📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPENINGKATAN KAPASITAS PENYERAPAN KARBONDIOKSIDA OLEH KONSORSIUM MIKROALGA TERKONSTRUKSI PADA KOLOM FOTOBIOREAKTOR VERTIKAL
Mikroalga tropis sebagai agen Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mengurangi emisi gas rumah kaca karbondioksida yang seharusnya dilepaskan ke atmosfir telah diteliti pada disertasi ini. Untuk mencapai tujuan tersebut telah dilakukan 1) identifikasi dan screening (penapisan) beberapa jenis mikroalga yang diisolasi dari kolam fakultatif 2B dan kolam maturasi 1B Instalasi Pengolahan Air Buangan Bojong Soang, Bandung untuk selanjutnya ditentukan constructed consorsium, 2) membangun 3 unit fotobioreaktor kolom vertikal skala laboratorium berbahan kaca dengan kapasitas 10 L, berisi kultur konsorsium terkonstruksi sebanyak 8 L, ketinggian tabung 80 cm, diameter tabung 15 cm, ketinggian cairan (medium pertumbuhan) 60 cm dilengkapi dengan sparger yang diletakkan di dasar fotobioreaktor serta dialiri oleh gas CO2 secara kontinyu dengan konsentrasi 2%, 5%, 7%, 10%, 15%, 18% (v/v) dengan laju alir CO2 2 L.menit-1 , 5 L.menit-1 , dan 8 L.menit-1 , serta 3) melakukan percobaan secara bertahap untuk memperoleh penyerapan CO2 yang tinggi oleh constructed consorsium dalam kultur batch selama 12 hari dan kultur kontinyu dengan waktu detensi 3,8 hari selama 90 hari. Mikroalga hijau Chlorella sp., Scenedesmus obliquus, dan Ankistrodesmus sp. terpilih sebagai agen CCS dalam bentuk constructed consorsium. Ketiga jenis mikroalga tersebut mampu hidup bersama dalam medium artifisial Provasoli Haematococcus Media (PHM) dengan persyaratan fisiologis yang sama. Percobaan bertahap pengaruh faktor lingkungan (intensitas cahaya, periodisasi cahaya, dan temperatur) menunjukkan bahwa konsorsium terkonstruksi tumbuh dengan baik menghasilkan berat kering biomassa 2,7 g.L-1 dan CO2 removal efficiency 49% dalam kultur batch yang dialiri dengan 5% CO2 dan laju alir CO2 8 L.menit-1 pada kondisi intensitas cahaya 4000 lux yang terpapar selama 16 jam dan temperatur 300 C. Biomassa kering dan CO2 removal efficiency tersebut lebih tinggi masing-masing 3 kali dan 2 kali lipat dibandingkan dengan kondisi intensitas cahaya 2500 lux terpapar selama 24 jam dan temperatur 250 C. Kecepatan superfisial (Ug) 4,7.10-3 m.detik-1 atau laju alir CO2 diatur 5 L.menit-1 mampu meningkatkan berat kering biomassa dan CO2 removal efficiency secara nyata masing-masing 5,8 g.L-1 dan 63% pada kultur yang dialiri dengan 10% CO2. Akumulasi produk metabolit diduga menjadi penghambat pada produksi biomassa dalam kultur batch yang mempengaruhi CO2 removal efficiency. Percobaan dalam kultur kontinyu diharapkan dapat menstabilkan kondisi medium pertumbuhan. Percobaan dalam kultur kontinyu yang dialiri dengan 10% CO2 dengan laju alir 5 L.menit-1 menghasilkan berat kering dan CO2 removal efficiency masing-masing 6,5 g.L-1 (laju pertumbuhan 0.24 per hari) dan 81,24%. Hasil ini merupakan CO2 removal efficiency yang tertinggi oleh konsorsium terkonstruksi mikroalga tropis yang diisolasi dari Instalasi Pengolahan Air Buangan dan dikultivasi dalam fotobioreaktor kolom vertikal. Konsorsium terkonstruksi memiliki kemampuan maksimum untuk memanfaatkan CO2 hingga 10% sebagai substrat anorganik. Peningkatan konsentrasi CO2 melebihi 10% tidak menyebabkan meningkatnya berat kering biomassa dan CO2 removal efficiency. Pada penelitian ini diamati pula aspekaspek yang terkait transfer CO2 ke dalam medium dan biomassa yaitu CO2 iii transfer rate, CO2 utilization efficiency, carbon uptake rate and CO2 fixation rate secara berturut-turut 138.73 gCO2.L-1 .hari; 3.73% (w/w); 11,400 mgCarbon.L1 .hari; 0.0744 gCO2.L-1 hari.
ANALISIS PENGARUH RASIO KOMBINASI WOODCHIP DAN CANGKANG SAWIT TERHADAP EFISIENSI ENERGI PADA PLTBM DELI SERDANG SUMATERA UTARA
Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) menjadi salah satu solusi dalam pengembangan energi terbarukan berbasis limbah organik, khususnya di sektor industri kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio kombinasi bahan bakar woodchip dan cangkang sawit terhadap efisiensi energi di PLTBm Deli Serdang, Sumatera Utara. Metodologi penelitian dilakukan secara kuantitatif melalui pengumpulan data operasional biomassa dan energi listrik yang dihasilkan selama periode Juni 2024 hingga Mei 2025. Parameter utama yang dianalisis meliputi kadar air, nilai kalor (LHV), Specific Fuel Consumption (SFC), dan Net Plant Heat Rate (NPHR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi energi tertinggi tercapai pada rasio cangkang sawit (1-3%), dengan nilai kalor mencapai 2.870 kcal/kg dan SFC terendah 1,03 kg/kWh. Sebaliknya, peningkatan rasio cangkang sawit di atas 5% menyebabkan kenaikan kadar abu dan emisi, serta penurunan efisiensi pembakaran yang ditunjukkan oleh meningkatnya nilai NPHR hingga 4.780 kcal/kWh. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas bahan bakar, khususnya kadar air dan komposisi rasio campuran, lebih berpengaruh terhadap efisiensi pembangkitan dibanding jumlah bahan bakar yang digunakan. Dengan demikian, rasio campuran optimal woodchip dan cangkang sawit untuk operasi yang efisien berada pada kisaran cangkang sawit 1-3%. Strategi pengelolaan bahan bakar yang tepat, termasuk pemantauan kadar air dan pengendalian rasio campuran secara dinamis, sangat penting untuk meningkatkan efisiensi energi dan keandalan operasi PLTBm secara berkelanjutan.
STUDI PERANCANGAN KAWASAN KEBAYORAN LAMA DENGAN KONSEP KAWASAN BERORIENTASI TRANSIT MELALUI PEMODELAN GENERATIF BERBASIS GIS CITYENGINE
Kebayoran Lama merupakan salah satu kawasan perdagangan tradisional utama di Jakarta Selatan yang berkembang pesat berkat kedekatannya dengan simpul transportasi massal, yaitu Stasiun KRL Kebayoran dan Halte TransJakarta Kebayoran dan Velbak. Potensi kawasan ini sebagai sub-pusat pelayanan kota berbasis transit menghadapi persoalan serius berupa densifikasi spasial, fragmentasi ruang, keterbatasan aksesibilitas, dan konflik fungsi antara pejalan kaki, pengendara, dan pedagang kaki lima. Kondisi tersebut menurunkan kualitas lingkungan dan daya saing ekonomi lokal. Studi perancangan ini bertujuan merumuskan usulan perancangan kawasan Kebayoran Lama dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) melalui pemodelan generatif berbasis Geographic Information System menggunakan perangkat lunak CityEngine. Metode penelitian yang digunakan adalah metode fragmental dengan teknik problem solving, didukung dengan analisis spasial, observasi lapangan, serta studi literatur, dan kebijakan tata ruang. Hasil analisis desain ini menghasilkan tiga capaian utama. Pertama, teridentifikasi potensi kawasan berupa fungsi perdagangan yang kuat, keterhubungan dengan simpul transportasi, dan peluang pengembangan lahan. Kedua, terumuskan visi, misi, serta program fasilitas kawasan berorientasi transit yang menekankan integrasi transportasi, tata guna lahan campuran, hunian vertikal, ruang publik inklusif, dan strategi revitalisasi pasar. Ketiga, dihasilkan konsep perancangan yang memanfaatkan CityEngine untuk menyusun skenario penataan kawasan dan optimalisasi ruang. Studi perancangan ini berkontribusi secara teoretis dengan memperlihatkan peran CityEngine sebagai alat analisis sekaligus perancangan dalam studi rancang kota, serta secara praktis memberikan rekomendasi desain yang dapat menjadi acuan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam penataan ulang kawasan Kebayoran Lama berbasis TOD.
PERANCANGAN BANGUNAN VERTICAL MIXED USE DI TOD DUKUH ATAS JAKARTA DENGAN PENDEKATAN URBAN REGENERATION
Urbanisasi yang pesat telah membawa dampak signifikan terhadap pertumbuhan kota, termasuk Jakarta. Dukuh Atas sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD) memiliki potensi besar, namun pemanfaatan lahan di kawasan ini belum optimal. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pendekatan Urban Regeneration, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas ekonomi, sosial, dan lingkungan di kawasan perkotaan. Pembangunan bangunan Mixed Use dengan konsep Vertical Mixed Use diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan lahan sekaligus menyediakan hunian yang terjangkau bagi kelompok usia produktif yang membutuhkan aksesibilitas yang baik terhadap transportasi umum. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan desain arsitektur yang memaksimalkan pemanfaatan lahan di kawasan TOD Dukuh Atas dengan pendekatan Urban Regeneration, khususnya untuk memenuhi kebutuhan hunian yang sesuai dengan karakteristik dan gaya hidup masyarakat produktif. Melalui analisis kebutuhan pasar, program ruang, dan kriteria perancangan yang berbasis pada prinsip TOD, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam merancang kawasan perkotaan yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Diharapkan desain ini dapat menjadi acuan bagi pengembangan kawasan urban lainnya yang menghadapi tantangan serupa.
PENGEMBANGAN SISTEM INSTRUMENTASI NON-DESTRUCTIVE TESTING (NDT) ULTRASONIK BERBASIS C- SCAN UNTUK DETEKSI CACAT STRUKTURAL PADA MATERIAL KOMPOSIT LAMINASI SERAT KARBON
Material komposit berbasis serat karbon (CFRP) banyak digunakan pada industri kedirgantaraan dan manufaktur karena kekuatan spesifik dan ketahanan yang tinggi. Namun, cacat struktural seperti delaminasi dan porositas kerap muncul selama proses produksi maupun operasional, sehingga menurunkan keandalan material. Oleh sebab itu, diperlukan metode Non-Destructive Testing (NDT) yang presisi, fleksibel, dan ekonomis untuk mendeteksi cacat internal pada material komposit laminasi. Penelitian ini mengembangkan sistem NDT ultrasonik berbasis C-scan dengan arsitektur terbuka yang ekonomis dan mudah dimodifikasi. Sistem terdiri atas transduser immersion 5 MHz, modul akuisisi data berbasis un0rick, Raspberry Pi, serta pemindaian otomatis berbasis G-code dan Universal Gcode Sender (UGS), sehingga pergerakan dan lintasan transduser dapat diatur ulang sesuai kebutuhan. Data hasil akuisisi kemudian diproses melalui filtering, rectifying, enveloping, dan rekonstruksi citra C-scan untuk memetakan distribusi cacat secara dua dimensi. Evaluasi dilakukan dengan menganalisis pengaruh Time Gain Compensation (TGC) dan variasi lebar pulsa terhadap kualitas sinyal. Hasil menunjukkan bahwa pulsa 200 ns memberikan respon sinyal terbaik, sedangkan penggunaan TGC justru menurunkan kualitas citra dan memperbesar galat estimasi akibat distorsi amplitudo, sehingga citra C-scan lebih akurat diperoleh ketika TGC dinonaktifkan. Pemindaian otomatis dengan resolusi 5 mm menghasilkan citra yang detail dan konsisten, dengan galat estimasi luas cacat kurang dari 1% terhadap luas spesifikasi cacat yang difabrikasi, meskipun galat cenderung meningkat pada cacat berukuran kecil, yang menegaskan pentingnya resolusi pergerakan transduser dan pengaturan parameter akuisisi bagi akurasi deteksi. Secara keseluruhan, sistem yang dikembangkan mampu menghasilkan citra C-scan yang reliabel dengan akurasi tinggi dan biaya lebih rendah dibandingkan perangkat komersial.
OPTIMISASI MULTIOBJEKTIF UNTUK PENYELESAIAN PERMASALAHAN DALAM PENJUALAN SEPEDA MOTOR
Di tengah persaingan industri sepeda motor yang dinamis, kemampuan dealer untuk merespons permintaan pasar secara cepat dan menjaga kesehatan finansial menjadi kunci utama keberhasilan. Sebagai solusi untuk memenuhi permintaan konsumen, terdapat skema pembiayaan yaitu dealer financing sehingga dapat membantu dealer untuk memenuhi permintaan. Namun, skema tersebut memunculkan dilema, yaitu ketika percepatan pembayaran dilakukan untuk menekan biaya bunga agar tidak membengkak akan berisiko memicu penambahan unit tanpa dipesan sehingga terjadinya penumpukan stok. Sebaliknya, penundaan pembayaran dapat menahan pengiriman yang tidak diinginkan tetapi akan meningkatkan beban finansial. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, akan digunakan pendekatan terintegrasi dengan menggabungkan analitik prediktif menggunakan XGBoost dan optimisasi multiobjektif untuk menyeimbangkan tiga tujuan, yaitu menekan biaya bank, memenuhi permintaan, dan mengendalikan tingkat persediaan. Untuk menghasilkan banyak solusi Pareto yang menawarkan berbagai alternatif solusi akan digunakan Multiobjective Evolutionary Algorithm Based on Decomposition (MOEA/D) dengan pendekatan Penalty-based Boundary Intersection. Kemudian, untuk memilih solusi akhir, pendekatan interaktif Sinkronisasi NIMBUS digunakan agar pengambil keputusan dapat memilih solusi yang paling sesuai dengan preferensinya. Penelitian ini bekerja sama dengan PT. Daya Anugrah Mandiri (Daya Motor) untuk membantu permasalahan yang ada pada salah satu dealernya sebagai pemberi data, memvalidasi model agar sesuai dengan keadaan di lapangan dan juga sebagai pengambil keputusan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggabungan prediksi berbasis pembelajaran mesin dan MOEA/D, dilanjutkan pemilihan interaktif, mampu menyediakan rekomendasi kebijakan persediaan dan pembayaran yang andal serta praktis bagi dealer.
ANALISIS KUALITAS LAYANAN MENGGUNAKAN SERVQUAL DAN IMPORTANCE-PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) DI DAGO HERITAGE DRIVING RANGE
Kualitas layanan merupakan faktor fundamental dalam membentuk kepuasan dan loyalitas pelanggan, khususnya pada industri yang berorientasi pada jasa seperti fasilitas olahraga dan rekreasi. Bagi driving range golf, menjaga konsistensi kualitas layanan sangat penting tidak hanya untuk menarik pelanggan baru tetapi juga mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Penelitian ini mengevaluasi kualitas layanan Dago Heritage Driving Range dengan tujuan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, serta prioritas perbaikan dari perspektif pelanggan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif yang didukung oleh instrumen survei terstruktur. Kerangka kualitas layanan dibagi ke dalam lima dimensi, yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Setiap dimensi diterjemahkan ke dalam indikator terukur dan dikodekan untuk menjaga konsistensi analisis. Responden diminta mengevaluasi setiap indikator dari dua perspektif, yaitu persepsi terhadap kinerja aktual dan tingkat kepentingan atribut, dengan menggunakan skala Likert lima poin. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli 2025 melalui distribusi langsung di lokasi dan juga secara daring. Sebanyak 37 respons valid diperoleh, yang memenuhi syarat umum untuk analisis survei deskriptif. Selain pertanyaan terstruktur, disediakan juga bagian pertanyaan terbuka untuk menangkap opini dan saran lebih lanjut dari responden. Analisis dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama menggunakan statistik deskriptif untuk merangkum demografi responden dan nilai rata-rata tiap indikator. Tahap kedua mengukur kesenjangan antara skor persepsi dan skor kepentingan. Hasilnya menunjukkan sebagian besar atribut memiliki nilai gap negatif, terutama pada dimensi responsiveness dan reliability, dengan kesenjangan terbesar terdapat pada responsivitas staf, ketepatan waktu proses layanan, dan penggunaan teknologi ball tracking. Sebaliknya, aspek tangible seperti fasilitas dan peralatan, profesionalisme staf, serta program promosi menunjukkan gap nol atau positif, yang berarti kinerjanya telah memenuhi atau bahkan melampaui harapan pelanggan. Tahap ketiga menerapkan Importance–Performance Analysis (IPA), yang memetakan atribut ke dalam empat kuadran dengan menggunakan nilai rata-rata persepsi sebesar 4,6473 dan rata-rata kepentingan sebesar 4,7054. Hasilnya menunjukkan tidak ada atribut yang masuk ke dalam Kuadran I (Concentrate Here). Kuadran II (Keep Up the Good Work) mencakup empat atribut, termasuk kebersihan, kenyamanan, serta kelancaran fungsi fasilitas, yang merupakan kekuatan yang harus dipertahankan. Kuadran III (Low Priority) berisi beberapa atribut dengan kepentingan relatif rendah dan kinerja rendah, sedangkan Kuadran IV (Possible Overkill) mencakup atribut dengan kinerja tinggi namun kepentingannya sedikit di bawah rata-rata. Temuan dari pertanyaan terbuka mendukung hasil kuantitatif tersebut. Pelanggan menekankan pentingnya fasilitas modern, staf profesional, dan suasana yang nyaman sebagai alasan untuk kembali, sementara keluhan berfokus pada responsivitas, kecepatan layanan, dan area parkir. Saran yang diberikan menekankan perlunya peningkatan kegiatan promosi, penyesuaian harga yang ramah mahasiswa, penyediaan area bebas rokok, serta peningkatan teknologi ball tracking. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa Dago Heritage Driving Range telah berhasil membangun kekuatan pada dimensi tangible dan assurance, namun kelemahan masih terdapat pada dimensi responsiveness dan reliability yang perlu segera ditangani. Integrasi metode SERVQUAL dan IPA memberikan dasar yang jelas dan berbasis data untuk mengidentifikasi prioritas strategis perbaikan layanan.
PERANCANGAN PENGONTROL ROBAS MODEL PREDICTIVE CONTROL (MPC) UNTUK MEMPERTAHANKAN KESEIMBANGAN DAYA DAN KESTABILAN JARINGAN PADA LAPISAN KONTROL SEKUNDER SISTEM MIKROGRID ARUS SEARAH
Sistem manajemen energi merupakan salah satu topik penelitian yang belakangan ini sedang mengalami peningkatan popularitas. Hal ini dikarenakan pemanfaatan Renewable Energy Source (RES) juga sedang digencarkan untuk mencapai solusi energi yang berkelanjutan. Mikrogrid atau microgrid (MG) merupakan salah satu ide manajemen energi yang brilian karena kemampuannya yang dapat mengintegrasikan sumber energi terbarukan, penyimpanan energi, serta beban secara optimal. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam merancang sebuah sistem MG, salah satunya adalah bagaimana cara untuk memastikan daya yang mengalir pada mikrogrid ini stabil dan berkualitas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang algoritma pengontrol Robas Model Predictive Control (MPC) yang dapat mempertahankan keseimbangan daya dan kestabilan jaringan pada sistem MG arus searah atau direct current (DC) dalam kondisi adanya ketidakpastian. Perancangan pengontrol dimulai dengan membuat model dinamik dari sistem MG DC yang disusun berdasarkan prinsip keseimbangan energi (atau daya). Model tersebut kemudian dibentuk menjadi persamaan ruang keadaan yang dapat dipahami oleh MPC. Kemudian, agar dapat beralih ke Robas MPC, pendekatan Robust Counterpart (RC) digunakan, yang mengadopsi prinsip kasus terburuk. Pendekatan ini membuat masalah optimisasi ketidakpastian menjadi deterministik. Algoritma Robas MPC ini kemudian digunakan pada lapisan kontrol sekunder, yang dapat mengatur aliran daya MG DC. Seluruh proses perancangan dan validasi dilakukan menggunakan perangkat lunak MATLAB. Pengontrol Robas MPC kemudian dibandingkan dengan MPC Klasik pada beberapa skenario uji. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Robas MPC dapat mempertahankan keseimbangan daya dan kestabilan jaringan pada kondisi adanya ketidakpastian, sedangkan MPC Klasik gagal melakukan hal tersebut. Selain itu, algoritma Robas MPC yang dirancang memiliki waktu naik 28,82 detik, waktu tunak 68,41 detik, overshoot 0,63%, dan kesalahan tunak 8,94×10^(-6) kWh, yang merupakan hasil yang baik untuk lapisan kontrol sekunder. Jika dibandingkan dengan MPC Klasik, penggunaan Robas MPC juga dapat mengurangi nilai kesalahan penjejakan dan tunak, serta memiliki nilai overshoot yang 57,43% lebih kecil.
KARAKTERISASI MINERALOGI TAILING NIKEL DAN BEDROCK INDONESIA UNTUK APLIKASI SEKUESTRASI KARBON MENGGUNAKAN SCANNING ELECTRON MICROSCOPE – ENERGY DISPERSIVE SPECTROSCOPY, X-RAY FLUORESCENCE, DAN X-RAY DIFFRACTION
Indonesia memiliki cadangan nikel laterit terbesar di dunia dengan potensi besar untuk aplikasi sekuestrasi karbon melalui teknologi karbonasi mineral. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi sifat mineralogi tailing nikel dan bedrock ultramafik Indonesia untuk mengevaluasi potensi penangkapan CO? menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), X-Ray Fluorescence (XRF), dan Scanning Electron Microscopy - Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS). Sampel bedrock dan tailing nikel dari Pulau Obi, Maluku Utara dianalisis kondisi sebelum dan sesudah eksperimen rainfall dripping dan CO? injection dalam kondisi pH 6-12, suhu 25- 80°C, tekanan CO? 1-10 bar, dan durasi maksimal 30 hari. Hasil karakterisasi menunjukkan bedrock ultramafik memiliki kandungan MgO sangat tinggi (43,3%) dengan mineral yang didominasi serpentin polimorf (Lizardite, Antigorite), olivine, dan Hydrotalcite yang memiliki reaktivitas tinggi terhadap CO?. Sebaliknya, tailing High Pressure Acid Leaching (HPAL) mengalami deplesi magnesium (MgO 1,45%) dengan dominasi Fe?O? (59,6%) yang mengindikasikan kapasitas karbonasi yang terbatas. Eksperimen CO? injection berhasil membentuk mineral karbonat dolomite CaMg(CO?)? pada bedrock sebagai bukti efektivitas proses karbonasi mineral, sementara pada tailing terbentuk mineral Gypsum CaSO?·2H?O yang bukan merupakan mineral karbonat. Transformasi mineralogi menunjukkan bedrock mengalami karbonasi yang intensif dengan pembentukan brucite, dolomite, jamborite, dan mineral sekunder lainnya, sedangkan tailing mengalami oksidasi mineral oksida besi (hydrohematite menjadi hematite dan goethite) dengan pembentukan mineral karbonat yang sangat terbatas. Efektivitas karbonasi mineral sangat dipengaruhi oleh kandungan Mg dan Ca, distribusi mineral reaktif, serta kondisi lingkungan.
USULAN PERBAIKAN PEMELIHARAAN PREVENTIF AIR CONDITIONER DI INDUSTRI PERTAMBANGAN BATUBARA DENGAN MENGGUNAKAN METODOLOGI DMAIC
Pendingin udara (AC) berfungsi sebagai fasilitas pendukung untuk memastikan kelancaran operasional kegiatan pertambangan batu bara di PT Bukit Asam, Tbk (PTBA) lokasi Tanjung Enim, khususnya di gardu induk, stasiun pengatur tambang, ruang server, dan fasilitas kerja lainnya. Meskipun pemeliharaan preventif (PM) AC telah dilaksanakan secara penuh setiap bulan, tingkat pemeliharaan korektif (CM) tetap tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan penyebab tingginya jumlah pesanan kerja (WO) untuk CM pada AC, cara merancang jadwal PM dan CM yang sesuai yang dapat diterapkan untuk lebih efektif dalam mengurangi tingkat kegagalan, serta rekomendasi yang dapat diajukan untuk meningkatkan keandalan adalah AC di area pertambangan batubara. Metode yang digunakan adalah pendekatan DMAIC dikombinasikan dengan FMEA dan prinsip pemeliharaan berbasis risiko. Data dianalisis dari laporan bulanan, riwayat pesanan kerja dari Juli hingga Desember 2024, pengamatan, dan wawancara semi-terstruktur dengan manajemen terkait dan pengguna di departemen operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55% aktivitas bersifat tidak menambah nilai, sementara hanya 45% aktivitas bersifat nilai tambah. Analisis FMEA mengidentifikasi beberapa mode kegagalan, termasuk filter yang mudah kotor, kurangnya pemantauan dan evaluasi PM, belum dilakukannya penilaian risiko lingkungan untuk pemeliharaan AC di lokasi tambang, dan jarak antar departemen yang jauh. Implementasi pemeliharaan berbasis risiko untuk pesanan kerja CM, dari Januari hingga Juni 2025, telah mengklasifikasikan risiko menjadi lokasi berisiko tinggi, sedang hingga tinggi, sedang, dan rendah hingga sedang yang secara langsung mempengaruhi operasional, dan menghasilkan hasil positif dengan tingkat sigma meningkat dari 2,88 menjadi 3,29. Rekomendasi perbaikan yang diusulkan meliputi reorganisasi jadwal PM berdasarkan lokasi dan penerapan formulir penandaan digital untuk unit melaporkan aktivitas pemeliharaan.
OPTIMISASI INVESTASI MULTIOBJEKTIF UNTUK MEMBIAYAI KERUGIAN AKIBAT BENCANA GEMPA BUMI DI INDONESIA DENGAN METODE NSGA-II
Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap bencana alam, terutama bencana alam gempa bumi tektonik. Apabila terjadi suatu gempa bumi, selain dapat saja mengakibatkan korban jiwa, dapat juga mengakibatkan terjadinya kerugian finansial yang sangat besar. Dalam praktik, dana cadangan bencana alam yang dimiliki pemerintah tidak sebanding dengan rerata kerugian finansial per tahun akibat bencana alam, sehingga diperlukan strategi pembiayaan risiko bencana alam. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan suatu cara menerapkan metode optimisasi investasi multiobjektif untuk membangun dana cadangan seiring berjalannya waktu agar tersedia dana untuk membiayai kerugian finansial akibat bencana gempa bumi. Penelitian ini menggunakan data historis harga saham dari Yahoo Finance untuk emiten yang terpilih dari Indeks LQ45, dengan periode pengamatan dari Maret 2010 hingga Juni 2025, tidak termasuk periode pandemi COVID-19 untuk menghindari volatilitas data yang ekstrem. Model ARIMA digunakan untuk memprakirakan imbal hasil bulanan selama satu tahun ke depan. Hasil prakiraan kemudian digunakan untuk melakukan optimisasi portofolio multiobjektif yang bertujuan memaksimalkan imbal hasil dan meminimalkan risiko, yang diselesaikan menggunakan algoritma NSGA-II. Hasil simulasi investasi saham menunjukkan bahwa risiko agresif menghasilkan imbal hasil kumulatif tertinggi mencapai 67.18%. Hasil investasi dari saham dan obligasi yang terkumpul selama satu tahun dapat membiayai hingga 4.72% dari target retensi optimal kerugian tersebut.
Studi ini mengevaluasi efektivitas Program Akselerasi dan Pengembangan Kepemimpinan Bukit Asam (BLADE) dalam mendukung agenda transformasi strategis PT Bukit Asam (PTBA) menuju energi berkelanjutan. Dengan menggunakan Model Evaluasi Kirkpatrick (Level 1–3) dan Teori Transfer Pelatihan, studi kasus kualitatif ini mengeksplorasi bagaimana kompetensi kepemimpinan dipelajari dan ditransfer ke perilaku di tempat kerja, serta keselarasan program dengan target transformasi PTBA untuk menghasilkan 30% pendapatan non-batubara pada tahun 2030. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan alumni, penyelenggara program, dan manajemen puncak, didukung oleh data sekunder seperti laporan tahunan dan dokumentasi program. Temuan menunjukkan bahwa program tersebut berhasil meningkatkan keterampilan kepemimpinan, interpersonal, dan manajemen bisnis peserta. Namun, transfer pembelajaran bervariasi di seluruh divisi, dipengaruhi oleh lingkungan kerja dan dukungan organisasi. Meskipun BLADE selaras dengan strategi jangka panjang PTBA, tidak adanya sistem pemantauan pasca-program yang terstruktur membatasi dampak berkelanjutannya. Studi ini menyoroti pentingnya intervensi pasca-pelatihan dan keselarasan organisasi untuk memaksimalkan hasil pengembangan kepemimpinan di badan usaha milik negara..
OPTIMISASI PORTOFOLIO MENGGUNAKAN MULTI-OBJECTIVE EVOLUTIONARY ALGORITHM BASED ON DECOMPOSITION (MOEA/D) DALAM MEMBIAYAI KERUGIAN AKIBAT GEMPA BUMI TEKTONIK DI INDONESIA
Indonesia merupakan negara rawan bencana, terutama gempa bumi tektonik yang selain dapat mengakibatkan korban jiwa, juga dapat menyebabkan terjadinya kerugian finansial yang besar. Tugas Akhir ini mencoba menunjukkan cara bagaimana membangun suatu dana cadangan dengan berjalannya waktu sehingga diperoleh suatu dana cadangan untuk membiayai kerugian finansial akibat bencana alam gempa bumi tektonik. Untuk membiayai kerugian tersebut, dilakukan prakiraan return saham menggunakan metode autoregressive integrated moving average serta optimisasi multi-objektif untuk menentukan alokasi aset yang optimal dalam portofolio. Penentuan alokasi aset dilakukan dengan menyelesaikan model optimisasi portofolio yang memaksimumkan return dan meminimumkan risiko dengan kendala anggaran, buy-in-threshold, dan roundlot menggunakan multi-objective evolutionary algorithm based on decomposition. Terdapat dua skema optimisasi, yaitu optimisasi pada saham dengan sisa dana disimpan sebagai kas atau diinvestasikan pada deposito, dengan pemilihan solusi berdasarkan Sharpe Ratio, variansi, dan return. Hasil optimisasi menunjukkan bahwa saham BBCA memberikan kontribusi terbesar pada setiap skema investasi dan periode. Investasi selama satu tahun dapat membiayai 21,29% hingga 26,00% dari retensi optimal.
PENGUKURAN KEKASARAN PERMUKAAN KULIT SINTETIS BERBASIS STEREO FOTOMETRI DENGAN KOMBINASI METODE ESTIMASI NORMAL DAN INTEGRASI
Kekasaran permukaan merupakan indikator penting dalam penentuan kualitas dan performa suatu material. Metode pengukuran konvensional berbasis kontak, seperti profilometer jarum, memiliki keterbatasan karena hanya mampu mengukur area terbatas, memerlukan waktu yang lama, serta berpotensi merusak permukaan. Sebagai alternatif, penelitian ini menggunakan stereo fotometri sebagai metode non-kontak untuk merekonstruksi peta kedalaman permukaan dari citra dengan variasi pencahayaan, kemudian menghitung parameter kekasaran rata-rata (Ra). Penelitian ini membandingkan sembilan kombinasi metode stereo fotometri yang terdiri dari tiga metode estimasi normal (kuadrat terkecil, robust regression, dan rasio) dan tiga metode integrasi permukaan (Frankot–Chellappa, Poisson, dan variasional). Pengujian awal dilakukan pada balok ukur standar N7 Plain grinding (Ra = 1,6 µm), N8 Turning (Ra = 3,2 µm), dan N10 Vertical milling (Ra = 12,5 µm). Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi robust–variasional (K6) memberikan hasil paling akurat dengan eror terendah dan rata-rata akurasi mencapai 94,76%. Metode terbaik ini kemudian diterapkan pada objek kulit sintetis dengan tiga variasi tekstur, yaitu halus, sedang, dan kasar. Rekonstruksi kedalaman yang dihasilkan menunjukkan tren peningkatan nilai Ra yang sesuai dengan tingkat kekasaran visual, membuktikan konsistensi metode dalam membedakan variasi tekstur. Dengan demikian, stereo fotometri dengan kombinasi robust–variasional dapat direkomendasikan sebagai metode non-kontak yang efektif, baik untuk validasi standar maupun aplikasi praktis pada industri kulit seperti jok kendaraan dan furnitur.
DETEKSI COVID-19 DENGAN MEMANFAATKAN CHEST X-RAY (CXR) BERBASIS DEEP LEARNING DENGAN PENERAPAN TRANSFER LEARNING DAN K-FOLD CROSS VALIDATION
COVID-19 adalah pandemi global yang pernah melanda dunia pada awal 2020-an. Saat itu, penyebarannya berlangsung sangat cepat dan karena keterbatasan alat dan tenaga medis ahli membuat pandemi COVID-19 sangat sulit dikendalikan. Sehingga, muncullah kebutuhan untuk membuat sebuah proses deteksi yang cepat sekaligus akurat. Beberapa metode diagnosis COVID-19, termasuk citra chest X- ray yang menangkap organ paru-paru dilakukan kemudian dicocokkan dengan hasil tes yang sudah ada seperti Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT- PCR) yang akurat. Suatu teknik deteksi COVID-19 menggunakan Deep Learning yang berbasis algoritma Convolutional Neural Network (CNN) dirancang khusus untuk tugas klasifikasi gambar umum seperti MobileNet-V3-Small yang kemudian diimplementasikan pada CXR menggunakan transfer learning. MobileNet-V3- Small adalah model yang ringan sekaligus efektif bahkan pada data yang terbatas (n ? 1000). Eksperimen dilakukan dengan menerapkan variasi jumlah data, teknik peningkatan citra, dan juga segmentasi citra. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa jumlah data sangat berpengaruh pada performa model meskipun diamati ada diminishing returns, sedangkan teknik peningkatan dan segmentasi citra hanya memberikan keuntungan marginal pada performa model. Hasil pelatihan dan pengujian dengan MobileNet-V3-Small menunjukkan bahwa model yang dilatih pada 1000 data asli tanpa segmentasi mencapai akurasi dan skor-F1 tertinggi yakni 95,95% akurasi dan 0,9602 skor-F1. Sedangkan model yang dilatih dengan data yang ditingkatkan oleh CLAHE dengan segmentasi pada 1000 data mencapai sensitivitas tertinggi, yakni 0,9870 yang sangat cocok untuk screening awal.