagang dan 5 pekerja kasar. Pengujian menghasilkan skor System Usability Scale (SUS) yang sangat rendah, yaitu 46,5 untuk pedagang dan 40 untuk pekerja, yang keduanya masuk dalam kategori poor (buruk). Berdasarkan temuan tersebut, dirancang sebuah prototipe baru yang menyesuaikan kebutuhan pengguna. Pengujian iterasi pertama menunjukkan peningkatan usability yang tinggi, dengan skor SUS mencapai 80,25 untuk pedagang dan 80,75 untuk pekerja, masuk dalam kategori good (baik). Meskipun itu, iterasi pertama masih mengidentifikasi beberapa area perbaikan, terutama pada fitur "mode pasif" yang tingkat kemudahannya belum optimal, diindikasikan dengan skor Single Ease Question (SEQ) 4,85 untuk pedagang dan 4,9 untuk pekerja. Setelah dilakukan perbaikan yang terfokus, pengujian pada iterasi kedua menghasilkan desain final yang lebih optimal, skor SUS meningkat menjadi 84,75 untuk pedagang dan 83,75 untuk pekerja, mencapai kategori excellent. Peningkatan ini membuktikan bahwa pendekatan yang berpusat pada pengguna berhasil merancang solusi yang tidak hanya fungsional tetapi juga sangat mudah digunakan, efektif, dan mampu menjawab kebutuhan spesifik di lapangan.
MENGURANGI WAKTU PROSES PENGADAAN UNTUK AGREED STOCK ITEMS DI DIVISI PENGADAAN PT ALAMI MANDALA INDONESIA
Penelitian ini mengkaji permasalahan keterlambatan waktu pengadaan (lead time) pada Agreed Stock Items (AGSI) di Divisi Pengadaan PT Alami Mandala Indonesia (AMI). AGSI merupakan material yang sering dipesan ulang dan telah disepakati spesifikasinya, sehingga seharusnya dapat diproses dengan lebih cepat dan efisien. Namun, data menunjukkan bahwa lead time dari Purchase Requisition (PR) ke Purchase Order (PO) secara konsisten melebihi target OKR perusahaan sebesar 14 hari. Kondisi ini menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti terganggunya operasi, potensi keterlambatan proyek, hingga kerugian finansial akibat keterlambatan pengiriman material ke lokasi tambang. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, menggabungkan analisis kualitatif dan kuantitatif. Studi ini mengidentifikasi beberapa akar penyebab, antara lain proses tender manual yang berulang, spesifikasi bahan yang tidak lengkap atau kurang jelas, database pemasok yang terbatas, serta tantangan logistik akibat lokasi perusahaan yang terpencil. Masalah-masalah ini akan dianalisis lebih lanjut menggunakan Diagram Tulang Ikan (Fishbone Diagram) dan Current Reality Tree. Untuk mengatasi tantangan tersebut, beberapa solusi alternatif dipilih dan dievaluasi menggunakan metode AHP. Evaluasi didasarkan pada empat kriteria: potensi pengurangan lead time, efisiensi biaya, dampak terhadap ketersediaan bahan, dan jadwal implementasi. Dari solusi yang diajukan, penerapan Perjanjian Jangka Panjang (Long Term Agreements/LTAs) diidentifikasi sebagai opsi yang paling praktis dan efektif. Penelitian ini memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti dan rekomendasi praktis bagi AMI serta organisasi serupa yang bertujuan mengoptimalkan operasi pengadaan, mengurangi keterlambatan, dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. Studi ini menyoroti pentingnya hubungan sinergis antara perbaikan proses internal, hubungan dengan pemasok, dan pemanfaatan teknologi dalam mencapai keunggulan pengadaan di lingkungan operasional yang menantang.
ASOSIASI DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN BRACHIAL-ANKLE PULSE WAVE VELOCITY DAN KOMPLIANS PEMBULUH DARAH
Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia yang menempati peringkat kelima dunia. Penyakit ini secara signifikan meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular, yang menjadi penyebab utama mortalitas pada penderitanya. Salah satu manifestasi vaskular progresif dari DMT2 adalah peningkatan kekakuan arteri (arterial stiffness), yang secara noninvasif dapat diukur menggunakan brachial- ankle pulse wave velocity (baPWV). Peningkatan kekakuan arteri ini secara teoretis berhubungan erat dengan penurunan komplians (compliance) atau kelenturan pembuluh darah. Meskipun banyak penelitian telah membandingkan kekakuan arteri antara kelompok DMT2 dan individu sehat, belum banyak yang mengkaji komplians pembuluh darah secara bersamaan, terutama yang diestimasi dari analisis bentuk gelombang nadi berbasis model hemodinamik yang validitasnya masih diperdebatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi secara komprehensif perbedaan parameter vaskular mencakup baPWV, komplians aorta, dan komplians perifer antara kelompok pasien DMT2 dan kelompok kontrol sehat. Selain itu, penelitian ini juga melakukan analisis sekunder pada subkelompok pasien DMT2 untuk mengeksplorasi hubungan antara tingkat keparahan komplikasi, yang diukur dengan adapted Diabetes Complication Severity Index (aDCSI), dengan parameter- parameter vaskular tersebut. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional yang melibatkan total 93 partisipan, terdiri dari 45 pasien DMT2 dan 48 individu sebagai kontrol sehat. Data dikumpulkan dari dataset sekunder dan rekrutmen langsung di fasilitas kesehatan, dengan pengambilan sampel secara consecutive sampling. Parameter vaskular, termasuk baPWV, komplians aorta, dan komplians perifer, diukur menggunakan alat noninvasif NIVA. Analisis statistik dilakukan secara bertahap, dimulai dari statistik deskriptif, uji beda antar kelompok (uji-t independen atau Mann-Whitney U), hingga analisis regresi multivariat. Untuk mengatasi potensi hubungan non- linear, berbagai model regresi dieksplorasi, termasuk OLS, polinomial, dan spline. Pemilihan model final didasarkan pada nilai Akaike Information Criterion (AIC) dan adjusted R2 untuk mendapatkan model yang paling efisien dan akurat. Uji iii multikolinearitas menggunakan Variance Inflation Factor (VIF) juga dilakukan untuk memastikan stabilitas koefisien regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien DMT2 memiliki nilai baPWV yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sehat (p < 0,001). Hubungan ini tetap kuat dan signifikan dalam model regresi multivariat final (model spline), di mana status diabetes terbukti menjadi prediktor independen peningkatan baPWV (? = 0,657; p = 0,021) setelah mengontrol faktor perancu seperti usia, jenis kelamin, dan denyut jantung. Sebaliknya, untuk komplians aorta, meskipun analisis univariat awal menunjukkan nilai yang lebih rendah secara signifikan pada kelompok DMT2 (p < 0,001), perbedaan ini menjadi tidak signifikan secara statistik (p = 0,274) pada model regresi multivariat. Hal ini mengindikasikan bahwa variasi komplians aorta lebih dipengaruhi oleh faktor hemodinamik lain yang dimasukkan dalam model. Serupa dengan itu, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada komplians perifer antara kedua kelompok. Pada subanalisis intrakelompok DMT2 (n=28), tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara skor aDCSI dengan ketiga parameter vaskular. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah baPWV merupakan indikator yang robust dan konsisten dalam mendeteksi perubahan vaskular pada pasien DMT2, sementara parameter komplians (aorta dan perifer) yang diestimasi dari bentuk gelombang nadi tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan setelah penyesuaian dengan faktor perancu. Sumbangan penelitian ini adalah memberikan bukti empiris mengenai perbedaan dampak DMT2 terhadap berbagai parameter vaskular, serta menyoroti superioritas baPWV sebagai penanda kerusakan vaskular subklinis dibandingkan parameter komplians turunan dalam konteks populasi ini. Hasil ini mendukung potensi penggunaan baPWV sebagai alat skrining noninvasif dalam praktik klinis untuk identifikasi dini risiko kardiovaskular pada pasien DMT2.
PERANCANGAN KOORDINASI SKEMA PROTEKSI RELAI ARUS LEBIH BERARAH DALAM SISTEM TENAGA 20 KV LOOPING
Gangguan hubung singkat pada sistem tenaga listrik menimbulkan arus lebih yang dapat melebihi kuat hantar arus saluran maupun peralatan. Kondisi ini berpotensi merusak peralatan, mengganggu kontinuitas penyaluran daya, dan menurunkan keandalan sistem. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem proteksi yang andal, selektif, dan bekerja cepat dalam mendeteksi serta mengisolasi bagian sistem yang terganggu. Relai arus lebih berarah merupakan salah satu perangkat proteksi yang banyak digunakan karena mampu membedakan arah aliran arus gangguan, sehingga lebih selektif dibanding relai arus lebih konvensional. Namun, penerapan relai ini pada jaringan distribusi dengan topologi loop menimbulkan tantangan tersendiri, sebab arah kontribusi arus lebih dapat berubah sesuai dengan konfigurasi operasi maupun lokasi gangguan. Laporan ini membahas perancangan skema koordinasi proteksi berbasis relai arus lebih berarah pada jaringan distribusi 20 kV Dukong–Pilang di Belitung dengan topologi loop. Terdapat tiga alternatif solusi koordinasi proteksi yang diajukan, yaitu Single Setting, Group Settings, dan Dynamic Setting. Evaluasi kinerja dilakukan berdasarkan selektivitas kerja dan kecepatan waktu operasi dengan target maksimal 1 detik pada berbagai skenario operasi dan gangguan. Hasil analisis menunjukkan bahwa alternatif solusi kedua (Group Settings) memberikan kinerja yang paling optimal. Skema ini mampu mencapai selektivitas yang baik dan memenuhi kriteria waktu operasi, dengan tingkat kompleksitas implementasi yang masih dapat diterima dibanding alternatif solusi ketiga yang memerlukan sistem kontrol lebih lanjut. Oleh karena itu, skema Group Settings direkomendasikan sebagai solusi proteksi yang layak diterapkan pada jaringan distribusi 20 kV Dukong–Pilang di Belitung.
PENGEMBANGAN MODEL PENGUKURAN ECHO CHAMBER DENGAN ANALISIS SENTIMEN BERBASIS ASPEK BEBAS DOMAIN DAN KONSENSUS GROUP DECISION MAKING
Media sosial menjadi ruang penting bagi masyarakat Indonesia untuk berinteraksi dan membentuk opini, namun pola komunikasi di dalamnya kerap melahirkan echo chamber yang memperkuat polarisasi. Meskipun begitu, studi echo chamber di Indonesia masih terbatas pada analisis manual atau analisis jaringan tanpa mempertimbangkan sentimen konten. Penelitian ini mengembangkan model pengukuran echo chamber pada percakapan media sosial berbahasa Indonesia dengan Analisis Sentimen Berbasis Aspek (ASBA) bebas domain dan metrik konsensus dalam kerangka Group Decision Making (GDM). Rancangan mencakup lima tahap: praproses teks, ASBA bebas domain, pembentukan graf interaksi, deteksi komunitas, dan perhitungan konsensus GDM. Pada ASBA, berbagai pendekatan dievaluasi untuk menemukan model bebas domain terbaik. Hasil menunjukkan bahwa metode zero-shot LLM generatif dengan model Gemini-2.5-flash memberikan performa terbaik, dengan F1 makro 0,4178 pada dataset Pilkada DKI dan 0,4990 pada dataset Indo Vaccination, serta Penalized Brier Score lebih baik dibanding baseline. Pengujian model pengukuran echo chamber dilakukan pada tiga dataset percakapan X berbahasa Indonesia: Indo Vaccination, Budget Efficiency, dan Pilpres 2024. Hasil menunjukkan nilai Echo Chamber Ratio (ECR) yang konsisten dengan analisis pakar terdahulu mengenai echo chamber di Indonesia. Nilai ECR tersebut antara lain, 1,13 pada Indo Vaccination, 4,55 pada Budget Efficiency, dan 2,92 pada Pilpres 2024. Uji hipotesis dengan null atribut (pengacakan sentimen) dan null topologi (rewiring jaringan) memperkuat temuan ini. Nilai z-score antara 3,37–303,99 dan empirical p-value ? 0,01 menunjukkan hasil signifikan secara statistik dan jauh dari distribusi acak. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis ASBA dan konsensus GDM dapat memberikan ukuran ringkas melalui nilai ECR yang bermakna dan konsisten dengan analisis pakar. Pendekatan ini juga memungkinkan analisis kualitatif terhadap konsensus hingga tingkat komunitas.
PENGEMBANGAN MODEL MACHINE LEARNING UNTUK DETEKSI DAN KLASIFIKASI KENDARAAN PADA INFRASTRUKTUR BILLBOARD (STUDI KASUS: JALAN R.A KARTINI, CILANDAK, JAKARTA SELATAN)
PT Jakarta Infrastruktur Propertindo sebagai salah satu pelaku industri periklanan luar ruang di Jakarta sedang melakukan pengembangan sistem automated counting untuk mengganti sistem counting manual dalam perhitungan value dari billboard. Komponen utamanya berupa model machine learning yang siap pakai mayoritas dilatih menggunakan dataset internasional seperti COCO atau ImageNet memiliki performa kurang optimal pada kondisi lokal Jakarrta, terutama deteksi sepeda motor yang mendominasi 75% lalu lintas Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan model menggunakan dataset lokal berjumlah 2.100 citra dengan 7.758 instance kendaraan dari Jalan R.A Kartini, Jakarta Selatan, mencakup empat kelas kendaraan dengan variasi kondisi pencahayaan dan cuaca. Metodologi menggunakan pendekatan CRISP-DM dengan preprocessing, augmentasi data, fine-tuning model, dan evaluasi menggunakan metrik mAP, precision, recall, F1- score, dan counting accuracy. Hasil evaluasi untuk kemampuan deteksi menunjukkan model optimized mencapai mAP@0.5 sebesar 88,6% dengan peningkatan 63,8 poin, precision 92,1%, recall 94,9%, dengan peningkatan signifikan pada deteksi motor dari 3,5% menjadi 91,9%. Hasil evaluasi untuk kemampuan klasifikasi menunjukkan model optimized mencapai accuracy sebesar 98,8% dengan peningkatan 9,4 poin, precision, recall, dan F1-score secara keseluruhan mencapai 98,8%. Counting accuracy sistem dengan model optimized rata-rata diatas 80% dibandingkan 28,5% model pre-trained. Pengembangan model dengan dataset lokal terbukti meningkatkan performa deteksi dan klasifikasi kendaraan Indonesia, menghasilkan sistem automated counting billboard dengan akurasi tinggi yang mendukung transformasi digital industri periklanan luar ruang Jakarta.
DESAIN DAN IMPLEMENTASI SUBSISTEM VISUALISASI MENGGUNAKAN METODE TOMOGRAFI PADA ALAT MONITORING KONDISI INTERNAL BATANG POHON
Karya tulis ini berfokus pada pengembangan alat monitoring kondisi internal batang pohon bernama Terawang. Alat ini menggunakan metode Acoustic Tomography, yang memanfaatkan perbedaan kecepatan gelombang akustik dalam batang kayu untuk menghasilkan citra 2D. Kesehatan pohon berperan penting dalam mencegah dampak yang dapat ditimbulkan akibat pohon yang tumbang. Pada pemeliharaan pohon di lingkungan perkotaan, atau urban forestry, diperlukan konsultan yang dapat meninjau kondisi kesehatan pohon dengan tepat. Alat ini diperlukan karena dibutuhkannya suatu alat yang dapat mengetahui kondisi internal batang pohon berdasarkan distribusi densitasnya secara akurat tanpa merusak pohon (non-destruktif) Dari berbagai subsistem yang terdapat pada alat Terawang, tugas akhir ini berfokus pada subsistem penyimpanan data dan subsistem visualisasi. Subsistem penyimpanan data bertugas untuk menyimpan semua data pengukuran dan informasi terkait pohon, sedangkan subsistem visualisasi berfungsi untuk merekonstruksi dan menampilkan kondisi internal batang pohon berdasarkan hasil pengukuran. Data yang diolah dalam subsistem visualisasi berupa cepat rambat gelombang akustik yang diukur oleh sensor yang dipasang mengelilingi batang pohon. Adapun proses yang terjadi dalam subsistem visualisasi meliputi inisialisasi, kompensasi kecepatan, dan interpolasi. Pelaksanaan tugas akhir ini melibatkan proses perancangan dan implementasi berdasarkan spesifikasi teknis yang telah ditentukan. Dalam pengujian, alat menunjukkan performa yang baik dalam mendeteksi rongga dan pelapukan pada batang pohon. Namun, terdapat keterbatasan, yaitu pengukuran hanya dapat efektif dilakukan pada batang yang memiliki bentuk mendekati lingkaran sempurna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini mampu memetakan kondisi pelapukan pada batang pohon berdasarkan distribusi densitas dengan akurasi yang cukup baik. Hasil visualisasi ini dapat memudahkan konsultan pohon dalam melakukan diagnosa kesehatan batang pohon berdasarkan tingkat pelapukan yang terdeteksi. Secara keseluruhan, alat Terawang yang dikembangkan ini diharapkan dapat ii memberikan kontribusi dalam pemantauan kesehatan pohon, terutama dalam konteks urban forestry, dengan metode yang lebih efektif dan non-destruktif.
STUDI AWAL DAUR ULANG TEKSTIL BERBAHAN POLIESTER DENGAN MENGGUNAKAN MELT SPINNING
Saat ini limbah tekstil yang terus menumpuk seiring peningkatan keperluan tekstil terus menjadi permasalahan yang serius. Hal ini dikarenakan sebagian besar limbah tekstil yang terbuat dari serat sintetis, seperti poliester tidak mampu terdegradasi dengan sendirinya. Oleh karena itu perlu dilakukan proses daur ulang. Namun pemilahan untuk proses daur ulang untuk tekstil poliester susah dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan proses yang mampu memilahkan limbah tekstil agar mampu mendapatkan tekstil poliester dan mendaur ulang tekstil yang didapatkan. Proses pemilahan untuk limbah tekstil dapat dilakukan dengan uji bakar dan uji larut, memperhatikan residu yang tertinggal pada tekstil selama pengujian untuk memastikan jenis serat pada tekstil. Setelah pemilahan dilakukan proses pelunturan warna.Dikarenakan terdapat kemungkinan pewarna mampu menurunkan derajat polimerisasi. Pelunturan dilakukan dengan menggunakan reduktor dan alkali. Limbah tekstil poliester dengan warna yang telah dilunturkan kemudian didaur ulang menggunakan metode pemintalan lelehan (melt spinning) dengan parameter diameter nozzle 1,5 mm, 1,8 mm, dan 3 mm, serta kecepatan puller 100 RPM dan 150 RPM. Kedua parameter tersebut digunakan untuk menentukan pengaruh terhadap sifat mekanik kekuatan tarik, persentase elongasi, dan bentuk fisik filamen yaitu diameter filamen pada hasil daur ulang. Melalui karakterisasi FTIR, SEM, dan uji tarik, filamen yang dihasilkan merupakan filamen poliester dengan kekuatan tarik yang telah menurun lebih dari 90%, sekitar 70 MPa, dan elongasi yang mampu meningkat hingga 10 kali lipat, sekitar 200% elongasi. Selain itu, diameter filamen yang didapat pada pada penelitian ini sebesar 0,04 mm, yang mana diameter tersebut 50% dari diameter filamen komersial. Penelitian ini dapat memberikan wawasan awal terhadap proses daur ulang tekstil poliester.
IMPLEMENTASI SISTEM TIMBANGAN CERDAS BERBASIS INTERNET OF THINGS DENGAN PENDEKATAN DESENTRALISASI UNTUK MENGURANGI LATENSI
Proses manual dalam rantai pasok jeruk di tingkat lapak yang mencakup sortir, timbang, dan catat, terbukti tidak efisien, memakan waktu, dan rentan terhadap kesalahan. Meskipun solusi berbasis Internet of Things (IoT) dapat mengatasi masalah ini, arsitektur terpusat konvensional berbasis cloud justru menimbulkan masalah baru berupa latensi tinggi yang menghambat alur kerja real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sebuah purwarupa sistem timbangan cerdas berbasis IoT dengan pendekatan desentralisasi (edge computing) untuk meminimalkan latensi dan meningkatkan efisiensi operasional. Metode yang digunakan adalah V-Model yang diwujudkan dalam bentuk perangkat keras dengan arsitektur edge dengan konfigurasi protokol MQTT dan BLE yang mampu mengintegrasikan fungsi timbang dan analisis kualitas citra secara simultan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa purwarupa dengan arsitektur edge computing dengan konfigurasi protokol yang diimplementasikan terbukti mampu mengukur berat dengan akurasi rata-rata sebesar 98,20%, memberikan response di bawah 20 detik yaitu dengan rata-rata latensi 18,05 detik, serta meningkatkan efisiensi waktu kerja operasional secara keseluruhan sebesar 58,32% dibandingkan dengan metode manual. Pengujian Penerimaan Pengguna (UAT) yang melibatkan 30 partisipan juga menunjukkan penerimaan yang sangat positif, dengan skor rata-rata untuk kemudahan penggunaan (5,0/5,0), kejelasan antarmuka (4,87/5,0) dan persepsi kinerja (4,95/5,0). Kesimpulannya, implementasi sistem timbangan cerdas dengan arsitektur desentralisasi terbukti merupakan solusi yang valid dan efektif untuk menjawab permasalahan akurasi, presisi, latensi, dan inefisiensi di lapak. Sistem ini tidak hanya unggulsecara teknis dalam hal performa, tetapi juga fungsional dan dapat diterima dengan baik oleh pengguna akhir, serta berpotensi besar untuk modernisasi rantai pasok agribisnis.
KARAKTERISASI DAN ISOLASI KLASTER GEN BIOSINTETIK LIKOPEN PADA BAKTERI PLANOCOCCUS PLAKORTIDIS DARI SELAT MAKASSAR
Likopen merupakan metabolit sekunder tetraterpena, kelompok pigmen karotenoid dengan sifat antioksidan yang kuat, anti kanker, anti inflamasi, dan anti-aging. Pemanfaatan likopen di berbagai sektor membuat permintaan di pasaran terus meningkat setiap tahunnya, sehingga dibutuhkan metode alternatif baru dalam produksi likopen. Biosintesis likopen dibantu oleh beberapa enzim, yaitu geranylgeranyl pyrophosphate (GGPP) synthase (crtE), phytoene synthase (crtB) dan phytoene desaturase (crtI) yang ditranskripsikan oleh klaster gen crt. Dari hasil studi sebelumnya yang dilakukan tim Marine Genome ITB telah diidentifikasi bahwa Planococcus plakortidis merupakan bakteri halofilik yang diisolasi dari perairan Selat Makassar dan diprediksi memiliki klaster gen biosintetik likopen di dalam genomnya. Namun informasi terkait klaster gen biosintetik likopen pada P. plakortidis belum banyak diketahui sehingga perlu dilakukan penelitian terkait karakterisasi klaster gen tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi klaster gen biosintetik likopen pada P. plakortidis dari Selat Makassar hasil whole genome sequencing oleh Tim Marine Genome ITB. Diketahui terdapat klaster gen biosintetik karotenoid dengan tingkat similarity confidence medium yang terdiri atas phytoene/squalene synthase family (crtM) dan phytoene desaturase family (crtI_1, crtI_2). Dilakukan prediksi jalur biosintesis karotenoid menggunakan KEGG Mapper dan dikonfirmasi keberadaan likopen menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Dikonfirmasi gen crt dengan isolasi gen menggunakan primer spesifik yang telah didesain sebelumnya, kemudian disekuensing. Selanjutnya dilakukan prediksi dan visualisasi klaster gen crt menggunakan FGENESB, BPROM, dan FindTerm, serta komparasi klaster gen crt P. plakortidis dengan bakteri lainnya. Dikarakterisasi sekuens protein gen crt secara in silico dengan mencari persentase kemiripan dan identitas menggunakan SIAS, identifikasi motif dan domain menggunakan MEME-Suites dan CD-Search, serta konstruksi pohon filogenetik mengggunakan MEGA11. Terakhir, dilakukan kloning untuk tiap gen crt. Didapatkan hasil prediksi yang menunjukan keberadaan jalur biosintesis karotenoid baik C30 maupun C40. Hasil HPLC menunjukan keberadaan likopen pada panjang gelombang 475 nm dengan waktu retensi 20.933 menit. Gen crtM, crtI_1, dan crtI_2 berhasil diisolasi dari P. plakortidis dengan ukuran masing-masing 831 bp, 1452 bp, dan 1506 bp. Ketiga gen berhasil disekuensing dengan hasil BLASTn menunjukan spesies Planococcus plakortidis strain DSM 2337. Hasil prediksi dan visualisasi klaster gen crt menunjukan adanya 2 operon dengan struktur klaster gen mirip dengan filum Bacillota. Hasil karakterisasi sekuens protein menunjukkan adanya kekerabatan evolusioner antara crtM dengan crtB, serta crtI_1 dan crtI_2 dengan crtN yang terlihat pada motif dan domain yang terkonservasi. Teridentifikasi motif squalene/phytoene synthase family kelompok domain ERG9 (cl43455 superfamily) pada crtM, serta motif FAD/NAD(P)-binding domain superfamily kelompok domain COG1233 (cl34198 superfamily) pada crtI_1 dan crtI_2. Gen crtM berhasil diligasi ke dalam plasmid pGEM-T dan ditransformasikan ke dalam E. coli DH5?, lalu dikonfirmasi keberadaan plasmid terinsersi tersebut dengan PCR koloni. Berdasarkan hasil penelitian ini , P. plakortidis terkonfirmasi memiliki klaster gen biosintetik likopen (crt) sehingga berpotensi digunakan sebagai alternatif produksi likopen secara sintetik. Tetapi dibutuhkan analisis kuantitatif lebih lanjut terkait efisiensi produksi serta penelitian lanjutan terkait produksi likopen secara sintetik menggunakan klaster gen crt dari P. plakortidis.
NILAI YANG DIRASAKAN DAN NIAT BELI TERHADAP BIO- GASOLIN (STUDI KASUS PERTAMAX GREEN 95): STUDI TENTANG KONSUMEN BAHAN BAKAR NON-SUBSIDI DI INDONESIA
Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi niat pembelian konsumen terhadap Pertamax Green 95, bio-bensin E5 pertama di Indonesia, untuk mengatasi tantangan bisnis kritis berupa pertumbuhan penjualan yang stagnan di pasar utama Jawa Barat. Masalah inti studi ini adalah mengurai pertukaran nilai yang dirasakan konsumen antara manfaat produk dan pengorbanan yang harus dilakukan. Tujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan dan memvalidasi secara empiris model yang menjelaskan niat pembelian dengan menentukan pentingnya komponen nilai kunci. Tujuan sekundernya adalah menguji apakah persepsi kunci berbeda secara signifikan antar segmen demografis untuk membenarkan strategi pemasaran yang ditargetkan. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif, dengan survei online terstruktur yang diberikan kepada sampel 412 responden valid yang tidak menggunakan Pertamax Green 95, yang berlokasi di pasar sasaran DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan pendekatan dua metode. Pertama, Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) digunakan untuk menguji kerangka konseptual utama dan lima hipotesisnya. Kedua, Analisis Varian (ANOVA) dilakukan untuk menguji perbedaan signifikan dalam persepsi kunci di antara segmen demografis yang berbeda, khususnya tingkat pendapatan dan jenis kendaraan. Analisis PLS-SEM memberikan dukungan yang kuat untuk kerangka konseptual. Model tersebut menjelaskan 59,1% varians dalam niat pembelian konsumen (R² = 0,591) dan mengonfirmasi bahwa kelima hipotesis tersebut secara statistik signifikan. Temuan ini menetapkan hierarki pengaruh yang jelas, dengan hambatan utama berupa Sensitivitas Harga (? = -0.354) dan Persepsi Risiko (? = -0.289). Penggerak positif terkuat adalah Kinerja yang Dirasakan (? = +0.258), sementara Kesadaran Lingkungan (? = +0.157) merupakan prediktor terlemah. ANOVA selanjutnya memberikan bukti empiris untuk segmentasi pasar, menunjukkan bahwa pemilik mobil secara signifikan lebih menghindari risiko dan berorientasi pada kinerja, sementara konsumen berpenghasilan rendah secara signifikan lebih sensitif terhadap harga. Kontribusi penelitian ini sangat signifikan, menyediakan model perilaku konsumen terhadap bio-gasoline yang pertama kali diverifikasi secara empiris dalam konteks unik pasar bahan bakar premium Indonesia. Penelitian ini mengukur dominasi pertimbangan pragmatis (biaya, risiko) atas lingkungan, memberikan landasan berbasis data untuk strategi pemasaran. Selain itu, penelitian ini secara statistik memvalidasi keberadaan arketipe konsumen yang berbeda—“Affluent but Cautious” dan “Mass-Market Pragmatist”—menawarkan dasar yang kokoh untuk pendekatan yang ditargetkan dan tersegmentasi. Temuan ini memberikan kerangka kerja yang dapat diterapkan bagi PT Pertamina Patra Niaga untuk meningkatkan nilai yang dirasakan produk dengan terlebih dahulu menetralkan hambatan utama biaya dan risiko sebelum memanfaatkan manfaat kinerja dan lingkungan.