📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 101,300 dokumenPERENCANAAN KLASIFIKASI TENAGA KEPENDIDIKAN BERBASIS AKTIVITAS PADA UNIT KERJA PENDUKUNG INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Institut Teknologi Bandung (ITB) menghadapi permasalahan inefisiensi komposisi sumber daya manusia, khususnya rasio dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang belum sesuai dengan kondisi ideal yang diharapkan. Hingga saat ini, belum terdapat model acuan yang mengklasifikasikan jenis tendik berdasarkan karakteristik aktivitas di setiap unit kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan proses bisnis saat ini dan proses bisnis yang seharusnya dilakukan oleh setiap unit kerja, memetakan peran pada setiap proses bisnis dengan matriks RAOSI, serta mengklasifikasikan tenaga kependidikan berbasis aktivitas pada empat Unit Kerja Pendukung (UKP) ITB, yaitu Ditmawa, DSDM, DKST, Ditkeu. Penelitian ini menggunakan kerangka workforce planning ISO 30409:2016 dengan pendekatan task-based segmentation. Pemetaan proses bisnis dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan pejabat struktural di setiap direktorat yang divalidasi dengan peraturan yang berlaku serta standar acuan. Model klasifikasi dikembangkan berdasarkan empat dimensi penilaian yaitu Strategic Value, Uniqueness, Needs Private Information Access, dan Repetitiveness and Standardization of the Task. Penilaian dilakukan melalui kuesioner berskala ordinal 1–4 yang diisi oleh pejabat struktural, dengan hasil yang kemudian divalidasi kepada pimpinan masing-masing unit. Proses bisnis saat ini berjumlah 236 (Ditmawa), 261 (DSDM), 243 (DKST), dan 344 (Ditkeu). Setelah evaluasi kesesuaian, proses bisnis yang seharusnya dilakukan bertambah menjadi 347, 309, 360, dan 421 untuk masing-masing direktorat. Dari keseluruhan proses bisnis dengan operate pada level staf, hasil klasifikasi menunjukkan dominasi kategori tendik tetap di seluruh unit yaitu 162 aktivitas di Ditmawa, 84 di DSDM, 165 di DKST, dan 199 di Ditkeu. Sisanya terdistribusi pada kategori KJP/MK, dan TAD. Penelitian ini menghasilkan model klasifikasi tenaga kependidikan berbasis aktivitas yang dapat digunakan sebagai acuan oleh DSDM ITB dalam perencanaan, rekrutmen, dan penempatan tenaga kependidikan, serta menjadi landasan implementasi pada seluruh Unit Kerja Pendukung di ITB.
SIMULATION OF RATE-DEPENDENT BEHAVIOR OF COMPOSITES UNDER IMPACT LOADS
Studi ini menyelidiki model komposit serat tenun yang disediakanpada ABAQUS (eksplisit). Model ini dibuat dengan menggunakan plastisitas bilaminar dan inisiasi kerusakan ply fabric pada pemilihan material dalam ABAQUS. Model ini menggunakan ketergantungan kecepatan regangan model Johnson-Cook untuk menyimulasikan impak pada kecepatan regangan yang berbeda. Model ini merupakan representasi ortotropik homogen dari komposit serat tenun yang dapat mempertahankan penurunan kekakuan secara progresif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan parameter/faktor yang paling berpengaruh terhadap ketahanan komposit dengan melakukan berbagai simulasi dengan parameter-parameter material dan model yang berbeda, Simulasi impak dilakukan dengan menggunakan sifat dasar material GFRP yang divariasikan pada crashbox tabung dengan ketebalan 4 mm dan susunan komposit (±45)4s, impak aksial disimulasikan pada crashbox, energi impak tersebut lalu diolah menjadi data menggunakan desain faktorial untuk menentukan parameter yang paling signifikan terhadap ketahanan komposit.
MANAJEMEN RISIKO MALPRAKTEK SEBAGAI RISIKO PERUSAHAAN DI RUMAH SAKIT (STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT UMUM PINDAD TUREN)
Pada pelaksanaan pelayanan kesehatan, hubungan antara dokter dan pasien menghasilkan suatu persetujuan dalam pemberian dan penerimaan pelayanan medis yang dapat dibenarkan dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan identifikasi dan penilaian risiko malpraktik sebagai bagian dari manajemen risiko korporasi di Rumah Sakit Umum Pindad Turen sebelum terjadinya kasus malpraktik operasi katarak tahun 2024, serta faktor-faktor dalam manajemen risiko korporasi di Rumah Sakit Umum Pindad Turen menyebabkan kegagalan pencegahan risiko malpraktik pada kasus operasi katarak tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Anali sis penelitian ini dilakukan dengan pendekatan tematik deduktif yaitu menggunakan kerangka konseptual Governance, Risk and Compliance (GRC) sebagai dasar dala m menetapkan tema, kategori dan kode awal sebelum proses analisis data dimulai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan identifikasi dan penilaian risiko malpraktik sebagai bagian dari manajemen risiko korporasi di Rumah Sakit Umum Pindad Turen sebelum terjadinya kasus operasi katarak tahun 2024 menunjukkan si stem manajemen risiko telah diterapkan melalui pendekatan GRC. Pada aspek gove rnance, rumah sakit telah memiliki struktur tata kelola yang mendukung pengelolaa n risiko melalui penerapan clinical risk management yang terintegrasi dalam sistem mutu, pre-operative assessment, SOP, WHO Surgical Safety Checklist, risk register clinical audit dan sistem pelaporan insiden. Pada aspek risk management, identifika si dan penilaian risiko dilakukan melalui klasifikasi tingkat risiko sebagai dasar pen gambilan keputusan klinis dan penyusunan langkah mitigasi. Namun aspek complia nce, implementasi beberapa prosedur belum dilaksanakan secara konsisten terkait p elaksanaan skrining pra operasi yang belum didukung pemeriksaan kadar gula dara h pada tahap awal pelayanan, belum adanya standar baku mengenai batas aman kad ar gula darah sebagai dasar penundaan operasi, pelaksanaan tindak lanjut pascaoper asi yang belum optimal, serta belum seragamnya pelaporan insiden dan komunikasi antar unit. Faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan pencegahan risiko malpraktik pada kas us operasi katarak tahun 2024 di Rumah Sakit Umum Pindad Turen diidentifikasi m elalui Fishbone Analysis yang menunjukkan penyebabnya berasal dari berbagai fakt or yang saling berkaitan. Pada aspek Man, kegagalan dipengaruhi oleh variasi komp etensi, pengalaman, kedisiplinan dan kepatuhan tenaga medis terhadap prosedur, se rta belum optimalnya budaya pelaporan risiko. Pada aspek Method, penyebab utama meliputi belum tersusunnya standar skrining praoperasi yang mewajibkan pemeriks aan GDS sejak kunjungan awal, belum adanya batas ambang klinis yang terstandar sebagai dasar kelayakan operasi pada pasien diabetes, serta belum optimalnya meka nisme follow-up dan pelaporan insiden. Pada aspek Equipment, faktor penyebab ber asal dari belum optimalnya pemanfaatan sistem informasi rumah sakit dan belum ter sedianya sistem peringatan dini berbasis data klinis. Pada aspek Material, kegagala n dipengaruhi oleh ketidaklengkapan informasi riwayat medis pasien serta belum te rsedianya checklist risiko praoperasi yang baku. Pada aspek Environment, tekanan b eban kerja, kondisi kegawatdaruratan dan budaya komunikasi risiko yang belum ter buka turut memengaruhi proses pengambilan keputusan klinis. Sementara aspek M anagement, kegagalan disebabkan oleh pengawasan risiko yang masih bersifat reakt if, belum optimalnya internalisasi budaya keselamatan pasien dan budaya risiko di s eluruh organisasi
PERANCANGAN PERENCANAAN KEBUTUHAN PEGAWAI DSDM, DKST, DITMAWA, DAN BIRO ADUM ITB BERDASARKAN ANALISIS BEBAN KERJA DENGAN METODE WORK SAMPLING
Tenaga kependidikan dan dosen adalah komponen yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan kependidikan dan menghasilkan mutu lulusan perguruan tinggi yang baik. Maka dari itu, perencanaan pegawai di ITB merupakan hal penting, salah satunya di Unit Kerja Pendukung (UKP). Direktorat Sumber Daya Manusia (DSDM) mengalami kesulitan untuk menentukan kebutuhan pegawai karena belum memiliki kebijakan perencanaan pegawai. Kebijakan perencanaan pegawai perlu mempertimbangkan banyak faktor, salah satunya adalah beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja sehingga dapat memetakan usulan perencanaan kebutuhan pegawai di Direktorat Sumber Daya Manusia, Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi, Direktorat Kemahasiswaan, dan Biro Administrasi Umum ITB. Keempat direktorat tersebut terpilih karena perbedaan karakteristik pekerjaan dan tantangan yang dihadapi. Penelitian menggunakan metode pengukuran waktu kerja langsung (direct time study) melalui work sampling yang divalidasi dengan pencatatan aktivitas melalui logbook dan Focus Group Discussion (FGD). Pengamatan dilakukan secara acak selama jam kerja operasional untuk memperoleh proporsi aktivitas produktif dan nonproduktif. Data hasil pengamatan kemudian diuji keseragamannya dan disesuaikan menggunakan faktor performance rating, allowance, indeks lembur, serta fluktuasi beban kerja tahunan. Selanjutnya, kebutuhan pegawai dihitung berdasarkan beban kerja pada masing-masing seksi maupun subdirektorat. Identifikasi beban kerja dilakukan pada 24 seksi atau subdirektorat yang tersebar di 4 UKP. Sebanyak 18 seksi atau subdirektorat memiliki beban kerja (BK) normal, 5 seksi atau subdirektorat memiliki beban kerja underload, dan 1 seksi atau subdirektorat memiliki beban kerja overload. Penelitian ini menghasilkan 8 seksi atau subdirektorat dengan skenario tidak lembur (0,9 < BK ? 1) dan 6 seksi atau subdirektorat dengan skenario lembur (1 < BK ? 1,26) yang mendominasi. Sebanyak 10 seksi atau subdirektorat tidak menghasilkan skenario yang mendominasi sehingga terdapat skenario tidak lembur atau lembur yang dapat diusulkan. Usulan kebutuhan pegawai yang dirancang mempertimbangkan target beban kerja dan kondisi operasional organisasi. Penelitian ini juga mengusulkan redistribusi pekerjaan, penerapan cross functioning pada periode sibuk, serta pemanfaatan teknologi sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan sumber daya manusia.
PERANCANGAN GAME COOKING SIMULATION BERBASIS VISUAL NOVEL DAN DATING SIMULATION UNTUK USIA 18 SAMPAI 22 TAHUN SEBAGAI MEDIA PROMOSI SEBLAK SECARA GLOBAL
Seblak merupakan kuliner khas Bandung yang populer di kalangan remaja dan dewasa muda, namun persepsinya masih terbatas pada tren kuliner bukan sebagai identitas budaya. Penelitian ini bertujuan merancang media interaktif berupa game visual novel yang menggabungkan elemen dating simulation dan cooking simulation untuk memperkenalkan seblak secara kreatif, emosional, dan partisipatif. Game dirancang agar pemain dapat mengalami interaksi naratif yang personal, membangun kedekatan dengan karakter, dan mengenal kuliner lokal melalui pengalaman bermain. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka, survei, wawancara, dan observasi terhadap audiens usia 18–22 tahun serta tren media sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa audiens lebih menyukai media naratif dan interaktif, sementara seblak memiliki potensi menjadi elemen inti dalam pengalaman bermain. Perancangan menitikberatkan pada pengembangan narasi, karakter, gaya visual, dan mekanik interaksi yang mendukung keterlibatan emosional pemain. Dengan pendekatan ini game diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan promosi budaya lokal secara menarik, relevan, dan mampu menjangkau audiens global sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap kuliner Indonesia.
PERANCANGAN PENCERITAAN INTERAKTIF BERBASIS WEBSITE UNTUK MENINGKATKAN PENGALAMAN PRA-KUNJUNGAN DI OBSERVATORIUM BOSSCHA BAGI ANAK USIA SEKOLAH DASAR
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara anak belajar dan berinteraksi dengan informasi, termasuk dalam konteks edukasi sains. Anak usia sekolah dasar cenderung lebih mudah memahami konsep melalui pengalaman visual dan interaktif dibandingkan penyampaian informasi secara konvensional. Observatorium Bosscha yang sebagai institusi astronomi tertua di Indonesia memiliki peran penting dalam edukasi astronomi, namun hingga saat ini belum memiliki media pra-kunjungan yang dirancang khusus untuk anak. Keterbatasan media pengantar tersebut menyebabkan pengalaman kunjungan anak kurang optimal karena minimnya pengetahuan awal dan kesiapan kognitif sebelum kunjungan berlangsung. Penelitian dan perancangan ini bertujuan untuk merancang media penceritaan interaktif berbasis website sebagai sarana pra-kunjungan bagi anak usia sekolah dasar guna meningkatkan pengalaman kunjungan ke Observatorium Bosscha. Metode yang digunakan adalah Design Thinking, meliputi empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan pihak pengelola dan pengguna, serta studi literatur. Hasil perancangan berupa prototipe media penceritaan interaktif berbasis website yang menyajikan pengalaman petualangan virtual di Observatorium Bosscha melalui narasi visual, ilustrasi, dan interaksi sederhana. Media ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman awal, ketertarikan, serta kesiapan emosional anak sebelum melakukan kunjungan langsung. Dengan demikian, perancangan ini berkontribusi sebagai inovasi media edukatif pra-kunjungan yang mendukung pengalaman belajar astronomi yang lebih bermakna dan menyenangkan bagi anak
PERANCANGAN AWAL PIPA HDPE BAWAH LAUT UNTUK KEBUTUHAN SUPLAI AIR BERSIH DARI JAKARTA KE KEPULAUAN SERIBU
abstrak bisa dilihat di filenya
EVALUASI KETANGGUHAN KOTA BERDASARKAN INDIKATOR SNI ISO 37123 DI KOTA BANDUNG
Ketangguhan kota merupakan orientasi penting pembangunan berkelanjutan, khususnya bagi kota-kota yang menghadapi risiko multi-bahaya seperti Kota Bandung, yang berada di Cekungan Bandung dan dilalui Sesar Lembang. Meskipun Standar Nasional Indonesia (SNI) ISO 37123:2019 telah menyediakan 77 indikator baku penilaian ketangguhan kota, penerapannya di Kota Bandung belum dilakukan secara sistematis, baik pada level kota maupun level kecamatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat ketangguhan Kota Bandung berdasarkan indikator SNI ISO 37123:2019 melalui empat sasaran: (1) penilaian relevansi indikator terhadap konteks Kota Bandung; (2) penghimpunan kondisi capaian setiap indikator; (3) penyusunan penilaian tingkat ketangguhan kota; dan (4) pemetaan ketangguhan pada level kecamatan. Data diperoleh melalui studi dokumen terhadap laporan resmi pemerintah (LKPJ, RPB, BPS), survei kuesioner primer terhadap 216 responden di 30 kecamatan, serta analisis penginderaan jauh menggunakan citra satelit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 77 indikator, sebagian besar berhasil diperoleh datanya melalui kombinasi sumber sekunder dan substitusi survei primer, meskipun terdapat keterbatasan pada indikator dengan satuan pengukuran fiskal dan rate per populasi yang tidak dapat diagregasi langsung ke dalam skala penilaian tunggal. Nilai ketangguhan Kota Bandung secara keseluruhan berada pada kategori sedang, dengan tema Kesehatan dan Tempat Tinggal menunjukkan capaian tertinggi, sementara Tata Kelola dan Lingkungan menunjukkan capaian terendah. Pemetaan tingkat kecamatan mengidentifikasi Kecamatan Babakan Ciparay sebagai wilayah dengan ketangguhan terendah secara konsisten, serta empat kecamatan (Astana Anyar, Batununggal, Lengkong, dan Sumur Bandung) sebagai wilayah prioritas kebijakan tertinggi karena kombinasi kelas bahaya tinggi dan tingkat kesiapsiagaan rendah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas kelembagaan dan partisipasi publik sebagai prioritas kebijakan, mengingat kesenjangan yang konsisten ditemukan antara ketersediaan infrastruktur formal dan tingkat kesadaran masyarakat di seluruh tema yang dikaji.
INVESTIGASI POTENSI KURKUMIN-RESVERATROL SEBAGAI TERAPI KOMBINASI PADA LINI SEL KANKER PAYUDARA T47D: PENELUSURAN JALUR MEKANISME DAN TARGET MOLEKULER PROLIFERASI SEL
Kanker payudara luminal A ditandai oleh ekspresi estrogen receptor (ER) dan progesterone receptor (PR) yang berperan dalam proliferasi sel. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antiproliferatif kombinasi kurkumin (CUR) dan resveratrol (RES) pada sel T47D serta mekanismenya melalui analisis siklus sel dan ekspresi gen ER/PR. Aktivitas antiproliferatif dianalisis menggunakan Cell Counting Kit-8, distribusi siklus sel dengan flow cytometry, dan ekspresi gen menggunakan qPCR. Hasil menunjukkan IC50 kurkumin dan resveratrol berturut-turut sebesar 0,229 mM dan 6,87 mM. Kombinasi CUR-RES menginduksi akumulasi sel pada fase S dari 30,91% menjadi 44,31%. Selain itu, kombinasi CUR-RES menurunkan ekspresi gen ER dan PR secara signifikan (p<0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi CUR-RES berpotensi sebagai kandidat terapi adjuvan kanker payudara luminal A melalui penghambatan proliferasi, induksi S-phase cell cycle arrest, dan penekanan ekspresi reseptor hormon.
PERENCANAAN KLASIFIKASI TENAGA KEPENDIDIKAN BERBASIS AKTIVITAS PADA UNIT KERJA PENDUKUNG INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Institut Teknologi Bandung (ITB) menghadapi permasalahan inefisiensi komposisi sumber daya manusia, khususnya rasio dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang belum sesuai dengan kondisi ideal yang diharapkan. Hingga saat ini, belum terdapat model acuan yang mengklasifikasikan jenis tendik berdasarkan karakteristik aktivitas di setiap unit kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan proses bisnis saat ini dan proses bisnis yang seharusnya dilakukan oleh setiap unit kerja, memetakan peran pada setiap proses bisnis dengan matriks RAOSI, serta mengklasifikasikan tenaga kependidikan berbasis aktivitas pada empat Unit Kerja Pendukung (UKP) ITB, yaitu Ditmawa, DSDM, DKST, Ditkeu. Penelitian ini menggunakan kerangka workforce planning ISO 30409:2016 dengan pendekatan task-based segmentation. Pemetaan proses bisnis dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan pejabat struktural di setiap direktorat yang divalidasi dengan peraturan yang berlaku serta standar acuan. Model klasifikasi dikembangkan berdasarkan empat dimensi penilaian yaitu Strategic Value, Uniqueness, Needs Private Information Access, dan Repetitiveness and Standardization of the Task. Penilaian dilakukan melalui kuesioner berskala ordinal 1–4 yang diisi oleh pejabat struktural, dengan hasil yang kemudian divalidasi kepada pimpinan masing-masing unit. Proses bisnis saat ini berjumlah 236 (Ditmawa), 261 (DSDM), 243 (DKST), dan 344 (Ditkeu). Setelah evaluasi kesesuaian, proses bisnis yang seharusnya dilakukan bertambah menjadi 347, 309, 360, dan 421 untuk masing-masing direktorat. Dari keseluruhan proses bisnis dengan operate pada level staf, hasil klasifikasi menunjukkan dominasi kategori tendik tetap di seluruh unit yaitu 162 aktivitas di Ditmawa, 84 di DSDM, 165 di DKST, dan 199 di Ditkeu. Sisanya terdistribusi pada kategori KJP/MK, dan TAD. Penelitian ini menghasilkan model klasifikasi tenaga kependidikan berbasis aktivitas yang dapat digunakan sebagai acuan oleh DSDM ITB dalam perencanaan, rekrutmen, dan penempatan tenaga kependidikan, serta menjadi landasan implementasi pada seluruh Unit Kerja Pendukung di ITB.
BAGAIMANA EKOSISTEM QRIS MENJADI ALTERNATIF BERBASIS-AKUN INDONESIA TERHADAP PEMBAYARAN NFC YANG BERPUSAT PADA KARTU
Indonesia melompat dari uang tunai langsung ke pembayaran seluler berbasis akun, alih-alih model berpusat kartu seperti pada ekonomi maju yang ditopang Visa, Mastercard, dan dompet Near-Field-Communication (NFC) seperti Apple Pay dan Google Pay. Pada 2019, Bank Indonesia (BI) menyatukan kode QR berpemilik yang terfragmentasi menjadi satu standar nasional, yaitu Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), dan pada 2025 menambahkan QRIS Tap, antarmuka berbasis NFC yang tetap diselesaikan antar-akun melalui rel domestik. Arsitektur ini kini menghadapi keputusan strategis: bagaimana mempertahankan dan memperluas desain berbasis akun terhadap model tap-to-pay berpusat kartu yang dominan global saat dompet asing berupaya masuk. Tesis ini membingkai persoalan tersebut sebagai pertanyaan sisi permintaan — apakah, dan mengapa, pengguna Indonesia memilih QRIS dan QRIS Tap dibandingkan NFC berpusat kartu — menggunakan desain metode campuran tertanam: kuesioner terhadap 313 pengguna yang dianalisis dengan PLS-SEM di atas model UTAUT2 yang diperluas dengan dua konstruk baru, Sovereignty Perception dan Architecture Preference, ditriangulasi dengan wawancara pakar dan pedagang serta analisis tekno-ekonomi sekunder. Temuan berkonvergensi di seluruh tiga pertanyaan penelitian. Arsitektur berbasis akun unggul pada faktor yang penting bagi pengguna: biaya lebih rendah, akses tanpa perangkat, dukungan ponsel nyaris universal, dan penyelesaian seketika. Pendorong terkuat niat penggunaan adalah Habit (? = 0,256), Architecture Preference (? = 0,227), dan Sovereignty Perception (? = 0,184), di atas price value dan facilitating conditions; sementara kegunaan, kemudahan, pengaruh sosial, dan kesenangan tidak signifikan. Ketergantungan konektivitas adalah satu-satunya keunggulan nyata kartu-NFC. Rezim NSICCS/GPN menahan surplus pembayaran dan kendali rel di dalam negeri — sekitar IDR 30 triliun per tahun — dan QRIS Tap memperluas, bukan menggantikan, desain ini, sehingga mengarah pada koeksistensi alih-alih penggusuran. Penelitian ini memvalidasi dua konstruk sisi permintaan yang memprediksi adopsi di luar UTAUT2, memperluas kerangka Profiting-from-Innovation Teece dari perusahaan ke negara, dan membingkai ulang leapfrogging sebagai lompatan atas model bisnis, bukan sekadar generasi teknologi. Rekomendasinya adalah melindungi keunggulan biaya, memperkuat konektivitas sebagai kerentanan yang mengikat, dan mengurutkan QRIS Tap menuju kasus penggunaan seperti transportasi publik di mana kebiasaan memindai belum mengakar.
PERANCANGAN FILM INTERAKTIF ANAK RANTAU: PROSES ADAPTASI MENUJU LINGKUNGAN BARU DENGAN MELIBATKAN PENONTON DALAM MEMILIH ALUR CERITA
Mahasiswa rantau menghadapi berbagai tantangan dalam proses adaptasi sosial dan psikologis akibat perbedaan budaya, lingkungan, serta pola pergaulan di tempat baru. Dalam proses tersebut, individu dihadapkan pada beragam pilihan hidup, baik dalam konteks sosial, akademik, maupun personal, yang masing-masing memiliki konsekuensi terhadap kondisi mental dan hubungan sosialnya. Namun, fenomena ini masih jarang diangkat secara mendalam melalui media film, khususnya dalam bentuk film interaktif yang memungkinkan keterlibatan aktif penonton. Oleh karena itu, perancangan karya ini bertujuan untuk menciptakan film interaktif berjudul ResaHana yang menampilkan konsekuensi sosial dan mental diri dalam pilihan hidup mahasiswa rantau melalui pendekatan visual dan narrative storytelling. Metode perancangan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap mahasiswa rantau luar daerah Bandung. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengidentifikasi pengalaman adaptasi, konflik sosial, serta dampak psikologis yang muncul akibat pilihan hidup yang diambil. Hasil analisis tersebut kemudian diterapkan ke dalam bentuk narasi bercabang (branching narrative) yang memungkinkan penonton menentukan alur cerita melalui pilihan-pilihan tertentu. Film interaktif ResaHana dirancang untuk iv menghadirkan pengalaman imersif, di mana penonton berperan aktif sebagai pengambil keputusan dan secara langsung merasakan konsekuensi dari pilihan tersebut. Karya ini diharapkan dapat menjadi media reflektif bagi mahasiswa rantau serta berkontribusi pada pengembangan film interaktif sebagai medium komunikasi visual yang edukatif di Indonesia.
STUDI KOMPARASI KINERJA SISTEM RANGKA BAJA PEMIKUL MOMEN KHUSUS DENGAN VARIASI SAMBUNGAN REPLACEABLE FUSE
Sistem rangka pemikul momen khusus (RMK) dengan sambungan replaceable fuse menawarkan solusi reparasi pasca gempa yang lebih ekonomis, namun kajian komparatif kinerja seismik antar jenis sambungan fuse masih terbatas, khususnya dalam kerangka SNI 1726-2019. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja seismik struktur baja RMK 10 lantai yang dirancang dengan tiga variasi sambungan replaceable fuse—Kuncian Tarik, Top Shear Tabs Bottom Metallic Fuse, dan T-stub—terhadap struktur benchmark dengan sambungan konvensional. Karakteristik sambungan fuse dinormalisasi dari data hasil eksperimen. Pemodelan dan evaluasi dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS dengan analisis nonlinear static pushover. Parameter yang dievaluasi meliputi overstrength, daktilitas, disipasi energi, kekakuan elastik, dan pencapaian target kinerja. Hasil menunjukkan bahwa ketiga sambungan replaceable fuse secara konsisten menurunkan overstrength terhadap struktur dengan sambungan konvensional. Sambungan jenis Kuncian Tarik dan Top Shear Tabs Bottom Metallic Fuse meningkatkan daktilitas serta memenuhi target minimal kinerja struktur, sedangkan sambungan jenis T-stub mengalami penurunan daktilitas dan tidak memenuhi target kinerja minimal. Penggunaan sambungan replaceable fuse melindungi balok dari kelelehan. Kontribusi disipasi energi elemen fuse pada struktur sambungan konvensional tercatat sekitar 80% dengan total energi disipasi 27,550 kNm sementara pada sambungan Kuncian Tarik, Top Shear Tabs Bottom Metallic Fuse, dan T-Stub berturut-turut mencapai 84%, 99%, dan 100% dengan total energi disipasi masing-masing sebesar 28,228 kNm; 10,629 kNm; dan 4,113 kNm. Optimasi profil berdasarkan syarat simpangan meningkatkan kekakuan elastik dan total disipasi energi. Kinerja terbaik dicapai oleh sambungan replaceable fuse jenis Kuncian Tarik. Studi ini mengonfirmasi kelayakan sambungan Kuncian Tarik dan Top Shear Tabs Bottom Metallic Fuse sebagai alternatif sambungan replaceable fuse pada sistem struktur RMK 10 lantai.
PREDIKSI INTERFERENSI DOWNLINK SATELIT LEO TERHADAP TERMINAL GEO PADA PITA KU MENGGUNAKAN RANDOM FOREST
Konstelasi satelit Low Earth Orbit (LEO) berskala besar berpotensi menimbulkan interferensi terhadap terminal Geostationary Earth Orbit (GEO) pada pita Ku karena beroperasi pada rentang frekuensi yang sama pada layanan Fixed Satellite Service (FSS). International Telecommunication Union–Radiocommunication Sector (ITU-R) menetapkan parameter Equivalent Power Flux Density (EPFD) sebagai acuan evaluasi interferensi melalui Article 22 Radio Regulations, dengan metodologi simulasi sesuai ITU-R S.1503-3. Evaluasi EPFD secara konvensional dilakukan melalui propagasi orbit berbasis data Two-Line Element (TLE) menggunakan model Simplified General Perturbations 4 (SGP4) untuk menghasilkan parameter geometri satelit LEO dan GEO. Perhitungan EPFD secara konvensional memerlukan iterasi kontribusi individual, sehingga beban komputasi meningkat seiring jumlah satelit yang harus dijumlahkan kontribusinya pada konstelasi berskala besar, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih efisien untuk memprediksi nilai EPFD secara kontinu. Tugas akhir ini mengembangkan sistem prediksi interferensi downlink satelit LEO terhadap terminal GEO pada pita Ku menggunakan Machine Learning (ML) berbasis Random Forest, dengan studi kasus konstelasi Starlink dan satelit Telkom-3S yang terminalnya berlokasi di Klapanunggal, Bogor. Sistem yang dikembangkan terdiri atas tiga subsistem, yaitu subsistem pemrosesan data orbit, subsistem model prediksi dan analisis, serta subsistem visualisasi dan antarmuka pengguna. Himpunan data (dataset) dibangun melalui propagasi orbit SGP4 selama 32 hari dengan interval 1 menit, menghasilkan 46.080 baris data yang memuat parameter geometri orbit dan nilai EPFD hasil perhitungan mengacu pada ITU-R S.1503-3 dan Article 22 Radio Regulations, serta model gain antena ITU-R S.1428-1. Model Random Forest dilatih menggunakan 16 fitur masukan yang terdiri atas fitur dasar geometri orbit, fitur lag, dan fitur delta, dengan pembagian data latih (training set) dan data uji (testing set) sebesar 75:25 tanpa pengacakan agar evaluasi dilakukan secara forward-looking. Konfigurasi hiperparameter (hyperparameter) terbaik ditentukan melalui GridSearchCV menggunakan metrik Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Selain itu, model Long Short-Term Memory (LSTM) yang dikembangkan oleh anggota kelompok turut diintegrasikan sebagai pembanding performa prediksi. ii Hasil pengujian menunjukkan bahwa model Random Forest mampu memprediksi nilai EPFD dengan tingkat akurasi yang tinggi, ditunjukkan oleh nilai MAPE sebesar 0,2850% dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9753 pada testing set. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model mampu merepresentasikan hubungan antara parameter geometri orbit dan nilai EPFD dengan baik. Analisis tingkat kepentingan fitur (feature importance) menunjukkan bahwa kontribusi EPFD dari satelit dominan dan sudut separasi minimum merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap hasil prediksi, sementara kontribusi fitur lag dan delta relatif kecil. Hasil tersebut konsisten dengan karakteristik EPFD yang lebih dipengaruhi oleh kondisi geometri orbit suatu waktu dibandingkan ketergantungan terhadap nilai pada waktu-waktu sebelumnya. Sistem yang dikembangkan berhasil diintegrasikan ke dalam dasbor (dashboard) berbasis Streamlit yang menyediakan visualisasi hasil prediksi, status interferensi, serta fasilitas ekspor data, dan telah diuji baik pada periode dalam rentang dataset maupun di luar rentang dataset menggunakan propagasi orbit secara real-time. Hasil tugas akhir menunjukkan bahwa model ML berbasis Random Forest dapat menjadi alternatif yang efisien untuk memprediksi nilai EPFD secara kontinu berdasarkan parameter geometri orbit, sehingga proses evaluasi interferensi dapat dilakukan tanpa menghitung ulang EPFD untuk setiap satelit pada periode simulasi. Hal ini memberikan alternatif yang lebih efisien dibandingkan metode konvensional yang menghitung kontribusi EPFD setiap satelit secara berulang pada setiap waktu simulasi. Hasil tugas akhir juga menunjukkan bahwa Random Forest mampu menghasilkan akurasi yang tinggi dengan kompleksitas implementasi dan kebutuhan komputasi yang rendah. Kontribusi penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sistem pemantauan interferensi satelit yang lebih cepat dan praktis, khususnya untuk skenario interferensi NGSO-GSO.
PERANCANGAN ON-SITE INTERACTIVE MEDIA
Penelitian ini membahas perancangan on-site interactive media di Zona 4 Museum Wayang yang berfokus pada penyampaian “Kisah Ramayana” kepada anak-anak. Berdasarkan hasil kuesioner dan wawancara, diorama dinilai menarik dari segi visual, terutama pada detail dan bentuk wayang, namun belum sepenuhnya mampu mempertahankan minat anak dalam waktu lama. Sebagian besar anak menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap media interaktif seperti layar sentuh, animasi, audio, dan elemen permainan sederhana karena dinilai lebih seru, mudah dipahami, serta sesuai dengan kebiasaan anak dalam mengakses informasi. Temuan ini menunjukkan bahwa interaktivitas dan penyajian multimedia berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan, pemahaman, serta pengalaman belajar anak di lingkungan museum. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan desain komunikasi visual yang menggabungkan narasi, interaksi, dan pengalaman pengguna sebagai strategi edukatif dalam pengembangan media interaktif museum.