📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPERANCANGAN KONTROL SLIDING MODE ADAPTIF DAN OBSERVER PADA MODEL STOKASTIK COVID-19 DENGAN KETIDAKPASTIAN PARAMETER
Sistem nonlinier yang dihadapkan pada ketidakpastian parameter dan gangguan yang bersifat stokastik memerlukan pendekatan kontrol yang kokoh dan adaptif terhadap perubahan sistem yang dinamis. Kontrol sliding mode merupakan pendekatan kontrol nonlinier yang dirancang untuk menjamin kekokohan terhadap gangguan eksternal dan ketidakpastian parameter, dengan memaksa sistem bergerak menuju sliding surface dan mempertahankannya di permukaan tersebut. Mekanisme utama dari kontrol sliding mode terletak pada penggunaan switching gain yang secara adaptif menyesuaikan respon terhadap error sistem, sehingga sistem dapat mengikuti fungsi referensinya. Namun, kontrol sliding mode menghadapi keterbatasan ketika batas atas parameter tidak diketahui secara eksplisit, sehingga dibutuhkan mekanisme adaptif untuk mengatur switching gain secara real-time, guna menjaga kestabilan sistem tanpa menimbulkan osilasi atau chattering berlebih. Penelitian ini mengusulkan pendekatan kontrol sliding mode yang menggabungkan sliding surface dengan mekanisme adaptif untuk penyesuaian switching gain secara dinamis, serta memanfaatkan estimasi parameter secara real-time menggunakan Extended Kalman Filter (EKF). Rancangan kontrol ini memungkinkan sistem tetap stabil meskipun terdapat gangguan acak dan perubahan parameter yang tidak diketahui secara langsung. Untuk memperoleh performa rancangan kontrol sliding mode adaptif diterapkan pada model deterministik dan stokastik penyebaran COVID-19 dengan virus asli dan varian Omicron. Model stokastik dikembangkan dari bentuk deterministik, yang kemudian diperluas dengan dua aspek utama, yaitu mobilitas dan gangguan acak yang dikorelasikan antar kompartemen. Gangguan tersebut dimodelkan sebagai proses Wiener yang mencerminkan fluktuasi nyata seperti variasi mobilitas harian, pelaporan infeksi yang tidak konsisten, dan interaksi acak antarindividu. Validasi dilakukan dengan data aktual dan parameter COVID-19 di Jakarta dan Jawa Barat. Untuk memastikan kestabilan sistem, digunakan pendekatan Lyapunov-Itô, dengan memanfaatkan turunan Lyapunov. Analisis ini memastikan kestabilan sistem secara mean-square dan eksponensial mean-square, walaupun dalam kondisi gangguan dan ketidakpastian parameter. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kontrol sliding mode adaptif yang dirancang mampu secara signifikan mengurangi jumlah infeksi COVID-19. Di Jakarta, infeksi virus asli menurun sebesar 55,29% dan infeksi varian Omicron menurun sebesar 72,61% Sedangkan di Jawa Barat penurunan masing-masing mencapai 70,79% dan 86,81%. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan kontrol yang dikembangkan tidak hanya stabil secara teoretis, tetapi juga mampu mencapai tujuan kontrol yang ditentukan. Selain itu, kerangka kontrol ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan strategi intervensi yang adaptif, kokoh, dan berbasis data, dengan potensi aplikasi luas pada sistem dinamis lainnya yang melibatkan ketidakpastian dan gangguan stokastik.
PERANCANGAN DESAIN KONSEPTUAL ARM-SUPPORT EXOSKELETON SEBAGAI INTERVENSI ERGONOMI UNTUK PEKERJA PERTAMBANGAN BAWAH TANAH PT X
Pekerjaan di lingkungan tambang bawah tanah memiliki tantangan operasional terkait kesehatan dan keselamatan pekerja, salah satunya terkait work-related musculoskeletal disorders (WMSDs). PT X merupakan salah satu perusahaan tambang bawah tanah yang tengah menghadapi isu tersebut, khususnya pada bagian tubuh yang dikaitkan dengan faktor aktivitas overhead yang berulang dalam ruang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain konseptual arm-support exoskeleton (ASE) sebagai intervensi ergonomi untuk mengurangi beban kerja fisik dan meningkatkan keselamatan kerja di PT X. Metodologi yang digunakan menggabungkan axiomatic design dan TRIZ dalam proses perancangan desain konseptual produk. Axiomatic design menjadi metode yang terstruktur dalam memetakan kebutuhan pengguna hingga menjadi teknis, sedangkan TRIZ menjadi metode yang memiliki keunggulan dalam pemecahan masalah terhadap konflik teknis yang terjadi. Melalui penggabungan kedua metode dapat memberikan hasil rancangan desain konseptual produk yang berbasis kebutuhan pengguna dan inovatif dalam beradaptasi di lingkungan tambang bawah tanah. Hasil dari penelitian ini mengidentifikasikan 19 kebutuhan pengguna terhadap arm- support exoskeleton. Rancangan akhir dari penelitian mendesain arm-support exoskeleton dengan sistem aktuator pasif berbasis spring-cam yang disimulasikan mampu memberikan torsi bantu hingga 13,2 Nm atau penurunan torsi bahu hingga 60 persen pada saat elevasi lengan maksimum. Struktur hybrid yang memadukan elemen rigid dan soft dapat menunjang kenyamanan, stabilitas, serta fleksibilitas gerak. Desain juga mempertimbangkan kompatibilitas dengan alat pelindung diri (APD) dan kondisi ekstrem tambang seperti debu, suhu tinggi, serta ruang sempit.
DYNAMIC MODELLING AND SIMULATION FOR TRANSIENT BEHAVIOUR ANALYSIS OF COAL-FIRED POWER PLANT
The increasing share of renewable energy in power grids is essential for decelerating climate change and decarbonizing the energy sector, but poses challenges due to the intermittency of sources. It demands greater operational flexibility from coal-fired power plants (CFPP). The objectives of this study are to explore dynamic modelling as a fundamental tool to enhance CFPP flexibility, enabling better integration of intermittent renewable energy sources, to analyze the transient behaviour of the power plant. A replicate CFPP model of Tanjung Jati B is developed based on the existing library. Control systems are implemented to simulate responses to fluctuating power demands. After calibrating the simulation model, these responses are validated against operational data, ensuring accuracy. Then, power demand schemes are applied, demonstrating the transient behaviour of existing CFPP in various parameter operations. In this study, a dynamic model of the 695 MW Tanjung Jati B coal-fired unit is validated at 27%, 50%, 75%, and 100% load. The model reproduces key steady-state variables (main-steam flow/pressure/temperature and reheater outlet pressure/temperature) with errors generally <10%, with residuals of 12.4% for main-steam mass flow at 50% load and 13% for reheater outlet temperature at 27% load. The model also tracks prescribed load ramps (100-75% at 2%/min, 75-50% and 50-27% at 1%/min, 75-100% at 1%/min), though transient temperature and mass-flow dynamics deviate due to the difference between the plant’s control. Adjusting system optimization is shown to increase achievable ramp-up rate from 0.25%/min to 1%/min
OPTIMASI SIKLUS TERMODINAMIKA PADA MESIN STIRLING BETA TEORETIS MELALUI PEMODELAN GERAK DISPLACER BERBASIS DERET FOURIER
Mesin stirling merupakan mesin kalor yang memiliki efisiensi termal teoretis yang bernilai sama dengan efisiensi termal Siklus Carnot, efisiensi termal tertinggi yang mungkin dimiliki oleh mesin kalor secara teoretis. Pada kenyataannya, nilai efisiensi termal ideal ini tidak tercapai karena adanya penyimpangan siklus termodinamika mesin stirling terhadap siklus idealnya. Pada mesin stirling beta, salah satu penyebab terjadinya penyimpangan siklus ini adalah keterbatasan mekanisme kinematis dalam menggerakkan displacer sehingga fungsi volume di ruang panas cenderung sinusoidal dan menyimpang dari fungsi idealnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi siklus termodinamika dari mesin stirling beta teoretis dengan memperbaiki gerak displacer agar mendekati Siklus Stirling ideal. Metode yang diajukan adalah memodelkan fungsi volume fluida di ruang panas mesin stirling beta dengan menggunakan deret Fourier yang koefisiennya dioptimasi agar menghasilkan kerja bersih maksimum per siklusnya. Optimasi dilakukan menggunakan metode interior point melalui perintah “fmincon” pada perangkat lunak MATLAB untuk memastikan batasan-batasan fisik dari mesin tetap dipenuhi. Hasil optimasi disajikan dalam grafik parameter-parameter tak berdimensi, yaitu rasio kerja terhadap rasio kompresi yang divariasikan pada tiga nilai rasio temperatur dan dibandingkan dengan mesin stirling ideal dan mesin stirling konvensional sebagai tolok ukur. Hasil optimasi menunjukkan bahwa mesin stirling beta yang dimodelkan dengan deret Fourier menghasilkan rasio kerja yang lebih tinggi daripada mesin stirling beta konvensional pada deret Fourier orde ketiga dan lebih tinggi.
PENGEMBANGAN DESAIN SISTEM TARGET GANDA SIKLOTRON UNTUK PRODUKSI RADIOISOTOP
Penelitian ini membahas mengenai produksi radioisotop menggunakan siklotron, dengan fokus pada Fluorin-18 (F-18) dan Fosfor-32 (P-32) secara simultan. Latar belakang penelitian ini berakar dari kebutuhan akan radioisotop untuk aplikasi biomedis, di mana siklotron menjadi alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan reaktor nuklir dalam produksi radionuklida medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain sistem target siklotron dengan memanfaatkan perangkat lunak PHITS dan ANSYS untuk meningkatkan efisiensi produksi F-18 dan P-32. Metode yang digunakan meliputi simulasi Monte Carlo untuk analisis transportasi partikel dan yield aktivitas produksi radioisotop serta analisis termal untuk memastikan desain sistem target memenuhi spesifikasi yang diperlukan. Dalam penelitian ini, diusulkan pemanfaatan neutron cepat dari reaksi 18O(p,n)18F untuk meningkatkan efisiensi produksi P-32. Analisis radioaktivitas menunjukkan hubungan linier yang kuat antara energi proton dan aktivitas isotop F-18 serta P-32, di mana peningkatan energi proton meningkatkan yield isotop. Simulasi PHITS dengan ketidakpastian 10-4 menetapkan 15 MeV sebagai energi optimal untuk produksi simultan, menghasilkan 54,93 ± 0,06 GBq F-18 (kemurnian 99,92%) dan 1,190 ± 0,007 MBq P-32 (kemurnian 100%). Untuk penerapan pada akselerator DECY-13, energi optimal 13 MeV masih memberikan hasil memadai yaitu F-18 dengan aktivitas 46,21 ± 0,02 GBq (kemurnian 99,99%) dan P-32 sebesar 0,6526 ± 0,0015 MBq (kemurnian 100%). Desain target dengan pendinginan air pada 10 °C dan aliran 3,5 m/s efektif menjaga stabilitas termal tanpa mencapai titik lebur material maupun titik didih cairan. Analisis struktural memperkuat validitas desain dengan deformasi minimal dan kemampuan menahan tekanan hingga tiga kali lipat kondisi operasional normal, ditunjukkan oleh safety factor sebesar 3. Secara keseluruhan, metode dan desain sistem ini terbukti aman, efisien, dan siap diimplementasikan untuk produksi radioisotop F-18 dan P-32.
KONSTRUKSI TABEL MORBIDITAS INSIDENSI PENYAKIT KATASTROPIK MENGGUNAKAN EKSTRAPOLASI IHME BERDASARKAN KLASTER PROVINSI
Morbiditas merupakan indikator penting dalam menilai tingkat kesehatan masyarakat serta menjadi dasar perhitungan risiko dalam asuransi kesehatan. Salah satu tantangan dalam penyusunan tabel morbiditas penyakit katastropik adalah keterbatasan data pada kelompok usia lanjut dan kebutuhan akan pendekatan statistik yang akurat. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengonstruksi tabel morbiditas insidensi penyakit katastropik di Indonesia berdasarkan data BPJS Kesehatan tahun 2018–2021 dan memperluas cakupannya melalui proses ekstrapolasi menggunakan data dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME). Proses konstruksi meliputi perhitungan eksposur dan klaim, penambahan batas atas kepercayaan, graduasi menggunakan metode Kernel Smoothing, serta ekstrapolasi pada kelompok usia 65–95+ tahun. Data morbiditas dikembangkan lebih lanjut dengan analisis segmentasi provinsi di Indonesia menggunakan metode klasterisasi K-Means berdasarkan lima variabel : kontribusi morbiditas, jumlah penduduk, jumlah klaim, besar klaim, dan jumlah rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat morbiditas meningkat signifikan pada usia lanjut setelah dilakukan ekstrapolasi IHME. Selain itu, hasil klasterisasi menghasilkan lima kelompok regional yang mencerminkan karakteristik nyata beban penyakit antarprovinsi. Klaster dengan beban morbiditas tertinggi didominasi oleh provinsi padat penduduk seperti Jawa Barat dan Jawa Timur, sedangkan klaster terendah mencakup wilayah dengan kapasitas layanan kesehatan yang terbatas. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam penyusunan acuan morbiditas nasional yang dapat digunakan oleh BPJS Kesehatan dan perusahaan asuransi untuk menentukan strategi tarif dan manajemen risiko berbasis data. Selain itu, pendekatan klasterisasi dapat menjadi dasar kebijakan pelayanan kesehatan yang lebih terarah dan merata.
MEMINIMALKAN VALUE-AT-RISK ATAU TAIL VALUE-AT-RISK UNTUK MENENTUKAN RETENSI OPTIMAL REASURANSI STOP-LOSS
Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap gempa bumi karena berada pada pertemuan empat lempeng tektonik dunia. Apabila terjadi gempa bumi tektonik, selain dapat menimbulkan korban jiwa, juga dapat menimbulkan risiko kerugian finansial yang sangat besar. Mekanisme reasuransi stop-loss dapat digunakan untuk mengelola risiko kerugian finansial tersebut, yang mana penentuan retensi optimal menjadi krusial agar tercapai keseimbangan antara risiko yang ditanggung cedent dan premi reasuransi yang dibayarkan kepada reinsurer. Tugas Akhir ini bertujuan menentukan retensi optimal dengan meminimalkan Value-at-Risk (VaR) dan Tail Value-at-Risk (TVaR) dari total cost yang ditanggung cedent, dengan premi reasuransi dihitung menggunakan prinsip the expected value premium principle. Dapat dibuktikan bahwa perhitungan retensi optimal dengan meminimumkan VaR dan TVaR memberikan hasil yang sama. Metodologi diaplikasikan pada suatu data kerugian finansial (ground up loss) akibat gempa bumi tektonik atas residensial (perumahan penduduk) di seluruh Indonesia. Data kerugian finansial diasumsikan mengikuti distribusi Lognormal, Gamma, Invers Gaussian, Pareto, dan Weibull, yang mana masing-masing parameternya ditaksir menggunakan metode momen. Untuk penaksiran parameter-parameter pada distribusi Weibull, digunakan metode numerik ternary bisection. Di dalam Tugas Akhir ini, beberapa skenario retensi optimal dibuat berdasarkan asumsi distribusi kerugian finansial, loading factor, dan coefficient of variation.
PERANCANGAN PROYEKSI ANIMASI PADA FASHION MENGENAI PENGGAMBARAN SIFAT DAN PERJUANGAN KARTINI BAGI MAHASISWI DI INDONESIA
Raden Ajeng Kartini merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia, yang dikenal dengan perjuangannya dalam emansipasi wanita. Pengangkatan R.A Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional Indonesia ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 1964 yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno pada tanggal 2 Mei 1964. Selain itu keputusan ini menetapkan tanggal 21 sebagai hari nasional, yaitu Hari Kartini yang masih selalu dirayakan setiap tahunnya hingga saat ini. Namun tak sedikit dari masyarakat di Indonesia yang miskonsepsi terhadap sifat dan kepribadian Kartini serta jasa Kartini sebagai seorang pahlawan nasional Indonesia. Oleh karena itu, perancangan ini bertujuan untuk mengenalkan biografi Kartini lebih dalam dan bagaimana perjuangan beliau menggapai mimpinya sehingga mewariskan pemikirannya bagi perempuan-perempuan masa kini. Fashion Projection Mapping digunakan sebagai media baru untuk menciptakan pengalaman animasi yang menarik secara visual dan didukung dengan fashion yang memiliki makna sejalan sebagai permukaan bidang yang dijadikan objek proyeksi video atau facade. Dengan dibuatnya perancangan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswi-mahasiswi Indonesia untuk bermanfaat bagi lingkungan masyarakat sekitarnya dengan jurusan dan pengalamannya masing-masing.
OPTIMALISASI STRATEGIS UNTUK MENINGKATKAN OPERASIONAL DERMAGA YANG EFEKTIF DI PELABUHAN KERTAPATI
Studi ini membahas ketidakefisienan operasional di Pelabuhan Kertapati, khususnya tingginya waktu idle yang mencapai ribuan jam per tahun serta potensi kerugian finansial akibat biaya demurrage dan backlog distribusi. Kondisi ini menegaskan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efektivitas dermaga guna menjaga kinerja distribusi batu bara dan daya saing perusahaan. Tujuan penelitian adalah (1) mengidentifikasi dan menganalisis penyebab utama idle time dan ketidakefisienan, (2) mengusulkan serta mengevaluasi solusi potensial, dan (3) menyusun kerangka implementasi untuk mengoptimalkan operasi dermaga. Data dikumpulkan melalui catatan operasional PTBA tahun 2020–2024, observasi lapangan di Pelabuhan Kertapati, serta kuesioner terstruktur yang diberikan kepada pemangku kepentingan internal dan eksternal untuk analisis Proses Hierarki Analitis (AHP). Wawancara ahli juga dilakukan untuk memvalidasi asumsi dan merumuskan alternatif solusi. Metodologi yang digunakan meliputi Current Reality Tree (CRT) untuk menelusuri akar masalah, kerangka Theory of Constraints (TOC) untuk mengidentifikasi bottleneck, dan AHP untuk menentukan prioritas perbaikan. Tiga alternatif solusi dikembangkan: penerapan Prosedur Operasional Standar (SOP) terintegrasi, penambahan kapal tunda cadangan, dan desentralisasi administrasi melalui pembangunan kantor di dermaga. Analisis kelayakan finansial dilakukan dengan pendekatan Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR). Hasil menunjukkan bahwa penerapan SOP terintegrasi merupakan solusi paling efektif, dengan peningkatan throughput pemuatan menjadi rata-rata puluhan ribu dan penghematan ribuan USD per bulan akibat berkurangnya waktu tunggu kapal. Uji coba SOP tahun 2025 mengonfirmasi perbaikan signifikan dibandingkan data dasar 2024. Studi ini memberikan kontribusi teoretis dan manajerial melalui integrasi CRT, TOC, dan AHP sebagai kerangka pengambilan keputusan yang komprehensif.
PERENCANAAN SABO DAM TIPE TERBUKA SEBAGAI PENGENDALI BANJIR LAHAR GUNUNG MARAPI DI SUNGAI BATANG MALANA KABUPATEN TANAH DATAR, PROVINSI SUMATERA BARAT
Kabupaten Tanah Datar merupakan salah satu wilayah di Sumatera Barat yang memiliki potensi tinggi terhadap bencana aliran debris atau galodo akibat aktivitas vulkanik dari Gunung Marapi. Sungai Batang Malana menjadi jalur utama aliran material sedimen dari lereng gunung menuju permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan aliran dan angkutan sedimen menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 2D, serta mengevaluasi efektivitas sabo dam sebagai pengendali sedimen. Metode yang digunakan meliputi analisis karakteristik sungai, perhitungan debit banjir rencana, serta pemodelan aliran dan sedimentasi menggunakan metode Ackers-White. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sabo dam tipe terbuka efektif dalam menahan sedimentasi dan mengurangi potensi genangan di wilayah hilir. Pemilihan lokasi sabo dam dilakukan berdasarkan hasil distribusi aliran dan pola pengendapan sedimen. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan teknis pengendalian sedimen dan mitigasi bencana galodo di kawasan rawan.
DEVELOPMENT OF A WRIST PROSTHETIC DEVICE FOR ACTIVITIES OF DAILY LIVING BASED ON COMPLIANT MECHANISM DESIGN
This study presents the development of a three-degree-of-freedom (3-DoF) prosthetic wrist joint designed to replicate natural and asymmetrical wrist biomechanics for Activities of Daily Living (ADLs). Compliant mechanisms were employed to achieve flexion–extension (FE), radial–ulnar deviation (RUD), and supination–pronation (SP), by simulating through finite element analysis (FEA) and prototypes fabricated by 3D printing. PETG was identified as the optimal material, balancing flexibility, strength, and fatigue resistance, with projected lifetimes of >70,000 cycles for the FE–RUD stage and 39,321 cycles for the SP stage. The final design combined a Flex-16 compliant revolute joint for FE–RUD and an Inner–Outer Ring Flexure Pivot (IORFP) for SP. Experimental validation showed that the FE–RUD mechanism achieved 40° and 38° ranges of motion, while the SP mechanism reached 53° with stable rotation due to non-zero off-axis stiffness. Incorporating the dart throwing motion (DTM) framework enabled accurate coupled FE–RUD trajectories along the natural oblique path, reducing user effort compared to independent motion. Seven ADLs were successfully performed, confirming functional reliability and user comfort. By reducing part count and eliminating conventional joints, the compliant mechanism approach yielded a lightweight, compact, and low-cost prosthetic wrist, demonstrating strong potential for accessible and biomechanically accurate prosthetic solutions.
ANALISIS SEISMISITAS DI NUSA TENGGARA TIMUR DAN SEKITARNYA MENGGUNAKAN DATA BMKG TAHUN 2012-2022
Nusa Tenggara Timur merupakan daerah yang memiliki tatanan tektonik yang cukup kompleks serta daerah dengan intensitas gempa yang cukup aktif. Hal tersebut diakibatkan oleh aktivitas zona subduksi lempeng Australia di bawah lempeng Eurasia di bagian selatan provinsi tersebut. Salah satu acuan yang dapat digunakan untuk memahami potensi bahaya gempa yang disebabkan oleh kompleksitas dari tatanan tektonik pada suatu wilayah adalah dengan mengetahui sebaran gempa di daerah tersebut. Namun, banyak faktor yang mempengaruhi ketidakpastian dan tingkat akurasi dari distribusi hiposenter gempa pada suatu wilayah. Oleh karena itu dilakukan proses relokasi hiposenter sebagai sebuah upaya memperbaharui posisi hiposenter gempa menjadi lebih baik dan lebih akurat dengan menggunakan model kecepatan yang diperbarui. Hasil relokasi hiposenter gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur menunjukkan struktur yang terlihat secara jelas yaitu transisi dari zona subduksi Lempeng Australia terhadap Lempeng Eurasia menjadi zona tumbukan Busur Banda. Transisi tersebut terjadi dan dapat diamati pada sebaran gempa di bagian utara Pulau Timor. Selain itu, terdapat lima segmen yang juga dijadikan fokus analisis pada penelitian ini diantaranya: Segmen Flores Back-arc Thrust, Segmen Sesar Kalaotoa, Segmen Cekungan Sabu, Segmen Timor, dan Segmen Tanimbar Cluster. Kelima segmen tersebut dijadikan fokus penelitian dikarenakan jumlah event dari segmen tersebut yang cukup banyak dan lokasi setiap gempa pada segmen-segmen tersebut saling berdekatan dengan kedalaman yang cukup seragam sehingga dapat diasumsikan bahwa terdapat sebuah struktur maupun cluster event gempa besar yang pernah terjadi di wilayah tersebut.
STUDI GEOLOGI, ALTERASI, DAN MINERALISASI DAERAH TOLO OI, KECAMATAN TARANO,KABUPATEN SUMBAWA, NUSA TENGGARA BARAT
Daerah Tolo Oi, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat diidentifikasi sebagai daerah yang memiliki potensi mineralisasi emas. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi potensi mineralisasi emas di daerah penelitian yang terletak di bagian timur Daerah Tolo Oi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi, geomorfologi, stratigrafi, dan struktur geologi beserta karakteristik alterasi dan mineralisasi yang berkembang di daerah penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian terdiri dari data primer yang berasal dari pemetaan lapangan dan data sekunder dari PT ANTAM Tbk yang telah melakukan penyelidikan sebelumnya di daerah penelitian. Data primer yang digunakan pada penelitian ini berupa 69 sampel batuan dan 235 data pengukuran kedudukan struktur geologi, sedangkan data sekunder yang digunakan berupa 34 sampel batuan yang tersebar di daerah penelitian. Metode yang digunakan meliputi analisis petrografi, mineragrafi, Analysis Spectral Device (ASD), dan analisis kinematika struktur geologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa daerah penelitian terdiri dari delapan satuan batuan, yaitu Satuan Tuf, Breksi Volkanik, Lava Andesit, Lava Andesit Olivin, Lava Andesit Piroksen, Breksi Hidrotermal, Breksi Diatrema, dan Aluvial. Struktur geologi dikelompokkan berdasarkan deformasi yang terjadi di daerah penelitian, yaitu sesar-sesar naik berarah NW–SE (pre-mineralisasi), sesar-sesar geser menganan berarah NNE–SSW (syn-mineralisasi), dan sesar-sesar geser mengiri berarah NW–SE (post-mineralisasi). Adapun alterasi yang terdapat di daerah penelitian meliputi zona smektit ± klorit, kaolinit ± smektit ± kuarsa, kaolinit ± dikit ± kuarsa, alunit ± kaolinit ± kuarsa, pirofilit ± alunit ± dikit ± kuarsa, dan silisifikasi. Sesar geser menganan berarah NNE–SSW mengontrol alterasi di daerah penelitian. Mineral sulfida terdiri dari mineral pirit, pirhotit, galena, kalkopirit, bornit, dan kovelit dengan style pembentukan berupa diseminasi, replacement, dan inklusi. Berdasarkan alterasi dan mineralisasi, tipe endapan daerah penelitian termasuk ke dalam endapan epitermal sulfidasi tinggi.
EVALUASI PENDEKATAN MACHINE LEARNING UNTUK PREDIKSI TRAFIK DATA DAN THROUGHPUT PADA JARINGAN SELULER
Pertumbuhan pesat pengguna internet dan perangkat seluler menyebabkan peningkatan signifikan terhadap beban trafik data jaringan. Hal ini menimbulkan tantangan besar dalam hal perencanaan kapasitas dan pengelolaan sumber daya jaringan yang efisien. Salah satu solusi untuk mengantisipasi fluktuasi beban jaringan secara proaktif adalah melalui penerapan metode prediksi berbasis machine learning. Dalam penelitian ini, digunakan sembilan model prediksi yang diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama, yaitu model statistik tradisional, machine learning klasik, dan deep learning. Pada percobaan pertama yang berfokus pada prediksi trafik data jaringan, model extreme gradient boosting (XGBoost) berbasis regresi multivariat menunjukkan performa terbaik dengan nilai mean absolute error (MAE) = 0.1630, mean square error (MSE) = 0.0595, root mean square error (RMSE) = 0.2440, dan r-squared (R2) = 0.9938. Hasil ini mengindikasikan bahwa model mampu menangkap pola non-linear yang kompleks secara efektif dengan tingkat kesalahan yang sangat rendah. Pada percobaan kedua yang menitikberatkan pada prediksi throughput jaringan, model Stacked Ensemble Learning dengan Random Forest dan Gradient Boosting sebagai model dasar, serta Linear Regression sebagai meta model, memberikan hasil terbaik dengan MAE = 0.8738, RMSE = 1.4707, dan R2 = 0.9539. Model ini sedikit lebih unggul dibanding Transformer (R2 = 0.9531) dan XGBoost berbasis multivariat dan time series (R2 = 0.9387), serta secara signifikan mengungguli pendekatan deep learning seperti long short-term memory (LSTM) (R2 = 0.9328) dan Hybrid Attention-LSTM (R2 = 0.9142). Secara keseluruhan, XGBoost merupakan model paling andal untuk prediksi trafik data, sementara Stacked Ensemble Learning menjadi pilihan terbaik untuk prediksi throughput jaringan. Hasil ini diharapkan dapat membantu operator jaringan dalam melakukan perencanaan kapasitas, alokasi sumber daya, serta manajemen kualitas layanan secara lebih adaptif, efisien, dan proaktif. Penelitian ini juga memberikan kontribusi dalam mengintegrasikan teknik pemodelan modern dengan kebutuhan nyata dalam pengelolaan jaringan seluler.
INTEGRASI FRAMEWORK MOOS-IVP SEBAGAI SISTEM HIGH-LEVEL PADA ARSITEKTUR ROS HYBRID AUTONOMOUS UNDERWATER GLIDER
Hybrid Autonomous Underwater Glider (HAUG) merupakan wahana bawah laut yang menggabungkan efisiensi energi dari glider dengan fleksibilitas manuver thruster sehingga sesuai untuk misi jangka panjang di lingkungan laut. Tantangan utama pengembangan wahana ini terletak pada kebutuhan sistem otonom yang mampu mengelola misi kompleks secara adaptif sekaligus menjaga kendali real- time pada subsistem sensor dan aktuator. Penelitian ini mengusulkan integrasi Mission Oriented Operating Suite – Interval Programming (MOOS-IvP) dengan Robot Operating System (ROS) sebagai arsitektur kendali hybrid pada HAUG. MOOS-IvP berperan sebagai pengambil keputusan tingkat tinggi melalui optimasi multi-tujuan berbasis perilaku, sedangkan ROS mengelola kendali tingkat rendah termasuk akuisisi data sensor dan eksekusi perintah. Integrasi diwujudkan melalui pengembangan modul bridge dua arah yang menerjemahkan variabel MOOSDB ke dalam topic ROS dan sebaliknya, sehingga memungkinkan keputusan IvP Helm dieksekusi langsung oleh ROS dengan umpan balik sensor yang diperbarui secara real-time. Validasi dilakukan melalui simulasi Rviz dan pengujian Hardware-in- the-Loop Simulation (HILS) dengan dua skenario utama, yaitu depth hold dan waypoint tracking. Hasil pengujian menunjukkan bahwa wahana mampu mencapai dan mempertahankan kedalaman target dengan deviasi kecil serta menyelesaikan misi waypoint dengan ketelitian posisi dalam toleransi di bawah 1 meter. Penelitian ini membuktikan bahwa integrasi MOOS-IvP dan ROS meningkatkan fleksibilitas dan reliabilitas sistem dibandingkan penggunaan ROS tunggal, serta menegaskan kelayakan penerapan hybrid middleware pada HAUG. Penelitian ini menjadi landasan untuk pengembangan lebih lanjut berupa penambahan perilaku yang lebih kompleks, integrasi sensor lingkungan, serta koordinasi multi-wahana.