📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenANALISIS PERGERAKAN HARGA BITCOIN MENGGUNAKAN EMPIRICAL MODE DECOMPOSITION DAN SUPPORT VECTOR REGRESSION
Penelitian ini membahas analisis dan prediksi harga Bitcoin dengan menggabungkan metode Empirical Mode Decomposition (EMD) dan Support Vector Regression (SVR) beserta akurasi, spesifikasi dan sensitivitas dari model analisis dan prediksi yang dibuat. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat simulasi analisis dengan bantuan perangkat lunak MATLAB. Proses penelitian diawali dengan mengekstraksi data historis closing price Bitcoin dari Januari 2019 hingga Agustus 2025. Selanjutnya dilakukan dekomposisi sinyal dengan menggunakan EMD dan dilanjutkan prediksi dengan prediksi menggunakan SVR yang nantinya dievaluasi akurasi, sensitivitas dan spesifikasi. Proses pemodelan dilakukan untuk memprediksi nilai Bitcoin dalam periode 4 bulan ke depan. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik metode EMD maupun SVR memperlihatkan kecenderungan hasil yang sesuai dengan tren dari data sebenernya. Model prediksi yang dihasilkan memiliki tingkat akurasi sebesar 96,04%, sensitivitas 95,47%, dan spesifisitas 96,6%. Temuan ini membuktikan bahwa kombinasi EMD dan SVR efektif digunakan untuk memproyeksikan pergerakan harga Bitcoin dalam jangka waktu empat bulan ke depan, sehingga dapat menjadi acuan bagi pengambilan keputusan investasi maupun analisis pasar kripto.
ANALYSIS OF CURING CONDITIONS, RESIN-TO-HARDENER RATIO, AND DEGASSING DURATION ON GLASS TRANSITION TEMPERATURE AND SHAPE MEMORY EFFECT OF SHAPE MEMORY POLYMERS
Polimer Pengingat Bentuk (Shape Memory Polymers/SMP) adalah material yang dapat kembali ke bentuk asal setelah terdeformasi akibat stimulus eksternal, sehingga berpotensi untuk struktur aeronautika ringan yang dapat dilipat. Pada SMP dengan stimulus panas, pemrograman di atas suhu transisi gelas (Tg), lalu dideformasi dan difiksasi dalam bentuk sementara saat pendinginan. Pemanasan ulang di atas Tg memicu fase pemulihan agar bentuk awal dapat direstorasi. SMP berbasis poliuretan (MP5510 oleh SMP Technologies) diproduksi dalam glovebox kelembapan rendah dengan degassing pasca-pencampuran. Tg ditentukan dengan DMA, rasio fiksasi dan pemulihan melalui uji pembengkokan, dan kandungan void melalui metode pengukuran densitas. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh rasio resin terhadap pengeras, durasi degassing, dan kondisi curing terhadap sifat termal dan memori bentuk SMP, sekaligus pengaruh degassing terhadap kandungan void. Hasil menunjukkan peningkatan persentase pengeras melebihi rasio manufakturer menurunkan Tg, sedangkan perpanjangan degassing meningkatkan Tg. Curing pada 70 °C selama 4 jam memberi Tg lebih rendah dibanding curing di suhu ruang selama 24 jam. Kombinasi rasio resin terhadap pengeras 1:2 dengan degassing 90 detik serta curing di suhu ruang selama 24 jam menghasilkan rasio fiksasi bentuk (99,53%) dan pemulihan tertinggi (99,68%). Durasi degassing berbanding lurus dengan pembentukan void (0,919% pada 90 detik, 29,866% pada 5 menit).
KARAKTERISASI AKUIFER AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE HIDROGEOLOGI DAN HIDROGEOFISIKA DI DAERAH TUMPANGKRASAK, KUDUS, JAWA TENGAH
Akuifer merupakan lapisan batuan sedimen yang mampu menyimpan dan mengalirkan air tanah. Di Indonesia, sekitar 46% kebutuhan air berasal dari air tanah, tetapi pasokan air saat musim kemarau sering kali tidak terpenuhi, terutama di Pulau Jawa yang berpotensi kekeringan lebih dari 75%. Kabupaten Kudus termasuk wilayah rawan, dengan cakupan akses air minum aman hanya 23,97%. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan eksplorasi potensi akuifer dan penilaian kualitas air di daerah Tumpangkrasak, Kudus, Jawa Tengah. Daerah penelitian didominasi endapan aluvium berumur Holosen dengan geomorfologi satuan dataran aluvial di selatan Gunung Muria. Penelitian ini mengkombinasikan metode hidrogeologi dan hidrogeofisika: dua lintasan geolistrik diinterpretasikan dan divalidasi dengan sampel pengeboran sumur bor eksplorasi TK-1; Kemudian arah aliran air tanah dipetakan dengan interpolasi inverse distance weighting (IDW); IDW juga diterapkan untuk membuat peta pH dan Total Dissolved Solids (TDS) dari 37 titik sumur gali. Analisis laboratorium pada air sumur bor TK-1 berdasarkan Permenkes No. 2 Tahun 2023. Hasil menunjukkan sistem akuifer dengan aliran air tanah dari barat laut ke tenggara. Sistem tersusun atas tiga bagian: (1) Akuifer dangkal umumnya di kedalaman (0,00-30,00 m) dengan tipe akuifer pasir bebas dan semi tertekan; (2) Akuiklud lempung di kedalaman (30,00-70,00 m); dan (3) Akuifer dalam pasir tertekan tercatat pada kedalaman lebih dari 70,00 m. Beberapa kualitas air sumur tidak memenuhi ambang batas: (TDS) pada titik S-08, S-09, dan S-34 berkisar 332–413 mg/L; selisih suhu udara dan suhu air di titik S-04, S-07, S-09, S-10, S-11, S-12, S-15, dan S-16 berkisar 3,20–6,40 °C; nilai pH di titik S-04, S-23, S-24, dan S-26 tercatat rentang 6,10–6,49; dan tiga sumur berbau. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas antropogenik. Sedangkan, sumur bor TK-1 menunjukkan koliform positif dan TDS sebesar 336,50 mg/L. Hasil studi ini sebagai rekomendasi dalam mengeksploitasi air yang aman.
ANALISIS PENGARUH VARIASI PEMASANGAN SPEAKER TERHADAP KUALITAS AKUSTIK DI DALAM MASJID
Akustik pada masjid terdiri dari akustik ruang masjid dan sistem tata suara masjid. Akustik ruang berkaitan dengan geometri, material permukaan, waktu dengung, dan fenomena akustik yang terjadi di dalamnya. Sistem tata suara berkaitan dengan pengaturan/konfigurasi pengeras suara. Pengaturan pengeras suara dapat ditinjau dari tata letak, ketinggian, tipe, sudut, dan jumlah. Kualitas akustik pada masjid sangat penting untuk kelangsungan proses ibadah di dalamnya terutama kejelasan suara ucap dan kemerataan suara. Maka dari itu, kemerataan suara dan kejelasan suara ucap menjadi luaran utama yang ditinjau dalam penelitian ini. Penelitian ini berbasis simulasi dengan konsep penelusuran sinar/gelombang suara. Simulasi dibagi ke dalam dua bagian yaitu kondisi masjid tanpa sistem tata suara dan dengan sistem tata suara. Kualitas akustik masjid ditinjau dari nilai waktu dengung, kemerataan suara, dan kejelasan suara ucap. Simulasi tanpa sistem tata suara dilakukan dengan mengubah-ubah material lantai baik dalam kondisi masjid kosong maupun penuh. Simulasi dengan sistem tata suara dilakukan dengan pengaturan pengeras suara pada masjid kondisi penuh. Setiap parameter pengaturan pengeras suara divariasikan dengan dua kondisi. Pengaturan pengeras suara dilakukan sebanyak 32 kali sesuai jumlah kombinasi variasi parameter. Ruang masjid besar tidak akan memiliki waktu dengung sesuai standar jika tidak menggunakan material penyerap suara. Waktu dengung pada masjid kondisi kosong dengan variasi material lantai yaitu 2,3-13,6 detik. Waktu dengung pada masjid kondisi penuh yaitu 0,8 detik. Pada analisis tanpa interaksi antarparameter, parameter yang berpengaruh signifikan terhadap kejelasan suara ucap yaitu tata letak dan tipe pengeras suara. Tata letak melingkar lebih baik dari tata letak kolom dengan nilai kejelasan suara ucap minimal rata-rata lebih tinggi 0,005. Tipe kolom lebih baik dari tipe biasa dengan nilai kejelasan suara ucap minimal rata-rata lebih tinggi 0,004. Parameter yang berpengaruh signifikan terhadap kemerataan suara yaitu ketinggian, tipe, dan jumlah pengeras suara. Ketinggian 5 meter lebih baik dari 3 meter dengan nilai kemerataan suara rata-rata lebih rendah 1,1 dB. Tipe kolom lebih baik dari tipe biasa dengan nilai kemerataan suara rata-rata lebih rendah 1,21 dB. Jumlah 18 lebih baik dari 6 dengan nilai kemerataan suara rata-rata lebih rendah 1,13 dB. Pada analisis dengan interaksi antarparameter, parameter yang paling berpengaruh dan berdampak pada nilai kejelasan suara ucap minimal adalah tata letak (nilai estimasi 0,00475 dan nilai p < 0,001). Urutan besar dampak parameter pada nilai kejelasan suara ucap mimimal adalah tata letak, tipe, ketinggian, jumlah, dan sudut. Parameter yang paling berpengaruh dan berdampak pada nilai kemerataan suara adalah tipe (nilai estimasi 1,205 dan nilai p < 0,001). Urutan besar dampak parameter pada nilai kemerataan suara adalah tipe, jumlah, ketinggian, sudut, dan tata letak.
MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN MELALUI PERDAGANGAN DAN GLOBALISASI: STUDI DATA PANEL DENGAN IMPLIKASI STRATEGIS BAGI RANTAI PASOK PERTANIAN INDONESIA
Walaupun memiliki sektor pertanian yang cukup besar, Indonesia masih terus-menerus menghadapi tantangan dalam mencapai swasembada pangan. Ketergantungan terhadap impor beras mencerminkan kerentanan yang lebih luas dalam sistem ketahanan pangan nasional, sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas komoditas pangan penting lainnya. Dalam konteks globalisasi, kerentanan ini semakin diperparah oleh meningkatnya keterkaitan antar negara dalam rantai pasok internasional. Penelitian ini mengeksplorasi dampak globalisasi terhadap ketahanan pangan dengan menganalisis data panel dari sejumlah negara yang dipilih berdasarkan tingkat globalisasi mereka, menurut KOF Globalization Index. Analisis difokuskan pada dua indikator utama ketahanan pangan: Kecukupan Energi Pangan (ADESA) dan rata-rata ketersediaan protein. Indonesia menjadi titik acuan utama di antara negara-negara dalam dataset ini. Dengan menggunakan pendekatan teori ketergantungan sumber daya (Resource Dependence Theory/RDT), penelitian ini menyoroti bagaimana ketergantungan terhadap sumber pangan eksternal dapat meningkatkan risiko sistemik jika tidak diimbangi dengan strategi ketahanan domestik. RDT menekankan pentingnya menyeimbangkan integrasi eksternal dengan pengembangan pertanian nasional dan penguatan kelembagaan. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan wawasan empiris mengenai dinamika struktural antara globalisasi dan ketahanan pangan. Bagi Indonesia, temuan ini dapat menjadi dasar kebijakan strategis untuk meningkatkan keberlanjutan sektor pertanian, diversifikasi sumber pangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap pasar pangan global.
PERAMALAN HARGA KARET (TSR20) MENGGUNAKAN LSTM DENGAN KOREKSI EROR SVR DAN OPTIMASI HYPERPARAMETER
Harga karet TSR20 memiliki volatilitas tinggi dan dinamika yang dipengaruhi faktor pasar global, sehingga menyulitkan pengambilan keputusan taktis seperti perencanaan inventori dan penetapan kontrak jangka pendek. Penelitian ini mengusulkan kerangka peramalan hibrida satu bulan ke depan yang menggabungkan Long Short-Term Memory (LSTM) sebagai peramal utama dengan Support Vector Regression (SVR) untuk koreksi residual. Akurasi dipacu melalui optimasi hyperparameter menggunakan dua metaheuristik—Particle Swarm Optimization (PSO) dan Simulated Annealing (SA). Alur kerja mencakup: praproses data harga mingguan TSR20, pembentukan sekuens input LSTM untuk menangkap struktur temporal (tren, musiman, autokorelasi), pelatihan LSTM baseline, perhitungan residual (selisih antara realisasi dan prediksi LSTM), rekayasa fitur teknikal untuk memodelkan struktur residual, pelatihan SVR pada residual, serta integrasi koreksi sehingga prediksi akhir merupakan penjumlahan keluaran LSTM dan estimasi residual SVR. Evaluasi dilakukan secara berurutan (train–validation–test) dengan metrik RMSE, MAE, MAPE, dan R2, serta perbandingan antar-varian (baseline vs. hibrida dan PSO vs. SA). Hasil eksperimen menunjukkan bahwa pendekatan hibrida konsisten meningkatkan kinerja dibanding LSTM baseline (RMSE 12,58; MAE 10,32; MAPE 5,77; R2 0,44 pada data uji). Optimasi hyperparameter berperan penting: varian berbasis PSO menurunkan galat uji hingga kisaran RMSE ±8,6–9,0 dan MAE ±6,7–7,0, sedangkan SA berada di kisaran RMSE ±10,7–10,8 dan MAE ±8,58–8,69. Peningkatan ini terutama datang dari kemampuan SVR memanfaatkan pola residual yang masih terstruktur (mis. sisa autokorelasi dan pergeseran waktu singkat) sehingga memperbaiki ketepatan timing dan amplitudo pada horizon satu bulan. Analisis sensitivitas mengindikasikan bahwa kombinasi unit LSTM, laju belajar, ukuran batch, epoch, dropout, serta parameter SVR (C, ?, dan kernel) yang ditata melalui PSO cenderung menghasilkan trade-off bias–varians yang lebih stabil daripada SA pada dataset ini.
PEMODELAN GEOMEKANIKA SATU DIMENSI UNTUK EVALUASI KESTABILAN LUBANG BOR DAN PENENTUAN LOKASI INJEKSI CCS DI LAPANGAN OJ, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN
Lapangan OJ merupakan lapangan penghasil hidrokarbon produktif yang terletak pada Sub-Cekungan Jambi, Cekungan Sumatra Selatan. Lapangan ini sudah berproduksi cukup lama dan mulai menuju tahap deplesi pada reservoarnya, sehingga injeksi CO2 Capture and Storage (CCS) merupakan langkah yang baik agar lapangan tetap ekonomis sekaligus mengurangi emisi karbondioksida dalam upaya menuju Net Zero Emission (NZE). Cekungan Sumatra Selatan memiliki rezim tektonik yang kompleks dan memiliki zona overpressure, oleh karena itu analisis geomekanika diperlukan untuk mengetahui kondisi tegasan in situ, menganalisis rezim tegasan, mengevaluasi strategi pengeboran, dan menentukan rekomendasi area injeksi CCS yang aman dari reaktivasi sesar di Lapangan OJ. Penelitian ini dilakukan pada sumur T-4. T-3, dan T-2 menggunakan data log talikawat, laporan pemboran, log gambar (FMI), beberapa data seismik, dan peta kedalaman struktur interval reservoar. Data log talikawat diolah menjadi model geomekanika satu dimensi yang kemudian dianalisis dan diintegrasi pada persebaran sesar di Lapangan OJ menjadi hipotesis kestabilan sesar. Hasil dari pemodelan geomekanika satu dimensi menunjukkan bahwa Lapangan OJ memiliki arah tegasan horizontal maksimum sebesar N50oE dengan dua tren tegasan utama, yaitu saat kondisi tekanan hidrostatik dan kondisi overpressure. Pada kondisi hidrostatik, gradien geomekanika memiliki profil tekanan pori 0.44 psi/ft, tegasan vertikal sebesar 0.91 psi/ft, tegasan horizontal minimum sebesar 0.86 psi/ft, tegasan horizontal maksimum sebesar 1.45 psi/ft. Pada kondisi overpressure, gradien geomekanika memiliki profil tekanan pori sebesar 0.478 psi/ft, tegasan vertikal sebesar 0.915 psi/ft, tegasan horizontal minimum sebesar 0.881 psi/ft, dan tegasan horizontal maksimum sebesar 1.49 psi/ft. Lapangan OJ berada pada rezim sesar geser yang kritis terhadap sesar naik (SHmax > SV ? Shmin) dan rezim sesar geser (SHmax > SV > Shmin). Berat lumpur yang dipakai pada sumur T-3 dan T-2 sudah aman, namun pada sumur T-4 seharusnya tetap di 9,9 ppg dari kedalaman 5082 ft. - 10521 ft. MD. Hasil analisis hipotesis kestabilan sesar didapatkan bahwa rekomendasi area injeksi CCS terletak pada bagian barat Lapangan OJ.
PERANCANGAN ANTARMUKA PENGGUNA CHATBOT ALMA AI MENGGUNAKAN METODE USER CENTERED DESIGN DI GOBIG SPORT
GoBIG Sport adalah sebuah toko ritel yang menyediakan beragam peralatan olahraga. Seiring dengan berkembangnya toko, kebutuhan akan akses yang cepat dan tepat terhadap informasi produk beserta kebijakan toko semakin meningkat. Namun, GoBIG Sport masih belum memiliki sistem digital yang fleksibel dan bisa mendukung akses tersebut secara cepat. Untuk mengatasi masalah ini, GoBIG Sport berencana untuk mengembangkan sebuah chatbot yang dapat digunakan oleh para pegawai dan pemilik untuk mendapatkan akses terhadap informasi secara cepat dan tepat. Penelitian ini akan berfokus pada perancangan desain antarmuka pengguna untuk chatbot bernama Alma AI, yang akan dirancang untuk dan berpusat pada penggunanya, yaitu pemilik dan pegawai GoBIG Sport. Pendekatan perancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah User Centered Design (UCD), sebuah metode yang menekankan pada keterlibatan aktif pengguna selama proses perancangan berlangsung. Pendekatan ini memastikan hasil produk akhir dapat memenuhi kebutuhan pengguna dalam hal fungsionalitas, usability, dan kepuasan pengguna. Beberapa tahap dilalui untuk melakukan penelitian ini, meliputi memahami pengguna, memahami konteks penggunaan sistem yang ingin dirancang, membuat spesifikasi kebutuhan, merancang prototipe desain, hingga melakukan evaluasi terhadap hasil rancangan. Beberapa tools yang digunakan adalah user persona, user journey map, user story, user flow, information architecture, wireframe, dan high-fidelity prototype digunakan untuk menghasilkan desain yang memenuhi kebutuhan pengguna. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah prototipe high-fidelity dari antarmuka pengguna Alma AI chatbot yang dibuat khusus untuk pemilik dan pegawai GoBIG Sport dengan 20 kebutuhan pengguna dan tiga alur pengguna. Pengujian usability dilakukan untuk mengukur efektivitas dengan menghitung persentase keberhasilan pengerjaan tugas, efisiensi dengan mengukur durasi pengerjaan tiap tugas, dan kepuasan pengguna dengan menghitung skor SUS. Hasil dari pengujian ini adalah 100% keberhasilan tugas, data durasi pengerjaan tiap tugas, dan skor SUS senilai 83. Meskipun begitu, dilakukan tujuh perbaikan desain berdasarkan pengujian menggunakan Retrospective Think Aloud (RTA). Implementasi dari UCD pada penelitian ini membuktikan bahwa metode UCD efektif untuk menciptakan antarmuka pengguna yang intuitif serta ramah pengguna.
SIMULASI DINAMIKA DAN PENGENDALIAN SISTEM REGENERASI PADA FIX BED REACTOR DENGAN KONTROL PREDIKTIF BERBASIS MODEL
Regenerasi katalis pada reaktor fixed bed diperlukan untuk menghilangkan kokas yang menutupi katalis sehingga menurunkan efisiensi reaksi hingga lebih dari 30%. Proses ini harus dikendalikan secara tepat agar suhu reaktor tetap berada dalam batas aman untuk mencegah kenaikan suhu tak terkendali akibat reaksi eksotermis sehingga menyebabkan degradasi pada katalis dan kerusakan pada struktur reaktor. Pengendalian manual atau Propotional Integral Derivative sering gagal karena keterbatasan dalam menangani sistem multivariable nonlinear. Langkah pertama dalam penelitian ini adalah membangun model matematis berbasis persamaan neraca massa dan energi untuk memprediksi dinamika suhu gas (????????), suhu padatan (????????), fraksi kokas (????????), dan konsentrasi oksigen (????????2) di setiap segmen reaktor. Model kemudian didiskretisasi secara waktu (?t = 0,05 s) dan ruang (N = 3 segmen), diikuti oleh proses identifikasi parameter dan validasi menggunakan data Thermogravimetric Analysis (TGA) dan Derivative Thermogravimetric (DTG), dengan hasil RMSE sebesar 5,16% untuk TGA dan 9.44% untuk DTG. Setelah diperoleh model yang akurat, pengendali Model Predictive Control (MPC) dirancang untuk mengoptimalkan performa proses melalui pengaturan variabel manipulasi seperti ????????????????????????, ????????2????????????????, dan ????????????????????. Hasil simulasi yang dijalankan dalam kondisi ideal menunjukan bahwa MPC mampu menjaga distribusi suhu agar tetap berada pada batasan aman pada berbagai nilai fraksi kokas meskpun memiliki waktu pembakaran yang lebih lama dari pegendalian manual. Secara kuantitatif, MPC mampu mempertahankan operasi dibawah suhu yang berpotensi yang menyebabkan degradasi katalis (<973°????) sekaligus berada pada rentang efektif suhu pembakaran kokas (800?920 °????) selama 57,13%. MPC juga berhasil menunda kenaikan suhu berlebih sehingga degradasi katalis terhindarkan, sementara proses pembersihan kokas tetap efektif, ditunjukan oleh waktu penyelesaian, hingga fraksi kokas dibawah 0,1% dalam total kisaran waktu 6-8 jam. Selain itu, konsumsi oksigen total diukur melalui integral aliran O? didapatkan sebesar 16,57 (satuan ternormalisasi) menunjukkan pemakaian oksigen yang efisien.
PENGEMBANGAN AKSELERATOR PERANGKAT KERAS CNN BERBASIS ARSITEKTUR STREAMING DAN RECONFIGURABLE
Convolutional Neural Network (CNN) merupakan salah satu algoritma utama dalam bidang Computer Vision yang terbukti mampu memberikan akurasi tinggi pada berbagai aplikasi seperti klasifikasi citra dan deteksi objek. Namun, implementasi CNN pada perangkat dengan sumber daya terbatas, seperti edge device atau sistem Internet of Things (IoT), sering terkendala oleh kebutuhan komputasi yang tinggi serta konsumsi daya yang besar. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan akselerator perangkat keras yang mampu menjalankan komputasi CNN secara lebih efisien. Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan implementasi akselerator CNN berbasis Field Programmable Gate Array (FPGA) dengan dua pendekatan, yaitu arsitektur streaming dan arsitektur reconfigurable. Arsitektur streaming dirancang untuk mempercepat aliran data secara berkesinambungan dengan latensi rendah, sementara arsitektur reconfigurable memberikan fleksibilitas dalam menyesuaikan konfigurasi layer CNN tanpa memerlukan sintesis ulang perangkat keras. Hasil pengujian menunjukkan bahwa akselerator berbasis streaming mampu mempercepat inference hingga 173 kali dibandingkan CPU, sedangkan akselerator reconfigurable mencapai percepatan hingga 101 kali dengan fleksibilitas konfigurasi model. Dari sisi pemanfaatan sumber daya FPGA, arsitektur streaming memaksimalkan penggunaan blok DSP hingga 205 dan 217 buah (93% dan 99%), sedangkan arsitektur reconfigurable menggunakan lebih sedikit DSP, yaitu 89 buah (40%), tapi memanfaatkan LUT dan BRAM lebih banyak, masing-masing meningkat 6% dan 20%. Dengan begitu, streaming memberikan inference yang lebih cepat 1,6 kali dibandingkan reconfigurable namun tidak memiliki fleksibelitas dan tidak dapat mengimplementasi model yang lebih kompleks. Sedangkan reconfigurable memiliki infrence yang lebih lambat namun mampu mengimplementasi dan mengubah model yang lebih kompleks tanpa perlu adanya sintesis ulang perangkat keras.
ANALISIS MORFOLOGI GADING SPESIES PROBOSCIDEA DARI PULAU JAWA DAN FLORES SERTA KAITANNYA DENGAN LINGKUNGAN PURBA
Penelitian ini bertujuan untuk membedakan morfologi antara gading Proboscidea yang banyak ditemukan di Indonesia, lebih tepatnya pada fosil gading yang ditemukan di Pulau Jawa dan Flores. Morfologi dari gading yang diamati dikaitkan dengan lingkungan purba serta kondisi geologinya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penelitian gading untuk kedepannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode biometrik dimana dilakukan pengukuran pada gading serta dengan mendeskripsikan fisik dari gading yang diamati. Hasil dari pengukuran akan dibandingkan antar spesies dan dibuat sebuah plot untuk melihat persebaran spesies dan menentukan parameter mana yang paling cocok dalam penentuan spesies dari gading yang diamati. Hasil dari penelitian ini berupa dua parameter yang paling cocok digunakan dalam identifikasi yaitu hubungan antara panjang gading dan sudut lengkungannya. Kondisi fisik dari gading juga dihubungkan dengan lingkungan purba dimana kondisi gading yang teramati dapat terlihat adaptasi serta kebiasaan pada suatu spesies.
ANALISIS MORFOLOGI GADING SPESIES PROBOSCIDEA DARI PULAU JAWA DAN FLORES SERTA KAITANNYA DENGAN LINGKUNGAN PURBA
Penelitian ini bertujuan untuk membedakan morfologi antara gading Proboscidea yang banyak ditemukan di Indonesia, lebih tepatnya pada fosil gading yang ditemukan di Pulau Jawa dan Flores. Morfologi dari gading yang diamati dikaitkan dengan lingkungan purba serta kondisi geologinya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penelitian gading untuk kedepannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode biometrik dimana dilakukan pengukuran pada gading serta dengan mendeskripsikan fisik dari gading yang diamati. Hasil dari pengukuran akan dibandingkan antar spesies dan dibuat sebuah plot untuk melihat persebaran spesies dan menentukan parameter mana yang paling cocok dalam penentuan spesies dari gading yang diamati. Hasil dari penelitian ini berupa dua parameter yang paling cocok digunakan dalam identifikasi yaitu hubungan antara panjang gading dan sudut lengkungannya. Kondisi fisik dari gading juga dihubungkan dengan lingkungan purba dimana kondisi gading yang teramati dapat terlihat adaptasi serta kebiasaan pada suatu spesies.
PERHITUNGAN GAYA DAN MOMEN PADA MASSA BOLAK BALIK YANG DIVALIDASI TIDAK LANGSUNG DENGAN PENGUKURAN GETARAN DAN REGANGAN
Pemantauan getaran pada mesin dengan massa bolak-balik dapat digunakan sebagai strategi perawatan prediktif. Namun, spektrum getaran yang dihasilkan belum banyak dipahami dibandingkan dengan spektrum getaran mesin rotasi. Hal tersebut karena penelitian terkait dengan perhitungan gaya dan momen teoretis pada mesin dengan massa bolak-balik masih jarang dilakukan. Oleh karena itu, tugas akhir ini bertujuan untuk menurunkan gaya dan momen pada sistem massa bolak-balik dan membandingkannya secara tidak langsung dengan hasil pengukuran getaran regangan. Mula-mula, dilakukan pengukuran dimensi sistem serta penurunan persamaan teoretis gaya dan momen torsi berdasarkan model dinamik. Selanjutnya, pada perangkat uji dipasang sensor proximity dan akselerometer untuk merekam getaran, serta strain gauge untuk merekam regangan yang terjadi. Data pengukuran kemudian diolah untuk menghitung perpindahan yang terjadi pada perangkat uji. Selain itu, model teoretis gaya dan momen torsi juga digunakan untuk memperoleh perpindahan teoretis. Perbandingan spektrum hasil pengukuran dengan perhitungan teoretis selanjutnya dilakukan untuk menilai kesesuaian frekuensi dan magnitudo komponen frekuensi yang muncul Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persamaan matematis yang diturunkan mengungkapkan bahwa gaya memiliki komponen frekuensi 1x, 2x, dan 3x RPM, sementara momen torsi hanya memiliki komponen frekuensi 1x dan 2x RPM. Secara kualitatif, persamaan teoretis mampu memprediksi frekuensi harmonik getaran dan regangan secara akurat. Namun, perbandingan kuantitatif hasil pengukuran dan teoretis menunjukkan bahwa persamaan teoretis belum mampu memprediksi magnitudo getaran dan regangan akibat gaya dan momen torsi secara akurat.
ESTIMASI SPASIAL KANDUNGAN SKANDIUM PADA ENDAPAN NIKEL LATERIT MENGGUNAKAN METODE COKRIGING BERBASIS KOVARIABEL BESI DI DAERAH MABA, HALMAHERA TIMUR, MALUKU UTARA
Wilayah Maba, Halmahera Timur, memiliki endapan nikel laterit dari hasil pelapukan batuan ultramafik yang berpotensi sebagai sumber mineral strategis, terutama unsur tanah jarang seperti skandium (Sc) yang terkonsentrasi pada zona limonit. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi kandungan skandium (Sc) pada zona limonit di wilayah tersebut dengan menggunakan metode cokriging berbasis kovariabel besi (Fe). Analisis dilakukan melalui eksplorasi statistik, penyusunan variogram dan variogram silang, serta validasi silang untuk menilai kelayakan model spasial. Penelitian ini mengolah data geokimia dari 22 titik bor untuk kadar besi (Fe) yang dianalisis menggunakan x-ray fluorescence (XRF) dan 11 titik bor untuk kadar skandium (Sc) dari analisis inductively coupled plasma – optical emission spectrometry (ICP-OES). Kadar Sc menunjukkan nilai rata-rata 48,85 ppm, sedangkan kadar Fe rata-rata mencapai 37,10%. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif yang kuat antara Sc dan Fe dengan koefisien korelasi Pearson (r) = 0,75, menegaskan kelayakan Fe untuk digunakan sebagai kovariabel. Model variogram terbaik dipilih berdasarkan nilai residual sum of squares (RSS) dan koefisien determinasi (R²), dengan model exponential memberikan hasil optimal untuk variogram Sc (RSS = 7788; R² = 0,59) dan cross-variogram Sc–Fe menunjukkan performa tinggi (RSS = 13,76; R² = 0,99). Peta hasil estimasi cokriging memperlihatkan sebaran kadar Sc yang dominan berada di bagian tengah dan timur laut area studi, sejalan dengan persebaran kadar Fe. Penelitian ini membuktikan bahwa metode cokriging dengan memanfaatkan Fe sebagai kovariabel merupakan pendekatan yang efektif untuk memetakan distribusi unsur minor seperti Sc, sehingga memberikan panduan penting bagi pengembangan eksplorasi mineral strategis berbasis unsur tanah jarang.
STUDI GEOLOGI DAN HIDROGEOLOGI DAERAH LIMBONG, KABUPATEN LUWU UTARA, PROVINSI SULAWESI SELATAN
Daerah Limbong memiliki distribusi mata air panas yang mengindikasikan adanya sistem geotermal dari bawah permukaan. Namun, informasi geologi dan hidrogeologi di daerah Limbong masih sangat terbatas sehingga belum teridentifikasi secara masif. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kondisi geologi dengan hidrogeologi di daerah Limbong. Metode penelitian yang dilakukan berupa studi literatur, analisis citra satelit, pemetaan geologi, analisis geomorfologi, analisis petrografi, dan karakteristik fisik serta kimia air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian terdiri dari empat satuan geomorfologi berupa Bukit Intrusi Dango, Bukit Intrusi Kanandede, Bukit Intrusi Tobangan, dan Bukit Piroklastik Komba. Terdapat lima satuan batuan tidak resmi dari tua ke muda di daerah penelitian berupa Satuan Lava Pengkendekan, Satuan Granit Nase, Satuan Granit Tanano, Satuan Granodiorit Rongkong, dan Satuan Tuf Komba. Terdapat empat jenis sesar yaitu Sesar Geser Menganan Normal Tulang-Tulang, Sesar Geser Normal Mengiri Rasasisi, Sesar Normal Menganan Kanandede, dan Sesar Mengiri Tanano. Kompleks mata air panas di Daerah Tanano berada pada fasies Na–????????????3 yang menunjukkan adanya interaksi intens dengan proses pelapukan mineral silikat dari granit. Kompleks mata air panas di Daerah Komba berada pada fasies Na–Cl yang menunjukkan adanya interaksi dengan fluida panas yang relatif dalam di bawah permukaan dan proses evaporasi yang intens. Kedua kompleks mata air menunjukkan bahwa sumber panas di bawah permukaan kemungkinan berasal dari batuan granit di sisi utara daerah penelitian. Mata air dingin dan air sungai berada pada fasies ?????????????????????3 yang menunjukkan air luahan langsung dari area resapan. Zona resapan berada pada elevasi 1407–1472 mdpl yang terletak pada lereng landai di puncak pegunungan dengan litologi granit. Zona luahan terletak pada elevasi lebih rendah, sekitar kurang dari 883 mdpl, yang terletak pada lereng agak miring hingga agak curam dan berada relatif dekat dengan zona sesar.