📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPERANCANGAN RUMAH SAKIT KELAS B DENGAN OTOMATISASI BERBASIS SYARAT KONEKSI SPASIAL DEPARTEMEN RUMAH SAKIT SERTA OPTIMASI CAHAYA
Penelitian ini berangkat dari kebutuhan akan pendekatan desain rumah sakit yang lebih efisien dan adaptif terhadap tantangan spasial, iklim, dan kinerja pencahayaan alami. Rumah Sakit Salman, yang dirancang sebagai rumah sakit kelas B di kawasan Soreang, menjadi studi kasus utama untuk mengeksplorasi integrasi metode parametrik dalam tahapan desain arsitektural. Keterbatasan lahan, akses yang terbatas dari satu sisi, serta kebutuhan akan tata kelola sirkulasi vertikal yang efektif, menjadi latar belakang utama bagi pengembangan sistem rancangan berbasis performa. Studi ini mengkombinasikan preferensi massa perancang dengan metode generatif berbasis algoritma evolusioner guna menghasilkan konfigurasi spasial yang optimal. Metodologi penelitian ini terdiri atas empat tahap: pemetaan preferensi bentuk massa sesuai konteks tapak, pemetaan spasial departemen berdasarkan kedekatan fungsional, simulasi otomatisasi zonasi menggunakan Wallacei, serta penyesuaian desain berdasarkan hasil zonasi dengan pendekatan semi-manual. Dalam proses ini, setiap departemen rumah sakit direpresentasikan sebagai node spasial yang dihubungkan berdasarkan kebutuhan akses, hierarki pelayanan, serta kebutuhan pencahayaan alami. Grid permukaan fasad dievaluasi berdasarkan parameter performatif seperti total incident radiation dan direct sun hours untuk menentukan posisi bukaan optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan parametrik memungkinkan desain rumah sakit menjadi lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan teknis, lingkungan, dan fungsi pelayanan kesehatan. Evaluasi terhadap alternatif iterasi desain menghasilkan konfigurasi spasial yang lebih efisien, dengan pencapaian performa pencahayaan alami yang cukup representatif meskipun tanpa simulasi daylight autonomy secara penuh. Metode ini membuktikan potensi pemanfaatan algoritma evolusioner dalam proses perancangan arsitektur rumah sakit di Indonesia, khususnya dalam mengintegrasikan kinerja ruang dengan fleksibilitas bentuk massa bangunan.
ANALISIS SPASI LUBANG BOR UNTUK EVALUASI SUMBER DAYA BATUBARA SEAM X CEKUNGAN TARAKAN, KABUPATEN BERAU, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Klasifikasi sumber daya berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) berfungsi sebagai pedoman dalam klasifikasi sumber daya batubara di Indonesia. Penentuan klasifikasi ini mempertimbangkan tingkat kompleksitas geologi serta konfigurasi geometri pengeboran yang direpresentasikan melalui jarak antar lubang bor. Seiring berkembangnya ilmu geologi dalam industri eksplorasi pertambangan, diperlukan kajian lanjutan untuk memahami lebih mendalam pengaruh kompleksitas geologi, terutama jika dikaitkan dengan parameter kuantitatif seperti ketebalan lapisan batubara, serta parameter kualitatif yang mencakup ash, calorific value, fixed carbon, total moisture, total sulfur, dan volatile matter. Rata-rata jarak lubang bor yang sudah ada digunakan sebagai variabel utama dalam menganalisis distribusi data pengeboran. Kompleksitas geologi di wilayah penelitian dikategorikan sebagai kompleksitas sederhana, yang memungkinkan klasifikasi sumber daya sebagai sumber daya terukur berdasarkan jarak antar lubang bor yang telah tersedia. Untuk mengevaluasi jarak optimal lubang bor pada Seam X, digunakan metode global estimation variance (GEV) yang didasarkan pada prinsip geostatistik. Dalam analisis ini, estimasi dilakukan dengan pendekatan blok dua dimensi berukuran 100×100 m, 200×200 m, 300×300 m, 400×400 m, 500×500 m, 1000×1000 m, dan 1500×1500 m. Perhitungan GEV menghasilkan nilai relative error, yang kemudian dibandingkan dengan kriteria klasifikasi: 0–10% untuk sumber daya terukur, 10–20% untuk sumber daya tertunjuk, dan 20–50% untuk sumber daya tereka. Berdasarkan analisis di daerah penelitian yang termasuk ke dalam Formasi Latih, diperoleh jarak optimal lubang bor sebesar 400 m untuk sumber daya terukur, 600 m untuk sumber daya tertunjuk, dan 1200 m untuk sumber daya tereka. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan GEV efektif dalam menentukan jarak lubang bor yang tepat untuk masing-masing tingkat kepercayaan sumber daya. Penelitian semacam ini penting untuk mengoptimalkan biaya eksplorasi tanpa mengurangi kualitas informasi geologi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dalam pengelolaan sumber daya batubara.
TOURIST CARRYING CAPACITY FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT OF GUNUNG GEDE PANGRANGO NATIONAL PARK ECOTOURISM
Balancing economic development with ecological conservation presents a persistent challenge for many developing nations, particularly in regions reliant on forest resources. Among the promising solutions, ecotourism emerges as a sustainable alternative that promotes environmental stewardship while generating income for local communities. According to The International Ecotourism Society (2015), ecotourism entails responsible travel to natural areas that conserve the environment, sustain the well-being of local people, and involve interpretation and education. This model minimizes negative ecological impacts, enhances cultural understanding, and generates funding essential for conservation initiatives. However, without careful planning and regulation, tourism can become a doubleedged sword, contributing to environmental degradation through overcrowding, waste generation, and habitat disturbance. The International Union for Conservation of Nature (IUCN) highlights tourism as a significant threat to protected areas globally. To support sustainable tourism management, this study evaluates the carrying capacity of Gunung Gede Pangrango National Park (GGPNP) in Indonesia using Physical Carrying Capacity (PCC) and Real Carrying Capacity (RCC). By incorporating slope constraints via GIS analysis and social correction factors, the study determines site-specific visitor limits across hiking trails, camping areas, and recreation zones. Daily RCC thresholds were established as 275 for Cibodas, 256 for Gunungputeri, and 205 for Salabintana, with additional restrictions on two camping and recreation areas at 200, 318, and 1,088 visitors, respectively. These figures—often reduced by more than 90% due to ecological and social considerations—highlight the need for differentiated visitor management. Ultimately, adaptive regulation is crucial to safeguarding national park ecosystems while ensuring meaningful visitor experiences.
STUDI KARAKTERISTIK NIKEL LATERIT PADA KOMPLEKS BATUAN ULTRAMAFIK DAERAH PARAKANSUBAH, KABUPATEN BANJARNEGARA, PROVINSI JAWA TENGAH
Indonesia merupakan negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, yang sebagian besar terkonsentrasi pada batuan ultramafik yang telah mengalami proses lateritisasi. Salah satu wilayah yang memiliki potensi nikel laterit adalah Daerah Parakansubah, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Daerah ini merupakan bagian dari Kompleks Melange Luk Ulo yang memiliki umur Kapur–Paleosen. Meskipun memiliki potensi, belum ada penelitian yang mengkaji karakteristik endapan nikel laterit di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui satuan batuan dan karakteristik nikel laterit di daerah penelitian. Metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi lapangan, analisis petrografi, dan analisis XRF pada sampel batuan dan tanah yang diperoleh dari pengeboran manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian tersusun atas tujuh satuan batuan, yaitu satuan batuan metamorf berupa Satuan Filit serta Satuan Sekis Garnet-Mika, dan satuan kompleks ofiolit yang terdiri dari satuan peridotit, Satuan Serpentinit, satuan gabro, satuan sheeted dike basalt, dan satuan lava basalt. Profil nikel laterit di lokasi penelitian terbagi menjadi tanah penutup setebal 0,9 meter, limonit setebal 3,15 meter, saprolit 2,9 meter, dan batuan dasar. Analisis geokimia menunjukkan bahwa proses lateritisasi di daerah ini masih berada pada tingkat yang lemah, ditandai dengan kandungan nikel yang masih berada di kisaran 0,010–0,037%. Faktor yang memengaruhi rendahnya kandungan nikel adalah kemiringan lereng yang curam, jenis batuan dasar yang kurang membawa kandungan Ni, umur proses pelapukan yang relatif muda, serta adanya pengotor fragmen sekis garnet-mika. Selain itu, lateritisasi lemah juga ditandai dengan tingginya kandungan SiO2 serta rendahnya kandungan Fe2O3 dan Al2O3. Pola lateritisasi yang teridentifikasi menyerupai tipe dry laterites akibat adanya presipitasi silika sekunder. Tipe nikel laterit di lokasi penelitian adalah tipe nikel oksida yang terkonsentrasi di zona limonit.
PROFIL DISTRIBUSI PENCEMARAN LOGAM BERAT (CD, CR, CU, MN, PB DAN ZN) PADA AIR DAN SEDIMEN DI SUNGAI CITARIK, SUB DAS HULU CITARUM
Sungai Citarik merupakan bagian dari Sub DAS Hulu Citarum yang menerima efluen dari 58 industri yang dibuang melalui anak-anak sungainya. Potensi pencemaran oleh limbah domestik, pertanian dan industri yang didominasi oleh industri tekstil dengan karakteristik mengandung logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur konsentrasi, mengetahui profil distribusi dan tingkat pencemaran oleh logam berat pada air dan sedimen di Sungai Citarik. Pemeriksaan air dan sedimen mengacu pada Standard Methods, 20th Ed., 1998 dan EPA Method 200.2. Hasil pemeriksaan, menunjukkan logam Cr, Cu dan Zn di semua titik sampling melebihi baku mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah Jawa Barat No. 30 tahun 2000. Logam Pb kebanyakan tidak terukur konsentrasinya. Di beberapa titik bagian hilir sungai, logam Cd dan Mn melebihi baku mutu. Konsentrasi logam berat di sedimen untuk semua unsur melebihi baku mutu yang diatur Departement Water Resources Sate of California, 1995. Konsentrasi pada sedimen lebih besar dibandingkan konsentrasi pada air. Korelasi antara air dan sedimen dianalisis menggunakan software SPSS (Korelasi Pearson) dan uji regresi linear. Hasil korelasi yang berhubungan (>0,5) ditunjukan antara konsentrasi logam berat Cu pada air dan sedimen. Tingkat pencemaran logam berat pada air dan sedimen di semua titik berada pada 1 ? PLI < 2,5.
PEMANFAATAN ASET PASCATAMBANG UNTUK ENERGI TERBARUKAN: ANALISIS TEKNO-EKONOMI DAN KREDIT KARBON DENGAN RETSCREEN PADA PROYEK PLTS PT BUKIT ASAM
Tekanan global untuk energi bersih dan dekarbonisasi mendorong perusahaan berbasis batubara menyesuaikan model bisnisnya. PT Bukit Asam Tbk (PTBA), salah satu perusahaan tambang batubara terkemuka di Indonesia, tengah mengeksplorasi inisiatif energi terbarukan yang selaras dengan tujuan transisi energi nasional. Studi ini menilai kelayakan finansial pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala utilitas di lahan pascatambang PTBA di Muara Enim, Sumatera Selatan. Metodologi kuantitatif digunakan dengan perangkat RETScreen Expert untuk mensimulasikan kinerja teknis, menganalisis kelayakan finansial, dan mengevaluasi penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Kelayakan proyek dinilai menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Levelized Cost of Electricity (LCOE), payback period (PBP), analisis biaya–manfaat (BCR), serta estimasi penurunan GRK yang berpotensi dikonversi menjadi kredit karbon. Data iklim, asumsi finansial, dan spesifikasi teknis diperoleh melalui tinjauan pustaka, data sekunder, dan sumber regulasi. Hasil menunjukkan bahwa proyek layak secara finansial di berbagai skenario yang dianalisis, ditunjukkan dengan nilai NPV pada skenario dasar sebesar USD 604.946, IRR ekuitas pra-pajak 14%, periode pengembalian sederhana 8,1 tahun, dan BCR 1,3, serta untuk skenario terbaik, dengan penambahan kredit GRK, menghasilkan NPV sebesar USD 6.104.817, IRR ekuitas pra-pajak 43%, periode pengembalian sederhana 5 tahun, dan BCR 3,5. RETScreen terbukti efektif untuk diimplementasikan,.dalam pengembangan skenario, identifikasi parameter perancangan strategis, dan kajian kelayakan proyek.
COMPREHENSIVE HORIZONTAL WELL DESIGN FOR CO2 INJECTION IN “TO” LIMESTONE FORMATION: A CASE STUDY OF WELL XYZ-001 IN SULAWESI
This study aims to design a comprehensive horizontal well for CO? injection in the “To” carbonate formation of an offshore XYZ-001 Well in Sulawesi. The main objectives are to plan the well trajectory, determine casing size and setting depth, conduct casing load analysis, predict corrosion rates, select appropriate materials, and classify well barriers. The overall scope highlights the development of a comprehensive well design that ensures mechanical reliability and long-term integrity under highly corrosive CO? environments. The methodology was carried out through integrated simulations using Halliburton’s Landmark COMPASS for trajectory planning, Casing Seat by Halliburton and StressCheck by Halliburton for casing design and load analysis, and Electronic Corrosion Engineer (ECE) for corrosion rate prediction. The workflow included trajectory design, casing and liner load verification under burst, collapse, axial, and triaxial stresses, corrosion rate prediction for L-80 carbon steel material, and evaluation of material alternatives. Based on these results, material selection and well barrier classification were performed in compliance with API 5CT, NORSOK M-710, and NORSOK D- 010 standards to ensure both mechanical reliability and corrosion resistance. The planned trajectory follows a single-build design with a kick-off point at 5300 ft TVDRT, reaching the “To” Formation at 7217.8 ft TVDRT, and a horizontal section of 1881 ft classified as long-radius. The casing program includes 30? conductor casing, 20? surface casing, 13?? and 9?? intermediate casings, 5½? liner, and 3½? tubing. Load analysis confirmed all casing strings satisfy the applied design factors. Corrosion rate prediction showed that L-80 carbon steel liner would fail approximately after 8 years and tubing approximately after 3 years, indicating the necessity of corrosion-resistant alloys. Consequently, 13Cr stainless steel was selected for liner and tubing, combined with premium gas-tight connections, Class FF wellhead, and HNBR elastomers. The final barrier system provides independent primary and secondary barriers, ensuring long-term well integrity.
PEMODELAN INFEKSI PNEUMONIA DENGAN MEMPERHATIKAN FAKTOR POLUSI UDARA
Pneumonia merupakan infeksi paru-paru yang menyebabkan peradangan pada jaringan paru-paru yang merupakan satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini memodifikasi model kompartemen SISD (SusceptibleInfected-Susceptible-Death) dengan mengintegrasikan pengaruh polusi udara partikulat PM2.5 melalui fungsi laju infeksi ????(????) yang bergantung pada konsentrasi polutan PM2.5 dengan harapan dapat diperoleh model yang dapat menggambarkan dinamika infeksi pneumonia. Estimasi parameter pada dua dataset jumlah infeksi pneumonia di DKI Jakarta, yakni data jangka pendek (2022-2023) dan data jangka panjang dengan pola musiman (2017-2019). Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk data jangka pendek, fungsi kuadrat dan eksponensial kuadrat menghasilkan kinerja terbaik dengan nilai RMSE terendah 1.15-1.16×10??, mengonfirmasi korelasi positif antara PM2.5 dan laju infeksi. Namun, pada data jangka panjang, model mengalami keterbatasan dalam menangkap pola data dan puncak infeksi meskipun memberikan hasil yang memadai pada data latih. Temuan mengindikasikan bahwa PM2.5 dapat menjadi variabel efektif dalam pemodelan pneumonia jangka pendek. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan bahwa model tidak mampu menangkap pola musiman pada pemodelan jangka panjang sehingga diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam memodelkan pneumonia jangka panjang.
PREMI OPTIMAL BONUS-MALUS BERDASARKAN KOMPONEN FREKUENSI DAN SEVERITAS KLAIM
Sistem bonus-malus merupakan metode penentuan premi pada bisnis asuransi umum, khususnya asuransi kendaraan bermotor, yang didasarkan pada riwayat klaim setiap pemegang polis. Pemegang polis yang tidak mengajukan klaim pada suatu underwriting year akan memperoleh bonus berupa diskon atas premi yang perlu dibayar di tahun berikutnya. Pemegang polis yang mengajukan paling sedikit satu klaim, misalnya, akan dikenakan malus atau penalti berupa kenaikan premi pada tahun berikutnya. Tugas akhir ini bertujuan untuk memahami dan menerapkan sistem bonus-malus optimal pada suatu data real asuransi kendaraan bermotor. Analisis dilakukan dengan pendekatan statistika Bayesian, yang mana estimator parameter risiko ditentukan menggunakan quadratic loss function sehingga diperoleh mean posterior dari distribusi prediktif frekuensi dan severitas klaim. Frekuensi klaim dimodelkan dengan distribusi Poisson-Gamma yang menghasilkan unconditional distribution Binomial Negatif dan distribusi posterior Gamma. Severitas klaim dimodelkan dengan distribusi Eksponensial-Inverse Gamma yang menghasilkan unconditional distribution Pareto dan distribusi posterior Inverse Gamma. Premi kemudian dihitung menggunakan collective risk model dan expected value premium principle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mempertimbangkan juga distribusi severitas klaim selain distribusi frekuensi klaim, akan berdampak signifikan pada struktur premi. Pemegang polis yang memiliki histori klaim "kecil" akan membayar premi lebih rendah dibandingkan pemegang polis yang memiliki histori klaim "besar". Dengan demikian, sistem bonus-malus menjadi lebih adil, seimbang secara finansial, serta mendorong pemegang polis untuk menjaga perilaku berkendara yang aman.
OPTIMALISASI PENERJEMAHAN MESIN BERBASIS TRANSFORMER DENGAN MATRIKS SIRKULAN, JARINGAN ATENSI GRAF, DANLANSKAP PERSISTEN
Transformermerupakansuatumodeljaringansaraftiruanyangsemakinluas pemanfaatannya,termasukuntukpenerjemahanmesin.Upayameningkatkan kinerja penerjemahanmesinberbasistransformerdapatdikajidariberbagai aspek. Padapenelitianiniperbaikankualitaspenerjemahanmesinditinjaudari 2 (dua)pendekatanyaknipenggantiantipe/jenismatriksbobotdanpenambahan konteksglobal.Berkenaandenganpemanfaatanmatriksbobot,dalampenelitian ini dipilihmatriksbobotyangberasaldarikelasmatriksterstruktursirkulan yang terdiridarimatriksbloksirkulan, g-sirkulan, danblok g-sirkulan. Lebih jauh, padaperkaliannyadengansembarangvektordigunakanalgoritmaTrans- formasi Kosinus-SinusDiskrit(TKD-TSD).Padaimplementasinyadiperlukan pengkajian secarateoritikberkenaandengandekomposisiSchurbagiketigamatriks termasuk eksplorasinilai-nilaieigenpembentuknya.Berkaitandenganpenam- bahan konteksglobalpadaprosespenerjemahan,dimanfaatkankonsepjaringan atensi grafdanlanskappersisten(suatualatpadaanalisisdatatopologis)berbasis kohomologidenganpendekatanarsitekturtertentu.Berdasarkanhasileksperimen melalui duapendekatantersebutdiperolehbahwapenggunaanmatriksbobotblok sirkulan denganalgoritmaTKD-TSD,memberikanpengaruhyangpalingsignifikan terhadap peningkatanskorBLEU (Bilingual EvaluationStudy) dan efisiensiukuran memori model.SedangkanpadapemanfaatanJaringanAtensiGrafdanLanskap Persisten, masihdiperlukanmodifikasidanpengembanganyanglebihtepatdan relevan.
KAJIAN PERILAKU BERISIKO BERMOTOR SISWA SMA DENGAN MOTORCYCLE RIDER BEHAVIOR QUESTIONNAIRE
Remaja di Indonesia menjadi kontributor utama dalam tingginya kasus kecelakaan sepeda motor secara nasional. Namun, fakta ini diperburuk oleh tidak efektifnya pemantauan serta penegakan hukum, yang membuat pelanggaran lalu lintas oleh pengemudi muda menjadi fenomena yang sulit dikendalikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dan perilaku berisiko siswa SMA pengendara sepeda motor yang berpotensi menyebabkan insiden lalu lintas. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendekatan kuantitatif diterapkan dengan menggunakan kuesioner Motorcycle Rider Behavior Questionnaire (MRBQ). Kuesioner disebarkan kepada demografi siswa SMA untuk menelusuri faktor-faktor relevan yang memengaruhi perilaku mereka saat mengemudi. Berdasarkan analisis terhadap 126 responden dari Bandung, Jakarta Selatan, dan Depok, ditemukan bahwa jenis kelamin laki-laki dan domisili di kabupaten menunjukkan kecenderungan insiden yang lebih tinggi. Studi ini juga mengungkap bahwa kepemilikan SIM C tidak berasosiasi signifikan dengan insiden, berbeda dengan kapasitas mesin 125cc ke atas yang justru meningkatkan keselamatan. Secara psikologis dan perilaku, persepsi individu terhadap risiko serta tindakan spesifik seperti mengebut atau melakukan kesalahan lalu lintas terbukti secara signifikan meningkatkan probabilitas terjadinya insiden. Kesiapan pengemudi secara menyeluruh, yang mencakup alat pelindung diri, kondisi mesin, dan kesehatan, juga turut menjadi faktor penentu yang memengaruhi keterlibatan dalam insiden. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat karakteristik dan perilaku spesifik pada pengendara di kalangan siswa SMA yang secara signifikan berkontribusi terhadap insiden lalu lintas. Di sisi lain, penelitian ini menemukan bahwa beberapa perilaku berisiko lainnya yang lazim dilakukan tidak memiliki korelasi signifikan dengan terjadinya insiden. Adapun keterbatasan utama penelitian ini terletak pada instrumen Motorcycle Rider Behavior Questionnaire (MRBQ) yang digunakan. Meskipun telah disesuaikan untuk memperhitungkan perilaku lokal, instrumen tersebut pada dasarnya belum dirancang secara spesifik untuk demografi pengendara muda. Oleh karena itu, direkomendasikan adanya penelitian lanjutan untuk mengadaptasi dan memvalidasi instrumen MRBQ agar lebih selaras dengan konteks demografis serta budaya remaja di Indonesia.
IDENTIFIKASI ZONA POTENSI LONGSOR MENGGUNAKAN METODE FOTOGRAMETRI FOTO UDARA PADA JEMBATAN CIPADA KABUPATEN BANDUNG BARAT
Salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia adalah tanah longsor seperti yang pernah terjadi di area utara jalan tol Jembatan Cipada Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis zona kerentanan pergerakan tanah pada Jembatan Cipada Kabupaten Bandung Barat dengan menggunakan metode fotogrametri foto udara berdasarkan kondisi geologi, kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, serta tutupan lahan. Hasil menunjukkan bahwa dengan geologi jenis batuan berupa lapukan tuf dan jenis tanah berupa latosol dengan fragmen mudah rapuh, kemiringan lereng bisa sampai terjal, curah hujan relatif menengah setiap tahun, serta tutupan lahan didominasi ladang dan semak belukar diperoleh zona pergerakan tanah sesuai standar RSNI 8291:2024 yaitu zona menengah yang berarti berkemungkinan untuk terjadi gerakan tanah terutama pada daerah lereng yang mengalami gangguan. Berdasarkan hasil tersebut, longsoran yang mungkin terjadi berjenis translational slide. Rekomendasi yang cocok untuk memitigasi adanya tanah longsor seperti monitoring dan dewatering pada area Jembatan Cipada, Kabupaten Bandung Barat untuk mengontrol pergerakan lereng agar tidak menimbulkan bahaya pada jalan tol dan bisa mengurangi kandungan air pada lereng sehingga mengurangi risiko longsor terjadi.
ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN METODE ELEMEN HINGGA DI SISI UTARA RUAS JEMBATAN CIPADA, CEMPAKAMEKAR, KECAMATAN PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT, PROVINSI JAWA BARAT
Jembatan Cipada merupakan infrastruktur vital yang berfungsi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antar daerah. Kestabilan lereng di sisi utara ruas Jembatan Cipada menjadi perhatian khusus karena merupakan area bekas tambang dan pernah terjadi kelongsoran di dekatnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng, mengidentifikasi potensi jenis dan lokasi kelongsoran, serta memberikan rekomendasi penanganan lereng yang efektif. Analisis dilakukan dalam tiga kondisi muka air tanah (kering, eksisting, dan jenuh) serta dua skenario pembebanan (statis dan dinamis dengan koefisien seismik 0,073 g). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa lereng hanya aman dalam kondisi kering dengan nilai Faktor Keamanan (FK) statis 1,53 dan FK dinamis 1,37 yang memenuhi standar KEPMEN ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 (FK Statis min. 1,3 dan FK Dinamis min. 1,1) dan SNI 8460:2017 (FK Statis min. 1,5 dan FK Dinamis min. 1,1). Pada saat dilaksanakan penelitian (kondisi eksisting) (FK statis 1,01; FK dinamis 0,88) dan jenuh (FK statis 1,00; FK dinamis 0,87), lereng dinyatakan tidak aman. Potensi kelongsoran yang teridentifikasi adalah longsoran luncuran tipe translasi di sepanjang bidang kontak antara lapisan tanah pelapukan dan batuan dasar tufa. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan dua strategi penanganan lereng: implementasi sistem peringatan dini melalui pemantauan deformasi menggunakan inclinometer dan ekstensometer, serta pengelolaan drainase permukaan dan bawah permukaan secara komprehensif untuk menurunkan muka air tanah yang terbukti signifikan memengaruhi kestabilan lereng.
SIMULASI PROTEKSI RADIASI PADA FASILITAS PENCITRAAN SINAR-X MEDIS BERDASARKAN NCRP REPORT 147 MENGGUNAKAN RADSHIELD DAN PHITS
Meskipun penting untuk mendiagnosis berbagai kondisi medis, radiasi pengion dapat menimbulkan risiko yang signifikan bagi pasien, pekerja, bahkan masyarakat umum jika tidak dikelola dengan baik. Untuk memitigasi risiko ini, desain perisai struktural diterapkan untuk membatasi paparan radiasi ke tingkat yang dapat diterima. Pendekatan yang sering digunakan sebagai panduan dalam proteksi radiasi sinar-X adalah NCRP Report 147. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh parameter jarak antara sumber radiasi dengan perisai terhadap nilai kerma udara dan ketebalan perisai yang dibutuhkan serta menentukan bahan yang efektif untuk digunakan sebagi perisai radiasi sinar-X melalui simulasi yang melibatkan RadShield dan PHITS. Disimulasikan 5 variasi jarak dengan bahan perisai lead, concrete, gypsum, wood, steel, dan glass untuk workload distribution rad room (chest bucky), rad room (all barriers), dan rad room (floor or other barriers) pada RadShield. Dari simulasi tersebut dihasilkan nilai kerma udara serta ketebalan perisai yang dibutuhkan. Nilai ketebalan tersebut kemudian disimulasikan pada PHITS sehingga diperoleh heat map untuk fluks serta dosis. Namun, variasi yang dilakukan pada PHITS hanya variasi jarak 1 (2,695 m) dan 5 (3,869 m) serta bahan perisai lead dan concrete saja. Dari hasil penelitian terlihat bahwa RadShield memberi hasil yang diharapkan, yaitu nilai kerma udara serta ketebalan perisai yang dibutuhkan menurun seiring dengan bertambahnya jarak. Namun, apabila diperlukan hasil dengan tingkat akurasi lebih tinggi maka penggunaan PHITS menjadi diperlukan. Selain itu, bahan yang efektif untuk dijadikan perisai radiasi sinar-X adalah lead sebab memiliki nilai densitas dan nomor atom yang jauh lebih tinggi dibanding bahan lain.
PEMODELAN AIRTANAH AKIBAT PENAMBANGAN BAWAH TANAH PT XYZ DI PROVINSI SULAWESI UTARA
PT XYZ adalah perusahaan tambang emas di Provinsi Sulawesi Utara yang saat ini beroperasi dengan metode tambang terbuka dan berencana untuk beralih ke penambangan bawah tanah dengan metode cut and fill stoping. Peralihan metode ini berpotensi menyebabkan perubahan signifikan pada kondisi hidrogeologi, khususnya terkait dengan head airtanah dan groundwater inflow. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan kondisi airtanah akibat aktivitas penambangan bawah tanah tersebut. Pemodelan dilakukan menggunakan metode beda hingga dengan perangkat lunak Visual MODFLOW Classic untuk mensimulasikan distribusi head airtanah dan memprediksi debit groundwater inflow ke dalam bukaan tambang. Hasil simulasi menunjukkan terjadinya penurunan head airtanah yang signifikan di sekitar area penambangan. Debit groundwater inflow yang masuk ke dalam bukaan tambang juga bervariasi sesuai dengan kemajuan aktivitas penambangan, yang mengindikasikan dampak langsung dari penambangan bawah tanah terhadap sistem hidrogeologi lokal.