📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPERANCANGAN VISUAL BRANDING RUMAH SAKIT ANNISA CIKARANG SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN IDENTITAS SERTA CITRA LAYANAN KESEHATAN SYARIAH
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi audiens terhadap identitas dan citra Rumah Sakit Annisa Cikarang saat ini, serta merancang visual branding yang mampu membangun identitas dan citra syariah. Fokus penelitian mengacu pada penerapan visualisasi syariah dalam visual branding dengan mempertimbangkan brand positioning serta karakteristik audiens. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui kajian literatur, observasi lapangan, serta wawancara melalui purposive sampling pada audiens dan wawancara mendalam pada internal stakeholders serta ahli desain. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teori makro branding untuk mengkaji kesenjangan identitas rumah sakit dengan identitas visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas visual Rumah Sakit Annisa Cikarang belum mampu merepresentasikan citra syariah secara optimal. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perancangan visual branding untuk menyelaraskan identitas syariah Rumah Sakit Annisa Cikarang serta meningkatkan konsistensi penerapannya pada berbagai brand touchpoints. Perancangan ini diharapkan dapat memperkuat identitas dan citra syariah Rumah Sakit Annisa Cikarang.
PEMODELAN CADANGAN ASURANSI MENGGUNAKAN MODEL LINEAR TERAMPAT YANG MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR MAKROEKONOMI
Penentuan cadangan asuransi yang akurat merupakan aspek penting dalam menjaga kemampuan perusahaan asuransi dalam memenuhi kewajiban klaim. Data klaim asuransi umumnya memiliki karakteristik bernilai positif, menceng ke kanan, dan tidak memenuhi asumsi normalitas, sehingga diperlukan metode pemodelan yang fleksibel. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Model Linear Terampat (MLT) dalam memodelkan cadangan per klaim, mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap cadangan, serta mengevaluasi akurasi model terhadap data aktual. Data yang digunakan merupakan data historis klaim asuransi jiwa tahun 2019–2023 yang dipadukan dengan variabel makroekonomi berupa inflasi, BI Rate, dan nilai tukar USD/IDR. Tahapan penelitian meliputi prapemrosesan data, deteksi pencilan, analisis korelasi, uji normalitas, fitting distribusi, pembagian data menggunakan time-based split, serta pemodelan menggunakan MLT dengan distribusi Gamma dan fungsi link logaritmik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik adalah Stepwise MLT Gamma-log pada data tanpa pencilan. Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap cadangan per klaim adalah Total_Tagihan, Limit_Klaim, Deductible, Lama_Dirawat, Status_Klaim, Smoker, dan BMI, sedangkan inflasi, BI Rate, dan USD_IDR tidak signifikan secara statistik. Model terbaik menghasilkan MAE sebesar Rp392,215.02, MSE sebesar 4.08E+11, MAPE sebesar 10.57%, dan MSPE sebesar 1.94%. Dengan demikian, MLT Gamma-log mampu memodelkan cadangan per klaim dengan cukup baik, terutama setelah pengaruh pencilan dan variabel yang tidak signifikan dihilangkan.
INFERENSI BAYES PADA MODEL REGRESI LINIER MENGGUNAKAN ALGORITMA MARKOV CHAIN MONTE CARLO (STUDI KASUS: DATA SAHAM IDX80)
Regresi linear Bayes digunakan untuk memodelkan hubungan antara karakteristik historis saham tahun 2024 dan return saham IDX80 tahun 2025 dengan merepresentasikan ketidakpastian parameter melalui distribusi posterior. Model dibangun menggunakan prior semi-konjugat independent Normal–Inverse-Gamma dan diestimasi dengan algoritma Gibbs Sampling. Prediktor terpilih merepresentasikan momentum tiga bulan, momentum enam bulan, dan risiko berbasis Log VaR 95%. Simulasi dilakukan menggunakan tiga rantai independen, 15.000 iterasi per rantai, burn-in 5.000 iterasi, dan thinning sebesar 5, sehingga diperoleh 6.000 sampel posterior. Hasil diagnostik menunjukkan konvergensi yang baik dengan ˆR sebesar 1,00 untuk seluruh parameter. Berdasarkan posterior mean, model yang diperoleh adalah ˆy = 0,03610 + 0,15308x1 ? 0,13986x2 + 0,04625x3. Hasil inferensi menunjukkan bahwa momentum tiga bulan berpengaruh positif terhadap return, momentum enam bulan berpengaruh negatif, sedangkan risiko berbasis Log VaR 95% belum menunjukkan pengaruh yang kuat. Evaluasi prediksi menghasilkan RMSE sebesar 0,2392, MAE sebesar 0,1914, R2 prediksi sebesar 0,1674, dan coverage interval prediksi posterior 95% sebesar 96,25%. Dengan demikian, regresi linear Bayes memberikan hasil yang konsisten dengan OLS serta mampu merepresentasikan ketidakpastian parameter dan prediksi secara eksplisit.
EVALUASI FINANSIAL TERHADAP ALTERNATIF PENGADAAN PESAWAT: STUDI KASUS KEPUTUSAN SEWA VERSUS BELI BOEING 737 MAX PADA GARUDA INDONESIA
Industri penerbangan merupakan sektor yang membutuhkan modal besar dan sangat dipengaruhi oleh perubahan kondisi ekonomi. Garuda Indonesia, sebagai maskapai nasional, memiliki kebutuhan untuk memperbarui armada melalui pengadaan pesawat generasi baru, khususnya Boeing 737 MAX, guna menggantikan sebagian armada Boeing 737-800NG yang semakin menua, mendukung efisiensi operasional, dan meningkatkan produktivitas armada. Di tengah volatilitas harga bahan bakar, fluktuasi nilai tukar, keterbatasan pasokan pesawat, dan ketidakpastian permintaan pasar, pemilihan metode pengadaan pesawat yang tepat menjadi penting untuk menjaga stabilitas keuangan dan keberlanjutan operasional perusahaan. Pascarestrukturisasi, Garuda Indonesia perlu lebih selektif dalam mengambil keputusan investasi. Pengadaan pesawat merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan komitmen modal besar dan berdampak langsung terhadap arus kas, struktur biaya, serta kewajiban jangka panjang perusahaan. Secara umum, pengadaan pesawat dapat dilakukan melalui pembelian langsung atau skema sewa, seperti sale and leaseback, operating lease, dan financial lease. Setiap alternatif memiliki karakteristik yang berbeda dari sisi kebutuhan dana awal, struktur pembayaran, risiko kepemilikan, fleksibilitas operasional, dan manfaat ekonomi pada akhir periode evaluasi. Evaluasi keputusan lease versus buy dalam pengadaan pesawat Boeing 737 MAX pada Garuda Indonesia dilakukan dengan metode Discounted Cash Flow melalui perhitungan Net Present Value untuk membandingkan empat alternatif pengadaan pesawat, yaitu direct purchase, sale and leaseback, operating lease, dan financial lease. Model keuangan dalam penelitian ini mencakup komponen arus kas yang relevan, antara lain harga pesawat, pembayaran sewa, biaya operasi, biaya perawatan, biaya pendanaan, dampak pajak, serta nilai residu atau terminal residual value pada alternatif yang memiliki manfaat ekonomi kepemilikan. Analisis SWOT juga digunakan sebagai kerangka pendukung untuk menilai strengths, weaknesses, opportunities, dan threats dari alternatif sewa versus beli berdasarkan kondisi internal Garuda Indonesia dan lingkungan bisnis eksternal. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh alternatif leasing memberikan nilai finansial yang lebih baik dibandingkan direct purchase. Pada skenario dasar, direct purchase menghasilkan NPV sebesar USD 38,569 juta dan digunakan sebagai tolok ukur. Sale and leaseback menghasilkan NPV sebesar USD 44,041 juta dengan NAL NPV sebesar USD 5,472 juta. Operating lease menghasilkan NPV sebesar USD 47,920 juta dengan NAL NPV sebesar USD 9,351 juta. Sementara itu, financial lease menghasilkan NPV tertinggi sebesar USD 48,047 juta dan NAL NPV tertinggi sebesar USD 9,478 juta. Berdasarkan hasil tersebut, financial lease menjadi alternatif pengadaan pesawat yang paling menarik secara finansial dalam asumsi dasar penelitian ini. Penelitian ini juga melakukan sensitivity analysis terhadap beberapa variabel utama, yaitu nilai tukar, harga bahan bakar, WACC, nilai residu, dan harga sewa dasar. Financial lease tetap menjadi alternatif yang paling kuat pada sebagian besar skenario, terutama pada perubahan nilai tukar dan harga bahan bakar. Namun, perubahan WACC, nilai residu, dan harga sewa dasar dapat memengaruhi hasil akhir, sehingga rekomendasi perlu mempertimbangkan risiko nilai residu, struktur pembiayaan, kondisi pasar leasing, serta ketersediaan penawaran komersial terbaru.
DINAMIKA JUMLAH ANGGOTA MULTI-LEVEL MARKETING (MLM) BERDASARKAN PERSAINGAN ANTAR PERUSAHAAN
Dinamika pertumbuhan anggota pada sistem Multi-Level Marketing (MLM) sangat bergantung pada interaksi sosial untuk proses rekrutmen dan rentan terhadap tingginya laju pengunduran diri. Penelitian ini bertujuan mengonstruksi serta menganalisis model matematika kompartemen melalui analisis titik setimbang, kestabilan, ambang batas keberlanjutan, dan analisis sensitivitas, baik pada skenario perusahaan tunggal maupun persaingan dua perusahaan yang memperebutkan calon distributor dari populasi yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada persaingan dua perusahaan, perusahaan dengan nilai ambang batas keberlanjutan yang lebih tinggi akan mendominasi sistem, sedangkan perusahaan lainnya akan tereliminasi dan punah dari pasar. Realisasi skenario kedua perusahaan saling koeksis hanya tercapai apabila kedua perusahaan memiliki karakteristik yang ekuivalen. Analisis sensitivitas mengungkap bahwa dalam skenario perebutan calon distributor, laju rekrutmen oleh downline memberikan pengaruh positif terkuat terhadap keberlanjutan perusahaan, namun stabilitas populasi sangat bergantung dan rentan terhadap laju pengunduran diri downline yang bersifat destruktif. Disimpulkan bahwa strategi keberlanjutan bisnis MLM dalam memenangkan persaingan tidak cukup hanya berfokus pada rekrutmen agresif, melainkan juga pada upaya peningkatan kualitas dan penekanan retensi anggota tingkat bawah.
MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEBIJAKANPENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTAPALU DAN KABUPATEN BUTON TENGAH
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penularannya dipengaruhi oleh dinamika kasus dan kondisi iklim, sehingga perencanaan kebijakan pengendaliannya perlu mempertimbangkan ketidakpastian dan risiko. Penelitian ini bertujuan menyusun model pengambilan keputusan kebijakan pengendalian DBD di Kota Palu dan Kabupaten Buton Tengah selama periode 2019 sampai 2024, serta menganalisis pengaruh penyertaan faktor iklim terhadap rekomendasi kebijakan. Perubahan status risiko DBD yang dikelompokkan menjadi Aman, Waspada, dan Bahaya dimodelkan menggunakan rantai Markov. Faktor iklim berupa suhu, kelembapan, dan curah hujan diringkas menjadi indeks iklim berbasis pembobotan setara, kemudian digunakan untuk membentuk matriks transisi kondisional. Kebijakan optimal ditentukan melalui kerangka pohon keputusan dengan fungsi kerugian relatif yang nilai harapannya ditaksir menggunakan bootstrap resampling nonparametrik dan simulasi Monte Carlo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tanpa faktor iklim merekomendasikan kebijakan Ringan pada seluruh status risiko di kedua wilayah dengan kestabilan yang tinggi. Sebaliknya, model dengan faktor iklim menghasilkan rekomendasi terdiferensiasi, yaitu kebijakan Ringan pada kondisi iklim Rendah dan kebijakan Sedang pada kondisi iklim Tinggi, dengan perbedaan yang terlokalisasi pada kondisi iklim Tinggi. Dengan demikian, penyertaan faktor iklim memberikan nilai tambah berupa kemampuan diferensiasi keputusan sehingga model menjadi lebih informatif dan adaptif untuk mendukung kebijakan pengendalian DBD.
ANALISIS DAN REKOMENDASI MITIGASI KENAIKAN MUKA AIR AKIBAT SIKLON SEROJA DAN DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI PESISIR KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR
Kota Kupang merupakan salah satu wilayah pesisir di Nusa Tenggara Timur dengan risiko bencana banjir yang sangat tinggi akibat letak geografisnya yang rentan terhadap ancaman siklon tropis, pengaruh pasang surut, serta curah hujan ekstrem. Fenomena historis Siklon Tropis Seroja pada tahun 2021 menjadi bukti nyata kerentanan kawasan ini. Salah satu kawasan kritis yang menghadapi tantangan ini adalah koridor pesisir Pantai Batu Kepala, Pantai Pasir Panjang, hingga Pantai Kelapa Lima yang berinteraksi langsung dengan muara sistem drainase makro kota. Lingkup penelitian mencakup pemodelan hidrodinamika terintegrasi menggunakan dua perangkat lunak utama: Delft3D (Delft Dashboard dan Delft3D-Flow FM) untuk mensimulasikan gaya pembangkit atmosferik, pembuatan spiderweb files lintasan siklon, dan dinamika pantai, serta HECRAS untuk mengevaluasi perambatan luapan banjir (flood inundation) lateral di daratan perkotaan. Analisis dilakukan dengan mensimulasikan interaksi antara debit banjir hulu (skenario hujan ekstrem Q25) dengan kondisi batas hilir (downstream boundary) yang bervariasi, meliputi skenario pasang surut murni (tidal), skenario historis Siklon Seroja, hingga skenario proyeksi perubahan iklim masa depan memanfaatkan multi-dataset STORM (ECEARTH, CNRM, HADGEM, dan CMCC).
OPTIMASI PARAMETER PROSES RUBBER PRESS DENGAN METODE DESIGN OF EXPERIMENT DI PT INDONESIA TRC INDUSTRY
PT Indonesia TRC Industry is a manufacturing company that produces components made from rubber, metal, and plastic. One of the quality problems in the Roll Press Department is the high number of not good (NG) products in the rubber press process. Based on February 2026 data, the NG percentage in the Roll Press Department reached 9.02%, while the company target was 3.17%. Priority analysis showed that the Roller Paper Eject part contributed the highest number of NG products, with outer tear as the dominant defect. Under the existing condition, this part produced 809 NG pieces out of 8,400 actual production pieces per shift, or 9.63%. This study aims to design a process improvement proposal for the rubber press process to reduce NG products with outer tear defects on the Roller Paper Eject part. The problem-solving process was carried out using the DMAIC approach through the Define, Measure, Analyze, Improve, and Control stages. The Define stage was used to define the problem, scope, target, primary metric, and project focus through a project charter. The Measure stage collected data on machine start interval, panel temperature, mold temperature, and the number of NG products as the response. The Analyze stage was conducted using a fishbone diagram, Five Whys, and Design of Experiment (DOE). The Improve stage was carried out through Response Optimization as a further analysis within DOE to determine the parameter combination that minimizes the number of NG products. The Control stage was conducted by preparing process control recommendations in the form of a proposed work instruction draft. The results showed that the main improvement parameters were machine start interval and mold temperature. Based on the Response Optimization results, the optimal combination was a machine start interval of 186 seconds and a mold temperature of 162.655°C. This combination produced a predicted NG value of 1.35472 pieces out of 200 pieces, resulting in an optimized NG percentage of 0.68%. This indicates a potential NG reduction from the existing condition of 9.63% to 0.68%. The proposed improvements include setting the machine start interval, controlling mold temperature, adjusting panel and mold temperature, and preparing a proposed work instruction draft. The financial impact analysis showed that the proposal is potentially feasible, with an initial investment of Rp12,766,800, an NPV of Rp5,345,871, a monthly IRR of 6.36%, a BCR of 1.42, and a payback period of 9 months.
PENENTUAN KONTROL OPTIMAL DAN PREMI ASURANSI PADA KEAMANAN SIBER
Meningkatnya ketergantungan terhadap sistem digital menyebabkan risiko serangan siber semakin tinggi dan berpotensi menimbulkan kerugian finansial yang signifikan. Oleh karena itu, diperlukan strategi mitigasi yang mengombinasikan penerapan kontrol keamanan dan asuransi siber. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model matematika penyebaran virus siber, menentukan strategi kontrol optimal untuk menekan penyebaran virus, serta menghitung premi asuransi siber berdasarkan tingkat risiko penyebaran virus. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan suatu kerangka pemodelan yang menghubungkan dinamika penyebaran virus siber, strategi kontrol optimal, dan penentuan premi asuransi sehingga tingkat risiko penyebaran virus yang dihasilkan model dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam menentukan premi asuransi siber. Model dikembangkan menggunakan pendekatan epidemiologi kompartemen untuk menggambarkan dinamika penyebaran virus siber. Analisis model meliputi penentuan titik kesetimbangan, analisis kestabilan, perhitungan bilangan reproduksi dasar menggunakan Next Generation Matrix, analisis sensitivitas, serta penentuan kontrol optimal menggunakan Prinsip Minimum Pontryagin yang diselesaikan dengan metode Forward-Backward Sweep. Model selanjutnya dikembangkan dengan laju transmisi yang bergantung pada tingkat proteksi sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter laju infeksi merupakan faktor yang paling memengaruhi penyebaran virus. Selain itu, penerapan kontrol optimal mampu menurunkan jumlah maksimum komputer terinfeksi hingga lebih dari 12% dibandingkan kondisi tanpa kontrol, sedangkan peningkatan tingkat proteksi sistem turut menurunkan tingkat risiko penyebaran virus sehingga premi asuransi yang ditentukan berdasarkan tingkat risiko juga menjadi lebih rendah. Dengan demikian, model yang dikembangkan dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan strategi pengendalian dan premi asuransi siber berdasarkan tingkat risiko
ANALYSIS OF PAVEMENT MAINTENANCE PRIORITIZATION USING THE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) METHOD
Studi ini mengembangkan model prioritas dan multipakar untuk manajemen keru-sakan jalan nasional di Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia, dengan menerapkan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan agregasi rata-rata geometris. Infra-struktur jalan dalam konteks urbanisasi yang pesat menghadapi peningkatan per-mintaan yang kontras dengan anggaran pemeliharaan yang terbatas, sehingga me-merlukan kerangka kerja pengambilan keputusan multi-kriteria yang terstruktur. Tujuh pakar bidang terkait, termasuk insinyur otoritas jalan pemerintah, akade-misi, ilmuwan peneliti, dan konsultan praktisi, menyelesaikan kuesioner per-bandingan berpasangan terstruktur. Matriks individu digabungkan menggunakan metode rata-rata geometris untuk menghasilkan matriks komposit. Matriks gabun-gan tersebut mencapai Rasio Konsistensi (CR) sebesar 0,025, peningkatan 73% dibandingkan CR pakar tunggal sebesar 0,091, yang menegaskan bahwa penilaian kelompok menghasilkan struktur bobot yang lebih koheren daripada penilaian in-dividu. Studi ini juga mengusulkan dan memvalidasi kriteria Risiko Keselamatan komposit, yang dioperasionalkan sebagai komposit aditif berbobot eksposur dari AADT dan IRI yang dinormalisasi untuk mengatasi kurangnya catatan kecelakaan pada tingkat segmen. Bobot agregat multipakar adalah: Risiko Keselamatan (0,467), Kondisi Fisik Jalan/IRI (0,234), Volume Lalu Lintas/AADT (0,187), Biaya Rehabilitasi (0,068), dan Fungsi Jalan (0,044). Diterapkan pada 36 segmen jalan nasional melalui pem-bobotan linier normalisasi min-max, model ini menghasilkan peringkat prioritas global yang lengkap. Tiga segmen Kritis: Jln. Gede Bage (0,947), Jln. Cibiru (0,900), dan Jln. Raya Cileunyi (0,866) memerlukan rehabilitasi segera. Analisis sensitivitas pada lima skenario bobot menegaskan bahwa penetapan Kritis pada tiga segmen teratas tetap kuat terhadap variasi bobot kriteria. Temuan utama menunjukkan bahwa Bts. Cileunyi-Nagreg I, meskipun memiliki IRI tertinggi di jaringan (8,0 m/km), berada di peringkat keenam karena AADT minimumnya sebe-sar 33.506 kendaraan per hari, yang menunjukkan bahwa prioritas multikriteria berbasis risiko menghasilkan peringkat yang lebih dapat dipertanggungjawabkan dibandingkan dengan pendekatan indikator tunggal. Model ini menyediakan kerangka kerja yang divalidasi secara ilmiah dan dapat direproduksi untuk men-galokasikan anggaran pemeliharaan jaringan jalan nasional di Kota Bandung.
OPTIMASI JARINGAN RANTAI PASOK DAN SKEMA SUBSIDI PADA PROGRAM KONVERSI MINYAK TANAH KE LIQUEFIED PETROLEUM GAS (LPG) DI 19 PROVINSI KONVERSI MENGGUNAKAN MIXED INTEGER LINEAR PROGRAMMING DAN MULTIPLE OBJECTIVE LINEAR PROGRAMMING
Program konversi minyak tanah ke Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg telah memberikan manfaat signifikan terhadap efisiensi biaya subsidi energi nasional. Namun, hingga saat ini terdapat 101 kabupaten di 19 provinsi yang belum melakukan program konversi, terutama di wilayah kepulauan dan Indonesia timur. Pelaksanaan konversi menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur distribusi serta perlunya penyeimbangan kepentingan pemerintah sebagai pemberi subsidi, PT X sebagai penyelenggara distribusi, dan masyarakat sebagai penerima manfaat. Penelitian ini bertujuan merancang jaringan rantai pasok LPG dan skema alokasi subsidi yang optimal. Penelitian dilakukan dalam dua subtopik yang saling terintegrasi. Subtopik pertama menggunakan Mixed Integer Linear Programming (MILP) untuk menentukan konfigurasi jaringan rantai pasok yang meminimalkan total biaya investasi dan operasional distribusi selama periode 2027–2036 dengan mempertimbangkan keputusan pembangunan fasilitas, pemilihan moda transportasi, dan alokasi aliran produk. Hasil biaya distribusi dari model tersebut digunakan sebagai parameter pada subtopik kedua, yaitu optimasi alokasi subsidi menggunakan Multiple Objective Linear Programming (MOLP) untuk menentukan pembagian biaya yang optimal antara pemerintah, PT X, dan masyarakat. Hasil optimasi menunjukkan total biaya sistem sebesar Rp13,49 triliun yang terdiri atas CAPEX sebesar Rp3,15 triliun dan NPV OPEX sebesar Rp10,34 triliun. Model merekomendasikan pengembangan kapasitas depot LPG eksisting tanpa pembangunan depot baru serta pembangunan 19 SPBE baru. Selanjutnya, optimasi alokasi subsidi menghasilkan skema pembagian biaya terpilih dengan menurunkan kerugian biaya PT X sebesar 92,17%, dari Rp14,69 juta/MT menjadi Rp1,15 juta/MT, serta mengurangi kesenjangan beban biaya antara Pemerintah dan Masyarakat sebesar 96,38%, dari Rp93,60 juta/MT pada metode eksisting menjadi Rp3,38 juta/MT.
ANALISIS RISIKO DALAM KOMPETISI DUA BRAND SMARTPHONE PREMIUM DENGAN MODEL STOKASTIK DAN VARIASI LÉVY JUMP
Persaingan Samsung dan iPhone di pasar smartphone premium mengandung ketidakpastian yang tidak dapat ditangkap oleh model deterministik. Model deterministik hanya memberikan satu lintasan pasti tanpa informasi mengenai seberapa besar kemungkinan penyimpangan yang dapat terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko dalam kompetisi dua brand tersebut dengan mengembangkan model deterministik menjadi model Jump-Diffusion stokastik yang menggabungkan fluktuasi kontinu (difusi Wiener) dan lompatan diskontinyu (proses Poisson). Parameter pertumbuhan diestimasi dari data Google Trends menggunakan model Kurva Richards dengan metode Least Square. Risiko diukur melalui lebar interval kepercayaan 95% dari lintasan stokastik yang dihasilkan oleh simulasi Monte Carlo dengan metode Euler-Maruyama. Hasil simulasi mengungkapkan bahwa brand pesaing mencapai kerentanan risiko maksimum di sekitar puncak pertumbuhannya. Variasi parameter menunjukkan bahwa dampak lompatan (??) memiliki pengaruh yang jauh lebih dominan dibandingkan frekuensi lompatan (?) untuk menghasilkan pelebaran interval kepercayaan yang setara, ?? hanya perlu dinaikkan empat kali lipat, sedangkan ? perlu dinaikkan hampir tiga belas kali lipat. Dominasi ini merupakan konsekuensi dari kontribusi kuadratik ?? terhadap variansi, berbeda dengan ? yang hanya bersifat linier. Sementara itu, sentimen pasar (??) yang tidak netral menyebabkan divergensi rata-rata stokastik dari prediksi deterministik. Lebih lanjut, teridentifikasi efek limpahan (spillover effect) di mana guncangan pada brand eksis justru menciptakan ketidakpastian yang lebih besar bagi brand pesaing, menegaskan bahwa risiko dalam kompetisi pasar bersifat sistemik, bukan individual.
OPTIMASI JARINGAN RANTAI PASOK DAN SKEMA SUBSIDI PADA PROGRAM KONVERSI MINYAK TANAH KE LIQUEFIED PETROLEUM GAS (LPG) DI 19 PROVINSI KONVERSI MENGGUNAKAN MIXED INTEGER LINEAR PROGRAMMING DAN MULTIPLE OBJECTIVE LINEAR PROGRAMMING
Program konversi minyak tanah ke Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg telah memberikan manfaat signifikan terhadap efisiensi biaya subsidi energi nasional. Namun, hingga saat ini terdapat 101 kabupaten di 19 provinsi yang belum melakukan program konversi, terutama di wilayah kepulauan dan Indonesia timur. Pelaksanaan konversi menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur distribusi serta perlunya penyeimbangan kepentingan pemerintah sebagai pemberi subsidi, PT X sebagai penyelenggara distribusi, dan masyarakat sebagai penerima manfaat. Penelitian ini bertujuan merancang jaringan rantai pasok LPG dan skema alokasi subsidi yang optimal. Penelitian dilakukan dalam dua subtopik yang saling terintegrasi. Subtopik pertama menggunakan Mixed Integer Linear Programming (MILP) untuk menentukan konfigurasi jaringan rantai pasok yang meminimalkan total biaya investasi dan operasional distribusi selama periode 2027–2036 dengan mempertimbangkan keputusan pembangunan fasilitas, pemilihan moda transportasi, dan alokasi aliran produk. Hasil biaya distribusi dari model tersebut digunakan sebagai parameter pada subtopik kedua, yaitu optimasi alokasi subsidi menggunakan Multiple Objective Linear Programming (MOLP) untuk menentukan pembagian biaya yang optimal antara pemerintah, PT X, dan masyarakat. Hasil optimasi menunjukkan total biaya sistem sebesar Rp13,49 triliun yang terdiri atas CAPEX sebesar Rp3,15 triliun dan NPV OPEX sebesar Rp10,34 triliun. Model merekomendasikan pengembangan kapasitas depot LPG eksisting tanpa pembangunan depot baru serta pembangunan 19 SPBE baru. Selanjutnya, optimasi alokasi subsidi menghasilkan skema pembagian biaya terpilih dengan menurunkan kerugian biaya PT X sebesar 92,17%, dari Rp14,69 juta/MT menjadi Rp1,15 juta/MT, serta mengurangi kesenjangan beban biaya antara Pemerintah dan Masyarakat sebesar 96,38%, dari Rp93,60 juta/MT pada metode eksisting menjadi Rp3,38 juta/MT.
ANALISIS MODEL DINAMIKA DAN KONTROL OPTIMAL DARI NON-PERFORMING LOAN PADA REGULASI PAYLATER
Perkembangan layanan PayLater meningkatkan kemudahan masyarakat dalam mengakses pembiayaan digital. Namun, kemudahan tersebut juga meningkatkan risiko terjadinya kredit macet yang dapat memengaruhi stabilitas capital dan profit perusahaan penyedia layanan. Permasalahan tersebut mendorong perlunya model matematika untuk menggambarkan dinamika interaksi antara capital perusahaan, pengguna PayLater, dan profit. Model tersebut digunakan sebagai landasan dalam menentukan strategi kontrol untuk meminimalkan dampak kredit macet. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model matematika guna menganalisis dinamika Non-Performing Loan (NPL) pada layanan PayLater serta menentukan strategi kontrol optimal. Model matematika yang dikembangkan berupa sistem persamaan diferensial nonlinier yang mengadaptasi interaksi tipe Lotka-Volterra antara capital perusahan dan pengguna PayLater dengan mengintegrasikan pertumbuhan logistik dan fungsi respon Holling Tipe II. Analisis model dilakukan melalui penentuan titik kesetimbangan, analisis kestabilan menggunakan matriks Jacobian dan kriteria Routh–Hurwitz, analisis sensitivitas parameter, simulasi numerik, serta penerapan kontrol optimal menggunakan Prinsip Maksimum Pontryagin untuk memperoleh strategi pengendalian penyaluran pembiayaan yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki dua titik kesetimbangan, yaitu titik kesetimbangan bebas pengguna dan titik kesetimbangan koeksistensi, dengan kondisi kestabilan yang dipengaruhi oleh laju pertumbuhan capital, laju pertumbuhan pengguna, tingkat pembayaran, dan proporsi kredit macet. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa parameter proporsi gagal bayar (?) merupakan parameter yang paling sensitif terhadap dinamika sistem dibandingkan laju pertumbuhan pengguna PayLater. Simulasi numerik menunjukkan bahwa peningkatan proporsi kredit macet menurunkan jumlah pengguna aktif, capital perusahaan, dan profit perusahaan Penerapan kontrol optimal mampu menekan dampak Non-Performing Loan (NPL) melalui pengendalian penyaluran pembiayaan sehingga keseimbangan antara capital perusahaan dan jumlah pengguna PayLater dapat dipertahankan. Penelitian ini menghasilkan model matematika yang lebih realistis melalui integrasi pertumbuhan logistik, fungsi respon Holling Tipe II, dan kontrol optimal dalam analisis dinamika NPL pada layanan PayLater karena mempertimbangkan keterbatasan kapasitas penyaluran pembiayaan.
PERANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI CV SAHARA PRATAMA BERDASARKAN ALUR PROSES BISNIS
CV Sahara Pratama merupakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di industri konversi kertas yang berfokus pada proses pemotongan kertas dari gulungan besar menjadi gulungan kecil. Berdiri sejak tahun 2017, perusahaan mengalami peningkatan permintaan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, peningkatan tersebut belum diimbangi dengan pengembangan pengelolaan internal perusahaan. Kondisi ini ditunjukkan oleh belum jelasnya pembagian tugas dan kewenangan, belum efektifnya pelaksanaan tanggung jawab antarbagian, serta belum terdokumentasinya proses bisnis perusahaan. Akibatnya perusahaan menghadapi permasalahan terkait beban kerja, koordinasi aktivitas, dan ketepatan waktu pengiriman. Oleh karena itu, diperlukan perancangan struktur organisasi berdasarkan alur proses bisnis. Perancangan struktur organisasi pada penelitian ini didasarkan pada teknologi organisasi berupa interdependensi antar proses bisnis. Hal ini diidentifikasi melalui pemetaan proses bisnis existing dan proses bisnis usulan berdasarkan standar acuan Process Classification Framework (PCF). Proses bisnis usulan kemudian divalidasi dan digunakan sebagai dasar identifikasi keterkaitan antar proses bisnis, departementalisasi, dan pemetaan tingkat tanggung jawab menggunakan matriks RASCI untuk menghasilkan rancangan struktur organisasi usulan perusahaan. Penelitian ini menghasilkan rancangan proses bisnis usulan yang mengintegrasikan proses bisnis existing dengan proses tambahan yang diperlukan untuk mendukung pengelolaan perusahaan. Proses bisnis yang diusulkan berfokus pada penguatan kemampuan perusahaan dalam memenuhi permintaan pelanggan yang meningkat melalui penyelarasan strategi perusahaan, perencanaan produksi, pengelolaan kualitas, pemasaran, pengelolaan keuangan, dan pengelolaan sumber daya manusia. Penelitian ini menghasilkan struktur organisasi yang terdiri atas 6 departemen dan 13 fungsi jabatan dengan tiga tingkatan hierarki. Hasil perancangan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan dan koordinasi dalam perusahaan.