📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPENINGKATAN PROSES PENGADAAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG: STUDI KASUS PADA PROYEK RANCANG DAN BANGUN
Seiringnya majunya industri konstruksi global, perusahaan konstruksi kini perlu lebih adapti dan kolaboratif dalam mengelola proyek, termasuk manajemen pengadaan. Tantangan pengadaan dipengaruhi oleh skema proyek, ketidakjelasan lingkup, perubahan desain, fluktuasi harga material, dan tuntutan waktu yang lebih singkat membuat cara pengadaan lama tidak lagi efektif. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada peningkatan efisiensi proses pengadaan khususnya pada proyek Design and Build (DB) dengan menggabungkan pendekatan Six Sigma DMAIC dan PMBOK Project Procurement Management. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, yang melibatkan analisis dokumen proyek, wawancara, dan diskusi kelompok terfokus. Studi kasus dilakukan pada Proyek F di PT. Kindora, yang mengalami keterlambatan dan inefisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah utama terletak pada kurangnya integrasi antara proses desain, teknik, dan pengadaan, serta kurangnya mekanisme kolaborasi yang efektif. Untuk merespons permasalahan tersebut, dilakukan analisis mendalam menggunakan Porter’s Five Forces, Stakeholder Analysis, dan Current Reality Tree (CRT). Dari analisis ini menghasilkan strategis berupa integrasi pendekatan Lean dan Agile yang disebut Leagile Procurement. Strategi ini diterjemahkan ke dalam rencana implementasi yang mencakup early vendor involvement, digitalisasi koordinasi, dan sinkronisasi jadwal pengadaan secara paralel. Penerapan strategi ini diuji coba pada Proyek J dan menunjukkan peningkatan efisiensi sebesar 1,85% dari total anggaran. Hasil ini mengindikasikan bahwa perbaikan proses pengadaan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kinerja proyek konstruksi DB.
PENGARUH LITOLOGI DAN MORFOLOGI TERHADAP KETEBALAN DAN KUALITAS ZONA BAUKSIT LATERIT DI DAERAH IUP OP TAYAN BLOK X, KALIMANTAN BARAT
Pada 2022, Indonesia memiliki cadangan bauksit sebesar 3,13 miliar ton, dengan 77,37% berada di Provinsi Kalimantan Barat. Dalam memaksimalkan potensi endapan bauksit laterit khususnya di wilayah Kalimantan Barat diperlukan eksplorasi wilayah baru dan analisis langsung di lapangan guna meningkatkan ketahanan cadangan bauksit di Indonesia. Dalam eksplorasi bauksit, faktor litologi dan morfologi menjadi hal yang paling diperhatikan karena memengaruhi distribusi ketebalan dan kadar aluminium pada endapan bauksit laterit. Dua faktor tersebut juga memiliki variasi yang tinggi pada skala lokal, sehingga diperlukan pemetaan geologi dan morfologi secara langsung di lapangan untuk mengetahui variasi jenis litologi dan bentuk morfologi serta pengaruhnya terhadap ketebalan lapisan bauksit dan kualitas bauksit pada daerah penelitian. Daerah penelitian termasuk dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) Tayan milik PT ANTAM Tbk., Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Metode penelitian meliputi pemetaan geologi, pemetaan geomorfologi, dan penggalian sumur uji. Analisis yang dilakukan meliputi analisis petrografi, analisis kelurusan struktur, analisis kemiringan lereng, dan analisis statistik deskriptif. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk menentukan nilai ketebalan dan kualitas bauksit, yaitu dengan menggunakan data 22 titik sumur uji dari PT ANTAM Tbk. tahun 2001. Daerah penelitian terdiri dari empat satuan geomorfologi yaitu Satuan Dataran Aluvial, Satuan Perbukitan Bergelombang Miring Intrusi, Satuan Perbukitan Bergelombang Curam Intrusi, dan Satuan Perbukitan Curam Malihan. Terdapat enam satuan geologi dari tua ke muda secara berurutan yaitu Satuan Metabatupasir, Satuan Diorit, Satuan Tonalit, Satuan Diorit Hornblenda, Satuan Gabro, dan Satuan Endapan Aluvial. Lokasi sumur uji tersebar pada morfologi perbukitan bergelombang dengan kemiringan lereng miring hingga curam, serta tersebar pada litologi diorit, tonalit, dan gabro. Hasil analisis ketebalan dan kualitas lapisan bauksit, diperoleh lapisan bauksit yang tebal dan kualitas kadar Al2O3 yang tinggi berada pada morfologi perbukitan bergelombang dengan kemiringan miring hingga agak curam dengan batuan asal diorit.
ANALISIS SEKATAN SESAR PADA FORMASI GUMAI DAN AIR BENAKAT, LAPANGAN TEMBAK, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN, JAMBI
Lapangan Tembak yang berlokasi di Cekungan Sumatra Selatan merupakan salah satu lapangan yang memiliki potensi hidrokarbon pada Formasi Gumai dan Air Benakat. Keberadaan struktur sesar di lapangan ini mengontrol akumulasi hidrokarbon, sehingga analisis sifat penyekatnya menjadi krusial untuk mitigasi risiko eksplorasi dan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat sekatan sesar menggunakan metode Shale Gouge Ratio (SGR) untuk menentukan area yang berpotensi menyekat (seal) atau bocor (leak). Analisis dilakukan berdasarkan data seismik 3D dan data log tali kawat dari empat sumur (AK-45, AK-46, AK-47, dan AK-48). Metode penelitian meliputi pembuatan diagram kesehadapan litologi (juxtaposition), pemodelan properti volume serpih (vshale), peta loncatan vertikal (throw), dan peta SGR pada bidang sesar. Hasil analisis menunjukkan nilai throw sesar berkisar antara 2-60 m, dengan nilai rata-rata 25 m. Berdasarkan kalibrasi dengan data kontak fluida antar sumur, nilai batas pancung SGR sebesar 15% ditetapkan sebagai penentu sifat sekatan. Hasil perhitungan SGR di sepanjang bidang sesar menghasilkan nilai antara 11-92%. Analisis pada sesar F-22 dan F-23 menunjukkan potensi kebocoran pada interval Formasi Air Benakat, sementara pada Formasi Gumai cenderung bersifat menyekat. Faktor dominan yang menyebabkan kebocoran ini adalah kesehadapan antar lapisan batupasir (sand-to-sand juxtaposition) dan rendahnya nilai Vshale di zona sesar.
PENDEKATAN BARU DALAM MANAJEMEN ASET: PELAJARAN BAGI PT BUKIT ASAM DARI PRAKTIK TERBAIK GLOBAL
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menghadapi tantangan dalam mengelola portofolio aset idle yang besar, di mana tata kelolanya masih terfragmentasi dan tidak strategis. Penelitian ini merancang kerangka kerja berbasis ISO 55001 untuk mengubah aset tersebut dari liabilitas menjadi sumber nilai berkelanjutan, melalui sentralisasi pengawasan dan perencanaan berbasis risiko. Tujuan penelitian ini merancang sebuah kerangka kerja berbasis ISO 55000 guna mengoptimalkan pemanfaatan aset menganggur. Pengumpulan data dilakukan dengan menggabungkan analisis dokumen internal, inventaris aset, laporan utilisasi, dan catatan kepatuhan regulasi dengan wawancara mendalam di berbagai divisi kunci. Sebagai pembanding, diterapkan studi banding (benchmarking) terhadap BUMN terpilih yang diakui memiliki manajemen aset maju, seperti PT KAI, PT PLN, dan PT Jasa Marga. Analisis dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, Analisis Kondisi Eksisting untuk mengevaluasi praktik manajemen aset PTBA. Kedua, Analisis Kesenjangan (Gap Analysis) untuk membandingkan kinerja PTBA dengan kebutuhan regulasi dan praktik terbaik BUMN pembanding. Ketiga, Pemetaan Kesenjangan Strategis ISO 55000 untuk menilai tingkat kematangan organisasi berdasarkan delapan prinsip dasar standar tersebut. Pemetaan kesenjangan ISO 55000 pada sistem manajemen aset idle PTBA menunjukkan ketidakselarasan yang signifikan dalam domain perspektif siklus hidup, komitmen kepemimpinan, dan sistem informasi terintegrasi. Keselarasan parsial dengan persyaratan ISO 55000 terlihat dalam realisasi nilai, pengambilan keputusan berbasis risiko, pelibatan stakeholder, peningkatan berkelanjutan, dan keselarasan dengan tujuan organisasi. Kerangka kerja berbasis ISO 55000 yang diusulkan memusatkan pengawasan, mengintegrasikan perencanaan siklus hidup yang berbasis risiko, memperkuat tata kelola lintas fungsi, dan menerapkan indikator kinerja, yang memungkinkan PTBA untuk mengubah aset idle dari liabilitas menjadi asset bernilai.
KAJIAN PERILAKU BERISIKO PENGENDARA SEPEDA MOTOR OJEK ONLINE DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MOTORCYCLE RIDER BEHAVIOR QUESTIONNAIRE
Kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia didominasi oleh pengendara sepeda motor yaitu sebesar 76,30%. Faktor manusia pada pengendara sepeda motor masih menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa perilaku berisiko pengendara sepeda motor memiliki keterkaitan dengan kecelakaan, near crash dan penilangan. Namun penelitian sebelumnya hanya berfokus kepada pengendara sepeda motor secara umum di Indonesia. Mengingat pentingnya ojek online dalam kehidupan zaman sekarang, serta tantangan-tantangan yang dialami oleh pengemudi ojek online sepeda motor, diperlukan penelitian lanjut mengenai hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku berisiko pengendara sepeda motor ojek online di Indonesia yang memiliki keterkaitan terhadap insiden lalu lintas. Tujuan ini akan dicapai menggunakan kuesioner yang dikembangkan berdasarkan Motorcycle Rider Behavior Questionnaire (MRBQ) dan variabel karakteristik pengendara. Penelitian ini menggunakan 102 data pengendara sepeda motor di Indonesia yang dikumpulkan melalui pembagian survei kuesioner secara langsung dan secara online. Data perilaku berisiko tersebut diolah menggunakan metode uji regresi logistik biner. Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan gambaran umum pengendara sepeda motor ojek online di Indonesia, serta perilaku berisiko pengendara sepeda motor yang memiliki keterkaitan terhadap insiden lalu lintas. Hasil penelitian ini menemukan bahwa perilaku berisiko safety violations dan stunts memiliki keterkaitan dengan insiden kecelakaan. Sementara itu, traffic errors secara parsial memiliki keterkaitan insiden terhadap near crash. Terakhir, tidak ada variabel perilaku berisiko yang terkait dengan penilangan secara simultan maupun parsial. Implikasi hasil penelitian ini adalah usulan rekomendasi untuk mengurangi atau mencegah perilaku berisiko yang meningkatkan terjadinya insiden lalu lintas dengan engineering, enforcement, dan edukasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan terdapat perbedaan perilaku berisiko pengendara sepeda motor ojek online yang memiliki keterkaitan terhadap insiden lalu lintas.
DAMPAK REGULASI PENERBANGAN REFUELEU TERHADAP GARUDA INDONESIA: IMPLIKASI EKONOMI DAN OPERASIONAL IMPLEMENTASI SUSTAINABLE AVIATION FUEL PADA RUTE AMSTERDAM–JAKARTA
Penerapan regulasi ReFuelEU Aviation oleh Uni Eropa mewajibkan seluruh maskapai yang terbang dari bandara Eropa untuk menggunakan campuran Sustainable Aviation Fuel (SAF) secara bertahap hingga 2050. Garuda Indonesia sebagai maskapai non Eropa yang mengoperasikan rute Amsterdam–Jakarta dihadapkan pada tantangan signifikan, terutama dari sisi biaya operasional akibat tingginya harga SAF dibandingkan avtur konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan dampak penggunaan SAF terhadap struktur biaya bahan bakar dan harga tiket, serta mengeksplorasi potensi kompensasi karbon berbasis skema REDD+. Metodologi yang digunakan mencakup pengumpulan data teknis dan ekonomi dari laporan Garuda Indonesia, EASA, dan REDD+ UNFCCC, serta pemodelan simulatif berdasarkan proyeksi blending rate SAF hingga tahun 2050. Hasil simulasi menunjukkan bahwa beban tambahan akibat SAF dapat meningkatkan harga tiket ekonomi hingga 97 EUR per kursi pada tahun 2050, namun skema kompensasi karbon senilai 0,048 EUR/kg CO? dari REDD+ dapat secara signifikan mengurangi beban tersebut, khususnya pada kelas ekonomi. Penelitian ini merekomendasikan strategi adaptif berupa kebijakan subsidi karbon, penguatan kemitraan book and claim, serta keterlibatan Indonesia dalam pasar karbon internasional guna menjaga daya saing maskapai nasional.
DESAIN ANJUNGAN LEPAS PANTAI PADA KONDISI IN-SERVICE DAN ANALISIS UPENDING JACKET DI LAUT JAWA UTARA
Minyak dan gas bumi masih menjadi sumber energi utama bagi banyak negara. Seiring meningkatnya permintaan energi global, eksplorasi di lepas pantai menjadi semakin penting karena cadangan minyak dan gas di daratan semakin menipis. Laut menyimpan cadangan minyak dan gas bumi dalam jumlah besar, terutama di cekungan sedimen bawah laut. Banyak negara, seperti Arab Saudi, Amerika Serikat (Gulf of Mexico), Brasil, dan Indonesia, memiliki ladang minyak lepas pantai yang kaya. Maka dari itu, diperlukan struktur lepas pantai yang mampu bertahan pada kondisi laut tertentu untuk menunjang proses pemanenan minyak bumi. Pada Tugas Akhir ini, akan dilakukan desain anjungan lepas pantai pada kondisi in-service menurut API RP 2A. Analisis yang akan dilakukan meliputi analisis in-service, termasuk analisis in-place, seismik, dan fatigue, serta analisis pre-sevice meliputi analisis lifting dan upending pada jacket menurut kriteria DNV-ST-N001. Analisis tersebut dilakukan untuk mengetahui kekuatan struktur terhadap beban lingkungan yang bekerja, kekuatan struktur terhadap beban gempa, umur layan dari struktur, serta menentukan skenario upending yang tepat untuk instalasi jacket.
PENGEMBANGAN HUMAN MACHINE INTERFACE DAN KONTROL PADA ROBOT MINI DUA DERAJAT KEBEBASAN UNTUK PRAKTIKUM MANDIRI
Praktikum merupakan bagian penting dalam pembelajaran di Program Studi Teknik Mesin ITB, namun keterbatasan fasilitas laboratorium dan banyaknya peserta sering kali menurunkan efektivitas pembelajaran. Sebagai solusi, sebuah robot mini dua derajat kebebasan yang mudah dibawa telah dirancang dan dibuat di Lab Dinamika PAU sebagai alat peraga praktikum mandiri. Namun, perangkat ini belum memiliki antarmuka pengguna dan sistem kontrol yang kompatibel. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan antarmuka pengguna berupa Human Machine Interface dan sistem kontrol yang kompatibel dengan robot tersebut. Penelitian diawali dengan studi pustaka untuk menetapkan kriteria kinerja kontrol. Berdasarkan kriteria tersebut, disusun alur kerja sistem elektrikal, algoritma kontrol, dan mekanisme pembatasan gerak. Tahap berikutnya menetapkan kriteria Human Machine Interface (HMI), yang kemudian diimplementasikan pada HMI web dan dievaluasi hingga memenuhi kebutuhan. Terakhir, dilakukan pengujian terintegrasi untuk memverifikasi kesesuaian perintah-respons, kepatuhan pada batas mekanis atau bidang kerja, dan kestabilan operasi, termasuk penentuan batas frekuensi pull-out motor stepper serta pemilihan durasi tempuh yang efisien. Pada penelitian ini telah berhasil dikembangkan HMI berbasis web dan sistem kontrol yang kompatibel pada robot mini 2-DOF untuk mendukung praktikum mandiri. Sistem ini memungkinkan visualisasi pergerakan lengan robot dan pemantauan parameter secara real-time melalui ESP32. HMI menampilkan visualisasi lintasan, durasi tempuh, serta grafik sudut dan kecepatan sudut ideal. Pengujian juga menunjukkan bahwa durasi tempuh 6.000 ???????? sebagai yang optimal, dengan galat rendah. Untuk lengan yang digerakkan dengan motor stepper, Ambang frekuensi pull-out 250 ???????? ditetapkan sebagai batas frekuensi untuk motor stepper.
STUDI GEOKIMIA DAN KARAKTERISTIK PROFIL NIKEL LATERIT DI DAERAH POMALAA, KABUPATEN KOLAKA, SULAWESI TENGGARA
Abstrak bisa dilihat di file aslinya
LARGE EDDY SIMULATION PADA MODEL ALIRAN DINGIN UNTUK SISTEM THREE-REACTOR CHEMICAL LOOPING
The decarbonization of hard-to-abate sectors requires thermochemical processes that can deliver high-temperature heat while enabling inherent CO2 capture. Three-reactor chemical looping (TRCL) offers such potential through interconnected reactors. In the air reactor, oxygen carriers are oxidized by air. In the steam reactor, reduced particles react with steam to release hydrogen. In the fuel reactor, oxygen carriers are reduced while biomass undergoes thermal decomposition. Stable solid circulation is essential to sustain the process. This study investigates the cold-flow hydrodynamics of a lab-scale TRCL system using transient CFD with OpenFOAM’s denseParticleFoam solver and Large Eddy Simulation (LES). Gas flow was characterized by the fluidization number (FN), defined as the ratio of superficial velocity to the minimum fluidization velocity. A solid circulation rate of 59.53 g/s was targeted based on experimental requirements for autothermal operation. Results confirmed that this rate was achieved with 190FN in the air reactor, 2.5FN (side) and 4.5FN (recycle) or 3.5FN (double-bottom) aeration in the steam reactor, and 41.5FN and 61.5FN at the two inlets of the fuel reactor. Unlike the air and steam reactors, which do not require long particle residence, the fuel reactor must sustain extended circulation to support oxygen carrier reduction and biomass conversion. Its baffle design successfully prolonged particle transport and stabilized the flow. Residence time distribution analysis showed that biomass particles had a mean residence time of 6.1 s with most exiting within 3–12 s, while oxygen carrier particles circulated longer with a mean of 10.7 s and the majority exiting after 8–15 s. These results demonstrate that reactor geometry and aeration strategy not only stabilize hydrodynamics but also govern the chemical functionality of TRCL, providing predictive insight for scaling up the system toward clean hydrogen production.
PEMODELAN STRUKTUR KECEPATAN GELOMBANG GESER (VS) MENGGUNAKAN METODE AMBIENT NOISE TOMOGRAPHY DI CEKUNGAN JAKARTA
DKI Jakarta memiliki kepadatan penduduk dan infrastruktur yang relatif tinggi. Kondisi ini berakibat pada tingkat kerentanannya dan risiko gempa lebih tinggi dibanding wilayah lain di Indonesia. Secara seismotektonik, Jakarta berada dekat beberapa sumber gempa sehingga memiliki potensi bahaya dan diperburuk oleh kondisi litologi yang didominasi oleh endapan aluvial. Pemahaman struktur bawah permukaan merupakan salah satu upaya mitasi bahaya gempa, karena lapisan sedimen yang relatif lunak dapat memengaruhi amplifikasi gelombang, likuifaksi, dan penurunan tanah. Penelitian ini menggunakan metode Ambient Seismic Noise Tomography (ANT) untuk memperoleh karakteristik dispersi gelombang Rayleigh dan memodelkan struktur kecepatan gelombang geser (Vs) tiga dimensi. Data diperoleh dari 143 titik seismometer di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada periode April–Oktober 2018, memperluas cakupan pemasangan tahun 2013. Hasil inversi menunjukkan bahwa bagian utara dan tengah cekungan didominasi sedimen Pliosen–Pleistosen dengan Vs 0.25–0.5 m/s, ketebalan ±0.35 km di pusat kota, dan mencapai ±0.5 km di timur laut. Di bawahnya terdapat sedimen Miosen Akhir (Vs 0.5–0.8 km/s) pada kedalaman 0.2–0.75 m, sedangkan basement (Vs > 1 km/s) berada pada kedalaman 0.75–1 km. Penampang Vs mengungkap offset basement di sekitar lintang 6,3° LS yang diinterpretasikan sebagai indikasi struktur Sesar Baribis segmen barat. Konfigurasi geologi ini menunjukkan potensi amplifikasi dan perpanjangan durasi guncangan gempa akibat basin resonance. Temuan ini relevan untuk pemetaan daerah rawan bahaya gempa, mikrozonasi, dan strategi mitigasi bahaya gempa di wilayah Jakarta.
DEVELOPMENT OF A LOW-COST TRIAXIAL VIBRATION SENSOR FOR VIBRATION MONITORING
Vibration monitoring is crucial for maintaining the reliability of industrial machinery. However, the cost of triaxial vibration sensors is still very expensive. While some low-cost piezoelectric accelerometers are available, they often lack protective housing, electrical connectors, and mounting mechanisms. This study aims to develop a low-cost triaxial vibration sensor for vibration monitoring of industrial machinery. The design requirements and objectives were established through literature review to guide the development process which included an iterative design of housing, material selection, sensing element selection, and finite element modal analysis. These steps produced a design for a triaxial vibration sensor with an Aluminium 6061 housing and the Senther 590C accelerometer was chosen as the sensing element for this vibration sensor. Trial and error to reduce voids was done for the resin casting process used to fill the cavity of the sensor. A custom power supply and signal conditioning module was also developed, incorporating AC coupling functionality for compatibility with standard data acquisition systems. The vibration sensor along with the power supply and signal conditioning system was built and then tested for its linearity, frequency response, and cross sensitivity. The results confirmed that the developed sensor met the target specification achieving sensitivity at over 43 mV/g, a nonlinearity less than 0.5%, and frequency response of under ±10% error for 10 to over 3.2 kHz. However, the cross sensitivity reached 14% which exceeded the limit of 10%. The developed sensor cost approximately USD 225, relatively cheaper than a commercial unit at USD 1,300. This shows that a low-cost triaxial sensor was successfully developed, but still need improvements of cross sensitivity for future commercialisation.
OPTIMASI PEMROSESAN DAN FERMENTASI KEJU ANALOG BERBASIS KACANG SACHA INCHI (PLUKENETIA VOLUBILIS L.) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL TINGGI ANTIOKSIDAN
Kacang Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L.) dikenal sebagai superfood kaya omega-3, protein, dan antioksidan, namun pemanfaatannya di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini mengembangkan keju analog berbasis nabati yang bebas laktosa menggunakan biji kacang Sacha Inchi, dengan fokus pada peningkatan bioavailabilitas antioksidan dari senyawa fenolik dan kualitas sensoris. Tantangan utama meliputi keterikatan antioksidan dengan protein yang membentuk kompleks tidak larut serta rendahnya keberterimaan akibat cita rasa yang tidak diinginkan seperti beany dan langu. Pembuatan keju analog melibatkan perendaman kacang, fermentasi susu kacang dengan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus, serta pembentukan curd melalui pemanasan. Optimasi menggunakan Response Surface Methodology (RSM) menghasilkan formulasi optimal dengan 5% inokulum L. bulgaricus, 5% S. thermophilus, dan rasio air:kacang 3.0, menghasilkan curd dengan rendemen 24.6% dan total fenolik 733 ?g GAE/g. Setelah teroptimasi, dilakukan juga analisis pengaruh fermentasi terhadap proksimat, fisikokimia, bioaktivitas antioksidan, serta kualitas sensoris jika dibandingkan dengan keju analog tanpa fermentasi. Fermentasi menurunkan protein, lemak, dan karbohidrat susu kacang, serta meningkatkan asidifikasi (pH 4.61, asam laktat 26.6%). Pada keju analog Sacha Inchi yang optimal, fermentasi meningkatkan fenolik hingga 4 kali lipat, menurunkan protein terlarut (11.76 mg BSA/g), dan meningkatkan aktivitas antioksidan 1.4 kali lipat (IC50 216 mg/mL). Evaluasi hedonik oleh panelis juga menunjukkan peningkatan kualitas sensoris dari segi penampilan, cita rasa, dan keberterimaan terhadap keju analog Sacha Inchi yang optimal. Dengan demikian, keju analog berbasis kacang Sacha Inchi yang optimal berpotensi menjadi pangan fungsional tinggi antioksidan dan dapat menjadi alternatif yang lebih sehat dan ekonomis dibandingkan keju berbasis hewani.
PENENTUAN DAERAH RESAPAN SISTEM PANASBUMI KAMOJANG, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT
Lapangan panasbumi Kamojang yang terletak di Jawa Barat, Indonesia, merupakan salah satu kawasan panasbumi aktif yang telah dimanfaatkan sejak tahun 1983 sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) sekaligus lokasi wisata. Keberadaan mata air di sekitar daerah penelitian menjadi sumber air dan rekreasi yang penting bagi pengelola kawasan. Untuk menjaga fungsi hidrologi dan ekosistem mata air, diperlukan pemahaman terhadap daerah resapan dan karakteristik fluida. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daerah resapan pada sistem panasbumi berdasarkan interpretasi data isotop stabil 18O dan 2H, mengidentifikasi model hidrogeologi, menganalisis faktor geologi yang memengaruhi daerah resapan, serta mengevaluasi proses geokimia dan isotop yang terjadi pada fluida panasbumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah resapan utama diprediksi berada di timur mata air panas di beberapa puncak gunung pada satuan yang setara dengan Qgpk (batuan gunungapi Guntur–Pangkalan dan Kendang) dan Qym (endapan gunungapi muda) pada peta geologi regional. Model konsep hidrogeologi disajikan pada Gambar IV.14. Faktor-faktor yang memengaruhi keberadaan daerah resapan meliputi elevasi, topografi, litologi, serta struktur berupa sesar dan sistem rekahan. Interpretasi geokimia menunjukkan bahwa mata air berada dekat dengan daerah resapan dan seluruh mata air panas belum mencapai kesetimbangan dengan batuan. Fluida mata air panas Manuk, Berecek, Kamojang, dan Cikahuripan berasal dari aktivitas vulkanik, sedangkan fluida mata air panas Hujan dan hot pool berasal dari pemanasan ulang oleh uap dari reservoir panasbumi. Interpretasi isotop menunjukkan bahwa daerah penelitian dipengaruhi oleh evaporasi dan air hujan berasal dari daratan atau vegetasi sekitar. Fluida di daerah penelitian dipengaruhi oleh sumber panasbumi atau magmatik, dan terjadi pencampuran (mixing) antara air meteorik yang terpanaskan oleh uap pada reservoir panasbumi dengan fluida hasil kondensasi.
ANALISIS KESTABILAN TEROWONGAN MENGGUNAKAN METODE ROCK MASS RATING SERTA SIMULASI NUMERIK DI AREA TAMBANG BAWAH TANAH PT ANTAM TBK, GUNUNG PONGKOR, JAWA BARAT
PT Antam Tbk merupakan perusahaan tambang yang melakukan kegiatan penambangan bawah tanah, salah satunya di wilayah Gunung Pongkor yang merupakan tambang emas. Dalam operasionalnya, PT Antam Tbk menggunakan metode conventional cut and fill. Karena metode ini dilakukan di bawah permukaan tanah, diperlukan perhatian khusus terhadap kestabilan struktur bawah tanah, terutama pada terowongan, untuk menjamin kelancaran aktivitas penambangan dan mendukung peningkatan produksi emas. Penelitian ini berfokus pada muka terowongan AU-460, AU-440, dan AU-435. Tujuan penelitian adalah mengklasifikasikan massa batuan menggunakan metode rock mass rating (RMR), memberikan rekomendasi penyangga berdasarkan nilai RMR, serta menentukan tipe potensi runtuhan dengan bantuan data orientasi set diskontinuitas yang berpotensi terjadi di terowongan penelitian. Simulasi numerik dilakukan menggunakan analisis metode elemen hingga 2D berdasarkan nilai faktor kekuatan (FK) dan total perpindahan di sekitar muka terowongan. Berdasarkan pengamatan lapangan, litologi penyusun di AU-460 dan AU-440 terdiri dari tuf lapili, sedangkan di AU-435 terdiri dari breksi tuf. Hasil klasifikasi RMR menunjukkan bahwa massa batuan di AU-460 termasuk kelas IV (buruk), sedangkan di AU-440 dan AU-435 termasuk kelas III (cukup). Berdasarkan parameter RMR dan orientasi diskontinuitas, potensi runtuhan di AU-460 berupa runtuhan baji dan runtuhan massa batuan pada titik tertentu, sementara di AU-440 dan AU-435 berupa runtuhan baji. Rekomendasi penyangga untuk AU-460 meliputi baut batuan, jaring kawat, beton tembak, dan steel sets, sedangkan untuk AU-440 dan AU-435 berupa baut batuan, jaring kawat, dan beton tembak. Analisis numerik menunjukkan bahwa nilai faktor keamanan setelah pemasangan penyangga berdasarkan RMR berada di atas 1,5 pada semua lokasi penelitian, dan nilai total perpindahan juga sudah sesuai dengan standar yang diterapkan oleh PT Antam.